Advertorial

Daerah

Ironis, Selebrasi Maulid Nabi Dilarang, Halloween di Arab Saudi Disambut Kegembiraan, Peserta: Saya tak Tahu Halal dan Haramnya
Senin, Oktober 31, 2022

On Senin, Oktober 31, 2022

Ironis, Selebrasi Maulid Nabi Dilarang, Halloween di Arab Saudi Disambut Kegembiraan, Peserta: Saya tak Tahu Halal dan Haramnya

BENTENGSUMBAR.COM - Gelaran festival Halloween di Arab Saudi telah memicu perbincangan hangat di media sosial. 

Perayaan ini dinilai sebagai catatan baru dalam reformasi sosial di bawah penguasa de facto, Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Seperti dilansir Middle East Monitor, gelaran budaya Barat ini digelar pada Kamis dan Jumat di Riyadh's Boulevard. 

Mereka menggunakan pakaian menyeramkan seperti yang sudah viral di media sosial.

"Ini merupakan perayaan besar, sejujurnya ada semangat kegembiraan. Dalam hal halal atau haram, saya tidak tahu tentang itu. Kita hanya merayakan untuk kegembiraan dan tak ada yang lain," ujar salah satu peserta yang ikut festival itu untuk pertama kalinya.

Sementara itu, yang lain menjelaskan, tindakan berawal dari niat. "Saya hanya bersenang-senang."

Perayaan di negara yang disebut ultra-konservatif ini telah menuai kritik di sejumlah media sosial. 

Beberapa menilai bahwa Arab Saudi telah menerapkan standar ganda dengan tidak menggelar perayaan Maulid Nabi.

"Perayaan Hallowen di Riyadh, Arab Saudi. GEA Saudi menggelar 'Horror Weekend", sementara selebrasi Maulid di Larang. Bayangkan negera yang melarang peringatan Maulid Nabi karena lebih jahat dari perayaan Halloween."

Sumber: Republika.co.id 

Temui Gubernur Bali, Sekjen Liga Muslim Dunia Syekh Al-Issa Harapkan Forum R20 Pengaruhi Perdamaian Dunia
Senin, Oktober 31, 2022

On Senin, Oktober 31, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Sehari setelah kedatangan di Bali, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL) Syekh Mohammed Al-Issa berkunjung ke rumah jabatan Gubernur Bali pada Ahad (30/10/2022) siang. 

Kunjungan ini berkaitan dengan persiapan Forum Religion of Twenty (R20) yang dilaksanakan pada 2-3 November 2022. 

Syekh Al-Issa berkunjung beserta rombongan MWL dan beberapa pengurus PBNU.

Menurut Juru Bicara Forum R20, Muhammad Najib Azca, kedatangan rombongan MWL dan PBNU ini disambut secara sangat baik oleh Gubernur Bali I Wayan Koster.

“Gubernur sangat antusias, sebagai seorang gubernur di sebuah provinsi dengan penduduk mayoritas Hindu, beliau menerima Sekretaris Jenderal organisasi sangat penting dari negara Islam yang sangat amat terkemuka," ujar Najib.

Dalam kesempatan tersebut, Najib melanjutkan, Syekh Al-Issa menyampaikan kepada Wayan Koster takan tentang kegembiraannya bisa hadir di Bali dan bisa menjadi bagian dari penyelenggara Forum R20.

“Beliau (Syekh Al-Issa) sangat berharap ini betul-betul memang menjadi acara yang berkesan, acara yang berdampak, acara yang akan memiliki pengaruh besar dalam pengembangan dan pembangunan perdamaian dunia,” Jelas Najib.

Sementara itu, selain merasa berkesan atas kedatangan Syekh Al-Issa, Wayan Koster berharap R20 menjadi momentum untuk mendapat dukungan publik bagi dunia yang lebih adil.

“Apalagi pelaksanaannya di Bali, supaya kekuatan spiritual yang memancar dari Bali ini bisa berembus ke masyarakat dunia untuk menciptakan tatanan dunia baru," ujar Koster.

Setelah 30 menit melakukan perbincangan, Gubernur Bali menerima cinderamata dari Syekh Al-Issa berupa miniatur pohon kurma berwarna dominan emas. 

Sedangkan Wayan Koster menyerahkan kain tradisional Bali kepada Syekh Al-Issa.

Turut hadir dalam pertemuan itu adalah Safira Machrusah (Wakil Ketua Pelaksana R20), Najib Azca (Wasekjen PBNU dan Juru Bicara R20), dan Habib Ali Hasan Al-Bahar (Ketua LAZISNU PBNU). 

Kedatangan Syekh Al-Issa di Bali

Syekh Al-Issa tiba di Denpasar pada Sabtu (29/10/2022) pukul 14.55 waktu setempat. 

Kedatangannya disambut secara langsung oleh Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf di ruang VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai. 

Setelah melakukan penyambutan, Syekh Al-Issa dan Gus Yahya menaiki mobil yang sama menuju kawasan Nusa Dua.

Syekh Al-Issa datang ke Indonesia dalam kapasitas sebagai Sekjen Liga Muslim Dunia, organisasi yang menjadi co-chair sekaligus co-host R20 bersama PBNU. 

Selain menyelesaikan agenda di Bali, Syekh Al-Issa juga dijadwalkan akan datang ke Yogyakarta. 

Di sana, ia beserta para delegasi R20 akan mengunjungi Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Borobudur. (R/at)

Kesaksian Warga soal Momen Mencekam Tragedi Halloween Itaewon yanh Telan Korban 151 Orang
Minggu, Oktober 30, 2022

On Minggu, Oktober 30, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Sejumlah penyintas dan saksi mata mengungkapkan momen horor yang terjadi saat kerumunan berdesak-desakan di malam tragedi Halloween Itaewon, Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (29/10) malam.

Salah satu warga yang hadir di lokasi, Jeon Ga-eul (30) mengatakan saat itu dirinya sedang minum-minum di sebuah bar di Itaewon. 

Saat itu, akunya, dia mendapat kabar dari temannya bahwa sesuatu yang mengerikan sedang terjadi di luar.

Mendengar kabar tersebut, Jeon pun bergegas untuk melihat situasi yang terjadi di luar. 

Seakan tak percaya, matanya menyaksikan sendiri betapa sejumlah orang sedang berupaya menyelamatkan nyawa dengan melakukan resusitasi jantung paru-paru (CPR) di jalanan.

"Ketika saya pergi keluar untuk melihat, di sana orang-orang melakukan CPR di jalanan," kata dia seperti dikutip dari AFP, Minggu (30/10).

Sementara itu salah satu bartender yang bekerja di Itaewon, Ji  Young menyebut kerumunan hebat hingga berujung desak-desakan itu baru kali pertama terjadi di sana. 

Sebelumnya, kata dia, lokasi itu memang ramai tapi tak pernah sepadat malam tragedi itu.

"Selalu ramai, tapi belum pernah terjadi hal seperti ini sebelumnya," katanya.

"Saya tidak pernah berpikir bahwa hal seperti ini bisa terjadi di Korea, terutama di Itaewon," imbuhnya.

Seorang perempuan yang menjadi saksi mata sekaligus korban selamat dari tragedi berdesak-desakan di gang Itaewon itu mengatakan dirinya menyaksikan detik-detik orang lain yang kesusahan napas.

"Seorang yang pendeknya seperti saya tak bisa bernapas," kata dia, "Mereka yang ada di tengah-tengah gang yang paling menderita."

Penyintas lainnya mengatakan korban-korban yang hendak menyelamatkan diri masuk ke dalam toko di sepanjang gang itu pun kesulitan.

"Sepertinya korban lebih parah karena orang-orang berusaha melarikan diri ke toko-toko terdekat tetapi diusir kembali ke jalan karena jam kerja sudah berakhir," kata seorang penyintas  kepada media Korsel, Yonhap.

Diketahui, korban tragedi Halloween di Itaewon mencapai 151 orang.

Kebanyakan korban meninggal dunia terdiri dari remaja dan yang baru beranjak dewasa. 

Sementara itu korban luka-luka yang masih dalam perawatan intensif berjumlah 82 orang.

Pihak berwenang hingga kini masih melakukan investigasi terkait penyebab tragedi pesta Halloween di Itaewon yang menyebabkan ratusan orang tewas.

Sumber: CNN Indonesia 

Prabowo Sebut Perang Rusia-Ukraina Berdampak Global
Jumat, Oktober 28, 2022

On Jumat, Oktober 28, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan, perang antara Ukraina dan Rusia yang tak kunjung berakhir mempunyai dampak global.

Menurut Prabowo, perangan kedua negara membuat harga energi hingga pangan dunia meningkat.

“Ternyata perang di Ukraina dampaknya global. Perang di Ukraina mengakibatkan harga BBM naik, energi naik. Kemudian, energi naik, pangan juga naik,” kata Prabowo di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Prabowo mengatakan, peperangan kedua negara juga mempunyai dampak lain, misalnya kelangkaan gandum.

Prabowo menyebut bahwa Ukraina dan Rusia merupakan dua negara penghasil gandum terbesar di dunia, yakni mencapai sekitar 20-30 persen dari pasokan gandum di dunia.

Oleh karenanya, apabila pasokan gandum dari kedua negara tidak tersedia, sudah dapat dipastikan harga-harga gandum akan melonjak.

“Belum lagi, Rusia itu penghasil energi sangat besar, gas dan minyak bumi, dan sekarang Rusia seolah disanksi, dikucilkan, mengakibatkan harga BBM naik juga,” ujar Prabowo.

“Belum lagi, Rusia adalah penghasil potas, salah satu terbesar di dunia. Potas ini salah satu bahan baku untuk pupuk. Ini bisa mendorong harga pupuk naik,” katanya melanjutkan.

Prabowo menambahkan, semua pihak harus mewaspadai potensi masalah krisis energi akibat perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung berakhir.

“Jadi ini harus kita waspadai. Ini yang masalah energi krisis," ujar Prabowo.

Tentunya, untuk hadapi krisis kita harus antisipasi. Jadi tentunya setiap negara meningkatkan kewaspadaannya,” katanya lagi.

Sumber: Kompas.com

PM Palestina Ajak Jokowi Salat di Al Aqsa jika Palestina Merdeka
Selasa, Oktober 25, 2022

On Selasa, Oktober 25, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Perdana Menteri Palestina Mohammed Ibrahim Shtayyeh mengajak Presiden Joko Widodo salat berjamaah di Masjid Al Aqsa.

Shtayyeh berkata siap menjamu Jokowi di Al Aqsa. Dia mengajak Jokowi ke Yerusalem setelah Palestina merdeka.

"Insyaallah semoga pada kunjungan yang berikutnya adalah kunjungan Yang Mulia ke Palestina saat Palestina sudah merdeka dengan Yerusalem sudah merdeka dan kita bisa salat bersama-sama di Masjid Al Aqsa," kata Shtayyeh usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (24/10).

Ia membahas kondisi di Palestina belum membaik karena Israel masih melakukan settlement hingga saat ini.

Shtayyeh menyebut korban jiwa telah mencapai 170 orang, sedangkan ribuan orang lain terluka.

Shtayyeh berterima kasih kepada Jokowi atas sambutan kedatangan sejumlah pejabat Palestina. Menurutnya, sambutan Jokowi begitu hangat.

Ia juga berterima kasih atas dukungan pemerintahan Jokowi terhadap Palestina selama ini. 

Dia menyebut dukungan Indonesia terhadap Palestina tak terbatas.

"Kami menyatakan terima kasih yang tinggi kepada Yang Mulia atas dukungan Indonesia yang tidak pernah berhenti dan tidak terbatas dalam program-program atau upaya-upaya politik untuk menuju kemerdekaan dan mendapatkan keanggotaan penuh di PBB," ujarnya.

Shtayyeh menyampaikan dukungan terhadap Indonesia dalam pelaksanaan KTT G20 bulan depan. 

Ia berharap Indonesia bisa menyuarakan dukungan terhadap Palestina di forum itu.

Pemerintah Iran Angkat Bicara Soal  “Revolusi jilbab”
Minggu, Oktober 23, 2022

On Minggu, Oktober 23, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Setelah diberitakan pers barat dan diamplifikasi oleh media sosial di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia, Pemerintah Republik Islam Iran akhirnya angkat bicara dan membantah apa yang dituduhkan dalam pemberitaan yang dikemas sebagai “revolusi jilbab”.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN Mohammad Kh. H. Azad di Jakarta menjelaskan, pemberitaan media barat dan informasi yang beredar  melalui media sosial sejak kematian Mahsa Amini, tidaklah benar. 

Berita itu menuduh pihak pemerintah Iran seakan-akan melakukan penganiayaan terhadap Mahsa Amini yang sedang berurusan dengan polisi sosial karena tidak mengenakan jilbab/hijab sebagaimana yang menjadi tradisi dan aturan yang berlaku di Iran.

Kematian Mahsa Amini pada 16 September 2022 di Rumah Sakit Teheran itu kemudian diikuti gelombang unjuk rasa yang anarkis, aksi bakar-mambakar dan melemparkan bom molotov.  

Aksi demonstrasi yang dikemas sebagai “revolusi jilbab” itu diduga diprovokasi oleh pihak Barat di Iran.

“Peristiwa meninggalnya Mahsa Amini merupakan hal yang menyedihkan bagi bangsa dan pemerintah Republik Islam Iran,” kata Azad yang didampingi Strategic Communications Specialist Ali Pahlevani Rad, Third Secretary Bita Zolali, dan beberapa staf lainnya dalam jumpa pers di kediaman Duta Besar Iran di Jakarta. 

Jumpa pers yang digelar Rabu malam, 19 Oktober 2022, dihadiri para wartawan media yang berkantor di Jakarta.

Terlihat hadir juga sejumlah pimpinan media dan organisasi pers antara lain pimpinan Kompas.com Amir Sodikin,  Wakil Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Yono Hartono, dan Sekretaris Jenderal SMSI M. Nasir.

Menurut pemerintah Republik Islam Iran, demonstrasi besar-besaran yang terjadi setelah kematian Mahsa Amini merupakan rekayasa pihak-pihak anti Iran yang menunggangi kematian perempuan berdarah Kurdistan itu untuk membuat kerusuhan di Iran.

Mereka menuduh Iran melakukan penganiayaan terhadap Mahsa Amini. Padahal berdasarkan hasil pemeriksaan forensik pada kepala perempuan tersebut tidak terdapat tanda penganiayaan. 

“Pada tanggal 7 Oktober 2022, Organisasi Kedokteran Forensik Iran menjelaskan, kematian Mahsa Amini bukan disebabkan oleh pukulan di kepala atau organ vital dan anggota tubuh melainkan almarhumah Mahsa Amini meninggal dunia akibat hipoksia serebral, gangguan irama jantung mendadak, penurunan tekanan darah dan kehilangan kesadaran, serta kekurangan oksigen ke otak,” kata Azad. 

Menurut Azad, Republik Islam Iran menerapkan transparansi dan keadilan sebagai pendekatan utama dalam menangani kasus Mahsa Amini. 

Tetapi negara-negara Barat dan rezim zionis Israel yang telah mengalami kegagalan yang memalukan dalam menghadapi Iran sejak kemenangan Revolusi Islam, kata dia, berusaha mengimbanginya dengan melakukan berbagai cara.

“Kali ini melalui kampanye hitam oleh berbagai media main stream dan robot-robot media sosial, mencoba menciptakan kerusuhan dan kekacauan di Iran,” tuturnya.

Kerusuhan baru-baru ini di Iran dengan memanfaatkan dalih kematian Mahsa Amini untuk mencampuri urusan dalam negeri Iran dan memicu lebih banyak kerusuhan. 

Menurut Azad, dalam perkembangan yang terjadi di Iran, kita harus bisa membedakan antara aksi damai, demonstrasi dengan kerusuhan yang menciptakan ketidakamanan negara.

Menurut undang-undang Republik Islam Iran berbagai aksi damai dan penyampaian aspirasi melalui demonstrasi disahkan dan berbagai golongan masyarakat dapat menggunakan hak tersebut. 

“Tetapi Republik Islam Iran sama dengan negara lain di dunia tidak dapat membiarkan kerusuhan dan kekacauan diciptakan oleh segelintir orang yang diprovokasi oleh Barat dan rezim Zionis Israel,” tuturnya. 

Sejak beberapa hari pasca meninggalnya Mahsa Amini, aksi-aksi yang terjadi di beberapa kota di Iran berubah dari aksi damai menjadi kerusuhan dan kehancuran. (*)

Iran Diguncang Demonstrasi, Raisi Tuding AS Jalankan 'Kebijakan Destabilisasi'
Kamis, Oktober 13, 2022

On Kamis, Oktober 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Iran Ebrahim Raisi menuduh Amerika Serikat (AS) menggunakan “kebijakan destabilisasi” terhadap negaranya yang dicengkeram oleh aksi protes atas kematian Mahsa Amini.

Gelombang kerusuhan telah mengguncang Iran sejak perempuan berusia 22 tahun, seorang warga Iran keturunan Kurdi, meninggal pada 16 September. 

Amini meninggal setelah penangkapannya oleh polisi moral di Teheran karena diduga melanggar aturan berpakaian yang ketat untuk wanita negara itu.

Kekerasan jalanan telah menyebabkan puluhan kematian. Meski sebagian besar korban adalah pengunjuk rasa, tetapi anggota pasukan keamanan juga tidak luput. Ratusan juga telah ditangkap.

“Menyusul kegagalan Amerika dalam militerisasi dan sanksi, Washington dan sekutunya telah menggunakan kebijakan destabilisasi yang gagal,” kata Raisi pada pertemuan puncak di Kazakhstan.

"Iran telah membatalkan opsi militer Amerika dan memberikan kekalahan memalukan terhadap kebijakan sanksi dan tekanan maksimum," ia menambahkan, seperti dikutip Al Arabiya dari kantor presiden Iran, Kamis (13/10/2022).

Washington telah memberlakukan serangkaian sanksi yang melumpuhkan terhadap Teheran sejak 2018 ketika presiden AS saat itu Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir antara Iran dan kekuatan dunia.

“Apa yang menyebabkan keberhasilan rakyat Iran dan ketakutan kekuatan yang mendominasi adalah perhatian bangsa untuk kemajuan berdasarkan kekuatan batinnya,” ujar Raisi.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga menuduh musuh bebuyutan negara itu yaitu AS dan Israel mengobarkan “kerusuhan.”

“Hari ini, semua orang mengkonfirmasi keterlibatan musuh dalam kerusuhan jalanan ini,” kata Khamenei pada hari Rabu kemarin.

“Tindakan musuh, seperti propaganda, mencoba mempengaruhi pikiran, menciptakan kegembiraan, mendorong dan bahkan mengajarkan pembuatan bahan pembakar, sekarang benar-benar jelas,” tambahnya.

Amerika Serikat pekan lalu menjatuhkan sanksi pada tujuh pejabat Iran karena peran mereka dalam “penindasan” aksi protes.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pemerintahannya akan terus meminta pertanggungjawaban pejabat Iran dan mendukung hak-hak rakyat Iran untuk memprotes secara bebas.

Iran menuduh pemimpin AS itu "munafik" dalam menyerukan hak asasi manusia untuk memberlakukan langkah-langkah baru.

Sumber: SINDOnews

Solusi Dua Negara Israel dan Palestina, Ini Kata Din Syamsuddin
Jumat, September 30, 2022

On Jumat, September 30, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Menurut Prof. Din Syamsuddin, Ph.D., Two States Solution adalah ide dan harapan yang realistis setelah jalur konflik militer dan diplomasi untuk menyelesaikan persoalan Palestina dan Israel telah meminta banyak korban di pihak Palestina, namun juga kelelahan psikis di kedua belah pihak.

Hal ini disampaikan Prof. Din Syamsuddin, Ph.D dalam diskusi kerjasama n Universitas Paramadina dengan Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC) yang diselenggarakan secara daring Kamis (30/9/2022).

“Gagasan Two States Solution bagi Palestina dan Israel bukanlah ide baru tetapi gagasan lama yang merupakan kesepakatan global melalui resolusi-resolusi PBB era 1970-an. Secara historis bisa dilacak sejak awal 1930-an dengan adanya harapan agar dua negara tersebut dapat hidup berdampingan secara damai. Meski persoalan tapal batas sampai saat ini masih jadi persoalan,” kata Din.

Konflik tersebut juga telah membawa dampak global berupa munculnya gerakan-gerakan fundamentalisme, radikalisme di dunia Islam oleh sebagian kecil kalangan yang mendukung Palestina maupun oleh para pengungsi Palestina, dengan muara persoalan ketidakadilan yang diderita rakyat Palestina.

“Beberapa negara OKI telah melangkah lebih maju seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Yordania dan terakhir sedang berproses, Arab Saudi, untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. OKI juga menganjurkan Two State Solutions dalam sikap politiknya. Hubungan dagang langsung dengan Israel secara diam-diam juga telah dilakukan oleh beberapa negara Islam yang tidak mempunyai hubungan diplomatik, seperti Indonesia," lanjutnya.

Menurut Din bahwa solusi dua negara meski adalah langkah terbaik, namun menghadapi beberapa kendala serius, seperti masalah perbatasan Palestina – Israel. Palestina menginginkan tapal batas sebelum perang 1967 namun Israel menolaknya.

“Ide Solusi Dua Negara yang tiba-tiba ditawarkan PM Israel yang baru  dan Joe Biden, tidak lepas dari global power shifting dengan bergesernya bandul politik global ke China sebagai new super power ekonomi. China berhasil membuka koridor ekonomi ke banyak negara terutama Asia Selatan seperti Pakistan, dan juga terkini dengan Afghanistan setelah USA pergi, disamping negara-negara anggota ASEAN,“ tambah Din.

“Indonesia juga harus lebih keras bersuara di forum OKI untuk menggolkan ide solusi dua negara. Meski ada kondisi global injustice dan standar ganda oleh USA dan Barat, namun kepada anggota OKI terutama yang dipandang moderat seperti Turki, Pakistan dan Maroko harus dapat membangun kemitraan strategis menghadapi USA dan Barat, terutama untuk menggolkan ide Solusi Dua Negara," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Ahmad Khoirul Umam, Ph.D. Dosen Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD) menyatakan bahwa dalam konteks neorealis, apa yang terjadi di Palestina dan Israel tidak terlepas dari dukungan kuat internasional termasuk gagasan Two States Solution yang disampaikan PM Israel dan Joe Biden.

Menurutnya ada perbedaan signifikan dulu dan sekarang. Kalau dulu, dunia Arab sangat solid. Beberapa kali perang Arab – Israel, dunia Arab nampak solid hingga pada era perang Yom Kippur 1973, Israel hampir saja kalah.

“Ketika itu suara dunia Arab bulat  No peace, No Nego!. Namun pada hari ini di dunia Arab telah terjadi pergeseran pendirian. Beberapa negara Arab telah membuka hubungan diplomatic dengan Israel, dan aktor utama untuk itu nampaknya pihak Arab Saudi," katanya.

Pergeseran posisi dunia Arab menurut Umam, terletak pada faktor tingginya ketergantungan proteksi militer negara-negara Arab kepada USA. Terdapat Private Military Company (PMC) yang dimiliki oleh para veteran perang USA yang dipekerjakan di sejumlah negara-negara timur tengah.

“USA berhasil mengubah persepsi ancaman baru di negara-negara timur tengah. Saat ini yang menjadi ancaman baru adalah Iran. Shifting ancaman ke Iran tersebut membuat Israel lebih leluasa. Namun, masalah Palestina kemudian tidak lagi menjadi prioritas bagi politik luar negeri negara-negara Arab," Imbuhnya.  

Hal itu, lanjut Umam, membenarkan tesis Huntington 30 tahun lalu yang menyebutkan bahwa Islam memang sebuah kesadaran besar, tetapi tidak didasarkan pada kohesi yang kuat bagi masyarakatnya.

“Hambatan utama bagi perdamaian Israel dan Palestina adalah masalah perbatasan, di mana Israel tidak mau menyerahkan batas wilayah yang didudukinya pada Perang 1967, karena masing-masing mempunyai persepsi,” katanya.  

Wilayah Tepi Barat Palestina telah dibangun dan dikembangkan oleh Israel dengan membangun ribuan perumahan yahudi. Israel juga tidak mau membagi ibukota Jerusalem menjadi dua, sebagaimana tuntutan pihak Palestina yang menghendaki Yerusalem Timur.

Masalah lain yang juga berat adalah 5 juta pengungsi Palestina yang terpaksa mengungsi sejak Perang 1948. Para pengungsi Palestina pasti ingin kembali ke tanah asal mereka, sementara Israel menolak karena salah satu pertimbangan, yakni perubahan komposisi penduduk, yang akan berubah pasca kembalinya para pengungsi Palestina.

Khoirul Umam yang juga Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI) menekankan bahwa Global Power Shifting dengan munculnya China sebagai kekuatan ekonomi baru, harus jadi momentum penting.

“OKI harus diberdayakan untuk menggoalkan ide Solusi Dua Negara. Indonesia jelas harus berperan aktif dengan membangun sinergi aktif dengan negara-negara moderat seperti Turki, Jordania, Maroko, Emirat Arab, Qatar, Jordania  dan Arab Saudi. Serta negara-negara Asia Selatan Pakistan dan Malaysia,” ujarnya.

Tantangan lainnya menurutnya adalah masih terbelahnya faksi-faksi perlawanan Palestina seperti Fatah dan Hamas. Fatah menggunakan konsep sekularisme negara, namun Hamas berdasarkan pada konsep keagamaan.

“Syukur alhamdulillah, Indonesia telah selesai dengan masalah-masalah tersebut dengan menjadikan Pancasila sebagai basis dialog Kenegaraan dan Keagamaan,” pungkasnya.

Laporan: Arief Tito

Beredar Rumor Kudeta China dan Xi Jinping Ditahan, Benarkah?
Minggu, September 25, 2022

On Minggu, September 25, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Beredar rumor di Twitter bahwa Presiden China Xi Jinping telah dikudeta. Tagar #ChinaCoup (kudeta China) juga tersebar luas di media sosial. 

Menurut laporan Newsweek, Minggu (25/9/2022), rumor itu tersebar karena kecurigaan banyak penerbangan yang dibatalkan, serta adanya video yang menyebut pasukan militer masuk ke Beijing.

Presiden Xi Jinping lantas disebut telah ditangkap Tentara Pembebasan Rakyat. 

Namun, tidak jelas sumber video tersebut, maupun waktu dan lokasi pengambilannya.

Politisi India Subramanian Swamy juga ikut menyebar rumor ini di Twitter kepada 10 juta followers yang ia miliki.

Ia salah menyebut nama Xi Jinping menjadi Jingping.

"Rumor terbaru harus diperiksa. Apakah Xi Jingping berada dalam tahanan rumah di Beijing?" ujar Swamy. 

Dalam narasi yang disebar Swamy, pemimpin Partai Komunis China mencabut mandat Presiden Xi Jinping dari militer ketika ia sedang berkunjung ke Samarkand, Uzbekistan, setelah itu tahanan rumah terjadi.

Namun, kabar itu dibantah oleh mantan pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Drew Thompson. 

Ia mengakui kondisi politik di China sedang sensitif. Spekulasi dan rumor pun jadi gampang beredar. 

"Meski kurangnya bukti bahwa Xi menghadapi oposisi internal, spekulasi itu masih bertahan. Ini menambah kemasukakalan rumor tersebut, atau harapan bagi sebagian orang, bahwa Xi ditahan," ujarnya via Twitter.

Selain itu, mantan koresponden CNN Frida Ghitis berkata kabar penangkapan Xi Jinping adalah rumor liar. 

"Media sosial berisik dengan klaim-klaim bahwa ada kudeta di China, bahwa Xi Jinping berada dalam tahanan rumah. Tetapi tidak ada bukti bahwa ini benar," ujarnya.

Sumber: Liputan6

Pidato di PBB, PM Israel Minta Berdamai dengan Indonesia
Jumat, September 23, 2022

On Jumat, September 23, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Israel kembali mengutarakan keinginannya untuk menormalisasikan hubungan diplomatik dengan negara-negara bermayoritas Muslim di dunia, salah satunya Indonesia. 

Selama ini, hubungan antara kedua negara terhalang oleh prinsip Indonesia yang membela rakyat Palestina dari penjajahan Israel. Keduanya juga tidak memiliki perwakilan diplomatik di masing-masing negara. 

Keinginan itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Israel Yair Lapid saat berpidato di hadapan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (22/9).

“Israel mencari perdamaian dengan tetangga-tetangga kami. Semua tetangga kami. Kami tidak akan pergi ke mana-mana. Timur Tengah adalah rumah kami. Kami di sini untuk tinggal. Selamanya,” ujar Lapid, seperti dikutip dari The Times of Israel.

Lapid mengatakan, Israel ingin menciptakan perdamaian dengan negara-negara yang menentangnya, meski konflik di Palestina masih kerap berlangsung dan belum menemukan titik terang.

“Dan kami menyerukan kepada setiap negara Muslim — dari Arab Saudi sampai Indonesia — untuk mengakui hal itu, dan datang berbicara dengan kami. Tangan kami terulur untuk perdamaian,” imbuhnya.

RI Tak Ada Langkah Normalisasi Hubungan dengan Israel 

Selama ini, Indonesia berpegang teguh pada prinsipnya yang menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel tidak akan terwujud, selama belum tercapainya perdamaian di Palestina. 

Baru-baru ini pula, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan, tidak ada langkah yang dilakukan pemerintah untuk menormalisasikan hubungan dengan Israel.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, dalam sesi jumpa pers virtual pada Kamis (22/9). 

Faizasyah menjelaskan, terlepas dari pemberitaan media Israel soal isu normalisasi hubungan dengan Indonesia, kebenaran kabar tersebut disangkal oleh pemerintah.

“Dari sisi Kementerian Luar Negeri, sebagai pengampu kebijakan luar negeri Indonesia, tidak ada langkah-langkah yang mengarah ke normalisasi hubungan,” ungkap Faizasyah.

Prioritas saat ini, sambung Faizasyah, adalah penyelesaian damai antara Palestina dan Israel. Indonesia sebagai negara yang menentang segala bentuk penjajahan pun berupaya mendorong kedua negara berkonflik agar dapat hidup dalam damai dengan batas yang jelas.

Sumber: Kumparan

Masjid Berusia Ratusan Tahun Muncul dari Danau di India
Sabtu, September 10, 2022

On Sabtu, September 10, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Sebuah masjid yang telah puluhan tahun tenggelam di sebuah danau di bendungan Phulwaria di negara bagian Bihar, India dilaporkan muncul kembali.

Masjid yang kemudian diketahui bernama Masjid Noori tersebut muncul kembali setelah air mengering di ujung Selatan waduk bendungan, menurut laporan Kashmir Media Service.

Dilansir dari The Islamic Information, Kamis (8/9/2022), pada tahun 1985, Bendungan Phulwaria memang dilaporkan telah menenggelamkan Masjid yang dikenal sebagai Masjid Noori. Sebuah masjid bersejarah dengan tinggi sekitar 30 kaki atau sekitar 9 meter.

Menurut laporan itu, banyak pemuda akhirnya memadati area tersebut saat melihat Masjid telah muncul. 

Mereka harus berjalan melewati lumpur untuk menuju masjid hingga mencapai tembok pembatas dari struktur masjid lama.

Bangunan itu benar-benar utuh ketika banyak orang memasuki Masjid.

Orang-orang kemudian terheran karena struktur Masjid belum rusak meskipun terendam selama beberapa dekade.

Ketika ketinggian air belum cukup surut, hanya sebagian kecil dari kubah Masjid yang terlihat, sehingga sulit bagi orang untuk memahami apa itu semua.

Namun, siapapun dapat melihat Masjid Noori di tempat terbuka ketika tanah itu mengering, dan membuat banyak orang tertarik melihat masjid.

Masjid yang tenggelam ini diyakini sudah ada sebelum pembangunan Bendungan Phulwaria dimulai pada tahun 1979. 

Awalnya, saat pembangunan bendungan telah selesai, Masjid tidak terdampak. 

Namun kemudian seluruh area, termasuk Masjid, terendam oleh air bendungan yang tertampung.

Diyakini bahwa Masjid ini dibangun sekitar awal abad ke-20 dan memiliki usia maksimal sekitar 120 tahun.

Sebagai hasil dari pengamatan arsitektur kubah Masjid, diyakini rumah ibadah ini dibangun dengan ciri arsitektur periode Mughal. 

Kisah Pilu Perempuan Diperkosa Tetangga Jelang Pernikahan, Mertua Paksa Tes Keperawanan
Selasa, September 06, 2022

On Selasa, September 06, 2022

Kisah Pilu Perempuan Diperkosa Tetangga Jelang Pernikahan, Mertua Paksa Tes Keperawanan
BENTENGSUMBAR.COM - Kisah pilu wanita diperkosa tetangga jelang pernikahan terjadi di Bhilwara, Rajasthan, India. Mirisnya mertua korban memaksanya untuk tes keperawanan.


Peristiwa pilu ini menimpa gadis muda berusia 24 tahun. Korban yang tak lolos tes keperawanan yang diadakan Panchayat (pemangku adat) pun dipukuli calon mertuanya.


Nahasnya, mertuanya juga menyuruh Panchayat meminta keluarganya membayar Rs10 lakh atau sekitar Rp186 juta. Pengantin, yang namanya tidak disebutkan, akhirnya melaporkan mertuanya kepada polisi pada Sabtu lalu. 


Dalam Laporan Informasi Pertama (FIR) di kantor polisi, dia menuduh terlapor memaksanya untuk menjalani tes keperawanan pada hari pertama pernikahannya pada 11 Mei 2022, di Bhilwara. 


Dalam FIR, dia menuduh sang suami dan keluarga suami menyerangnya setelah dia gagal dalam tes keperawanan. Mereka mengadakan Khap Panchayat (forum pemangku adat) di sebuah kuil lokal pada tanggal 31 Mei yang meminta keluarganya untuk membayar Rs10 lakh.


Polisi mengatakan wanita itu mengatakan kepada mertuanya bahwa dia telah diperkosa oleh seorang tetangga beberapa sebelum pernikahannya. Bahkan kasus pemerkosaan itu sudah diajukan di kantor polisi Subhash Nagar. 


Petugas kantor polisi, Aayub Khan, mengatakan telah menyelidiki masalah tersebut setelah ramai diberitakan media lokal dan sebuah kasus diajukan terhadap mertuanya pada hari Sabtu. Wakil Inspektur Mandal, Surendra Kumar, mengatakan wanita itu adalah korban Kukadi Pratha (ritual purifikasi), yang lazim di kalangan anggota komunitas setempat. 


"Ini adalah kejahatan sosial yang dikenal sebagai Kukadi Pratha di Rajasthan," katanya. 


"Laporan faktual telah diserahkan dan sebuah kasus terdaftar dalam masalah ini," ujarnya, seperti dikutip Indian Express, Selasa (6/9/2022). 


Dalam sebuah video, korban mengatakan, “Saya gagal dalam ritual yang dilakukan pada sore hari. Setelah itu, diskusi terjadi hingga larut malam. Saya tidak mengatakan apa-apa karena takut. Kemudian saya dipukuli oleh suami dan mertua saya.” 


Dia mengaku sudah memberi tahu mertuanya tentang insiden pemerkosaan yang dia alami sebelum pernikahan. Polisi mengatakan terlapor akan didakwa berdasarkan Undang-Undang Pidana India Pasal 498A (mahar), 384 (pemerasan), 509 (menghina kesopanan wanita) dan 120B (konspirasi kriminal).


Sumber: iNews

Xanana Gusmao: Kami Butuh Indonesia untuk Berdiri Tegak Bela Hukum Internasional
Kamis, September 01, 2022

On Kamis, September 01, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao menegaskan, Indonesia merupakan tetangga yang sangat dibanggakan di negaranya. 

Pasalnya, Indonesia kerap membantu Timor Leste dalam berkecimpung di dunia internasional.

"Kami membutuhkan Indonesia untuk memainkan peran sentral dalam urusan global dan memimpin dialog regional serta internasional," kata Xanana dalam pidatonya di webinar 'Politik Luar Negeri Indonesia di Mata Negara Sahabat', Rabu, 31 Agustus 2022.

Ia menyampaikan, Indonesia selalu mempromosikan keamanan internasional, bahkan di tengah ketidakpastian dunia saat ini. 

Salah satu contoh yang diangkat Xanana adalah konvensi PBB mengenai hukum laut.

"Ini adalah contoh luar biasa mengenai apa yang bisa dicapai Indonesia ketika bekerja untuk ketertiban dan keamanan global," katanya.

Hanya melalui UNCLOS, kata Xanana, Timor Leste mampu memaksa Australia untuk merundingkan batas laut. 

Bahkan, ketika Negeri Kanguru dinilai dengan sengaja mengabaikan hukum internasional dan mengambil pendapatan dari minyak milik Timor Leste.

Sebaliknya, dengan Indonesia, Timor Leste sedang mendiskusikan penyelesaian perbatasan darat dan laut yang disebut memiliki semangat kerja sama dan persahabatan yang erat.

Xanana mengatakan, sangat senang melihat Indonesia terus berperan dalam dunia internasional yang tak hanya dengan ASEAN dan PBB, tapi juga dengan G20.

Ia menambahkan, bahkan Indonesia yang mengusulkan agar Timor Leste bergabung dengan ASEAN. Indonesia, kata Xanana, masih terus mendukung usulan tersebut saat ini.

Menurutnya, RI menunjukkan kepemimpinannya di ranah global, tak hanya di kawasan. 

Ia menambahkan, jika saat ini ditanya apa yang diinginkan Timor Leste dari Indonesia, Xanana akan menjawab, 'lebih kepada apa yang kami butuhkan dari Indonesia'.

"Kita membutuhkan Indonesia, sebagai bangsa yang besar untuk terus berdiri tegak dan membela hukum internasional, mempromosikan dialog antar kelompok dan negara, toleransi antar agama, keyakinan dan perdamaian di setiap negara, wilayah, benua, dan seluruh dunia," pungkasnya.

Sumber: Medcom

Salman Rushdie, Penulis Buku 'Ayat-ayat Setan' Ditikam di New York
Sabtu, Agustus 13, 2022

On Sabtu, Agustus 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Salman Rushdie, penulis buku 'Ayat-ayat Setan' yang pernah mendapat ancaman mati dari Iran pada tahun 1980an, ditikam di leher pada hari Jumat (12/8) di panggung dalam sebuah acara di Chautauqua Institute, New York.

Rushdie langsung dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter, menurut polisi. Pelaku penikaman yang belum diketahui identitasnya telah ditahan.

Rushdie adalah penulis buku “The Satanic Verses” (Ayat-ayat Setan) yang dikecam oleh dunia Muslim dan dilarang di banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim, karena dianggap menghina Nabi Muhammad.

Buku itu dilarang di Iran sejak 1988 dan pada tahun 1989 mantan pemimpin Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa memerintahkan Rushdie dibunuh. 

Iran juga menawarkan imbalan senilai 3 juta dolar bagi mereka yang membunuh Rushdie.

Seorang wartawan the Associated Press menyaksikan penikaman itu dan mengatakan serangan itu berlangsung sekitar 20 detik.

Rushdie menghadiri acara diskusi di Chautauqua Institution tentang Amerika Serikat sebagai tempat suaka bagi para penulis dan seniman di pengasingan dan “tempat kebebasan berekspresi secara kreatif,” menurut situs Chautauqua Institution.

Setelah fatwa Ayatollah Ruhollah Khomeini, Rusdhie mengasingkan diri selama bertahun-tahun di bawah program perlindungan yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris. 

Rushdie, yang lahir di keluarga Muslim India, telah menjadi warga negara Amerika pada tahun 2016 dan tinggal di kota New York.

Rushdie kembali muncul di depan publik setelah berada dalam pengasingan selama sembilan tahun.

Ia kerap menyuarakan kritik tentang ekstremisme agama dan juga opresi di India, termasuk kepada pemerintah nasionalis Hindu di bawah pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Meskipun pemerintah Iran mengatakan pada tahun 1998 tidak lagi mendukung fatwa itu, sentimen anti-Rusdhie masih tetap ada dan masih banyak organisasi Iran yang menawarkan hadiah uang senilai jutaan untuk pembunuhan Rushdie.

Menurut Index on Censorship, sebuah organisasi yang menyuarakan kebebasan berekspresi, hadiah uang masih tetap ditawarkan bagi mereka yang membunuh Rushdie pada tahun 2016. 

Hal ini menunjukkan bahwa fatwa yang menuntut kematian Rushdie masih berlaku.

Wylie Agency, agen yang mewakili Rushdie, belum mengeluarkan keterangan resmi tentang insiden ini.

PEN Amerika, kelompok advokasi kebebasan berekspresi di mana Rushdie pernah menjadi presidennya, mengatakan “terguncang karena terkejut dan ngeri.”

"Salman Rushdie telah menjadi target akibat kata-katanya selama puluhan tahun tapi ia tidak pernah goyah ataupun gentar,” kata Suzanne Nossel, chief executive PEN, dalam sebuah pernyataan.

Pada tahun 2012, Rushdie mempublikasikan sebuah memoar, “Joseph Anton,” mengenai fatwa kematiannya. 

Judul itu diambil dari nama samaran yang digunakan Rushdie untuk buku-buku yang ia tulis selama persembunyiannya.

Rushdie pernah meraih penghargaan Booker Prize lewat novelnya “Midnight’s Children,” tapi namanya baru dikenal di seluruh dunia stelah buku “The Satanic Verses.” 

Begini Tampang Politisi Malaysia yang Perkosa TKW Indonesia, Dihukum 13 Tahun dan Cambukan
Minggu, Juli 31, 2022

On Minggu, Juli 31, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Nasib nahas dialami tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia di Malaysia. Perempuan 23 tahun yang tidak disebutkan namanya menjadi korban pemerkosaan majikannya, Paul Yong yang juga seorang politis.

Tindakan keji dari pelaku itu menurut laporan korban terjadi di lantai atas rumah Paul Yong yang berlokasi di Meru Desa Park, Perak. Kejadian miris itu terjadi pada 7 Juli 2019.

Tindak pemerkosaan itu disebut terjadi pada pukul 20.15 waktu setempat hingga pukul 21.15 waktu setempat. Polisi menyebut korban sebagai seorang PRT asal Indonesia yang pada saat kejadian pemerkosaan itu berusia 23 tahun.

Sebelum diajukan ke pengadilan, Paul Yong sempat dibebaskan setelah ditangkap pihak kepolisian. Ia membayar uang jaminan kepada pihak kepolisian setelah diperiksa atas kasusnya tersebut.

Sementara itu, Hakim dari Mahkamah Tinggi Malaysia memutuskan anggota Majelis Negara Bagian Tronoh Perak Paul Yong Chio Kiong bersalah atas tuduhan pemerkosaan terhadap asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia pada 2019.

Hakim Abdul Wahab Mohamed yang membacakan putusan di Kuala Lumpur, Rabu, seperti dilaporkan Bernama menyatakan Yong, 52 tahun, bersalah setelah pembela gagal untuk menimbulkan keraguan yang masuk akal pada akhir pembelaan.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara dan dua cambukan terhadap Yong.

Penilaian Hakim menemukan anggota majelis Tronoh tersebut bersalah atas kejahatan tersebut setelah mempertimbangkan semua bukti yang diajukan.

“Sebagai majikan, anda harus melindunginya, terutama ketika dia berasal dari negara lain, dan tidak bertindak sesuai keinginan Anda,” katanya mengutip dari Antara.

Ia mengatakan Pengadilan mempertimbangkan kepentingan umum dari kasus tersebut, dan pelajaran tidak hanya bagi terdakwa, tetapi juga bagi mereka yang berniat untuk melakukan kejahatan serupa.

Karenanya, hukuman jera diperlukan sebagai peringatan dengan kasus pemerkosaan yang meningkat, ujar dia.

Penasihat utama Yong, Datuk Rajpal Singh mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka akan mengajukan banding.

Yong dituduh memperkosa ART asal Indonesia berusia 23 tahun di sebuah kamar di lantai atas rumahnya di Taman Meru Desa antara pukul 20.15 hingga 21.15 pada 7 Juli 2019.

Ia didakwa berdasarkan Pasal 376 (1) KUHP yang membawa hukuman maksimal 20 tahun penjara dan dapat dicambuk, jika terbukti bersalah.

Mahkamah Tinggi sebelumnya memerintahkan Yong untuk membela diri setelah menemukan bahwa jaksa telah berhasil membuktikan kasus prima facie terhadapnya.

Sumber: Suara.com