PILIHAN REDAKSI

Berawal dari Informasi Warga, Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi Berkedok Salon dan SPA di Padang Barat

BENTENGSUMBAR.COM - Direskrimum Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap praktek esek-esek yang berkedok Salon dan Spa yang ber...

Advertorial

Rintihan Penagih Utang Terdengar saat Meregang Nyawa Usai Digorok Pedagang Gorengan
Selasa, Januari 18, 2022

On Selasa, Januari 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Suara rintihan sempat terdengar saat seorang penagih utang bernama Namira Siregar, tengah meregang nyawa di teras salah satu kontrakan yang terletak di Kampung Bulak, Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Senin, 17 Januari 2022.

Tubuhnya tak berdaya akibat ditebas dengan senjata tajam oleh nasabahnya, seorang pedagang gorengan.

Ia merintih meminta pertolongan kepada warga sekitar yang ada di lokasi. 

Sementara darahnya terus mengalir dari luka yang menganga tepat di lehernya.

"Tolong saya. Tolong, tolong," ucap salah satu saksi mata, Evan Kautsar, 17, menirukan ucapan korban.

Setelah mendengar rintihan itu, Evan tak langsung menolongnya. 

Ia memilih untuk bergegas melaporkan peristiwa yang disaksikannya itu ke pihak berwajib.

Namun tak lama, korban mengembuskan nafas terakhirnya.

Nyawanya tak tertolong akibat kehabisan banyak darah.

"Saya takut kesalahan. Bank keliling (penagih utang) itu minta tolong, kondisinya sudah lemas. Bersimbah darah dan tergeletak. Ada luka di bagian lehernya," tuturnya.

Korban yang merupakan penagih utang itu, kata Evan, sempat terlihat beberapa kali mondar-mandir.

"Sering mondar-mandir, kata orang memang bank keliling suka nagih. Tapi saya pikir saudaranya, makanya enggak tahu," kata Evan.

Seperti diketahui sebelumnya, penagih utang, Namira Siregar berduel dengan nasabahnya, pedagang gorengan, Senin, 17 Januari 2022, pagi.

Saat itu sempat terdengar adanya keributan. Setelah itu warga menemukan keduanya tergeletak di depan pintu kontrakan dengan bersimbah darah.

Namira Siregar tewas di lokasi setelah sempat merintih meminta pertolongan. Sementara tukang gorengan yang belum diketahui identitasnya dalam keadaan kritis. (Tangerangnews.com)

Ramai Bisnis Es Doger Dapat Suntikan Rp 71 Miliar, Gibran: Kesalahannya Apa?
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pakar information technology (IT), Sammy Notaslimboy menyoroti bisnis es doger milik Gibran Rakabuming Raka yang mendapatkan suntikan modal dari dari venture capital Alpha JWC Ventures.

Uang yang digelontorkan Alpha JWC Ventures mencapai USD 5 juta atau sekitar Rp 71 miliar. Suntikan modal itu diberikan pada startup minuman tradisional Indonesia yang didirikan Gibran, yakni Goola.

Menanggapi hal tersebut, Gibran justru bertanya kenapa suntikan modal dari dari venture capital Alpha JWC Ventures baru dipersoalkan tahun ini. Sebab, kejadiannya sudah lebih dari 2 tahun lalu, yaitu 17 Agustus 2019.

"Itu sudah lama (2019) dapat venture capital Alpha JWC Ventures. Lah kenapa kok dipermasalahkan sekarang?" kata Gibran di Balai Kota, Senin (17/1).

Gibran menegaskan, suntikan modal dari dari venture capital Alpha JWC Ventures ini murni bisnis untuk pengembangan usaha. Ia memastikan tidak ada kaitanya dengan pemerintah.

"Itu murni bisnis. Kalau ada yang merasa ada yang salah dengan venture capital, dilaporkan saja. Kesalahan apa saya juga bingung. Ora ono salah opo-opo loh. (Tidak salah apa-apa)," kata dia.

Diakuinya, kerja sama dengan venture capital itu saat ini masih jalan semua. Ia mencontohkan usaha Mangkokku berkembang membuka cabang di sejumlah daerah termasuk Solo, juga hasil itu.

"Itu venture capital. Kayak usaha Mangkokku masih berkembang juga. Dari modal situ juga kan kita bisa buka cabang di mana-mana," pungkasnya.

Profil Goola

Startup Goola didirikan oleh Gibran Rakabuming pada 2018. Kios pertamanya dibuka pada 17 Agustus 2018, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Produk andalan Goola adalah versi modern dari minuman tradisional yang sudah populer, seperti Es Doger Jeger, Es Kacang Hijau, dan Es Goola Aren.

Setahun berselang, Goola mendapat suntikan modal senilai USD 5 juta atau setara Rp 71 miliar. Dana tersebut berasal dari firma modal ventura Alpha JWC Ventures.

Dengan suntikan modal dari Alpha JWC Ventures, Gibran saat itu menyatakan bakal merealisasikan target menjadi market leader di Indonesia dengan gerai di kota-kota besar dan kecil, serta memulai ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara. (Kumparan)

Kesal Disebut Pengangguran, Suami Tega Gorok Leher Istri Pakai Pisau Lipat
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Polisi menangkap Kanipah alias Andre (32), suami yang tega membunuh istrinya Indah Safitri (27) di sebuah indekos di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (15/1).

Kapolrestabes Kombes Pol.Irwan Anwar di Semarang, mengatakan peristiwa nahas yang terjadi di indekos berlokasi di Jalan Srinindito Baru, Semarang Barat itu dipicu keributan antara suami istri yang sudah 8 tahun menikah itu

“Awalnya korban yang sedang istirahat kerja dijemput pulang oleh pelaku,” katanya, Senin 17 Januari 2022.

Saat di rumah, kata dia, korban meminta pelaku untuk mencari pekerjaan.

Pelaku kemudian beralasan dirinya sedang sakit sehingga belum bisa mencari pekerjaan.

Tanggapan korban agar pelaku berobat jika merasa sakit, kata dia, justru membuat tersinggung dan memicu emosi.

Pelaku nekat beberapa kali menusuk leher istrinya dengan sebilah pisau lipat.

Pelaku sendiri langsung melarikan diri setelah tetangga sekitar tempat tinggalnya berdatangan karena teriakan korban yang meminta tolong.

Usai membunuh istrinya, pelaku sempat menjemput dan membawa pergi anaknya yang masih berusia 4 tahun.

Irwan menambahkan pelaku ditangkap saat kembali ke rumah untuk mengantar anaknya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga serta Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. (Pojoksatu)

Saksi Persidangan Sebut Munarman Terlibat Pengeboman di Gereja Filipina
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi sekaligus pelapor mantan sekertaris FPI Munarman sebagai terdakwa dalam kasus tindak pidana terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/1/2022).

Adapun identitas saksi tidak dapat ditulis karena dalam persidangan kasus terorisme, identitas saksi memang harus dirahasiakan. Hal itu merujuk pada ketentuan Pasal 33 dan Pasal 34 A Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Saksi yang dihadirkan mengatakan, Munarman terlibat dalam aksi teror yang menyasar Gereja Katederal di Jolo, Filipina pada tahun 2019 lalu. Pernyataan itu merujuk pada penyelidikan serangkaian aksi teror yang dilakukan oleh kelompok teroris Makassar.

Awal saksi menyatakan, mana kala JPU bertanya terkait hal mendasarinya melaporkan Munarman atas dugaan tindak pidana terorisme. Saksi menyebut, Munarman diduga terkait dengan agenda baiat dalam agenda tabligh akbar pada 24-25 Januari 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan.

”Kemudian tadi saudara menyebutkan bahwa ada penyelidikan lebih mendalam terkait tahun 2015 sehingga kemudian melaporkan pada 2021. Kira-kira kejadian-kejadian terorisme apa saja kah yang kemudian mengakibatkan saudara melaporkan saudara Munarman?,” tanya Jaksa.

Saksi menegaskan, dasar laporan terhadap Munarman merujuk mana kala bom meledak di Gereja Katedral di Jolo, Filipina Selatan yang dilakukan oleh kelompok teroris Indonesia. Dari insiden itu, saksi menyatakan ada keterkaitan dengan serangkaian kelompok Makassar.

”Adalah ketika terjadi pengeboman di Katedral Gereja di Jolo yang kemudian membawa kita kepada link atau jaringan, yang juga di dalam pantauan penyelidikan dan akhirnya ada seperti link, hubungan antara peristiwa yang terjadi di Jolo tersebut dengan serangkaian apa yang kita sebut sebagai kelompok Makassar,” kata saksi melalui pengeras suara.

Atas latar belakang itu, kepolisian memeriksa sejumlah saksi. Dari keterangan itu, saksi pelapor menduga kuat adanya keterlibatan Munarman dalam aksi teror tersebut.

”Nah inilah yang membawa kita kepada beberapa saksi-saksi yang kemudian memberi keterangan yang dugaan kuat saya adalah menghubungkan dengan keterlibatan saudara Munarman,” kata saksi.

Selanjutnya, JPU menanyakan kepada saksi mengapa jangka waktu proses pengusutan kasus Munarman baru dilaporkan pada tahun 2021. Sedangkan dugaan keterlibatan Munarman telah terendus sejak 2015 silam.

Saksi menjawab, bahwa untuk membuktikan dugaan itu dalam kasus tindak pidana terorisme itu membutuhkan proses panjang dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti. Artinya, tidak sekedar menduga-duga merujuk pada keterangan sejumlah saksi saja.

”Kita tidak langsung menduga dari keterangan beberapa orang saja sebelum kita didukung dengan beberapa alat bukti. Kejadian sudah lama itu memang dipicu oleh kejadian awal yang baru terjadi yaitu serangkaian tindak pidana terorisme yang berdasarkan hasil penyelidikan mengarah kepada flashback ke belakang serangkaian kejadian pada 2015 tersebut,” tukasnya. (Sindonews)

Anggota TNI AD Pratu Sahdi yang Tewas Dikeroyok Ternyata Pasukan Elite
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Polisi berhasil menangkap salah satu pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan anggota TNI AD Pratu Sahdi (23) tewas di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Saat ini, polisi masih memburu pelaku lainnya dalam kasus tersebut.

"Alhamdulillah semalam kami amankan satu pelaku," ujar Kapolsek Penjaringan, AKBP Febri Isman Jaya pada wartawan, Senin (17/1/2022).

Menurutnya, satu orang pelaku pengeroyokan tersebut saat ini tengah diperiksa lebih lanjut oleh polisi. 

Sejauh ini, berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang diciduk itu ikut cekcok dan menganiaya korban bersama kelompoknya saat mencari seseorang di kawasan Waduk Pluit, Jakarta Utara pada Minggu (16/1/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.

Diketahui, Pratu Sahdi merupakan seorang anggota Raider Kostrad dengan brevet Cakra. 

Untuk mendapat brevet tersebut, seorang prajurit harus mempunyai kemampuan dan kualifikasi khusus. Dan berhasil lulus dari latihan standarisasi Kostrad.

Seorang prajurit Kostrad memiliki kemahiran dan kemampuan dalam gerakan perorangan, memiliki kemampuan navigasi darat, bela diri dan menembak dengan nilai minimal 80 serta fisik yang prima.

Diketahui, Sahdi adalah anggota Batalyon Infanteri Raider 303/Setia Sampai Mati yang bermarkas di Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Bersama dengan Yonif 321/Raider, Majalengka dan Yonif 323/Raider, Ciamis berada di bawah kendali komando Brigade Infanteri 13/Galuh, Divisi Infanteri 1/Kostrad.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan membeberkan kronologi pengeroyokan Pratu Sahdi di Jalan Inspeksi Waduk Pluit Penjaringan, Jakarta Utara.

Peristiwa berawal saat sejumlah saksi melihat empat orang pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor dengan berboncengan. 

Kemudian empat orang tersebut turun dari motor dan mendatangi sejumlah saksi untuk bertanya asal daerah para saksi.

"Bertanya 'apakah kamu orang Kupang?' Kemudian saksi Sofyan menjawab saya bukan orang Kupang saya orang Lampung. Setelah itu pelaku bertanya ke korban Sahdi dan korban tidak menjawab, akhirnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban Sahdi," jelasnya.

Setelah cekcok kemudian berlanjut dengan adu pukul. Kemudian korban Sahdi dikeroyok oleh kelompok orang tersebut dengan dicekik dan ditusuk dengan dua tusukan. 

Selanjutnya pelaku dengan kaos hitam dan biru secara acak menyerang orang yang ingin melerai pelaku.

"Termasuk korban Samsul akhirnya terkena serangan menggunakan senjata tajam oleh tersangka berkaos hitam, mengakibatkan korban Samsul luka sobek di dada sebelah kanan dan luka sobek di punggung belakang. Sedangkan korban Soleh luka bagian jari manis sebelah kanan putus 2 ruas," pungkasnya. (Okezone)

Kapolri Soal Pria Tendang Sesajen di Semeru: Bisa Terus Atau Restorative Justice
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan komentar singkat terkait kasus seorang pria berinisial HF yang menendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru.

Menurut dia, kasus tersebut bisa diproses lebih lanjut. Tapi tidak tertutup kemungkinan adanya restorative justice terhadap pelaku.

"Kita masih lihat, apakah ini menjadi salah satu kasus yang harus diproses lanjut, ataukah ini masuk posisi kasus yang bisa direstorative Justice," katanya saat mengecek pintu masuk wistawan di Pelabuhan Benoa, Bali pada Sabtu (15/1/).

HF sendiri telah ditangkap anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Jumat (13/1) malam. 

Sebelumnya viral beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang pria membuang dan menendang sesajen di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

Dua potongan video aksi tidak terpuji itu dilakukan pria memakai gamis warna abu-abu, jaket, dan peci berbahan kain. Satu berdurasi 30 detik dan yang kedua berdurasi 24 detik.

"Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azab-Nya. Allahu akbar," ujar pria yang belum diketahui identitasnya itu, sambil beberapa kali meneriakkan takbir.

Netizen yang melihat video tersebut pun dibuat geram atas aksi intoleran tersebut. (Kumparan)

Dilaporkan ke KPK, Kaesang: Saya Mulai Bisnis dari Nol, Duitnya Halal
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dilaporkan ke KPK terkait dugaan terlibat KKN dan pencucian uang.

Bisnis yang digeluti Kaesang pun menjadi sorotan.

Beberapa bulan lalu, Kaesang pernah menceritakan tentang bisnis yang ia bangun sampai saat ini.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam tayangan video Youtube di Podcast Deddy Corbuzier.

Dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Minggu (16/1/2022), adik dari Gibran tersebut, mengatakan ia memang menggunakan privilese untuk berbisnis.

Kaesang berterus terang bahwa ia menjalankan bisnis karena statusnya privilese sebagai anak Presiden Jokowi.

"Ya itu memang namanya privilese. Kan saya mengakui itu ok, lha gimna iya kan. Itu lah, saya nggak akan bilang, saya kerja mati-matian, ngapain. Kita mau pembelaan bagaimana pun, itu memang pasti ada privilese kan. Namanya pebisnis ya kita maksimalin apa yang kita punya, tapi tanggung kawab itu saja," ujar Kaesang, dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com.

Lebih lanjut, ia mengaku, privilese tersebut menjadi faktor penting yang mendorongnya terjun berbisnis.

"Kita harus ngakuin ada privilese itu. Itulah kenapa waktu itu aku bikin bisnis pun salah satunya nggak ada ketakutan, ah masih ada bapak yang masih bisa backup lah (andai gagal)," bebernya.

Kaesang juga menjelaskan bahwa ia berbisnis mulai dari nol.

Di dalam perjalanan bisnisnya, ia dibantu dengan statusnya sebagai anak Jokowi.

"Aku usaha dari nol nih, tapi dari nol sampai ke 100 nih, 1,2,3 itu lurus alhamdulillah, harus aku akui kan ada privilese itu. Kayak bisnis Sang Pisang, bisa laris salah satunya orang-orang kenal saya karena anaknya bapak, asal duitnya halal kan nggak masalah kan," katanya.

Status sebagai anak Jokowi membuat Kaesang percaya diri untuk terjun berbisnis.

Meski demikian, Kaesang mengatakan, previlese tersebut jangan sampai digunakan untuk korupsi.

"Harus aku ngakuin jujur, kita gunakan privilese kita semaksimal mungkin, tapi tanggung jawab jangan privilese itu buat korupsi. Itu ya nggak boleh," tandasnya. (Suara)

Mulai 2023, Tenaga Honorer Tak Lagi Dipakai di Instansi Pemerintahan, Hanya Ada PNS dan PPPK
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menegaskan, hanya ada dua jenis pegawai di instansi pemerintahan, yakni pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Kata Tjahjo, itu sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan berlaku paling lambat pada 2023.

"Sesuai UU ASN, paling lambat 2023 status pegawai pada instansi pemerintah hanya ada 2 pilihan, yaitu PNS atau PPPK," kata Tjahjo dikutip dari Kompas.com, Jumat (14/1/2022).

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa tidak ada lagi pegawai honorer di instansi pemerintahan.

Ketentuan itu juga dianggap Tjahjo sejalan dengan pengintegrasian Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sehingga, menurut dia, jika BRIN sebagai institusi ingin menyelesaikan penataan organisasi/SDM pada tahun 2022 tentu tidak menjadi soal.

Lebih lanjut, Tjahjo menjelaskan bahwa dalam penyelesaian proses integrasi kedua lembaga itu akan dilakukan beberapa langkah:

Pertama, untuk PNS Periset akan dilanjutkan menjadi PNS BRIN sekaligus diangkat sebagai peneliti.

Kedua, bagi honorer periset usia di atas 40 tahun dan berpendidikan S3 mengikuti penerimaan ASN jalur PPPK 2021, yakni sebanyak 1 PPPK.

Rencananya penerimaan jalur PPPK ini akan dilanjutkan pada 2022 ini.

Ketiga, honorer periset usia kurang dari 40 tahun dan berpendidikan S3 mengikuti penerimaan ASN jalur PNS 2021, yakni sebanyak 2 orang.

Keempat, bagi honorer periset non-S3 bisa melanjutkan studi dengan skema by-research dan RA (research assistantship).

Kelima, bagi honorer non-periset akan diambil alih RSCM sekaligus mengikuti rencana pengalihan gedung LBM Eijkman ke RSCM sesuai permintaan Kementerian Kesehatan yang memang memiliki aset tersebut sejak awal.

"Sebagai catatan, bila KemenPANRB membuka formasi PNS pada 2022 dan bila yang dibuka hanya formasi PPPK, maka kelompok nomor tiga di atas juga akan dimasukkan ke formasi PPPK," ungkap Tjahjo.

Kendati begitu, Tjahjo menyebut bahwa opsi yang ditawarkan BRIN tersebut memerlukan proses dan waktu sesuai siklus penerimaan CPNS/CPPPK yang akan dilaksanakan tahun ini.

Oleh karena itu, Tjahjo menyarankan para pegawai honorer periset tersebut tetap diberi kesempatan bekerja sampai dengan proses perekrutan melalui jalur CPNS/CPPPK selesai.

Adapun honorer periset yang belum S3 akan difasilitasi menempuh pendidikan S3 by research.

"Sedang untuk honorer non-periset sebagian akan diambil menjadi pegawai RSCM sesuai kesepakatan dengan Kementerian Kesehatan dan sebagian lagi akan menjadi tenaga alih daya BRIN rasanya tidak ada masalah," terang Tjahjo.

Sebelumya, sebanyak 113 tenaga honorer Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman tidak diperpanjang kontraknya atau diberhentikan.

Pemberhentian tersebut dampak adanya integrasi Lembaga Eijkman ke tubuh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), September 2021.

"113 orang, sekitar 71 adalah tenaga honorer periset," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PRBM Eijkman Wien Kusharyoto, Minggu (2/1/2022).

Integrasi LBM Eijkman ke BRIN diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyatakan, bahwa seluruh lembaga penelitian harus diintegrasikan ke dalam BRIN. (Kompas TV)

PD BANGET! Dipolisikan Gegara Laporkan Gibran-Kaesang ke KPK, Ubedillah Mengaku Tak Akan Mundur
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Relawan Jokowi Mania (JoMan) resmi melaporkan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, ke Polda Metro Jaya atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep. Ubedillah mengaku heran terhadap laporan Ketua Umum JoMan Immanuel Ebenezer alias Noel itu.

“Hal yang dilaporkan Noel itu delik aduan, mestinya yang melaporkan itu korban. Entah Noel ini korban apa ya? Saya tidak pernah berinteraksi dengan Noel sama sekali, kok bisa jadi korban?” kata Ubedillah dalam keterangannya, Sabtu (15/1/2022), sebagaimana dilansir dari detikcom.

Ubedillah menekankan dirinya melaporkan Gibran dan Kaesang atas dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Dia menyebut Noel tidak ada kaitannya sama sekali terkait laporan tersebut.

“Saya melaporkan ke KPK itu tentang dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang, tidak ada hubungannya dengan Noel,” ucapnya.

Lebih lanjut Ubedillah menyebut dirinya melaporkan terkait dugaan korupsi dan TPPU terhadap Gibran dan Kaesang atas dasar Tap MPR No XI Tahun 1998 terkait penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN. Dia berpendapat apa yang dilakukannya dilindungi oleh UU No 31 Tahun 2014 tentang perlindungan saksi dan korban, sehingga tak dapat dituntut balik.

“Saya menjalankan itu sesuai spirit reformasi 1998. Kebetulan saya adalah aktivis 1998, terpanggil untuk bertanggung jawab secara moral memilih langkah hukum ini. Maka langkah ini dijamin oleh UU No 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Bahwa sebagai pelapor dilindungi dan tidak dapat dituntut secara hukum, baik pidana maupun perdata,” ujarnya.

Ubedillah memastikan tidak akan mundur terkait laporannya tersebut.

“Saya akan terus melangkah melalui cara yang baik ini demi masa depan pemerintahan yang lebih baik,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Relawan JoMan resmi melaporkan Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya. Ubedillah Badrun dilaporkan atas dugaan fitnah kepada Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

“Hari ini tim hukum kami sudah ada menjelaskan beberapa pasal delik aduan terkait laporan palsu. Kita melaporkan Ubedillah Badrun di Pasal 317 KUHP. Dengan bunyinya ‘barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang diancam karena melakukan pengaduan fitnah dengan pidana paling lama 4 tahun’,” kata Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Laporan itu kini telah terdaftar di Polda Metro Jaya. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/239/I/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, 14 Januari 2022.

Laporan kepada Ubedillah Badrun itu merujuk pada saat dosen UNJ itu melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK. JoMan menilai laporan dari Ubedillah Badrun hanya hoaks semata.

“Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks. Jadi ini tidak mendidik, apalagi beliau itu kan seorang dosen intelektual, aktivis, seharusnya lebih bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” katanya.

Sejumlah bukti telah diserahkan pelapor kepada penyidik. Pelapor kini menyerahkan proses penyelidikan kasus itu kepada penyidik.

“Barang buktinya rekaman video kemudian durasi saat dia sampaikan dan itu jadi bukti-bukti kami sampaikan ke penyidik,” jelas Noel.

Noel menyebut berpeluang mencabut laporannya terhadap Ubedillah. Dia bakal mencabut laporan jika Ubedillah Badrun melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

“Kami mau laporkan terlapor dengan pasal yang lebih berat. Tapi pertimbangannya hari ini kita melihat memberikan kesempatan kepada Ubedillah Badrun untuk meminta maaf kepada publik karena ini berkaitan dengan kehormatan seseorang. Karena basis laporannya berbasis kepalsuan atau hoaks, jadi ini tidak mendidik,” tuturnya. (Manadopost)

Bos Garuda Bakal Tarik Snack Berwajah Kaesang dari Paket Makanan di Pesawat
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Beredar foto paket makanan di pesawat Garuda Indonesia yang salah satu snack atau makanan ringannya bergambar ilustrasi wajah Kaesang Pangarep. 

Berdasarkan foto yang diterima kumparan, paket makanan tersebut disediakan maskapai dalam penerbangan Desember 2021.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra mengatakan akan menarik snack yang kemasannya bergambar Kaesang untuk menghindari konflik kepentingan. 

Namun, dia memastikan keberadaan snack tersebut tidak bermaksud apa-apa.

"Kita lagi minta ditarik dari Garuda, minta TRICKS untuk ganti dengan kemasan polosan. Pasti kita hindari (jika ada konflik kepentingan)," kata Irfan saat dihubungi kumparan, Sabtu (15/1).

Dihubungi terpisah, Direktur Pemasaran PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat) Ansari Kadir tidak menjawab pertanyaan kumparan. 

GK Hebat merupakan perusahaan yang salah satu pendirinya adalah Kaesang.

Di perusahaan tersebut, Kaesang menjabat sebagai Presiden Direktur atau CEO.

Adapun wajah Kaesang bisa ada di kemasan TRICKS karena manajemen PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS) yang merupakan produsen snack menjadikan Kaesang brand ambassador-nya.

Dipilihnya Kaesang oleh Tays Bakers karena dianggap mewakili semangat dan nilai perusahaan.

"Saya bangga dapat membantu produk ini sehingga lebih banyak lagi orang Indonesia maupun luar negeri tahu tentang TRICKS, produk asli Indonesia berkualitas internasional,” kata Kaesang dalam keterangan tertulisnya Minggu (9/1). 

Sumber: Kumparan

Cerita Habib Husein Temani KSAD Jenderal Dudung: Beliau Mengislamkan Ratusan Orang
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Habib Husein Baagil membongkar sosok Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Jenderal bintang 4 tersebut memiliki sisi kemanusiaan yang luar biasa untuk Islam.

Mulanya, Habib Husein menceritakan kali pertama bertemu dengan Dudung pada Tahun 2018 di Mabes TNI Cilangkap saat acara buka bersama.

Saat itu Dudung berpangkat jenderal bintang satu nonjob atau tidak memiliki jabatan.

Setelah dari pertemuan itu, tepatnya pada Tahun 2020 selepas Dudung menjabat Pangdam Jaya, pertemuan mereka lebih intens. 

Beragam topik ceramah disampaikan oleh ulama asal Tuban tersebut kepada prajurit Kodam Jaya.

"Sering komunikasi kami, saya diberikan kesempatan ngajar di Pembinaan Menta Kodam Jaya. Saya berikan khotbah Jumat," jelas Habib Husein di kanal YouTube Arridwan Tuban Official dikutip, Sabtu (15/1/2022).

Ratusan orang yang berhasil menjadi mualaf itu adalah warga Timor Leste (dulu Tmor-Timur) tempat dimana dulu Dudung bertugas. 

Hal itu terungkap saat dirinya mendampingi Jenderal Dudung kunjungan kerja ke wilayah Papua.

"Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Ada lima orang perwakilan dari orang-orang Timor menemui KSAD. Saya tanya 'Anda siapa pak,?'. 'Saya anak-anak Pak Dudung, kami satu kampung 150 orang diislamkan oleh beliau'," katanya yang selalu menemani Dudung dalam kunjungan kerja.

Dia mengatakan, perbuatan yang dilihatnya itu sebenarnya tidak untuk disebarkan. Akan tetapi, banyak yang mencerca Jenderal Dudung, sehingga dirinya membeberkan hal tersebut.

Belum sampai disitu, Habib Husein kembali bercerita tentang pribadi Jenderal Dudung yang baru diketahuinya. Di setiap daerah, sedikit 100 hingga 200 anak yatim dinafkahi oleh eks Pangkostrad tersebut.

"Lebih dari 1.000 anak yatim yang beliau asuh sejak beliau Letnan Satu. Sampai jabatan bintang 4 beliau raih ribuan anak yatim dinafkahi langsung dari hasil beliau," ungkapnya.

Dia pun menanyakan apakah di antara para jemaah yang hadir pernah mengislamkan 100 orang. Oleh karenanya, Habib Husein meminta setiap orang tidaklah berburuk sangka kepada dan mencaci sesama manusia.

"Anda pernah mengislamkan orang? Apa yang pernah anda perbuat untuk Islam? Perbuatan apa yang Anda lakukan untuk Islam? Kadang mencaci maki orang," katanya. (iNews)

Denny Siregar Bela Bisnis Putra Presiden Jokowi: Mereka itu “Alat” Supaya Kita Pintar
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus aktivis 98, Ubedilah Badrun.

Gibran dan Kaesang dilaporkan terkait dugaan korupsi dan pencucian uang melalui bisnisnya yang memiliki relasi dengan perusahaan pembakar hutan.

Pegiat media sosial, Denny Siregar pun memberikan pembelaan atas bisnis yang dijalani kedua putra Presiden Jokowi itu.

“Nih, saya coba jelaskan secara sederhana darimana duit Kaesang. Ini bisnis dunia baru, yang dilakukan banyak milenial memanfaatkan media sosial. Itu si dosen ma Rizal Ramli, kalo nanya depan @elonmusk, “Darimana uangmu ??” Dia pasti ngakak ampe kentut2,” tulis Denny sambil menyertakan video penjelasan yang ditayangkan di YiuTube 2045 TV.

Di cuitan lainnya Denny juga menyebut membela Kaesang bukan karena ada kepentingan.

“Gua ga kenal Kaesang sih, ketemu aja gak pernah. Gua senang aja jelasin ttg model bisnis baru, biar kita semua belajar. Kadang kebodohan orang itu membuat kita jadi banyak belajar. Mereka itu “alat” supaya kita pintar..,” sebut Denny Siregar.

Tak sampai di situ, Denny juga menyertakan link berita yang memuat profil perusahaan milik Kaesang, PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat).

“Ini sebagai tambahan info buat Rizal Ramli dan si dosen yg gak tau diri, kalau Kaesang tidak pake duit sendiri beli saham puluhan miliar rupiah. Dibelakangnya ada jaringan dan org2 bisnis. Ini biasa sebenarnya, tp org2 kolot itu suka bikin heboh,” pungkasnya. (Wartaekonomi)

Ditetapkan DPO, Anak Kiai Pelaku Pencabulan Santriwati Jombang Tak Terima
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Penetapan tersangka pencabulan santriwati Jombang, MSA sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) berbuntut panjang. Pengacara tersangka akan mempermasalahkan penetapan DPO ini.

Deny Hariyatna, pengacara dari MSA, mengatakan sikap Polda Jawa Timur atas penetapan DPO kepada kliennya.

Keputusan Polda Jatim menerbitkan keterangan surat yang menjadikan kliennya sebagai DPO dan menurutnya tidak berdasar fakta.

MSA sendiri adalah anak kiai di Jombang yang menjadi tersangka pencabulan.

“Sampai ada surat DPO, saya menyesalkan bahwa itu diambil atas dasar keputusan yang salah. Kesalahannya adalah setiap mengambil keputusan harus diambil dari fakta yang sebenarnya,” ungkap Deny

Pihaknya mempertanyakan maksud adanya penerbitan DPO kepada MSA yang ditengarai bermula akibat kejadian datangnya pihak Polda Jatim ke kediaman MSA Kamis (13/1/2022) lalu.

“Mengenai info adanya surat DPO, kami sendiri masih belum paham. Apa yang melatarbelakangi Polda, dikatakan klien kami itu tidak ada di tempat. Sementara ketika mereka hadir, mereka tidak masuk dan dipersilakan masuk pun tidak berkenan,” tambahnya.

Menurutnya, MSA saat itu sedang berada di kediamannya. Deny mengaku dirinya mengunjungi dan membeberkan, MSA dalam keadaan istirahat. 

“Pas kami datang, langsung ditemui oleh beliau. Memang beliau sedang istirahat, saya tadi sempat guyon, ngobrol, ya menemani beliau,” bebernya.

Deny Hariyatna juga mengungkapkan adanya pelintiran pembicaraan mengenai keberadaan MSA saat Polda Jatim mendatangi tempat tinggalnya.

“Kami sayangkan adanya pembicaraan yang dipelintir, apalagi situasi dalam proses hukum. Tentunya harus didasarkan oleh fakta, tidak boleh oleh kesimpulan sendiri,” paparnya. (iNews)

Go Digital Go Export, Parekraf PP KAMMI Gandeng UMKM Merambah Pasar Internasional
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melalui Departemen Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang merupakan Departemen dibawah Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) saat ini berencara ikut andil dalam meningkatkan devisa negara melalui ekspor produk-produk UMKM.

Pasca covid19 yang memang banyak menyebabkan beberapa usaha gulung tikar, namun juga tidak sedikit memunculkan UMKM baru yang mampu bersaing di lokal maupun internasional.

"Departemen UMKM Parekraf PP KAMMI, tentu sangat ingin terus meningkatkan kualitas dan kuantitas UMKM yang ada di Indonesia. Karena memang tidak bisa kita pungkiri, sangat besar potensi pemasukan Negara yang berasal dari UMKM," jelas Monica Eka Yulianda selaku Ketua Departemen UMKM Parekraf PP KAMMI.


Oleh karena itu, melalui rapat perdana Departemen UMKM Parekraf PP KAMMI (14/01), kami akan menyuguhkan sarana dan prasarana agar UMKM kita terus maju dan melejit. Kita kedepannya juga akan menjembatani UMKM agar bisa juga di bina oleh pemerintah setempat," ujarnya.

Zaki Ahmad Rivai selaku Ketua Umum KAMMI Pusat juga berharap semoga Bidang Parekraf dan khususnya UMKM bisa bersinergi dengan lembaga-lembaga terkait dan bisa menumbuhkan UMKM agar lebih maju dan mapan. 

"Dan terkhusus membantu kader-kader KAMMI yang bergerak di sektor UMKM bisa lebih mandiri dan sejahtera," katanya.

Tidak hanya itu, Muhammad Ridwan selaku Ketua Bidang Parekraf PP KAMMI juga mengatakan, Untuk terus Mendorong UMKM agar bisa Go Scale Up, Go Digital dan Go Export. 

Parekraf PP KAMMI akan menyiapkan Program Khusus yang bernama 3G (Go Digital, Go Scale Up, Go Export).

"Harapan kami, Departemen UMKM Parekraf PP KAMMI Dapat Progresif Melanjutkan Ikhtiar dan Membukakan Jalan, bagi Kader KAMMI serta Solutif Memberikan Program Pemberdayaan dan Pelatihan Bisnis Digital. Agar UMKM Kita Dapat Bersaing dan Unggul dalam menghadapi Tantangan Pandemi dan Bonus Demografi" ujar Muhammad Ridwan Uda, Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PP KAMMI. (MEY)

Ribuan Santri Pasang Badan Tolak Penangkapan Anak Kiai Tersangka Pencabulan
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Geram mendengar kabar putra pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sidiqiyah akan ditangkap polisi dalam kasus pencabulan, ribuan warga jamaah Sidiqiyah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa.

Mereka mengklaim tuduhan pencabulan oleh putra kiai terhadap sejumlah santriwati di Ponpes Sidiqiyah hanya rekayasa untuk menjatuhkan nama baik pesantren. 

Aksi digelar ribuan warga dan santri di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu 12 Januari 2022.

Aksi tersebut digelar di halaman pesantren dengan membentangkan berbagai poster. 

Dalam orasinya, santri dan warga jamaah Sidiqiyah ini menolak rencana polisi yang akan menangkap salah satu putra pengasuh Ponpes Sidiqiyah, berinisial MSA dalam dugaan kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwati di pesantren.

Mereka tak terima MSA telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Mereka menuding kasus tersebut hanyalah fitnah dan rekayasa dari oknum-oknum yang ingin menjatuhkan nama baik Ponpes Sidiqiyah.

"Apa yang kita pertahanankan ini kalau bisa membela dengan teori kita bela dengan teori, klo mereka gunakan fisik, kita juga gunakan fisik kita," ujar Sekretaris Orshid Sidiqiyah Ummul Khoironi.

Pihaknya mengaku sebagai saksi terhadap fitnah yang dilaporkan kepada Polda maupun kepada Polres. 

Bahkan, dirinya sudah bertemu dengan perempuan berinisial MNK, dan mengatakan siapa sumber fitnah tersebut.

Sebagai upaya mengantisipasi kedatangan polisi yang akan menangkap MSA, ratusan pemuda pengikut Sidiqiyah terus berjaga di seluruh area pesantren. Mereka bertekad akan menghadang polisi jika berani menangkap MSA.

"Kasus ini sudah P19 7 kali...dan ini kasus yang tidak lazim artinya ada upaya untuk memaksakan kasus ini menjadi kasus hukum," ujar Ketua Umum Orshid Joko Hermanto. (Okezone)