PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Maaf Pak Jokowi, NU Bisa Bereaksi Keras, Daripada Mengganti Mahfud MD, Lebih Aman Mencopot Moeldoko yang Kontroversial

          Maaf Pak Jokowi, NU Bisa Bereaksi Keras, Daripada Mengganti Mahfud MD, Lebih Aman Mencopot Moeldoko yang Kontroversial
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga memperkirakan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan masuk kabinet Indonesia Maju menggantikan posisi KSP Moeldoko.

Menurutnya, merombak posisi KSP wajar mengingat Moeldoko menjadi tokoh yang kontroversial dan membuat gaduh dengan dugaan keterlibatannya mengusik Partai Demokrat melalui KLB Deli Serdang.

Selain itu menurutnya, Presiden Jokowi akan lebih aman mengganti Moeldoko daripada Mahfud MD di Kemenko Polhukam.

“Meskipun Mahfud bukan orang partai, namun dukungan NU sangat kuat. Karena itu, bila Mahfud diganti ada kemungkinan akan mendapat reaksi keras dari NU. Hal itu kiranya tidak diinginkan Jokowi,” tuturnya Sabtu, 16 Oktober 2021.

M Jamaludin mengatakan, kehadiran Mahfud MD di Kemenko Polhukam sangat diperlukan untuk menjaga demokrasi di tanah air. 

Sebab menurutnya, indeks demokrasi belakangan ini terus menurun, sehingga membuat khawatir akan kelangsungan demokrasi di tanah air.

“Publik akan bereaksi keras bila Menko Polhukam diisi sosok yang kental dari militer, ini juga tidak diinginkan Jokowi,” tandasnya.

Kans perombakan tersebut cukup besar mengingat tidak akan mengubah komposisi “jatah” dari partai politik pendukung.

Oleh karena itu menurut M Jamaludin, mengganti salah satu dari dua kursi tersebut tidak akan mengganggu soliditas antar partai pendukung.

“Dari dua kursi tersebut, yang paling aman mengganti KSP Moeldoko. Sebab, Moeldoko tidak punya dukungan massa dan belakangan ini menjadi tokoh yang kontroversial,” pungkasnya. (Bizlaw)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...