Opini

PARLEMEN

Sports

Dunia

IKLAN DI ATAS FEED
Menlu AS ke Indonesia Pekan Depan, Bakal Dialog dengan GP Ansor, Mau Ngapain?
Kamis, Oktober 22, 2020

On Kamis, Oktober 22, 2020

Menlu AS ke Indonesia Pekan Depan, Bakal Dialog dengan GP Ansor, Mau Ngapain?
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada pekan depan.


Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada press briefing, Kamis, 22 Oktober 2020. 


Dia mengatakan salah satu agenda Pompeo kali ini adalah bertemu dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk membahas isu umat beragama dan peradaban.


"AS adalah salah satu mitra penting Indonesia. Indonesia ingin terus membangun kemitraan kokoh yang saling menguntungkan dan saling menghormati dengan AS," ujarnya.


Dia mengatakan tujuan Sekretaris Pompeo ke Tanah Air adalah untuk membangun hubungan bilateral kedua negara. 


Kuatnya hubungan kedua negara ditunjukkan kegiatan saling kunjung pejabat di dua negara.


Seperti diketahui, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memenuhi undangan Menteri Pertahanan AS Mark Esper ke Washington pada 16 Oktober.


Agenda kunjungan ini di antaranya membicarakan diplomasi pertahanan, seperti keamanan regional dan pertahanan bilateral.


Dikutip dari situs resmi pemerintah AS, Pompeo akan melakukan lawatan ke beberapa negara seperti India, Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia pada 25 - 30 Oktober.


"Sekretaris Pompeo akan mengunjungi Jakarta untuk menyampaikan komentar publik dan bertemu dengan mitra Indonesia-nya untuk menegaskan visi kedua negara terkait Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka."


Sebelumnya, Pompeo dalam konferensi pers di Departemen Luar Negeri bahwa Amerika Serikat, mengatakan akan meluncurkan dialog tentang China dengan Uni Eropa pada Jumat, 23 Oktober 2020, dan dirinya akan memulai perjalanan ke India, Sri Lanka, Maladewa dan Indonesia.


Dia berharap pertemuan dengan para pejabat di negara yang dikunjunginya, termasuk Indonesia, akan mencakup diskusi tentang bagaimana negara bebas dapat bekerja sama untuk menggagalkan ancaman yang ditimbulkan oleh Partai Komunis China.


Sumber: kabar24

Surat Kabar Prancis Mohon Perlindungan Usai Terbitkan Kartun Nabi Muhammad
Kamis, Oktober 22, 2020

On Kamis, Oktober 22, 2020

Surat Kabar Prancis Mohon Perlindungan Usai Terbitkan Kartun Nabi Muhammad
BENTENGSUMBAR.COM - La Nouvelle Republique, surat kabar daerah di Prancis, mengaku menerima ancaman di media sosial setelah mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad pada halaman muka.


Pada 18 Oktober 2020, koran La Nouvelle Republique menerbitkan ulang sketsa gambar Nabi Muhammad dari majalah Charlie Hebdo yang menyoroti ancaman dari kelompok ekstremis Islam, menyusul pembunuhan guru Prancis bernama Samuel Paty pada pekan lalu.


Jurnalis media tersebut, Christophe Herigault, mengatakan kepada BFM TV pada Rabu, 21 Oktober 2020 bahwa pihaknya mendapatkan reaksi positif atas penerbitan itu--dengan dalih kebebasan berpendapat dan demokrasi, namun sejumlah komentar lainnya bernada ancaman.


"Ada empat sampai lima ancaman, khususnya di Facebook, yang membuat kami mengajukan permohonan yudisial sebagai jalan satu-satunya," ujar Herigault.


Pembunuhan Samuel Paty disinyalir juga terkait dengan kasus kartun Nabi--yang dalam kepercayaan Islam, gambaran apapun dari Nabi Muhammad merupakan penistaan.


Paty dipenggal pada siang hari di luar sekolahnya di pinggiran kota Paris oleh remaja 18 tahun. 


Sebelum insiden itu dia menunjukkan kartun seorang pria telanjang yang dia sebut Nabi Muhammad kepada muridnya di kelas untuk mencontohkan kebebasan berekspresi. 


Tindakan tersebut memicu kemarahan orang tua murid Muslim.


Polisi kemudian menembak mati pelaku pemenggalan. Peristiwa yang terjadi pada Paty itu menjadi sorotan di Prancis, serupa dengan penyerangan maut di kantor majalah Charlie Hebdo yang terjadi lima tahun silam.


Sumber: Antara

Jokowi Tolak Permintaan Pentagon Jadikan Indonesia Pangkalan Militer AS
Rabu, Oktober 21, 2020

On Rabu, Oktober 21, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Indonesia menolak permintaan Amerika Serikat untuk menjadi pangkalan militer AS.

Presiden Joko Widodo telah menolak permintaan Amerika Serikat untuk menjadikan wilayah Indonesia sebagai pangkalan bagi pesawat-pesawat mata-mata P-8 Poseidon. 

Reuters  Selasa, 20 Oktober 2020 melaporkan, AS melakukan pendekatan tingkat tinggi ke Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Indonesia, sebelum Presiden Joko Widodo menolak permintaan tersebut.

Permintaan itu diajukan AS di tengah meningkatnya ketegangan dengan Beijing di Laut China Selatan. 

Pesawat P-8 merupakan alat mata-mata kunci AS dalam memantau aktivitas militer Cina di Laut Cina Selatan yang  diklaim oleh Beijing.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membantah teritorial Indonesia telah dijadikan lokasi pangkalan militer China, seperti yang dilaporkan Amerika Serikat.

Retno menjamin, seluruh wilayah NKRI masih terjaga secara baik dan tidak bisa dijadikan pangkalan militer oleh negara mana pun termasuk Cina.

Sebab, prinsip politik luar negeri Indonesia adalah non-blok.

"Secara tegas saya ingin menekankan, sesuai garis politik luar negeri Indonesia. Maka wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan sebagai basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara manapun," tegas Menlu Retno saat konferensi pers di Jakarta, Jumat, 4 September 2020.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku), Sufmi Dasco Ahmad menepis isu Cina akan membangun pangkalan militer di wilayah Indonesia, seperti yang dirilis dalam laporan tahunan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat.

Menurutnya, sesuai dengan kebijakan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia tidak akan menjadi wilayah pangkalan militer negara manapun.

Awal bulan lalu, laporan tahunan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon yang bertajuk "Military and security Development Involving the people's Republic  of China 2020" menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu negara sebagai lokasi pangkalan militer Cina.

Pentagon juga menyebut negara lain seperti: Myanmar, Thailand, Singapura, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab, Kenya, Seychelles, Tanzania, Angola, dan Tajikistan.

Berdasarkan laporan Pentagon yang dirilis pada 1 September 2020 menyebutkan Cina ingin memperluas infrastruktur dan logistik militernya untuk angkatan laut, udara dan darat.

Sumber: PARS TODAY

Tegas! Polisi Johor Gerebek Kantor Pusat Hizbut Tahrir
Selasa, Oktober 20, 2020

On Selasa, Oktober 20, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kuala Lumpur-Polisi Johor akan menggerebek pusat kelompok ideologi Hizbut Tahrir Malaysia (HTM) di negara bagian itu, dalam waktu dekat.

Kepala Polisi Johor Ayob Khan Mydin Pitchay mengatakan, untuk itu pihaknya akan menjalin kerja sama erat dengan Departemen Agama Islam Johor (JAINJ).

Dia mengatakan, pihaknya juga telah mengidentifikasi 45 dari 80 orang yang mengikuti ideologi di negara bagian tersebut, serta pemimpinnya, Kepala HTM Negara Bagian Johor Sallahuddin Mashkuri. 

“Saya akan bekerja dengan JAINJ sebentar lagi. Meski sekarang bukan kewenangan polisi untuk menindak, tapi saya pastikan JAINJ mengambil tindakan tegas dan tidak ada peringatan lagi," jelasnya.

“Kami akan menyerang pusat Hizbut Tahrir di Skudai. Saya akan bantu JAINJ untuk menyerang, tunggu dan lihat,” katanya kepada wartawan usai Sidang Bulanan Markas Besar Polisi Kontingen Johor, di Johor Bahru, hari ini.

Dia mengatakan hal ini ketika diminta untuk mengomentari pernyataan yang diunggah di situs resmi HTM kemarin, yang mengklaim bahwa Ketua Komite Urusan Agama Islam negara bagian Tosrin Jarvanthi dan Kapolres Johor telah memfitnah HTM, karena bertentangan dengan Islam.

Mengomentari lebih lanjut, Ayob Khan mengatakan tidak ada masalah pencemaran nama baik, karena dia memberikan pernyataan berdasarkan fatwa agama Islam negara bagian Johor, yang dikeluarkan dengan persetujuan Sultan Johor Sultan Ibrahim Almarhum Sultan Iskandar.

Padahal, menurutnya, HTM memiliki ciri ajaran sesat seperti Daesh, selain telah mengeluarkan pamflet termasuk melabeli negara Islam modern kufur, dan akan melawan sistem demokrasi.

“Pemahaman ini memiliki ciri ajaran sesat seperti Daesh, hanya saja belum angkat senjata, jadi jangan sampai kita tumbuh,” ujarnya.

Selain negara bagian Johor, fatwa negara lain seperti Selangor, Pahang, Sabah, Penang dan Kuala Lumpur juga dengan jelas menyatakan perbuatan salah Hizbut Tahrir, bahkan negara lain termasuk Rusia, Tunisia, Bangladesh, Yordania dan Suriah, juga mengidentifikasi ideologi tersebut sebagai menyesatkan dan bisa. mengancam keamanan nasional.

Pada 1 Oktober, Ayob Khan dikabarkan mengatakan bahwa pihaknya sedang memantau pergerakan pengikut HTM yang dapat ditahan berdasarkan Undang-Undang Pelanggaran Keamanan (Tindakan Khusus) 2012 (SOSMA), jika mereka ditemukan mengganggu kedamaian dan keharmonisan komunitas di negara bagian tersebut. 

Saat itu, meski tidak dilakukan penangkapan, pihaknya sudah menerima 17 laporan polisi terkait gerakan tersebut, dan sudah membuka berkas penyidikan.

Sumber: Harakatuna.com

Sumpah Presiden Macron: Kaum Islamis Tidak akan Tidur Nyenyak di Prancis!
Senin, Oktober 19, 2020

On Senin, Oktober 19, 2020

Sumpah Presiden Macron: Kaum Islamis Tidak akan Tidur Nyenyak di Prancis!
BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengadakan pertemuan dengan dewan pertahanan negara, menyusul serangan mematikan terhadap seorang guru sejarah di pinggiran kota Paris.


"Para Islamis tidak akan tidur nyenyak di Prancis. Ketakutan akan berpindah sisi," kata Macron dalam pertemuan yang diadakan Minggu malam, dikutip dari Sputnik News, Senin, 19 Oktober 2020.


Menurut BFMTV, mulai hari ini, pemeriksaan akan dilakukan terhadap penulis 80 postingan di media sosial yang menyatakan dukungan untuk penyerang.


Kemarin, ribuan orang turun ke jalan untuk mengikuti aksi demonstrasi di seluruh Prancis. Pawai dilakukan sebagai solidaritas dukungan terhadap guru bernama Samuel Paty.


Pria berusia 47 tahun itu jadi korban pembunuhan seorang pemuda 18 tahun yang disebut-sebut sebagai ekstrimis islam.


Pemuda asal Chechnya, Rusia itu memenggal kepala Samuel Paty di luar sekolah di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris, Jumat, 16 Oktober 2020.


Remaja 18 tahun itu membunuh Paty setelah sang guru menunjukkan karikatur nabi Muhammad kepada murid-muridnya saat pelajaran sekolah.


Tersangka yang diidentifikasi sebagai Abdullakh Anzorov, telah ditembak mati oleh polisi Prancis tak lama setelah serangan itu.


Pada Sabtu, jumlah orang yang ditangkap bertambah menjadi 10. Polisi menyelidiki kemungkinan kaitan dengan kelompok ekstremis Islam.


Sebelum mengecam ekstrimis islam, Emmanuel Macron secara terbuka membela dan berada di sisi yang sama dengan mendiang guru sejarah itu.


Menurut Macron, apa yang dilakukan sang guru hanyalah mengajarkan tentang kebebasan pandangan dan pendapat. Dia mengutuk tersangka pembunuhan tersebut.


Saat mengunjungi sekolah tempat guru itu mengajar di kota Conflans-Saint-Honorine, Macron mengatakan "seluruh bangsa" siap membela guru dan bahwa "obskurantisme tidak akan menang".


"Salah satu rekan kami dibunuh hari ini karena dia mengajar ... kebebasan untuk percaya atau tidak," kata Macron dikutip Channel News Asia (CNA), Sabtu, 17 Oktober 2020.


Dia mengatakan serangan itu seharusnya tidak memecah belah Prancis karena itulah yang diinginkan para ekstremis. Guru itu dikabarkan tewas dipenggal di dekat sekolah.


“Kita harus berdiri bersama sebagai warga negara,” tegas Macron.


(*)

Bill Gates Ungkap Kapan Pandemi Covid Berakhir dan Hidup Normal
Sabtu, Oktober 10, 2020

On Sabtu, Oktober 10, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pendiri Microsoft Bill Gates pandemi corona akan berakhir dan kehidupan kembali normal pada akhir 2021 jika vaksin Covid-19 manjur. Sayangnya prediksi ini hanya untuk negara maju atau negara kaya.

"Pada akhir tahun depan Anda dapat melihat segalanya kembali mendekati normal - itu skenario terbaik," ujar Bill Gates dalam acara The Wall Street Journal CEO Council, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 9 Oktober 2020.

"Kami masih belum tahu apakah vaksin ini akan berhasil," terang Bill Gates. "Butuh waktu juga untuk meningkatkan kapasitas [produksi vaksin]. Jadi, alokasi di AS, dan antara AS dan negara lain akan menjadi poin perdebatan paling atas."

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Pfizer/BioNTech dan AstraZeneca/Oxford University adalah dua kandidat terkemuka dalam perlombaan untuk menjadi yang pertama mendapatkan persetujuan otoritas Barat.

Kepala World Health Organization (WHO) mengatakan kemungkinan vaksin corona guna melawan COVID-19 mungkin sudah siap pada akhir tahun. Namun WHO tak menyebut vaksin mana yang akan siap lebih dulu. WHO mencatat ada 200 lebih vaksin yang sedang dikembangkan ilmuwan di seluruh dunia.

Jika 2021 hidup normal bagi negara maju, negara lain bagaimana? Belum ada prediksi. Bisa saja pandemi berlangsung lebih lama. Ini semua tergantung dari ketersediaan vaksin bagi negara berkembang dan negara miskin.

Sebelumnya, Bill Gates mengkritik aksi para negara maju yang memborong vaksin eksperimental. Para negara maju ini menyuntikkan dana ke perusahaan vaksin untuk pengembangan vaksin dan untuk memesan vaksin corona ditemukan.

Hal ini membuat negara berkembang dan miskin kesulitan dapat vaksin karena tak memiliki dana besar seperti negara maju untuk memesan vaksin.

Bulan lalu Bill & Melinda Gates Foundation menandatangani perjanjian dengan 16 perusahaan farmasi, yang menurut Gates berkomitmen mereka untuk meningkatkan produksi pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan memastikan bahwa vaksin yang disetujui mencapai distribusi luas sedini mungkin.

Sumber: CNBC Indonesia

Menlu RI Ingatkan China: Kami akan Melawan Negara Partai Komunis atas Klaim Militer Mereka di LCS
Sabtu, Oktober 10, 2020

On Sabtu, Oktober 10, 2020

Menlu RI Ingatkan China: Kami akan Melawan Negara Partai Komunis atas Klaim Militer Mereka di LCS
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi, melontarkan pernyataan tegas mengenai krisis Laut China Selatan. Indonesia menegaskan tidak akan mundur sedikit menghadapi tekanan China.


Pernyataan tersebut diucapkan Menlu Retno dalam wawancara dengan media Singapura, Channel News Asia, Kamis, 8 Oktober 2020. 


Menlu mengatakan Indonesia kerap dirugikan oleh manuver kapal-kapal ikan China yang dikawal kapal penjaga pantai Beijing memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE).


"Kami akan terus menegakkan prinsip kami melawan negara Partai Komunis atas klaim militer mereka," kata Menlu Retno merujuk pada China yang dipimpin oleh Partai Komunis.


China dan Indonesia sepakat bekerja sama dalam pengembangan vaksin Covid-19. Namun demikian, Menlu memastikan hal tersebut tidak akan mempengaruhi sikap Indonesia mengenai perairan yang disengketakan.


"Saya bisa menjawab dengan tegas, setegas mungkin. Tidak!," lanjutnya.


"Itu dua hal yang berbeda dan ketika bekerja sama, bukan kerjasama yang timpang hanya menguntungkan satu pihak, dalam hal ini Indonesia," ujarnya.


Bulan lalu, patroli Badan Keamanan Laut (Bakamla) Indonesia berulang kali mengusir kapal ikan dan penjaga pantai China yang berada di Perairan Natuna.


"Tapi setelah kita berkomunikasi, lewat jalur diplomatik, kapal itu pindah. Saya yakin ini bukan yang terakhir kali terjadi. Mungkin akan terulang lagi," pungkasnya.


Sengketa Laut China Selatan melibatkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Beijing menggunakan dasar sembilan garis putus-putus (nine dash line) sebagai acuan laut teritorial mereka.


Situasi makin memanas setelah Amerika Serikat menuduh China membahayakan negara-negara di Asia-Pasifik dengan mengirimkan kapal perangnya ke perairan sengketa Laut China Selatan.


(by/inews)

Gawat, Ratusan Orang Indonesia Terancam Perang Armenia-Azerbaijan
Sabtu, Oktober 03, 2020

On Sabtu, Oktober 03, 2020

Gawat, Ratusan Orang Indonesia Terancam Perang Armenia-Azerbaijan
BENTENGSUMBAR.COM - Pecahnya Perang Armenia-Azerbaijan tak hanya mengancam warga sipil kedua negara. Akan tetapi, konfrontasi bersenjata yang melibatkan dua negara pecahan Uni Soviet ini juga membahayakan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Azerbaijan.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari News.am, Perang Armenia-Azerbaijan kembali meletus pada 27 September 2020 lalu. Dalam data yang diperoleh VIVA Militer dari situs resmi Kementerian Pertahanan Azerbaijan, tercatat sudah ada 2.300 korban jiwa dalam peperangan.

Lantas, bagaimana nasib Warga Negara Indonesia yang berada di wilayah Azerbaijan? 

Mengutip laporan lain dari Yeni Safak, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baku menyatakan ada 130 orang WNI yang ada di Azerbaijan. Sementara itu, menurut Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Ukraina di Kiev, ada dua orang Indonesia yang berada di Armenia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, seluruh WNI baik yang berada di Azerbaijan maupun di Armenia dalam kondisi selamat dan sehat. Teuku juga berpesan kepada seluruh WNI di Azerbaijan dan Armenia, untuk mematuhi seluruh peraturan pemerintah setempat dan menjaga hubungan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia.

"Semua Warga Negara Indonesia selamat," ucap Teuku.

Di samping itu, Teuku juga menunjukkan sikap Indonesia dalam memandang konflik yang terjadi di wilayah Nagorno-Karabakh itu. Menurut Teuku, Armenia dan Azerbaijan diharapkan segera melakukan gencatan senjata dan menggelar dialog secara damai. Hal tersebut harus dilakukan sesuai dengan hukum internasional dan resolusi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Indonesia juga meminta kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan Pakta Minsk, yang difasilitasi oleh OSCE (Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa)," kata Teuku menambahkan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Nagorno-Karabakh masih memanas. Pasukan Angkatan Bersenjata Azerbaijan yang dibantu militer Turki, terus bersiaga. Sementara itu, pasukan Armenia yang sempat terpukul tengah merancang strategi untuk melakukan serangan balasan.

(viva)

Semua Produk Turki Diboikot Arab Saudi, Ekonomi Langsung Terpukul
Sabtu, Oktober 03, 2020

On Sabtu, Oktober 03, 2020

Semua Produk Turki Diboikot Arab Saudi, Ekonomi Langsung Terpukul
BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Arab Saudi secara resmi melarang produk Turki, setelah tekanan yang dilakukan selama berbulan-bulan terhadap bisnis lokal, untuk tidak berdagang dengan Ankara sebagai bagian dari embargo 'rahasia'. 

Larangan yang mulai berlaku pekan ini ditujukan untuk memberikan pukulan pada ekonomi Turki.

"Pelanggan kami terbiasa dengan produk Turki, mereka puas. Namun mereka tidak dapat membeli barang-barang kami lagi. Mereka mengatakan mengirimkannya kepada kami melalui negara ketiga," kata seorang pengusaha Turki.

Arab Saudi telah menekan bisnis lokal untuk tidak berdagang dengan Turki dan industrinya, sebagai upaya untuk meningkatkan boikot. 

Menurut laporan dari Middle East Eye, Kerajaan Saudi juga telah mencegah truk yang membawa buah dan sayuran segar melintasi perbatasan Saudi.

Surat kabar Turki, Dunya, juga melaporkan bahwa pemerintah Saudi telah menghubungi bisnis individu dan memerintahkan mereka untuk tidak berdagang dengan perusahaan Turki atau membeli produk apa pun yang dibuat Turki. 

Pemerintah Saudi akan memberikan denda bagi perusahaan mana pun yang mengabaikan perintah ini.

Hubungan kedua negara memburuk setelah negara itu bersama Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. 

Konflik juga meruncing setelah pembunuhan atas jurnalis Jamal Khasoggi di Istanbul pada Oktober 2018.

(WE)

Istri Cantik Presiden Azerbaijan Sapa Erdogan di Tengah Perang Armenia
Jumat, Oktober 02, 2020

On Jumat, Oktober 02, 2020

Istri Cantik Presiden Azerbaijan Sapa Erdogan di Tengah Perang Armenia
BENTENGSUMBAR.COM - Dukungan penuh Turki kepada Azerbaijan dalam konflik melawan Armenia, mendapatkan sanjungan dari Wakil Presiden Azerbaijan, Mehriba Aliyeva.

Aliyeva yang juga merupakan istri Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menyampaikan ucapan terima kasihnya khusus untuk Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Dalam berita VIVA Militer, Rabu 30 September 2020, pasukan Angkatan Bersenjata Azerbaijan disebut berhasil memukul mundur sejumlah pasukan Armenia.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengklaim, telah berhasil membunuh 2.300 prajurit Armenia dan menghancurkan sejumlah kendaraan tempur dan artileri.

Sementara itu, pesawat tempur F-16 Fighting Falcon Angkatan Udara Turki (THK) juga dikabarkan berhasil menembak jatuh dua unit jet tempur Sukhoi Su-25 militer Armenia.

Keberhasilan pasukan gabungan Azerbaijan yang didukung militer Turki, disambut baik oleh Aliyeva.

Meski Perang Armenia-Azerbaijan belum usai, Aliyeva tak segan untuk mengungkapkan kekagumannya kepada Erdogan.

Aliyeva mengatakan, bukti solidaritas Turki memotivasi semangat rakyat di seluruh Azerbaijan.

"Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih yang dalam kepada saudara-saudara di Turki dan secara pribadi kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan. Solidariras dan dukungan mereka membangitkan rasa bangga di setiap wilayah Azerbaijan hari ini," kata Aliyeva dikutip VIVA Militer dari Yeni Safak.

Selain itu, Aliyeva juga memastikan bahwa saat ini pasukan Azerbaijan mati-matian berjuang untuk mempertahankan kedaulatan negaranya.

Wanita cantik berusia 56 tahun juga mengeskan, Azerbaijan akan selalu memberikan respons saat Armenia mencoba melakukan serangan.

"Ada lagi provokasi bersenjata Armenia yang digagalkan! Untuk mempertahankan tanah air, Angkatan Bersenjata Azerbaijan melakukan operasi kontra-ofensif yang sukses, dan membebaskan wilayah pendudukan Azerbaijan," ucap Aliyeva melanjutkan.

Pasca Perang Armenia-Azerbaijan kembali meletus pada 27 September 2020 lalu, pemerintah Azerbaijan menyatakan situasi darurat perang di beberapa kota dan wilayahnya.

Militer Azerbaijan dikerahkan menyusul pendudukan wilayah oleh pasukan Armenia di Nagorno-Karabakh.

(viva)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *