Advertorial

Daerah

Sultan Brunei Reshuffle Kabinet, Pertama Kali dalam Sejarah Tunjuk Menteri Perempuan
Rabu, Juni 08, 2022

On Rabu, Juni 08, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah merombak kabinet, Selasa (7/6/2022). Untuk pertama kali, Sultan memasukkan perempuan dalam jajaran menterinya. Sedianya masa jabatan kabinet berakhir pada 2023.

Dalam pidato di televisi, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu (8/6/2022), Sultan Hassanal Bolkiah mengatakan kabinet baru akan menjabat untuk jabatan 4 tahun. 

Perempuan yang ditunjuk masuk kabinet adalah Romaizah yang menduduki posisi menteri pendidikan.

Sementara menteri-menteri senior mundur dari pemerintahan, seperti Menteri Dalam Negeri Awang Abu Bakar, Menteri Sumber Daya dan Pariwisata Ali, dan Menteri Pembangunan Suhaimi.

Sementara Sultan Hassanal Bolkiah masih menduduki posisi teratas pemerintahan sebagai perdana menteri, sekaligus menjabat menteri luar negeri, menteri pertahanan, serta menteri keuangan dan perekonomian.

Beberapa wajah lama masih masih mengisi kabinet dan menduduki posisi yang sama, seperti Menteri Agama Awang Badaruddin, Wakil Menteri Keuangan dan Perekonomian merangkap Menteri kantor Perdana Menteri Amin Liew Abdullah, Wakil Menteri Luar Negeri Haji Erywan, dan Menteri Kesehatan Mohammad Isham.

Seorang pengamat mengatakan, perombakan Kabinet ini bertujuan untuk menyuntikkan semangat dan energi baru ke pemerintahan sambil menjaga stabilitas di dalam dan luar negeri.

Sultan terakhir merombak kabinetnya pada Januari 2018 untuk masa jabatan 5 tahun. Saat itu beberapa menteri senior diganti.

Sumber: iNews

Konstitusi Baru Tunisia akan Hapus Islam Sebagai Agama Resmi
Rabu, Juni 08, 2022

On Rabu, Juni 08, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Untuk memerangi partai-partai Islam, pria yang ditugaskan oleh Presiden Tunisia Kais Saied untuk menulis ulang konstitusi mengatakan dia akan menawarkan sebuah model tanpa referensi apapun tentang Islam.

Artikel pertama dari konstitusi yang diadopsi tiga tahun setelah revolusi 2011 mengatakan Tunisia adalah negara yang bebas, merdeka dan berdaulat, Islam adalah agamanya dan bahasa Arab adalah bahasanya.

Namun, ahli hukum yang ditunjuk bulan lalu untuk memimpin sebuah komite merancang konstitusi baru Sadeq Belaid mengatakan 80 persen rakyat Tunisia menentang ekstremisme dan menentang penggunaan agama untuk tujuan politik.

"Itulah yang ingin kami lakukan, cukup dengan menghapus Pasal 1 dalam susunan yang sekarang," ujarnya dalam sebuah wawancara, Senin (6/6/2022).

Dilansir The New Arab, Senin (6/6/2022) draf itu akan dipresentasikan kepada Saied menjelang referendum 25 Juli yang direncanakan. Ditanya apakah akan ada referensi tentang Islam dalam konstitusi baru, Belaid mengatakan tidak akan ada.

Konstitusi baru adalah inti dari rencana Saied memulihkan sistem politik Tunisia, setelah dia memecat pemerintah dan kemudian membubarkan parlemen dalam langkah yang digambarkan saingannya sebagai kudeta. 

Belaid, yang pernah mengajar Saied dan sekarang mengepalai Komisi Permusyawaratan Nasional untuk Republik Baru mengatakan dia akan mempresentasikan rancangan baru itu pada 15 Juni.

Presiden kemudian menandatangani teks itu sebelum pemungutan suara populer. Belaid (83 tahun) mengatakan dia ingin menangani partai-partai yang terinspirasi Islam seperti Ennahdha.

"Jika Anda menggunakan agama untuk terlibat dalam ekstremisme politik, kami tidak akan mengizinkannya. Kami memiliki partai politik dengan tangan kotor. Suka atau tidak suka, demokrat Prancis atau Eropa, kami tidak akan menerima orang-orang kotor ini dalam demokrasi kami," katanya.

Banyak orang Tunisia memuji tindakan Saied terhadap partai-partai politik dan sistem parlementer campuran yang korup dan tidak kompeten, sementara yang lain telah memperingatkan dia berisiko memusnahkan kemajuan demokrasi negara itu selama dekade terakhir.

Sumber: Republika

Singgung Faham yang Doyan Mengkafirkan, Memusyrikan, Membid’ahkan, Ulama Lebanon Ingatkan Agar Waspada Upaya Pecah Belah Umat Islam Indonesia
Senin, Juni 06, 2022

On Senin, Juni 06, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ulama Sunni Lebanon Syekh Fadzli Alamudin mengingatkan umat Islam Indonesia mewaspadai munculnya gerakan yang ingin memecah belah ukhuwah Islamiyah.

‘’Pada awalnya mereka menawarkan agenda yang indah-indah, disiapkan dana yang cukup. Tetapi kemudian mereka mengkafirkan-kafirkan, musyrik, bid’ah dan lain-lain karena dianggap tidak sesuai dengan faham ajaran mereka. Ulama-ulama Nusantara dari dulu hingga sekarang sudah sangat terkenal sedunia tentang kealiman dan kedalaman ilmu agamanya, Jadi jangan ragu mengikuti ajaran mereka. Jangan mudah mengikuti ajaran kelompok yang tidak jelas itu,’’ tegasnya.

Dia mengingatkan hal itu dalam tausiah Silaturahim Ngumpulke Balung Pisah Masyayih Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah di lantai 8 Gedung Moh Ikhsan Balai Kota Jalan Pemuda Semarang, Minggu (5/6/2022)

Sesepuh Nahdlatul Ulama Dr KH Ahmad Darodji menjelaskan, Silaturahim Ngumpulke Balung Pisah digagas oleh almaghfurlah KH Ahmad Abdul Hamid Kendal. 

Tujuannya untuk mengumpulkan warga NU dari berbagai profesi dan jabatan yang ‘’berserakan’’ berpencar dimana-mana.

‘’Dulu antara pejabat pemerintah dan politisi NU baik yang ada di PPP, Golkar atau PDI sering tidak nyambung. Padahal sama-sama NU-nya. Kegelisahan itu ditangkap oleh Kiai Ahmad Abdul Hamid dengan mengumpulkan warga NU yang berada dimana-mana dalam acara halal bihalal dan silaturahim Ngumpulke Balung Pisah. Alhamdulillah gagasan itu sudah mulai terlihat hasilnya,’’ kata Ketua Umum MUI Jateng itu.

Kiai Darodji memamitkan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang sedianya menyampaikan tausiah, berhalangan karena memenuhi undangan dari Vatikan, Kegiatan yang biasanya digelar di bulan Syawal tersebut libur selama pandemic Covid-19.

Siap Bekerja Sama

Syekh Fadzli Alamudin dalam tausiah berbahasa Arab mengatakan siap bekerja sama dengan umat Islam Indonesia untuk memperkuat ajaran akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). 

Ulama-ulama Lebanon juga siap berdialog di pesantren dan kampus-kampus di Indonesia untuk memperkuat ajaran Aswaja.

Dia bahkan menawarkan para santri dan mahasiswa untuk kuliah dengan beasiswa penuh dari pemerintah Lebanon.

Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubedulloh Shodaqoh (Gus Ubed) merasa gembira karena warga NU yang berserakan di berbagai profesi masih dipelihara dan disatukan dalam bingkai Silaturahim Ngumpulke Balung Pisah.

Dia merasa yakin apabila diperluas se-Jawa Tengah tidak hanya di Kota Semarang, potensi kebersamaan tersebut akan semakin dirasakan manfaatnya.

Acara khas dan tradisi Silaturahim Ngumpulke Balung Pisah ditandai pembacaan Dziba oleh para Profesor dan Doktor dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang.

Selain Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Prof Dr Noor Achmad MA, di barisan depan tampak KH Sholahuddin Masruri pengasuh pondok pesantren Al-Hikmah 2, Benda, Sirampog, Brebes, para Rektor PTN dan PTS dan para kiai yang membaca dziba dipimpin Dr KH Arja Imroni Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo dan Ketua PCNU Dr KH Anasom M.hum.

Pembacaan tahlil dipimpin Rais Syuriah PCNU KH Hanief Ismail Lc dan doa oleh KH Ahmad Hadlor Ihsan pengasuh pondok pesantren Al-Islah, Mangkang Kulon, Semarang.

Sumber: iNews

Ancaman Ramzan Kadyrov Serang Polandia Memicu Konflik Langsung dengan NATO dan Mempertaruhkan Perang Dunia III
Sabtu, Mei 28, 2022

On Sabtu, Mei 28, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Invasi Rusia ke Ukraina hanyalah awal dari konflik yang lebih besar di Eropa, menurut panglima perang Chechnya Ramzan Kadyrov.

Panglima perang berusia 45 tahun, yang merupakan salah satu pemimpin kunci Putin di lapangan di Ukraina, mengatakan pada hari Senin “Ukraina adalah kesepakatan yang dilakukan. Yang saya minati adalah Polandia”.

Polandia, yang bergabung dengan NATO pada 1999, dipandang sebagai garis depan aliansi melawan agresi Rusia di Eropa, dan para pejabat di sana telah mendorong pasukan perbatasan permanen AS dan NATO untuk melindungi sisi timurnya.

Setiap dorongan Rusia ke Polandia akan segera memicu konfrontasi dengan pasukan NATO dan kemungkinan besar konflik global, lapor Dailystar, 27 Mei 2022.

Garis keras Kadyrov, yang merupakan letnan jenderal di garda nasional Rusia serta menjadi pemimpin Chechnya, dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat pemimpin Rusia itu, sering menyebut dirinya sebagai “Prajurit Kaki Putin”.

Dalam pesan video mengerikan yang direkam awal pekan ini, dia memperingatkan pemerintah Polandia bahwa mereka berisiko melakukan invasi jika mereka terus menyalurkan senjata dan pasokan lainnya ke Ukraina: “Apa yang ingin dicapai Polandia?” Dia bertanya.

“Setelah Ukraina selesai, kami dapat menunjukkan kepada Anda apa yang kami mampu dalam enam detik jika ada pesanan”.

Mengacu pada insiden awal bulan ini ketika seorang pengunjuk rasa melemparkan cat merah ke Sergey Andreev, duta besar Rusia untuk Polandia, Kadyrov menambahkan: "Sebaiknya Anda mengambil senjata dan tentara bayaran Anda dan secara resmi meminta maaf untuk duta besar kami".

Pihak berwenang Polandia menyatakan penyesalannya atas serangan itu, yang terjadi pada apa yang disebut "Hari Kemenangan" Rusia, tetapi para pejabat Rusia mengatakan permintaan maaf sederhana tidak cukup.

"Kami tidak akan mengabaikannya begitu saja," Kadyrov memperingatkan. "Ingat itu."

Kadyrov telah dituduh menggunakan "penyiksaan abad pertengahan" pada musuh-musuhnya di Chechnya dan pasukan kejutnya.

Kadyrov adalah salah satu pendukung paling vokal serangan Putin di Ukraina dan mengklaim telah mengirim 1.000 tentaranya untuk bergabung dalam pertempuran – meskipun angka itu belum diverifikasi secara independen.
Kadyrov bukan satu-satunya antek Putin yang mengusulkan serangan ke Polandia.

Oleg Morozov, anggota terkemuka partai politik Putin, Rusia Bersatu, mengatakan bahwa Polandia harus "berada di urutan pertama dalam antrian denazifikasi setelah Ukraina".

Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Pawel Jablonski mengatakan kepada Al Jazeera bahwa itu adalah "kepastian mutlak" bahwa Rusia ingin menyerang Polandia, meskipun ia menambahkan bahwa tidak mungkin serangan itu akan segera terjadi karena Putin "terlalu sibuk dengan apa yang terjadi di Ukraina".

Tetapi anggota parlemen Ukraina Lesia Vasylenko telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Polandia bisa terjadi lebih cepat dari yang diyakini banyak orang.

“Ini adalah seberapa jauh mereka mendorong sekarang. Rusia benar-benar mendorong perbatasan dan saya pikir itu akan menjadi sangat sedikit waktu sebelum mereka mulai menyerang Polandia, ”katanya kepada Sky News.

Dengan keuntungan Rusia baru-baru ini di Ukraina, Putin mungkin siap untuk menyelesaikan misinya di sana, dan mulai mencari tempat lain untuk memperluas perbatasan Rusia.

Sumber: zonapriangan

Menyedihkan! PBB Ungkap Taliban Sengaja Buat Perempuan Seakan 'Tidak Terlihat' di Afghanistan
Sabtu, Mei 28, 2022

On Sabtu, Mei 28, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Utusan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Afghanistan, Richard Bennett mengatakan negara itu tengah menghadapi tantangan HAM khususnya terhadap perempuan.

Hal itu disampaikan Bennett kepada wartawan pada akhir kunjungan 11 hari ke negara itu pada Kamis (26/5).

"Saya mendesak pihak berwenang untuk mengakui tantangan hak asasi manusia yang mereka hadapi dan untuk menutup kesenjangan antara kata-kata dan perbuatan mereka," kata dia seperti dikutip dari AFP.

Pada kesempatan tersebut, Bennett menyatakan keprihatinannya atas dibatasinya akses ke pendidikan.

Taliban tidak mengizinkan anak-anak perempuan kembali ke sekolah menengah pada Maret. 

Baru-baru ini Taliban juga memerintahkan perempuan untuk menutupi wajah mereka.

"Petunjuk tentang mahram, penegakan hijab yang ketat, dan nasihat yang kuat untuk tinggal di rumah memberi pola pemisahan gender yang mutlak dan membuat perempuan tidak terlihat di masyarakat," ujar Bennett.

Sumber: Koranjakarta

Bicara Masalah UAS, Organisasi Islam Singapura: Kami Berdiri Teguh Dengan Posisi Pemerintah
Jumat, Mei 27, 2022

On Jumat, Mei 27, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Polemik Ustaz Abdul Somad ditolak Singapura masih ramai diperbincangkan. Religious Rehabilitation Group (RRG), organisasi Islam di negara tersebut ikut bicara soal UAS ditolak Singapura.

RRG merupakan kelompok yang menyatukan cendikiawan dan guru-guru Islam yang sukarela membantu konselin keagamaan orang-orang yang teradikalisasi, termasuk tahanan teror.

Mengutip The Straits, RRG tanpa menyebutkan nama individu, menulis pernyatan di laman Facebook terkait kenapa Singapura menolak Ustaz Abdul Somad Batubara dari Indonesia.

“Kelompok Rehabilitasi Keagamaan menanggapi dengan rasa malu yang mendalam dan penyesalan yang mendalam kepada seorang rekan penceramah yang tampaknya memiliki dan menyebarkan pandangan-pandangan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan Islam dan universal yang diterima, belas kasih, dan cinta tanpa syarat kepada orang lain,” begitu bunyi pernyataan RRG.

Pihak RRG mengatakan, dengan merendahkan alat atau tempat ibadah umat lain, UAS telah melanggar prinsip hubungan antar agama.

Selain itu, RRG juga menyoroti pernyataan UAS tentang bom bunuh diri. Menurut pihak RRG, hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman.

“Ia menunjukkan kurangnya pemahaman prinsip perang dalam Islam,” lanjut pernyataan tersebut.

RRG menegaskan, muslim mendukung kebenaran dan menolak kebatilan, siapapun asalnya.

“Muslim harus menolak penceramah atau orang lain yang memiliki pandangan yang bertentangan dengan semangat syariah, bahkan jika mereka dari dalam kelompok mereka sendiri,” kata RRG.

Pihak RRG menegaskan posisi mereka dalam kasus penolakan UAS di negara Singapura.

“Kami berdiri teguh dengan posisi pemerintah Singapura bahwa pandangan yang memecah belah dan segregasi tidak memiliki tempat di negara ini,” tulis RRG.

George Soros: Peradaban Dunia Akan Selamat Jika Putin dan Rusia Dapat Dikalahkan
Kamis, Mei 26, 2022

On Kamis, Mei 26, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Peradaban dunia hanya akan selamat jika Rusia dikalahkan dengan cepat di Ukraina, begitu disampaikan miliarder George Soros kepada Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Selasa (24/5) waktu setempat.

"Rusia mengirim pasukan ke Ukraina mungkin merupakan awal dari Perang Dunia Ketiga, dan peradaban kita mungkin tidak akan bertahan,” kata Soros kepada WEF, seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/5).

Bahkan ketika pertempuran di sana berhenti, lanjutnya, situasinya tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya.

Ia menuturkan, “invasi” terjadi di tengah perjuangan antara dua sistem pemerintahan yang bertentangan satu sama lain, yaitu masyarakat terbuka yang diwujudkan oleh Barat dan masyarakat tertutup yang diwakilkan Rusia dan China.

"Rezim represif sekarang berkuasa," katanya, menambahkan bahwa China dan Rusia mewakili ancaman terbesar.

Apa yang benar-benar mengkhawatirkan Soros, bagaimanapun, adalah bahwa konflik di Ukraina mengganggu agenda lingkungan, yang berarti bahwa perubahan iklim mungkin menjadi tidak dapat diubah.

“Itu bisa menjadi akhir dari peradaban kita. Kita harus memobilisasi semua sumber daya kita untuk mengakhiri perang lebih awal," kata Soros.

“Cara terbaik dan mungkin satu-satunya untuk melestarikan peradaban kita adalah mengalahkan Putin sesegera mungkin,” tambahnya.

Sumber: RMOL.ID

Tantang Pendukung UAS, Singapura Sebut Hongkong dan Negara Eropa Lainnya Juga Menolak, Berani?
Rabu, Mei 25, 2022

On Rabu, Mei 25, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Singapura dengan tegas dan berani menghadapi kemarahan pendukung penceramah Ustad Abdul Somad (UAS) di media sosial. Singapura dituntut minta maaf dalam 2×24 jam karena sudah menolak kedatangan UAS.

Bagi Singapura, sikap mereka sudah jelas menolak UAS karena ajarannya dikaitkan dengan ekstremis sehingga tak ada kepentingan bagi Singapura untuk meminta maaf.

Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura, K Shanmugam, membacakan untuk wartawan beberapa komentar dari pendukung UAS di media sosial. Salah satunya berupa ancaman dan hendak menyerang Singapura.

“Dear You, para pemimpin Singapura, negara-negara Islamofobia, kami menunggu 2×24 jam untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia dan umat Islam,” kata K Shanmugam membacakan isi pesan itu seperti dilansir TODAY.

“Jika Anda mengabaikan peringatan kami, maka kami tidak akan ragu untuk mengusir duta besar negara Anda. Kami akan mengirimkan Pasukan Pembela Islam, Pasukan Keadilan Sejahtera dan Pasukan Pembela Ulama untuk menyerang negara Anda seperti 11 September 2001 di New York, dan kami juga akan mengusir warga Singapura yang berpura-pura transit dan tinggal di Indonesia,” kata K Shanmugam membacakan ancaman itu.

Komentar lain menyerukan agar Singapura dihancurkan dan dibom. Seorang pengguna media sosial menyatakan Singapura negara kecil, namun sangat arogan. 

“Hanya dengan satu rudal dan Anda selesai,” ancam para pendukung UAS di media sosial.

Shanmugam mencatat bahwa yurisdiksi lain telah menolak masuknya UAS, termasuk Hongkong pada Desember 2017. 

Shanmugam menambahkan bahwa UAS juga dilaporkan telah ditolak masuk di masa lalu ke Timor Leste, Inggris, Jerman, dan Swiss.

“Saya menemukan ini sangat menarik bahwa kami bukan satu-satunya negara yang menolak masuknya UAS,” kata Shanmugam.

“Saya ingin tahu apakah pendukung UAS juga mengancam Tiongkok karena dia ditolak masuk ke Hongkong dan mengancam negara-negara Eropa lainnya? Atau hanya Singapura yang mendapat perhatian khusus dan mereka cukup berani untuk mengancam Singapura tetapi tidak yang lain?” katanya.

“Tanggapan pemerintah Indonesia terhadap keputusan Singapura untuk menolak masuknya Somad adalah sangat tepat dan benar. Bahwa ini adalah aspek dasar kedaulatan. (Indonesia) menerima bahwa Singapura yang memutuskan siapa yang dapat masuk ke Singapura. Itu benar sekali, sama seperti Indonesia yang memutuskan siapa yang bisa masuk ke Indonesia,” tegasnya.

Channel News Asia sebelumnya melaporkan, tanpa mengutip sumber, bahwa pemerintah Indonesia telah menegaskan kembali hak kedaulatan Singapura untuk memutuskan siapa yang akan diizinkan masuk.

Outlet berita menambahkan bahwa Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo mengatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak dapat campur tangan sehubungan dengan keputusan Singapura.

Shanmugam mencatat popularitas UAS di Indonesia dan pengikut di media sosial yang besar. Yakni 6,5 juta pengikut di Instagram, 2,7 juta subscriber di YouTube, dan lebih dari 700.000 pengikut di Facebook.

“Ini dalam perspektif saya sendiri penolakan telah memberinya publisitas. Jadi dia memanfaatkan publisitas secara maksimal dan dia sekarang, dalam pandangan saya, terlibat dalam aksi publisitas lebih banyak. Dia mengatakan bahwa dia akan mencoba memasuki Singapura lagi,” pungkas Shanmugam.

Sumber: Manadopost

Disebut Bagian dari Kerajaan Melayu, Mendagri Singapura Berang, Serang Balik UAS: Radikalisasi Remaja
Selasa, Mei 24, 2022

On Selasa, Mei 24, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Singapura kembali angkat bicara mengenai pelarangan masuk Ustaz Abdul Somad (UAS). Menteri Dalam Negeri Singapura K Shanmugam pada Senin (23/5/2022) siang menyampaikan, UAS sudah lama berada dalam radar pemantauan otoritas Singapura.

Penyebabnya adalah ustaz kelahiran Asahan, Sumatera Utara, berusia 45 tahun itu diklaim telah memengaruhi dan meradikalisasi sejumlah warga "Negeri Singa”. Salah satu yang teradikalisasi adalah seorang remaja berusia 17 tahun.

Untuk diketahui, Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) sebelumnya mengungkapkan bahwa UAS atau Abdul Somad Batubara (ASB) ditolak masuk Singapura saat tiba di Terminal Feri Tanah Merah, Singapura, Senin (16/5/2022).

MHA menyebut UAS dianggap sebagai sosok yang kerap menyebarkan ajaran ekstremis sehingga tidak dapat diterima di Singapura. 

"Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multiras dan multiagama Singapura," demikian pernyataan MHA dikutip dari situs resminya, Selasa (17/5/2022).

“Apa yang diajarkan UAS memiliki dampak akibat global yang signifikan,” ucap Shanmugam yang juga menjabat sebagai Menteri Kehakiman Singapura.

Remaja yang tidak disebutkan identitasnya itu disebutkan menghabiskan waktunya menonton ceramah agama UAS melalui kanal YouTube. 

Dia kemudian disebut perlahan tapi pasti semakin meyakini bahwa bergabung dengan kelompok milisi dan meninggal sebagai pelaku bom bunuh diri akan mengantarkannya ke surga.

Bagi yang bersangkutan, aksi bom bunuh diri akan menjadikannya seorang martir. Departemen Keamanan Dalam Negeri Singapura (ISA) menahan remaja itu pada Januari 2020. 

Adapun di Singapura, ISA berwenang menahan seseorang yang dinilai membahayakan keamanan negara hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Shanmugam kemudian mengomentari spesifik sejumlah ceramah UAS yang meradikalisasi warga Singapura. 

Di antaranya mengatakan, bom bunuh diri adalah sesuatu yang benar dan merupakan aksi martir jika dilakukan untuk konflik Israel dan Palestina.

Menteri berusia 63 tahun itu menegaskan, pihak berwenang Singapura akan langsung mengambil tindakan tegas menahan dan memenjarakan siapapun di negera kota itu yang mengucapkan hal-hal dari ajaran UAS.

“Ajarannya, bahasa, dan retorikanya jelas-jelas sangat memecah belah dan tidak dapat diterima di Singapura. Kita adalah negara yang menjaga keharmonisan antara ras dan agama satu sama lain.”

Shanmugam menekankan ketika berbicara kepada wartawan di kantor Kemendagri Singapura di distrik Novena, Singapura Tengah.

Shanmugam juga mengkritik ucapan UAS yang mengatakan, Singapura adalah bagian dari tanah Melayu.

“Baginya kedaulatan Singapura tidak relevan. Banyak pendukung UAS di Indonesia yang kesal dan terang-terangan menyerang Singapura bersikap tidak hormat terhadap Islam dan ulama cendekiawan.”

Shanmugam melanjutkan, salah satu pendukung UAS bahkan mengancam akan mengirimkan pasukan melancarkan serangan dengan model 9/11 ke Singapura serta mengusir duta besar dan diaspora Singapura di Indonesia jika Singapura tidak meminta maaf dalam 48 jam. 

Akun Instagram pendukung UAS itu telah dihapus oleh Meta karena melanggar standar komunitas pengguna media sosial tersebut.

Mendagri Singapura: Ada Ancaman Serangan Serupa 9/11 dari Indonesia
Senin, Mei 23, 2022

On Senin, Mei 23, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Singapura menerima ancaman mengenai potensi serangan yang sama dengan peristiwa 9/11. Ancaman tersebut berasal dari salah satu pendukung Ustaz Abdul Somad (UAS) di Indonesia.

Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam menyampaikannya kepada awak media. 

Shanmugam menyoroti salah satu contoh ancaman yang diunggah di Instagram yang menyebut Singapura sebagai 'negara Islamofobia.'

Ancaman tersebut juga meminta agar para pemimpin Singapura meminta maaf kepada umat Islam dan rakyat Indonesia dalam 48 jam. 

Tidak hanya itu, ancaman juga berisi seruan pengusiran kepada duta besar Singapura untuk Indonesia jika tuntutan diabaikan.

Instagram telah menghapus unggahan tersebut, dan menonaktifkan akun itu karena melanggar standa komunitas.

Shanmugam mengatakan, ancaman tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.

"Kita menarik paralel dengan 9/11, lalu Singapura yang dipimpin orang-orang non-Islam, serta (kata-kata) SIngapura harus diserang, kepentingan Singapura harus diserang. Saya tidak akan meremehkan komentar itu," kata Shanmugam, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 23 Mei 2022.

Senin lalu, UAS serta enam orang yang bepergian dengannya tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura. 

Namun, mereka ditolak masuk dan dikirim kembali ke Batam.

Sehari setelah penolakan, Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) mengatakan, UAS dikenal menyebarkan ajaran 'ekstremis dan segregasi' yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

Menyusul keputusan untuk melarang UAS, pada Jumat lalu pengunjuk rasa berkumpul di Kedutaan Besar Singapura di Jakarta dan Konsulat Jenderal Singapura di Medan.

Para pengunjuk rasa Jakarta yang tergabung dalam Pembela Ideologi Syariah Islam (Perisai), menuntut Kedutaan Singapura mengklarifikasi kejadian tersebut dan meminta maaf secara terbuka.

Kelompok itu juga menyerukan agar duta besar Singapura untuk Indonesia diminta meninggalkan negara itu.

Sumber: Medcom

Media Asing Soroti Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura: Ajarannya Tak Bisa Diterima Singapura
Rabu, Mei 18, 2022

On Rabu, Mei 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Penahanan dan 'pengusiran' Ustaz Abdul Somad dari Singapura mendapat sorotan dari media asing.

Tidak hanya itu, Channel News Asia juga menyoroti alasan Singapura menolak penceramah kondang asal Indonesia tersebut.

Semua itu tertuang dalam artikel berjudul "Pengkhotbah Indonesia Abdul Somad Batubara, yang dikenal karena ajaran 'ekstremis dan segregasi', ditolak masuk ke Singapura' pada Selasa, 17 Mei 2022.

"Enam orang yang bepergian dengan Abdul Somad Batubara juga tidak diizinkan memasuki Singapura. Semuanya, yang telah tiba di Terminal Feri Tanah Merah, ditempatkan di atas kapal feri kembali ke Batam," tutur Channel News Asia.

Mereka kemudian mengungkapkan alasan Ustaz Abdul Somad ditolak masuk ke kawasan negara Singapura.

"Somad telah dikenal untuk mengajarkan ajaran 'ekstremis dan segregasionis', yang 'tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura', kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan," kata Channel News Asia.

Setelah itu, mereka membeberkan contoh-contoh sikap Ustaz Abdul Somad yang dinilai tidak bisa diterima Singapura.

"Misalnya, Somad telah berkhotbah bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'martir'," ujar Channel News Asia.

"Dia juga telah membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti orang Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal 'jin (roh/setan)', kata MHA," ucapnya menambahkan.

Tidak hanya itu, Ustaz Abdul Somad juga dinilai telah menyebut nonmuslim sebagai orang kafir secara terbuka.

"Kementerian mengatakan bahwa setiap kasus dinilai berdasarkan manfaatnya sendiri," tutur Channel News Asia.

"MHA berkata 'Sementara Somad telah berusaha memasuki Singapura seolah-olah untuk kunjungan sosial, Pemerintah Singapura mengambil pandangan serius tentang setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi'," katanya menambahkan, dikutip Pikiran-Rakyat.com pada Rabu, 18 Mei 2022.

Sebelumnya, dalam unggahan foto dan video di media sosial pribadinya, Ustaz Abdul Somad menginformasikan suasana sedang berada di ruangan yang mirip penjara.

Dia memperlihatkan dirinya sedang berada di sebuah ruangan berwarna putih dengan atap kawat.

Dia pun menginformasikan suasana sedang berada di ruangan kecil dengan luas 1x2 meter dan dikurung seperti di dalam penjara.

Dalam keterangannya, Ustaz Abdul Somad menerangkan bahwa dia tengah berada di imigrasi Singapura.

Kondisi yang dia unggah adalah ketika dirinya ditahan sebelum dideportasi imigrasi dari Singapura.

"UAS di ruang 1x2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore," kata Ustaz Abdul Somad, Senin, 16 Mei 2022.

Singapura Ungkap Alasan Tolak UAS: Sebarkan Ceramah Ekstrem, Bom Bunuh Diri di Konflik Palestina-Israel Dianggap Syahid
Rabu, Mei 18, 2022

On Rabu, Mei 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Singapura buka suara mengenai alasan penolakan masuk Ustaz Abdul Somad (UAS). Mereka menyatakan, pelarangan tersebut terkait ceramah UAS yang dipandang ekstrem oleh Singapura.

Keterangan tersebut disampaikan Pemerintah Singapura di situs Kementerian Dalam Negeri.

Kementerian itu menyebut, beberapa ceramah UAS menyebarkan ajaran ekstrem dan perpecahan.

"Somad diketahui menyebarkan ceramah ekstrem dan segregasi yang tidak dapat diterima oleh masyarakat multi-ras dan multi-agama di Singapura," ujar keterangan Kemendagri Singapura yang dikirimkan Dubes Singapura Anil Kumar Nayar lewat pesan kepada kumparan.

"Contohnya, Somad ceramah mengenai bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Palestina-Israel dan dapat dianggap syahid. Dia juga berkomentar yang merendahkan agama lain, seperti Salib Kristen dianggap sebagai tempat tinggal jin kafir. Somad juga secara terbuka menyebut non-Muslim kafir," sambung dia.

Kemendagri Singapura menegaskan, setiap pengunjung tidak otomatis atau berhak bisa masuk ke negaranya.

"Setiap kasus dinilai berdasarkan cirinya sendiri. Sementara Somad mencoba masuk Singapura dengan berpura-pura kunjungan sosial, Pemerintah Singapura memiliki pandangan serius terhadap setiap orang yang menganjurkan kekerasan atau mendukung ekstremisme dan segregasi. Somad dan rombongan perjalanannya ditolak masuk Singapura," sambung mereka.

UAS berencana masuk Singapura pada Senin (16/5) lalu. Ia datang melalui feri dari pelabuhan di Batam. 

Dalam pernyataannya, UAS menegaskan perjalanan ke Singapura dalam rangka liburan bukan pengajian atau tablig.

UAS pun sempat menanyakan alasan kenapa ditolak masuk Singapura. 

Sumber: Kumparan

Kerap Sebut Agama Lain Kafir Alasan Singapura Tolak Ustaz Abdul Somad Masuk
Rabu, Mei 18, 2022

On Rabu, Mei 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura mengonfirmasi menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS). Alasannya karena ia dinilai kerap menyebarkan ajaran ekstremisme.

"Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi (atau pemisahan), yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama seperti Singapura," kata MHA dalam pernyataan tertulisnya, Selasa, 17 Mei 2022.

Misalnya, kata MHA, Somad mengatakan, bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'.

"Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal 'jin (roh/setan) kafir'. Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir," lanjut MHA.

MHA mengatakan, Somad tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada 16 Mei 2022 dari Batam dengan enam teman perjalanan. Somad diwawancarai, setelah itu kelompok tersebut ditolak masuk ke Singapura dan ditempatkan di feri kembali ke Batam pada hari yang sama.

“Pengunjung tidak dapat secara otomatis atau memiliki hak langsung masuk ke Singapura. Setiap kasus dinilai berdasarkan kemampuannya sendiri," tegas MHA.

Mereka menambahkan, Somad berusaha memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial.

"Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi," ujar MHA.

Ustaz Abdul Somad mengaku dideportasi dari Singapura. Ia tak tahu alasannya kenapa.

"Info bahwa saya dideportasi dari Singapura itu sahih, betul, bukan hoaks," ucap dia dalam Youtube hai guys official.

Ustaz Abdul Somad menyatakan bahwa mereka ke Singapura dalam rangka liburan. Namun, tiba-tiba dirinya tak diizinkan lewat oleh pihak imigrasi.

"Begitu selesai, mau keluar, baru tas itu ditarik masuk," ucap dia.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura angkat bicara terkait kasus Ustaz Abdul Somad. 

KBRI Singapura menyatakan bahwa Somad tidak diizinkan masuk Singapura karena tidak memenuhi kriteria warga asing untuk berkunjung ke negara itu.

"Jadi, tidak dideportasi karena beliau belum masuk Singapura," kata Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari Harjana, dilansir dari Medcom.id, Selasa, 17 Mei 2022.

Ratna mengatakan, pihak KBRI Singapura mendapat informasi tersebut dari kantor imigrasi Singapura (ICA).

"Intinya adalah hak masuk dan tidaknya warga negara asing ke suatu negara adalah kedaulatan negara tersebut," tuturnya.

Hal ini, kata Ratna, sama seperti yang kerap dilakukan Pemerintah Indonesia untuk menolak kunjungan warga negara asing (WNA) ke Indonesia. (*)

Aat Surya Safaat: Israel Terapkan Politik Apartheid
Selasa, Mei 17, 2022

On Selasa, Mei 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Bidang Luar Negeri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aat Surya Safaat menilai, penembakan terhadap Shireen Abu Akleh, wartawati Palestina di Jenin, Tepi Barat wilayah Palestina pada 11 Mei 2022 yang diduga kuat dilakukan oleh tentara Israel kembali membuktikan bahwa Israel menerapkan politik apartheid.

“Saya bahkan sependapat dengan Direktur Kantor Amnesty International di  Jerusalem yang menyatakan bahwa penembakan terhadap Wartawati Pelestina itu benar-benar membuktikan Zionis Israel bukan hanya menerapkan politik apartheid, tetapi juga bersikap rasis terhadap warga Palestina,” katanya di Jakarta, Senin (16/5/2022) malam.

Ketua Bidang Luar Negeri SMSI mengemukakan keterangan tersebut dalam “Webinar MINA Talks” edisi khusus Peringatan Hari Nakbah Palestina ke-74 dengan tema "Peran wartawan di medan konflik: Rekam jejak kejahatan Israel terhadap insan Pers". 

Selain Aat, webinar tersebut juga menghadirkan pembicara Direkur Kantor Amnesty International di Jerusalem Saleh Hijazi dan Koresponden Kantor Berita Mina di Palestina Mohammad Shaaban yang menggantikan Shadah Hanasiyah, Wartawati Palestina yang menjadi saksi kasus penembakan terhadap Wartawati Al-Jazeera Shireen Abu Akleh.

Shadah berhalangan hadir karena dihalang-halangi bahkan dianiaya tentara Israel saat akan tampil pada webinar yang dilaksanakan dalam rangka memperingari Hari Nakbah Palestina ke-74 itu. Hari Nakbah Palestina adalah hari pertama kalinya pengusiran Warga Palestina oleh Israel yang biasa diperingati setiap tanggal 15 Mei.

Ketua Bidang Luar Negeri SMSI lebih lanjut mengemukakan, Amerika dan negara-negara Eropa menerapkan politik standar ganda. Negara-negara Barat itu segera menerapkan sanksi terhadap Russia yang melakukan penyerangan ke Ukraina, tetapi mereka tidak melakukan pembelaan apapun kepada rakyat Palestina yang terus menerima kekejaman tentara Zionis Israel.  

Terkait penembakan terhadap Shireen Abu Akleh, Aat meminta Amnesty International segera melaporkan kasus pembunuhan itu ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court) agar pelakunya diganjar dengan hukuman yang setimpal sehingga kasus serupa tidak terulang lagi terhadap jurnalis yang harus dilindungi di medan perang sekalipun.

Pada webinar tersebut sebelumnya tampil Direkur Kantor Amnesty International di Jerusalem Saleh Hijazi yang menyatakan bahwa penembakan terhadap Wartawati Al-Jazeera yang berkewarganegaraan Palestina dan Amerika Shireen Abu Akleh itu membuktikan Zionis Israel bukan hanya menerapkan politik apartheid, tetapi juga bersikap rasis terhadap warga Palestina.

Apartheid merupakan politik yang diterapkan untuk membedakan perlakuan terhadap ras dan suku, dalam hal ini membedakan warga Palestina dengan warga Israel, dimana warga Israel mendapat hak istimewa dibanding warga Palestina, dan apartheid adalah suatu kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana didefinisikan dalam Statuta Roma dan Konvensi Apartheid.

Kekerasan demi kekerasan yang dilakukan rezim Zionis Israel di Palestina hingga kini menggambarkan sistem apartheid Israel yang memungkinkan berlanjutnya kekerasan negara tanpa hukuman.

Laporan Amnesty International setebal 182 halaman yang diumumkan 2 Februari 2022 juga menemukan bukti-bukti yang memberatkan bahwa Israel harus dimintai pertanggungjawaban karena melakukan kejahatan apartheid terhadap warga Palestina.

Saleh Hijazi juga mengemukakan, kasus penembakan Shireen Abu Akleh menambah panjang daftar wartawan yang tewas dalam tugas liputan perang, dan seperti yang sudah-sudah, kasus pembunuhan Shireen kemungkinan juga bakal lenyap begitu saja jika tidak ada pihak yang menindaklanjutinya secara hukum.

“Oleh karena itu kami siap melaporkannya ke Mahkamah Kriminal Internasional serta meminta adanya penyelidikan yang menyeluruh terhadap kasus penembakan tersebut,” katanya sambil menambahkan bahwa Shireen sebelumnya sering melaporkan kekejaman tentara Israel terhadap warga Palestina.

Shireen diberitakan meninggal dunia akibat terkena tembakan di bagian wajah saat meliput penyerbuan tentara Israel ke kamp pengungsi di Jenin pada 11 Mei 2022. Wartawati berusia 51 tahun itu disebutkan sudah mematuhi prosedur peliputan perang, yaitu memakai rompi anti peluru bertuliskan PRESS dan mengenakan helm.

Tetapi segala prosedur tersebut menjadi tak berarti saat sebutir peluru menembus wajah Shireen, hingga menewaskannya. Banyak kalangan menilai, penembakan Shireen bukan sebuah ketidaksengajaan. Sangat mungkin dia sengaja dibidik sebagai target, mengingat hanya satu peluru yang mengena tepat di bagian tubuh Shireen yang terbuka, yaitu bagian wajahnya. (*)

Penulis Buku di Inggris yang Kritik Jokowi Senang Berdiskusi dengan Anies di London
Sabtu, Mei 14, 2022

On Sabtu, Mei 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Mantan peneliti Lowy Institute Australia, Benjamin “Ben” Bland menyempatkan diri dengan berdiskusi bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam acara yang dibuat Chatham House, di London, Inggris.

Ben Bland adalah orang yang sempat bikin heboh di Indonesia sebab pernah menulis buku Man of Contradictions. Di sana, ia mengupas kontradiksi presiden Jokowi.

Secara garis besar, Ben menyebut pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi, "menunjukkan banyak sifat terburuk seperti mengabaikan nasihat ahli, kurangnya kepercayaan pada masyarakat sipil, dan kegagalan untuk mengembangkan strategi yang koheren".

Dilansir dari The Sydney Morning Herald, Kamis (13/8/2020), muncul dua juta pengangguran baru sebab sikap Jokowi dalam menangani pandemi.

Selain mengkritik perihal pandemi, Bland juga menyebut Jokowi “tertarik untuk menarik investasi dari siapapun yang memiliki uang tunai paling banyak” demi mencapai tujuan ekonomi domestiknya.

Untuk saat ini, pihak “itu adalah China yang sedang membangun jalan, jembatan, pembangkit listrik, dan pelabuhan di seluruh Indonesia, selain jalur rel Jakarta-Bandung yang terkenal”.

Kini pria lulusan Universitas Cambridge itu, terlihat bersampingan dengan Anies. Tampak ia menyimak ucapan Anies. 

Bahkan tak segan, ia memuji kedtaangan mantan Menteri Pendidikan di periode pertama Jokowi tersebut.

"Senang menjadi tuan rumah seorang pemimpin politik Indonesia yang penting dalam acara
@ChathamHouse pertama saya. Saya ingin membawa lebih banyak membahas persoalan Asia Tenggara ke dalam program kami," tulis Ben Bland dalam akun Twitter-nya. 

Anies pun membalas. "Terima kasih sudah menerima saya. Itu adalah diskusi yang menyenangkan dan produktif," tandasnya.

Sumber: ERA.id