Lifestyle

PADANG

SUMBAR

Langgar Instruksi Walikota, Puluhan Remaja Diamankan Satpol PP Padang, Orang Tua Terancam Diproses Hukum
Minggu, April 05, 2020

On Minggu, April 05, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang mengamankan puluhan remaja dalam patroli yang dilakukan pada Minggu dini hari, 5 April 2020.

Mereka diamankan petugas di beberapa titik lokasi karena kedapatan sedang berkumpul dan keluyuran hingga larut malam. Padahal, Kota Padang sedang dilanda wabah virus corona atau Covid-19.

Pemerintah Kota Padang  sendiri mengimbau warganya untuk tetap berdiam diri di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. 

Namun ironisnya, imbauan tersebut diabaikan oleh para remaja tersebut. Akibatnya, mereka langsung diamankan ke Mako Satpol PP Padang dalam rangka pendataan dan pembinaan.

Dari hasil pendataan oleh petugas, sebanyak 25 orang ini rata-rata masih dibawah umur, diantaranya enam orang perempuan dan 19 orang laki-laki.

Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi mengatakan, saat ini wabah Corona masih berjangkit didunia, begitu juga di Kota Padang. Antisipasi hal tersebut puluhan petugas Satpol PP terus disiagakan, selain melakukan giat rutin juga aktif untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat agar melakukan physical distancing. 

"Makanya, kita mengamankan puluhan remaja yang kedapatan berkeluyuran dan nongkrong-nongkrong di malam hari tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan, delapan orang remaja dari 25 orang yang terjaring tersebut adalah hasil penertiban dari pihak kepolisian.

Dikatakannya, orang tua dari anak-anak yang diamankan petugas dipastikan akan dipanggil datang ke Mako Satpol PP, agar mereka para orang tua tahu tingkah laku anak-anaknya di luar rumah, sehingga berpotensi nantinya membuat gaduh serta melanggar Maklumat Kapolri serta Instruksi Walikota Padang.

"Kita minta orang tua intens mengawasi anak-anaknya, jangan sampai kelakuan mereka menganggu ketertiban, jika esok hari kembali mengulangi lagi perbuatannya maka Satpol PP akan lakukan proses hukum terhadap orang tua," ancam Alfiadi.

Tak hanya itu, Alfiadi mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi pergaulan anak-anaknya

 "Kita sangan mengharapkan peran serta orang tua benar-benar mengontrol segala aktifitas dari anak-anaknya, sehingga apa yang dilakukan lebih terarah, apalagi sekarang ini semua kita lagi berperang melawan penyebaran Covid-19," tutup Alfiadi.

(by/hms-satpolpp)

RSUD Pariaman Diharapkan Siap Berjuang Antisipasi Penanganan Penyebaran Covid-19
Jumat, April 03, 2020

On Jumat, April 03, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengharapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman siap berjuang bersama dalam penanganan Covid-19. 

Oleh karena itu, para tenaga medis dan masyarakat disekitar RSUD Pariaman, agar meningkatkan pemikiran positif dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19 di Sumbar. 

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar Ir. Benny Warlis, MM., dalam kegiatan sosialisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman sebagai RS Khusus Pelayanan Covid-19 di RSUD Pariaman,  Kamis, 2 April 2020.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kesehatan Kota Pariaman, direktur RSUD Pariaman dan pegawai RSUD Pariaman.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov juga menyampaikan, saat ini tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

"Pemerintah sangat mengharapkan perhatian dan dukungan pengabdian seluruh tenaga kesehatan dalam penanganan antisipasi penyebaran wabah Covid-19. Wabah Covid-19 merupakan persoalan bangsa saat ini yang mesti kita tangani bersama-sama," imbau Benny Warlis.

Benny Walis juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saat ini tengah serius melakukan berbagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 di Sumbar. Menyiapkan berbagai lokasi-lokasi fasilitas yang diperuntukan dalam penanganan ODP, PDP dan positif Covid-19.

"Semua peralatan APD akan dilengkapi oleh Kelengkapan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur dari tahapan Covid-19 pada Rumah Sakit Khusus,  sedangkan pasien biasa yang saat ini berada di RSUD Pariaman, akan dicoba dialihkan ke RSUD yang dekat dengan Pariaman," terangnya. 

Benny Warlis menegaskan,  penetapan Rumah Sakit Pariaman sebagai rujukan penanganan Covid- 19 merupakan salah satu upaya persiapan dalam menghadapi kondisi yang terburuk dalam mengatasi penyebaran Covid-19 di Sumbar. 

"Kita mesti dukung kebijakan Gubernur Sumatera Barat yang juga merupakan perintah pemerintah pusat dengan memaksimalkan potensi yang ada di daerah masing-masing dalam upaya penanganan Covid-19 ini," ujarnya. 

Penunjukan RSUD Pariaman sebagai Rumah Sakit rujukan Covid-19 di Sumatera Barat menuai polemik dilingkungan masyarakat dan intern RSUD Pariaman itu sendiri. 

Melalui direktur RSUD Pariaman dr. Ven menyampaikan permasalah sosial yg timbul dari beberapa berita yang tersebar di media sosial, dimana penunjukan RSUD Pariaman berada dijantung kota Pariaman yang menimbulkan kecemasan bagi masyarakat disekitar. 

Sedangkan untuk intern dari RSUD Pariaman, kecemasan cendrung terkait APD yang belum sesuai dengan SOP penanganan pasien Covid-19 yang dimiliki RSUD Pariaman dan effect domino yg akan sampai ke pasien pasien non covid.

(Zardi)

IMASINTOGA Gelar Aksi Semprotan Desinfektan di Kecamatan Sintoga
Jumat, April 03, 2020

On Jumat, April 03, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Ikatan Mahasiswa Sintoga (IMASINTOGA) gelar aksi penyemprotan desinfektan se Kecamatan Sintuak Toboh Gadang (Sintoga), Kamis, 2 April 2020. 

Ketua Imasintoga Khairul Arif mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat di Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Karena dikuatirkan masyarakat terhadap virus Covid _19.

“Kegiatan ini kami saling kerja sama dengan mahasiswa Sintoga dan pemuda pemudi di masing masing korong Sintoga,” kata Khairul. 

Dikatakan Khairul, kegiatan aksi penyemprotan ini dilaksanakan selama 2 hari. Karena mengingat banyaknya permintaan masyarakat untuk  minta rumahnya  disemprot.

"Kami lebih mngutamakan tempat tempat keramaian terutama tempat  ibadah seperti surau surau, mesjid-masjid di Kecamatan Sintoga," cakapnya.

Salah satu pemuda Korong Simpang Empat Nagari Sintuk Rendi Mandala Putra mengatakan, kegiatan ini sangat positif dan sangat membantu masyarakat, terutama kecamatan Sintoga.

“Penyemprotan desinfektan bisa mengantisipasi penyebaran dan penularan covid-19. Pemuda pemudi sangat berterima kasih kepada Imasintoga yang telah memberikan waktu dan tenaganya untuk kampung halaman. Semoga Allah jauhkan Sintoga dari covid-19 dan masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa,” harap Rendi.

Laporan: Armaidi Tanjuang

Bagi Awak Media Siber yang Aktif Meliput di Tengah Wabah Corona, Ini Imbauan SMSI Sumbar
Selasa, Maret 24, 2020

On Selasa, Maret 24, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pewarta yang aktif meliput di lapangan di tengah wabah virus corona melanda, dikhawatirkan dapat terjangkit virus mematikan asal Kota Wuhan, China tersebut.

"Kepada wartawan, terutama anggota SMSI yang aktif meliput berita di lapangan untuk selalu waspada dan mawas diri," imbau Zulnadi, Ketua SMSI Sumbar yang didampingi Guspen Khairul selaku sekretaris, Selasa, 24 Maret 2020.

Ia menegaskan, agar kuli tinta yang meliput di lapangan untuk melengkapi diri dengan perlindungan sesuai standar protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer dan menjaga jarak minimal satu meter.

Untuk selengkapnya, ini isi imbauan SMSI Sumbar:

*HIMBAUAN SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI SUMATERA BARAT*

Menyikapi perkembangan Virus Corona atau Covid 19 akhir akhir ini, khususnya  pencegahan virus Covid 19 yang sangat  mengkhawatirkan kesehatan masyarakat, maka dengan ini SMSI Provinsi Sumatera Barat menghimbau :

1. Kepada anggota SMSI yang aktif meliput berita di lapangan untuk selalu waspada dan mawas diri. Lengkapi diri dengan perlindungan sesuai standar protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer dan menjaga jarak minimal satu meter.

2. Senantiasa menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan menghormati hak hak pribadi pasien yang terpapar Covid 19, baik dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Suspec maupun yang telah dinyatakan Positif Covid 19 oleh Lembaga/RS yang berwenang.

3. Berperan serta ikut menenangkan masyarakat dalam bentuk penyajian berita yang menyejukan, tidak bombastis dan tidak sensasional.

4. Ikuti petunjuk pemerintah yang  diberi wewenang menangani kasus Covid 19.

5. Jangan membuat dan ikut menyeberkan berita hoak. Jika mengutip informasi media sosial, pastikan dan lakukan cek and ricek sampai diyakini kebenaran informasinya.

Demikianlah himbauan ini disampaikan kepada seluruh Anggota SMSI di Provinsi Sumatera Barat, untuk dimaklumi dan dilaksanakan.

Padang, 24 Maret 2020
SMSI Provinsi Sumbar

*ZULNADI, SH* (Ketua)
*GUSFEN KHAIRUL* (Sekretaris)

Cc. Disampaikan kepada Pengurus Pusat SMSI sebagai laporan.

(by)

Antisipasi Virus Corona, M Fikar: Jangan Memakan Makanan yang Diharamkan Allah SWT
Selasa, Maret 24, 2020

On Selasa, Maret 24, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Salah satu upaya untuk mengantisipasi merebaknya wabah virus corona adalah jangan pernah memakan makanan yang diharamkan Allah SWT.

Sebab, bila larangan Allah diabaikan maka akan turunlah kemurkaan-Nya kepada manusia tanpa pandang bulu. Itulah yang terjadi dengan virus corona saat ini.

"Sebagai orang beriman kita harus yakin bahwa virus corona merupakan ciptaan Allah dan hanya kepada-Nya lah kita berlindung dan minta pertolongan," ungkap ustadz M Fikar, S.Ag, MM, MPd saat memberikan kuliah subuh di Masjid Al-Hijrah Jalan Delima Komplek Perumnas Belimbing, Kecamatan Kuranji,  Selasa, 24 Maret 2020.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BMPN (Badan Musyawarah Pembangunan Nagari) Pauh IX, Kuranji itu menyebutkan bahwa asal mula munculnya istilah virus corona itu adalah hasil penelitian salah seorang ilmuwan Mesir bernama Ali Muhammad Zaki, Phd.

Ketika itu ada seorang laki-laki berusia sekitar 60 tahun menderita penyakit dengan gejala sebagai berikut.

"Laki-laki tua itu awalnya menderita demam, batuk-batuk dan bersin dan badannya angek dingin. Lalu dibawa ke rumah sakit di Mesir dan tak lama kemudian meninggal," paparnya.

Selanjutnya, hasil observasinya terhadap pasien tersebut coba diteliti di sebuah lobor di Negeri Belanda. Disitulah didapat kesimpulan bahwa pasien yang meninggal di Mesir tersebut akibat terserang sebuah virus yang cukup mematikan yang disebut coronavirus.

"Lalu, kenapa di Wuhan Cina meledak kasus virus corona ini? Setelah diteliti lagi oleh ahli lagi, ternyata salah satu penyebab berkembang-biaknya virus cirona ini dari makanan yang diharamkan oleh Allah SWT. Seperti, anjing, babi, ular, kelalawar, harimau, kodok dan lain sebagainya," sambung Kepala SMP Muhammadiyah 7 Padang itu menjelaskan.

Nah, dari situlah asal-muasal munculnya virus corona yang telah membuat resah hampir seluruh umat manusia di muka bumi ini, termasuk di Indonesia. Parahnya, sampai kini belum ada pakar atau ahli kesehatan yang menemukan obat penangkal virus tersebut.

"Satu-satunya jalan bagi kita selaku umat muslim adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT serta berusaha semaksimal mungkin menghindari segala hal yang dapat menyebabkan penularan virus corona tersebut," tukasnya mengingatkan. 

(MFC)

Besok Berikan Kuliah Subuh di Masjid Al Hijrah, M Fikar: Semoga Nagari Kita Dijauhkan dari Wabah Corona
Senin, Maret 23, 2020

On Senin, Maret 23, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Wanah virus corona atau Covid-19 dari Kota Wuhan, China telah menghantui dunia. Kini, wabah itu pun membuat resah warga Kota Padang.

Pemerintah Kota Padang sendiri terus berupaya untuk mencegah penyebaran virus pembawa maut ini. Salah satunya dengan melibatkan berbagai stokeholder yang ada, seperti da'i dan ulama.

Peran ulama di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kesejukan dan ketenangan kepada masyarakat dalam menghadapi wabah virus corona ini.

Untuk itu, selaku salah seorang tokoh agama di daerah ini, Ketua BMPN Pauh IX Muhammad Fikar Datuk Rajo Magek mencoba memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait wabah virus corona.

Salah satunya melalui kegiatan kuliah subuh yang akan dilakasanakan pada Selasa, 24 Maret 2020 di Masjid Al Hijrah, yang terletak jalan Delima VIII/IX Blok A Perumnas Belimbing Kecamatan Kuranji Kota Padang, Sumatera Barat.

"Kami mencoba memberikan pemahaman dari segi agama kepada umat terkait virus corona ini," urai M Fikar Datuk Rajo Magek via WhatsApp kepada BentengSumbar.com, Senin sore, 23 Maret 2020.

Untuk itu, kata M Fikar Datuk Rajo Magek, kuliah subuh tersebut mengangkat judul "Virus Corona Bukti (Kebenaran Al Qur'an", dengan pokok-pokok bahasan mengkaji awal mula virus corona, akibat dari makanan haram, virus crona bukti kebenaran Al Qur'an dan menangkal virus corona menurut Islam.
"Ayooo...mari kita hadiri bersama - sama, semoga Nagari kita dijauhkan dari wabah corona. Aamiinnn...." ajak M Fikar Datuk Rajo Magek.

(by)

Waspada Corona, Persiapan Panitia Reuni Akbar dan Mubes Ikasmanli Padang Jalan Terus
Senin, Maret 16, 2020

On Senin, Maret 16, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Wabah virus corona (covid-19) yang melanda sebagian besar negara di dunia akhir-akhir, termasuk Indonesia ikut menjadi perhatian bagi segenap Panitia Reuni Akbar dan Mubes Ikasmanli (Ikatan Alumni SMAN 5) Padang 2020.

Meski diminta waspada, namun untuk persiapan acara reunian dan mubes, panitia bertekad tetap jalan sesuai rencana semula.

"Kita tetap melihat perkembangan situasi yang terjadi. Jika seandainya nanti Kota Padang dinyatakan dalam level berbahaya wabah corona oleh pemerintah, mau tidak mau kegiatan reuni akbar dan mubes terpaksa kita undur. Yang jelas, persiapan panitia tetap berjalan seperti biasa dulu," ungkap Ketua Ikasmanli Padang, Khalid Saifullah ketika menjawab pertanyaan sejumlah alumni saat rapat panitia di Kuliner Fkan Pauh IX Kuranji, Minggu, 15 Maret 2020.

Ia menyebutkan, saat ini Pemerintah Republik Indonesia seperti yang disampaikan Presiden Jokowi, baru-baru ini bahwa Indonesia sudah termasuk wilayah darurat corona karena sudah ada sejumlah provinsi yang terkena endemik corona. Di antaranya sebagian provinsi di Pulau Jawa dan 
Bali serta beberapa daerah di Kalimantan.

"Fenomena ini harus kita sikapi serius. Tapi kita juga tidak boleh panik lalu tidak beraktifitas sama sekali. Ini juga tidak benar. Waspada boleh saja, namun aktifitas sehari-hari harus tetap jalan. Mungkin cuma dibatasi saja," saran Khalid yang juga merupakan aktifitas lingkungan hidup bersama Walhi Sumbar ini, mengingatkan.

Terkait penyaluran dana bantuan sosial untuk pembangunan renovasi mushalla dan anak yatim di SMAN 5 Padang pada tanggal 7 Maret lalu yang bertepatan dengan acara "Grand Lounching" Reuni Akbar dan Mubes Ikasmanli 2020, kata Khalid sebenarnya tidak ada masalah.

"Kalau jumlah dana masing-masing angkatan yang kita kumpulkan, semuanya sudah sesuai prosedur yang ada. Laporan kita transparan dan banyak yang menyaksikan. Cuma kemarin itu ada mis komunikasi sedikit soal bukti kwitansi penyerahan dana bantuan dari alumni angkatan 1998 yang mereka serahkan langsung sebelum acara Grand Liunching tersebut," paparnya.

"Masalahnya, antara jumlah uang yang diserahkan tidak sama dengan bukti kwitansi yang diberikan pihak sekolah. Setelah kita coba konfirmasi lagi, ternyata ada kwitansi yang tercecer. Itu telah diakui pihak sekolah dan mereka berjanji akan menggantinya dengan kwitansi yang baru. Jadi masalahnya sudah klir," sambung Khalid menegaskan.

Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Akbar dan Mubes Ikasmanli 2020, Nofrianto didampingi Sekretaris Panitia, Firmansyah menyebutkan, persiapan panitia sejauh ini tidak ada kendala berarti. Bahkan, panitia pun telah berhasil merampungkan proposal guna mencari dana untuk kebutuhan acara yang dimaksud.

"Alhamdulillah, sekarang proposal sudah beres. Kini tinggal pendistribusiannya saja lagi. Untuk itu, saya minta saran dan pendapat dari alumni yang hadir saat ini,"  kata Ketua Panitia, Nofrianto.

Setelah beragam pendapat dikemukakan sejumlah alumni, akhirnya disepakati untuk sistem penggalangan dana melalui pengurus angkatan masing-masing dan berkoordinasi dengan panitia seksi dana.

"Walaupun panitia seksi dana sudah ada, tapi tidak ada salahnya kita bantu bersama-sama," ucap Noa, panggilan akrab Nofrianto yang diamini hadirin.

Ditambahkannya, untuk masalah kontribusi peserta Reuni Akbar dan Mubes Ikasmanli 2020 tetap seperti keputusan yang ditetapkan yakni menyumbang Rp100 ribu perorang dan pendaftaran dibuka sampai tanggal 20 April mendatang. 

Hanya yang dirubah pada kompensasi yang akan diterima peserta nantinya, yakni baju kaos seragam, makan dan snack tetap pada keputusan awal. Sedangkan tambahannya sebagai bentuk cendera mata yang sebelumnya disepakati dalam bentuk piagam akhirnya diganti dalam bentuk stiker saja. 

(rel)

Sekcam Kuranji Kumpulkan Seluruh Lurah, Matangkan Persiapan MTQ
Jumat, Maret 13, 2020

On Jumat, Maret 13, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Meski pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-39 tingkat Kecamatan Kuranji Kota Padang tinggal sepekan lagi, namun pihak kecamatan terus berbenah.

Untuk itu, seluruh lurah (sembilan kelurahan, red) yang ada di Kecamatan Kuranji sengaja dikumpulkan guna membicarakan persiapan teknis dan non teknis.

"Ya, kita sengaja mengumpulkan seluruh guna membicarakan masalah teknis dan non teknis persiapan NTQ. Tujuan kita agar kegiatan MTQ nanti dapat berjalan sukses dan lancar," ungkap Camat Kuranji, Eka Putra Buhari yang diwakili Sekcam Kuranji, Harnoldi saat memimpin rapat di aula kantor Camat Kuranji, Jumat, 13 Maret 2020 siang.

Dikatakannya, pihak kecamatan sengaja mengundang seluruh lurah supaya tahu apa kendala yang terjadi di lapangan. Sehingga, semua kendala yang dihadapi masing-masing kelurahan dalam persiapan MTQ ini bisa diantisipasi sejak dini.

"Pesan pak camat, beliau tidak mau kegiatan MTQ di Kuranji ini gagal. Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh panitia khususnya ASN di lingkup Kecamatan Kuranji untuk bekerja all out," tutur Sekcam menjelaskan.

Dalam pertemuan itu, masing-masing kelurahan juga diberikan tanggungjawab untuk mempersiapkan kafilahnya sebaik mungkin. Termasuk soal teknis acara pawai ta'aruf yang diharapkan harus lebih meriah dari kecamatan-kecamatan lain yang telah selesai melaksanakan kegiatan serupa. 

Rencananya, checking terakhir persiapan panitia MTQ Kecamatan Kuranji akan digelar Senin, 16 Maret 2020 mendatang yang dipimpin langsung Ketua Panitia, M  Fikar Dt. Rajo Magek.

"Pokoknya, MTQ Kecamatan Kuranji harus lebih baik dari kecamatan lain di Kota Padang," tukasnya optimis. 

(noa)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *