PILIHAN REDAKSI

Ustaz Abdul Somad Ditolak Singapura, Sandiaga Uno: UAS Penggerak Ekonomi

BENTENGSUMBAR.COM - Terkait Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi dari Singapura, begini komentar Menteri Pariwisata...

Advertorial

Simpanan Minyak Bumi Makin Habis, Warga Timor Leste Ngaku Nyesal Nekat Merdeka dari Indonesia? Pakar: Bagaimana Mau Makan kalau Minyak Habis
Selasa, Desember 14, 2021

On Selasa, Desember 14, 2021

BENTENGSUMBAR.COM -  Pengembalian minyak dan gas di Timor Leste dalam 15 tahun terakhir membuat cadangan hasil alam di Laut Timor itu hampir habis.

Negara itu terancam semakin terjerembab dalam kemisikinan bila sumber kekayaan itu benar-benar habis.

Saat ini, masyarakat di negara Timor Leste sedang memikirkan akan memakan apa lagi bila segala kekayaan alam Bumi Lorosae sudah habis.

Diketahui, Negara Timor Leste diberkati dengan pendapatan minyak dan gas sebesar US$ 23 miliar atau sekitar Rp 329 triliun selama 15 tahun terakhir.

Angka tersebut dilaporkan mampu membayar 86% kegiatan negara.
Tapi era ini hampir berakhir.

Ekspor sisa minyak serta gas mungkin hanya bisa membiayai pemerintah satu atau dua tahun lagi.

Bahkan jika investasi dana kekayaan negara US$ 19 miliar (Dana Perminyakan) terus berjalan dengan baik, Timor Leste hanya punya waktu sedikit dengan masa depan tidak pasti dan menakutkan.

Sebagaimana dirinci dalam artikel Charles Scheiner, peneliti di La'o Hamutuk, Institut Pemantauan dan Analisis Pembangunan Timor-Leste, yang berjudul 'Survei ekonomi Timor-Leste: Akhir dari pendapatan minyak bumi'.

Dalam penelitian tersebut tertulis, para pemimpin negara Timor Leste mengelola aliran masuk pendapatan minyak bumi dengan baik, menghindari korupsi, kekerasan, kriminalitas, dan inkonstitusionalitas yang signifikan.

Namun, beberapa konsekuensi negatif dari ketergantungan minyak tidak dapat dihindari.

Ekonomi bergantung pada impor, produksi lokal minimal, lapangan kerja langka dan hanya kelas menengah serta atas perkotaan yang dapat menikmati manfaatnya.

Sebagian besar uang minyak telah membayar perusahaan asing untuk membangun proyek infrastruktur besar.
Namun kehidupan pedesaan, mayoritas pertanian hampir tidak membaik.

Hanya sebagian kecil dari pendapatan minyak bumi yang telah digunakan untuk mendukung kehidupan masyarakat dan produktivitas masa depan.

Kondisi ini sedikit lebih baik daripada tahun 1990-an, tahun-tahun terakhir pendudukan militer Indonesia.
Kebanyakan orang terus bertahan hidup dengan pertanian subsisten.

Sementara, pekerjaan sektor swasta telah menurun sejak 2014.

Diversifikasi ekonomi, meskipun sering dibahas, belum terjadi.

Pembuat kebijakan masih mengacu pada Rencana Pembangunan Strategis 2011 yang tidak realistis dan ketinggalan jaman.

Banyak orang, termasuk sebagian besar pejabat pemerintah, telah menginternalisasi ketergantungan pada minyak dan gas yang telah mendominasi Timor Leste.

Mereka merasa sulit untuk membayangkan ekonomi pasca-minyak atau untuk memulai pekerjaan yang menantang guna memperkuat pangan lokal dan produksi lainnya.

Pemerintah Timor Leste menghindari pertanyaan-pertanyaan yang tidak mengenakkan, seperti bagaimana orang akan makan ketika uang minyak untuk membayar makanan dari luar negeri habis. (Suar.id)

Dana Ratusan Triliun seakan tak Berarti, Timor Leste Diprediksi akan jadi Negara Mati 10 Tahun ke Depan, Xanana Gusmao: Lebih Baik Kita Lari saja
Minggu, Desember 12, 2021

On Minggu, Desember 12, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Dana Ratusan Triliun seakan tak Berarti, Timor Leste Diprediksi akan jadi Negara Mati 10 Tahun ke Depan.

Sejarah Timor leste merdeka dimulai saat dilakukan Referendum pemisahan diri Timor Timur diizinkan Presiden BJ Habibie pada Agustus 1999.

Baru pada 20 Mei 2002, terbentuklah negara Timor Leste sebagai negara dengan kedaulatan penuh, lepas dari Republik Indonesia.

Bertahun-tahun setelah merdeka, Mantan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao membeberkan permasalahan pokok negara itu.

Tak lain dan tak bukan, yakni kemiskinan.

Gusmao mengaku pesimis rakyat Timor Leste akan keluar dari zona krisis kemiskinan.

Ia mengungkapkan, Timor Leste memiliki dana abadi dengan nominal ratusan triliunan rupiah.

Dana itu, katanya sekarang tersimpan di Bank New York, Amerika Serikat.

Namun dia mengatakan, meski dana ratusan triliun rupiah itu cair, 10 tahun mendatang Timor Leste akan menjadi negara yang mati.

Diwartakan The Oekui Post, laporan trimestral dari Banco Central Timor Leste (BCTL) mengumumkan, jumlah dana perminyakan Timor Leste yang tersimpan di Bank New York sebesar 18,4 miliyar dolar AS (Rp 273 triliun – kurs Rp 14.840).

Mulai tahun 2021, Pemerintah Timor Leste akan menggunakan uang simpanan itu sebagai kebutuhan belanja negaranya sebesar 1,4 miliyar dolar AS atau Rp 20,77 triliun.

Sehubungan dengan hal itu, banyak orang mulai berfikir dan prihatin terhadap keberlanjutan kondisi keuangan Timor Leste.

Sebuah seminar digelar di negara itu untuk mendiskusikan segala prioritas anggaran nasional Timor Leste.

Dalam acara itu, mantan PM dan juga pejabat kharismatik Timor Leste, Xanana Gusmao percaya, negaranya memiliki uang yang disimpan di Bank New York.

Gusmao juga sangat percaya, Rancangan Anggaran Negara akan lolos di tingkat parlemen karena memiliki suara mayoritas.

“Anggaran bisa saja lolos," ujarnya.

"Tetapi, prosedurnya yang bermasalah,” katanya.

Ia menambahkan, dana perminyakan masih ada.

Namun menurutnya, jika pemerintah Taur Matan Ruak memimpin hingga 10 tahun lagi, semua orang di Timor Leste akan mati.

Dia mengambil contoh, demi membayar hotel yang digunakan untuk karantina, bayar catering, sang perdana menteri juga tidak tahu bagaimana cara kelola uang.

Pemeritahan itu juga tutup mata dalam menganggarkan proyek yang bersifat darurat, seperti pandemi Covid-19.

“Ini artinya, selama 10 tahun mereka tetap memimpin, lebih baik kita lari saja entah kemana."

"Kalau 10 tahun mereka memimpin, kotamadya jangan disebutkan,” katanya.

Gusmao menyebutkan, pemerintahan yang dipimpin PM Taur Matan Ruak tidak memiliki anggaran negara.

Sejak lepas dari Indonesia dan menjadi sebuah negara merdeka, Timor Leste sama sekali belum menunjukkan perkembangan ekonomi yang memuaskan. (Suar.id)

Dunia Arab Muak dengan Radikalisme dan Partai Agama
Sabtu, Desember 11, 2021

On Sabtu, Desember 11, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pamor partai agama dan kelompok militan ekstremis -seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbullah, Hamas, Al-Qaeda, Daesh dan Taliban- ternyata ,sudah merosot tajam di dunia Arab.

Inilah fenomena yang menarik yang mengemuka di Timur Tengah, dari hasil studi paling baru berjudul Mosque and State: How Arabs See the Future (Masjid dan Negara: Bagaimana Orang Arab Melihat Masa Depan).

"Penelitian ini menyimpulkan, kebanyakan orang Timur Tengah menentang penggunaan agama untuk keuntungan politik. Mereka sudah muak dengan ekstremisme," tegas profesor ilmu politik, Dr Abdulkhaleq Abdulla di Dubai, Ibukota Uni Emirat Arab, Kamis, 9 Desember 2021.

"Masalahnya, kelompok-kelompok politik berdasarkan agama selama ini tidak membawa mereka ke mana-mana," lanjutnya kepada Arab News, sebagaimana dilansir Suara Pemred.

Dari hasil penelitian paling baru ini maka diketahui bahwa daya tarik partai agama (Islam) dan kelompok ekstremis di mata orang Arab kemungkinan akan memudar selama 10 tahun ke depan.

Survei menunjukkan bahwa sebagian besar orang Arab justru memandang korupsi sebagai masalah utama di negara asal mereka dan juga menjadi penyebab utama konflik di dunia Arab.

Para peneliti juga menemukan persetujuan yang luar biasa terkait perkembangan pemberdayaan perempuan, seperti dalam hal mengemudi mobil.

Kebanyakan orang Arab juga mengharapkan kemajuan lebih lanjut di negara mereka sendiri dalam 10 tahun ke depan.

Temuan dari survei tentang Islam politik adalah 'kabar baik' bagi wilayah tersebut.

Wajah Buruk ISIS dan Terorisme

“Memang, kami telah melihat wajah buruknya selama empat hingga lima tahun penguasaan Daesh (kelompok teroris ISIS yang ingin mendirikan negara khilafa) atas wilayah yang luas di Suriah dan Irak. Sehingga wajar jika ada penurunan popularitas mereka," lanjut Abdulla.

Namun yang jauh lebih penting, lanjutnya, adalah prediksi bahwa dukungan terhadap partai-partai agama, baik moderat maupun ekstremis, sedang menurun tajam.

Senada itu, Dr Theodore Karasik, penasihat senior untuk Gulf State Analytics (Analisa-analisa Negara Teluk) di Washington, AS, menilai bahwa jajak pendapat menunjukkan penolakan yang jelas oleh orang-orang Arab terhadap model politik seperti itu.

Dalam artikelnya di Arab News, Rabu, 8 Desember 2021, Karasik menyatakan bahwa dunia Arab akhirnya sadar bahwa selama ini telah terjadi semacam penyalahgunaan, dan penggunaan emosi orang-orang secara berlebihan.

"Disadari bahwa semuanya ini dilakukan untuk keuntungan politik oleh gerakan-gerakan agama yang itu. Tapi yang terpenting, Ikhwanul Muslimin sedang melalui momen terburuknya," tegasnya.

Survei tersebut dilakukan oleh YouGov dan Arab News dalam kemitraan dengan Forum Strategi Arab, yang berlangsung pada Rabu lalu di Dubai.

Acara tahunan ke-12 ini mengeksplorasi peristiwa dan tren yang diharapkan selama 10 tahun ke depan, dengan 18 pembicara utama, termasuk mantan menteri, pejabat pemerintah, pakar industri, ahli strategi internasional, penulis, dan kalangan profesional media.

Hasil studi ini menggambarkan bagaimana berubahnya persepsi tentang masalah ini, yang juga diterjemahkan menjadi penolakan terhadap narasi Iran tentang Levant.

Dilansir dari Wikipedia, Levant berasal dari bahasa Prancis: Levant (pengucapan dalam bahasa Prancis) atau Syam (serapan dari bahasa Arab), yang artinya wilayah Timur, atau wilayah besar di Asia Barat, yang dibatasi oleh Pegunungan Taurus di utara, Gurun Arab di selatan, Laut Mediterania di barat, dan Pegunungan Zagros di timur.

Levant meliputi wilayah Lebanon, Suriah, Yordania, Israel, dan Palestina. Kadang-kadang, Siprus, Sinai, dan Irak juga dianggap sebagai bagian dari Levant.

Universitas Kolese di London, Inggris, mendeskripsikan Levant sebagai 'persimpangan Asia Barat, Mediterania Timur, dan Afrika timur laut'.

Adapun mengenai penggunaan agama sebagai masalah politik, 44 persen warga di seluruh dunia Arab sangat tidak setuju atau agak tidak setuju dengan pernyataan bahwa 'agama saya adalah masalah politik'.

Untuk Lebanon yang dilanda protes, angkanya bahkan lebih tinggi: 49 persen.

Hanya sembilan persen yang sangat setuju dengan penggunaan agama sebagai isu politik, sementara 13 persen agak setuju dengan gagasan tersebut.

Melihat ke 10 tahun ke depan di negara asal mereka, rata-rata gabungan dari 47 persen responden mengharapkan untuk melihat lebih banyak atau sedikit lebih banyak Islam moderat, dan 22 persen mengantisipasi akan ada lebih banyak, atau sedikit lebih, partai politik yang dimotivasi oleh ekstremisme.

Penurunan Pengaruh Iran

Temuan ini dimasukkan ke dalam konteks apa yang telah terjadi di Irak dan Lebanon, dan bahkan mungkin menjelaskan bagian dari narasi Iran.

Ini juga menggambarkan banyak tren yang diklihat di negara-negara Levant saat ini, ketika protes berkecamuk melawan tatanan lama dan sistem korupsi yang diberi makan oleh program penjangkauan Iran.

Namun, kekuatan lunak Iran melemah, dilihat dari hasil penelitian YouGov, yang memprediksi bahwa tidak hanya seberapa jauh Iran dapat mendorong agendanya, tetapi juga kemundurannya.

Yang pasti, dunia Arab tetap religius, dengan 66 persen responden menggambarkan diri mereka sebagai penganut suatu agama, dan mengamalkannya, empat persen menyatakan menganut suatu agama, tetapi tidak mengamalkannya, dan 17 persen lainnya mengaku menjalankan keyakinan mereka, tetapi tidak. secara teratur.

Menurut Karasik, temuan ini menunjukkan bahwa agama tetap menjadi atribut budaya pusat.

Secara keseluruhan, rata-rata gabungan 57 persen respodnen menganggap dunia Arab sangat religius, atau agak religius. Hanya 25 persen yang menganggapnya tidak begitu religius.

Ketika memikirkan negara asal mereka, 72 persen orang yang ditanyai menggambarkannya sebagai sangat religius, atau agak religius, dengan 16 persen berpikir bahwa itu tidak terlalu religius, sekuler, atau tidak religius sama sekali.

Studi ini mengidentifikasi bahwa masih ada persyaratan agama untuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagai bentuk bimbingan, melainkan juga untuk mempertahankan jenis keadaban.

Enam puluh persen orang Arab menilai bahwa keputusan masyarakat yang dibuat oleh pemerintah asal mereka, dipengaruhi oleh agama.

Sementara 62 persen orang Arab lainnya setuju dengan pernyataan, “kita membutuhkan hukum agama untuk mempertahankan standar moral di negara kita.”

Meski demikian, angka-angka tersebut dengan jelas menunjukkan tentang betapa merosotnya dukungan publik terhadap partai politik dengan agenda keagamaan. Misalnya, 58 persen orang Arab tidak setuju dengan pernyataan, “Saya mendukung penggunaan agama untuk keuntungan politik.”

Enam puluh persen percaya bahwa pandangan ekstremis tidak memiliki tempat dalam Islam.

Isu kualitas hidup adalah pendorong utama yang hanya terhambat oleh sistem pengakuan dosa, yang didukung oleh Iran yang kini berantakan.

Temuan jajak pendapat memperjelas bahwa di mana agama dan politik dipisahkan, dan negara-negara menjadi stabil, maka manfaat yang dibawa oleh agama menyebabkan kebanyakan orang menolak sekularisasi, karena diduga memiliki potensi dampak negatif pada masyarakat mereka selama dekade mendatang.

Ada juga sedikit keinginan di antara responden untuk lebih banyak sekularisasi di dunia Arab, dengan hanya 17 persen yang berpikir bahwa hal itu bisa positif, dan sisanya netral, tidak yakin, atau tidak mau mengatakan.

Namun, di bagian dunia Arab yang pernah mengalami konflik, dan di mana partai-partai agama aktif, dukungan untuk sekularisasi meningkat.

Di Lebanon, Suriah dan Irak, angkanya melonjak hingga lebih dari 40 persen. Temuan ini mungkin dapat dimengerti mengingat gejolak saat ini di seluruh Levant.

Ketika menyangkut masalah korupsi, statistik menunjukkan bahwa rata-rata gabungan 57 persen menganggapnya sebagai salah satu penyebab utama konflik di dunia Arab.

Menariknya, gabungan 61 persen orang Arab percaya masa depan akan lebih baik jika masalah ekonomi diletakkan di atas segalanya.

Kekuatan lunak Iran di Levant membantu memberi makan penyakit ekonomi dan menyuburkan korupsi lebih lanjut dalam sistem pengakuan ini.

77 Persen Menentang Kawin Paksa
Isu kawin paksa juga relevan. Sebanyak 77 persen orang Arab menentang kebijakan kawin paksa.

Ekspektasi terhadap hak-hak perempuan terbukti semakin luas, dengan 59 persen merasa positif tentang perempuan yang memegang peran menteri dalam pemerintahan, dan 66 persen orang Arab mendukung mengizinkan perempuan mengemudi di Arab Saudi.

Dukungan tingkat tinggi sangat mencolok dan menunjukkan bahwa masalah kesetaraan tetap konstan. Khususnya, 52 persen orang Arab setuju bahwa wanita memiliki hak untuk memilih pakaian apa yang akan dikenakan.

Kemajuan dalam hak-hak perempuan ini melampaui model pengakuan dan restriktif berdasarkan hukum yurisprudensi Iran, atau vilayat al-faqih.

Akhirnya, gabungan rata-rata 51 persen orang Arab setuju dengan memiliki tempat ibadah umum untuk agama lain, sementara tujuh persen yang mengejutkan menilai bahwa ekstremisme menjadi perhatian utama di negara asal mereka.

Jangkauan Iran ke dalam wacana politik beracun dan jajak pendapat menggambarkan bahwa toksisitas ini diakui dan didorong kembali oleh warga.

Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa responden siap untuk menyerahkan sistem pengakuan dosa ke tumpukan abu sejarah sambil tetap saleh.

Iran tidak cocok dengan ruang dunia Arab yang sedang berkembang ini. (Suarapemredkalbar)

Waseem Rizvi, Muslim India yang Ingin Hapus 26 Ayat Alquran Kini Peluk Hindu
Sabtu, Desember 11, 2021

On Sabtu, Desember 11, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Waseem Rizvi , mantan ketua Badan Wakaf Syiah Uttar Pradesh, India , yang ingin menghapus 26 ayat dari Alquran, telah keluar dari Islam dan memeluk agama Hindu.

Pada Maret 2021 lalu, dia mengajukan petisi ke Mahkamah Agung India untuk menghapus 26 ayat dari Alquran. Dia menuduh ayat-ayat itu mengajarkan kekerasan.

Petisinya telah ditolak. Namun, tindakannya saat itu telah memicu kemarahan komunitas muslim India, yang beberapa di antaranya mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadapnya.

Rizvi, yang mengambil nama baru sebagai Jitendra Narayan Singh Tyagi, masuk agama Hindu di bawah bimbingan pendeta kuil Dasna Devi Yati Narsinghanand Saraswati di Ghaziabad pada hari Senin.

Keluarganya mengatakan bahwa mereka tidak peduli dengan keputusannya.

Kakak Rizvi, Shanu, mengatakan kepada India Today TV: “Waseem adalah orang biasa bagi kami, seperti orang lain. Dia bukan apa-apa bagi keluarga kami dan tidak ada hubungannya dengan kami. Kami tidak peduli dengan keputusan apa pun yang diambil Waseem."

Ini bukan pertama kalinya keluarga Rizvi menjauhkan diri darinya. Sebelumnya, saat Rizvi ingin menghapus 26 ayat dari Alquran, Shanu mengatakan bahwa tindakannya tak ada hubungannya dengan keluarga.

Shanu mengatakan bahwa dia tinggal di rumah leluhur di Chowk, di mana Rizvi tidak datang atau mencoba melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya. 

“Sudah lebih dari tujuh bulan saya [tidak] berbicara dengannya,” kata Shanu. (Sindonews)

Mau Traveling ke Wina? Ketahui Fakta Unik Ibukota Austria Ini
Kamis, Desember 09, 2021

On Kamis, Desember 09, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Wina merupakan ibukota federal Republik Austria dan sekaligus merupakan salah satu dari 9 negara bagian Austria. Selama berabad-abad, kota ini sudah memegang peranan sebagai ibukota dari Kekaisaran Habsburg dan saat itu sempat menjadi pusat ekonomi di Eropa Tengah bagian selatan. 

Wina sendiri merupakan kota yang bisa dibilang menarik. Baru-baru ini di kota itu diadakan '13th Summit of Women Speakers of Parliament' yang dihadiri langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani

Pada bulan Agustus 2018 lalu, tercatat jika Wina menggeser posisi Melbourne, Australia dari peringkat pertama daftar kota terbaik untuk ditinggali. Padahal sebelumnya Melbourne telah mempertahankan predikat terbaik selama 7 tahun berturut-turut.

Pertokoan Tutup Pada Hari Minggu 

Wina merupakan kota yang memiliki ketenangan. Pada hari Minggu, mayoritas pertokoan di kota ini akan tutup, kecuali rumah makan. Jika ada wisatawan yang baru berkunjung ke Wina, mungkin akan kaget dengan hal yang satu ini. Sebab biasanya pada akhir pekan pusat keramaian akan diburu oleh banyak orang. 

Hari Minggu di Wina merupakan waktu yang biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk bersosialisasi dengan teman dan keluarga mereka di lokasi-lokasi non-pertokoan. Oleh karena itu, tutupnya pertokoan bisa menjadi kesempatan mereka untuk melakukan quality time. 

Redaktur Bidang Komunikasi Internasional Pemerintah Kota Wina pernah mengatakan jika  Wina ingin menjadi lokasi bisnis yang ramah bagi semua pihak. Berdasarkan survei Komisi Eropa tentang kualitas hidup di kota-kota Eropa (2015), Kota Wina menempati posisi keempat setelah Graz, Zurich, dan Reykjavik. Sebanyak  79 persen responden menyatakan puas dengan kondisi kerja. 

Tempat Wisata Tidak Memungut Biaya 

Pada hari Minggu, beberapa tempat wisata umum seperti museum biasanya sengaja tidak memungut biaya. Hal ini dilakukan untuk memanjakan masyarakat sekitar di kota ini. 

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Wina menyediakan jalur yang layak digunakan oleh pejalan kaki dan pesepeda. Jalur-jalur tersebut sengaja dibuat cukup besar. Selain itu, pihak pemerintah kota ini juga tidak pernah mengesampingkan ruang terbuka hijau. Justru mereka menjadikan ruang terbuka hijau sebagai pendukung kualitas hidup yang tinggi. 

Tersedia Ratusan Taman 

Sementara itu, bagi masyarakat yang gemar berolahraga, Pemerintah Kota Wina juga menyediakan 953 taman milik pemerintah dan 981 taman bermain untuk digunakan sebagaimana mestinya. 

Sediakan Kartu Transportasi Murah 

Tak hanya itu saja, Pemerintah Kota Wina juga juga cukup memperhatikan terkait urusan  transportasi publik. Oleh karena itu, semua  transportasi publik di Wina sangat mudah diakses, dijangkau, dan harganya murah. 

Penduduk setempat dapat membeli kartu transportasi tahunan dengan harga 365 Euro, atau cukup membayar 1 Euro saja per harinya. Kartu tersebut berlaku untuk semua jenis transportasi publik, mulai dari kereta bawah tanah, bus, kereta cepat, hingga tram.

Kemudahan yang diberikan pemerintah setempat ini diharapkan bisa mendorong keinginan masyarakat agar mau menggunakan  transportasi umum, sehingga penggunaan kendaraan pribadi yang terkadang menjadi penyebab macet bisa berkurang.

Berdasarkan data statistik Pemerintah Kota Wina pada 2016, tercatat tingkat kepemilikan mobil di kota ini merupakan yang terendah dibandingkan kota lain di Austria. Sebanyak 39 persen penduduk di Wina menggunakan transportasi umum, sebanyak 27 persen menggunakan kendaraan pribadi, sekitar 27 persen  berjalan kaki, dan sisanya memilih untuk bersepeda.

Laporan: Mela

5 Destinasi Wisata Menarik di Madrid yang Wajib Dikunjungi
Kamis, Desember 09, 2021

On Kamis, Desember 09, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Madrid merupakan ibukota dari negara Spanyol yang patut dikunjungi. Madrid juga dikenal karena memiliki klub sepak bola yang terkenal di seantero dunia yakni Real Madrid. 

Kota ini menawarkan berbagai pilihan destinasi  wisata yang indah nan cantik, sebut saja landmark bersejarah, wisata outdoor, museum, sampai wisata belanja. 

Kota ini juga jadi markas pusat United Nations World Tourism Organization (UNWTO) yang baru-baru ini dikunjungi Ketua DPR RI Puan Maharani.

Madrid sendiri menyimpan sejumlah fakta yang mungkin orang-orang di luar sana belum tahu. Berikut ini penjelasannya:

Berada di Ketinggian 667 Mdpl

Madrid berada di ketinggian sekitar 667 mdpl. Akibatnya, kota ini memiliki iklim yang lembab dan ditentukan oleh angin pegunungan. Berhubung kotanya terletak dibawah 700 mdpl,  udara di Madrid cenderung kering tapi tetap jernih. Pada musim gugur, biasanya cuaca akan cerah, akan tetapi pada musim panas akan terasa sangat panas. 

Memiliki Lambang Beruang dan Pohon

Madrid identik dengan simbol berupa beruang yang turut dihiasi dengan bintang 7 dari tanda zodiak Ursa-Mayor (Beruang Besar), yang mana telah mewakili dewan Madrid sejak 1212 silam. Sementara itu, lambang pohon ditambahkan setelah 10 tahun kemudian sebagai simbol perjanjian, untuk menyelesaikan perselisihan yang sedang berlangsung antara para pendeta dan dewan, atas penggunaan ladang dan hutan setempat. 

Kota Ketiga Terbesar di Eropa

Madrid merupakan kota terbesar ketiga di Eropa. Pada tahun 2015, ada sebanyak 3,1 juta orang yang tinggal di ibukota Spanyol ini. Posisi nomor satu dan dua ditempati oleh London dan Paris. 

5 Pilihan Destinasi di Madrid yang Harus Dikunjungi 

Setelah mengetahui fakta menarik tentang Madrid, giliran beragam destinasi wisatanya yang harus kamu ketahui. Simak daftarnya berikut ini:

Estadio Santiago Bernabéu

Jika kamu menyukai sepak bola, Estadio Santiago Bernabeu menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi. Terlebih lagi jika kamu merupakan penggemar klub Real Madrid. Estadio Santiago Bernabéu adalah stadion yang menjadi markas klub sepak bola tersebut. Stadion Santiago Bernabéu juga pernah dipakai untuk piala dunia 1982. 

Palacio Real

Tempat wisata lainnya di Madrid yang harus dikunjungi adalah Palacio Real yang merupakan sebuah istana yang menjadi tempat tinggal dan kantor dari keluarga Kerajaan Spanyol. Kerajaan ini memiliki luas 135.000 meter persegi dan di dalamnya terdapat 3428 ruangan, lengkap dengan segala keunikan arsitektur yang bakal membuat takjub. 

Palacio Real juga memiliki banyak taman tua yang tetap cantik dan terawat, seperti Taman Sabatini dan Taman Campo del Moro.

Plaza Mayor 

Plaza Mayor adalah pusat plaza yang legendaris yang sudah hadir sejak 1619 silam. Plaza  berbentuk persegi ini memiliki luas sekitar 129 meter x 94 meter. Biasanya tempat ini banyak dikunjungi saat malam hari, karena memberikan kesan romantis. Adapun daya tarik yang dimiliki oleh Plaza Mayor yakni terdapat patung Philip III yang sedang menunggangi kuda hitam. 

Puerta de Alcalá

Puerta de Alcalá merupakan sebuah gerbang megah yang menjadi ikon kota Madrid. Dulunya tempat yang didesain oleh Fransisco Sabatini   ini adalah pintu masuk sisi timur Spanyol. Gerbang megah ini mempunyai desain dengan ragam ukiran dan patung karya Robert de Michel dan Francisco Gutierrez. 

Saat musim liburan tiba, biasanya Puerta de Alcalá bakal menjadi spot yang paling banyak diburu wisatawan. 

Temple of Debod

Sesungguhnya ada banyak destinasi wisata di Madrid yang patut dikunjungi. Namun, kamu tidak boleh melewatkan untuk datang ke Temple of Debod. Tempat ini merupakan sebuah kuil Mesir kuno yang dibangun sekitar abad ke-2 sebelum masehi. Kuilnya sendiri  dibangun oleh pemerintah Mesir sebagai hadiah kepada kota Madrid. 

Madrid Bagian dari Wilayah Islami 

Sepertinya banyak masyarakat Madrid yang tidak tahu tentang warisan Islam di kota ini. Madrid didirikan sekitar tahun 865 oleh Umayyad emir Mohamed. Madrid awalnya bernama Mayrit, dikenal sebagai salah satu rantai kantong militer yang dibentengi di sepanjang perbatasan antara Muslim Al-Andalus dan kerajaan Kristen di utara.

Nama Madrid diambil dari saluran air bawah tanah dari bahasa Arab, mayra yang diperintahkan oleh Mohamed I untuk dibangun. Pada akhir abad ke-11, orang Kristen menaklukkan Mayrit, walaupun populasi Muslim di sana kala it cukup besar dan terus tinggal di kota sampai pengusiran Muslim Spanyol pada 1609.

Saat ini Madrid pun menjadi rumah bagi sekitar 300.000 orang muslim. Populasi muslim di Spanyol bisa dibilang telah berkembang sangat pesat. Mayoritas penduduk muslimnya merupakan imigran yang berasal dari Maroko, Aljazair, Nigeria, Senegal, sampai Pakistan.

Laporan: Mela

Masyarakat Korea Selatan Mulai Banyak Memeluk Islam, Nih Dia Penyebabnya
Rabu, Desember 08, 2021

On Rabu, Desember 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Masyarakat Korea Selatan (Korsel) mulai banyak memeluk Islam. Itu tak lepas dari peran seorang doktor asal Korsel lulusan Madinah, Arab Saudi, Dr Hamid Choi Yong Kil. Dia berhasil menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Korea.

Dr Hamid menjadi orang Korea Selatan pertama yang menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Korea.

Dr Hamid merupakan salah satu orang yang paling disayang dosennya ketika masih kuliah di Universitas Islam Madinah. 

Tempat asalnya dari Korea Selatan, negeri dengan minoritas muslim, menjadi daya tarik bagi para dosen dan teman sekampusnya.

Dr Hamid belajar di Madinah ketika Universitas Islam Madina masih dipimpin Syekh Abdul Aziz bin Baz, salah satu ulama besar di Arab Saudi saat itu.Keberadaan orang Korea Selatan di kampusnya tentu menjadi keistimewaan bagi Syekh Abdul Aziz bin Baz.

Karena itu, Dr Hamid sering diundang ke rumah Syekh Bin Baz. Hal ini menunjukkan kecintaan dan harapan tinggi dari Syekh Bin Baz agar Dr Hamid nantinya bisa menyebarkan Islam di Korea Selatan, negeri asalnya.

Seteleh meneyelesaikan studinya, Dr Hamid kembali ke negeri asalnya, Korea Selatan. Beliau kini aktif sebagai dosen dan dai di Korea Selatan.

Beliau kini mengajar di Universitas Mongji, Korea Selatan. Beliau bekerja sebagai dosen jurusan studi Islam dan bahasa Arab di Universitas Mongji, Korea Selatan.Salah satu prestasi terbesarnya adalah menerjemahkan Al Quran secara penuh ke dalam bahasa Korea.

Hal ini membuat orang yang tinggal di Korea Selatan bisa belajar Al Quran dengan mudah. Ini merupakan salah amal besar beliau untuk muslim di Korea Selatan.

Dr Hamid menerjemahkan Al Quran yang berbahasa Arab ke bahasa Korea tidak dalam waktu singkat.

Beliau membutuhkan waktu selama 7 tahun agar bisa menerjemahkan Al Quran ke dalam bahasa Korea secara utuh dan benar.

Kedalaman ilmunya tentang Al Quran membuat beliau sangat hati-hati dalam menerjemahkan Al Quran. 

Hal ini bertujuan agar warga Korea Selatan yang membaca Al Quran tidak salah dalam memahami isi Al Quran. (iNews)

Menlu China Usai Bertemu Luhut: Beijing Akan Sekuat Tenaga Dukung RI
Selasa, Desember 07, 2021

On Selasa, Desember 07, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan bertemu Menteri Luar Negeri China di Kabupaten Anji, Provinsi Zhejiang, Minggu (5/12).

Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih yang tulus kepada pemerintah China yang telah memberikan dukungan vaksinasi, obat-obatan, dan peralatan penanggulangan pandemi COVID-19 kepada Indonesia, demikian Luhut dikutip media penyiaran resmi China, Senin (6/12/2021).

Dalam kesempatan tersebut, dia menyatakan bahwa Indonesia tetap memegang teguh prinsip "Satu China".

Indonesia bersama dengan China, lanjut Menteri, bertekad mempercepat terealisasinya proyek-proyek dalam kerangka kerja sama Prakarsa Sabuk Jalan (BRI) dan secara aktif mendorong inisiatif pembangunan global.

Sementara itu Wang Yi mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Indonesia Joko Widodo hubungan kedua negara mengalami peningkatan secara signifikan.

Kedua belah pihak, lanjut anggota Dewan Pemerintahan China atau setingkat menteri koordinator itu, telah berhasil mengimplementasikan mekanisme kerja sama tingkat tinggi terkait dengan politik, ekonomi, kemasyarakatan, dan kemaritiman.

"China akan sekuat tenaga mendukung Indonesia dalam menyelenggarakan KTT G20 pada tahun depan," kata Wang. (Pantau)

Dr Li-Meng Yan Tahu Rencana Militer China Akan Gunakan Aerosol untuk Ganggu Persediaan Pangan Dunia
Senin, Desember 06, 2021

On Senin, Desember 06, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Selain membocorkan asal usul virus corona, ahli virus Dr Li-Meng Yan mengungkap proyek mengerikan lainnya di China.
Berdasar buku teks militer yang terbit tahun 2014, Dr Li-Meng Yan menuturkan China menggunakan aerosol dan serangga untuk menyebarkan virus.

"Virus itu digunakan China untuk menyerang ternak dan pertanian untuk menghapus persediaan makanan," kata Dr Yan kepada The Sun Online.

Dia mengklaim pandemi Covid adalah serangan Partai Komunis China di dunia sebagai bagian dari rencananya untuk mencapai dominasi global pada tahun 2035.

"China adalah teroris. Tidak akan pernah mengakui asal usul Covid, tetapi kita tidak boleh menunggu," ujar Dr. Yan.

“Meninggalkan lebih banyak waktu akan memungkinkan China untuk mengembangkan lebih banyak senjata biologis. Kita perlu menyadari sifat pemerintah China sekarang,” ucapnya.

Meskipun diancam berulang kali, Dr Yan telah bersumpah untuk melanjutkan perjuangannya untuk memberi tahu dunia tentang program senjata biologis China.

Dia memperingatkan wabah Covid adalah "baru permulaan". Ada beberapa proyek lainnya yang sangat rahasia.

"Covid hampir berhasil tetapi saya mengungkapkan strategi mereka, jadi orang sekarang mengumpulkan bukti," katanya.

"Pemerintah China telah menikmati pandemi Covid dan sekarang sedang mengerjakan rencana lima tahun ke depan," ujar Dr Yan.

Meskipun Dr Yan telah dikritik oleh beberapa orang, dia mengatakan dia telah berbicara dengan FBI "berkali-kali" dan mengklaim para pejabat intelijen percaya bahwa dia "sangat kredibel".

Dr Yan bersikeras dia tidak menerima "bantuan khusus" dari anggota parlemen AS setibanya di negara itu - tetapi beberapa negara bagian menawarkan pengawalan polisi ketika dia berkunjung.

Terlepas dari ancaman berulang, Dr Yan mengatakan dia akan melanjutkan perjuangannya untuk memberi tahu dunia tentang program senjata biologis China - dan asal mula pandemi. (zonapriangan)

Yana Orfeeva, Selingkuhan Pangeran Arab dengan Uang Jajan Rp57 Juta Per Hari
Sabtu, Desember 04, 2021

On Sabtu, Desember 04, 2021

Yana Orfeeva, Selingkuhan Pangeran Arab dengan Uang Jajan Rp57 Juta Per Hari

BENTENGSUMBAR.COM - Hidup dalam beragam kemewahan mungkin menjadi impian banyak orang. Kemewahan itu juga diinginkan seorang model asal Ukraina, Yana Orfeeva.

Wanita 22 tahun ini menghebohkan publik setelah mengakui dirinya merupakan kekasih simpanan seorang pangeran dari Arab Saudi. 

Melansir berbagai sumber, Yana Orfeeva memang selalu menjaga kecantikan dan kebugaran tubuhnya dengan olahraga rutin.

Menurut teman-temannya, Yana Orfeeva merupakan gadis yang berparas baik dan cantik, serta sedikit manja. 

Hal inilah yang disebut-sebut membuat pangeran Arab Saudi yang tidak diketahui namanya ini bertekuk lutut.

Melansir dailystar.co.uk, Orfeeva telah tinggal bersama sang pangeran selama dua tahun. 

Yana Orfeeva, Selingkuhan Pangeran Arab dengan Uang Jajan Rp57 Juta Per Hari

Tak ayal, ia turut menikmati hidup mewah diselimuti kekayaan yang ditawarkan pangeran tersebut.

Tidak hanya kesempatan menikmati berbagai fasilitas kelas atas, Orfeeva juga diketahui mengantongi USD30.000 atau Rp540 juta setiap pekan. 

Artinya, dia mendapat suntikan dana kira-kira Rp57 juta setiap harinya.

The Sun mengklaim jumlah uang yang didapat Yana Orfeeva secara rutin ini menjadikannya sebagai salah satu kekasih pangeran dengan bayaran tertinggi.

Selain bayaran rutin yang diterimanya, sang pangeran juga dikabarkan memberinya bayaran tunai senilai Rp1,8 miliar. (Sindonews)