Opini

Lifestyle

Sports

DPRD Kota Padang Gelar Rapat Paripurna Penyampaian KUA-PPAS APBD Padang TA 2021
Senin, Juli 13, 2020

On Senin, Juli 13, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - DPRD Kota Padang menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran (TA) 2021, Senin, 13 Juli 2020.

Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani, SH., didampingi para Wakil Ketua dan Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar.

Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Padang H Mahyeldi Ansharullah, Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul, Forkopimda dan segenap Kepala OPD di lingkungan Pemko Padang.

Dalam Rapat Paripurna tersebut, Wako Mahyeldi menyampaikan, penyusunan KUA tahun 2021 merupakan suatu dokumen perencanaan sistem anggaran yang penyusunannya mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021. 

Di samping itu sekaligus merupakan tahap awal proses penyusunan APBD Kota Padang TA 2021, dan nanti akan diteruskan dengan pembahasan PPAS 2021.

“KUA dan PPAS yang kami sampaikan pada kesempatan ini adalah dalam rangka efektivitas proses pembahasannya. Dan hal ini sesuai dengan Permendagri No.33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD tahun 2021,” jelasnya dalam rapat paripuna yang dilangsungkan di Ruang Sidang Utama DPRD Padang tersebut.

Lebih lanjut Wako menyampaikan bahwa KUA PPAS tahun 2021 yang telah disusun tersebut, sejatinya merupakan upaya dalam menjaga kesinambungan pembangunan dan sistematis yang dilaksanakan oleh masing-masing SKPD maupun seluruh komponen daerah dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia secara optimal, efisien, efektif dan akuntabel.

“Semuanya dengan tujuan akhir yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Sebagaimana penyusunan KUA dan PPAS ini mengacu kepada RKPD Kota Padang tahun 2020. Selain itu berpedoman kepada RPJMD Teknokratik Kota Padang 2019-2024 dengan visi Kota Padang “Mewujudkan Masyarakat Kota Padang yang Madani Berbasis Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata Unggul Serta Berdaya Saing”. Visi tersebut dijabarkan ke dalam 7 misi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Padang Syafrial Kani ketika ditemui BentengSumbar.com usai Rapat Paripurna mengatakan, menyatakan DPRD akan segera membahas KUA PPAS tersebut secepatnya.

"Kita akan langsung membentuk Pansus pembahasan KUA PPAS tersebut,” katanya.

Bahkan, kata Syafrial Kani, DPRD Kota Padang langsung menggelar rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk mencocokan jadwal pembahasan.

"Insya Allah, untuk pembahasan, sesuai dengan aturan tidak ada masalah. Tadi sudah sepakati jadwalnya di Bamus, sudah saya tandatangani, mulai dari penyampaian, pembahasan dan terakhir diparipurnakan," jelasnya.

Dikatakan Syafrial Kani, KUA-PPAS merupakan plafon sementara, sehingga jika ada kegiatan baru, sepanjang ada programnya, bisa dimasukan kemudian.

(***)

Wali Kota Mahyeldi Sidak Pasar Raya, 1.772 Pedagang Sudah Diswab
Selasa, Juni 02, 2020

On Selasa, Juni 02, 2020

Wali Kota Mahyeldi Sidak Pasar Raya, 1.772 Pedagang Sudah Diswab
BENTENGSUMBAR. COM - Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memasangkan stiker di kedai atau kios para pedagang Pasar Raya Padang sebagai tanda bagi para pedagang yang telah menjalani tes Swab virus Corona, Selasa, 2 Juni 2020.

Stiker tersebut bertuliskan "Pedagang Ini Sudah Melakukan Tes Swab", tujuannya agar pembeli atau masyarakat mengetahui bahwa yang bersangkutan sudah melaksanakan tes swab.


Wali Kota Mahyeldi Sidak Pasar Raya, 1.772 Pedagang Sudah Diswab
Wako Mahyeldi dan Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Algamar Mencuci Tangan Sebelum Masuk Pasar. 
"Hari ini kita tempelkan stiker sebagai tanda bagi pedagang yang sudah melakukan tes Swab. Dan bagi para pedagang yang belum melakukan tes Swab silakan kunjungi Puskesmas di lingkungan tempat tinggal masing-masing," ujar Mahyeldi saat Sidak Protokol Covid-19 di Pasar Raya Padang.

Lebih jauh dijelaskan, hingga saat ini Pemerintah Kota Padang telah melakukan Swab kepada pedagang sebanyak 1.772 orang. Dari hasil Swab tersebut terkonfirmasi positif virus corona sebanyak 239 orang.


Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Al Gamar
Wako Mahyeldi Berdialog dengan Para Pedagang. 
"Kita targetkan Swab ini sebanyak 2.000 orang sehingga mata rantai penyebaran virus Corona di Kota Padang dapat kita putus penyebarannya," ungkap Wako.

Orang nomor satu di Kota Padang itu juga mengucapkan terimakasih kepada TNI-Polri yang telah membantu mendispilinkan masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan Covid-19 selama menjalankan aktivitas di Pasar Raya Padang.


Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Al Gamar
Wako Mahyeldi Berdialog dengan Pedagang Lado di Pasar Raya. 
"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Sumatera Barat yang telah memberikan dukungan dan support kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan memutus cluster penyebaran virus corona di Kota Padang," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Al Gamar mengatakan, jelang pelaksanaan 'New Normal', jajarannya sedang melakukan sosialisasi kepada para pedagang.


Wako Mahyeldi menempelkan stiker sebagai tanda bagi pedagang yang sudah melakukan tes Swab.
Wako Mahyeldi menempelkan stiker sebagai tanda bagi pedagang yang sudah melakukan tes Swab.
"Kita sedang sosialisasikan kepada para pedagang untuk memberikan jarak satu meter antara pedagang yang satu dengan yang lainnya, agar penerapan 'New Normal' berjalan dengan baik," jelasnya.

Dikatakannya, di kawasan Pasar Raya Padang telah ada dua pos pengamanan pendisiplinan yang ditempati oleh personel TNI, Polri dan instansi terkait. Yaitu di dekat Bioskop CGV Padang (Bioskop Raya lama) dan di kawasana dekat simpang Air Mancur.


Wali Kota Mahyeldi Sidak Pasar Raya, 1.772 Pedagang Sudah Diswab
Wako Mahyeldi diwawancarai wartawan usai sidak di Pasar Raya. 
Sementara itu, Ketua IKAPPI Sumbar, Muhammad Yani (Amek) mengapresiasi Pemerintah Kota Padang yang telah melakukan tes Swab sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Kota Padang.

''Pasar Raya Padang termasuk pasar yang aman di banding pasar lain di Indonesia, karena sudah melewati tahapan pengecekan dan pengamanan serta telah menerapkan protokol kesehatan covid-19," ujarnya. 

(Mul/Ady)

Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Wako Mahyeldi Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019
Selasa, Juni 02, 2020

On Selasa, Juni 02, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - DPRD Kota Padang menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2019 oleh Wali Kota Padang, bertempat di ruangan sidang utama Gedung Bundar Sawahan, Selasa, 2 Juni 2020.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kota Padang Arnedi Yarmen didampingi Waki Ketua Amril Amin dan Ilham Maulana serta Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar.

Rapat paripurna yang menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 tersebut dihadiri segenap anggota DPRD Kota Padang. Masing-masing anggota dewan duduk di kursi yang jaraknya diatur sedemikian rupa sesuai dengan aturan social distancing.

Sementara itu, dipihak Pemko Padang hadir Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Sekretaris Daerah Amasrul, segenap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda.

"Rapat paripurna kita kali ini mengagendakan Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2019 oleh Wali Kota Padang," ungkap pimpinan Rapat Paripurna, Arnedi Yarmen, Wakil Ketua DPRD Kota Padang.

Setelah membacakan tata tertib rapat paripurna dan jumah anggota DPRD yang hadir, Arnedi Yarmen mempersilahkan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah untuk menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2019.

Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah pada kesempatakan tersebut menyampaikan atas nama Pemerintah Kota Padang, ia bersyukur setelah diperiksanya Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Padang TA 2019 oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), menghasilkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih keenam kalinya secara berturut-turut tiap tahunnya.

"Alhamdulillah, kita bersyukur beberapa catatan-catatan yang diberikan kepada kita (Pemko Padang) berkurang dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya.

"Dan hari ini kita sampaikan ke DPRD Kota Padang untuk dievaluasi dan dibahas ke depan, khususnya sekaitan dengan pengoptimalan segala sesuatunya untuk masa-masa yang akan datang. Nanti DPRD akan membahasnya dan akan memberikan rekomendasi kepada kita," sambung Mahyeldi.

Mahyeldi pun juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas  beberapa masukan yang diterimanya dari pimpinan  dan anggota DPRD Kota Padang. Seperti halnya terkait peningkatan pendapatan di Kota Padang. 

"Saya kira ini penting untuk kita evaluasi lagi, sehingga memang target-target yang sudah direncanakan bisa tercapai," imbuhnya.

 Yang jelas kata Wako Padang tersebut, pada tahun 2021 nanti akan ada Recana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) baru. 

"Hal itu karena untuk menyikapi pandemi virus corona (Covid-19) yang tengah mewabah dan dihadapi sekarang ini, otomatis kita akan mengevaluasi segala sesuatu yang ditargetkan pada RPJMD di masa mendatang," jelas Mahyeldi mengakhiri.

Mahyeldi meminta DPRD Kota Padang untuk segera membahas Ranperda yang telah disampaikan.

"Kami berharap DPRD segera membahasnya, sehingga bisa disahkan menjadi Perda," harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Arnedi Yarmen menegaskan, pihaknya akan segera membahas dan menuntaskan Ranperda tersebut.

(***)

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19, Wali Kota Mahyeldi Ajak Masyarakat Tingkat Persatuan dan Kesatuan
Senin, Juni 01, 2020

On Senin, Juni 01, 2020

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Ajakan Wako Mahyeldi
BENTENGSUMBAR.COM - Di dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2020, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali meningkatkan pemahaman dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam sila Pancasila.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat tersebut usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2020 secara nasional yang dilaksanakan secara virtual, Senin, 1 Juni 2020. 

Wali kota Padang Mahyeldi bersama Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa, Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul, Unsur Forkopimda Kota Padang, para Asisten, pimpinan OPD dan Camat se- Kota Padang menyaksikannya di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19, Wali Kota Mahyeldi Ajak Masyarakat Tingkat Persatuan dan Kesatuan
Walikota Mahyeldi dan Wakil Walikota Hendri Septa Bersama Kepala BPKAD Budi Payan,SE dalam acara Kesaktian Pancasila.
Menurut Mahyeldi, Pancasila sebagai dasar negara memiliki butir-butir nilai yang berkaitan langsung dengan aktivitas kehidupan masyarakat sehari-hari. 

Apalagi saat ini di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 tang masih mewabah, Pancasila dapat menjadi perekat dan menguatkan persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat.

"Saat ini warga negara Indonesia harus mampu menempatkan persatuan dan kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara ditengah pandemi Covid-19," ujar wako. 

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19, Wali Kota Mahyeldi Ajak Masyarakat Tingkat Persatuan dan Kesatuan
Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, SP.
Lebih jauh dijelaskan, salah satu caranya dengan tidak saling menyalahkan antar satu golongan atas adanya musibah covid-19 dan tidak menyebarkan berita hoax dan hal negatif lainnya. 

Namun tetapi semuanya justru diharapkan bisa memberikan dukungan penuh kepada pemerintah yang telah berupaya semaksimal mungkin mengatasi covid-19 serta dampaknya.

"Alhamdulillah, selama Pandemi ini kita telah menjalin komunikasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak dalam menangangi wabah covdi-19 ini. Dan hal itu akan terus kita tingkatkan," tukuk Mahyeldi mengakhiri.

Dalam upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual itu diketahui, Presiden Joko Widodo menjadi Inspektur Upacara dari Istana Bogor. 

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19, Wali Kota Mahyeldi Ajak Masyarakat Tingkat Persatuan dan Kesatuan
Suasana Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balaikota Padang. 
Dalam pidatonya, Presiden RI itu mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila di tengah Pandemi covid-19 ini menguji daya juang sebagai bangsa, menguji pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan dan keteladanan dalam mengambil langkah-langkah kebijakan yang cepat dan tepat.

"Dalam menghadapi ujian, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk mengerakkan kita semua. Menggerakkan persatuan dalam menghadapi tantangan, menggerakan rasa kepedulian untuk saling berinovasi, memperkokoh rasa persaudaraan dan rasa gotong royong untuk meringan beban seluruh anak negeri," tekan Presiden.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tengah Pandemi Covid-19, Wali Kota Mahyeldi Ajak Masyarakat Tingkat Persatuan dan Kesatuan
Jajaran Kepala OPD Pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. 
Selanjutnya, Jokowi uga mengajak seluruh penyelenggara negara mulai dari pusat hingga daerah untuk terus meneguhkan kebaktian kepada masyarakat dengan tidak membedakan, kelompok ras dan agama.

"Kita harus mampu menjadi pemenang, baik itu dalam pengendalian virus maupun ekonomi. kita harus optimis dan menciptakan peluang ditengah kesulitan dengan menciptakan inovasi dan kreatifitas agar kita bisa menang malawan covid-19 ini," pungkasnya. 

(Mul/Zal)

Wako Mahyeldi Tinjau Dampak Abrasi, Pengembangan Kawasan Wisata Sungai Pisang Dianggarkan Rp.35 Milyar
Kamis, Mei 28, 2020

On Kamis, Mei 28, 2020

BENTENGSUMBAR.COM – Kawasan Sungai Pisang Kecamatan Bungus Teluk Kabung, bakal menjelma sebagai primadona baru destinasi wisata di Kota Padang. Hal itu menyusul dibangunnya dermaga terapung untuk transportasi antar pulau.

“Sungai pisang nanti menjadi gerbang wisata pulau, baik di Kota Padang maupun kawasan Mandeh. Menyusul pembangunan dermaga terapung dan faslitas pendukung lainnya,” kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat meninjau dampak abrasi di Sungai Pisang, Kamis, 28 Mei 2020.

Menurut Mahyeldi, potensi wisata di Sungai Pisang bukan saja alamnya yang indah akan tetapi juga ada sejarah di sini. Hal itu dibuktikan dengan adanya tiga prajurit pejuang yang dimakamkan di sini.

Di samping itu, lanjut Mahyeldi, posisi strategis Sungai Pisang sangat menguntungkan masyarakat setempat. Banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan.

“Masyarakat di sini tidak harus menjadi nelayan karena banyak peluang usaha yang bisa dijalani, baik antar jemput wisatawan, pemandu wisata maupun menjual souvenir dan kuliner,” ujar Mahyeldi.

Terkait rencana pengembangan Sungai Pisang dibiayai dari APBD Kota Padang, APBD Provinsi dan APBN. Saat ini sudah teralokosi anggaran sebesar Rp.35 milyar untuk pembangunan dermaga terapung.

“Ada tiga sumber pendanaan untuk rencana pengembangan kawasan wisata Sungai Pisang. APBD kota dan provinsi serta APBN. Saat ini ada sebesar Rp. 35 milyar untuk biaya pembangunannya,” jelas Mahyeldi.

Untuk penataan pemukiman masyarakat nelayan di kawasan tersebut, menurut Mahyeldi sudah ada perumahan nelayan yang menampung mereka. Sehingga nantinya warga tidak lagi terancam abrasi dan penataan kawasan pantai Sungai Pisang lebih mudah.

“Dengan menempati perumahan yang disediakan, warga tidak terancam abrasi dan kawasan ini lebih mudah ditata. Sudah ada 58 rumah yang disediakan. Berjarak 800 meter dari lokasi pantai,” katanya.

Beberapa hari sebelumnya kawasan pantai Sungai Pisang dan pantai lainnya di Kota Padang dilanda abrasi. Dampak yang ditimbulkan abrasi mengakibatkan 53 rumah terendam dan 7 bagian dapur rumah terseret ombak di Sungai Pisang.

“Dinas Sosial sudah mengatasinya dengan membantu kebutuhan dasar warga yang terdampak,” ujarnya.

Dalam peninjau an ke Sungai Pisang Walikota Padang didampingi Kepala Dinas PUPR Yeni Yuliza, Kepala DPRKPP Tri Hadianto, Kepala Dinas Sosial Afriadi, Sekretaris dan Kabid pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amarizal Rengganis serta Camat Bungus Teluk Kabung M. Latif.


(***)

PSBB Resmi Diperpanjang Hingga 29 Mei, Walikota Mahyeldi Minta Warga Padang Taat Aturan
Selasa, Mei 05, 2020

On Selasa, Mei 05, 2020

PSBB Resmi Diperpanjang Hingga 29 Mei, Walikota Mahyeldi Minta Warga Padang Taat Aturan
BENTENGSUMBAR.COM - Demi mempercepat penanganan virus corona atau covid-19 di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Pemerintah Provinsi Sumbar resmi memutuskan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei 2020.

Hal itu dikemukakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno usai menggelar rapat evaluasi dengan bupati/wali kota se-Sumbar melalui video conference (vicon), Selasa, 5 Mei 2020. Hadir bersama gubernur Wakil Gubernur Nasrul Abit dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto dan unsur Forkopimda Sumbar lainnya.

Agenda dalam rapat evaluasi tersebut diantaranya adalah penanganan covid-19 di Sumbar, evaluasi pelaksanaan PSBB dan rencana perpanjangan PSBB.

"Inti dari perpanjangan PSBB ke depan adalah, yaitu mempertegas Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.25 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 9 Tahun 2020, agar dilaksanakan dengan tegas dan sebaik-baiknya sesuai protap di semua kabupaten/kota se-Sumbar," jelas Irwan.


PSBB Resmi Diperpanjang Hingga 29 Mei, Walikota Mahyeldi Minta Warga Padang Taat Aturan
Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait dan seluruh camat se-Kota Padang mengikuti vicon terkait perpanjangan masa PSBB tersebut dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.

"Jadi salah satu alasan kita memperpanjang masa PSBB ini juga untuk antisipasi dan melewati terjadinya lonjakan besar orang yang datang ke wilayah Sumbar pada menjelang dan pasca Lebaran 1441 H. Saya rasa batas PSBB pada 29 Mei merupakan waktu yang tepat karena telah melewati masa lebaran," imbuhnya.

Lebih lanjut Gubernur Irwan berharap, PSBB yang diberlakukan sampai 29 Mei nanti akan berjalan lebih efektif dan optimal lagi dibanding PSBB sebelumnya. Maka itu kita sampaikan kepada seluruh elemen dan masyarakat di Sumbar, mari kita sama-sama mendukung pelaksanaan PSBB ini. Karena tujuannya untuk kita juga agar mata rantai penularan covid-19 ini dapat terputus dan wabah ini segera berakhir," imbau Gubernur berharap.

Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait dan seluruh camat se-Kota Padang mengikuti vicon terkait perpanjangan masa PSBB tersebut dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.

Mahyeldi menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang menyatakan setuju sama dengan kabupaten/kota yang lainnya atas diresmikannya perpanjangan masa pemberlakuan PSBB untuk tahap kedua sampai 29 Mei 2020 nanti.


Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait dan seluruh camat se-Kota Padang mengikuti vicon terkait perpanjangan masa PSBB tersebut dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.
Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait dan seluruh camat se-Kota Padang mengikuti vicon terkait perpanjangan masa PSBB tersebut dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.

"Kita setuju perpanjangan PSBB sampai 29 Mei nanti. Dan waktu berakhirnya juga sesuai dengan masa berakhir tanggap darurat covid-19 baik di daerah maupun nasional. Semoga semua unsur, elemen dan masyarakat Kota Padang dapat mentaati apa saja aturan dalam penerapan PSBB ini," imbuhnya.

Mahyeldi pun juga menyebut pihaknya menyetujui aturan yang lebih memperketat dan mempertegas dalam pemberlakuan PSBB ke depan.

"Maka itu kita Pemko Padang akan berkoordinasi dengan unsur Forkopimda terkait hal ini. Bahkan mungkin kita juga meniru apa yang dilakukan daerah-daerah lain sampai ada pemberlakuan tindak pidana ringan (tipiring) kepada pelanggar aturan," ujarnya.

Untuk di Kota Padang sendiri terang wako, sampai saat ini selama PSBB 14 hari lalu ternyata sudah berhasil memutus sebanyak 10 klaster penyebaran covid-19. Cuma klaster Pasar Raya Padang dan Pagambiran yang masih berkembang dan menjadi target ke depan.


Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait dan seluruh camat se-Kota Padang mengikuti vicon terkait perpanjangan masa PSBB tersebut dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.
Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait dan seluruh camat se-Kota Padang mengikuti vicon terkait perpanjangan masa PSBB tersebut dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.
"Insya Allah, untuk memutus mata rantai penularan covid-19 di Pasar Raya Padang dan Pagambiran ini kita sudah melakukan strategi agar lebih fokus," tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan wako, seiring telah resmi diperpanjangnya masa PSBB, ia pun berharap pengawasan orang yang keluar masuk di masing-masing perbatasan kabupaten/kota lebih ditingkatkan dan diperketat lagi.

Kemudian masih berbicara PSBB, sambungnya, ke depan Pemko Padang akan memaksimalkan pengawasan dan pencegahan penyebaran covid-19 terutama di Pasar Raya Padang dan pasar-pasar satelit yang ada.

"Termasuk posko 'check point' juga akan kita geser ke pasar. Tujuannya agar kita bisa mencegah dan memutus mata rantai di sana. Insya Allah, ke depan kita akan mentracking dengan melakukan swap kepada 1.000 lebih pedagang," tandasnya memgakhiri.


Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa foto bersama unsur Forkopimda usai mengikuti vicon terkait perpanjangan masa PSBB tersebut dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.
Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa foto bersama unsur Forkopimda usai mengikuti vicon terkait perpanjangan masa PSBB tersebut dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Hermanto dikesempatan itu juga menyatakan, terkait diperpanjangnya masa PSBB di wilayah Provinsi Sumbar ia menyebut pihaknya sangat mendukung atas pengambilan kebijakan tersebut.

"Dan tentunya, sikap reaktif kami terhadap kegiatan kepolisian seperti menindaklanjuti masalah sanksi. Sebagaimana untuk antisipasi penyebaran corona sudah ada Maklumat Kapolri atau Undang-undang khusus terkait masalah wabah. Dimana dijelaskan bahwa, bagi masyarakat yang tidak mematuhinya maka dianggap sebagai pembawa atau penyebar wabah itu sendiri. Sehingga, ada beberapa delik yang bisa kita gunakan bagi pelanggar aturan dalam PSBB tersebut nantinya" tegas Kapolda. 

PSBB Resmi Diperpanjang Hingga 29 Mei, Walikota Mahyeldi Minta Warga Padang Taat Aturan
Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait dan seluruh camat se-Kota Padang mengikuti vicon terkait perpanjangan masa PSBB tersebut dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.


(David/Rengga)

Gubernur Sumbar: PSBB Sumbar Resmi Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020
Selasa, Mei 05, 2020

On Selasa, Mei 05, 2020

Gubernur Sumbar: PSBB Sumbar Resmi Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020
BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat sepakat memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei 2020. 

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang didampingi Wakil Gubernur Nasrul Abit dan Forkompimda Provinsi Sumbar mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi bersama bupati dan walikota se Sumbar melalui Rapat menggunakan Video Conference (Vidcon) di ruang kerja gubernur, Selasa, 5 Mei 2020.

"Memang betul, kita tadi sudah sepakat untuk PSBB Sumatera Barat diperpanjang terhitung mulai besok 6 Mei hingga 29 Mei 2020, kita sesuaikan dengan Tanggap Darurat Bencana Propinsi dan pusat. PSBB ini diperpanjang dengan mempertegas mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 dan Permenkes 9 tahun 2020," ucap gubernur Sumbar.

Gubernur Sumbar menjelaskan, bahwa pada PSBB tahap kedua ini, kepada Kabupaten Kota diberikan kebijakan sesuai kearifan lokal masing-masing daerah untuk sholat jumat sesuai dengan maklumat dan pedoman yang telah dikeluarkan oleh MUI Sumbar nomor 007/MUI-SB/V/2020. 

Evaluasi Gubernur Bersama Bupati dan Walikota se Sumbar Melalui Rapat Menggunakan Vidcon, Selasa, 5 Mei 2020.
Evaluasi Gubernur Bersama Bupati dan Walikota se Sumbar Melalui Rapat Menggunakan Vidcon, Selasa, 5 Mei 2020.
Untuk tehnis pelaksanaannya, kata Gubernur Irwan, diharapkan Kabupaten Kota berkoordinasi dengan MUI Kabupaten dan Kota. Kearifan lokal tersebut dapat diberikan dengan memperhatikan wilayah, kawasan, nagari, RT/RW, atau kompleks yang sudah dipastikan negatif berdasarkan hasil tes swab.

“Tapi, untuk dinyatakan negatif itu harus ada pernyataan resmi dari kami. Untuk beribadah di Mesjid hanya diperbolehkan untuk sholat jumat dengan mempedomani dan mengacu kepada maklumat yang telah dikeluarkan oleh MUI Sumbar. Saya harap, agar Bupati dan Walikota berkoordinasi dengan MUI Kabupaten Kota untuk pelaksanaan sholat jumat yang tentu saja dengan pertimbangan kearifan lokal dan tetap mengikuti prosedur tetap (protap)  covid-19 yang telah diatur oleh pemerintah,” jelasnya.

Lima daerah yang masih dianggap belum terpapar covid-19, yaitu Kabupaten Solok Selatan, Limapuluh Kota, Sijunjung, Kota Solok dan Sawahlunto. Lima daerah itu hingga hari ini tidak ditemukan kasus Covid-19 di Sumbar. 

Evaluasi Gubernur Bersama Bupati dan Walikota se Sumbar Melalui Rapat Menggunakan Vidcon, Selasa, 5 Mei 2020.

Sementara daerah yang masih zona merah atau ada pasien positif Covid-19, kata Gubernur harus ada ketegasan, dengan tidak memperbolehkan kendaraan luar masuk ke Sumbar, juga keluar masuk antar kota kabupaten kecuali kendaraan sembako dan alat kesehatan.

Faktanya dari 221 yang positif di Sumbar berasal dari luar yaitu para pemudik yang masuk ke Sumbar sebanyak 40 orang yang positif masuk dari daerah pandemi Covid-19 kemudian terus menyebar ke yang lain.

"Untuk itu perlu ketegasan petugas diperbatasan untuk melarang semua kendaraan penumpang yang masuk ke Sumbar dan kendaraan antar kota kabupaten," kata Irwan Prayitno.

Evaluasi Gubernur Bersama Bupati dan Walikota se Sumbar Melalui Rapat Menggunakan Vidcon, Selasa, 5 Mei 2020.
Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit Bersama Forkopimda Usai Rapat Menggunakan Vidcon, Selasa, 5 Mei 2020.

Irwan Prayitno beralasan, PSBB diperpanjang karena keadaan darurat nasional Covid-19 akan aktif hingga 29 Mei 2020. Sebagai antisipasi peningkatan orang masuk dan keluar Sumbar pada masa lebaran.

"Kami mengucapkan terima kasih pada Kapolda Sumbar dan jajarannya serta TNI yang telah melakukan aksi perlawanan terhadap Covid-19 dengan melarang para pemudik masuk ke wilayah Sumatera Barat," cakap Gubernur Irwan.

(adv/hms-sumbar)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *