Opini

PARLEMEN

Sports

Dunia

Timur Tengah Terguncang usai Putri Saddam Husein Muncul di Televisi, Seret Yordania dan Arab Saudi
Minggu, Februari 21, 2021

On Minggu, Februari 21, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Diktator Irak Saddam Hussein mungkin dianggap sebagai salah satu tokoh paling dibenci di Timur Tengah.

Sebagai pemicu dua perang di Timur Tengah, Saddam Hussein tentu banyak tidak disukai.

Saddam Hussein menggempur Iran setahun setelah revolusi Islam berlangsung 1979. Perang Irak-Iran berlangsung selama 8 tahun dengan hasil buntu.

Pada 1990, Saddam Hussein kembali melancarkan invasi ke Kuwait. Perang Teluk pecah, namun Irak kalah telak.

Pasalnya, Kuwait didukung oleh Amerika Serikat (AS), Inggris, Arab Saudi, Mesir, Prancis, dan pendukung Kurdistan.

Memasuki abad ke-21, Saddam Hussein digulingkan oleh AS. Diktator Irak itu dituduh memiliki senjata penghancur massal meski belum terbukti hingga kini.

Saddam Hussein ditangkap oleh pasukan koalisi AS pada Desember 2003 dan dihukum gantung pada November 2006 dengan dakwaan pembunuhan terhadap penganut Islam Syiah di Irak.

15 tahun kemudian, mendadak putri sulung Saddam Hussein muncul di televisi, mengguncangkan rezim di sejumlah negara Timur Tengah.

Raghad Saddam Hussein tampil di saluran televisi satelit Arab Saudi, Al Arabiya pada Senin 15 Februari 2021 lalu sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Middle East Monitor.

Putri sulung Saddam Hussein itu sempat melontarkan pernyataan yang cukup mengejutkan saat diwawancarai Sohab Charair.

Raghad mengatakan sangat mungkin dirinya akan terjun ke dunia politik di Irak seperti sang ayah.

Pernyataan ini memicu krisis diplomatik antara Republik Irak, Kerajaan Arab Saudi, dan Yordania.

Kementerian Luar Negeri Irak segera merespon ucapan Raghad Saddam Hussein di televisi asing itu.

Mereka memprotes kemunculan Raghad di Al Arabiya TV yang cukup mengguncang masyarakat Irak.

Nota protes dari Irak segera dikirimkan ke Duta Besar Yordania dan Arab Saudi di Baghdad.

Raghad Saddam Hussein memang sudah pindah ke Amman, ibu kota Yordania sejak 2003.

Saat itu, kondisi Irak sedang kacau. Pasukan koalisi AS datang menyerbu Baghdad untuk menggulingkan Saddam Hussein dari kursi kepresidenan.

Kini, ketika situasi lebih terkendali, Raghad Hussein tampil dengan percaya diri ke publik.

"Semuanya memungkinkan," kata Raghad saat ditanya soal kemungkinan peran politiknya di Irak.

Raghad Saddam Hussein mengecam Iran yang dianggap sudah terlalu banyak ikut campur dalam urusan politik Irak hari ini.

Menurutnya, 'Orang-orang Iran berani mengganggu Irak setelah kekuatan yang nyata tak lagi berkuasa'.

(*)

6 Ulama yang Ditangkap Pemerintah Arab Saudi
Rabu, Februari 17, 2021

On Rabu, Februari 17, 2021

6 Ulama yang Ditangkap Pemerintah Arab Saudi
BENTENGSUMBAR.COM - Arab Saudi sejauh ini telah menangkap setidaknya empat ulama yang dianggap mengancam kekuasaan kerajaan. Yang terbaru, kerajaan Saudi mengerahkan 20 intelijen untuk menangkap ulama perempuan Aisha Al Muhajirri ditangkap di kediamannya karena berdakawah dan mengajar ngaji.


Menurut Prisoners of Conscience yang melaporkan penangkapan dan penindasan pemerintah Saudi terhadap aktivis, Al Muhajiri ditangkap bersama tokoh masyarakat dan dua wanita lainnya. Selain Al Muhajirri, berikut deretan ulama yang sebelumnya ditangkap otoritas Arab Saudi.


Sheikh Abdullah Basar


Ia adalah qari (pembaca Alquran) yang ditangkap pada Agustus 2020 lalu. Basfar ditahan di Prisoners of Conscience (PoC), namun tidak disebutkan alasan penahanannya.


Sebagian orang menganggap penahanan itu sebagai tindakan keras atas dugaan ekstrimisme di kerajaan. Upaya tersebut, sejalan dengan rencana Putra Mahkota Saudi, Mohammed Bin Salman yang akan menghapus identitas agama di Arab Saudi.


Dilansir Middle East Monitor, Basfar merupakan seorang profesor di Departemen Syariah dan Kajian Islam di King Abdul Aziz University di Jeddah. Dia juga mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia.


Sheikh Saud Al Funaisan


Al Funaisan juga ditangkap pada bulan Maret 2020. Tak berbeda dengan Basfar, penangkapan Al Funaisan diduga sebagai bagian tindakan ekstrimisme di kerajan Saudi.


Ia merupakan seorang profesor universitas dan mantan Dekan Fakultas Syariah di Universitas Al Imam di Riyadh.


Saleh Al Tabib


Pada Agustus 2018, Arab Saudi dikabarkan menangkap Saleh Al Tabib lantaran khtobahnya yang dinilai mengkritik kebijakan kerajaan.


PoC menyebut Talib menyampaikan ceramah yang menyebut Islam harus melawan godaan-godaan setan dalam lingkup masyarakat, termasuk godaan berkumpul antara kaum laki-laki dan perempuan di tempat publik.


Berdasarkan laporan Khaleej Online, dalam khotbahnya, Talib mengkritik kebijakan yang mulai mengizinkan kaum perempuan dan laki-laki berkumpul di acara-acara publik seperti festival musik hingga pertandingan olahraga.


Sulaiman Dweesh


Pada 206, salah satu cendekiawan terkemuka, Sulaiman Dweesh juga ditangkap setelah mengkritik Pangeran Mohammed. Seminggu sebelum penangkapan Talib, Dweesh dikabarkan tewas akibat disiksa selama berada dalam penahanan otoritas Saudi.


Sheikh Salman Al-Awdaa


Awda merupakan salah satu orang yang ditangkap otoritas Saudi dalam penggerebekan terhadap penentang pemerintah, pada September 2017.


Kelompok pemerhati HAM, Amnesty Internasional menyatakan Awda ditangkap tak lama setelah mengunggah pendapatnya di Twitter, mendukung laporan yang memuat kemungkinan rekonsiliasi antara Saudi dan Qatar.


Sejak Juni 2017, Saudi menutup huungan diplomatik, ekonomi dan segala akses yang berhubungan dengan Qatar.


Awda sempat dibawa ke rumah sakit setelah hampir lima bulan ditahan di penjara isolasi. Oleh otoritas Saudi, pihak keluarganya tidak diperkenankan berkomunikasi dengan Awda sejak ditahan.


Source: CNN Indonesia

Anwar Ibrahim: Saya Banyak Terpengaruh Gagasan Mohammad Natsir
Selasa, Februari 09, 2021

On Selasa, Februari 09, 2021

Anwar Ibrahim: Saya Banyak Terpengaruh Gagasan Mohammad Natsir
BENTENGSUMBAR.COM - Anwar Ibrahim mengakui dirinya banyak terpengaruh gagasan dan pemikiran Mohamad Natsir terkait Islam dan modernisasi. 


Pemikiran terbuka Natsir, ungkap Anwar, bahkan sangat memberikan kesan yang mendalam kepada pembangunan sejumlah negara Islam, termasuk Malaysia.


“Beliau adalah salah seorang tokoh pemimpin yang berpengaruh ketika saya bersama ABIM. Saat itu, kita banyak belajar dengan pengalaman yang dibagikan beliau. Kami terpengaruh dengan bagaimana Dr Mohammad Natsir membawa citra Islam di Indonesia,” ujar Anwar dalam pembukaan seminar internasional bertema gagasan dan kontribusi Mohammad Natsir yang berlangsung Sabtu, 6 Februari 2021 kemarin.


Dilansir dari Astroawani, pemimpin oposisi Malaysia ini juga mengagumi produktivitas Natsir, dimana pada usia 30-an, dia sudah mampu menghasilkan sejumlah karya besar, antara lain Pembela Islam.


“Saya melihat Mohammad Natsir ini dengan sejumlah personalitinya: bekas Perdana Menteri, tokoh intelektual yang dikenali serta populer di kalangan rakyat. Meskipun sempat dipenjara, tetapi Natsir terus mendapat dukungan karena idenya sebagai tokoh Islam terkemuka di Indonesia,” jelasnya.


Sebagai informasi, Mohammad Natsir pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia. 


Dia berasal dari Sumatera Barat dan merupakan pendiri partai politik Masyumi. Natsir meninggal dunia pada usia 84 tahun.


Source: Aktual

Kritik PM Muhyiddin, Warganet Malaysia Serbu Facebook Jokowi: Pak Jokowi Awasi Pintu Belakang Istana...
Sabtu, Februari 06, 2021

On Sabtu, Februari 06, 2021

Kritik PM Muhyiddin, Warganet Malaysia Serbu Facebook Jokowi: Pak Jokowi Awasi Pintu Belakang Istana...
BENTENGSUMBAR.COM - Kolom komentar unggahan Facebook milik Presiden Joko Widodo mendadak ramai dipenuhi oleh warganet Malaysia. Mereka berkomentar agar Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan warga Malaysia kepada Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin yang tengah berada di Indonesia.


Perdana Menteri Malaysa Tan Sri Muhyiddin Yassin berkunjung ke Indonesia pada Jumat, 5 Februari 2021. Ia disambut Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta. Potret mereka pun diabadikan dan diunggah ke akun Facebook Presiden Joko Widodo.


Foto yang diunggah mengabadikan momen Presiden Jokowi mengenakan setelas jas bewarna biru. Sementara Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin yang memakai jas hitam, berdiri di sampingnya. Keduanya tampak berjalan menuju salah satu ruangan di Istana Merdeka.


"Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin berkunjung ke Indonesia hari ini. Dan sebagai negara serumpun yang bertetangga dekat, saya meyambut baik kedatangan PM Muhyiddin. Apalagi Malaysia salah satu mitra penting Indonesia di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, dan sosial budaya," tulis akun Jokowi, seperti dikutip Suara.com.


Pertemuan antara PM Malaysia Yassin - Presiden Jokowi itu sejatinya membahas berbagai hal, termasuk kudeta serta kembalinya junta militer di Myanmar.


Jokowi menyebut pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin membahas berbagai hal baik isu bilateral seperti perlindungan WNI di Malaysia sampai isu kawasan.


Dalam unggahan terpisah tetapi masih soal pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin, Jokowi mengatakan perkembangan politik di Myanmar tak luput dibahas.


"Kita berharap perbedaan politik yang terjadi di Myanmar dapat diselesaikan sesuai hukum yang berlaku. Seperti kata PM Muhyiddin, "kerusuhan politik di Myanmar dikhawatirkan dapat mempengaruhi perdamaian dan stabilitas di kawasan," ujar Jokowi.


"Kami meminta dua menteri luar negeri untuk berbicara dengan Chair ASEAN dan menjajaki dilakukannya pertemuan khusus menteri luar negeri ASEAN mengenai perkembangan Myanmar," lanjutnya.


Namun kunjungan tersebut jusru membuat warganet Malaysia terpancing amarahnya. Mereka menitipkan pesan kepada Presiden Jokowi agar PM Muhyiddin peka terhadap nasib warga Malaysia yang juga sedang dilanda keprihatinan akibat pandemi.


Kedua unggahan Presiden Jokowi diserbu oleh berbagai komentar. Di antaranya dari warganet yang diduga berasal dari Malaysia.


Warganet negeri jiran tersebut bukan terfokus pada materi yang disampaikan Jokowi. Mereka malah ramai menyerbu dan mengkritik Perdana Menteri Yassin.


Menurut warganet negeri tetangga itu, PM Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin tidak bisa bekerja secara baik.


"Muiding tak layak berbicara pasal demokrasi," komentar Awang Matali.


"Suruh dia pulang. Rakyat Malaysia tengah susah covid semakin meningkat.. Dia suruh orang tak keluar rumah. Dia pula keluar negeri gawat ni Pak," balas Jimmy Hart.


"Pak Jokowi jaga-jaga pintu belakang istana presiden okay. Takut-takut nanti geng Yidin sembab masuk ikut pintu belakang rampas kuasa," timpal Najib Zainal.


"Pak Jokowi awasi pintu belakang istana takut nanti ada genderuwo menabrak pintunya," sahut warganet lain.


"Ambilian saja itu Muhyidin Pak, gak guna," tukas Mustapa Mendung.


(*)

Brutal! Bayi Tewas Usai Dibaptis dengan Ditenggelamkan ke Air Suci, Jaksa Periksa Pastor
Sabtu, Februari 06, 2021

On Sabtu, Februari 06, 2021

Brutal! Bayi Tewas Usai Dibaptis dengan Ditenggelamkan ke Air Suci, Jaksa Periksa Pastor
BENTENGSUMBAR.COM - Proses pembaptisan kini memakan korban yakni bayi yang berusia enam minggu.


Bayi berusia enam minggu meninggal setelah dibaptis dengan cara ditenggelamkan di air suci. 


Hasil otopsi terhadap  bayi enam minggu itu  menunjukkan bukti-bukti bahwa kematian disebabkan karena bayi itu dimasukkan ke dalam air oleh pastor Gereja Ortodoks Rumania.


Muncul pendapat pro dan kontra terkait proses pembaptisan ala Gereja Ortodoks Rumania setelah peristiwa tersebut.


Demikian berita terkini Warta Kota bersumber dari dailymail.co.uk pagi ini.  


Dailaymail melaporkan, Gereja Ortodoks Rumania menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengubah ritual baptis di Rumania.


Tekanan itu muncul setelah seorang bayi meninggal seusai sebuah upacara pembaptisan dengan membenamkan bayi tiga kali ke dalam air suci.


Bocah enam minggu itu menderita serangan jantung dan dilarikan ke rumah sakit pada hari Senin tetapi dia meninggal beberapa jam kemudian, otopsi mengungkapkan cairan di paru-parunya.


Banyak orang Rumania dimobilisasi di jejaring sosial pada minggu pertama Februari 2021, untuk meyakinkan Gereja Ortodoks agar mengubah ritual pembaptisan setelah bayi berusia enam minggu meninggal jadi korban baptis.


Bayi 6 minggu itu meninggal pada 1 Februari 2021.


Jaksa telah membuka penyelidikan pembunuhan terhadap pastor di timur laut kota Suceava.


Sebuah petisi online yang menyerukan perubahan ritual telah mengumpulkan lebih dari 56.000 tanda tangan pada Kamis malam.


Petisi itu berbunyi: "kematian bayi yang baru lahir karena praktik ini adalah tragedi besar,


'Risiko ini harus dikesampingkan agar sukacita baptisan sampai kemenangan."


Ritual Brutal


Seorang pengguna internet mengecam 'kebrutalan' ritual tersebut dan yang lainnya mengkritik 'keras kepala dari mereka yang berpikir bahwa itu adalah kehendak Tuhan' untuk mempertahankannya.


Media lokal telah melaporkan beberapa kejadian serupa dalam beberapa tahun terakhir.


Juru bicara Gereja Vasile Banescu menyarankan para imam untuk menuangkan atau memercikkan sedikit air ke dahi bayi alih-alih dibenamkan sepenuhnya.


Tetapi Uskup Agung Teodosie, pemimpin sayap tradisionalis Gereja, bersikeras bahwa ritual itu tidak akan berubah.


Dalam baptisan Gereja Ortodoks Rumania, bayi itu dibenamkan seluruhnya ke dalam air tiga kali berturut-turut sementara pendeta dimaksudkan untuk menahan hidung mereka untuk memastikan mereka tidak menghirup air.


Pembaptisan di Rumania adalah acara besar, terkadang dibandingkan dengan pernikahan, seringkali dengan ratusan tamu dan pesta besar.


Lebih dari 80 persen orang Rumania adalah Ortodoks dan Gereja adalah salah satu lembaga paling tepercaya, menurut jajak pendapat terbaru. 


(*)

IWPG Menjadi Tuan Rumah ke-4 atas Pertemuan Umum Tahunan Cabang Internasional, Ini yang Dibahas
Sabtu, Januari 30, 2021

On Sabtu, Januari 30, 2021

IWPG Menjadi Tuan Rumah Ke-4 atas Pertemuan Umum Tahunan Cabang Internasional, Ini yang Dibahas
BENTENGSUMBAR.COM - Pada tanggal 19 Januari pukul 2 sore (waktu bagian Korea Selatan), Grup Perdamaian Wanita Internasional (IWPG), pimpinan Hyun Sook Yoon menjadi tuan rumah ke-4 atas Pertemuan Umum Tahunan Cabang Internasional secara online.


Tahun ini menandai pertemuan ke-4 di mana pencapaian tahun lalu dan rencana utama IWPG ke depan akan dibagikan. Ada 102 cabang dari 131 negara yang berpartisipasi dalam pertemuan ini di mana terdapat pidato ucapan selamat dari H. E. Nadia Hashem Aloul, mantan Menteri Urusan Wanita Yordania, dan H. E. Yayesh Tesfahuney Kiflay, Anggota Parlemen, serta penerapan pidato terbaik.


Dalam pidato pembukaan oleh Pimpinan Yoon menyampaikan, untuk mengatasi COVID-19 dan sebagai alternatif, pertemuan online dilakukan untuk menyelenggarakan Pertemuan Umum Tahunan Cabang Internasional. Citra dan tindakan setiap orang di sini yang mencintai perdamaian walau berada di tengah masa sulit ini akan tercatat dalam sejarah.


Ia menambahkan, hukum perdamaian internasional untuk penghentian perang diperlukan karena perang masih berlangsung di berbagai wilayah di seluruh dunia. Jika tidak ada perang, maka tidak diperlukan hukum perdamaian internasional. Namun perang tidak dapat dihentikan jika tidak ada undang-undang, itulah sebabnya IWPG dan semua cabangnya bekerja keras untuk mendesak dan mendapatkan dukungan agar implementasi hukum perdamaian internasional dapat tercapai. 


"Saya meminta semua orang untuk tetap terus berjalan bersama kami sampai hari perdamaian tercapai. We are one! Kita adalah satu!" katanya.


H. E. Nadia Hashem Aloul, mantan Menteri Urusan Wanita Yordania, mengatakan, tahun 2020 adalah tahun yang berat dan sangat sulit karena COVID-19. Bumi berhenti dan masih berhenti. 


"Meskipun COVID-19, IWPG menyelenggarakan "Kampanye SOS" secara online, semata-mata untuk menyatakan keberadaan mereka, dan bekerja keras untuk mencegah diskriminasi di seluruh dunia. Kedamaian itu ada dalam pikiran setiap wanita yang menumbuhkan generasi perdamaian," katanya.


Acara ini menghadirkan peranan dan arahan dari 3,8 miliar wanita di seluruh dunia. Selain pengumuman rencana tahun baru, ini adalah saatnya untuk mendengar kegiatan penerapan perdamaian terbaik oleh baik dalam, dan luar negeri.


H. E. Yayesh Tesfahuney Kiflay, Anggota Parlemen Ethiopia, yang mempresentasikan penerapan aktivis perdamaian terbaik di luar negeri menyampaikan, dirinyabermimpi bahwa akan datang harinya ketika Ethiopia akan dikenal sebagai negara damai yang bebas konflik. 


“Setelah menyelesaikan Pendidikan Pelatihan Perdamaian Wanita (PLTE) IWPG, jika semua keluarga di seluruh dunia memahami dan mengakui pendidikan ini, ini akan menjadi peluang besar bagi tiap individu dan perspektif kita untuk berubah, dan perdamaian adalah sesuatu yang tidak pernah bisa kita tinggalkan,” ia tekankan.


Melanjutkan presentasi tentang penerapan terbaik di Korea Selatan oleh Nona Baek Lee Jo, Manajer Cabang Daejeon Chungcheong yang berkata, “Kami pertama kali mengetahui tentang gadis sekolah menengah yang menderita leukemia akut melalui seorang YouTuber yang dengan kami menandatangani MOA tahun lalu. Enam cabang di daerah Chungcheong di Daejeon berkumpul untuk mengirimkan total 860 sertifikat donor darah yang diterima dari keluarga dan tetangga mereka, langsung ke sekolah.” 


“Kami akan bekerja sama untuk menjadi IWPG yang memiliki mimpi untuk mengambil langkah baru dengan berkomunikasi dengan 3,8 miliar anggota wanita di seluruh dunia untuk mewujudkan perdamaian,” lanjutnya.


Larzy Varghees dari Mumbai adalah Kepala Sekolah dari Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah St. Matthew's yang menyelesaikan Pendidikan Pelatihan Perdamaian Wanita (PLTE) IWPG. Dalam pembukaan pidatonya, ia mengatakan bahwa ia sangat memahami bahwa, "Kita perlu memiliki kualitas perdamaian yang baik dan perlu membagikannya dengan masyarakat. Kita perlu Pendidikan ini." 


Ia juga menyebutkan, jika semua wanita di dunia menjadi satu tim dan bekerja sama, maka perdamaian dapat dicapai.


Tahun ini, IWPG berencana untuk secara aktif mempromosikan kegiatan perdamaian sebagai tanggapan terhadap era pasca-COVID19 dengan slogan “Women Who Lead Peace” (Wanita yang memimpin perdamaian) dan tiga nilai inti yaitu, “Koeksistensi, Pemulihan, dan Komunikasi.”


IWPG adalah LSM dalam status konsultatif khusus dengan Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) dan terdaftar di Badan Komunikasi Global (DGC). Dengan hati seperti hati seorang ibu, IWPG terutama berfokus pada beberapa prakarsa seperti mendesak dukungan untuk Hukum Perdamaian Internasional (DPCW), Pendidikan Perdamaian Wanita, pertukaran dan kerja sama, serta menyebarkan budaya damai.


(rel)

Sebut Islam Bukan Agama, Uskup Agung Yunani Dikecam
Rabu, Januari 20, 2021

On Rabu, Januari 20, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Uskup Agung Athena dan seluruh Yunani, Ieronymos II, dikecam setelah mengeluarkan pernyataan yang menghina Islam. Uskup Agung Yunani tersebut disebut memiliki mentalitas fanatik terhadap Muslim, ketika ia membuat pernyataan yang menghapus spiritualitas dari Islam, dan menggambarkannya sebagai ideologi politik belaka yang dimaksudkan berperang.

Ia mengatakan, Islam bukanlah agama, melainkan partai politik dan pengejaran, dan pengikutnya adalah orang-orang yang berperang. "Mereka adalah orang-orang yang tersebar, ini adalah karakteristik Islam," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi, sambil merujuk pada Sultan Ottoman Mehmed II, dilansir di TRT World, Selasa, 19 Januari 2021.

Sultan Mehmed II juga dikenal sebagai Mehmed Sang Penakluk, yang mengambil alih Istanbul pada 1453 dari Kekaisaran Byzantium. Komentarnya itu muncul menjelang keputusan Turki dan Yunani untuk melanjutkan pembicaraan yang bertujuan mengurangi ketegangan antara kedua negara tetangga itu pada 25 Januari 2020.

Pembicaraan itu akan dilakukan menyusul undangan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusuglu ke Yunani untuk memulai kembali pembicaraan yang bertujuan menyelesaikan perselisihan mereka. Pidato Uskup Agung itu berlangsung pada acara peringatan dua abad dari pemberontakan Yunani melawan Kekaisaran Ottoman pada 1821. Uskup dari Gereja Ortodoks Yunani juga menyebut Muslim sebagai umat 'ekspansi'.

Ucapannya tersebut telah memicu kritik besar-besaran di seluruh dunia dan orang-orang dari semua lapisan masyarakat, termasuk Turki. Bahkan anggota senior dari kelompok non-Muslim di Turki menyayangkan pernyataan itu.

Berbicara dengan TRT World, seorang anggota senior dari komunitas ortodoks di Turki yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan momentum pernyataan Ieronymos sangat disayangkan. Sebagai non-Muslim di Turki, ia juga mengecam pernyataan uskup tersebut.

"Kekerasan tidak ada hubungannya dengan agama apa pun, ini terjadi tepat pada saat hubungan antara Turki dan Yunani semakin baik. Sedih sekali, saya sama sekali tidak setuju dengan apa yang dikatakan," katanya.

Kepala Direktorat Urusan Agama Turki, Ali Erbas, pada Ahad lalu juga mengecam pernyataan Uskup Agung yang menghina Muslim dan Islam. Dia mengimbau umat Kristen menentang mentalitas sakit semacam ini.

Ia mengatakan, tugas kependetaan yang paling penting, yang berjuang untuk perdamaian dan ketenangan, harus berkontribusi pada budaya koeksistensi. "Dunia Kristen harus melawan mentalitas yang sakit ini. Wacana yang bertujuan meminggirkan umat Islam ini mengumpan perspektif rasis terhadap mereka, dan mengarah pada serangan terhadap kehidupan dan tempat ibadah mereka," kata Erbas.

Erbas juga mengatakan komentar tersebut memprovokasi masyarakat yang berpotensi menebar kebencian, permusuhan dan kekerasan terhadap Islam. Ia lantas menyebut Islam sebagai agama damai.

Menurutnya, peradaban Islam selalu memungkinkan orang-orang untuk hidup bersama selama berabad-abad, terlepas dari keyakinan, agama, dan budaya mereka. Kata-kata Uskup Agung Yunani juga dikecam oleh umat Islam yang tinggal di Yunani.

Mereka mengatakan, retorika yang lebih "konstruktif" diperlukan untuk membangun lingkungan yang damai, terutama di masa kontemporer yang dilanda pandemi ini. Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di platform media sosial Twitter, organisasi Muslim di Yunani, Dewan Konsultasi Minoritas Turki Trakia Barat (BTTADK), mengatakan mereka berharap bahasa yang lebih damai digunakan daripada wacana anti-Islam di masa-masa sulit seperti pandemi ini.

Selain itu, Persatuan Masyakarat Turki Xanthi, yang merupakan salah satu dari tiga organisasi paling penting dari minoritas Turki di Trakia Barat, yang didirikan pada 1927, menyebut pernyataan tersebut sebagai serangan Islamofobia dan juga kejahatan rasial.

Di situs mereka, kelompok tersebut mengatakan fakta pernyataan yang dipenuhi dengan penghinaan itu, berasal dari nama nomor satu di gereja Yunani bisa meningkatkan ketegangan situasi. Mereka lantas mendesak Ieronymos meminta maaf.

"Kami melihat langkah ini sebagai salah satu contoh khas dari meningkatnya Islamofobia dan xenofobia di Yunani dalam beberapa tahun terakhir," tambahnya.  

Source: Republika

Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata Seluruh AS Kewalahan Penuhi Permintaan
Senin, Januari 18, 2021

On Senin, Januari 18, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan berlangsung 20 Januari 2021. Ketika Amerika bersiap menghadapi kekacauan menjelang pelantikan Biden, toko senjata di seluruh negeri sudah tidak dapat memenuhi permintaan konsumen.

Bagi para pemilik toko, permintaan senjata yang gila-gilaan ini merupakan tren yang mengganggu.

Para pemilik toko di seluruh negeri mengatakan mereka tidak dapat memenuhi permintaan, di mana outlet-outlet sudah kehabisan amunisi dan senjata hampir habis.

Salah satu pemilik tokok mengatakan kepada media lokal di Texas bahwa dia mati-matian berusaha merekrut staf untuk memenuhi permintaan dan dengan muram memperkirakan situasi dapat berlanjut selama 24 bulan ke depan.

Pakar keamanan senjata Stephen Gutowski mem-posting gambar tanda di luar toko lokalnya di Virginia yang bertuliskan; "Pada dasarnya tidak ada amunisi yang tersedia".

Dia mengatakan masih ada antrean orang di luar toko dan di dalam tidak ada satu pun senapan pompa yang tersedia.

Ada laporan serupa yang muncul di seluruh negeri, di mana pertunjukan senjata di Iowa akhir pekan lalu melaporkan peningkatan besar dalam penjualan dari tahun-tahun sebelumnya.

Diperkirakan 3.500 orang menghadiri pertunjukan Davenport Gun & Knife, yang diadakan di Mississippi Valley Fairgrounds, dan senjata-senjata itu diambil seperti kacang goreng.

"Kami pada dasarnya telah menjual sekitar 50 persen senjata yang kami miliki," kata juru bicara salah satu vendor mengatakan kepada media lokal tanpa menyebutkan namanya.

Selama pertunjukan biasa, dia mengatakan bahwa mereka akan menjual sekitar 13 senjata. Tapi setelah hanya beberapa jam pertunjukan Davenport Gun & Knife pada hari Sabtu, mereka sudah menjual hampir 75.

Sementara itu, seorang pemilik toko senjata di Tyler, Texas mengatakan situasinya di luar kendali.

“Sudah 18 tahun. Saya belum pernah melihatnya seburuk ini," kata pemilik Superior Outfitters, Austin Rohr, kepada CBS yang dilansir news.com.au Senin, 18 Januari 2021. 

“Saya biasanya mulai hanya dari 7 hingga 800 AR dan mungkin ada 10 di belakang saya sekarang.”

Itu hanya 1 persen dari inventaris normal mereka dan dia berusaha keras merekrut staf untuk memenuhi permintaan.

Dia mengatakan orang-orang yang setiap hari datang ke tokonya belum pernah memiliki senjata sebelumnya, tetapi mereka telah berubah pikiran. 

"Semua prediksi kami akan seperti ini selama 24 bulan ke depan,” katanya.

Source: SINDOnews

Nambah Lagi, 29 Warga Meninggal Usai Disuntik Vaksin Corona
Senin, Januari 18, 2021

On Senin, Januari 18, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Norwegia mengatakan setidaknya kini ada 29 warganya yang telah meninggal dunia dalam waktu singkat usai menerima dosis pertama vaksin Covid-19.

Jumlah kematian ini meningkat dari data sebelumnya sebanyak 23 orang, seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu, 17 Januari 2021.

Peningkatan jumlah kematian ini meningkatkan kekhawatiran pemerintah Norwegia atas faktor keamanan vaksin Pfizer/ BioNTech, terutamanya terhadap reaksi yang ditimbulkan oleh warga lanjut usia (lansia).

Data ini menambah enam orang meninggal dunia di Norwegia dan menunjukkan kelompok usia terdampak yakni berkisar antara 75-80 tahun. Namun sayangnya tidak jelas kapan waktu kematian dari 29 orang tersebut.

Mengutip Bloomberg, Pemerintah Norwegia telah memberikan setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 kepada sekitar 42.000 warga, dan berfokus pada warga yang sangat rentan terhadap infeksi virus ini, termasuk lansia.

Hingga Jumat, vaksin Pfizer/ BioNTech merupakan satu-satunya vaksin yang tersedia di Norwegia.

"Dan semua kasus kematian itu terkait dengan vaksin ini," ungkap Badan Obat Norwegia dalam jawaban tertulis kepada Bloomberg, Sabtu, 16 Januari 2021.

Sebelumnya, dari total 23 kematian, 13 telah diotopsi dengan hasil menunjukkan ada efek samping yang berkontribusi pada reaksi parah ke para manula.

"Ada 13 kasus kematian yang telah diteliti, dan kami menyadari ada 16 kematian lainnya yang saat ini sedang diteliti," ungkap pejabat Badan Obat Norwegia tersebut.

"Warga lansia mengalami dampak serius. Kebanyakan orang mengalami efek samping yang sudah diduga seperti mual, muntah, demam, dan memperparah kondisi yang sudah ada sebelumnya."

Sebelumnya, Norwegia telah memperingatkan risiko vaksinasi corona untuk mereka yang berumur di atas 80 tahun. Ditulis Bloomberg, negara itu mengatakan mungkin terlalu berisiko jika vaksin disuntikkan ke manula yang sangat tua dan menderita penyakit.

"Bagi mereka yang lemah, bahkan efek samping ringan dapat menimbulkan konsekuensi serius," kata Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia, dikutip Sabtu, 16 Januari 2021.

"Bagi mereka yang memiliki sisa masa hidup yang sangat pendek, manfaat dari vaksin ini mungkin kecil atau tidak relevan."

Meski demikian, bukan berarti kelompok yang sehat dan muda harus menghindari vaksin. Namun, laporan ini meminta pemerintah tetap memperhatikan dengan seksama laporan keamanan vaksin yang dipakai.

Sementara itu, Pfizer/BioNTech, perusahaan vaksin yang dipakai, tengah bekerja sama dengan regulator Norwegia untuk menyelidiki penyebab kematian lebih lanjut.

"Jumlah insiden sejauh ini tidak mengkhawatirkan dan sesuai ekspektasi," tulis media tersebut, mengutip jawaban Pfizer dalam melalui email.

Hal senada diungkapkan media Anadolu Agency. Efek samping dari vaksin Pfizer/BioNTech ini antara lain berupa demam, mual, dan mungkin saja menyebabkan kematian pada beberapa pasien manula.

Direktur Medis Badan Pengawas Obat Norwegia, Steinar Madsen, mengatakan selain 13 pasien meninggal, ada sembilan kasus efek samping serius dan tujuh ringan. Norwegia mencatat ada total 57.736 warga telah terinfeksi corona dengan 511 kematian.

Sebelumnya, AS melaporkan 21 kasus reaksi alergi parah dari 14 hingga 23 Desember setelah pemberian 1,9 juta dosis awal vaksin Pfizer/ BioNTech. Dalam laporan yang dikeluarkan peneliti independen AS untuk FDA tahun 2020, disebutkan vaksin memang bisa menimbulkan reaksi alergi dan bell palsy meski hanya kemungkinan kecil.

Kematian pasien setelah divaksinasi juga terjadi di Prancis. Namun pihak berwenang mengatakan tidak ada indikasi terkait vaksin mengingat riwayat medis pasien. Pada Kamis lalu, Prancis melaporkan empat kasus reaksi alergi parah dan dua insiden jantung tidak teratur setelah divaksin.

Source: CNBC Indonesia

Lindungi Umat, MUI Desak Pemerintah Sri Langka Cabut Aturan Kremasi Korban Covid-19
Minggu, Januari 17, 2021

On Minggu, Januari 17, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) melayangkan protes atas aturan kremasi jenazah seluruh warga Sri Lanka korban Covid-19. Termasuk warga muslim.

Kebijakan pemerintah Sri Langka itu dinilai MUI sebagai peraturan yang sangat berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). 

Karena itu, MUI meminta pemerintah Sri Langka mencabut kebijakan itu. Protes itu diklaim MUI sebagai bentuk perlindungan terhadap umat.

“MUI mendesak agar pemerintah Sri Lanka membatalkan peraturan yang melanggar HAM tersebut dan mengganti peraturan yang menghormati hak kelompok agama minoritas, termasuk Muslim,” demikian Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) Bunyan Saptomo, Sabtu, 16 Januari 2021.

MUI juga mendesak kepada Pemerintah Sri Lanka untuk melakukan konsultasi kepada kelompok agama minoritas disana termasuk Muslim. 

Sebab, kebijakan kremasi terhadap korban Covid-19 yang beragama Islam bertentangan dengan keyakinan pemeluk agama Islam.

“MUI meminta pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri untuk melanjutkan protes MUI yang mewakili concern Umat Islam seluruh Indonesia ini kepada pemerintah Sri Lanka,” pungkasnya.

Dia menegaskan, ketentuan itu bertentangan dengan keyakinan agama Islam dan hukum HAM internasional.

Dia merujuk deklarasi Universal HAM (Duham) PBB. Pada pasal 18 Duham menjamin hak setiap orang untuk menganut agama dan melaksanakan ajaran agamanya.

Dia menambahkan, dalam Kovenan Hak Sipil dan Politik pasal 18 ayat 1 juga menjamin hak setiap orang untuk menganut agama dan melaksanakan ajaran agamanya. 

Dia mengakui bahwa setiap negara mempunyai hak untuk membuat peraturan. Termasuk peraturan yang terkait pengurusan jenazah korban wabah Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia saat ini.

“Namun, semua negara, termasuk Sri Lanka, haruslah membuat peraturan pengurusan jenasah korban Covid-19 dengan tetap menghormati hak kelompok agama, termasuk kelompok Muslim,” tambahnya.

(*)

Terbukti Memperkosa, Pendakwah Harun Yahya Divonis 1000 Tahun Penjara, Akui Miliki Seribu Orang Kekasih
Selasa, Januari 12, 2021

On Selasa, Januari 12, 2021

Terbukti Memperkosa, Pendakwah Harun Yahya Divonis 1000 Tahun Penjara, Akui Miliki Seribu Orang Kekasih
BENTENGSUMBAR.COM - Hakim pada pengadilan Turki menjatuhkan hukuman penjara seribu tahun kepada penceramah Muslim, Adnan Oktar alias Harun Yahya (64), karena terbukti melakukan kejahatan seksual.


Dilansir AFP, Senin, 11 Januari 2021, amar putusan hakim menyatakan menjatuhkan vonis 1.075 tahun penjara karena terbukti melakukan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap orang di bawah umur. Dia juga terbukti melakukan penipuan dan mencoba memata-matai pemerintah dalam hal politik dan militer.


Dalam kasus yang melibatkan Oktar, aparat penegak hukum Turki menangkap 236 tersangka yang diadili. Sebanyak 78 di antaranya ditahan.


Oktar ditangkap pada Juni 2018 setelah kepolisian Turki menyelidiki dugaan kejahatan keuangan yang dilakukan oleh dia dan organisasi yang dibentuknya.


Selama sidang, hakim, jaksa serta terdakwa mendengarkan sejumlah kesaksian korban yang mengalami kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Oktar.


Seorang saksi korban berinisial CC mengaku dia dan sejumlah perempuan lain kerap diperkosa dan dilecehkan oleh Oktar.


Menurut pengakuan CC, Oktar memaksa sejumlah perempuan yang dia perkosa untuk meminum pil kontrasepsi.


Polisi juga menemukan 69 ribu pil KB di kediaman Oktar. Dia berdalih pil itu digunakan untuk mengobati kelainan di kulit dan menstruasi.


Oktar membantah dia mempunyai hubungan dengan pemuka agama Muslim, Fethullah Gulen, yang saat ini menjadi buronan pemerintah Turki karena dianggap sebagai dalang upaya kudeta pada 2016. Gulen saat ini bermukim di Amerika Serikat.


Oktar mengakui di depan hakim dia mempunyai seribu orang kekasih.


"Saya mencurahkan banyak cinta untuk perempuan. Cinta adalah kualitas seorang manusia. Cinta membuktikan kualitas seorang Muslim," kata Oktar dalam sidang pada Oktober 2020 silam.


Oktar pertama kali mencuri perhatian masyarakat pada 1990-an karena menjadi pemimpin sebuah sekte yang kemudian terkait dengan sejumlah kasus skandal seks.


Dia lantas menulis buku 'Atlas Penciptaan' dengan nama pena Harun Yahya, untuk menyangkal Teori Evolusi Charles Darwin. Nama pena itu adalah gabungan dari dua nama nabi, Yakni Nabi Harun dan Nabi Yahya.


Oktar lantas meluncurkan stasiun televisi miliknya, A9, pada 2011. Dalam seluruh kegiatan dan ceramahnya, dia selalu dikelilingi oleh sejumlah perempuan yang menari-nari.


Tayangan ceramahnya di stasiun televisi itu lantas mengundang kecaman dari para pemuka agama Islam di Turki.


(*)

Ini Hacker yang Mengaku Bisa Belokkan Pesawat
Minggu, Januari 10, 2021

On Minggu, Januari 10, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pengakuan hacker ini memang menakutkan. Seperti di film saja, dia mengaku bisa membajak pesawat dari kursi penumpang saat dalam penerbangan. Tak urung, dia langsung diinterogasi FBI. Gadgetnya semua disita untuk kepentingan penyelidikan.

Namanya Chris Roberts. Lahir di Inggris tapi sekarang tinggal di Amerika Serikat, Roberts lumayan dikenal sebagai pakar sekuriti. Dia mendirikan perusahaan sekuriti komputer bernama One World Labs.

Roberts mengklaim mampu membobol sistem komputer pesawat melalui In Flight Entertainment System (IFE). Pertama-tama, ia menghubungkan laptopnya ke box elektronik IFE yang ada di bawah kursi penumpang. Dari situlah, dia bisa terhubung dengan Thrust Management Computer yang mengendalikan mesin.

Dia mengklaim pernah membuat salah satu mesin pesawat naik dalam sebuah penerbangan. Sebagai akibatnya ada gerakan menyamping dari pesawat. Bayangkan kalau orang jahat yang melakukannya, apa tidak celaka?

Roberts ini rupanya sudah menginvestigasi keamanan penerbangan sejak sekitar 6 tahun lampau. Terutama mengenai sistem IFE tersebut yang menurutnya cukup rentan celah keamanannya. Roberts diketahui sudah beberapa kali mempresentasikan hal itu namun tak ada tanggapan berarti.

"Kami telah berbincang dengan dua pembuat pesawat dan juga dua penyedia layanan infotainment di pesawat tapi tak pernah berlanjut ke apapun," katanya seperti dikutip dari Wired, Rabu (20/5/2015).

FBI ternyata mengamati penelitian Roberts. Februari lalu, agen FBI menyambangi Roberts untuk mendiskusikan soal keamanan pesawat. Roberts membeberkan semuanya. Ia mengaku bisa mengetahui data penerbangan hanya dengan menghubungkan laptop ke sistem hiburan di pesawat.

Bahkan lebih dari itu, Roberts mengklaim bisa bertindak lebih jauh. Yakni mengendalikan kontrol mesin yang ujung-ujungnya mengubah arah pesawat.

Roberts kembali harus berurusan dengan FBI terkait sebuah tweet yang mengindikasikan dia akan melakukan hack pada penerbangan pesawat United Airlines jurusan Chicago menuju Denver. Ia mengaku itu hanya joke tapi FBI menganggapnya serius.

FBI kini menginterogasi Roberts dan ia juga dilarang naik pesawat. Klaimnya soal membajak pesawat melalui sistem IFE pun menimbulkan kehebohan di kalangan industri penerbangan maupun pakar sekuriti komputer.

Para pakar sekuriti ada yang mendukung bahwa maksud Roberts itu baik, yakni menunjukkan celah keamanan di pesawat terbang modern. Tapi kebanyakan mengecamnya dan meragukan apakah Roberts benar-benar bisa melakukannya.

"Klaim kalau mode thrust management system bisa diubah tanpa komando dari pilot atau ketika dihubungkan dengan sistem manajemen penerbangan adalah hal yang hampir mustahil," kata Peter Lemme, chairman perusahaan satelit Ku and Ka.

"Dalam kejadian seperti yang dia klaim, yakni gangguan di Thrust Management System, hal itu akan diketahui oleh awak kabin, mereka akan mengetahui kalau pesawat bergerak dengan komando yang tak berasal dari kokpit. Pilot akan mencegahnya dan langsung akan ada investigasi. Jadi aku tak percaya bahwa yang dia katakan itu benar," ucap Michael Planey, konsultan keamanan pesawat.

Tapi mungkin ada baiknya menunggu penyelidikan FBI. Baru akan diketahui apakah Roberts benar-benar bisa membajak pesawat dari kursi penumpang ataukah hanya sebaliknya.

(*)

Berjarak Kurang dari 700 km, Markas Pesawat Pembom Nuklir Milik China Berada Tak Jauh dari Natuna
Jumat, Januari 08, 2021

On Jumat, Januari 08, 2021

Berjarak Kurang dari 700 km, Markas Pesawat Pembom Nuklir Milik China Berada Tak Jauh dari Natuna
BENTENGSUMBAR.COM - Belum tuntas dengan kasus kapal selam mata-mata yang diduga milik China, kini kabar mengejutkan datang lagi. 


Rupanya, China telah mempersiapkan diri jika perang meletus karena klaim Nine Dash Line mereka di Pasifik.


Dikutip dari PLA Daily, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China diketahui sejak 2014 telah membangun pangkalan militer di Fiery Cross Reef.


Fiery Cross Reef merupakan terumbu karang yang menonjol ke permukaan laut dan terletak di Kepulauan Spratly.


China memang sengaja mengubah terumbu karang tersebut menjadi pangkalan militer terpadu karena letaknya amat strategis bagi kepentingan klaim Nine Dash Line.


Di sana ada landasan udara sepanjang 3,3 km yang bisa didarati berbagai macam pesawat militer.


Sejak tahun 2016 lalu pangkalan ini selesai dibangun dan sekarang sudah beroperasi.


Empat tahun beroperasi, sampai saat ini Fiery Cross Reef menjadi pangkalan aju bagi satuan AL China ketika beroperasi di Laut China Selatan (LCS).


Beberapa jet tempur juga disinyalir ditempatkan di Fiery Cross Reef.


Perlu diwaspadai juga jika Fiery Cross Reef mempunyai kemampuan mengoperasionalkan pesawat pembom nuklir China Xian H-6.


H-6 sendiri mempunyai radius jelajah mencapai 1.800 - 6.000 km dan mampu membawa Rudal Balistik Dongfeng -21D atau rudal supersonic CJ-100 dengan radius tembak 1.500 km.


Angka yang mengkhawatirkan karena Fiery Cross Reef ini hanya berjarak kurang dari 700 km dari pulau Natuna milik Indonesia.


Bukan tidak mungkin di masa depan tidak hanya kapal coast guard saja yang merangsek memasuki Natuna Utara namun pembom nuklir H-6 juga bakal ikutan lantaran sebagian ZEE Indonesia di sana diklaim dalam Nine Dash Line.


Rasa-rasanya memang tepat TNI membangun Batalyon Komposit di Natuna untuk mengantisipasi pergerakan militer China dari Fiery Cross Reef.


Source: Pikiran-Rayat

Sekolah Islam Dihapus, Pak Menteri: Kita Butuh Lebih Banyak Dokter daripada Imam Masjid
Rabu, Januari 06, 2021

On Rabu, Januari 06, 2021

Sekolah Islam Dihapus, Pak Menteri: Kita Butuh Lebih Banyak Dokter daripada Imam Masjid
BENTENGSUMBAR.COM - Negara Bagian Assam di India telah mengesahkan undang-undang yang menghapus semua sekolah Islam negeri di daerah itu, Rabu (30/12/2020) lalu. Penguasa Assam berdalih, sekolah-sekolah agama itu menyediakan pendidikan di bawah standar.


Namun, para politisi dari kalangan oposisi mengkritik langkah itu. Mereka menilai UU tersebut hanya mencerminkan sikap anti-Muslim dari pemerintah di negara mayoritas Hindu itu.


Dengan berlakunya UU baru itu, lebih dari 700 sekolah Islam (madrasah) yang selama ini didanai pemerintah di Assam akan ditutup mulai April nanti. 


“Kita membutuhkan lebih banyak dokter, petugas polisi, birokrat, dan guru, dari komunitas Muslim minoritas daripada imam masjid,” ujar Menteri Pendidikan Negara Bagian Assam, Himanta Biswa Sarma, di hadapan anggota dewan setempat, dikutip Reuters, Selasa, 5 Januari 2021.


Negara Bagian Assam dikuasai oleh Bharatiya Janata Party (BJP), partai nasionalis Hindu berhaluan radikal pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. Sarma pun termasuk salah satu politikus BJP yang sedang naik daun di Assam.


Pemerintah Assam akan mengubah seluruh madrasah menjadi sekolah umum yang sekuler. Alasannya, pendidikan yang disediakan di madrasah tidak dapat mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan duniawi.


Kelompok oposisi menyebut langkah pemerintah itu sebagai bentuk serangan terhadap kaum Muslim di negeri itu. “Tujuannya (dibuatnya UU itu) adalah untuk memusnahkan Muslim,” kata salah satu anggota parlemen dari Partai Kongres Nasional India, Wazed Ali Choudhury.


Lebih dari 100 pensiunan pegawai negeri dan diplomat senior pada Selasa, 5 Januari 2021 mendesak pemerintah BJP di negara bagian terbesar di India, Uttar Pradesh, untuk mencabut undang-undang baru yang mengkriminalisasi perpindahan agama perempuan karena pernikahan. Pasalnya, UU itu yang dianggap hanya menyasar para lelaki Muslim yang menikahi perempuan mualaf dari keluarga Hindu.


(*)

Iran Akui Pengaruh Besar Indonesia di Dunia Islam
Jumat, Januari 01, 2021

On Jumat, Januari 01, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Perluasan hubungan dan kemitraan dengan Indonesia menjadi prioritas serta strategis bagi Iran ditengah perkembangan unilateralisme, ketidakpastian dunia serta perang dagang.

"Iran tentu saja akan berusaha untuk meningkatkan hubungannya dengan Indonesia. Indonesia merupakan ekonomi terbesar di kawasan ASEAN serta memiliki peran di level internasional maupun di dunia islam," ujar Duta Besar Iran Mohammad Azad dalam wawancara dengan Antara di Jakarta, Kamis, 30 Desember 2020.

Ia mengatakan hubungan dan kerja sama antara Iran dan Indonesia di berbagai forum internasional begitu erat.

Hal itu terlihat jelas saat Indonesia memimpin DK PBB pada 2020 lalu. Ketika itu, Indonesia selalu mendukung kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) yang ditolak Amerika Serikat.

"Sikap tersebut menjadi bukti nyata dukungan Indonesia terhadap Iran dan multilateralisme melawan unilateralisme. Kami mengapresiasi dengan langkah yang dilakukan Indonesia itu," ujar Duta Besar Azad.

Ia melihat bahwa ada tekad dan kemauan politik pejabat kedua negara yang dapat dimaksimalkan untuk memperluas hubungan perdagangan di antara Iran dan Indonesia.

Dengan tekad yang kuat di antara pejabat kedua negara, ujar dia, Iran dan Indonesia dapat mengembangkan hubungan ekonomi bilateral meskipun akan menghadapi beberapa rintangan.

Selama 70 tahun hubungan diplomatik antara Iran dan Indonesia, kerja sama yang saling menguntungkan terjadi di berbagai bidang, di antaranya politik, ekonomi, perdagangan, budaya, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kerja sama di berbagai bidang itu dilakukan dengan menggunakan kemampuan satu sama lain demi mencapai kepentingan bersama," kata dia.

Dubes Azad mengatakan kedua negara juga saling melakukan pertukaran delegasi di berbagai bidang.

"Tahun 2015, Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta. Pada tahun berikutnya yaitu 2016, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Teheran yang menjadi puncak pertemuan bilateral kedua negara," tutur dia.

Source: Antara

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *