Opini

PARLEMEN

Sports

EKBIS

Kemenag ke Ahok: Kiai Juga Punya Bisnis, Bukan Ngajarin Ngaji Aja
Selasa, Maret 02, 2021

On Selasa, Maret 02, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan kiai dan santri yang ada di pesantren seluruh Indonesia sudah menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi secara mandiri sejak lama.

Hal itu disampaikan untuk merespons pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyarankan agar pesantren memiliki sumber penghasilan secara mandiri.

"Berarti mohon maaf ya, boleh jadi Pak Ahok baru tahu pesantren baru dalam fungsi dakwah. Padahal dalam Undang-undang dan kesehariannya, jelas ada fungsi pemberdayaan masyarakat di situ," kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono dikutip dari CNN Indonesia, Selasa, 2 Maret 2021.

Waryono menjelaskan banyak kiai yang mendirikan pondok pesantren juga dari modalnya sendiri. Modal itu berasal dari bisnis yang mereka geluti.

"Jadi kiai-kiainya itu punya banyak bisnis, berdagang juga. Jadi kiai bukan ngajarin ngaji aja. Tapi kiai juga ngajarin santri bagaimana hidup setelah tak jadi santri atau terjun ke masyarakat. Mereka memberdayakan santri juga," kata dia.

Dia mencontohkan yang sudah melakukan pemberdayaan pesantren secara mandiri adalah pengasuh dari Pondok Pesantren Apik, Kauman, Kaliwungu, Kendal, Dimyati Rois.

Dimyati, kata dia, memiliki kolam ikan yang sangat luas di sekitar area pesantrennya. Kolam-kolam itu diberdayakan oleh para santrinya untuk melakukan ternak ikan sebagai sektor kemandirian pesantren.

"Maka kalau kiai punya sawah, santri diajak ke sawah, kalau punya kolam ikan diajak ke kolam ikan, santri diajari," kata dia.

Waryono juga menyatakan saat ini banyak santri-santri di pesantren yang menggeluti bisnis berbasis digital. Banyak di antara mereka memanfaatkan gawai pintarnya membuka toko-toko digital untuk menjual barang-barang kepada masyarakat luas.

"Santri juga berbisnis, karena enggak ada larangan bawa HP di pesantren, banyak juga yang bisnis digital itu, jualan kerudung macam-macam. Mereka enggak butuh tempat kan," kata dia.

Sebelumnya, Ahok menyarankan agar pondok pesantren memiliki sumber penghasilan secara mandiri. Sehingga, pembiayaan pondok pesantren bisa dimiliki secara tetap.

Hal itu diungkapkan Ahok dalam acara milad Pondok Pesantren Motivasi Indonesia ke-9. Acara dilakukan secara virtual dan Ahok menjadi pembicara dalam sesi diskusi bertema 'Pandemi dan geliat kemandirian pesantren'.

"Dalam pemikiran saya istilahnya tokoh adat Tiongkok itu ya, kita itu mesti punya sumur sendiri kira-kira gitu, kalau kita gunakan bahasa ini utamanya kita ada kemandirian lah," kata Ahok, Minggu, 28 Februari 2021.

"Itu yang saya lihat selama ini hanya tergantung pada orang tapi pesantrennya tidak mempunyai penghasilan tetap yang mampu membiayai. Nah itu yang kita harus pikirkan, bagaimana dia bisa dapatkan surplus sendiri yang sumurnya juga bisa menghidupi masyarakat sekitarnya, itu yang ada dalam pikiran saya," ujarnya.

Source: detikcom

45 Pelaku IKM di Payakumbuh Ikuti Bimtek Dari Kementerian Perindustrian RI, Nevi Zuairina Sampaikan Ini
Selasa, Maret 02, 2021

On Selasa, Maret 02, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - 45 calon dan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Payakumbuh mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang dilaksanakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Pembukaan bimtek yang bersumber dari dana aspirasi Anggota DPR RI Komisi VI Nevi Zuairina dari Fraksi PKS itu turut dihadiri oleh Plt. Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin RI E. Ratna Utarianingrum secara daring, Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi dan Kadisnakerin Wal Asri di Hotel Kolivera Sicincin, Payakumbuh Timur, Selasa, 2 Maret 2021.

Panitia pelaksana Pejabat Fungsional Perencanaan Direktorat IKM Logam Mesin Elektronika dan Alat Angkut Ciska Farida Ariany menyampaikan ada tiga jenis bimtek yang dilaksanakan dengan masing-masing 15 orang peserta seperti bimtek IKM Service HP, IKM Kerajinan, dan IKM Makanan Ringan. Mereka akan diberi penguatan di berbagai tempat di Payakumbuh sesuai keahliannya.

"Mereka akan mengikuti pelatihan selama 3 hari kedepan. Diharapkan bimtek ini dapat memberi dampak positif kepada penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru industri kecil dan menengah di Sumatera Barat," ujarnya.

Sementara itu, Kadisnakerin Wal Asri menyebut geliat IKM di Payakumbuh sukses mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kota itu, kalau Provinsi Sumbar minus, maka Kota Payakumbuh plus 1,17 persen. Wal Asri juga menyebut beruntung IKM di Payakumbuh mendapatkan bimtek dari Kemenperin ini.

"Kami siap bila nanti bakal ada lagi IKM kami yang diberi penguatan oleh kementerian, kesiapan kami di Payakumbuh bukan isapan jempol belaka, kami siap untuk maju dan berkembang," kata Wal Asri mantap.

Dari sisi Nevi Zuairina menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kementerian Perindustrian RI sebagai mitra kerja Komisi VI DPR RI atas program bimtek IKM yang dilaksanakan di daerah pemilihannya (dapilnya).

"Saya sudah memposisikan diri sebagai Ibu UMKM Sumatera Barat. Karena saya berfikir kita di Indonesia harus mengakui, kalau ketahanan ekonomi di tengah pandemi memang karena adanya IKM. Organisasi pengusaha dan organisasi lain 85 persen isinya adalah pelaku IKM, sisanya baru pelaku usaha besar," ulasnya.

Nevi menjelaskan dirinya akan terus berusaha membina IKM di Sumatera Barat, mendampingi tugas pemerintah daerah kota/kabupaten yang membina pelaku IKM. Bagi Nevi saking cintanya kepada IKM, ingin membantu agar geliat ekonomi di daerah-daerah terus dikuatkan.

"Kita harapkan selepas bimtek ini peserta siap bersaing secara global, mulai dari lingkungan mereka. Jangan sampai acara ini menjadi seremonial belaka, pastikan bisa berdiri di atas kaki sendiri dalam berusaha. Insyaallah ada bantuan permodalan kelompok yang akan kami bawa," kata Nevi.

"Jangan berharap kerja dari orang lain, orang-orang yang punya keterampilan harus bisa membuka usaha yang bisa memberu peluang kerja bagi orang lain," pungkasnya. 

Laporan: Hermiko

Siapa yang Awalnya 'Dorong' Jokowi Buka Keran Investasi Miras?
Selasa, Maret 02, 2021

On Selasa, Maret 02, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menutup keran investasi minuman beralkohol atau minuman keras (miras) setelah menuai polemik. Lantas, siapa yang awalnya mengusulkan agar pintu investasi miras dibuka?

Pertama, dapat diketahui dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, keran investasi miras dibuka untuk Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan itu atas dasar masukan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat dengan mempertimbangkan kearifan lokal.

"Jadi dasar pertimbangannya (investasi miras) itu adalah memerhatikan masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat terhadap kearifan lokal," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Selasa, 2 Maret 2021.

Bicara mengenai kearifan lokal, dia mencontohkan di NTT ada yang namanya sopi. Sopi adalah minuman yang didapatkan lewat proses pertanian masyarakat.

"Nah di masyarakat tersebutlah kemudian mereka mengelola, bahkan di sana sebagian kelompok masyarakat itu menjadi tradisi. Tetapi itu kan tidak bisa dimanfaatkan karena dilarang. Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut dan juga bisa diolah untuk produk ekspor maka itu dilakukan," paparnya.

Begitu pula di Bali, disebutkan Bahlil di provinsi tersebut ada arak lokal yang berkualitas ekspor. Untuk itu izin investasi miras dibuka juga untuk Bali.

"Itu akan ekonomis kalau itu dibangun berbentuk industri. Tapi kalau dibangun sedikit-sedikit apalagi itu dilarang maka tidak mempunyai nilai ekonomi. Itulah kemudian kenapa dikatakan bahwa memperhatikan budaya dan kearifan setempat," jelas Bahlil.

Dia memahami bahwa kalangan dunia usaha menginginkan agar investasi miras tetap dilanjutkan. Namun, atas pertimbangan berbagai kalangan, Presiden Jokowi memutuskan untuk tetap menutup pintu investasi miras. Kata Bahlil itu untuk kepentingan yang lebih besar.

"Saya juga memahami kepada teman-teman dunia usaha yang menginginkan agar (investasi miras) ini tetap dilanjutkan. Kita harus bijak melihat mana kepentingan negara yang lebih besar. Apalagi kita semua umat beragama dan sudah barang tentu tahu ajaran kita untuk kebaikan," tambah Bahlil.

Source: detikcom

Kepala BKPM: Izin Miras Sudah Ada Sejak 1931, Sekarang Ada 109 Perusahaan di 13 Provinsi
Selasa, Maret 02, 2021

On Selasa, Maret 02, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Setelah suara penolakan berembus kencang, pemerintah akhirnya memutuskan membatalkan pemberian izin investasi di industri minuman keras (miras).

Pembatalan ini diumumkan langsung oleh Presiden Jokowi siang ini, dua hari menjelang Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal ini diberlakukan.

Beleid khusus memuat soal miras ini tertuang dalam lampiran III poin 31, 32, 33 yang mengatur secara spesifik mengenai usaha kategori terbuka dengan persyaratan khusus.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, selaku yang mengomandani permodalan di tanah air pun turut buka suara mengenai dicabutnya izin ini. Ia menegaskan akan tunduk dengan keputusan presiden serta mengapresiasi keputusan Jokowi ini.

Kendati begitu, Bahlil juga memberikan gambaran bahwa rencana yang menuai kontroversi ini bukanlah barang baru. Dia menegaskan, izin usaha ini bahkan sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.

"Sejak tahun 1931 di negara kita sudah ada izin pembangunan minuman beralkohol. terus berlanjut, sebelum merdeka, setelah merdeka, orde baru, reformasi, sampai sekarang," jelas Bahlil dalam virtual conference BKPM, Selasa, 2 Maret 2021.

"Sebelum pemberlakukan UU Cipta Kerja dan Perpres ini, sudah ada izin yang keluar. 109 izin untuk minuman beralkohol, berada pada 13 provinsi," sambungnya.

Ia melanjutkan, membuka data ini bukan ia niatkan buat membela diri atau menyalahkan pihak tertentu. Melainkan lebih kepada pembuktian bahwa pemerintahan saat ini masih mendengar masukan.

Sebagaimana diketahui, rencana ini diurungkan setelah mendapatkan berbagai penolakan dari tokoh agama, hingga pemerintahan daerah. Bahlil pun meminta pengusaha di bidang ini mau berbesar hati menerima keputusan pemerintah.

"Perizinan ini sudah terjadi sejak pemerintahan pertama, namun tidak untuk menyalahkan satu dengan lain. Kepada teman-teman dunia usaha yang ingin ini tetap dilanjutkan kita harus bijak melihat kepentingan negara lebih besar," pungkas Kepala BKPM.

Berita ini sudah ditayangkan di Kumparan dengan judul "Kepala BKPM: Izin Miras Sudah Ada Sejak 1931, Sekarang Ada 109 Perusahaan".

Tengku Zulkarnain: Kalau Fatwa MUI Dibuang Maka Tutuplah Seluruh Bank Syariah...
Senin, Maret 01, 2021

On Senin, Maret 01, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Saling balas cuitan antara Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi dengan mantan Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustad Tengku Zulkarnain terus berlanjut soal fatwa MUI.

Kali ini, Tengku Zulkarnain memposting pernyataan Teddy Gusnaidi yang dimuat oleh salah satu media online dengan judul "Sebut Dirinya Telah Dituduh Lecehkan MUI, Teddy Gusnaidi: Saya Heran!" melalui akun twitternya, @ustadtengkuzul pada Senin, 1 Maret 2021.

Pada berita media online tersebut, Teddy Gusnaidi akui dirinya dituduh melecehkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) oleh salah satu tokoh.

Namun, Teddy Gusnaidi merasa heran dengan datangnya tuduhan bahwa dia menyebut Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM kepada MUI.

Menurut penelusuran Teddy Gusnaidi, ia menyebut bahwa MUI sendiri menyatakan dirinya sebagai LSM.

Hanya saja menurutnya ada tokoh yang tidak terima bahwa MUI disebut LSM oleh Teddy Gusnaidi.

Pernyataan itu disampaikan dalam cuitan akun media sosial Twitter miliknya pada Minggu, 28 Februari 2021.

Tengku Zulkarnain menuduh saya melecehkan MUI,” ucap Teddy Gusnaidi sebagaimana yang dikutip pikiranrakyat-tasikmalaya.com dari akun @TeddyGusnaidi pada Minggu, 28 Februari 2021.

Karena menyebutkan bahwa MUI adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),” ujar Teddy Gusnaidi.

Teddy Gusnaidi pun menuturkan bahwa dirinya heran mengapa ada yang belum mengetahui kalau MUI merupakan LSM.

Saya malah heran, orang ini selama jadi pengurus di MUI ngapain aja? Sibuk main ayam?” kata Teddy Gusnaidi.

Kok sampai-sampai dia bisa tidak tahu kalau MUI itu hanyalah sebuah LSM ya? @Ustadtengkuzul,” ujar Teddy Gusnaidi.

Dalam cuitan lainnya, Teddy Gusnaidi menjelaskan bahwa dalam situs resmi MUI pun menyebutkan bahwa lembaga itu adalah LSM.

MUI sendiri dalam situs resminya, menyebutkan bahwa MUI adalah LSM,” kata Teddy Gusnaidi.

Bahkan beberapa dari para politisi lainnya, Teddy Gusnaidi menuturkan tidak menerima jika MUI disebut LSM.

Makanya saya heran, selain Zul, beberapa bulan lalu para politisi bahkan sekjen MUI juga tidak terima,” tandas Teddy Gusnaidi.

Menanggapi itu, dengan tegas Tengku Zulkarnain menyebut Teddy Gusnaidi melecehkan MUI karena mengharamkan fatwa MUI.

Pasalnya, kata Tengku Zulkarnain, Kalau fatwa MUI dibuang maka tutuplah seluruh Bank Syariah, Pegadaian Syariah, Finance Syariah dan lain-lain.

"Teddy lecehkan MUI krn haramkan fatwa MUI. Kalau fatwa MUI dibuang maka tutuplah seluruh Bank Syariah, Pegadaian Syariah, Finance Syariah dll. Paham?," cuit Tengku Zulkarnain, sebagaimana dikutip BentengSumbar.com, Senin, 1 Maret 2021.

Sebab, kata Tengku Zulkarnain, semua produk Bank Syariah, Finance Syariah, Pegadaian Syariah wajib memakai fatwa Dewan Syariah Nasional MUI. Dan itu disebut di UU Negara Indonesia.

"2). Perlu saudara Teddy dan dkk tahu bahwa semua produk bank Syariah, Finance Syariah, Pegadaian Syariah wajib memakai fatwa Dewan Syariah Nasional MUI. Dan ini disebut di UU Negara Indonesia. Tidak mesti sarjana utk tahu hal ini asal sedikit mau belajar. Mengharamkan fatwa MUI?," lanjut Tengku Zul pada cuitan berikutnya.

(by)

PBNU Tegaskan Tak Setuju Investasi Miras, Said Aqil: Harusnya Ditekan Bukan Malah Didorong
Senin, Maret 01, 2021

On Senin, Maret 01, 2021

PBNU Tegaskan Tak Setuju Investasi Miras, Said Aqil: Harusnya Ditekan Bukan Malah Didorong
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan ketidaksetujuannya terkait rencana pemerintah menjadikan industri minuman keras keluar dari dari daftar negatif investasi.


Kiai Said menegaskan, kebijakan itu akan membuat investor akan berlomba-lomba membangun pabrik minuman keras.


“Minuman keras jelas-jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,” tegas Kiai Said dikutip dari laman resmi PBNU, Minggu, 28 Februari 2021.


Kiai Said menilai, pendirian pabrik baru atau perluasan yang sudah ada, akan mendorong para pengusaha mencari konsumen minuman beralkohol yang diproduksinya demi meraih keuntungan.


“Sementara di sisi lain, masyarakat yang akan dirugikan,” tuturnya.


Lebih lanjut, Kiai Said juga tidak sepakat terhadap produksi minuman beralkohol ini untuk tujuan ekspor atau untuk memenuhi konsumsi di wilayah Indonesia Timur yang permintaanya tinggi.


“Seharusnya, kebijakan pemerintah adalah bagaimana konsumsi minuman beralkohol ditekan untuk kebaikan masyarakat, bukan malah didorong untuk naik,” jelasnya.


Kiai Said menilai alasan pendirian pabrik baru untuk memenuhi konsumsi ekspor dan Indonesia Timur, sama seperti yang dilakukan oleh para petani opium di Afganistan.


“Mereka mengaku tidak mengkonsumsi opium, tapi hanya untuk orang luar. Kan seperti itu,” paparnya.


Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, Timnas Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI) di bawah Kemenko Perekonomian tengah merevisi Perpres Perpres No 36/2010 tentang Daftar Bidang Usaha Tertutup dan Bidang Usaha Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.


Hidayat mengatakan, revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) merupakan upaya pemerintah untuk memperbarui kebijakan terkait investasi dengan menyesuaikan dengan dinamika dan kebutuhan investasi.


” (DNI) Ya policy mengenai alkohol. Itu kalau diinsentifkan di Indonesia Timur kan tidak apa-apa. Semacam begitulah kira-kira. Dan itu karena demand-nya tinggi. Kalau misalnya wine dibuat di Bali, lalu diekspor 100%, why not?” kata Hidayat.


Dia menyatakan, apakah nantinya revisi DNI di sektor minuman beralkohol tersebut berlaku untuk industri yang melakukan perluasan atau bagi investasi baru, hal itu masih dibahas lebih lanjut. 


(*)

Ahok: Saya Pikir Nabi Muhammad Dulu Cuma Dakwah, Ternyata...
Senin, Maret 01, 2021

On Senin, Maret 01, 2021

Ahok: Saya Pikir Nabi Muhammad Dulu Cuma Dakwah, Ternyata...
BENTENGSUMBAR.COM - Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyarankan di pesantren juga belajar mengenai bisnis. Apalagi, kata Ahok, berbisnis atau dagang juga pernah dilakukan Nabi Muhammad.


“Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu juga bukan cuma dakwah, beliau juga dagang gitu loh. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti dibilang saya menafsir-nafsirkan nabi ribut lagi nanti, ini saya mohon maaf, saya bikin disclaimer dulu ini,” kata Ahok saat webinar yang digelar Pesantren Motivasi Indonesia, Minggu, 28 Februari 2021.


Ahok mengatakan pernah dikenalkan dengan seorang kiai asal Tiongkok oleh almarhum mantan Sekda DKI Jakarta Saefullah. Meski lupa nama, ia mengungkapkan sempat kaget saat bertemu dengan kiai tersebut karena mempunyai bisnis besar.


“Waktu ketemu sama saya, dia pakai baju kaos, celana biasa gitu, itu kayak engkoh-engkoh di Glodok, enggak tahunya itu dia itu lulusan dari Harvard Amerika. Ini kiai dan beliau punya restoran banyak banget restorannya di Tiongkok,” ujar Ahok.


Restoran itu belum termasuk bisnis lainnya yang dimiliki kiai tersebut seperti pabrik lampu. Untuk itu, ia meminta para santri juga diberi pengetahuan tentang bisnis.


“Jadi para santri ini dilatih bisnis bukan cuma dilatih kerja, dilatih bisnis, dilatih berbahasa Inggris dengan baik, mengerti tentang saham. Wah anak S2 kalah ini,” ungkap Ahok.


Ahok menyambut baik saat mengetahui santri dari Pesantren Motivasi Indonesia sudah diajarkan mengenai saham. Menurutnya hal itu penting apalagi saham memang sedang banyak dibicarakan karena cuan.


Ahok Ingin Pesantren Punya Kemandirian


Ahok merasa pesantren harus bisa mandiri atau dalam pepatah Tiongkok mempunyai sumur sendiri.


“Di dalam pemikiran saya istilahnya pepatah Tiongkok, kita itu musti punya sumur sendiri kira-kira gitu. Artinya kalau kita gunakan bahasa ini di mana kita ada kemandirianlah pesantren,” kata Ahok.


Ahok mengatakan kemandirian pesantren bakal sulit kalau tidak mempunyai sumur sendiri. Artinya, setiap pesantren harus mempunyai penghasilan sendiri sehingga bisa membiayai berbagai keperluan. Sehingga tidak banyak bergantung ke pihak lain.


“Nah itu yang saya lihat selama ini hanya tergantung kepada orang tapi pesantrennya sendiri tidak mempunyai penghasilan yang tetap, yang mampu membiayai,” ujar Ahok.


“Nah itu yang kita harus pikirkan bagaimana dia bisa mendapatkan satu sumur sendiri yang sumurnya juga bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya. Nah itu yang ada di pikiran saya,” tambahnya.


Ahok mengakui tidak pakar mengenai kemandirian perekonomian pesantren. Namun, ia merasa salah satu langkah yang bisa diambil adalah pengembangan teknologi.


“Saya kira itu dilakukan sangat baik jadi kita harus memanfaatkan teknologi dan komunikasi, itu saya kira-kira,” ungkap Ahok. 


(*)

Ini 4 Provinsi yang Dapat Perizinan Investasi Industri Miras
Minggu, Februari 28, 2021

On Minggu, Februari 28, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatur perizinan investasi untuk industri minuman keras (miras) atau beralkohol diberikan di empat provinsi. Keempatnya yaitu Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken kepala negara pada 2 Februari 2021. Aturan itu merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Persyaratan, untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat," tulis lampiran III perpres tersebut.

Jika penanaman modal dilakukan di luar daerah tersebut, maka harus mendapat ketetapan dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur.

Izin dan syarat yang sama juga berlaku untuk industri minuman mengandung alkohol anggur. Dengan izin ini, industri miras bisa memperoleh suntikan investasi dari investor asing, domestik, koperasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Investasi asing boleh mengalir dengan nilai lebih dari Rp10 miliar di luar tanah dan bangunan. Tapi, wajib membentuk perseroan terbatas (PT) dengan dasar hukum Indonesia dan berkedudukan di dalam negeri.

Tak hanya mengatur soal investasi ke industri miras, Jokowi juga memberi restu investasi bagi perdagangan eceran miras atau beralkohol masuk daftar bidang usaha yang diperbolehkan dengan persyaratan tertentu.

"Bidang usaha perdagangan eceran minuman keras atau beralkohol, persyaratan jaringan distribusi dan tempatnya khusus. Bidang perdagangan eceran kaki lima minuman keras atau beralkohol, persyaratan jaringan distribusi dan tempatnya khusus," tulis daftar 44 dan 45 pada lampiran III.

Source: CNN Indonesia

Microsoft Tutup Komentar Akun Sosmed Akibat Diserbu Warganet Indonesia
Sabtu, Februari 27, 2021

On Sabtu, Februari 27, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Rilis Microsoft Digital Civility Index (DCI) 2021, yang dirilis 26 Februari 2021, membuat gerah warganet Indonesia yang dinyatakan paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Warganet atau para pengguna media sosial Indonesia pun ramai-ramai membanjiri mulai Twitter dan instagram. Hingga jumat kemarin, pukul 14. 30, terdapat lebih dari 59.000 twit terkait Microsoft ini.

Laporan DCI dari Microsoft, yang mengukur tingkat kesopanan digital pengguna Internet dari seluruh dunia mendapatkan hasil survei yang diikuti 16.000 responden dari 32 wilayah, dan 503 orang responden berasal dari Indonesia.

Belanda disebut menjadi negara dengan tingkat kesopanan warganet paling tinggi dan menduduki peringkat pertama, untuk area Asia dan Asia Tenggara Singapura menempati posisi teratas ke-4. Menggantikan Malaysia yang saat itu berada di posisi tersebut.

Sedangkan indonesia menduduki ranking ke-29 dari 32 negara yang diteliti Microsoft, sehingga posisi ini merupakan posisi terbawah di Asia Tenggara, menurun 8 poin dengan skor 76.

Dari hasil riset tersebut, menyatakan bahwa warganet Indonesia menempati urutan terbawah se-asia Tenggara atau bisa disebut sebagai paling tidak sopan. Itulah yang memancing kemarahan warganet di media sosial, hingga meluruk Twitter dan Instagram milik Microsoft.

Salah satu akun twit yang di sukai lebih dari 22.700 kali dan dibagikan lebih dari 7.800 kali, Menyindir hasil riset tersebut. Pemilik akun @miarimiari menyebutkan kesimpulan Microsoft dari hasil risetnya yang terbukti karna Instagram Microsoft yang langsung di serang oleh warganet Indonesia.

Bukan hanya itu, masih deras komentar-komentar masuk Instagram Microsoft, bahkan karena tak terbendung, Microsoft harus terpaksa menutup kolom komentar di akun Instagram resmi milik mereka.

Source: Tempo

Viral Resign dari Bank Hindari Riba, Pria Ini Digugat Cerai Istri
Jumat, Februari 26, 2021

On Jumat, Februari 26, 2021

Viral Resign dari Bank Hindari Riba, Pria Ini Digugat Cerai Istri
BENTENGSUMBAR.COM - Beberapa kalangan di Islam menilai bunga bank adalah riba. Karena itu segala sesuatu yang menyangkut dengan perbankan konvensional dianggap tidak halal. 


Termasuk bekerja di bank konvensional dianggap sesuatu yang haram oleh beberapa kalangan dalam Islam. Sehingga dianjurkan untuk meninggalkan pekerjaan di bank yang menggunakan sistem riba. 


Banyak cerita mengenai orang yang keluar dari pekerjaannya di bank demi menghindari riba, atau orang yang melunasi cicilannya di bank karena takut dengan dosa riba. 


Nah baru-baru ini, perhatian pengguna media sosial tertuju pada cuitan viral yang dibuat oleh akun Twitter @yudhaknight. Akun ini menceritakan perceraian salah satu temannya.


Menurut cerita akun @yudhaknight, temannya digugat cerai oleh istri setelah resign dari pekerjaan di sebuah bank. Pria itu ingin menghindari riba sehingga memilih resign dari pekerjaan sebelumnya.


"Dapat kabar temen diceraikan istrinya gara-gara resign dari bank. Dia resign dengan alasan menghindari riba dan milih berdagang. Alhasil dagangan gak jalan, istri dan anak gak bisa makan. Sedih, tapi mau gimana lagi," begitu cerita yang dibagikan akun @yudhaknight.


idak sampai di situ saja, akun Twitter itu juga menambahkan cuitan baru berisi argumen tentang keputusan teman prianya mengundurkan diri dari bank. Ia juga menyinggung soal kewajiban menafkahi keluarga bagi seorang pria.


Cerita tersebut kemudian viral di Twitter dan mulai dibagikan di media sosial Instagram. Salah satu akun Instagram yang ikut membagikan cerita viral ini adalah akun @tante_rempong_offficial.


Ribuan komentar diberikan oleh warganet. Banyak warganet yang memberikan nasihat bijak setelah menyimak cerita tersebut. Mereka menyarankan kepala keluarga untuk mempertimbangkan semua hal sebelum memutuskan resign.


"Kalo mau resign, paling gak jangan sampe punya cicilan, jangan sampe anak-anak sekolah dengan biaya yang mahal. Dipikir-pikir dulu kalo masih punya 2 tanggungan itu karena cicilan dan biaya sekolah itu gak bisa ditunda. Kalo cuma makan mah, sama tempe penyet juga enak," kata warganet.


"Kalo kata Ustadz yang pernah saya denger ceramahnya, kerja di bank memang riba, dan riba itu dosa. Tapi kalo sudah tidak ada pilihan, kita boleh tetep kerja di bank dengan catatan terus mencari yang terbaik, yang tidak riba. Sambil terus memohon ampun kepada Allah. Karena menafkahi keluarga juga hukumnya wajib," tutur lainnya.


"Sebagai seorang kepala keluarga, baiknya sebelum memutuskan resign, harus sudah punya rencana yang jelas, lebih baik usaha dagangnya dirintis dulu, dan kalo sudah settle barulah resign," komentar warganet yang lain.


Source: Suara.com

Utang Tembus Rp6000 T, Kemenkeu: Jangan Kuatir, Negara akan Bayar dari Kegiatan Ekonomi dan Pajak
Jumat, Februari 26, 2021

On Jumat, Februari 26, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Hingga Desember 2020, utang pemerintah tercatat sebesar Rp 6.074,56 triliun. Jumlah itu terdiri dari utang luar negeri sebesar Rp 5.803,2 triliun dan utang dari dalam negeri sebesar Rp 271,36 triliun.

Besarnya utang tersebut tentu membuat rakyat bertanya-tanya, apakah pemerintah mampu membayarnya? Apa risikonya kalau utang itu tidak terbayar?

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan, pemerintah Indonesia tidak pernah punya rekam jejak gagal bayar. Lantaran, pemerintah selalu berupaya menjaga rasio utang tetap sehat.

Selain itu, membengkak nya utang pemerintah adalah akibat pandemi Corona yang menghantam semua negara. Pemerintah perlu banyak uang untuk menangani Covid dan memulihkan ekonomi.

"Penarikan utang memang lebih besar di 2020 karena pandemi. Tapi secara tahunan dari 2015 sebenarnya relatif stabil kecuali karena COVID-19 tahun lalu," kata Yustinus saat menjadi pembicara sama seminar online Kantor Staf Presiden, Selasa, 23 Februari 2021.

Kemenkeu mencatat, selama 2020 pemerintah berutang sebesar Rp 1.226,9 triliun. Sedangkan 3 tahun sebelumnya selalu dibawah Rp 500 triliun.

Pada 2017, pemerintah berutang Rp 422 triliun, 2018 sebesar Rp 372 triliun dan 2019 sebesar Rp 437 triliun.

Yustinus mengklaim, catatan utang pemerintah Indonesia masih lebih  baik dari negara lain. Misalnya defisit fiskal 2020 yang sebesar 6,1% terhadap PDB, negara lain banyak yang lebih besar defisit fiskalnya.

Lalu proyeksi IMF atas rasio utang RI terhadap PDB sebesar 38,5% di 2020. Menurut Yustinus proyeksi itu paling rendah se-ASEAN.

"Di ASEAN penambahan utang kita paling kecil. Ini sekaligus mengklarifikasi banyak tuduhan seolah-olah kita ini tukang utang dan utang kita sudah tidak aman. Kita bandingkan ternyata kita relatif lebih baik," ujar Yustinus.

Lebih jauh, ia menegaskan, ketakutan akan hutang sebagai sesuatu yang berlebihan.   

“Rasa takut ini sering dimanipulasi seakan-akan utang ini akan menggerus atau mencabut masa depan kita. Seolah-olah bayi baru lahir itu menanggung utang. Padahal faktanya, yang membayar utang itu negara. Dari mana? Dari aktivitas ekonomi yang terus bertambah, terus meningkat, lalu ada pajak di sana, sebagian dipakai untuk melunasi itu”.

Besarnya utang pemerintah juga tidak akan mengganggu kedaulatan RI. Saat ini porsi utang lebih aman, karena mayoritas berasal dari utang, bukan pinjaman.

"Kebalik, kalau dulu pinjaman lebih besar dari utang sehingga ada isu kedaulatan. Sekarang isu kita adalah utang itu 86%, pinjaman hanya 14%," pungkasnya. 

(*)

Dirut Kunjungi BPK Perwakilan Sumbar Untuk Wujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Perumda Air Minum Kota Padang
Rabu, Februari 24, 2021

On Rabu, Februari 24, 2021

Dirut Kunjungi BPK Perwakilan Sumbar Untuk Wujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Perumda Air Minum Kota Padang
BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai bagian dari peningkatan governance di lingkungan Pemerintah Indonesia, BPKP ikut mengerahkan sumber dayanya untuk mendorong penerapan Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan BUMD. 


Pagi ini, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal didampingi oleh Kepala Satuan Pengawasan Intern, Agus Radiono berkunjung ke Kantor Perwakilan BPKP Sumatera Barat di Jalan Bypass Air Pacah guna berdiskusi mengenai rencana penandatanganan Naskah GCG Perumda AM Kota Padang, yang direncanakan akan ditanda tangani pada Senin mendatang. 


Dalam pertemuan ini, Dirut Perumda AM Kota Padang langsung disambut oleh Kepala Perwakikan BPKP Sumbar, Buyung Wiromo  Samudro.


Dalam kesempatan ini, Kepala Perwakilan BPKP Sumbar memberikan masukan kepada Direksi agar selalu melakukan langkah strategis dan meningkatkan kinerja melalui aspek keuangan, operasional, administrasi dan sumber daya manusia. 


Untuk meningkatkan keberhasilan ini, Perumda Air Minum Kota Padang perlu menerapkan prinsip-prinsip GCG yang baik. 


Seperti diketahui kelemahan pada beberapa perusahaan dalam penerapan GCG disebabkan masih belum memadainya infrastruktur GCG seperti Pedoman Tata Kelola, Aturan-aturan, KPI, dan SOP yang dapat dijadikan panduan dalam melaksanakan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.


Perumda AM Kota Padang dalam hal ini telah memiliki komitmen penuh untuk mewujudkan hal ini. Dengan tata kelola yang baik, nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para stakeholder. 


Dalam pertemuan ini, Kepala Perwakilan BPKP Sumatera Barat senantiasa siap untuk bekerjasama dan turut serta dalam membenahi tata kelola perusahaan sesuai dengan kompetensi dan kewenangan BPKP. 


Diakhir pertemuan, Dirut mengucapkan terimakasih atas kesempatan kunjungan ini, dan siap melaksanakan petunjuk dan arahan dari BPKP Sumbar untuk mewujudkan Good Corporate Governance di Perumda Air Minum Kota Padang.


(*)

Perumda Air Minum Kota Padang Terima Kunjungan Perumda Tirta Muaro Tebo Jambi
Selasa, Februari 23, 2021

On Selasa, Februari 23, 2021

Perumda Air Minum Kota Padang Terima Kunjungan Perumda Tirta Muaro Tebo Jambi
BENTENGSUMBAR.COM - Bertempat dilantai II, jalan H. Agus Salim No. 10, kedatangan Direksi Perumda AM Muaro Tebo Jambi langsung disambut jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Padang pada hari ini, Selasa, 23 Februari 2021. 


Rombongan yang dipimpin langsung oleh Dirut Perumda AM Muaro Tebo, Budhi Irawan ini bermaksud untuk study banding terkait Sistem Teknogi  Informasi dalam hal Billing System, Catat Meter dan Akuntansi yang telah diterapkan di Perumda AM Kota Padang. 


Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Direktur Utama Perumda AM Muaro Tebo dan rombongan, yang telah memilih Perumda Air Minum Kota Padang sebagai tempat Study Tiru dalam hal Sistem Teknologi Informasi. 


Pemanfaatan teknologi informasi merupakan keharusan diera digital saat ini, karena tuntutan pasar adalah kecepatan layanan, oleh karena itu, Perumda AM Kota Padang selalu memberikan kemudahan-kemudahan bagi pelanggan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini. 


Harapannya, semoga hal-hal yang telah  didiskusikan pada hari ini, bisa membantu peningkatan kinerja operasional dan layanan kepada pelanggan di Perumda AM Muaro Tebo Jambi melalui pemanfaatan Sistem Teknologi Informasi yang berkembang saat ini.  


(*)

Perumda Air Minum Kota Padang Berbagi Air Kehidupan untuk Masyarakat
Minggu, Februari 21, 2021

On Minggu, Februari 21, 2021

Perumda Air Minum Kota Padang Berbagi Air Kehidupan untuk Masyarakat

BENTENGSUMBAR.COM - Minimnya intensitas hujan selama 1 bulan belakangan ini mengakibatkan kekeringan di beberapa daerah di Kota Padang. 


Musim kemarau yang terasa panjang ini mengetuk kepedulian berbagai elemen untuk peduli terhadap warga yang kesusahan air bersih, tak terkecuali Perumda Air Minum Kota Padang yang senantiasa mengirim bantuan selama musim kemarau ini ke beberapa daerah terdampak di Kota Padang.


Dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan, Perumda Air Minum Kota Padang juga bekerjasama dengan lintas lembaga seperti BPBD dan Rumah Zakat Padang. 


Seperti hari ini, 21 Februari 2021, Rumah Zakat Padang ikut bersinergi bersama Perumda Air Minum Kota Padang membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat Kota Padang yang mengalami kekeringan. 


Rumah Zakat melalui Program Bantuan Air Bersih menurunkan 4 orang relawan untuk menyalurkan Air Bersih di daerah terdampak. 


Dalam kesempatan kali ini tim relawan menyalurkan 3 tangki air bersih untuk warga di Kel. Batang Harau, Jalan Mustika Perumnas Pegambiran, dan Kampung Pisang Anak Air. 


Apabila masyarakat membutuhkan air bisa langsung menghubungi Perumda Air Minum Kota Padang melalui nomor 0751-22789 atau ke nomor 0811 669 123. Perumda Air Minum Kota Padang selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dan gratis.


"Mari bersama berdoa semoga musim kemarau ini segera berlalu dan Allah SWT segera turunkan hujan yang bermanfaat untuk Kita semua. Tak lupa, selalu sediakan stok air dalam wadah yang tersedia sebagai antisipasi jika terjadi kendala dan gangguan pelayanan," ungkap Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal. 


(*)

Menristek: GeNose C-19, Inovasi Anak Bangsa untuk Pulihkan Ekonomi Nasional
Sabtu, Februari 20, 2021

On Sabtu, Februari 20, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro memberikan apresiasi atas penggunaan GeNose C19 untuk kepariwisataan Indonesia. Dia menilai hadirnya GeNose C19 sebagai upaya kecil untuk sesuatu yang besar.
 
“Sektor pariwisata menggunakan GeNose C19 untuk hidupkan industry pariwisata, untuk pulihkan ekonomi negeri, karena GeNose C19 bisa lakukan skrining Covid-19 secara massif dengan cepat, nyaman dan harga terjangkau,” demikian dikatakan Bambang Brodjonegoro yang secara resmi melaunching penggunaan GeNose C19 Inovasi Indonesia untuk Kepariwisataan Indonesia, yang diselenggarakan oleh Indonesia Tourism Forum bekerjasama dengan ACCOR Group, dan didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan, di Hotel Raffles Jakarta, Jumat, 19 Februari 2021.

Lebih lanjut Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan betapa powerfulnya GeNose C19 untuk mobilitas orang di dunia pariwisata karena kecepatan proses deteksi Covid-19, tingkat akurasinya yang tinggi yakni 95%-97% dan satu unit GeNose C19 mampu melakukan 100 ribu kali tes untuk skrining Covid-19.

Menurut Menristek, alat yang memanfaatkan kecerdasan artifisial tersebut dinilai mampu mendeteksi seseorang yang baru dua hari terpapar virus Corona penyebab Covid-19. Sementara, tes PCR atau rapid antigen belum mampu mendeteksi pada periode yang sama.

"Membutuhkan waktu kurang dari 3 menit untuk mengetahui hasilnya (skrining Covid-19 menggunakan GeNose). Dan yang tidak kalah penting adalah harga pengetesan. Harga total dari mesinnya itu sekitar 60 juta rupiah, tetapi bisa dipakai untuk 100.000 kali tes. Itu artinya sangat memudahkan wisatawan untuk bergerak tanpa diberatkan oleh uang yang harus dikeluarkan," kata Menristek dalam acara yang dihadiri oleh asosiasi-asosiasi besar dan pelaku industry pariwisata nasional.

GeNose C19 merupakan singkatan dari Gadjah Mada Electronic Nose. Alat yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan didukung penuh oleh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang berada di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN ini mampu mendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas. GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama nafas melalui hembusan nafas ke dalam kantong khusus. Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).
 
Chairman of Indonesia Tourism Forum, Sapta Nirwandar, mengatakan ditahap awal ini GeNose C19 akan digunakan di seluruh jaringan hotel ACCOR Group, Hotel Sahid Group dan Hotel Santika Group.
 
“Kecepatan dan kenyamanan penggunaan GeNose C19 inilah yang membuat kami, insan pariwisata Indonesia, akan menggunakannya di seluruh destinasi wisata baik hotel, restoran, event pameran, spa, cafĂ©, tempat-tempat hiburan seperti bioskop, taman rekreasi dan sebagainya. Khusus untuk hotel tahap awal akan langsung digunakan di seluruh jaringan hotel ACCOR Group, Hotel Sahid Group dan Hotel Santika Group,” kata Sapta Nirwandar.
 
Hybrid Launching GeNose C19 Inovasi Indonesia untuk Kepariwisataan Indonesia ini juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga serta Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kementerian Kesehatan Vivi Setiawaty serta berbagai asosiasi besar dan pelaku industry pariwisata, seperti PHRI, ASITA, INACEB, ASTINDO, MASATA, INTOA, INACA, IPI, APPBI, HIPPINDO, ASPERAPI, FOKBI dan JTF.                                      
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh insan pariwisata Indonesia atas dukungannya terhadap GeNose C19.
 
“Saya ucapkan selamat dan sukses atas launching GeNose C19 untuk pariwisata Indonesia, semoga dapat mempercepat kebangkitan industry pariwisata,” demikian Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan kegembiraannya.
 
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan kebanggaannya atas kehadiran GeNose C19 ini.
 
“Saya bangga atas inovasi negeri sendiri, dari oleh dan untuk Indonesia,” kata Jerry Sambuaga disambut applause peserta yang hadir di Raffles Hotel.

Acara Hybrid Launching GeNose C19 yang juga didukung oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ini diakhiri dengan Penandatanganan Nota Dukungan dari Asosiasi Pariwisata Indonesia kepada Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Kesehatan, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk kesediaan mempromosikan dan memanfaatkan GeNose C19 untuk Kepariwisataan Indonesia.
 
Asosiasi Pariwisata Indonesia yang hadir menandatangani Nota Dukungan adalah:
1. Haryadi Sukamdani, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) 
2. N. Rusmiati, Chairman Association Of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA)
3. Budi Tirtawisata, Ketua Indonesian Convention & Exhibition Bureau (INACEB)
4. Elly Hutabarat, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (ASTINDO)
5. Panca Sarungu, Ketua Masyarakat Sadar Wisata (MASATA)
6. Ricky, Sekretaris Umum Indonesia Inbound Tour Operator Association (INTOA)
7. Denon Prawiraatmadja, Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA)
8. I Gede Susila Wisnawa, Ketua Umum Insan Pariwisata Indonesia (IPI)
9. Alphonzus Widjaya, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia  (APPBI) 
10. Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO)
11. Hosea Andreas Runkat, Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI)
12. Lily G Karmel, Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI)
13. Salman Dianda Anwar, Ketua Jakarta Tourism Forum (JTF)
 
Diakhir acara, dilakukan juga Penandatanganan Kerjasama Pembelian 100 Unit GeNose C19 oleh Accor Group Indonesia, yang diwakili oleh Adi Satria, VP Sales and Marketing Accor Hotels Indonesia, Singapore and Malaysia. 

Laporan: Zulnadi

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *