Headline

Opini

PADANG

Sports

Dunia

Mengemban Misi Penting AS, Kamala Harris Kunjungi Singapura
Kamis, Agustus 26, 2021

On Kamis, Agustus 26, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Singapura kedatangan tamu istimewa pada Senin, 23 Agustus 2021. Kamala Harris, Wakil Presiden Amerika Serikat melakukan lawatan pertamanya ke Asia dengan mengunjungi Singapura. Alunan musik Star-Spangled Banner dan lagu nasional Majulah Singapura menyambut perempuan pertama yang menduduki kursi wapres AS tersebut.

Kamala Harris disambut hangat Perdana Menteri Lee Hsien Loong saat tiba di Istana Singapura. Saat melangkah masuk area dalam, dia pun menerima hadiah istimewa berupa bunga anggrek yang diberi nama Papilionanda Kamala Harris.

Bunga Papilionanda Kamala Harris yang diserahkan kepada sang wapres memiliki warna merah muda keunguan yang ditaruh di dalam sebuah kotak elegan. Sebuah pot berisi banyak bunga tersebut juga hadir menghiasi ruangan pertemuan.

Dilansir dari The Straits Times, pemberian bunga itu merupakan bentuk dari diplomasi anggrek khas Singapura. Setelah menerima bunga, Harris menghubungi Presiden Singapura Halimah Yacob dan menggelar pertemuan tertutup dengan PM Lee.

Delegasi AS di bawah pimpinan Harris juga menemui sejumlah menteri Singapura di Istana. Setelahnya, Harris dan PM Lee menggelar konferensi pers gabungan dalam menyoroti kuatnya jalinan kemitraan antar kedua negara.

Dalam kunjungan selama tiga hari tersebut, Kamala Harris memiliki agenda yang cukup padat. Banyak hal mesti dibicarakan, terutama mengenai kerja sama AS dan Asia, termasuk Singapura.

Singapura memang tidak terikat perjanjian dengan AS, tapi memiliki hubungan perdagangan yang mendalam. Selain itu, Singapura merupakan salah satu mitra keamanan terkuat AS di kawasan itu.

Sebelumnya, The Straits Times menuliskan bahwa kunjungan AS ke kawasan Asia akan berfokus pada revitalisasi aliansi di kawasan Indo-Pasifik, terutama Kesehatan masyarakat global, termasuk pandemi Covid-19, Kemitraan ekonomi, serta Keamanan.

Menguatkan komitmen AS

Tugas Harris dalam kunjungan maratonnya di Asia juga cukup menantang. Dia bertugas untuk meyakinkan para pemimpin di Singapura dan Vietnam bahwa komitmen Washington untuk Asia Tenggara tegas dan tidak sama dengan Afghanistan.

Hal tersebut disampaikannya dalam pidato di Singapura pada Selasa, 24 Agustus 2021. Dia menyadari bahwa mata dunia sedang tertuju pada Afghanistan dan keputusan AS untuk hengkang dari sana.

Menurut Harris, selama 20 tahun lamanya banyak anggota militer AS memberikan nyawa mereka di Afghanistan, begitu pula dengan anggota sekutu dan mitranya. Dia pun mengatakan bahwa keputusan Presiden Joe Biden untuk mengakhiri perang merupakan keputusan yang berani dan benar.

Senada dengan pernyataan Presiden AS, Kamala Harris menekankan bahwa tujuan AS telah tercapai. Sebelumnya, Biden mengungkap bahwa tujuan AS adalah mengalahkan Al-Qaeda, bukan untuk pembangunan negara.

Dalam lawatannya ke Singapura tersebut, Kamala juga menyatakan bahwa AS mendukung sekutu dan mitranya dalam kasus Laut Cina Selatan. Menurut dia, China terus memaksa dan mengintimidasi serta membuat klaim atas sebagian besar Laut Cina Selatan.

Klaim tersebut, lanjut Harris, telah pengadilan arbitrase pada 2016. Dia juga menyebutkan bahwa tindakan Beijing merusak tatanan berbasis aturan dan mengancam kedaulatan negara.

Wapres AS tersebut berujar, visi mereka mencakup kebebasan navigasi, yang sangat penting bagi semua bangsa. Pasalnya, mata pencaharian jutaan orang bergantung pada miliaran dolar dalam perdagangan yang mengalir melalui jalur laut ini setiap hari.

Meski demikian, Harris menekankan AS tidak akan berusaha membuat negara-negara memilih harus berpihak pada siapa. Keterlibatan AS di Asia Tenggara dan Indo-Pasifik juga tidak melawan satu negara.

Kemitraan AS di Singapura, di Asia Tenggara, dan di seluruh Indo-Pasifik merupakan prioritas utama, kata Kamala Harris. Ia menambahkan kawasan itu sangat penting bagi keamanan dan kemakmuran negara.

Ia juga mengumumkan bahwa pemerintah AS menawarkan untuk menjadi tuan rumah pertemuan tahunan forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada 2023, sebuah kelompok yang mencakup Tiongkok dan AS.

Tak hanya itu, dalam pidatonya, Harris juga menyinggung kondisi Myanmar. Dia pun mengutuk hilangnya demokrasi di sana. Seperti diketahui, sejak kudeta pada Februari, Myanmar berada di bawah kekuasaan militer.

Sementara itu, peneliti Milken Institute dan mantan Duta Besar AS untuk Bank Pembangunan Asia Curtis Chin menuturkan bahwa AS membutuhkan poros menyeluruh ke Asia. 

Poros yang dimaksud termasuk poros bisnis. Singapura dan Vietnam dapat menjadi mitra kunci dalam upaya itu. Menurut Chin, memulihkan kepercayaan dan keyakinan pada keteguhan dan ketangguhan AS harus didahulukan.

Laporan: Mela

Belajar Dari Islandia (2): Merasa Menang Atasi COVID-19, Ternyata….
Selasa, Agustus 17, 2021

On Selasa, Agustus 17, 2021

Belajar Dari Islandia (2): Merasa Menang Atasi COVID-19, Ternyata….
BENTENGSUMBAR.COM -  Para pemimpin Islandia menganggap negara itu dalam posisi yang baik. Ketika mereka mengumumkan  kemenangan di akhir Juni. Tidak ada lagi masker, menjaga jarak, pembatasan pertemuan atau jam operasional, dan tidak ada pengujian untuk pelancong yang divaksinasi.


Itulah yang disebut kemenangan menurut pemerintah setempat. Mereka mampu mengatasi dan mengendalikan penyebaran virs corona.


“Kami mendapatkan kembali masyarakat yang merasa normal  dan hidup bersama dan kami rindukan,” kata Svandis Svavarsdottir, Menteri Kesehatan saat itu.


Perdana Menteri Katrin Jakobsdottir menambahkan: "Situasi di sini adalah salah satu yang terbaik di dunia."


Namun, kurang dari sebulan kemudian, jumlah kasus baru melonjak — dan terus meningkat.


Pejabat tinggi kesehatan negara itu mengaitkan sebagian besar kasus dengan klub malam dan penduduk yang melakukan perjalanan ke London untuk menghadiri pertandingan sepak bola Euro 2020 yang beberapa orang peringatkan akan menjadi "resep bencana."


Pada 25 Juni, Islandia hanya mencatat 1,6 infeksi baru per 100.000 orang selama 14 hari sebelumnya. Pada hari Kamis, jumlah itu telah meningkat menjadi lebih dari 421, jauh lebih tinggi dari gelombang sebelumnya di negara itu.


Begitu banyak untuk perjalanan 'pasca-pandemi'. Uni Eropa membebani pembatasan pada turis Amerika, sementara AS mengatakan menghindari Eropa.


Jumlah absolutnya masih relatif kecil, tetapi populasi Islandia yang kecil dan titik awal yang rendah membuat peningkatan baru-baru ini tampak sangat tajam.


Disesuaikan untuk populasi, baik Islandia dan Amerika Serikat melaporkan kasus baru pada klip yang menempati peringkat di antara dua lusin negara teratas di dunia, tetapi Amerika Serikat mungkin memiliki lebih banyak infeksi yang tidak terdeteksi, karena tingkat pengujian yang lebih rendah.


Islandia dengan cepat menjadi topik pembicaraan untuk gerakan anti-vaksin. Laura Ingraham dari Fox News menayangkan segmen di mana seorang tamu menyatakan bahwa “hampir seolah-olah vaksin mengundang ledakan kasus ini” di Islandia.


Pengamatan semacam itu salah, kata Philip J. Landrigan, seorang ahli epidemiologi dan direktur Program Boston College untuk Kesehatan Masyarakat Global dan Kebaikan Umum. Mereka menghilangkan fakta bahwa vaksin “memberikan perlindungan hampir mutlak terhadap kematian,” katanya.


Wabah Islandia seharusnya tidak mengejutkan, tambah Landrigan. Ketika persentase populasi yang tinggi divaksinasi, kemungkinan besar orang yang dites positif diinokulasi.


“Kami telah melihat di banyak tempat yang disebut kasus terobosan, tetapi selalu tingkat penyakit serius dan kematian sangat rendah, dan itu benar-benar pesan inti di sini,” katanya.


Matthiasson, kepala eksekutif rumah sakit Islandia, mengatakan dia tidak mengharapkan peningkatan kasus terbaru ini, terutama ketika negara itu tampaknya telah mengalahkan virus


Rumah sakitnya semakin menipis, meski hanya merawat dua hingga tiga lusin pasien covid-19 sekaligus, karena selalu beroperasi mendekati kapasitas.


Dari 65 pasien virus yang dirawat selama gelombang ini, katanya, 40 persen tidak divaksinasi - lebih dari empat kali jumlah keseluruhan penduduk Islandia yang tidak divaksinasi.


Justru Berlipat Ganda


Islandia juga akan menjadi uji awal vaksinasi booster. Mayoritas penduduk menerima rejimen dua dosis vaksin mRNA, sebagian besar suntikan Pfizer, tetapi 53.000 orang yang menerima suntikan Johnson & Johnson dosis tunggal harus mendapatkan suntikan tambahan setidaknya delapan minggu kemudian, pihak berwenang mengumumkan.


Seperti kasus dunia nyata di Provincetown, Mass., apa yang terjadi di Islandia menjadi alasan kuat untuk melanjutkan langkah-langkah mitigasi yang ditargetkan, kata Brandon Guthrie, seorang ahli epidemiologi dan profesor kesehatan global di University of Washington.


Pemerintah Islandia telah mengembalikan persyaratan masker untuk beberapa ruang dalam ruangan dan batas kapasitas 200 orang, yang keduanya akan berlaku hingga setidaknya minggu terakhir Agustus. Langkah-langkah itu mulai berlaku pada akhir Juli, dan peningkatan infeksi baru tampaknya telah melambat dalam beberapa hari terakhir.


Kasus Islandia juga harus membingkai ulang gagasan kampanye kesehatan masyarakat yang sukses, kata Guthrie.


“Kami telah membuat diri kami cacat dalam definisi kesuksesan,” katanya. Para ilmuwan awalnya mengharapkan vaksin yang 50 persen efektif, katanya, dan tujuannya adalah untuk mencegah kematian dan penyakit parah - bukan untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap kemungkinan infeksi.


“Garis gawang digeser di sini karena sangat efektif, apalagi dengan varian sebelumnya,” kata Guthrie. “Memiliki sedikit kematian atau kasus penyakit parah dalam konteks lonjakan besar harus benar-benar dilihat setidaknya sebagai kemenangan parsial.”


Pelajaran yang mampu dipetik dari Islandia adalah meremehkan atau mengangap enteng hal yang berbahaya berbuah petaka. (Habis)


Laporan: Reko Suroko

Belajar Dari Islandia (1): VaksinasI Sukses, Tapi Kasus Melonjak
Selasa, Agustus 17, 2021

On Selasa, Agustus 17, 2021

Belajar Dari Islandia (1): VaksinasI Sukses, Tapi Kasus Melonjak
BENTENGSUMBAR.COM - Negara kepulauan yang dipuji atas tanggapannya terhadap virus corona dan tingkat vaksinasinya yang terdepan di dunia. Sekarang mengalami tingkat infeksi tertinggi sejak awal pandemi.


Hanya satu bulan setelah pemerintah menghapus semua pembatasan covid-19, masker, jarak sosial, dan batas kapasitas telah kembali. Dan pihak berwenang AS pekan lalu memperingatkan warga Amerika untuk menjauh.


Lawan vaksin dengan gembira menunjuk Islandia sebagai bukti bahwa suntikan itu "gagal." Tetapi bertentangan dengan informasi yang salah online dan posting media sosial konspirasi. Para ahli penyakit menular mengatakan, wabah Islandia sebenarnya menggambarkan seberapa efektif vaksin dalam mencegah dampak virus yang paling parah.


Banyak infeksi baru-baru ini di negara itu terjadi di antara orang-orang yang divaksinasi, tetapi mereka sangat ringan. Jadi, bahkan ketika kasus baru berlipat ganda, tingkat rawat inap dan kematian di Islandia tetap rendah. Dari 1.300 orang yang terinfeksi saat ini, hanya 2 persen yang dirawat di rumah sakit. Negara ini belum mencatat kematian akibat virus sejak akhir Mei.


Islandia, kata para ahli, memberikan informasi berharga tentang terobosan infeksi dalam inokulasi penuh. Namun itu juga tetap menjadi kisah sukses vaksin.


Tanpa vaksin, wabah Islandia “akan menjadi bencana besar,” kata Pall Matthiasson, kepala eksekutif rumah sakit terbesar di negara itu. 


Bukti dari Islandia datang pada titik genting dalam pandemi. Varian delta yang lebih menular memicu peningkatan kasus, terutama di negara-negara yang baru saja mulai memvaksinasi populasi mereka. Serta di negara-negara yang laju inokulasi sedang menurun. Bahkan komunitas yang sangat divaksinasi terkejut mendapati diri mereka menjadi titik panas virus.


Penyebaran Varian Delta


Islandia menonjol sebagai salah satu negara yang paling banyak divaksinasi di dunia, dengan hampir 71 persen populasinya disuntik penuh. Menurut data yang dilacak oleh The Washington Post. Dengan kurang dari 360.000 penduduk dan sistem perawatan kesehatan universal yang dinasionalisasi.Negara ini dapat dengan cepat mendistribusikan vaksin ketika dosis pertama tiba di hari-hari terakhir tahun lalu, dan inokulasi berlanjut dengan cepat.


Islandia juga memiliki sistem canggih untuk pengujian, penelusuran, dan pengurutan virus sejak awal pandemi. Pengawasan itu menghasilkan beberapa pengungkapan penting pertama tentang cara virus menyebar. Termasuk banyak orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala.


Ini terus memberikan Islandia gambaran yang jelas tentang apa yang sedang dihadapinya, berbeda dengan negara seperti Amerika Serikat, yang sedang menguji bagian yang jauh lebih kecil dari populasinya. (Bersambung)


Laporan: Reko Suroko

Hanya Butuh 1 Menit, Turki Temukan Alat Ampuh Matikan Virus Corona
Jumat, Agustus 13, 2021

On Jumat, Agustus 13, 2021

Hanya Butuh 1 Menit, Turki Temukan Alat Ampuh Matikan Virus Corona
BENTENGSUMBAR.COM - Hingga kini covid-19 yang melanda dunia, tak seorangpun yang dapat mengetahui kapan berakhir. Pandemi covid-19, telah mempengaruhi kehidupan lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia.


Oleh karenanya, hal terebut membuat banyak ahli mikrobiologi bekerja untuk menemukan solusi yang terbaik. Salah satunya pengembangan medis serta alat yang dapat membunuh virus corona.


Baru-baru ini, para ilmuwan Turki telah berhasil mengembangkan semprotan hidung yang dapat membunuh virus corona hanya dalam satu menit.


Alat tersebut bernama Genoxyn, yang dikembangkan oleh profesor Dr. ehime Gülsün Temel.


Profesor tersebut dibantu oleh Dr. Ahmet mit Sabancı dan Dr. Cüneyt zakın yang anggota di fakultas Departemen Mikrobiologi Medis Universitas Uluda di Bursa.


Para peneliti berkolaborasi dengan akademisi dari universitas Uluda dan ukurova untuk menguji efek antimikroba dan antivirus dari solusi yang dikembangkan.


Studi ini menemukan bahwa solusi mencegah reproduksi bakteri dan virus dapat ditemukan. Sabancı mengatakan dia telah melakukan studinya tentang perlindungan dari penyakit sebelum pandemi virus corona dimulai.


"Dengan Cüneyt zakın, kami menunjukkan bahwa larutan tersebut memiliki aktivitas antibakteri, dan setelah pandemi dimulai, kami memikirkan apakah kami dapat mengembangkan solusi ini untuk berkontribusi (perang melawan) COVID-19. Jadi, kami menyempurnakan obat oral dan hidung baru. semprot dan dikirim ke tes biokompatibilitas, ”katanya.


Dirinya lebih lanjut mengatakan, sudah menemukan titik penularan virus adalah mulut dan hidung, serta mata.


“Studi kami menetapkan bahwa larutan tersebut membunuh virus di mulut dan jaringan hidung. Kematian virus dalam waktu singkat berarti mencegah masuknya virus ke dalam sel dan mengurangi jumlah virus di dalam tubuh. “


“Jika larutan tersebut dapat mencegah kontaminasi , itu akan menjadi pelindung yang baik bagi kita," jelas Sabanci.


Sementara itu Temel, mengatakan mereka membuktikan solusi itu membunuh virus dalam satu menit dan. Yang paling penting, katanya, menunjukkan bahwa solusi itu tidak merusak sel-sel epitel manusia di selaput lendir mereka.


"Kami bahkan telah menunjukkan bahwa itu memiliki efek penyembuhan pada sel-sel ini. Oleh karena itu, ini berarti aman digunakan karena tidak membahayakan sel manusia," katanya.


Perang Lawan COVID-19


Sebagaimana diketahui, vaksin dan obat-obatan telah menjadi yang terdepan dalam perang melawan pandemi COVID-19.


Disisi lain semprotan hidung yang dikembangkan di Universitas Uluda telah menunjukkan bagaimana virus corona dapat diberantas dengan obat dan perawatan lain. Para ahli juga telah menganjurkan untuk meningkatkan sistem kekebalan terhadap COVID-19.


Menurut Zakin, salah satu anggota penelitian tersebut mengatakan bahwa Sabancı datang dengan solusi ini dua tahun lalu untuk diuji aktivitas antimikrobanya.


“Berdasarkan metode internasional, kami menemukan bahwa solusinya adalah produk yang dapat digunakan dengan beberapa efek seperti penyembuhan jaringan dan pencegahan inflasi.”


“Bahan utama dari produk yang dikembangkan dikenal selama bertahun-tahun, namun ada masalah dalam kegunaannya bagi kesehatan manusia, tidak berdampak permanen, dan strukturnya cepat rusak,” jelasnya.


“Setelah pengembangan baru dilakukan pada produk, efek produk menjadi lebih permanen dengan aplikasi teknologi terbaru. Dengan aplikasi nanoteknologi, ia mulai menunjukkan dampak jangka panjang melalui molekul tertentu yang diikatnya. “


“Juga, fakta bahwa ia memiliki biokompatibilitas, yang berarti ia bertindak tanpa merusak jaringan dan sel manusia, telah memungkinkan kami untuk membuatnya dapat digunakan untuk kesehatan manusia," kata zakın.


Zakın mengatakan mereka awalnya menguji efektivitas antivirus solusi terhadap virus umum, tetapi ketika pandemi coronavirus dimulai, fokus mereka beralih ke SARS-CoV-2.


Setelah melakukan tes yang diperlukan, ketiga peneliti menunjukkan bahwa solusinya memiliki efek langsung pada virus corona baru.


"Kami telah menunjukkan bahwa itu memiliki efek mematikan terhadap bakteri, jamur, dan terutama SARS-CoV-2," kata zakın.


Laporan : Reko Suroko

Ketika Gelombang Kedua Virus Melanda 17 Provinsi, China Menguji Puluhan Juta Warganya
Selasa, Agustus 10, 2021

On Selasa, Agustus 10, 2021

Ketika Gelombang Kedua Virus Melanda 17 Provinsi, China Menguji Puluhan Juta Warganya
BENTENGSUMBAR.COM - Tindakan Pemerintah China luar biasa dalam penangan COVID-19. Ketika gelombang kedua melanda di 17 provinsi, otoritas setempat langsung menguji puluhan juta warganya.


China melaporkan 94 kasus Covid-19 yang ditularkan secara lokal ketika negara itu terus memerangi wabah paling serius sejak puncaknya tahun lalu di Wuhan, menguji puluhan juta orang di seluruh negeri.


Dari infeksi baru, 41 berada di Henan, provinsi tengah yang dilanda banjir bulan lalu setelah curah hujan yang memecahkan rekor, Komisi Kesehatan Nasional mengatakan pada hari Senin, melaporkan kasus pada hari Minggu, seperti dilansir South China Morning Post.


38 lainnya berada di provinsi timur Jiangsu, di mana Nanjing, lokasi kasus pertama dalam wabah ini, terdeteksi. Di Hunan terdekat, 12 kasus terdeteksi dan tiga di negara tetangga Hubei.


Wabah telah menyebar ke 17 provinsi, setelah varian Delta yang sangat menular terdeteksi di antara staf bandara di Nanjing pada 20 Juli, menciptakan tantangan terbesar negara itu sejak epidemi sebagian besar dapat diatasi tahun lalu.


Lonjakan Kasus


Lonjakan kasus baru telah memicu pengujian massal, penguncian dan pembatasan perjalanan, dan pejabat telah dicopot dari posisi dan dihukum karena kegagalan Covid-19. Beijing juga telah memperketat pembatasan perjalanan bagi warganya sebagai bagian dari upaya untuk menahan infeksi.


Sekarang ada 216 area yang ditetapkan sebagai risiko tinggi atau sedang di China daratan, jumlah tertinggi sejak pengendalian epidemi menjadi "normal" tahun lalu.


Nanjing, dengan populasi 9 juta, telah menyelesaikan lima putaran pengujian massal dan sedang melakukan pengujian regional parsial putaran keenam, sementara putaran pengujian massal baru berlanjut di kota-kota lain yang dilanda wabah.


Komisi Kesehatan Nasional pada hari Minggu memerintahkan para pejabat di seluruh China untuk menjadikan penghentian penyebaran virus sebagai prioritas utama mereka di tengah melonjaknya jumlah kasus di seluruh negeri. Ia juga meminta pejabat kesehatan untuk tetap berpegang teguh pada pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit.


Di Cina hampir 1,77 miliar dosis dosis vaksin Covid-19 telah diberikan pada hari Minggu.


Di Zhoushan di provinsi Zhejiang timur, pihak berwenang mengatakan penyelamatan sedang dilakukan setelah seorang pelaut China memposting video di media sosial yang meminta bantuan pada hari Minggu. Pelaut, Guo Yuqiang, mengatakan 13 awak kapal kargo Grand Progress, yang telah kembali dari Filipina mengantarkan batu bara, mengalami gejala demam tetapi tidak bisa mendapatkan perawatan medis karena kapal tersebut ditolak izin berlabuh oleh Nantong, kota pelabuhan di Jiangsu. .


Pemerintah Zhoushan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal tersebut ditolak izinnya untuk berlabuh di pelabuhan tujuan dan terdampar di perairan Zhoushan. Pemerintah telah memulai penyelamatan darurat.


Laporan: Reko Suroko

Klaim Laut China Selatan, China Meradang, Bangunkan Singa Tidur
Senin, Agustus 09, 2021

On Senin, Agustus 09, 2021

Klaim Laut China Selatan, China Meradang, Bangunkan Singa Tidur
BENTENGSUMBAR.COM - Klaim semena-mena China atas Laut China Selatan tidak disetujui oleh banyak pihak. Salah satunya satu negara di Eropa ini yang membuat hubungan China dengan Uni Eropa semakin sulit.


Melansir The Diplomat, tanda hubungan China dan Uni Eropa memburuk semakin tidak dapat dihindari. Dalam beberapa kasus diplomasi China dengan beberapa negara Uni Eropa yaitu Lithuania dan Swedia telah memburuk secara natural.


Namun, penopang ekonomi terbesar Uni Eropa yaitu Jerman. Telah lama ingin memiliki kebijakan seimbang antara China dan rekan-rekan dan mitra Barat mereka. Pemerintahan Angela Merkel mengedepankan hubungan dengan AS untuk melawan kekuatan China yang makin tumbuh. Namun, di saat yang sama Jerman memastikan perdagangan yang stabil dengan Beijing.


Namun dengan administrasi Merkel hampir berakhir, akan ada tekanan awal kepada penerusnya untuk memperjelas kebijakan Jerman atas China. Pertanyaannya adalah apakah Jerman bisa mempertahankan kebijakan "melindungi nilai" terhadap Beijing ?


Kapal Fregat Jerman


Pengumuman yang datang akhir tahun lalu mengatakan Jerman akan mengirimkan kapal fregat ke wilayah Asia Pasifik, untuk separuh akhir 2021 termasuk ke Laut China Selatan. Hal tersebut menjadi indikasi terkuat kebijakan Jerman.


Berlin mencoba mendemonstrasikan solidaritas dengan Eropa dan AS dalam menghadapi perlawanan China. Sembari menghindari ditarget oleh 'diplomasi serigala' Beijing. Diplomasi ini belakangan mempengaruhi pemerintah lain memandangnya sebagai "buah dari menyinggung negara China."


Kapal fregat Bayern (Bavaria) kelas Brandenburg milik Angkatan Laut Jerman berangkat dari pangkalan di Wilhelmshaven minggu ini mengutip The Diplomat, dan akan beroperasi di Asia-Pasifik sampai awal tahun 2022.


Kapal itu dijadwalkan berkunjung ke beberapa pelabuhan regional, termasuk di Australia, India, Jepang, Singapura, Korea Selatan dan Vietnam dan juga merencanakan untuk mengunjungi Laut China Selatan Desember 2021.


Otoritas Jerman telah menekankan, jika Bayern akan menggunakan garis laut tradisional di Laut China Selatan . Dan akan menghindari masuk Selat Taiwan. Ini akan menandai pertama kalinya dalam hampir 20 tahun kapal angkatan laut Jerman memasuki Laut China Selatan.


Menteri Pertahanan Jerman menyebut misi ini sebagai salah satu dukungan untuk mitra regional Asia-Pasifik dan juga mendemonstrasikan komitmen Jerman terhadap laut yang bebas.


Respon China


Respon China terhadap berita ini,  sejauh ini telah berhati-hati, dengan Menteri Luar Negeri China berkomentar Maret lalu, termasuk mengingatkan bahwa sementara Laut China Selatan adalah subyek hukum internasional,. Pemerintah lain seharusnya melihat status tersebut sebagai "alasan untuk menggarisbawahi kedaulatan dan keamanan negara sekitarnya."


Kantor berita nasional China, Global Times baru-baru ini menyebut kembali hal ini. Mereka menyatakan bahwa selama kapal Jerman menghargai hukum internasional dan menghindari "aksi kekerasan" di Laut China Selatan, tidak akan ada kerusakan diplomatik.


Pemerintah China juga telah menunda keputusan terkait apakah Bayern dapat berlabuh di Shanghai selama tur regional sampai menerima informasi lebih terkait "niat" khusus misi kapal tersebut.


Global Times bahkan mengatakan keputusan akhir memperbolehkan kunjungan ke pelabuhan Shanghai mungkin menunggu sampai hasil pemilihan umum Jerman September depan keluar. Seperti yang dijelaskan oleh Chatham House Maret lalu, fakta bahwa panggilan Shanghai yang diusulkan akan dilakukan sebelum Bayern memasuki Laut Cina Selatan dapat memberi kesan bahwa Jerman sedang meminta izin dari Beijing untuk memasuki jalur air China.


Laporan: Reko Suroko

Xi Jinping Kebakaran Jenggot, Data Tentang Covid-19 Dari Laboratorium Wuhan Sudah Diamankan Amerika
Senin, Agustus 09, 2021

On Senin, Agustus 09, 2021

Xi Jinping Kebakaran Jenggot, Data Tentang Covid-19 Dari Laboratorium Wuhan Sudah Diamankan Amerika
BENTENGSUMBAR.COM - Hingga kini, asal usul virus corona masih menjadi misterius. Karena masih tidak jelas, banyak teori konspirasi terkait asal usul virus corona. Salah satu teori yang paling banyak dibahas adalah mengenai kemungkinan virus corona bocor dari sebuah laboratorium Wuhan, China.


Maklum memang kasus virus corona pertama kali ditemukan di Wuhan pada Desember 2019. Sehingga dalam setahun terakhir ini, pembahasan soal laboratorium Wuhan sangat sensitif. Nah, kini Presiden China Xi Jinping dilaporkan sedang gelisah.


Hal ini karena China berada di bawah tekanan yang meningkat setelah Amerika Serikat (AS) akhirnya dapat mengakses data genetik dari laboratorium Wuhan. Dilansir dari express.co.uk pada Minggu, 8 Agustus 2021, entah bagaimana agen mata-mata AS berhasil mengamankan katalog raksasa informasi genetik dari Institut Virologi Wuhan.


Fakta ini mengejutkan orang-orang di China, setelah Beijing menolak untuk menyerahkan data mentah awal tahun ini. Diperkirakan bahwa akses ke sejumlah besar informasi genetik akhirnya dapat mengungkapkan asal usul Covid-19, menurut CNN.


Data genetik tersebut diduga pada akhirnya dapat menentukan apakah Covid-19 bocor dari laboratorium Wuhan atau ditularkan ke manusia melalui hewan di alam liar.


China memang menolak untuk bekerja sama dengan penyelidikan dari kekuatan Barat tentang asal usul virus. Awal tahun ini, China menolak menyerahkan data 174 kasus awal Covid-19 kepada tim di Organisasi Kesehatan Dunia.


Beijing juga menolak penyelidikan WHO kedua tentang asal usul virus bulan lalu. Sikap China itu pada akhirnya mendorong komunitas intelijen di bawah perintah Presiden AS Joe Biden.


Presiden Biden meminta agen mata-mata untuk mencari tahu jawaban pasti tentang asal usul virus corona.Dan batas waktu yang diberikan oleh Presiden Biden ini adalah pada akhir bulan ini.Tapi mungkin dapat diperpanjang jika AS tidak dapat mengungkapnya.


Lalu bagaimana caranya agen mata-mata AS dapat mengakses data genetik dari laboratorium Wuhan? Hanya saja ,asih belum jelas bagaimana badan-badan intelijen AS mendapatkan data genetik tersebut.


Yang jelas, data tersebut berisi cetak biru genetik sampel virus yang dipelajari di laboratorium di Wuhan. 


Laporan: Reko Suroko

Situasi di China Semakin Kacau, Puluhan Pejabat Dipecat, Imbas Tangani COVID-19
Minggu, Agustus 08, 2021

On Minggu, Agustus 08, 2021

Situasi di China Semakin Kacau, Puluhan Pejabat Dipecat, Imbas Tangani COVID-19
BENTENGSUMBAR.COM - Elok tindakan Pemerintah China, mereka memecat puluhan pejabat dan kini harus kehilangan jabatannya. Mereka terkena imbas dari gagalnya penanganan virus Covid-19 varian Delta yang justru kian mengganas.


Melansir media lokal China, Global Times pada Jumat, 6 Agustus 2021. Pemerintah China telah menghukum 20 pejabat dan pemegang jabatan publik karena lamban dalam menangani wabah epidemi. Daftar tersebut termasuk pejabat kabupaten, staf manajemen rumah sakit, dan personel terkait dengan pertunjukan-pertunjukan lokal untuk wisatawan.


Pertunjukan yang digelar untuk turis telah menyebabkan penyebaran virus secara besar-besaran ke setidaknya delapan provinsi dan wilayah di seluruh China. Sekitar enam pejabat dari distrik Yongding kota, di mana 15 kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan pada hari Selasa, dihukum, termasuk kepala departemen kesehatan masyarakat distrik Xu Xionghui, yang telah dicopot dari jabatannya.


Xu tidak kompeten dalam mengawasi pelaksanaan pekerjaan pencegahan dan pengendalian epidemi di distrik tersebut, dan tidak memiliki manajemen yang efektif dan tepat waktu dalam mengisolasi pasien yang terinfeksi.


Deng Huabin, direktur departemen darurat di Rumah Sakit Rakyat Zhangjiajie, yang bertanggung jawab atas pengujian asam nukleat secara keseluruhan di rumah sakit, juga telah dicopot dari jabatannya. Karena manajemen kendur, menyebabkan kerumunan orang yang kacau di lokasi pengujian. Dan menimbulkan risiko infeksi silang yang serius di rumah sakit.


Hunan melaporkan 15 kasus baru yang dikonfirmasi pada hari Rabu, tiga di antaranya berasal dari Zhangjiajie. Tiga kasus tanpa gejala lainnya juga dilaporkan.


Zhangjiajie memerintahkan semua penduduk dan turis untuk tidak meninggalkan kota dan bekerja sama dengan langkah-langkah pengendalian epidemi di tengah wabah terbaru. 


Laporan: Reko Suroko

Muncul Serangan Varian Delta, Seluruh Penduduk Wuhan Ditest Covid-19 Varian Ini
Rabu, Agustus 04, 2021

On Rabu, Agustus 04, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pihak berwenang di Wuhan mengatakan,  mereka akan mengetes seluruh populasinya untuk Covid-19. Setelah Wuhan, China, infeksi viru Corona lokal pertamanya dalam lebih dari setahun.

Kota berpenduduk 11 juta itu,  dengan cepat meluncurkan pengujian asam nukleat komprehensif untuk semua penduduk, kata pejabat senior Wuhan Li Tao pada konferensi pers pada hari Selasa, 3 Agustus 2021 lalu, seperti dikutip france24.com.

Pihak berwenang mengumumkan, Senin bahwa tujuh infeksi menular lokal telah ditemukan di antara pekerja migran di kota itu. Memecahkan rekor selama setahun tanpa kasus domestic, setelah menekan wabah awal dengan penguncian yang belum pernah terjadi sebelumnya pada awal 2020.

61 Kasus

Pada Selasa, China melaporkan 61 kasus domestic, saat wabah varian Delta telah menyebar ke puluhan kota. Setelah kasus infeksi pada para petugas kebersihan bandara di Nanjing, yang kemudian memicu rantai kasus yang dilaporkan di seluruh negeri.

Kota-kota besar termasuk Beijing telah mengetes atas jutaan penduduknya. Menutup kompleks permukiman, dan mengkarantina kontak terdekat orang yang terinfeksi.

Kota Yangzhou, di dekat Nanjing, merupakan pemerintah daerah terbaru yang memerintahkan warga diam di rumah setelah tes skala besar mendeteksi 40 kasus infeksi baru dalam beberapa hari terakhir.

Lebih dari 1,3 juta penduduk Yangzhou sekarang diam di rumah, di mana hanya satu orang dalam setiap rumah tangga yang diizinkan keluar rumah dalam sehari untuk belanja berbagai barang keperluan, seperti disampaikan pemerintah kota pada Selasa.

Laporan: Reko Suroko

Terawangannya Kerap Akurat, Remaja India Ini Bawa Kabar ‘Bahagia’ Soal Kapan Covid-19 Berakhir
Kamis, Juli 08, 2021

On Kamis, Juli 08, 2021

Terawangannya Kerap Akurat, Remaja India Ini Bawa Kabar ‘Bahagia’ Soal Kapan Covid-19 Berakhir
BENTENGSUMBAR.COM - Covid-19 sudah setahun lebih melanda Indonesia maupun masyarakat di belahan dunia lainnya.


Bahkan di Tanah Air, kasus Covid-19 belakangan ini justru semakin melonjak dan merenggut cukup banyak nyawa.


Namun, terbaru, seorang remaja asal India membagikan kabar bahagia mengenai terawangannya soal kapan Covid-19 akan berakhir alias lenyap dari muka bumi.


Remaja India indigo itu bernama Abhigya Anand yang disebut-sebut mampu menerawang kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.


Menurut prediksi Abhigya Anand, Covid-19 akan mereda pada bulan Mei 2022 mendatang, sebagaimana ia sampaikan dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Conscience, dilansir terkini.id dari poskota.co.id pada Rabu, 7 Juli 2021.


Sebelumnya, disebut beberapa tahun lalu, Abhigya pernah mengatakan perihal dunia akan menghadapi penyakit yang meluas dan krisis global.


Bahkan ia memaparkan bahwa dunia akan dihadapkan pada krisis yang parah hingga perang dalam periode waktu dari November 2019 hingga April 2020.


Meskipun Abhigya tidak secara langsung mengacu pada virus, tetapi ia mengatakan bahwa Tiongkok akan memiliki peran di baliknya.


Nah, jika disimak baik-baik, maka ramalan Abhigya Anand mengarah pada kasus pandemi Covid-19 yang sedang dialami oleh penduduk dunia saat ini.


Sejalan dengan terawangan Abhigya Anand, peramal Denny Darko rupanya juga sempat menerawang kondisi pandemi Covid-19 yang akan mereda di Indonesia.


Menurutnya, Indonesia akan menciptakan herd immunity atau kekebalan komunitas beberapa waktu mendatang.


Source: terkini.id

Iran Mulai Produksi Logam Uranium yang Bisa untuk Senjata Nuklir, Negara Barat Ketar-Ketir
Rabu, Juli 07, 2021

On Rabu, Juli 07, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengungkapkan pada Selasa, 6 Juli 2021, bahwa Iran telah memulai proses produksi logam uranium. Langkah ini dapat mendukung pengembangan senjata nuklir, sehingga 3 kekuatan Eropa mendesak perundingan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.

Dilansir dari Reuters, Teheran berdalih tujuannya untuk mengembangkan bahan bakar untuk reaktor riset. Meski begitu, tindakan ini menuai kritik dari Amerika Serikat (AS) yang menyebutnya sebagai langkah mundur yang disayangkan.

Otoritas AS dan Eropa menegaskan kalau keputusan Iran akan memperumit perundingan tak langsung  AS-Iran yang berusaha membawa kedua negara untuk mematuhi kembali kesepakatan tahun 2015. Kesepakatan ini membatasi program nuklir Iran dan mempersulit Teheran mengembangkan bahan fisil untuk senjata nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

Namun, mantan Presiden Donald Trump menarik AS mundur dari kesepakatan ini, sehingga Iran mulai melanggar banyak pembatasan. Teheran telah menghasilkan sejumlah kecil logam uranium yang tidak diperkaya tahun ini. Tindakan ini melanggar kesepakatan yang melarang seluruh proyek logam uranium lantaran dapat digunakan untuk membuat inti bom nuklir.

"Hari ini, Iran memberi tahu IAEA bahwa UO2 (uranium oksida) yang diperkaya hingga 20 persen U-235 akan dikirim ke laboratorium riset dan pengembangan (R&D) di Pabrik Pembuatan Bahan Bakar di Esfahan. Di sana, materi tersebut akan diubah menjadi UF4 (uranium tetrafluorida), kemudian ke logam uranium diperkaya hingga 20 persen U-235, sebelum digunakan untuk memproduksi bahan bakar," bunyi pernyataan IAEA.

Menurut laporan rahasia IAEA yang dilihat REUTERS, pengawas atom PBB tersebut telah mengonfirmasi kalau Iran sudah memulai proses produksi logam uranium yang diperkaya.

Inggris, Prancis, dan Jerman pun pada Selasa, 6 Juli 2021, mengaku sangat prihatin terhadap keputusan Iran yang melanggar kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

"Iran tak punya kebutuhan sipil yang kredibel untuk R&D dan untuk produksi logam uranium yang jadi langkah kunci dalam pengembangan senjata nuklir. Dengan demikian, Iran mengancam kesuksesan hasil perundingan Wina yang kemajuannya dicapai melalui 6 putaran negosiasi," kritik mereka.

Iran pun didesak untuk kembali berunding di ibu kota Austria. Perundingan itu dimulai pada bulan April dan ditunda pada 20 Juni. Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk putaran berikutnya.

Menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, Washington memang tidak menetapkan tenggat waktu untuk perundingan tersebut.

"Seiring berjalannya waktu, kemajuan nuklir Iran akan mempengaruhi pandangan kami untuk kembali ke JCPOA," ungkapnya.

Price mengaku kalau AS khawatir Iran terus melanggar perjanjian, terutama soal eksperimen yang bernilai untuk penelitian senjata nuklir.

Di sisi lain, Duta Besar Rusia untuk IAEA menyoroti kalau tak hanya Iran yang melanggar kesepakatan 2015. Keputusan pemerintahan Joe Biden untuk mempertahankan sanksi Iran yang dijatuhkan kembali oleh Trump juga melanggar perjanjian tersebut.

"Satu-satunya jalan keluar dari lingkaran setan ini adalah dengan dimulainya kembali perundingan Wina tanpa ditunda-tunda dan pemulihan total JCPOA," usulnya melalui Twitter.

(*)

Dubes Arab Saudi Siap akan Resmikan Mushola Journalist Boarding School
Kamis, Juli 01, 2021

On Kamis, Juli 01, 2021

Dubes Arab Saudi Siap akan Resmikan Mushola Journalist Boarding School
BENTENGSUMBAR.COM - Duta Besar Kerajaan Arab Saudi  untuk Indonesia Esam A Abid Althagafi siap untuk mengunjungi Journalist Boarding School (JBS) di Cilegon, Banten. 


Kesiapan itu disampaikan Esam dalam bincang dengan para pengurus dan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang digelar Rabu, 30 Juni 2021.


Dalam  kegiatan yang digelar secara virtual ini,  banyak hal yang dibahas, bahkan Ketua Umum SMSI Firdaus mengundang Duta Besar Arab Saudi untuk mengunjungi JBS, sekalian  

meresmikan mushola yang saat ini pembangunannya sedang berjalan di di lingkan JBS.


"Kita memiliki JBS atau Pusdiklat SMSI yang letaknya di Kota Cilegon, Banten, ini merupakan pertama di Indonesia bahkan di Asia dan merupakan pusat pelatihan yang nantinya akan melahirkan generasi jurnalis yang profesional," jelas Firdaus.


Menanggapi hal tersebut,  Dubes Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia 

Esam A Abid Essam bin Abid Altagafi mengatakan  bahwa dirinya siap menghadiri acara peresmian mushola di JBS tersebut.


"Insya allah kami hadir, sampaikan undangan jauh - jauh hari agar nanti bisa mengatur jadwalnya," ucap Essam.


Perlu diketahui JBSmerupakan lembaga pendidikan "Jurnalistik Plus” pertama di Indonesia, bahkan di Asia karena juga mengajarkan siswanya untuk bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an.


Di JBS peserta  didik disediakan penginapan di bangunan berlantai dua dengan luas 300 meter persegi. Dengan begitu setiap peserta dapat diasuh dan diawasi secara langsung oleh para mentor handal.


“Journalist Boarding School” yang dilaunching pada akhir April 2019 lalu ini  siap menampung 30 peserta setiap tahun. Setiap peserta akan mengikuti pendidikan selama satu tahun, dengan peningkatan materi secara berjenjang.


Sekolah jurnalistik itu dibangun, bukan semata berorientasi bisnis, tetapi lebih kepada ihktiar bersama dalam rangka mempersiapkan wartawan profetik yang kian diperlukan kehadirannya di era konvergensi media saat ini. 


Laporan: Akbar

COVID-19 Gelombang Kedua! WHO Temukan Virus COVID-19 Varian Terbaru, Lambda
Selasa, Juni 29, 2021

On Selasa, Juni 29, 2021

COVID-19 Gelombang Kedua! WHO Temukan Virus COVID-19 Varian Terbaru, Lambda
BENTENGSUMBAR.COM -  WHO temukan virus COVID-19 varian baru bernama Lambda. Virus COVID-19 Lambda ditemukan Juni 2021 di Amerika Selatan.


Varian ini jenis variant of interest (VOI). Menurut data Public Health England (PHE), Inggris telah menemukan 6 kasus virus corona varian Lambda pada 25 Juni 2021.


Keenam kasus virus corona varian Lambda ini diperkirakan terkait dengan perjalanan ke luar negeri.


Kini, PHE telah menetapkan virus corona varian Lambda (C.37) sebagai varian dalam penyelidikan (VUI) untuk mengidentifikasi tingkat bahaya dan penularannya.


Sebelumnya, virus corona varian Lambda ini telah terdeteksi di Amerika Serikat, termasuk Chili, Perut, Ekuador dan Argentina.


Para ahli berpikir bahwa varian Lambda ini memiliki banyak mutasi pada protein lonjakan.


Mutasi ini bisa berdampak pada transmisibilitas varian. Tapi dilansir dari Express, penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami mutasi tersebut.


PHE melakukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui lebih banyak tentang virus corona varian Lambda tersebut. Bahkan, mereka juga akan melakukan pelacakan kontak tambahan demi menjaga kesehatan masyarakat.


"PHE sedang melakukan pengujian laboratorium untuk lebih memahami dampak mutasi pada perilaku virus corona varian baru ini," kata PHE dinukil dari Himedik.com.


PHE mengatakan hasil pengujian yang sedang berlangsung sekarang ini belum ada bukti varian Lambda bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah dan membuat vaksin Covid-19 kurang efektif.


Tapi, ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai, antara lain suhu tinggi, batuk terus-menerus, hilangnya indra penciuman dan rasa.


Menurut PHE, orang yang terinfeksi virus corona varian Lambda setidaknya mengalami satu gejala tersebut.


Saat ini, sudah ada 4 varian virus corona yang telah menjadi perhatian dan dipantau oleh WHO. Varian virus corona yang masuk daftar pantauan WHO, termasuk varian Alpha yang pertama kali terdeteksi di Inggris.


Ada pula varian virus corona yang menjadi perhatian adalah varian Beta yang terdeteksi di Afrika Selatan, varian Gamma yang pertama kali terdeteksi di Brasil dan varian Delta yang terdeteksi di India.


Source: Suara.com

Ogah Bertemu Biden, Presiden Baru Iran Tolak Rundingkan Rudal
Rabu, Juni 23, 2021

On Rabu, Juni 23, 2021

Ogah Bertemu Biden, Presiden Baru Iran Tolak Rundingkan Rudal
BENTENGSUMBAR.COM -  Presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi, menunjukkan posisi garis keras dengan menolak untuk merundingkan program rudal balistik maupun dukungan Iran untuk milisi regional. 


Raisi juga secara tegas menolak untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden.


Seperti dilansir Arab News dan Associated Press, Selasa, 22 Juni 2021, Raisi dalam konferensi pers pertama sejak memenangkan pemilu Iran pekan lalu, menjanjikan untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran demi mengamankan pelonggaran sanksi-sanksi AS yang menghancurkan perekonomian Iran.


Namun dia mengesampingkan adanya pembatasan apapun terhadap kemampuan rudal Iran dan dukungan Iran untuk milisi regional -- di antara masalah lain yang dipandang oleh AS sebagai kekurangan dari kesepakatan nuklir yang ingin dibahas pemerintahan Biden.


"Itu tidak bisa dinegosiasikan," tegas Raisi merujuk pada program rudal balistik Iran.


Dia menambahkan bahwa AS 'wajib mencabut semua sanksi-sanksi yang menindas terhadap Iran'.


Lebih lanjut, Raisi menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Iran tidak akan terbatas pada kesepakatan nuklir. "Semua sanksi-sanksi AS harus dicabut dan diverifikasi oleh Teheran," tegas Raisi dalam pernyataannya.


Sebelumnya, negara-negara Teluk menyatakan akan berbahaya untuk memisahkan pakta nuklir dari program rudal Iran dan perilaku 'mendestabilisasi' Iran di kawasan Timur Tengah.


Irans new President-elect Ebrahim Raisi speaks during his press conference in Tehran, Iran, Monday, June 21, 2021. Raisi said Monday he wouldnt meet with President Joe Biden nor negotiate over Tehrans ballistic missile program and its support of regional militias, sticking to a hard-line position following his landslide victory in last weeks election. 


Armada pesawat tempur Iran sebagian besar berasal dari sebelum Revolusi Islam tahun 1979, yang memaksa Iran untuk berinvestasi dalam rudal sebagai pelindung melawan negara-negara tetangga di kawasan Arab yang diketahui memiliki perlengkapan militer buatan AS senilai miliaran dolar selama bertahun-tahun.


Rudal-rudal milik Iran, dengan batas jangkauan hingga 2.000 kilometer, disebut bisa menjangkau kawasan Timur Tengah dan pangkalan militer AS di kawasan itu.


Iran juga diketahui mendukung kelompok-kelompok militan seperti pemberontak Houthi di Yaman dan Hizbullah di Lebanon untuk mendongkrak pengaruhnya dan melawan musuh-musuh regionalnya.


Saat ditanya lebih lanjut soal kemungkinan pertemuan dengan Biden, Raisi dengan singkat menjawab: "Tidak."


Pada Senin, 21 Juni 2021, waktu setempat, Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, menyatakan AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran atau 'rencana apapun untuk bertemu di level pemimpin, jadi tidak jelas apakah ada yang berubah soal itu'.


Psaki menambahkan bahwa Biden memandang 'pemimpin keputusan adalah pemimpin tertinggi' di Iran. "Itulah perkaranya sebelum pemilu; itulah perkaranya saat ini; itu akan menjadi perkaranya ke depan," sebutnya.


Diketahui bahwa perundingan tengah berlangsung di Wina, Austria, sejak April lalu, agar Iran dan AS bisa kembali pada kepatuhan yang menjadi komitmen kesepakatan nuklir tahun 2015. AS di bawah mantan Presiden Donald Trump meninggalkan kesepakatan itu dan memberlakukan kembali sanksi-sanksi ke Iran. Iran kemudian melanggar batasan pengayaan uranium yang disepakati sebelumnya demi meminimalisir risiko pengembangan senjata nuklir.


Para pejabat Iran dan negara-negara Barat sama-sama menyebut Raisi tidak mungkin mengubah sikap negosiasi Iran dalam perundingan di Wina, karena Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang memiliki keputusan akhiri untuk semua kebijakan besar.


Sumber: detikcom

Bukan Warisan, Kakak Beradik Ini Rebutan Hak Asuh Ibu Sampai ke Pengadilan
Minggu, Juni 13, 2021

On Minggu, Juni 13, 2021

Bukan Warisan, Kakak Beradik Ini Rebutan Hak Asuh Ibu Sampai ke Pengadilan
BENTENGSUMBAR.COM - Kakak beradik ini tak seperti kebanyakan saudara sedarah lainnya yang terkadang berebut warisan. Kedua kakak beradik di Arab Saudi ini justru bertikai memperebutkan hak asuh ibu.


Sebagaimana dikutip dari The Reporter, dua orang bersaudara ini berbeda dengan orang-orang kebanyakan. Di mana jika salah satu orang tuanya sudah renta, mereka bertikai memperebutkan harta warisan, baik itu warisan uang maupun tanah dan rumah.


Namun, kakak-adik ini malah sampai membawa kasus hak asuh ibu sampai ke pengadilan. Semua berawal ketika Hizan al-Fuhaidi selama ini telah merawat dan menjaga ibunya yang sudah renta. Seumur hidup ibunya, dia tinggal di rumah Hizan.


Ketika ibunya semakin tua, datang adiknya dari kota lain. Kedatangannya untuk membawa sang ibu dan tinggal bersamanya dengan alasan kota tempat tinggalnya punya banyak fasilitas yang lebih memadai.


Namun, Hizan menolak dengan alasan selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya. Sementara sang adik bersikeras ibunya akan lebih baik kalau dirawat olehnya.


Perseteruan ini tidak berhenti sampai di situ. Keduanya sepakat membawa kasus ini ke pengadilan.


Sidang pun dimulai, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di persidangan. Kedua bersaudara ini membopong ibunya yang sudah tua renta yang beratnya tidak sampai 40 kilogram.


Sang hakim pengadilan bertanya kepadanya, siapa yang lebih berhak tinggal bersamanya. Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab, sambil menunjuk ke Hizan, "Ini mata kananku" kemudian menunjuk ke adik Hizan sambil berkata, "Ini mata kiriku."


Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan, berdasar pertimbangan kemaslahatan bagi si ibu. Putusan ini membuat Hizan menangis. Dia kalah di pengadilan karena harus merelakan hak asuh ibunya jatuh ke sang adik.


Kisah rebutan hak asuh ini mendapat respons positif dari warganet setelah diunggah di media sosial, salah satunya @unikupdate.id di Instagram. Mereka banyak mengapresiasi kedua bersaudara tersebut dan pastinya membuat sang ibu bangga bukan main.


"Alangkah bahagia dan bangganya ibu itu memiliki anak-anak yang sangat berbakti dan mencintainya," ujar @natalinaprimawati.


"Ibu ladang pahala, don't waste your chance," timpal @bagasadiwijayanto.

"Berebut surga ya Allah," tambah @dian_stuty.


(*)