PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Proyek Ibu Kota Negara Baru Butuh Rp466 Triliun, Ekonom: Dampak Ekonominya Nol Persen, Buat Apa Diteruskan?

          Proyek Ibu Kota Negara Baru Butuh Rp466 Triliun, Ekonom: Dampak Ekonominya Nol Persen, Buat Apa Diteruskan?
BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah seretnya keuangan negara, pemerintah tetap serius memindahkan ibu kota ngara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Proyek yang diprediksi menelan anggaran Rp466 triliun, adakah dampak ekonominya?

Pemerintah resmi meneruskan proyek 'boyongan' ibu kota negara baru ke Kalimantan Timur, menyusul penyerahan draft RUU Ibu Kota Negara (IKN) ke DPR. 

Di sisi lain, ekonom menilai, dampak proyek IKN kepada perekonomian nasional, hampir tidak ada alias nol.

"Dampak dari perpindahan IKN pada pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional ini juga tidak memberikan suatu hasil yang cukup menggembirakan atau signifikan. Hanya terjadi di daerah Kaltim, Sulsel, dan NTT, serta Gorontalo," ujar ekonom senior, Fadhil Hasan, dalam webinar Narasi Institute, Jumat, 15 Oktober 2021.

Dalam hitungannya, dampak jangka pendek ibu kota baru hanya berkontribusi 0,01 persen pada pertumbuhan ekonomi. Sedangkan, jangka panjang bahkan bisa tak berdampak apa pun. 

"Dalam konteks secara keseluruhan, dampak jangka pendek dan jangka panjang atas pindahan IKN pada indikator ekonomi makro nasional dari segi pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek hanya memberikan tumbuh kontribusi perubahan hanya 0,01 persen. Sementara untuk jangka panjang hampir 0," ujarnya.

Dampaknya pada konsumsi dan penyerapan tenaga kerja juga dinilai tak akan signifikan. 

"Sementara untuk investasi riil hanya memberi dampak 0,17 persen," tuturnya.

Namun untuk menilai layak atau tidaknya pembangunan ini, kata dia, harus dilihat secara lebih kuantitatif.

Yang jelas terhadap ekonomi kontribusinya akan sangat kecil. 

"Saya melihat bahwa tidak ada dampak yang signifikan sebagaimana klaim bahwa ini akan ciptakan sumber pertumbuhan baru, memeratakan perekonomian nasional, sebagai magnet baru ekspor industri, dan lainnya. Saya kira enggak langsung kalo berdasarkan studi ini," tuturnya.

Menurutnya rencana pembangunan Ibu Kota Baru harus dipertimbangkan lagi. Namun pemerintah telah menyerahkan draf RUU pada DPR. 

"Kita perlu mempertimbangkan kembali rencana ini walau sekarang pemerintah sudah ajukan RUU IKN ke DPR," tutupnya. (Bizlaw)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...