Headline

Opini

PADANG

Sports

Headline

Veronica Koman: Maksimal dalam 3 Minggu, Akan Ada Nyawa Melayang Lagi di Papua
Minggu, September 19, 2021

On Minggu, September 19, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Veronica Koman mengatakan bahwa maksimal dalam tiga minggu, akan ada nyawa yang melayang lagi di Papua.

Veronica Koman juga menyinggung bahwa masyarakat Indonesia mungkin hanya akan mendegarnya jika korban yang jatuh bukan orang asli Papua.

“Mungkin Anda hanya akan mendengarnya di media bila korbannya non-OAP, tapi maksimal dalam 3 minggu, akan ada nyawa melayang lagi di Papua,” katanya melalui Twitter pada Minggu, 19 September 2021.

“Tiap-tiap darah sipil, TNI, Polri, dan OPM yang jatuh, adalah akibat inkompetensi Jakarta untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan,” lanjutnya.

Pernyataan Veronica soal akan ada nyawa yang melayang dalam tiga minggu itu lantas menjadi sorotan netizen.

Beberapa netizenn menilai bahwa apa yang dikatakan Veronica Koman itu terdengar seperti rencana.

“‘Maksimal dalam 3 minggu akan ada lagi nyawa melayang di Papua‘ ini terdengar sperti sebuah rencana. Apa maksunya Vero?” kata seorang netizen.

Komentar netizen itu lantas dibalas oleh Veronica Koman yang kembali menekankan bahwa orang hanya mendengar jia bukan orang asli Papua yang menjadi korban.

“Ya soalnya elu cuma denger ketika non-OAP jadi korban,” katanya.

Menurutnya, OAP itu jauh lebih sering jadi korban tapi media nasional sering kali tidak memberitakan.

“Makanya lo ga denger. Konflik Papua memang sudah separah itu, terparah sejak era Suharto,” kata Veronica Koman. (terkini)

Putri Papua Kecam Veronica Koman: Heh iblis! Berapa Banyak Uang yang Kau Dapat dari Memalsukan Cerita HAM di Papua?
Minggu, September 19, 2021

On Minggu, September 19, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Putri Indonesia Intelegensia 2015 asal Papua, Olvah Alhamid mengecam aktivis Hak Asasi Manusia, Veronica Koman atas komentarnya terkait pembunuhan tenaga kesehatan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Olvah Alhamid menyindir berapa banyak uang yang didapatkan Voronica Komas dari memalsukan cerita HAM di Papua.

Ia khususnya mengkritik pernyataan Voronica Koman yang menyinggung bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) kerap memalsukan kronologi berbagai kejadian di Papua.

“Heh iblis! Berapa banyak uang yang kau dapat dari memalsukan cerita HAM di Papua?” katanya pada Sabtu, 18 September 2021, seperti telah diterjemahkan oleh Terkini.id.

Olvah Alhamid meminta Veronica Koman untuk berhenti meremehkan kehidupan orang lain.

Ia menekankan bahwa HAM, khususnya hak untuk hidup, berlaku bagi semua orang di dunia ini, bukan hanya bagi orang Papuan.

“Saya dari Papua dan saya menrntangmu 100%,” tegas perempuan yang bercita-cita menajdi menteri itu.
Tak sampai di sana, Olvah Hamid juga menyindir Veronica Koman yang sibuk berkoar-koar soal HAM, namun diam saat banyak orang yang ditindas, diperkosa dan dibunuh.

“Jangan kau pikir hanya orang Papua yang punya hak hidup di dunia ini. Ingat ya, saya asli Fakfak (Papua Barat) -Sarmi (Papua) dan saya mengutuk kau Veronica Koman DAJJAL!” katanya.

Sebebelumnya, Voronica meminta otoritas untuk menyelidiki lebih jauh soal kasus terbunuhnya seorang suster dalam penyerangan KKB Papua.

“Sangat seting, TNI memalsukan kronologi, termasuk beberapa bulan lalu ketika pendeta di Papua Barat dipaksa mengatakan bahwa OPM melecehkan para gadis,” katanya pada Sabtu, 18 September 2021. (terkini)

Nikita Mirzani Menangis Karena Pesan Terakhir
Minggu, September 19, 2021

On Minggu, September 19, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Aktris Nikita Mirzani menangis karena mendengar lagu Pesan Terakhir yang dinyanyikan Lyodra.

Momen dirinya meneteskan air mata terekam dalam unggahan video di Instagram Story.

"Lagu Pesan Terakhir bisa buat Nyai nangis," ungkap Nikita Mirzani, Sabtu, 18 September 2021.

Presenter Nih Kita Kepo itu mengaku sangat suka dengan lagu Pesan Terakhir.

Menurut Nikita Mirzani, lagu yang diciptakan Mario G Klau itu sepertinya ada hubungan dengan kisah hidupnya.

"Aku suka sama sekali sama lagu," ujar perempuan 35 tahun itu.

Saking suka, Nikita Mirzani menangis setiap kali mendengar lagu Pesan Terakhir yang dinyanyikan Lyodra.

Dia sudah beberapa kali menangis gara-gara mendengar lagu tersebut.
"Didengar berkali-kali dan berkali-kali juga aku nangis," imbuh Nikita Mirzani. (jpnn)

Menggali Akar Permasalahan Diskriminasi Gender di Lingkungan Kerja
Minggu, September 19, 2021

On Minggu, September 19, 2021

DISKRIMINASI gender di lingkungan kerja masih terjadi. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan gaji perempuan yang cenderung lebih rendah dari laki-laki, serta kesempatan perempuan memperoleh pekerjaan dan promosi. Namun, kenapa hal ini bisa terjadi?

Pertama, mari kita berbicara tentang bentuk diskriminasi gender yang masih terjadi di banyak perusahaan. Tak hanya di Indonesia, perbedaan antara gaji perempuan dan laki-laki juga terjadi di negara-negara maju, bahkan di perusahaan raksasa.

Baru-baru ini, misalnya, Google dituntut oleh sekitar 10.800 karyawan perempuannya akibat diskriminasi gender. Google kalah gugatan class action, di pengadilan yang menyatakan bahwa Google melakukan diskriminasi terhadap pekerja kalangan perempuan.

Sebelumnya, Google dituduh membayar gaji lebih rendah untuk karyawan perempuan. Padahal, karyawan lelaki dan perempuan masing-masing memiliki porsi kerja yang sama.

Lalu bagaimana dengan perusahaan di Indonesia? 

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Laporan Perekonomian 2019 mencatat, kesenjangan antara upah laki-laki dan perempuan semakin lebar. Upah untuk pekerja laki-laki lebih tinggi daripada perempuan selama periode 2015 sampai Februari 2019 yang selisihnya mencapai Rp492.200. 

Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, tenaga kerja saat ini didominasi oleh kaum laki-laki. Hanya 53% perempuan usia kerja yang masuk sektor formal. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kaum pria sebanyak 83%. 

Sri Mulyani juga memaparkan, sebesar 55% perempuan bekerja di sektor informal dan Usaha Kecil Mikro (UKM). Tak hanya jumlah partisipasi kerjanya, jumlah gaji yang diterima oleh perempuan dan laki-laki juga berbeda.

Perbedaan gaji antara perempuan dan laki-laki mencapai 23%. Artinya, lanjut Menkeu, perempuan menerima gaji 23% lebih rendah daripada laki-laki.

Akar permasalahan

Laporan BPS sebenarnya sudah menyebutkan bahwa kesenjangan upah antara perempuan dan laki-laki merupakan isu lama akibat adanya anggapan perempuan kurang berkontribusi dalam pekerjaan. 

Selain itu, laporan BPS menyebutkan bahwa perempuan juga cenderung ditempatkan pada posisi yang bernilai rendah. Masalah ini menjadi tantangan bagi perempuan dalam dunia ketenagakerjaan untuk mendapatkan pekerjaan, pendapatan, dan posisi kepemimpinan yang setara.

Sementara itu, Sri Mulyani mengungkapkan beberapa tantangan bagi perempuan dalam berkarier di sektor formal. Di Indonesia, menurutnya, masih ada anggapan bahwa pekerjaan, terutama di sektor formal itu sebagai pekerjaan yang harusnya dilakukan oleh lelaki dan tidak cocok untuk perempuan. 

Persepsi tersebut, menurut Menkeu, perlu diubah sehingga ada kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam pekerjaan. Hambatan lain yang merupakan penghalang dalam hal ini adalah persepsi lain.

Sri Mulyani menyebutkan perempuan kerap dipertanyakan mengapa bekerja di area tertentu yang dianggap kurang cocok untuk mereka. Persepsi ini, lanjut dia, menciptakan penghalang yang tidak perlu bagi banyak perempuan di Indonesia untuk berpartisipasi dalam pasar kerja.

Akar permasalahannya memang terletak pada stigma yang melekat di benak masyarakat secara turun temurun. Karenanya, bias dan diskriminasi masih terjadi bahkan di bawah alam sadar.

Pihak perusahaan sering kali masih terkungkung dengan stigma tersebut. Laki-laki sering kali dianggap lebih kompeten untuk bekerja oleh calon recruiter. Hal ini akan berujung pada kurangnya kesempatan bekerja untuk perempuan.

Selain itu, ada tuntutan dari masyarakat bagi perempuan untuk memilih keluarga, seakan-akan bekerja membuat perempuan tak mampu untuk mengurus keluarga. Apalagi, perempuan kerap mendapat porsi beban pekerjaan rumah tangga yang tak seimbang.

Hal tersebut membuat banyak perempuan yang memilih untuk resign dan mengurus keluarga, atau pindah dan memilih pekerjaan dengan waktu yang lebih fleksibel dengan upah yang lebih kecil.

Memang, secara kultural atau sosial, budaya patriarki masih kental di Indonesia. Perempuan dituntut untuk diam di rumah dan mengasuh anak.

Faktor itu membuat kesempatan perempuan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi menjadi terbatas. Ini pun berdampak pada aspek institusional seperti batasan tingkat pendidikan dan pengalaman kerja, yang semakin mempersulit perempuan mendapat pekerjaan layak.

Permasalahan kembali muncul ketika perempuan memutuskan kembali bekerja setelah memiliki anak dan menyusui. Apabila perempuan resign saat melahirkan dan melamar kerja kembali, kemungkinan baginya untuk dipanggil di sesi interview akan lebih kecil daripada laki-laki atau perempuan yang belum memiliki anak.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mulai mengubah sudut pandang dan mengikis budaya yang mengkerdilkan peran perempuan. Laki-laki dan perempuan seyogyanya memiliki hak dan kewajiban yang setara.

Pekerjaan rumah, termasuk mengasuh anak bukan sepenuhnya tanggung jawab ibu. Orangtua memiliki porsi sama untuk mengasuh anak karena seorang anak tentu membutuhkan sosok ibu dan ayah agar terbentuk pola asuh yang sehat.

Beban rumah tangga tak seharusnya menjadi penghalang bagi perempuan untuk mengembangkan potensinya. Perempuan bersama laki-laki perlu mambangun sikap saling menghargai dan tak mengecilkan peran satu sama lain. (Mela Asthina – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Geram Ulama Tak Berpendidikan Disebut Lebih Berbahaya dari Covid, Christ Wamea: Menjatuhkan Wibawa Ulama
Sabtu, September 18, 2021

On Sabtu, September 18, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Tokoh asal Papua Christ Wamea merasa geram atas pernyataan Dokter asal Amerika Serikat, Faheem Younus yang menyebut ulama tak berpendidikan lebih berbahaya dari virus Covid-19.

Christ Wamea membantah pernyataan itu. Menurutnya, ulama adalah guru bangsa.

Bagi Christ Wamea, pernyataan Faheem Younus telah menjatuhkan wibawa seorang ulama.

"Ulama adalah guru bangsa. Kok orang ini berani sekalai mengatakan  ulama yg tdk bependidikan adlh virus yg lbh berbahaya dr Covid. Ini menjatuhkan wibawa seorang ulama," cuit Christ Wamea melalui akun twitternya @PutraWadapi pada Sabtu, 18 September 2021.

Pada cuitannya itu, Christ Wamea juga menyertakan tangkapan layar pernyataan Faheem Younus.

Sebelumnya, melalui cuitan terbarunya di akun Twitter @faheemyounus, dokter asal Maryland itu menyebut dalam bahasa Indonesia bahwa ada dua virus yang lebih berbahaya dari Covid-19.

"Dua Virus yg lebih berbahaya dari COVID... 1. Politikus serakah; 2.Ulama yang tidak berpendidikan," tulis Faheem Younus, dikutip Jumat, 17 September 2021.

Diduga cuitan ini diposting oleh dr Faheem Younus untuk menanggapi sejumlah insiden yang baru-baru ini terjadi di Indonesia.

Salah satunya, insiden pembakaran masjid Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat pada Jumat, 3 September 2021 lalu.

Dalam sebuah cuitan lainnya, Faheem Younus juga mengingatkan masyarakat Indonesia agar tak terpecah belah karena virus kebencian.

"Indonesia: Tolong jangan biarkan VIRUS kebencian sektarian memecah belah rakyat Anda," cuitnya.

Tak sampai di situ, Faheem Younus juga membagikan salah satu Hadist Riwayat Bukhari yang mengingatkan tentang akhlak.

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlak dan akhlaknya (HR Bukhari)," tutup dia dalam cuitannya.

Laporan: Zamri Yahya

Semua Agama Sama di Mata Tuhan? Ketua MUI Sumbar: Semua Agama Benar, Menurut Manusia Tak Beragama
Sabtu, September 18, 2021

On Sabtu, September 18, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Publik Indonesia dihebohkan oleh pernyataan Panglima Kostrad (Pangkostrad), Letjen TNI Dudung Abdurachman. Pernyataan Letjen Dudung "Semua Agama Sama di Mata Tuhan," menuai sorotan publik lantaran pernyataannya yang dinilai kontroversi.

Para politisi hingga ahli agama pun ikut menyesalkan pernyataan Pernyataan Letjen Dudung tersebut. 

Bahkan, Ketua Majelis Ulama Sumbar Buya Gusrizal Gazahar pun membuat tulisan khusus terkait itu di akun facebook miliknya pada Jumat, 17 September 2021, seperti dilihat BentengSumbar.com pada Sabtu, 18 September 2021.

Berikut tulisan Buya Gusrizal Gazahar:

"Semua Agama Benar, Menurut Manusia Tak Beragama"

Pernyataan semua agama benar, hanyalah pantulan dari pernyataan lama "agama hanyalah candu dan buah dari khayalan".

Ia hadir dengan style baru yang hanya berganti bungkusan.

Tujuan akhirnya tetaplah satu yaitu "tak usah beragama", walaupun diawali dengan narasi rayuan syaithan, "jangan fanatik dalam beragama".

Kenapa kalimat itu adalah pernyataan manusia tak beragama ?

Karena semua agama pasti menolaknya. 

Setiap agama pasti mengajarkan bahwa agamanya lah yang benar dan agama yang lain adalah salah.

Perhatikan dalam setiap ajaran agama ! 
Tentu akan bertemu larangan bagi umatnya untuk berpindah ke agama lain. 

Bila demikian, pemilik ucapan "semua agama benar" itu mau masuk agama mana ?

Kalau dia mau mengatakan meyakini semuanya benar, berarti ia telah mengalami korsleting nalar pada jaringan tegangan tinggi sehingga membuat padam seluruh daya penggerak tangkapan maklumat yang akan diolah akal fikirannya.

Bahkan kaum musyrikin Makkah saja dalam kekufuran mereka, tidak mau meyakini kebenaran selain agama mereka.

Mereka hanya mau berganti sembahan bergilir tahun, tak lebih hanya demi menghentikan dakwah Islamiyyah.

Kalau diamati secara mendalam, pernyataan "semua agama benar" lebih dahsyat kesesatannya dibandingkan tokoh-tokoh kaum musyrikin Makkah (al-Walid Ibn al-Mughirah CS) yang mengajak Nabi saw bersama-sama menyembah tuhan mereka dengan bergiliran tahun, yang akhirnya dijawab oleh Allah swt dengan turunnya surat Al-Kafirun ! 

Laporan: Zamri Yahya

Penting Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi
Sabtu, September 18, 2021

On Sabtu, September 18, 2021

KASUS positif Covid-19 meningkat dari waktu ke waktu, seperti di Indonesia. Jika pandemi Covid-19 terus berlanjut, semua sektor pasti akan terus terkena dampaknya. Seperti di bidang pendidikan, ekonomi, kesejahteraan dan tentunya kesehatan. Setiap orang wajib menjaga kesehatan dirinya sendiri dan kesehatan orang lain, mengikuti prosedur medis, dan memelihara kesehatan jasmani dan rohani.

Covid19 ini bisa menyerang seluruh tubuh, meski kebanyakan orang hanya tahu bahwa virus ini hanya menyerang sistem pernapasan, namun pada kenyataannya virus ini menyerang ke seluruh tubuh yang memiliki reseptor ACE2, dan ini terdapat di mana saja seperti di mata, syaraf, jantung, ginjal, liver, bahkan saluran pencernaan juga.

Mengingat risiko dan bahayanya, penting bagi setiap orang untuk lebih memperhatikan kesehatannya selama pandemi ini. Mengurangi risiko terinfeksi dengan mengurangi paparan virus serta dengan meningkatkan imunitas tubuh. Mengurangi paparan virus itu sendiri adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan. Untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah dengan menerapkan pola hidup sehat yang terdiri dari tiga pilar pengaruh yakni nutrisi yang tepat, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur.

Pola hidup sehat adalah hal yang wajib dilakukan, terutama di masa pandemi. Tentunya dengan mengatur pola hidup sehat dapat membawa banyak manfaat bagi tubuh. Perlunya memperhatikan kebiasaan kecil sehari-hari dan merubahnya agar lebih bermanfaat bagi kesehatan diri sendiri.
Menurut Kotler, pola hidup sehat merupakan gambaran dari aktivitas yang didukung oleh keinginan dan pikiran yang kemudian berinteraksi dengan lingkungan. 

Pola hidup sehat yang diterapkan dapat juga mempengaruhi orang lain, terutama keluarga dan orang-orang sekitar, sehingga akan banyak manfaat yang bisa dirasakan nantinya.

Mungkin dari kalian sudah sering mendengar bahwa orang yang menjalani pola hidup sehat pasti akan terlihat fit dan bugar. Contoh kehidupan nyata dalam hidup adalah orang biasa di zaman dulu yang sampai saat ini masih tetap segar walaupun banyak beraktivitas. Ini karena mereka sering makan makanan segar dan alami tanpa bahan pengawet. 

Pola hidup sehat dapat meningkatkan harapan untuk hidup lebih lama. Manfaat lain yang didapat adalah memperkuat sistem imun tubuh. Sistem imun tubuh dapat mencegah penyakit, termasuk virus Covid19 untuk masuk ke dalam tubuh. 

Sistem imun tubuh memiliki tiga fungsi, yaitu fungsi pelindung, fungsi rumah, dan fungsi pengawasan. Lalu pola hidup sehat juga dapat membuat tubuh kita menjadi lebih semangat, sehingga tubuh akan terus aktif melakukan berbagai aktivitas.

Dilansir dari Help Guide bahwa tubuh meregenerasi sel kulit, otot, dan tulang setiap harinya. Oleh karena itu, nutrisi merupakan sumber penting bagi kebutuhan tubuh. Setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda karena faktor yang berbeda, seperti jenis kelamin, usia, serta aktivitas apa yang sering dikerjakan.

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang direkomendasikan untuk masyarakat Indonesia, dianjurkan pria mengkonsumsi serat sebanyak 28-37 gram per hari. Sedangkan wanita, perlu untuk mengkonsumsi hingga 27-32 gram serat per hari.

Hal yang bisa dilakukan untuk menerapkan pola hidup sehat adalah dengan memperbaiki waktu tidur. Kebanyakan orang kurang tidur karena beberapa alasan. Padahal tubuh tentunya membutuhkan istirahat yang cukup untuk mengembalikan kesegarannya dan dapat menjalankan aktivitasnya. 

Melansir National Sleep Foundation merekomendasikan bahwa orang dewasa muda (18-25 tahun) membutuhkan 7-9 jam tidur per malam. Orang yang tidak cukup tidur dapat berpotensi terkena penyakit yang mengancam jiwa seperti kanker dan penyakit jantung.

Saat ini, kebanyakan orang menghabiskan waktunya untuk melakukan segala aktivitas di dalam rumah, sehingga mengurangi aktivitas fisik. Tampaknya keharusan terhadap rutinitas olahraga harian di rumah akhir-akhir ini sangat diperlukan bukan hanya sekedar "keinginan". 

Olahraga teratur atau aktivitas fisik, bahkan dalam jumlah kecil, dapat membuat perbedaan besar bagi kesehatan tubuh. 

Lakukan olahraga dengan intensitas sedang selama total 150 menit seminggu atau sekitar 20 menit sehari.

Olahraga sedang berarti tubuh sedang bekerja serta pernapasan akan menjadi lebih cepat, dan pasti berkeringat. Olahraga teratur merupakan salah satu tips menjaga kesehatan jantung, karena dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 35%. 

Selain untuk menjaga kesehatan jantung, olahraga teratur juga dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh secara keseluruhan, sehingga dapat menjadi pedoman untuk menjaga kesehatan tubuh saat musim hujan.

Pola hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan mental. Karena banyak tekanan, pikiran bisa menjadi tegang, jadi sangat disarankan untuk berpikir positif. Berpikir positif dapat menenangkan hati kita dan melawan penyakit, bahkan ketika sedang dalam keadaan stres. Jika kita mengubah pola pikir menjadi positif, kesehatan mental juga akan jauh lebih baik. (Hanifa Bastian – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Tips Menjaga Kesehatan Kulit di Era Pandemi
Sabtu, September 18, 2021

On Sabtu, September 18, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pandemi Covid-19 yang sudah hampir menginjak 2 tahun ini, mengubah pola kebiasaan baru yang harus dilakukan untuk kesehatan bersama agar tidak mudah terpapar covid-19. Menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker menjadi aktivitas rutin yang wajib dilakukan ketika keluar rumah.

Namun, penerapan protokol kesehatan ini memicu permasalahan baru. Terlalu sering mencuci tangan menggunakan hand sanitizer dan memakai masker terlalu lama menjadi masalah serius bagi kesehatan kulit.

Dalam prakteknya sehari-hari, tidak bisa dipungkiri dua masalah utama ini sering dikeluhkan yaitu berupa kulit tangan menjadi kasar dan eksim serta jerawat yang timbul pada wajah.

Reaksi pada kulit tangan yang ditimbulkan akibat kontak teru menerus penggunaan sabun, air, maupun hand sanitizer dapat membuat iritasi ringan sampai berat. 

Gejalanya berupa kulit kering, pecah-pecah, bersisik, kulit kemerahan dan terkadang berdarah disertai rasa panas dan gatal. Area yang sering terkontaminasi adalah telapak tangan, punggung tangan, jari-jari dan sela jari, hingga pergelangan tangan. Gejala-gejala ini merupakan gambaran dari dermatitis kontak atau sering disebut dengan eksim.

Ada beberapa bahan aktif yang terkandung dalam produk-produk kebersihan tangan seperti sabun ataupun handsanitizer yang dapat memicu terjadinya reaksi  pada kulit antara lain alcohol, iodophor, chlorhexidine, dan triclosan. Selain itu, terdapat pula penambahan parfum, propylene glycol, parabene, benzalkonium chloride juga dapat memicu reaksi pada kulit.

Ada beberapa tips yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari diera pandemi covid-9 ini untuk mencegah terjadinya eksim pada kulit tangan namun tetap dengan mengutamakan protokol kesehatan, antara lain :

1. Cuci tangan menggunakan air yang mengalir dan sabun yang mengandung pelembab kurang lebih 20 detik dengan disertai gerakan yang lembut pada telapak tangan, jari-jari tangan, punggung tangan dan pergelangan tangan. Hindari pula menggosok tangan terlalu berlebihan.

2. Keringkan menggunakan tisu dan handuk. Bukan denga tisu basah yang mengandung antiseptic maupun parfum.

3. Oleskan pelembab pada area tangan, gunakan secara berulang selepas mencuci tangan ataupun selepas menggunakan handsanitizer. Untuk mencegah terjadinya kekeringan pada kulit.

4. Diusahakan penggunaan hand sanitizer yang mengandung pelembab dan batasi frekuensi penggunaanya hanya pada fasilitas umum yang tidak menyediakan fasilitas air yang mengalir.

5. Sebelum penggunaan sarung tangan, pastikan juga tangan selalu kering. Dan selepas penggunaan sarung tangan, segera cuci tangan lalu keringkan, dan oleskan pelembab segera mungkin.

Permasalahan kedua yang sering dikeluhkan adalah timbulnya jerawat pada kulit wajah akibat penggunaan masker atau lebih dikenal dengan Maskne (Mask Acne). 

Maskne sering terjadi pada penggunaan masker dengan jangka waktu yang lama, sehingga menyebabkan penyumbatan pori-pori oleh minyak pada area kulit wajah, dan kotoran serta make up sehingga memudahkan tumbuhnya bakteri. Jerawat umumnya timbul pada area yang ditutupi masker, seperti hidung, pipi, dan dagu.

Namun, jangan khawatir. Kita tetap bisa menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, namun meminimalisir kulit wajah yang terpapar bakteri hingga menimbulkan jerawat yang menjadi masalah utama pada wanita. Berikut ada beberapa tips untuk mencegah maskne yang dapat diterapkan seperti:

1. Usahakan menggunakan masker yang terbuat dari bahan yang lembut, seperti bahan katun apabila penggunaan masker kain.

2. Mencuci wajah 2-3 kali sehari dengan sabun yang sesuai dengan tipe kulit wajah kalian.

3. Hindari penggunaan makeup yang terlalu berlebihan di area yang tertutupi masker.

4. Menggunakan sunscreen apabila terpapar sinar matahari

5. Jika mencuci masker kain dengan deterjen, pastikan membilasnya hingga sisa detergen itu hilang dan tidak menempel pada kain.

Dan apabila tidak ingin kulit wajah berjerawat, hindari penggunaan masker yang sama. Ketika keluar rumah bawalah 2 atau 3 masker sebagai cadangan. Diusahakan ketika pergantian masker 4 jam sekali, bersihkanlah wajah dengan sabun muka agar bersih dari debu dan kotoran yang menempel sebelumnya.
Selain perawatan dari luar, penting pula kita menerapkan pola hidup sehat untuk merawat kulit kita dari dalam yang bisa kita lakukan di rumah seperti :

1. Perbanyak mengonsumsi banyak air putih, buah dan sayur-sayuran.

2. Kurangi makan-makanan yang berminyak

3. Hindari tidur terlalu malam (begadang)

4. Kurangi stress.

Di masa pandemi yang mengharuskan kita tetap  berada dirumah, tidak membiarkan kulit kita tanpa perawatan. Sebisa mungkin, tetap menjaga kulit agar tetap sehat dengan menjaga pola hidup yang sehat, kebersihan badan, dan pola makan yang teratur.

Jika memang harus keluar rumah, tetap menjaga protokol kesehatan karena itu memang hal yang utama dan menjadi kebiasaan baru saat ini. Walaupun memang ada efek sampingnya, namun bisa diminimalisir dan diobat dengan cara seefektif mungkin agar kulit kita tetap terjaga. (Sri Muldirina – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Dituduh Lempar Barbel ke Jonathan Frizzy, Dhena Devanka: Aku Bukan Atlet
Sabtu, September 18, 2021

On Sabtu, September 18, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Dhena Devanka blak-blakan soal rumah tangganya dengan Jonathan Frizzy yang sudah di ujung tanduk saat jadi bintang tamu Maia Estianty di YouTube MAIA ALELDUL TV.

Ia bahkan mengaku pernikahannya sudah hancur sejak 3 tahun lalu. Bahkan ia menggugat cerai Jonathan Frizzy dan melaporkan adanya KDRT yang ia alami.

"Walaupun berat tapi sudah dipikirkan setahun terakhir inilah (tentang gugatan cerai). Sebenernya terjadinya (pertengkaran) ya dalam mungkin 3 tahun terakhir," ungkap Dhena.

"3 Tahun terakhir tapi cekcoknya dari tahun lalu lah, cekcok parah," imbunya.

Lantas saat Maia menyinggung soal Dhena yang dituduh lempar barbel ke suaminya, ibu 3 anak itu langsung menampik.

"Bukannya diberitakan kamu sampai ngelempar barbel gitu ya?" tanya Maia.

"Masa sih ya? Kayanya badan aku kecil gini ga mungkin deh efeknya begitu, aku kayanya bukan atlet kan?" kata Dhena santai.

Dhena pun menegaskan ia tak pernah melakukan KDRT kepada Jonathan. Menurutnya sebagai seorang ibu, ia tak mungkin melakukan hal tersebut.

"Tapi kamu tidak pernah melakukan KDRT ya?" tanya Maia. "Tidak pernah lah, mau bagaimana pun saya kan ibunya anak-anak ya. Tenaga saya ya segini-segininya lah, gitu lho," jawab Dhena. (matamata)

PDIP Panggil Krisdyanti Setelah Bongkar Gaji Dewan, Warganet: Berarti Benar DPR Habisin APBN Tapi Gak Kerja
Jumat, September 17, 2021

On Jumat, September 17, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Sikap dak keberanian anggota DPR RI sekaligus salah satu penyanyi diva Indonesia, Krisdayanti yang buka-bukaan soal gaji dan tunjangan sebagai legislator menuai pujian publik.

Meski karena pernyataannya di YouTube Akbar Faisal itu, istri dari Raul Lemos itu kini dipanggil oleh partainya untuk meluruskannya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Utut Adianto membenarkan pemanggilan Krisdyanti kemarin.

“Diundang ketua dan sekretaris fraksi untuk diskusi terkait pernyataan yang viral dan dianggap publik menyudutkan DPR,” kata Utut dikuitp Fajar.co.id dari Tempo, Kamis, 16 September 2021.

Respons PDIP itu pun mendapat sorotan dari warganet atau netizen. Banyak yang mencibir tindakan PDIP itu.

Netizen mengatakan harusnya semua gaji dan tunjangan DPR RI dibuka ke publik. Tujuannya agar rakyat tahu kinerja dan apa yang didapat wakil mereka di DPR.

“@KrisDayantiRL sudah benar, bahwa rakyat mesti tahu apa saja yang diterima anggota dewan dan pejabat karena semua itu dari uang rakyat.

@PDI_Perjuangan risih? Berarti dugaan rakyat selama ini benar, bahwa DPR habisin APBN tapi gak kerja,” tulisborjuis zuhud di akun Twitternya @anditoaja, Jumat, 17 September 2021.

Warganet lainnya, yang juga mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur Adhie M Massardi ikut mengungkit soal Kridayanti.

“KD EFFECT▪︎kepolosan Krisdayanti soal uang yg didapat sbg anggota DPR yg banyak banget itu bikin Senayan wabil khusus bapak2nya pada senewen. ▪︎di rumah diinterograsi istri, rekening dibongkar, dan lalu muncul gerakan Follow the Money. Uang yg banyak itu ngalir ke mana saja?,” ungkapnya. (Fajar)

Fraksi PKS DPRD Sumbar Takut "Mahyeldi Tersangka" Minta Hak Angket Tidak Berlanjut
Jumat, September 17, 2021

On Jumat, September 17, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Fraksi PKS di DPRD Sumatera Barat nampaknya takut kalau proses pemeriksaan Mahyeldi menyangkut "surat sakti" berlanjut di pihak Kepolisian atau penyidik lainnya.

Ketika paripurna mendengar nota pengantar KUPA-PPAS, Budiman salah seorang anggota fraksi PKS melakukan instrupsi, namun tidak seorang-pun merespon, dan paripurna tetap berlanjut tanpa memperdulikan instrupsi tersebut.

"Instrupsi, kami fraksi PKS menolak adanya hak  angket, untuk apa kita DPRD mengurus hal-hal sepele seperti ini," ucap Budiman, di ruang sidang Paripurna, Jumat, 17 September 2021.

Dia juga mengatakan, kalau "surat sakti" meminta sumbangan pembuatan buku, yang saat ini viral diperbincangkan semua kalangan di Sumatera Barat, merupakan hal sepele.

Sementara itu, ketua fraksi Gerindra Hidayat mengatakan, hak angket yang dilakukan DPRD Sumbar untuk memberikan penjelasan pada publik, agar tidak menjadi bola liar dan membuat resah.

Hidayat juga mengatakan, fraksi-nya akan mendukung secara penuh dari sisi politik, agar penyidikan ini terus berlanjut, karena ada indikasi pelanggaran undang-undang tindak pidana korupsi, khususnya pasal 3.

"Kita akan terus lanjutkan hak angket, karena menilai ada pelanggaran UU Tipikor, fraksi kami juga akan mendukung penyidik terus malakukan pemeriksaan sampai tuntas," tegas Hidayat.

Dia juga menegaskan, jika ada yang menganggap hal ini sepele, itu merupakan hak orang tersebut, namun sebagai salah seorang pengusung hak angket, Hidayat menilai ini amat serius untuk dilakukan pengusutan agar tidak menjadi bola liar.

"Itu hak mereka mengatakan masalah sepele, tapi kami menilai ini serius dan jangan dianggap sepele, karena jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk kekuasaan di negri kita tercinta," tegas Dayat lagi.

Pada saat instrupsi dan diabaikan, Budiman tampak merasa kesal, karena tidak berapa lama paripurna ditutup, semua peserta bubar untuk melakukan pembahasan lain, berkaitan dengan tanggapan fraksi-fraksi terhadap nota pengantar KUPA-PPAS gubernur Sumbar.

Laporan: Novrianto Ucoxs

Polemik Video Santri Menutup Kuping, Pengamat: Budaya Digital Membuat Kita Kian Reaktif
Jumat, September 17, 2021

On Jumat, September 17, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pro dan kontra terkait video yang merekam para santri menutup telinga saat musik terdengar masih terus berlanjut. Sebelumnya diketahui sejumlah santri itu sedang mengantri untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

Pengamat media sosial Institute for Digital Democracy (IDD) Bambang Arianto, turut memberikan komentar, menurutnya pro dan kontra ini kian membuktikan budaya digital telah membuat seseorang menjadi generasi reaktif.

"Kita belum tahu duduk persoalanya, tapi kita sudah langsung memvonis. Padahal yang mengunggah video pun belum tentu tahu maksud dan tujuan, mengapa para santri harus menutup telinga ketika musik terdengar," ujarnya kepada BentengSumbar.com, Jumat, 17 September 2021.

Padahal, sebenarnya sangat wajar ketika seorang santri yang memang dituntut untuk memperbanyak hafalan kemudian harus menutup telinganya ketika ada suara lain yang menggangu.

"Apalagi dunia santri memang memiliki kultur yang berbeda dan tidak banyak diketahui oleh publik. Artinya, ini pilihan masing-masing. Jadi tidak usah lebay dan mudah menyebut seseorang dengan hal yang tidak pantas apalagi dengan sebutan radikal," katanya.

"Fenomena pro dan kontra ini terjadi diakibatkan masyarakat kita masih gagap dalam menghadapi transformasi budaya dari yang konvensional menuju digital," lanjutnya.

Padahal, budaya digital tentu akan menciptakan sisi negatif juga seperti generasi yang berwatak reaktif.

"Sikap reaktif, akan membuat kita terdorong untuk cepat memvonis apa yang kita lihat tanpa kita mengetahui seluk beluk permasalahannya," terangnya.

Artinya, sikap reaktif ini akan membuat seseorang lebih cenderung mengedepankan emosi ketimbang rasionalitas.

"Maka dari itu mengapa banyak video settingan atau prank yang kemudian banyak beredar luas dan juga viral. Sebut saja, baru-baru ini ada video pasangan Gancet yang kemudian kita cepat mempercayai, padahal itukan konten prank atau settingan. Bahkan, banyak pula konten-konten yang memang dibuat untuk pengalihan isu atau istilahnya konten “umpan”," katanya.

"Jadi pesan saya kepada warganet Indonesia, ketika menerima konten media sosial cobalah bersabar untuk tidak cepat memvonis dan kedepankan langkah verifikasi," pungkasnya. (by)

Kenang Mirdad Digugat Cerai karena Masalah Ekonomi, Pengacara Ungkap Fakta
Jumat, September 17, 2021

On Jumat, September 17, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Kenang Mirdad digugat cerai oleh Tyna Kanna di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Berbagai rumor pun muncul dalam rumah tangga mereka termasuk mengenai ekonomi. 

Sebelum menggugat cerai, Tyna Kanna juga ramai dituduh selingkuh dari Kenang Mirdad. Rumah tangga yang mereka bina selama 12 tahun itu pun terancam kandas.

Selain selingkuh, isu lain juga menyebutkan bahwa Kenang Mirdad tengah kesulitan dalam berbisnis. Masalah ekonomi pun diduga menjadi salah satu permasalahan rumah tangga keduanya.

"Perlu saya sampaikan, klien kami secara ekonomi dalam memenuhi nafkah keluarga sangat baik. Artinya, bisnis berjalan baik," ungkap kuasa hukumnya, Zikri Muhammad Luthfi, SH.

Zikri Muhammad juga menyebut, Kenang Mirdad punya beberapa bisnis yang saat ini berjalan dengan baik. Ia menegaskan Kenang Mirdad masih sanggup menafkahi keluarga.

"Klien kami pengusaha, bisnis IT yang memang sudah diketahui umum. Kondisi klien kami sampai detik ini masih sangat baik, masih sanggup menafkahi seluruhnya. Berita mengenai kesulitan ekonomi nggak benar," tegasnya.

Selain masalah ekonomi, isu KDRT pun turut muncul. Meski hal tersebut langsung dibantah oleh pihak Kenang Mirdad.

"Jadi artinya, klien kami keberatan dengan adanya isu kekerasan. Jadi bisa dibuktikan selama 12 tahun ini jauh dari pemberitaan negatif. Klien kami belum pernah dilaporkan melakukan KDRT, belum ada laporan," ungkap Zikri Muhammad Luthfi.

"Kenang dibesarkan oleh kedua orangtua yang lembut, sangat baik dan penyayang. Mustahil isu KDRT itu terjadi dalam rumah tangga."

Kenang Mirdad sempat kaget saat digugat cerai oleh sang istri. Sidang cerai perdana Kenang Mirdad dan Tyna Kanna akan digelar pada 21 September 2021. (Insertlive)

Tokoh Tionghoa Berani Jamin Anies Tak Korupsi, Refly Harun: Kalo Dia Korupsi, Saya Bakal Kecewa
Jumat, September 17, 2021

On Jumat, September 17, 2021

Tokoh Tionghoa Berani Jamin Anies Tak Korupsi, Refly Harun: Kalo Dia Korupsi, Saya Bakal Kecewa
BENTENGSUMBAR.COM - Tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma membeberkan awal mula dirinya menjadi pendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


Menurutnya, hal itu bermula dari perbedaan sikap antara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Anies Baswedan dalam memperlakukan warga DKI Jakarta.


“Ahok itu omongannya suka nyakitin rakyat. Dari situ saya kumpul sama temen-temen buat lawan Ahok,” ujar Lieus Sungkharisma, seperti dikutip Galamedia dari kanal YouTube Refly Harun, Kamis, 16 September 2021.


Sontak, ahli hukum tata negara, Refly Harun pun langsung memberikan pertanyaan terkait dukungan Lieus Sungkharisma terhadap Anies Baswedan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.


“Termasuk juga waktu Pilgub DKI 2017 berada di kubu Anies Baswedan kan?,” tanya Refly Harun.


“Iya Anies Baswedan. Saya gak nyesel dukung Anies Baswedan. Biarlah dia bekerja dan kita melihat. Kalo dia gak bener baru kita kritik,” jawab Lieus Sungkharisma.


Di sisi lain, Lieus Sungkharisma juga mengaku tidak habis pikir dengan sikap segelintir pihak yang secara sporadis menyalahkan setiap apa yang dilakukan Anies Baswedan.


“Setiap dilakuin Anies Baswedan pasti aja salah, padahal biarin dulu aja dia bekerja,” ungkapnya.


Terlepas dari semua, ia merasa yakin jika Anies Baswedan tidak akan menodai tangannya dengan tindak pidana korupsi.


“Yakin Anies Baswedan korupsi?,” tanya Refly Harun.


“Saya rasa Anies Baswedan itu orangnya terlalu baik. Saya nilai Anies Baswedan itu tipe orang yang enggak ngiler sama duit,” jawab Lieus Sungkharisma.


“Saya ngomong gini karena Anies Baswedan itu satu angkatan sama saya di UGM. Kalo Anies Baswedan itu korupsi, saya terus terang bakal kecewa,” kata Refly Harun.


“Jelaslah. Kalo Anies Baswedan korupsi, pasti saya langsung demo,” tegas Lieus Sungkharisma. (Galamedia)

Fraksi PDIP Panggil Krisdayanti Setelah Blak-blakan Gaji Anggota DPR
Kamis, September 16, 2021

On Kamis, September 16, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Fraksi PDIP Dewan Perwakilan Rakyat memanggil kadernya, Krisdayanti, atas pernyataan ihwal gaji anggota DPR.

Krisdayanti diminta untuk menemui Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Utut Adianto dan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR Bambang Wuryanto.

"Diundang ketua dan sekretaris fraksi untuk diskusi terkait pernyataan yang viral dan dianggap publik menyudutkan DPR," kata Utut kepada Tempo, Kamis, 17 September 2021.

Sebelumnya, Krisdayanti blak-blakan bicara soal besaran gaji anggota DPR. Lewat kanal Youtube Akbar Faisal, politikus berlatar penyanyi kondang ini mengaku menerima gaji di awal bulan sebesar Rp 16 juta.

Ia juga mengaku menerima tunjangan sebesar Rp 59 juta yang diterima lima hari setelah mendapat gaji pokok.

Selain itu, Krisdayanti menyebutkan anggota DPR mendapatkan dana aspirasi Rp 450 juta yang diterima lima kali setahun. Ada pula dana kunjungan daerah pemilihan atau dana reses sebesar Rp 140 juta.

Utut mengatakan pernyataan itu benar. Namun sebagai politikus, kata dia, Krisdayanti mestinya tak menyampaikan pernyataan yang bisa memicu kegaduhan. 

"Dari sisi politisi dia harus menekan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan," kata anggota Komisi I DPR ini.

Di sisi lain, Utut melanjutkan, pimpinan Fraksi PDI Perjuangan menekankan agar Krisdayanti tetap kritis dan menjalankan fungsi anggota Dewan sebaik-baiknya. 

Ia meminta Krisdayanti tak mengubah karakter kritis tersebut.

"Bukan teguran, hanya diskusi. Dia perlu memperbaiki komunikasi publik untuk mencegah mispersepsi," ujar Utut.

Krisdayanti dipanggil pada pukul 11.11 WIB hari ini. Diskusi itu berlangsung selama sekitar satu jam. 

Menurut Utut, Krisdayanti juga meminta maaf lantaran telah merepotkan banyak pihak. 

"Mbak KD kan orang yang sangat sincere, tulus. Ketika diundang saja sudah minta maaf merepotkan banyak pihak. Kami tidak dalam posisi menyalahkan," kata Utut. (Tempo)