Headline

Opini

PADANG

Sports

Opini

Cara Mengatasi Kesehatan Mental Pada Masa Pandemi
Senin, September 20, 2021

On Senin, September 20, 2021

WABAH Pandemi Covid-19 sudah melanda di Indonesia sejak bulan Maret 2020, kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang seperti kegiatan belajar mengajar dan kegiatan di perkantoran dihentikan untuk jangka waktu tertentu. 

Karena kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia tersebut, banyak orang yang kemudian menghabiskan waktunya di dalam rumah, dalam jangka waktu yang lebih lama dari kebiasaan sehari-harinya. 

Kegiatan yang sangat lama di dalam rumah tentu menyenangkan bagi sebagian orang, namun hal tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental terhadap beberapa orang. 

Selain kegiatan yang sangat lama dari dalam rumah, wabah ini sendiri pun dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental.

Pandemi Covid-19 memungkinkan untuk membuat orang-orang, baik anak-anak maupun orang dewasa mengalami ketakutan dan kecemasan terhadap penyakit yang ditimbulkan oleh Virus Covid-19 jenis baru ini. 

Rasa cemas dan takut tersebut tentu saja dapat membebani dengan sangat cepat kepada anak-anak maupun orang dewasa. 

Tindakan-tindakan dan kebijakan-kebijakan pembatasan sosial yang dikeluarkan oleh pemerintah dapat membuat beberapa orang mengalami rasa terisolasi dan kesepian, yang tentu dapat meningkatkan stress dan rasa cemas.

World Health Organization (WHO) merilis panduan bagi masyarakat untuk sama-sama menjaga kesehatan mental. 

Sebab beberapa gangguan mental yang kerap timbul dewasa ini misalnya mudah terbawa emosi, stres, cemas berlebihan, depresi, dan sebagainya.

Kecemasan dan gangguan mental ini kemudian akan menimbulkan ketidakseimbangan yang pada akhirnya timbul menjadi gangguan psikis. 

Maka dari itu masyarakat harus menjaga kesehatan jiwa untuk menghindari keluhan fisik akibat stres. Dimana, ketika seseorang stres sistem imun dalam tubuh akan berkurang. 

Hal ini akan menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit dan diharapkan masyarakat dapat berfikir secara optimis dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

Berikut beberapa hal cara mengatasi yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental selama masa pandemi Covid-19 antara lain:

1. Melakukan aktifitas fisik, karena dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh Anda akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood.

2. Mengonsumsi makanan bergizi, mengonsumsi makanan bergizi dapat menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan mental, baik secara langsung maupun tidak langsung.

3. Menghentikan kebiasaan buruk, menghentikan kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol.

4. Membuat rutinitas sendiri, dimana disarankan untuk melakukan aktivitas dan hobi yang disukai, dengan tujuan untuk menghilangkan rasa jenuh

5. Bijak dalam menerima informasi, sehingga dapat mengurangi rasa cemas akibat informasi yang tidak jelas sumbernya.

6. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan atau orang yang dicintai, sehingga dapat mengurangi rasa khawatir dan cemas yang melanda.

7. Melakukan penyesuaian diri dengan apa yang terjadi di lingkungan sekarang. Penyesuaian diri ini perlu dilakukan untuk mendapatkan keharmonisan dan keselarasan antara tuntutan lingkungan dengan tuntutan di dalam diri.

8. Tetap Bersyukur, Berbagi dan Berdo’a. Pandemi Covid 19 ini berdampak pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia, baik secara pribadi atau kelompok dengan berbagai macam tingkat kesulitannya. Pada kondisi ini, selalu berupaya untuk tetap bersyukur dengan situasi yang dihadapi. Jika memungkinkan, berupaya untuk berbagi pada sesama, terutama pada pihak-pihak yang (lebih) terdampak oleh pandemi ini.

Melihat kondisi Pandemi Covid-19 kesehatan mental masyarakat perlu penanganan tersendiri karena telah mengubah beberapa aspek kehidupan, termasuk social distancing, karantina dan isolasi diri, beraktivitas di rumah, panic buying, hingga perubahan penanganan di fasilitas kesehatan.

Kondisi yang berubah dengan begitu cepat, untuk waktu yang tidak dapat ditentukan lamanya, serta pemberitaan secara terus-menerus, menyebabkan perubahan kesehatan mental makin merajalela. Untuk menghindarinya, individu perlu mengenali indikasi stress dan melakukan manajemen stress untuk menjaga kesehatan mental.

Adapun Pemerintah Indonesia juga telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi permasalahan akibat pandemi Covid-19. 

Pemerintah bersama relawan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), menjalankan layanan bantuan konsultasi psikologi untuk menangani masalah kesehatan mental akibat pandemi Covid-19.

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan telah mengeluarkan Buku Pedoman Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial pada Pandemi Covid-19 dalam upaya pencegahan, penanganan, serta pelaksanaan di bidang kesehatan mental dan psikososial pada masa pandemi. 

Dengan melibatkan masyarakat melalui Desa Siaga Covid-19 agar setiap masyarakat memiliki kemampuan mengatasi masalah kesehatan baik fisik maupun mental.  

Selain itu, untuk memperluas akses layanan kesehatan jiwa, Kemenkes sudah melatih sekitar 10.000 perawat agar mampu memberi dukungan keperawatan jiwa bagi seluruh keluarga di Indonesia.

Upaya menjaga kesehatan mental masyarakat memang tidak bisa bertumpu pada sektor kesehatan saja yang bersifat kuratif atau pengobatan.

Upaya menjaga agar mental masyarakat tetap sehat, butuh dukungan banyak pihak, mulai dari pembangunan sistem transportasi publik yang baik maupun terbangunnya ruang-ruang publik yang bisa digunakan masyarakat untuk berinteraksi bersama dan melepas beban jiwa.

Dari sekarang. yuk Upaya bersama dalam mengatasi kesehatan mental!!! 

Penulis: Rizanto Binol

Jaga Kesehatan Mata Kamu di Era Daring
Senin, September 20, 2021

On Senin, September 20, 2021

DAMPAK penyebaran Covid-19 di Indonesia membuat banyak sekolah maupun perguruan tinggi memutuskan untuk meniadakan kegiatan belajar serta mengajar secara tatap muka dan menggantinya dengan metode belajar jarak jauh dirumah secara daring. Tidak hanya itu sekolah, banyak kantor yang juga menerapkan kegiatan work from home tanpa harus datang ke kantor.

Dalam pembelajaran online atau dalam pekerjaan online memaksa para pengguna menatap layar atau screen handphone maupun laptop dalam jangka yang sangat lama sehari bisa sampai 10 jam jadi rata rata 75 % .

Apalagi kalau sudah kecanduan gadget bisa bisa setelah pembelajaran atau pertemuan secara Daring lanjut dengan kegiatan mengakses social media atau sekedar membaca berita online. 

Gangguan kesehatan akibat penggunaan gawai adalah kelelahan mata karena terus menerus menatap layar monitor. 

Durasi pemakaian komputer yang terlalu lama menimbulkan kumpulan gejala kelelahan mata yang disebut computer vision syndrome (CVS).

Penggunaan gawai berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada mata seperti kelelahan dan mata kering. Penting bagi masyarakat untuk menjaga pola penggunaan gawai terutama saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring di masa pandemik ini.

Oleh karena itu masyarakat perlu diedukasi tentang bagaimana cara menjaga kesehatan mata di saat keadaan mengharuskan kita menggunakan gawai dengan lebih intens. 

Pengetahuan yang baik tentang bagaimana menjaga kesehatan mata serta pemahaman akan penyakit mata dapat menjadi kunci bagi implementasi pencegahan dan inisiasi terapi gangguan mata.

Mata adalah aset terpenting dalam hidup tanpa organ satu ini kita tidak bisa melihat indahnya dunia, dan kesehatan mata adalah hal yang terpenting bagi kehidupan manusia.

Penglihatan yang kabur pada penggunaan laptop atau notebook ini dapat bermanifestasi menjadi myopia, hipermetropi, atau astigmat. 

Maka dari itu kita selaku pengguna aktif harus menjaga mata kita dari keluhan diatas, karena mata adalah organ vital yang sangat menunjang kehidupan masa depan yang lebih berwarna dan cerah. 

Hal tersebut diterapkan untuk membatasi interaksi secara langsung guna menekan penyebaran virus yang ada saat ini, selain itu tentunya pembelajaran secara daring adalah tantangan tersendiri untuk muka pembelajaran saat ini. 

Karena dianggap lebih mudah dan fleksibel padahal bisa berdampak berbahaya karena butuh pengawasan agar dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang diterapkan.

Tentunya perangkat teknologi seperti smartphone atau laptop serta jaringan internet yang baik harus tersedia. Sementara dengan menatap layar terlalu lama secara terus – menerus menyebabkan mata cepat lelah dan perih. 

Lalu, bagaimana caranya agar pembelajaran secara daring dapat dilakukan secara efektif dengan menjaga kesehatan mata di era daring?

Gunakan gadget maksimal 2 jam dan jaga jarak minimal 40-50 cm. Batasi waktu dalam menggunakan gadget atau device lainnya dan atur jarak sehingga mata tidak dalam jarak dekat dan jangka waktu lama menatap layar, agar mata tidak mengalami kontraksi pada otot mata sehingga menyebabkan kelelahan pada mata.

Kurangi tingkat kecerahan layar. Usahakan kecerahan layar tidak mengganggu pandangan dan tidak terlalu terang atau pun terlalu gelap, karena dapat membuat mata merasa tidak nyaman dan dapat menyebabkan mata perih.

Konsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin A seperti makanan yang mengandung banyak vitamin A seperti wortel, bayam, brokoli, susu, dan kuning telur dapat membuat mata kita menjadi lebih sehat.

Tidak lupa untuk melakukan aktivitas fisik lain seperti olahraga atau bermain

Bila menggunakan gadget lebih dari 2 jam secara terus menerus maka terapkan:

1. Rumus 20-20-20 dengan cara jika setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan cara ubah pandangan ke arah lain atau benda yang berjarak 20 kaki atau sekitar 6 menit. Saat mengistirahatkan mata disarankan melakukan aktivitas fisik di luar ruangan agar terpapar oleh sinar matahari. Mengistirahatkan mata dapat pula dengan memejamkan mata.

2. Dengan menggosok-gosok kedua tangan lalu letakkan hangatnya tangan diatas kelopak mata yang dipejam atau dengan memijat pelan kedua pelipis dapat mengurangi mata lelah kita.

3. Menggunakan kacamata anti radiasi, kacamata anti radiasi membantu melindungi mata  dari radiasi laptop yang anda gunakan loh.

Nah, kamu sekarang sudah tau kan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata saat pandemi. Yuk jaga mata kalian agar tetap sehat meskipun pandemi Covid-19 ini memang besar pengaruhnya bagi kehidupan sehari – hari  masyarakat seluruh dunia.

Meskipun berangsur-angsur pulih dengan diterapkannya New Normal, kamu tetap harus mematuhi protokol dan menjaga kesehatan. Semoga pandemi ini segera berlalu dan kehidupan normal segera kembali. (Annisa – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Tips! Cara Menjaga Kesehatan Bagi Remaja
Minggu, September 19, 2021

On Minggu, September 19, 2021

MASA remaja adalah masa peralihan manusia dari masa kanak – kanak  menuju dewasa, dimana tingkat emosional yang tidak stabil atau biasa kita sebut dengan labil . Sehingga dibutuhkan pendamping khusus oleh orang dewasa agar tidak terjadi hal-hal negatif atau menyimpang, selain itu di butuhkan nya interaksi sosial pada dasarnya setiap individu adalah makhluk sosial yang senantiasa hidup dalam lingkup masyarakat baik itu lingkungan fisik maupun lingkungan psikologis yang di dalamnya saling mengadakan hubungan timbal balik antara individu satu dengan individu lainnya. 

Salah satu ciri bahwa kehidupan sosial itu ada yaitu dengan adanya interaksi, interaksi sosial menjadi faktor utama di dalam hubungan antar dua orang atau lebih yang saling mempengaruhi, di masa remaja juga terjadi banyak perubahan fisik yang mana terjadinya masa pubertas.

Selama masa pubertas, banyak anak memiliki nafsu makan yang tak terpuaskan karena pertumbuhan yang cepat membutuhkan energi yang banyak pula. Metabolisme dan pertumbuhan yang meningkat dapat melindungi diri dari obesitas hingga batas tertentu. 

Tapi terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji berkalori tinggi dan gaya hidup yang semakin kurang gerak fisik (banyak duduk) tak dapat diatasi oleh perlindungan metabolik apapun, masa remaja ini masa penting untuk perkembangan otak. Bertepatan dengan otonomi sosial yang baru ditemukan dan kebablasan dalam menentukan pilihan makanan itu sendiri.

Remaja merupakan bagian dari masyarakat Indonesia dan sebagai generasi bangsa diharapkan memiliki perilaku hidup sehat. Seseorang dikatakan sehat jika sehat fisik, psikologis, sosial maupun spiritual, kesehatan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh manusia karena jika manusia sehat makan aktivitas yang dilakukan akan berjalan lancar. 

Kesehatan seseorang sangat ditunjang oleh makanan yang dikonsumsi. Makanan sehat tidak perlu mahal tetapi yang memiliki asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh sehari hari.

Adapun cara untuk meminimalisir mengkonsumsi junk food yaitu hendaknya memulai sarapan pagi dengan menu sehat seperti jus buah, susu rendah lemak atau sereal tinggi serat, jangan lupa mengkonsumsi sayuran. Asupan makanan yang mengandung tinggi serat bermanfaat dan dapat membantu memperlambat rasa lapar, sehingga menekan keinginan untuk mengkonsumsi junk food tertunda.

Selain itu mulailah meluangkan waktu untuk memasak makanan sendiri dirumah untuk makanan utama maupun snack serta membatasi minuman bersoda dan memperbanyak minum air putih.

Kebanyakan dari kalangan remaja mengabaikan perihal penting nya sarapan di pagi hari, sarapan merupakan salah satu aktivitas yang sebenarnya bisa di bilang wajib di lakukan di pagi hari. Mengapa? karena sarapan menjadi sumber energy yang penting untuk menjalankan aktivitas harian penuh, perut kosong dan tubuh memerlukan energi baru setelah tidur yang panjang. 

Namun di jaman modern saat ini, banyak yang menyepelekan penting nya sarapan dengan alasan mengejar jadwal pekerjaan atau “ program diet“ , justru membiasakan diri tidak sarapan setiap hari bisa membahayakan kesehatan tubuh hingga menyebabkan kematian. 

Lalu banyak pula dari kalangan remaja masa kini lebih memilih junk food sebagai menu favorit harian mereka , alasan remaja memilih menu junk food selain karena mudah di temukan dan cepat saji, junk food juga dianggap sebagai makanan “ kekinian “ yang dianggap dapat meningkatkan gengsi mereka. Remaja adalah konsumen junk food terbesar. 

Terdapat beberapa penelitian yang mengatakan bahwa terlalu sering mengkonsumsi junk food tidak menimbulkan dampak langsung bagi tubuh manusia,namun akan berdampak di masa yang akan datang akibat terlalu sering mengkonsumsi junk food.

Sebagian besar para remaja menyepelekan arti penting nya kesehatan bagi diri sendiri. Masih banyak dari mereka yang beranggapan bahwa penyakit akan datang dan menyerang saat usia mereka sudah menjelang tua. Pemikiran semacam itu yang merupakan kesalahan besar karena penyakit tidak akan memandang siapa itu dan berapapun usianya. 

Untuk itu para remaja masih perlu banyak belajar akan penting nya kesehatan bagi kehidupan mendatang yang jauh lebih baik. Kita harus beranggapan bahwa sehat itu mahal, berapa banyak yang harus dikeluarkan ketika kita jatuh sakit. Maka ada pepatah yang mengatakan, Lebih baik mencegah daripada mengobati. 

Tidak hanya mengenai soal biaya , tetapi berapa banyak hal positif yang kita lewatkan kalau kita sampai jatuh sakit. Khusus nya bagi para remaja yang selalu aktif dan berproduktif dalam kegiatan sehari hari nya. 

Sesibuk apapun kegiatan kita sehari hari serta peran orang tua untuk mengetahui apa saja yang di konsumsi anak nya dan ikut membimbing ,kita harus menyeimbangkan pola hidup kita. Jangan sampai penyakit menyerang masa depan kita di  kemudian hari. Remaja dengan gaya hidup sehat , akan terlihat lebih menarik dan mengundang first impression yang baik pula. (Rizka S – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Menggali Akar Permasalahan Diskriminasi Gender di Lingkungan Kerja
Minggu, September 19, 2021

On Minggu, September 19, 2021

DISKRIMINASI gender di lingkungan kerja masih terjadi. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan gaji perempuan yang cenderung lebih rendah dari laki-laki, serta kesempatan perempuan memperoleh pekerjaan dan promosi. Namun, kenapa hal ini bisa terjadi?

Pertama, mari kita berbicara tentang bentuk diskriminasi gender yang masih terjadi di banyak perusahaan. Tak hanya di Indonesia, perbedaan antara gaji perempuan dan laki-laki juga terjadi di negara-negara maju, bahkan di perusahaan raksasa.

Baru-baru ini, misalnya, Google dituntut oleh sekitar 10.800 karyawan perempuannya akibat diskriminasi gender. Google kalah gugatan class action, di pengadilan yang menyatakan bahwa Google melakukan diskriminasi terhadap pekerja kalangan perempuan.

Sebelumnya, Google dituduh membayar gaji lebih rendah untuk karyawan perempuan. Padahal, karyawan lelaki dan perempuan masing-masing memiliki porsi kerja yang sama.

Lalu bagaimana dengan perusahaan di Indonesia? 

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Laporan Perekonomian 2019 mencatat, kesenjangan antara upah laki-laki dan perempuan semakin lebar. Upah untuk pekerja laki-laki lebih tinggi daripada perempuan selama periode 2015 sampai Februari 2019 yang selisihnya mencapai Rp492.200. 

Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, tenaga kerja saat ini didominasi oleh kaum laki-laki. Hanya 53% perempuan usia kerja yang masuk sektor formal. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan kaum pria sebanyak 83%. 

Sri Mulyani juga memaparkan, sebesar 55% perempuan bekerja di sektor informal dan Usaha Kecil Mikro (UKM). Tak hanya jumlah partisipasi kerjanya, jumlah gaji yang diterima oleh perempuan dan laki-laki juga berbeda.

Perbedaan gaji antara perempuan dan laki-laki mencapai 23%. Artinya, lanjut Menkeu, perempuan menerima gaji 23% lebih rendah daripada laki-laki.

Akar permasalahan

Laporan BPS sebenarnya sudah menyebutkan bahwa kesenjangan upah antara perempuan dan laki-laki merupakan isu lama akibat adanya anggapan perempuan kurang berkontribusi dalam pekerjaan. 

Selain itu, laporan BPS menyebutkan bahwa perempuan juga cenderung ditempatkan pada posisi yang bernilai rendah. Masalah ini menjadi tantangan bagi perempuan dalam dunia ketenagakerjaan untuk mendapatkan pekerjaan, pendapatan, dan posisi kepemimpinan yang setara.

Sementara itu, Sri Mulyani mengungkapkan beberapa tantangan bagi perempuan dalam berkarier di sektor formal. Di Indonesia, menurutnya, masih ada anggapan bahwa pekerjaan, terutama di sektor formal itu sebagai pekerjaan yang harusnya dilakukan oleh lelaki dan tidak cocok untuk perempuan. 

Persepsi tersebut, menurut Menkeu, perlu diubah sehingga ada kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam pekerjaan. Hambatan lain yang merupakan penghalang dalam hal ini adalah persepsi lain.

Sri Mulyani menyebutkan perempuan kerap dipertanyakan mengapa bekerja di area tertentu yang dianggap kurang cocok untuk mereka. Persepsi ini, lanjut dia, menciptakan penghalang yang tidak perlu bagi banyak perempuan di Indonesia untuk berpartisipasi dalam pasar kerja.

Akar permasalahannya memang terletak pada stigma yang melekat di benak masyarakat secara turun temurun. Karenanya, bias dan diskriminasi masih terjadi bahkan di bawah alam sadar.

Pihak perusahaan sering kali masih terkungkung dengan stigma tersebut. Laki-laki sering kali dianggap lebih kompeten untuk bekerja oleh calon recruiter. Hal ini akan berujung pada kurangnya kesempatan bekerja untuk perempuan.

Selain itu, ada tuntutan dari masyarakat bagi perempuan untuk memilih keluarga, seakan-akan bekerja membuat perempuan tak mampu untuk mengurus keluarga. Apalagi, perempuan kerap mendapat porsi beban pekerjaan rumah tangga yang tak seimbang.

Hal tersebut membuat banyak perempuan yang memilih untuk resign dan mengurus keluarga, atau pindah dan memilih pekerjaan dengan waktu yang lebih fleksibel dengan upah yang lebih kecil.

Memang, secara kultural atau sosial, budaya patriarki masih kental di Indonesia. Perempuan dituntut untuk diam di rumah dan mengasuh anak.

Faktor itu membuat kesempatan perempuan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi menjadi terbatas. Ini pun berdampak pada aspek institusional seperti batasan tingkat pendidikan dan pengalaman kerja, yang semakin mempersulit perempuan mendapat pekerjaan layak.

Permasalahan kembali muncul ketika perempuan memutuskan kembali bekerja setelah memiliki anak dan menyusui. Apabila perempuan resign saat melahirkan dan melamar kerja kembali, kemungkinan baginya untuk dipanggil di sesi interview akan lebih kecil daripada laki-laki atau perempuan yang belum memiliki anak.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mulai mengubah sudut pandang dan mengikis budaya yang mengkerdilkan peran perempuan. Laki-laki dan perempuan seyogyanya memiliki hak dan kewajiban yang setara.

Pekerjaan rumah, termasuk mengasuh anak bukan sepenuhnya tanggung jawab ibu. Orangtua memiliki porsi sama untuk mengasuh anak karena seorang anak tentu membutuhkan sosok ibu dan ayah agar terbentuk pola asuh yang sehat.

Beban rumah tangga tak seharusnya menjadi penghalang bagi perempuan untuk mengembangkan potensinya. Perempuan bersama laki-laki perlu mambangun sikap saling menghargai dan tak mengecilkan peran satu sama lain. (Mela Asthina – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Perempuan Tak Bisa Bekerja Sendiri Dalam Mencetak SDM Bangsa yang Unggul
Jumat, September 17, 2021

On Jumat, September 17, 2021

PEREMPUAN kerap disebut sebagai madrasah awal bagi anak. Perempuan memegang peran penting membentuk karakter dan mengeluarkan potensi terbaik anak. 

Meski begitu, perempuan tidak bisa bekerja sendiri, perlu upaya bersama untuk mendukung perempuan agar mampu mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berkepribadian.

Karakter ini menjadi sangat penting pada era globalisasi di mana dunia maya telah mengaburkan batas antar dunia. Penanaman karakter yang berbudaya dan menjunjung etika moral sesuai Pancasila dan nilai-nilai budaya semakin menghadapi tantangan.

Gempuran budaya luar begitu dahsyat, sehingga kerap membuat anak-anak bangsa terlena, lupa akan jati diri. Oleh sebab itu, perempuan dituntut untuk tak lelah belajar, menimba ilmu agar kompeten dalam berbagai bidang, dari pendidikan, kesehatan, ekonomi dan literasi digital serta keuangan.

Alih-alih membatasi ruang gerak anak, seorang ibu bisa merangkul anak untuk mampu melihat dunia dengan filter budaya. Harapannya, anak-anak ini akan tumbuh dengan prinsip kuat sehingga tak mudah terbawa arus.

Perempuan sebagai guru

Perempuan sebagai pendidik memiliki peran yang sangat besar terhadap sukses atau tidaknya suatu generasi. Ibu merupakan sosok penting di balik pembentukan karakter bagi anak-anaknya. 

Energi dalam bentuk kasih sayang, teladan, nasihat, hingga doa yang mampu mengubah sesuatu yang terlihat seakan tidak mungkin menjadi mungkin.

Data Kemendikbud Ristek mencatat dari total jumlah guru secara nasional saat ini, sebanyak 61% merupakan guru perempuan. Untuk itu guru perempuan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mencapai pendidikan berkualitas. Guru perempuan harus meningkatkan kualitasnya agar mampu menghasilkan anak-anak didik yang berkualitas.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemristekdikti Wikan Sakarinto melihat, peluang dan tantangan ke depan terbuka akibat faktor globalisasi, disrupsi teknologi, digitalisasi serta pandemi. Misalnya, munculnya profesi-profesi baru, perubahan budaya masyarakat, kemudahan akses, perkembangan teknologi informasi yang tak terbatas.

Oleh karena itu, lanjut Wikan, perempuan memiliki peran yang sangat strategis sebagai pendidik utama dan pertama yang diharapkan mampu untuk mengarahkan anak-anak untuk bergerak, belajar sesuai dengan passion, visi, serta bakat dari anak tersebut, termasuk dalam pembangunan karakter anak hingga anak mampu berkembang dan menjawab tantangan global.

Literasi keuangan

Perempuan juga perlu memiliki literasi keuangan yang cukup. Menurut Kepala Departemen Literasi dan Inklusi OJK, Kristianti Puji Rahayu, hal ini akan membuka kesempatan lebih besar untuk memperoleh akses keuangan.

Dia mengatakan, peningkatan jumlah perempuan yang memiliki akses keuangan akan berkontribusi positif pada pengentasan kemiskinan. Perempuan yang memiliki akses keuangan cenderung tidak menghabiskan untuk keperluan pribadi, tetapi untuk keperluan rumah tangga dan anak.

Tak hanya itu, perempuan juga menjadi sumber pertama dan utama bagi anak-anak untuk mengakses informasi seputar keuangan. Hasil survei PISA menunjukan bahwa 94% pelajar peserta survei memperoleh informasi literasi keuangan dari orang tua. 

Hal ini menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan literasi keuangan bagi anak sejak dini, dengan memperkenalkan materi pendukung sederhana.

Kristianti juga menambahkan, setiap peningkatan 1% dari indeks literasi dan inklusi keuangan akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 0,16%. Perempuan, lanjutnya, memiliki potensi besar untuk turut mengangkat nilai tersebut karena jumlah perempuan terutama pada usia produktif yang juga signifikan.

Kerja keras bersama

Meski demikian, perempuan tak bisa melakukannya sendirian, perlu usaha dan kerja bersama untuk mencetak generasi bangsa yang unggul. Sebagai contoh, titik dimulainya pembangunan SDM ialah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, balita, dan anak sekolah. Termasuk di dalamnya, menurunkan stunting, kematian bayi, serta kematian ibu.

Saat ini, permasalahan kesehatan di Indonesia masih menjadi hal yang krusial. Sebanyak 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting, 1 dari 5 orang dewasa mengalami obesitas yang lebih banyak terjadi pada perempuan. 

Tak hanya itu, sebanyak 30% remaja mengalami anemia, 1 dari 2 ibu hamil mengalami anemia, 13-14 bayi meninggal dalam setiap jam, 1-2 ibu meninggal setiap 1 jam. 

Bahkan Indonesia tertinggi kedua di ASEAN untuk kasus ibu meninggal dan menempati urutan kedua tertinggi untuk kasus pernikahan dini di negara-negara ASEAN.

Padahal, peran perempuan dalam membangun budaya sehat untuk mewujudkan generasi emas terdapat pada setiap fase kehidupan, yakni dengan menjaga kehamilan melalui pemenuhan gizi seimbang dan perencanaan persalinan.

Fase selanjutnya yaitu menjaga kesehatan bayi dan balita melalui pemberian ASI eksklusif, memantau tumbuh kembang anak, imunisasi, pola asuh yang baik, memberikan informasi dan teladan pola hidup sehat.

Di sisi lain, dalam menjalankan perannya, perempuan masih dihantui oleh risiko kekerasan seksual dan pelecehan yang kerap terjadi di ruang publik, di lingkungan tempat kerja, bahkan di rumah. Tak hanya itu, perempuan lebih rentan mengalami kelelahan mental dan fisik akibat menjalankan peran ganda. 

Oleh karena itu, perempuan sebagai pencetak generasi bangsa perlu mendapat pemberdayaan dan perlindungan. Hal ini penting demi meningkatkan SDM bangsa yang unggul, bisa bersaing di dunia internasional, serta tetap memegang teguh berkepribadian bangsa. (Juju Juhariyah – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Pentingnya Literasi Digital Bagi Perempuan, dari Membentuk Generasi Melek Teknologi Hingga Penggerak Ekonomi
Jumat, September 17, 2021

On Jumat, September 17, 2021

PERKEMBANGAN teknologi tak bisa meninggalkan perempuan di belakang. Sebaliknya, perempuan justru perlu dilibatkan dalam perkembangan dan pemanfaatannya. Literasi digital pun menjadi penting, terlebih perempuan berperan untuk mendidik anak-anak.

Meskipun perkembangan digital membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan, masyarakat tetap perlu waspada akan dampak buruknya, misalnya kekerasan online dan cyber crime yang rentan dialami oleh perempuan dan anak. Karenanya, literasi digital menjadi kunci bagi perlindungan perempuan dan anak di dunia digital.

Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, perempuan yang memiliki literasi digital mampu melindungi diri mereka sendiri, dan di masa depan saat menjadi seorang ibu, mereka bisa melindungi anak-anak mereka dari bahaya internet.

Tak hanya itu, perempuan juga perlu memanfaatkan teknologi digital untuk memberdayakan diri. Bintang menilai upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan perlu dibarengi dengan literasi digital yang kuat.

Akses dan keterampilan perempuan dalam teknologi informasi dan komunikasi, lanjut dia, menjadi fokus yang harus dibangun untuk memberdayakan para pengusaha perempuan agar dapat bersaing di masa kini dan juga masa depan.

Menurut Bintang, ekonomi berbasis inovasi dan transformasi digital bagi wirausaha sudah tidak dapat ditawar lagi, termasuk bagi perempuan. Dengan demikian, perempuan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi, sekaligus meminimalisir dampak negatifnya.

Meski demikian, dia menyadari pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap perempuan dalam dunia digital bukan merupakan pekerjaan mudah. Pasalnya, perempuan masih menghadapi beragam tantangan, dari keterbatasan akses terhadap teknologi informasi, problematika kemandirian secara ekonomi, hingga kerentanan perempuan.

Oleh karena itu, Bintang mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk bersama menciptakan ruang yang ramah bagi perempuan, termasuk di dunia digital.

Sementara itu, Pendiri Institute of Social Economic Digital (ISED), Sri Adiningsih, menyebut ketimpangan digital masih terjadi pada kelompok perempuan. Namun dia mengklaim perempuan punya potensi dalam pembangunan ke arah transformasi digital.

Bahkan, dia menilai kebanyakan perempuan ternyata tidak takut ataupun khawatir. Hal ini terbukti, lanjut Sri, meskipun masih ada ketimpangan dalam transformasi digital tetapi mereka terus berkembang, maju dengan digitalisasi

Kesetaraan gender di ruang teknologi

Saat ini, Indonesia tengah mengejar ketertinggalan teknologi dengan terus mengupayakan SDM industri yang kompeten dalam penguasaan teknologi terkini. Hal ini sejalan dengan program prioritas yang ada di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Berdasarkan aspirasi besar Making Indonesia 4.0, Indonesia ditargetkan masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Oleh karenanya, Kemenperin telah menginisiasi beragam program dan kegiatan yang terkait pendidikan vokasi industri.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan, mengatakan bahwa upaya tersebut guna mendukung penciptaan inovasi dan meningkatkan produktivitas sektor industri agar lebih berdaya saing di kancah global.

Terlebih lagi, Indonesia, lanjut dia, memiliki modal besar dari ketersediaan SDM produktif karena sedang menikmati masa bonus demografi hingga tahun 2030. Karenanya, pihaknya proaktif mengajak berbagai pihak untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul, khususnya di sektor industri.

Salah satu kerja sama yang direalisasikan, yakni antara BPSDMI Kemenperin dengan Prospera (program kemitraan Indonesia-Australia untuk perekonomian) dalam menyelenggarakan webinar dengan tema Pendidikan Vokasi Responsif Gender. 

Kegiatan tersebut bertujuan mendukung peran strategis perempuan dalam pembangunan nasional, khususnya pada pengembangan pendidikan vokasi industri.

Kepala Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin, Iken Retnowulan menjelaskan bahwa Prospera telah melaksanakan asesmen berbasis gender terhadap unit pendidikan di lingkungan BPSDMI Kemenperin dengan melakukan analisis awal terhadap data dosen, guru dan mahasiswa/siswa, serta program studi.

Hasil review data tersebut, lanjut dia, nantinya dijadikan salah satu dasar kebijakan yang akan diambil lebih lanjut untuk pengembangan vokasi industri sesuai kebutuhan industri, terutama dalam hal mewujudkan kesetaraan gender pada berbagai prodi sehingga lulusan perempuan yang bekerja di sektor industri juga menjadi penyumbang dalam peningkatan GDP di Indonesia.

Harapannya, upaya yang dilakukan oleh BPSDMI Kemenperin dan mitra kerja sama dapat meningkatkan peran perempuan dalam mendukung pertumbuhan industri, penggerak perekonomian rumah tangga, dan pembentuk generasi muda berkarakter.

Sebelumnya, BPSDMI Kemenperin bersama GIZ menyelenggarakan webinar Women Innovation Camp bertema Perempuan dan Teknologi yang fokus pada Internet of Things.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjelaskan dunia kerja di masa depan yang sudah sangat terpengaruh oleh teknologi informasi dan komunikasi, serta digitalisasi dengan menghadirkan role model perempuan yang sukses berkarir di bidang yang didominasi oleh laki-laki ini.

Pasalnya, menurut studi dari UNESCO pada 2015, rendahnya tingkat partisipasi pekerja perempuan di bidang industri disebabkan oleh persepsi bahwa lingkungan kerja di industri yang melibatkan pekerjaan fisik dan dominan pekerja laki-laki, sehingga tidak menarik bagi pekerja perempuan.

Sementara itu, berdasarkan Sakernas BPS tahun 2020, jumlah pekerja pada sektor industri sebanyak 17,48 juta dengan proporsi pekerja perempuan sebesar 43,68%, atau menunjukkan jumlah yang cukup tinggi. (Rizka S – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Stop “Nyinyir”, Perempuan Juga Punya Hak Nikmati Pendidikan Tinggi!
Jumat, September 17, 2021

On Jumat, September 17, 2021

PEREMPUAN kerap harus menghadapi berbagai omongan “nyinyir” ketika memutuskan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Hingga kini, stigma bahwa perempuan “tak perlu sekolah tinggi karena akhirnya hanya akan mengurus anak dan suami”, seakan belum mampu terkikis oleh perkembangan zaman. 

Hal tersebut dialami oleh banyak perempuan, salah satunya artis Maudy Ayunda yang mengaku masih sering mendapat komentar miring saat dia menempuh pendidikan S2 di Universitas Stanford, Amerika Serikat.

Yang menyedihkan, omongan tersebut kerap datang dari kaum perempuan sendiri. Perempuan selalu diburu usia untuk menikah, punya anak, dan diam di rumah. Sekolah tinggi justru dianggap sebagai penghambat tujuan hidup itu.

Orang kerap lupa bahwa perempuan merupakan awal dari pendidikan anak. Mengasuh anak tak berhenti di fase melahirkan dan menyusui. Anak akan tumbuh mengikuti zaman tempatnya tinggal. Ketika perempuan berhenti belajar, anak-anak akan mencari sosok lain yang bisa dijadikan sumber informasi, bahkan panutan.

Tugas maha besar ini sering disepelekan oleh orang. Ketika anak tumbuh tak sesuai harapan, topik baru muncul. Sang ibu menjadi target pertama yang diklaim berkontribusi terhadap “kegagalan” anak. 

Akibatnya, perempuan semakin merasa rendah diri. Pendidikan tinggi pun kerap tidak dijadikan kebutuhan utama mereka. Psikolog dan Co-Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan, Novita Poespita Chandra, melaporkan bahwa banyak perempuan terpaksa putus sekolah.

Saat ini setidaknya ada 132 juta anak perempuan yang terpaksa tidak bersekolah, di antaranya lebih dari 50%, yakni 67,4 juta siswa sekolah di tingkat menengah dan sederajat. Akhirnya, mereka tak melanjutkan pendidikan tinggi.

Dia juga mengatakan, hingga saat ini, angka partisipasi perempuan di pendidikan tinggi di Indonesia itu baru mencapai 30,85%. Dari sini terlihat bahwa ada tantangan dan hambatan yang dihadapi.

Novita berkata, tantangan tersebut meliputi, faktor ekonomi, kekerasan, ekosistem sekolah yang buruk dan diskriminatif terhadap perempuan, serta kondisi keluarga dan beban pekerjaan rumah. Hal ini bisa terjadi, karena mereka menjaga adik-adiknya ketika orangtua mereka bekerja.

Selain empat faktor tersebut, ada juga hal lain yaitu kesehatan mental yang ternyata menjadi kerap terjadi kepada orang berusia 17 hingga 29 tahun, terutama pada era pandemi Covid-19 saat ini.

Sekitar 65% dari mereka mengalami kecemasan, sebanyak 62% persen mengalami depresi, dan 75% mengalami trauma. Hal yang mengagetkan adalah, ternyata angka perempuan yang mengalami problem kesehatan mental lebih tinggi dan naik di era pandemi ini sebesar 53% dari 36% pada periode sebelumnya.

Bagi Novita, kesehatan mental punya peran yang sangat penting untuk tujuan masa depan global. Problem mental ini nantinya berimplikasi pada kualitas hidup manusia, yang mempengaruhi produktivitas serta pendidikan.

Perempuan sebagai aktor pembangunan

Perlu dipahami, perempuan juga berkontribusi penting dalam pembangunan bangsa. Mereka bukan hanya sebagai pencetak generasi penerus, tetapi juga sebagai aktor penggerak langsung yang mendorong pertumbuhan Indonesia. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah berujar bahwa perempuan bisa membangun dan menciptakan perubahan peradaban baru. Tak hanya itu, perempuan jelas memiliki peran sebagai tulang punggung perekonomian keluarga juga dalam menciptakan daya tahan keuangan dan keluarga.

Di sektor ekonomi, dia memaparkan bahwa saat ini, sekitar 53,7% UMKM dimiliki oleh perempuan, dan sebanyak 97% karyawannya juga perempuan. Sementara itu, kontribusi UMKM dalam perekonomian nasional mencapai 61%. Pada bidang investasi, kontribusi perempuan 60%.

Hal tersebut, menurutnya, menggambarkan bahwa literasi dan kapasitas perempuan untuk berpikir cerdas, bisa mengamankan dana bagi keluarga, dan menginvestasikan di bidang produktif sangat potensial dan nyata. Jadi, Menkeu berujar tak perlu dipertanyakan lagi bahwa perempuan tak hanya memiliki potensi, tapi secara aktual mampu berkontribusi.

Lebih jauh, pentingnya peran perempuan di bidang ekonomi itu diperkuat oleh data yang tertera dalam State of The Global Islamic Economy Report. Menurut Sri Mulyani, peranan perempuan yang menjadi wirausahawan disebut bisa meningkatkan potensi kontribusi atas produk domestik bruto (GDP) global hingga 5 triliun dollar AS.

Dia juga mengatakan bahwa kesempatan perempuan untuk berkontribusi secara optimal dalam bidang ekonomi perlu perjuangan tersendiri karena perlunya kondisi kesetaraan gender. Menkeu menilai, perjuangan menuju kesetaraan gender masih panjang. (Oryza D – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Hari Kunjung Perpustakaan, Upaya Menggiatkan Semangat Literasi Anak Bangsa
Kamis, September 16, 2021

On Kamis, September 16, 2021

BELUM banyak orang tahu, setiap tanggal 14 September kita memperingati Hari Kunjung Perpustakaan. Harapannya, masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya meningkatkan minat baca.

Tak hanya bagi masyarakat, bulan September menjadi bulan yang istimewa bagi setiap insan perpustakaan, baik pustakawan maupun para pegiat literasi. Hari Kunjung Perpustakaan merupakan hari istimewa bagi mereka.

Pasalnya, Hari Kunjung Perpustakaan adalah momentum yang sangat penting dan patut dirayakan dengan berbagai kegiatan, tidak hanya oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) saja tetapi juga perpustakaan daerah dan perpustakaan khusus lainnya.

Menurut Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Joko Santoso, hal tersebut diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk menunjukkan semangat dan komitmen untuk terus menggerakkan produktivitas bangsa, serta kemampuan bangsa dalam mewujudkan cita-cita bangsa melalui membaca.

Pada kesempatan tersebut, Joko menceritakan sejarah di balik Hari Kunjung Perpustakaan. Dia mengatakan perayaan ini dimulai sejak 14 September 1995, yakni pada saat pemerintahan Presiden Soeharto. 

Hal tersebut berawal dari dari Ketetapan Presiden Soeharto kepada Kepala Perpustakaan Nasional RI dengan surat nomor 020/A1/VIII/1995 pada tanggal 11 Agustus 1995. Isi dalam surat tersebut menuliskan tentang usulan pencanangan hari kunjung perpustakaan pada tanggal 14 September 1995.

Presiden Soeharto, menurut Joko, memiliki harapan bahwa dengan adanya ketetapan tersebut, tujuan yang positif bagi gerakan aktivis intelektual di Indonesia dapat terwujud, terutama di dalam menyebarkan budaya membaca generasi bangsa Indonesia.

Dalam tulisan yang ditulis oleh Kepala Perpusnas pertama, Mastini Harjo Prakoso pada Majalah Himpunan Perpustakaan Chusus Indonesia (HPCI), disebutkan bahwa Indonesia pernah menjadi negara yang produktif dalam menerbitkan berbagai judul buku. 

Hal itu juga sangat erat kaitannya dengan latar belakang Presiden Pertama RI Soekarno. Bung Karno memang terkenal sangat menggilai membaca dan mendukung penuh untuk menjadikan penerbitan masuk dalam aktivitas membaca, pemberantasan buta huruf, sebagai prioritas pertama.

Terbukti, pada tahun 1963, lanjut Joko, banyak terbitan buku di Indonesia. Bahkan, pihak swasta sudah mulai berani membangun berbagai usaha penerbitan buku di Indonesia.

Buku-buku tersebut pun tak sembarangan karena memiliki kualitas yang mampu menarik perhatian internasional. Ketika itu, Amerika Serikat bahkan kerap membeli buku terbitan Indonesia. AS juga membuka kantor cabang Perpustakaan Nasional Amerika Serikat di Indonesia.

Tak hanya Amerika Serikat, Badan Literasi Belanda, yakni Koninklijk Instituut voor Taal, Land, en Volkenkunde (KITLV) turut memusatkan perhatian untuk mengakuisisi buku terbitan indonesia, terutama di bidang ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan.

Selain itu, Australia juga membuka perwakilan kantor Perpustakaan Nasional menunjuk agennya untuk membeli ragam buku terbitan Indonesia khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan sosial.

Dengan terbitnya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam, serta Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dapat dijadikan Perpusnas untuk terus menggerakkan serta memastikan karya tentang Indonesia dari berbagai macam terbitan bisa dihimpun.

Dasar hukum tersebut, menurut Joko, menjadikan Perpusnas sebagai pusat rujukan yang memang dapat diandalkan, sebagai upaya untuk menyediakan referensi dari berbagai macam penelitian penting tentang indonesia.

Hari Kunjung Perpustakaan juga dirayakan di berbagai daerah lain. Di Provinsi Jawa Barat misalnya, Kepala Dispusipda Provinsi Jabar Ahmad Hadadi menyelenggarakan kegiatan untuk memperingati Hari Kunjung Perpustakaan Tahun 2021.

Serangkaian acara pun telah digelar jelang perayaan ini, di antaranya gebyar perpustakaan keliling, lomba pekan Candil (Maca Dina Digital Library), lomba pekan Kolecer (Kotak Literasi Cerdas), workshop keterampilan berbasis bahan perpustakaan, dan webinar Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Dia menjelaskan bahwa gebyar perpustakaan keliling akan diisi dengan lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK dan SD kelas 1, yang bertempat di Rumah Susun Ujung Berung.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Hadadi juga memaparkan, tujuan dari memperingati Hari Kunjung Perpustakaan Tahun 2021 adalah meningkatkan pemahaman kepada anak-anak, masyarakat, keluarga, dan para pelajar akan pentingnya keberadaan perpustakaan sebagai pusat peradaban dan sumber kecerdasan.

Selain itu, perayaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, keluarga, anak-anak, dan pelajar bahwa membaca dan literasi dapat menjadi jembatan dunia pengetahuan, dan mendorong masyarakat, keluarga, dan para pelajar memiliki kemampuan membaca dan literasi. (Rizka S – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Berkaca Pada Kasus di Bali, Penyakit Diskriminasi Gender di Indonesia Masih Akut
Kamis, September 16, 2021

On Kamis, September 16, 2021

BELUM lama ini ramai isu diskriminasi gender, menyusul kasus larangan MC perempuan tampil secara fisik di acara yang dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Semua berawal dari unggahan seorang pekerja MC perempuan asal Bali di media sosial yang berujung viral. Dia menuliskan keluhan dan protes pekerja seni perempuan di Bali. Mereka dikabarkan dilarang tampil secara fisik dalam acara yang dihadiri oleh Gubernur Bali.

Kejadian tersebut membuat geger dunia maya. Bahkan sederet pejabat publik menyayangkan kasus tersebut masih terjadi. 

Kepala Ombudsman Bali Umar Ibnu Alkhatab menilai, peristiwa itu menggambarkan betapa diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi dan dilakukan secara mencolok.

Jika terbukti benar adanya, Ombudsman menilai bahwa perlakuan terhadap MC perempuan tersebut masuk kategori maladministrasi, yakni tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh pemerintah terhadap seorang warga negara.

Pada kesempatan lain, Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menolak segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan pekerja dalam bentuk apapun, mulai dari proses perekrutan, menjalankan pekerjaan, promosi jabatan, hingga dalam pemenuhan hak-hak pekerja.

Dia pun mendorong semua tempat kerja, baik formal maupun informal, untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap perempuan, serta memastikan adanya kebijakan yang bersifat inklusif di tempat kerja.

Semua kebijakan, program, dan kegiatan di tempat kerja, lanjut Bintang, sudah seharusnya mencerminkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Bintang menekankan, lingkungan kerja yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan perempuan, tanpa adanya kekhawatiran terhadap perlakuan diskriminasi, kekerasan maupun pelecehan. 

Hal tersebut merupakan komitmen negara untuk menjalankan amanat Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan atau Convention on Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), yang telah diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984.

Upaya untuk memajukan perlindungan pada perempuan pekerja juga diamanatkan dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berhubungan dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Diskriminasi pekerja perempuan

Pada 2016, Organisasi Buruh Internasional (ILO) melaporkan bahwa perbedaan gaji antara karyawan perempuan dan laki-laki menurun memang menurun 0,6% sejak tahun 1995. Namun, Kepala ILO Guy Ryder melihatnya sebagai kemajuan yang “hanya sedikit”.

Dia mengatakan, laporan ILO tersebut memperlihatkan tantangan yang sangat besar bagi perempuan untuk menemukan dan mempertahankan pekerjaan yang layak, masih terus berlanjut.

Di beberapa negara, perempuan mudah mendapatkan pekerjaan, tetapi kualitas pekerjaan ini masih dianggap rendah. Ryder menilai, sepanjang kondisi pekerjaan masih seperti ini, perempuan harus terus menghadapi tantangan berat dalam mencapai akses ke pekerjaan yang layak.

Laporan yang mengambil data dari 178 negara itu menemukan bahwa tingkat partisipasi perempuan dalam pekerjaan lebih rendah 25,5% dibandingkan partisipasi laki-laki, dengan perbedaan yang hanya 0,6% lebih kecil dibandingkan pada 20 tahun yang lalu.

Di banyak negara di dunia, perempuan lebih banyak tidak bekerja. Sebanyak 6,2% dari total perempuan di dunia adalah pengangguran, bandingkan dengan jumlah laki-laki yang tidak memiliki pekerjaan hanya 5,5%. Apalagi, para perempuan ini sering mendapatkan pekerjaan dengan kualitas yang rendah.

Laporan ILO menyebutkan distribusi pekerjaan tanpa bayaran dan pekerjaan rumah tangga masih tidak setara antara di negara dengan pendapatan tinggi dan rendah, meskipun perbedaannya makin berkurang.

Akan tetapi, perempuan juga diketahui memiliki jam kerja yang lebih lama dibandingkan dengan laki-laki, ketika pekerjaan yang dibayar dan tidak dibayar juga masuk dalam hitungan.

Ryder mengatakan perkembangan dalam mengatasi tantangan tersebut sangat lambat dan terbatas hanya di beberapa negara di dunia. Padahal masalah diskriminasi ini terjadi di banyak negara di dunia.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara masih harus menghadapi permasalahan diskriminasi gender. Tingkat gaji pekerja perempuan dan laki-laki masih cukup timpang. 

Menurut data Global Gender Gap Report yang disusun World Economic Forum, Indonesia berada di peringkat 51 dari 141 negara yang dikaji. Selisih gaji berdasarkan gender di Indonesia sampai angka 0,68. Artinya perempuan cuma digaji 68% dari gaji laki-laki untuk pekerjaan yang sama, sebagai konsekuensi masih adanya kesenjangan gender.

Kasus yang terjadi sebelumnya di Bali menjadi contoh nyata, bahwa diskriminasi gender masih terjadi. Hal ini juga akan terus berlanjut jika tidak ada upaya dari semua pihak untuk memahami pentingnya kesetaraan gender bagi kesejahteraan bangsa dan negara. (Dhani L – Anggota Perempuan Satu Indonesia)

Ingat Pandemi Belum Usai, Tetap Jaga Kesehatan Meskipun Level PPKM Sudah Turun
Rabu, September 15, 2021

On Rabu, September 15, 2021

PENYEBARAN virus Covid-19 yang sangat cepat membuat banyak negara memberlakukan lockdown untuk mencegah dan menekan penyebaran virus Corona. 

Di Indonesia, pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kemudian dilanjutkan dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kebijakan yang dibuat pemerintah tersebut mendorong semua elemen bangsa bekerja sama, seperti melakukan kegiatan pembelajaran secara daring dan membatasi kegiatan keagamaan secara berkerumun. Selain itu, kegiatan di tempat atau fasilitas umum juga dibatasi, termasuk beberapa instansi melakukan kebijakan work from home (WFH). 

Sementara itu, provinsi DKI Jakarta, terhitung sejak 24 Agustus 2021, telah memberlakukan status PPKM Level 3. Beberapa pelonggaran pun mulai diterapkan,  semisal pembelajaran yang semula masih dilakukan daring menjadi pembelajaran tatap muka terbatas dengan maksimal kapasitas 50%.

Kegiatan makan dan minum di tempat umum menerapkan durasi makan yang telah ditentukan, sedangkan pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi dengan kapasitas 50% dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap pengunjung dan pegawai pusat perbelanjaan.

Meskipun pemerintah di beberapa daerah berstatus PPKM level 3-2 telah melonggarkan berbagai peraturan tersebut, alangkah baiknya kita tetap menjaga kesehatan diri. 

Pasalnya, meski telah melakukan vaksinasi, kita perlu tetap menerapkan 5M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas. Berbagai kegiatan sederhana ini juga dapat coba dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Berjemur

Salah satu cara yang dianggap paling mudah dan praktis adalah dengan berjemur. Vitamin D yang diproduksi oleh tubuh dari proses berjemur di bawah sinar matahari memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. 

Vitamin D dapat meningkatkan kadar kalsium dan fosfor di dalam tubuh, menjaga fungsi otot dan saraf, serta meningkatkan daya tahan atau sistem imun tubuh dalam melawan infeksi. Meski demikian, waktu-waktu berjemur yang disyaratkan adalah pagi hari sampai sekitar jam 10.

Olahraga

Selain menjaga tubuh tetap bugar, olahraga juga memicu tubuh bekerja dari dalam untuk meningkatkan mood atau suasana hati. Olahraga yang intens dapat memicu otak untuk melepaskan neurotransmitter yaitu hormon endorfin. 

Endorfin ini bertugas “mengirim pesan” kepada tubuh untuk menghilangkan rasa sakit yang juga dapat berdampak positif mengurangi stres. Hal ini tentu sangat membantu, terlebih saat menjalani masa PPKM yang membuat kita terpaksa mengurangi aktivitas maupun bertemu dengan teman.

Berkebun

Mempercantik halaman depan rumah dengan berbagai macam tanaman hias maupun buah dan sayuran yang memiliki manfaat baik bagi kesehatan. Selain untuk mempercantik halaman rumah dan memproduksi bahan makanan, berkebun juga bisa menjadi aktivitas yang tepat untuk mengisi waktu luang. 

Berkebun dapat memberikan manfaat kesehatan tubuh dan mental yang lebih baik. Mulai dari meningkatkan sistem imun tubuh, menjaga kesehatan jantung, hingga dapat meredakan stres dan meningkatkan pikiran positif.

Rajin mencuci tangan

Dalam penerapan 5M, salah satunya ialah rajin mencuci tangan. Jangan dianggap sepele, kebiasaan ini penting untuk menjaga kebersihan diri, yakni dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Jika harus terpaksa melakukan kegiatan di luar rumah, bawalah hand sanitizer selalu di dalam tas. Cairan disinfektan ini lebih praktis untuk dibawa kemanapun, meskipun memang mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir lebih baik. 

Selain itu kita harus menahan diri untuk menyentuh daerah wajah dengan tangan yang kotor. Hal ini akan menyebabkan penyebaran virus dan bakteri.

Istirahat yang cukup

Istirahat juga sangat perlu, terutama setelah seharian melakukan kegiatan di dalam maupun di luar rumah. Istirahat dan tidur yang cukup dapat mempengaruhi reaksi tubuh terhadap insulin, yaitu hormon yang mengontrol tingkat glukosa atau gula darah. Kurang istirahat dapat membuat kadar gula darah lebih tinggi dari ambang batas normal yang mengakibatkan tubuh lebih rentan terserang diabetes.

Asupan vitamin dan mineral

Minum cukup air akan mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, yang membantu aliran nutrisi dalam tubuh, mengatur suhu tubuh, serta mencerna makanan.

Mengkonsumsi vitamin juga perlu, baik dari suplemen maupun yang terdapat pada buah buahan serta sayuran. Beberapa vitamin yang penting bagi tubuh adalah vitamin B, B6, B12, D, E, B Kompleks, Asam Folat, serta Zinc. (Fadhila A – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Mengenang Tragedi 11 September 2001, Nasib Para Korban Setelah Dua Dekade
Senin, September 13, 2021

On Senin, September 13, 2021

Mengenang Tragedi 11 September 2001, Nasib Para Korban Setelah Dua Dekade
KEMAREN, dua dekade lalu gedung pencakar langit World Trade Center (WTC), New York, Amerika Serikat, ditabrak oleh dua pesawat komersial yang dibajak teroris. Asap membumbung hingga ke langit. Ribuan orang tewas. Kenangan ini membekas hingga selalu dikenang dengan tragedi 11 September.


Tak hanya itu, pesawat itu juga merobohkan beberapa bangunan lain. Sedangkan pesawat ketiga menabrak Pentagon, kemudian pesawat terakhir jatuh di Pennsylvania.


Namun, dua dekade sejak tragedi 11 September 2001, hanya 60% korban yang telah diidentifikasi secara resmi. Pada 7 September, hanya beberapa hari sebelum peringatan 20 tahun serangan, Kepala Kantor Pemeriksa Medis Kota New York mengatakan telah mengidentifikasi dua korban lagi.


Kedua orang tersebut adalah seorang wanita bernama Dorothy Morgan, asal Hempstead New York dan seorang pria yang namanya dirahasiakan atas permintaan keluarga. 


Mereka berdua merupakan korban ke-1.646 dan ke-1.647 yang jenazahnya berhasil diidentifikasi. Secara total, peristiwa tragis itu telah memakan korban hingga 2.753. Artinya, sekitar 40% korban, atau 1.106 orang, masih belum teridentifikasi.


Dr. Barbara A. Sampson, kepala pemeriksa medis menyatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah lupa, berapa lama pun waktu yang dibutuhkan, mereka akan terus berupaya mengidentifikasi korban.


Pihaknya berjanji untuk mengembalikan semua yang hilang kepangkuan keluarganya. Hal ini seperti yang dijanjikan pada 20 tahun lalu kepada para keluarga korban tragedi WTC untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk mengidentifikasi orang yang mereka cintai.


Menurut laporan NBC New York, jenazah Morgan ditemukan pada 2001, sedangkan jenazah pria yang tak disebutkan namanya itu ditemukan pada 2001, 2002, dan 2006, kata para pejabat.


Morgan sendiri diketahui berusia 47 tahun. Putri bernama Nykiah Morgan hingga kini masih hidup dan menunggu kabar kepastian ibunya, dengan hati penuh harap dan cemas.


Dalam sebuah wawancara dia menceritakan bahwa 11 September selalu menjadi hari yang menyedihkan paling sulit dia jalani. Dia pun selalu memilih tak acuh ketika dunia memperingati 11/9 setiap tahunnya.


Dia diam di rumah, menutup pintu, mematikan televisi, telepon, dan semua yang bisa membuatnya mengetahui hiruk pikuk peringatan 11/9. Nykiah mengaku telah menerima bahwa ibunya terbunuh dalam serangan teroris pada 2001 lalu, tetapi sebagian dari dirinya selalu menolak percaya.


Dia kerap berpikir jangan-jangan ibunya mengalami amnesia. Mungkin ibunya menjalani kehidupan yang sama sekali berbeda dan dia saat ini berbahagia. Bagi Nykiah, mengetahui kenyataan bahwa ibunya telah meninggal dua dekade kemudian benar-benar menyakitkan.


Semua harapannya runtuh. Tak ada lagi “kemungkinan-kemungkinan” yang bisa dia karang untuk membuat setitik harapan itu tetap hidup. Bahkan, dia mengungkapkannya seperti “melalui lagi saat-saat itu”.


Mengenang 20 tahun tragedi


Pada waktu setempat, Sabtu, 11 September 2021, Presiden AS Joe Biden memperingati dua dekade serangan 9/11 dengan mengunjungi tiga lokasi penyerangan. Upaya ini dilakukan untuk menghormati para korban serangan yang mengerikan itu.


Biden memulai bertolak ke New York untuk menghadiri upacara pada pukul 08.30 waktu setempat di lokasi WTC pernah berdiri sebelum pesawat meluluhlantakkan dua bangunan itu.


Lalu, dia menuju Shanksville, Pennsylvania, tempat United Flight 93 jatuh ke ladang setelah sejumlah penumpang melawan para pembajak dan mencegah pesawat menghantam target lainnya.


Yang terakhir, Presiden AS akan kembali ke wilayah Washington untuk mengunjungi markas besar Departemen Pertahanan AS, Pentagon, simbol militer AS yang juga turut menjadi target serangan pesawat teroris tersebut.


Namun, Biden tidak dijadwalkan untuk memberikan pernyataan di lokasi mana pun, tetapi dia merilis sebuah video sehari sebelumnya untuk mengungkapkan belasungkawa kepada para keluarga korban.


“Ini sulit sekali. Apakah itu tahun pertama atau ke-20, anak-anak tumbuh tanpa orang tua dan orang tua menderita tanpa anak,” kata Biden dalam video tersebut.


Pada peringatan tahun ini, banyak keluarga korban 9/11 meminta Biden untuk tidak melakukan acara-acara peringatan 20 tahun kecuali ia mencabut status kerahasiaan sejumlah dokumen.


Pekan lalu, Biden telah memerintahkan Departemen Kehakiman untuk meneliti dokumen-dokumen FBI yang menyangkut serangan 9/11, untuk menilai kemungkinan dicabutnya status kerahasiaan dan kemudian diterbitkan. 


Penuis: Hanifah B – Anggota Perempuan Indonesia Satu

Jangan Cuma Rebahan, Jadikan Akhir Pekan Waktu Untuk Tingkatkan Kesehatan!
Senin, September 13, 2021

On Senin, September 13, 2021

Jangan Cuma Rebahan, Jadikan Akhir Pekan Waktu Untuk Tingkatkan Kesehatan!
AKHIR  pekan adalah waktu untuk bersantai, tapi bukan berarti kita melupakan sisi kesehatan. Justru, ini adalah waktu tepat untuk menghilangkan penat dan fokus mengatur kembali kebutuhan tubuh.


Beberapa tips berikut ini bisa membantu untuk membuat akhir pekan lebih sehat dan bermanfaat.


Minum air, berolahraga, dan kelola stres


Artis Nana Mirdad pernah membagikan tips untuk menjaga tubuh tetap sehat yang dia lakukan bersama keluarga. Dia pun menyarankan untuk menjaga asupan cairan sesuai kebutuhan, serta berolahraga.


Pasalnya, akhir pekan orang kerap terlalu santai hingga lupa waktu, termasuk minum air putih. Menurut National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, kebutuhan cairan harian sekitar 3 sampai 4 liter per hari.


Jumlah tersebut mencakup cairan dari air, minuman lain, juga makanan. Sekitar 20% asupan cairan harian biasanya berasal dari makanan dan sisanya dari minuman.


Selain itu, Nana Mirdad juga menekankan pentingnya berolahraga. Terlebih lagi, akhir pekan biasanya orang memiliki waktu luang lebih banyak. Karenanya, ini adalah waktu tepat untuk berolahraga, apalagi kalau pada hari biasa tidak sempat.


Tambahan lain dari Nana Mirdad untuk menjaga kesehatan adalah mengelola stres dengan baik. Dia mengemukakan, sehat bukan hanya berasal dari tubuh yang bugar, melainkan juga mental yang terjaga. Hal ini semakin penting di masa pandemi.


Buat perencanaan diet


Sebenarnya, diet merupakan hal yang sederhana, tapi penerapannya memang cukup luas. Sederhana dalam arti mengatur makan juga minum, dikaitkan dengan gaya hidup dan tujuan dari diet yang dilaksanakan.


Hal tersebut diungkapkan oleh ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS. Dia mengatakan, meski yang selama ini populer di kalangan masyarakat adalah menurunkan berat badan, sebenarnya ada sederet jenis diet.


Hardinsyah menyebutkan beberapa contoh, yakni diet menaikkan berat badan, diet mengendalikan tekanan darah dan gula darah, diet kolesterol, dan masih banyak lagi.


Dia menekankan bahwa sebelum diet, orang perlu memahami tujuan dari diet yang dia inginkan. Tujuan harus jelas dan ingin meminimalkan masalah atau tidak yang  tentu tergantung kebutuhan dan masalah yang dihadapi. 


Hardinsyah berujar tujuannya diet ialah mengatur jenis, jumlah, jurus mengolah, jurus menyiapkan, jurus makan dan mengonsumsinya. Pola penerapan ini bukan sekadar mengurangi atau menambahkan, sebab jumlah juga harus diperhatikan.


Misalnya, lanjut dia, jurus mengonsumsinya, kalau makan tergesa-gesa, satu piring dua menit selesai, itu tidak baik proses pencernaannya. Makan harus dinikmati dengan santai.


Ia melanjutkan, langkah selanjutnya adalah setiap makanan yang diet sehat untuk apapun tujuannya, selalu ada menganjurkan makan sayur dan buah, entah sedikit atau banyak jumlahnya. Mengingat ada ribuan jenis sayur dan buah, hal tersebut dapat ditentukan sesuai kebutuhan.


Lalu, dia juga mengingatkan untuk tidak tergantung pada dominasi dari satu produk bermerek atau suplemen bermerek. Pada dasarnya, suplemen hanya tambahan kalau masih diperlukan. Basisnya, kebutuhan gizi harus ada pada makanan, seperti lauk pauk, sayur, buah.


Kiat lain adalah soal cita rasa yang tetap harus ada. Menurutnya, cita rasa itu penting untuk memenuhi kebutuhan gizi, selagi tujuannya tadi zat gizi apa mau diperoleh.


Dia juga menyarankan untuk membatasi makanan-makanan berisiko secara umum, misalnya membatasi gula, lemak trans yang sudah terbukti tidak baik. Pasalnya, diet untuk menurunkan atau menaikkan berat tetap harus menjaga kesehatan. Lemak trans berisiko terhadap gangguan jantung, yakni jantung koroner.


Tingkatkan kekebalan tubuh


Pandemi ini semakin mengingatkan kita akan pentingnya menjaga imun. Menurut ahli nutrisi dan kesehatan wanita, Carolyn Dean, mengonsumsi makanan kaya magnesium ampuh melawan virus flu.


Magnesium, kata dia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membentuk antibodi dan membuat sel lebih aktif melindungi tubuh dari mikroba dan bakteri atau virus.


Tips lain dari pakar diet Erica Lokshin adalah menambahkan lebih banyak sitrus seperti jeruk, grapefruit, dan jeruk nipis. Makanan ini merupakan sumber vitamin C yang baik, antioksidan, dan bertindak melindungi sel-sel tubuh dari senyawa yang merusak tubuh.


Menurutnya, vitamin C membantu produksi sel darah putih dan antibodi yang berfungsi mengatasi virus atau kuman. Selain itu, dia juga menyarankan untuk mengonsumsi labu.


Labu, lanjut Lokshin, merupakan sumber vitamin A. Biji-bijinya pun sangat bermanfaat bagi kesehatan. Biji labu kaya akan vitamin E, B6, dan zinc yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Zinc merupakan mineral penting yang bantu meningkatkan produksi sel darah putih dan membantu mengatasi infeksi.


Selain menjaga asupan, tidur yang berkualitas juga merupakan salah satu pendongkrak daya tahan tubuh. Tubuh yang lelah akan sulit untuk melawan penyakit.


Istirahat yang konsisten akan membuat tubuh lebih kuat untuk menghadapi potensi patogen apa pun. Oleh karena itu, meskipun sedang hari libur, ada baiknya untuk menghindari begadang dan tetap tidur cukup juga berkualitas. 


Penulis: Adelia M – Anggota Perempuan Indonesia Satu

Jaga Kesehatan Mental untuk Ibu Bekerja
Minggu, September 12, 2021

On Minggu, September 12, 2021

Jaga Kesehatan Mental untuk Ibu Bekerja
IBU punya peran yang sangat utama di tengah keluarga. Seringkali, peran ibu dibarengi juga dengan pencari nafkah keluarga. Tanggung jawab ganda ini tak jarang membuat perempuan yang melakukannya menghadapi tantangan dan harus benar-benar menjaga kesehatan mental mereka.


Kesehatan mental adalah kemampuan dalam mengatasi tekanan kehidupan, melakukan pekerjaan produktif, dan berkontribusi pada lingkungan. Kemampuan ini lumrah memiliki batasan dan setiap perempuan harus memahami keterbatasannya untuk menjaga kesehatan mental mereka.


Bagi seorang ibu yang bekerja, kesehatan mental ini erat kaitannya dengan menjaga kebahagiaan keluarga dan performa di kantor. Banyaknya tugas-tugas harian tak jaarang menjadi pemicu stres yang kemudian membuat permasalahan pekerjaan atau rumah tangga jadi runyam.


Untuk menjaga kesehatan mental ini, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya, selalu membuat rencana harian yang memuat daftar setiap kegiatan. Rencana ini sangat penting agar perempuan dapat melihat pembagian waktu kerja dan untuk keluarganya. 


Anda bisa meluangkan waktu di awal minggu untuk mengurai pembagian waktu ini. Siapkan juga notebook hingga digital planner yang akan mengingatkan Anda dalam melakukan berbagai aktivitas.


Selain itu, Anda sebaiknya tidak terlalu mematok ekspektasi tinggi terhadap segala hal. Cukup lakukan yang terbaik, dalam aspek pekerjaan atau keluarga. Maafkan diri sendiri bila Anda melakukan kesalahan dan jangan terlalu membebani pikiran.


Bagian memaafkan diri sendiri ini kadang kala terasa sulit, tetapi sangat penting dilakukan. Banyak perempuan berlarut-larut memikirkan kesalahannya ketika bekerja atau pada keluarga, kemudian menyalahkan diri sendiri yang berujung pada stres. Pahami bahwa Anda adalah manusia yang memiliki keterbatasan.


Selama pandemi Covid-19, pekerjaan kantor seorang ibu juga dibawa ke rumah dan harus dikerjakan bersama anak-anak. Anda lebih baik memisahkan waktu bekerja dan saat bersama keluarga. Hal ini lebih sehat karena Anda jadi bisa memberi batasan pada pekerjaan. Ketika memang sudah di luar jam kerja, beristirahatlah dan berkumpul bersama keluarga Anda.


Satu hal yang bisa menjadi catatan, meski bekerja di rumah, usahakan selalu berpakaian rapi. Hal ini terlihat kecil, tetapi dapat menaikkan suasana hati anda dalam bekerja. Gunakan selalu pakaian yang nyaman untuk bekerja atau pun ketika bersama keluarga.


Anda juga bisa melakukan olahraga untuk menjaga kesehatan mental. Olahraga dapat meningkatkan endorfin atau hormon kebahagiaan dalam tubuh. Ketika Anda mulai bosan di rumah atau sudah lelah, luangkanlah waktu untuk berolahraga. Jika tidak, Anda bisa cukup jalan kaki di luar rumah. Anda bisa melihat pemandangan di luar yang bisa menjaga kesehatan mata.


Ingatlah juga untuk melakukan 'me time' atau waktu untuk diri sendiri, baik itu di rumah atau dengan pergi ke luar rumah. Anda bisa meluangkan waktu untuk diri sendiri ini saat berbelanja bulanan, hingga membaca buku kesukaan Anda. Pastikan Anda hanya berfokus pada kebahagiaan diri sendiri di waktu 'me time'.


Jaga kesehatan mental Anda dengan menghindari lingkungan yang toksik. Anda sepatutnya menyadari bahwa komentar miring tentang keluarga dan pekerjaan bisa saja datang dari berbagai sumber. Anda hanya perlu mendengar kemudian lupakan saja. Ingatlah bahwa komentar itu tidak memberikan nilai apa pun pada performa kerja dan cinta kasih keluarga Anda.


Semakin Anda bisa mengabaikan perkataan miring tersebut, maka hidup Anda bisa menjadi lebih tenang. Anda bisa meninggalkan lingkungan kantor yang tidak sehat dengan meminimalisir pertemanan dan mengabaikan perkataan miring dari keluarga.


Anda juga harus selalu ingat untuk mengonsumsi makanan bernutrisi dan memenuhi asupan gizi harian. Tubuh yang sehat akan mendukung kesehatan mental yang baik. Penuhi kebutuhan protein, karbohidrat, serat, vitamin, dan nutrisi penting lainnya.


Seiring dengan makan sehat, cukupkan waktu tidur Anda. Tidur adalah waktu istirahat paling penting. Otak dan fisik Anda beristirahat ketika tidur. Daya tahan tubuh pun kembali prima. Jangan lupa untuk tidur setidaknya enam sampai delapan sehari.


Terakhir, bila Anda sudah merasa ada pada batas yang melelahkan dan emosional, jangan pernah sungkan untuk meminta dukungan ahli. Hal ini sama halnya dengan ketika Anda sakit fisik lalu ke dokter. Kesehatan mental Anda juga perlu dijaga dan para ahli di bidangnya selalu siap membantu Anda. Memendam stres atau emosi hanya akan membuat Anda kelelahan di kemudian hari. (Rizka S – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Raih Sukses Pada Usia 50an, Para Perempuan Ini Tampil Percaya Diri di Kancah Perpolitikan
Minggu, September 12, 2021

On Minggu, September 12, 2021

SIAPA bilang usia jadi halangan untuk meraih cita-cita? Tidak ada kata terlambat untuk kesuksesan. Perempuan-perempuan berikut ini membuktikan bahwa usia bukan alasan untuk berhenti berjuang meraih impian.

Baru-baru ini, majalah Forbes merilis daftar  ‘50 Over 50’ yang di dalamnya terdapat perempuan-perempuan yang meraih kesuksesan ketika memasuki usia di atas 50 tahun. 

Di antara para perempuan hebat ini, ada tiga orang politikus perempuan bisa menjadi inspirasi, bahwa seorang perempuan mampu menjabat posisi penting dalam perpolitikan. Siapa saja mereka?

Nancy Pelosi, eks Ketua DPR AS

Sosok satu ini merupakan perempuan pertama yang berhasil menduduki jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat pada usia 66 tahun.

Sejarah mencatat, pada tanggal 4 Januari 2007, legislator John Boehner menyerahkan kursi ketua DPR kepada Nancy Pelosi, perwakilan Partai Demokrat dari California. 

Dalam pidatonya, Pelosi menyatakan bahwa momen seorang perempuan bisa duduk di kursi Ketua DPR telah ditunggu-tunggu selama lebih dari 200 tahun.

Jabatan tersebut menjadikan Pelosi sebagai satu-satunya perempuan yang bisa mencapai posisi urutan kedua dalam garis suksesi kepresidenan--sebelum era Kamala Harris terpilih jadi Wakil Presiden AS--seandainya Presiden AS yang menjabat harus lengser diakibatkan suatu hal.

Lalu pada 2018, saat pemerintahan Presiden Barack Obama, perempuan ini kembali terpilih sebagai Ketua DPR. Saat itu, Pelosi berperan penting dalam menyelenggarakan pemungutan suara House untuk Undang-Undang Perawatan Terjangkau atau yang populer dikenal sebagai Obamacare.

Karier legislator Pelosi dimulai 20 tahun sebelumnya, ketika dia adalah salah satu dari hanya 25 wanita yang bertugas di DPR dan Senat AS. Dia baru mencalonkan diri untuk kongres saat berumur 47 tahun.

Menurutnya, setiap orang punya jalur waktu sendiri untuk meraih kesuksesannya tanpa harus menghiraukan pendapat orang lain. Kita, lanjut Pelosi, tidak harus mematuhi pandangan orang lain tentang bagaimana seharusnya. Kini, usia Pelosi telah memasuki 81 tahun.

Kamala Harris, Wakil Presiden AS

Setelah AS memiliki Ketua DPR perempuan, giliran kursi Wakil Presiden AS yang akhirnya diduduki oleh kaum Hawa. Kamala Harris menggebrak tradisi AS, bahkan membuat mata dunia tertuju ke arahnya sejak resmi dilantik menjadi Wapres AS, mendampingi Presiden AS Joe Biden, pada Rabu, 20 Januari 2021.

Di usianya yang ke-56 tahun, Harris menjadi perempuan berdarah Asia-Amerika pertama yang memegang jabatan tersebut. Kursi panas ini juga tak serta merta diraihnya tanpa jerih payah. Sebelumnya, dia telah membuktikan kemampuan dirinya.

Dia mengawali karier dengan terjun di dunia hukum sebagai Wakil Jaksa wilayah di Alameda County pada 1990 dan disebut-sebut sebagai seorang jaksa penuntut yang cakap. Kemudian tahun 2003, Harris memenangkan pemilihan pertamanya pada sebagai jaksa wilayah San Fransisco.

Kariernya pun terus menanjak. Pada 2010, dia terpilih sebagai jaksa agung California, yang sekaligus menjadikannya perempuan dan orang kulit hitam pertama yang memegang jabatan tersebut.

Pada 2016, dia terpilih menjadi Senat dan dengan cepat mendapat perhatian atas pertanyaan tegasnya terhadap pejabat administrasi Donald Trump selama sesi dengar pendapat kongres.

Di Senat AS, dia memperkenalkan dan mensponsori undang-undang untuk menaikkan gaji bagi pekerja serta mereformasi sistem peradilan pidana yang rusak.

Harris juga membuat perawatan kesehatan menjadi hak bagi semua orang Amerika, mengatasi epidemi penyalahgunaan zat, mendukung veteran dan keluarga militer, dan memperluas akses ke perawatan anak untuk orangtua yang bekerja.

Madeleine Albright, eks Sekretaris Negara dan Menlu AS

Sosok perempuan satu ini begitu istimewa karena termasuk paling senior dalam daftar Forbes 50 Over 50. Tahun ini, usianya memasuki 84 tahun dan masih aktif di dunia politik. 

Albright pernah menjabat sekretaris negara AS ketika usianya 59 tahun. Pada awal 1996 itu, dia resmi menjadi sekretaris negara ke-64 AS, sekaligus mengukuhkannya sebagai perempuan pertama yang menjabat posisi ini.

Tak hanya itu, Albright kembali mencetak sejarah ketika menjadi menteri luar negeri Amerika pertama yang melakukan perjalanan ke Korea Utara pada Oktober 2000. Prestasinya ini menjadi bukti kepiawaiannya dalam kancah politik.

Selama menjabat, dia telah berjuang mengadvokasi peningkatan hak asasi manusia dan demokrasi di seluruh dunia. Dia juga berusaha keras menghentikan penyebaran senjata nuklir dari negara-negara bekas jajahan Uni Soviet ke Korea Utara.

Sebagai seorang diplomat, Albright terlibat erat dalam pekerjaan untuk menormalkan hubungan AS dengan negara-negara seperti Tiongkok dan Vietnam. Pada 1997, dia juga menjadi tokoh utama dalam misi perdamaian ke Timur Tengah, di mana dia menengahi negosiasi antara Israel dan berbagai negara Arab. (Adisti Regita – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Hari Radio Nasional dan Lahirnya RRI, Perjalanan Radio Dari Awal Kemerdekaan Hingga Era Digital
Minggu, September 12, 2021

On Minggu, September 12, 2021

SETIAP tahunnya, tanggal 11 September diperingati sebagai Hari Radio Nasional sekaligus Hari Lahir Radio Republik Indonesia (RRI). Lalu, seperti apa perjalanan radio dari masa ke masa?

Tak dimungkiri, tren pendengar radio semakin menurun yang dipicu dari meluasnya teknologi digital. Kini, beragam platform hiburan digital dapat dengan mudah diakses melalui gawai telepon pintar. Radio mulai kehilangan pamornya.

Sebenarnya stasiun radio mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi. Beberapa mengembangkan aplikasi yang bisa dipasang di smartphone serta memperluas layanan dengan masuk ke Podcast atau sejenisnya.

Namun tetap saja, pendengar murni siaran radio jumlahnya memang mulai melandai dalam satu dekade belakangan ini.

Menurut survei indikator sosial budaya Badan Pusat Statistik (BSI), masyarakat berusia 10 tahun ke atas yang mendengarkan radio dalam seminggu terakhir hanya 13,31% pada 2018. Angka ini turun secara tajam dari 50,29% pada 2003.

Pada 2020, tren tersebut kembali meningkat akibat pandemi Covid-19. Survei lain menyebutkan bahwa jumlah pendengar pada 2020 mengalami peningkatan sebanyak 31% dari 2019.

Peningkatan tersebut memang belum sebanding dengan pamor radio pada zaman dulu. Bahkan ketika awal kemerdekaan, radio merupakan primadona jalur komunikasi antara pemerintah dan rakyat.

Radio di awal kemerdekaan

Seperti telah disinggung sebelumnya, tanggal 11 September merupakan titik tolak saat Indonesia akhirnya memiliki stasiun radio sendiri. Semua berawal pada tanggal 19 Agustus 1945, ketika bangsa ini baru berusia hitungan hari saja.

Kekalahan Jepang mengakibatkan siaran radio Hoso Kyoku dihentikan mulai hari itu. Tentu saja hal ini merupakan kabar buruk bagi rakyat Indonesia karena artinya, masyarakat tidak lagi memiliki sumber informasi yang justru sangat dibutuhkan pada masa genting tersebut.

Masyarakat Indonesia yang baru merdeka buta akan beragam informasi. Padahal, dalam kondisi krisis itu, muncul kabar lewat radio bahwa Inggris akan datang untuk melucuti Jepang.

Dengan alasan “menjaga keamanan”, Inggris akan menduduki Jawa dan Sumatera sampai Belanda mampu mencengkram kekuasaannya kembali di Indonesia yang masih sangat rapuh.

Dari berita-berita itu juga diketahui, sekutu masih mengakui kedaulatan Belanda atas Indonesia dan kerajaan Belanda dikabarkan akan mendirikan pemerintahan benama Netherlands Indie Civil Administration (NICA).

Hal itu membuat orang-orang yang aktif di radio pada masa penjajahan Jepang sadar bahwa radio amat diperlukan sebagai corong informasi dan komunikasi pemerintah Republik Indonesia dan rakyat.

Menyadari pentingnya keberadaan radio, delapan orang perwakilan eks stasiun radio Hoso Kyoku pun mengadakan pertemuan darurat pada tanggal 11 September 1945 pukul 17.00 di gedung Raad Van Indje Pejambon.

Mereka adalah Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukita, Soemarmadi, Sudomomarto, Harto, dan Maladi. Tujuan pertemuan ini ialah untuk membahas berbagai hal terkait pendirian radio.

Salah satunya, mereka mengimbau kepada pemerintah untuk mendirikan radio yang bisa digunakan sebagai alat komunikasi antara pemerintah dengan rakyat. 

Pasalnya, ketika itu radio merupakan pilihan paling cocok sebagai media komunikasi karena tidak mudah terputus saat pertempuran dan dikelola komunitas yang lebih cepat.

Untuk modal operasional, delapan delegasi radio tersebut menyarankan agar pemerintah menuntut Jepang supaya bisa menggunakan studio dan pemancar-pemancar radio Hoso Kyoku.

Menanggapi hal tersebut, sekretaris negara dan para menteri sebenarnya keberatan karena alat-alat di stasiun radio sudah terdaftar sebagai barang inventaris sekutu. 

Meski demikian, para delegasi tetap meneruskan rencana mereka dengan memperhitungkan risiko peperangan. Di akhir pertemuan, Abdulrachman Saleh selaku ketua delegasi membuat tiga simpulan.

Pertama, pembentukan Persatuan Radio Republik Indonesia yang akan meneruskan penyiaran dari 8 stasiun di Jawa. Kedua, mempersembahkan RRI kepada Presiden dan Pemerintah RI sebagai alat komunikasi dengan rakyat.

Lalu terakhir, mereka mengimbau supaya semua hubungan antara pemerintah dan RRI disalurkan melalui Abdulrachman Saleh. Tiga simpulan tersebut pun akhirnya disanggupi pemerintah RI dan siap membantu RRI, meskipun pihak pemerintah tidak sependapat dalam beberapa hal.

Setelah mengadakan rapat di gedung Raad Van Indje Pejambon, delapan perwakilan stasiun radio di Jawa mengadakan pertemuan di rumah Adang Kadarusman, masih di tanggal sama 11 September 1945 pukul 24.00.

Adapun perwakilan rakyat ikut dalam pertemuan tersebut adalah Soemarmad dan Soedomomarto dari Yogyakarta, Soetaryo dari Purwokerto, Maladi dan Soetardi Hardjolukito dari Surakarta, Soehardi dan Harto dari Semarang, serta Darya, Sakti Alamsyah, dan Agus Marahsutan dari Bandung.

Namun, perwakilan daerah Surabaya dan Malang kala itu tidak dapat ikut dalam rapat. Keputusan dari rapat tersebut adalah mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI) dengan Abdulrachman Saleh sebagai pemimpin. Jadilah nama Abdulrachman Saleh tercatat sebagai ketua RRI pertama. (Mela Putri – Anggota Perempuan Indonesia Satu)