PILIHAN REDAKSI

Berawal dari Informasi Warga, Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi Berkedok Salon dan SPA di Padang Barat

BENTENGSUMBAR.COM - Direskrimum Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap praktek esek-esek yang berkedok Salon dan Spa yang ber...

Advertorial

Kadis  Pariwisata Sumbar  Jangan Hanya Cari Muka ke Pimpinan
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

KUNJUNGAN - kunjungan kepala dinas Pariwisata Sumbar  ke desa-desa wisata yg sudah berhasil mendapatkan penghargaan dan di bangun secara mandiri oleh anak nagari,  pelaku, kampus   serta penggiat wisata Sumbar terkesan mencari muka ke pimpinan.

Tak satupun kontribusi dinas pariwisata Sumbar untuk membina dari awal desa- desa wisata dan destinasi wisata yg di kembangkan baik oleh teman2 kampus maupun penggiat2 pariwisata, bahkan di awal - awal  mereka sempat menolak untuk hadirnya desa - desa wisata lebih banyak di Sumbar  namun setelah sukses dan mendapatkan apresiasi nasional malah menclaim  seolah - olah itu hasil kerja keras mereka, parahnya nya dinas pariwisata provinsi tak sedikitpun mau membantu desa-desa dalam pengisian jadesta untuk mengikuti ADWI 2021 dan  Yang lebih parahnya  lagi dispar provinsi tidak pernah berusaha mempersiapkan desa-desa wisata yg akan bersaing dengan desa - desa wisata lainnya di Indonesia , tapi setelah menang cari muka ke pimpinan.

Seperti contoh nagari- nagari yg di kunjungi akhir2 ini seperti desa wisata apar, desa wisata sungai Batang , desa wisata budaya  Sumpu ,  kampung sarugo , daya tarik wisata Puti di talang babungo dan green talao Park dengan alasan monev.

Harusnya yang dispar laukan monitoring dan evaluasi adalah desa-desa wisata  yg mereka jadikan pilot  projec hasil GIPI award pada program dispar di tahun 2021 serta di danai untuk pengembangannya  dg tim yg mereka bentuk dan SK kan  , sudah sampai dimana peogresnya ? Seperti   Desa wisata Tungkal selatan  Pariaman , desa wisata Maligi Pasbar  , desa wisata Pagaruyung tanah datar ,  desa wisata simarasok Agam dan lainnya , apakah telah ada peningkatan ekonomi masyarakat di desa2 tersebut ? Dan bagaimana  kelanjutan program ke depan.

Jadi kedepan saya  berharap hentikanlah pola2 menjilat pimpinan , dan buktikanlah ke pimpinan hasil - hasil kerja yang memang menjadi program yang bersangkutan dan jelaskan kepada publik seperti apa progresnya.

Beberapa bimtek yg di selenggarakan Dispar juga tidak memperlihatkan kemajuan dari sadar wisata para pelaku wisata juga even2 yang di gelar.

Pola - pola mencari nama dari hasil kerja teman2 penggiat wisata dan kampus2 sudah basi dan saat ini publik semakin cerdas mana yg hasil karya dan inisiatif  dinas mana yang mencari nama dari perjuangan orang lain dan dinas kab/kota , semoga ini bisa menjadi evaluasi di akhir awal tahun untuk kebangkitan wisata Sumbar.

Ditulis Oleh: Zuhrizul Chaniago, Koordinator desa wisata Sumbar

Eksistensi SIlek Pada Era Modernisasi
Senin, Januari 10, 2022

On Senin, Januari 10, 2022

PADA masa sekarang silek atau silat sudah jarang kita temukan dalam masyarakat. Hal ini disebabkan oleh berkembang pesatnya iptek dan menganggap sesuatu yang berbau tradisional itu sudah kuno dan ketinggalan zaman. 

Anggapan-angapan seperti ini berkembang didalam masyarakat modern sehingga minat seseorang atau sekelompok orang terhadap suatu tradisi kebudayaan termasuk silek sangat minim atau sangat rendah.

Perkembangan iptek mulai dari masa renaisance, revolusi industri dan sampai sekarang berpengaruh besar terhadap tatanan kehidupan masyarakat tradisional sehingga membuat suatu tradisi atau budaya memudar dalam kehidupan masyarakat. 

Silat atau silek yang mulanya adalah untuk pertahanan diri sekarang hanya digunakan untuk seni pertunjukan dan menghilangkan fungsi aslinya.

Namun dalam satu sisi tidak semua hal itu buruk karena terjadi modifkasi dalam sebuah tradisi sehingga melahirkan tradisi baru. 

Namun kembali pada konteks diatas pengaruh iptek bagi kehidupan tradisional sangat terasa dampaknya.

Silat yang awalnya adalah senjata untuk pertahanan diri serta tidak tertutup kemungkinan untuk berperang, sekarang telah digantikan dengan teknologi modern salah satu contohnya yaitu; untuk melindungi diri seseorang atau sekelompok orang sekarang telah mengunakan senjata jarak jauh dan undang-undang yang mengatur setiap tindakan manusia. 

Sehingga silat tidak lagi dipelajari oleh orang-orang. Hal itu membuat suatu keeksisan silek pada masa dahulu telah tergantikan, yang semakin lama semakin memudar kemudian tidak tertutup kemungkinan akan hilang dari suatu peradaban masyarakat.

Pengaruh iptek dan perkembangan informasi serta penanaman suatu  paham atau idiologi akan berdampak besar bagi masyarakat. 

Dengan begitu paham suatu masyarakat akan tergantikan dengan hal baru serta lebih modern dan itupun dianggap masuk akal, ketimbang tradisi asli masyarakat yang tidak logis untuk diterima masa sekarang yang kebanyakan bersifat mitos, magis, dan sakral yang sulit diterima akal sehat manusia zaman sekarang, salah satu contohnya adalah seseorang yang dikutuk oleh ibunya menjadi batu dalam legenda "malin kundang" dan kita lihat pada pada pembelajaran silat yang menyebutkan bahwa ada beberapa ilmu silat yang dapat membuka kebathinan bagi orang-orang yang mempelajarinya.

Dalam perkembangannya, Silek sudah dianggap ketinggalan bagi sebagian orang karena untuk mempertahankan diri harus berhadapan langsung dalam penyelesaian masalah. 

Berbeda dengan berbagai senjata serta informatika tanpa mengharuskan terjun langusung ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan. 

Ketidaktertarikan suatu golongan orang atau masyarakat membuat silek sudah sangat minim ditemukan dibeberapa daerah, serta kurangnya perhatian tokoh adat stempat akan hal itu membuat silek menjadi sesuatu hal yang langka. 

Ini diakibatkan oleh terpengaruhnya masyarakat tersebut oleh perkembangan zaman pada era modernisasi sekarang yang membuat masyarakat tersebut serta keturunannya tidak lagi menemukan silek dalam kehidupannya, seperti yang kita lihat didaerah perkotaaan.

Silat pada masa modernisasi sekarang sudah jarang kita temukan ditengah-tengah peradaban masyarakat terutama yang ada di minangkbau.

Maskipun ada beberapa daerah yang masih mengembangkan silat, Namun telah terjadi pemodifikasian terhadap silat tersebut yang kemudian dikombinasikan dengan seni pertunjukan lainnya. 

Dilihat dari segi positifnya ini memang upaya dalam mempertahankan silat agar dapat berkembang dimasa sekarang. 

Namun perlu kita ketahui bahwa silat yang ada pada masa sekarang tidak lagi selengkap dulu dimana beberapa gerakannya sudah terlupakan karena berbagai penyebab salah satunya adalah guru yang tidak memberikan 100 persen Ilmu yang dia miliki Kepada muridnya. 

Dan juga seperti yang telah kita sebutkan diatas bahwa perkembangan zaman juga ikut membuat kemunduran terhadap seni pertunjukan tradisional.

*Ditulis Oleh: Ardimal, Mahasiswa Universitas Andalas

Catatan Abdul Jamil Al Rasyid: Hindari Malas
Sabtu, Januari 08, 2022

On Sabtu, Januari 08, 2022

MENGHINDAR adalah suatu sikap yang digunakan untuk pergi menjauhkan diri dari orang lain supaya diri kita tidak terlibat dalam suatu hal(masalah). Menghina tentunya sikap yang gentelmen bagi seseorang karena keputusan menghindar adalah suatu keputusan terbaik. Maksudnya menghindar identik dengan diam karena diam tentu saja adalah hal yang baik juga dalam menghindari suatu masalah. Setiap orang pernah menghindar dalam suatu hal baik itu buruk untuk dirinya maupun baik untuk dirinya.

Malas adalah suatu sikap yang berleha-leha yang dilakukan oleh seseorang. Sikap ini juga identik dengan menunda yang berasal dari dalam diri seseorang. Orang yang sering menunda pekerjaan maka dia akan terlihat malas. Setiap orang pernah melakukan malas terhadap suatu hal. Baik yang berasal dari dirinya sendri maupun berasal dari orang lain. Orang yang menghindar identik dengan malas karena malas adalah salah satu bagian dari menghindari suatu hal

Sikap malas tentunya bisa mencerminkan diri seseorang. Orang yang sudah malas dari kecil misalnya malas pergi sekolah maka setelah dewasa sikap malas tersebut sulit diubah karena kebiasaan tersebut. Sebaliknya ketika seseorang yang rajin dalam suatu hal tentunya setelah dewasa notabene orang itu rajin dalam suatu hal. Makanya malas itu sangat berlawanan dengan rajin. Kemalasan seseorang tentunya harus dilawan dan dihindari karena bisa saja merugikan dirinya sendiri.

Ketika kita malas maka bisa saja kita rugi dalam waktu. Setiap waktu yang digunakan untuk sekolah misalnya tapi kita bermalas-malasan maka hal itu akan berdampak terhadap diri kita. Kita bisa saja rugi ilmu, rugi pengetahuan dan lainnya. Hidup diatas dunia tentunya perlu manajemen waktu yang baik. Jangan gunakan waktu itu dengan kemalasan. Orang yang malas akan merugikan waktu malas tersebut buat kehidupannya. Karena malas identik dengan membuang waktu secara sia-sia.

Malas juga identik dengan sikap seseorang. Ada orang yang malas dengan rebahan, tidur-tiduran, duduk dan merenung. Semua hal diatas dilakukan tergantung sikap seseorang itu sendiri. Bagaimana dia malas dalam mengerjakan suatu hal. Ketika kita malas tetapi tetap kita kerjakan maka hasilnya tidak baik bagi diri kita. Lebih baik tidak dikerjakan daripada bermalas-malasan dengan pekerjaan itu. Misalnya kita sekolah akan tetapi malas bangun pagi akibatnya maka kita jarang mandi dan mengantuk di sekolah misalnya.

Malas bisa dilawan dengan semangat dari dalam diri kita. Ketika seseorang bersemangat dan hobi mengerjakan suatu hal maka akan terhindar dari malas. Semangat bisa menjadi kunci untuk menghindari rasa malas. Orang yang awalnya malas ke sekolah misalnya tetapi ada suatu hal yang bisa membuat dia bersemangat dalam pergi ke sekolah maka dia akan rajin pergi ke sekolah. Ada juga orang yang seperti itu.

Tentu ada hubungan antara menghindar dan rasa malas. Menghindar identik dengan malas karena suatu hal yang dilakukan dengan kemalasan maka hal tersebut bisa kemungkinan kita hindari. Orang yang menghindar dari suatu hal maka dia juga malas dalam suatu hal. Kedua hal ini adalah suatu keterkaitan yang saling berhubungan. Tetapi hal ini tidak usah kita tiru karena bisa saja membuang waktu dan membuat hidup kita sia-sia.

Untuk itu hindari rasa malas sedini mungkin karena sikap yang paling sering ditemui seseorang dalam hidup adalah rasa malas. Rasa malas ini harus dilawan oleh hati kita sendiri. Siapa yang bisa melawan malas dengan baik maka dia sudah satu langkah di depan orang yang memiliki rasa malas. Jangan kita suka tiduran, rebahan karena tidak ada manfaat yang bisa diambil dari hal ini. Orang yang suka malas akan rugi secara materi, ilmu dan waktu. Setiap kita hidup adalah sebuah pengalaman, isilah pengalaman dengan hal positif dan hindari rasa malas.

*Penulis adalah Abdul Jamil Al Rasyid, Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 berdomisili di Padang Pariaman  Sumatera Barat Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas  Patamuan Tandikek

Sistem Pewarisan Silek di Sanggar Palito Nyalo
Jumat, Januari 07, 2022

On Jumat, Januari 07, 2022

PEWARISAN yaitu suatu proses beralihnya harta (baik berwujud atau tidak berwujud) dari suatu generasi kepada generasi berikutnya dengan tidak disertai ketentuan apakah proses itu terjadi sebelum atau sesudah meninggalnya pewaris. Sedangkan pengertian dari Silat/Silek yaitu seni olahraga bela diri yang tumbuh dan berkembang di wilayah Minangkabau sejak dahulu kala. 

Silek bagi anak Minangkabau merupakan jati diri, yang melekat dalam keseharian mereka, terutama bagi kaum lelakinya. Jadi jika digabungkan arti dari kata pewarisan silek yaitu proses atau metode beralihnya ilmu silek secara turun temurun dari suatu generasi ke generasi di Minangkabau. 

Sangar  Palito Nyalo berdiri pada tanggal 4 agustus 1989 dan masih tetap eksis dalam bidang seni tradisi dan budaya Minangkabau. Sangar Palito Nyalo didirikan atas prakarsa masyarakat Koto Panjang, Pauh yang ingin mempertahankan kesenian tradisi randai dan silek agar tidak hilang karena perkembangan zaman. 

Pada bulan Januari 1989, Koto Panjang, Pauh telah ramai didatangi oleh pendatang dari luar. Mereka tidak saja dari dalam daerah Sumatra Barat, akan tetapi ada yang datang dari daerah luar Sumatra Barat. Mereka datang dengan berbagai macam tujuan dan keperluan. Tujuannya antara lain yaitu menjadi pedagang, buruh bangunan, guru dan ada juga mahasiswa dari berbagai macam daerah ingin belajar ke Universitas Andalas.

Dengan banyaknya pendatang tersebut, merupakan suatu hal yang wajar demi membawa perubahan pada berbagai macam bidang sosial, ekonomi, dan kesenian di masyarakat setempat, walaupun disamping perubahan arus era gelobalisasi. 

Menyikapi hal tersebut, timbulah ide pemikiran pemuka masyarakat Koto Panjang, Pauh untuk berupaya mengantisipasi dampak negatif  dari perubahan era gelobalisasi dan pembauran. Terutama pada sisi pemahaman nilai-nilai seni tradisi Minangkabau sebagai bagian cerminan  adat istiadat Minangkabau.

Tindak lanjut dari keresahan  tersebut adalah mencari solusi guna mengantisipasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh kedua hal ini. Maka diadakanlah rapat  Ninik Mamak  dan pemuka masyarakat Koto Panjang - Pauh. Rapat diadakan di kantor Balai Pemuda Koto Panjang pada Maret 1989. 

Beberapa orang pemuka masyarakat yang menghadiri rapat tersebut adalah Sahur Mangkuto Sati, selaku ninik mamak Limau Manih dan  Agus Amir  Dt.  Sulaiman  selaku ketua KAN Limau Manis. Hasil rapat yaitu: memutuskan untuk kembali menyemarakkan  kelompok - kelompok seni tradisi Minangkabau yang ada di Limau Manis dan menghidupkan kembali aktifitas di  sasaran silek dan sasaran  randai, ataupun  mendirikan kelompok-kelompok kesenian  tradisi baru. 

Cikal bakal dari hasil rapat tersebut di Koto Panjang muncul kelompok kesenian tradisi yang dipelopori oleh Alm. Djamaluddin Umar Rajo Kuaso dkk.  Kelompok ini mulai beraktifitas Setelah mendapat persetujuan lisan dari ninik mamak dan KAN Limau Manih, Aktifitasnya adalah pancak silek dan barandai. Pertengahan april 1989 diadakan musyawarah pertama oleh Djamaluddin Umar dkk, musyawarah tersebut menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya  melahirkan semboyan kelompoknya yang dikenal dengan 4M yaitu: a.Menggali, b.menumbuh, c.mengembang dan d.melestarikan.

Pada tanggal 4 agustus 1989 diadakan musyawarah  yang kedua, musyawarah tersebut dihadiri oleh unsur-unsur terkait yaitu: Lurah Koto  Panjang, RT,  RW, Ketua  AMPI, KNPI kecamatan Pauh  Kota Padang. Hasil  dari musyawarah  yang kedua tersebut yaitu diresmikanya nama  grup yang dipelopori oleh Djamaluddin Umar Rajo Kuaso dkk. Nama grup yang disepakati adalah Grup Kesenian Tradisi Minangkabau “PALITO NYALO”. Setelah diresmikanya grup Palito Nyalo sebagai sebuah lembaga pendidikan seni tradisi nonformal yang disahkan oleh ninik mamak dan KAN Limau Manis, barulah kelompok ini mulai melakukan aktfitas dengan menyandang identitasnya sebagai kelompok seni tradisi Minangkabau. 

Pada masa awal kiprahnya, pendiri grup mengumpulkan beberapa orang anaknya untuk dilatih silek dan barandai. Setelah melewati masa tiga bulan, anak- anak yang belajar bertambah banyak. Perekrutan anggota sanggar pada masa-masa awal dilakukan lebih bersifat kekeluargaan dengan cara disampaikan dari mulut ke mulut saja. Meskipun demikian  setiap anak yang ikut bergabung latihan dengan Palito Nyalo disyaratkan harus sepengetahuan orang tua atau wali anak. 

Pada perkembangan selanjutnya perekrutan untuk menjadi anggota sanggar seni Palito Nyalo tidak hanya terbatas pada anak-anak yang berada di Koto Panjang, akan tetapi sudah ada anggota yang datang dari luar Koto Panjang dan Limau Manis, namun secara umum mereka masih tinggal dalam Kecamatan Pauh. 

Proses beralihnya ilmu silek yang ada di sanggar Palito Nyalo yaitu pada umumnya sama dengan perguruan silat ataupun sasaran yang ada di Minangkabau lainnya. Namun pada sanggar Palito Nyalo memiliki kriteria utama untuk bisa menjadikan orang tersebut layak yaitu harus memeluk agama Islam dan tidak ada batasan umur yang mengekangnya untuk belajar silat. 

Seperti yang kita ketahui seorang yang harus pandai bersilat harus Islam dan sebenarnya agama lain boleh, cuman hanya sampai tahapan pencak silatnya saja. 

Di Sanggar Palito Nyalo terdapat tiga buah aliran silat yang bisa diwariskan kepada generasi muda, yaitu Silek Tuo, Silek Sungai Patai dan Silek Pauh. Ketiga silat tersebut memiliki kriteria dan peralatan – peralatan yang perlu disediakan oleh calon penerima silek di Sanggar Palito Nyalo yaitu : pisau kecil (pisau ketek), cermin (camin), kapas (kapeh), kain putih sikabung (kain putiah sikabuang), jeruk limau (asam limau kapeh) dan beras satu cupak (bareh sa cupak). 

Itu adalah beberapa peralatan yang harus dibawa calon penerima silek apabila dia ingin belajar silat. Adapun setelah ia melaksanakan persyaratan tersebut dan telah berlatih, maka guru akan menyuruh anak silek tersebut untuk membawa Ayam Biriang ke tempat lokasi yang ditentukan oleh guru seperti hutan. 

Kemudian setelah sampai di lokasi, maka potong perut ayam tersebut kemudian diberitahukan kembali ke guru untuk memberikan keputusan apakah anak silek ini pantas untuk mengamalkan ilmunya. 

Apabila pantas, maka anak silek tersebut boleh untuk belajar silat. Anak silek yang telah dilantik tidak boleh menemui gurunya selama tiga bulan dikarenakan itu termasuk salah satu persyaratan yang tidak boleh dilanggar. Jika telah mahir boleh mengajarkan kembali ilmunya kepada murid baru.

Adapun tingkatan dari jabatan silek itu sendiri yang hanya berada di wilayah Kecamatan Pauh, Kuranji dan Kota Tangah Kota Padang yaitu dimulai dari jabatan awal sampai tingkatan tertinggi :1. Pandekar, 2. Pelatih / Pengajar, 3. Guru Gadang / Tuo, 4. Mamak Pandeka, 5. Inyiak Pandeka. Kelima jabatan ini sangat unik karena hanya ada di wilayah Pauh Limo dan Pauh Sembilan serta Koto Tangah saja. Bahkan pada di daerah darekpun tidak ada memakai istilah ini dalam tingkatan jabatan sileknya.

*Penulis: Fahmi Fahrozi, S.E., S.Hum, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Sastra
Universitas Andalas Padang 2021

Benang Merah Garis Keturunan Minangkabau (Matrilineal) dengan Garis Keturunan Islam (Patrilineal)
Selasa, Januari 04, 2022

On Selasa, Januari 04, 2022

ORANG Minangkabau sering di identikan dengan masyarakat yang  religius dalam memeluk agamanya. Namun dalam konsep keturunannya mereka memakai sistem matrilineal. Hubungan ini bertentangan dalam penerapan agama Islam itu sendiri yang mana memakai sistem Patriakat. Sistem ini tentu memiliki alasan tersendiri yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau.

Hubungan Matrilineal dalam tatanan adat masyarakat mengikuti alur keturunan dari pihak ibu. Secara etimologi Matrilineal berasal dari dua kata bahasa Latin, yaitu mater yang berarti ibu, dan linea berarti garis. Di Minangkabau Matrilineal merupakan suatu sistem kekerabatan matrilineal yang berlaku di Minangkabau sejak dulu kala sampai saat ini. Penerapan sistem matrilineal di Minangkabau bisa saja berbeda dalam beberapa aspek dibandingkan beberapa wilayah lain di dunia. 

Sedangkan garis keturunan menurut Agama Islam memakai sistem Patrilineal. Sistem yang menyebutkan bahwa keturunan didapat dari hubungan kekeluargaan melalui pihak ayah. Dalam sistem ini keturunan hanya dianggap atau dilihat dari kerabat keluarga ayah saja. 
Nenek  moyang orang  Minangkabau sudah berketetapan hati untuk menentukan garis keturunan berdasarkan garis keturunan ibu.

Sistem kekerabatan itu sulit dibantah karena sistem ini merupakan dalil yang sudah hidup, tumbuh dan berkembang di Minangkabau. Sebelum masyarakat Minangkabau menganut agama Islam mereka sudah mensiasati garis keturunan menurut ibu. Bertujuan memuliakan tingkat derajat wanita agar bisa mengatur penggunaan harta pusaka (pusako tinggi) supaya  tidak jatuh miskin. 

Pada awal masuknya agama Islam di Minangkabau memang terjadi perseturuan kaum adat dan kaum agama yang terkenal dengan “Perang Paderi”. Setelah lama kejadian itu keduanya bisa saling bertoleransi terbukti dengan falsafah adatnya yaitu

“Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”. Arti dari kata tersebut yaitu adat berlandaskan hukum dan hukum berlandaskan agama. Bisa juga kita artikan adanya toleransi antara adat dan agama yang mana adat tetap melakukan pewarisan menurut garis keturunan ibu, namun agama tetap yang dijalankan yaitu agama Islam.

Dengan hadirnya pemahaman garis keturunan menurut ibu yang dipegang teguh oleh masyarakat Minangkabau. Berpengaruh kepada kesejahteraan perempuan Minangkabau itu sendiri. Perempuan Minangkabau berhak mengolah harta “pusako tinggi” seperti sawah, ladang dan hasil bumi lainnya punya kaum. Laki-laki atau mamak disini berfungsi hanya untuk sebagai pengawas agar harta warisan yang dikelola perempuan tidak melenceng dari “alue jo patuik”. 

Sebelumnya di Minangkabau terdapat 2 sistem pembagian harta warisan, Yaitu “pusako tinggi” dan “pusako randah”. “pusako randah”  merupakan harta pusaka dari hasil pencarian orangtua dan ini bisa dibagi menurut syariat Islam, yaitu 2:1 untuk laki-laki.

Sementara itu “pusako tinggi” merupakan harta warisan turun temurun yang tidak dapat dijual oleh satu pihak, harus dijaga bersama, untuk kepentingan kaum perempuan dalam kaum sebagai jaminan hidup. Ciri dari matrilineal Minangkabau tidak berbentuk namun ada hukumnya.

Hukum yang dibuat oleh masyarakat Minangkabau sudah mempertimbangkan segala hal untuk yang lebih baik kedepannya. Sama dengan halnya matrilineal Minangkabau, garis keterunan menurut agama Islam juga merupakan suatu hukum yang tak berbentuk namun diakui keberadaannya oleh seluruh masyarakat penganut agama Islam walaupun ada beberapa toleransi yang dianut oleh beberapa suku di dunia. 

Dengan terus berjalannya kedua hukum garis keturunan ini secara beriringan. Maka banyak yang berpendapat bahwa masyarakat di Minangkabau tidak mengikuti syariat Islam padahal mereka menganut agama Islam.

Sebetulnya itu salah, masyrakat Minangkabau sangatlah taat beribadah dan banyak hukum-hukum lainnya berlandaskan ketentuan Islam.  Namun pada bagian garis keturunan, anak yang baru lahir harus mengikuti suku ibunya, bukan mengikuti suku bapaknya. Itu kembali lagi kepada faktor bagaimana orang Minangkabau memandang tinggi harkat dan martabat wanitanya. Bertoleransi dengan hukum patrilineal yang diterapkan oleh agama Islam.

Dalam hal garis keturunan Minangkabau, suatu hukum itu sudah dipikirkan sematang-matangnya oleh pemuka-pemuka adat terdahulunya. Apalagi mengenai garis keturunan menurut ibu. Salah satu pertimbangannya adalah untuk kecintaan dan penghargaan kepada kaum perempuan yang selalu hidup dalam jiwa kaum pria. Hal inilah yang membuat kehidupan perempuan Minang hidup di tengah keunikan dan keistimewaan tersendiri.

Lalu, dari segi materi, perempuan merupakan pemilik harta pusaka. Yakni warisan yang menurut adat Minangkabau diterima dari mamak kepada kemenakan. Maka dari itu perempuan di Minangkabau harus menjaga keutuhan harta pusakanya. Untuk diturunkan lagi kepada keturunan perempuan berikutnya sebagai penerus garis keturunan. Meski begitu, laki-laki juga diberi kewajiban untuk mengembangkan harta pusaka tersebut.

Hubungan sistem Matrilineal Minangkabau adalah atas dasar mufakat masyarakat yang telah lama tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sehari-harinya. Masyarakat Minangkabau bukannya tidak menghargai apa yang telah ketentuan-ketentuan Islam ajarkan.

Namun mencari celah dalam hal positif untuk menempatkan sistem matrilineal merupakan sistem yang terbaik untuk masyarakat Minangkabau karena terkait juga dengan sistem harta warisan. Sistem Matrilineal terbentuk untuk menghargai “Bundo Kanduang”.

Kehadiran seorang perempuan dalam sebuah keluarga menjadi hal yang amat penting karena sebagaimana sudah disebutkan, dalam kekerabatan matrinileal garis kerutunan mengikuti garis keturunan ibu. Jika suatu keturunan tidak ada keturunan perempuan maka bisa dikatakan garis keturunan keluarga tersebut terputus. 

Dengan mewujudkan sistem Matrilineal di Minangkabau, masyarakat mengharapkan hal yang terbaik dalam memandang derajat perempuan.

Seorang perempuan dewasa atau 'ibu' adalah limapeh rumah nan gadang, sumarak dalam nagari. Ibu punya kedudukan sebagai bundo kanduang, sebuah lambang kehormatan dalam kaum dan dalam nagari. Ibu menjadi hiasan dalam kampung yang tercermin dari kepribadiannya yang sopan santun dan baik budi pekerti. Ibu juga dianggap mengerti dengan agama dan mematuhi aturan agama.

Suatu hukum ketentuan mengenai garis ketentuan dapat diterima di tengah masyarakat apabila sesuai dengan pemahaman dan tidak bertentangan. Begitu juga halnya dengan garis keturunan matrilineal yang dipakai oleh Minangkabau. Bundo Kanduang berhak untuk mengolah harta pusaka yang diwariskan turun temurun oleh suku. Sebagai pemilik harta bundo kanduang harus menggunakannya sesuai dengan ketentuan adat. 

*Penulis: Fahmi Fahrozi, S.E., S.Hum.,
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Sastra
Universitas Andalas Padang
2021.

Pengembangan Tema Kearifan Lokal untuk Kegiatan Projek Profil Pancasila Pada Kurikulum Sekolah Penggerak
Selasa, Januari 04, 2022

On Selasa, Januari 04, 2022

Kegiatan Pengembangan Tema Kearifan Lokal Projek Profil Pancasila

SEJAK pandemic Covid 19 melanda mengakibatkan hilangnya kesempatan belajar secara efektif bagi peserta didik di sekolah yang berakibat penurunan penguasaan kompetensi peserta didik. 

Setelah Pandemi Covid mulai mereda untuk menjemput ketertinggalan maka pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka terbatas . 

Mulai awal Oktober 2021 sekolah tatap muka di sekolah  kota Padang sudah diberlakukan karena sudah tercapainya target minimal vaksin Padang. 

System belajar tatap muka di Padang tidak penuh setiap hari dan siswa dibagi per shif. 

Tidak terkecuali bagi siswa SLB pembelajaran tatap muka juga sudah diterapkan hanya saja tidak dibagi pershif.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menggairahkan semangat belajar siswa yang menurun. 

Bagi sekolah penggerak kaadaan masa transisi tersebut bisa di manfaatkan dengan memilih tema yang sesuai  dengan kegiatan dari Projek Profil Pancasila.

Tema kearifan lokal dapat dikembangkan dalam bentuk kunjungan ke museum budaya atau ke tempat  kearifan local lainnya. 

Sasaran profil pembelajaran Pancasila yang dapat dikembangkan yaitu berkebinekaan global, bernalar kritis.

Mata pelajaran yang terintegrasi yaitu IPS,PPKn, Seni Budaya dan Bahasa Indonesia.

Alokasi waktu untuk projek dapat di sejalankan dengan jumlah jam pembelajaran. 

Pada setiap mata pelajaran, durasi waktu dapat dipilih antara dua minggu sampai tiga bulan. 

Bergantung kepada tujuan dan kedalaman dalam mengesplorasi tema.

Jika sekolah memperluas dampak hingga ke lingkungan masyarakat  maka bisa jadi pelaksanaan projek membutuhkan rentang waktu yang lebih lama. 

Begitu juga dalam pelaksanaan antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lainnya boleh  diintegrasikan sesuai dengan kebutuhan. 

Agar pelaksanaannya berjalan lancar maka pemilihan tema   kegiatan sasaran profil Pancasila dan mata pelajaran terintegrasi  serta  harus dilakukan berdasarkan musyawarah semua guru mata pelajaran. 

Begitu juga dengan penetapan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan.

Salah satu sekolah penggerak di kota Padang  adalah SLB Negeri 1 Padang. Sekolah tersebut  sudah mempersiapkan program sedemikian rupa bagi sekolah, guru dan peserta didiknya.  

Sasaran kegiatan dilaksanakan secara bertahap pada kelas, 1, 4, 7 dan 10. 

Berdasarkan  hasil musyawarah guru kelas dan guru mata pelajaran. 

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan  yaitu kegiatan Edukasi Budaya Minangkabau. 

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengembangan dari tema kearifan loka untuk kegiatan Projek Profil Pancasila. 

Kegiatan bertujuan untuk membiasakan siswa mengenal adat istiadat di Minangkabau dalam menggunakan pakaian khas Minangkabau, melestarikan adat dan budaya Minangkabau kemudian diharapkan siswa dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Kegiatan edukasi Budaya Minangkabau yang dipilih berbentuk  kunjungan edukasi  ke Museum Adityawarman.

Secara bertahap kegiatan diperuntukan bagi siswa kelas 1,4,7 dan 10, Guru kelas, Komite  dan kepala sekolah. 

Kunjungan edukasi budaya Minangkabau yang dilakukan bukan kunjungan wisata semata tapi untuk membuka wawasan siswa  dalam menambah ilmu pengetahuan tentang budaya Minangkabau secara nyata.

Kegitan yang dilaksanakan menghidupkan semangat belajar dan mengajar siswa, guru dan orang tua siswa yang dikemas secara terorganisir dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Bentuk kegiatan yang dilaksanakan berupa wawancara dan pengamatan langsung dengan membagikan  lembar kerja kepada masing-masing siswa dibimbing oleh guru kelas siswa.

Tujuan dirumuskan  agar siswa mampu menyebutkan prosedur berkunjung ke Museum Adityawarman. 

Mengetahui macam budaya daerah di Minangkabau dan diharapkan nantinya bisa menerapkan budaya Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah puas berwawancara dan mencatat ragam pakaian daerah di Minangkabau.

Mengenal makanan khas  dan peninggalan berserajarah di daerah Minangkabau kegiatan di refleksi secara bersama. 

Siswa mempersentasikan hasil temuannya secara bergantian masih dilokasi kegiatan. Diselingi dengan acara kesenian dari siswa. 

Semua bersuka ria pembelajaran yang menyenangkan menjadi lekat diingatan dan dihati.  

SLB Negeri 1 Padang sudah berani  mengadakan terobosan  mencoba pembelajaran baru di era baru.

Kegiatan yang meredam learning loss, dan dapat dijadikan  inspirasi bersama.

*Ditulis Oleh: Lifya Guru SLB Negeri 1 Padang

Ayu Utami dan Perempuan Penerus Sastra Masa Kini
Selasa, Januari 04, 2022

On Selasa, Januari 04, 2022

SASTRA menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan hingga saat ini. banyaknya anak-anak muda yang menggemari bacaan novel remaja atau karya fiksi remaja yang beredar di kebanyakan toko buku saat ini membuat bertambahnya sejarah jejak-jejak penulis muda dan berpengaruh saat ini itu ke dalam sejarah kesastraan Indonesia kini. 

Pada era 2000 begitu banyak fenomena menarik yang terjadi pada kondisi para pengarang perempuan. Ayu Utami menerbitkan novel Saman pada 1998. Novel ini mendapat begitu banyak pujian, yang mana novel ini memiliki banyak pelajaran di dalamnya terutama bagi para kaum dewasa dan juga bersifat jujur dalam penulisan dan argumen di dalamnya. 

Terdapat sisi di mana novel ini menyentuh iman daripada pembacanya. Akan tetapi, dalam lahirnya karya tersebut tidak terlepas pula dari berbagai kontroversi. Terlepas dari kontroversi yang terjadi, Korrie Layun Rampan mengatakan lahirnya angkatan 2000 menempatkan Ayu Utami sebagai tokoh muda yang memperbaharui warna dunia kesastraan saat itu. 

Kemenangan Ayu Utami dalam Sayembara Mengarang Roman yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1998, menjadi titik balik bagi para perempuan dan pandangan yang diarahkan kepada mereka.

Perempuan dan sastra menjadi hal yang mencolok dan menarik untuk dikaji, apabila dilihat dari sesuatu yang mereka hasilkan serta keikutsertaannya membangun sebuah persepsi baru tentang esensi mereka di dunia kepenulisan dan sastra. 

Khususnya apa yang terjadi pada era 1998, era di mana para perempuan menjadi pusat perhatian yang mengubah pandangan dunia sastra bahwa tidak hanya laki-laki yang dapat menghasilkan karya sastra yang berkualitas di Indonesia.

Menurut Prakoso: 2009, Ayu utami dengan novelnya Saman dan Larung, merupakan salah satu penulis muda yang identik dengan keberaniannya dalam membahasakan gagasannya secara vulgar. Bersama penulis perempuan lainnya, Ayu utami berani mempertanyakan kemapaman dan membongkar wilayah tabu, misalnya dalam hal seksualitas. Menurut mereka, seks bukanlah milik kaum laki-laki belaka. 

Para perempuan yang tadinya dianggap hanya menjadi penikmat karya belaka, ternyata dapat  menciptakan suatu karya yang luar biasa dan menggemparkan bagi dunia sastra saat itu. 

Pasalnya menilik dari jejak sejarah generasi sastra Indonesia, pengarang di Indonesia didominasi oleh pengarang laki-laki yang terkenal namanya, seperti Y.B. Mangunwijaya, Budi Darma, Sapardi Djoko Damono, Pramudya Ananta Toer, dan lain sebagainya. 

Hal ini tentu menjadi pemantik semangat perempuan lainnya untuk terus berkarya dan menorehkan nama mereka di dalam jejak sejarah kesusastraan di Indonesia. 

Menurut Erowati dan Bahtiar 2011: 86, periode terakhir dalam perkembangan Kesusastran Indonesia modern ini ditandai kemunculan pengarang-pengarang perempuan yang karyanya tidak hanya banyak dipuji dari pengamat sastra tetapi diapresiasi oleh masyarakat dengan banyaknnya buku yang terjual. 

Tema-tema yang mengekplorasi masalah seks bersanding dengan tema-tema Islami yang ditulis pengarang Islam yang  bernaung dibawah Forum Lingkar Pena (FLP) sebuah komunitas penulis yang 
tidak hanya tersebar di kota-kota di Indonesia tetapi memiliki cabang di luar negeri.

Menurut Wiyatmi dalam Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia 2020: 3 Situasi mulai berubah pada tahun 2000-an. Diawali dengan kemunculan Ayu Utami sebagai juara penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta Saman (1998), yang disusul dengan Larung (2003), Bilangan Fu (2008), dan karya-karya lainnya yang menyusul kemudian. Pintu yang dibuka Ayu Utami disambut baik dengan masuknya para penulis perempuan dalam penulisan sastra Indonesia, antara lain Dee (Dewi Lestari), Nova Riyanti Yusuf, Jenar Mahesa Ayu, Eliza V. Handayani, Helinatiens, Abidah El Khalieqy, Ratih Kumala, Dewi Sartika, Oka Rusmini, Fira Basuki, Naning Pranoto, Maya Wulan, sampai Nukila Amal, Okky Madasari, Ni Made Purnama Sari, dan seterusnya. 

Dari nama-nama tersebut ada yang makin kreatif dalam berkarya, tetapi juga ada yang mengalami jeda dengan berbagai penyebab.

Mengutip dari (Wiyatmi, 2020), pada tahun 1996 lalu Korrie Layun Rampan menulis artikel di Kompas (25/2/1996) dengan judul “Wanita Novelis Indonesia” dikemukakan bahwa sampai pertengahan 1990-an hanya ada 45 orang novelis perempuan di Indonesia. Data dari Pamusuk Eneste (Ensiklopedi Sastra Indonesia, 2000) mencatat bahwa sampai tahun 2000, telah terbit 466 judul novel dan 348 sejumlah karya yang terbit di surat kabar dan majalah yang belum sempat dibukukan. Apabila data tersebut ditambah karya tahun 2000 sampai sekarang tentu jumlahnya akan bertambah banyak. 

Eneste juga menunjukkan bahwa karya-karya tersebut ditulis oleh 5.506 pengarang. Data statistik Rampan dan Eneste tersebut menunjukkan sedikitnya kuantitas perempuan yang ikut perkiprah dalam dunia penulisan fiksi di Indonesia yang menunjukkan adanya domonasi patrarkat dalam perkembangan sastra Indonesia.

Melihat perkembangan bagaimana cara para perempuan menulis sejak zaman tersebut, pada zaman Ayu Utami, hingga hari ini begitu pesat perkembangan dan sejarah yang telah dilalui perempuan dalam kiprahnya turut memajukan sastra di Indonesia, juga terdapat perbedaan dalam selera pasar yang digandrungi hari ini. Melihat bagaimana gejolak yang timbul ketika Ayu Utami mulai memunculkan diri ke dalam dunia sastra, banyaknya perempuan yang muncul dengan berbagai macam bentuk tulisan dan genre membawa perubahan dan berbagai macam bentuk tulisan yang dikembangkan penulis perempuan hingga saat ini. 

Dari generasi ini muncul juga penulis-penulis yang khusus menghadirkan tema-tema Islami, misalnya dua bersaudara Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia. 

Karya mereka juga diapresiasi oleh masyarakat dengan banyaknya jumlah buku yang terjual. Ketika Mas Gagah Pergi, kumpulan cerpen perdana Helvy Tiana, pertama terbit pada 1997 dengan oplah 5.000 eksemplar terjual dalam sebulan Erowati dan Bahtiar, 2011: 86. 

Mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern dari hari ke hari, bentuk karya sastra yang dihasilkan juga semakin beragam dan berwarna.

Karya sastra tidak lagi melulu didominasi soal paragraf-paragraf panjang yang menjemukan dan membutuhkan waktu lama untuk membacanya. 

Karya sastra saat ini juga hadir dengan kemasan dan bungkusan baru. Memasuki tahun sekitar tahun 2018, karya sastra yang hadir menghadirkan bentuk karya baru dengan maraknya buku-buku kutipan kata-kata singkat, puisi-puisi modern penggugah hati yang hadir di pasaran besar saat ini dan juga digandrungi oleh para kaum muda hingga menengah hingga saat ini.

Misalnya, buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang ditulis oleh Marchella P, buku Untuk Dibanting, buku Untuk Disayang oleh Rintik Sedu.

Pengarang-pengarang wanita yang hadir sebagai masa pembaharuan dan penerus dari yang terdahulu dengan warna dan citarasa baru dalam sastra. 

Hal ini menjadi bukti bahwa peranan perempuan dalam dunia sastra hingga hari ini masih cukup eksis dan konsisten. 

Saat ini memasuki era di mana novel-novel fiksi remaja cukup diminati oleh kalangan pembaca. Menurut survei yang didapatkan bahwa buku-buku atau novel remaja ini menjadi yang cukup laris di pasaran dan menjadi best seller. 

Beberapa novel tersebut pun telah banyak diangkat menjadi film layar lebar dan dijadikan drama serial televisi saat ini. Begitu banyak karya-karya yang dihasilkan oleh para penulis perempuan dalam hal ini karya-karya yang telah diangkat menjadi film atau karya digital lainnya. 

Tulisan-tulisan yang menyabet gelar penjualan terbaik di toko buku di Indonesia hari ini didominasi oleh novel-novel atau tulisan yang diciptakan oleh para perempuan dan telah memiliki jutaan pengikut di akun sosial media masing-masingnya.

*Penulis Retno Endah Pratiwi, lahir pada 7 Januari 2001 di Kota Jambi. Mahasiswa Magister Pascasarjana Universitas Andalas, Padang. 

Perioderisasi Sastra Thailand
Selasa, Januari 04, 2022

On Selasa, Januari 04, 2022

KARYA sastra sebagai salah satu cabang seni lahir dari tradisi lisan ke tradisi tulisan. Perpindahan dari tradisi lisan ke tradisi tulisan bertujuan agar karya sastra tersebut dapat dibaca oleh generasi berikutnya. Demikian juga yang terjadi dengan karya sastra di negara Thailand. 

Karya sastra pertama Thailand disebutkan di dalam alfabet Thailand dan dimulailah periode pertama sejarah sastra. Pada tahun 1952, menurut Pluang Na Nakhon, periode Sastra Thailand dikategorikan berdasarkan kepada catatan yang ada dalam Prasasti Raja Ram Khamhaeng, sebagai karya sastra Thailand pertama.

Dalam bukunya, ia memuat kutipan dari Goethe sebagai berikut: "Kemunduran sastra menunjukkan kemunduran suatu bangsa".

Karya sastra di negara “gajah putih” ini pada mulanya ditulis dengan menggunakan huruf Khemer, Sansekerta dan Bali. Hal ini karena pada waktu itu aksara Thai belum tercipta. Aksara Thai baru ada semasa kerajaan Sukhothai pada tahun 1257 yang terdapat pada batu prasasti mengenai Raja Ram Khamhaeng.

Prasasti Raja Ram Khamhaeng Aksara Thai

Berdasarkan pendapat Pluang Na Nakhon dalam bukunya History of Thai Literature (1952), periode karya sastra Thai dibagi ke dalam empat periode, yaitu: 

1. Periode Sukhothai (1257-1377)
2. Periode Ayutthaya (1350-1767)
 3. Periode Thonburi (1767-1782)
4.  Periode Rattanakosin (1782-1925)

Pembagian periode karya sastra ini berdasarkan nama ibu kota sebagai pusat kekuasaan kerajaan pada masa itu dan disesuaikan dengan penelitian Antropologi yang telah membagi kekuasaan kerajaan-kerajaan di Thailand. 

Pada periode Sukhothai, karya yang dihasilkan terdapat pada batu-batu prasasti di Wat Mahathat dan Wat Si Chum, menunjukkan karakteristik karya asli sastra Thai yang ditulis dalam bahasa Thai mengenai kemenangan kerajaan Sukhothai terhadap kerajaan Khmer. Pemerintahan Trai Phum karya Phaya Lithai adalah akhir dari era ini. Setiap karya sastra mempunyai tujuan politik untuk memperkuat status kerajaan. 

Selain itu, Pluang Na Nakhon menjelaskan dalam History of Thai Literature (1952) periode Sukhothai mempunyai bukti sejarah yang kurang. Bukti sejarah itu sendiri memainkan peran penting karena menjadi kriteria untuk mendefinisikan sastra Thailand selanjutnya. 

Dari perspektif antropologi, metodologi dalam studi awal memberi arti penting bagi arkeolog. Ilmu yang mempelajari benda-benda sastra seperti manuskrip, yang dapat berupa daun lontar (Bai Laan) atau prasasti batu (Silaa Jaareuk). 

Pada periode Ayutthaya karya sastra yang dihasilkan lebih banyak berbentuk puisi. Dalam periode ini, karya sastra produktif dihasilkan oleh para penyair. Puisi-puisi ini disebut dengan Klong, Ray, Kap, dan Chan yang dapat pada buku Samutkot Khamchan, Jindamanee, Kap Ho Klong, Klong Kamsuan, dan Lilit Phra Lo. 

Selanjutnya pada periode Krung Thon Buri, karya yang dihasilkan lebih banyak mengulang karya sastra sebelumnya dikarenakan banyak yang musnah dibakar pada masa kekuasaan kerajaan Burma. 

Sekalipun hanya 15 tahun, tetapi karya yang dihasilkan sangat mengagumkan seperti Ramakien ditulis oleh Somdej Phrachao Taksin yang Agung dan Inao Khamchan Oleh Chaophraya Phrakhlang.

Periode Rattanakosin merupakan pengulangan dari periode Ayutthaya yang menghasilkan karya  sastra terbaru seperti seni drama dan puisi.

Penulis yang menghasilkan karya sastra bukan saja dari kalangan bangsawan tetapi juga dari kalangan orang biasa yang mendapat kepercayaan dari raja.  

Periode Rattanakosin terbagi kepada dua angkatan yaitu angkatan Rattanakosin awal dan Rattanakosin tengah. 

Karya yang dihasilkan oleh Rattanakosin awal adalah Ramakien, Inao, Samkok, Kap He Chom Khrueang Khao Wan, Khun Chang Khun Phaen, Nirasnarin, Lilittalengpai dan Klong Lokniti. 

Karya  yang dihasilkan oleh Angkatan Rattanakosin tengah adalah seperti Thawathotsamat, Klai Ban, Ngo Pa, Khwam phayabat, Madanabhada, Venit Vanit, Sakuntala, Vetan Tales dan Kamanita.  

*Nadiya Yaseengo (Thailand)
Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Susastra Universitas Andalas, Padang
2021.

Peran  Museum Rumah Mande Rubiah Dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda Minang Sejak Tahun 1980
Minggu, Januari 02, 2022

On Minggu, Januari 02, 2022


MUSEUM adalah lembaga yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Selain berfungsi mengumpulkan dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian dan kesenangan atau hiburan. Museum ini biasanya dikaitkan dengan koleksi barang antik atau seni.

Selain itu, museum biasanya memiliki perpustakaan. Museum berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan. Sejarah berdirinya museum rumah gadang Mande Rubiah tak terlepas dari hijrahnya Bundo Kanduang beserta keluarga dan pengikutnya pada tahun 1520 M.

Mereka pindah dari Pagaruyung ke Lunang. Keberadaan rumah dan penghuninya sengaja disembunyikan selama ratusan tahun. 

Hal itu dilakukan untuk memegang amanah yang mereka terima dan harus dirahasiakan secara turun temurun. Kemudian sekitar tahun 1970-an, mulai tersebar berita terkait keberadaan mereka. 

Saat itu dikabarkan di Lunang masih ada keturunan dari Kerajaan Pagaruyung yang disertai dengan peninggalan-peninggalan kerajaan.

Setelah melalui beberapa pendekatan oleh pemerintah dengan instansi terkait dengan pihak keluarga Mande Rubiah maka pada tanggal 8 – 15 Maret 1980 diresmikan rumah gadang Mande Rubiah sebagai Museum sekaligus dilaksanakan pameran benda-benda sejarah Mande Rubiah. 

Tempat itu kemudian tumbuh dan banyak dikunjungi.  Dari hasil observasi penulis di lapangan, bahwa kondisi museum rumah gadang Mande Rubiah sangat layak untuk dikunjungi serta bangunannya unik berbeda dari museum rumah gadang pada umumnya.

Museum Mande Rubiah atau yang lebih dikenal dengan rumah gadang Mande Rubiah. Museum ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda pusaka peninggalan Bundo Kanduang konon di Lunang berganti nama dengan Mande Rubiah, sumber (museum Mande Rubiah melalui S.K. Bupati Pesisir Selatan nomor 1.08.26/268/BPT-PS/1998, dan di bawah pembinaan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Pesisir Selatan) dan benda-benda peninggalan keturunan atau pewarisnya.

Sejarah berdirinya museum ini tidak terlepas dari sejarah hijrahnya Bundo Kanduang beserta keluarganya serta pengikutnya sekitar tahun 1520 M dari Pagaruyung ke Lunang. 

Ratusan tahun keberadaan rumah dan penghuninya ini sengaja disembunyikan untuk memegang amanah yang mereka terima dan harus dirahasiakan secara turun temurun. 

Barulah sekitar tahun 70an, mulai terbetik berita bahwa di Lunang masih ada keturunan dari Kerajaan Pagaruyung yang disertai dengan peninggalan-peninggalan kerajaan serta terdapat pula makam Bundo Kanduang, Tuanku Puti Bungsu, Cindua Mato dan pengikutnya. 

Rumah gadang Mande Rubiah sekarang menjadi salah satu situs cagar budaya di Minang Kabau. Banyak wisatawan dan pengunjung yang datang ke rumah gadang Mande Rubiah. 

Pada umumnya pengunjung yang datang tidak hanya sekedar melihat atau mengenal rumah gadang Mande Rubiah, tapi juga memanjatkan doa, meminta petunjuk, dan meminta rahmat kepada Mande Rubiah VII. 

Berbicara mengenai koleksi museum rumah gadang Mande Rubiah, terdapat kurang lebih 213 buah yang terdiri dari naskah, uang logam/kerta, senjata tajam, peralatan dapur, alat upacara agama, alat upacara adat, pakai adat, telur burung garuda, senjata api, piring besar porselin, lampu, tongkat dan lain-lain. 

Museum Mandeh Rubiah menempati areal seluas 20.000 m2 dengan luas bangunan 1000 m2 beralamat di Kampung Lubuk Sitepung, Nagari Lunang, Untuk dapat menuju ke Museum Mande Rubiah dapat ditempuh melalui darat, laut, maupun udara dengan jarak tempuh: dari Bandara Internasional Minangkabau ke museum 240 km, dari pelabuhan Teluk Bayur ke museum 230 km  dari terminal bus ke museum 20 km. Museum ini buka setiap hari, namun akan tutup pada hari-hari libur nasional. Untuk masuk ke museum ini, pengunjung tidak akan dipungut biaya alias gratis. Waktu kunjung museum secara khusus setiap Jumat, Minggu dan hari besar Islam.

Pemanfaatan museum Mande Rubiah mencakup tiga fungsi, yakni fungsi pelayanan untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan hiburan   Sampai saat ini museum sudah  dimanfaatkan dengan optimal, terutama jika dikaitkan pada fungsi museum sebagai sebuah media sejarah intelektual dan informasi.

Orientasi bahwa museum hanya sebagai tempat meletakkan benda-benda bersejarah tentu saja perlu diubah. Museum tidak hanya dijadikan sebagai gudang penyimpanan benda bersejarah. 

Kekayaan dan variasi koleksi yang dimiliki museum harus  mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada masyarakat umum terutama masyarakat kolektif tertentu. 

Pemanfaatan museum sebagai media dan sumber belajar perlu terus ditingkatkan. Prosesi adat tersebut sekaligus menyambut hari raya Idul Fitri yang dilangsungkan di rumah gadang Mande Rubiah. Salah satu prosesi adat tersebut adalah manjalang.

Manjalang diartikan dengan mengunjungi Rumah Gadang Mandeh Rubiah dalam rangka silaturahmi (halal bihalal/ bermaaf-maafan) antar seluruh unsur masyarakat, mulai dari unsur adat, alim ulama dan masyarakat dengan Mandeh Rubiah. 

Sebagai ungkapan rasa hormat masyarakat Lunang kepada pewaris rumah gadang yang telah mentradisi dari dahulu hingga sekarang maka dilangsungkan setiap tahunnya upacara Manjalang atau mengunjungi rumah gadang. Tradisi itu sampai saat ini terus dilaksanakan.

*Penulis: Riki Candra, Magister Ilmu Susastra, Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Andalas Padang. 

Segera Sahkan RUU-PKS dan RUU-PPRT
Minggu, Januari 02, 2022

On Minggu, Januari 02, 2022

TAHUN baru akan tidak memberi makna apa-apa jika tidak ada harapan baru. Ada atau tidaknya harapan baru pada penegakkan keadilan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia terutama bagi kelompok rentan dan marjinal/termarjinalkan, jawabannya tertelak pada kesadaran dan kemauan kita untuk mewujudkan harapan-harapan itu.

Untuk mewujudkan harapan baru di tahun baru, ada dua rancangan undang undang (RUU) yang sangat mendesak untuk disahkan. 

Kedua RUU ini sudah lama digagas, disusun, dan disosialisasikan, tapi digantung selama bertahun-tahun di DPR. Kedua RUU itu adalah, pertama RUU-PKS, dan kedua RUU-PPRT. 

Kedua RUU ini sangat erat dengan kepentingan rakyat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan masyarakat terpinggirkan. 

Jika kita betul-betul ingin menjalankan Pancasila, maka mengesahkan dan menjalankan kedua RUU tersebut menjadi syarat yang tak bisa diabaikan.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, tidak akan terwujud tanpa memberikan perlindungan kepada anak-anak, perempuan, dan kaum marjinal yang kerap menjadi korban kekerasan dan ketidakadilan di lingkungan dan tempat mereka bekerja, bahkan di rumah mereka masing-masing. 

Kolega, lingkungan, dan bahkan rumah yang seharusnya menjadi tempat bernaung, bisa menjadi ancaman bagi kelompok rentan untuk menpertahankan hak-hak asasinya.

Maraknya pemberitaan tentang kejahatan seksual, terutama pada perempuan dan anak, serta sering terjadinya perlakuan yang tidak manusiawi terhadap PRT seharusnya bisa menggugah kesadaran para legislator untuk sesegera mungkin mengesahkan RUU-PKS dan RUU-PPRT.

Jika kedua RUU ini disahkan maka perlindungan keamanan dan pemenuhan kesejahteraan anak-anak, perempuan, dan para pekerja rumah tangga akan lebih terjamin. 

Ada norma dan ikatan sosial yang bisa dijadikan sandaran dalam menjaga keharmonisan hubungan antar sesama anak bangsa.  Dan, akan ada sanksi yang tegas bagi siapa pun yang melanggarnya. 

Salam

*Penulis: Abd Rohim Ghazali, Durektur Eksekutif Maarif Institute

Catatan Akhir Tahun 2021: SMSI Menata  Masa Depan, Memperkenalkan Generasi Milenial pada Metaverse
Selasa, Desember 28, 2021

On Selasa, Desember 28, 2021

SERIKAT Media Siber Indonesia (SMSI) tidak mau terjebak pada masa kelam media pers yang dihantam gelombang disrupsi teknologi dan transformasi sosial. Hingga akhir tahun 2021, sebanyak 1.626 perusahaan media pers anggota SMSI terus melangkah maju dan berinovasi. 

Secara mandiri, mereka berjuang di tengah pandemi Covid-19, tanpa mengeluh. Menanti kebijakan dan regulasi pemerintah yang berpihak pada media-media pers yang sebagian rintisan dengan jumlah besar tersebut juga belum tentu tiba. 

“Menyadari hal tersebut, SMSI perkumpulan perusahaan media-media pers rintisan yang tersebar di 34 provinsi se-tanah air, didesain melompat untuk bersama-sama ambil peran di masa yang akan datang, dan diperkirakan tahun 2045 semua akan merasakan hasilnya,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus. 

Sekarang ini buat apa berkeluh kesah dengan situasi yang tidak bisa dihindari. Sebagai bangsa pejuang, kita tidak pantas memanfaatkan kekurangan akibat berbagai situasi menjadi kekuatan seperti peminta-minta. 

Sejarah pahit hanya sebagai catatan momentum yang bermakna penting untuk pijakan menggapai masa depan yang berkilau dan membawa kesejahteraan perusahaan pers siber dan bangsa Indonesia pada umumnya.

SMSI mencoba untuk tetap tegar dan bersemangat untuk terus menyemangati masyarakat dalam meraih kembali kesejahteraan dan bisnis mereka yang melemah akibat pandemi Covid-19. 

Dalam bangsa yang sejahtera terdapat pers yang kuat. Bangsa yang sejahtera memiliki usaha yang tangguh. Usaha yang maju akan berdampak pada bertumbuhnya Pers Indonesia yang sehat. 

Itulah konsep tumbuh bersama-sama yang menjadi cita-cita SMSI. Karena itu merancang  masa depan bersama-sama, merupakan komitmen para anggota SMSI yang berkumpul dalam Rapat Kerja Nasional di Hotel Jayakarta, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat tanggal 7-8 Desember 2021.

“Kami SMSI secara bersama-sama sudah sepakat akan melakukan lompatan-lompatan jauh ke depan untuk kemajuan bersama,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus. 

“Media siber sebagai infrastrutur informasi di era digital, 4.0 harus kuat dan menjadi pemimpin pasar berbasis digital, membangun komunitas baru yang diperkenalkan pada metaverse,” tutur Firdaus lagi.

Lompatan macam apa yang akan dilakukan SMSI yang kini beranggotakan lebih dari 1.626  pemilik perusahaan media siber ini? Sesuai hasil rapat kerja, lompatan akan dilakukan  ke berbagai arah sesuai perkembangan teknologi digital yang semakin sulit diprediksi perkembangnnya. 

Semua  perusahaan pers anggota SMSI diperkuat kemampuan dan kualitasnya. Pendidikan dan pelatihan sebagai upaya peningkatan kompetensi pengusaha pers diintensifkan. Jaringan pengembangan usaha diperluas. 

Pada Rapat Kerja Nasional SMSI di Jakarta 7-8 Desember 2021, SMSI akan melompat jauh ke depan, dengan membentuk Millennials Cyber Media (MCM) di tiap daerah. Dan, di kwartal ahir 2021 SMSI telah menerbitkan aset digital crypto yang kita beri nama CYN (Cyber Network) 

“Kita menerbitkan sebanyak 10 triliun token Crypto. Dan, bekerja dibawah blockchain Tron. Saat ini, token crypto telah beredar di Indonesia, Nigeria dan Kamboja dengan total yang menahan aset digital CYN sebanyak 430 orang,” tutur Firdaus.

Token Crypto akan menjadi sarana pendukung MCM yang terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang nanti menjadi komunitas metaverse masa depan. “Dengan lompatan ini, 2045 Indonesia harus memenangkan persaingan dunia,” ujar Firdaus bersemangat. 

Untuk memperkokoh sumber daya manusia, pada tahun 202I ini juga, SMSI sudah menjalin kerjasama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas  Prof Dr Moestopo (Beragama) Jakarta untuk melayani uji kompetensi para wartawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan pers anggota SMSI. Ini penting guna mendukung profesionalitas wartawan. 

“Kami siap melakukan pendidikan sesuai bidang yang dibutuhkan teman-teman SMSI,” kata Ketua Bidang Pendidikan SMSI Pusat Dr Retno Intani ZA, MSc yang juga dosen di universitas tersebut. 

Dari sisi pengembangan kerjasama luar negeri, Ketua Bidang Luar Negeri SMSI Pusat Aat Surya Safaat juga sudah merintis kerja sama dengan sejumlah duta besar negara sahabat Indonesia, dan sudah berdiskusi tentang isu-isu penting. 

Duta besar yang pernah hadir dalam perbicangan via aplikasi zoom di depan para pengurus SMSI dari seluruh Indonesia, antara lain Duta Besar Palestina untuk Indonesia DR Zuhair Al-Shun pada Selasa sore, 1 Juni 2021, dan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al Thaqafi yang berbincang -bincang , Rabu (30/6/2021).

“Pertemuan dengan para duta besar negara-negara asing untuk Indonesia, serta bekerjasama dengan para pihak di luar negeri, akan ditingkatnya,” tutur Aat Surya Safaat.

Kerjasama global ini penting, terutama ketika SMSI juga tidak menutup kemungkinan membuka perwakilan di luar negeri. 

Di era digital yang meruntuhkan sekat-sekat antar negara, antar benua, banyak warga negara Indonesia yang berada di seluruh benua turut membaca berita produksi perusahaan pers siber anggota SMSI. 

“Melalui mesin pencari google, mereka di luar negeri bisa membaca berita-berita yang disebarkan oleh media anggota SMSI. Google selalu mengutip berita-berita yang diproduksi anggota SMSI,” Ketua Bidang Organisasi SMSI Pusat Cahyonoadi Raharyo Sukoco.

Meskipun SMSI mengurusi kegiatan internal organisasi dan kerjasama di luar, SMSI tidak lupa berkarya dengan hasil yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.  

SMSI pada Februari tahun 2021, telah membangun jalan desa yang diberi nama  Jalan Bakti SMSI dan membangun  sanitasi berupa 16 tempat mandi cuci dan kakus (MCK) yang berlokasi di Kampung Jaha, Kelurahan Pager Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. 

Jalan ini dipersembahkan oleh SMSI dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2021.  Pembangunan jalan terwujud atas partisipasi perusahaan kontraktor PT Dwi Ratna Putra dan warga Jaha yang merelakan tanah mereka untuk pembangunan jalan.

Jalan dan MCK itu diresmikan penggunaanya oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini pada 7 Februari 2021.  “Jalan sepanjang 750 meter dan lebar 2,5 meter serta 16 MCK ini sebagai hadiah dari SMSI untuk masyarakat dalam memperingati Hari Pers Nasional 2021,” kata Ketua Umum SMSI Firdaus dalam sambutan peresmian jalan tersebut.

Kedepan, SMSI bekerjasama dengan banyak pihak untuk mewujudkan rencana bersama. Salah satunya yang sudah siap bekerjasama adalah Bukit Algoritma, pimpinan Budiman Sudjatmiko.

Diharapkan kedepan karya-karya SMSI yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat akan bertambah, dan terus bertambah. Setiap periode kepengurusan SMSI semoga bisa mambangun peninggalan yang bermanfaat untuk masyarakat.

*Ditulis Oleh: Mohammad Nasir, Sekretaris Jenderal SMSI

In Memoriam: Mafri Amir yang Saya Kenal
Senin, Desember 27, 2021

On Senin, Desember 27, 2021

TUBUHNYA pendek. Keningnya agak lebar. Rambut hitam sisir ke belakang. Perokok berat. Sehingga di bibirnya tampak jelas keperokokannya. Kalau ketawa selalu tampak giginya yang putih bersih.

Saya memgenalnya sekitar tahun 1981. Waktu itu saya masih tahun pertama di Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol Padang. Uda Mafri adalah senior tingkat doktoral di Fakultas Syariah yang mempelonco maba (mahasiswa baru). 

Selang beberapa bulan kemudian saya tahu ternyata beliau salah seorang wartawan di "Suara Kampus" IAIN bersama senior Uda Fachrul Rasyid. Saya tertarik jadi wartawan (juga). Maka mulailah saya belajar dari beliau berdua. Mulanya ikut pelatihan jurnalistik di kampus. Kemudian mecoba masuk ke Surat Kabar Singgalang.  Alhamdulillah jadi. Sementara Uda Mafri berkiprah di SKH Semangat. 

Dalam melakoni tugas sebagai wartawan,  saya sering bersama beliau meliput berita di lapangan. Saya dapat tugas ngepos di DPRD Prop.Sumbar,  Ktr Gubernur dan Perguruan Tinggi. Ketika ada pejabat pusat ke daerah, saya sering ditugasi meliput. Demikian juga Uda Mafri,  sehingga kami sering bersama di lapangan.  

Satu hal yang saya kenang dari almarhum, selalu mau berbagi info untuk melengkapi berita yang akan ditulis. Sebagai senior dan sekaligus guru jurnalistik, saya memang banyak belajar ke beliau. Apalagi kalau menulis laporan dari forum seminar dan diskusi ilmiah, beliau sering mengingatkan saya untuk menambah referensi, jangan memadai dari pemikiran yang berkembang di forum itu saja. 

Setelah beliau hijrah dari IAIN IB ke IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, saya sangat jarang bertemu. Kecuali jika beliau ada tugas ke Padang. Uda Mafri selain dosen di Fak.Ushuluddin UIN Syarif, adalah juga salah seorang Staf pada Kantor Sekretariat Wapres bersama mantan Wako Padang H.Syahrul Ujud (semasa Wapres Jusuf Kalla). 

Suatu kali, saya menjadi Imam shalat Jumat di Masjid Raya Ganting, rupanya ada rombongan dari Jakarta yang beliau ajak Jumatan di sana. Selesai shalat kami bertemu, beliau bertanya kenapa imam tidak memimpin doa bersama, padahal kekhususan shalat di MR Ganting adalah doa bersama itu. Saya tidak memberikan jawaban, krn sejak saya ditetapkan sebagai Imam Besar di sana taun 1997, berdoanya sudah sendiri sendiri. 

Sekitar Juni 2018 saya menghubungi beliau untuk minta bantuan mencari tempat tinggal bagi anak saya Ghufron yang akan kuliah di UIN Syarif. "Datanglah ka Jkt,  sobok wak," katanya dari balik gagang telepon. Seminggu kemudian saya ke Jkt dan kami bertemu di rumah beliau di Pamulang, Tangsel. Saat pamit, beliau menitipkan satu seminar kit berlabel Sekretariat Wakil Presiden. "Untuk dibaca baca," ucapnya. Kami janjian untuk bertemu kembali besoknya di kampus UIN, Ciputat.

Pada pertemuan hari kedua ini saya diajak keliling kampus dan mengantarkan saya ke sebuah rumah yang akan ditempati Ghufron. Rumah itu adalah milik seorang perantau asal Solok, yang kemudian menjadi tempat penampungan sementara mahasiswa baru asal Minang. "Silahkan Ghufron tinggal di sini sampai dapat tempat kos," katanya. 

Sudah lama kami tak bertemu, malah ketika beliau mengundang untuk acara syukuran menaiki rumah barunya di kompek PWI, Kuranji, saya tak sempat hadir karena sedang ada tugas ke luar kota. Tadi pagi dapat kabar duka dari grup WA PWI Sport bahwa Uda Mafri telah berpulang ke Rahmatullah. Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun. Kami sekeluarga turut berdukacita yang dalam semoga Uda Mafri meninggal dalam keadaan husnul khatimah, diampuni segala dosa, diterima segala amal baik, diberikan kalapangan kubur dan diberi tempat terbaik oleh Allah SWT di syorgaNYA. Aamiin

*Penulis: Wardas Tanjung, mantan Birokrat, Ninik Mamak, Ulama dan Wartawan Senjor di Kota Padang.

Permukiman Kumuh Sebagai Masalah Pembangunan Kota
Senin, Desember 27, 2021

On Senin, Desember 27, 2021

PEMUKIMAN kumuh pada suatu wilayah terutama pada sebuah kota masih menjadi masalah yang harus menjadi prioritas yang harus ditangani sebab akan menjadi pemicu masalah dari pembangunan kota itu sendiri.

Penyebab dari pemukiman kumuh disebabkan karena adanya pengaruh pertambahan penduduk terutama kepadatan penduduknya sebagai akibat urbanisasi dimana berdasarkan kementrian PPN/Bappenas mengatakan bahwa penduduk yang tinggal diperkotaan diproyeksikan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 70 persen pada tahun 2045 dan dikatakan bahwa penduduk di Indonesia sudah mencapai 50 lebih yang tinggal diperkotaan. Hal inilah yang memicu pemukiman kumuh sering dan banyak dijumpai didaerah perkotaan. 

Beberapa indikator permasalahan pemukiman kumuh seperti permasalahan rumah, jalan dan permasalahan lingkungan berupa air minum, sanitasi, sampah, limbah dll. 

Prevelensi pemukiman kumuh biasanya terjadi di dalam perkotaan. Permukiman kumuh merupakan suatu produk pertumbuhan penduduk kemiskinan dan kurangnya pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan dan menyediakan pelayanan kota yang memadai sehingga akan menyebabkan suatu masalah terutama perihal pemukiman kumuh ini. 

Kota yang menawarkan peluang yang lebih besar dalam hal lapangan pekerjaan, pusat pelayanan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, perbankan, rekreasi, perdagangan dan bisnis menjadi faktor yang mendongkrak tingginya tingkat urbanisasi ke kota dan menimbulkan tingginya pertumbuhan penduduk kota.

Hal tersebut tidak berbanding lurus dengan kesiapan pemerintah terhadap arus penduduk tersebut. Seperti misalnya penyediaan lahan permukiman yang memadai, kemampuan penyediaan perumahan di kota yang sangat terbatas dan hanya menyentuh golongan menengah ke atas, menyebabkan golongan berpendapatan rendah mencari jalan keluar sendiri dengan membangun permukiman informal yang memiliki kesan kumuh.

Masyarakat yang berpendapatan rendah menjadi pemicu dari pemukiman kumuh karena tidak dapat dipungkiri bahwa mereka membutuhkan tempat tinggal untuk kehidupan mereka. 

Namun disatu sisi mereka tidak mampu untuk memperoleh biaya untuk pengembangan dan pemeliharaan rumah dan lingkungan pemukiman yang layak huni sehingga akan memicu pemukiman yang tidak bersih dan kumuh. 

Bahkan tidak jarang warga yang tinggal dengan kategori pemukiman kumah dikucilkan dan diabaikan sehingga mereka tidak mendapatkan sarana dan prasarana yang layak seperti air bersih, listrik dan sanitasi lingkungan.

Menurut catatan UN-Habitat dalam Global Report on Human Settlements, permukiman kumuh ada karena migrasi dari desa ke kota, pertumbuhan secara alami dan kombinasi dari perkembangan secara alamiah atau pindah musiman. 

Selain itu tumbuhnya permukiman kumuh karena mismatch supply demand pembangunan rumah dengan kebutuhan perumahan teutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Harga rumah, pendapatan masyarakat dan harga substitusi merupakan unsur yang menentukan permintaan perumahan. 

Meningkatnya jumlah penduduk di pusat kota menyebabkan kebutuhan akan permukiman yang layak huni cukup tinggi. 

Khususnya bagi masyarakat urban yang pekerjaannya terkonsentrasi di sector perdagangan dan jasa di pusat kota. 

Masyarakat urban dari golongan ekonomi menengah ke bawah tidak mampu membeli dikarenakan tingginya permintaan perumahan layak huni melebihi ketersediaan pasokan menyebabkan pemukiman informal dan di bawah standar banyak bermunculan karena mudah didapat dengan biaya terjangkau dengan jumlah yang tidak terbatas, sehingga masyarakat khususnya dengan pendapatan rendah memilih untuk tinggal di permukiman tersebut. 

Permukiman informal tersebut dibangun tanpa memperhatikan kualitas bahan dan jarak antar rumah. Bahkan dibangun di sebagian badan jalan, pinggir rel, pinggir kali dan taman kota.

Lalu bagaimana dampak yang ditimbulkan akibat pemukiman kumuh ini? Apakah menghambat pembangunan suatu kota? 

Tentu saja iya, karena Salah satu dampak dari pemukiman kumuh adalah derajat kualitas masyarakat miskin tetap rendah, akan menyebabkan kebakaran, meningkatkatnya kriminalitas, tidak teraturnya tata guna tanah dan lingkungan yang semakin parah.ditambah lagi bahwa pemukiman kumuh akan menghambat pembangunan kota dimana suatu pembangunan erat kaitannya dengan kesejahteraan penduduk. 

Jika pemukiman kumuh dibiarkan saja maka juga akan berdampak terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Disamping itu pemukiman kumuh dapat menyebabkan berbagai gangguan penyakit dan mengancam kesehatan. 

Kemudian bagaimana upaya yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi pemukiman kumuh ini?

Upaya untuk menangani pemukiman kumuh dalam rangka pengelolaan kota yang baik, tidak bisa dijalankan secara eksklusif yang arti kata tidak bisa dijalankan hanya dengan pihak-pihak terkait saja namun juga dapat dijalankan secara inklusif dengan mengikut sertakan masyarakat perihal pengendalian pemukiman kumuh yang tujuannya agar pembangunan kota dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa diskriminasi karena tempat tinggal atau pemukiman merupakan kebutuhan dasar bagi semua orang. 

Salah satunya upaya yang dilakukan pemerintah adalah Pemerintah mencanangkan Gerakan Nasional Penataan Lingkungan Kumuh (Genta Kumuh) pada tahun 2001 sebagai bentuk kepedulian Indonesia dalam mengambil aksi yang dideklarasikan Bank Dunia dan UNCHS tentang program aksi “Cities Without Slums Initiative” pada tahun 1999. Selain itu Direktorat Jendral Cipta Karya Cipta Kementerian Pekerjaan Umum yang berperan dalam menangani pemukiman kumuh melakukan penataan lingkungan maupun penyediaan rumah layak huni dan berkelanjutan.

*Ditulis Oleh: Utri Safri Yetmi, Mahasiswa Doktor Ekonomi Unand.

3 Langkah Mudah Mendapatkan Pekerjaan Impian!
Minggu, Desember 26, 2021

On Minggu, Desember 26, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Memiliki pekerjaan impian yang sesuai dengan hal yang dikuasai dan minati adalah impian setiap orang. Anda dapat melakukan  Pekerjaan lebih produktif dan nyaman, Untuk mendapatkan pekerjaan impian memerlukan trik trik khusus. 

Simak Strategi Jitu Mendapatkan Pekerjaan Impian dengan Mudah Berikut ini!

1. Temukan Alasan Kenapa Anda Harus Bekerja Keras 

Bekerja Keraslah Karena Setiap Kita Berhak Sukses !

Banyak faktor yang Menjadi alasan agar kita harus menjadi seseorang yang tangguh dan pekerja keras, Impianmu akan lebih mudah diwujudkan Jika kamu tidak pernah berhenti, tidak pernah menyerah dan terus berupaya untuk berusaha semaksimal mungkin, Berikut ada 7 alasan kenapa kamu harus bekerja keras;

Bekerja Menjadi Salah Satu Jalan Menuju Surga

Jika diniatkan sebagai ibadah, bekerja akan jadi pahala, kamu dapat menjaga diri dari hal-hal yang akan menimbulkan dosa, baik itu tentang memilih tempat bekerja, cara bekerja dan Hal lainnya pastinya kamu akan berhati-hati dalam bekerja. 

Jaga Keharmonisan ! Penuhi Kebutuhan Hidup

Pada dasarnya bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik itu kebutuhan hari ini maupun yang akan datang, Jika belum berumah tangga persiapkanlah diri, jadilah pekerja keras, salah faktor penentu keharmonisan rumah tangga adalah ekonomi keluarga.

Relasi Adalah Investasi Jangka Panjang

Memiliki hubungan yang baik dengan banyak orang, akan memberikan dampak yang baik bagi kehidupan kita hari ini dan dimasa mendatang, menjaga relasi akan memudahkan jalan dalam setiap pekerjaan , perbanyaklah kenalan, dan jaga hubungan dengan baik karena itu merupakan investasi jangka panjang.

Gapai Masa Depan Lebih Baik

Habiskan masa muda, demi masa depan lebih baik, begitulah kira-kira ungkapan yang cocok untuk bagi yang sedang berjuang. Tidak usah bimbang, lelah hari ini akan terbayarkan dengan senyum di masa depan nanti.

Kamu Juga Perlu Dihormati !

Mereka yang sukses adalah mereka yang bekerja keras, mereka dihormati atas pencapaian kesuksesan keras mereka, memang tidak mudah tapi bukan berarti tidak mungkin, percayalah kamu juga akan mendapatkanya, bekerja keraslah agar kamu dihormati.

Bahagiakan Orang-Orang Tercinta

Melihat orang orang yang dicintai mendapatkan kebahagiaan karena kerja keras, sungguh itu adalah yang membahagiakan upaya kerja kerasmu, keringatmu akan terbayarkan dengan senyuman mereka.

Habiskan Jatah Gagal ! Cari Pengalaman Sebanyak-Banyaknya

Gagal setelah mencoba itu biasa, setiap kita punya jatah gagal, dan setiap kegagalan yang kita alami akan menjadi pengalaman dan bahan bakar bagi kita, untuk menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan tahan banting.

2. Pelajari Skill Apa Saja Yang Dibutuhkan Di Hari Ini Dan Masa Depan

Era Pandemi membuat  Transisi Akan kebutuhan dunia Menjadi lebih cepat, Membuat Sebagian besar orang harus beradaptasi dengan kondisi  Untuk bertahan, Begitu juga di dalam dunia kerja, Untuk bisa menyesuaikan kebutuhan akan dunia kerja, Maka dibutuhkan skill Yang sesuai dengan keadaan hari ini dan kebutuhan masa depan, Jika kamu ingin memenangkan kompetisi Hari ini ada beberapa skill yang harus kamu ketahui.

Berpikir Kritis

Perusahaan membutuhkan seseorang yang mampu berpikir objektif dan kritis Dalam memandang suatu problem, untuk membangkitkan kondisi perusahaan yang tempat goyah pada saat pandemi melanda.

Kemampuan Beradaptasi

Hari ini karyawan dituntut untuk fleksibel dalam bekerja, dan mampu beradaptasi dengan dunia teknologi, contohnya dapat kita lihat beberapa perusahaan menerapkan meeting via online, Dan menyelesaikan suatu pekerjaan hanya dalam satu buah platform digital

Kreativitas Dan Kemampuan Berinovasi

Sampai kapanpun dunia kerja pasti akan selalu membutuhkan orang-orang yang punya kreativitas dan mampu berinovasi, baik itu dalam sebuah sistem ataupun sebuah produk, apalagi di kondisi setelah pandemi ini. 

Data Analyst 

Data memiliki peran penting bagi sebuah perusahaan, karena dengan data Perusahaan dapat mengukur langkah dan membuat peramalan,  Dan yang terpenting perusahaan dapat Lebih berhati-hati untuk mengambil kebijakan bisnis di kondisi ekonomi yang sepenuhnya belum pulih.

Artificial Intelligence 

Kemampuan untuk menciptakan sebuah kecerdasan buatan dapat membuat kinerja sebuah perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien dan keterampilan ini ini sangat dibutuhkan pada hari ini maupun masa depan. 

Digital Marketing

Skill Digital marketing ataupun social media marketing akan sangat dibutuhkan, karena untuk membangun kembali sebuah brand membutuhkan biaya yang tidak kecil dan salah satu tools yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan dengan biaya yang irit tentunya dengan memanfaatkan internet.

Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional merupakan faktor penyumbang terbesar bagi kesuksesan seseorang dalam berorganisasi atau bekerja di dalam sebuah perusahaan. 

3. Gunakan Template CV Yang Kreatif

Apa yang dilihat perusahaan dari CV anda ? Anda perlu tahu apa yang harus di isi dalam CV Anda untuk menyampaikan Apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Bayangkan ketika anda menjadi HRD yang harus memilah-milah begitu banyak  CV! Tidakkah Anda pikir Anda akan bosan setelah melihat banyaknya CV pelamar ?

Itulah sebabnya mengapa template  kreatif  dirancang agar enak dipandang, Dan membuat mad CV Anda menonjol dari CV lainnya.

Tema kreatif memberikan informasi tingkat tinggi,  serta memunculkan kepribadian anda yang bersinar .

Setiap CV kreatif  menawarkan perpaduan sempurna antara kepribadian, profesionalisme, dan sentuhan gaya yang unik. Bedakan CV Anda dari yang lain dengan menggunakan template kreatif pilihan.

Template CV kreatif dapat membantu Anda membangun dokumen yang menunjukkan kreativitas Anda sambil tetap mempertahankan profesionalisme yang perlu Anda anggap serius untuk melewati “tahapan tes”.

CV anda harus didasarkan pada beberapa pertimbangan. Tanyakan pada diri Anda hal-hal berikut:

Apa Tujuan karir saya ?

Bagaimana cara terbaik untuk mengekspresikan bakat saya? 

Bagaimana cara menghasilkan CV yang menarik perhatian dan sesuai dengan karir?

Tunjukkan kepribadian Anda.

Warna, font, dan elemen desain apa yang harus saya gunakan ?

Bagaimana Buat CV yang disukai oleh perusahaan ?

Bagaimana Memaksimalkan penggunaan kata kunci yang relevan ?

Bagaimana menyusun CV untuk fokus pada atribut profesional terbaik Anda.

Bagaimana membuat Personal branding yang berkesan ?

Bagaimana mengemas banyak informasi tanpa membebani pembaca ?

Kami merekomendasikan untuk menggunakan template CVkreatif dari MrJobb untuk anda, karena memiliki banyak keunggulan diantaranya ;

Harga Produk Super Hemat ! Banyak Gratisnya !

File ukuran a4
100++ Template CV Kreatif
Format word, doc, pdf
100% Garansi Uang Kembali Jika Produk Tidak Sesuai
+ Video Tutorial Langkah- langkah Edit CV
Bonus 100++ Email Hrd Perusahaan Terbaik Di Indonesia
Gratis Dokumen Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris
Beli Sekali, Bisa Dipakai Berkali-Kali
Harga Termurah, Paling Super Hemat Di Indonesia
Miliki Template Kreatif agar kamu lebih mudah mendapatkan pekerjaan impian

*Penulis: Hafid Rahmat, Pengusaha asal Batu Sangkar yang Kini Beedomisili di Padang.

Catatan Mohammad Nasir: Gerakan Global Media Siber
Sabtu, Desember 18, 2021

On Sabtu, Desember 18, 2021

ORGANISASI perusahaan pers terbesar di Tanah Air, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) lahir ketika media pers sedang dilanda disrupsi teknologi dan transformasi sosial. 

Dengan kelenturan beradaptasi dengan teknologi baru dan transformasi sosial, para anggota SMSI kini tampil menjadi pemilik media siber. 

Dengan menggunakan media pers siber rintisan masing-masing, didukung dengan media Siberindo.co yang menjadi news room bersama warga SMSI, serta jaringan media Cyber Network (CYN), ditambah lagi pembentukan Millennials Cyber Media (MCM) di tiap daerah yang telah diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional SMSI di Jakarta 7-8 Desember 2021, SMSI secara bersama-sama akan melompat jauh ke depan. 

Untuk mewujudkan capaian-capaian yang menjadi harapan, SMSI bekerjasama dengan banyak pihak, antara lain Bukit Algoritma pimpinan Budiman Sudjatmiko. Lompatan jauh ke depan tidak mungkin terwujud tanpa bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkompeten. 

Sinergitas antar internal SMSI—  para anggota, dan pengurus— dan antar lembaga-lembaga eksternal di luar SMSI sudah menjadi komitmen dan agenda bersama yang  telah ditetapkan oleh Ketua Umum SMSI Firdaus.  

“Kita harus tahu tentang ecosistem perusahaan pers siber. SMSI adalah Indonesia mini. Merangkul semua yang bersedia diajak bekerja sama untuk kebaikan dan kemajuan bersama, kemajuan Indonesia,” kata Firdaus di depan anggotanya mengakhiri rapat kerja nasional SMSI di Jakarta tanggal 7-  8 Desember 2021.

Hingga Desember 2021, jumlah perusahaan media siber yang tergabung dalam SMSI sedikitnya 1.350 perusahaan. 

Para pengusaha pers siber di seluruh Tanah Air itulah yang menggelindingkan roda SMSI di seluruh daerah, termasuk Kota Tangerang. SMSI menjadi tempat berkumpul, berbincang-bincang mengembangkan perusahaan pers secara sehat. 

SMSI dibentuk dengan tujuan mulia, yakni turut andil memajukan Indonesia dan bangsanya yang demokratis, dan pluralistik, melalui pembangunan perusahaan pers siber sebagai infrastruktur penyebaran informasi.

Infrastruktur informasi yang dibangun oleh SMSI sangat dibutuhkan oleh negara, pemerintah, dan bangsa serta seluruh komponennya.  

Mengapa dibutuhkan? Sangat dibutuhkan karena semua perusahaan pers SMSI menyebarkan informasi penting dari berbagai arah lewat berita-berita yang diproduksinya secara bertanggung jawab. 

Informasi pembangunan dari pemerintah disebarluaskan kepada masyarakat, sementara kegiatan positif serta kritik membangun dari berbagai lapisan masyarakat atau komponen bangsa juga diberitakan untuk dibaca semua kalangan, termasuk pemerintah.

Kita sementara ini tidak bisa mengandalkan informasi dari media sosial yang sering menjadi penyebar berita bohong atau hoax, entah itu disengaja atau tidak. Media sosial tidak mempunyai metode jurnalistik dalam menghimpun dan menyebarkan informasi, sehingga sangat mudah menyerap kabar yang belum di-verifikasi kebenarannya. 

Di sini kehadiran SMSI menjadi sangat penting karena memperkokoh jembatan informasi publik yang benar. Untuk itu, jumlah keanggotaan dan kepengurusan SMSI yang sudah tersebar hingga 34 provinsi, sedang diperluas  hingga tingkat kabupaten dan kota.

SMSI didirikan tahun 2017,  dibidani oleh Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari bersama Sekretaris Jenderal PWI Pusat Mirza Zulhadi, serta Ketua PWI Provinsi Banten yang saat itu dijabat oleh Firdaus yang kemudian menjadi Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat.

Selanjutnya Firdaus terpilih menjadi Ketua Umum SMSI (periode 2019- 2024) untuk yang pertama hasil kongres, pada 20 Desember 2019 di ruang rapat PWI Pusat di Gedung Dewan Pers, Lantai 4 Jalan Kebon No 32- 34, Jakarta Pusat. 

Tidak lama kemudian setelah SMSI berkembang dengan baik, Dewan Pers mensyahkan SMSI menjadi konstituennya. SMSI disyahkan menjadi kontituen Dewan Pers, bersamaan waktunya dengan pengesahan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) yang juga menjadi konstituen, melalui rapat pleno Dewan Pers, Sabtu (23/5/2020).

SMSI menyusul organisasi perusahaan pers yang sudah lama menjadi konstituen Dewan Pers terlebih dulu, sehingga jumlahnya menjadi 10 organisasi pers. 

Ke-10 organisasi pers itu adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI),  Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Sekarang SMSI memiliki tanggung jawab mengembangkan organisasi, mengkoordinasikan seluruh anggotanya untuk meningkatkan bisnis perusahaan, menjaga kualitas produk pers, serta mentaati hukum pers dan mewajibkan para wartawannya menaati kode etik jurnalistik.

Mengadaptasi Zaman

Pergerakan insan pers dalam mendadaptasi teknologi di zaman baru, dilakukan semua insan pers di seluruh dunia, termasuk SMSI. 

Masyarakat dunia tahap demi tahap meninggalkan media konvensional seperti surat kabar cetak, majalah, dan radio. Masyarakat beralih ke media berbasis online yang sangat mudah diakses lewat internet, lewat gadget.

Dalam situasi bisnis perusahaan pers konvensional yang melemah, sebagian wartawan dipotong gaji mereka, ada yang kemudian dirumahkan, dan bahkan diberhentikan secara permanen. 

Keadaan krisis media konvensional seperti itu terjadi di Indonesia dan hampir seluruh belahan dunia. Para wartawan profesional yang menjadi korban disrupsi teknologi dan perubahan sosial, lalu membanting setir beradaptasi dengan zaman baru era digital ini. 

Mereka merintis mendirikan perusahaan pers online atau yang disebut perusahaan rintisan (startup). “Mahasiswa-mahasiswa kami menemukan banyak startup (perusahaan pers siber- Red.) di seluruh dunia— mulai dari Uganda ke Colombia, dari Kuba ke Nepal, dari Canada ke Italy, dari Australia ke Amerika Serikat— Kami membutuhkan dana bantuan lebih banyak,” demikian kutipan dari buku Beyond Journalism (2020), ditulis dua dosen peneliti jurnalisme dan studi media, Mark Deuze (Universitas Amsterdam) dan Tamara Witschge (Universitas Groningen).

Bantuan dana yang dimaksud Tamara berasal dari Universitas Groningen tempat ia mengajar. Bantuan antara lain berupa dana, pendidikan dan beasiswa, serta pemikiran/arahan riset internasional tentang jurnalisme dan media. 

Kedua peneliti itu pergi ke pusat kota Nieuwsatelier di Amsterdam, keduanya masuk ke lantai dasar gedung tua yang kosong. Di gedung tua tidak berpenghuni itu ada lima startup perusahaan media siber yang berbeda, dan sebuah asosiasi jaringan kerja wartawan independen. 

Kami melihat hampir sama dengan perusahaan pers kawan-kawan di kota Tangerang yang menempati gedung tua Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, di Jalan Daan Mogot yang tidak digunakan lagi, di satu lantai atas pojok depan. Di gedung tua yang tidak diurus ini juga digunakan oleh sejumlah perusahaan pers siber. 

Banyak wartawan di daerah lain turut beradaptasi dengan dunia baru, merintis menjadi pengusaha media online. Diharapkan perusahaan media siber tidak hanya berhenti pada adaptasi, melainkan turut berinovasi di tengah zaman digital, era 4.0. 

*Catatan Mohammad Nasir merupakan Sekretaris Jenderal SMSI. Catatan ini disampaikan dalam Diskusi Jurnalistik “Bangun Sinergitas Insan Pers” dan Pengukuhan Pengurus SMSI Kota Tangerang periode 2021- 2024 di Pakons Prime Hotel, Tangerang, 17 Desember 2021