PILIHAN REDAKSI

Berawal dari Informasi Warga, Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi Berkedok Salon dan SPA di Padang Barat

BENTENGSUMBAR.COM - Direskrimum Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap praktek esek-esek yang berkedok Salon dan Spa yang ber...

Advertorial

Netizen Malaysia Geram, Nusantara Jadi Nama Ibu Kota Baru Indonesia
Selasa, Januari 18, 2022

On Selasa, Januari 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Indonesia mengumumkan Nusantara sebagai nama Ibu Kota Negara (IKN) yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. DPR juga telah menyetujui nama baru IKN usulan dari pemerintah. 

Namun pro dan kontra dipilihnya Nusantara sebagai nama ibu kota baru ramai menjadi perbincangan warganet.

Kelompok pendukung sepakat nama Nusantara sudah tepat dipilih sebagai nama IKN, dengan alasan kesejarahan hingga kebahasaan. 

"Nusantara sangat familiar di telinga kita semuanya tak heran kalau nama ini akhirnya terpilih Ok hand," kata @garang***.

Di lain pihak, sejumlah warganet mengatakan nama nusantara tidak tepat. 

Menurut pihak yang kontra ini, istilah nusantara mengacu pada wilayah yang lebih luas tidak hanya Indonesia, tapi di dalamnya termasuk Malaysia, Brunei Darussalam hingga Thailand.

"Nusantara itu wilayah yg membentang mulai dari indonesia, malaysia, brunei, selatan thailand. Jangan jadiin nusantara nama IKN lah. Gaada nama lain apa?" kata @tjahja***.

Penggunaan nusantara sebagai nama ibu kota baru Indonesia juga menimbulkan polemik di kalangan netizen Malaysia. 

Para warganet asal Negeri Jiran itu mengaku marah dan kesal, pasalnya mereka juga merasa memiliki istilah yang digunakan jadi nama ibu kota Indonesia.

"Aku pelik mengapa rakan2 dari Indonesia claim Nusantara itu milik Indonesia... dan marah bila aku gunakan istilah Mitologi Nusantara (sehingga mengamuk dlm DM). Hakikatnya, terminologi Nusantara itu sebenarnya berbeza di Malaysia dan Indonesia," kata @seketula***.

"Duh emang sebagian dr orang indonesia ini overnationalism," kata @warghu***.

Sementara dari laman Wikipedia, Nusantara merujuk pada sebuah istilah yang berasal dari perkataan dalam bahasa Kawi, yaitu nusa (pulau) dan antara (luar). Istilah Nusantara secara spesifik merujuk kepada Indonesia.

Kata ini tercatat pertama kali dalam kitab Negarakertagama untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit yang kawasannya mencakup sebagian besar Asia Tenggara, terutama pada wilayah kepulauan.

Pada tahun 1900-an istilah ini dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu nama alternatif untuk negara merdeka pelanjut Hindia Belanda.

Diberitakan sebelumnya, nama Nusantara yang dipilih pemerintah sebagai nama Ibu Kota Negara (IKN) telah mendapat persetujuan dari pihak legislatif. 

Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang IKN DPR RI bersama dengan pemerintah sepakat akan menjadikan ibu kota baru yang diberi nama Nusantara menjadi daerah setingkat provinsi. (iNews)

Memanas dengan Iran, Israel Tegaskan Siap Duel Sendirian
Jumat, Desember 31, 2021

On Jumat, Desember 31, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan negaranya siap bertindak sendiri dalam menghadapi ancaman Iran. Hal itu disampaikan saat Teheran mengancam akan menghancurkan fasilitas nuklir Zionis.

“Tentu saja, kami lebih suka bertindak dalam kerja sama internasional. Tapi jika diperlukan, kami akan bertindak sendiri. Kami membela diri kami sendiri,” kata Lapid kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Israel pada Senin (27/11), dilaporkan Jerusalem Post.

Lapid menjelaskan, Israel telah memberi sedikit informasi intelijen kepada sekutunya tentang program nuklir Iran. 

“(Bukan) opini dan posisi, (tapi) intelijen yang membuktikan bahwa Iran menipu dunia dengan cara yang sepenuhnya sistematis,” ujarnya.

Dia mengklaim, semua yang dipedulikan Iran hanyalah tentang bagaimana Amerika Serikat (AS) dapat mencabut sanksi ekonomi terhadapnya. 

Dengan demikian, Teheran dapat mengalokasikan dana miliaran dolar untuk program nuklirnya serta mendanai proksi milisi Syiah di Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Iran telah mengancam akan meledakkan fasilitas nuklir Israel di kota Dimona di gurun Negev.

“Jika terjadi kebodohan di pihak rezim Zionis, Republik Islam Iran tak hanya siap menghancurkan Tel Aviv dan Haifa, tapi membebaskan Quds (Yerusalem) yang suci. Tidak ada yang akan merasakan keamanan, apakah mereka berada di 1.000 kilometer atau 10 ribu kilometer,” kata mereka lewat akun Twitter resminya, Senin.

Pekan lalu, Iran melakukan latihan militer dan meluncurkan rudal balistiknya. Teheran menyebut, rudal balistiknya memiliki daya jangkau hingga 2.000 kilometer.

Dengan kemampuan seperti itu, Iran dapat membidik pangkalan militer Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), di kawasan Timur Tengah.

Akhir bulan lalu, militer Israel mengatakan mereka sedang mempersiapkan semua kemungkinan skenario untuk menyerang Iran.

“Saya tidak akan membahas detail kebijakan, tapi seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, kami sedang mempersiapkan semua kemungkinan (untuk menyerang Iran),” kata juru bicara militer Israel Brigadir Jenderal Ran Kochav pada 30 November lalu.

Menurut Kochav, militer Israel sudah meningkatkan level kesiapannya. Bidang militer dan operasional sudah berada di garis depan guna mencegah Iran mempersiapkan atau membangun dirinya di arena utara.

“Ketika saya mengatakan bahwa kami mempercepat rencana kami melawan Iran, maksud saya persis seperti itu,” ujarnya. (Republika)

Trudeau: Negara-negara Barat Harus Bersatu Melawan China di Pasar Global
Minggu, Desember 26, 2021

On Minggu, Desember 26, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Polarisasi antara Barat melawan China semakin kuat. Bahkan negara-negara Barat dinilai perlu memiliki front persatuan melawan Beijing, khususnya dalam hal kepentingan komersial.

Itu merupakan usul dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dalam sebuah wawancara dengan televisi Global yang disiarkan pada Sabtu (25/12).

Menurut Trudeau, China telah mempermainkan negara-negara Barat dengan mengadu domba satu sama lain agar Beijing mendapatkan akses ke peluang ekonomi.

"Kami telah bersaing dan China dari waktu ke waktu, dengan sangat cerdik mempermainkan kami satu sama lain di pasar terbuka, dengan cara yang kompetitif," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Ia kemudian mengajak negara-negara Barat untuk bekerja sama dan bersatu melawan China.

"China tidak bisa bermain-main dan memecah belah kita satu sama lain," tegasnya.

Hubungan antara Kanada dan China menjadi dingin sejak penahanan CFO Huawei Meng Wanzhou pada 2018 atas surat perintah ekstradisi AS. Tak lama setelahnya, China menahan dua orang Kanada.

Pada September, Meng mencapai kesepakatan dengan jaksa AS, mengakhiri pertarungan ekstradisi. Di sisi lain kedua warga Kanada itu dibebaskan dalam beberapa jam setelah kesepakatan. (RMOL)

Bela Nabi Muhammad, Vladimir Putin Banjir Pujian
Minggu, Desember 26, 2021

On Minggu, Desember 26, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan membela Nabi Muhammad mendapatkan pujian dari banyak pihak, utamanya negara-negara dengan mayoritas Muslim.

Berbicara dalam konferensi pers pada pekan lalu, Putin menyoroti perkembangan Islamofobia di dunia. 

Ia kemudian menegaskan bahwa menghina Nabi Muhammad bukan bentuk kebebasan berekspresi.

"(Penghinaan terhadap Nabi Muhammad) adalah pelangggaran kebebasan beragama dan menyakiti perasaan suci orang-orang yang memeluk Islam," ujarnya.

Putin kemudian mengatakan, para pemimpin dunia Islam harus mengingatkan hal tersebut ke negara-negara non-Muslim untuk melawan Islamofobia.

Sontak pernyataan Putin, seorang pemimpin negara dengan minoritas Muslim di dalamnya, itu mendapatkan apresiasi luar biasa. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan salah satunya.

"Saya menyambut baik pernyataan Presiden Putin, yang menegaskan kembali pesan saya bahwa menghinda nabi suci kami bukanlah kebebasan berekspresi," ujar Khan.

Selain Khan, Taliban juga menyambut baik pernyataan Putin, termasuk harapan agar Rusia mengakui pemerintahan Afghanistan di bawah kelompok tersebut.

"Kementrian Luar Negeri menyambut baik komentar Presiden Putin bahwa menghina Nabi Muhammad bukanlah ekspresi kebebasan artistik," kata jurubicara kementerian, Abdul Qahar Balkhi.

Menyindir Emmanuel Macron?

Di sisi lain, pernyataan Putin dinilai sebagai sindiran terharap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membuat komentar sebaliknya pada tahun lalu.

Ketika muncul kontrovesi mengenai karikatur Nabi Muhammad dan menguatnya Islamofobia di Eropa, Macron memberikan dukungan dengan menyebut langkah tersebut sebagai kebebasan berekspresi. (RMOL)

Bom Bunuh Diri di Restoran saat Perayaan Natal, 5 Orang Tewas termasuk Gadis Kecil
Minggu, Desember 26, 2021

On Minggu, Desember 26, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Bom bunuh diri terjadi di restoran Kota Beni, Kongo, Sabtu (25/12/2021) malam, menewaskan sedikitnya lima orang.

Pelaku sempat dicegat petugas sekuriti memasuki restoran yang sedang ramai itu, sehingga dia meledakkan diri di pintu masuk.

"Pelaku bom bunuh diri dicegat memasuki restoran yang ramai oleh petugas keamanan, mengaktifkan bom di pintu masuk bar," kata juru bicara gubernur, Ekenge Sylvain, dikutip dari Reuters, Minggu (26/12/2021).

Selain enam orang tewas, termasuk seorang pelaku, serangan tersebut ini juga melukai 14 orang lainnya, termasuk dua pejabat setempat.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, namun menurut Sylvain gerilyawan Allied Democratic Forces (ADF), kelompok yang bersekutu dengan ISIS, telah mengaktifkan selnya yang tidur di Beni untuk menyerang warga.

ADF belum memberikan pernyataan bertanggung jawab maupun mengomentari pernyataan Sylvain.

Seorang jurnalis mendengar ledakan sekitar pukul 19.00 tak lama setelah misa Natal, disusul rentetan suara tembakan.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan puluhan kursi berserakan di jalan, beberapa di antaranya meleleh atau terbakar. 

Selain itu tampak setidaknya empat mayat, termasuk seorang gadis kecil.

Wali Kota Beni Narcisse Muteba Kashale meminta warganya untuk tetap di dalam rumah, menyusul ledakan di pusat kota tersebut.

“Demi keamanan, saya minta masyarakat tetap di rumah,” katanya.

Kongo dan negara tetangga, Uganda, meluncurkan kampanye militer melawan ADF sejak 30 November 2021.

Para pejabat sebelumnya menyalahkan kelompok itu atas serangkaian pengeboman di beberapa wilayah.

Kampanye gabungan Kongo dan Uganda menargetkan empat kamp ADF, termasuk dua di daerah Beni.

Beni diguncang dua ledakan pada Juni, yakni di sebuah gereja Katolik dan persimpangan jalan yang ramai. 

Tidak ada korban tewas dalam ledakan itu kecuali pelaku. (iNews)

Putin: Hina Nabi Muhammad bukan Bentuk Kebebasan Berekspresi
Minggu, Desember 26, 2021

On Minggu, Desember 26, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin menyinggung tentang Islamofobia dalam konferensi pers tahunannya. 

Dia menekankan bahwa aksi menghina Nabi Muhammad bukan termasuk bentuk kebebasan berekspresi.

“(Penghinaan terhadap Nabi Muhammad) adalah pelenggaran kebebasan beragama dan pelanggaran perasaan suci orang-orang yang memeluk Islam,” ujar Putin, dkutip laman kantor berita Rusia, TASS, Jumat (24/12).

Putin mengatakan, umat dan para pemimpin dunia Islam harus mengingatkan tentang hal tersebut kepada petinggi-petinggi negara non-Muslim. 

Ia menilai itu merupakan salah satu upaya untuk melawan Islamofobia.

Putin mengaku menghormati dan mengapresiasi kebebasan artistik secara umum. 

Namun dia memperingatkan, hal itu memiliki batas dan tak boleh melanggar kebebasan lain. 

Putin menjelaskan, Rusia sudah berkembang menjadi negara yang beragam, Warga Rusia, kata dia, terbiasa menghormati tradisi satu sama lain.

Namun, Putin melihat, budaya menghormati perbedaan seperti yang berlangsung di Rusia, tak terlihat di sejumlah negara lain di dunia. 

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyambut pernyataan Putin perihal penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bentuk kebebasan berekspresi.

“Saya menyambut baik pernyataan Presiden Putin, yang menegaskan kembali pesan saya bahwa menghina nabi suci kami (Muhammad) bukanlah kebebasan berekspresi,” kata Khan lewat akun Twitter pribadinya, dikutip Mehr News Agency. (Republika)

Perayaan Natal di Arab Saudi Kian Terbuka, Pohon Terang Kini Dijual Bebas, Umat Kristen Dapat Kado Natal
Sabtu, Desember 25, 2021

On Sabtu, Desember 25, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Perayaan Natal di Arab Saudi kini tak lagi tertutup. Meningkatnya jumlah turis asing dan ekspatriat non muslim di Arab Saudi, meningkatkan toleransi di negara tersebut.

Sydney Turnbull, seorang warga negara Amerika Serikat yang tinggal di Arab Saudi selama tujuh tahun terakhir, mengatakan kepada Arab News bahwa dulu Natal dirayakan secara ketat dan tertutup.

"Anda mendengar cerita tentang orang yang menyelundupkan pohon Natal dan merayakannya, tak ada dekorasi atau lampu warna-warni di luar seperti di Amerika Serikat," katanya.

Namun semua itu berubah dalam beberapa tahun terakhir. Pernak-pernik Natal mulai dijual bebas dan dipajang di etalase toko serta produk suvenir.

"Tahun ini merupakan tampilan Natal yang paling umum," kata Turnbull.

Kafe dan restoran berubah menjadi negeri ajaib musim dingin. Manusia salju berhiaskan permata, dekorasi, dan ornamen untuk dijual. 

Starbucks menawarkan minuman liburan dalam cangkir bertema Natal dan Tahun Baru.

“Saya ternganga ketika melihat Bateel (kafe dan restoran lokal) sekarang menawarkan reservasi. Kemarin, saya menerima email dari restoran top di Riyadh yang menawarkan perayaan Malam Tahun Baru. Ini tidak akan pernah terjadi beberapa tahun yang lalu,” ujar Thurnbull.

Enrico Catania, seorang warga Jeddah Italia berusia 35 tahun, mengatakan kepada Arab News bahwa perayaan tahun ini akan sedikit berbeda karena pandemi COVID-19. 

Akibatnya terjadi pembatasan perjalanan. Catania akan menghabiskan Natal dengan teman-teman seperti biasa, tetapi tidak akan bertemu keluarga.

Banyak ekspatriat yang secara terbuka merayakan liburan di Arab Saudi.

“Rekan-rekan saya di Saudi bahkan memberi saya hadiah Natal, sikap yang sangat baik dan bijaksana, hanya contoh lain betapa hangat dan ramahnya orang-orang di sini,” ujar Thurnbull.

Ashwag Bamhafooz, ibu rumah tangga Saudi asal Jeddah, mengaku diundang untuk merayakan Natal bersama teman-teman suaminya dari Filipina.

“Keluarga ibu saya, meskipun mereka Sunni Lebanon, merayakan Natal dan saling memberi hadiah,” kata Bamahfooz.

“Saya merasa tidak apa-apa merayakan Natal dan Tahun Baru seperti kita merayakan tahun Hijriah,” katanya. 

Dia menambahkan senang dengan langkah Kerajaan menuju toleransi yang lebih besar terhadap agama lain.

Namun pendapat berbeda diungkapkan Muneerah Al-Nujaiman, seorang guru bahasa Inggris di Universitas Putri Nourah. 

Dia mengatakan kepada Arab News bahwa banyak warga Arab Saudi tampaknya telah salah memahami gagasan toleransi. 

“Saya sangat percaya pada toleransi budaya, yang berarti mengizinkan orang Kristen merayakan keyakinan agama mereka sendiri di Arab Saudi. Namun, saya sendiri tidak merayakannya karena tidak mencerminkan identitas agama atau budaya saya,” kata Al-Nujaiman.

“Penerimaan agama berarti kita tidak melawan mereka atau mencegah mereka merayakan hari raya mereka, karena ketika saya di negara mereka, mereka biasa memberi kami kebebasan untuk berdoa dan beribadah, tetapi penerimaan tidak berarti perayaan," ujarnya, dilansir dari Tempo. (*)

ISIS Makin Brutal, Kepala Pendeta Dipenggal dan Diserahkan Kepada Istrinya
Minggu, Desember 19, 2021

On Minggu, Desember 19, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pembunuhan brutal kembali dilakukan kelompok ISIS dengan memenggal kepala seorang pendeta di Mozambik.

Lebih sadis lagi, kepala pendeta yang terpenggal itu dikirimkan kepada istri korban untuk ditunjukkan kepada pihak berwenang.

Stasiun berita lokal melaporkan, pemenggalan kepala pendeta itu terjadi di provinsi utara Cabo Delgado yang kaya gas.

Rabu lalu, janda pria itu membawa karung berisi kepala suaminya ke markas polisi setempat, menurut BBC.

Dia diperintahkan untuk memberi tahu pihak berwenang tentang pembunuhan suaminya oleh tersangka pemberontak ISIS.

Wanita itu mengatakan kepada pejabat bahwa para penyerang telah menculik suaminya dari pertanian sebelum memenggalnya, lapor Mail Online.

Presiden Mozambik Filipe Nyusi berbicara pada hari Kamis mengklaim bahwa negaranya telah menyaksikan lebih sedikit serangan ISIS tahun ini daripada tahun lalu.

Provinsi Cabo Delgado telah menjadi target serangan oleh militan terkait ISIS sejak 2017.

Setidaknya ada 3.340 kematian dan perpindahan lebih dari 800.000 orang. Warga Inggris Philip Mawer, termasuk yang tewas dalam serangan itu.

Tapi sejak Juli, lebih dari 3.100 tentara Afrika, Eropa dan AS telah dikerahkan ke provinsi utara.

Meskipun serangan terhadap warga sipil terjadi setiap minggu, Nyusi mengklaim bahwa upaya yang dilakukan pihaknya sebagian berhasil.

"Kami mampu mengurangi serangan teroris tiga kali lipat," katanya yang dikutip Daily Star.

Pada tahun 2020 negara itu mencatat lebih dari 160 serangan dan jumlah itu telah berkurang menjadi 52 pada tahun 2021.

Presiden mengklaim hal itu dicapai melalui "kerja sama militer" dengan Rwanda dan 16 negara Komunitas Pembangunan Afrika Selatan dari negara-negara tetangganya.

Operasi baru-baru ini telah menyebabkan penangkapan 245 tersangka teroris. Selalin itu 200 teroris terbunuh, termasuk 10 pemimpinnya. (zonapriangan)

Warga Timor Leste Ramai-ramai Masuk ke Indonesia Secara Ilegal, Ngaku Tak Betah Tinggal di Negaranya
Selasa, Desember 14, 2021

On Selasa, Desember 14, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Tak betah dengan situasi di negaranya, sebagian warga Timor Leste memilih menyebrang ke Indonesia secara ilegal.

Mereka mengaku tidak betah tinggal di negara mereka sendiri dan ingin mencari suasana baru salah satunya dengan menyeberang ke negara Indonesia.

Pada Agustus 2021, petugas perbatasan Indonesia-Timor Leste di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mendeportasi ratusan warga Timor Leste.

Sejumlah warga Timor Leste diusir lantaran masuk ke Indonesia secara ilegal.

Mereka tidak mengantongi izin dan dokumen lengkap sebagai warga negara asing yang hendak masuk ke Indonesia.

Dari keterangan sebagian warga negara Timor Leste itu, mengungkapkan ada beberapa aturan di pemerintahan negara mereka yang membuat mereka tak betah.

Bahkan ada pula yang berharap ingin kembali menjadi warga negara Indonesia.

Kira-kira ada masalah apa di pemerintahan Timor Leste?

Ratusan warga Timor Leste yang dideportasi itu merupakan anggota perguruan bela diri dan pencak silat.

Mereka berbondong-bondong masuk ke Indonesia untuk melakukan kegiatan bela diri tersebut sekaligus mengikuti pengukuhan anggota.

Sayangnya, pemerintah Timor Leste melarang kegiatan bela diri di negara mereka lantaran sempat menjadi pemicu kerusuhan bahkan aksi saling bunuh.

Dari situlah, pemerintah Timor Leste tak memberikan izin kegiatan bela diri apa pun di negara mereka sejak tahun 2013.

"Semua anggota perguruan silat yang menentang keputusan pemerintah akan berurusan dengan hukum," kata Armando Monteiro selaku Kepala Polisi di Timor Leste kala itu.

"Kami tidak lagi bertoleransi terhadap kegiatan bela diri di negara ini."

Imbasnya, orang-orang yang hendak melakukan kegiatan bela diri tersebut masuk ke Indonesia, bahkan dengan cara yang ilegal.

Di sisi lain, sejarah para anggota perguruan bela diri di masa lalu turut berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Timor Leste.

Hingga akhirnya tak sedikit warga negara Timor Leste yang merasa menyesal dan ingin kembali menjadi warga negara Indonesia.

Mereka nekat melewati 'jalur tikus' baik yang ada di darat maupun laut untuk bisa masuk ke Indonesia.

Bahkan salah satu warga negara Timor Leste bernama Agustinho da Cruz (27) juga mengungkapkan keinginannya untuk menjadi warga negara Indonesia.

Ia memiliki istri warga Malaka dan telah memiliki seorang anak.

”Agustinho nekat masuk secara ilegal dengan alasan ingin menjadi warga negara Indonesia, mengikuti istrinya,” kata Siprianus Berek selaku tokoh pemuda Atambua. (Tribun)

Malaysia vs Filipina Panas, Perang Bisa Pecah di Kalimantan
Selasa, Desember 14, 2021

On Selasa, Desember 14, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Konflik perebutan wilayah Malaysia vs Filipina kian panas. Sabah diperebutkan. Perang diprediksi bisa pecah di border Kalimantan, Indonesia.

Perseteruan lama terkait Sabah rupanya belum tuntas. Negara bagian Malaysia yang berada di ujung timur laut Pulau Kalimantan itu juga diklaim Filipina sebagai bagian teritorinya.

Banyak media yang memberitakan kegeraman Presiden Duterte dari Filipina. Filipina bahkan dikabarkan siap menyerang dan menduduki kawasan Sabah di Pulau Kalimantan.

Malaysia menganggap Sabah sebagai wilayahnya sejak menjadi bagian dari federasi Malaysia pada tahun 1963.

Kuala Lumpur menyatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional telah mengakui Sabah sebagai bagian dari Malaysia.

Sementara Manila bersikeras bahwa Sabah hanya disewakan ke Malaysia oleh Kesultanan Sulu, yang telah menyerahkan kedaulatan atas wilayah tersebut kepada Filipina.

Kesultanan menandatangani perjanjian sewa 22 Januari 1878 dengan perusahaan swasta British North Borneo Company.

Malaysia telah membayar apa yang dianggapnya uang sesi RM5.300 setahun kepada ahli waris Sulu Sultante sampai menghentikan pembayaran pada 2013.

Filipina tidak pernah melepaskan klaimnya ke Sabah dan menganggap pembayaran Malaysia kepada ahli waris sultan sebagai sewa.

Sejumlah media internasional mengabarkan, pemerintah Filipina menggelar pertemuan rahasia dengan 19 Walikota yang berada di Kepulauan Sulu yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Dikutip dari South China Morning Post, Minggu (12/12/2021), dari Kepulauan Sulu, para petinggi Filipina merencanakan serangan dan pendudukan wilayah Sabah.

Kepulauan Sulu secara geografis berbatasan sekitar 400 KM dari Sabah di Malaysia. Sekitar 600 milisi sipil yang dilengkapi dengan senjata dipersiapkan untuk melakukan penyerbuan.

Terletak di ujung timur laut pulau Kalimantan, Sabah telah menjadi subyek sengketa wilayah selama 60 tahun antara Filipina dan Malaysia.

Kabar akan adanya invasi Filipina itu mendorong Kepala Polisi Kerajaan Malaysia Acryl Sani Abdullah Sani untuk mengeluarkan pernyataan keras.

Malaysia disebut akan mengambil tindakan segera untuk menghadapi kemungkinan atau ancaman penyusupan.

"Kami memastikan, saat ini keamanan negara kami di bawah kendali." sebutnya.

Menanggapi itu, Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat (10/12/2021) bahwa laporan invasi itu adalah berita palsu.

Letnan Jerrica Angela Manongdo, juru bicara militer Filipina di Sulu, mengatakan bahwa laporan media yang menyebutkan akan ada invasi ke Sabah, tidak memiliki dasar.

“Kami segera menyelidiki masalah ini. Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, tidak ada hal seperti itu,” katanya kepada SCMP.

Manongdo menambahkan bahwa pejabat daerah di Sulu memang telah mengadakan pertemuan awal bulan ini, tetapi hanya untuk membahas cara memperkuat perbatasan laut dan tanggap bencana.

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia melancarkan protes diplomatik menolak klaim teritorial Filipina atas Sabah dan sekelompok Pulau Kalayaan, yang mencakup sebagian besar Kepulauan Spratly yang disengketakan kedua negara.

Malaysia mengirimkan dokumen melalui Sekjen PBB António Guterres, yang isinya pemerintah Malaysia menyatakan klaim Filipina atas Sabah, yang sebelumnya dikenal sebagai North Borneo, tidak memiliki dasar hukum internasional. (GenPI)