Opini

PAYAKUMBUH

Sports

Lifestyle

IKLAN DI ATAS FEED
Putra Amitabh Bachchan Juga Positif Virus Corona
Minggu, Juli 12, 2020

On Minggu, Juli 12, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Melalui akun media sosialnya, Amitabh Bachchan mengumumkan dirinya positif terinfeksi virus Corona. Tak lama setelahnya, sang putra, Abhishek Bachchan, juga mengumumkan hal yang sama.

Melalui akun Twitter-nya, Abhishek menginformasikan kepada publik dirinya positif terinfeksi virus Corona. 

Sang aktor menyebut ia mengalami gejala ringan.

"Hari ini aku dan ayahku dinyatakan positif COVID-19. Kami berdua mengalami gejala ringan dan dirawat di rumah sakit," ujar Abhishek.

"Kami sudah menginformasikan hal ini kepada pihak berwajib, dan keluarga dan staf juga telah menjalani tes. Saya berharap publik tetap tenang dan tidak panik. Terima kasih," tulisnya.

Dikutip dari Hindustan Times, Amitabh Bachchan saat ini dalam keadaan stabil dengan masalah pernapasan ringan. 

Awalnya ia merasakan sesak napas sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Amitabh Bachchan dan Abhishek Bachchan menjalani rapid tes pada Sabtu, 11 Juli 20202. 

Keduanya disebut dirawat di rumah sakit Nanavati, Mumbai, India.

Sebelumnya, Amitabh Bachchan mengungkap kondisinya kepada publik melalui akun Twitter. Ia menyebut semua orang yang bertemu dengannya dalam kurun waktu 10 hari terakhir diminta untuk melakukan tes.

"Saya dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Saat ini saya sudah dipindahkan ke rumah sakit," tulis Amitabh.

"Pihak rumah sakit sudah memberitahu pihak berwajib. Keluarga dan staf sudah menjalani tes dan menunggu hasil. Semua orang yang berada di dekat saya selama 10 hari terakhir diminta untuk menjalani tes!" tambahnya.

Baik Amitabh Bachchan dan Abhishek Bachchan saat ini masih disibukkan dengan proyek iklan.

Keduanya banyak menjalani syuting di kediaman mereka sendiri.

Sejumlah aktor Bollywood pun mendoakan kesehatan keduanya melalui akun media sosial. 

Mereka berharap Amitabh Bachchan dan Abhishek Bachchan segera kembali dalam keadaan sehat.

"Semua kalian segera kembali dalam keadaan sehat!" tulis Taapsee Pannu.

"Mengirimkan doa dan kasih sayang kepada kalian. Kalian akan segera membaik," tambah Neha Dhupia.

(Sumber: detik.com)

Tingkatkan Kekebalan Tubuhmu dengan Buah Pepaya, Biar Corona Menjauh
Kamis, Maret 05, 2020

On Kamis, Maret 05, 2020


BENTENGSUMBAR.COM - Kamu mungkin sering mengabaikan buah pepaya. Yah, buah satu ini memang menjamur dan tidak sulit ditemukan. Saking banyaknya, kadang pepaya ini tidak menjadi pilihan saat kamu sedang ingin mengonsumsi buah-buahan.

Padahal ternyata buah pepaya mengandung banyak sekali khasiat yang penting bagi tubuh. Terutama untuk meningkatkan daya tahan tubuh guna mencegah masuknya virus corona ke dalam tubuh.

Buah pepaya sendiri merupakan sumber vitamin C yang sangat baik, pepaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai infeksi dan penyakit.

Khasiat lain buah pepaya yakni mengurangi peradangan, hal ini sebab pepaya mengandung kolin yakni nutrisi penting. Kolin ini dapat mengurangi peradangan kronis, penyerapan lemak dan mempertahankan struktur membran sel tubuh.

Selain itu, kolin juga berguna membantu pergerakan otot dan ingatan. Bahkan enzim papain dalam pepaya berfungsi menghilangkan rasa sakit alami.

Ada lagi manfaat pepaya yakni mencegah penyakit jantung. Kandungan serat, kalium dan vitamin dalam buah pepaya dapat mengurangi dan menangkal penyakit jantung. Peningkatan asupan kalium dalam pepaya juga mampu mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.

Tak hanya itu, antioksidan yang terkandung dalam pepaya dapat mengurangi resiko kanker dan melindungi sel tubuh dari kerusakan. Selain itu, beta karoten dalam pepaya berperan dalam perlindungan terhadap kanker prostat serta Likopen yang terkandung dalam buah ini juga memiliki sifat antibakteri.

(Sumber: Sindonews.com)

Kajati Jatim Sebut Poligami Memicu Korupsi
Selasa, Februari 25, 2020

On Selasa, Februari 25, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mohamad Dhofir mengatakan tindakan korupsi banyak dilakukan justru oleh oknum yang berkecukupan secara ekonomi.

Banyak hal yang mendorong tindakan haram itu terjadi, di antaranya keinginan tak terbendung untuk memiliki pasangan lebih dari satu atau poligami, sehingga kebutuhan materi membengkak. Dofir mengatakan, sifat dasar manusia yang cenderung serakah adalah penyulut utama tindakan korupsi. 

"Karena yang korupsi itu, ya, bukan orang miskin, bahkan orang-orang kaya semua," katanya dalam pembukaan Rapat Kerja Percepatan dan Penyaluran Dana Desa yang diikuti kepala desa se Jawa Timur di JX International Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 25 Februari 2020. 

"Yang punya mobil satu, pengin dua, yang sudah dua, pengin tiga. Enggak ada puasnya. Begitu juga rumah, rumah satu, masih kurang, pengin dua. Punya rumah dua, pengin lagi tiga. Termasuk istri barangkali. Istri satu kurang, tambah lagi satu, jadi dua sampai tiga (istri). Akhirnya apa, semua minta rumah istrinya, sementara kemampuan kita terbatas, sehingga akhirnya terjadi hal-hal menyimpang," ujar Dofir.

Selain keserakahan, mantan Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya itu mengatakan tindakan korupsi terjadi biasanya juga karena ada kesempatan. "Jadi, kalau misalnya sistemnya mendukung dan memberikan kesempatan pada mereka yang akan berbuat (korupsi), tentu akan terjadi suatu tindak pidana yang akan menyebabkan korupsi. Selain kesempatan juga niat (korupsi)," tandas Dofir. 

Karena hal-hal itulah Dofir menyebut angka tindakan korupsi tak berkurang, bahkan cenderung meningkat. Ia mengatakan, Kejaksaan juga turut berperan dalam pengawasan penyaluran dana desa yang bersumber dari APBN. Tentu saja penindakan dilakukan kepada oknum yang melakukan penyimpangan pada penggunaan dana desa untuk kepentingan pribadi.

Alokasi dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat ke Jatim tergolong besar. Dofir mengungkapkan, dana desa untuk Jatim pada tahun 2017 dan 2018 sebesar Rp6 triliun dan pada tahun 2019 naik menjadi Rp7 triliun dan tahun ini angkanya naik lagi. Ia menyebut besarnya dana desa tersebut berpotensi untuk disimpangkan oleh oknum, jika pemicu seperti keserakahan, niat, dan kesempatan tadi tidak bersama-sama dicegah.

Ia mengungkapkan contoh kasus terkait dana desa yang sudah ditangani dan masih disidik di Jatim. "Catatan kami, tahun 2015 ada 22 kasus, pada 2016 ada 48 kasus, pada 2017 ada 98 kasus, pada 2018 ada 96 kasus, dan pada 2019 turun menjadi 46 kasus. Saat ini tahap penyelidikan ada empat kasus, penyidikan sebelas kasus, penuntutan tujuh kasus, upaya hukum enam kasus," kata Dofir. 

Selain Kajati Jatim, Raker Percepatan dan Penyaluran Dana Desa ini dihadiri oleh Inspektur Jenderal pada Kementerian Dalam Negeri Tumpak Haposan Simanjuntak, dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono, perwakilan dari Kepolisian Daerah Jatim dan Kodam V/Brawijaya. Raker dihadiri oleh delapan ribu lebih kepala desa se Jatim. 

(Sumber: VIVAnews)

Menikahi Janda, Laksana Berjuang di Jalan Allah
Rabu, Februari 19, 2020

On Rabu, Februari 19, 2020

Menikahi Janda, Laksana Berjuang di Jalan Allah
BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai agama yang sempurna, Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Bahkan, setiap ibadah dalam Islam mengandung aspek sosial dan kemanusiaan, disamping sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Tentu anda sebagai umat muslim sudah tau mengenai riwayat dari seorang Rasulullah Saw sendiri, beliau juga memutuskan untuk menikah dengan seorang janda. Apabila pilihan seperti ini dinilai sebagai tindakan yang baik, maka Insya Allah menikahi seorang janda bagi umat seperti kita pun bisa dinilai sebagai suatu kebaikan.

Pilihan menikahi seorang janda bisa dikategorikan ke dalam tindakan yang akan membawa berkah dan juga anugerah bagi kita. Apalagi jika niatnya karena Allah untuk melindungi janda tersebut dari fitnah atau pun hal – hal buruk lainnya yang mungkin bisa terjadi.

Salah satu bentuk kepedulian yang dianjurkan dalam Islam adalah memperhatikan para janda. Bahkan Islam mengajarkan, orang yang menghidupi para janda laksana orang yang berjuang di jalan Allah SWT. 

Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari." (HR. Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982). 

Termasuk dalam menolong para janda adalah dengan menikahi mereka. Namun janda manakah yang dimaksud?

Disebutkan dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim (18: 93-94), ada ulama yang mengatakan bahwa armalah yang disebut dalam hadits adalah wanita yang tidak memiliki suami, baik ia sudah menikah ataukah belum. Ada ulama pula yang menyatakan bahwa armalah adalah wanita yang diceraikan oleh suaminya.

Ada pendapat lain dari Ibnu Qutaibah bahwa disebut armalah karena kemiskinan, yaitu tidak ada lagi bekal nafkah yang ia miliki karena ketiadaan suami. Armalah bisa disebut untuk seseorang yang bekalnya tidak ada lagi. Demikian nukilan dari Imam Nawawi.

Dari pendapat terakhir tersebut, janda yang punya keutamaan untuk disantuni adalah janda yang ditinggal mati suami atau janda yang diceraikan dan sulit untuk menanggung nafkah untuk keluarga. Adapun janda kaya, tidak termasuk di dalamnya.

Walau memang menikahi perawan ada keutamaannya. Namun menikahi janda tidak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan ada pria yang membutuhkan janda dibanding gadis perawan. Semisal seorang pria ingin mencari wanita yang lebih dewasa darinya sehingga bisa mengurus adik-adiknya. 

Dari Jabir bin ‘Abdillah, ia pernah berkata, “Aku pernah menikahi seorang wanita di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu aku bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pun bertanya, “Wahai Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Ia menjawab, “Iya sudah.” “Yang kau nikahi gadis ataukah janda?”, tanya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku pun menjawab, “Janda.” Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja, bukankah engkau bisa bersenang-senang dengannya?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki beberapa saudara perempuan. Aku khawatir jika menikahi perawan malah nanti ia sibuk bermain dengan saudara-saudara perempuanku. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu berarti alasanmu. Ingatlah, wanita itu dinikahi karena seseorang memandang agama, harta, dan kecantikannya. Pilihlah yang baik agamanya, engkau pasti menuai keberuntungan.” (HR. Muslim no. 715).

(***)

"Menjalani Biduk Rumah Tangga Itu, Ada Suka dan Dukanya"
Senin, Januari 27, 2020

On Senin, Januari 27, 2020

"Menjalani Biduk Rumah Tangga Itu, Ada Suka dan Dukanya"
BENTENGSUMBAR.COM - Irwan Basir Dt Rajo Alam, SH, MM., turut hadir memberikan doa restu dan menyampaikan selamat kepada keempat mempelai yaitu Andri Affair dan Hujan Hersonia Putri serta Wegi Gusti Affari, S. IP dan Osvita Yeni, SH. Akad nikah berlangsung hikmat dan sakral. Resepsi pernikahan yang digelar di jalan Belimbing Raya No.20 Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu, 25 Januari 2020 siang.

"Kami mendoakan pasangan pengantin dapat membangun bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah. Semoga pasangan ini dapat berkekelan hingga akhir hayat," ujar Ketua DPD LPM Kota Padang yang akrab disapa Datuk IB ini.

Selain itu, Irwa Basir juga berpesan, agar pasangan ini dapat saling menghargai dan menghormati dalam menjalankan bahtera rumah tangga, serta senantiasa berbagi dalam suka maupun duka.

"Menjalani biduk rumah tangga itu, ada suka dan dukanya. Akan ada lika - likunya. Tetaplah menguatkan satu sama lain," ujarnya.

Dirinya mendoakan agar sang anak dapat membimbing dari suami dalam iman Islam sehingga bahagia dunia dan akhirat.

"Karena berumah tangga itu merupakan sebuah langkah awal dalam kehidupan yang baru. Semoga putri selalu berbahagia dan dilimpahi ridho dari Allah SWT," harap pemimpin yang dikenal agamis ini.

Di sisi lain, Ayah Afrizal dan Ibu Fariyetni, S. Pd merasa terharu karena telah menunaikan tanggung jawab sebagai seorang ayah hingga melepas putri membina keluarga kecil.

"Alhamdulillah anak kami sudah resmi menjadi seorang istri Mudah - mudahan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah, diberi keturunan yang soleh dan solehah," ucapnya penuh syukur.

(ded)

Duh! Angka Perceraian di Aceh Meningkat, Paling Banyak Cerai Gugat
Sabtu, Januari 25, 2020

On Sabtu, Januari 25, 2020

Duh! Angka Perceraian di Aceh Meningkat, Paling Banyak Cerai Gugat
BENTENGSUMBAR.COM - Tren angka perceraian di Provinsi Aceh terus meningkat tiap tahun dan mayoritas dilakukan oleh pasangan wanita (istri) terhadap pria atau cerai gugat.

Menurut data Mahkamah Syariah Aceh, laporan perkara yang diterima dari seluruh Aceh selama 2019 berjumlah 12.656 atau meningkat 18 persen dibandingkan tahun 2018 dengan jumlah 10.738 perkara, dan yang belum diputuskan oleh pengadilan hanya 738 perkara.

Untuk tahun 2018 misalnya, perkara gugat cerai berjumlah 4.000 dan isbat nikah berjumlah 3.848 perkara. Sementara, cerai talak hanya berjumlah 1.562 perkara ditambah beberapa persolan lain.

Kemudian, perkara gugat cerai di tahun 2019 meningkat menjadi 4.976 dan isbat nikah berjumlah 4.296, serta cerai talak hanya 1.724 perkara.

Panitera Muda Hukum Mahkamah Syariah Aceh, Abdul Latif menyebutkan dari 23 kabupaten dan kota di Aceh, Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah paling banyak terjadi perceraian tahun 2019 dengan jumlah 1.426 perkara. Dususul Kabupaten Pidie dengan 909 perkera, dan Aceh Timur dengan 883 perkara, serta Aceh Besar dengan 858 perkara. 

"Permasalahannya bermacam-macam ya. Ada yang meninggalkan salah satu pihak, ada juga perselisihan pertegaran terus-menerus. Akibat tingginya angka perceraian di Aceh diperkirakan bakal ada ribuan janda dan duda," ungkap Abdul Latif di Kota Banda Aceh, Jumat, 24 Januari 2020.

Lanjut Abdul Latif, masyarakat yang mendaftarkan gugatan pada mahkamah syariat dengan berlatar belakang profesi. Mulai dari tukang becak hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). Khusus untuk ASN, sepanjang 2019 mencapai 2.531 perkara. Sedangkan yang sudah diputuskan pada tahun 2019 mencapai 750 kasus.

Anggota Komisi VI DPR Aceh, Irawan Abdullah menilai penggunaan media sosial secara berlebihan di masyarakat menjadi penyebab utama tidak harmonisnya rumah tangga yang berujung pada perceraian.

"Mahkamah Syaraiah Aceh dan kantor agama mempunyai peran penting dalam menekan akan perceraian agar tidak terus bertambah," tegas Irawan pada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu, 25 Januari 2020.

Menurut Irawan harus ada program pra nikah berupa bimbingan keagamaan dan duniawi sehingga akan memberikan edukasi pada pasangan nikah bagaiman membina rumah tangga dengan baik. Terlebih, faktor usia sangat menentukan tingkat kedewasaan seseorang.

"Artinya bukan tidak boleh kawin muda. Jadi proses ini harus kita lihat dengan baik, apakah penyebab perceraian perkawinan selama ini, apakah faktor pengaruh usia orang atau faktor ekonomi," ungkap politis PKS ini.

Menurut anggota dewan yang membidangi keistimewaan, agama, pendidikan, kebudayaan, dan kekhususan Aceh, jika dilihat kasat mata bahwa ASN telah mapan secara ekonomi namun tingkat perceraian dikalangan abdi negara itu juga sangat tinggi. Artinya, permasalahan ekonomi bekan satu-satunya penyebab perceraian di Aceh.

Dia berencana akan memanggil Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait guna mencari solisi untuk menenkan angka perceraian di Aceh.

"Jangan sampai ini terus terjadi. Apalagi, kita kan daearah penerapan syariat Islam. Malu kita," demikian Irawan.

(Sumber: Rmol.id)

Suami Syok, Dua Minggu Menikah Baru Tahu Istrinya Adalah Pria
Rabu, Januari 22, 2020

On Rabu, Januari 22, 2020

Suami Syok, Dua Minggu Menikah Baru Tahu Istrinya Adalah Pria
BENTENGSUMBAR.COM - Seorang pria berusia 27 tahun bernama Sheikh Mohammed Mutumba harus kehilangan tugasnya sebagai ulama di Masjid Noor Kyampisi di Kayunga, Uganda. Sebabnya, istri Mutumba tertangkap mencuri sebuah televisi tetangganya. Namun, bukan pencurian yang menyebabkan tugas imamnya dicabut, melainkan fakta mengejutkan bahwa istrinya, Swabullah Nabukeera sebenarnya adalah seorang pria.

Mutumba disebutkan benar-benar tidak menyadari jenis kelamin yang sebenarnya dari istrinya, dan sangat terpukul akan kabar tersebut. Meski begitu, para seniornya di masjid tetap memutuskan untuk menskorsnya demi menjaga integeritas dari keyakinan mereka.

Dilansir dari Oddity Central, Mutumba dan 'gadis' itu menikah dalam upacara Islam tradisional, bulan lalu. Foto-foto yang diambil saat pernikahan itu memperlihatkan pasangan pengantin tersebut tersenyum dan dikelilingi oleh keluarga serta kerabat. Amisi Kibunga, yang bekerja di Kyampisi Masjid Noor, mengatakan pada Daily Monitor bahwa dia dan kebanyakan orang yang bertemu dengan pengantin Mutumba tertipu oleh suara dan sikapnya.

"Dia memiliki suara yang lembut dan berjalan seperti wanita," kata Kibunga, yang juga mengungkapkan kalau dia mendengar Mutumba mengeluh kalau empat hari setelah menikah istrinya menolak untuk membuka pakaian saat mereka tidur.

Saat keluar rumah, Nabukeera selalu mengenakan hija atau gamis tradisional, yang tidak menimbulkan kecurigaan. Dia juga melakukan tugas harian seperti memasak, membersihkan rumah dan mencuci pakaian, jadi suaminya tidak mencurigainya sama sekali.

Kebenaran baru terungkap setelah istri Mutumba mencoba mencuri sebuah televisi dan beberapa pakaian dari tetangga sebelah rumahnya. Saat polisi datang ke tempat kejadian, mereka melakukan penggeledahan di tubuh pelaku untuk mencari apakah wanita itu menyembunyikan sesuatu, dan itulah saat mereka menemukan bahwa dia sebenarnya adalah laki-laki.

Pelaku penyamaran itu akhirnya mengaku kalau nama dia sebenarnya adalah Richard Tumushabe, dan dia menikahi Sheikh Mohammed Mutumbu untuk mencuri uangnya. Investigasi pun masih terus dilakukan.

Mutumbu diketahui bertemu dengan pengantin wanitanya itu lewat bibinya, Nuuru Nabukeera yang tinggal di desa Kituula. Seperti tradisi pernikahan biasanya, Mutumba membayar juga mahar yang meliputi dua kambing, dua kantung gula, tiga busuutis, dan satu dus garam serta Alquran.

Bibi Nabukeera juga ditangkap setelah terungkapnya fakta tersebut, tapi dia tetap bersikukuh bahwa dia tidak tahu kalau Richard adalah seorang laki-laki karena dia baru bertemu dengannya saat sudah remaja, ketika Richard sudah mengadopsi profil perempuan.

Sedangkan Mutumba harus menjalani skors dari tanggung jawabnya di masjid di Kayunga dan dikabarkan sudah pindah dan tinggal bersama beberapa kerabatnya. Ia juga kini menjalani konseling untuk membantunya menghadapi kenyataan pahit itu.

(Sumber: viva)

Berawal dari Acara Alumni,  Kegadisan Ku Direnggut, Hutang Dia Tinggalkan di Pundak Ku
Selasa, Desember 03, 2019

On Selasa, Desember 03, 2019

Berawal dari Acara Alumni,  Kegadisan Ku Direnggut, Hutang Dia Tinggalkan di Pundak Ku
SEBUT saja nama saya Lani,  waktu itu saya masih gadis perawan,  sebelum saya mengenal Bram pada acara reuni sekolahan di tahun 2016.

Diacara alumnian itu,  Bram berpidato selaku ketua alumni sekolah.  Namun karena pidatonya tidak jelas maksudnya,  saya pun tidak respek dengan dia.

Namun, pengurus alumni yang lain meminta kami untuk meng-add akun facebook para senior,  maka terpaksa saya meng-add akun facebook Bram.

Dari sanalah petaka itu dimulai,  hubungan terlarang dua orang anak cucu Adam. Bram pun melancarkan jurus mautnya.

Mengeluarkan jurus rayuannya melalui chating di facebook.  Ia bercerita hal-hal buruk soal istrinya.  Soal rumah tangganya yang tidak harmonis, bahkan ia berniat akan menceraikan istrinya.

Bram mengaku kepada saya sebagai pengusaha sukses.  Namun, rumah tangganya tidak bahagia,  tidak sebanding dengan kesuksesannya sebagai pengusaha.

Bram pun mengungkapkan keinginannya untuk mengenal saya lebih dekat.  Karena waktu itu saya baru putus dengan pacar,  kondisi sedang galau,  akhirnya saya pun terayu.

Sejak itulah kami sering bertemu.  Kami jalan bersama,  keluar bersama,  tanpa sepengetahuan istri Bram.

Karena sering bertemu dan jalan bersama,  tumbuhlah rasa saling suka di antara kami.  Sampai akhirnya Bram mengajak saya melakukan hubungan di luar nikah.

Kami pun menginap di sebuah hotel.  Kami melakukan hubungan suami istri di luar ikatan suci pernikahan. Bram berhasil merenggut kegadisan ku.

Hubungan itu berkali-kali kami lakukan. Sampai akhirnya saya hamil.  Saya pun cemas, saya pun meminta Bram menikahi saya.

Tapi,  jangankan menikahi saya,  Bram malah memaksa saya menggugurkan janin dalam kandungan saya,  buah cinta Bram dengan saya.

Bram memaksa saya minum obat untuk menggugurkan kandungan saya.  Berkali-kali dia memaksa saya meminum obat itu, tapi janin yang berumur 1,5 bulan itu tidak juga mau keluar.

Akhirnya Bram membawa saya ke sebuah klinik.  Namun,  karena klinik mensyaratkan harus ada surat nikah,  Bram pun membuat surat nikah palsu untuk memuluskan niatnya.

Janin dalam kandungan saya dikorek.  Darah berbungkah keluar dari rahim saya. Saya menangis,  meratapi nasib janin yang tidak dikehendaki Bram itu.

Setelah kejadian itu,  Bram tetap mengajak saya jalan dan melakukan hubungan terlarang itu. Bahkan sampai empat tahun lamanya,  kami melakukannya.

(Bersambung)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *