Opini

Lifestyle

Sports

Anggota DPD RI Puji Realisasi Penyaluran BLT Dana Desa Sumbar Capai 91,92 Persen
Selasa, Juni 02, 2020

On Selasa, Juni 02, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Anggota DPD-RI DR. Alirman Sori, SH.,M.Hum memberikan apresiasi atas percepatan penyaluran BLT Dana Desa di Provinsi Sumbar, yang sudah mencapai 91,92 persen. Angka ini jauh di atas pencapaian rata-rata nasional yang baru 70 persen.

Apresiasi itu disampaikan senator Alirman Sori seusai mendengarkan paparan Kepala Dinas PMD Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM., Selasa, 2 Juni 2020 di Jalan Pramuka Raya No. 13 Belanti, Padang.

Menurut Alirman Sori, pola percepatan yang dilakukan Sumbar patut menjadi contoh nasional, yaitu kebersamaan seluruh elemen di nagari/desa. 

Dengan arahan dari Dinas PMD Provinsi dan Bupati/Walikota, para Wali Nagari mendapat dukungan dari Ninik Mamak, Ulama, Bundo Kandung dan Pemuda. 

"Pola baiyo batido yang merupakan kearifan lokal Minangkabau sangat membantu dalam Musyarawah Nagari Khusus, untuk menentukan penerima BLT Dana Desa serta mengecek supaya tidak terjadi penerimaan ganda. Peran ninik mamak yang tahu dengan anak kemenakannya, sangat membantu dalam percepatan pendataan sehingga berdampak pada percepatan penyaluran," kata Alirman Sori, senator asal Dapil Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Sumbar Syafrizal Ucok menyebutkan, bahwa capaian penyaluran BLT Dana Desa Sumbar 91,92 persen adalah hasil kerja keras semua pihak, terutama Wali Nagari bersama perangkatnya dan Tenaga Ahli Pendamping Profesional Dana Desa serta Pendamping Dana Desa di seluruh nagari. 

"Tenaga ahli pendamping Dana Desa ini ada yang sampai tidak tidur-tidur demi percepatan penyaluran BLT Dana Desa ini," kata Syafrizal Ucok yang didampingi Korprov Pendamping Profesional Dana Desa Ir. Feri Irawan, M.Si.

Dengan capaian penyaluran BLT Dana Desa sebesar 91,92 persen ini, berarti sudah 853 nagari/desa yang sudah tuntas penyaluran BLT. Uang yang dikucurkan mencapai Rp92,8 miliar yang diterima oleh 129.223 Kepala Keluarga.

Kunjungan kerja Anggota DPD-RI Alirman Sori ke Sumbar, berlangsung ke beberapa OPD dan Kabupaten/Kota. Khusus di Dinas PMD fokusnya adalah Pengawasan Penyaluran BLT dan Bansos di Sumbar. 

(Makpen)

5 Orang Warga Kota Padang Positif Covid-19, Ini Sebaran Daerahnya
Selasa, Juni 02, 2020

On Selasa, Juni 02, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Lima orang warga Kota Padang pada Selasa, 2 Juni 2020, dinyatakan positif Covid-19. 

Fanpage Humas Kota Padang malaporkan, kasus positif baru tersebut berasal dari 5 kelurahan di Kota Padang, yaitu Bungus Timur, Air Tawar, Ikur Koto, Kampung Baru, dan Limau Manis.

Meski demikian, hari ini juga ada penambahan 3 orang pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Mareka berasal dari kelurahan Jati, Parupuk Tabing, dan Flamboyan.

Situs dinkes.padang.go.id pada Selasa malam, 2 Juni 2020 mencatat, penambahan 5 orang positif Covid-19 di Kota Padang, sehingga total kasus positif sebanyak 389 orang.

Sebanyak 100 orang diantaranya dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Kota Padang.

Sedangkan 44 orang diantaranya menjalani isolasi di rumah masing-masing.

Sementara itu, sebanyak 72 orang diantaranya dikarantina, 18 orang dinyatakan meninggal akibat serangan virus ganas asal Kota Wuhan, China tersebut.

Situs tersebut juga mencatat penambahan 3 orang warga Kota Padang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, sehingga total sembuh sebanyak 155 orang.

(by)

Ansor Sumbar Halal Bi Halal: Menyatukan Pemikiran Menghadapi New Normal
Senin, Juni 01, 2020

On Senin, Juni 01, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Sumatera Barat terus melakukan  agenda untuk  menyatukan  pemikiran dalam mengahadapi situasi sulit sekarang  dengan adanya pendemi Covid-19. 

Sudah lebih selama tiga bulan terus berupaya bersama pemerintah dan masyarakat untuk  melakukan gerakan sosial memutus mata rantai penyebaran covid19. Walaupun dilakukan secara daring tetapi ini yang  terus dilakukan di tengah pendemi Covid-19. 

Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat mengadakan Halal Bihalal secara online Minggu, 31 Mei 2020 malam dengan menghadirkan sejumlah tokoh, sesepuh, senior, ulama dan generasi muda Nahdhatul Ulama Sumatera Barat.

Hadir diantaranya Ketua PWNU Sumatera Barat Prof.Ganefri,P.hD, mantan Ketua PWNU sebelumnya Prof.Dr. Mahidir Harum,MA, Khusnun Aziz yang juga mantan Ketua PW GP.Ansor, Maswar, Mantan Rais Syuriah Zainal MS, Buya Bagindo M Leter sesepuh NU Sumbar, mantan ketua PW GP.Ansor Rusli Intan Sati, Pembina  Ansor Sumbar Leonardy Harmainy Datuk Bandaro Basa yang juga Anggota DPD RI, Jhon Kennedy Aziz anggota DPR RI dan kader kader  Ansor se Sumatera Barat. 

Halal bihalal dibuka Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman yang sekaligus menyampaikan  harapan kepada semua warga Nahdyin di Sumatera Barat untuk menyatukan pemikiran  menghadapi new normal dalam pendemi Covid-19. 

“Kader-kader NU dari semua Banom,  tokoh NU mari kita lakukan perjuangan pemikiran disamping melakukan gerakan sosial di tengah masyarakat selama ini dalam pencegahan wabah covid19. Halal bihalal yang dilkukan secara daring dapat memberikan energi pemikiran dari warga Nahdyin untuk negeri kita ini menghadapi new normal  guna melakukan segala aktifitas ke depannya," katanya.

Genefri dalam sambutannya menegaskan dengan adanya new normal yang akan kita hadapi ke depannya tentu harus melakukan trobosan baru sehingga kita bisa seperti normal kembali dalam melaksanakan aktifitas. 

Kader NU harus melakukan terobosan baru ini sehingg akan berangsur angsur normal kembali pada sektor pendidikan, ekonomi, politik dan lain sebagainya. 

New normal juga harus dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai untuk dapat berjalan dengan baik.

Buya Bagindo M Letter memberikan tausiah, halal bihalal itu sendiri yang merupakan warisan budaya di Indonesia. 

Umat Islam di Indonesialah yang mengenalkan halal bihalal. 

Selama satu bulan berpuasa selama itu juga umat Islam beribadah untuk dunia dan akhiratnya, akhirat merupakan untuk masa depan yang cermerlang nantinya dan di dunia ditinjau dalam unsur rohaniah, jasmaniah dan ijtimaiyah. 

“Rohaniah merupakan mengendalikan hawa nafsu, membentuk watak, kejujuran, disiplin dan berkeadilan. Jasmaniah adalah menyegarkan urat darah, dan menghilangkan sifat-sifat buruk. Ijtimaiyah adalah manusia untuk bermasyarakat (zon politicon), dan puasa memperbanyak silaturrahim. Dengan tiga unsur  ini makanya pentingnya silaturrahim,” kata Buya Leter. 

Di Indonesia silaturrahim selalu terjaga setelah satu bulan puasa. Silaturrahim dilakukan dengan nama halal bihalal. Dengan silaturrahim akan menghapus dosa,  dalam sebuah hadist meriwayatkan setiap manusia berdosa, sebaik yang berdosa adalah yang bertobat, kata Buya Leter suatu kali. 

Halal bihalal juga dihadiri  perwakilan dari Kapolda Sumatera Barat Kombes Nasrun Fahmi Nasrun menegaskan  kepada Ansor dan nahdyin untuk menghadapi new normal ke depan selalu patuhi protokol kesehatan dan memberikan edukasi juga kepada masyarakat melalui ulama- ulama NU Sumatera Barat.

Mantan Ketua GP Ansor yang diwakili Khusnun Aziz dan Rusli Intan Sati memberikan amanat kepada kader melakukan konsolidasi dalam melahirkan pemikiran yang menjadi ciri khas NU. 

Sesepuh NU yang diwakili Maidir Harun, mantan Rais Syuriah Prof. Dr. Assasiwarni dan Zainal memberikan pesan bahwa kondisi wabah pendemi Covid-19  memperkuat persatuan dan kesatuan jangan sampai kita sebagai umat Islam dibenturkan dengan pemerintah. 

Halal bihalal ditutup dengan doa yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Syekh Tuanku Kerajaan Nan Shaliah. 

Sebelum berdoa Tuanku Kerajaan Nan Shaliah menyampaikan pesan agar kader Ansor   berkhidmatlah dengan jalan yang benar, maka barokah akan datang.

Laporan: Armaidi Tanjung

Posko Covid-19 di Daerah Sepi Pemeriksaan, Perbatasan Padang Diperiksa Sangat Ketat
Senin, Juni 01, 2020

On Senin, Juni 01, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Posko perbatasan penanganan Covid-19 di suatu daerah sangat penting untuk mengontrol orang ke luar masuk daerah itu dalam rangka memutus mata rantai Covid-19.

Namun ironisnya, tak semua posko perbatasan tersebut dijaga ketat untuk menyeleksi orang keluar masuk, tapi di beberapa daerah di Sumatera Barat malah kelihatan posko perbatasan sepi, seakan tak ada pemeriksaan.

Pantauan wartawan BentengSumbar.com pada Senin, 1 Juni 2020, dari Kabupaten Pasaman sampai ke Kota Padang membuktikan hal tetsebut.

Misalnya saja di Posko Covid-19 Perbatasan Pasaman-Agam, sepi tidak ada pemeriksaan.

Demikian juga di posko Covid-19 sebelum terminal Padang Panjang, di gerbang perbatasan Padang Panjang-Padang Pariaman, dan  sebelum Malibou Anai, juga sepi dan tidak ada pemeriksaan.

Baru pada Posko Covid-19 di Perbatasan Padang-Padang Pariaman di Lubuk Buaya, pemeriksaan dilakukan sangat ketat.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa memang menegaskan, pengetatan orang masuk ke Padang tetap menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang. Posko perbatasan di empat titik pintu masuk Padang, beroperasi hingga PSBB berakhir.  

"Posko perbatasan tetap beroperasi hingga 7 Juni," tutur Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa, Sabtu, 30 Mei 2020. 

Tetap beroperasinya posko perbatasan untuk mengawasi pergerakan orang yang masuk Kota Padang.  

"Mereka yang tidak memiliki KTP Padang dan tidak jelas tujuannya akan kami tolak," ucap Hendri Septa.  

Editor: Zamri Yahya
Laporan: Boy Chaniago

Tunjukan Kepedulian, Audy Joinaldy Bantu APD untuk Puskesmas Muaro Bodi
Minggu, Mei 31, 2020

On Minggu, Mei 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pengusaha muda Indonesia berdarah Minang, Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M., menunjukan kepeduliannya di tengah wabah Covid-19 yang melanda Sumatera Barat.

Politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk beberapa puskesmas di Sumatera Barat.

Seperti yang diserahkan melalui Fakhri, Ketua Biro Pemuda J.P.K.P kabupaten Sijunjung ke Puskesmas Muaro Bodi pada Ahad, 31 Mei 2020.

Bantuan yang diterima langsung oleh Dr. Rahmi, Pimpinan Puskesmas Muaro Bodi tersebut berupa baju asmat dan masker.

"Ini bantuan dari Bapak Audy Joinaldy. Saya hanya diminta menyerahkan ke Puskesmas Muaro Bodi," ungkap Fakhri.

Ia berharap, bantuan dari Audy tersebut bermanfaat bagi tenaga medis di puskesmas tersebut.

"Semoga bermanfaat. Tenaga medis merupakan ujung tombak dalam melawan virus corona ini. Makanya harus dibekali APD secukupnya," kata Fakhri.

Dr. Rahmi, selaku Pimpinan Puskesmas Muaro Bodi menyampaikan rasa terimakasih atas bantuan yang diberikan Audy tersebut.

"Kami berterimakasih atas kepedulian Pak Audy terhadap tenaga medis di Puskemas Muaro Bodi ini," cakapnya.

Ingin Mengabdi di Kampung 

Sebagaimana diketahui, Audy Joinaldy merupakan pengusaha yang terbilang sukses di Indonesia bagian timur. 

Pria lulusan Wageningen Universiteit Netherlands disebut-sebut bakal maju di Pilgub Sumbar dan berpasangan dengan Buya Mahyeldi yang saat ini menjabat Wali Kota Padang.

"Saya diminta Buya mendampingi beliau di Pilgub. Saya ingin mengabdi di kampung halaman," ungkap pria yang berdarah Padang-Solok ini dalam suatu kesempatan berkenalan dengan awak media di Padang, beberapa waktu lalu.

(by)

Posko Perbatasan Tetap Beroperasi Hingga 7 Juni, Tak Punya KTP Padang Putar Balik
Minggu, Mei 31, 2020

On Minggu, Mei 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetatan orang masuk ke Padang tetap menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang. Posko perbatasan di empat titik pintu masuk Padang, beroperasi hingga PSBB berakhir.  

"Posko perbatasan tetap beroperasi hingga 7 Juni," tutur Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa, Sabtu, 30 Mei 2020. 

Tetap beroperasinya posko perbatasan untuk mengawasi pergerakan orang yang masuk Kota Padang. 

Mereka yang tidak memiliki KTP Padang akan disuruh putar balik.  Termasuk mereka yang mengalami masalah kesehatan. 

"Mereka yang tidak memiliki KTP Padang dan tidak jelas tujuannya akan kami tolak," ucap Hendri Septa.  

Sementara itu Wakil Wali Kota Padang juga menekankan, sejak PSBB Jilid III diberlakukan, tidak ada lagi pengawasan di posko oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pengawasan hanya dilakukan oleh petugas yang telah ditunjuk.  

"ASN tidak kita tugaskan lagi berposko secara bergantian," ujar Hendri Septa.  

Hendri Septa mengucapkan terimakasih kepada ASN yang telah bertugas selama ini di posko perbatasan.  

"Terimakasih banyak kepada seluruh ASN yang telah bertugas di posko perbatasan selama ini," pungkasnya.

(Charlie Ch. Legi)

Satpol PP Kota Padang Amankan Pengemis dan Pengamen di Perempatan Lampu Merah
Sabtu, Mei 30, 2020

On Sabtu, Mei 30, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang mengamankan belasan orang yang diduga berprofesi sebagai pengemis dan pengamen di beberapa titik lokasi perempatan lampu merah di Kota Padang.

Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi menjelaskan, total keseluruhan yang diamankan sebanyak 15 orang. Diantaranya tujuh orang pengamen dan delapan orang pengemis, mereka semua diamankan oleh anggota yang lagi patroli di seputaran Kota Padang.

"Selain mengajak masyarakat untuk selalu mengunakan masker, petugas yang patroli juga melakukan pengawasan terhadap anjal dan gepeng. Hari ini kita mengamankan lagi pengemis dan pengamen di beberapa perempatan Lampu merah, yakni di lampu merah Khatib Sulaiman depan Lamun Ombak, Lampu Merah Iman Bonjol, Lampu merah Ujung Gurun, Lampu merah Telkom Padang Baru dan Simpang Kandang," ungkap Alfiadi, Sabtu, 30 Mei 2020.

Dikatakan Alfiadi, mereka semua melanggar Perda 11 tahun 2005 tentang Trantibum. Mereka yang telah diamankan tersebut langsung diserahkan petugas ke Dinas Sosial Kota Padang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut.

"Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang baru yang meminta-minta di lampu merah dan ada juga yang beralih dari biasanya meminta-minta ke rumah-rumah dan warung, kini beralih saat sore hari ke perempatan lampu merah," kata Alfiadi.

Alfiadi mengajak seluruh masyarakat  Padang agar memberi sedekah tepat sasaran.

"Silahkan memberi namun jangan di Lampu Merah. Jika kita ikut memberi di Lampu Merah, berarti kita juga ikut mengajak mereka untuk hidup di jalanan," cakapnya.

"Mari kita bersama-sama bijak dalam memberi, jangan sampai niat baik kita bisa mencelakakan mereka," sambung Alfiadi.

Selain itu, Alfiadi dengan tegas mengatakan akan terus melakukan pengawasan dan akan mengejar dan mempidanakan jika ditemukan adanya para oknum atau orang tua yang mengeksploitasi anak di bawah umur.

"Kita dapati informasi dari masyarakat bahwa ada pengemis yang mengeksploitasi anak, untuk hari ini belum kita pantau," katanya.

Namun pihaknya akan terus mengawasi kegiatan mereka di perempatan Lampu Merah.

"Kita juga akan kejar terus terhadap para oknum yang mempekerjakan anak-anak tersebut. Karena yang dilakukan jelas kriminalisasi terhadap anak dan akan diproses secara hukum oleh pihak berwajib," tegasnya.

(by)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *