KPK Klaim Punya Dua Alat Bukti Kuat untuk Jerat Tersangka Baru e-KTP, Ini Kata Pengacara Setnov

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menegaskan KPK telah memiliki dua bukti permulaan yang cukup dalam menjerat tersangka baru kasus korupsi e-KTP.

KPK Klaim Punya Dua Alat Bukti Kuat untuk Jerat Tersangka Baru e-KTP, Ini Kata Pengacara Setnov
BENTENGSUMBAR. COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim telah memiliki dua bukti permulaan yang cukup dalam menjerat tersangka baru kasus korupsi e-KTP.

"Sebelum proses penyidikan dilakukan, sudah ada bukti permulaan yang cukup atau minimal dua alat bukti. Kami yakin punya lebih dua alat bukti," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 7 November 2017.

Soal surat perintah penyidikan (sprindik) baru dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang sempat beredar, ia membenarkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat tersebut.

Akan tetapi, Febri belum mau mengungkap identitas tersangka dalam kasus tersebut. Menurutnya, pengungkapan identitas tersangka akan disampaikan saat konferensi pers yang bakal digelar lembaga antirasuah dalam waktu dekat.

"Nanti kami informasikan (waktu konfrensi pers)," jelas Febri.

‎Lebih lanjut, saat disinggung apakah salah satu bukti yang digunakan KPK adalah rekaman percakapan telepon antara Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo dengan Direktur Biomorf Lone LLC, Johannes Marliem, dia juga belum bisa mengonfirmasi hal tersebut.

Dalam rekaman percakapan tersebut, Anang mengaku kepada Marliem telah menyerahkan sejumlah uang dari PT Quadra Solution kepada Setnov. Anang pun membenarkannya saat dikonfirmasi jaksa penuntut umum KPK.

"Saya kira itu teknis dan tidak bisa konfirmasi saat ini," tukasnya.

Sebelumnya, beredar dokumen Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama Ketua DPR Setya Novanto.

Dalam SPDP yang beredar disebutkan bahwa Setnov diduga melakukan korupsi bersama-sama Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong serta Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan Kemendagri dan Sugiharto selaku penjabat pembuat komitmen Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

Namun pengacara Setnov, Friedrich Yunadi percaya SPDP yang beredar adalah palsu. Dia meyakini KPK tidak menerbitkan SPDP yang gambarnya telah beredar luas di masyarakat.

"Sehingga apa yang diedarkan itu, saya berasumsi itu enggak benar. Itu hoax," kata dia ditemui di Jakarta Selatan, Selasa, 7 November 2017.

Keyakinan dia bukan tanpa sebab. Dia bercermin dari klarifikasi yang disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah yang menyebut komisi antirasuah Indonesia itu tidak menerbitkan surat.

"Saya harus ucapkan terima ksih pada saudara Febri Diansyah yang sebagai Juru Bicara KPK. Pak Febri mengumumkan pada media yang mengatakan bahwa KPK belum menerbitkan SPDP pada SN," ujar dia.

Friedrich mendengar, jika KPK saat ini tengah fokus mengusut korupsi e-KTP pada lima tersangka. Adapun lima tersangka dari proyek korupsi e-KTP yakni, Irman, Sugiharto, Miryam S Haryani, Andi Narogong, dan Anang Sugiana Sudihardjo.

"KPK masih berkonsentrasi pada 5 orang. Yang jelas bahwa peredaran atau diedaran namanya copy yang seolah SPDP itu tidak benar. Dan saya trima kasih kepada KPK telah mengklarifikasi," ungkap dia.

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR, Teguh Juwarno dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus proyek pengadaan e-KTP dari terduga tersangka, Setya Novanto (Setnov).

Setelah beberapa waktu diselidiki KPK, Teguh mengaku tidak memperhatikan apakah Setya Novanto sudah ditetapkan sebagai tersangka atau belum. Ia juga mengaku tidak memperhatikan siapa saja yang sudah dilabeli tersangka oleh lembaga antirasuah itu.

"Saya enggak perhatikan," kata Teguh kepada wartawan, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 November 2017.

Selain itu, perihal pertanyaan penyelidik, menurutnya tidak ada yang baru. Sekadar menanyakan kenal atau tidak dengan Setnov dan pertanyaan normatif lainnya.

"Saya sampaikan, saya kenal (Setnov). Terus kemudian, apakah mengenal Anang Sugiana? Saya sampaikan, saya tidak mengenal. Terus kemudian juga Markus Nari. Sedangkan yang lain, tidak ada yang baru. Sama," jelasnya.

Dalam penyelidikan, politikus PAN ini juga menegaskan kepada penyelidik bahwa proyek pengadaan e-KTP tersebut terjadi ketika dirinya sudah tidak menjadi anggota Komisi II DPR.

"Saya tegaskan tidak pernah ada pembagian uang, kemudian juga saya tegaskan bahwa saya menjadi anggota Komisi II hanya sampai 21 September 2010, sehingga terkait dengan persetujuan anggaran e-KTP 2011, saya sudah tidak ada di Komisi tersebut," tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua Panitia Khusus Hak Angket DPR terhadap KPK Agun Gunandjar Sudarsa, mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap, dan mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Teguh Juwarno menyambangi markas lembaga antirasuah. Mereka dimintai keterangan sebagai saksi untuk kasus proyek pengadaan e-KTP yang tersangkanya diduga adalah Setya Novanto.

(by/kricom.id)

COMMENTS

BLOGGER

$hide=page$show=post

Loading...

$show=post

Maklumat:

Wartawan Portal Berita BentengSumbar.com namanya tercantum di Box Redaksi dan dalam bertugas dilengkapi Id.Card. Redaksi menerima kiriman tulisan atau artikel dari pembaca yang dikirim via e-mail: bentengsumbar@gmail.com. Tulisan yang dikirim akan kami edit sesuai kebijakan redaksi.

Ttd. Redaksi
Nama

Afrika Agama Amerika Asia-Pasifik Australia Budaya dan Sastra Catatan BY Celebrity Ekonomi Eropa Hukrim Kesehatan Lifestyle Nagari Nusantara Olahraga Opini Pariwara Pariwisata Parlementaria Pembangunan Pendidikan Pertahanan Pertanian Politik Radikalisme Ranah Bingkuang Ranah Minang Timur Tengah Warta Warta Dunia Warta Emzalmi-Desri
false
ltr
item
BentengSumbar.com: KPK Klaim Punya Dua Alat Bukti Kuat untuk Jerat Tersangka Baru e-KTP, Ini Kata Pengacara Setnov
KPK Klaim Punya Dua Alat Bukti Kuat untuk Jerat Tersangka Baru e-KTP, Ini Kata Pengacara Setnov
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menegaskan KPK telah memiliki dua bukti permulaan yang cukup dalam menjerat tersangka baru kasus korupsi e-KTP.
https://1.bp.blogspot.com/-0_LV5_ybU_w/WgHMEy67ybI/AAAAAAAAI_4/0Pc3OrZMLyQaV0YbeS9twRW_bUKgWnzOwCLcBGAs/s640/Jubir%2BKPK.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-0_LV5_ybU_w/WgHMEy67ybI/AAAAAAAAI_4/0Pc3OrZMLyQaV0YbeS9twRW_bUKgWnzOwCLcBGAs/s72-c/Jubir%2BKPK.jpeg
BentengSumbar.com
http://www.bentengsumbar.com/2017/11/kpk-klaim-punya-dua-alat-bukti-kuat.html
http://www.bentengsumbar.com/
http://www.bentengsumbar.com/
http://www.bentengsumbar.com/2017/11/kpk-klaim-punya-dua-alat-bukti-kuat.html
true
153895970414697633
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Baca Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All BACA JUGA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April May Juni Juli Agustus September Oktober November Desember just now 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy