PILIHAN REDAKSI

Ustaz Abdul Somad Ditolak Singapura, Sandiaga Uno: UAS Penggerak Ekonomi

BENTENGSUMBAR.COM - Terkait Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi dari Singapura, begini komentar Menteri Pariwisata...

Advertorial

Panglima TNI Jenderal Andika Akui Ada Personelnya Terlibat Proyek Satelit Kemhan yang Rugikan Negara Rp 800 M
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengakui ada sejumlah personelnya terlibat terkait dengan kasus proyek satelit Kementerian Pertahanan yang merugikan negara hingga Rp800 miliar.

Andika menegaskan mendukung keputusan pemerintah untuk melakukan proses hukum tersebut.

"Jadi kami menunggu nanti untuk nama-namanya yang memang masuk dalam kewenangan kami," jelas Andika Perkasa pada (14/1/2022).

Dia pun mengaku telah bertemu dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD terkait dengan proses hukum terhadap personelnya yang terlibat tersebut.

Meski demikian, dia tidak menjelaskan secara rinci berapa banyak personel yang terlibat tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar kasus dugaan pelanggaran hukum satelit Kementerian Pertahanan yang merugikan negara sekitar Rp800 miliar lebih, diusut dengan tuntas.

"Presiden memerintahkan saya untuk meneruskan dan menuntaskan kasus ini," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (13/1/2022), yang ditayangkan di Youtube Kemenko Polhukam.

Mahfud mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Proyek satelit Kemhan itu terjadi pada tahun 2015, yang kala itu Kemhan dipimpin oleh Ryamizard Ryacudu. Proyek itu berkaitan dengan pengelolaan satelit untuk slot orbit 123 derajat Bujur Timur. (Era)

Anak Kyai di Jombang Cabuli Santriwati, Sesumbar Tak Akan Ditangkap Polisi, Jokowi Juga Ditantang
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - MSA, (40) anak kyai di Jombang Jawa Timur, sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat lantaran kasus yang kini menjeratnya.

Diketahui MSA terjerat kasus pencabulan terhadap santriwati pondok pesantren (ponpes).

Dia juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kamis (13/1/2022), pihak kepolisian mendatangi Komplek Pesantren Shiddiqiyah, Jombang, bermaksud untuk mengantarkan surat panggilan untuk MSA.

Namun kedatangan polisi tersebut justru diadang oleh sejumlah orang, para santri ponpes di antaranya.

Puluhan massa yang mengadang beberapa kali melantunkan bacaan, "Ya Jabbar, Ya Qohar."

Dikutip dari Kompas.com, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko membenarkan ada penyidik Polda Jatim yang mengantar surat panggilan untuk tersangka MSA.

"Video itu Kamis siang. Penyidik mengantar surat panggilan, tapi yang bersangkutan (MSA) tidak ada di tempat," kata Gatot saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Pemanggilan tersebut, kata Gatot, adalah panggilan yang kedua.

Penyidik pun batal bertemu lantaran MSA tak ada di lokasi.

Pihaknya berharap tersangka MSA bersikap kooperatif dengan proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

Berkas kasus pencabulan MSA diketahui sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sejak Selasa (4/1/2022).

Proses selanjutnya, Kejati Jawa Timur menunggu penyidik polisi menyerahkan berkas perkara sekaligus tersangka MSA kepada penyidik kejaksaan.

Lantas berikut fakta-fakta kasus tersebut, dihimpun Tribunnews dari berbagai sumber:

Sah jadi tersangka sejak 2021

Diketahui MSA dilaporkan ke polisi pada 29 Oktober 2019 oleh korban berinisial NA, salah seorang santri perempuan asal Jawa Tengah usai diduga melakukan pencabulan.

Pada Januari 2020, Polda Jatim mengambil alih kasus tersebut.

Namun MSA beberapa kali mangkir saat dipanggil untuk diperiksa.

Polisi bahkan gagal menemui MSA saat akan diperiksa di lingkungan pesantren tempat tinggalnya.

MSA sempat mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya dengan tergugat Kapolda Jawa Timur untuk meminta kepastian hukum atas status hukumnya yang sudah dua tahun tanpa kejelasan.

Namun permohonannya ditolak oleh majelis hakim.

Dikutip dari Surya.co.id, Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menolak gugatan anak kiai Jombang bernama Much Subchi Azal Tzani (MSAT, 39).

Dengan ditolaknya gugatan tersebut, hakim menyatakan status MSAT sebagai tersangka pencabulan santriwatinya sebagaimana ditetapkan oleh pihak kepolisian dinyatakan sah.

Hakim tunggal Martin Ginting yang mengadili gugatan praperadilan menolak gugatan MSAT kepada Kapolda Jatim.

Dalam putusan, Martin Ginting menyebut bahwa praperadilan yang diajukan MSAT terhadap penyidik Polda Jatim dan Jaksa Peneliti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur tidak dapat diterima karena cacat formil.

Untuk itu, hakim Martin Ginting pun memutuskan bahwa permohonan praperadilan tersebut Niet Ontvankelijke Verklaard atau yang seringkali disebut sebagai putusan NO atau kurang pihak.

“Jadi yang menyidik awal perkara ini dan yang menetapkan Tersangka adalah penyidik Polres Jombang kemudian ditangani Polda Jatim"

"Tapi tanggungjawab tetap pada penyidik Polres Jombang, karena yang menetapkan tersangka adalah Polres Jombang, makanya harusnya ditarik sebagai pihak termohon,” ujar Martin Ginting dikonfirmasi usai sidang, Kamis (16/12/2021) malam.

Ginting menambahkan, dengan putusan NO ini maka pihak pemohon masih bisa mengajukan permohonan praperadilan lagi dengan menambahkan pihak termohon.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta dikatakan sampai mendatangi pihak kepolisian unutk mempertanyakan soal proses hukum.

Dikutip dari Surya.co.id, Nico juga mengaku sangat terpukul melihat lima korban yang terus mempertanyakan kasus pelecehan yang dialaminya, karena mereka menganggap polisi kurang merespons dengan cepat hingga memakan waktu 2 tahun lebih.

"Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi korban yang mendatangi kepolisian mempertanyakan berkali-kali, Pak bagaimana pak kasus kami. Kami sudah dilecehkan sudah ada 5 korban, kok polisi gak maju-maju," bebernya

Atas pertanyaan perkembangan kasus pelecehan seksual itu, Kapolda Jatim mengajak semua elemen bekerja sama untuk mengumpulkan bukti-bukti agar terpenuhi dan mempercepat proses penyidikan sehingga dapat dilimpahkan ke kejaksaan.

"Nah hal ini yang kami komunikasikan terus, bukti kami lengkapi supaya apa yang dilaporkan terpenuhi alat buktinya. sehingga Insya Alloh dapat disidangkan dan pelaku dapat diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.

Sesumbar Tak Bisa Ditangkap Polisi

MSA menyebut dirinya merupakan korban fitnah oleh Polres Jombang dan Pemerintah Kabupaten Jombang., seusai ditetapkan sebagai tersangka pencabulan.

Dirinya pun sempat sesumbar di sosial media menyampaikan pernyataannya, diunggah di instagram miliknya dengan nama Andeweazallosplos.
Berikut bunyinya:

"Lagi bertanding Badminton dengan Penguasa Jombang, tapi gak asyik tu Polres mosok (masa) keroyokan gitu...semua org (orang) bisa kalau maen2 (main main) fitnah keji dan keroyokan," unggahnya.

"Malu sama baju coklatmu hai Kapolres Jombang. Malu sama baju Bupatimu hai pemerintah Jombang. Isin2iii (malu maluin) keroyokan. Gua masih disini tempat ! Losplos city of angel. Gak kemana mana tuaan.. Tinggal ambil aja kan beres..itupun kalo (kalau) mampu (emotion melet) tak tunggu di losplos tuan penguasa jombang," tambahnya.

"Ta tagnya sekalian wak presiden jokowi @jokowi monggo wak presiden kalo (kalau) mau ikutan tanding badminton sama anak buah sampean polres dan pemkab Jombang bupati sa wakile," tantangnya.

Dalam unggahan tersebut tampak MSA menyebut polisi tak mampu menangkap dirinya, dikutip dari Surya.co.id.

Bahkan dalam unggahannya MSA turut serta menyematkan akun instagram Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lembaga yang Diarahkan Megawati dapat Anggaran Rp6,1 Triliun, Kepala BRIN: Sebagian Besar untuk Riset dan Infrastruktur
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengelola anggaran sebesar Rp6,1 triliun pada 2022, yang sebagian besar dialokasikan untuk melengkapi infrastruktur riset di Tanah Air.

"Pendanaan ini akan dialokasikan sebagian besar untuk riset dan infrastruktur,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (14/1/2022).

Dari total anggaran Rp6,1 triliun itu, Handoko merincikan sebanyak Rp2,2 triliun dialokasikan untuk infrastruktur riset, Rp1 triliun untuk kegiatan riset, Rp2,1 triliun digunakan untuk belanja pegawai dan sisa anggaran untuk operasional.

Anggaran tersebut merupakan hasil integrasi anggaran berbagai lembaga atau unit penelitian dan pengembangan ke BRIN.

Ia mengatakan infrastruktur riset masih menjadi prioritas untuk dilengkapi, karena itu menjadi bagian penting dari setiap kegiatan riset.

Di samping itu, Kepala BRIN memastikan proses integrasi lembaga riset dari kementerian/lembaga (K/L) ke dalam BRIN tidak akan menghambat kegiatan riset yang sedang berjalan.

BRIN sebagai lembaga riset yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2021 yang kemudian direvisi menjadi Perpres Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional, akan mengintegrasikan seluruh lembaga riset di Indonesia termasuk yang ada di kementerian.

Proses integrasi tahap 1 telah dilakukan terhadap lima entitas riset utama di Indonesia yakni, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), dan Kementerian Riset dan Teknologi pada 1 September 2021.

"Saat ini kita telah memasuki proses integrasi tahap 2 untuk kementerian/lembaga yang telah dilakukan pada 16 Desember 2021 sebanyak 28 K/L, dan sisanya sebanyak enam K/L diharapkan pada 31 Januari 2022 ini selesai," tuturnya.

Proses integrasi masih terus dilakukan hingga saat ini sampai nantinya mengintegrasikan total 39 unit penelitian dan pengembangan ke dalam BRIN.

Handoko menuturkan selama proses integrasi, semua kegiatan riset di eks K/L yang bergabung dengan BRIN tetap berjalan seperti semula dan menyelesaikan semua target yang telah ditetapkan. (Era)

Penendang Sesajen Hadfana Firdaus Dikenal Warga Banguntapan Sebagai Ustaz Namun Tertutup
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pelaku penendangan sesajen di kaki Gunung Semeru Lumajang Hadfana Firdaus akhirnya diamankan oleh Polda Jawa Timur. Ia diamankan di di Jalan Wonosari Km 6, Tegaltandan RT 18, Banguntapan, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/1/2022) malam pukul 22.30 WIB.

Kapolsek Banguntapan Kompol Zainal Supriyatna ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Pelaku ditangkap Polda Jatim saat berada di Jalan Padukuhan Tegaltandan, Banguntapan.

"Saat penangkapan, hanya mendampingi Polda Jatim,"ujar dia, Jumat (14/1/2022).

Karena hanya mendampingi, ia tidak mengetahui lebih detail soal kegiatan Hadfana Firdaus di sekitar lokasi. Pihaknya tidak mendapat informasi detil perihal penangkapan tersebut.

Selain itu setelah ditangkap, langsung dibawa ke Polda Jatim.

Sementara itu, Panewu Banguntapan I Nyoman Gunarsa membenarkan jika Hadfana Firdaus adalah warga Banguntapan. 

Saat ini pihaknya tengah melakukan klarifikasi berkaitan dengan keberadaannya. 

Sebelum di Pringgolayan, Hadfana Firdaus sempat tinggal di rusunawa Banguntapan.

"Iya dia warga sini. Sempat di rusunawa juga,"paparnya.

Salah seorang penghuni Rusunawa yang enggan disebutkan namanya membenarkan jika Hadfana Firdaus pernah tinggal di Rusunawa. 

Namun saat ini sudah lama tidak tinggal di Rusunawa tersebut karena sudah pindah ke tempat lain.

Sepanjang yang ia ketahui, pria yang diketahui sebagai penendang sesajen di Semeru itu sudah pindah sebelum masa perpanjangan kontrak di Rusunawa selesai. 

Berapa lama Hadfana tinggal di rusunawa tersebut, ia tidak mengetahuinya secara pasti karena ketika dirinya mulai tinggal di rusunawa, Hadfana sudah berada di sana.

"Jadi kenal tetapi tidak akrab,"paparnya.

Selama tinggal di Rusunawa, Hadfana memang cenderung tertutup. 

Dia jarang mengikuti kegiatan sosial warga Rusunawa karena HF memiliki pekerjaan dan ketika sampai rusunawa hanya masuk dalam kamar dan langsung tidur.

Warga Rusunawa juga mengenal Hadfana Firdaus sebagai ustaz dan aktif di sebuah masjid besar di Kota Yogyakarta. 

Namun belum pernah memberikan ceramah atau tauziah di lingkungan rusunawa tersebut.

Sebagaimana diberitakan media, Hadfana Firdaus membuat geger dunia maya beberapa hari terakhir ini setelah vidionya viral membuang dan menendang sesajen di kaki Gunung Semeru tepatnya di Dusun Curah Kobokan Desa Supitirang Kecamatan Pronojiwo Lumajang. (Suara)

Kontribusi Pengusaha Perempuan terhadap PDB Indonesia Capai 9,1 Persen
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Peranan kaum perempuan dalam perekonomian Indonesia dinilai cukup signifikan. Menurut survei Mastercard Index of Women Entrepreneurs di tahun 2020, Indonesia berada pada posisi 20 dari 58 negara secara global yang menyediakan kondisi kewirausahaan yang paling mendukung bagi perempuan. Posisi tersebut naik dari posisi 22 di tahun 2019 menjadi 17 di tahun berikutnya. Hal ini membuktikan bahwa kondisi Indonesia kondusif dalam mendukung ekosistem kewirausahaan perempuan untuk tetap berkembang.

Menurut Margaret Srijaya, pendiri Womanpreneur.id, tantangan menjadi pengusaha bagi wanita adalah pola pikir (mindset), support system, budaya dan adat istiadat, fleksibilitas, dan ketimpangan pada dunia usaha.

“Lingkungan sangat berpengaruh bagi perkembangan kita. Misalnya lingkungan terdekat kita adalah keluarga, yang mendukung kita untuk mandiri secara finansial tentunya bisa maju lebih cepat. Selain itu budaya juga menjadi tantangan tersendiri. Kita hidup di dalam adat ketimuran yang memberikan batasan terhadap cara kita berpikir. Misalnya, kita sebagai perempuan tidak boleh (berperan) lebih besar,” tuturnya saat menjadi narasumber webinar Bright Future Festival  (BFF) yang diselenggaran oleh Sampoerna University beberapa waktu yang lalu.

Dari sisi fleksibilitas, tambahnya, perempuan dianggap sebagai sosok yang mampu mengerjakan segala hal. Menjadi terkendala dalam hal pekerjaan seperti membagi waktu di lapangan dan di rumah. “Sebagai perempuan harus pintar membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga.”

Pengusaha perempuan memberikan kontribusi 9.1 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia khususnya UMKM. Dan 43 persen UMKM formal dimiliki oleh perempuan. 

“Meski demikian, 53 persen dari usaha yang dimiliki oleh perempuan masih skala kecil. Tiga bidang usaha yang digeluti perempuan di Indonesia adalah kuliner, fesyen dan kriya. Sebanyak 41,69 persen adalah kuliner, 18,15 persen fesyen, dan 15,70 persen kriya.”

Margaret pun memaparkan bahwa ketimpangan dunia usaha yang dialami para perempuan umumnya disebabkan oleh dua faktor, yaitu diri sendiri dan faktor luar. Perempuan sering melibatkan perasaan dalam bekerja dan berusaha seperti memberikan keputusan maupun solusi. “Tantangan dari luar misalnya adalah peraturan manajemen. Ada perbedaan gaji sebesar 30 persen antara pekerja perempuan dan pekerja pria yang masih terjadi di Indonesia.”

Sebagai institusi pendidikan yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi, Sampoerna University konsisten menyelenggarakan kegiatan-kegiatan edukatif yang bisa mengakselerasi tercapainya tujuan tersebut. Webinar bertema The Power of Womanpreneur diselenggarakan sebagai bagian dari upaya lembaga ini agar perempuan di Indonesia bisa berkontribusi lebih tinggi lagi terhadap perekonomian nasional khususnya di era digital ekonomi ini.

“Kami juga memiliki fakultas dan jurusan bisnis yang berkolaborasi dengan University of Arizona untuk program Two Degree, di mana fokus kami adalah menciptakan pengusaha-pengusaha baru Indonesia ke depannya. Semakin banyak pengusaha, semakin kokoh ekonomi kita nantinya. Ini juga bagian dari bentuk komitmen kami untuk mendorong perempuan di tanah air untuk menjadi womanpreneur tangguh yang dapat berkontribusi pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tutur Dr. Ivan Butar, Dekan Fakultas Bisnis Sampoerna University.

Tentang Sampoerna University 
Sampoerna University adalah lembaga pendidikan milik Sampoerna Schools System di Indonesia. Sebagai universitas internasional di Indonesia yang bercita-cita untuk membina pemimpin masa depan dengan karakter moral yang kuat dan beragam jenis keterampilan kompetitif internasional, yang memungkinkan mereka untuk secara aktif berpartisipasi dalam membangun Indonesia yang lebih makmur, adil, bermartabat, dan berdaya saing global. 

Sampoerna University mengelola program-program di bawah lisensi dan perizinan dari KementerianPendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Didirikan dengan standar nasional dan internasional, Sampoerna University memiliki kualifikasi unik untuk memberikan kontribusi yang substansial kepada masyarakat melalui pendidikan.

Sampoerna University adalah komunitas belajar yang mempersiapkan siswa untuk berhasil baik secara akademis dan profesional. Di sini, siswa tidak hanya akan belajar dan menguasai aspek akademik — mereka akan ditantang untuk berpikir, berprestasi, dan tumbuh ke tingkat yang lebih maju. Dengan program kami, siswa dijamin memiliki keterampilan dan ijazah yang lebih baik yang akan membuka pintu bagi karier di dalam negeri atau  internasional setelah mereka lulus. (*)

Analisa Target Market Tepat Sasar Menjadi Topik Utama Dalam Pendampingan PPBD SMK Pariwisata Telkom Bandung
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Serangkaian kegiatan program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen Telkom University yang merupakan kolaborasi antara tiga fakultas, di antaranya Fakultas Komunikasi Bisnis, Fakultas Industri Terapan, dan Fakultas Ekonomi Bisnis untuk Pendampingan PPBD SMK Pariwisata Telkom masih terus berlanjut. 

Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mempersiapkan SDM SMK Parisiwata Telkom dalam rangka menyambut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). 

Acara yang baru saja berlangsung pada tanggal 13 Januari 2022 berlokasi di Aula SMK Pariwsiata Telkom Bandung kali ini berfokus pada bagaimana cara menargetkan market yang sesuai dengan kebutuhan dari SMK Pariwisata Telkom Bandung. Kegiatan berlangsung selama tiga jam yang disampaikan oleh tiga pemateri ahli di bidangnya, yaitu Refi Rifaldi Windya Giri, ST. MBA., Rah Utami Nugrahani, Ph.D, dan Berlian Primadani Satria Putri, S.Ikom., M.Si.

Pemaparan materi yang disampaikan difokuskan pada keadaan nyata yang terjadi di SMK Pariwisata Telkom Bandung, mulai dari penyampaian teori untuk memahami dasar menentukan target market hingga memberikan penyelesaian dari permasalahan yang dialami. Materi spesifik yang disampaikan meliputi Admissions Funnel, Segmentasi Pasar, cara menentukan target market, hingga melakukan praktik secara berkelompok mengenai bagaimana mengetahui persona atau karakter dari para siswa yang bersekolah di SMK Pariwisata Telkom Bandung. 

Pemberian materi pada Tim PPDB SMK Pariwisata Telkom mengenai target kegiatan pemasaran menjadi highlight utama dalam kegiatan tersebut, salah satunya penekanan bahwa yang menjadi sasaran dari pemasaran mereka bukan hanya dari calon murid saja, namun juga dari para calon orang tua murid.

Dalam melakukan kegiatan pemasaran untuk menyambut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), penting untuk mengetahui konsep-konsep pemasaran, salah satunya Admissions Funnel.

“Admission Funneling pada dasarnya adalah satu konsep pemasaran dimana sekolah nantinya bisa berkomunikasi dengan calon konsumen sesuai dengan bahasa mereka, konten yang sesuai, dan di sampaikan pada waktu yang tepat. Dengan memahami proses admission funneling ini, maka tim PPDB diharapkan dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan program-program pemasaran mereka,” ucap Refi Rifaldi dalam pemaparan materinya.

Dalam kegiatan tersebut terlihat antusiasme dari para peserta untuk mencari tahu berbagai solusi dan permasalahan yang mungkin dapat diselesaikan terutama dalam menentukan sasaran kegiatan pemasaran secara digital yang dimulai dari segmentasi pasar.

“Karena segmentasi pasar memiliki peran yang sangat krusial agar perusahaan dapat memasarkan produk/jasa secara tepat sasaran,  dan lebih efektif serta efisien,” kata Berlian Primadani dalam pemaparan materinya mengenai segmentasi pasar. 

Pemaparan materi berlanjut dengan pembahasan target market, dimana target market merupakan sekumpulan calon konsumen yang memiliki kebutuhan atau karakteristik yang sama yang diputuskan untuk dilayani oleh sebuah perusahaan, dan target market merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pemasaran.

“Pemilihan target market yang tepat menjadi penentu kegiatan komunikasi pemasaran  selanjutnya,” ujar Rah Utami Nugrahani.

Selai itu, pemanfaatan sosial media, website, dan berbagai media digital lainnya menjadi peluang besar bagi SMK Pariwisata Telkom Bandung untuk meraih banyak calon peserta didik baru.

“Jadikan sosial media dan website perusahaan menjadi etalase untuk para calon konsumen” ujar Refi Rifaldi. 
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam masa pandemi Covid-19 ini cukup sulit bagi para calon peserta didik baru dan calon orang tua peserta didik untuk bisa mengetahui bagaimana kondisi sekolah, baik itu untuk melihat fasilitas, kualitas tenaga pengajar, dan sebagaianya. Maka dari itu, pemanfaatan media sosial dapat menjadi peluang besar dalam mendapatkan banyak peserta didik baru yang sesuai segmentasi dan target market dari SMK Pariwisata Telkom Bandung itu sendiri. 

Pemasaran melalui media sosial, pemasar perlu mencari tahu terlebih dahulu sosial media apa saja yang digunakan oleh para calon orang tua peserta didik dan calon peserta didik, lalu bagaimana perilaku para orang tua yang sedang mencari sekolah untuk anaknya, begitu juga dengan bagaimana perilaku anak dalam mencari sekolah agar keseluruhannya tepat sesuai segementasi serta target pasar yang dikelola oleh SMK Pariwisata Telkom Bandung. 

Pemanfaatan media sosial juga dapat dilakukan dengan melakukan cross media, yaitu menggunakan satu bahan konten yang di upload dalam berbagai sosial media, hal ini dapat mempermudah dan mempersingkat proses pembuatan konten dalam berbagai sosial media. (*)

Parah! Viral Video Perempuan PNS Joget-joget Pegang Botol Miras, Temannya Tertawa-tawa, Bupati Beri Penjelasan
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Video perempuan PNS joget-joget sambil memegang botol miras viral di media sosial.

Dalam video itu menunjukkan sejumlah orang berseragam PNS di sebuah ruangan tengah berjoget-joget dan tertawa-tawa.

Disebutkan bahwa video PNS joget sambil memegang miras itu adalah PNS di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.

“Viralkan !!! Pesta Ultah Kadis Kesehatan Humbahas Dirumah Dengan “Minuman” Gunakan Baju Dinas” demikian judul video yang beredar di media sosial.

Dalam video berdurasi satu menit 37 detik tersebut, terlihat seorang PNS tengah berjoget-joget dengan diiringi musik.

Sementara rekan-rekan sesama PNS lainnya berdiri melingkar dan menyoraki PNS tersebut.

Kemudian salah seorang rekan perempuan PNS berkacamata mengambil sebuah botol miras dan diberikan kepada PNS yang berjoget-joget.

“Perayaan ulang tahun Kadis Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan,” tulis kalimat narasi di video itu.

Terlihat pula PNS lainnya ada pula yang ikut bergoyang dan ada pula yang merekam kejadian itu.

Video PNS joget-joget pegang botol miras itu disebut terjadi pada Desember 2021 lalu.

“Perhatikan botol miras yang dipegang penari. Beginikah pelayan masyarakat?” tulis kalimat narasi di video tersebut.

“Parah!!! Pelayan masyarakat seperti ini?” sambungnya.

Yang terjadi selanjutnya, dua PNS lainnya menarik sebuah kursi dan menuntut PNS joget agar menari di atas kursi.

Dan, PNS itu akhirnya juga naik ke atas kursi dan berjoget-joget lagi.

Penjelasan Bupati Humbang Hasundutan


Dikonfirmasi, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor membantah bahwa wanita di dalam video tersebut adalah Kepala Dinas Kesehatan Humbang Hasundutan.

Dia menyebut bahwa peristiwa yang terjadi di dalam video tersebut di luar jam kerja.

“Video itu sudah saya klarifikasi dengan staf bahwa kejadian ini di luar jam kerja dan tidak di lingkungan kantor,” kata Dosmar kepada wartawan, Kamis (13/1/2022) malam, dilansir dari Pojoksatu.

Akan tetapi, Dosmar menegaskan akan melakukan pemeriksaan kepada PNS yang terlihat dalam video itu.

Jika memang benar narasi yang beredar di video viral itu, ia berjanji akan memberikan sanksi tegas.

“Itu akan dilakukan pemerikaaan oleh inspektorat. Kalau ada pelanggaran etika dan aturan akan diberikan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. (*)

Dukung Ubedilah Badrun, Ketum PB HMI Desak KPK Segera Adili 2 Anak Jokowi
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Langkah Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendapat dukungan dari Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Affandi Ismail Hasan.

“Kami mendukung penuh langkah hukum yang dilakukan oleh Ubedilah Badrun, yaitu dengan melaporkan Gibran dan Kaesang atas dugaan KKN untuk memastikan komitmen dalam pemberantasan korupsi dan demi tegaknya hukum di negeri ini,” tegas Affandi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (14/1).

PB HMI, sambungnya, turut mendesak kepada KPK untuk segera lakukan proses hukum terhadap anak Presiden.

Jika terbukti bersalah, maka KPK jangan ragu menetapkannya sebagai tersangka. KPK sebagai produk reformasi yang bertugas untuk memberantas KKN akan selalu bersama rakyat dalam melawan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“Yakinlah apabila KPK konsisten pada pemberantasan KKN yang tidak tebang pilih, maka pasti seluruh rakyat Indonesia akan selalu bersama dan mendukung KPK,” ujar Affandi Ismail Hasan.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LBHMI) PB HMI Muhammad Aldiyat Syam Husain mengatakan terkait laporan ini maka tidak ada alasan bagi KPK untuk tidak menindaklanjutinya.

Sebab patut diduga laporan itu telah memenuhi unsur tindak pidana korupsi yang diatur UU 20/2001 perubahan atas UU 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diatur UU 8/2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

"Menurut saya, laporan dugaan TPPU yang berkaitan KKN yang menyeret anak Presiden bisa ditangani KPK secara cepat, tepat dan transparan,” harapnya. (RMOL)

Polisi Tangkap Penendang Sesajen Semeru, Wamenag: Islam Larang Nistakan Agama Lain
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengapresiasi langkah kepolisian yang berhasil menangkap penendang g sesajen di desa terdampak semeru Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

"Saya mengapresiasi langkah kepolisian yang cepat bergerak untuk menangkap yang bersangkutan agar mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Zainut dalam keterangan resminya dikutip Jumat (14/1/2022).

Zainut mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai suku, adat, istiadat, budaya dan agama.

Oleh kareana, itu tidak dibenarkan tindakan menendang dan membuang sesajen.

Apalagi, kata dia, Islam melarang umatnya mencela agama lain. 

Ia menyebut masyarakat tidak bisa memaksakan semua orang memiliki keyakinan yang sama.

"Islam melarang umatnya mencela apalagi menistakan agama lain, termasuk melakukan tindakan-tindakan yang menjurus terhadap penghinaan terhadap agama lain," kata dia.

"Apa pun alasannya menendang sesajen itu satu bentuk tindakan yang tidak terpuji," tandasnya. (Jitunews)

Presiden Jokowi Percaya Dony Oskaria Pacu Kebangkitan Pariwisata Kembali
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Saat meresmikan BUMN Pariwisata dan Indonesia Journey (Injorney) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandalika Nusa Tenggara Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka kartu soal anak Minang yang kini menjadi Dirut holding BUMN (PT Aviasi Pariwisata Indonesia) Dony Oskaria.

Presiden Joko Widodo meletakan kepercayaan penuh kepada putera Tanjuang Alam Tanah Datar Sumatera Barat untuk kembali memacu dan bangkitkan pariwisata Indonesia setelah berdarah-darah dihajar pandemi covid-19.

"Saya percaya dan yakin Pak Dony Oskaria sebagai Dirut Holding BUMN Pariwisata bisa mamacu bangkitnya pariwisata," ujar Presiden Joko Widodo saat launching BUMN Pariwisata dan Aviasi di Lombok Tengah Kamis 13 Januari 2022.

Percaya Presiden Jokowi ini kepada Dony Oskaria tak lepas dari pengalaman Dony Oskaria.

"Pak Dony puna pengalaman panjang di sektor pariwisata, hotel maupun membangun destinasi wisata, berbekal pengalaman panjang itulah Pak Dony Oskaria dan jajaran direksi PT Aviasi Indonesia mampu membawa pariwisata Indonesia ke arah lebih baik," ujar Jokowi.

Holding Pariwisata diresmikan Presiden Jokowi di lokasi Surkuit Moto GP milik Indonesia di Madalika mengatakan BUMN Pariwisata dan Aviasi ini akan mengelola banyak perusahaan, mulai dari penerbangan, kemudian pengelolaan bandara, 120 hotel. 

Kemudian kawasan pariwisata dari Nusa Dua, Mandalika, Likupang, Borobudur, ada Taman Mini. Kemudian, pernak-pernik handycraft di Sarinah
Terakhir, Presiden Jokowi berpesan agar kemajuan sektor pariwisata dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat sekitar.

Pariwisata kata Presiden harus Bisa memperbesar, memperbaiki tata kelola, tetapi juga lingkungannya juga bisa ikut nebeng.

“Segera bentuk ekosistem lintas sektor yang melibatkan BUMN, melibatkan swasta, melibatkan masyarakat lokal dan UMKM-UMKM yang ada di daerah. Berikan ruang dan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi bagian, ini penting sekali, menjadi bagian dari kemajuan pariwisata yang ada di daerahnya, menjadi bagian dari kemajuan negara kita Indonesia,” ujar Presiden RI Joko Widodo.

Laporan: Novrianto Ucoxs

Breaking News! Penendang Sesajen Gunung Semeru Minta Maaf
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Polda Jatim akhirnya berhasil menangkap, Hadfana Firdaus (32), pria yang menendang dan membuang sesajen di kaki Gunung Semeru. 

Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu ditangkap di Bantul, Yogkarta dan digelandang ke Mapolda Jatim.

Saat di Mapolda Jatim, Hadfana Firdaus menyampaikan permintaan maafnya pada masyarakat atas tindakan tidak terpuji yang telah dilakukan.

"Seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai, kiranya apa yang kami lakukan dalam video itu dapat menyinggung perasaan saudara kami mohon maaf yang sedalam-dalamnya," katanya singkat, Jumat (14/1/2022).

Sebelumnya ketahui, sebuah video berdurasi sekitar 30 detik terjadi pada Jumat (7/1/2022) viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di tepi sungai aliran lahar dingin Gunung Semeru, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Video itu memperlihatkan seorang pria dengan mengenakan tutup kepala hitam dan rompi hitam mendekat ke sebuah sesajen yang diletakkan di atas tanah. 

Terdapat dua sesajen, yakni buah dan nasi yang masing-masing berada di wadahnya.

Tak lama kemudian, pria tersebut membuang sesajen itu dengan cara di lempar dan ditengah. 

"Inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar," ucap pria tersebut dan langsung melempar dan menendang sesajen. (Sindonews)

Dikritik karena Kembali Izinkan Ekspor Batu Bara, Luhut: Ya kan Kita Butuh Uang
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Keputusan pemerintah Indonesia mencabut larangan ekspor batu bara mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak.

Menanggapi kritikan yang dilayangkan terkait keputusan mencabut larangan ekspor, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, keputusan ini diambil seusai melakukan rapat koordinasi dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait yang berisi Kementerian Perdagangan, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan PLN.

"Kalau ada yang bilang kok sekarang dibuka ekspor? Ya kan kita butuh uang," ujarnya seusai menghadiri rapat koordinasi di kantornya, Rabu, 12 Januari.

Tak hanya melibatkan kementerian dan lembaga terkait, Luhut juga menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit dalam proses pengadaan batu bara bagi PLN.

"Tidak ada satupun yang berkaitan dengan permasalahan batu bara ini yang tidak hadir. Bahkan Hubla dan Bakamla juga kita libatkan," jelasnya.

Lebih jauh Luhut menegaskan akan menjatuhkan penalti dan denda bagi perusahaan yang tidak menjalankan Domestic Market Obligation (DMO).

"Masalah inefisiensi selama puluhan tahun ada dan sudah diaudit BPKP," pungkas Luhut.

Sebelumnya, pemerintah melarang ekspor batu bara selama sebulan pada periode 1-31 Januari 2022. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan batu bara PLN yang saat ini pasokannya sangat rendah.

Larangan ekspor batu bara sementara itu, tertuang dalam surat Nomor B-1605/MB.05/DJB.B/2021 yang diterbitkan Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba). (Voi)

Seragam Satpam Bikin Bingung Masyarakat, Kompolnas: Padahal Sudah Kami Peringatkan
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Polri bakal mengubah kembali warna seragam Satuan Pengamanan (satpam) dari warna cokelat muda ke warna krem.

Sebelum diputuskan menggunakan warna yang mirip dengan seragam polisi, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sudah mengingatkan Polri untuk mengkaji kembali keputusan tersebut.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan Polri, karena warna senada antara seragam satpam dengan polisi itu malah akan membuat masyarakat bingung.

Peringatan tersebut akhirnya terbukti, ketika masyarakat saling berkeluh kesah karena tidak bisa membedakan mana satpam dan anggota polisi.

"Kompolnas sudah memperingatkan Polri pada saat Polri menetapkan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa yang ditetapkan tanggal 5 Agustus 2020.

Kompolnas menyatakan bahwa kesamaan warna seragam akan membingungkan masyarakat," kata Poengky saat dihubungi Suara.com, Kamis (13/1/2022).

Selain itu, Kompolnas juga pada saat itu melihat dari adanya kesamaan warna antara seragam Satpam dengan anggota polisi dikhawatirkan akan rentan disalahgunakan.

Semisal saja, digunakan oleh teroris dengan mengenakan pakaian berwarna senada dengan seragam satpam dan polisi.

Bukan itu saja, Poengky menjelaskan kalau Kompolnas menyadari kalau pergantian warna seragam itu bisa membebankan anggaran perusahaan tempat Satpam bekerja.

Kompolnas juga khawatir pada saat itu para Satpam menjadi tidak nyaman karena seragamnya berwarna senada dengan anggota polisi.

"Sehingga Kompolnas meminta Polri untuk mengevaluasi kebijakan ini," ujarnya.

Sebelumnya, Polri menegaskan perubahan seragam satpam dari warna cokelat muda ke krem masih dalam tahap kajian.

Rencananya, seragam baru itu akan diperkenalkan ke masyarakat pada saat hari ulang tahun (HUT) Satpam ke-41 pada 31 Januari 2022.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan seragam baru satpam nantinya baru berlaku satu tahun setelah dibentuknya peraturan kepolisian atau Perpol.

"Tanggal 31 Januari ini rencananya akan digelar hari ulang tahun Satpam ke 41, dan pada saat hari hari ulang tahun Satpam tersebut akan diperkenalkan. Tapi kapan berlakunya? Satu tahun setelah Perpol dibentuk Perpol tentang pakaian seragam tersebut," kata Ramadhan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/1/2022).

Polri sebelumnya berencana mengubah kembali warna seragam Satpam. Alasannya, karena terlalu mirip dengan seragam polisi hingga membingungkan masyarakat.

"Argumentasinya, seragam sekarang terlalu mirip dengan seragam Polri sehingga menyebabkan kebingungan dan kesulitan warga masyarakat untuk membedakan Polisi dan Satpam," kata Ramadhan kepada wartawan, Rabu (12/1/2022) kemarin.

Kekinian, kata Ramadhan, Polri masih melakukan pengkajian. Seragam Satpam dengan warna coklat muda ini rencananya akan diubah menjadi krem.

"Masih dalam proses pengkajian warna baju cokelat muda akan berubah menjadi warna krem," kata dia. (Suara)

Ikatan Pelajar NU Sulteng Tolak Kedatangan Ustaz Khalid Basalamah, Ini Alasannya
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Tengah menolak Tabligh Akbar dengan pemateri Ustaz Khalid Basalamah.

Hal itu dituangkan dalam surat yang ditujukan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU Sulteng kepada Pemkot dan Polres Palu.

Surat itu bernomor 005/PW/B/IX/7354/I/22 perihal penolakan.

Informasi dihimpun TribunPalu.com Kamis (13/1/2022), Tabligh Akbar itu bakal digelar oleh Yayasan Lentera Salaf Palu.

Dalam surat itu berisikan alasan dari Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU Sulteng menolak kedatangan Ustaz Khalid Basalamah di Kota Palu.

"Kami selaku pelopor ajaran Ahlusunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah dilingkungan keterpelajaran se Sulteng merasa keberatan dan menolak kehadirannya Dr Khalid Basalamah," ujar Ketua Ikatan Pelajar NU Sulteng, Muamar.

Berikut alasan dari Ikatan Pelajar NU Sulteng menolak akan kedatangan Ustaz Khalid Basalamah:

1. Dr Khalid Basalamah merupakan Da'i Wahabi Indonesia

2. Narasi yang dibawakan yang bersangkutan selama ini beredar sering menimbulkan ujaran kebencian dan dapat berpotensi memecah belah kerukunan umat di NKRI

3. Menilai ybs tidak sesuai Tradisi, Adat Istiadat, dan Budaya masyarakat Indonesia khususnya Tanah Kaili dan kerap menimbulkan keresahan

4. Menilai ybs tidak sesuai dengan ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah yang dibawakan mayoritas Dai Ahlusunnah wal Jamaah khususnya di Tanah Kaili.

5. Cenderung dapat memantik kebencian bagi mayoritas muslim yang basisnya Ahlussunnah Wal Jamaah

6. Memperhatikan bahwa Ajaran Guru Tua di Tanah Kaili sangat perlu dijaga dan dikawal bersama.

Sementara itu Pemerintah Kota Palu langsung menggelar Rapat bersama dengan Yayasan Lentera Salaf Palu.

Hal itu terkait tentang Permohonan izin Program Tabligh Akbar bersama Ustaz Khalid Basalamah di Kota Palu.

Rapat itu pun dilakukan di Ruangan rapat Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kantor Walikota Palu Jl Balai Kota Timur Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Pertemuan antara Pemkot Palu dengan Yayasan Lentera Salaf Palu itu berlangsung Kamis (13/1/2022) pukul 14.00 Wita. (Tribun)

Polisi Singkawang Pakai Bahasa China Diprotes Netizen, Farid Gaban: Yang Protes Kurang Jauh Mainnya
Kamis, Januari 13, 2022

On Kamis, Januari 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Netizen memprotes pada sebuah video Polres Singkawang menggunakan bahasa China.

Dalam video tersebut terlihat Polres Singkawang memberikan penyuluhan masyarakat di jalan menggunakan bahasa China.

Dalam protesnya netizen menarasikan bahwa bahasa China telah mengalahkan Bahasa Indonesia, Indonesia dijajah.

Farid Gaban, aktivis yang juga jurnalis senior memberikan komentarnya menanggapi narasi unggahan tersebut.

Melalui akun Twitter-nya @faridgaban menyebut pengunggah tidak mengetahui mayoritas warga Singkawang.

Sehingga punya anggapan bahwa China sudah menjajah Indonesia.

"Ada yg protes kenapa polisi Singkawang melakukan sosialisasi publik dlm bahasa Tiongkok. Dijajah China katanya," komentar Farid Gaban.

Farid juga menginformasikan bahwa mayoritas warga Singkawang adalah Tionghoa.

"Orang itu tdk tahu bahwa mayoritas warga Singkawang adalah Tionghoa, banyak darinya petani yg sama miskinnya dg petani di Jawa. Indonesia itu bukan cuma Jakarta & Jawa," jelas Farid Gaban pada Kamis, 13 Januari 2022.

Farid Gaban pun menyebut pengunggah video yang membuat narasi negatif, kurang jauh mainnya.

"Orang yg protes itu kurang jauh mainnya. Sama seperti yg kemarin protes kenapa papan kantor gubernur Riau pakai huruf Arab dan bilang Riau dijajah Arab," ujar Farid Gaban.

Tak hanya Farid Gaban, pemilik akun @Risdiyan justru menyebut tak hanya Singkawang yang menggunakan bahasa China, bahkan di Pontianak pun bahasa masyarakatnya China.

"Jangankan Singkawang di pasar Pontianak kota aja kalo belanja banyak yg pake bahasa Cina...yg melayu,madura,Jawa lama2 krn udh kebiasaan ya faham juga waa...," komentar @Risdiyan.

"Wkwkwk, suruh main aja ke sana. Pasti kaget sama walikotanya siapa," tambah @mahesa.respati.

Unggahan video yang mempermasalahkan bahasa Mandarin dalam video tersebut adalah akun twitter Presidendungu @presidendungu.

Video yang diunggah pada Selasa, 11 Januari 2022 ini menjadi heboh karena narasi yang ditulis pada timeline-nya.

"Aparat POLRES SINGKAWANG sudah gunakan bahasa China, Apa harus begini nasib bangsa kita ini," narasi yang dituliskan @presidendungu.

"Bukannya bahasa Nasional Indonesia.. malah diganti dg *bahasa Mandarin*... Sdh kacau negara ini atau sudah melupakan PESAN atau PENGAKUAN Sumpah Pemuda.?. Piye Pa," komentarnya.

Cuitannya tersebut membuat pengunggah yang menuliskan narasinya diserang karena tak mengetahui bahwa mayoritas masyarakat Singkawang adalah Tionghoa. (Seputartangsel)