PILIHAN REDAKSI

Viral! Ditilang Di Bali, Ratu Kecantikan Estonia Sebut Polisi Habiskan Uang Turis

BENTENGSUMBAR.COM - Bule di Bali kembali bikin ulah. Kali ini Miss Global Estonia 2022 Valeria Vasilieva menyebut polisi mengha...

Advertorial

Media Asing Soroti Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura: Ajarannya Tak Bisa Diterima Singapura
Rabu, Mei 18, 2022

On Rabu, Mei 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Penahanan dan 'pengusiran' Ustaz Abdul Somad dari Singapura mendapat sorotan dari media asing.

Tidak hanya itu, Channel News Asia juga menyoroti alasan Singapura menolak penceramah kondang asal Indonesia tersebut.

Semua itu tertuang dalam artikel berjudul "Pengkhotbah Indonesia Abdul Somad Batubara, yang dikenal karena ajaran 'ekstremis dan segregasi', ditolak masuk ke Singapura' pada Selasa, 17 Mei 2022.

"Enam orang yang bepergian dengan Abdul Somad Batubara juga tidak diizinkan memasuki Singapura. Semuanya, yang telah tiba di Terminal Feri Tanah Merah, ditempatkan di atas kapal feri kembali ke Batam," tutur Channel News Asia.

Mereka kemudian mengungkapkan alasan Ustaz Abdul Somad ditolak masuk ke kawasan negara Singapura.

"Somad telah dikenal untuk mengajarkan ajaran 'ekstremis dan segregasionis', yang 'tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura', kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan," kata Channel News Asia.

Setelah itu, mereka membeberkan contoh-contoh sikap Ustaz Abdul Somad yang dinilai tidak bisa diterima Singapura.

"Misalnya, Somad telah berkhotbah bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'martir'," ujar Channel News Asia.

"Dia juga telah membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti orang Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal 'jin (roh/setan)', kata MHA," ucapnya menambahkan.

Tidak hanya itu, Ustaz Abdul Somad juga dinilai telah menyebut nonmuslim sebagai orang kafir secara terbuka.

"Kementerian mengatakan bahwa setiap kasus dinilai berdasarkan manfaatnya sendiri," tutur Channel News Asia.

"MHA berkata 'Sementara Somad telah berusaha memasuki Singapura seolah-olah untuk kunjungan sosial, Pemerintah Singapura mengambil pandangan serius tentang setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi'," katanya menambahkan, dikutip Pikiran-Rakyat.com pada Rabu, 18 Mei 2022.

Sebelumnya, dalam unggahan foto dan video di media sosial pribadinya, Ustaz Abdul Somad menginformasikan suasana sedang berada di ruangan yang mirip penjara.

Dia memperlihatkan dirinya sedang berada di sebuah ruangan berwarna putih dengan atap kawat.

Dia pun menginformasikan suasana sedang berada di ruangan kecil dengan luas 1x2 meter dan dikurung seperti di dalam penjara.

Dalam keterangannya, Ustaz Abdul Somad menerangkan bahwa dia tengah berada di imigrasi Singapura.

Kondisi yang dia unggah adalah ketika dirinya ditahan sebelum dideportasi imigrasi dari Singapura.

"UAS di ruang 1x2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore," kata Ustaz Abdul Somad, Senin, 16 Mei 2022.

Singapura Ungkap Alasan Tolak UAS: Sebarkan Ceramah Ekstrem, Bom Bunuh Diri di Konflik Palestina-Israel Dianggap Syahid
Rabu, Mei 18, 2022

On Rabu, Mei 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Singapura buka suara mengenai alasan penolakan masuk Ustaz Abdul Somad (UAS). Mereka menyatakan, pelarangan tersebut terkait ceramah UAS yang dipandang ekstrem oleh Singapura.

Keterangan tersebut disampaikan Pemerintah Singapura di situs Kementerian Dalam Negeri.

Kementerian itu menyebut, beberapa ceramah UAS menyebarkan ajaran ekstrem dan perpecahan.

"Somad diketahui menyebarkan ceramah ekstrem dan segregasi yang tidak dapat diterima oleh masyarakat multi-ras dan multi-agama di Singapura," ujar keterangan Kemendagri Singapura yang dikirimkan Dubes Singapura Anil Kumar Nayar lewat pesan kepada kumparan.

"Contohnya, Somad ceramah mengenai bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Palestina-Israel dan dapat dianggap syahid. Dia juga berkomentar yang merendahkan agama lain, seperti Salib Kristen dianggap sebagai tempat tinggal jin kafir. Somad juga secara terbuka menyebut non-Muslim kafir," sambung dia.

Kemendagri Singapura menegaskan, setiap pengunjung tidak otomatis atau berhak bisa masuk ke negaranya.

"Setiap kasus dinilai berdasarkan cirinya sendiri. Sementara Somad mencoba masuk Singapura dengan berpura-pura kunjungan sosial, Pemerintah Singapura memiliki pandangan serius terhadap setiap orang yang menganjurkan kekerasan atau mendukung ekstremisme dan segregasi. Somad dan rombongan perjalanannya ditolak masuk Singapura," sambung mereka.

UAS berencana masuk Singapura pada Senin (16/5) lalu. Ia datang melalui feri dari pelabuhan di Batam. 

Dalam pernyataannya, UAS menegaskan perjalanan ke Singapura dalam rangka liburan bukan pengajian atau tablig.

UAS pun sempat menanyakan alasan kenapa ditolak masuk Singapura. 

Sumber: Kumparan

Kerap Sebut Agama Lain Kafir Alasan Singapura Tolak Ustaz Abdul Somad Masuk
Rabu, Mei 18, 2022

On Rabu, Mei 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura mengonfirmasi menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS). Alasannya karena ia dinilai kerap menyebarkan ajaran ekstremisme.

"Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi (atau pemisahan), yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama seperti Singapura," kata MHA dalam pernyataan tertulisnya, Selasa, 17 Mei 2022.

Misalnya, kata MHA, Somad mengatakan, bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'.

"Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal 'jin (roh/setan) kafir'. Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir," lanjut MHA.

MHA mengatakan, Somad tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada 16 Mei 2022 dari Batam dengan enam teman perjalanan. Somad diwawancarai, setelah itu kelompok tersebut ditolak masuk ke Singapura dan ditempatkan di feri kembali ke Batam pada hari yang sama.

“Pengunjung tidak dapat secara otomatis atau memiliki hak langsung masuk ke Singapura. Setiap kasus dinilai berdasarkan kemampuannya sendiri," tegas MHA.

Mereka menambahkan, Somad berusaha memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial.

"Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi," ujar MHA.

Ustaz Abdul Somad mengaku dideportasi dari Singapura. Ia tak tahu alasannya kenapa.

"Info bahwa saya dideportasi dari Singapura itu sahih, betul, bukan hoaks," ucap dia dalam Youtube hai guys official.

Ustaz Abdul Somad menyatakan bahwa mereka ke Singapura dalam rangka liburan. Namun, tiba-tiba dirinya tak diizinkan lewat oleh pihak imigrasi.

"Begitu selesai, mau keluar, baru tas itu ditarik masuk," ucap dia.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura angkat bicara terkait kasus Ustaz Abdul Somad. 

KBRI Singapura menyatakan bahwa Somad tidak diizinkan masuk Singapura karena tidak memenuhi kriteria warga asing untuk berkunjung ke negara itu.

"Jadi, tidak dideportasi karena beliau belum masuk Singapura," kata Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari Harjana, dilansir dari Medcom.id, Selasa, 17 Mei 2022.

Ratna mengatakan, pihak KBRI Singapura mendapat informasi tersebut dari kantor imigrasi Singapura (ICA).

"Intinya adalah hak masuk dan tidaknya warga negara asing ke suatu negara adalah kedaulatan negara tersebut," tuturnya.

Hal ini, kata Ratna, sama seperti yang kerap dilakukan Pemerintah Indonesia untuk menolak kunjungan warga negara asing (WNA) ke Indonesia. (*)

Aat Surya Safaat: Israel Terapkan Politik Apartheid
Selasa, Mei 17, 2022

On Selasa, Mei 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Bidang Luar Negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aat Surya Safaat menilai, penembakan terhadap Shireen Abu Akleh, wartawati Palestina di Jenin, Tepi Barat wilayah Palestina pada 11 Mei 2022 yang diduga kuat dilakukan oleh tentara Israel kembali membuktikan bahwa Israel menerapkan politik apartheid.

“Saya bahkan sependapat dengan Direktur Kantor Amnesty International di  Jerusalem yang menyatakan bahwa penembakan terhadap Wartawati Pelestina itu benar-benar membuktikan Zionis Israel bukan hanya menerapkan politik apartheid, tetapi juga bersikap rasis terhadap warga Palestina,” katanya di Jakarta, Senin (16/5/2022) malam.

Ketua Bidang Luar Negeri SMSI mengemukakan keterangan tersebut dalam “Webinar MINA Talks” edisi khusus Peringatan Hari Nakbah Palestina ke-74 dengan tema "Peran wartawan di medan konflik: Rekam jejak kejahatan Israel terhadap insan Pers". 

Selain Aat, webinar tersebut juga menghadirkan pembicara Direkur Kantor Amnesty International di Jerusalem Saleh Hijazi dan Koresponden Kantor Berita Mina di Palestina Mohammad Shaaban yang menggantikan Shadah Hanasiyah, Wartawati Palestina yang menjadi saksi kasus penembakan terhadap Wartawati Al-Jazeera Shireen Abu Akleh.

Shadah berhalangan hadir karena dihalang-halangi bahkan dianiaya tentara Israel saat akan tampil pada webinar yang dilaksanakan dalam rangka memperingari Hari Nakbah Palestina ke-74 itu. Hari Nakbah Palestina adalah hari pertama kalinya pengusiran Warga Palestina oleh Israel yang biasa diperingati setiap tanggal 15 Mei.

Ketua Bidang Luar Negeri SMSI lebih lanjut mengemukakan, Amerika dan negara-negara Eropa menerapkan politik standar ganda. Negara-negara Barat itu segera menerapkan sanksi terhadap Russia yang melakukan penyerangan ke Ukraina, tetapi mereka tidak melakukan pembelaan apapun kepada rakyat Palestina yang terus menerima kekejaman tentara Zionis Israel.  

Terkait penembakan terhadap Shireen Abu Akleh, Aat meminta Amnesty International segera melaporkan kasus pembunuhan itu ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court) agar pelakunya diganjar dengan hukuman yang setimpal sehingga kasus serupa tidak terulang lagi terhadap jurnalis yang harus dilindungi di medan perang sekalipun.

Pada webinar tersebut sebelumnya tampil Direkur Kantor Amnesty International di Jerusalem Saleh Hijazi yang menyatakan bahwa penembakan terhadap Wartawati Al-Jazeera yang berkewarganegaraan Palestina dan Amerika Shireen Abu Akleh itu membuktikan Zionis Israel bukan hanya menerapkan politik apartheid, tetapi juga bersikap rasis terhadap warga Palestina.

Apartheid merupakan politik yang diterapkan untuk membedakan perlakuan terhadap ras dan suku, dalam hal ini membedakan warga Palestina dengan warga Israel, dimana warga Israel mendapat hak istimewa dibanding warga Palestina, dan apartheid adalah suatu kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana didefinisikan dalam Statuta Roma dan Konvensi Apartheid.

Kekerasan demi kekerasan yang dilakukan rezim Zionis Israel di Palestina hingga kini menggambarkan sistem apartheid Israel yang memungkinkan berlanjutnya kekerasan negara tanpa hukuman.

Laporan Amnesty International setebal 182 halaman yang diumumkan 2 Februari 2022 juga menemukan bukti-bukti yang memberatkan bahwa Israel harus dimintai pertanggungjawaban karena melakukan kejahatan apartheid terhadap warga Palestina.

Saleh Hijazi juga mengemukakan, kasus penembakan Shireen Abu Akleh menambah panjang daftar wartawan yang tewas dalam tugas liputan perang, dan seperti yang sudah-sudah, kasus pembunuhan Shireen kemungkinan juga bakal lenyap begitu saja jika tidak ada pihak yang menindaklanjutinya secara hukum.

“Oleh karena itu kami siap melaporkannya ke Mahkamah Kriminal Internasional serta meminta adanya penyelidikan yang menyeluruh terhadap kasus penembakan tersebut,” katanya sambil menambahkan bahwa Shireen sebelumnya sering melaporkan kekejaman tentara Israel terhadap warga Palestina.

Shireen diberitakan meninggal dunia akibat terkena tembakan di bagian wajah saat meliput penyerbuan tentara Israel ke kamp pengungsi di Jenin pada 11 Mei 2022. Wartawati berusia 51 tahun itu disebutkan sudah mematuhi prosedur peliputan perang, yaitu memakai rompi anti peluru bertuliskan PRESS dan mengenakan helm.

Tetapi segala prosedur tersebut menjadi tak berarti saat sebutir peluru menembus wajah Shireen, hingga menewaskannya. Banyak kalangan menilai, penembakan Shireen bukan sebuah ketidaksengajaan. Sangat mungkin dia sengaja dibidik sebagai target, mengingat hanya satu peluru yang mengena tepat di bagian tubuh Shireen yang terbuka, yaitu bagian wajahnya. (*)

Penulis Buku di Inggris yang Kritik Jokowi Senang Berdiskusi dengan Anies di London
Sabtu, Mei 14, 2022

On Sabtu, Mei 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Mantan peneliti Lowy Institute Australia, Benjamin “Ben” Bland menyempatkan diri dengan berdiskusi bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam acara yang dibuat Chatham House, di London, Inggris.

Ben Bland adalah orang yang sempat bikin heboh di Indonesia sebab pernah menulis buku Man of Contradictions. Di sana, ia mengupas kontradiksi presiden Jokowi.

Secara garis besar, Ben menyebut pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi, "menunjukkan banyak sifat terburuk seperti mengabaikan nasihat ahli, kurangnya kepercayaan pada masyarakat sipil, dan kegagalan untuk mengembangkan strategi yang koheren".

Dilansir dari The Sydney Morning Herald, Kamis (13/8/2020), muncul dua juta pengangguran baru sebab sikap Jokowi dalam menangani pandemi.

Selain mengkritik perihal pandemi, Bland juga menyebut Jokowi “tertarik untuk menarik investasi dari siapapun yang memiliki uang tunai paling banyak” demi mencapai tujuan ekonomi domestiknya.

Untuk saat ini, pihak “itu adalah China yang sedang membangun jalan, jembatan, pembangkit listrik, dan pelabuhan di seluruh Indonesia, selain jalur rel Jakarta-Bandung yang terkenal”.

Kini pria lulusan Universitas Cambridge itu, terlihat bersampingan dengan Anies. Tampak ia menyimak ucapan Anies. 

Bahkan tak segan, ia memuji kedtaangan mantan Menteri Pendidikan di periode pertama Jokowi tersebut.

"Senang menjadi tuan rumah seorang pemimpin politik Indonesia yang penting dalam acara
@ChathamHouse pertama saya. Saya ingin membawa lebih banyak membahas persoalan Asia Tenggara ke dalam program kami," tulis Ben Bland dalam akun Twitter-nya. 

Anies pun membalas. "Terima kasih sudah menerima saya. Itu adalah diskusi yang menyenangkan dan produktif," tandasnya.

Sumber: ERA.id

Indonesia Jadi Pilihan Utama Investasi Amerika Serikat di ASEAN, Ini Penyebabnya
Jumat, Mei 13, 2022

On Jumat, Mei 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Rosan Roeslani menyebut bahwa Indonesia saat ini menjadi pilihan utama investasi dan perdagangan dari Amerika Serikat ketimbang negara-negara lain di ASEAN. Sebab, skala ekonomi yang dimiliki begitu besar.

"Kita pun menikmati adanya shifting dari beberapa industri yang memang mereka keluar dari China dan salah satunya ke Indonesia. Walaupun mereka juga ada beberapa negara ASEAN, tapi Indonesia itu bisa saya bilang selalu pilihan utama," kata Rosan dalam konferensi pers terkait rangkaian KTT ASEAN-AS di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (13/5).

Menurut Rosan, Indonesia memiliki daya tarik dari bonus demografi yang dimiliki, jumlah populasi, skala bisnis dan juga posisi Indonesia sebagai Presiden G20 pada tahun ini.

Karena itu,d ia meyakini Indonesia dapat meraih target peningkatan nilai perdagangan hingga USD 60 miliar dengan AS pada 2024.

"Kita lihat dari perdagangan kita, itu mencapai target USD 60 miliar pada 2024. Jadi tinggal dua tahun lagi. Tapi kalau dilihat dari trennya InsyaAllah ini bisa tercapai ini pada tahun 2024 dan di 2025," ujarnya.

Minta Perdagangan Ditingkatkan

Presiden Jokowi meminta agar nilai perdagangan dan investasi dengan AS terus ditingkatkan. 

Salah satu upaya untuk meraih peningkatan nilai perdagangan dan investasi itu dengan mendongkrak daya saing produk dan iklim bisnis di Indonesia.

Rosan juga menyampaikan para pengusaha di AS menyambut baik Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja. 

Produk legislasi itu dinilai mencerminkan keberlanjutan reformasi struktural perekonomian di Indonesia.

"Efek dari Omnibus Law ini luar biasa dari segi perdagangan dan investasi, dan itu sangat diapresiasi dari berbagai pihak, sektor swasta, pemangku kepentingan dan tentunya dunia usaha," ujarnya.

Hingga 2021, nilai perdagangan Indonesia-AS meningkat 36 persen menjadi USD 37 miliar. Sedangkan nilai investasi meningkat 75 persen mencapai USD 2,5 miliar.

Sumber: Merdeka

Hina Nabi Muhammad di WAG, Mahasiswi Dikeyorok hingga Tewas oleh Teman-temannya
Jumat, Mei 13, 2022

On Jumat, Mei 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Seorang mahasiswi di Nigeria tewas setelah dikeroyok teman-temannya.

Penyebabnya, perempuan itu menghina Nabi Muhammad SAW melalui pesan di grup WhatsApp.

Peristiwa tersebut terjadi di Sekolah Tinggi Pendidikan Shehu Shagari, Negara Bagian Sokoto. 

Otoritas setempat langsung menutup kampus karena kasus penistaan agama itu keburu menyebar dan memicu kemarahan. Apalagi pelaku diketahui non-Muslim.

Kepolisian setempat sejauh ini telah menangkap dua orang sehubungan dengan kasus pembunuhan terhadap mahasiswi yang belakangan diketahui bernama Deborah Samuel itu.

"Ada grup WhatsApp digunakan para mahasiswa dan teman-teman (korban) mengunggah pesan tentang Islam. Dia mengkritik posting-an itu," kata seorang saksi yang meminta namanya tak disebutkan, dikutip dari Reuters, Jumat (13/5/2022).

Disebutkan mahasiswi itu lalu mengunggah pesan audio di grup WhatsApp yang isinya menghujat Nabi Muhammad. Inilah yang menjadi pemicu kekerasan.

Korban sempat diamankan oleh pihak kampus ke pos keamanan, namun kemarahan para mahasiswa tak bisa dibendung.

"Para mahasiswa membawanya secara paksa dari ruang keamanan di mana dia sempat disembunyikan oleh otoritas kampus, membunuhnya, kemudian membakar bangunan itu," kata Sanusi Abubakar, juru bicara kepolisian setempat.

Pihak keamanan kampus dan polisi berupaya mengevakuasi korban namun gagal karena banyaknya para mahasiswa.

"Polisi menembakkan gas air mata ke arah para mahasiswa kemudian melepaskan tembakkan ke udara untuk membubarkan mereka, tapi menolak," kata seorang mahasiswa.

Sementara itu Sekolah Tinggi Pendidikan Shehu Shagari mengeluarkan pernyataan, menutup kampus sampai waktu yang tak ditentukan.

Sumber: iNews

Ratusan Triliun Rupiah Dana Abadi Seakan tak Berarti, Timor Leste Diprediksi akan Jadi Negara Mati 10 Tahun Lagi, Xanana Gusmao: Lebih Baik Kita Lari Saja
Kamis, Mei 12, 2022

On Kamis, Mei 12, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ratusan Triliun Rupiah Dana Abadi Seakan tak Berarti, Timor Leste Diprediksi akan Jadi Negara Mati 10 Tahun Lagi.

Sejarah Timor leste merdeka dimulai pada 1999, saat dilakukan Referendum pemisahan diri Timor Timur diizinkan Presiden BJ Habibie.

Baru pada 20 Mei 2002, terbentuklah negara Timor Leste sebagai negara dengan kedaulatan penuh, lepas dari Republik Indonesia.
Bertahun-tahun setelah merdeka, Mantan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao membeberkan permasalahan pokok negara itu, kemiskinan.

Gusmao mengaku, pesimis rakyat Timor Leste akan keluar dari zona krisis kemiskinan.

Ia mengungkapkan, Timor Leste memiliki dana abadi dengan nominal ratusan triliunan rupiah.

Dana itu, katanya, sekarang tersimpan di Bank New York, Amerika Serikat.

Namun dia mengatakan, meski dana ratusan triliun rupiah itu cair, 10 tahun mendatang Timor Leste akan menjadi negara yang mati.

Diberitakan The Oekui Post, laporan trimestral dari Banco Central Timor Leste (BCTL), beberapa waktu lalu mengumumkan, jumlah dana perminyakan Timor Leste yang tersimpan di Bank New York sebesar 18,4 miliyar dolar AS (Rp 273 triliun – kurs Rp 14.840).

Mulai 2021, Pemerintah Timor Leste akan menggunakan uang simpanan itu sebagai kebutuhan belanja negaranya sebesar 1,4 miliyar dolar AS atau Rp 20,77 triliun.

Sehubungan dengan hal itu, banyak orang yang mulai prihatin terhadap keberlanjutan kondisi keuangan Timor Leste.

Sebuah seminar digelar di negara itu untuk mendiskusikan segala prioritas anggaran nasional Timor Leste.

Dalam acara itu, mantan PM dan juga pejabat kharismatik Timor Leste, Xanana Gusmao percaya, negaranya memiliki uang yang disimpan di Bank New York.

Gusmao juga sangat percaya, Rancangan Anggaran Negara akan lolos di tingkat parlemen.

Lantaran, memiliki suara mayoritas. “Anggaran bisa saja lolos,"
"Tetapi, prosedurnya yang bermasalah,” katanya.

Ia menambahkan, dana perminyakan masih ada.

Tetapi menurutnya, jika pemerintahan Taur Matan Ruak memimpin hingga 10 tahun lagi, semua orang Timor Leste akan mati.

Dia mengambil contoh, untuk membayar hotel yang digunakan untuk karantina, bayar catering, juga tidak tahu cara kelola uang.

Pemeritahan itu juga tutup mata dalam menganggarkan proyek yang bersifat emergensi, seperti pandemi Covid-19.

“Ini artinya, selama 10 tahun mereka tetap memimpin, lebih baik kita lari saja entah kemana."

"Kalau 10 tahun mereka memimpin, kotamadya jangan disebutkan,” katanya.

Gusmao menyebutkan, hampir dua tahun lebih pemerintahan yang dipimpin PM Taur Matan Ruak tidak memiliki anggaran negara, hingga saat ini.

Padahal sejak 22 tahun silam, tepatnya pada 1999, UNDP sangat berperan dalam melakukan pemulihan usai negeri itu memilih merdeka dari Indonesia.

Sejak lepas dari Indonesia dan menjadi sebuah negara merdeka, hingga saat ini, Timor Leste sama sekali belum menunjukkan perkembangan ekonomi yang memuaskan.

Sumber: Suar.id

Duh, Remaja Perempuan Ini malah Diperkosa Polisi saat Melaporkan Kasus Pemerkosaan
Sabtu, Mei 07, 2022

On Sabtu, Mei 07, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Seorang remaja perempuan 13 tahun di Uttar Pradesh, India, menjadi korban pemerkosaan pejabat kepolisian. 

Saat itu dia mendatangi kantor polisi untuk melaporkan kasus pemerkosaan yang dialaminya, namun justru kembali menjadi korban.

Kepolisian menangkap pelaku yang diketahui menjabat kepala kepolisian distrik Latitpur itu setelah informasi ini menyebar luas di masyarakat yang memicu kemarahan. 

Dia termasuk empat orang yang ditangkap pada Rabu (4/5/2022), termasuk tiga pelaku remaja pria.

"Tindakan tegas akan diambil kepada mereka yang dinyatakan bersalah," kata Prashant Kumar, seorang perwira kepolisian India, dikutip dari Reuters, Kamis (5/5/2022).

Kumar menambahkan, korban pemerkosaan kini dirawat di rumah sakit daerah untuk memulihkan kondisinya.

Kasus pemerkosaan melibatkan petugas ini terungkap beberapa hari lalu setelah korban, berasal dari keluarga kasta terendah, melaporkan apa yang dialaminya ke kantor polisi.

Dalam laporan, remaja itu mengaku diperkosa empat remaja pria yang membawanya ke negara bagian tetangga pada 22 April. 

Setelah diculik beberapa hari, dia berhasil melarikan diri dan melapor ke polisi pada 27 April. Bukannya mendapat perlindungan, korban malah kembali diperkosa.

Kemarahan tak hanya disuarakan masyarakat, para politisi dan aktivis perempuan menuntut langkah-langkah mendesak untuk melindungi korban.

"Jika kantor polisi tidak aman bagi perempuan lalu kemana mereka harus melapor?" kata Priyanka Gandhi Vadra, pemimpin senior partai oposisi di Kongres.

Sumber: iNews

Politikus Anti-Islam Denmark Rasmus Paludan Bakar Alquran Depan Masjid Swedia
Senin, Mei 02, 2022

On Senin, Mei 02, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pemimpin partai sayap kanan Denmark, Rasmus Paludan, kembali membakar Alquran di Swedia, pada Sabtu. 

Dilansir The Daily Sabah, Ahad 1 Mei 2022, Paludan mengumumkan telah membakar kitab suci umat Muslim di depan Masjid Raslatt, Kota Jonkoping, dalam unggahan di medis sosialnya.

Dia tetap nekat melakukan aksi tersebut meski tak mendapat izin dari kepolisian Swedia. 

Sebelumnya, kepolisian Swedia menolak izin dari Paludan untuk menggelar demonstrasi pembakaran Alquran yang sedianya digelar pada Ahad bertepatan dengan Hari Buruh Internasional. Aksi ini sedianya akan dilakukan serentak di beberapa kota Swedia.

Sekelompok Muslim di Malmo memprotes provokasi Paludan yang dilakukan di berbagai kota selama liburan Paskah. 

Kecaman juga datang dari politikus Swedia keturunan Turki, Mikail Yuksel, pendiri Partai Nyans (Warna Berbeda).

Dia menyerukan semua pihak untuk menghentikan provokasi Paludan.

Pekan lalu, sekitar 500 orang turun ke jalan dalam demonstrasi yang digelar Nyans di depan parlemen Stockholm.

Para pengunjuk rasa memegang spanduk bertuliskan "Hentikan pembakaran Alquran" dan "Berhenti menghina Muslim".

Pada 14 April, Paludan membakar salinan Alquran di Linkoping dan kota lain, memicu demonstrasi dan kerusuhan di penjuru Swedia.

Sumber: Tempo