PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Advertorial

IKIAD Kota Padang Studi Banding ke Pekanbaru, Ini Hasilnya
Senin, Oktober 11, 2021

On Senin, Oktober 11, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Ikatan Keluarga dan Istri Anggota Dewan (IKIAD) Kota Padang melakukan studi banding Ikatan Kesejahteraan Keluarga Dewan (IKKD) DPRD Kota Pekanbaru, Kamis, 30 September 2021. 

Studi banding tersebut dipimpin Tasnidar Arne Yarmen.


Tasnidar Arne Yarmen mengatakan, kunjungan ini sebagai bentuk upaya memperkuat hubungan silahturahmi antara keluarga dewan Kota Padang dan Pekanbaru.

“Melalui pertemuan ini tentu akan ada sharing informasi terkait Kota Pekanbaru khususnya pengembangan produk UMKM di daerah tersebut yang dapat dipelajari oleh Kota Padang, begitu juga sebaliknya,” jelas Tasnidar, melalui keterangan tertulis dari Subag Humas DPRD Kota Padang, Senin, 11 Oktober 2021.


Pada kesempatan itu, IKIAD Kota Padang juga memperkenalkan produk asli daerah yang dproduksi UMKM Kota Padang salah satunya batik tanah liek.

“Batik Tanah Liek adalah jenis kain batik yang berasal dari Minangkabau. Batik ini menggunakan tanah liat sebagai pewarna,” jelasnya.


Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas bagaimana peran seorang istri anggota dewan di tengah-tengah masyarakat dan di tengah keluarga.

Lalu bagaimana seorang istri dewan dapat membantu kegiatan suami yang merupakan wakil rakyat.


Diakhir kunjungannya, IKIAD Kota Padang menyerahkan cenderemata kepada IKKD Pekanbaru dalam kunjungan studi banding ke DPRD Kota Pekanbaru. 

Laporan: Zamri Yahya
#Subag Humas Sekretariat DPRD Kota Padang

Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Ini Tiga Tiga Ranperda yang Disampaikan Pemko
Selasa, September 28, 2021

On Selasa, September 28, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - DPRD Kota Padang kembali menggelar Rapat Paripurma dengan agenda penyampaian tiga rancangan peraturan daerah (Ranperda), bertempat di ruang sidang utama Gedung Bundar Sawahan, Senin, 27 September 2021.

Rapat Paripurna itu dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani bersama unsur pimpinan lainnya dan didampingi Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyampaikan tiga rancangan peraturan daerah (Ranperda) untuk dibahas bersama DPRD Padang. 

Ketiga ranperda tersebut perubahan kedua atas Peraturan Daerah (perda) nomor 6 tahun 2016 tentang usulan pembentukan dan perubahan organisasi perangkat daerah Padang.

Lalu perubahan ketiga atas perda nomor 11 tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu.

Terakhir, perubahan atas perda nomor 10 tahun 2017 tentang barang milik daerah. 

Plh Sekda Padang Edi Hasymi mengatakan, perubahan ketiga ranperda tersebut untuk mempermudah pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mengikuti aturan perundangan-undangan lebih tinggi. 

Menurutnya, perubahan ketiga atas perda nomor 11 tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu ini mengingatkan adanya peraturan Undang-undang cipta langan kerja nomor 11 tahun 2020.

"Adanya undang ini mengubah paradigma Izin mendirikan Bangunan (IMB), menjadi persetujuan bangun gedung yang harus diikuti daerah, paling lama enam bulan setelah aturan itu berlaku, " kata Edi Hasymi.

Edi Hasymi, mengatakan mulai Agustus 2021 ini, pemerintah daerah seharusnya sudah mengubah pelayanan perizinan mendirikan bangunan ini.

"Untuk pemungutan retribusi perizinannya, maka daerah harus mempunyai perdanya," ungkapnya.

Edi Hasymi, mengatakan perubahan ini juga mengikuti perubahan objek dan nilai retribusi bangunan.

"Perubahan aturan tentang perizinan ini perlu dilakukan, agar berkontribusi untuk pendapatan daerah," tambahnya. 

Edi Hasymi menambahkan, perubahan perda tentang barang dan jasa daerah dilakukan mengingat masih banyaknya aset daerah yang belum secara maksimal digunakan. 

Menurutnya, setelah disampaikan ke dewan, diharapakan perubahan perda tersebut segera dilakukan pembahasan dan penetapan. (*)

Ditengah Badai Pandemi, Perumda Air Minum Kota Padang Terima Penghargaan Top BUMD Awards 2021
Minggu, September 12, 2021

On Minggu, September 12, 2021

Ditengah Badai Pandemi, Perumda Air Minum Kota Padang Terima Penghargaan Top BUMD Awards 2021
BENTENGSUMBAR.COM - Pandemi Covid19 bukan halangan bagi Perusahaan Daerah Air Minum Kota Padang untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. 


Buktinya, Perumda Air Minum Kota Padang kembali berhasil menyabet penghargaan Top BUMD Awards 2021 kategori Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kembali digelar oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta beberapa lembaga tim penilai, Jumat, 10 September 2021, bertempat di Dian Ballroom Raffless Hotel Jakarta.


Acara ini diselenggarakan secara berkesinambungan setiap tahun sejak 2016. Dengan penerapan prokes yang ketat, lebih dari 600 peserta termasuk Kepala Daerah dan Top Manajemen BUMD seluruh Indonesia hadir yang dibagi dalam 2 sesi acara, Sore dan Malam.


Ditengah Badai Pandemi, Perumda Air Minum Kota Padang Terima Penghargaan Top BUMD Awards 2021
Penghargaan yang berhasil diraih diantaranya adalah :

1. Top Pembina BUMD 2021

Walikota Padang - Hendri Septa

2. Top BUMD Awards 2021 Bintang 5

Perumda Air Minum Kota Padang

3. Top CEO BUMD 2021

Direktur Utama - Hendra Pebrizal


Katergori ini dapat diraih bedasarkan kriteria BUMD dengan nilai kinerja yang baik, banyak melakukan improvement/inovasi dan perbaikan, serta telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, selain itu tetap memiliki strategi dan inovasi dalam masa pandemi. 


Penghargaan langsung diserahkan oleh Ketua Dewan Penyelenggara M. Luthfi Handayani, MM, MBA dan Ketua Dewan Juri Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA.


Ditengah Badai Pandemi, Perumda Air Minum Kota Padang Terima Penghargaan Top BUMD Awards 2021

Menteri BUMN, Erick Thohir dalam sambutannya yang mewakili Presiden RI mengatakan peran BUMD sangatlah penting untuk jadi mitra serta menaikan aktifitas usaha didaerah.


"Terimakasih masyarakat Kota Padang, terimakasih pelanggan tercinta Perumda Air Minum Kota Padang," ungkap Hendra Pebrizal, Dirut Perumda Air Minum Kota Padang, usai menerima penghargaan tersebut.


Sementara itu, Wako Hendri Septa mengatakan, kategori penghargaan ini diraih berdasarkan kriteria BUMD dengan nilai kinerja yang baik. Begitu pula banyak melakukan improvement/inovasi dan perbaikan sekaligus telah berkontribusi dalam pembangunan daerah serta tetap memiliki strategi dan inovasi dalam masa pandemi Covid-19 yang masih mewabah.


Ditengah Badai Pandemi, Perumda Air Minum Kota Padang Terima Penghargaan Top BUMD Awards 2021

"Alhamdulillah, atas nama Pemerintah Kota Padang kami tentu bersyukur atas diterimanya penghargaan ini. Penghargaan tersebut merupakan prestasi yang luar biasa yang diraih Kota Padang di masa pandemi Covid-19. Ini kami persembahkan buat warga Kota Padang tentunya," ujarnya kepada wartawan usai menerima penghargaan.


Lebih lanjut Hendri mengatakan, penghargaan yang diterima kali ini akan dijadikan motivasi untuk memajukan Perumda Air Minum Kota Padang ke depan hingga masa-masa mendatang.


"Kita bertekad bagaimana ke depannya Perumda Air Minum Kota Padang terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, terutama dalam penyediaan dan peningkatan pelayanan air bersih. Begitu l juga profit oriented untuk Kota Padang," pungkasnya menambahkan. (*)

DPRD Kota Padang Gelar Rapat Paripurna, Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBD 2022 Pendapatan Daerah Diperkirakan Rp2,597 Triliun
Sabtu, September 11, 2021

On Sabtu, September 11, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian secara resmi Nota Keuangan dan  Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Padang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran (TA) 2022 kepada DPRD Kota Padang oleh Wali Kota Padang, Jumat, 10 September 2021.

Rapat paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Padang Arnedi Yarmen itu, selain diikuti anggota DPRD Padang juga diikuti unsur Forkopimda dan kepala OPD di Pemko Padang serta stakeholder terkait baik secara langsung maupun virtual.

Digelarnya Rapat Paripurna tersebut, selain dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan formal sebagaimana yang dituangkan dalam Peraturan Perundang-undangan, juga dimaksudkan untuk menyampaikan pokok-pokok kebijakan serta rencana kerja anggaran yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2022. 

Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, sebagaimana penyusunan APBD TA 2022 tersebut secara khusus diatur melalui Permendagri No.27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2022.

"RAPBD yang kami sampaikan ini, sebelumnya telah melalui beberapa tahapan proses sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Yaitunya berdasarkan penyusunan kebijakan umum anggaran tahun 2022 dan penyusunan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD tahun 2022 yang telah kita sepakati bersama pada 7 Agustus 2021 yang lalu," ungkap Hendri Septa.

Hendri mengungkapkan tahun 2021 ini merupakan tahun ketiga kepemimpinan Wali Kota Padang periode 2019-2024. Berdasarkan RPJMD 2019-2024 visi Kota Padang yaitu "Mewujudkan Masyarakat Kota Padang yang Madani Berbasis Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata Unggul serta Berdaya Saing". 

"Pelaksanaannya melalui 7 misi dan diwujudkan melalui 9 prioritas pembangunan Kota Padang dengan tema pembangunan Kota Padang tahun 2022," ungkap dia.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Bingkuang itu pun menyampaikan pokok-pokok kebijakan dan rencana pendapatan dan belanja daerah tahun 2022. 

Ia menyebutkan, sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pendapatan daerah tahun anggaran 2022 yaitu didasari beberapa hal. 

Diantaranya atas perkiraan pertumbuhan ekonomi, rasionalitas nilai kekayaan daerah dan perkembangan perekonomian nasional dan dampaknya terhadap perekonomian Kota Padang.

"Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pendapatan daerah pada APBD Kota Padang TA 2022 diperkirakan sebesar R02,597 Triliun. Jika dibandingkan dengan APBD TA 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp70,182 Miliar atau naik 2,70 persen," paparnya.

"Secara rinci pendapatan daerah tersebut dijelaskan untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Padang dalam APBD 2022 direncanakan sebesar Rp991,25 Miliar. PAD ini bersumber dari pendapatan pajak daerah sebesar Rp770,526 Miliar. Kemudian retribusi daerah Rp85,166 Miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp20 Miliar serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp115,558 Miliar. Selanjutnya pendapatan daerah juga didapat dari pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah," bebernya menambahkan. 

Lebih jauh disampaikan Wako Hendri lagi, dengan berbagai perkembangan di atas, maka pada RAPBD 2022 rencana belanja daeeah dianggarkan sebesar Rp2,688 Triliun. 

Jika dibandingkan dengan APBD 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp148,07 Miliar atau naik 5,51 persen.

"Alokasi anggaran ini digunakan untuk pelaksanaan program, kegiatan dan sub kegiatan yang terkait dengan prioritas pembangunan serta untuk mewujudkan visi dan misi Kota Padang sebagaimana ditargetkan dalam RPJMD 2019-2024.  Begitu juga disinkronisasikan dengan prioritas pembangunan nasional dan Provinsi Sumbar serta fokus dalam penanganan Covid-19 serta memulihkan dampak ekonominya," terangnya.

Terakhir wali kota milenial itu menyampaikan harapannya agar pembahasan Ranperda APBD Kota Padang 2022 tersebut dijadikan prioritas bersama DPRD dengan semangat mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemajuan Kota Padang ke depan.

"Kami menyadari apa yang RAPBD Kota Padang TA 2022 sampaikan tersebut masih perlu penyempurnaan. Untuk itu semoga dalam proses selanjutnya dapat lebih kita sempurnakan melalui konsultasi badan anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum ditetapkan menjadi Perda. Semoga berjalan dengan lancar dan sesuai harapan tentunya," pungkas Hendri mengakhiri.

(*)

Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBDP Tahun 2021
Minggu, September 05, 2021

On Minggu, September 05, 2021

Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBDP Tahun 2021
BENTENGSUMBAR.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian secara resmi Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) Kota Padang Tahun Anggaran (TA) 2021 kepada DPRD Kota Padang, bertempat di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD setempat, Sabtu, 4 September 2021.


Dalam pairpurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Padang Arnedi Yarmen itu, juga diikuti  Wakil Ketua DPRD Amril Amin, Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar dan para anggota DPRD Padang. Selain itu unsur Forkopimda, kepala OPD terkait dan stakehoder terkait baik secara langsung maupun virtual. 


Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBDP Tahun 2021

Wako Hendri menyebutkan, berdasarkan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2021 yang telah disepakati, bahwa RAPBDP Kota Padang tahun 2021 diarahkan untuk percepatan capaian visi dan misi serta mewujudkan 9 (sembilan) program prioritas pembangunan, sebagaimana yang tertuang dalam Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Padang tahun 2021.


"Selanjutnya kita tetap fokus pada pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19 yang mewabah sampai saat ini hampir dua tahun," ungkap orang nomor satu di Kota Padang tersebut.


Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBDP Tahun 2021

Dalam RAPBDP 2021 ini, Hendri Septa mengatakan pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp 2,526 triliun. Jumlah ini turun sebesar Rp 99,806 miliar atau 3,80 persen dari target pendapatan daerah pada APBD awal tahun 2021 yakni sebesar Rp 2,626 triliun.


Sementara sebut Hendri, untuk mendukung tercapainya sasaran strategis sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam Perubahan KUA dan PPAS tahun 2021, belanja daerah direncanakan sebesar Rp2,540 triliun. Jumlah ini turun Rp109,58 miluar atau 4,14 persen dari pagu belanja daerah pada APBD awal tahun 2021 yang sebesar Rp2,649 triliun.


Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBDP Tahun 2021

"Penurunan belanja daerah tersebut berada pada belanja pegawai, belanja subsidi, belanja bantuan sosial, belanja modal tanah, belanja modal gedung dan bangunan serta belanja modal jalan, jaringan, irigasi san belanja bantuan keuangan," jelasnya.


"Dari sisi penerimaan kita harus mampu meningkatkan, menggali dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan daerah terutama pendapatan asli daerah (PAD). Sementara dari sisi belanja kita harus dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas belanja. Sehingga setiap rupiah yang kuta belanjakan harus digunakan untuk kegiatan dan program yang benar-benar produktif dan mampu memberikan nilai tambah sebesar-beaarnya bagi masyarakat," cetusnya menambahkan.


Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBDP Tahun 2021

Lebih lanjut wako juga berharap, RAPBDP 2021 beserta rencana anggaran yang disampaikan dapat dijadikan prioritas bersama DPRD Kota Padang.


"Kita butuh penyempurnaan. Untuk itu dalam proses selanjutnya semoga bisa lebih disempurbakan melalui konsultasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Padang dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta OPD sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Semoga semuanya berjalan dengan lancar tentunya," harap wali kota muda tersebut.

  

Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Wako Hendri Septa Sampaikan RAPBDP Tahun 2021

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Arnedi Yarmen meminta kepada OPD terkait di Pemko Padang untuk dapat memaksimalkan menjalankan program-program yang sudah disusun dengan baik.


“ Soal penurunan pendapatan, kita akan bahas bersama TAPD dan DPRD untuk solusinya ke depan. Penurunan yang terjadi sekarang juga karena adanya pengurangan DAU dari Pusat,” pungkasnya.


(*)

DPRD Padang Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD 2021, Terjadi Penurunan Pendapatan
Selasa, Agustus 17, 2021

On Selasa, Agustus 17, 2021

DPRD Padang Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD 2021, Terjadi Penurunan Pendapatan
BENTENGSUMBAR.COM - DPRD Kota Padang memberikan persetujuan atas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran (TA) 2021.


Hal itu terangkum dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang beragendakan penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD Kota Padang tentang KUPA-PPAS Perubahan APBD Padang TA 2021 di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD setempat, Senin, 16 Agustus 2021.


Wali Kota Padang Hendri Septa yang hadir saat itu dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para anggota dewan. Terutama semua fraksi yang telah menyepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD Kota Padang TA 2021 tersebut.


DPRD Padang Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD 2021, Terjadi Penurunan Pendapatan

Seperti diketahui, rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Syafrial Kani itu, diikuti para Wakil Ketua DPRD Padang, Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar dan seluruh anggota DPRD Padang. Juga hadir unsur Forkopimda, Plh Sekda Edi Hasymi beserta pimpinan OPD terkait di lingkup Pemko Padang baik secara langsung maupun virtual.


Wako Hendri pun saat itu menyampaikan, atas nama Pemko Padang bersyukur penetapan KUPA dan PPAS Perubahan APBD TA 2021 telah disepakati sesuai jadwal, meski telah melewati proses yang cukup panjang. Sebagaimana hal itu diawali penyampaian KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2021 secara resmi oleh dirinya pada 7 Agustus 2020 lalu.


"Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan antara Panitia Khusus (Pansus) DPRD dengan SKPD pada 9-10 Agustus 2021. Begitu juga dilanjutkan pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)," sebutnya.


DPRD Padang Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD 2021, Terjadi Penurunan Pendapatan

Orang nomor satu di Kota Padang itu melanjutkan, pada PPAS Perubahan APBD TA 2021 pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp2,526 triliun. Jika dibandingkan dengan pendapatan APBD TA 2021 sebesar Rp2,626 triliun, pendapatan ini mengalami sedikit penurunan sebesar Rp99,806 miliar atau turun sebesar 3,80 persen.


"Pendapatan ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dialokasikan sebesar Rp59,914 miliar turun sebesar Rp217,10 miliar dari APBD tahun 2021 yang semula ditargetkan sebesar Rp217,10 miliar dari APBD 2020 yang semula ditargetkan sebesar Rp889,902 miliar."


"Sementara pendapatan transfer dialokasikan sebesar Rp1,574 triliun mengalami penurunan sebesar Rp39,892 miliar atau turun sebesar 2,47 persen dibandingkan APBD 2021. Dimana untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah dialokasikan sebesar Rp122,346 miliar,” ungkapnya.


DPRD Padang Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD 2021, Terjadi Penurunan Pendapatan

Lebih lanjut disampaikan wako, adapun mengenai penerimaan pembiayaan daerah ditetapkan sebesar Rp44,824 miliar. Jika dibandingkan dengan APBD TA 2021 sebesar Rp50 miliar, maka terjadi penurunan sebesar Rp5,175 miliar atau minus 10,35 persen yang bersumber dari sisa lebih anggaran tahun lalu sesuai hasil audit BPK RI.


"Berdasarkan perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) penekanan perubahan belanja daerah diarahkan kepada penuntasan target-target pembangunan, lalu mendukung percepatan pencapaian pelaksanaaan 9 program prioritas pembangunan Kota Padang. Begitu juga fokus pada pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan dampak ekonomi dan sosial akibat Covid-19 tersebut," lanjut wako.


DPRD Padang Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD 2021, Terjadi Penurunan Pendapatan

Terakhir Wako Hendri Septa juga menyadari untuk proses nota kesepakatan KUPA-PPAS Perubahan APBD TA 2021 tersebut dibutuhkan kerja ekstra keras untuk memahami draft yang disusun serta cukup menyita waktu dan pikiran dalam pembahasannya yang disebabkan keterbatasan kemampuan keuangan saat ini. 


"Perubahan KUA-PPAS Perubahan APBD TA 2021 ini merupakan pagu indikatif yang masih akan dibahas lagi antara Pemko Padang bersama DPRD Padang. Untuk itu, dalam mempercepat prosesnya kami sangat berharap dukungan dan kerjasama baik  pimpinan dan anggota dewan sehingga perubahan APBD tahun 2021 ini dapat ditetapkan dalam waktu yang ditentukan," pungkas wali kota milenial itu mengakhiri penyampaiannya.


(*)

Harga dan Spesifikasi Samsung Fold 3
Sabtu, Agustus 14, 2021

On Sabtu, Agustus 14, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Siapa yang tidak kenal dengan merk smartphone Samsung, siapapun yang mengenalnya pasti menyukainya karena smartphone merk ini memiliki beragam varian mulai dari harga yang murah hingga yang mahal sekalipun.

Kini, Samsung menghadirkan Samsung Galaxy Fold 3 yang uniknya, smartphone ini dilengkapi dengan stylus. Sebenarnya pena stylus sudah pernah hadir di ponsel Samsungs eri Note.

Dari bocoran tersebut sepertinya akan terungkap bahwa smartphone Samsung akan meluncurkan dua ponsel lipat terbarunya yaitu Samsung Galaxy Fold 3 dan Samsung Galaxy Flip 3 pada Agustus 2021. 

Peluncuran tersebut diluncurkan pada acara Galaxy Unpacked 2021 pada Agustus 2021 lalu. Meski demikian, Samsung ini sendiri belum memberikan pengumuman resmi terkait dengan kapan smartphone ini akan diluncurkan.

Spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold 3

Smartphone Samsung Galaxy Z Fold 3 hadir dengan nomor model ponsel SM-F926U. Dalam hal ini juga disebutkan bahwa ponsel tersebut akan dilengkapi dengan stylus pen dan dukungan dari ultra wide band.

Ultra Wide Band ini sendiri merupakan protokol komunikasi nirkabel dengan jarak dekat yang dapat digunakan untuk mentransfer data dengan perangkat Ultra Wide Band tersebut dengan kecepatan yang lebih tinggi namun lebih irit daya baterainya.

Selain itu, smartphone ini juga dapat mendukung berbagai pita frekuensi jaringan 5G. Tidak hanya itu saja, ponsel ini juga didukung pengisi daya nirkabel 9 watt, dimana baterai perangkat ini terdiri dari dua baterai yaitu 2.060 mAh dan 2.125 mAh, sehingga jika digabungkan maka total kapasitas baterai tersebut mencapai 4.275 mAh.

Untuk pengisi daya yang lebih cepat sebesar 25 watt ini memungkinkan Samsung dapat menyertakan pengisi daya nirkabel sebesar 25 watt dalam kemasan produknya. Dan yang paling ditunggu konsumen adalah ponsel ini menyediakan ponsel tiga kamera di bagian belakangnya yaITU 12 MP + 12 MP serta 16 MP.

Ponsel ini kemungkinan akan dilengkapi kamera bawah layar yaitu Under Display Camera dengan resolusi 16 MP. Namun, Under Display Camera ini tidak jadi disematkan dalam Samsung Galaxy Fold 3 karena minimnya pasokan akibat kelangkaan chipnya. Meski demikian, dibagian sampulnya terdapat kamera lain sebesar 12 MP.


Harga Samsung fold 3 sekitar Rp. 24.300.000 (dua puluh empat juta tiga ratus ribu rupiah). Sebenarnya harga ini lebih murah 20% (dua puluh persen) dibandingkan dengan Samsung Galaxy Fold 2.

Namun, ada bocoran mengenai ponsel ini yang sempat beredar di internet dimana adanya dukungan pen stylus pada smartphone ini.

Meski demikian, untuk kejelasan harga dan spesifikasi ponsel Samsung Galaxy Z Fold 3 dan Samsung Galaxy Z Flip 3 ini tetap harus menunggu pengumuman resmi dari pabrik ponselnya langsung yaitu di Korea Selatan.

Review Samsung Galaxy Z Fold 3

Samsung Galaxy Z Fold 3 disebut-sebut memiliki tenaga snapdragon 888 dengan kamera bawah layarnya. Menariknya, Samsung Galaxy Z Fold 3 dilengkapi dengan pen stylus yang memudahkan penggunanya dalam menggunakan ponsel ini.

Samsung Fold 3 ini memiliki 7,6 inchi dengan kamera bawah layar. Kamera bawah layar ini dapat digunakan untuk swafoto 4 MP, sedangkan kamera layar luarnya dengan 10 MP. Samsung Galaxy Z Fold 3 ini memiliki tiga kamera belakang dengan resolusi tinggi sehingga kualitas foto yang dihasilkan juga luar biasa bagusnya.

(Ads)

DPRD Kota Padang Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022
Senin, Agustus 09, 2021

On Senin, Agustus 09, 2021

DPRD Kota Padang Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022
BENTENGSUMBAR.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menyepakati Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2022 melalui Rapat Paripurna beragendakan Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi Terhadap KUA-PPA TA 2021, bertempat di ruang sidang utama Gedung Bundar Sawahan, Sabtu, 7 Agustus 2021.


Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Padang Syafrial Kani, didampingi Wakil Ketua Arnedi Yarmen dan Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar.


DPRD Kota Padang Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022
Juru Bicara Fraksi Golkar-PDIP Wismar Panjaitan Menyerahkan Pandangan Farksi ke Pimpinan Sidang.

Rapat paripurna tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang Hendri Septa dan diikuti unsur Forkopimda Kota Padang, pimpinan OPD di lingkup Pemko Padang serta stakeholder terkait lainnya baik secara langsung maupun virtual.


Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani mengatakan, penyusunan KUA dan PPAS APBD tahun anggaran 2022 ini telah mengalami proses yang diawali penyampaian secara resmi oleh Wali Kota Padang Mahyeldi pada 5 Juli 2021 lalu.


DPRD Kota Padang Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022
Juru Bicara Fraksi Gerindra Budi Syahrial Menyerahkan Pandangan Farksi ke Pimpinan Sidang.

"Pembahasannya pun sempat alot, namun alhamdulillah hari ini dapat kita sepakati bersama," ungkapnya.


Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, Pemerintah Kota Padang dan DPRD Kota Padang telah menyelesaikan suatu tugas penting dalam tahap proses penyusunan APBD tahun 2022 yaitu penetapan kesepakatan KUA dan PPAS APBD tahun 2022.


DPRD Kota Padang Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022
Juru Bicara Fraksi Persatuan Berkarya Nasdem Zalmadi Menyerahkan Pandangan Farksi ke Pimpinan Sidang.

“Untuk itu, atas nama Pemerintah Kota Padang kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pimpinan dan anggota DPRD yang terhormat, yang telah bekerja keras dan secara maraton membahas KUA dan PPAS APBD TA 2022," kata Wako Hendri Septa pada kesempatan itu,


Orang nomor satu di Kota Padang itu menambahkan, sebagaimana diketahui, KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 tahun. Kebijakan umum memuat kondisi ekonomi makro daerah, asumsi-asumsi dasar dalam penyusunan RAPBD dan kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah dan strategi pencapaianya.


DPRD Kota Padang Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022
Juru Bicara Fraksi Demokrat Muchlis, SE, SH, MHkn., Menyerahkan Pandangan Farksi ke Pimpinan Sidang.

"PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran SKPD (RKA-SKPD) sebelum disepakati dengan DPRD," katanya.


Lebih lanjut dijelaskannya, pada tahun 2022 pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp2,595 triliun. Jika dibandingkan penerimaan tahun 2021 sebesar Rp2,626 triliun, pendapatan ini mengalami penurunan sebesar Rp30,972 miliar atau turun sebesar 1,18 persen.


DPRD Kota Padang Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022
Juru Bicara Fraksi PKS Jakfar, SHI., Menyerahkan Pandangan Farksi ke Pimpinan Sidang.

"Rencana pendapatan ini bersumber dari pendapatan asli daerah sebesar Rp989,90 miliar, pendapatan transfer sebesar  Rp1,473 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp132,09 miliar," katanya.


Berdasarkan kebijakan dan ketentuan di atas, kata wako, tahun 2022 pada KUA-PPAS di tetapkan anggaran belanja sebesar Rp2,686 triliun. Jumlah anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja operasi sebesar Rp2,212 triliun, belanja modal sebesar Rp463,820 miliar, serta belanja tidak terduga sebesar Rp10,929 miliar.


DPRD Kota Padang Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022
Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar Menyerahkan Hasil Keputusan DPRD Kota Padang kepada Pimpinan Sidang.

"Belanja daerah yang dialokasikan, penggunaannya diarahkan untuk mendukung beberapa kegiatan dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan aktual yang dihadapi. Alokasi anggaran tersebut didistribusikan ke dalam urusan wajib dan pilihan yang dilaksanakan pada masing-masing SKPD," katanya.


Hendri Septa pun menyebut KUA-PPAS merupakan pagu yang masih akan dibahas lagi antara Pemko Padang dan DPRD Kota Padang dalam penyusunan APBD 2022.


DPRD Kota Padang Sepakati KUA-PPAS APBD Tahun 2022
Ketua DPRD Kota Padang Syahrial Kani, SH., Menandatangani Dokumen KUA-PPAS 2022.

"Untuk itu dalam mempercepat prosesnya kami berharap dukungan dan kerja sama dari anggota dewan, sehingga APBD Kota Padang TA 2022 dapat dapat ditetapkan dalam waktu yang tidak begitu lama dan tepat waktu, sebagaimana diatur dalam Permendagri No.64 Tahun 2020," katanya.


Usai mendengarkan penyampaian pendapat akhir disertai persetujuan dari sebanyak enam fraksi di DPRD Kota Padang, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan Perda No 12 tahun 2021 tentang Persetujuan Ranperda KUA-PPAS TA 2022 menjadi Perda KUA-PPAS TA 2022.


(*)

DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun
Minggu, Agustus 08, 2021

On Minggu, Agustus 08, 2021

DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun
BENTENGSUMBAR.COM - DPRD Kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kota Padang ke-352 tahun, Sabtu, 7 Agustus 2021, bertempat di ruang Sidang Utama Gendung Bundar Sawahan. 


Rapat paripurna itu dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani, didampingi Wakil Ketua Arnedi Yarmen, Amril Amin, Ilham Maulana dan Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar. 


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

"Tepat 7 Agustus 2021 ini, Kota Padang telah genap memasuki usia yang ke-352 tahun. Usia ini tentunya cukup matang bagi sebuah daerah. Sama seperti satu tahun sebelumnya, untuk peringatan sekaligus perayaan hari jadi bagi Ibukota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) itu masih digelar di tengah pandemi Covid-19," ungkap Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani ketika memimpin Rapat Paripurna Istimewa. 


Apalagi, jelasnya, kota yang berpenduduk hampir 1 Juta jiwa tersebut saat ini tengah menjalankan pembatasan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 (Darurat) demi pengendalian Covid-19. Meski demikian, DPRD Kota Padang tetap menggelar Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kota Padang ke-352 tahun dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

Rapat Paripurna tersebut selain dihadiri Wali Kota Padang Hendri Septa beserta unsur Forkopimda dan seluruh Anggota DPRD Padang juga dihadiri langsung Gubernur Sumbar Mahyeldi dan para undangan lainnya.


Selain itu juga diikuti kepala OPD di lingkup Pemko Padang, Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Genny Hendri Septa serta Camat dan lurah se-Kota Padang dan unsur terkait lainnya baik secara langsung maupun virtual. Tak hanya itu, juga dihadirkan 10 orang tokoh masyarakat penerima penghargaan pin emas dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-352 tahun 2021.


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

Gubernur Sumbar menyampaikan atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengucapkan selamat Hari Jadi bagi Kota Padang yang ke-352 tahun.


"Meski dalam keadaan apapun, Kota Padang harus terus bergerak dan bangkit. Terutama dalam mengendalikan pandemi Covid-19 yang mewabah hampir dua tahun ini. Banyak yang harus kita lakukan ke depan, semoga dengan semangat kebersamaan Kota Padang bisa makin sukses dan keluar dari pandemi ini dalam waktu dekat. Ketika kota atau kabupaten sukses maka provinsi juga akan ikut sukses," ujar gubernur.


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

Sementara itu Wali Kota Padang Hendri Septa menyampaikan atas nama pemerintah kota dan masyarakat Kota Padang, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak dan seluruh masyarakat Kota Padang yang telah ikut bersama-sama mendukung kemajuan pembangunan di Kota Padang sejauh ini.


"Alhamdulillah, hari ini tepat sudah 352 tahun usia Kota Padang. Semua kemajuan dan berbagai prestasi pembangunan telah berhasil diraih Kota Padang sampai saat ini. Ini semua adalah berkat kebersamaan dan sinergi yang luar biasa dari semua pihak terutama warga Kota Padang," ucap Hendri sembari meminta hadirin menyaksikan video capaian kemajuan Kota Padang saat ini berdurasi 3 menit. 


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

Wako menyebutkan, adapun yang menjadi perhatian serius bagi Kota Padang saat ini adalah menyikapi pandemi Covid-19 yang masih melanda. Berbagai upaya terus dilakukan termasuk merefocusing anggaran pemko untuk dialihkan ke penanganan virus membahayakan tersebut.


"Kita bersyukur Covid-19 yang menjadi momok bagi warga Kota Padang terus kita tekan. Baik melalui penanganan-penanganan yang dilakukan dan upaya mengatasi dampaknya secara sosial ekonomi. Alhamdulillah, tingkat kesembuhan warga yang terkena positif Covid-19 di kota ini pun termasuk yang cukup tinggi di Indonesia," imbuhnya.


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

Itu semua lanjut Wako Hendri, dikarenakan begitu tingginya kepedulian seluruh pihak baik unsur Forkopimda, DPRD, BUMN/BUMD dan pihak swasta serta seluruh elemen masyarakat dan lainnya. 


"Maka itu, melalui momentum HUT Kota Padang ke-352 tahun 2021 ini, mari sama-sama kita maknai dengan mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Meski di tengah pandemi, kita harus terusb berupaya mewujudkan visi Kota Padang yakni "Mewujudkan Masyarakat Kota Padang Yang Madani Berbasis Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata Unggul Serta Berdaya Saing," pungkas orang nomor satu di Kota Padang tersebut sembari berharap pandemi segera berakhir.


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

Sementara itu Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani mengaku mengapresiasi atas pencapaian dan prestasi pembangunan yang ada di Kota Padang.


“Kami patut apresiasi Pemko Padang dalam mewujudkan visi-misi dan program unggulan (progul) Pemko Padang sejauh ini. Meski di tengah pandemi pembangunan tetap jalan. Ini menunjukkan kegiatan pemerintahan di Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendri Septa berjalan dengan optimal. Semoga prestasi ini tetap optimal,” katanya.


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

Selain itu mewakili DPRD Kota Padang, Syafrial berharap momen peringatan HUT Kota Padang tahun ini jangan hanya menjadi kegiatan rutin tahunan saja.


"Namun bagaimana hendaknya sama-sama menjadi ajang evaluasi untuk peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang yang berdaya saing ke depan. Terutama bagaimana bangkit dari pandemi Covid-19," harap Ketua DPRD Padang itu.


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

Sementara itu mewakili tokoh masyarakat Kota Padang, Japeri Jarab dalam sambutannya mengatakan, atas nama warga Kota Padang menyambut baik dan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah, DPRD dan seluruh aparatur pemerintah dan elemen masyarakat kota padang.


"Alhamdulillah, cukup banyak pembangunan di Kota Padang berbagai bidang sejauh ini. Ini patut kita syukuri dan dukung bersama ke depan. Semoga melalui momentum HUT Kota Padang ke-352 ini, kita semua bisa saling bersemangat dan bersinergi membangun kota yang kita cintai ini," cetus mantan Kakan Kemenag Kota Padang itu. 


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Padang ke-352 tahun 2021 ini, sebanyak 10 (sepuluh) orang tokoh masyarakat di Kota Padang menerima penghargaan.


Adapun nama-nama dari 10 tokoh yang menerima penghargaan itu diantaranya adalah Fauzi Bahar (mantan Wali Kota Padang 2004-2014). Penghargaan yang ia terima ialah di bidang Kemasyarakatan.


DPRD Padang Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Padang ke-352 Tahun

Selanjutnya ada Japeri Jarab meraih penghargaan di bidang Keagamaan, disusul Erianto di bidang Penggerak UMKM dan Edy Utama di bidang Kebudayaan. Selanjutnya Syamsul Bahri untuk bidang Sosial dan Wanda Leksmana menerima penghargaan di bidang Pemerhati Pemenuhan Hak-Hak Anak. 


Selain itu juga ada Yaldi Chaniago meraih penghargaan di bidang Kepemudaan. Lalu Andreas Sofiandi bidang Kemanusiaan serta Syaifuddin Islami bidang Lingkungan Hidup serta Fauziah Zainin untuk bidang Pendidikan.


(*)