Opini

PARLEMEN

Sports

HUKRIM

2 Tersangka Kasus Unlawful Killing Laskar FPI Masih Jadi Polisi, Belum Dipecat
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

2 Tersangka Kasus Unlawful Killing Laskar FPI Masih Jadi Polisi, Belum Dipecat
BENTENGSUMBAR.COM - Mabes Polri menyebut belum ada proses pemecatan terhadap dua anggota Polda Metro Jaya yang menjadi tersangka kasus pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat laskar FPI. Sejauh ini, kedua tersangka tersebut masih terdaftar sebagai anggota polisi.


Hal tersebut diungkapkan oleh Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan. Kombes Ramadhan menyebut belum ada proses pemecatan terhadap dua tersangka dalam kasus ini.


"Status masih anggota. Jadi proses anggota tersebut tentunya akan melalui proses. Sampai sejauh ini masih anggota Polri," kata Kombes Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 14 April 2021.


Kombes Ramadhan menyebut kemungkinan besar kedua tersangka itu akan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai polisi. Proses pemecatan sendiri akan dilakukan melalui sidang etik kepolisian.


"Ya mungkin karena tersangka tentunya bukan dinonaktifkan tapi sementara masih dalam proses, dalam pemeriksaan," beber Ramadhan.


Seperti diketahui, pasca aksi baku tembak antara laskar FPI dengan anggota Polda Metro Jaya, terdapat empat laskar yang sebelumnya masih hidup saat berhasil diamankan oleh polisi. Namun, pada akhirnya keempat laskar tersebut ikut tewas menyusul dua rekannya yang tewas akibat baku tembak.


Baca juga: Cewek Tak Pernah Menstruasi hingga Usia 18 Tahun, Datang ke Dokter, Hasilnya Bikin Kaget


Dugaan unlawful killing pun mulai menguak di kasus ini. Terkini, Bareskrim Polri sendiri sudah menetapkan tiga oknum polisi sebagai tersangka dalam kasus ini.


Satu dari ketiga tersangka diketahui sudah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Karena sudah tutup usia, Polri menghentikan penyidikan satu tersangka itu dalam kasus ini. 


(*)

Menegangkan! Begini Detik-detik KKB Tembak Mati Tukang Ojek di Papua
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

Menegangkan! Begini Detik-detik KKB Tembak Mati Tukang Ojek di Papua
BENTENGSUMBAR.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi teror dengan menembak mati tukang ojek di Kampung Eromaga, Kabupaten Puncak, Papua. 


Polda Papua pun membeberkan kronologi penembakan tersebut.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan insiden itu berlangsung siang hari tadi usai korban mengantar penumpangnya.


"Pukul 13.59 WIT, bertempat di Kampung Eromanga, Kabupaten Puncak, telah terjadi kasus penembakan terhadap tukang ojek atas nama Udin (41) yang dilakukan oleh KKB," kata Kombes Kamal dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu, 14 April 2021.


Pelaku penembakan itu sendiri belum diketahui berjumlah berapa orang. Korban terkena tembakan hingga tewas di tempat.


Lebih jauh Kamal menyebut pada pukul 14.19 WIT, personel TNI-Polri mendatangi area TKP. Petugas pun langsung mengevakuasi korban.


"Pukul 14.19 WIT, tim gabungan tiba di TKP, selanjutnya tim mengevakuasi korban ke Puskesmas Ilaga menggunakan mobil ambulans. Pukul 14.35 WIT, korban tiba di Puskesmas Ilaga selanjutnya dilakukan visum," beber Kamal.


Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Sedangkan Satgas Nemangkawi saat ini masih memburu para KKB yang baru saja menebar teror ke masyarakat.


(*)

Lagi, Densus 88 Tangkap 6 Terduga Teroris Bom Makassar Kelompok Villa Mutiara
Selasa, April 13, 2021

On Selasa, April 13, 2021

Lagi, Densus 88 Tangkap 6 Terduga Teroris Bom Makassar Kelompok Villa Mutiara
BENTENGSUMBAR.COM - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap 6 terduga teroris anggota kelompok Vila Mutiara. Kelompok ini diduga terlibat dengan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).


"Kelompok Villa Mutiara pada hari ini 13 April 2021, Densus amankan lagi 6 terduga teroris. Ini merupakan kelompok Villa Mutiara di Makassar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa, 13 April 2021. 


Adapun keenam terduga teroris tersebut berinisial J, D, MS, S alias AL, W dan S. Belum diketahui rinci sejauh mana keterlibatan mereka dalam aksi teror yang dilakukan oleh L dan YSF. 


Menurut Rusdi, pihak Detasemen berlambang burung hantu itu masih terus melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak yang disinyalir memiliki keterlibatan pada aksi teror pasangan suami istri tersebut.  


"Densus terus mencegah aksi terorisme di Tanah Air," ujar Rusdi. 


Kelompok Villa Mutiara diketahui adalah kelompok kajian dan tempat yang dijadikan pertemuan orang-orang yang berafiliasi kepada jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).


Dari 24 orang yang ditangkap, Densus telah menciduk W yang merupakan otak dari kejadian teror ini. 


Ia berperan sebagai perakit atau pembuat bom yang dibawa pengantin yakni L dan YSF ke Gereja Katedral Makassar.


Source: Okezone.com

Dituntut Tujuh Tahun, Kades Ngaku Tilep Dana BLT Buat Main Perempuan dan Judi Togel
Selasa, April 13, 2021

On Selasa, April 13, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Desa atau Kades Sukowarno, Kecamatan Sukakarya, Musi Rawas Askari (43) dituntut tujuh tahun karena menyalahgunakan bantuan covid 19 untuk keperluan pribadinya.

Dalam sidang dengan agenda tuntutan, Askari menyatakan uang bantuan dana desa itu dipergunakan untuk perempuan selingkuhan, main judi togel dan membayar hutang.

Kades Sukawarno menjadi pesakitan akibat ulahnya menyelewengkan dana bantuan langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) senilai Rp.187.200.000.

Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Willy Ade Chaidir melalui Kasi Pidsus Yuriza Antoni mengatakan sidang tuntutan sudah berlangsung Senin, 12 April 2021.

Terdakwa dituntut dalam pasal 2 ayat 1 undang-undang (UU) nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi.

“Terdakwa kita tuntut 7 tahun denda Rp200 juta dan subsider tiga bulan,”kata Kasi Pidsus Yuriza Antoni kepada wartawan.

Terdakwa juga dituntut agar membayar uang pengganti sebesar kurang lebih Rp.187.200.000 dan jika terdakwa tidak membayar, terdakwa wajib menjalani kurungan penjara selama dua tahun enam bulan.

Dijelaskan Yuriza, hal yang memberatkan terdakwa ini bahwa dana desa hasil korupsi tersebut, digunakannya untuk bermain judi, bermain perempuan dan membayar hutang.

Dijelaskan ia, dengan tuntutan yang dijatuhkan penuntut umum, terdakwa di persidangan akan mengajukan pembelaan (Pledoi).

“Agenda sidang minggu depan agendanya pembelaan,” pungkas dia.

Seperti diketahui tersangka dijebloskan ke penjara lantaran diduga terlibat perkara penyelewengan dana bantuan covid dana desa.

Dana tersebut diberikan kepada masyarakat desa Covid 19 sebanyak 156 Kepala Keluarga (KK), dimana setiap KK mendapatkan dana senilai Rp 600.000.

Hal tersebut dibenarkan, Kapolres Mura, AKBP Efrannedy didampingi Kabag Ops, Kompol Feby Febriana dan Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan serta Kanit Tipidkor, Ipda Marliansyah, saat Press Release didepan Mapolres Mura, Selasa, 12 April 2021.

Berdasarkan Laporan Polisi LP/A-79/IX/2020/Sumsel/Res Mura/. Tersangka, Askari Kades Sukowarno, kami tangkap, karena terlibat perkara korupsi,” kata Kapolres. 

(*)

2 YouTuber Pengunggah Video 'Polisi Nunggak Pajak' Divonis 8 Bulan Penjara
Selasa, April 13, 2021

On Selasa, April 13, 2021

2 YouTuber Pengunggah Video 'Polisi Nunggak Pajak' Divonis 8 Bulan Penjara
BENTENGSUMBAR.COM - Dua YouTuber di Medan yang mengunggah video polisi nunggak pajak divonis hukuman penjara 8 bulan penjara.


Kedua terdakwa melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE). Keduanya adalah Joniar M. Nainggolan dan Benni Eduward Hasibuan.


Putusan kedua terdakwa dibacakan majelis hakim yang diketuai oleh Aimafni Arli, di Cakra IV Pengadilan Negeri Medan, Senin, 12 April 2021.


"Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa I Joniar M. Nainggolan dan Terdakwa II Benni Eduward Hsb dengan pidana penjara selama 8 bulan dikurangi selama kedua terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah tetap ditahan," kata majelis hakim dalam amar putusannya.


Majelis hakim menyatakan, keduanya terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan / atau mentransmisikan dan / atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan / atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik.


Hal ini diatur dan diancam pidan melanggar Pasal 45 ayat 3 dari UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dalam Dakwaan Alternatif Kedua.


Putusan yang dijatuhkan sama dengan tuntutan yang diajukan oleh JPU Chandra Naibaho dalam persidangan sebelumnya. Menyikapi vonis ini, terdakwa maupun JPU masih menyatakan pikir-pikir.


Dalam dakwaan JPU, kedua YouTuber ini terjerat kasus hukum berawal pada hari Selasa tanggal 11 Agustus 2020 terdakwa I Joniar M. Nainggolan menghubungi terdakwa II Benni Eduward Hsb untuk berkeliling melihat aktifitas di seputaran Samsat Putri Hijau Medan


Terdakwa I dan terdakwa II sepakat bertemu di depan jalan kantor Samsat Putri Hijau Medan.


Sesampainya di kantor Samsat Putri Hijau Medan, terdakwa I mencoba mengecek kendaraan mobil yang terpakir di belakang kantor Samsat Putri Hijau Medan dengan menggunakan pengecekan telkomsel.


"Pada saat itu terdakwa I dan terdakwa II menemukan beberapa kendaraan yang menunggak pajak dan ada beberapa kendaraan tidak ditemukan datanya dan ada juga beberapa kendaraan yang diduga bodong, maka melihat hal itu timbul inisiatif terdakwa I dan terdakwa II untuk membuat live youtube lalu terdakwa I dan terdakwa II langsung live youtube dengan menggunakan akun youtube terdakwa I bernama Joniar News Pekan dengan judul awal “Sidak di Samsat”.


"Selanjutnya terdakwa I dan terdakwa II langsung live di media sosial youtube dengan berkeliling seputaran kantor Samsat Putri Hijau Medan dan pada saat live youtube tersebut, terdakwa I dan terdakwa II ada menyebutkan beberapa kendaraan dan plat polisi mobil yang terpakir dibelakang, samping dan depan kantor Samsat Putri Hijau Medan dimana pada saat live youtube pada durasi awal 00.01, terdakwa II mengatakan bahwa masih banyak oknum yang menggunakan kendaraan bodong. Kemudian pada durasi 02.00 terdakwa mengatakan mereka bertugas di Dit Lantas tapi tidak taat pajak," beber JPU.


(*)

Kapolri: Kita Semua Cinta Papua, Tindak Tegas Para Pengganggu!
Selasa, April 13, 2021

On Selasa, April 13, 2021

Kapolri: Kita Semua Cinta Papua, Tindak Tegas Para Pengganggu!
BENTENGSUMBAR.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Satgas Operasi Nemangkawi untuk selalu menjaga wilayah Papua dengan bersinergi. Menurutnya, seluruh bangsa mencintai Papua sehingga wilayah itu perlu dijaga.


"Selalu solid dan selalu sinergi untuk menjaga wilayah kita yang tercinta berada di ujung timur, yakinkan bahwa kita semua cinta Papua," ujar Sigit saat melakukan telekonferensi dengan Satgas Nemangkawi dalam acara peluncuran Polri TV di Mabes Polri, Senin, 12 April 2021.


Sigit menjelaskan, siapa pun yang mengganggu situasi kamtibmas di Papua bakal ditindak secara tegas. Dia yakin Satgas Operasi Nemangkawi mampu meyakinkan masyarakat Papua kalau mereka dicintai seluruh bangsa.


"Yakinkan kepada masyarakat sehingga pendekatan soft approach terus dilakukan. Walaupun terhadap gangguan kamtibmas, kemudian membahayakan jiwa, maka lakukan tindakan hukum secara terukur dan tegas. Dan saya yakin rekan-rekan mampu memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat Papua bahwa kita semua cinta Papua," tuturnya.


Sementara itu, Kasatgas Nemangkawi Brigjen Roycke Harry Langie menyatakan pihaknya selalu mengedepankan sinergitas. Roycke menjamin situasi Papua kondusif.


"Kami di sini selalu kedepankan sinergitas dalam tiap kegiatan operasi sehingga kami jamin wilayah Papua dan Papua Barat tercipta keamanan kondusif. Kami laporkan kepada Kapolri bahwa Operasi Nemangkawi sudah berlangsung sebanyak 5 kali dan ini tahap 1 di 2021, pasukan berjumlah 1.186," jelas Roycke pada kesempatan yang sama.


Selain itu, Roycke melaporkan seluruh pasukan yang tergabung ke dalam Operasi Nemangkawi sudah menjalani vaksinasi COVID-19. Seluruh pasukan disebar di beberapa wilayah di Papua, dari Mimika hingga Ilaga.


"Dan semuanya sudah divaksin sehingga komposisi pasukan dalam keadaan prima. Dan kami menggelar semua pasukan ini ke beberapa wilayah yang kami sebut zona mini, yaitu Mimika, Intan Jaya, Beoga, dan Ilaga," terangnya.


"Pasca-penembakan di Beoga yang akibatkan 2 guru meninggal dunia, atas nama korban pertama Oktovianus dan korban kedua adalah Yonatan. Situasi di Ilaga dan Beoga sudah kami kuasai dan seluruh kegiatan bisa berangsur-angsur berlangsung dengan normal," tutup Roycke.


Sebelumnya, dua guru di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, ditembak mati kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri memerintahkan jajarannya mengevakuasi warga ke Timika.


Proses evakuasi terpaksa dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi warga dari ancaman kelompok kriminal bersenjata. Pasalnya, beberapa warga ketakutan dan trauma karena aksi teror KKB.


Kemudian, kemarin malam KKB juga berulah dengan membakar helikopter yang sedang parkir. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran.


Source: detikcom

Djoko Tjandra Banding atas Vonis 4,5 Tahun Penjara
Selasa, April 13, 2021

On Selasa, April 13, 2021

Djoko Tjandra Banding atas Vonis 4,5 Tahun Penjara
BENTENGSUMBAR.COM - Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra mengajukan banding atas vonis 4,5 tahun penjara terkait kasus suap red notice dan fatwa Mahkamah Agung (MA). Djoko Tjandra keberatan atas vonis itu.


"(Perkara) Tipikor banding," ujar pengacara Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo, saat dikonfirmasi, Senin, 12 April 2021.


Soesilo mengatakan pihaknya juga mengajukan keberatan atas vonis surat jalan palsu Djoko Tjandra. Saat ini, tahapan kasus itu sudah di kasasi.


"Perkara yang Timur (Pengadilan Negeri Jakarta Timur), kami kasasi," kata Soesilo.


Soesilo menilai hukuman bagi Djoko Tjandra terlalu berat. Soesilo menyinggung usia Djoko Tjandra yang sudah menginjak 70 tahun.


"Tentu karena ini terpisah, perkara ini akan ditambah karena ini kumulatif. Ini sangat berat sebenarnya untuk Pak Djoko karena usia 70, dan Pak Djoko sebenarnya ingin ke Indonesia itu ingin membangun Indonesia. Ini tentu berbagai pemikiran beliau, itu pikirkan, tetapi justru mendapat tiga putusan," ujar Soesilo seusai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin, 5 April 2021.


Sebelumnya, Djoko Tjandra divonis 4,5 tahun terkait kasus suap red notice dan fatwa Mahkamah Agung (MA) di Pengadilan Tipikor Jakarta. Kasus itu menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari dan dua jenderal polisi, yaitu Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo.


Hakim mengatakan Djoko Tjandra memberi uang ke Irjen Napoleon Bonaparte senilai SGD 200 ribu dan USD 370 ribu, dan Brigjen Prasetijo Utomo USD 100 ribu melalui Tommy Sumardi. Selain itu, USD 500 ribu ke Pinangki Sirna Malasari melalui Andi Irfan Jaya.


Hakim mengungkapkan pemberian uang itu dimaksudkan agar Pinangki selaku jaksa saat itu membantu urusannya yaitu terkait pengajuan fatwa MA agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi ketika masuk ke Indonesia. Perbuatan Pinangki ini dibantu oleh Andi Irfan Jaya.


Selain itu, tujuan memberikan uang ke Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo agar keduanya membantu penghapusan DPO Djoko Tjandra di imigrasi. Djoko Tjandra berharap bisa bebas masuk ke Indonesia.


Diketahui, perkara yang menjerat Djoko Tjandra selain red notice dan fatwa MA yakni perkara cessie Bank Bali, Djoko dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 15 juta subsider 3 bulan kurungan di tingkat PK. Kemudian, Djoko Tjandra divonis pidana 2,5 tahun penjara karena dinyatakan hakim bersalah dalam kasus surat jalan palsu. Djoko Tjandra dinyatakan hakim turut terlibat dalam merekayasa surat jalan ini demi masuk ke Indonesia.


Source: detikcom

KKB Bakar Helikopter di Bandara Ilaga Papua, Sempat Baku Tembak dengan TNI
Selasa, April 13, 2021

On Selasa, April 13, 2021

KKB Bakar Helikopter di Bandara Ilaga Papua, Sempat Baku Tembak dengan TNI
BENTENGSUMBAR.COM - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali beraksi di Papua. Kali ini, KKB membakar sebuah helikopter yang sedang parkir di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua semalam.


"Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) semakin brutal di Papua. Pada Minggu (11/4), pukul 20.20 WIT, KKB pun melakukan pembakaran terhadap helikopter Cooper yang terparkir di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua," ujar Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudusy melalui keterangan tertulis, Senin, 12 April 2021.


Berdasarkan foto yang diterima detikcom, helikopter yang dibakar KKB berwarna putih. Helikopter itu tampak bolong di bagian depan hingga menembus ke dalamnya.


Akibat dari pembakaran itu, Iqbal mengatakan kontak tembak tak terhindarkan. Personel TNI-Polri disebut terlibat baku tembak dengan anggota KKB.


"Hal ini mengakibatkan terjadinya baku tembak antara KKB dan personel TNI-Polri," ucapnya.


Sampai saat ini, lanjut Iqbal, TNI-Polri masih mengejar pelaku pembakaran helikopter tersebut. Aparat pun sudah mengetahui kelompok KKB mana yang melakukan penembakan dan pembakaran itu.


"Pasukan TNI-Polri hingga saat ini terus mengejar KKB yang melakukan aksi penembakan serta pembakaran tersebut," kata Iqbal.


"Aparat keamanan TNI-Polri telah mengetahui KKB yang melakukan aksi brutal antara lain yakni Prenggen Telenggen, Abu Bakar Kogoya, Lerymayu Telenggen, dan Numbuk Telenggen," tutupnya.


Source: detikcom

Tim Gabungan Grebek Kampung Narkoba Tangga Buntung, 1,5 Kg Sabu Diamankan
Senin, April 12, 2021

On Senin, April 12, 2021

Tim Gabungan Grebek Kampung Narkoba Tangga Buntung, 1,5 Kg Sabu Diamankan
BENTENGSUMBAR.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel bersama Polrestabes Palembang dan Polairud membersihkan kampung yang diduga kuat sebagai tempat kegiatan narkoba di Jalan M Kadir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, Minggu, 11 April 2021.


Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri didampingi Kapolrestabes Palembang, Kombes Irvan Satyaputra mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan atas informasi dari masyarakat.


“Berkat informasi ini, kami berhasil mengamankan 59 laki-laki dan enam perempuan dengan barang bukti berupa mercon, senjata tajam (Sajam), ponsel, cuka parah, dan sabu 1,5 kg,” ujar Kapolda Sumsel.


Eko menjelaskan, kegiatan ini sudah cukup lama dan meresahkan. “Sudah ada laporan mengenai hal ini sehingga kita sikat dengan memeranginya. Alhasil, puluhan orang kita amankan dalam kegiatan memerangi narkoba ini, ” katanya.


Eko berharap ini tidak akan terjadi lagi. Oleh karena itu, ia meminta agar bersama-sama untuk memerangi narkoba.


“Kita tidak dapat memerangi narkoba sendirian sehingga kita berharap bantuan masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba,” jelasnya.


Sementara itu, bagi pengedar dan bandar bareng haram agar berhenti melakukan penjualan dan aktifitas narkoba ini agar tidak ada masyarakat dan generasi muda yang terjerumus ke lubang hitam.


“Kami imbau bagi mereka untuk menghentikan aktivitasnya. Kalau tidak, kami akan melakukan tindakan sesuai dengan undang-undang berlaku hingga aktivitas narkoba benar-benar aman atau zero narkoba, ” tutupnya.


Source: RMOL

Patroli KRYD, Ini yang Diamankan Polresta Pekanbaru
Minggu, April 11, 2021

On Minggu, April 11, 2021

BENTENGSUMBAR.COM -  Guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polresta Pekanbaru, Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, laksanakan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka Ops Bina Kusuma dan Pendisiplinan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 di sejumlah titik ruas jalan tempat keramaian Kota Pekanbaru, Sabtu, 10 April 2021 malam.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H.Nadang Mu'min Wijaya., S.I.K., M.H yang diwakilkan Kabagops Polresta Pekanbaru Kompol Lilik Suryanto., SST SH dengan melibatkan sebanyak 55 personil terdiri dari Personel Sat Sabhara, Sat Intelkan, Sat Reskrim, Sat Narkoba, Sat Lantas, si Propam, Humas dan Sat Pol PP Kota Pekanbaru dengan menggunakan mobil dinas Sat Sabhara 2 unit, Sat Lantas 1 unit, Si Provos 1 Unit dan Sat Pol PP Kota Pekanbaru 2 Unit.

Adapun rute Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan penertiban tempat hiburan malam dalam rangka dalam rangka Ops Bina Kusuma dan Pendisipinan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid – 19 di sejumlah titik ruas jalan kota tempat keramaian seperti Jalan Jendral Ahmad Yani, Jalan Ir.H.Juanda, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Sisingamangraja, Jalan Hang Tuah, Jalan Tengku Umar, Jalan Kuantan Raya, Jalan Bambu Kuning, Jalan Diponegoro, Jalan Arifin Achmad, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Jalan SM. Amin, Jalan Riau Ujung, Mako Polresta Pekanbaru Jalan Ahmad Yani Pekanbaru.

Tidak luput sasaran yang menjadi Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan penertiban itu seperti di lokasi Perumahan jundul jalan Bambu Kuning,Pujasera sedap malam jalan Kuantan Raya, Cafe tenda Biru sepanjang jalan SM. Amin Pekanbaru.

Selanjutnya patroli KRYD mengamankan masyarakat di tempat-tempat hiburan malam dan lokasi prostitusi yaitu :
Satu, Perumahan jundul lama sebanyak 2 orang wanita, inisial I alias Indri (37) beralamat di jalan Lokomotif dan DD alias darnisem (33) beralamat di jalan lokomotif Pekanbaru.

Dua, Tenda biru jalan SM Amin sebanyak 9 orang wanita, inisial S alian shela (24) berlamat di jalab air hitam, inisial.J alias jenny (29) beralamat di jalan KH Nasution, inisial Ayu alias ayu ( 23) beralamat di jalan air hitam, LLA alias Leny( 38) beralamat di jalan  simpang tiga bandara, GS alias glefis(25) beralamat di  jalan Bupati, IU alias Indah ( 28) beralamat di jalan Swakarya, N alias Nova (26) beralamat di jalan Cipta Karya, W alias Wulandari (26) beralamat di jalan Palas, S alias Siska (34) beralamat di jalan pesisir blok B Pekanbaru dan 4 orang laki turut diamankan inisial Ortinus Nduru alias Nduru (26)  beralamat dijalan Panca Eka, RN alias Ndruru (18 ), HFA alias Helan (16) beralamat di jalan Lipat Kain dan S alias Syaftizal (36) beralamat Bengkalis .

Dalam kegiatan patroli tersebut, petugas menyampaikan Himbauan kepada masyarakat yang berada di Wilkum Polresta Pekanbaru selalu berhati-hati terhadap C3 dan lebih mengutamakan berada di rumah masing-masing pada saat malam hari. 

Selanjutnya, petugas juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat selalu mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid - 19 yang telah ditentukan pemerintah dalam kondisi New Normal Life untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid 19. 

Selain itu, petugas  melaksanakan kegiatan Preventif berupa patroli guna menekan terjadi nya tindak pidana/kriminal di Wilkum Polresta Pekanbaru. 

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol H Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H, melalui Kabagops Polresta Pekanbaru Kompol Lilik Suryanto., S,ST., SH mengatakan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dilakukan dalam rangka Operasi Bina Kusuma dan Pendisiplinan Protokol Kesehatan (Protkes) Covid-19 di wilayah Kota Pekanbaru dan sekaligus mencegah terjadinya aksi kriminal yang dilakukan para pelaku kriminal.

“Seperti tindakan kriminal Premanisme, Narkoba, Miras, Sajam, C3, Senpi, Balap liar dan lainnya, guna tercipta nya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polresta Pekanbaru,” ujar Kabagops.

Hasil patroli KRYD dan mengamankan beberapa masyarakat diserahkan dibawa dan diamankan di kantor Sat Pol PP Kota Pekanbaru, tambah Kabagoos.

Pantauan, kegiatan tersebut berlangsung lancar, aman situasi dan kondusif, hingga selesai sekira pukul 00.00 Wib yang dimulai sejak pukul 21.30 Wib malam.

Laporan: Anhar Rosal

Betah Tinggal di Penjara, Tahanan Ini Sampai Diusir oleh Polisi dari Polsek Labuan
Minggu, April 11, 2021

On Minggu, April 11, 2021

Betah Tinggal di Penjara, Tahanan Ini Sampai Diusir oleh Polisi dari Polsek Labuan
BENTENGSUMBAR.COM - Seorang tahanan pria yang berada di Polsek Labuan, Resort Donggala, Sulawesi Selatan, mengaku belum ingin keluar dari dalam penjara padahal sudah dibebaskan.


Hal itu terlihat dalam video yang dibagikan di kanal YouTube IAN BAPONTAR. Dalam video tersebut, Bripka Ian Aditya dan Den Merwanda Bharaduta bercerita bahwa mereka hendak memulangkan seorang tahanan yang sudah dibebaskan, namun tak juga pulang.


"Malam ini kita akan memulangkan tahanan di Polsek Tahanan Labuan. Sebenarnya dari tadi sore sudah disuruh pulang. Tapi nggak mau pulang. Jadi ini tahanan sudah dilepas, tapi nggak mau," kata Bripka Ian Aditya, seperti dikutip pada Sabtu, 10 April 2021.


Ian menjelaskan, bahwa tahanan tersebut biasa dipanggil Mas Kur yang merupakan warga Desa Hoani.


Mereka pun masuk ke dalam tahanan dan membangunkan Mas Kur yang tengah tertidur di atas matras.


"Mas Kur, kenapa sudah disuruh pulang belum pulang Mas Kur?" tanya Den Merwanda.


"Belum mau saya pulang ini pak. Masih betah saya disini," jawab Mas Kur.


Alhasil, kedua polisi itu pun memaksa Mas Kur untuk pulang dengan mengancamnya akan menyeret ke luar tahanan.


Mendengar ancaman tersebut, Mas Kur pun langsung bergegas mengemas barangnya dan keluar dari dalam tahanan.


Bripka Ian bahkan sampai heran dengan sikap Mas Kur, lantaran kebanyakan tahanan pasti akan sangat senang dan bahkan tak sabar menunggu waktunya bebas.


"Saya heran, ini salah satu orang yang maunya terus di penjara. Padahal orang semuanya maunya ingin bebas, lah ini udah disuruh pulang ke rumah tapi dia gak mau pulang sampai sekarang," jelas Ian. 


(*)

Lagi Asik Tidur dengan 2 Wanita di Ranjang, Pencuri Diciduk Polisi Lagi Ngamar di Kosan
Minggu, April 11, 2021

On Minggu, April 11, 2021

Lagi Asik Tidur dengan 2 Wanita di Ranjang, Pencuri Diciduk Polisi Lagi Ngamar di Kosan
BENTENGSUMBAR.COM - Aksi kocak diperlihatkan pihak kepolisian tekab Polres Labuhanbatu yang berpakaian preman tengah menangkap buronan kasus pencurian.


Berbeda dengan aksi garang polisi yang terlihat serius menangkap penjahat, namun kali ini mereka berpura-pura menjadi petugas kurir mengantarkan barang.


Bahkan saat tengah berada dalam kamar kontrakan pelaku pencurian buronan polisi itu mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari para polisi.


"Paket, selamat ulang tahun kami doakan," begitu ucapan polisi itu kepada buronan tersebut seperti yang diperlihatkan dalam video yang beredar, Sabtu, 10 April 2021.


Albin alias AR (19) diciduk polisi saat tengah tidur pulas bersama dua orang wanita di atas ranjang.


Pelaku yang lagi pakai celana pendek hitam lalu dibangunkan polisi dan masih terlihat bingung ada dua orang tak dikenal menarik tangannya.


Sudah beberapa bulan menjadi buronan polisi. Albin merupakan warga Jalan Masjid Nasuha Aek Paing, Kelurahan Aek Paing Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut.


Dia akhirnya bisa diringkus polisi saat sedang asyik tidur siang di rumah kontrakannya.


Menurut Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Parikhesit, Jumat (9/4/2021), aksi pencurian yang dilakukan Albin terjadi pada Senin (21/12/2020) atas laporan Dwi Andayani (19).


“Sekira pukul 06.30 WIB, korban bangun dan melihat pintu belakang rumahnya dan jendela depan terbuka. Kemudian korban memeriksa barang miliknya dan diketahui beberapa unit ponsel Merk Xiomi 6A, ViVo Y 12 dan Oppo New 7 sudah tidak ada lagi,” jelas Kasat.


Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp4,7 juta, selanjutnya membuat laporan ke Polres Labuhanbatu.


Dari hasil penyelidikan tim 3 Tekab Unit Resum yang dipimpin Kanit Resum Iptu SM Lumbangaol, berhasil mengindentifikasi pelaku.


Empat bulan diburu akhirnya ditangkap di Jalan Baru Bay Pas, Gg.Rambutan, Kecamatan Rantau Selatan pada Kamis (8/4/2021).


“Tersangka dan barang bukti ponsel Merk VIVO Y12 dan sepeda motor Honda Beat tanpa plat diamankan di Mapolres Labuhanbatu,” tandasnya.


Source: detikcom

Viral Oknum Polisi Buang Miras dan Botol Plastik ke Laut, Kapolres Minta Maaf
Minggu, April 11, 2021

On Minggu, April 11, 2021

Viral Oknum Polisi Buang Miras dan Botol Plastik ke Laut, Kapolres Minta Maaf
BENTENGSUMBAR.COM - Beredar video yang memperlihatkan anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Mimika, menumpahkan minuman keras ke laut.


Peristiwa ini terjadi dalam razia gabungan  saat KMP Sirimau berlabuh di Dermaga Pelabuhan Pomako pada Sabtu, 3 April 2021.


"Dari hasil razia tersebut ditemukan barang bukti berupa miras ilegal sebanyak 92 liter dalam kemasan jerigen 5 liter, botol air kemasan besar dan botol air kemasan kecil," kata Kapolres Mimika, Papua AKBP IGG Era Adhinata, dilansir Antara, Sabtu, 10 April 2021.


Petugas yang merazia tidak mengetahui pemilik miras itu sehingga langsung menumpahkannya ke laut. Sayangnya, botol plastiknya juga ikut dibuang.


"Saya sudah arahkan Kapolsek untuk mengambil kembali botol-botol plastik yang dibuang ke laut," kata Era Adhinata.


Setelah viral, polisi lalu menyewa perahu milik warga dan membersihkan botol-botol plastik yang telah dibuang ke laut, terutama di bawah Dermaga Pelabuhan Pomako.


Era Adhinata mengklaim bahwa perbuatan menumpahkan miras ke laut sebenarnya memperlihatkan keseriusan aparat memberantas peredaran minuman keras.


Meski begitu, dia meminta maaf karena tindakan tersebut merupakan pengrusakan lingkungan.


"Saya selaku Kapolres meminta maaf atas tindakan yang dilakukan oleh anggota saya yang telah membuang miras ke laut yang tentunya dapat mengganggu ekosistem laut. Selanjutnya terkait temuan miras hasil razia, saya mengarahkan semua jajaran untuk membawa ke Polres Mimika guna dilakukan pemusnahan di tempat yang tidak mengganggu lingkungan," jelas Era Adhinata.


"Terkait video yang viral soal pembuangan botol plastik miras di laut, saya perlu klarifikasi bahwa semua botol yang dibuang setelah kegiatan langsung diambil kembali, bahkan botol-botol lain yang ada di bawah dermaga juga telah dibersihkan," kata Era Adhinata.


(*)

Polri Tegaskan Terduga Teroris FA Bukan Pengurus Muhammadiyah
Minggu, April 11, 2021

On Minggu, April 11, 2021

Polri Tegaskan Terduga Teroris FA Bukan Pengurus Muhammadiyah
BENTENGSUMBAR.COM - Mabes Polri menegaskan, FA terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Bandara Soekarno Hatta bukan pengurus PP Muhammadiyah. 


Sebaliknya FA merupakan anggota organisasi Jamaah Islamiyah (JI) Yogyakarta.


"Kami ingin meluruskan pemberitaan yang menyebutkan terduga teroris  FA adalah pengurus PP Muhammadiyah itu tidak benar. Memang strategi JI adalah membenturkan pemerintah dengan organisasi agama yang ada agar terjadi konfik," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 10 April 2021.


Menurut Argo, hasil dari penyidikan, FA merupakan anggota kelompok teroris JI yang berperan cukup vital. Dia diketahui orang yang melakukan doktrinisasi terhadap anggota kelompoknya.


"Yang bersangkutan melakukan perekrutan beberapa orang untuk masuk kedalam organisasi JI dan melakukan I’dad atau pelatihan militer dan mendaki Gunung Lawu yang merupakan salah satu tahapan persiapan dalam aktifitas terorisme kelompok ini," beber Argo.


Sebagai catatatn, FA melakukan perjalanan ke Turki untuk membangun komunikasi dan jaringan terhadap tokoh-tokoh Al Qaeda dan terkait erat dengan strategi oraganisasi mereka yaitu mendukung gerakan terorisme global. 


Sebelumnya, tim Densus 88 menangkap FA di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis, 8 April 2021 bersama istrinya DM seusai pulang dari Turki. 


(*)

Kejaksaan Panggil Eks Ketua MK Jimly Terkait Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya
Sabtu, April 10, 2021

On Sabtu, April 10, 2021

Kejaksaan Panggil Eks Ketua MK Jimly Terkait Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya
BENTENGSUMBAR.COM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan memanggil Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie terkait kasus dugaan korupsi proyek Masjid Sriwijaya. Jimly dipanggil sebagai saksi.


"Iya benar, Senin ini ada agenda pemeriksaan terhadap Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie terkait kasus dugaan korupsi Masjid Sriwijaya, bertempat di Kejagung Jakarta," kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, saat dimintai konfirmasi, Sabtu, 10 April 2021.


Dia mengatakan pemeriksaan bakal dilakukan oleh penyidik Kejati Sumsel. Surat panggilan, katanya, sudah dilayangkan ke Jimly.


"Untuk pemanggilan terhadap beliau memang dari Kejati Sumsel. Namun pemeriksaannya dilakukan di Kejagung Jakarta. Beliau diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejati Sumsel," ujarnya.


Jimly merupakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya sejak awal rencana pembangunan masjid pada 2015. Pada 2019, Jimly sempat mempertanyakan pembangunan masjid yang terhambat sengketa lahan ke Pemprov Sumsel.


Kejati Sumsel telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus ini. 


Kedua tersangka itu ialah Mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang, Eddy Hermanto dan Kuasa KSO Dwi Kridayani.


"Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi beberapa waktu lalu. Hari ini penyidik Kejati Sumsel telah menetapkan 2 tersangka dalam penyidikan adanya dugaan Tipikor dalam pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang, sumber dana hibah Pemprov Sumsel 2015 Rp 130 M," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, ketika dimintai konfirmasi detikcom, Senin, 8 April 2021.


Source: detikcom