Opini

PARLEMEN

Sports

Dunia

Kisah Pemuda Ateis Jepang Masuk Islam: Kini Hidupku Punya Tujuan
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

Kisah Pemuda Ateis Jepang Masuk Islam: Kini Hidupku Punya Tujuan
BENTENGSUMBAR.COM - Tatkala menjadi peserta pertukaran pelajar di Brunei Darussalam pada 2015, mata hati satu pemuda Jepang yang ateis terbuka soal Islam dan menjadi mualaf.


Pemuda itu mengakui, sebelum berada di Brunei, persepsinya mengenai Islam adalah buruk, terutama terkait teroris ISIS.


Tapi, kegiatan pertukaran pelajar tersebut menjadi persamuhan pertamanya dengan warga Muslim dan dunia Islam.


Sekembalinya dari pertukaran pelajar, pemuda itu - Kaiji Wada - mulai bertemu dengan banyak Muslim lain dan belajar banyak tentang agama.


Ia mengatakan menemukan sesuatu yang istimewa, pengalaman spiritual yang membantunya mengetahui tujuan hidup sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk Islam pada 2017.


"Tahun ini adalah Ramadan keempat ... sebagai Muslim Jepang, saya merasa bangga sama agama saya ... lewat ibadah, identitas saya sebagai Muslim menjadi lebih kuat," kata Kaiji kepada wartawan BBC News Indonesia, Endang Nurdin.


"Pikiran saya berubah. Setelah kembali (ke Jepang), saya sering ketemu orang Malaysia, Indonesia, Brunei. Mereka tenang, mereka baik. Saya terinpirasi dengan pengalaman itu, karena itu saya tertarik pada Islam dan ingin tahu apa yang dipelajari dalam Islam," cerita Kaiji.


Tantangan yang ia hadapi tak hanya datang dari lingkungan, namun dari keluarga sendiri, yang tak bisa memahami mengapa ia memerlukan agama.


"Awalnya ibu saya tak suka agama, bukan hanya Islam tapi semua agama. Saya pikir karena ibu tak ada pengalaman berkomunikasi langsung dengan orang Islam, hanya informasi dari media. Kalau ketemu langsung, mereka tidak bahaya," tambahnya.


Sejauh ini, cerita Kaiji lagi, sang ibu, "Belum nyaman dengan agama saya, tapi ia mendukung keputusan saya, karena saya anak dia. Alhamdulilah, dia sering kirim makanan halal untuk saya."


Jumlah Muslim yang tinggal di Jepang saat ini, walaupun kecil, meningkat dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir, dari 110.000 pada 2010 menjadi 230.000 pada akhir 2019, termasuk sekitar 50.000 orang Jepang yang masuk Islam, menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda.


Bertambahnya Muslim di Jepang seiring dengan meningkatnya jumlah pelajar dan pekerja ke negeri Sakura itu, menurut surat kabar Mainichi.


Menurut penelitian Tanada saat ini di seluruh Jepang terdapat musala dan masjid kecil sekitar 100.


"Tantangan saya adalah harus cari tempat salat karena sedikit masjid dan juga cari makanan halal," kata Kaiji yang bekerja sebagai CEO Career Diversity, perusahaan konsultan perekrutan tenaga kerja di Tokyo.


'Saya cuma cowok biasa Jepang yang dulu sekuler, tak beragama...dan sekarang punya tujuan hidup'


Kaiji mengatakan ia belajar agama melalui pengajian online para ustaz Jepang, selain juga melalui berbagai pertemuan"komunitas orang Indonesia di Jepang dan komunitas mualaf."


Ia menggambarkan kehidupannya lebih tenang dalam lebih tiga tahun terakhir, jauh berbeda dibandingkan sebelum 2017, masa yang disebutnya seperti orang yang "tak punya tujuan hidup".


"Biasanya di masyarakat Jepang, mereka sering tersesat, atau bingung [dalam menetapkan] apa yang penting dalam kehidupan mereka, apa yang benar dan tidak benar. Jadi mereka hidup untuk bekerja sampai bunuh diri, disebabkan kecapekan," ceritanya lagi.


"Setelah masuk Islam semua tujuan dan jawaban tertulis di Quran. Sekarang tujuan kehidupan saya sudah jelas, alhmamdulilah. Saya termotivasi untuk kehidupan saya sendiri," kata Kaiji yang juga bekerja sebagai humas di organisasi Olive, Young Muslim Community, komunitas Muslim untuk anak muda di Jepang.


Angka bunuh diri di Jepang termasuk yang paling tinggi di dunia.


Persoalan keluarga, perundungan hingga kekhawatiran terhadap masa depan diduga menjadi faktor penyebab yang melatari kenaikan angka bunuh diri pada anak-anak muda Jepang.


Di antara pengalaman spiritual yang "tak akan saya lupakan", kata Kaiji, adalah ketika ia umrah bersama para mualaf dari negara-negara lain.


"Saat saya lihat Kabah, saya [berpikir] saya cuma cowok Jepang biasa yang dulu sekuler, tak beragama. Kehidupan saya saat itu sangat jauh dari ajaran Islam.


"Siapa yang bisa bayangkan orang seperti saya berdiri di depan rumah Allah SWT, tak ada yang bisa mengatur kecuali Allah SWT. Satu hal yang tak akan saya lupakan."


Dan apa rencananya untuk Ramadan dan Idulfitri?


"Kalau orang Indonesia pulang kampung untuk Idulfitri. Saya tak pulang kampung. Dalam keluarga saya, tak ada yang Islam selain saya."


"Saya akan kumpul-kumpul dengan saudara-saudara Muslim di masjid," tambahnya.


Namun karena pandemi, berbagai kegiatan di masjid seperti buka puasa dibatasi berdasarkan peraturan masjid masing-masing.


"Saya akan merayakan [Idul Fitri] dengan istri saya, insya Allah," kata Kaiji yang menikah dengan perempuan Indonesia, Yusanne Pitaloka.


Hanya ada tiga masjid pada 1980-an


Dari lebih 100 musala dan masjid di Jepang, masjid yang paling tua dibangun oleh warga asal Turki dan India pada 1935.


Menurut penelitian Profesor Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda, pada akhir 1980-an, hanya ada tiga masjid di Jepang.


Namun setelah pertengahan tahun 1980-an, banyak pekerja dari Iran, Pakistan dan Bangladesh serta negara-negara dengan populasi Islam lain yang datang ke Jepang.


Banyak yang bekerja di sektor konstrusi dan sektor lain yang saat ini tengah booming.


Selain itu, menurut penelitian Tanada, juga banyak juga yang datang sebagai pekerja dalam sektor lain dari Indonesia. Dan dengan kedatangan ini, pada 1990-an dan 2000-an, jumlah masjid semakin meningkat.


Sebelumnya, masjid-masjid di Jepang banyak ditemukan di kawasan tempat pabrik-pabrik, termasuk di dan seputar Tokyo, kawasan Chukyo di seputar Nagoya, serta Osaka dan Kyoto.


Masjid terbesar Jepang, Tokyo Camii di Shibuya, dapat menampung sekitar 700 orang untuk salat Jumat, dengan jemaah berasal dari Asia Tenggara, dunia Arab dan Afrika.


Belakangan ini, semakin banyak pelajar dari negara-negara dengan penduduk Islam besar, khususnya di kota-kota besar, dan dari sinilah berkembang masjid-masjid baru, menurut Profesor Tanada.


Profesor Tanada memperkirakan dari lebih 200.000 Muslim di Jepang, sekitar 50.000 adalah warga Jepang yang masuk Islam termasuk yang karena pernikahan. 


(*)

Alhamdulillah, PM Singapura Bakal Izinkan Perawat Muslimah Gunakan Jilbab
Selasa, April 13, 2021

On Selasa, April 13, 2021

Alhamdulillah, PM Singapura Bakal Izinkan Perawat Muslimah Gunakan Jilbab
BENTENGSUMBAR.COM - Singapura sedang membahas rencana membolehkan perawat rumah sakit di negara itu mengenakan jilbab. Perdana Menteri Lee Hsien Loong diperkirakan akan menyampaikan pengumuman itu saat perayaan hari kemerdekaan Singapura pada Agustus mendatang.


Dalam posting-an di akun Facebook-nya, Lee mengatakan dia tengah membahas masalah izin penggunaan jilbab bagi perawat muslimah dengan para pemimpin agama serta komunitas Melayu.


"Posisi pemerintah tentang jilbab tidak belum tetap. Sikap, nilai, dan pandangan masyarakat telah berkembang secara alami dari waktu ke waktu. Dalam lingkungan sosial dan pekerjaan, jilbab sekarang lebih umum. Ada alasan untuk mengizinkan perawat muslimah mengenakan jilbab jika mereka ingin,” kata Lee, seperti dilaporkan kembali The Straits Times, Minggu, 11 April 2021.


Lee mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan kebijakan baru ini dalam beberapa waktu.


“Kami diam-diam terlibat dan berkonsultasi dengan tokoh masyarakat. Namun kami masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan landasan sebelum mengambil keputusan,” ujarnya, lagi.


Lee mengatakan pemerintah harus memastikan bahwa warga Singapura, baik muslim maupun non-muslim, siap menerima langkah tersebut.


“Setiap warga harus memahami bahwa ini penyesuaian yang memerlukan kehatian-hatian, bukan perubahan besar-besaran. Mereka juga harus menyadari di mana batasannya agar kita tidak merusak kerukunan umat beragama," tuturnya.


Lee telah meminta para pemimpin masyarakat untuk membantu menyelesaikan proses ini. 


"Saya bermaksud menyampaikannya pada Parade Hari Nasional tahun ini pada Agustus," katanya, menutup postingan di Facebook.


Menurut laporan The Straits Times, Lee mempertimbangkan perubahan di Singapura mengenai maraknya penggunaan jilbab dalam lingkungan pekerjaan. Jilbab kini lebih umum digunakan bukan hanya di lingkungan sosial.


Sebenarnya rencana untuk mengizinkan perawat mengenakan jilbab sudah dipertimbangkan sejak lama. Lee terakhir membahas ini pada 2014.


(*)

Pilih Nyawa Ketimbang Harta, Dubes AS Sarankan Warganya Pasrah Jika Dirampok di Indonesia
Sabtu, April 10, 2021

On Sabtu, April 10, 2021

Pilih Nyawa Ketimbang Harta, Dubes AS Sarankan Warganya Pasrah Jika Dirampok di Indonesia
BENTENGSUMBAR.COM - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta mendorong warga Negara Paman Sam yang berada di Indonesia untuk lebih waspada selama beraktivitas, terutama di area publik. 


Pihak berwenang Indonesia memperingatkan bahwa tingkat ancaman terorisme tetap tinggi.


Dikutip dari laman website Kedubes AS, Kamis, 8 April 2021, Polri disebutkan telah secara nyata meningkatkan kehadirannya di gedung-gedung pemerintah Indonesia, turis situs, gereja, mal, dan tempat lainnya. 


Kedutaan Besar Amerika Serikat menyarankan peningkatan kesadaran keamanan pribadi, terutama di tempat umum. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menyebutkan sejumlah langkah yang mesti dilakukan oleh warga negaranya. 


Salah satunya adalah menambah kewaspadaan terutama di jalan yang ramai, area perbelanjaan, tempat ibadah, dan lokasi dengan banyak orang.


Selalu amati keamanan lingkungan, selalu hindari demonstrasi dan pertemuan besar serta selalu waspada saat mengunjungi bank atau ATM.


Pihak Kedubes juga menganjurkan agar warganya di Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda yang bisa menarik perhatian, seperti memakai perhiasan atau jam tangan mahal, dan tidak melawan upaya perampokan secara fisik. 


Dan juga selalu memantau perkembangan situasi terkini dari berbagai media lokal.


(*)

AS Was-was Terorisme di RI, Jenderal Intelijen Polri Jangan Kecolongan
Sabtu, April 10, 2021

On Sabtu, April 10, 2021

AS Was-was Terorisme di RI, Jenderal Intelijen Polri Jangan Kecolongan
BENTENGSUMBAR.COM - Peringatan dini yang dikeluarkan Kedubes AS soal ancaman terorisme di Indonesia perlu disikapi Polri. Jenderal intelijen Polri jangan sampai kecolongan.


Ind Police Watch (IPW) mendesak Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri bekerja keras dan membuat langkah langkah nyata untuk membersihkan kantong-kantong terorisme dan radikalisme di negeri ini.


Kabaintelkam Polri yang kini dijabat jenderal bintang tiga, Komjen Paulus Waterpauw mesti merespons peringatan dini Kedubes AS.


Sarang Terorisme


Keluarnya peringatan dini Kedubes AS agar warganya menghindari mal, kerumunan, dan tempat tempat hiburan karena ancaman teroris di Indonesia masih tinggi, perlu disikapi Polri dengan membersihkan sarang sarang terorisme dan radikalisme yang bisa mengancam ketertiban umum.


“IPW mendesak Kabaintelkam Polri perlu bergerak bersihkan kantong terorisme dan radikalisme, tujuannya agar kelompok terorisme tidak punya ruang gerak untuk beraksi,” ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, dalam keterangannya Jumat 9 April 2021.


Sebab dalam peringatan dininya yg dikeluarkan 7 April itu, Kedubes AS menyebutkan, pasca terjadinya teror bom di Makassar pada 28 Maret dan teror penembakan di Mabes Polri pada 31 Maret, ancaman terorisme di Indonesia masih tinggi.


Potensi ancaman teroris memang masih tinggi. Di Jabodetabek misalnya, sejumlah kantong teroris sudah diacak acak polisi, tapi di kawasan Depok, Tangsel, dan Tangerang belum berhasil ringkus.


Jenderal Intelijen Polri Jangan Kecolongan


Dari pendataan IPW sedikitnya ada 11 daerah yang rawan teroris di Indonesia, yakni Jakarta, Jabar, Jateng, Jogja, Jatim, Papua, Sulsel, Sulteng, Lampung, Sumut, dan Banten.


Di Banten berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan polisi. Antara lain mengumpulkan kiai kampung, penyuluh agama, dan guru madrasah di seluruh Banten.


“Tujuannya agar faham radikalisme, terorisme dan intoleransi bisa diminimalisir. Bahkan dialog dengan eks napi teroris (napiter) aktif dilakukan,” kata dia.


Misalnya, Yayasan Lingkar Perdamaian bersama Polda Banten, pekan lalu melakukan seminar kebangsaan dan agrokultural.


Seminar ini dilakukan untuk mengubah mindset anggota Yayasan Lingkar Perdamaian dan Bina Insan Mandiri yang sebagian besar adalah napiter.


Lewat dialog, diskusi, dan seminar diharapkan para eks napiter bisa mandiri, bisa maju dan yang terpenting bisa membantu mereka untuk keluar dari zona merah. Sehingga mereka kembali menyatu dengan masyarakat dan bisa bersahabat dengan aparat untuk menjaga Kamtibmas.


Artinya, selain memburu kantong-kantong terorisme, para Kapolda juga perlu aktif membina para eks napiter agar keluar dari zona merah.


“Begitu juga Intelkam Polri jangan sampai kecolongan lagi dari ulah teroris. Dengan pagar betis yg maksimal negeri ini tidak terus menerus menjadi bulan bulanan aksi terorisme dan radikalisme,” kata Neta.


Source: HopsID

Pabrik Cina di Myanmar Kembali Dibakar, Aparat Tembak Mati Tujuh Demonstran
Jumat, April 09, 2021

On Jumat, April 09, 2021

Pabrik Cina di Myanmar Kembali Dibakar, Aparat Tembak Mati Tujuh Demonstran
BENTENGSUMBAR.COM - Pasukan Myanmar menembaki pengunjuk rasa anti-kudeta pada Rabu, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai beberapa lainnya, ketika sebuah pabrik milik Cina dibakar di ibu kota komersial Yangon dan para aktivis membakar bendera Cina.


Jenderal Min Aung Hlaing, pemimpin junta militer, mengatakan gerakan pembangkangan sipil telah "menghancurkan" Myanmar.


Lebih dari 580 orang telah tewas, menurut sebuah kelompok aktivis, sejak kudeta militer 1 Februari yang mengakhiri periode singkat demokrasi yang dipimpin sipil.


Protes dan pemogokan nasional terus berlanjut sejak itu meskipun militer menggunakan kekuatan mematikan untuk memadamkan perlawanan.


Pasukan keamanan melepaskan tembakan pada hari Rabu terhadap demonstran di kota barat laut Kale ketika mereka menuntut pemulihan pemerintah sipil Aung San Suu Kyi, kata seorang penduduk, dilaporkan Reuters, 7 April 2021.


Media lokal mengutip saksi yang mengatakan ada korban dan tembakan berulang kali. Media Mizzima dan Irrawaddy mengatakan lima orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka.


Warga Kale mengatakan, informasi itu diberikan kepadanya oleh para saksi yang memotret lima jenazah.


Sementara Myanmar Now melaporkan delapan orang tewas dan 20 terluka di Kale.


Reuters tidak dapat memverifikasi jumlah korban secara independen.


Dua pengunjuk rasa tewas di kota Bago dekat Yangon, Myanmar Now melaporkan.


Sementara kebakaran terjadi di Pabrik Garmen JOC milik Cina di Yangon pada hari Rabu, menurut laporan berita dan Departemen Pemadam Kebakaran mengatakan. Tidak ada laporan korban jiwa dan tidak ada rincian tingkat kerusakan.


Di lingkungan Yangon lain, aktivis membakar bendera Cina, menurut gambar yang beredar di Facebook.


Cina dipandang demonstran Myanmar mendukung junta militer, dan bulan lalu ada serangan pembakaran terhadap 32 pabrik yang diinvestasikan Cina di Yangon.


Pada Selasa tiga gedung pemerintah: gedung pengadilan, gedung Kantor Departemen Administrasi Umum (GAD) cabang di Pinlebu, dan bekas kantor auditor jenderal, dibakar pada Selasa, menurut laporan Myanmar Now.


"Gedung pengadilan dan kantor GAD sudah lama dibangun dengan kayu," kata seorang penduduk setempat kepada Myanmar Now. "Tapi kantor polisi tidak mudah terbakar," kata warga lainnya, menambahkan bahwa pos polisi itu baru dibangun dengan semen."


Jenderal Senior Min Aung Hlaing, kepala junta, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Rabu bahwa gerakan pembangkangan sipil atau CDM telah menghentikan pekerjaan rumah sakit, sekolah, jalan, perkantoran dan pabrik.


"Meski protes dilakukan di negara tetangga dan komunitas internasional, namun tidak merusak bisnis," ujarnya. "CDM adalah aktivitas untuk menghancurkan negara."


Menurut kelompok advokasi Association for Political Prisoners (AAPP), 581 orang, termasuk puluhan anak-anak, telah ditembak mati oleh pasukan dan polisi dalam kerusuhan hampir setiap hari sejak kudeta Myanmar, dan pasukan keamanan telah menangkap hampir 3.500 orang, dengan 2.750 masih tertahan. 


(*)

Senat Prancis Setujui Aturan yang Melarang Mahasiswa Muslim Shalat di Kampus
Jumat, April 09, 2021

On Jumat, April 09, 2021

Senat Prancis Setujui Aturan yang Melarang Mahasiswa Muslim Shalat di Kampus
BENTENGSUMBAR.COM - Senat Prancis, Rabu, 7 April 2021, menyetujui penambahan pasal larangan praktik keagamaan di lingkungan universitas dalam rancangan undang-undang (RUU) kontroversial yang bertujuan melawan separatisme Islam.


Dalam pembahasan RUU tersebut, partai berhaluan kanan-tengah Les Republicains (LR), mengusulkan penambahan klausul melarang kegiatan salat di lingkungan universitas serta aktivitas keagamaan yang bisa menghambat kegiatan pendidikan.


Meskipun senator partai kiri Parti de Gauche serta Menteri Pendidikan Jean Michel Blanquer keberatan dengan penambahan klausul tersebut, RUU tetap disetujui oleh Senat karena suara senator sayap kanan lebih dominan.


Melansir kantor berita Anadolu, Kamis, 8 April 2021, RUU tersebut menuai kritik karena dinilai diskriminatif terhadap muslim. Poin-poin dalam RUU sangat kentara menargetkan pemeluk Islam di lingkungan pendidikan. Ini semakin menambah tekanan di hampir setiap aspek kehidupan umat Islam Prancis.


RUU kontroversial itu bahkan ditengarai bisa mengatur kepengurusan masjid serta urusan keuangan organisasi non-pemerintah milik muslim. Regulasi itu juga membatasi pilihan pendidikan komunitas muslim, yakni dengan mencegah keluarga memberikan pendidikan di rumah kepada anak-anak.


Begini Penampakan Kampus Khusus Perempuan di Korsel


Hal lain, pasien rumah sakit dilarang memilih dokter berdasarkan jenis kelamin karena alasan agama. 


RUU tersebut diperkenalkan oleh Presiden Emmanuel Macron pada tahun lalu untuk melawan separatisme Islam.


Pada 16 Februari, Majelis Nasional Prancis menyetujui RUU tersebut yang kemudian diperdebatkan lagi di Senat pada 30 Maret. RUU masih akan dibahas kembali di Majelis Nasional untuk disetujui.


(*)

Tujuh Warga Sipil Kena Sasaran Petugas, Total Korban Tewas Di Myanmar Capai 581 Orang
Kamis, April 08, 2021

On Kamis, April 08, 2021

Tujuh Warga Sipil Kena Sasaran Petugas, Total Korban Tewas Di Myanmar Capai 581 Orang
BENTENGSUMBAR.COM - Jumlah korban warga sipil di Myanmar bertambah setelah pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa sehingga tujuh orang tewas.


Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyebut ada 581 warga sipil yang tewas sejak militer mengambil alih kekuasaan pada 1 Februari. Puluhan di antara mereka adalah anak-anak.


Dalam unjuk rasa di Kale pada Rabu, 7 April 2021, pasukan keamanan tidak segan melepaskan tembakan. 


Media setempat melaporkan lima orang tewas dan beberapa lainnya terluka.


Sementara dua korban tewas lainnya berada di Kota Bago yang terletak di dekat Yangon.


Dilaporkan Reuters, pada hari yang sama, para pengunjuk rasa di Yangon juga melakukan aksi pengrusakan di sebuah pabrik garmen milik China.


Masih di Yangon, aktivis bahkan membakar bendera China.


Dianggap mendukung junta militer, banyak properti milik pengusaha China menjadi sasaran pengunjuk rasa. 


Totalnya ada 32 pabrik yang diivestasikan oleh China di Yangon yang menjadi target pengrusakan.


Source: RMOL

Analis Israel: Iran Mempermalukan Amerika dengan Tidak Memperdulikannya di Wina
Kamis, April 08, 2021

On Kamis, April 08, 2021

Analis Israel: Iran Mempermalukan Amerika dengan Tidak Memperdulikannya di Wina
BENTENGSUMBAR.COM - Seorang analis militer senior Israel mengatakan Republik Islam "menghina" orang-orang penting Amerika Serikat tentang Iran dengan menolak untuk berbicara dengannya selama negosiasi nuklir di Wina.


"Orang yang bertanggung jawab atas arsip Iran dalam pemerintahan Amerika sedang duduk di Wina dan orang Iran menghinanya dan menolak untuk berbicara dengannya," Amos Yadlin, direktur pusat studi keamanan domestik di Universitas Tel Aviv mengatakan kepada radio militer Israel pada hari Rabu .


Pembicaraan dimulai pada hari Selasa antara Iran dan penandatangan yang tersisa dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), kesepakatan nuklir 2015 antara Republik Islam dan kekuatan dunia.


Delegasi Amerika juga berada di Wina, tetapi tim yang dipimpin oleh Robert Malley, utusan khusus untuk Iran, tidak ambil bagian dalam pembicaraan karena Iran telah mengesampingkan keterlibatan langsung atau tidak langsung dengan Washington selama sanksi belum dicabut.


AS meninggalkan JCPOA pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi yang telah dicabut oleh kesepakatan itu. 


Iran telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan melakukan pembicaraan baru dengan Washington kecuali jika menghapus semua larangan dalam satu langkah dan dengan cara yang dapat diverifikasi.


Baik sebelum dan selama pembicaraan Wina, Republik Islam itu menegaskan kembali posisinya, menekankan bahwa ia tidak akan terlibat dalam pembicaraan langsung atau tidak langsung dengan AS saat menghadiri perundingan di ibu kota Australia.


Presiden AS Joe Biden telah menyatakan kesediaan Washington untuk kembali ke kesepakatan tetapi sejauh ini tidak mengambil tindakan praktis untuk tujuan tersebut.


Source: islamtimes.org

Putin Sahkan UU yang Izinkan Maju Lagi dalam Pilpres Rusia
Kamis, April 08, 2021

On Kamis, April 08, 2021

Putin Sahkan UU yang Izinkan Maju Lagi dalam Pilpres Rusia
BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani undang-undang (UU) yang mengizinkannya mencalonkan diri kembali sebagai presiden pada Senin, 5 April 2021. Saat ini Putin tengah menjalani periode kedua masa pemerintahannya.


Seperti dikutip laman kantor berita Rusia, TASS, sejumlah ketentuan UU dikembangkan atas dasar amandemen undang-undang dasar (UUD). Salah satu amandemen baru yang diperkenalkan adalah pembatasan jumlah masa jabatan presiden untuk satu orang.


Ini berlaku untuk presiden pejawat terlepas dari masa jabatan presiden sebelumnya dan memungkinkan kepala negara saat ini bersaing dalam pemilihan presiden dua kali.


Selain itu, UU mengatakan, salah satu syarat utama untuk menjabat sebagai presiden adalah setiap warga negara Rusia yang berusia tidak kurang dari 35 tahun dan telah tinggal di wilayah negara tersebut selama tidak kurang dari 25 tahun. Mereka tidak boleh memiliki riwayat memiliki kewarganegaraan atau izin tinggal permanen di negara lain.


Aturan itu tidak berlaku bagi orang Rusia yang sebelumnya memiliki kewarganegaraan negara lain dan akhirnya diterima di Federasi Rusia sesuai dengan hukum konstitusional federal. Dengan adanya UU tersebut, Putin dimungkinkan untuk tetap memerintah hingga 2036.


Putin, yang telah berkuasa selama lebih dari dua dekade atau lebih lama dari pemimpin Uni Soviet Josef Stalin, mengatakan akan memutuskan apakah bakal mencalonkan diri kembali sebagai presiden pada 2024.


Pada Juli tahun lalu, Rusia melakukan pemungutan suara untuk mengubah konstitusi. Di dalamnya termasuk ketentuan yang mengatur ulang batas masa jabatan presiden. Perubahan itu distempel badan legislatif.


Amandemen konstitusi juga menekankan keutamaan hukum Rusia atas norma-norma internasional, melarang pernikahan sesama jenis, dan menyebutkan "kepercayaan pada Tuhan" sebagai nilai inti.


Hampir 78 persen pemilih menyetujui amandemen konstitusi selama pemungutan suara yang berlangsung selama sepekan dan berakhir pada 1 Juli. Jumlah pemilih adalah 68 persen. Setelah pemungutan suara, anggota parlemen Rusia secara metodis memodifikasi UU nasional, menyetujui UU yang relevan.


(*)

10 Kelompok Pemberontak Bersatu, Kompak Tolak Kudeta Junta Myanmar
Minggu, April 04, 2021

On Minggu, April 04, 2021

10 Kelompok Pemberontak Bersatu, Kompak Tolak Kudeta Junta Myanmar
BENTENGSUMBAR.COM - Gerakan anti-kudeta militer terus menarik banyak dukungan. Bahkan kelompok-kelompok pemberontak terbesar mulai bersuara, menyatakan dukungan untuk warga.


AFP melaporkan, 10 kelompok pemberontak di Myanmar bertemu secara virtual untuk membahas situasi negaranya yang kian kacau, di mana petugas keamanan tidak segan menggunakan kekuatan pada warga sipil.


"Para pemimpin dewan militer harus dimintai pertanggungjawaban," ujar pemimpin kelompok pemberontak Dewan Pemulihan Negara Bagian Shan, Jenderal Yawd Serk pada Sabtu, 3 April 2021.


Data dari Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menunjukkan sudah ada lebih dari 550 orang yang tewas sejak militer merebut kekuasaan pada 1 Februari.


Serangan militer tidak hanya ditujukan kepada pengunjuk rasa, tetapi juga kelompok-kelompok pemberontak yang mengusai wilayah perbatasan.


Pekan lalu, junta mengumumkan gencatan senjata selama sebulan dengan kelompok etnis bersenjata. Pengumuman tersebut tidak mencakup penghentian kekuatan mematikan terhadap demonstrasi anti-kudeta.


Namun Yawd Serk mengatakan gencatan senjata tersebut membutuhkan pasukan keamanan untuk menghentikan "semua tindakan kekerasan", termasuk terhadap pengunjuk rasa.


"Saya ingin menyatakan bahwa (10 kelompok) dengan tegas mendukung orang-orang yang menuntut diakhirinya kediktatoran," tegasnya.


Source: RMOL

Pembekuan Darah, 7 Orang Meninggal di Inggris Usai Divaksin AstraZeneca
Minggu, April 04, 2021

On Minggu, April 04, 2021

Pembekuan Darah, 7 Orang Meninggal di Inggris Usai Divaksin AstraZeneca
BENTENGSUMBAR.COM - Tujuh orang telah meninggal di Inggris karena pembekuan darah yang tidak biasa setelah mendapatkan vaksin Oxford-AstraZeneca.


Kematian tujuh orang tersebut dikonfirmasi oleh regulator obat Inggris, MHRA kepada BBC.


Seperti dilansir BBC, Sabtu, 3 April 2021, secara total, 30 orang dari 18 juta orang yang telah divaksinasi hingga 24 Maret mengalami pembekuan darah ini. Masih belum jelas apakah itu hanya kebetulan atau efek samping nyata dari vaksin tersebut.


Badan Pengatur Produk Kesehatan dan Obat-obatan (MHRA) mengatakan bahwa manfaat terus melebihi risiko apa pun. Namun, kekhawatiran telah menyebabkan negara-negara lain termasuk Jerman, Prancis, Belanda dan Kanada membatasi penggunaan vaksin hanya untuk orang tua.


Data yang dirilis MHRA pada Jumat (2/4) waktu setempat menunjukkan 22 kasus trombosis sinus vena serebral (CVST) yang merupakan salah satu jenis pembekuan darah di otak.


Ini disertai dengan rendahnya tingkat trombosit, yang membantu pembentukan pembekuan darah, di dalam tubuh. MHRA juga menemukan masalah pembekuan lainnya di samping tingkat trombosit yang rendah pada delapan orang.


Sekarang MHRA telah mengkonfirmasi, melalui email ke BBC, bahwa "sayangnya tujuh orang telah meninggal".


Dr June Raine, kepala eksekutif MHRA, mengatakan: "Manfaatnya ... dalam mencegah infeksi COVID-19 dan komplikasinya terus lebih besar daripada risikonya dan masyarakat harus terus mendapatkan vaksin mereka ketika diundang untuk melakukannya."


Investigasi sedang dilakukan untuk menentukan apakah vaksin AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah yang sangat langka tersebut. Awal pekan ini, European Medicines Agency mengatakan "tidak terbukti, tapi mungkin".


Ada dua masalah yang menimbulkan kecurigaan. Yang pertama adalah sifat gumpalan yang tidak biasa, termasuk rendahnya tingkat trombosit dan antibodi langka dalam darah yang telah dikaitkan dengan gangguan pembekuan lainnya.


"Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa vaksin dapat menjadi faktor penyebab dalam kasus CVST yang jarang dan tidak biasa ini, meskipun kami belum mengetahui hal ini, jadi diperlukan lebih banyak penelitian," kata Prof David Werring, dari UCL Institute of Neurology. 


(*)

Duh! Istri Pejabat Nongol di Belakang Saat Suami Rapat Virtual, Tanpa Sehelai pun!
Sabtu, April 03, 2021

On Sabtu, April 03, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Banyak kejadian tak terduga yang bisa terjadi ketika seseorang melakukan VIrtual Meeting di Zoom. Seperti yang dialami oleh seorang pejabat yang mengalami hal malu karena sang istri terlihat bugil ketika ia melakukan meeting virtual.

Pertemuan Zoom komite Covid-19 itu pun harus dihentikan. Istri salah satu pejabat Afrika Selatan muncul dalam keadaan telanjang di belakangnya.

Pejabati itu diketahui adalah Xolile Ndevu, anggota Dewan Nasional Pemimpin Tradisional, sebuah lembaga yang terdiri dari 23 pemimpin adat.

Awalnya, Ndevu sedang berbicara tentang kematian akibat Covid-19 di provinsi Eastern Cape dalam rapat virtual tersebut, Selasa, 30 Maret 2021.

Namun, ketika ia menjelaskan bagaimana pemerintah Eastern Cape berkomunikasi dengan dokter setempat, istrinya tiba-tiba muncul di belakang tanpa busana.

Dalam video yang beredar, sejumlah rekan kerjanya pun tertawa terbahak-bahak. Sedangkan ketua komite Faith Muthambi dengan cepat langsung turun tangan dan menghentikan rapat.

"Inkosi, orang-orang di belakang Anda tidak berpakaian pantas. Kami melihat segalanya," kata rekannya.

"Tolong, Inkosi, apakah kamu memberi tahu mereka bahwa kamu sedang rapat. Sangat mengganggu apa yang kami saksikan," kata yang lainnya.

Dilansir Daily Mirro, Ndevu pun terlihat menutupi wajahnya dengan tangannya dan meminta maaf atas ulah istrinya.

"Saya sangat menyesal. Saya fokus pada kamera dan bukan di belakang saya. Saya sangat malu," kata Ndevu.

Kemudian, keesokan harinya, Ndevu mengatakan bahwa teknologi Zook terbilan baru baginya sehingga belum begitu terlatih.

"Teknologi Zoom ini baru bagi kami dan kami tidak pernah dilatih," ujarnya.

Ndevu menjelaskan bahwa pertemuan itu dimulai sekitar pukul 7 malam dan seharusnya siap pada pukul 10 malam.

Tapi karena 'molor', ia pun terpaksa pindah ke kamar tidur. Dan di saat itulah sang istri sedang mandi.

"Karena pertemuan berlanjut setelah jam 10 malam, istri saya masuk untuk menggunakan kamar mandi dan tidak menyadari bahwa saya telah menyalakan video tersebut. Saya minta maaf," kata Ndevu menjelaskan.


(*)

AS Sebut Blokir Internet Papua Pelanggaran HAM di Era Jokowi
Sabtu, April 03, 2021

On Sabtu, April 03, 2021

AS Sebut Blokir Internet Papua Pelanggaran HAM di Era Jokowi
BENTENGSUMBAR.COM - Amerika Serikat (AS) merilis laporan tahunan terkait deretan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di setiap negara yang terjadi selama 2020, termasuk Indonesia. Salah satu yang disinggung adalah pembatasan akses internet Papua yang terjadi di era pemerintahan Joko Widodo.


Dalam laporan setebal 38 halaman itu, AS menyinggung langkah pemerintah yang kerap membatasi akses komunikasi seperti internet untuk meredam pergolakan, salah satunya saat kerusuhan di Papua pada Agustus dan September 2019.


Pada Juni 2020, beberapa NGO dan aktivis Papua juga melaporkan pemblokiran diskusi daring terkait isu Papua. AS juga menyinggung serangan peretasan terhadap setidaknya empat media Indonesia setelah merilis publikasi yang berisi kritikan terhadap penanganan pandemi virus corona (Covid-19) oleh pemerintah.


Sebagai contoh, AS menjabarkan peretasan yang dialami Tempo.com pada Agustus 2020. Situs Tempo.com diretas dengan tampilan tulisan "hentikan hoax, jangan bohongi rakyat Indonesia, kembali kepada kode etik jurnalistik yang benar".


Peretasan yang sama juga terjadi pada situs berita Tirto.id setelah menerbitkan artikel mengkritik Badan Intelijen Negara (BIN) dan keterlibatan angkatan bersenjata dalam merumuskan pengobatan Covid-19. Sejumlah artikel terkait isu itu pun hilang seketika.


Sebelumnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memutus Presiden Jokowi dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate melakukan perbuatan melawan hukum terkait pemblokiran atau pelambatan koneksi internet di Papua pada 2019.


Dalam sidang putusan, Majelis hakim PTUN menilai alasan Kominfo menggunakan diskresi karena kekosongan hukum, juga tidak tepat. Sebab, dalam kebijakan yang sifatnya membatasi HAM seperti dalam pembatasan pemblokiran internet ini hanya dibolehkan dengan undang-undang, bukan dengan aturan hukum lebih rendah dari itu.


Undang-undang yang bisa dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembatasan hak, yaitu Undang Undang tentang Keadaan Bahaya tidak digunakan pemerintah dalam menangani penyebaran informasi hoax rusuh Papua.


Hakim juga menilai pemutusan akses internet tidak sesuai dengan pengaturan pembatasan HAM yang diatur dalam Konstitusi dan sejumlah konvensi hak asasi manusia lainnya.


Sejumlah aktivis juga menyebut pemblokiran akses internet di Papua dan Papua Barat melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).


Salah satunya di Pasal 43 ayat 3 institusi terkait bisa melakukan pemutusan akses jika dilakukan penyitaan terhadap 'benda digital' (website dan akun media sosial) yang diduga dapat mengganggu kepentingan umum.


Pemblokiran internet di Papua saat itu dilakukan pemerintah melalui Kominfo menyusul pecahnya aksi unjuk rasa di beberapa wilayah Papua seperti Fakfak, Sorong, Manokwari, dan Jayapura. Aksi demonstrasi besar-besaran itu kemudian berujung ricuh.


Namun Menkominfo Johnny G. Plate berkilah pemerintah Jokowi tidak memiliki kemampuan teknis untuk memutus akses internet dan pelambatan akses bandwidth internet Papua.


Johnny juga enggan mengatakan pembatasan dan pemutusan yang dilakukan oleh operator seluler adalah sebuah arahan dan instruksi dari pemerintah.


Dalam laporan yang dirilis Kementerian Luar Negeri AS pada Selasa, 30 Maret 2021, Gedung Putih menjabarkan belasan pelanggaran HAM di Indonesia, mulai dari kekerasan dan pembunuhan di luar hukum oleh aparat keamanan di Papua, hingga diskriminasi penegak hukum terhadap kaum LGBT dan masyarakat adat.


"Pelanggaran HAM yang sedang berlangsung di berbagai negara ini menyebabkan kerusakan yang tak terhitung jauh di luar perbatasan negara tersebut. Pelanggaran HAM yang tak terkendali di mana pun dapat menimbulkan rasa impunitas di mana-mana," kata Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken, dalam kata sambutannya dilaporan tersebut. 


(*)

Viral Pendeta Ngaku Bisa Sembuhkan Orang Sakit dengan Kentut di Wajah Jemaat
Sabtu, April 03, 2021

On Sabtu, April 03, 2021

Viral Pendeta Ngaku Bisa Sembuhkan Orang Sakit dengan Kentut di Wajah Jemaat
BENTENGSUMBAR.COM - Seorang pendeta di Afrika Selatan mendadak viral karena mengklaim dapat menyembuhkan orang-orang yang menderita penyakit parah dengan metode yang tidak biasa, yaitu hanya dengan kentut di wajah jemaat.


Pendeta bernama Christ Penelope itu menerima siapa saja yang ingin berobat dengannya di Gereja SevenFold Holy Spirit di Giyani, Limpopo, Afrika Selatan. 


Foto-foto yang memperlihatkan saat dia duduk dan kentut di wajah jemaat menuai kritik berbagai kalangan. Namun, dia tetap berkeras membuka praktik yang terdengar lucu itu.


Penelope mengatakan, dia hanya perlu kentut di wajah pasien, tepatnya di dekat lubang hidung mereka untuk melepaskan “roh suci” melalui kentutnya. 


Dia juga mengklaim, kentutnya itu bisa memberikan “mukjizat” penyembuhan menakjubkan yang berasal dari “kekuatan Tuhan”.


Geram dengan ulah Penelope, baru-baru ini beberapa pendeta mengutuk aksi tersebut. Tokoh agama yang menentang metode aneh tersebut mengatakan, Penelope tidak seharusnya duduk di atas wajah jemaat. 


Caranya itu dinilai mencederai rumah ibadah dan justru membuat pengunjung tidak nyaman.


“Ini jelas-jelas salah. Tidak pernah Tuhan menganjurkan kita untuk duduk di atas muka orang lain untuk menyembuhkan penyakit. Pendeta tentu harus menunjukkan apa yang ada di dalam Alkitab, bukan hal konyol dari dalam pikirannya sendiri,” ujar pendeta Jacob Sibiya, dikutip India Times, Kamis, 1 April 2021.


Senada dengan kritikan itu, seorang perempuan berusia 40 tahun memutuskan berhenti menghadiri ibadat di gereja ketika dia melihat Penelope duduk dan kentut di wajah temannya. 


“Itu tidak pantas. Saya ke sini butuh doa, bukan kentut,” kata dia.


(*)

Pria Bawa Pisau dan Teriak Dukung Teroris Ditangkap di Masjidil Haram
Jumat, April 02, 2021

On Jumat, April 02, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Seorang pria tiba-tiba saja mengacungkan sebuah pisau dan meneriakkan slogan yang mendukung kelompok teroris di Masjidil Haram, Mekah pada Selasa, 30 Maret 2021 waktu setempat. 

Aksi nekatnya itu berhasil diatasi dan petugas keamanan berhasil mengamankan pelaku.

Seperti dilansir dari Arab News dan The National News, Jumat, 2 April 2021, pria itu diketahui meneriakkan ekspresi mendukung kelompok dan organisasi teroris usai diselenggarakan sholat Ashar di lantai pertama Masjidil Haram.

"Pasukan Keamanan menangkap pria tersebut segera dan prosedur hukum telah diambil terhadapnya," kata juru bicara kepolisian Mekah.

Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Sheikh Abdul Rahman Al Sudais, mengatakan 'penggunaan ekspresi ekstremis rasis berada di luar doktrin agama Islam'.

"Tidak menghormati kesucian tempat ibadah. Tuhan telah menjadikan Masjidil Haram sebagai tempat ibadah, termasuk shalat, tawaf dan melaksanakan haji," ujar Sudais.

Tidak ada korban yang dilaporkan akibat kejadian tersebut.

Source: detikcom