Opini

PARLEMEN

Sports

Dunia

Iklan KPU Sumbar
Terharu! Joe Biden Bawa Hadis Nabi Muhammad dalam Postingan Media Sosialnya
Senin, November 09, 2020

On Senin, November 09, 2020

Terharu! Joe Biden Bawa Hadis Nabi Muhammad dalam Postingan Media Sosialnya
BENTENGSUMBAR.COM - Joe Biden, Calon Presiden Amerika Serikat (AS) mengejutkan umat muslim di Dunia. Ia mengucapkan janji akan memperlakukan Islam sebagaimana wajarnya. 


Hal ini, Biden sampaikan melalui video youtube.


"Saya berjanji kepada Anda sebagai presiden, Islam akan diperlakukan sebagaimana mestinya, seperti keyakinan agama besar lainnya. Saya sungguh-sungguh bersungguh-sungguh," kata Biden dalam video di Youtube, Jumat, 6 November 2020.


Bahkan dalam video tersebut Biden mengutip hadis Nabi Muhammad. 


"Hadist Nabi Muhammad memerintahkan siapa pun di antara kamu melihat kesalahan biarkan dia mengubahnya dengan tangannya jika dia tidak mampu, maka dengan lidahnya jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya," kata Biden.


"Suara Muslim Amerika akan menjadi bagian dari pemerintahan jika saya mendapatkan kehormatan menjadi presiden saya akan mengakhiri larangan (Travel ban) bagi muslim pada hari pertama," tambah Biden dalam video tersebut. 


Selain itu, dia memberikan tweet melalui akun media sosial resminya. Publik langsung ramai memberi tanggapan untuk Biden. 


Dalam komentarnya, banyak warganet yang kemudian mengaku terharu hingga berdoa agar Biden benar-benar terpilih nantinya.


"Saya berjanji kepada Anda, sebagai presiden, Islam akan diperlakukan seperti kepercayaan konvensional lainnya-Joe Biden. Saya berharap dia akan menepati kata-katanya!!," cuit akun @IamHBI, salah satu pengguna Twitter yang ikut mengunggah video Biden.


(cerdikindonesia)

Klaim Kemenangan Sepihak Trump Ingatkan Publik pada Prabowo, Akankah Trump Jadi Menhan AS?
Senin, November 09, 2020

On Senin, November 09, 2020

Klaim Kemenangan Sepihak Trump Ingatkan Publik pada Prabowo, Akankah Trump Jadi Menhan AS?

BENTENGSUMBAR.COM - Dunia sempat dibuat gempar oleh petahana Donald J Trump pada Rabu, 4 November 2020, ketika ia membuat klaim sepihak bahwa ia sudah pasti memenangkan Pilpres Amerika Serikat.


Padahal, hasil penghitungan suara hasil Pilpres AS belum rampung. Malah kini, peluang kemenangan justru terlihat semakin mendekat ke capres asal Partai Demokrat, Joe Biden. 


"Saya akan membuat pernyataan pada malam ini. Sebuah kemenangan besar!" cuit Trump ketika itu. 


Sontak, publik di Indonesia pun ramai-ramai merespons cuitan Trump tersebut. Mereka merasa apa yang dilakukan Trump tidak berbeda jauh dengan sikap Prabowo Subianto pada April 2019, ketika ia berlaga pada Pilpres.


Bahkan, pada 17 April 2019, Prabowo mengajak cawapresnya, Sandiaga Uno, mengumumkan kemenangannya secara sepihak. Bahkan, Prabowo sampai sujud syukur di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketika itu, dia mengklaim lebih unggul dari rivalnya, Joko "Jokowi" Widodo dan mendapat 62 persen suara.


“Saudara sekalian saya hanya ingin memberikan update bahwa berdasarkan real count kita, kita sudah ada di posisi 62 persen. Ini adalah hasil real count, dalam posisi lebih dari 320 ribu TPS. Berarti, sekitar 40 persen. Dan saya sudah diyakinkan oleh ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak. Bisa naik 1 persen dan juga bisa turun 1 persen. Tadi detik ini, hari ini kita berada 62 persen," ungkap Prabowo yang ketika itu belum 'dirangkul' menjadi Menteri Pertahanan. 


Kemiripan sikap dan pernyataan itu yang membuat publik di tanah air seolah deja vu dan dibawa kembali pada momen Pilpres pada April 2019. Bahkan, banyak warganet di tanah air yang ikut mendorong, bila Trump benar-benar kalah pemilu sebaiknya juga dijadikan Menteri Pertahanan oleh Joe Biden. 


Tetapi, bisa kah dalam kultur demokrasi di AS, rival saat pemilu bisa masuk ke dalam kabinet pemerintahan? Apalagi Trump berasal dari partai yang berseberangan dengan Partai Demokrat. 


1. Warganet berspekulasi Donald Trump akan dijadikan Menhan AS di kabinet selanjutnya


Meski warga Negeri Paman Sam yang memberikan suara, yang gusar menanti hasil penghitungan suara justru warga dunia. Tidak terkecuali masyarakat Indonesia. Warganet menyebut banyak ditemukan kemiripan antara situasi Pilpres AS dengan Pilpres Indonesia. 


Ketika Trump menyampaikan cuitan klaim kemenangan sepihak, warganet langsung berspekulasi situasi akan semakin seru, bila salah satu kandidat ditarik masuk ke dalam kabinet dan dijadikan Menteri Pertahanan. Kini, Trump lah yang digadang-gadang warganet agar sebaiknya diangkat menjadi Menhan oleh Biden. 


Bahkan, dorongan dari masyarakat Indonesia agar Trump dijadikan Menhan oleh Biden semakin kuat, ketika mogul properti itu mengaku akan mengajukan gugatan hukum, karena ada kecurangan dalam proses penghitungan suara. Saat ini, suara milik Biden semakin mendekati jumlah angka keramat, yakni minimal 270 electoral votes untuk bisa melenggang ke Gedung Putih. 


"Joe Biden seharusnya tidak membuat klaim yang keliru bahwa ia segera menjadi presiden. Saya juga bisa membuat klaim serupa. Upaya hukum kini tengah dimulai!" cuit Trump pada Jumat, 6 November 2020. 


Melihat cuitan itu, warganet semakin berspekulasi. Warganet meminta Trump tetap tenang, lantaran masih ada peluang di pemerintahan AS dengan menjadi Menhan.


Cuitan warganet semakin meluas. Ada warganet yang mempertanyakan, jika nanti Biden memenangkan Pilpres AS, apakah relawannya akan diangkat menjadi petinggi di jajaran pemerintahan, seperti komisaris di perusahaan milik negara seperti fenomena di Indonesia.


2. Trump bersumpah akan memprotes hasil pemilu ke Mahkamah Agung AS


Selain mengklaim kemenangan sepihak, Trump juga berkoar-koar akan memperkarakan hasil pemilu AS hingga ke Mahkamah Agung. Laman Stuff New Zealand pada 4 November 2020 melaporkan, Trump sempat menyerukan kepada MA untuk menghentikan proses penghitungan suara yang ia klaim sebagai penipuan terbesar di AS. 


"Kami akan ke Mahkamah Agung dan kami semua akan menghentikan proses penghitungan suara. Kami tidak ingin mereka menemukan surat suara pada pukul 04:00 dini hari lalu ditambahkan," tutur Trump ketika menyampaikan pidato pada Sabtu, pukul 02.30 dini hari.


Namun yang menjadi pertanyaan, apakah ancamannya itu akan ia realisasikan? Menurut laporan The Guardian, bila Trump pada akhirnya akan mengajukan gugatan ke MA, maka hal tersebut tidak lagi mengagetkan. Tetapi, MA merupakan jalur pengadilan banding yang terakhir di Negeri Paman Sam. 


Di sana, hakim MA memiliki keleluasaan untuk menentukan kasus mana yang disidangkan. Biasanya, kasus yang bergulir hingga ke MA adalah kasus yang sebelumnya digelar di pengadilan lebih rendah mengenai poin-poin hukum federal dan konstitusi. 


3. Trump bisa saja ditarik menjadi Menhan oleh Biden, asal ia keluar dari Partai Republik


Pertanyaan penting lainnya, apakah Trump bisa ditarik ke dalam kabinet Biden? Menurut pengajar program hubungan internasional, Teuku Rezasyah, hal tersebut bisa saja terjadi, meski belum pernah ada peristiwa semacam itu di AS. Ia menyebut hal itu dengan teori einmalig, yakni peristiwa sejarah yang hanya terjadi satu kali dan tak bisa terulang lagi. 


Namun, menurut pria yang akrab disapa Reza itu, Trump harus keluar lebih dulu dari Partai Republik dan kembali menjadi warga negara biasa. 


"Perlu konsesi yang sangat besar antara Trump dengan Partai Republik. Jadi, harus ada pisah yang anggun. Dia kembali menempatkan diri sebagai fellow citizen dengan mengatakan saya tidak punya partai," tutur Reza ketika dihubungi IDN Times melalui telepon, Kamis, 5 November 2020. 


Kendati, Trump harus menanggung rasa malu yang besar, lantaran ia harus berpindah ke Partai Demokrat jika hal itu terjadi. Tetapi, Reza menggarisbawahi, bukan berarti hal tersebut tak mungkin terjadi. 


Di sisi lain, Trump juga diprediksi akan membuat torehan sejarah lainnya dengan serius menindaklanjuti gugatan hasil Pilpres AS ke MA. Dalam catatan Reza, langkah hukum serupa belum pernah ditempuh capres AS mana pun. 


Sumber: tribunnews

Berani Sentil Macron yang Hina Islam, Ternayata PM Kanada Keturunan Orang Padang, Sumbar
Jumat, November 06, 2020

On Jumat, November 06, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berani menyentil pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dinilai menyinggung umat Muslim dunia.

Dengan dalih kebebasan berbicara dan berekspresi yang merupakan nilai-nilai yang dianut negaranya, Macron sempat menegaskan tak akan melarang penerbitan karikatur Nabi Muhammad meski telah timbul sejumlah insiden.

Sementara gambar dan karikatur Nabi Muhammad merupakan sesuatu yang sangat dilarang bagi umat Muslim.

Trudeau mengungkapkan pihaknya menunjung kebebasan, namun dia menegaskan tetap ada batasannya.

“Kami selalu mendukung kebebasan untuk berekspresi, tetapi kebebasan itu bukannya tanpa ada batasan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

“Kami berhutang pada diri sendiri untuk bertindak dengan menghormati orang lain dan berusaha tidak sewenang-wenang atau melukai semua yang berbagi masyarakat dan planet dengan kita,” ungkap Trudeau.

Justin Trudeau menegaskan bahwa pelaku aksi kekerasan di Nice, Prancis tidak mewakili Muslim. "Nice attacker does not represent Islam," tulisnya.

Meski mengkritik pernyataan Macron, Trudeau menegaskan tak setuju dengan tindakan kekerasan di Prancis.

“Hal itu tak bisa dibenarkan dan Kanada dengan sepenuh hati mengutuk aksi tersebut bersama rekan kami, Prancis, yang harus melalui masa-masa sulit,” ujarnya pula.

Keturunan Padang

Justin Pierre James Trudeau, nama lengkapnya. Ia dinobatkan sebagai salah satu orang terganteng di dunia. Namun, yang bikin bangganya, Perdana menteri (PM) Kanada muda ini ternyata masih memiliki darah Indonesia.

Pria kelahiran 25 Desember 1971 dari pasangan Pierre Elliot Trudeau dan Margaret Sinclair tersebut memiliki nenek buyut dari ibunya, Margaret, bernama Cornelia Louisa Indvelt, yang lahir di Padang, Sumatera Barat pada 1808.

Cornelia adalah anak dari warga negara Belanda yang tinggal di Padang yang beristrikan orang Nias. Berdasarkan kajian Antropologi, orang Nias termasuk orang pertama yang menempati bandar Padang. Bahkan tempo dulu, jika ada yang mengaku orang asli Padang, maka disentil sebagai orang Nias.

Namun sayang, identitas Indvelt belum diketahui secara pasti.

Kemudian, Trudeau juga memiliki darah Prancis Kanada, Skotlandia, dan Inggris. Tidak heran karena kakek Trudeau dari ibunya, James Sinclair, memang berdarah Skotlandia.

Ia pernah menjabat sebagai menteri perikanan dan kelautan Kanada era kabinet Perdana Menteri Louis St. Laurent.

Bukan itu saja, nenek moyang ibunya yang berdarah Inggris juga pernah tinggal di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) di masa penjajahan.

Kakeknya Margaret, Thomas Kirkpatrick Bernard, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada 1891, dan pada usia ke-15 tahun imigrasi ke Kanada pada 1906.

(kmk)

Viral! Joe Biden Disebut Turunan Indonesia yang Berasal dari Pariaman, Sumatera Barat
Kamis, November 05, 2020

On Kamis, November 05, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kemeriahan pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan Presiden Amerika Serikat tak hanya dirasakan warga negara Paman Sam tersebut. Apalagi, Joseph Robinette "Joe" Biden, Jr dipastikan bakal mengalahkan Donald Trump.

Hingga saat ini, suara elektoral Joe Biden masih mengungguli Trump. Joe Bidan memperoleh 264 suara elektroral, sedangkan Trum hanya 214 suara.

Sudah dapat dipastikan, selangkah lagi Joe Biden bakal menjadi presiden baru Amerika Serikat.

Tentu saja, kemenangan Joe Biden ditanggapi beragam oleh warga dunia. Ada yang senang, ada yang galau. Bahkan Israel disebut ketakutan jika Joe Biden menjadi Presiden AS menggantikam Trump.

Warganet di Indonesia pun tak ketinggalan meluapkan rasa senangnya dengan terpilihnya Joe Bidan, termasuk warganet dari Sumateta Barat.

Bahkan, warganet Sumatera Barat menyebut Joe Biden merupakan orang Pariaman.

Hari ini viral sebuah tulisan yang beredar di berbagai platform media sosial, seperti facebook dan WhatsApp Group (WAG) yang mengungkap lelucuan Joe Biden berasal dari Pariaman.

Berikut tulisan viral tersebut:

Breaking News
TERNYATA JOE BIDEN URANG AWAK

_*"Joe Biden"*_ , Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Yang Juga Calon Presiden dari Partai Demokrat, Pada  Pemilihan Presiden Amerika turunan Indo.

Dari Hasil Investigasi Otoritas Keimigrasian Federal Amerika Serikat
_*"Joe Biden"*_ Ternyata Adalah Seorang Imigran Yang berasal dari *Indonesia*, tepatnya dari *Pariaman Sumatera Barat.* 

Sebelumnya Mencalon Berprofesi Sebagai PEDAGANG SATE Dengan Merek Satenya _*Ajo Bidin*_, Sesuai Dengan Nama Aslinya *Zainal Abidin.* 

Sehari-hari Di *Pariaman* Dipanggil Dengan Nama Sebutan _*AJO BIDIN*_, Dan Setelah Bermigrasi Ke *Amerika Serikat* Namanya Berubah Menjadi _*JOE BIDEN....*_
Semoga Sukses menjadi PRESIDEN..Ya UDA BIDEN.

Besok Ni Pulang Ya, Nonton Oyak Tabuik,!

Tidak diketahui siapa penulis tulisan tersebut secara pasti. Namun, tulisan tersebut hanya lelucon untuk perintang-rintang hari, sebagai hiburan agar tidak galau.

(by)

Mayoritas Muslim Amerika Memilih Biden
Rabu, November 04, 2020

On Rabu, November 04, 2020

Mayoritas Muslim Amerika Memilih Biden
BENTENGSUMBAR.COM - Mayoritas Muslim Amerika, 69 persen, memilih kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, sebagai presiden.


Hasil itu ditemukan dari exit poll yang dilakukan oleh Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) pada Selasa.


Organisasi hak sipil dan advokasi Muslim terbesar di negara itu menyebutkan bahwa tingkat partisipasi pemilih Muslim tahun ini tinggi yakni 84 persen.


Hanya 17 persen dari 844 pemilih terdaftar yang berpartisipasi dalam exit poll yang memilih Presiden Donald Trump.


Namun, dibandingkan dengan pemilu 2016, dukungan Muslim untuk Trump meningkat sebesar empat persen.


“CAIR ingin berterima kasih kepada lebih dari satu juta pemilih Muslim Amerika yang memecahkan rekor dalam pemilihan ini,” kata Direktur Eksekutif Nasional CAIR Nihad Awad dalam sebuah pernyataan.


Jutaan warga Amerika memberikan suara mereka pada Selasa untuk memilih presiden ke-46 serta perwakilan kongres mereka di DPR dan Senat.


(*) 

Gara - Gara Ini, Israel Takut Joe Biden Menang Pemilu AS
Rabu, November 04, 2020

On Rabu, November 04, 2020

Gara - Gara Ini, Israel Takut Joe Biden Menang Pemilu AS
BENTENGSUMBAR.COM - Warga Israel Sempat takut jika Joe Biden menang Pemilu AS 2020. Biden dikenal menentang Israel yang memperluas aktivitasnya di Tepi Barat. 


Namun, Isarel tidak perlu khawatir dan proses normalisasi yang dimulai oleh Trump akan terus berlanjut di bawah Biden. 


Sztokman menegaskan posisi Israel akan tetap aman meski nantinya Joe Biden mengalahkan Donald Trump dalam pemilihan 3 November.


"Dia berkomitmen untuk keamanan Israel, tetapi pada saat yang sama dia juga mendukung solusi dua negara dan ingin mencapai perdamaian jangka panjang antara negara Yahudi dan Palestina," kata Sztokman dikutip dari SputnikNews.


Sztokman melanjutkan, ketika terpilih, Biden perlu mengatasi masalah yang timbul dari pemerintahan Trump dan mendapatkan kembali kepercayaan rakyat Palestina. 


Sztokman yakin bahwa dia akan siap menghadapi tantangan tersebut.


"Dia akan menjadi hebat untuk Israel dan kawasan. Dia cerdas dan memahami pentingnya stabilitas dan keamanan dan akan mampu memecahkan sejumlah masalah yang mendesak," ucap Sztokman.


Biden dikenal menentang Israel yang memperluas aktivitasnya di Tepi Barat dan telah berjanji mengembalikan uang yang dipotong oleh pemerintahan Trump ke Palestina. 


Namun, pandangan mantan wakil presiden era Barack Obama tampaknya sebagian besar mendukung Israel.


Biden menyatakan, tidak akan memindahkan Kedutaan Besar AS kembali ke Tel Aviv jika terpilih. 


Dia juga kemudian berjanji melanjutkan kerja sama militer yang erat dengan Israel dan memberikan bantuan miliaran dolar kepada negara tersebut.


Pernyataan itu muncul ketika pemilihan presiden AS hanya beberapa hari lagi. Kesenjangan antara kedua kandidat terus tumbuh lebih lebar. 


Jajak pendapat Israel baru-baru ini mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen orang Israel lebih suka melihat Trump terpilih kembali. 


Hanya 19 persen yang memiliki pandangan serupa tentang penantangnya, Biden.


Dukungan untuk Trump sangat berlasan karena dia mengambil beberapa tindakan pro-Israel yang tidak pernah dilakukan oleh presiden AS sebelumnya. Contoh saja pada 2017, dia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pada Mei tahun berikutnya dia memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke kota yang disengketakan sehingga memicu kemarahan rakyat Palestina.


Beberapa saat kemudian, Trump memotong dana rakyat Palestina dan mengakui legalitas permukiman Yahudi di Yudea dan Samaria. 


Dia pun menghadapi Teheran dengan meninggalkan kesepakatan nuklir Iran dan memainkan peran penting dalam kesepakatan normalisasi antara Isarel dan tiga negara Muslim. 


Sumber: ringtimesbali

Selisih Makin Tipis, Biden Raup 238 Electoral Votes dan Trump 213
Rabu, November 04, 2020

On Rabu, November 04, 2020

Selisih Makin Tipis, Biden Raup 238 Electoral Votes dan Trump 213
BENTENGSUMBAR.COM - Selisih perolehan electoral votes antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dengan rivalnya, Joe Biden, capres dari Partai Demokrat, semakin menipis. 


Penghitungan hasil pilres AS di beberapa negara bagian AS yang belum masuk, akan menjadi penentu apakah Trump atau Biden yang menang.


Seperti dilansir Fox News, Rabu, 4 November 2020, daya penghitungan terbaru dari Fox News, salah satu media terkemuka AS, menunjukkan Biden masih unggul dengan 238 electoral votes dan Trump meraup 213 electoral votes sejauh ini.


Perolehan electoral votes bertambah sedikit usai Trump diproyeksikan memenangi Texas dan Biden diproyeksikan menang di Rhode Island.


Perolehan electoral votes yang didapat Biden dan Trump masih sangat mungkin berubah karena hasil pilpres di sejumlah negara bagian, termasuk Nevada, Wisconsin, Michigan, Georgia dan Pennsylvania, belum masuk dalam penghitungan sejauh ini.


Secara keseluruhan, menurut data Fox News, Biden mengungguli Trump dalam perolehan popular votes sejauh ini. 


Biden mendapatkan lebih dari 64 juta suara (49,9 persen), sedangkan Trump mendapatkan lebih dari 62 juta suara (48,5 persen).


Namun dengan pilpres AS menganut sistem electoral college atau sistem keterwakilan, maka perolehan electoral votes menjadi penentu kemenangan seorang capres. 


Dibutuhkan setidaknya 270 electoral votes -- dari total 538 electoral votes yang ada -- untuk memenangkan pilpres AS.


Sumber: detikcom

Sertifikasi Imam dan Perang Macron Melawan Radikalisme di Prancis
Selasa, November 03, 2020

On Selasa, November 03, 2020

Sertifikasi Imam dan Perang Macron Melawan Radikalisme di Prancis
BENTENGSUMBAR.COM - Pasca penyerangan terhadap warga di dekat kantor redaksi Charlie Hebdo pada 25 September 2020, Imam Besar Masjid Agung Paris Chems-eddine Hafiz dan para pengurus Dewan Masjid Prancis menemui Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee. 


Mereka mendesak Macron agar segera membuat UU khusus untuk mengatasi kaum Islamis (radikal) yang berupaya membangkang terhadap Republik.


"Mereka gelisah sangat karena polisi dan jaksa seperti tak serius menangani aksi-aksi kekerasan bermotif agama," kata Mahmud Syaltout dalam Blak-blakan di detik.com, Senin, 2 November 2020.


Kepada Macron, mereka juga menegaskan bahwa untuk menghadapi kaum islamis perlu diperbanyak imam yang moderat. 


Salah satunya lewat lewat program vokasi setara Diploma 3. Untuk biaya akan ditanggung bersama pemerintah. 


Cuma untuk ijazah para lulusannya harus diakui setara dengan ijazah universitas oleh negara. 


Pembahasan lebih teknis dilanjutkan dalam pertemuan ke esokan harinya dengan Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, Menteri Pendidikan, dan Deputi Menteri Imigrasi.


Chems-eddine Hafiz dan kawan-kawan berharap Islam yang tumbuh dan berkembang di Prancis harus yang mencerahkan dengan membawa pesan-pesan damai. 


Mereka resah dengan kiprah para imam 'impor' yang datang dari negara-negara di luar Prancis yang cenderung membawa wajah Islam yang radikal.


"Umat utuh Imam yang betul-betul paham ayat Quran, hadist, serta ajaran Islam yang penuh cinta kasih, bukan yang gampang terhasut dan tersulut untuk bersikap dan bertindak beringas," kata Mahmud menirukan kalimat Chems-eddine Hafiz dalam sebuah wawancara dengan televisi Prancis.


Ketika wacana pembuatan UU tersebut bergulir, aksi-aksi vandalisme ke gereja dan masjid terus berlangsung silih berganti. 


Akhirnya pada 2 Oktober Emmanuel Macron menyampaikan pidato soal Laicite (sekularisme atau abanganisme), Islamisme (radikal), dan Islam Lumieres (mencerahkan, rahmatan lil alamin, sekaligus cinta tanah air.


Bagi Macron, Laicite itu ibarat semen yang merekatkan antar warga masyarakat berbeda agama dan pandangan politik. 


Di bagian lain dia mewanti-wanti agar kaum muslim tak terkena jebakan betmen mereka yang biasa suka berpolemik dan kelompok ekstrem kanan yang suka melakukan stigmatisasi terhadap Islam. 


"Jangan sampai juga karena menghormati laïcité, kita justru terjebak pada "jebakan betmen" para tukang bikin polemik dan partai/kelompok ekstrimis."


Penyebutan 'partai/kelompok ekstrimis' waktu itu, menurut Mahmud Syaltout, lebih merujuk Partai Kanan ekstrim yang sudah mendeklarasikan Le Pen sebagai calon presiden di Pilpres 2022. 


Le Pen dan partainya diketahui senang sekali melakukan stigmatisasi terhadap Islam.


Terkait radikalisme di Prancis, Macron mengungkapkan bahwa mereka melakukannya secara sadar sebagai gerakan politik agama. 


Mereka secara membentuk komunitas-komunitas untuk melawan republik, seperti menuntut tempat-tempat olah raga eksklusif yang memisahkan lelaki dan perempuan. 


Atau ada orang tua yang melarang anak mereka belajar di sekolah-sekolah negeri dengan tak ingin anaknya menjadi kafir.


Di Paris, kata Mahmud Syaltout yang mengajar Politik Prancis dan Eropa Barat di UI, memang pernah ada kolam renang yang pada hari dan jam tertentu digunakan terpisah oleh kaum perempuan dan lelaki. 


"Tapi lebih karena alasan mencegah kenakalan tertentu, bukan karena motif agama," ujarnya.


Sumber: detikcom

Sentil Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau: Kebebasan Berekspresi Ada Batasnya
Senin, November 02, 2020

On Senin, November 02, 2020

Sentil Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau: Kebebasan Berekspresi Ada Batasnya
BENTENGSUMBAR.COM - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau ikut menyentil pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.


Sebelumnya, Macron sempat menegaskan tak akan melarang penerbitan karikatur Nabi Muhammad meski telah timbul sejumlah insiden.


Menurut Macron karena hal itu merupakan bagian dari kebebasan berbicara dan berekspersi yang merupakan nilai-nilai yang dianut negaranya.


Padahal, gambar dan karikatur Nabi Muhammad merupakan sesuatu yang sangat dilarang bagi umat Muslim.


Trudeau mengungkapkan pihaknya menunjung kebebasan, namun dia menegaskan tetap ada batasannya.


“Kami selalu mendukung kebebasan untuk berekspresi, tetapi kebebasan itu bukannya tanpa ada Batasan,” ujarnya kepada AFP.


“Kami berhutang pada diri sendiri untuk bertindak dengan menghormati orang lain dan berusaha tidak sewenang-wenang atau melukai semua yang berbagi masyarakat dan planet dengan kita,” tambah Trudeau.


Meski mengkritik pernyataan Macron, Trudeau menegaskan tak setuju dengan tindakan kekerasan di Prancis.


“Hal itu tak bisa dibenarkan dan Kanada dengan sepenuh hati mengutuk aksi tersebut bersama rekan kami, Prancis, yang harus melalui masa-masa sulit,” tambahnya.


Karikatur Nabi Muhammad sempat membuat seorang guru sejarah di luar kota Paris dipenggal, Jumat, 16 Oktober 2020.


Guru bernama Samuel Paty itu dipenggal tak lama setelah mengadakan diskusi dan memperlihatkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.


Tak sampai sebulan kemudian, serangan penusukan dan pemenggalan terjadi di sebuah gereja di Nice, yang menyebabkan tiga orang tewas.


Sumber: Kompas.tv

Mendagri Turki dan Jubir Presiden Erdogan Positif Corona
Minggu, November 01, 2020

On Minggu, November 01, 2020

Mendagri Turki dan Jubir Presiden Erdogan Positif Corona
BENTENGSUMBAR.COM - Dua pejabat tinggi Turki yang bekerja sama dengan presiden Turki dinyatakan positif Corona (COVID-19). Keduanya memiliki gejala ringan Corona.


Dilansir Aljazeera, Minggu, 1 November 2020, dua orang itu adalah juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin dan Mendagri Turki, Suleyman Soylu. Keduanya memiliki gejala ringan Corona.


Juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin, mengatakan dia memiliki gejala Corona ringan dan mendekati akhir pengobatan. Namun, dia tidak mengatakan sudah berapa lama dia sakit.


Pernyataannya muncul beberapa jam setelah Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan dia, istri, dan putrinya semuanya dinyatakan positif Corona setelah merasa tidak enak badan pada hari Senin, 26 Oktober 2020.


Suleyman dan keluarga saat ini dirawat di rumah sakit. Saat ini kondisinya sudah lebih baik


"Syukurlah kami sedikit lebih baik," kata Suleyman.


Kedua pria tersebut secara rutin bertemu Erdogan, yang sedang dalam perjalanan pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020 ke Izmir untuk memeriksa kerusakan akibat gempa bumi yang menewaskan lebih dari 30 orang di Turki dan Yunani.


Diketahui, Erdogan secara rutin menjalani tes virus, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Dia juga menjaga jadwal kerjanya setiap hari.


Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020 melaporkan 75 kematian baru akibat COVID-19 dan 2.213 kasus baru yang dikonfirmasi.


Korban tewas negara dalam pandemi sekarang mencapai 10.252. Sedangkan jumlah kasus saat ini mencapai 375.367.


Sumber: detikcom

Geger, Pengemudi Tabrakan Mobil ke Gerbang Masjidil Haram Mekkah
Sabtu, Oktober 31, 2020

On Sabtu, Oktober 31, 2020

Geger, Pengemudi Tabrakan Mobil ke Gerbang Masjidil Haram Mekkah
BENTENGSUMBAR.COM - Seorang pengemudi menabrakan mobilnya ke gerbang luar Masjidil Haram di Mekkah pada Jumat 30 Oktober 2020.


Aksi nekat yang dilakukan pengemudi mobil Hyundai tersebut tidak menimbulkan korban.


Dikutip dari middleeasteye.net, pada Sabtu 31 Oktober 2020, dijelaskan bahwa mobil jenis sedan tersebut melaju dengan kecepatan tinggi menembus barikade plastik di halaman luar Masjid sebelum melaju ke salah satu pintu besar luar Masjidil Haram.


Bahkan berdasarkan surat kabar lokal Al-Waeem melaporkan bahwa tidak ada warga sipil yang terluka dalam kecelakaan itu. 


Sementara video lain yang diposting di media sosial menunjukkan sejumlah orang mendorong kendaraan menjauh dari kompleks masjid.


Sedangkan, saluran yang dikelola pemerintah Arab Saudi, Saudi Qur'an terus menyiarkan video langsung dari dalam masjid selama dan setelah insiden tersebut.


Perlu diketahui, Masjidil Haram melanjutkan salat berjamaah awal bulan ini setelah jeda tujuh bulan di tengah wabah virus corona.


Dan pada Minggu ini, kerajaan akan mengizinkan beberapa orang asing untuk melakukan umrah, ziarah ke kota Mekkah dan Madinah yang bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.


Umrah secara historis menarik jutaan peziarah dari seluruh dunia, tetapi karena COVID-19, pihak berwenang Saudi mengatakan mereka akan secara bertahap meningkatkan jumlah jemaah yang diizinkan masuk ke dua kota suci tersebut.


Sumber: VIVA

Banyak Dikecam, Charlie Hebdo Tetap Bangga Provokasi Islam
Jumat, Oktober 30, 2020

On Jumat, Oktober 30, 2020

Banyak Dikecam, Charlie Hebdo Tetap Bangga Provokasi Islam
BENTENGSUMBAR.COM - Berulang kali diancam, dibom dan diserang dalam serangan yang menewaskan belasan anggota staf, tetapi surat kabar Prancis satir Charlie Hebdo tidak berhenti mengolok-olok Islam.


Banyak kritikus surat kabar di seluruh dunia mengatakan staf editorialnya selalu berusaha menyerang Islam. Orang-orang yang bekerja untuk Charlie Hebdo selalu menyerukan intoleransi, penindasan, dan bentuk politik Islam yang mengancam demokrasi. 


Dengan dalih kebebasan berekspresi, publikasi tersebut masih rutin mendorong batas-batas undang-undang ujaran kebencian Prancis dengan karikatur seksual eksplisit yang menyerang atau menyinggung hampir semua orang. 


Charlie Hebdo telah banyak menerbitkan konten yang mencela para migran anak yang meninggal, korban virus, pecandu narkoba yang sekarat, para pemimpin dunia, neo-Nazi, paus, uskup, pemimpin Yahudi, dan tokoh agama, politik, dan hiburan lainnya. 


Mingguan ini menampilkan kartun pemakaman guru yang dipenggal, menunjukkan petugas membawa dua peti mati, satu untuk tubuh, satu untuk kepala. 


Sejak persidangan dibuka bulan lalu atas serangan 2015 yang menewaskan 12 kartunisnya, surat kabar tersebut mencatat persidangan setiap hari dan menghabiskan hampir setengah dari sampul mingguannya untuk mengejek ekstremisme.


“Kami membutuhkan tindakan yang kuat untuk menghentikan ekstremisme, tetapi juga untuk mengutuk tindakan sekecil apa pun, kata-kata yang tidak toleran atau penuh kebencian terhadap orang-orang Prancis dari latar belakang imigran. Karena Prancis tidak terbagi antara Muslim dan non-Muslim, antara beriman dan non-Muslim, antara orang-orang dengan akar Prancis dan orang Prancis dari latar belakang imigran. Tidak, Prancis terbagi antara demokrat dan anti-demokrat,” tulis salah seorang editor Charlie Hebdo, Riss dalam editorialnya, Rabu, 28 Oktober 2020.


Sebenarnya sirkulasi surat kabar ini terbilang kecil, ditambah banyak orang Prancis menganggapnya menjijikkan atau ekstrem, tetapi tetap mempertahankan haknya untuk hidup. 


Edisi Charlie Hebdo yang paling ditentang dan menimbulkan kemarahan karena mencetak ulang karikatur Nabi Muslim Muhammad yang awalnya diterbitkan oleh majalah Denmark pada 2005. 


Kartun-kartun itu dipandang sebagai penghinaan dalam Islam. Banyak Muslim di seluruh dunia merasa benar-benar terluka olehnya tetapi mengutuk kekerasan yang datang sebagai tanggapannya.


Pada 2011, kantor Charlie Hebdo dibom setelah menerbitkan edisi spoof yang "mengundang" nabi untuk menjadi editor tamu. Karikaturnya ada di sampulnya.


Setahun kemudian, surat kabar tersebut menerbitkan lebih banyak gambar Muhammad di tengah keributan atas film anti-Muslim. Kartun-kartun itu menggambarkan Muhammad dalam keadaan telanjang dan dalam pose-pose yang merendahkan atau porno.  


Pemerintah Prancis membela kebebasan berbicara bahkan ketika menegur Charlie Hebdo karena mengipasi ketegangan.


Pada Januari 2015, dua ekstremis Alqaidah kelahiran Prancis yang marah karena karikatur itu menyerbu ruang redaksi dan menewaskan 12 orang, termasuk pemimpin redaksi dan beberapa kartunis. Charlie Hebdo belum mundur.  


Pada hari persidangan serangan 2015 dibuka, mereka mencetak ulang karikatur nabi yang asli.


Beberapa minggu kemudian, seorang pemuda Pakistan menikam dua orang di luar kantor Charlie Hebdo, mengutip kartun yang diterbitkan ulang.


Pada 16 Oktober, seorang pengungsi Chechnya memenggal kepala seorang guru di luar Paris yang telah menunjukkan karikatur ke kelasnya, untuk debat tentang kebebasan berekspresi.


Presiden Prancis Emmanuel Macron hingga kini dengan tegas membela kebebasan Charlie Hebdo untuk mencetak karikatur dan berbicara menentang Islamisme, menarik protes dan seruan untuk boikot di seluruh dunia Muslim, serta seruan untuk kekerasan terhadap Prancis dari beberapa suara ekstremis.


Sonia Mejri, janda komandan ISIS asal Prancis yang kecewa merekrut salah satu penyerang tahun 2015, bersaksi dari penjara selama persidangan. 


Di akhir kesaksiannya, dia menyampaikan pesan kepada jurnalis Charlie Hebdo, termasuk mereka yang duduk di ruang sidang.


“Jangan berhenti. Ini penting. Itu benar-benar yang paling mereka benci. Anda mewakili kebebasan. Apa yang mereka inginkan adalah menciptakan rasa tidak enak di masyarakat," kata Mejri. 


Sumber: Republika

Di Acara GP Ansor, Pompeo Ungkap Bahaya Partai Komunis China
Kamis, Oktober 29, 2020

On Kamis, Oktober 29, 2020

Di Acara GP Ansor, Pompeo Ungkap Bahaya Partai Komunis China
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo menyebut Partai Komunis China sebagai salah satu ancaman terbesar bagi kebebasan beragama di masa depan.


Hal itu ia sampaikan saat menjadi berpidato di depan perwakilan ormas Islam di Indonesia pada forum yang digelar oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Kamis, 29 Oktober 2020.


Pompeo awalnya meminta kepada seluruh pemimpin agama untuk terus membela hak asasi manusia dalam hal kebebasan beragama. Sebab, pemerintahan di dunia ini yang melakukan pelanggaran terhadap hak-hak tersebut.


Ia mencontohkan pelanggaran yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingya dan pemerintah Iran terhadap para kelompok minoritas di negara tersebut.


Meski demikian, Pompeo menegaskan bahwa ancaman terbesar terhadap kebebasan beragama dari semua itu datang dari Partai Komunis China.


"Tapi fakta ancaman paling besar terhadap kebebasan beragama adalah tekanan Partai Komunis China terhadap semua orang dari kelompok agama," kata Pompeo.


Pompeo menilai Partai Komunis China yang berlandaskan ateisme telah menekan semua golongan masyarakat dari agama apapun selama ini. Baik Islam, Kristen, Budha dan agama lainnya.


Ia mencontohkan bahwa Partai Komunis China ingin meyakinkan kepada dunia bahwa tindakan brutal yang selama ini dilakukan terhadap Muslim Uighur di Xinjiang merupakan langkah anti-terorisme dan pengentasan kemiskinan.


"Tapi kita semua tahu, bahwa tidak ada penanggulangan terorisme yang membenarkan dan memaksa Muslim di Uighur yang memakan babi selama bulan Ramadan," kata dia.


Pompeo juga menilai Partai Komunis China telah mengambil banyak anak-anak Muslim Uighur dari orang tuanya selama ini. Menurutnya, hal itu bukan termasuk dalam program pengentasan kemiskinan.


Pompeo lalu mengatakan banyak pejabat Partai Komunis China yang mencoba meyakinkan Indonesia untuk berpaling dari kejadian brutal tersebut. Menurutnya, pejabat-pejabat Partai Komunis China banyak membelokkan narasi dengan memperlihatkan kehidupan di Uighur menjadi lebih modern dan sejahtera.


"Lihat ke dalam hati anda, lihat fakta, dengarkan kisah para penyintas dan keluarga mereka," kata dia.


Sumber: CNN Indonesia

Menlu AS ke Indonesia Pekan Depan, Bakal Dialog dengan GP Ansor, Mau Ngapain?
Kamis, Oktober 22, 2020

On Kamis, Oktober 22, 2020

Menlu AS ke Indonesia Pekan Depan, Bakal Dialog dengan GP Ansor, Mau Ngapain?
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada pekan depan.


Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada press briefing, Kamis, 22 Oktober 2020. 


Dia mengatakan salah satu agenda Pompeo kali ini adalah bertemu dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk membahas isu umat beragama dan peradaban.


"AS adalah salah satu mitra penting Indonesia. Indonesia ingin terus membangun kemitraan kokoh yang saling menguntungkan dan saling menghormati dengan AS," ujarnya.


Dia mengatakan tujuan Sekretaris Pompeo ke Tanah Air adalah untuk membangun hubungan bilateral kedua negara. 


Kuatnya hubungan kedua negara ditunjukkan kegiatan saling kunjung pejabat di dua negara.


Seperti diketahui, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memenuhi undangan Menteri Pertahanan AS Mark Esper ke Washington pada 16 Oktober.


Agenda kunjungan ini di antaranya membicarakan diplomasi pertahanan, seperti keamanan regional dan pertahanan bilateral.


Dikutip dari situs resmi pemerintah AS, Pompeo akan melakukan lawatan ke beberapa negara seperti India, Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia pada 25 - 30 Oktober.


"Sekretaris Pompeo akan mengunjungi Jakarta untuk menyampaikan komentar publik dan bertemu dengan mitra Indonesia-nya untuk menegaskan visi kedua negara terkait Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka."


Sebelumnya, Pompeo dalam konferensi pers di Departemen Luar Negeri bahwa Amerika Serikat, mengatakan akan meluncurkan dialog tentang China dengan Uni Eropa pada Jumat, 23 Oktober 2020, dan dirinya akan memulai perjalanan ke India, Sri Lanka, Maladewa dan Indonesia.


Dia berharap pertemuan dengan para pejabat di negara yang dikunjunginya, termasuk Indonesia, akan mencakup diskusi tentang bagaimana negara bebas dapat bekerja sama untuk menggagalkan ancaman yang ditimbulkan oleh Partai Komunis China.


Sumber: kabar24

Surat Kabar Prancis Mohon Perlindungan Usai Terbitkan Kartun Nabi Muhammad
Kamis, Oktober 22, 2020

On Kamis, Oktober 22, 2020

Surat Kabar Prancis Mohon Perlindungan Usai Terbitkan Kartun Nabi Muhammad
BENTENGSUMBAR.COM - La Nouvelle Republique, surat kabar daerah di Prancis, mengaku menerima ancaman di media sosial setelah mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad pada halaman muka.


Pada 18 Oktober 2020, koran La Nouvelle Republique menerbitkan ulang sketsa gambar Nabi Muhammad dari majalah Charlie Hebdo yang menyoroti ancaman dari kelompok ekstremis Islam, menyusul pembunuhan guru Prancis bernama Samuel Paty pada pekan lalu.


Jurnalis media tersebut, Christophe Herigault, mengatakan kepada BFM TV pada Rabu, 21 Oktober 2020 bahwa pihaknya mendapatkan reaksi positif atas penerbitan itu--dengan dalih kebebasan berpendapat dan demokrasi, namun sejumlah komentar lainnya bernada ancaman.


"Ada empat sampai lima ancaman, khususnya di Facebook, yang membuat kami mengajukan permohonan yudisial sebagai jalan satu-satunya," ujar Herigault.


Pembunuhan Samuel Paty disinyalir juga terkait dengan kasus kartun Nabi--yang dalam kepercayaan Islam, gambaran apapun dari Nabi Muhammad merupakan penistaan.


Paty dipenggal pada siang hari di luar sekolahnya di pinggiran kota Paris oleh remaja 18 tahun. 


Sebelum insiden itu dia menunjukkan kartun seorang pria telanjang yang dia sebut Nabi Muhammad kepada muridnya di kelas untuk mencontohkan kebebasan berekspresi. 


Tindakan tersebut memicu kemarahan orang tua murid Muslim.


Polisi kemudian menembak mati pelaku pemenggalan. Peristiwa yang terjadi pada Paty itu menjadi sorotan di Prancis, serupa dengan penyerangan maut di kantor majalah Charlie Hebdo yang terjadi lima tahun silam.


Sumber: Antara

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *