Headline

Opini

SOROT

Sports

Opini

Puan Seni Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja Seni Perempuan Indonesia
Sabtu, Juli 17, 2021

On Sabtu, Juli 17, 2021

Puan Seni Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja Seni Perempuan Indonesia
SEKELOMPOK pekerja seni perempuan Indonesia membentuk Perkumpulan Pekerja Seni Indonesia (Puan Seni) pada 8 Maret 2021. Perkumpulan ini diinisiasi oleh beberapa nama seperti Dolorosa Sinaga, Olin Monteiro, Vivian Idris, Hartati, Irawati, Linda Tagie, dan didukung oleh Aquino Hayunta.


Inisiatif pembentukan pertemuan ini bermula dari serangkaian diskusi intensif sejak 2015. Berbagai kegiatan diskusi bertajuk Temu Seni Perempuan diselenggarakan di Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi. Dalam setiap penyelenggaraannya, jumlah pekerja seni perempuan yang bergabung pun semakin banyak. Kegiatan menjadi lebih intensif dengan diperluasnya Jaringan Seni Perempuan sejak 2019. Selama pandemi, kegiatan diskusi juga dilakukan secara daring.


Ia mengatakan, Puan Seni terbentuk sebagai upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan yang masih sering dihadapi oleh pekerja seni perempuan Indonesia. Salah satunya, akses yang kurang merata dan kurangnya kesempatan, khususnya bagi pekerja seni dari luar Jawa.


Hal tersebut banyak dirasakan perempuan seniman di daerah-daerah di luar Jawa. Banyak permasalahan yang masih dirasakan kental bagi perempuan pekerja seni, seperti persoalan seksisme, pelecehan seksual, dan lemahnya representasi perempuan dalam berbagai proyek kesenian.


Karena itu, Puan Seni memiliki visi peningkatan kesetaraan gender. Selain itu, mereka juga memiliki visi untuk memastikan kontribusi perempuan yang sangat penting dalam ekosistem seni budaya berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) serta keberagaman untuk semua kelompok, termasuk kelompok marjinal atau minoritas tanpa diskriminasi.


Puan Seni pun memiliki beberapa misi untuk mewujudkan visi-visi mereka. Ama menyebutkan, misi-misi mereka antara lain membangun kekuatan gerakan perempuan dalam mencerdaskan bangsa serta membangun sinergi dengan stakeholder dan negara untuk meningkatkan tata kelola pengetahuan seni dan budaya perempuan Indonesia.


Misi tersebut ingin diungkapkan dengan berbagai aktivitas yang tidak bertentangan dengan visi dan nilai perkumpulan. Aktivitas juga ingin dilakukan dengan memperjuangkan perubahan nilai, sikap, terlebih perilaku masyarakat patriarkis ke arah masyarakat adil dan setara. Selain itu, melakukan ikhtiar lain yang tidak bertentangan dengan azas dan tujuan perkumpulan.


Dalam menjalankan visi dan misi tersebut, Puan Seni berencana akan mengadakan berbagai program tetap. Sesekali mereka juga akan mengadakan program kolektif atau kolaborasi antar sesama perempuan pekerja seni. Program kolektif ini bertujuan menyediakan kesempatan bagi para pekerja seni perempuan untuk membangun networking.


Tak ketinggalan, Puan Seni memberi ruang bagi pekerja seni perempuan untuk dikenal masyarakat luas. Di laman Instagram @jaringanseniperempuan, Puan Seni kerap memperkenalkan profil pekerja seni perempuan beserta karyanya. Pekerja seni perempuan yang ditampilkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan memiliki latar belakang seni yang berbeda-beda. Ternyata, Indonesia memiliki banyak sekali perempuan pekerja seni berbakat.


Meskipun Puan Seni ingin memperluas jaringan pekerja seni perempuan, tetapi mereka memastikan tak akan berafiliasi dengan partai politik manapun. Mereka juga tak akan menjalin kerja sama dengan pihak lain yang praktik sosialnya bertentangan dengan nilai keadilan dan kesetaraan. Puan Seni sebenarnya ingin menantang budaya patriarki dalam ekosistem seni. Mereka menolak adanya pembentukan opini yang mengajarkan pembodohan terhadap masyarakat, yan glalu menghambat peran serta perempuan dalam berbagai kontribusinya.


Dirinya pun berharap Puan Seni dapat mengajak seluruh pekerja seni perempuan dari Sabang sampai Merauke untuk ikut serta dalam gerakan mereka. Sebagai upaya untuk merangkul para pelaku seni perempuan di seluruh Indonesia, Puan Seni memiliki koordinator wilayah mulai dari Sumatera hingga Papua.


Kelompok ini punya koordinator di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Harapannya, mereka semua agar perempuan pekerja seni dapat berkesempatan untuk aktif menjadi anggota dan menjadi pengurus jaringan yang dibangung dengan semanagat kerelawanan, kesetaraan, dan demokratis.


Ama Achmad sendiri merupakan penulis dan pegiat literasi asal Luwuk, Sulawesi Tengah. Dalam kepengurusan Puan Seni, ia dibantu oleh Linda Tagie seorang seniman teater asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Linda menjabat sebagai sekretaris perkumpulan. Sementara itu, posisi bendahara diisi oleh Irawita, pegiat teater dari Jakarta.


Mereka bersatu padu berupaya menjadikan Puan Seni sebagai bagian dari ekosistem seni dan budaya yang ideal dan setara. Upaya ini mereka lakukan dengan menjunjung tinggi nilai demokrasi, kebebasan berekspresi, keberagaman, non-kekerasan, anti korupsi, menjaga lingkungan, non-patriarkis, dan anti pembodohan. 


Penulis: Dhani Linuwih, Pegiat Pemberdayaan Perempuan

Melindungi Generasi Muda dari Jerat Narkotika
Kamis, Juli 15, 2021

On Kamis, Juli 15, 2021

GENERASI muda merupakan masa depan suatu bangsa. Jika generasi muda sudah menyentuh narkoba, habislah masa depan bangsa. Pasalnya, usia itu merupakan masa produktif suatu generasi. Jika dirusak dengan narkoba, generasi tersebut akan terancam masa depannya.
 
Tak hanya berdampak pada seseorang, narkoba juga berdampak pada potensi Indonesia. Apalagi Tanah Air diwacanakan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di tingkat global pada 2024. Pasalnya, potensi itu dapat terjadi bila generasi mudanya tumbuh dengan baik. Di lain sisi, penggunaan narkoba dapat berdampak pada kondisi kesehatan tubuh.
 
Narkoba (Narkotika dan obat-obatan yang mengandung zat adiktif /berbahaya dan terlarang) belakangan ini amat populer di kalangan remaja dan generasi muda bangsa Indonesia, sebab penyalahgunaan ini telah merebak ke semua lingkungan, bukan hanya di kalangan anak-anak nakal dan preman tetapi telah memasuki lingkungan kampus.
 
Narkoba saat ini banyak kita jumpai di kalangan remaja dan generasi muda dalam bentuk kapsul, tablet dan tepung seperti ekstasi, pil koplo dan sabu-sabu, bahkan dalam bentuk yang amat sederhana seperti daun ganja yang dijual dalam amplop-amplop.
 
Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), lanjut Aam, penyalahgunaan narkoba di Indonesia mengalami peningkatan 0,03% pada 2019 dibandingkan 2017. Dengan kata lain, pada 2019, tercatat ada 3,6 juta pengguna narkoba, 63% di antaranya pengguna ganja.
 
Dari angka 3,6 juta pengguna narkoba, Aam mengungkapkan, 70% di antaranya adalah masyarakat dalam usia produktif, yakni 16-65 tahun.
 
Melihat peningkatan pengguna narkoba dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini, membuktikan Indonesia adalah pasar narkoba terbesar di Asia. Sehingga tak heran, peredaran narkoba menjadi masalah internasional dan lintas negara. Pemecahan masalah ini, harus melibatkan semua pihak, baik di dalam maupun di luar negeri.
 
Marak selama pandemi
 
Pandemi memang membuat semua sektor terhenti sejenak. Namun, tidak pada pergerakan narkoba. Hal ini diungkapkan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyatakan terdapat peningkatan kasus penyalahgunaan narkotika selama masa pandemi virus corona (Covid-19) yang merebak di Indonesia pada 2020 ini.
 
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno Siregar menjelaskan bahwa peningkatan itu terlihat dari jumlah barang bukti yang diamankan polisi selama bertindak.
 
"Tahun 2019 polri mengungkap 2,7 ton barang bukti sabu. (2020) Sampai hari ini data menunjukkan 4,57 ton. Jadi ada peningkatan dari 2,7 (ton) ke 4,57 (ton) berarti (meningkat) 2 ton," kata Krisno kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/11).
 
Sementara, lanjut Krisno, pengamanan barang bukti berupa pil ekstasi menurun hingga hampir 200 ribu butir.
 
"Tetapi kenapa ada apa karena jenis barang bukti lainnya terjadi penurunan seperti ekstasi 637.703 butir sampai saat ini kami hanya menyita sekitar 400 ribu sekian," tambah dia.
 
Namun demikian, Krisno belum dapat memastikan alasan peredaran narkotika itu semakin marak terjadi selama masa pandemi.
 
Menurutnya hal itu tak lazim lantaran pemerintah sendiri telah menerapkan sejumlah kebijakan yang membatasi ruang gerak masyarakat selama masa pandemi Covid-19.
 
"Padahal ini adalah masa-masa pandemi Corona yang tentunya pemerintah menetapkan perbatasan pergerakan perkumpulan orang," pungkas dia.
 
Perang lawan narkoba
 
Ketua DPR RI, Puan Maharani menegaskan, bahwa perang melawan narkoba tidak boleh kendur meskipun pandemi Covid-19 tengah melanda. Menurut Puan, virus Corona membahayakan kesehatan, namun narkoba bisa membinasakan masa depan.
 
"Daya rusak narkoba bagi sebuah bangsa sudah sangat nyata. Apalagi banyak korban adalah anak-anak muda, ini sangat mengkhawatirkan. Kalau generasi muda kita rusak oleh narkoba, mau dibawa kemana masa depan bangsa ini?," kata Puan.
 
Mantan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini prihatin karena di masa sulit akibat pandemi, dan saat semua orang sibuk mencari solusi, masih saja ada orang-orang tidak bertanggung jawab yang memproduksi, menyelundupkan, dan mengedarkan narkoba.
 
"Transportasi lintas negara sempat terputus, banyak negara lockdown selama pandemi. Tapi ternyata jaringan penyelundup narkotika internasional ini banyak sekali akalnya. Oleh karena itu kita tidak boleh melonggarkan kewaspadaan," ujar Puan.
 
Badan Narkotika Nasional (BNN) melaporkan pada Februari 2021 lebih dari 1 ton narkotika jenis sabu yang disita, belum lagi jenis ganja juga cukup banyak. Lalu hingga April 2021, Direktorat Jenderal Bea Cukai mencatat 422 kasus upaya penyelundupan narkoba dengan berat bruto mencapai 1,9 ton digagalkan oleh Polri.
 
"Ini nilainya sangat tinggi bisa lebih dari Rp1 triliun dan bisa mengancam 10 juta orang Indonesia,” ucap Puan mengutip data dari Kementerian Keuangan.
 
Oleh karena itu, Puan meminta pemerintah waspada terhadap kegiatan ilegal, termasuk penyelundupan narkoba. Selain mengancam jiwa dan masa depan generasi bangsa, narkoba juga mengakibatkan kerugian ekonomi dan sosial hingga Rp63 triliun per tahun.
 
"Penyalahgunaan narkoba meningkat dari tahun ke tahun, artinya belum mengena ajakan untuk menjauhi narkoba ini. Masyarakat masih banyak yang belum paham bahaya narkoba," ucap Puan.
 
BNN melaporkan pada 2014 sekitar 4,2 juta warga Indonesia menggunakan narkoba. Jumlah ini memang sempat turun menjadi 3,3 juta jiwa dengan rentang usia 10 sampai 59 tahun pada 2017. Namun, tren penyalahgunaan narkoba kembali naik menjadi 3,6 juta pada 2019.

Penulis: rizka septiana, praktisi dan dosen Humas

Opu Daeng Rasudju, Pahlawan Perempuan yang Dibuat Tuli Tentara Belanda
Kamis, Juli 15, 2021

On Kamis, Juli 15, 2021

APABILA berbicara tentang pahlawan-pahlawan perempuan yang berani melawan Pemerintah Kolonial Belanda, nama Opu Daeng Risadju tak boleh ketinggalan diceritakan. 

Opu Daeng Risadju adalah pejuang perempuan dari Sulawesi Selatan yang dibuat tuli oleh tentara Belanda. Perempuan kelahiran Palopo pada 1880 silam ini mendapat gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Indonesia pada 2006.

Opu Daeng Risadju semasa kecilnya dikenal dengan nama Famajjah. Ia adalah anak dari pasangan Muhammad Abdullah to Baresseng dan Opu Daeng Mawellu. Orangtuanya merupakan keturunan bangsawan dari Kerajaan Luwu.

Famajjah kecil tumbuh di lingkungan Islam yang kuat. Walau ia tidak menimba ilmu di sekolah formal, Famajjah mendapatkan pendidikan agama di rumahnya. 

Dirinya dibiasakan untuk membaca Al-Quran sampai tamat 30 juz dan mempelajari fiqih dari buku yang ditulis oleh salah satu tokoh penyebar agama Islam di Sulawesi Selatan, Khatib Sulaweman Daeng Mawellu. 

Selain itu, Famajjah yang tumbuh di lingkungan bangsawan juga banyak belajar tentang budaya, nilai moral, dan tingkah laku.

Saat memasuki usia dewasa, Famajjah dinikahkan dengan H Muhammad Daud, seorang ulama yang pernah tinggal di Mekkah, Arab Saudi. Sang suami kemudian diangkat menjadi imam masjid istana Kerajaan Lawu. Sejak saat itulah nama Famajjah berubah menjadi Opu Daeng Risadju.

Kisah perjuangan melawan Belanda

Pasangan H Muhammad Daud dan Opu Daeng Risadju membina rumah tangga di tengah-tengah masa penjajahan Belanda. Pada 1905, Belanda berhasil menguasai Kerajaan Lawu. Opu Daeng Risadju bersama sang suami terpaksa harus meninggalkan Kota Palopo dan pindah ke Parepare. Di kota inilah kisah perjuangan Opu Daeng Risadju bermula. 

Opu Daeng Risadju yang sudah berusia 40 tahun masuk menjadi anggota Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) cabang Parepare. Di PSII, ia berteman baik dengan Kartosuwiryo. Bahkan, Opu Daeng Risadju pernah menjadi penghubung yang dikirim oleh Abdul Muzakkar ke Jawa Barat untuk menemui Kartosoewirjo yang pada saat itu menjadi pemimpin tertinggi gerakan DI/TII tahun 1953.

Pada 1930, dia kembali ke Kota Palopo dan mendirikan PSII cabang Luwu. Opu Daeng Rasudju pun menjadi Ketua PSII di sana. Selama masa kepemimpinannya, Opu Daeng Rasudju menggunakan agama sebagai landasan perjuangannya. Dirinya memperoleh banyak simpati dan dukungan dari para rakyat.

Dukungan besar dari rakyat membuat semangat anti-penjajah Opu Daeng Rasudju semakin membara. Propaganda politiknya pun mulai tercium oleh pihak Belanda dan membuat mereka meradang. Mereka menuduh Opu Daeng Rasudju menghasut rakyat dan melakukan tindakan provokatif agar rakyat tidak percaya dengan pemerintah.
Sebagai hukuman, pihak Belanda mengadili dan mencabut gelar bangsawan Opu Daeng Rasudju. 

Pihak Belanda juga menekan suami dan anggota keluarga Opu Daeng Rasudju lainnya untuk menghentikan kegiatannya di PSII. Dirinya juga mendapat tekanan dari Datu Luwu dan Dewan Adat Luwu untuk menghentikan kegiatan politiknya. Namun, Opu Daeng Rasudju memilih untuk menanggalkan gelar bangsawannya dan tetap membela rakyat.

Masih belum puas juga, akhirnya pihak Belanda memenjarakannya selama 14 bulan pada 1934. Peristiwa ini mencatat nama Opu Daeng Rasudju sebagai perempuan pertama yang dipenjarakan oleh Pemerintah Kolonial Belanda dengan alasan politik. Walaupun begitu, semangat juang Opu Daeng Rasudju tak pernah padam.

Pada masa revolusi, dirinya kembali aktif melawan penjajah. Opu Daeng Rasudju mengumpulkan dan mengajak para pemuda di Palopo untuk melakukan perlawanan kepada tentara Nederlands Indie Civil Administration (NICA). Serangan yang mereka lakukan kepada tentara NICA menimbulkan konflik senjata sangat besar.

Opu Daeng Rasudju kembali menjadi buronan utama pihak Belanda di Sulawesi Selatan. Beberapa waktu kemudian, ia tertangkap di Lantoro setelah tentara NICA melakukan serangan balik. Saat ditangkap, Opu Daeng Rasudju dipaksa berjalan kaki untuk kembali ke Watampone. Di usia 60 tahun, ia harus berjalan kaki sepanjang 40 kilometer.

Selain itu, dirinya juga dihukum oleh pihak Belanda dan Ketua Ditrik Bajo saat itu untuk lari mengelilingi lapangan bola pada siang hari dengan letusan senapan di dekatnya. Bahkan, sebuah senapan diletuskan di samping telinganya persis. Hukuman tersebut membuat gendang telinga Opu Daeng Rasudju pecah dan menjadi tuli seumur hidup.

Setelah kemerdekaan, Opu Daeng Rasudju hidup bersama anaknya di Parepare. Pada 10 Februari 1964, dirinya menghembuskan napas terakhirnya dan dimakamkan di kompleks makam raja-raja Lakkoe di Palopo. Kisah perjuangan Opu Daeng Rasudju akan terus menjadi inspirasi bagi perempuan Sulawesi Selatan dan masyarakat Indonesia pada umumnya. 

Penulis: Miranti A, Anggota Perempuan Indonesia Satu

Pratiwi Pudjilestari Sudarmono Astronot Perempuan Pertama di Indonesia
Kamis, Juli 15, 2021

On Kamis, Juli 15, 2021

PADA saat Anda kecil, pertanyaan tentang cita-cita mungkin biasa Anda dengar. Presiden, dokter, polisi, hingga astronot menjadi jawaban yang sering dilontarkan anak-anak ketika diberi pertanyaan tersebut. Nah, membahas tentang astronot, ada sosok wanita astronot pertama asal Indonesia. Kala itu dan bahkan hingga kini, sosoknya menjadi inspirasi banyak orang, terutama perempuan untuk menekuni bidang yang sama.
 
Nama Pratiwi Pudjilestari Sudarmono selamanya terukir sebagai astronot perempuan pertama di Indonesia. Meski, nasib membuatnya batal berangkat ke luar angkasa pada 1986 karena program pesawat ulang-alik Amerika dihentikan sementara. Pasalnya, pesawat ulang-alik Challenger meledak mendadak.
 
Ilmuwan yang mewakili Indonesia dalam kerjasama dengan National Aeronautics and Space Administration (NASA), lembaga antariksa Amerika Serikat, ini rencananya pergi ke luar angkasa dengan pesawat ulang-alik Columbia pada 24 Juni 1986. Namun, misi itu dibatalkan karena pesawat Challenger meledak pada 28 Januari 1986, dalam waktu 73 detik setelah diluncurkan. Saat itu, pesawat baru berada di ketinggian 15 kilometer.
 
Meski saat itu kariernya dihadapkan dengan berbagai tantangan, semangatnya berjuang dalam menekuni bidangnya menjadi pelajaran berharga bagi wanita masa kini. Peraih gelar doktor bidang biologi molekuler dari Universitas Osaka ini menuturkan, kesempatan untuk melihat bumi dari kejauhan menarik minat banyak kalangan di Indonesia.
 
Ketika Indonesia dapat kesempatan mengirim wakil untuk naik pesawat ulang-alik bersamaan dengan peluncuran satelit Palapa, semua menyambut gembira. Kementerian Riset dan Teknologi bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mendiskusikan siapa orang yang tepat untuk diberangkatkan.
 
Universitas Indonesia meminta Pratiwi turut serta memasukkan proposal penelitian. Waktu itu dia diminta, karena memang kalau tidak diminta, menurutnya, tidak akan ada yang mengerjakan. Setelah penelitiannya disetujui, Pratiwi pun didorong untuk mendaftarkan diri. Dorongan itulah yang menjadi cikal bakal peristiwa Pratiwi jadi astronot perempuan pertama dari Tanah Air.
 
Pratiwi berpikir, ke luar angkasa sesuatu yang sangat menantang waktu itu. Namun demikian, Pratiwi tidak menyerah dan juga semangat karena adanya dorongan dari banyak pihak dan izin keluarganya.
 
Penelitian yang diusulkan oleh Pratiwi adalah riset untuk melihat ketahanan fisik manusia di luar angkasa. Riset itu di latarbelakangi cita-cita NASA menempatkan koloni manusia di luar angkasa. Butuh riset percobaan demi memahami bagaimana cara makhluk bisa hidup di luar angkasa.
 
Ilmuwan ingin memahami apa saja yang dibutuhkan kalau kelak ada kebutuhan untuk memindahkan sebagian makhluk bumi ke luar angkasa. Salah satu nilai tambah yang membuat penelitian Pratiwi disetujui adalah karena penelitiannya tidak membutuhkan alat besar yang bisa memakan ruangan di pesawat ulang-alik. Palapa B-3 juga merupakan satelit Indonesia.

Karena itu pemerintah merasa perlu memberangkatkan astronot sendiri. encananya Pratiwi akan menjadi payload specialist, atau kru yang mengoperasikan satelit Palapa B-3 dalam misi tersebut. Untuk astronot cadangan, ditunjuk Taufik Akbar yang merupakan engineer dari PT Telkom.
 
Sayangnya, pesawat Challenger yang akan berangkat menjalankan misi STS-51-L meledak tak lama setelah diluncurkan. NASA pun membatalkan beberapa penerbangan ke luar angkasa. Termasuk rencana Columbia yang akan mengangkut satelit Palapa B-3 milik Indonesia.
 
Para astronot dalam misi penerbangan itu pun batal berangkat. Satelit B-3 akhirnya diluncurkan dengan roket Delta, tanpa kehadiran astronot dari Indonesia. Setelah itu tak pernah ada lagi rencana Indonesia mengirimkan astronot ke luar angkasa.
 
Pratiwi Sudarmono meneruskan karirnya sebagai ilmuwan, dan Taufik Akbar juga terus berkarir di PT Telkom. Di sisi lain, sosok Pratiwi Sudarmono yang saat ini masih aktif di dunia penelitian ini menjadi sosok inspiratif bagi kaum wanita di Indonesia.
 
Dia juga diangkat menjadi Guru Besar  Ilmu Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jasa-jasa dan sumbangsihnya untuk Indonesia tetapi dihargai dan menjadi panutan di bidangnya.
 
Foto Pratiwi menggunakan pakaian luar angkasa yang dimuat pada halaman depan salah satu koran nasional tahun 1987 menjadi idola bagi anak-anak muda di zaman itu. Pratiwi menjadi contoh bahwa perempuan Indonesia juga bisa dan sah memiliki cita-cita menjadi seorang astronot.
 
Nama Pratiwi Sudarmono akan selalu dikenang sebagai astronot pertama Indonesia, meski dia tak jadi mengangkasa. Capaian dan prestasi Pratiwi terpilih oleh NASA menjadi tonggak bagi kaum perempuan untuk berani berkiprah. Penelitiannya sekaligus juga mencerminkan kemajuan sains Indonesia.
 
Pratiwi telah berhasil menjadi perempuan yang mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Tak terkecuali dengan nilai etos kerja dan integritas dalam bidang keilmuan yang digelutinya, sehingga dapat terpilih menjadi calon astronot dalam misi pesawat ulang-alik NASA. 

Penulis: Vina Nazelina, Anggota Perempuan Indonesia Satu

Karlina Supelli, Sosok Astronom Perempuan Pertama  di Indonesia
Kamis, Juli 15, 2021

On Kamis, Juli 15, 2021

HIDUP di era yang semakin maju ini bukan suatu hal yang lumrah lagi apabila seorang perempuan menjadi sosok yang berperan penting bagi orang banyak.

Keterlibatan kaum perempuan menjadi upaya untuk mewujudkan dan membangun negara yang sejahtera. Ini diperlukan bagi keberhasilan bersama.

Hal tersebut juga dapat dibuktikan dengan sosok perempuan hebat yang dikenal sebagai sosok astronom perempuan pertama di Indonesia.

Banyak dari kita yang belum mengenal dengan sosok tersebut. Karlina Rohima Supelli atau yang lebih dikenal dengan Karlina Supelli merupakan filsuf perempuan  di Indonesia.

Karlina dilahirkan di Jakarta pada 15 Januari 1958. Karlina merupakan peranakan Indonesia dan Belanda. Dia adalah anak dari pasangan Supelli dan Margaretha. Ayahnya adalah orang Sunda asli, sementara ibunya berkebangsaan Belanda.  

Diketahui setelah lulus SMA, Karlina melanjutkan pendidikannya Fakultas Matematika Ilmu Alam (MIPA) Jurusan Astronomi di Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Karlina memiliki minat yang sangat dalam terhadap fisika, matematika dan metafisika. Tidak lama kemudian Karlina juga tertarik mendalami filsafat.

Karlina melanjutkan pendidikannya sampai gelar doktor astronomi (MSc) di bidang Space Science yang diperoleh dari University College of London, Inggris. 

Sedangkan,  Karlina juga mengejar gelar doktor filsafat Universitas Indonesia. Dia membuat judul disertasi "Kosmologi empiris konstruktif: Suatu Telaah Filsafat Ilmu Terhadap Asas Antropik Kosmologis". Karlina merampungkan disertasinya di UI tahun 1997.   

Pada sebuah wawancara, sebelum masuk Filsafat, Karlina tertarik pada Kosmologi. Karlina dalam penelitiannya banyak menemukan pertanyaan mendasar yang tidak bisa dia temukan jawabannya secara empiris. 

Dari filsafat lah, menurut Karlina, dia bisa menemukan jawaban serta penjelasan dari pertanyaan yang dia miliki.

Pada tahun 1992, Karlina melanjutkan jenjang pendidikannya ke program Magister Filsafat UI. Karlina menemukan hubungan antara semua ilmu yang dikuasainya melalui pendidikannya di jenjang program doktor Filsafat. 

Karlina memiliki pandangan bahwa hal-hal yang dianggap kebenaran ilmiah dalam kosmologi, sebenarnya hanya konstruksi benak manusia dan selalu berubah.

Karlina juga merupakan sosok yang aktif dalam berorganisasi. Saat masih menjadi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor (ITB), Karlina merupakan aktivis kampus dan menjabat menjadi Ketua Himpunan.

Pada tahun 1998 saat reformasi, Karlina mendadak menjadi sorotan media karena ia menjadi salah satu aktivis perempuan yang memperjuangkan hak-haknya pada masa itu.

Karlina sampai harus ditahan pihak berwajib di Polda selama 23 jam. Alasannya, Karlina ditahan karena didakwa dengan tuduhan melanggar Pasal 510 KUHP. Aksi Karlina dalam bidang kemanusiaan tak berhenti di sana. 

Setelah itu, bersama para tokoh pro pemberantasan korupsi Indonesia, Karlina juga melayangkan seruan dan kritikan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dia melihat kepemimpinan SBY yang dinilai kurang kuat dalam membangun ketertiban hukum. Dalam aksi itu, para tokoh juga menandatangani sebuah surat seruan terhadap Penyelamatan Bangsa dan dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M.Nazaruddin.

Dengan melihat kembali perjalanan seorang Karlina sosok astronom perempuan pertama di Indonesia yang memberikan inspirasi bagi kita para perempuan untuk menjadi lebih baik. Perempuan tidak semata hanya berada di zona yang sama.

Perempuan juga berhak menuntut hak-haknya seperti menempuh pendidikan, dan ikut berperan di tengah masyarakat. Karlina juga pernah mengungkapkan bahwa perempuan memiliki kemampuan berpikir yang sama dengan laki-laki. Jadi tidak menjadi suatu alasan bahwa perempuan menjadi halangan untuk berkembang di tengah masyarakat apalagi membangun negara yang sejahtera. 

Penulis: Khofifa Idris Tayib, Anggota Perempuan Indonesia Satu.

Pentingnya Mempelajari Program Keluarga Berencana Untuk Perempuan
Selasa, Juli 13, 2021

On Selasa, Juli 13, 2021

Pentingnya Mempelajari Program Keluarga Berencana Untuk Perempuan
PEREMPUAN dalam masyarakat yang patriarki berada dalam posisi yang kurang menguntung bahkan cenderung berada dalam posisi yang tidak mengenakan. Posisi yang tidak mengenakan ini dapat dilihat dari jarang adanya kesempatan perempuan dalam mengambil keputusan dalam hidupnya termasuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan dirinya sendiri.


Posisi kurang menguntungkan ini menjadikan perempuan dalam kondisi yang berada di pinggir dalam kehidupan bermasyarakat. Tetapi dalam perjalanan waktu dan dipengaruhi oleh berbagai aspek terjadi perubahan dalam persamaan hak dan kewajiban khususnya antara laki-laki dan perempuan.


Perbedaan antara perempuan dan laki-laki ini sangat nyata terlihat pada masyarakat di lingkungan kita, terlebih pada negara berkembang termasuk Indonesia. Dalam program-program ekonomi dari umumnya laki-laki selalu ditempatkan dalam prioritas untuk mendapatkan program tersebut. Maka dari itu perempuan lebih banyak bekerja dalam program informal yang ada di dalam rumah.


Masih rendahnya pengetahuan masyarakat khususnya perempuan mengenai sebelum dan setelah kehamilan. Angka kematian ibu dan bayi ini juga menunjukkan belum berdayanya perempuan dalam menjaga kesehatan sebelum dan sesudah kehamilan. Perempuan jarang untuk memeriksakan kehamilannya serta kurang memakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan sewaktu hamil.


Kondisi ini pun terjadi sewaktu bayi lahir, pemeriksaan dan pemberian ASI bagi bayi tidak disertai dengan pengetahuannya. Makanan tambahan pun diberikan tidak sesuai dengan usia dari bayi tersebut, bahkan kadang kala makanan untuk orang tua pun diberikan kepada bayi. Kurang pedulinya laki-laki terhadap kesehatan perempuan dan bayi.


Laki-laki seringkali tidak peduli dengan kehamilan dan kelahiran. Laki-laki sering beranggapan bahwa kehamilan adalah urusan perempuan. Maka dari itu pentingnya pendidikan Keluarga Berencana untuk perempuan guna mengurangi resiko terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.


Perlu adanya kegiatan partisipasi Keluarga Berencana yang dapat menekan ketimpangan kepada perempuan baik dalam keluarga maupun masyarakat. Program keluarga berencana misalkan merupakan salah satu program yang diharapkan dapat meningkatkan keberdayaan perempuan. Pembatasan kelahiran anak dalam keluarga diharapkan perempuan dapat bergerak baik dalam keluarga maupun masyarakat.


Karena dengan adanya pembatasan anak dalam keluarga juga akan lebih menjamin masa depan anak itu sendiri untuk kita sebagai orang tua mempersiapkannya. Dengan kondisi ini seorang ibu mempunyai kesempatan yang sama dengan mempunyai anak perempuan.


Partisipasi dan pemberdayaan perempuan dalam program Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi yang potensial dalam meningkatkan akses perempuan serta transformasi budaya. Partisipasi perempuan dalam program Keluarga Berencana ini tentunya harus didukung oleh anggota keluarga yang lain. Karena partisipasi perempuan dalam program Keluarga Berencana (KB) bukan semata-mata partisipasi yang terpaksa karena kondisi perempuan dalam keluarganya yang menjadi ketimpangan.


Partisipasi perempuan dalam program Keluarga Berencana justru harus menjadi pendorong untuk meningkatkan keberdayaan perempuan dalam mengambil keputusan baik itu untuk dirinya maupun untuk keluarganya. Oleh sebab itu partisipasi perempuan dalam program Keluarga Berencana mempunyai dua hal yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan yaitu pertama, perempuan dalam hal ini istri harus lebih berdaya setelah terlibat dalam program Keluarga Berencana.


Perempuan dalam berpartisipasi Keluarga Berencana (KB) mempunyai peran yang cukup besar. Karena nantinya hasil dari program Keluarga Berencana yang melibatkan perempuan diharapkan tingkat kelahiran anak dalam keluarga berkurang. Ini berarti perempuan bisa mengontrol dan memilih waktu melahirkan dan merawat anak-anak dalam jangka waktu yang sesuai dengan kondisi kehidupan mereka. Dengan demikian banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan oleh perempuan untuk berkarya dalam masyarakat.


Tidak hanya itu partisipasi perempuan dalam program Keluarga Berencana juga akan meningkatkan keberdayaan anak perempuan dalam suatu keluarga. Jumlah anak yang terbatas menjadikan setiap anak baik perempuan maupun laki-laki memperoleh kesempatan yang sama besar untuk mendapatkan perawatan dan pendidikan.


Partisipasi perempuan dalam program Keluarga Berencana sangat tinggi, akan tetapi itu tidak dapat dijadikan ukuran tentang keberdayaan perempuan dalam program Keluarga Berencana (KB). Hal ini disebabkan ada sebagian perempuan dalam menentukan partisipasi dalam program Keluarga Berencana ditentukan oleh pihak lain, khususnya laki-laki yang menjadi suaminya. Maka dari itu pendidikan terkait Keluarga Berencana sangat pentingkan guys? Gak hanya untuk perempuan aja buat laki-laki juga ga kalah penting. 


Ditulis Oleh: Fitri Ramadhiny, Anggota Perempuas Indonesia Satu.

Dari Buka Jalan hingga Rehab RTLH, TMMD 111 Kodim 0204/DS Bangkitkan Perekonomian Warga
Selasa, Juli 13, 2021

On Selasa, Juli 13, 2021

Dari Buka Jalan hingga Rehab RTLH, TMMD 111 Kodim 0204/DS Bangkitkan Perekonomian Warga
TIDAK terasa program TMMD ke -111 yang dilaksanakan di wilayah Kodam I/Bukit Barisan sudah tiba hampir tiba pada masa penutupan yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2021 secara serentak diseluruh Indonesia. Seluruh sasaran yang berikan kepada Satgas TMMD nyaris selesai dengan sempurna, beberapa pekerjaan hanya menyisakan finishing atau sentuhan akhir sebelum dinyatakan selesai. Program TMMD ke-111 TA 2021 di Kodam I/BB sudah dilaksanakan sejak tanggal 15 Juni 2021 dengan pelaksanaan secara serentak di 6 wilayah Kodim meliputi Kodim 0204/Deli Serdang, Kodim 0212/Tapanuli Selatan, Kodim 0321/Rokan Hilir, Kodim 0315/Bintan, Kodim 0306/Limapuluh Kota dan Kodim 0314/Indragiri Hilir. Pembukaan TMMD ke -111 ditandai dengan pembukaan secara resmi oleh Kepala Daerah Tingkat II masing- masing wilayah Kodim tersebut. TMMD ke-111 ini direncanakan akan di tutup pada tanggal 14 Juli 2021 atau kurang lebih pelaksanaan pekerjaan selama 1 bulan. Untuk mengejar hasil pekerjaan dan agar selesai tepat pada waktunya maka Satgas TMMD sudah memulai pekerjaan masing-masing pada masa pra TMMD dengan jangka waktu 2 minggu sebelum pembukaan TMMD ke -111.


Kegiatan TMMD ke-111 yang dilaksanakan tersebut tentunya akan memberikan kenangan dan kesan tersendiri bagi masyarakat yang berada di daerah sasaran TMMD termasuk yang palin berkesan ialah warga masyarakat di Desa Mabar Kecamatan Bangun Purba Deli Serdang. Masyarakat yang semula terisolir terlebih pada masa penghujan kini sudah mulai menikmati hasil dari program TMMD di Desa mereka yang dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah lain termasuk berbagai pembangunan serta rehab berbagai infrastruktur umum masyarakat. Salah satu yang sangat menyentuh hati masyarakat berkat TMMD ke -111 selain pembangunan infrastruktur ialah kegiatan rehabilitasi rumah warga yang sebenanrnya bila kita melihat pekerjaan yang dilaksanakan lebih mengarah kepada pembangunan ulang rumah warga tidak layak huni atau lebih dikenal dengan RTLH. 


Belasan tahun lamanya Mustar Nasution terus berupaya membangun rumah tinggal keluarganya agar lebih layak huni. Namun apa daya, ketiadaan biaya memaksa ayah tiga orang anak itu untuk memendam dalam-dalam keinginannya tersebut. Mustar pun hanya bisa pasrah mengelus dada melihat anak dan istrinya tinggal berdesak-desakan di gubuk reot berdinding tepas beratapkan seng yang bocor di sana-sini. Meski sangat tidak nyaman, namun di gubuk derita itulah keluarga Mustar Nasution berlindung dari panas, hujan dan dinginnya malam. Tapi sejak awal Juni 2021 lalu, terjadi perubahan drastis dalam kehidupan keluarga sederhana ini.


Gubuk reot mereka berganti menjadi bangunan permanen yang dindingnya dicat warna hijau. Atap sengnya juga baru, begitu juga pintu, jendela dan kamar mandi. Semuanya serba baru dan tampak kokoh. "Nyaris saya kehilangan harapan untuk bisa membangun rumah ini. Tapi semuanya berubah seketika saat bapak-bapak tentara itu datang ke dusun kami sebulan yang lalu," ucap Mustar Nasution dengan nada gembira. Kediamaan Mustar Nasution merupakan satu dari enam rumah di wilayah Desa Mabar yang menjadi sasaran rehabilitasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) pada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 TA 2021 Kodim 0204/Deliserdang. Kegiatan pembangunan rehabilitasi RTLH ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan tersedianya pelayanan perumahan yang layak huni bagi penduduk miskin agar hidup lebih sejahtera. 


Selain rehabilitasi RTLH, Satgas TMMD Kodim 0204/DS juga melakukan pembukaan dua jalur jalan desa menuju Dusun VII dan Dusun VIII Pagar Gunung, Desa Mabar. Masing-masing sepanjang 3.839 meter yang dipadatkan dengan sirtu (pasir dan batu), dan diperkeras dengan cor rigid beton sepanjang 2.545 meter. Pembangunan jalan desa yang dilengkapi dengan empat unit jembatan bertonase 8 ton itu juga bertujuan untuk memudahkan akses orang dan barang menuju sentra perekonomian di Kecamatan Bangun Purba. Dengan dibukanya jalan desa ini, maka pergerakan roda ekonomi warga yang selama ini terseok-seok menjadi kian lancar dan tambah bergeliat. Distribusi hasil perkebunan maupun pertanian tidak lagi hanya mengandalkan sepeda motor yang dimodifikasi dengan keranjang di kiri-kanan. Tapi sudah bisa menggunakan truk yang daya angkutnya lebih banyak. Jalan desa yang awalnya hanya berupa jalur tanah setapak dengan rindang pepohonan di kiri-kanan, kini menjelma menjadi urat nadi kehidupan warga di wilayah Desa Mabar. Warga pun tak lagi dihantui rasa was-was berkepanjangan bila melewati jalan desa yang berubah ekstrim usai diguyur hujan. Warga tak akan menemukan lagi permukaan badan jalan yang licin dan berlumpur tebal. Atau warga tak akan risau bila kendaraannya mogok akibat terjebak kubangan lumpur tebal.


"Bertahun-tahun warga di sini harus menanggung beban kalau hendak menuju ke pasar di kecamatan. Kalaupun ada jalan alternatif, rutenya memutar sehingga menambah waktu tempuh dan biaya bensin yang lebih mahal. Makanya, saat TNI membangun akses jalan ke dusun ini, kami sangat senang sekali. Karena pembangunan jalan ini merupakan mimpi bersama warga di sini," ungkap Rezeki Tarigan, pemilik warung kopi di Dusun VII Desa Mabar. Memang, sejak Satgas Kodim 0204/Deliserdang menggelar kegiatan TMMD ke-111 TA 2021, wajah Dusun VII dan Dusun VIII Pagar Gunung, Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang yang nyaris terisolir itu langsung berubah. Aktivitas warga terlihat semakin bergeliat. Tidak hanya untuk berbelanja kebutuhan harian, tetapi juga dalam mengangkut hasil perkebunan menuju sentra pemasaran di kecamatan.


"Sarana jalan desa yang dibuka Satgas TMMD Kodim 0204/DS, telah memunculkan asa baru bagi warga dalam upaya meningkatkan perekonomian maupun kesejahteraannya," ucap Kapendam I/BB, Letkol Inf Donald Erickson Silitonga usai meninjau ke lokasi sasaran fisik TMMD Desa Mabar.


Dijelaskan Letkol Silitonga, sejak TMMD ke-111 TA 2021 Kodim 0204/DS berlangsung, telah banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial warga masyarakat di wilayah sasaran fisik. 


"TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri" telah memberi bukti nyata akan eksistensi hadirnya TNI yang membawa banyak sekali manfaat dalam kehidupan di pelosok negeri. TMMD 111 Kodim 0204/Deliserdang merupakan program lintas sektoral antara TNI dengan pemerintah dan stakeholder terkait lainnya. Pelaksanaan program TMMD 111 Kodim 0204/Deliserdang ini bertujuan untuk membantu pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pelosok, termasuk untuk membuka peluang PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari wisata arung jeram Sei Buaya maupun Pemandian Alam Pagar Gunung yang ada di wilayah Kecamatan Bangun Purba. Pamen TNI AD lulusan Akmil 1997 ini menguraikan, pelaksanaan TMMD 111 Kodim 0204/Deliserdang secara umum mendapat sambutan positif dari masyarakat khususnya di Desa Mabar. “Masyarakat menyadari bahwa kegiatan TMMD ini langsung dapat dirasakan manfaatnya, terutama untuk menunjang dan meningkatkan taraf hidup masyarakat itu sendiri,” jelas Letkol Silitonga.


Hal lain yang tak kalah penting yang diharapkan sebagai output dari pelaksanaan TMMD ini, lanjut Letkol Silitonga, adalah masyarakat semakin sadar bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, TNI dan masyarakat. Kemudian, kegiatan TMMD ini juga diproyeksikan untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat pedesaan. “Melalui TMMD ke-111 TA 2021 Kodim 0204/DS ini, TNI berupaya maksimal membantu Pemerintah Kabupaten Deliserdang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik dan nonfisik, serta memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang dan kondisi juang yang tangguh,” papar anak Medan itu.


Di samping itu, tambahnya, pemilihan lokasi TMMD ke-111 TA 2021 Kodim 0204/DS ini juga berkaitan dengan kepentingan Pertahanan Negara (Hanneg), yakni sebagai daerah penyangga dari pangkal perlawanan yang dapat dijadikan sebagai rute jalan pendekat untuk jalur logistik, jalur komunikasi dan pertempuran ataupun sebaliknya.


Sementara dalam sebuah kesempatan terpisah, Bupati Deliserdang, H Ashari Tambunan menyampaikan apresiasi pihaknya atas pelaksanaan TMMD 111 Kodim 0204/Deliserdang di wilayah Kecamatan Bangun Purba. Menurut Bupati Ashari, selain membuka keterisoliran daerah dan pemerataan pembangunan, program TMMD juga merupakan wujud kokohnya Kemanunggalan TNI-Rakyat bersama Pemda dan instansi terkait.


“Saya sangat berterima kasih kepada TNI AD melalui Kodim 0204/DS, Korem 022/PT, Kodam I/BB yang telah memilih salah satu desa terpencil di wilayah kami sebagai lokasi pelaksanaan TMMD,” ucap Bupati Ashari.


Dikatakannya, pelaksanaan TMMD ini merupakan wadah yang akan mengeratkan Kemanunggalan TNI-Rakyat bersama Pemda dan instansi terkait lainnya, sehingga dari kegiatan ini diharapkan akan tercipta keharmonisan, kerja sama dan kebersamaan guna mencapai sasaran yang diharapkan, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat di pelosok desa. Tak berlebihan kiranya untuk dikatakan bahwa salah satu terobosan TMMD ke-111 Kodim 0204/DS, yakni membuka jalan, telah memunculkan asa bagi warga untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Karena jalan yang dibuka itu telah memangkas jarak tempuh menuju destinasi wisata baru yang ada di Kabupaten Deliserdang, serta memudahkan mobilitas orang dan hasil pertanian warga menuju sentra pemasaran di kecamatan.


“Karya bakti Prajurit TNI dari Satgas TMMD 111 Kodim 0204/DS ini telah membangkitkan asa serta impian warga untuk sebuah kehidupan lebih baik di masa depan,” pungkas Bupati Ashari Tambunan.


Sampai kini, seluruh progres sasaran fisik dan non fisik TMMD ke-111 Kodim 0204/DS telah rampung 100 persen. Yakni pembukaan badan jalan dengan pemadatan menggunakan sirtu sepanjang 3.839 meter dengan lebar 4 meter, serta pembangunan jalan cor rigid beton sepanjang 2.545 meter dengan lebar 4 meter. Kemudian pembuatan jembatan 4 unit yang bertonase 8 ton, masing-masing STA 2+200 ukuran 6 x 5 meter, jembatan STA 2+421 ukuran 2,5 x 4 meter, jembatan STA 3+830 ukuran 2,5 x 4 meter, dan STA 4+250 ukuran 6 x 5 meter.


Selanjutnya pemasangan box culvert ukuran panjang 5 meter sebanyak 8 unit, pembuatan TPT (Tanggul Penahanan Tanah) STA 4+115 ukuran 10 x 1 meter, serta pemasangan pipa besi 10” ukuran panjang 6 meter di 6 titik. Lalu rehab Masjid Al Mutaqin di Dusun VII, rehab Mushollah Al Kahfi di Dusun VIII, serta pelaksanan sasaran non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi sebanyak 18 kegiatan meliputi penyuluhan dengan tema wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, pertanian, pendidikan, hukum dan Kamtibmas, Narkoba, Keagamaan, KB kesehatan, perikanan dan perternakan serta penyuluhan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat. 


Ditulis Oleh: Letkol Inf Donald Erickson Silitonga

Martha Christina Tiahahu: Pahlawan Nasional Perempuan Termuda di Indonesia
Sabtu, Juli 10, 2021

On Sabtu, Juli 10, 2021

Martha Christina Tiahahu: Pahlawan Nasional Perempuan Termuda di Indonesia
SRIKANDI Maluku itu bernama Martha Christina Tiahahu. Perempuan asal Nusalaut yang menjadi Pahlawan Nasional termuda di Indonesia. Berbeda dengan remaja perempuan lain pada umumnya, Martha menghabiskan sebagian besar masa mudanya untuk berjuang melawan Belanda.


Martha adalah seorang anak dari Kapiten terpandang di Maluku, Kapiten Paulus Tiahahu. Ibunya yang bernama Sina meninggal saat Martha masih kecil. Karena itu, ia sangat dekat dengan sang ayah dan selalu ikut ke mana pun ayahnya pergi, termasuk mendampingi ayahnya di medan perang. Sejak kecil memang Martha dikenal sebagai pribadi yang pemberani dan berkemauan keras.


Sebelum terjun ke medan perang, dirinya sudah sering ikut ayahnya menghadiri rapat perencanaan perang. Martha ikut memperhatikan saat ayahnya mengatur pertempuran dan membuat kubu pertahanan. Saat menginjak 17 tahun, ia pun memohon kepada ayahnya untuk ikut turun ke medan perang. Setelah berkali-kali meminta, akhirnya sang ayah mengabulkan permintaan Martha.


Perang di Nusalaut dan Saparua


Pada 14 Mei 1817, Kapiten Pattimura mendapat kepercayaan dari Kapiten Paulus dan kapiten-kapiten di sekitar Saparua untuk memimpin komando perlawanan di Benteng Duurstede, Saparua. Dalam serangan tersebut, Residen van den Berg terbunuh dan Benteng Duurstede berhasil dikuasai oleh pasukan rakyat.


Setelah itu, Kapiten Pattimura membagikan wilayah kekuasaan kepada masing-masing kapiten. Kapiten Paulus mendapat perintah untuk memimpin penyerangan di Nusalaut. Martha pun ikut bersama pasukan ayahnya ke Nusalaut.


Martha tak pernah lelah mendampingi ayahnya melawan musuh dan membuat kubu-kubu pertahanan. Dengan rambut panjang terurai ke belakang, ia begitu andal menggunakan tombak dan bambu runcing saat menghadapi musuh. Pasukan Kapiten Paulus pun berhasil merebut Benteng Beverwijk dari tangan Belanda. Seluruh tentara Belanda yang menjaga benteng tersebut tewas terbunuh.


Dari Nusalaut, pasukan Kapiten Paulus bersama para raja dan patih Nusalaut melanjutkan perlawanan ke daerah negeri Ulath dan Ouw, Saparua. Mereka ingin membantu Kapiten Pattimura yang sudah bertempur di sana lebih dulu. Sayangnya, perpindahan ini membuat Benteng Beverwijk luput dari perhatian sehingga direbut kembali oleh Belanda tanpa perlawanan.


Pada 11 Oktober 1817, pasukan Belanda yang dipimpin oleh Richemont bergerak ke Ulath. Pertempuran sengit antara pasukan Belanda dengan gabungan pasukan Nusalaut dan Saparua pun terjadi. Pasukan rakyat berhasil melawan mundur tentara Belanda.


Selang beberapa hari kemudian, Richemont dan Mayor Beetjes kembali ke Ulath bersama 100 orang prajurit. Dalam pertempuran ini, Richemont tertembak mati. Sementara itu, Mayor Beetjes dan pasukannya berusaha bertahan di tanjakan negeri Ouw.


Di medan tersebut, Mayor Beetjes dan pasukannya tak hanya berhadapan dengan pejuang-pejuang pria pemberani, tetapi juga dengan para pejuang perempuan yang tak kalah berani. Ternyata, Martha telah mengajak para perempuan negeri Ulath dan Ouw untuk ikut membantu para pria di medan perang. Bersama-sama mereka berhasil melumpuhkan Mayor Beetjes setelah sebuah peluru mengenai leher sang pemimpin.


Setelah Mayor Beetjes gugur, komando tentara Belanda diambil alih oleh Kapten Vermeulen Kringer. Pada 12 Oktober 1817, ia memerintahkan pasukannya untuk melakukan serangan umum terhadap pasukan rakyat. Dalam serangan tersebut, Kapiten Paulus dan Martha tertangkap dan dibawak ke Kapal Eversten. Bersama para tawanan lainnya, mereka diinterogasi oleh birokrat Belanda, Buyskes, dan dijatuhi hukuman.


Martha yang masih berusia sangat muda dibebaskan dari hukuman, sedangkan Kapiten Paulus dijatuhi hukuman mati. Martha sempat memberontak dan berusaha membujuk tentara Belanda agar hukuman ayahnya dilimpahkan kepada dirinya. Namun, permintaannya tidak digubris oleh tentara Belanda.


Pada 16 Oktober 1817, Martha dan ayahnya dibawa kembali ke Nusalaut. Mereka ditahan di Benteng Beverwijk sambil menunggu eksekusi mati Kapiten Paulus. Kapiten Paulus menjalani eksekusi mati pada 17 November 1817 di tanah lapang. Pada saat itu, Martha dibawa masuk ke sebuah ruangan agar tidak melihat proses eksekusi sang ayah.


Menghembuskan napas terakhir di Laut Banda


Sejak ayahnya meninggal, kesehatan Martha terus menurun. Ia tak lagi semangat dan lincah seperti dulu. Kesedihan mendalam juga membuatnya tidak napsu makan dan sering jatuh sakit.


Pada Desember 1817, Martha dan 39 orang lainnya diberangkatkan oleh Belanda ke Pulau Jawa dengan Kapal Eversten. Mereka akan dipekerjakan secara paksa di perkebunan kopi. Selama di perjalanan menuju Pulau Jawa ini kondisi kesehatan Martha semakin memburuk. Ia menolak makan dan minum obat.


Martha menghembuskan nafas terakhirnya pada 2 Januari 1818, saat berada di atas Laut Banda. Jenazahnya disemayamkan dengan penghormatan militer ke Laut Banda. Saat itu Martha masih berusia 17 tahun. Perempuan pemberani ini kemudian diakui sebagai Pahlawan Nasional termuda pada 20 Mei 1969. 


Penulis: Imelda, Anggota Perempuan Indonesia Satu

Perempuan Berperan Penting Dalam Menjaga Keberagaman dan Kebhinekaan
Sabtu, Juli 10, 2021

On Sabtu, Juli 10, 2021

Perempuan Berperan Penting Dalam Menjaga Keberagaman dan Kebhinekaan
PERAN perempuan dalam menjaga kebhinekaan di Indonesia sudah dilestarikan sejak dulu. Terbukti, banyaknya juga pahlawan-pahlawan perempuan Indonesia yang memperjuangkan keberagaman, baik dari tindakan serta pikiran. Terlihat sampai saat para perempuan masih aktif mengimplementasikan nilai-nilai kebhinekaan melalui banyak hal.


Perempuan memiliki karakteristik yang secara lahiriah bisa mengakomodir perbedaan, mengutamakan cara-cara damai, dan memiliki kemampuan resolusi konflik. Secara alamiah, perempuan memiliki kemampuan untuk melakukan resolusi konflik dalam keluarga. Selain itu, perempuan Indonesia memiliki insting keibuan yang memungkinkan dirinya lebih mudah menjalani tugas-tugas merawat kebhinekaan, menjaga keberlangsungan hidup, dan meredakan konflik, serta memelihara perdamaian.


Melihat sejarah perempuan-perempuan Indonesia mampu menghadirkan model kepemimpinan yang sejuk, mengutamakan cara-cara damai, empati, dan bisa memberikan penghargaan kepada mereka yang berbeda dan termarjinalkan. Ini ada bukti dan catatan sejarahnya.


Selain keberagaman, perempuan-perempuan juga bisa menjadi penggerak khususnya membangkitkan kepedulian kepada orang-orang yang tersingkirkan. Perempuan memainkan peran khususnya dalam masalah yang berhubungan dengan keberagaman dan perbedaan.


Peran aktif perempuan menjadi penting karena perempuan adalah penopang hidup bangsa. Dimulai dari keluarga perempuan berperan sebagai manajer keluarga. Di sektor ekonomi perempuan adalah potensi sumber daya manusia.


Pada sektor sosial perempuan memiliki sensitivitas dan potensi yang luar biasa dalam menanggulangi berbagai masalah sosial, seperti konflik atau bencana, begitu juga pada sektor politik, keterwakilan perempuan berarti mengedepankan pengambilan keputusan yang inklusif dan setara. Keterlibatan perempuan menjadi syarat mutlak dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.


Negara tidak mungkin sejahtera jika kaum perempuan dibiarkan tertinggal, tersisihkan dan tertindas. Menyertakan perempuan dalam proses pembangunan bukanlah berarti hanya sebagai suatu tindakan yang dipandang dari sisi humanisme belaka.


Namun, peran yang dilakukan oleh perempuan dalam kesertaannya di bidang pembangunan merupakan tindakan dalam rangka mengangkat harkat serta kualitas dari perempuan itu sendiri. Perempuan sebagai pemegang peranan penting bahkan utama dalam bidang politik bukanlah hal baru dalam sejarah kehidupan bangsa ini.


Sebagaimana telah diketahui bahwa perempuan telah menjadi aktor penting dalam perjuangan kaum nasionalis dalam lingkungan publik yang menandai masuknya bangsa ini ke era modernitas. Kaum perempuan Indonesia perlu terlibat aktif dalam memperkuat persatuan dalam keberagaman. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menjadi sosok teladan dalam perdamaian, pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila, serta penopang pelestarian adat dan budaya luhur.


Adapun perempuan memiliki potensi strategis dalam berbagai bidang, termasuk dalam menjaga nilai-nilai keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai ibu dalam rumah tangga, perempuan harus hadir menjaga ketahanan keluarga dan membentengi keluarga, terutama anak-anak, dari berbagai pengaruh buruk dari luar, termasuk dari pengaruh radikalisme dan intoleransi. 


Penulis: Imelda, Anggota Perempuan Indonesia Satu

Peran Perempuan dalam Ekonomi Syariah
Jumat, Juli 09, 2021

On Jumat, Juli 09, 2021

Peran Perempuan dalam Ekonomi Syariah
PERAN serta perempuan dalam peningkatan taraf hidup masyarakat, apabila kita telaah secara lebih seksama merupakan pemberdayaan yang maknanya dapat disamakan dengan perolehan dan akses terhadap sumber daya untuk mencari nafkah atau perekonomian. Dalam Islam, tidak pernah ada masalah tentang relasi antara pria dan perempuan.Islam justru mengangkat derajat perempuan yang direndahkan oleh sistem kehidupan. 


Islam sebagai agama yang memiliki konsep tegas rahmatan lil alamin atau menjadi berkah untuk semua makhluk. Hal ini dapat dilihat dari tata aturan dan doktrin syariah islamiyah, yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. Di antara nadi kehidupan itu adalah di bidang ekonomi, dan hal yang substantif dari ekonomi adalah aspek perdagangan (dikenal dengan tijarah).


Islam mengarahkah kepada manusia agar dalam setiap transaksi harus menghindari praktek-praktek perdagangan yang dilakukan dengan cara yang salah. Cara salah ini dalam artian bertentangan dengan prinsip syariah.


Gubernur Bank Indonesia yang juga Ketua Dewan Pakar PP MES, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa perempuan-perempuan Indonesia telah berkontribusi nyata dalam menggerakan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif di Indonesia. Perempuan Indonesia telah berperan menjadi katalisator pemulihan perekonomian dalam negeri.


Perry mengungkapkan, sinergi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah telah dituangkan melalui pendekatan tiga pilar. Pilar pertama, pemberdayaan ekonomi syariah melalui pengembangan ekosistem Halal Value Chain (HVC), termasuk di dalamnya adalah memperkuat dan memperluas peran perempuan dalam kontribusinya kepada ekosistem ekonomi keuangan syariah.


Pilar kedua yaitu pendalaman pasar keuangan syariah baik komersial maupun sosial. Sementara, pilar ketiga yaitu penguatan riset, asesmen, dan edukasi, termasuk di antaranya edukasi gaya hidup halal.


Ia kemudian menjelaskan bahwa sinergi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah telah menunjukkan kinerja yang baik. Pada 2020, Indonesia mendapatkan peringkat keempat terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE). Semua itu tidak lepas dari peran serta para perempuan Indonesia di ekosistem ekonomi nasional.


Peran dan kontribusi perempuan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan dalam upaya pemulihan, reformasi, serta transformasi ekonomi. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan dalam perekonomian.


Di Indonesia, peranan perempuan dalam perekonomian semakin signifikan. Pada sektor UMKM, 53,76 persennya dimiliki oleh perempuan, dengan 97 persen karyawannya adalah perempuan, dan kontribusi dalam perekonomian 61 persen. Di bidang investasi, kontribusi perempuan mencapai 60 persen.


Perempuan mempunyai hak untuk bekerja selama ia membutuhkan atau pekerjaan itu membutuhkannya. Sejauh norma-norma susila dan agama tetap menjadi pedoman dalam kehidupannya. Selama pekerjaan itu dilakukan dengan terhormat, sopan, serta bisa memelihara syariat islam di ruang lingkup pekerjaannya dan dapat pula menghindarkan dampak-dampak negatif terhadap diri dan lingkungannya.


Pandangan-pandangan yang melarang sama sekali perempuan keluar rumah tidak dapat bertahan atau dipertahankan. Bahkan sejak dulu dalam sejarah Islam, terkenal banyak perempuan yang sudah melakukan aktivitas di luar rumah sesuai syariat dan tetap menjalani fitrahnya.


Dalam bidang perdagangan misalnya, Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi Muhammad SAW, tercatat sebagai seorang perempuan yang sukses bahkan saudagar perempuan terkaya periode Makkah saat itu. Demikian pula Qilat Ummi Bani Anmar yang tercatat sebagai seorang perempuan yang pernah datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk menanyakan petunjuk jual dan beli sesuai tuntunan Islam.


Zainab binti Jahsyi pun aktif bekerja menyamak kulit binatang dan hasil usahanya beliau sedekahkan. Raithah, istri sahabat nabi Abdullah ibnu Mas’ud sanat aktif bekerja, karena suami dan anaknya ketika itu tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Sementara itu, seorang perempuan dengan sebutan “Al-Syifa” yang pandai menulis ditugaskan oleh khalifah Umar bin Khattab sebagai petugas yang menangani pasar kota Madinah.


Penulis: Mariam, Anggota Perempuan Indonesia Satu.