Headline

Opini

SOROT

Sports

EKBIS

Hendra Pebrizal Buka Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Muda Angkatan II
Selasa, Juli 27, 2021

On Selasa, Juli 27, 2021

Hendra Pebrizal Buka Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Muda Angkatan II
BENTENGSUMBAR.COM - Disela padatnya jadwal kegiatan, Ketua PD. Perpamsi Sumbar Hendra Pebrizal didampingi oleh Direktur Utama PDAM Padang Panjang, Adrial Abubakar, membuka langsung Pelatihan Manajemen Air Minum Tingkat Muda Angkatan ke 2 di Batusangkar, Selasa, 27 Juli 2021.


Diawal sambutannya, Hendra Pebrizal menegaskan kepada semua peserta bahwa selama pelatihan berjalan tidak dibenarkan membuka masker dan harus menjalankan prokes dengan ketat. 


"Tetap menjaga kondisi fisik agar terus fit, harus serius dan selalu hadir, karena materi yang disampaikan nara sumber saling berhubungan," katanya.


Dikatakannya, tujuan pelatihan ini guna meningkatkan SDM di internal PDAM dan menyatukan cara berpikir dalam mengelola PDAM yang baik untuk menghindari pemahaman yang salah terhadap teknis pekerjaan. 


"Kesempatan mendapatkan materi yang berharga sangat kecil, apapun kesempatan yang ada, gunakan dengan maksimal," tegasnya. 


"Dalam situasi covid ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan," sambungnya.


Ia mengimbau peserta untuk menggunakan dan menjaga integritas agar manfaat dari pelatihan berlipat ganda. 


Selain itu, dalam pelatihan ini juga bisa mendapatkan pencerahan yang luar biasa, bahwa di PDAM  ini tidak hanya membahas soal air, tapi ada hal-hal luar biasa yang bakal didapat sebagai ilmu yang tidak didapatkan dipelatihan lain.


"Semoga ilmu yang diperoleh nanti dapat bermanfaat untuk kemajuan PDAM di Sumatera Barat," tukuknya.


(hms)

PD Perpamsi Sumbar Audensi dengan Gubernur Mahyeldi
Selasa, Juli 27, 2021

On Selasa, Juli 27, 2021

PD Perpamsi Sumbar Audensi dengan Gubernur Mahyeldi
BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi menerima audiensi dari Pengurus Daerah Perusahaan Air Minum (Perpamsi) Sumatera Barat, Selasa, 27 Juli 2021.


Audiensi itu digelar terkait Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 perihal perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan Tarif Air.


Ketua PD. Perpamsi Sumbar Hendra Pebrizal menyampaikan maksud kedatangan mereka, disamping itu juga menyampaikan beberapa perkembangan dan permasalahan yang dihadapi oleh PDAM di Sumatera Barat. 


Salah satunya yaitu masih banyak PDAM di Sumatera Barat yang belum melakukan penyesuaian tarif yang mengakibatkan sulitnya PDAM tersebut untuk berkembang.


Terkait Peraturan Mendagri No. 21 tahun 2020 dimana salah satu isinya yang menyebutkan bahwa tarif batas atas dan tarif batas bawah diberikan wewenangnya kepada Pemerintah Provinsi. Atas hal inilah PD. 


Perpamsi Sumbar memohon kepada Bapak Gubernur agar dapat memberikan arahan serta kebijakan terkait Permendagri No. 21 Tahun 2020 ini.


Dalam kesempatan ini juga Ketua PD. Perpamsi menyampaikan bahwasanya saat ini, layanan pelanggan sedikit terganggu akibat dampak dari musim kemarau, sehingga banyak sumber-sumber air mengalami kekeringan di beberapa PDAM Sumatera Barat salah satunya Kota Padang. 


Untuk itu, beliau menghimbau kepada pelanggan agar berhemat dalam pemakaian air.


(hms)

Tinjau Pertashop di Sikabu Padang Pariaman, Bupati Merasa Senang
Jumat, Juli 23, 2021

On Jumat, Juli 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Bupati Padangpariaman Suhatri Bur SE MM, tampak begitu sumringah ketika meninjau Pertashop di Sikabu Lubuk Alung, karena kebutuhan BBM masyarakat bisa dijangkau lebih mudah, sehingga tidak perlu jauh-jauh untuk bisa mengisi kenderaan.

Dalam kunjungan ke Pertashop milik CV Pagaruyung Alam Sati, Bupati berkeinginan semua daerah Padang Pariaman yang jauh dari SPBU bisa memiliki Pertashop, untuk memudahkan warga-nya mendapatkan BBM dengan standard harga normal.

"Saya berkeinginan para usahawan lain bersama Pertamina bisa membuat Pertashop di daerah lainnya yang jauh dari SPBU, sehingga warga bisa mendapatkan BBM dengan harga normal dan mudah dijangkau," tutur Suhatri Bur yang kerap dipanggil Aciak itu.

Ditambahkannya, pihak Pemkab Padang Pariaman akan siap mendukung hal-hal psitif seperti pembangunan Pertashop, selagi masih bermanfaat besar bagi masyarakatnya, sehingga  ada kegembiraan dalam melakukan aktifitas berkenderaan, karena mudah mendapatkan BBM meskipun jauh dari jalan utama.

"Kita akan dukung bagi pengusaha dan masyarakat lainnya dalam menjalankan kegiatan usaha, termasuk usaha Pertashop untuk kepentingan masyarakat lainnya," tambah Suhatri.

Sekaitan dengan adanya Pertashop di Sikabu, Afrizal warga setempat mengatakan, amat gembira karena bisa mendapatkan harga sesuai dengan harga SPBU.

"Bila perlu dibangun lagi Pertashop di daerah Pasia Laweh, karena harganya sama dengan SPBU, pertashop berbeda harganya  dengan pertamini," tutur Afrizal.

Ditambahkannya, selain harganya sama dengan SPBU, Pertashop pemasarannya langsung sampai pada masyarakat pengguna, dan akan jauh tepat sasaran.

"Pertashop ini bukan Pertamini pak, harganya gak mahal sama dengan SPBU, kalau Pertamini itu sama dengan ketengan, beda dengan harga SPBU, jadi gak apa+apa banyak Pertashop ini," tambah Afrizal berapi-api.

Pertashop merupakan salah satu program Pertamina untuk mendekatkan pelayanan pada masyarakat, sehingga BBM harga normal bisa dengan mudah didapatkan masyarakat yang jauh dari SPBU.

Laporan: Novrianto Ucoxs

Vivo V15, Smartphone Lawas yang Masih Menarik Dibeli
Kamis, Juli 22, 2021

On Kamis, Juli 22, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Smartphone keluaran terbaru seringkali memiliki spesifikasi yang menggiurkan ya. Tidak jarang membuat ‘khilaf’ untuk ganti ponsel meski belum lama ganti. Hal tersebut tidak mengherankan karena memang vendor smartphone seakan berlomba-lomba mengeluarkan produk terbarunya dengan berbagai keunggulan.

Ponsel-ponsel keluaran terbaru memang sangat menggoda untuk dibeli. Namun tidak jarang harganya selangit membuat dompet menjerit. Jika ditelisik lebih jauh lagi, banyak juga smartphone lawas yang memiliki spek unggulan dengan harga jauh lebih ramah di kantong. Salah satunya adalah vivo V15.

Vivo V15 merupakan ponsel keluaran tahun 2019 yang beragam spesifikasinya masih relevan digunakan saat ini. Beragam keunggulan ditawarkan. Yuk intip alasan kenapa ponsel ini masih layak dimiliki meski bukan keluaran baru.

1. Pelopor Kamera Selfie Pop Up di Indonesia

Saat diluncurkan 2 tahun lalu, vivo V15 digadang-gadang menjadi panutan brand lain dalam hal kamera pop up. Dan memang desain yang futuristik ini membuat banyak orang tergoda untuk memiliki ponsel asal China ini. Kamera akan muncul keluar saat akan digunakan, jadi ada pergerakan membuat Anda merasakan kesan modern.

Ada banyak keunggulan lain yang ditawarkan dari ponsel dengan kamera pop up. Mulai dari keamanan, kamera pop up akan muncul saat diaktifkan jadi Anda bisa mengontrolnya.

Sementara untuk kamera jenis notch atau poni, bisa saja digunakan orang tidak bertanggung jawab tanpa Anda ketahui. Kamera jenis ini bisa meminimalisir tindakan hacker jahat yang ingin meretas sesuatu di ponsel.

Selain itu, kamera pop up memberikan layar yang benar-benar full sehingga kualitas gambar digadang-gadang bisa lebih baik lagi. Bagi yang gemar bermain game, kamera pop up ini tidak akan mengganggu perhatian. 

vivo dalam laman websitenya juga menyebutkan jika kamera pop up dari seri ini sudah melewati ribuan uji ketahanan terhadap benturan untuk memastikan kinerjanya. Menggiurkan buat dicoba bukan?

2. Memiliki Kamera Selfie Resolusi Tinggi

Selain memiliki jenis kamera pop up, smartphone vivo satu ini juga memiliki resolusi yang tinggi. Untuk kamera depan atau selfie memiliki resolusi 32MP. Dengan begitu, kamera akan menangkap objek dengan lebih jernih dan nyata. Ini cocok sekali bagi yang selama ini gemar selfie. Dengan resolusi yang sangat tinggi, kamera depan serasa kamera utama.

Kamera depan resolusi tinggi ini juga dilengkapi dengan fitur bernama Al Face Beauty yang memudahkan pengguna untuk menyempurnakan hasil selfie. Mulai dari pencahayaan sekelas studio sampai gambar jernih membuat hasil selfie jadi sangat memukau tanpa adanya tambahan aplikasi.

Sementara untuk kamera belakang ada 3 buah kamera. Utamanya adalah resolusi 24MP, kedua ada 8MP dan terakhir ada 5MP. Kegunaanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan ya. Anda bisa memotret layaknya fotografer profesional dengan banyak pilihan resolusi.

3. Memiliki Layar yang Lebar 

Produk yang dikeluarkan pada Maret 2019 ini memiliki layar dengan ukuran 6,39 inci. Berkat kamera selfie pop up, layarnya menjadi terkesan lebih lebar lagi. Bagi yang gemar bermain game atau menonton drama di smartphone, layar ukuran lebar ini sangat memuaskan. 

Tidak hanya lega, layar ini bisa menyajikan visual yang tinggi dengan resolusi 2340 x 1080 FHD+.
Layarnya sendiri terbuat dari LCD IPS dengan keunggulan memiliki resolusi lebih tinggi, tidak burn-in, menampilkan warna akurat, sampai dikenal memiliki sinyal kecepatan yang tinggi. Dilapisi juga dengan Corning Glass 5 membuat warnanya lebih hidup.

Baterai dari vivo V15 ini juga tergolong besar yakni 4000mAh dengan sistem fast charging. Untuk besaran baterai tersebut, digadang-gadang dapat digunakan 30 jam dengan penggunaan normal.

4. Desain yang Sangat Futuristik

Selain kamera pop up, desain dari ponsel ini juga membuat vivo V15 terkesan futuristik dan modern. Di bagian belakang ponsel ada gradasi warna unik dengan lengkungan 3D. Untuk pilihan warna ada dua pilihan gradasi. Yakni biru hitam dan hitam merah, memberikan tampilan makin elegan saja.

Dilengkapi juga dengan desain ramping sehingga mudah dibawa-bawa dan tidak memakan tempat. Di bagian belakang atas memiliki warna lebih gelap dibanding bawah, sehingga memberikan kesan makin menawan. Tiga kamera di belakang juga menambah kesan modern.

5. Chipset, Sistem Operasi dan Memori yang Mumpuni

Mengunggulkan berbagai fitur, ‘dalaman’ dari vivo V15 ini juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Untuk chipset dipasang Mediatek MT6771 Helio P70. Keunggulannya bisa mengoptimalkan multi-threading dan fokus memberikan permainan yang lebih responsif. Chipset ini menjadi pesaing berat dari Qualcomm Snapdragon 660.

Untuk sistem operasinya, merupakan Android 9.0 Pie. Sistem operasi Pie ini telah dirilis sejak 6 Agustus 2018 dengan segudang kelebihan. Memberikan user interface yang lebih berwarna, ada mode gelap, memiliki adaptive battery sampai dengan meningkatkan keamanan dengan fitur lockdown.

Memori yang ditawarkan vivo V15 adalah 6GB untuk RAM dan 64 ROM. Sementara untuk memori external atau MicroSD bisa mencapai 256GB. Artinya, ponsel ini bisa diandalkan untuk bermain game bahkan untuk instal aplikasi yang banyak tetap gampang, anti ngelag.

Ponsel dengan spesifikasi tinggi tersebut saat ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, mulai 3 jutaan. Meski sudah dua tahun setelah perilisannya, berbagai spesifikasinya masih sangat relevan dengan berbagai aktivitas sekarang ini. Anda bisa langsung membelinya di Blibli yang telah memiliki reputasi tinggi sebagai marketplace aman dan terpercaya di Indonesia.

(*)

PPKM Darurat Dilanjutkan, Jokowi Tambah Alokasi Bansos Rp 55,21 T
Rabu, Juli 21, 2021

On Rabu, Juli 21, 2021

PPKM Darurat Dilanjutkan, Jokowi Tambah Alokasi Bansos Rp 55,21 T
BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melonggarkan PPKM Darurat pada 26 Juli 2021 jika kasus COVID-19 turun. Pelonggaran akan dilakukan bertahap.


Untuk menekan dampak PPKM Darurat, pemerintah berupaya meringankan beban masyarakat yang terdampak dengan menggelontorkan bantuan sosial sebesar Rp 55,21 triliun.


"Pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp 55,21 triliun berupa bantuan tunai yaitu BST, BLT Desa, PKH, bantuan sembako, bantuan kuota internet dan bantuan subsidi listrik diteruskan," kata dia dalam konferensi pers, Selasa, 20 Juli 2021.


Jokowi mengungkapkan selain itu pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar Rp 1,2 juta untuk sekitar 1 juta usaha mikro. 


"Saya perintahkan ke menteri terkait untuk menyalurkan bantuan sosial kepada warga masyarakat yang berhak," ujar dia.


Dia mengajak masyarakat seluruh komponen bangsa untuk berusaha keras agar terbebas dari COVID-19 dan kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal.


"Memang ini situasi yang sangat berat tetapi dengan usaha keras kita bersama insyaallah kita bisa segera terbebas dari COVID-19 dan kegiatan sosial, ekonomi masyarakat bisa kembali normal," jelasnya.


Source: detikcom

Perumda Air Minum Kota Padang Dikunjungi Komisi II DPRD Terkait PPKM Darurat
Minggu, Juli 18, 2021

On Minggu, Juli 18, 2021

Perumda Air Minum Kota Padang Dikunjungi Komisi II DPRD Terkait PPKM Darurat
BENTENGSUMBAR.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang melalui komisi II melakukan kunjungan lapangan tentang program dan kontribusi perusahaan daerah bagi masyarakat terkait pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Padang ke Perumda Air Minum Kota Padang.


Rombongan Komisi II DPRD Kota Padang dipimpin oleh Ketua Komisi II Yandri Hanafi didampingi anggota Komisi II lainnya dan diterima langsung oleh Dirut Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal yang didampingi Direktur Umum, Afrizal Kuning serta Kepala Sekretariat, Mukhiyardi, Jumat, 16 Juli 2021.


Selama masa PPKM darurat ini, jelas Hendra Pebrizal, Perumda AM Kota Padang turut serta membantu pemerintah dalam bentuk memberikan pengratisan pemakaian air di komplek khusus penanganan penderita covid di Perumahan Nelayan Koto Tangah. 


Selain itu, Perumda AM Kota Padang selalu memastikan semua Tedmon yang tersebar dipusat-pusat keramaian dan aktifitas publik selalu diisi air setiap harinya, guna memenuhi kebutuhan masyarakat disekitar fasilitas tersebut.


Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Yandri sangat berterimakasih kepada Perumda AM Kota Padang yang telah dulu peduli membantu pemerintah sejak pandemi ini terjadi di Kota Padang. 


Harapan ke depan semoga Perumda AM Kota Padang dapat lebih bersinergi lagi dengan Komisi II DPRD Kota Padang terkait kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.


(hms)

Kemendes PDTT Meninjau Pantai Baselona Lohong Untuk Dikembangkan Sebagai Desa Wisata
Minggu, Juli 18, 2021

On Minggu, Juli 18, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berkunjung ke Pantai Baselona Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Kunjungan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Juli 2021 ini dimulai sejak pukul 11.00 – 12.15 WIB, dikomandoi oleh Agus Kuncoro, S.Sos. M.Si – Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi beserta rombongan yang berjumlah 7 orang termasuk di dalamnya kru media yang meliput kegiatan tersebut.

Maksud dan tujuan kehadiran pihak Kemendes PDTT ke Pantai Baselona adalah dalam rangka untuk menumbuhkembangkan potensi Desa Wisata yang ada di Kabupaten Padang Pariaman khususnya yang ada di Korong Lohong, Nagari Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau.

Kehadiran pihak Kemendes PDTT didampingi oleh Dwi Warman, SH.MH. – anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman sebagai Ketua Komisi III, Usman Ibrahim alias Tabuik – Ketua Pokdarwis Baselona Lohong Kuranji Hilir, Bujang Sikumbang alias Buduik dan Mak Ripin – Tokoh Masyarakat, Linda – Bundo Kanduang, Aldi – pemuda, H. Ali Akbar dan Indra Dewi – pegiat wisata serta masyarakat sekitarnya.

Pantai Baselona digadang-gadangkan akan menjadi Objek Wisata masa depan Kabupaten Padang Pariaman. Saat ini masih alami, belum tersentuh secara serius dalam pengelolaannya.
Dengan terbentuknya kepengurusan Pokdarwis – Kelompok Sadar Wisata Baselona Lohong Kuranji Hilir beberapa waktu yang lalu diharapkan mejadikan pantai Baselona ini menjadi titik awal berkembangnya perekonomian masyarakat dan sekaligus kesejahteraannya.

Dalam pembicaraan yang berlangsung melalui wawancara antara Agus Kuncoro bersama Dwi Warman dan Tabuik mengemuka pula permasalahan pesisir pantai yang tergerus oleh ‘abrasi air laut’, dimana sejak tahun 2020 yang lalu sampai saat berita ini diturunkan telah menggerus daratan dengan lebar mencapai 25 meter yang setara dengan 5 batang pohon aru di sepanjang pesisir pantai Baselona.

“Harapan ini kami titipkan kepada Pemda Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat dengan diadakannya ‘Batu Pemecah Ombak’ di sepanjang pesisir pantai Baselona Lohong ini agar tidak menggerus lagi ke daratan,” demikian Dwi Warman berharap.

Dalam kesempatan lain, Tabuik menjelaskan sejarah ringkas asal mula penyebutan pantai Baselona, “Berawal pada tahun 1987 – 1988, adanya bantuan bibit pohon aru dan melinjo yang diserahkan oleh Gubernur Sumatera Barat yakni Ir. H. Hasan Basri Duri (almarhum) kepada masyarakat Lohong Sungai Limau dan dikembangkan oleh orang tua saya (Tabuik – pen)  beserta masyarakat sekitar, maka dapat kita nikmati keindahan alamnya hingga saat ini.”

“Adapun nama Baselona berasal dari kata Baselo (duduk bersila – pen) ditambah kata ‘na’ (kemari – pen). Secara harfiah ungkapan ini diucapkan ‘Baselo-na’ atau ‘Mari duduk bersila’. Lama kelamaan menjadi Baselona,” pungkas Tabuik.

Selain itu, adanya mahasiswa KKN – Kuliah Kerja Nyata dari Unand – Universitas Andalas Padang berjumlah 21 orang sejak tanggal 12 Juli 2021 selama 40 hari, makin menambah keberkahan bagi warga masyarakat sekitar pantai Baselona.

Dalam penutup acara, Agus Kuncoro memberikan semangat kepada peserta yang hadir akan membawa aspirasi masyarakat yang berada di pesisir pantai Baselona Lohong Nagari Kuranji Hilir Sungai Limau untuk dapat dilakukan penelaahan kelayakan sebagai Desa Wisata masa depan di Kabupaten Padang Pariaman. 

Penulis: H. Ali Akbar

Studi DHL Mengungkap Pemuda di Indonesia Merasa Cemas dalam Hal Pencarian Pekerjaan
Jumat, Juli 16, 2021

On Jumat, Juli 16, 2021

Studi DHL Mengungkap Pemuda di Indonesia Merasa Cemas dalam Hal Pencarian Pekerjaan
BENTENGSUMBAR.COM - Lebih dari 90% pemuda yang mengikuti survei percaya bahwa mereka memiliki keterampilan berguna yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja, tetapi hampir 90% dari mereka merasa "cemas" tentang kemampuan mereka untuk mendapatkan kepastian dalam hal pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan mereka. Sama dengan rekan-rekan mereka di wilayah Asia , sebagian besar merasa bahwa COVID-19 berpengaruh pada proses pencarian pekerjaan, tetapi tetap optimis.


Untuk menandai peringatan World Youth Skills Day Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun ini, Deutsche Post DHL Group (DPDHL Group), perusahaan penyedia jasa logistik terkemuka di dunia telah mempublikasikan beberapa temuan utama dari suatu studi perdana tentang kecakapan kerja pemuda di Asia. Studi daring yang diadakan selama tiga minggu tersebut menerima hampir 950 tanggapan dari pemuda di atas usia 15 tahun di Asia, termasuk hampir 200 respons dari Indonesia. Pemuda – pemuda dari enam negara lainnya – Kamboja, India, Malaysia, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam juga menjadi responden yang melengkapi studi tersebut. Studi Indonesia ini dilakukan sebagai bagian dari program GoTeach oleh DPDHL Group dengan dukungan dari mitranya yaitu SOS Children's Villages.


Christoph Selig, Vice President, sustainability communications and programs, DPDHL Group mengatakan, "Ketidakpastian dan perasaan tidak aman terhadap pekerjaan muncul seiring dengan perjuangan yang berlanjut dari sebagian besar perekonomian di wilayah tersebut terhadap berbagai gelombang COVID-19. Sementara hal ini pasti berdampak terhadap peta perekrutan untuk berbagai bisnis di seluruh bidang industri, rasanya menggembirakan ketika melihat para pemuda kita mampu mengenali tantangan-tantangan yang ada di hadapannya, tetapi tetap optimis tentang bakat dan kemampuan mereka sendiri dalam mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan mereka."


Studi tersebut menemukan bahwa hampir 90% pemuda Indonesia yang menjadi responden merasa "cemas" atau "sangat cemas" tentang kemampuan mereka untuk menemukan suatu pekerjaan, dengan hampir 92% di antaranya mengakui bahwa pandemi COVID-19 menimbulkan dampak terhadap proses pencarian pekerjaan. Meskipun demikian, ada kepercayaan diri dan optimisme di kalangan pemuda ini: 9 dari 10 di antara mereka percaya bahwa mereka siap untuk memasuki pasar dunia pekerjaan, dengan lebih dari 80% yang menunjukkan bahwa mereka memperkirakan bisa mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan mereka.


Ketika melakukan evaluasi terhadap penawaran pekerjaan, lebih dari 21% pemuda Indonesia memilih "rasa aman dalam pekerjaan" sebagai faktor yang paling penting, yang diikuti langsung oleh "peluang untuk belajar dan menghadapi tantangan". Sementara rekan-rekan mereka di wilayah yang sama percaya bahwa keduanya penting, tetapi ada 20% yang merasa bahwa peluang untuk belajar dan menghadapi tantangan lebih penting daripada rasa aman dalam pekerjaan. Tidaklah mengherankan, sekitar 28% dari pemuda yang mengikuti survei di Indonesia, setuju dengan responden lainnyabahwa metode tradisional seperti pemagangan paling berguna dalam membantu mereka mendapatkan pekerjaan melalui saluran media sosial, dan rekomendasi dari mentor dan guru juga sama-sama disebut sebagai faktor utama yang memungkinkan. Portal pekerjaan daring tetap dianggap cocok sebagai saluran yang berguna dengan persentase terkecil, karena kurangnya koneksi pribadi yang didapatkan dari bekerja sebagai pekerja magang atau validasi oleh kontak.


Preferensi industri


Di Indonesia, lebih dari 30% pemuda yang mengikuti survei merasa bahwa bekerja sebagai profesional tenaga kesehatan seperti perawat atau dokter merupakan profesi yang paling tahan terhadap resesi. Tidak diragukan lagi, mereka telah memegang peran penting sebagai pejuang garis depan sejak wabah global COVID-19 ini. Sementara pekerjaan di dalam sektor pemerintah atau pendidikan masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. Yang menarik, ketika ditanya apa preferensi mereka untuk pekerjaan pertama mereka, hampir 65% pemuda Indonesia memilih kewirausahaan – mencerminkan preferensi yang sama dengan para rekan mereka di wilayah Asia lainnya, dimana lebih dari 20% di antara mereka memilih opsi ini. Secara keseluruhan, pekerjaan yang berhubungan dengan sektor kewirausahaan, pendidikan, dan perhotelan/pariwisata menempati peringkat tiga teratas yang disukai oleh para pemuda di wilayah Asia.


"Pemuda yang baru memasuki angkatan kerja telah menjadi saksi atas krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang telah mempengaruhi pandangan mereka terhadap dunia kerja," komentar Susanne Novotny, Corporate Partnership Manager di SOS Children's Villages. "Oleh karena itu, tidaklah mengejutkan jika sebagian besar di antara mereka merasa bahwa industri perawatan kesehatan memang tahan terhadap resesi, tetapi sebagian besar pemuda juga mungkin lebih memilih untuk memulai usaha mereka sendiri, agar dapat memegang kendali atas kehidupan, karier, dan nasib mereka sendiri. Setelah semua itu, rasanya harapan meningkat ketika melihat semangat kewirausahaan para pemuda, yang mendapatkan dukungan kuat dari pelatihan kewirausahaan GoTeach tentang cara memulai dan menjalankan bisnis mereka sendiri."


Keterampilan penting untuk dunia kerja


Selain keterampilan teknis dan kejuruan, responden Indonesia menganggap keterampilan interpersonal dan bahasa sama pentingnya, dibuktikan dengan sepertiga responden yang memilih masing - masing keterampilan tersebut. Rekan mereka di negara Asia lainnya juga menyebutkan semua ini sebagai keterampilan yang paling penting, yang akan mendukung mereka dalam perjalanan pencarian pekerjaan.


Ditetapkan oleh Majelis Umum pada tahun 2014, World Youth Skills Day merupakan peluang bagi pemuda, institusi pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan (technical and vocational education and training/TVET), serta pemangku kepentingan sektor publik dan swasta, untuk memberikan pengakuan dan merayakan pentingnya melengkapi pemuda dengan berbagai keterampilan untuk ketenagakerjaan, pekerjaan yang layak, dan kewirausahaan. Tema tahun ini adalah "Keterampilan untuk pemuda yang tangguh".


Sebagai inisiatif di bidang Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) atau Environment, Social and Governance (ESG) yang dilakukan sejak tahun 2009, GoTeach berupaya meningkatkan kecakapan kerja para pemuda, terutama mereka yang berasal dari latar belakang sosio-ekonomi yang kurang beruntung akibat keresahan sosial, kemiskinan, dan/atau kehilangan keluarga.


Hingga saat ini, para relawan dari seluruh DPDHL Group yang terdapat di 60 negara telah melakukan kontribusi berupa waktu dan upaya mereka untuk bekerja bersama para pemuda dalam program ini. Di Asia Pasifik, lebih dari 600 relawan DHL melakukan beberapa inisiatif pada tahun 2020, termasuk memberikan bimbingan, pelatihan keterampilan pekerjaan, penulisan daftar riwayat hidup, pemagangan, dan kamp pemuda, untuk kepentingan para pemuda di seluruh wilayah ini.


(*)

BRI Dorong Desa di Indonesia Manfaatkan Teknologi Digital dan Inovasi Berkelanjutan
Jumat, Juli 16, 2021

On Jumat, Juli 16, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Terwujudnya kebangkitan ekonomi dari desa dapat terjadi dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi di desa serta inovasi yang berkelanjutan. Digitalisasi desa sudah menjadi kaharusan dan tak dapat ditawar lagi demi pencapaian lompatan dalam meningkatkan perekonomian warga mayarakat di pedesaan.

Hal-hal yang tersebut di atas mencuat di dalam acara yang dilaksanakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting bertajuk Webinar Desa Brilian 2021 Batch 2 #3 dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Digital dan Inovasi Berkelanjutan” pada hari Selasa, 13 Juli 2021, dimulai pada pukul 13.30 - 16.00 WIB.

Acara ini terselenggara atas kerjasama antara Rudy Suryanto – Founder Bumdes.id dengan BRI – Bank Rakyat Indonesia pusat.

Rudy Suryanto dalam kesempatan ini berbicara tentang adanya kemauan dan kesediaan dari pemerintah desa juga BUMDes – Badan Usaha Milik Desa untuk mengikuti acara Desa Brilian 2021 Batch-2 ini. Tidak ada paksaan apalagi tekanan dari pihak penyelenggara.

“Terus bergerak, berani melangkah. Tidak ada desa yang tidak mempunyai potensi, maka dari itu setiap masalah yang ada dapat dijadikan potensi untuk dijadikan peluang maju untuk masa yang akan datang,” pungkas Rudy Suryanto.

Dalam waktu yang lain, Marcelino Pandin – Komisaris PT. Telkom sebagai narasumber mengemukakan bahwa Inovasi tidak harus rumit, tetapi harus bermanfaat, Inovasi itu proses dan ada lembah kematian di dalam sebuah perjuangan, dimana terdapat sebuah keadaan ketika gagal dan tidak mau bangkit lagi.

“Agar inovasi dapat berjalan dengan baik dibutuhkan hal-hal sebagai berikut: bekerja sama dengan pihak Internet Service Provider – ISP, mengelola internet, dan  adjustment/ penyesuaian antara kebutuhan dengan kondisi lokal yang tersedia,” tambah Marcelino Pandin.

Ia memberi semangat kepada peserta webinar yang berjumlah 400-an orang bahwa di dalam berinovasi jangan pernah menyerah. Kepemimpinan yang dibutuhkan adalah mengizinkan adanya kegagalan untuk dapat bangkit kembali dengan cara dan gaya yang baru.

Narasumber terakhir berasal dari Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur bernama Rizal Syahputra.

“Untuk mewujudkan digitalisasi desa dibutuhkan kemauan kuat dari pemerintah desa juga pemerintah daerah kabupaten/ kota. SDM – Sumber Daya Manusia menjadi hal yang krusial untuk dapat menjalankan digitalisasi desa. Selain itu, intervensi pemerintah daerah mempunyai peran untuk menunjuk ISP tertentu agar desa mendapatkan akses internet yang baik,” ungkap Rizal Syahputra.

Program Smart Kampung di Desa Tamansari Banyuwangi awalnya merupakan inisiasi pemerintah daerah bersama anggota legislatif (DPRD) untuk memajukan warga masyarakat di desa dalam bidang digitalisasi desa.

Adanya digitalisasi desa terjadi peningkatan ekonomi warga masyarakat di desa Tamansari Banyuwangi. Pendapatan Kotor BUMDes pada tahun 2020 sebesar Rp. 2 Miliar dan sudah dapat menyumbang untuk PADes – Pendapatan Asli Desa.

Ivan Wibawa – dari Brilink menyampaikan adanya upaya dari BRI untuk mendukung digitalisasi desa. Dalam kesempatan ini beliau mengemukakan data per-Juni 2021 mengenai sebaran Agen BRILink di seluruh Indonesia berjumlah 465.309 unit. BRILink sebagai produk BRI ditujukan untuk memudahkan warga masyarakat di pedesaan dalam melakukan transaksi keuangan secara digital. 

Laporan: H. Ali Akbar

3 Kali Kebocoran Pipa, Perumda AM Padang Minta Maaf ke Pelanggan
Rabu, Juli 14, 2021

On Rabu, Juli 14, 2021

3 Kali Kebocoran Pipa, Perumda AM Padang Minta Maaf ke Pelanggan
BENTENGSUMBAR.COM - Perusahaan Daerah Air Minum Kota Padang meminta maaf kepada para pelanggan. 


Pasalnya, akibat kebocoran pipa dalam minggu ini, maka pasokan air ke pelanggan mengalami gangguan. 


Bayangkan saja, dalam minggu ini, sudah tiga kali kebocoran pipa terjadi. 


Kebocoran itu menyebabkan supply air kerumah pelanggan menjadi terganggu dalam jangka waktu yang relatif lama.


"PELANGGAN KAMI YANG TERHORMAT,

KAMI MOHON MAAF ATAS LAMANYA GANGGUAN SUPPLY AIR KEPADA PELANGGAN.


SIMPANG 3 LUBUK MINTURUN - Bapak/Ibu pelanggan Kami yang terhormat, mohon maaf atas lamanya gangguan layanan yang terjadi. Dalam 1 minggu ini sudah 3x kebocoran pipa terjadi di daerah Sungai Lareh, Lubuk Minturun. Itulah mengapa supply air kerumah pelanggan menjadi terganggu dalam jangka waktu yang relatif lama.


Kamipun tidak menginginkan hal ini terjadi. Sampai berita ini dibuat, Tim Kami masih bekerja keras melakukan perbaikan atas kebocoran tersebut.


Mohon doanya untuk kelancaran pekerjaan ini, Kami berupaya melakukan perbaikan tersebut semaksimal dan seefisien mungkin.


Wassalam 🙏," tulias akun instagram @humasperumda.airminum Kota Padang. 


(by)

Peran Akuntan Mulai Tergantikan Aplikasi
Rabu, Juli 14, 2021

On Rabu, Juli 14, 2021

Peran Akuntan Mulai Tergantikan Aplikasi
BENTENGSUMBAR.COM - Pandemi Covid19 telah mengubah trend global, termasuk dalam persaingan dunia kerja. Merujuk hasil penelitian Future of Jobs Survey 2020 dari World Economic Forum, profesi akuntan, merupakan salah satu profesi yang akan mengalami penurunan permintaan di masa depan. 


“Peran akuntan, mulai tergantikan oleh aplikasi seiring perkembangan pesat teknologi informasi,” ungkap pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Sumbar, Yofialdi dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar secara daring, Selasa, 13 Juli 2021. 


Selain Yofialdi, pembicara lainnya dalam webinar bertemakan "Menyiapkan Akuntan Muda yang unggul dan berdaya saing melalui kurikulum akuntansi berbasis MBKM (Merdeka Belajar, Kampus Merdeka)" itu yakni Dr Sekar Mayang Sari (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti). 


Kemudian, Rahmat Novriyan (akuntan PT Semen Padang). Iven yang diikuti ratusan orang peserta ini, dipandu Dr Fifi Anggraini (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Hatta).


Menurut Yofialdi yang juga Chief Excecutive Advisor Fast Consulting ini, para akuntan di masa depan, harus membekali diri dengan kompentensi multidisipliner, kemampuan meta analytical sekaligus memiliki social skill yang memadai. 


“Perkembangan Teknologi Informasi, Perkembangan Ekonomi dan Bisnis, Lingkungan Profesi, Regulasi, Pendidikan dan Pengembangan SDM jadi pemicu menurunnya permintaan terhadap profesi akuntan,” nilainya.


“Untuk bisa menang dalam menghadapi tantangan di masa depan itu serta memiliki akuntan yang berdaya saing, para akuntan harus memiliki kemampuan mulai dari Problem Solving, Self Management, Work with People, Technology Use and Develpoment, Communication Skill, Interpesonal Skill serta Public Speaking,” terang Yofialdi yang merupakan Finance&Human Capital Dept Head di PT Hayati Pratama Mandiri itu.


Soft Skill ini bisa jadi nilai tambah, kata Yofialdi, ketika seorang akuntan itu juga aktif dalam dunia organisasi.


“Kedepan, dunia pendidikan akutansi harus mengakomodir perkembangan teknologi dan disrupsi bisnis. Jika tidak, lulusannya tak mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang berubah sangat cepat,” tegasnya. 


Para Akuntan, menurutnya, juga harus mampu melakukan riset akuntansi, keuangan dan bisnis serta sesuai dengan bidang keilmuan yang aplikatif dalam menjawab permasalahan bangsa. Selain itu, profesi akuntan juga harus mampu jadi agent of trust, penjaga integritas laporan keuangan.


“Paling penting adalah para akuntan harus berintegritas, sehingga hasil laporan dan analisa data-data yang dikerjakan bisa dipertanggungjawabkan dan dipercayai hasilnya,” tukas alumni Jurusan Akutansi Fakultas Ekonomi Unand itu.

  

Hal senada dikatakan Dr Sekar Mayang Sari. Menurutnya, para akuntan mesti bersahabat dengan kemajuan yang amat pesat di sektor teknologi informasi. 


“Jangan sekali-kali menganggap kemajuan teknologi ini sebagai saingan,” pesannya. 


“Tenaga akutansi manajemen, auditor internal, auditor eksternal, tenaga akuntansi di sektor publik, tenaga pendidik dan analisis keuangan, merupakan profesi akuntan yang masih relevan dengan kebutuhan dunia kerja kedepan,” tambahnya. 


Sementara, Rahmat Novriyan lebih banyak bicara tentang sitem kerja seorang akuntan di salah satu perusahaan BUMN semen yang tergabung dalam holding PT Semen Indonesia itu. Berbagai model pencatatan transaksi keuangan, dikenalkan pada peserta.


Laporan: Satria

Transformasi Digital Jadi Cara Pemerintah Berikan Layanan ke Masyarakat
Selasa, Juli 13, 2021

On Selasa, Juli 13, 2021

Transformasi Digital Jadi Cara Pemerintah Berikan Layanan ke Masyarakat
BENTENGSUMBAR.COM - Perkembangan zaman sudah sangat maju. Zaman era digital ini mampu membuat setiap kegiatan manusia lebih mudah dan efisien. Pasalnya, hanya melalui smartphone seseorang bisa melakukan banyak hal. Mulai dari memesan transportasi online, melakukan pembayaran, sampai memesan makanan.


Secara garis besar, sistem informasi mengumpulkan, mengelola, dan mengolah data untuk menjadi informasi yang berguna bagi penggunanya. Kini tidak sedikit perusahaan yang telah memanfaatkan sistem informasi untuk keberlangsungan bisnisnya.


Misalnya informasi terkait data-data transaksi bisa membantu manajemen untuk menentukan strategi bisnisnya. Sistem informasi juga memudahkan perusahaan untuk mengetahui stok barang secara real time.


Menurut Presiden Joko Widodo, perkembangan ekonomi digital di Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara. Jokowi mengatakan, Indonesia telah memiliki sekitar 2.193 perusahaan rintisan atau startup.


Bahkan, kata Jokowi, terdapat lima startup berpredikat unicorn atau memiliki valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS. Kemudian satu startup berpredikat decacorn, dengan nilai valuasi mencapai 10 miliar dollar AS.


"Perkembangan ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara dan akan menjadi kekuatan tersendiri bagi Indonesia untuk mewujudkan visinya," ujar Jokowi.


Jokowi mengatakan saat ini setiap orang bisa dengan cepat memperoleh informasi, memproduksi informasi, serta menyebarkan informasi. Bagi pemerintah, ini adalah tantangan yang harus dikelola ke depan.


"Ini adalah tantangan bagi pemerintah, tantangan bagi lembaga penyiaran media, serta tantangan bagi pemangku kepentingan lainnya agar dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat tersebut," jelasnya.


Sayangnya baik kita sadari atau tidak, namun setiap kemajuan dalam perkembangan teknologi khususnya dari kemudahan mengakses internet tentu memiliki banyak dampak bagi kehidupan sosial. Baik dampak yang sifatnya positif untuk meringankan banyak pekerjaan manusia, ataupun yang dampaknya negatif dan cenderung merusak.


Transformasi digital selama pandemi


Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengakselerasi transformasi digital pemerintahan.


Pasalnya, cara hidup seluruh lapisan masyarakat kini dituntut untuk beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang berbasis transformasi digital.


Pemerintah juga dituntut untuk menghadirkan pelayanan publik yang optimal serta kebijakan yang tepat sasaran untuk merespons persoalan dengan cepat.


Menanggapi hal itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) mendorong akselerasi serta inovasi transformasi digital dalam pelayanan publik di masa pandemi.


Inovasi transformasi digital ini diimplementasikan pemerintah melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Satu Data Indonesia (SDI)


Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan transformasi digital dalam pemerintahan ditandai berbagai pembangunan infrastruktur pusat data dan lainnya yang dapat menghemat anggaran cukup signifikan per tahun.


"Potensi penghematan ini adalah konsolidasi 2.700 aplikasi instansi pemerintah yang dapat menghemat biaya operasi dan pemeliharaan Rp2,7 triliun per tahun, dan penghematan pengembangan aplikasi pemda yang dapat mencapai Rp12 triliun,” ujar Suharo.


Pemerintah juga mendorong pengembangan telemedis sebagai solusi kesehatan dengan pemanfaatan teknologi di tengah pandemi Covid-19, yang menjadi salah satu agenda dalam percepatan transformasi digital.


Hal itu senada dengan Jokowi yang mengemukakan keterbukaan informasi kini menjadi salah satu hal krusial dalam kesuksesan penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional.


"Alhamdulillah dengan informasi yang terbuka, transparan, akuntabel, serta kerja sama antar semua pihak, kita bisa segera membuat kondisi kondusif dan terukur dan pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat," katanya.


Jokowi lantas meminta masyarakat lebih cerdas dan kritis dalam menyikapi informasi. Kepala negara menginginkan agar regulator maupun lembaga pengawas bisa menjalankan fungsinya dalam menyikapi informasi.


Mengutip data McKinsey 2020, 44 persen responden menyatakan beralih dari konsultasi tatap muka ke konsultasi daring. Selain itu, kunjungan ke aplikasi telemedis juga melonjak sebesar 600 persen selama pandemi.


Satgas penanganan Covid-19 juga memanfaatkan transformasi digital dalam menangani pandemi ini. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi digital.


Aplikasi bernama Sistem Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Monitoring Perubahan Perilaku ini menghasilkan data real time, terintegrasi, sistematis, dengan melibatkan koordinasi antar dan lintas sektor.


“Satu data harusnya bisa meningkatkan ketahanan masyarakat agar bisa keluar dari kedaruratan kesehatan masyarakat. Presiden telah menyampaikan pentingnya integrasi data nasional, dan tidak hanya kumpulkan data, harus dengan definisi yang sama dan satu sistem, sehingga bisa langsung dibaca semua pihak dan dianalisis," kata Juru BIcara Penanganan Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito.


Menurut Ketua DPR, Puan Maharani ia mengapresiasi pada zaman era digital ini, pemerintah bisa memanfaatkannya selama pandemi.


Ia mengatakan bahwa ini merupakan pengembangan konsep revolusi 4.0. Pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, 21-24 Januari 2020 lalu, para pembicara menegaskan pentingnya revolusi 5.0 untuk mencegah dampak buruk revolusi 4.0.


Revolusi 4.0 telah mengubah cara hidup manusia dengan mengaburkan batas ruang antara dunia maya (cyberspace) dan dunia fisik (physical space). Revolusi 4.0 membawa manfaat sekaligus mendisrupsi berbagai kemapanan, termasuk kebudayaan.


Menurutnya hal itu ditandai kegiatan ekonomi berbasiskan pada teknologi cyber, atau ekonomi digital.


Guna menyambut itu, kini pemerintahan Jokowi, telah mencanangkan visi Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.


"Saat ini, salah satu upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital adalah dengan melakukan deregulasi kemudahan berusaha," ucap Puan.


(*)

Stigma Tugas Perempuan Hanya di “Dapur” Menghambat Peluang Perempuan dalam Berwiraswasta
Selasa, Juli 13, 2021

On Selasa, Juli 13, 2021

Stigma Tugas Perempuan Hanya di “Dapur” Menghambat Peluang Perempuan dalam Berwiraswasta
BENTENGSUMBAR.COM - Perempuan masih harus menghadapi stigma masyarakat yang menyatakan bahwa  tugas seorang perempuan hanya di ranah domestik. Padahal, ketika peluang itu terbuka, banyak perempuan yang mampu mematahkan stigma tersebut dengan meraih kesuksesan di atas rata-rata.


Bagi perempuan yang telah menikah dan memiliki anak, pilihan untuk berkarier sebagai pengusaha maupun bekerja purna waktu belum menjadi urgensi. Sebagian kaum laki-laki pun masih memiliki pemikiran bahwa pekerjaan rumah tangga dan mendidik anak adalah tugas perempuan.


Hal ini ditunjukkan dari jawaban survei berjudul Advancing Women in Entrepreneurship tahun 2020 yang menyatakan bahwa sebanyak 52% perempuan percaya mereka seharusnya boleh bekerja purna waktu setelah menjadi ibu, sedangkan laki-laki yang setuju hanya 41%.


Sementara itu, sekitar 60% perempuan percaya bahwa mengurus dan mendidik anak adalah tugas perempuan, meskipun angka ini lebih baik ketimbang tahun 2017 yakni sebesar 80%. Artinya dalam tiga tahun, pergeseran pemikiran tersebut terjadi secara cukup signifikan di antara kaum perempuan sendiri.


Laki-laki pun menunjukkan tren perkembangan, dengan menjawab 21% dari mereka mau memikul tanggung jawab pengasuhan anak. Padahal pada tahun 2017, responden laki-laki yang menjawab seperti ini masih di angka 6%.


Dalam banyak kasus di Indonesia, anak-anak tumbuh tanpa benar-benar mengenal dekat sosok ayah mereka. Ketika dewasa, mereka memiliki bonding yang kurang erat dengan ayah karena pada masa tumbuh kembangnya jarang berinteraksi sebagai anak dan orang tua.


Padahal, pendidikan anak merupakan tanggung jawab kedua orang tua. Seorang ayah juga perlu mengambil peran dalam proses tumbuh kembang anak, dan tidak berhenti pada tugas mencari nafkah saja. Anak yang tumbuh dengan melibatkan kedua orang tua pun terbukti lebih unggul dari segi kognitif.


Dari hasil penelitian yang dilakukan, anak-anak yang ayahnya terlibat dalam pendidikan cenderung memiliki tingkat kognitif lebih tinggi, tingkat IQ yang lebih baik, dan mampu mencapai kesuksesan akademis secara keseluruhan.


Oleh karena itu, tanggung jawab dalam mendidik anak harus didasarkan pada kerja sama antara suami dan istri sebagai partner yang setara untuk mencapai tujuan bersama.


Kembali ke survei yang dilakukan oleh Google dan Kantar. Riset tersebut juga menyatakan  bahwa ketimpangan terjadi terkait pembagian pekerjaan rumah tangga antara laki-laki dan perempuan dalam hubungan rumah tangga.


Setiap harinya, perempuan menghabiskan kira-kira 3,1 jam untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, sedangkan laki-laki mengaku menghabiskan 2,5 jam.


Tak hanya itu, 67% perempuan berkata mereka memikul tanggung jawab utama dalam melakukan pekerjaan rumah tangga dan hanya 24% laki-laki yang menyatakan bahwa ini juga merupakan tanggung jawab mereka.


Masih banyak laki-laki yang beranggapan bahwa dapur adalah ranah kerja perempuan. Oleh karena itu, mereka jarang sekali membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan merasa cukup bertanggung jawab dengan mencari nafkah.


Mereka lupa bahwa di restoran-restoran atau hotel-hotel, laki-laki lebih banyak bekerja di dapur menjadi seorang koki dan sejenisnya. Hal ini juga berlaku di banyak industri kuliner di dunia di mana proporsi chef laki-laki justru mendominasi ketimbang chef perempuan.


Di sisi lain, sejak lama perempuan telah mendominasi sektor informal, terutama UMKM dan bisnis rumahan sebagai bagian dari peran mereka dalam membantu perekonomian keluarga. Cukup banyak perempuan yang membuka bisnis kuliner seperti katering, menjual kue kering saat Lebaran, dan semacamnya.


Hal tersebut terlihat dari tingkat kesetaraan antara perempuan dan laki-laki di Indonesia dalam berwirausaha yang termasuk paling tinggi di kawasan Asia pasifik. Laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2019 mengungkapkan bahwa rasio kegiatan wirausaha antar gender di Indonesia tercatat sebesar 1,01, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 0,69.


Di posisi kedua ialah Thailand dengan rasio 0,96, disusul Taiwan dengan angka 0,87, Tiongkok sebesar 0,82, Korea Selatan yakni 0,72, lalu India dan Jepang dengan masing-masing rasio 0,62 dan 0,60.


Rasio kesetaraan kegiatan wirausaha Indonesia tersebut mencetak peringkat pertama di kawasan Asia Pasifik sekaligus peringkat kedua dari 48 negara yang disurvei. Selain itu, persentase perempuan yang berkegiatan wirausaha sebanyak 14,1% dari total penduduk dewasa perempuan.


Hal tersebut membuktikan bahwa perempuan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk sukses di bidang informal. Terlebih lagi sektor ini memberikan perempuan fleksibilitas yang lebih baik untuk mengatur peran ganda di rumah tangga, ketimbang bekerja di sektor formal.


(*)

Pipa DN 300 ACP Milik Perumda Air Minum Kota Padang Pecah di Sungai Lareh
Senin, Juli 12, 2021

On Senin, Juli 12, 2021

Pipa DN 300 ACP Milik Perumda Air Minum Kota Padang Pecah di Sungai Lareh
BENTENGSUMBAR. COM - Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang mengumumkan pecahnya pipa ukuran besar DN 300 ACP di Sungai Lareh Lubuk Minturun, Senin, 12 Juli 2021.


Pengumuman itu disampaikan lewat akun instagram @humasperumda.airminum, seperti dilihat BentengSumbar.com, Senin siang, 12 Juli 2021.


Pecahnya pipa tersebut mengakibatkan gangguan yang terjadi karena terhentinya kembali aliran air kerumah pelanggan.


Meski demikian, petugas dari Perumda Air Minum Kota Padang sedang berupaya melakukan perbaikan. 


"PELANGGAN

PERUMDA AIR MINUM KOTA PADANG


PELANGGAN YTH,

MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANANNYA


Kami mohon maaf atas gangguan yang terjadi karena terhentinya kembali aliran air kerumah pelanggan.

Terhentinya air akibat pecahnya pipa ukuran besar DN 300 ACP di Sungai Lareh Lubuk Minturun.


Kepada pelanggan kami yang berada disekitar Sungai Lareh, Balai Baru, Kalumbuk, Gurun Laweh, Buana dan sekitarnya agar bersabar, saat ini perbaikan sedang dilakukan, mohon doanya agar lancar dan air segera mengalir kembali seperti semula," tulis akun instagram @humasperumda.airminum.


(by)

Ini Kisah Sukses Mantan Karyawan yang di-PHK Jadi Wirausaha
Senin, Juli 12, 2021

On Senin, Juli 12, 2021

Ini Kisah Sukses Mantan Karyawan yang di-PHK Jadi Wirausaha
BENTENGSUMBAR.COM - Pandemi membuat nasib seseorang jadi tak menentu. Sebagian perusahan harus rela memangkas karyawan agar bisa bertahan selama pandemi.


PHK atau yang bisa disebut juga dengan Pemutusan Hubungan Kerja merupakan salah satu hal yang tidak diinginkan oleh pegawai manapun. Namun, banyak sekali masyarakat yang kecewa hingga mengalami tekanan batin akibat kejadian ini. Tak sedikit pula orang yang bangit dan memulai untuk membangun jati dirinya kembali.


Menurut Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mencatat 17,8 persen perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama pandemi covid-19 terdapat. Selain itu, 25,6 persen perusahaan merumahkan pekerjanya, dan 10 persen perusahaan melakukan keduanya.


Survei yang dilakukan Kemnaker pada 2020 menunjukkan bahwa sekitar 88 persen perusahaan terdampak pandemi yang mengakibatkan kerugian pada operasional perusahaan.


Namun tak sedikit dari mereka yang di PHK bangkit menjadi wirausaha untuk keberlangsungan hidup.


Sebut saja Ronny (32), karyawan di perusahaan media ini menjadi salah satu karyawan yang di PHK oleh perusahaan. Padahal ia telah mengabdi selama 14 tahun di perusahaan tersebut.


“Kerja sebagai editor, namun selama pandemi saya kena PHK,” ujar Ronny.


Namun, hal itu tidak membuatnya putus asa. Ia mencoba peruntungan dengan menjadi agen parfum dan berjualan ikan cupang.


“Ya, setelah di PHK saya beralih profesi jualan parfum sepatu dan jualan ikan cupang,” ujarnya.


Kendati demikian, hal itu tak semulus yang dibayangkan, butub kerja keras yang berbeda dari bekerja di kantoran.


“Namanya usaha pasti ada naik turunya ya. Awal-awal memang agak sulit. Tapi sembari belajar, saya jadi mengerti seluk belum usaha ini,” tuturnya.


Alhasil, sudah 8 bulan sebagai wirausaha, Ronny mengaku mendapatkan keuntungan yang lumayan. Ia berharap pandemi ini bisa berakhir dengan cepat.


Sementara itu, Maulana Yusuf sebelumnya tidak pernah mengira akan kehilangan pekerjaannya. Pandemi Covid-19 memukul pundi-pundi perusahaan tempat dirinya bekerja hingga berujung pada pemutusan hubungan kerja. Pria yang berusia 42 tahun ini harus menelan pil pahit, karirnya di industri hospitality harus pupus dengan pemecatan.


Bagi pria yang tinggal di daerah Karang Tengah, Tangerang Provinsi Banten ini, kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba tentulah mengejutkan. Apalagi, Pria yang akrab dipanggil Maulana ini masih harus menjaga pemasukan agar tetap bisa menghidupi istri dan dua anaknya yang masih sekolah.


Demi menjaga agar dapur keluarganya tetap ngebul, Maulana harus memutar otaknya lebih keras. Pasalnya, Covid-19 membuat hampir seluruh kegiatan ekonomi luluh lantak sejak awal tahun.


Di tengah segala keterbatasan, akhirnya Maulana memutuskan memulai usaha di bidang kuliner. Bisnis ayam tulang lunak presto adalah pilihannya untuk menjaga pemasukan. Dengan dibantu istrinya, Maulana mulai membangun usaha ayam tulang lunak di rumah mereka. Awalnya, Maulana mengandalkan jejaring pertemanan dan keluarga untuk memasarkan produknya.


"Promosi mengandalkan aplikasi pesan WhatsApp gencar dilakukan demi menarik pembeli. Kalau ada yang berminat bisa pesan untuk diantar atau makan langsung di lapak saya. Saya berusaha dengan semua yang saya bisa. Untuk melanjutkan hidup, saya usaha seperti ini," ujar Maulana.


Melihat kegigihan dua orang tersebut, Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno mengungkapkan krisis yang terjadi saat ini bisa menjadi peluang atau bahkan masalah. Oleh karena itu dibutuhkan kejelian saat menghadapi krisis.


"Saya share pengalaman pribadi, saya adalah pengusaha yang lahir dari krisis keuangan tahun 97/98. Saya korban PHK, waktu itu masuk kantor dan dapat surat PHK, dunia serasa gelap. Tapi ternyata di balik musibah tersebut berubah menjadi hikmah, saya membuka usaha kecil di bidang konsultan keuangan," kata Sandi.


Dia mengungkapkan usahanya tersebut karena dia menilai banyak perusahaan yang membutuhkan restrukturisasi utang karena dihantam krisis. Saat itu perusahaan yang ia dirikan hanya terdiri dari tiga orang.


"Jadi jangan putus asa, kalau krisis itu bisa danger dan opportunity. Di balik kesulitan ada kemudahan, jangan putus asa, patah semangat justru ini ada peluang di sekitar kita," jelas dia.


Hal yang sama juga diutarakan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani. Ia mengatakan, krisis akibat pandemi tidak menghalangi pengusaha untuk bangkit. Menurutnya, pengusaha selalu bisa mencari peluang baru untuk beradaptasi.


"Saya yakin, yang namanya pengusaha adalah yang selalu bisa menemukan kesempatan di tengah kesulitan, yang bisa membuka jendela peluang baru untuk beradaptasi dengan situasi," kata Puan dalam Markplus Conference, Rabu (9/12).


Dia menjelaskan, semakin besar tantangannya, maka semakin besar pula peluangnya. "Dari jendela peluang itu selalu saja kalau yang namanya dunia usaha itu selalu OKB yaitu optimis kreatif dan berani berinovasi," sambung dia.


(*)