Opini

PARLEMEN

Sports

Daerah

Gempa Susulan 8,2 Magnitudo dan Isu Tsunami, Ini Kata BMKG
Senin, Januari 18, 2021

On Senin, Januari 18, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, Dwikorita Karnawati, mengimbau seluruh masyarakat di Sulawesi Barat, utamanya di Mamuju dan Majene tidak terpancing informasi sesat terkait gempa susulan berkekuatan magnitudo 8,2 serta isu tsunami.

"Saya mohon masyarakat terutama di Mamuju dan sekiranya, tidak perlu panik dan jangan terpancing isu, apalagi ada mengatakan kekuatan bisa magnitudo 8,2. Ada lagi mengatakan harus keluar dari Mamuju, itu tidak benar," kata Dwikorita di Mamuju, Ahad, 17 Januari 2021.

Pihaknya menegaskan BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi gempa susulan dengan skala besar dari sebelumnya, bahkan adanya informasi potensi akan terjadi tsunami di Majene dan sekitarnya. 

"Tidak pernah BMKG menyatakan hal seperti itu. Salah sama sekali," kata mantan Rektor wanita pertama Universitas Gadjah Mada itu.

Wanita yang menyandang gelar profesor dan lahir di Yogyakarta, 6 Juni 1964 itu, mengatakan imbauan yang dikeluarkan adalah meminta masyarakat untuk selalu waspada dan menjauhi lokasi yang rawan, seperti bangunan tua dan, lereng gunung dan daerah pesisir pantai.

"Kami imbau jauhilah bangunan yang mudah runtuh, cari tempat yang aman, jauh dari runtuhan bangunan, jauh dari lereng yang rawan longsor atau lereng gunung, dan cukup jauh dari pantai," ucapnya kembali menegaskan.

Dia mengatakan yang dikeluarkan BMKG adalah mewaspadai adanya gempa susulan, tapi tidak sebesar 8,2 magnitudo, atau kurang lebih sebesar dari peristiwa kemarin.

"Itu besar (6,2 magnitudo), tapi lebih banyak (skala gempa) rendah dari kemarin, itu saja. Semoga kita semua aman, " katanya.

BMKG juga meminta kepada seluruh masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan dan mau meninggalkan Kota Mamuju, tetap tenang dan waspada sampai keadaan benar-benar normal kembali.

"Tidak perlu keluar Mamuju, kalau itu benar, tentu aku lari (keluar) duluan, karena kita masih disini. Insya Allah, Allah melindungi kita semua," tuturnya.

Kunjungan Kepala BMKG pusat Prof Dwikora Karnawati tersebut di Sulbar juga bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono di sejumlah titik bencana di Kota Mamuju. 

Source: Republika

25 Relawan Uji Vaksin Sinovac di Bandung Positif Covid-19
Senin, Januari 18, 2021

On Senin, Januari 18, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran merancang proses uji klinis vaksin Sinovac selesai kurang dari setahun sejak Agustus 2020. Hasil selama tiga bulan pertama perjalanan risetnya telah dilaporkan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan dan mengantar terbitnya izin penggunaan darurat pada 11 Januari 2021.

Tim memang menilai hasil sementara uji klinis vaksin Covid-19 dari Cina itu bagus. Tujuan utama uji klinis itu adalah untuk mengevaluasi efikasi atau khasiat vaksin itu dalam mencegah Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Tujuan sekundernya seperti mengevaluasi keamanan dan imunogenisitas vaksin.

“Tingkat efikasi dari interim report itu 65,3 persen,” kata ketua tim riset Kusnandi Rusmil yang dihubungi Kamis malam, 14 Januari 2021.

Tingkat efikasi itu, dijelaskan Kusnandi, didapat setelah diketahui ada 18 peserta uji klinis di kelompok penerima plasebo dan 7 di kelompok penerima vaksin yang masih terinfeksi Covid-19 pasca dua kali penyuntikan atau dosis penuh. Adapun total jumlah relawan ada 1603, atau berkurang 17 orang karena mereka tidak datang untuk suntikan kedua setelah ditunggu sepekan sesuai jadwal.

Menurut Kusnandi, kondisi relawan yang positif Covid-19 dari kelompok penerima vaksin dilaporkan hanya sakit kategori ringan. “Enggak ada yang dirawat, artinya vaksin itu mencegah dia tidak terkena Covid-19 yang berat,” ujar dokter spesialis anak konsultan itu.

Sementara itu, tingkat imunogenisitas atau kemampuan vaksin untuk membangun kekebalan tubuh dilaporkan mencapai 99 persen. Pengukurannya berdasarkan hasil sampel darah 540 orang relawan yang terbagi dua dari kelompok vaksin dan plasebo. "Pemeriksaan antibodi itu di Bio Farma dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan," ujar manajer tim riset Eddy Fadlyana.

Angka sampel yang diambil menurut Kusnandi berdasarkan hitungan statistik dari sponsor penelitian yaitu PT. Bio Farma. “Jadi sudah ditulis yang diperiksa dengan memperhitungkan imunogenisitas itu cukup dengan 540 sampel,” ujar guru besar Fakultas Kedokteran di Universitas Padjadjaran itu.

Adapun jumlah relawan dan rentang usianya kata Kusnandi, sesuai permintaan Sinovac. “Mereka menetapkan yang di Indonesia itu jumlahnya 1.620 orang relawan umurnya antara 18-59 tahun,” kata Kusnandi.

Meskipun lebih sedikit dibandingkan sampel di Turki maupun Brasil, jumlah relawan dari berbagai negara pelaksana uji klinis vaksin fase tiga atau tahap akhir itu akan digabungkan. “Di seluruh dunia memang seperti begitu aturannya, fase tiga itu tidak boleh di satu tempat.”

Berbeda dari negara lain yang langsung melibatkan tenaga kesehatan sebagai relawannya, riset uji klinis vaksin Sinovac di Bandung tidak dirancang dengan target kalangan khusus. Tim Unpad menyasar kalangan umum dengan membuka pendaftaran relawan secara terbuka sejak akhir Juli 2020.

“Kita baru belajar, belum tahu penyakitnya jadi semua orang dianggap sama,” kata Kusnandi menerangkan alasannya.

Tim riset kini masih memantau kondisi 1.603 relawan uji klinis. Seorang peserta, Arif Budiawan, 53 tahun, mengatakan bakal ikut perjalanan riset sampai akhir. Dia telah disuntik dua kali pada Oktober dan November 2020. Arif masih harus datang lagi ke Puskesmas Dago untuk pengambilan sampel darah Maret mendatang. “Kalau ikut vaksinasi sekarang akan dicoret dari riset,” katanya tanpa menyadari apakah dia termasuk kelompok penerima plasebo atau dosis vaksin.

Relawan lain Herlina Agustin, 52 tahun, mengatakan para subyek penelitian baru akan bisa ikut divaksinasi Covid-19 secara massal setelah laporan riset rampung pada Juni 2021. “Risetnya sekarang masih berlangsung, kontrak relawan sampai Maret,” ujarnya.

Source: Tempo

Mengaku Ustaz, Aldi Taher Dikritik Warganet
Minggu, Januari 17, 2021

On Minggu, Januari 17, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Aldi Taher menjadi sorotan warganet karena beberapa unggahan di akun Instagram miliknya yang mengatasnamakan sebagai ustaz.

Tak hanya itu, nama profile yang tertulis di akun Instagram Aldi juga berubah yakni menjadi Ustaz Aldi Taher, SE.

Mantan suami Dewi Perssik ini juga belakangan getol mengunggah video dirinya sedang membaca Al-quran.

Baik sedang di rumah, usai salat, di tempat kerja hingga di dalam perjalanan.

Aldi belum lama ini juga mengunggah video dirinya tengah makan mie yamin, untuk mempromosikan usahanya. Video kemudian berlanjut dengan dirinya membaca Alquran.

Dalam keterangannya, Aldi menuliskan keterangan, “Mie ayam ustadz Aldi taher,SE – AR RAD 29-34”.

Keterangan inilah yang memantik perhatian warganet. Mereka langsung mengkritik penggunaan kata Ustaz sebelum namanya.

Tak sedikit warganet yang mengingatkan penyematan nama ustaz bukan berdasarkan penilaian pribadi. Ada pula yang mencibir gaya Aldi dalam berpakaian, yang kerap menggunakan kaus oblong.

Ada juga yang mengingatkan supaya dia tidak bermain-main dengan penyematan kata ustaz.

Source: JPNN

Mahfud MD Tiba-tiba Sampaikan Kabar Duka: Inna Lillah wa Inna Ilaihi Raji'un
Sabtu, Januari 16, 2021

On Sabtu, Januari 16, 2021

Mahfud MD Tiba-tiba Sampaikan Kabar Duka: Inna Lillah wa Inna Ilaihi Raji'un
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Koordinator Bidang Keamanan, Politik dan Hukum (Menkopolhukam) Prof. DR. Mahfud MD  menyampaikan kabar duka atas wafatnya Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo. 


Kabar meninggalnya Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo disampaikan Mahfud MD melalui twitternya pada Sabtu, 16 Januari 2021


"Inna lillah wa inna ilaihi raji'un. Telah wafat Letjen (purn) Sayidiman Suryohadiprodjo dlm usia 94 thn," tulis Mahfud yang dikutip BentengSumbar.com dari akun twitter @mohmahfudmd, Sabtu, 21 Januari 2021. 


Mahfud pun mengenang ketika tiba-tiba dirinya diangkat Presiden KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur menjadi Menteri Pertahanan.


Mahfud sering mengundang Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo dan beberapa orang lainnya untuk mengajarinya tentang militer.  


"Saat thn 2000 msh ter-gagap2 krn tiba2 diangkat jadi Menhan oleh Pres.  Gus Dur sy sering ngundang Sayidiman, Salim Said, Hasnan Habib ke rumah sy utk ngajari sy ttg militer," ungkap Mahfud MD.


Sayidiman Suryohadiprojo merupakan salah satu lulusan terbaik Akademi Militer Yogyakarta tahun 1948. 


Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) ini dikenal memiliki pengalaman, pengetahuan, dan perhatian yang luas atas berbagai bidang, khususnya dalam bidang militer, politik, dan diplomasi. 


Dia juga pernah menjadi penasihat Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam bidang Hankam (1983).


(by)

Saling Ejek Saat Bantu Bencana Alam, Warganet Minta FPI dan Banser Bersatu
Sabtu, Januari 16, 2021

On Sabtu, Januari 16, 2021

Saling Ejek Saat Bantu Bencana Alam, Warganet Minta FPI dan Banser Bersatu
BENTENGSUMBAR.COM - Media sosial twitter kini diramaikan dengan tulisan "Banser", Sabtu, 16 Januari 2021. 


Lebih dari 6.500 warganet bahas "Banser" hingga menjadi trending topic.


Melalui "Banser", Warganet membahas peristiwa bencana alam yang terjadi beberapa hari belakangan ini. 


Di antaranya yaitu peristiwa tanah longsor di Sumedang, Jawa Barat; peristiwa gempa di Majene Sulawesi Utara dan Banjir bandang di Kalimantan Selatan.


Sayangnya, melalui tulisan "Banser", Warganet pendukung Front Pembela Islam (FPI) dan pendukung Banser saling mencibir aksi dalam membantu korban bencana alam itu. 


Namun, tak sedikit juga warganet lainnya yang meminta agar FPI dan Banser bersatu membantu korban bencana alam.


"Bantuin kagak nyinyir doang di gedein 😂 di lapangm sudah banyak saudara² relawan baik dari FPI dan BANSER dan banyak ormas lain


Sudalah biarkan mereka membantu dengan keihlasan


Jangan banding2kan apa yang dapat mereka berikan," tulis akun @hafid_otherside yang dikutip Sabtu, 16 Januari 2021.


"Banser/FPI yang penting aksi mereka kan, bukan nama. Yg penting korban bencana alam merasa terbantu kan, kenapa harus membahas ttg absensi :( Mengapa terpecah disaat butuh kesatuan," sambung @naemiesa.


"Ex FPI & Banser sedang berlomba-lomba dalam kebaikan.


Patut diapresiasi mau darimanapun kubumu berasal," cuit akun @syamcious.


Banser adalah singkatan dari Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama yang merupakan badan otonom NU dari GP Ansor. 


Ketua GP Ansor kini menjadi Menteri Agama, Yaqut Colil Qoumas. 


Sementara ketua umum FPI, Habib Rizieq Shihab dipenjarakan atas kasus kerumunan dan FPI pun dibubarkan.


Source: Okezone

Anies Baswedan Tiba-tiba Sampaikan Kabar Duka: Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un
Sabtu, Januari 16, 2021

On Sabtu, Januari 16, 2021

Anies Baswedan Tiba-tiba Sampaikan Kabar Duka: Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un
BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan kabar duka atas meninggalnya Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf.


Kabar meninggalnya Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf disampaikan Anies Baswedan melalui cuitan di media sosial Twitter miliknya pada Jumat, 15 Januari 2021.


“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Duka kembali menyelimuti atas berpulangnya Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf,” cuit Anies Baswedan yang dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Twitter @aniesbaswedan pada Jumat, 15 Januari 2021.


Gubernur DKI Jakarta itu pun mendoakan almarhum Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.


Selain itu, mendoakan semoga Allah SWT mengampuni dosa dan kesalahan Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf.


“Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah, serta mengampuni semua dosa dan kesalahan beliau. Al-Fatihah,” tulis Anies.


Diketahui, Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf merupakan ulama dan tokoh di Indonesia.


Sebelum wafat, kesehatan Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf semakin memburuk sejak beberapa tahun lalu.


Lalu dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 15 Januari 2021 pada pukul 15.30 WIB.


(*)

Gempa Majene Menjalar Hingga Seberangi Lautan ke Kalimantan
Jumat, Januari 15, 2021

On Jumat, Januari 15, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap beberapa fakta tentang gempa Majene di Sulawesi Barat yang sudah dua kali mengguncang kuat sejak Kamis siang, 14 Januari 2021, hingga Jumat dini hari.

Selain merusak bangunan rumah dan meruntuhkan bebatuan tebing, guncangan gempanya menyeberangi lautan hingga terasa di Kalimantan Timur. Pada gempa yang terbaru, guncangannya menjalar ke Makassar.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa Majene yang pertama dirasakan hingga jauh di seberang pulau Sulawesi pada Kamis siang, 14 Januari 2021.

“Karena dilaporkan banyak warga di Kabupaten Paser dan Balikpapan di Kalimantan Timur ikut merasakan guncangan gempa Majene,” katanya lewat keterangan tertulis.

Gempa Majene bermagnitudo 5,9 yang terjadi pukul 13.35.49 WIB itu mencapai skala intensitas VI MMI yang berpotensi merusak. Menurut Daryono, gempa Majene yang pertama dipicu oleh sumber gempa Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust). Mekanisme gempanya berupa pergerakan naik (thrust fault).

Pusat gempa Majene itu sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu tsunami pada 23 Februari 1969 dengan kekuatan 6,9 pada kedalaman 13 kilometer.

Sumber gempa Sesar Naik Mamuju memiliki magnitudo tertarget mencapai 7,0 dengan laju geser sesar 2 milimeter per tahun. “Sesar ini memang harus diwaspadai karena mampu memicu gempa kuat,” kata Daryono.

Gempa pada 1969 itu menyebabkan 64 orang meninggal dunia, 97 orang luka-luka, dan 1.287 rumah serta masjid mengalami kerusakan. “Dermaga pelabuhan pecah, timbul tsunami dengan ketinggian 4 meter di Pelattoang dan 1,5 meter di Parasanga dan Palili,” ujarnya.

Gempa terbaru yang muncul pada Jumat dini hari pukul 01:28:17 WIB tercatat berkekuatan magnitudo 6,2. Pusat sumber atau episenter gempanya menurut BMKG berada di darat pada kedalaman 10 kilometer di koordinat 2,98 LS dan 118,94 BT atau sekitar enam kilometer arah timur laut Majene.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi itu memiliki mekanisme pergerakan naik dan menurut hasil pemodelan gempa tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami. Getarannya terasa antara lain di Majene dengan skala intensitas gempa IV-V MMI, kemudian Palu (III MMI) dan Makasar (II MMI).

Guncangan gempa pada skala V MMI dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat orang banyak terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang.

BMKG juga melaporkan sebelum gempa Majene bermagnitudo 6,2 itu, muncul lindu bermagnitudo 3,1. Setelah gempa besarnya, menyusul enam kali gempa susulan dengan kekuatan maksimum bermagnitudo 4,1. Kegempaan itu masih terangkai dengan gempa sehari sebelumnya dengan magnitudo 5,9.

Source: Tempo

Dokter dari Cirebon Sebut Vaksinasi Presiden Gagal, PB IDI Angkat Bicara
Jumat, Januari 15, 2021

On Jumat, Januari 15, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Viral sebuah surat terbuka yang meminta pemerintah mengulang proses vaksinasi virus Corona untuk presiden Joko Widodo, karena dianggap gagal. Apa tanggapan PB IDI?

Dalam surat yang beredar di media sosial WhatsApp, tercantum nama dr. Taufiq Muhibbuddin Waly, Sp.PD, seorang dokter yang berasal dari Cirebon.

"Setelah melihat berkali-kali video itu dan berdiskusi dengan para dokter serta para perawat senior, maka saya menyimpulkan bahwa vaksinasi yang anda lakukan adalah gagal," tulis dr Taufiq.

Alasannya, suntikan vaksin seharusnya menembus otot, atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai intramuskular dan dilakukan dengan tegak lurus 90 derajat.

Menurut Taufiq, penyuntikkan vaksin Covid-19 ke tubuh presiden Joko Widodo tidak dilakukan dengan benar, maka vaksin tidak menembus otot dan tidak akan memiliki efek perlindungan.

Taufiq juga menyinggung risiko terjadinya Antibody Dependent Enhancement (ADE), kondisi di mana virus mati yang ada di dalam vaksin masuk ke jaringan tubuh lain dan menyebabkan masalah kesehatan.

"Pada akhirnya demi rasa kasih sesama manusia dan untuk tidak dimurkai Tuhan sebagai orang-orang yang menyembunyikan ilmunya, maka saya menasihatkan anda untuk mengecek rapid antibody sebelum mengulang vaksin yang gagal itu," tulisnya lagi.

Tanggapan PB IDI

Viralnya surat terbuka untuk Presiden RI ini sudah diketahui oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

Ketua PB IDI dr Daeng Mohammad Faqih mengatakan, tulisan tersebut merupakan suatu opini dari penulis dan bukan berdasarkan data serta kajian ilmiah.

"Itu opini karena yang pertama, yang bersangkutan tidak ada di tempat saat penyuntikkan. Jadi dia tidak tahu kondisi di sana," tutur dr Daeng kepada Suara.com, Kamis, 14 Januari 2021.

dr Daeng menegaskan bahwa penyuntikkan yang dilakukan oleh Prof Abdul Muthalib sudah benar. Sebab, iapun disuntik oleh orang yang sama.

"Kedua, kenapa saya bantah, saya juga disuntik oleh orang yang sama yang menyuntik presiden, masuk ke otot suntikannya," tegas dr Daeng.

Terkait reaksi ADE yang bisa muncul usai vaksinasi virus Corona, lagi-lagi dibantah oleh dr Daeng.

dr Daeng menjelaskan bahwa vaksin Sinovac sudah diuji klinis oleh PT Bio Farma dan peneliti dari Universitas Padjajaran. Dalam hasil penelitian yang dilaporkan ke BPOM, tidak ditemukan adanya reaksi tersebut.

"Maka sekali lagi saya tegaskan, itu hanya opini karena penulis tidak berdasarkan fakta dan uji klinis. Sehingga pendapat itu tidak boleh diikuti, tidak valid, dan tidak kredibel," tambahnya.

Menurut dr Daeng, PB IDI telah berkoordinasi dengan IDI Cirebon sebagai organisasi profesi yang menaungi dr Taufiq Waly. Ke depannya, ia berharap dokter-dokter dapat mengeluarkan pendapat tentang vaksin berdasarkan data ilmiah dan hasil uji klinis.

Berikut ini petikan lengkap surat yang viral tersebut:

VAKSINASI PRESIDEN HARUS DIULANG DAN HATI-HATI DENGAN VAKSINASI

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Cirebon Indonesia, 14 Januari 2021

Kepada

Yth : Presiden Republik Indonesia 

Ir. H. Joko Widodo 

Di tempat 

Salam Vaksinasi, 

Hari ini, saya melihat anda divaksinasi. Setelah melihat berkali-kali video itu dan berdiskusi dengan para dokter serta para perawat senior, maka saya menyimpulkan bahwa vaksinasi yang anda lakukan adalah gagal. Atau anda belum divaksinasi. Alasannya adalah 

Injeksi vaksin Sinovac, harusnya intramuskular ( menembus otot). Untuk itu, penyuntikkan harus lah dilakukan dengan tegak lurus (90 derajat). Dan memakai jarum suntik untuk ukuran volume minimal 3 cc ( spuit 3cc ). Tetapi yang menyuntik anda tadi siang memakai spuit 1cc dan tidak tegak lurus 90 derajat. Hal tersebut menyebabkan vaksin tidak menembus otot sehingga tidak masuk kedalam darah. Suntikan vaksin yang dilakukan pada anda tadi siang hanyalah sampai di kulit ( intrakutan ) atau dibawah kulit ( sub kutan ). Dan itu berarti vaksin tidak masuk ke darah. 

Pabrik vaksin Sinovac telah membuat zat vaksin tersebut, hanya bisa masuk ke darah bila disuntikkan dengan cara intramuskular. Penyuntikkan dikulit i(ntrakutan) atau dibawah kulit ( subkutan) tidak akan menyebabkan vaksin tersebut masuk ke dalam darah. Kalaupun dapat masuk, hanyalah sedikit sekali. Lain halnya bila vaksin atau obat itu di desain untuk tidak disuntikkan secara intramuskular. Misalnya menyuntikkan insulin. Injeksi insulin harus dilakukan secara subkutan. 

Selain itu, setelah menonton berkali-kali, saya melihat bahwa masih ada vsksin yang tertinggal  pada spuit tersebut. Atau tidak seluruh vaksin disuntikkan. 

Satu orang lagi, yang saya lihat menjalani vaksinasi adalah Raffi Ahmad. Penyuntikkan dengan sudut 90 derajat sudah benar. Dan vaksin dalam spuit telah habis dikeluarkan semuanya. Tetapi karena yang digunakan spuit 1cc, maka sudah pasti spuit tersebut tidak dapat menembus otot Raffi Ahmad. Atau Raffi Ahmad pun harus mengulang vaksinasi COVID-19 seperti juga anda. 

Bapak Presiden RI yang terhormat, 
Dengan dasar apa yang dituliskan diatas, wajib bagi anda untuk secepatnya divaksin lagi. Sebab vaksin Sinovac mewajibkan diulanginya suntikan vaksin setelah 1 Bulan suntikan pertama. Atau harus dua kali suntikan vaksin, supaya timbul respon imunitas dari tubuh. Dengan diulanginya vaksinasi yang gagal hari ini, maka jelas bagi anda, kapan lagi jadwal vaksinasi yang ke dua. Hal itu sangat penting bagi anda, bila memang anda meyakini bahwa vaksinasi COVID-19 dengan vaksin Sinovac, memang bermanfaat untuk terhindar dari serangan COVID-19. 

Bapak Presiden RI yang terhormat,
Contoh teladan seperti yang saya tuliskan diatas, diharapkan akan menambah semangat dan kepercayaan bawahan anda serta seluruh rakyat Indonesia akan manfaat vaksinasi COVID-19. 

Pada akhirnya demi rasa kasih sesama manusia dan untuk tidak dimurkai Tuhan sebagai orang-orang yang menyembunyikan ilmunya, maka saya menasihatkan anda untuk mengecek rapid antibody sebelum mengulang vaksin yang gagal itu. Hal itu untuk mencegah terjadinya reaksi Antibody Dependent Enhacement( ADE ). Dimana bila hal itu terjadi, maka virus-virus mati yang berada dalam vaksin Sinovac itu, akan dengan mudah masuk kedalam sel-sel organ penting anda ( jantung,otak,ginjal ). Dan bila itu terjadi maka bisa saja menyebabkan kerusakan organ-organ vital tersebut bahkan kematian. Betapapun para ahli mengatakan kemungkinan untuk terjadinya reaksi ADE akibat vaksinasi Sinovac adalah kecil. Pada pandangan saya,tidak ada salahnya bila seseorang yang mampu, untuk melakukan cek rapid antibody sebelum dilakukan vaksinasi Sinovac. Bila rapid Antibody negatif, maka aman untuk divaksinasi. Tetapi bila positif sebaiknya batalkan vaksinasi Sinovac itu. Karena seperti surat yang pernah saya kirimkan dulu kepada anda, bahwa vaksin Sinovac adalah vaksin terlemah dalam menimbulkan respon imunitas dari 10 vaksin unggulan WHO. Maka tanpa disuntikkan vaksin Sinovac pun tidaklah masalah. Karena kita telah mempunyai antibody terhadap virus COVID-19 itu ( rapid test antibody positif ).

Saran saya yang lain lagi adalah cukuplah anda 3x saja menjadi contoh sebagai orang pertama yang disuntik vaksin ( 1x gagal, 1x mengulang kegagalan dan 1x lagi booster,  1 bulan setelah suntikan mengulang kegagalan itu ).

Kenapa hal tersebut saya katakan ?. 

Karena, vaksinasi COVID-19 harus dilakukan booster berulang kali. Disebabkan, berdasarkan penelitian, respon imunitas yang dihasilkan akibat vaksinasi COVID-19, paling lama adalah 3-4 Bulan. Dan maksimal adalah 6 Bulan. Karena itulah vaksinasi COVID-19 harus diulang-ulang terus. Minimal 2x dalam 1 Tahun. 

Mengulang-ulang vaksinasi ( entah sampai kapan) selain menyebabkan kemungkinan ADE seperti yang saya tuliskan diatas, juga dapat menyebabkan kemungkinan masuknya virus mati ( Sinovac dan Sinopharm ) atau bagian protein dari virus tersebut ( seperti vaksin-vaksin lainnya ) untuk masuk kedalam sel-sel organ dalam kita ( jantung, usus, ginjal, mata,  pembuluh darah, dsb ) Hal itu dapat terjadi karena sebagian besar sel-sel organ dalam kita mempunyai enzim ACE2 pada permukaan membran nya. Dan enzim tersebut memudahkan virus hidup COVID-19, virus mati atau bagian protein COVID-19 itu, untuk masuk ke sel organ-organ penting kita. Dan bila itu terjadi, reaksi yang berbahaya yang menyebabkan cacatnya organ-organ tersebut dapat terjadi. Sebagai seorang Presiden, anda harus diselamatkan terlebih dahulu ketimbang bawahan atau rakyat anda. Itulah alasan kenapa saya menyarankan cukuplah 3x saja anda menjadi orang yang pertama kali disuntik vaksin Sinovac. 

Demikian surat saya. Bila surat ini penting menurut anda, maka silakan menyebarluaskannya pada bawahan anda dan seluruh rakyat Indonesia. Termasuk juga MUI. Fatwa haram, wajib, atau makruh, tentang vaksinasi COVID-19 beserta booster-boosternya harus dikatakan juga. Bukan hanya halal dan suci saja. 

Salam Vaksinasi 
dr. Taufiq Muhibbuddin Waly Sp.PD

Source: Suara.com

BPOM Akan Hentikan Vaksinasi COVID-19 Jika Ditemukan Efek Samping
Jumat, Januari 15, 2021

On Jumat, Januari 15, 2021

BPOM Akan Hentikan Vaksinasi COVID-19 Jika Ditemukan Efek Samping
BENTENGSUMBAR.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan menghentikan sementara proses vaksinasi COVID-19 jika ditemukan adanya efek samping dari vaksin tersebut. 


Meski begitu berdasarkan data BPOM belum menemukan adanya indikasi buruk.


"Dari pertimbangan kami berdasarkan data keamanan yang ada fase 1, 2, 3 tiga bulan ini, seharusnya tidak ada yang terjadi worst case situation, tapi worst case situation apabila ada, nanti akan dicermati lagi," kata Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam raker bersama Komisi IX DPR, di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2021.


Penny mengatakan pihaknya akan menginvestigasi jika ditemukan indikasi efek samping. Selama proses investigasi itu, vaksinasi COVID-19 dihentikan terlebih dahulu.


"Dan apa yang akan dilakukan pemerintah, dalam hal ini BPOM akan bertanggung jawab dikaitkan dengan proses produknya, nanti akan ada investigasi. Apakah ya efek samping tersebut ada indikasi dengan vaksinnya nanti akan ada investigasi causalitas. Nah dalam proses investigasi tersebut vaksinasi dihentikan dulu apabila ada indikasi," ujarnya.


"Jadi selama investigasi diberhentikan dulu vaksinasinya, apabila ditemukan bisa ada penarikan," lanjut Penny.


Seperti diketahui, proses vaksinasi COVID-19 sudah mulai di beberapa provinsi. Vaksin COVID-19 diberikan perdana ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) Rabu, 13 Januari 2021 pagi.


Ada sejumlah perwakilan yang turut dalam vaksinasi perdana itu. Meski sudah ada vaksin, Jokowi mengingatkan masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan.


Source: detikcom

15 Kondisi Orang yang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19
Kamis, Januari 14, 2021

On Kamis, Januari 14, 2021

15 Kondisi Orang yang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19
BENTENGSUMBAR.COM - Indonesia telah memulai vaksinasi Covid-19 pada Rabu, 13 Januari 2021 kemarin.


Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Istana Merdeka.


Vaksinasi Covid-19 ini dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac pada Senin, 11 Januari 2021.


Bagi masyarakat, sebelum melakukan vaksinasi Covid-19, ada beberapa hal yang kiranya perlu diperhatikan. Salah satunya, yakni terkait dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan suntik vaksin.


Dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terlampir Format Skrining Sebelum Vaksinasi Covid-19.


Di dalam format skrining khusus untuk vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) tersebut, terdapat sedikitnya 16 pertanyaan yang mesti dijawab oleh calon penerima vaksin.


Pertanyaan ini digunakan untuk menentukan apakah vaksinasi dapat diberikan atau tidak kepada calon penerima vaksin.


Berdasarkan pertanyaan dan keterangan yang dicantumkan, berikut ini adalah beberapa kondisi orang yang tak bisa disuntik vaksin Covid-19 Sinovac:


  1. Terkonfirmasi menderita Covid-19
  2. Sedang hamil atau menyusui
  3. Mengalami gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sesak napas dalam 7 hari terakhir
  4. Ada anggota keluarga serumah yang kontak erat atau suspek atau konfirmasi atau sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19 sebelumnya
  5. Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi ke-2)
  6. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah
  7. Menderita penyakit jantung (gagal jantung atau penyakit jantung koroner)
  8. Menderita penyakit autoimun sistemik (SLE atau lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya
  9. Menderita penyakit ginjal (penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal atau transplantasi ginjal atau sindroma nefrotik dengan kortikosteroid
  10. Menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis
  11. Menderita penyakit saluran pencernaan kronis
  12. Menderita penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun
  13. Menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atau transfusi
  14. Apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapati hasil 140/90 atau lebih
  15. Menderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui


Source: Kompas.com

Sembuh dari Covid-19, Anies Donorkan Plasma Darahnya
Kamis, Januari 14, 2021

On Kamis, Januari 14, 2021

Sembuh Dari Covid-19, Anies Donorkan Plasma Darahnya
BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak para penyintas Covid-19, khususnya warga DKI Jakarta untuk mendonorkan plasma darahnya.  Mengingat Plasma Darah konvasalen sangat dibutuhkan oleh pasien positif yang memiliki gejala berat atau kritis.


Hal itu disampaikan Anies usai mendonorkan plasma darahnya di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, Jl. Kramat Raya, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Januari 2021.


“Saya mengajak para penyintas Covid-19 untuk bersedia mendonorkan plasma darahnya demi membantu teman teman kita yang masih berjuang di rumah sakit dan memiliki gejala yang berat dan kritis, terapi Plasma darah konvasalen ini merupakan terapi yang efektif untuk mempercepat kesembuhan pasien positif Covid-19,” ujar Anies.


 Anies mengakui alasan dirinya ikut mendonorkan plasma darahnya, lantaran ia pernah merasakan terinveksi Covid-19. Menurutnya, terinveksi Covid-19 tidak enak ditambah lagi tidak bisa ditemani oleh orang orang tercinta karena harus diisolasi.  


“Saya pernah merasakan Covid-19, dan itu tidak enak. Beruntung saya bisa sembuh walaupun dalam kurun waktu yang lama. Saya ingin warga DKI juga bisa sembuh seperti saya. Itulah alasan kenapa saya mendonorkan plasma darah saya,” terangnya.


 Anies menambahkan bahwa donor plasma darah tidak sakit dan seperti donor darah biasa. Hanya saja, prosesnya memerlukan waktu agak lama. Donor plasma darah membutuhkan waktu sampai 30 menit lebih.


"Memang lebih lama kalau donor biasa 15 menit selesai, kalau ini 30 menit," ungkapnya.


Anies berpesan kepada para pasien positif Covid-19 untuk tetap semangat dalam menjalani perawatan. Menurutnya, banyak orang di luar sana yang mendukung dan peduli proses kesembuhan pasien positif covid-19 dengan membantu melalui donor plasma darah.


"Mari kita bantu saudara-saudara kita merasakan seperti yang kita rasakan hari ini. Setengah jam anda datang ke PMI, seumur hidup mereka terselamatkan,” tandasnya.


Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien yang terdiagnosa COVID-19 dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi COVID-19 yang ditandai dengan pemeriksaan Swab menggunakan RT-PCR sebanyak 1 kali dengan hasil negative.


Plasma konvalesen diberikan kepada pasien COVID-19 dengan gejala berat dan mengancam jiwa. Hasil akan baik jika diberikan kurang dari 14 hari dari onset (saat timbulnya gejala) dan diharapkan antibody dari pasien yang sudah sembuh bekerja sebagai imunisasi pasif bagi pasien tersebut. Kriteria donor adalah penyintas COVID-19, tidak pernah ditransfusi, dan lebih diutamakan adalah laki-laki.


(kamek)

Natalius Pigai Berduka
Kamis, Januari 14, 2021

On Kamis, Januari 14, 2021

Natalius Pigai Berduka
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Anggota Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai berduka atas wafatnya, Syekh Ali Jaber, ulama besar Indonesia asal Madinah Arab Saudi.


Ungkapan duka itu disampaikan Natalius Pigai dengan menggunggah gambar duka cita atas wafatnya Syekh Ali Jaber di akun twitternya @NataliusPigai2, Kamis, 14 Januari 2021. 


"Saya turut berduka atas berpulangnya Syekh Ali Jaber Pada Kamis, 14 Januari 2021, pukul 08.38 WIB," ungkap Natalius Pigai melalui gambar yang dia unggah tersebut, seperti dilihat BentengSumbar.com, Kamis, 14 Januari 2021.

Natalius Pigai Berduka



Netizen pun menyampaikan ucapan terimakasih ke Natalius Pigai atas ucapan duka tersebut kepada Syekh Ali Jaber. 


Betapa tidak, sebagai tokoh non muslim, Natalius Pigai begitu menghormati ulama yang ada di Indonesia, termasuk Syekh Ali Jaber.


"Trimkasih pak @NataliusPigai2 atas ucapan dukacita nya ,Suatu kehormatan bagi kami umat muslim, dimana pak Natalius Pigai samgat menghormati Almarhum Syekh Ali Jaber," ungkap akun @Tetyfebrianti5.


"Alhamdulillah...Alloh telah berikan. Yg terbaek untuk syekh Ali... Beliu orang baek dan Ahli ibadah, Sholawat dan pendakwah yg iilmunya agamanya telah ditumpahkan untuk umat. Beliu Sudah tenang. Terima Kasih bang @NataliusPigai2, truslah berjuang & sihat sll... Amiin," ujar akun @NhimaValavan.


"Tokoh negara yang menghormati terhadap ulamanya agama Islam.trmks sehat selalu pk Pigai . Kayaknya ada yg belum belasungkawa," kata akun @luhung72274343.


"Terima kasih atas kepedulian bang Pigai atas wafatnya @syekhalijaber hari ini dan barangkali kami 1 dari 85% umat muslim negeri bangga atas ke tokohan non muslim yg ikut bersimpati. Semoga Allah SWT memberi hidayah kepada manusia yg di kehendaki nya, termasuk anda bang Pigai," ujar akun @assultanalfatih.


(by)

Mantap! HPN 2021, SMSI  Sumbang Jalan dan Sarana Sanitasi
Kamis, Januari 14, 2021

On Kamis, Januari 14, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Selain menyelenggarakan Webinar dengan tema “Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kebangkitan Ekonomi Kreatif”, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) juga membangun jalan dan sarana sanitasi untuk warga kota Serang, Provinsi Banten.

SMSI, salah satu konstituen Dewan Pers, organisasi pengusaha pers siber yang beranggotakan 1.224 perusahaan pers kini tengah mengembangkan keanggotaannya hingga tingkat kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. 

Dalam memperingati HPN, perusahaan media dibawah payung SMSI bersama-sama melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. 

Pembangunan jalan dan sarana sanitasi berupa bangunan untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK) adalah salah satu bakti sosial untuk menandai peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 yang akan berlangsung 9 Februari 2021. 

Menurut Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, sebelum puncak acara HPN 9 Februari 2021, pembangunan jalan dan MCK, sudah harus selesai. 

“Ini sumbangan SMSI untuk warga, ini merupakan bantuan masyarakat pers untuk masyarakat dalam rangka memperingati HPN, dan kita pastikan peresmiannya dapat diwujudkan sebelum acara puncak HPN,” kata Firdaus ketika secara seremonial mengawali pembangunan jalan dan MCK di Kampung Jaha, Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Rabu, 13 Januari 2021. 

Pembangunan jalan tersebut sebenarnya sudah dimulai  beberapa pekan lalu dengan pembebasan lahan, perataan tanah dan penebangan pohon. Jalan yang dibangun merupakan jalan baru dengan panjang 750 meter dan lebar 2,5 meter. 

Sedang MCK yang sedang dibangun sementara ini berjumlah 16 unit.      

Pelaksanaan pembangunan kedua proyek sosial itu ditangani SMSI, terutama SMSI Provinsi Banten yang paling dekat dengan lokasi  proyek tersebut. 

Untuk merealisasikan kegiatan tersebut, Ketua Penanggung Jawab pembangunan MCK  Lesman Bangun   yang juga Ketua SMSI Banten berserta Ketua Penanggung Jawab pembangunan  jalan  Andi Setiadi langsung gerak cepat dengan menggerakkan warga setempat untuk melakukan gotong royong bersama.

“Saat ini pengerjaan MCK sudah mencapai 65 persen, sementara tadi kita melakukan koordinasi ke penanggung jawab jalan, telah mencapai 75 persen. Kami pastikan sebelum puncak HPN ini MCK dan jalan sudah terealisasi," ujar Lesman Bangun yang juga CEO Bangun Media Group. 

Sementara itu Lurah Pageragung H. Hamimi menyambut baik gerak cepat bakti sosial SMSI.  

“Saya menyambut baik dan berterima kasih kepada SMSI dan semua pihak yang sudah membantu pembuatan jalan dan MCK. Saya mengawakili warga mengucapkan banyak terimasih kepada semua pihak, terutama SMSI," ujarnya Hamimi. 

Selain lurah, dalam acara tersebut hadir pula perwakilan dari Koramil setempat, Kapolsek Walantaka AKP Sudibyo, dan Kasubdit  Hubungan Masyarakat Polda Banten Kompol P Winarto. 
           
Meniru TMMD

Di tempat yang sama, Ketua Panitia HPN Pusat SMSI Mohammad Nasir mengatakan bakti sosial tersebut akan menjadi sejarah untuk SMSI. “Ini baksos pertama kali yang dilakukan pers dalam HPN dengan membangun jalan untuk warga, dan kami pastikan, sebelum acara Puncak Peringatan HPN, peresmian jalan ini dapat diwujudkan” kata Nasir. 

Nasir mengakui ide pembangunan jalan untuk warga tersebut meniru Tentara Nasional Indonesia yang membangun jalan desa di mana-mana  sehingga  terkenal dengan programnya, Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD). 

“Ini suatu yang baik,” katanya. 

Melalui pembangunan jalan  dan MCK ini diharapkan perekonomian masyarakat semakin membaik, salah satu contoh warga mudah melintas kemana-mana dengan nyaman, dan harga tanah akan semakin meningkat karena akses jalan yang semakin bagus. 

Dan, warga pun akan hidup sehat karena ada MCK.  

(MakPen)

Update Temuan Evakuasi Sriwijaya Air: 74 Kantong Jenazah-40 Potongan Pesawat
Senin, Januari 11, 2021

On Senin, Januari 11, 2021

Update Temuan Evakuasi Sriwijaya Air: 74 Kantong Jenazah-40 Potongan Pesawat
BENTENGSUMBAR.COM - Badan Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) memperbarui data hasil pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta. Terdapat 74 kantong jenazah berisi potongan tubuh sampai hari ini.


"Untuk body remains atau bagian tubuh korban seluruhnya sudah kami serahkan ke DVI, dan untuk material pesawat kami serahkan kepada KNKT," kata Kabasarnas Marskal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito saat konferensi pers di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, seperti dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Januari 2021.


Selain itu, telah ditemukan juga beberapa bagian pesawat. Potongan besar pesawat sebanyak 24 dan serpihan kecil sebanyak 16.


Tambahan signifikan temuan objek pencarian itu diserahkan oleh Rigit Inflatable Boat (RIB) Basarnas sebanyak 28 kantong dan 1 kantong dari KRI Tjiptadi. 


Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian ini.


Sementara itu, petugas masih mencari black box pesawat Sriwijaya Air SJ182. Basarnas bekerja sama dengan KNKT dan BPPT untuk proses pencarian.


"Saya mengonfirmasikan untuk pencarian black box Basarnas mendukung dan bekerjasama dengan KNKT masih melanjutkan pencariannya dan malam ini kita melibatkan satu lagi KN Baruna Jaya dari BPPT," katanya.


Selain itu, Bagus juga menyebut area pencarian akan diperluas. Sehingga, mencakup area-area pesisir di Pulau Laki dan Pulau Lancang.


Source: detikcom

Turbin Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, Kondisinya Hangus dan Penyok
Senin, Januari 11, 2021

On Senin, Januari 11, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Satu turbin milik pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan. Turbin tersebut ditemukan penyelam TNI Angkatan Laut di sekitar lokasi jatuhnya pesawat di perairan Kepulauan Seribu, Minggu, 10 Januari 2021.

Mayor Laut (P) Orri Kaufmann R selaku Kommandan KRI Cucut—kapal pengangkut turbin ke JICT II—mengatakan turbin tersebut ditemukan melalui deteksi sonar tiga dimensi dari KRI Rigel pada Minggu sore.

"Yang sebelumnya telah dilaksanakan pencarian menggunakan sonar tiga dimensi yang digunakan oleh KRI Rigel. Kurang lebih pukul 16.00 WIB puing tersebut dapat dievakuasi dan diserahkan pada KRI Cucut," kata Orri di Posko Terpadu JICT II, Minggu, 10 Januari 2021 malam.

Adapun turbin Sriwijaya Air SJ 182 dibawa KRI Cucut ke Posko Terpadu JICT II sekitar pukul 22.19 WIB.

Dari KRI Cucut, turbin kemudian diangkut menggunakan forklift ke area peletakan serpihan pesawat untuk diserahkan ke Basarnas.

Dari pantauan Suara.com, turbin yang bewarna hitam tersebut tampak hangus disertai bentuknya yang penyok.

Menerima turbin dari KRI Cucut, Direktur Opersional Basarnas Brigjen (Mar) Rasman kemudian menyerahkan lagi kepada KNKT dan DVI Polri.

Rasman berujar serpihan pesawat berupa turbin pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu sangat membantu proses penyelidikan.

"Serpihan yang sangat membantu dalam melaksanakan penyelidikan," kata Rasman. 

Source: Suara.com

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *