Headline

Opini

SOROT

Sports

Headline

Suami Belum Mau Punya Anak dan ‘Digergaji’ Terus, Dewi Perssik: Harus Pandai…
Minggu, Juli 25, 2021

On Minggu, Juli 25, 2021

Suami Belum Mau Punya Anak dan ‘Digergaji’ Terus, Dewi Perssik: Harus Pandai…
BENTENGSUMBAR.COM - Dewi Perssik dan suami telah empat tahun menjalani biduk rumah tangga. Akan tetapi, hingga saat ini Dewi Perssik dan Angga Wijaya masih belum juga dikaruniai buah hati.


Tentu saja, hal ini membuat dirinya mendapat cibiran dari netizen. Bahkan tudingan mandul, alias tidak bisa memiliki momongan juga kerap sampai ke telinga Dewi Perssik.


“Walaupun banyak yang ngomong jelek soal aku, ‘Dasar lo Depe mandul.’ Kan saya dulu pernah sama Mas Saipul keguguran pertama itu. Ya sekarang buat aku nanti dulu, ikut saja apa kata suami saja,” kata Dewi Perssik, dilansir dari Insertlive, 22 Juli 2021.


Pemilik goyang gergaji itu juga tidak mau munafik, ia sangat ingin memiliki momongan yang dilahirkan langsung dari rahimnya. Akan tetapi, Dewi Perssik mengaku sang suami sama seperti dirinya masih ingin selalu bulan madu.


“Ya pengen dong, tapi kan suami sama aku masih kepengen honeymoon terus, pacaran, ya kita kan menikah baru 4 tahun ya, jadi kalau suami bilang, ‘Ayo punya anak,’ barulah kita buat. Tapi, kalau belum mau ya gimana, kan istri tuh apa kata suami,” ungkap Dewi Perssik.


Mantan istri Saipul Jamil itu tidak ingin egois mengenai momongan. Dewi Perssik juga akan menghargai dan menghormati keinginan suami dengan rasa sabar.


“Kalau istrinya hamil terus suaminya nggak kepengen gimana? Aku mau hamil, kalau suami maunya bulan madu terus gimana? Ya mungkin dia masih mau digergaji saya terus, jadi ntar dulu ya udah sabar,” celoteh Dewi Perssik.


Sebagai manusia, Dewi Perssik mengakui jika dirinya masih ada kekurangan. Akan tetapi, dirinya tetap bersyukur dengan segala rezeki yang dia dapatkan sekarang.


“Kalau soal target atau yang belum tercapai aku sebagai manusia selalu kurang dan kurang ya. Tapi, aku juga harus bisa pandai bersyukur karena Allah yang kasih ke aku sudah melebihi semuanya,” ucap Dewi Perssik.


Tidak hanya sang pedangdut yang di-bully mandul, suaminya, Angga Wijaya juga diejek takut istri. Angga Wijaya, sang suami yang merangkap sebagai manajer, ternyata seringkali disebut sebagai suami takut istri.


Ejekan itu juga sampai ke telinga Dewi Perssik. Tentu saja sebagai istri, pedangdut yang akrab disapa Depe itu tidak terima.


“Terus kalau ada yang bilang suami aku takut sama istrinya, kata siapa? Nggak ada yang takut sama istri,” tegasnya.


Dewi Perssik membantah jika sang suami merupakan tipe suami takut istri. Justru pemilik goyang gergaji itu mengakui dia dan suami saling menghargai. Depe pun menegaskan kalau dirinya jahat, tidak mungkin Angga bertahan dalam pernikahan.


“Mungkin karena suami aku menghormati istri ya. Aku kalau jahat suami aku udah kabur pasti, ini kan aku ikutin semua maunya,” tuturnya.


“Belum mau punya anak, ya aku ikuti. Saya nggak pernah tanya kapan maunya. Kalau dia minta hari ini, ya hari ini kita program, kalau besok ya besoklah. Sekarang dia masih mau senang-senang ya,” bebernya.


Source: Hops.id

Wagub Audy Joinaldy: Stok Vaksin di Sumbar Kosong
Minggu, Juli 25, 2021

On Minggu, Juli 25, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy menyatakan bahwa dari total Vaksin yang diterima dari pemerintah pusat bisa dikatakan sudah 100 persen terealisasi atau terpakai. "Kita masih menunggu tambahan vaksin dari pusat, sebab saat ini stok kita kosong atau nol," kata Audy usai melakukan kunjungi RSUD dr. M. Zein Painan Kab. Pesisir Selatan, Sabtu, 24 Juli 2021.

Artinya dari total vaksin yang ada di Sumbar semuanya sudah terpakai. Audy mengatakan sebanyak 30.600 dosis pemerintah provinsi masih menunggu pengiriman vaksin dari pusat. "Kita berharap vaksin bisa segera tiba dan langsung kita distribusikan ke daerah yang membutuhkan. Namun sampai sekarang belum sampai," ungkapnya.

Wagub Audy mengatakan yang perlu dicatat masyarakat Sumbar sangat tingginya antusiasme warga dalam menerima vaksin Covid-19. Terbukti saat kita melakukan kunjungan dibeberapa daerah vaksinasi massa selalu ramai dikunjungi masyarakat. "Alhamdulillah kita lihat antusias masyarakat beberapa daerah di Sumbar rela antri untuk di vaksin, termasuk para lansia mau bergiliran untuk bisa vaksin," ujarnya.

Jadi stigma masyarakat Minangkabau tidak mau di vaksin itu tidak benar. Dengan sosialisasi mengajak masyarakat Sumbar bekerja sangat baik. Termasuk kerjasama dengan TNI dan Polri yang selalu mendukung dan membantu percepatan vaksinasi. "Jadi kalau dihitung fair dari yang diterima dan disuntikkan itu satu persen, jangan dihitung dengan jumlah penduduk Sumbar, tapi berapa yang kita pakai, makanya capaian 100 persen," sebutnya.

Selain itu, Wagub Sumbar menyampaikan, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang mengaku mulai kewalahan dengan semakin banyaknya pasien Covid-19 yang dinyatakan dalam keadaan sedang hingga berat.

Menanggapi hal tersebut, Audy Joinaldy berharap juga Pemkab Pesisir Selatan bisa  melakukan kesiapan dalam menghadapi lonjakan kembali kasus Covid-19 di Sumbar, dengan memanfaatkan Rusunawa Painan sebagai tempat isolasi bagi pasien positif Corona di daerah itu.

"Kalau isolasi mandiri, itu tidak menjamin, masih ada kemungkinan para pasien kontak dengan masyarakat lain, makanya kita manfaatkan Rusunawa. Setidaknya untuk pasien sedang dan ringan," ucap Audy.

Pada kesempatan itu, dia juga mengajak masyarakat yang belum melakukan vaksinasi untuk mendatangi sentra vaksin Covid-19 terdekat, karena vaksin merupakan upaya Sumbar dalam memutus penyebaran Covid-19. (nov)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Sebut Nama Jokowi, Nikita Mirzani: Takbir
Sabtu, Juli 24, 2021

On Sabtu, Juli 24, 2021

Sebut Nama Jokowi, Nikita Mirzani: Takbir
BENTENGSUMBAR.COM - Aktris Nikita Mirzani benar-benar kesal karena tidak mendapatkan pelayanan bagus saat menjalani karantina di hotel bintang lima. 


Ibu tiga anak tersebut harus menjalani karantina karena baru pulang dari Turki. 


Dia pun tidak segan mengeluarkan unek-uneknya soal pelayanan yang diterimanya. 


“Orang dikurung seperti dipenjara,” tulis Nikita Mirzani, dilansir dari GenPI.co pada Sabtu, 24 Juli 2021. 


Dia juga menyebut makanan yang disajikan tidak enak. 


Nikita menambahkan, ada bayi yang stres karena dikurung. 


Selain itu, Nikita menyebut seprai dan handuk tidak diganti selama beberapa hari. 


“Itu bukan karantina, tetapi lebih dari penjara,” imbuh Nikita Mirzani. 


Artis 35 tahun itu pun menge-tag akun Instagram Presiden Joko Widodo alias Jokowi.


Menurut Nikita, semua fasilitas selama pemerintahan Presiden Jokowi bagus.


“Takbir. Sehat terus, Pak Jokowi tercinta,” tulis Nikita Mirzani. 


(*)

Bawa Nama Jokowi, Nikita Mirzani: Hei, Cecunguk-Cecunguk Politik, Elo Emang Nggak Ada Otaknya
Sabtu, Juli 24, 2021

On Sabtu, Juli 24, 2021

Bawa Nama Jokowi, Nikita Mirzani: Hei, Cecunguk-Cecunguk Politik, Elo Emang Nggak Ada Otaknya
BENTENGSUMBAR.COM - Aktris Nikita Mirzani seolah belum puas menumpahkan kekesalannya saat menjalani karantina di sebuah hotel bintang lima di Jakarta. 


Ibu tiga anak tersebut terus saja mencurahkan unek-uneknya melalui Instagram Story pribadinya. 


Kali ini Nikita menyinggung pihak-pihak yang dia duga memolitikkan apa pun di Indonesia. 


“Hei, cecunguk-cecunguk politik. Kalau sampai semuanya mau dipolitikkan, elo emang nggak ada otaknya,” tulis Nikita, dilansir dari GenPI.co pada Sabtu, 24 Juli 2021.


Nikita Mirzani tidak habis pikir dengan ulah pihak-pihak yang memanfaatkan situasi saat pandemi virus corona (covid-19). 


Menurut artis kelahiran 17 Maret 1986 itu, pandemi merupakan bencana kemanusiaan. 


Dia juga menyebut semua fasilitas bagus pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 


Meskipun demikian, Nikita Mirzani tetap memberikan catatan penting untuk pemerintah.


Dan berkaca dari pengalamannya menjalani karantina usai pulang dari Turki.


“Apakah cara menangani orang-orang yang dikarantina sudah benar atau belum,” tulis Nikita Mirzani.


(*)

Said Aqil Sentil Kiai Percaya Vaksin untuk Pembantaian Massal: Bahaya Bagi Agama Islam
Sabtu, Juli 24, 2021

On Sabtu, Juli 24, 2021

Said Aqil Sentil Kiai Percaya Vaksin untuk Pembantaian Massal: Bahaya Bagi Agama Islam
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj mengaku heran ada beberapa kiai NU yang masih mempercayai kabar bohong bahwa vaksin virus corona (Covid-19) sebagai senjata pembantaian massal.


"Masya Allah saya minta dibantu oleh PKB-lah. Bagaimana menyadarkan kiai, kiai ya. Yang masih gak percaya dengan Covid-19, gak percaya vaksin. Suuzon bahwa vaksin pembantaian massal," kata Said dalam acara Doa dan Syukur 24 Tahun PKB, Jumat, 23 Juli 2021.


Meski demikian, Said tak membeberkan nama kiai yang tak mempercayai vaksin virus corona tersebut.


Said hanya menilai tindakan tersebut salah dan bisa merugikan NU dan ajaran Islam pada umumnya. Ia khawatir masyarakat akan banyak yang menilai bahwa NU tak rasional dan Islam bukan agama yang mengajarkan rasionalitas.


Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Said menilai selama ini NU tak berhenti mengingatkan bahaya corona dan menganjurkan vaksin bagi masyarakat.


"Tapi ini kok masih ada beberapa kiai, bukan kiai kecil lagi, bukan [level] Kiai imam musala, masih enggak percaya covid, enggak percaya vaksin," kata dia.


Melihat hal itu, Said menilai kiai-kiai yang tak percaya virus corona dan vaksin tak percaya dengan iman. Hal itu tentunya sangat berbahaya bagi agama Islam.


"Bahaya bagi agama Islam yang datang dari orang yang membelanya, tapi dengan cara yang enggak benar itu lebih dahsyat bahayanya dari pihak yang memusuhi Islam," ungkap dia.


Source: CNN Indonesia

Beredar Poster 'Jokowi End Game' Ajak Geruduk Istana Sabtu Besok: Hancurkan Oligarki!
Jumat, Juli 23, 2021

On Jumat, Juli 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Sebuah poster berisi ajakan menggelar aksi penolakan terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat beredar di jejaring media sosial. 

Sebagaimana diberitakan Kantor Berita RMOL Jakarta, aksi dalam sebaran itu akan digelar pada Sabtu, 24 Juli 2021.

Disebutkan bahwa demonstran akan melakukan longmarch dari Glodok menuju Istana Negara.

“Jokowi End Game: Mengundang seluruh elemen masyarakat! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya," demikian bunyi ajakan dalam poster tersebut, Jumat, 23 Juli 2021.

Poster ini turut mencantumkan sejumlagh lambang, mulai dari Gojek, Grab, dan Shopee Food. Tertera pula lambang aliansi mahasiswa dan paguyuban pedagang kaki lima.

Namun demikian, tidak ada kontak person yang tercantum dalam sebaran tersebut.

Aksi menolak PPKM sebelumnya juga terjadi di sejumlah wilayah di tanah air. Teranyar di Bandung, Jawa Barat. Di mana mahasiswa dan para driver ojol sempat meneriakkan kata “revolusi”.

Source: RMOL

Gebby Vesta Ngamuk di Bandara, Dipersulit Terbang Tapi Bule Dipermudah
Jumat, Juli 23, 2021

On Jumat, Juli 23, 2021

Gebby Vesta Ngamuk di Bandara, Dipersulit Terbang Tapi Bule Dipermudah
BENTENGSUMBAR.COM - Gebby Vesta sempat bikin heboh usai kedapatan mengamuk di bandara. Lewat unggahan di Instagram pada Kamis, 22 Juli 2021, dia pun membeberkan alasannya naik pitam.


"Aku nanya baik-baik sama mas-mas yang baju loreng sambil nunjukin persyaratan terbang yang aku tau dan dia jawab 'Persyaratan terbang harus ada surat dinas atau surat pengantar dari RT/RW (langsung berpikir lah vaksin dan PCR yang mahal kalah sama surat RT RW)," tutur Gebby Vesta.


"Terus aku tanya itu peraturan dari mana, karna yang saya tahu syarat terbang kartu vaksin dan PCR minimal H1 dan saya udah lengkap. Mas nya bilang, peraturan ini dibuat baru tadi pagi," sambungnya lagi.


Dia menjelaskan bahwa tidak tahu ada peraturan tersebut. Sedangkan oknum yang ditanyai itu malah meminta dirinya buat nonton TV dan baca berita online.


"Lah emang orang bangun tidur harus langsung buka Google buat cari berita covid?" ujar Gebby Vesta.


Sampai akhirnya, Gebby Vesta diarahkan ke counter untuk dilakukan pengecekan. Lagi-lagi dia tidak diizinkan terbang lantaran tidak mempunyai surat jalan dari RT dan RW.


Keadaan juga semakin panas saat salah satu anggota TNI datang. Pasalnya anggota itu mempermasalahkan KTP-nya yang dari Kalimantan.


"Gunanya KTP elektronik itu ya kita cuma punya 1 id aja dari kota/daerah yang kita lahir atau kita buat itu id," terang Gebby Vesta.


Emosi Gebby Vesta semakin tersulut saat counter di sebelahnya memberikan stempel izin terbang kepada seorang warga negara asing dari Amerika Serikat dengan mudah. Padahal bule itu hanya menyertakan hasil tes PCR.


"Pas aku liat tuh bule cuma kasi Pasport dan surat PCR (Nggak ada surat vaksin atau RT RW karena nggak tau di americaaa ada RT RW nggak," katanya.


"Itu yang buat aku marah dan tanya kartu vaksin gunanya buat apa? PCR mahal-mahal (lebih mahal dari harga tiket) dan di colok-colok buat apa? Eh aku dibilang “IBU GK PUNYA OTAK” Kalau ekeu nggak punya otak ekeu nggak hidup dong ya khaaan," sambungnya lagi.


Sampai akhrinya Gebby Vesta dibawa ke ruang tunggu untuk ditenangkan mengingat sebelumnya dia diancam akan dipolisikan. Dia mengaku terkejut di sana banyak bule yang tidak menerapkan jaga jarak.


"Pas masuk ke ruang tunggu banyak bule dan nggak social distancing guys pas antre mau masuk pesawat. Lalu gunanya PPKM fisika biology matematika ini buat apaaaaa?? Memperkaya siapa? Ntahlah aku takut dipolisikan geng," tandas Gebby Vesta.


Source: Suara.com

MS Kaban Desak MPR Mengadili Jokowi, Uni Irma: Siapa Dia? Mimpi?
Jumat, Juli 23, 2021

On Jumat, Juli 23, 2021

MS Kaban Desak MPR Mengadili Jokowi, Uni Irma: Siapa Dia? Mimpi?
BENTENGSUMBAR.COM - Politikus NasDem Irma Suryani Chaniago mengomentari pernyataan mantan politikus Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban yang meminta MPR segera menggelar sidang istimewa untuk mengadili Presiden Joko Widodo. 


Perempuan yang akrab disapa Uni Irma itu menyatakan bahwa MS Kaban asal bicara terkait permintaan sidang istimewa MPR.    


"Ini satu lagi asbun (asal bunyi)! Siapa dia? Dan ada urusan apa minta sidang istimewa? Mimpi?" kata Irma, dilansir dari GenPI.co pada Jumat, 23 Juli 2021. 


Seharusnya, lanjut Irma, MS Kaban berempati dengan upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 saat ini.    


"Pemerintah kerja kaki ke kepala, kepala ke kaki, bukannya berempati malah ngelindur," lanjutnya.


Lebih lanjut, Irma menilai aspirasi tersebut tidak berdasar dan MS Kaban tidak memiliki kinerja yang baik saat menjabat sebagai menteri kehutanan.


"Jika ada yang ngomong aspirasi harus dihormati, menurut saya lebay juga. Dia mengurus kebakaran hutan saja tidak berhasil, bagaimana mau mengadili orang yang berprestasi," lanjutnya.


Dia juga menyebutkan pandemi Covid-19 terjadi di seluruh dunia dan ad upaya penyelesaian yang berbeda-beda di tiap negara. 


Irma juga menyebutkan masyarat harus punya peran penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 


"Kalau tidak berbuat apa-apa untuk membantu rakyat, mending diam. Itu akan lebih bijak," tutur Irma.


Irma menegaskan MS Kaban bukan hanya mencari panggung politik, tetapi juga tidak memiliki sense of crisis.


(*)

Bongkar Pihak yang Tunggangi Covid untuk Nyari Untung, Cak Nun: Kalian Ditakuti Lalu Mereka Akan Tawarkan Obat
Kamis, Juli 22, 2021

On Kamis, Juli 22, 2021

Bongkar Pihak yang Tunggangi Covid untuk Nyari Untung, Cak Nun: Kalian Ditakuti Lalu Mereka Akan Tawarkan Obat
BENTENGSUMBAR.COM - Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun kembali melontarkan pernyataan mengejutkan terkait fenomena pandemi Covid-19 di Indonesia. Kali ini, dia mengaku tak membutuhkan masker untuk melindungi dirinya dari paparan virus mematikan tersebut. Lantas, apa alasannya?


Disitat dari video berjudul ‘Yang Memanfaatkan Situasi Saat Ini’ yang tayang di saluran Youtube Jamaah Ngaji, Cak Nun pertama-tama menyingung perihal protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia. Menurutnya, sebagai warga negara yang patuh hukum, maka dirinya turut menjalankan.


“Kenapa kita memenuhi protokol? Karena kita hidup bareng dengan banyak orang yang lain. Jadi, kalau kita berlaku sesuai dengan kebenaran yang kita percaya, belum tentu itu maslahat buat yang lain,” ujar Cak Nun, dilansir dari Hops.id pada Kamis, 22 Juli 2021.


Seandainya tak ada prokes, sebenarnya Cak Nun tak terlalu khawatir dengan corona. Bahkan, dia mengaku tak butuh masker saat hendak bepergian ke luar rumah.


“Sebenarnya sih, aku berani-berani saja mau ke mana-mana tak masalah. Enggak pakai masker juga aku enggak masalah,” terangnya.


Selama bersafari dakwah dengan Kiai Kanjeng, dia kerap bertemu dengan sesosok makhluk halus yang rupanya sangat menyeramkan. Bahkan, hal tersebut berulang kali terjadi. Sehingga, jika hanya ‘sekadar’ corona, dia mengaku tak takut.


“Kalau cuma sama corona sebenarnya enggak masalah, soalnya itu kan cuma sekadar penyakit sawan,” tegasnya.


Cak Nun menegaskan, meski demikian, bukan berarti dia merasa hebat. Budayawan dan cendekiawan Islam berdarah Jawa Timur itu menegaskan, tak ada kebenaran yang mutlak. Sehingga, jika dia mengaku tak memerlukan masker, bukan berarti orang lain harus melakukan hal serupa.


“Bukan berarti saya lebih hebat, tapi kan setiap orang dalam ketidaktahuan dalam kegelapan harus berjalan pelan-pelan dan merasakan mana yang salah atau benar. Makanya, kita jangan melanggar apapun baik secara kewarganegaraan maupun sosial,” tuturnya.


Lebih jauh, di kesempatan yang sama, Cak Nun menduga, ada pihak tertentu yang ‘menari-nari’ di balik penderitaan banyak orang atas kasus pandemi, yakni kelompok kapitalis global.


“Sekarang ini, menurut saya, kelompok kapitalis global tidak sedang hancur, tapi malah menunggangi situasi corona. Ini sejumlah fakta harus kita cari, namun sejumlah informasi sudah saya terima meskipun saya bukan expert di bidang ini. Sekarang, informasi-informasi itu sudah saya terima,” urainya.


Cak Nun menambahkan, saat ini hampir semua penduduk dunia sedang ketakutan. Itulah mengapa, pada kondisi sekarang, kelompok kapitalis global bisa ambil bagian dan memanfaatkan situasi. Hasilnya, mereka berbisnis dengan masyarakat dan semakin memperkaya diri.


“Jadi sekarang tak mungkin kapitalisme global hancur hanya karena corona, yang ada mereka malah memanfaatkannya,” terangnya.


Sayangnya, Cak Nun tak menyebutkan secara pasti, siapa kelompok kapitalis global tersebut. Namun, di kesempatan yang sama, dia juga menyinggung petinggi perusahaan farmasi yang menurutnya menjual ketakutan untuk meraih keuntungan besar-besaran.


“Sekarang dunia farmasi sedang panen abis-abisan, karena jarak antara mereka dengan publik atau konsumen hanya (dibatasi) tahayul. Kalian hanya ditakut-takuti, lalu saat sudah takut, kalian akan ditawarkan itu (obat-obatan).”


“Jadi sekarang kelompok kapitalisme global memanfaatkan dan menunggangi situasi corona untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya,” kata dia.


(*)

Pulang dari Turki, Nikita Mirzani Doakan Hotel Tempatnya Karantina Bangkrut dan Karyawannya Positif Covid Parah
Kamis, Juli 22, 2021

On Kamis, Juli 22, 2021

Pulang dari Turki, Nikita Mirzani Doakan Hotel Tempatnya Karantina Bangkrut dan Karyawannya Positif Covid Parah
BENTENGSUMBAR.COM - Sepertinya, bukan Nikita Mirzani namanya jikalau tak menimbulkan kontroversi dan aksi nyeleneh.


Ya, baru-baru ini, artis sensasional itu kembali membuat heboh jagat media sosial terkait curhatannya yang dikarantina usai pulang liburan dari Turki.


Curhatannya tersebut tentang perlakukan manajemen hotel berbintang lima di Indonesia tempatnya menginap karena dikarantina.


Meski berbintang lima, tetapi Nikita mengungkap ada banyak hal yang tidak sesuai dengan standar hotel bintang lima seharusnya.


“Indonesia berduka, tapi beberapa orang membuat duka ini menjadi bisnis untuk keuntungan usahanya masing-masing,” tulis Nikita Mirzani pada Selasa malam, 20 Juli 2021, dikutip terkini.id via Instagram Story.


Saking kesalnya, Nikita bahkan menyumpahi hotel yang menampubg pasien karantina itu segera bangkrut.


Tak hanya itu, ia juga mendoakan semua karyawan di hotel tersebut terjangkit Corona alias positif Covid-19.


“Mudah-mudahan yah hotel-hotel mewah yang menampung orang-orang yang sedang dikarantina tutup selama-lamanya. Agar tidak menyusahkan orang-orang yang tidak mampu di hotel tersebut. Ntar lagi kalau gemes gue mention namanya. Gue suka kalau ributnya sama yang begini-begini ini,” bebernya panjang lebar.


Nikita bahkan mengakui baru mengetahui bahwa ada hotel mewah bintang lima yang menyediakan jasa karantina, tetapi justru memperlakukan tamunya seperti tahanan.


“Padahal hasil PCR negatif, tapi diperlakukan seperti positif. Tidak bisa menghirup udara luar, makanannya busuk. Sudah hotel mahal tapi disuruh nyuci piring dan lain-lain sendiri. Lalu kamar hotel pun panas, tepatnya pengap,” sambungnya.


“Hotelnya aja bintang 5, tapi makanannya enggak enak. Kalau enggak boleh GoFood kalian masak yang enak. Sesuai dengan harga hotel yang sudah dibayarkan. Yang kalian kasih makan itu manusia bukan sejenis jin atau hewan,” celotehnya lagi.


“Mudah-mudahan cepat pailit yah itu hotel. Terus semua karyawannya semua kena Covid yang bergejala parah.”


Kritikan Nikita Mirzani juga meliputi seputar harga layanan hotel yang menurutnya, tiba-tiba naik drastis.


“Harga hotel ketika di bandara Rp17 juta, lalu sampai hotel tiba-tiba naik jadi Rp22 juta. Pada mati aja loe deh mendingan.”


Ia pun mengatakan bahwa sejatinya orang berhak memilih hotel mana yang mau mereka tempati selama masa karantina.


“Lah kok ini kalian maksa orang-orang yang enggak mampu untuk bayar hotel bintang 5, yang jelek itu untuk tetap tinggal di sana dan bayar full. Kalau sudah enggak sanggup buat bayar kebutuhan hotel mendingan tutup aja deh daripada bikin dosa,” bebernya.


Kemudian lagi-lagi, sebagai penutup unek-uneknya, Nikita Mirzani kembali menyumpahi semua orang-orang di tiap lini hotel.


“Semoga Covid varian terbaru ini ke semua marketing maneger hotel bintang 5, staf hotel yang songong, chef yang masak buat orang-orang yang sedang dikarantina,” pungkasnya.


Source: terkini.id

Konversi Bank Nagari ke Syariah Disorot, Singgung Kredit Macet Rp 670 Milyar
Kamis, Juli 22, 2021

On Kamis, Juli 22, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Koalisi Masyarakat Peduli- Bank Nagari (KMP- Bank Nagari) mengatakan, pihaknya meminta dibatalkan keputusan RUPS- LB 30 November 2019, karena keputusan  RPUS- LB tersebut cacat hukum.

"Hentikan dan jangan dilanjutkan pembahasan Ranperda perubahan anggaran dasar perusahaan Bank Nagari oleh DPRD Provinsi Sumatera Barat," ujar Marlis koordinator KMP Bank Nagari saat audiensi dengan Komisi III DPRD Sumbar, Rabu, 21 Juli 2021.

Menurut Marlis, jangan lakukan politisasi terhadap Bank Nagari dan diselesaikan dinamika ini dengan tindakan korporasi

"Mengingat kondisi ekonomi saat ini terdampak covid 19 sebaiknya Bank Konvesional dan Unit Usaha Syariah (UUS) dipertahankan dan sama- sama dibesarkan. Kami minta pemprov Sumbar menjadi lokomotif untuk membesarkan Unit Usaha Syariah (UUS)," ujar Marlis

Ditambahkan Marlis, Evaluasi /Benahi kembali BUMD lainnya yang saat ini terjerumus dalam kondisi non provit dan sulit di Sumatera Barat. 

"Kita mendesak untuk ditindaklanjuti aspirasi ini oleh DPRD Provinsi Sumatera Barat melalui Komisi III," ujar Marlis

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumbar Ali Tanjung mengatakan, pihaknya mendorong kepada Koalisi Masyarakat Peduli Bank Nagari membentuk dukungan berdirinya di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat. 

"Kita tidak pernah menghambat- hambat konversi menjadi Bank Nagari  Syariah, karena saya curiga kalau ada kelompok yang ngotot menjadi konversi Bank Nagari menjadi Syariah, saya curiga kepada kredit macet, kredit macetnya ada Rp 670 Milyar. OJK mengatakan, kalau apabila dikonversi menjadi Bank Syariah manajemen berhak mengoff," ujar Ali Tanjung

Menurut Ali Tanjung, pihaknya mempertanyakan adanya pihak- pihak memaksakan konversi Bank Nagari menjadi Syariah.

"Janganlah memaksakan kehendak, karena Bank Nagari saat ini baik- baik saja. Ini sudah tidak sehat, Banyak BUMD lain merugi seperti Balairung Hotel selalu merugi, tapi tidak pernah diganti selama bertahun- tahun, karena Provinsi Sumatera Barat sudah jauh tertinggal dengan provinsi lain," ujar Ali.

Ketua Komisi III DPRD Sumbar Afrizal mengatakan, ada 19 Kab/ kota sebagai pemegang saham belum merubah perda penyertaan Modal dari bank konvesional ke Bank syariah dan itu merupakan syarat mutlak bagi pengusul Perda.

"Belum ada persetujuan pemegang kartu Bank Nagari, ini merupakan dari 16 syarat dari OJK terpenuhi Bank Nagari," ujar Afrizal

Menurut Afrizal, kalau tidak terpenuhi syarat OJK, maka jangan harap DPRD Sumbar melalui komisi III membahas Konversi Bank Nagari menjadi syariah.

"Bank Nagari harus tunduk kepada PP 54 tahun 2017 ," ujar Afrizal.

Isa Kurniawan pentolan KMP Bank Nagari mengatakan, pihaknya telah melakukan roadshow kepada seluruh kepala daerah di Sumatera Barat, banyak Kepala daerah sangat kawatir dengan berkurang kepala daerah.

"Dari sisi ekonomi tidak ada satupun indikator yang terbaik jika menjadi Bank Nagari Syariah. Kita melihat adanya agenda- agenda politik, maka terjadi perioderisasi pengurus Bank Nagari sampai 2024, tentu akan terjadi pembajakan Bank Nagari menjelang 2024," ujar Isa Kurniawan me rupakan aktifis pantang mundur ini.

Laporan: Novrianto Ucoxs

Kader PDIP Berbondong-bondong Dukung Puan jadi Presiden 2024
Rabu, Juli 21, 2021

On Rabu, Juli 21, 2021

Kader PDIP Berbondong-bondong Dukung Puan jadi Presiden 2024
BENTENGSUMBAR.COM - Dari awal tahun 2021, aktivitas politik sudah terlihat pergerakannya. Hal itu dinilai untuk memilih calon presiden untuk periode 2024. 


Walaupun masih tiga tahun lagi, sudah banyak partai memberikan dukungan oleh sosok yang dianggap layak untuk menjadi Presiden berikutnya.


Salah satunya, Ketua DPR RI, Puan Maharani. Anak dari Megawati Soekarnoputri ini, didukung oleh sejumlah DPP Partai PDI P dan tokoh politisi PDIP. 


Hal itu terlihat saat kunjungan kerja di Sulawesi Utara, Puan mendatangi sejumlah tempat untuk program kerja DPR. 


Namun, saat kunjungan tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sulawesi Utara menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) yang dihadiri oleh seluruh pimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P dari 15 kabupaten/kota, serta kepala/wakil kepala daerah dan ketua/wakil ketua DPRD dari PDIP di Hotel Luwansa, Manado, Senin (28/6/2021). 


Pada Rakerda tersebut, selain membahas soal penanganan Covid-19 dan bencana alam, juga dibahas program-program kerja untuk pemenangan pada pemilihan presiden (Pilpres), serta pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada tahun 2024 nanti. 


Salah satu yang terpenting adalah rekomendasi kader banteng Sulawesi Utara mendukung Ketua DPR RI Puan Maharani untuk diusung sebagai pemimpin negeri ini pada Pilpres 2024. 


"Melihat suasana hasil Rakercab, semua menginginkan pemimpin ke depan adalah dari kader PDIP. Dan hanya satu suara, yaitu nama Puan Maharani," ungkap Ketua DPD PDIP Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.


"Waktu Mbak Puan datang bertemu dengan kepala-kepala daerah dan ketua-ketua DPRD, mereka meminta kesediaan Mbak Puan untuk maju sebagai calon pemimpin di 2024 nanti," tambah Olly. 


Tak hanya di Sulut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga mengusulkan Puan Maharani sebagai calon presiden. 


Keputusan mengusulkan Puan itu, merupakan salah satu poin rekomendasi hasil rapat kerja daerah (Rakerda) PDIP Jatim, di Blitar, yang berakhir pada Senin (21/6/2021). 


"Salah satu poin rekomendasi, DPC dan DPD PDIP Jatim bulat mengusulkan nama Ibu Puan Maharani," kata Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno. 


Rakerda itu, kata Untari, dihadiri oleh pengurus DPD PDIP Jatim, dan lima perwakilan yang menjadi juru bicara DPC PDIP di lima wilayah karakter budaya di Jatim. Seperti wilayah Arek, Madura, Mataraman, Tapal Kuda hingga Pantura. 


Untari mengatakan, berdasarkan laporan dan usulan yang disampaikan oleh pengurus cabang yang diwakili lima daerah karakter itu, Puan dianggap mumpuni, karena merupakan kader PDIP yang telah memiliki segudang pengalaman. 


"Yang pertama Ibu Puan adalah pengurus DPP PDIP tiga periode, beliau pernah jadi menteri koordinator, sekarang jadi ketua DPR RI. Untuk itu Bu Puan memiliki kesempatan yang panjang, yang baik untuk kami. Kami semua di Jatim mendukung beliau," katanya. 


Selain itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto mengakui bahwa rekaman yang beredar yang menyatakan 'siapapun capresnya, Puan Maharani wakilnya', adalah suaranya. Dia mengaku kecewa, namun bisa menerimanya.


Source: GenPI.co

Lucunya Cerita Anggi Marito yang Suka Film Bollywood
Rabu, Juli 21, 2021

On Rabu, Juli 21, 2021

Lucunya Cerita Anggi Marito yang Suka Film Bollywood
BENTENGSUMBAR.COM - Saat kebanyakan wanita menggandrungi hiburan asal Korea Selatan, ternyata masih banyak lho yang suka film dan entertainment asal India atau yang sering disebut Bollywood. 


Dari kalangan penyanyi, rupanya penyanyi cantik jebolan Indonesian Idol Special Season bernama Anggi Marito mengaku suka dengan Bollywood.


Hal ini diungkapkan Anggi pada saat ngobrol bersama Ghea Indrawari di YouTube channel milik Ghea.


 Ghea merupakan penyanyi jebolan Indonesian Idol Season 9 yang sukses menghibur para penikmat musik Indonesia dengan karya-karyanya. 


Wanita cantik ini baru saja merilis single “Bucketlist” bersama Boy William yang berhasil menuai pujian dari para penggemar.


Selain aktif bernyanyi, Ghea juga seringkali mengunggah konten di channel YouTube miliknya. 


Saat seru-seruan bareng Ghea meminta Anggi bernyanyi lagu India, wanita cantik tersebut pun menyanyikan lagu tersebut dengan fasih.


“Sampai nangis-nangis gak tuh nonton filmnya?”


“Sampai nangis-nangis, sebenarnya agak cringe gitu cuma gak tahu aku kayak senang banget aja” tutur Anggi.


Setelah seru-seruan ngobrol bareng, Ghea pun memiliki ide untuk mengusili teman dekat Anggi yang merupakan runner up Indonesian Idol Special Season yaitu Mark Natama. 


Ghea meminta Anggi untuk menelepon Mark dan mengerjainya. Namun setelah ditelepon beberapa kali rupanya Mark tidak menjawab telepon sehingga rencana Ghea dan Anggi gagal.


Source: Okezone.com

Ade Armando: Kalau Gara-Gara PPKM Dibuka, Saya Terkena Covid, Saya Akan Ikhlas
Rabu, Juli 21, 2021

On Rabu, Juli 21, 2021

Ade Armando: Kalau Gara-Gara PPKM Dibuka, Saya Terkena Covid, Saya Akan Ikhlas
BENTENGSUMBAR.COM - Pakar Komunikasi, Ade Armando mengatakan bahwa dirinya akan menerima dengan ikhlas jika ia terkena Covid-19 gara-gara PPKM Darurat dihentikan.


Hal itu ia katakan sebagai respons terhadap banyak kritikan yang ia terima bahwa ia ingin PPKM dihentikan sebab ia belum pernah terpapar Covid-19.


Pernyataannya itu dapat dilihat dalam video berjudul “Menghentikan PPKM adalah Pilihan Terbaik” yang tayang di Cokro TV pada Senin, 19 Juli 2021.


Awalnya, Ade Armando menyinggung soal negara-negara yang sudah melepaskan diri dari lockdown karena menyangka angka penyebaran Covid-nya telah melandai.


Namun, lanjut Ade, negara-negara itu terpaksa harus menerima kenyataan bahwa pelandaian kasus Covid-19 hanya semetara.


“Kalau kita adalah negara kaya, kita bisa begitu saja mengubah-ubah kebijakan tutup-buka. Masalahnya Indonesia tidak kaya,” ungkapnya.


Dosen Univeritas Indonesia (UI) itu menyatakan bahwa Indonesia memang mengalami pertumbuhan ekonomi, namun terpukul kembali gaga-gara Covid-19.


Oleh sebab itu, bagi Ade Armando, terlalu mewah bagi Indonesia untuk terus memaksakan PPKM.


“Ada sebagian orang dengan nyinyir mengatakan bahwa saya bicara begini karena saya tidak atau belum terkena Covid-19,” ujar Ade.


“Tanpa ingin terkesan takabur, saya kan katakan: Kalau gara-gara PPKM dibuka, saya terkena Covid, saya akan ikhlas seikhlas-ikhlasnya,” tambahnya.


Bagi Ade, hal itu akan sama saja dengan keikhlasannya jika ia terkena flu, tipes, kanker, dan penyakit-penyakit lainnya.


Karena, kata Ade, yang terpenting adalah ia mencoba sebisa-bisanya untuk melindungi diri dari segenap ancaman itu.


Ade menyebutka n bahwa di luar rumah memang terdapat ada begitu banyak ancaman, baik itu dari kuman, virus, parasit, hingga kelakuan pengendara ugal-ugalan.


“Kali ini, kita harus mengambil risiko terpapar Covid demi kepentingan masyarakat luas,” tandasnya.


Ade kemudian menyinggung bahwa selama ini, tanpa lockdown, hampir 3 juta rakyat Indonesia dinyatakan terpapar Covid-19.


Dari jumlah itu, orang yang meninggal adalah sekitar 74 ribu atau 2,5 persen. Sedangkan, 97,5 persen lainnya sembuh.


“Kita tentu prihatin dan sedih. Tapi sekarang kalau kita lanjutkan PPKM alias lockdown terbatas, yang akan jadi korban adalah puluhan juta orang atau lebih dari 200 juta orang,” jelas Ade.


“Saya memilih untuk menyelamatkan puluhan juta rakyat ini,” tegasnya.


Source: terkini.id

Bukan Covid-19 yang Menakutkan Rakyat, tapi Cara Pemerintah Atasi Pandemi yang Tanpa Konsep
Selasa, Juli 20, 2021

On Selasa, Juli 20, 2021

Bukan Covid-19 yang Menakutkan Rakyat, tapi Cara Pemerintah Atasi Pandemi yang Tanpa Konsep
BENTENGSUMBAR.COM - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setahun. Namun angka sebarannya di Indonesia justru makin mengganas.


Sebuah kesimpulan dipetik oleh mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi tentang fenomena yang terjadi di tanah air. 


Bahwa yang paling menakutkan sebenarnya bukan virus corona, tapi pemerintah yang gagal mengantisipasi.


“Memang bukan Covid-19 yang menakutkan masyarakat, tapi cara mereka mengatasi pandemi,” ujarnya, dilansir dari RMOL pada Selasa, 20 Juli 2021.


Adhie mencatat bahwa penanganan Covid-19 selama ini dilakukan tanpa konsep yang jelas. Pemerintah seperti tidak memiliki roadmap bagaimana menangani sebaran hingga akhirnya virus bisa benar-benar menghilang dalam tenggat tertentu.


“Jadi tanpa konsep, tanpa roadmap, tanpa landasan keolmuan dan manajemen krisis yang persis,” tuturnya.


Bahkan yang disayangkan oleh Adhie Massardi, di saat rakyat sedang dilanda kecemasan akan kesehatan dan ekonomi, masih ada pejabat yang berniat mengeruk untung dari pandemi.


“Yang ngeri kok ada pejabat negara kepikiran mau nyari laba dari jualan vaksin? Padahal negara lain hibahkan?” tutupnya.


(*)