Opini

PARLEMEN

Sports

Opini

Mangaji Ya Akrama Sebuah Tradisi Upacara Peringatan Kematian Jenazah di Padang Pariaman
Senin, Maret 01, 2021

On Senin, Maret 01, 2021

Mangaji Ya Akrama Sebuah Tradisi Upacara Peringatan Kematian Jenazah di Padang Pariaman
PADANG Pariaman merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Barat. Ibukota dari Kabupaten Padang Pariaman sendiri sekarang adalah Parit Malintang, dahulu Ibukota dari Kabupaten ini adalah Kota Pariaman sekarang namun mekar pada tahun 2004. Padang Pariaman adalah sebuah kabupaten di provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Dilansir dari Langgam Id tentang profil Padang Pariaman, Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.328,79 km² dan Penduduk kabupaten ini berjumlah 413.272 jiwa (2018), terdiri dari 203.602 laki-laki dan 209.670 perempuan. Serta, 93.903 rumah tangga. . Kabupaten ini bermotto "Saiyo Sakato".Kabupaten ini terletak pada koordinat 0.19’15”-0.48’59” Lintang Selatan dan 99.57’43”-100.27’94″ Bujur Timur. Kabupaten ini terdiri dari 17 Kecamatan.


Padang Pariaman juga memiliki tradisi-tradisi unik yang berkembang dalam masyarakat hingga sekarang. Salah satu tradisi yang masih eksis yaitu mangaji Ya Akrama, mangaji ini tentu berkaitan dengan upacara kematian, jadi mangaji ini adalah mangaji yang dilaksanakan ketika salah seorang warga masyarakat meninggal maka diadakan pengajian. Mangaji Ya akrama terdiri atas bacaan-bacaan Al Qur'an, Tahlil, Salawat nabi, Asmaul husna dan Doa-doa yang ditujukan kepada jenazah. Mangaji Ya Akrama tidak satu hari saja melainkan duo hari, manigo hari, manujuah hari, manduo kali tujuah, ma ampek puluah sampai terakhir maratuih hari. Mangaji Ya Akrama ini merupakan sebuah upacara peringatan kematian yang diiriingi dengan doa, dan tidak lupa juga Tabie dan Tirai sebagai lambang dari adat Minangkabau.


Sejarah mangaji Ya Akrama


Penulis karena berada di Pondok Pesantren tentu menanyakan sejarah bagaimana mangaji Ya Akrama  ini bisa diterima ditengah masyarakat kepada  pimpinan Pondok Pesantren Penulis bernaung n. Semua orang tahu bahwa Padang Pariaman merupakan asal muasal perkembangan Islam di Minangkabau tentu yang membawa pertama kali adalah Syekh Burhanudin dengan kepiawaiannya menyebarkan agama Islam dan ajaran Islam ini di akulturasikan dengan kebiasaan masyarakat. Dahulu nya masyarakat Padang Pariaman setelah meninggal ada sebuah nyanyian seperti di bawah ini:


Cubadak ditanah taban

 Simantuang di Tanjuang Mutuih

Tampek bapijak nan alah taban

Tampek bagantuang nan alah putuih

Baa ka den ko lai?

Baa ka den ko lai?


Itu adalah sebuah nyanyian lagu sebelum masyarakat mengenal Islam, Setelah mengenal Islam yang dibawa oleh Syekh Burhanudin maka nyanyian ini tetap ada tapi diubah liriknya dengan ayat-ayat Al Qur'an seperti dibawah ini


Tarayalai latuk salafat lanal mukzim zatil alulamin

Yauzuzaman waiza kumu akufuzu liwannadami

Nuan min nuan nusa hidahum walaufitariki zulumain

Lailahailallah hula ilahailallah

Lailahailallah hula ilahailallah

Lailahailallah hula ilahailallah


Sama seperti lagi diatas nada dan cara menyanyikannya tapi Syekh Burhanudin dengan piawai memasukan ayat Al Qur'an tetapi boleh dinyanyikan seperti lagu diatas. Itu adalah jenis akulturasi antara islam dengan budaya Minangkabau sebelum mengenal islam.


Labai


Tentu kita bertanya siapa yang melakukan kajian,? jawaban nya tentu Labai, Labai sendiri adalah orang yang bisa membacakan ayat-ayat Ya Akrama, Labai sendiri adalah orang yang diangkat oleh kaum/suku yang disepekati bersama. Tentu syarat menjadi seorang Labai tidak mudah ada tahapan-tahapan tertentu untuk menjadi seorang Labai, yang pertama tentu pandai membaca ayat Ya Akrama, kedua yaitu sikap/tingkah laku yang saulah, ketiga berada di usia yang sudah matang. 


Tentu menjadi seorang Labai tidaklah mudah, tentu beban berat yang dipikul akan membawa kita ke arah mana kepemimpinan seorang Labai karena Labai sendiri adalah orang yang ditingikan seranting dan didahulukan selangkah ketika ada prosesi pengajian Ya Akrama. Labai ini memimpin orang yang berada di bawahnya, tentu kita bertanya siapa orang tersebut? Jawabannya adalah Urang Siak, Urang Siak disini dalam artian Urang Siak yang bisa melafalkan ayat-ayat Ya Akrama. Biasanya Urang Siak ini terdiri dari anak muda yang sudah baligh dan berakal. Darimana dia belajar? Anak muda ini belajar bersama Labai karena Labai ini tau dia butuh pewaris untuk melanjutkan tradisi agar tidak punah. Anak-anak ini disetiap kampung selalu ada misalnya Saja di tempat penulis selalu ada anak-anak yang ingin belajar Ya Akrama untuk melanjutkan tonggak tradisi agar tidak punah.


Pelaksanaan tradisi


Selanjutnya yaitu bagaimana pelaksanaan dari tradisi ini? Tradisi tentu dilaksanakan pada setiap orang yang sudah meninggal, Labai beserta Urang Siak datang kerumah si jenazah pada saat si jenazah sudah dikuburkan maka Labai ini akan mengimbau Tuanku untuk dijadikan orang yang bisa membawakan tahlil, tentu Tuanku yang berwenang menahlilkan si jenazah dan Labai mengikutinya. Tahlil ini membaca Kalimat Lailhalilallah secara berulang dengan batu dan basabah( alat yang digunakan untuk tahlil).


Setelah Tahlil selesai baru Labai membacakan ayat Al Qur’an. Sebelum dibacakan ayat Al Qur'an, diadakan makan bajamba bersama keluarga. Setelah itu baru mulai membacakan ayat Al Quran yang dinyanyikan sesuai dengan nyanyian yang iramnya sesuai dengan nyanyian diatas. Setelah selesai Labai sendiri menunggu tuan rumah memberikan sedekah kepada Labai dan Urang siak, sedekah ini tidak ditetapkan tarifnya tetapi ala kadarnya dari tuan rumah beserta Lamang sebeagai simbol makanan budaya yang diberikan kepada Labai dan Urang Siak. Lamang ini sebagai bingkisan yang dikasih ke Labai setelah selesai membacakan Ya Akrama.


Begitu pelaksanaan tradisi memperingati upacara kematian di Padang Pariaman. Harapan dari penulis kedepan supaya tradisi ini masih bisa dilaksanakan secara turun temurun, serta anak muda di kampung mau belajar Ya Akrama seperti saat ini. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi penulis berharap sangat tradisi ini tentunya tidak punah melainkan masih ada hingga nanti kelak anak cucu kita menikmatinya. Upacara kematian tentu di setiap daerah berbeda pelaksanaan dan tata caranya tapi tujuan tetap satu kita harus menghargai perbedaan menurut keyakinan masing-masing dan tidak memecah belah mengatakan ini itu . Pahami dulu apa itu, bermaknakah itu bagi masyarakat, apakah mau masyarakat menghilangkan sebuah tradisi. 


*Penulis adalah Abdul Jamil Al Rasyid  mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 berdomisili di Padang Pariaman Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas  Patamuan Tandikek

Menghitung Hari Sudirman 51
Kamis, Februari 18, 2021

On Kamis, Februari 18, 2021

DALAM idiom militer dikenal istilah tour of duty and tour of area. Kira-kira artinya adalah peralihan tugas dan peralihan tempat bertugas. Dalam kaba (cerita Minang yang didendangkan) sering pula diungkapkan : kaba baraliah hanyo lai, sungguah baraliah sinan juo. Jadi pada hakekatnya yang beralih hanya tempat, sedangkan yang tidak berubah adalah tugas itu sendiri. 

Menjadi Kepala Daerah sesungguhnya adalah tugas atau duty. Prinsip-prinsip yang berlaku untuk Kepala Daerah tidak berubah, yakni tiga hal. Pertama menjadi administratur pemerintahan, kedua menjadi administratur pembangunan dan ketiga menjadi administratur kemasyarakatan. Satu kepala daerah dengan kepala daerah yang lain, yang membedakannya tentu style atau gaya kepemimpinan.

Menurut saya, style lebih banyak karena bawaan atau bakat seseorang. Sehingga sulit membuat seorang pemimpin harus keluar dari jati dirinya yang asli. Misalnya, Ustad Mahyeldi pada dasarnya tidak seorang yang palapau, duduk berlama-lama di lapau untuk berbagi informasi dengan publik, maka tidak bisa pula beliau diminta meng hajan-hajan agar ke lapau untuk ngobrol. Kalau itu beliau lakukan, percayalah, hanya akan menjadi icak-icak saja. Jangan-jangan malah diangggap sebagai pencitraan belaka.

Jadi menurut saya tiap pemimpin atau Kepala Daerah memiliki style nya masing-masing. Mungkin saja style buya Mahyeldi disuka oleh staf dan publik lantaran sudah menyesuaikan, tetapi belum tentu pula style itu diteruskan oleh penerus nya. Sebaliknya, ketika melanjutkan tugas pendahulu nya yang memiliki style tertentu – dan disuka oleh staf atau publik—belum tentu buya bisa seperti itu. 

Begitu juga dengan Kepala Daerah yang lain, masing-masing punya style sendiri. Maka ketika terjadi tour of duty and tour of area tentu mau tak mau akan ada yang berubah. Ada kebiasaan-kebiasaan sebelumnya ternyata tidak terjadi di masa kini. Itu lumrah, karena seperti saya katakan tadi tiap pemimpin memiliki style sendiri. 

Apa yang bisa disamakan? 

Yang bisa disamakan adalah tujuan. Tujuan luhur membangun negeri menjadi lebih baik, makmur dan sejahtera. Jika tujuannya sama, maka tiap pemimpin akan berusaha mencapainya dengan sekuat daya dan upaya. 

Kembali ke soal tour of duty and tour of area tadi. Tugas yang diemban Buya Mahyeldi pada prinsipnya seperti tugas Kepala Daerah di Kota Padang juga. Hanya saja area nya yang berubah. Dari hanya lingkup Kota Padang menjadi lingkup Provinsi Sumatera Barat. Dari Aie Pacah Kecamatan Koto Tangah, alih kantor ke Jl Sudirman di pusat kota. 

Berat ringannya bagaimana? 

Harus diakui, bahwa ini adalah tugas yang jauh lebih berat. Cakupannya menjadi luas, rentang kendali (spend of control) nya menjadi lebih lebar. Keberagaman masyarakat yang mesti dilayani bersama semua jajaran Pemprov Sumbar tentu jauh lebih majemuk dari pada di Kota Padang. 
Itu juga sekaligus membentangkan tantangan dan kesukaran yang berbeda-beda. Maka tiada lain, yang diperlukan adalah kerja sama dan sama-sama bekerja menjadi kata sama dan sama-sama bekerja kunci sukses atau tidaknya seorang Gubernur menjalankan amanah masyarakat ini.

Sebagai administratur pemerintahan serta perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah (verlengstuk) tentu saja Guernur dan Wakil Gubernur memerlukan dukungan dan bantuan serta kerjasama dari semua aparatur. Bagaimana kita bersama-sama menjadi pelayan masyarakat (civil servant) memajukan daerah ini bersama-sama sesuai bidang tugas kebirokrasian pemerintah provinsi. Dukungan besar dan tak mungkin tidak yang dibutuhkan Gubernur bersama Wakil Gubernur adalah dukungan politis dari DPRD. 

Begitu juga dukungan lembaga yudikatif untuk terciptanya daerah yang taat hukum. Hal yang sama juga tidak kalah penting untuk memintakan dukungan penuh para jajaran TNI/Polri. Cukup? 

Belum! 

Ada 19 Kabupaten/Kota, memiliki 12 Bupati, 12 Wakil Bupati, 12 DPRD Kabupaten, 7 Walikota, 7 Wakil Walikota dan 7 DPRD Kota. Ke-19 nya adalah para pemilik wilayah dan pemilik penduduk Sebab secara geografis, Kabupaten/Kota lah yang memiliki wilayah dan penduduk. Dukungan Kabupaten/Kota sangat penting bagi terlaksanakanya fungsi administrator pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakat Gubernur. 

Pada tugas dan fungsi sebagai administratur pembangunan, Gubernur memerlukan dukungan dari dunia usaha, perbankan, para teknokrat, dan masyarakat. Bagaimana pembangunan dibuat bersamasama, direncanakan bersama-sama, dikerjakan bersama-sama dan diawasi bersama-sama. Omong kosong pembangunan bisa dilaksanakan kalau masyarakat tidak mau berpartisipasi, misalnya soal pembebasan lahan untuk pembangunan. Itu hanya bisa terujud kalau terdapat kesamaan pandangan dalam membuat perencanaan pembangunannya.

Sedangkan pada tugas dan fungsi sebagai administratur kemasyarakatan, maka pada bagian ini peran sentral para informal leader, tokoh masyarakat, ormas, orsos, ninik mamak, ulama, cerdik pandai, bundo kanduang, pemuda sangat penting.

Masing-masing akan memainkan peranannya untuk pembangunan daerah. Maka yang diperlukan adalah bagaimana membuat tiap unsur berkontribusi bagi kebaikan daerah. Saya kira Buya Mahyeldi akan lebih sering bertemu berdiskusi tentang peran masing-masing pemangku kepentingan. 

Yang tidak kalah penting adalah kekhasan Sumatera Barat yang memiliki apa yang dikenal sebagai ‘wilayah rantau’. Para perantau Minang selama ini sangat dikenal memiliki peranan besar dalam pembangunan di kampung halaman. Maka dukungan seperti itu tetap harus ada dan kita harap semakin besar. Saya kira buya Mahyeldi bersama Wakil Gubernur akan menyediakan waktu untuk senantiasa berkomunikasi dengan para perantau Minang dimanapun berada.

Apakah Gubernur dan Wakil Gubernur cukup mendapat dukungan seperti itu saja? 

Pernah buya mengatakan kepada saya: “Jangan biarkan kita berjalan sendiri dan melangkah ke arah yang keliru! Karena itu kita perlu sempritan dari pers”. Beliau berharap para wartawan teruslah menjalankan idealisme. Teruslah mengkritik jika perlu dikritik dan kabarkanlah kebaikan jika itu memang baik. Sepanjang pengetahuan saya, buya Mahyeldi tidak alergi dengan kritik, sepanjang 10 tahun ini di lingkungan Pemko Padang tiap hari banyak kritik pers. Tapi semua menjadi catatan saja untuk dijadikan bahan memperbaiki apa yang dikritik itu tanpa harus dilakukan bantah membantah dengan keras kecuali kalau memang tudingannya keliru. 

Perjalanan panjang dan cukup berliku, Buya Mahyeldi dari Aie Pacah ke Jl Sudirman 51 rasanya cukup berarti untuk dijadikan bekal pengetahuan mengayuh biduk yang lebih besar ini. Pengalaman bersama-sama dengan staf Pemko Padang tentu akan menjadi pengalaman berharga untuk diujikan pada medan yang lebih besar dan lebih luas yakni Pemprov Sumatera Barat.

Oleh: Amrizal Rengganis, Pengurus PWI Sumatera Barat dan Mantan Ketua FKAN Pauh IX Kecamatan Kuranji Kota Padang.

Anies Jangan Nyapres Deh
Kamis, Februari 18, 2021

On Kamis, Februari 18, 2021

ADU siasat, adu strategi, itulah pergulatan dalam politik dan itu sah untuk menggapai tujuan. Tentu saja yang beradu siasat, adu strategi adalah partai politik, apalagi menjelang Pilpres 2024. 

Siasat membusukkan lawan adalah bagian dari strategi menyingkirkan lawan, sebelum berkompetisi di medan yang sesungguhnya. Memainkan kartu membusukkan lawan adalah strategi paling mudah dilakukan parpol terhadap lawan politiknya.

Musibah yang menyengat Mantan Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara, bagi sebagaian orang adalah bencana. Namun, boleh jadi, bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah berkah. 

Lantaran PDIP dapat menyodorkan nama pengganti Juliari, yakni Ir Tri Rismaharini MT yang akrab dengan sebutan Tri Risma. Presiden Jokowi pun memposisikan Risma sebagai Mensos terhitung mulai 23 Desember 2020.

Risma pun memainkan siasat pembusukan, wanita yang pernah menjabat sebagai Walikota Surabaya dua periode ini langsung tancap gas. Risma mendapati gelandangan di Jln. MH Thamrin, Jakarta. 

Boleh jadi, maksudnya ingin menampar Gubernur DKI Jakarta, “Ini lho gelandangan tidak terurus,” mungkin begitu maksudnya, saat Risma blusukan di Jl. Jendral Sudirman dan Jln. MH Thamrin.

Sayang, Risma lupa bahwa dirinya di DKI Jakarta bukan siapa-siapa, beda dengan Surabaya. Apalagi, jaringan media yang dibangun Risma tak memiliki daya magnit yang mampu menghipnotis semua orang.

Kalau boleh dibilang ‘gangguan’ yang dimainkan, justru berbalik arah dan berkesan membusukan namanya. Dan ini dicatat oleh masyarakat ibukota, itu bisa membekas nantinya jika Risma maju sebagai kandidat calon gubernur setempat. Boleh jadi, siasat ini hanya hasil improvisasi Tim Risma, bukan arahan dari pihak lain.

Menutup Layar

Bagi setiap parpol untuk  memenangi pilkada di DKI adalah hal mutlak untuk diperjuangkan. Hanya saja, parpol harus mampu mengukur bajunya sendiri, artinya parpol harus memiliki jumlah kursi yang memenuhi syarat untuk mengajukan calon. Itu pun belum cukup, mesti ada jago yang moncer. Jago yang bukan hasil dari karbitan, apalagi jago yang berasal dari opera sabun. Dan untuk memilih jago yang moncer bukan perkara mudah.

Tidak semua orang mampu berbuat seperti Presiden Jokowi, dia beda dengan siapapun. Bahkan, Gibran Rakaming Raka, putra Jokowi, belum tentu akan moncer karier politiknya.

Sekarang Gibran terpilih sebagai Wali Kota Solo periode 2020-2025. Ketika dia akan melangkah ke pencalonan Gubernur DKI (2024), langkahnya itu belum tentu mulus. Masih banyak hal yang mesti dipersiapkan, banyak langkah yang mesti dijalankan. 

Tak semudah orang perkirakan, kendati Jokowi masih menjabat sebagai presiden sekalipun. Langkah Gibran tak semulus seperti di Pilkada Solo.

Mengapa Anies yang mesti dibusukkan? Jawaban yang sederhana, karena Anies adalah salah satu figur yang potensial maju sebagai kandidat presiden mendatang. Itu dengan kalkulasi pilkada berjalan seperti siklus lima tahunan, pilkada akan digelar 2022, untuk  DKI Jakarta.

Anies Baswedan dapat maju sebagai kandidat gubernur sebagai patahana dan berpeluang besar terpilih kembali. Jika skenarionya seperti itu, maka layar Anies akan semakin mengembang untuk mengarungi pilpres 2024. Tentu saja, hal itu tak diinginkan oleh lawan politik Anies. Lawan politik-Ahoker, PDI Perjuangan dan pihak istana, tak menginginkan layar Anies mengembang sekecil apapun.

Maka, pilihannya bagi yang berseberangan dengan Anies harus menutup layar itu sedini mungkin. Sedangkan yang memiliki kekuatan untuk menutup layar itu adaalh PDI Perjuangan dan pihak istana. Mengapa demikian, PDI Perjuangan memiliki instrument di Fraksi PDI Perjuangan di DPR-RI. Sementara istaan memiliki instrument yang tak terbilang jumlahnya.

Jangan lupa bahwa PDI Perjuangan memiliki catatan sejarah, di pilkada 2017 silam jagoannya Ahok-Djarot tumbang oleh Anies – Sandi. Meski itu kompetisi, tetap saja merupakan catatan sejarah kelam bagi PDI Perjuangan, lantaran, saaat itu, peluang partai berlambang moncong putih ini besar sekali. Rupanya, jalan ceritanya berbeda dengan keinginan PDI Perjuangan.

Bagaimana dengan istana? Hampir setali tiga uang dengan PDI Perjuangan, kecewa dengan kekalahan Ahok-Djarot. Boleh jadi, bagi istana Ahok adalah sohib Presiden Jokowi saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sohib bukan sembarang sohib, Jokowi sampai ‘mengasuh’ Ahok hingga sekarang. Buktinya, memposisikan Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

Maka, tidak mengherankan jika PDI Perjuangan dan pihak istana menjadikan Anies musuh bersama. Tidak heran pula, dengan instrument yang dimiliki oleh PDI Perjuangan dan pihak istana, mereka menginginkan layar Anies harus ditutup. Panggung Anies harus selesai.

Dengan kalkulasi seperti itu sulit rasanya angin akan berbalik arah. Dan layar Anies Baswedan akan tertutup untuk berlayar di Pilpres 2024. Hanya tangan-tangan yang tak kasad mata yang akan mampu memberi ruang bagi Anies.

*Penulis: Reko Suroko, Wartawan Senior, Tinggal di Solo

Meski Diganjal, Anies Tetap Berpeluang Jadi Presiden
Rabu, Februari 10, 2021

On Rabu, Februari 10, 2021

Meski Diganjal, Anies Tetap Berpeluang Jadi Presiden
SEPANJANG tidak terbuka jalan kriminalisasi, maka Anies Baswedan Gubernur DKI sulit untuk dibendung menjadi Presiden Republik Indonesia 2024-2029. Elektabilitas dan popularitas yang cukup tinggi hingga kini belum mampu ada yang menandingi.


Meskipun belum terpastikan partai politik pengusungnya, akan tetapi kendaraan itu akan mudah untuk didapat. Gula selalu didatangi semut.


Saat ini rezim status quo sedang berupaya mengganjal laju Anies. Konspirasi dilakukan masif baik melalui bully buzzer, opini yang melemahkan, bahkan melalui peraturan perundang-undangan. Akting "blusukan" Mensos Risma juga bagian dari upaya tersebut.


Namun Anies Baswedan tetap bergerak dengan prestasi dan penghargaan yang dinilai obyektif. Serangan dilayani dengan sikap tenang dan modal pengalaman yang matang.


Terakhir rencana revisi RUU Pilkada serentak untuk dilaksanakan tahun 2022. Namun dimentahkan oleh "buldozer" Jokowi yang mengarahkan Pilkada tetap tahun 2024 bersamaan dengan Pileg dan Pilpres.


Partai koalisi pendukung segera mengamini. Artinya berubah sikap dari semangat awal mayoritas yang menghendaki revisi UU kecuali PDIP.


Dengan Pilkada tahun 2024 maka Anies harus menyerahkan jabatan Gubernur kepada Plt Gubernur pada tahun 2022. Maksud konspiratifnya adalah Anies Baswedan dalam kompetisi Pilpres 2024 tidak lagi berstatus sebagai Gubernur DKI dan ini dianggap kelemahan dari Anies kelak.


Benarkah? Belum tentu benar. Bisa jadi ini merupakan keuntungan politik baginya. Jika Pilkada dilakukan pada tahun 2022 meskipun Anies berpeluang memenangkan kompetisi untuk menjadi Gubernur lagi, akan tetapi biaya ekonomi dan politiknya sangat besar untuk mampu fit kembali bertarung di Pilpres 2024.


Justru dengan konsentrasi penuh bagi Pilpres 2024, maka persiapan akan lebih baik. "Kampanye" lebih dini dapat berjalan, dukungan pun mulai digalang.


Jadi agenda "memotong" akan berubah menjadi "menolong". Anies Baswedan tetap menjadi kandidat terkuat. Kesempatan besar untuk melakukan pilihan partai. Pilpres 2024 menjadi momen untuk mengukuhkannya sebagai Kepala Negara.


Upaya mengganjal Anies adalah pengakuan betapa sulit untuk mengalahkannya bila sudah memasuki fase kompetisi.


Ada yang menarik dari pandangan mantan Waketum Partai Gerindra Arief Poyouno yang menyatakan bahwa satu-satunya orang yang dapat mengalahkan Anies Baswedan di Pilkada DKI adalah Gibran Rakabuming Raka. Jika Pilkada dilaksanakan tahun 2022.


Tentunya setelah menjadi Gubernur Gibran seperti ayahnya maju lagi untuk Pilpres 2024.


Entah serius atau main-main Mas Arief ini berpandangan seperti itu. Sulit ditebak, sama sulitnya dengan melihat status Gibran kompetitor lawan Anies ini sebagai Walikota Solo atau pengusaha Martabak?


Yang jelas Gibran harus banyak belajar politik dulu sebelum mimpi terlalu jauh. Matang di pohon yang bukan karbitan, tidak menjadi mainan taipan, atau bermodal sekedar anak dari seorang Presiden.


Istana bukan panggung drama atau tempat bergaya para pemain sandiwara lalu penonton pun terpaksa tertawa hanya karena rasa kasihan. 


Ditulis Oleh: M. Rizal Fadillah, Pemerhati politik dan kebangsaan.

Menanggapi " Hasil Sensus Penduduk 2020", Modal Penting Untuk Indonesia Maju
Senin, Februari 01, 2021

On Senin, Februari 01, 2021

Menanggapi " Hasil Sensus Penduduk 2020", Modal Penting Untuk Indonesia Maju
IMPIAN Indonesia Maju sudah menjadi bagian visi dari pemerintah Indonesia. Terlebih, sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, memberi nama susunan kabinet mereka yaitu "Kabinet Indonesia Maju". Niat ini juga diterjemahkan melalui cara untuk menggapai Indonesia Maju, sewaktu pidato presiden di Sentul Internasional Convention Center pada 14 Juli 2019 lalu diantaranya : pembangunan infrastruktur dilanjutkan, prioritas pembangunan SDM sejak dalam kandungan, permudah investasi untuk lapangan kerja, dan reformasi birokrasi. Visi Indonesia Maju presiden sesungguhnya menyimpan pesan, bahwa kualitas sumberdaya manusia penduduk Indonesia harus terus ditingkatkan. 


Berbicara mengenai penduduk, adalah sebuah hal seksi untuk dibahas serta didiskusikan. Secara sosiologis, penduduk diartikan sebagai kumpulan individu-individu yang menempati wilayah maupun ruang lingkup tertentu. Pada era modern kekinian saat ini, pembangunan yang diapresiasi sejumlah kalangan adalah pembangunan yang diorientasikan untuk kepentingan penduduk. Orang-orang biasa menyebutnya sebagai pembangunan berwawasan kependudukan. 


Prijono Tjiptoherijanto melalui laman www.bappenas.go.id menggambarkan, secara sederhana pembangunan berwawasan kependudukan mengandung dua makna sekaligus yakni, pertama, makna pembangunan berwawasan kependudukan adalah pembangunan yang diorientasikan sesuai dengan potensi dan kondisi penduduk yang ada. Penduduk mesti dijadikan titik sentral dalam proses pembangunan. Penduduk harus dijadikan subyek dan obyek dalam setiap kegiatan pembangunan. Dengan kata lain, pembangunan yang dilakukan adalah oleh penduduk dan untuk penduduk. 


Makna kedua dari pembangunan berwawasan kependudukan adalah pembangunan sumberdaya manusia. Pada dimensi ini, pembangunan yang dilakukan lebih menekankan pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia dibandingkan dengan pembangunan infastruktur semata. Hal ini bertujuan, agar pembangunan yang dilakukan pemerintah tepat sasaran, maka telah ditunjuk instansi yang independen dalam mengolah sekaligus menyajikan data kependudukan yang diperoleh melalui kegiatan sensus penduduk.


Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengeluarkan rilis data Hasil Sensus Penduduk (SP 2020) pada 21 Januari 2021 lalu. Sensus penduduk merupakan keseluruhan dari proses pencatatan total data demografis dari suatu negara, untuk seluruh penduduk dalam satu periode waktu tertentu. Sensus penduduk sejak Indonesia merdeka sudah tujuh kali dilaksanakan, mulai tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, 2010, dan 2020. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sensus penduduk di Indonesia, SP 2020 menggunakan metode kombinasi yaitu dengan memanfaatkan data 

Administrasi Kependudukan (Adminduk) dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai data dasar pelaksanaan SP 2020. 


Secara khusus, tujuan SP 2020 yaitu menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia. Berdasarkan data hasil SP 2020, menginformasikan bahwa jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 270,20 juta jiwa. Penduduk usia produktif (15-64 tahun) berjumlah 70,72 persen, dengan artian Indonesia sudah dalam masa bonus demografi. Kalau dilihat dari persebaran penduduk, Pulau Jawa masih memegang rekor penduduk terpadat dengan 151, 59 juta atau 56, 10 %.


Selanjutnya persebaran kepadatan penduduk diikuti Pulau Sumatera dengan kepadatan penduduk sebanyak 21,68%, Sulawesi dengan 7, 36%, Kalimantan dengan 6,15%, Papua dengan 3,17%. Kalau dlihat dari jumlah penduduk lansia (diatas 64 tahun), saat ini sudah mencapai 9,78% atau 26, 406 juta jiwa. Menyikapi hasil SP 2020 diatas, beberapa hal yang mesti diperhatikan pemerintah pusat hingga daerah saat ini, guna mewujudkan Indonesia Maju, seperti :


Pertama, Semua program yang berorientasikan pembangunan sumberdaya manusia harus giat ditingkatkan. 


Bagaimana tidak, berdasarkan hasil SP 2020 diatas, Indonesia kita sudah memasuki era bonus demografi. United Nation Development Programme (UNDP) menginformasikan bahwa, tahun 2020 Indonesia menduduki peringkat ke 107 dari 189 negara, dengan IPM pada posisi 71,94 . Sedangkan dikawasan Asean, Indonesia diposisi 5 dibawah Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand. Indikator penilaian UNDP ini dengan mempertimbangkan sektor usia harapan hidup Indonesia yang mencapai 71,7 tahun, harapan lama sekolah yang mencapai 13,6 tahun. 


Dalam sektor ekonomi, tahun 2020 pengeluaran per kapita masyarakat RI berada di Rp 11 juta, sedangkan di tahun lalu mencapai Rp 11,29 juta. Resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19 menyebabkan pendapatan masyarakat Indonesia mengalami penurunan. Khusus Sumatera Barat, posisi IPM - nya berada diperingkat 9 secara nasional dengan 72,38. Peringkat kita lebih baik dari Jawa Barat diperingkat 10 dengan 72,09 dan Aceh diperingkat 11 dengan 71,99. Posisi 1 secara nasional masi dipegang DKI Jakarta dengan 80,77, diikuti Provinsi DIY Yogyakarta dengan 79,97 dan peringkat 3 oleh Provinsi Kalimantan Timur dengan 76,24.


Bedasarkan informasi diatas, setidaknya sudah bisa dipetakan, secara kualitas sumberdaya manusia, Indonesia masih berada pada posisi yang belum terlalu membanggakan untuk bisa bersaing. Untuk itu, pemerintah perlu membuat regulasi agar mempermudah semua rakyat bisa menikmati pendidikan tinggi, pelayanan kesehatan yang murah dan mudah serta mempermudah izin usaha bagi anak negeri. Pemerintah perlu fokus dalam upaya meningkatkan sumberdaya manusia, mulai dari sisi hulu, yaitu bagaimana menjadi calon orang tua yang berkualitas. Program pendewasaan usia perkawinan, laki-laki disarankan menikah diatas 25 tahun, perempuan diatas 21 tahun, dan mengecam semua tindakan pernikahan dibawah umur yang akan menciptakan potensi keluarga yang rentan nantinya. Rentan melahirkan anak stunting, rentan terhadap kekerasan dalam keluarga, rentan terhadap perceraian dan rentan terhadap kemiskinan.


Sesungguhnya sejak lama Program Keluarga Berencana dari BKKBN telah hadir bukan melulu soal KB dan pengaturan jumlah anak semata. Program keluarga berencana saat ini telah didesain untuk kalangan millenial. Mengedepankan nilai 8 fungsi keluarga (agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan). Program KB dengan tagline "Berencana Itu Keren", dinilai cocok dengan para generasi muda dalam membantu merencanakan setiap fase kehidupan. Paham dengan merencanakan pendidikan, pekerjaan, pernikahan dan paham dengan pola asuh menjadi orang tua hebat, dinilai mampu membantu pemerintah mewujudkan Indonesia Hebat dan Indonesia Maju.


Kedua, program penyiapan menjadi lansia sehat dan mandiri hendaknya harus lebih diperhatikan. Saat ini jumlah lansia telah naik menjadi 9,78% atau 26, 406 juta jiwa atau meningkat dari posisi 7,59% pada SP 2010 lalu. Seperti yang dituliskan dalam Buku Bunga Rampai Sosiologi Keluarga dalam (Sudiro,1982), ketika seseorang memasuki era usia lanjut, diiringi anak-anak mereka telah membentuk keluarga sendiri, maka sesungguhnya secara kodrat lepaslah tanggung jawab pada mereka dan lansia pun kembali bebas merdeka seperti yang dirasakan saat mula pernikahannya. Kewajiban mengasuh, membiayai, sekaligus mendidik anak-anak tidak lagi dilakukan. 


Ibarat dua sisi mata uang, pada saat kondisi demikian, maka sesungguhnya lansia telah berada pada kondisi kemunduran fisik biologis dan psikologis, serta anak-anak yang hidup tidak bersama mereka lagi. Sehingga ada kemungkinan lansia dihadapkan pada perasaan takut yang mencekam disebabkan : tidak cantik / ganteng lagi, berkurangnya fungsi telinga dan mata, tidak dapat bergerak cepat lagi, cepat merasa lelah, rambut menipis dan putih, mudah kena penyakit, kecepatan berpikir berkurang serta menurut psikiater merupakan karikatur dari sifatnya sewaktu anak-anak. 


Menjadi lansia adalah sebuah kepastian. Seorang akan lebih dibormati dimasa tuanya bila sewaktu muda, dan memegang jabatan, sedang berkuasa bisa bersikap baik, dan ramah kepada semua orang. Lingkungan pasti lebih senang dengan sosok lansia yang demikian. Pada suatu sisi, ketika lansia telah kehilangan pekerjaan, menderita post power syndrome (minimnya kepercayaan diri akibat hilangnya kekuasaan maupun jabatan), maka saat itulah perlahan mulai berkurangnya peranan dalam keluarga dan masyarakat. Pergantian hari membuat lansia lupa usianya terus bertambah, namun sering tidak sadar bahwa lansia telah memasuki kehidupan dengan daya tahan fisik dan fungsinya menurun. Untuk itu, rasanya pemerintah perlu membuat regulasi agar para lansia tidak terlantar dan bisa sehat serta mandiri. Gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menelantarkan para lansia, merumuskan perda peduli lansia, menyediakan kegiatan rutin seperti senam lansia, olahraga lansia serta acara keagamaan.


Ketiga, melakukan pembangunan secara merata, agar mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan daerah perkotaan lainnya. Program transmigrasi tampaknya masih perlu dilanjutkan. Pulau Jawa memiliki luas lebih kurang hanya 7 persen dari total luas Indonesia. Artinya, dengan populasi penduduk yang sudah sangat padat, pemerintah pusat rasanya sudah perlu memikirkan pemerataan pembangunan didaerah-daerah, agar penumpukan penduduk tidak lagi terjadi di Pulau Jawa. Hal ini juga untuk mendukung program nawacita pemerintah, membangun Indonesia dari pinggiran.


SP 2020 telah usai dilaksanakan. Tentunya, dari hasil data yang dirilis oleh BPS mengenai SP 2020, bisa segera menjadi acuan dan rekomendasi bagi pemerintah pusat maupun daerah, dalam mengembangkan potensi daerahnya. Hal yang diharapkan adalah, sesuai visi pemerintah, pembangunan sumberdaya manusia bisa sejalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur yang tetap ramah lingkungan, semoga.


Penulis: Filka Khairu Pratama, S.Sos, ASN Perwakilan BKKBN Sumatera Barat.

Tips Menjadi Keluarga Sehat Era Kehidupan Baru
Selasa, Januari 26, 2021

On Selasa, Januari 26, 2021

Tips Menjadi Keluarga Sehat Era Kehidupan Baru
SEHAT adalah modal penting kehidupan. Apabila kita sehat, setidaknya masih bisa membuat kita tersenyum. Untuk bisa sehat, seorang harusnya menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat bisa diterapkan dengan memakan makanan yang bergizi. Jadi, makanan bergizi merupakan asupan penting yang harus diperoleh tubuh agar terhindar dari kekurangan gizi maupun penyakit.


Hal ini rupanya disadari betul oleh Presiden Jokowi, yang menganggap pembangunan SDM nasional dimulai dari kondisi masyarakatnya yang sehat, tidak kekurangan gizi atau stunting, menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan balita dan kesehatan anak sekolah. Pernyataan ini disampaikan presiden pada Pidato Visi Indonesia di Sentul, Bogor pada 14 Juli 2019 lalu.


Sejalan dengan hal diatas, dalam rangka menciptakan kondisi masyarakat yang sehat, terus dilakukan upaya menyadarkan masyarakat tentang pentingnya makanan bergizi bagi tubuh. Maka, setiap tahunnya pada 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi dan Makanan Nasional. Pada tahun 2021 ini, peringatan Hari Gizi dan Makanan Nasional diperingati yang ke- 61. Melalui peringatan ini diharapkan sebagai upaya mengajak setiap masyarakat untuk peduli terhadap asupan gizi. Terlebih saat ini, tubuh memerlukan kadar gizi guna menangkal setiap virus yang datang dari lingkungan maupun dalam tubuh.


Tidak hanya sekedar memperingati semata, terdapat makna yang sangat penting juga sekaligus makna mendalam. Kita sebagai masyarakat Indonesia akan selalu diingatkan betapa pentingnya kebutuhan gizi bagi kesehatan serta kecerdasan, dalam menunjang pertumbuhan tubuh dan jiwa. Sebagaimana diketahui, gizi merupakan kumpulan zat penting yang ada dalam makanan, seperti vitamin, protein, mineral, lemak, karbohidrat, maupun air. Zat-zat tersebut sangat diperlukan oleh kita semua, terutama balita dan anak karena mereka mengalami proses pertumbuhan maupun perkembangan.


Terkait pertumbuhan dan perkembangan anak, memperhatikan gizi yang ada dalam makanan hendaknya sudah dilakukan ketika mempersiapkan generasi berikutnya untuk lahir. Hal ini bertujuan agar generasi yang dilahirkan nantinya menjadi berkualitas, dan terhindar dari yang namanya stunting. Stunting merupakan kondisi cacat, yang disebabkan oleh kekurangan gizi saat hamil, sehingga berakibat gagal tumbuh kembang pada tubuh maupun otak anak. Apabila anak terkena stunting, maka tubuhnya akan cenderung tumbuh lebih pendek dari anak normal. Penyakit stunting juga menyebabkan keterlambatan cara berpikir pada anak. Stunting disisi lain juga mengakibatkan kemampuan otak yang rendah, gangguan belajar, menurunkan IQ, mudah lupa, menurunkan kemampuan bersosialisasi, serta banyak kerugian lainnya yang dialami si anak. 


Dalam menghindari stunting, diperlukan perhatian khusus terkait gizi janin hingga si anak lahir berumur dua tahun. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Safwan, SKM, M.Kes, telah menyampaikan materi Penanggulangan Stunting, Melalui Intervensi Spesifik pada Monitoring Evaluasi Promosi Pola Pengasuhan Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), di Kabupaten Pasaman, 24 Agustus 2020 lalu. Beliau menyampaikan, penyebab stunting atau gizi buruk sesungguhnya berawal dari : Pertama, rendahnya pemahaman terhadap makanan yang bergizi. Kedua, pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktek pemberian makanan pada bayi dan anak. Ketiga, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan.


Dalam kerangka penanganan stunting, dilakukan intervensi gizi spesifik, yang berkontribusi sebanyak 30 persen upaya penanganan stunting. Intervensi ini ditujukan kepada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Kegiatan ini dilakukan oleh dinas kesehatan dengan semua upaya yang bersifat jangka pendek. Hal ini dapat dicontohkan dengan pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu, pemberian air susu ibu (ASI) sampai anak berumur dua tahun, pemberian vitamin A, imunisasi dasar lengkap, pemberian obat cacingan, dan masig banyak lagi upaya dari intervensi gizi spesifik. Selanjutnya, intervensi gizi sensitif yang dilakukan dengan upaya diluar sektor kesehatan, ditujukan untuk masyarakat umum yang sifatnya jangka panjang. 


Contohnya, BKKBN dengan upaya progra pendewasaan usia perkawinan, program kb dan bina keluarga balita. Dinas pertanian dengan upaya menciptakan ketahanan pangan. Dinas sosial dengan upaya pemberian bantuan pangan, program keluarga harapan. Dinas pekerjaan umum dengan program pembuatan sanitasi dan saluran air bersih, rumah tinggal yang layak huni, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan yang memadai, dan banyak dinas serta instansi yang mengerjakan tugas pokok dan fungsinya, guna mendukung intervensi gizi sensitif untuk penanggulangan stunting.


Terkait upaya pemenuhan gizi pada ibu hamil, bisa juga dilakukan dengan konsep : Pertama, tumpeng gizi seimbang. Kita bisa terapkah sikap seperti, : 1). Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan untuk setiap kali makan. 2). Banyak makan sayur dan buah. 3). Biasakan konsumsi lauk pauk. 4). Konsumsi makanan pokok sesuai kebutuhan. 5). Batasi konsumsi makanan manis, asin dan berlemak. 6). Biasakan sarapan pagi. 7). Minum air putih yang cukup. 8). Biasakan periksa label pada kemasan makanan. 9). Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir. 10). Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan jaga berat badan agar ideal.


Kedua, isi piringku. Kita bisa terapkan sikap seperti, : 1). 50% dari jumlah makanan setiap kali makan adalah buah dan sayur. 2). 50% lagi makanan pokok dan lauk pauk. 3). Porsi sayur semestinya lebih banyak dari porsi buah. 4). Porsi makanan pokok semestinya lebih banyak dari lauk pauk. 5). Anjuran minum air putih yang cukup untuk sekali makan. Disarankan, ibu hamil semestinya makan satu porsi lebih banyak dari keadaan biasa. Dilanjutkan dengan pemberian tablet tambah zat darah merah untuk menghindari anemia.


Selanjutnya, dalam rangka mendukung pencegahan stunting pada masa seribu hari pertama kehidupan, perlu diperhatikan pola pemberian makanan terbaik bagi bayi dan anak, dengan : Pertama, melakukan inisasi menyusui dini (IMD) pada bayi segera setelah lahir. Kedua, memberikan hanya air susu ibu saja sejak lahir sampai bayi berumur enam bulan. Ketiga, memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) mulai umur enam bulan. Keempat, menyusui dilanjutkan sampai anak berumur dua tahun.


Begitulah pentingnya memperhatikan gizi dalam keluarga, salah satunya bermanfaat dalam mencegah stunting. Apalagi pada masa pandemi dan kondisi kehidupan baru, sudah jelas tubuh memerlukan asupan gizi yang cukup. Memperoleh gizi yang cukup tidak harus mahal, dengan makanan yang mudah didapatkan dipasaran pun bisa. Hal yang penting yaitu, kita mesti pahami kandungan gizi dari setiap apa yang kita makan. Sehingga tubuh tidak kekurangan nutrisi. Menerapkan pola hidup sehat, tidak merokok, rajin berolahraga, istirahat yang cukup, kelola tingkat stres, tingkatkan ibadah, menjaga kebersihan, dan menerapkan protokol kesehatan, dinilai sudah cukup dalam membantu mewujudkan keluaga sehat era kehidupan baru.


Ditulis Oleh: Filka Khairu Pratama, S.Sos, ASN Perwakilan BKKBN Sumatera Barat.

Tidak Ada Ruang Diskriminatif di Sekolah
Sabtu, Januari 23, 2021

On Sabtu, Januari 23, 2021

ADANYA aturan yang mewajibkan peggunaan jilbab  bagi peserta didik perempuan di sekolah negeri  dapat diindikasikan sebagai fenomena penguatan konservatisme agama di dunia pendidikan. 

Sekolah negeri sebagai lembaga pendidikan publik, yang dapat diakses oleh seluruh warga Negara tanpa terkecuali tidak sepatutnya membuat aturan sekolah yang mendiskriminasi salah satu kelompok masyarakat.  

Dalih sudah ada aturan di SMK Negeri 2 Kota Padang sejak lama itu tidak layak dijadikan rujukan ketika justru aturan itu diskriminatif pada siswa-siswi.

Adanya aturan sekolah yang bersifat diskriminatif ini menggambarkan tidak adanya pemahaman komprehensif dari pihak sekolah tentang sekolah negeri sebagai lembaga publik yang didanai pemerintah. 

Sekolah negeri diperuntukkan bagi siswa siswi dari berbagai latar belakang agama, etnis, ras, golongan maupun lainnya. 

Aturan diskriminatif ini harus direvisi sehingga membuat nyaman bagi seluruh siswa-siswi yang ada. 

Lembaga pendidikan; sekolah-sekolah negeri, semestinya merupakan garda terdepan sebagai agensi penyebar nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, keterbukaan, penghormataan akan perbedaa, dan sebagai arena yang mampu mempromosikan penghormatan Hak Asasi Manusia dan demokrasi. 

Bukan sebaliknya, sekolah negeri justru menjadi tempat persemaian konservatisme, ketertutupan, bahkan mengarah pada radikalisme yang menjadikan kelompok masyarakat yang berbeda agama, etnis, ras, maupun golongan sebagai kelompok yang salah dan dimusuhi. 

Keberagaman Indonesia ini harus dirawat oleh lembaga-lembaga pendidikan sehingga bangsa ini semakin kuat. 

Semangat multikulturalisme, toleransi dan pemahaman moderasi beragama saat ini menjadi sangat urgen untuk terus-menerus disosialisasikan dan digaungkan ke seantero negeri. 

Tidak boleh ada lagi aturan sekolah yang bersifat diskriminatif, apapun alasannya.

Ditulis Oleh: MY Esti Wijayati (Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDI Perjuangan)

Investasi Menguntungkan Bagi Remaja Era Kehidupan Baru
Minggu, Januari 17, 2021

On Minggu, Januari 17, 2021

SEJAK lama, kita kenal Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke empat di dunia, dibawah China, Amerika, dan India. Berdasarkan proyeksi dari Badan Pusat Statistik tahun 2020, penduduk Indonesia sudah mencapai 271 juta jiwa. Hal ini juga didukung oleh geografis Indonesia yang membentang seluas 1905 juta km2 dari Sabang hingga Merauke, dan disuguhi nikmat alam yang menakjubkan. Memasuki dekade baru diawal tahun, tentu kita berharap banyak kepada generasi muda harapan bangsa untuk berbuat lebih meyakinkan, terutama demi kejayaan Indonesia Emas 2045. Generasi muda biasanya diidentikkan dengan individu yang sedang mencari jati diri dan butuh bimbingan serta arahan yang tepat dari lingkungan sekitar.

Selain itu, kita semua juga berharap kepada Bapak dan Ibu yang sedang memiliki jabatan di pemerintahan, agar turut berpartisipasi mengemas program untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia, termasuk mempersiapkan remaja menjadi manusia yang berkarakter dan unggul. Terlebih, pembangunan sumber daya manusia itu penting sebagai fondasi dalam membangun martabat bangsa kedepan, namun pembangunan infrastruktur diharapkan juga bisa berjalan beriringan.

BKKBN mengidentikkan remaja sebagai individu yang berumur 10 sampai 24 tahun. Secara nasional, jumlah remaja mencapai 25 persen dari total populasi penduduk, atau satu dari empat orang penduduk adalah usia remaja. Apabila semua pihak tidak mampu melakukan pembinaan yang terukur kepada remaja, tentunya akan berdampak bagi kemajuan bangsa kedepan, baik dari aspek moral dan budaya, maupun kemajuan dibidang insfrastruktur. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi seorang remaja dan semua pihak, dalam rangka berinvestasi untuk Indonesia Emas 2045 seperti:

Pertama, Investasi Pendidikan. BPS mengungkapkan, rata-rata lama sekolah orang Indonesia tahun 2019 masih 7,95 tahun. Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia yang diukur dari aspek pendidikan, ekonomi dan kesehatan, menempatkan Indonesia dengan skor 71,92 tahun 2019. Posisi ini menempatkan Indonesia ke posisi 111 dari 189 negara di dunia. Melihat hal diatas, maka pendidikan penting bagi setiap orang untuk meningkatkan martabat bangsanya. Pentingnya pendidikan juga pernah diucap oleh Nelson Mandela yang mengatakan, pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Ditambah semboyan yang cukup tersohor kepenjuru negeri dari Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara seperti Ing ngarso tung tuladha ( didepan memberi contoh ), Ing madya membangun ( ditengah membangun ), Tut wuri handayani ( dibelakang memberikan dorongan ) tentu membuat kita seharusnya sadar sekaligus termotivasi untuk menomorsatukan pendidikan bagi generasi muda.

Walaupun dimasa pandemi covid 19, diharapkan para remaja tidak kehabisan akal dan semangat untuk belajar. Terlebih, pada tahun 2021 ini pemerintah melalui Kemendikbud telah mengeluarkan aturan sekolah tatap muka, tentunya dengan protokol kesehatan sekaligus memperhatikan skema yang disepakati bersama antara pemerintah daerah, sekolah, dan perwakilan orang tua. Hal ini tentunya kabar baik bagi para siswa dan generasi muda bisa bersekolah lagi. Banyak yang mengeluhkan sekolah daring dari rumah, selain keterbatasan sarana jaringan internet dan kuota, tidak jarang sekolah daring bagi beberapa siswa tidaklah mengenakkan, karena bermacam keterbatasan lainnya. 

Belum lagi biaya pendidikan yang mestinya dipikirkan oleh orang tua, karena saat ini memasuki tahun ajaran baru dibarengi ekonomi yang sulit akibat pandemi. Semua ini jelas tantangan bagi kita semua, termasuk bagi semua siswa dan remaja. Dari sekian banyak problema diatas, hendaknya semakin membuat para siswa dan remaja lebih giat dan semangat. Pendidikan bisa mengubah hidup semua orang. Melalui pendidikan, individu bisa mengalami mobilitas sosial climbing, ahli sosiologi banyak mengartikannya sebagai peningkatan kelas sosial ke posisi yang lebih terpandang dimata masyarakat. 

Pada masyarakat modern abad ini, prestise pekerjaan yang terpandang, dan jumlah kekayaan bisa diperoleh melalui pendidikan yang dilalui secara tekun. Apabila kedua orang tua hanya tamat SMA, diharapkan sang anak punya cita-cita bisa menamatkan hingga ke perguruan tinggi, dan berhasil meraih pekerjaan yang lebih mumpuni dari orang tua. Itulah yang disebut ahli sosiologi sebagai mobilitas sosial climbing (strata dan status sosial dimata masyarakat yang meningkat).

Sebaliknya, situasi sulit lingkungan jangan sampai para siswa kehilangan semangat. Pada akhirnya, ahli sosiologi menyebut kondisi ini sebagai mobilitas sosial sinking (strata dan status sosial yang menurun). Betapa banyak kita temui, keluarga dengan iklim suasana berkecukupan mendidik anak mereka dulunya serba berkeadaan, diiringi dengan suasana memanjakan si anak, sehingga hal ini menimbulkan sifat malas dan mematikan spirit lebih untuk sukses. Apabila dulunya orang tua si anak memiliki jabatan yang terpandang dimata masyarakat, maka saat ini sangat banyak kita temui digiliran si anak tidak mampu bersaing, sehingga hanya hidup pas-pasan. 

Kedua, tanamkan mindset need for achievement atau semangat untuk berprestasi dalam pikiran. David McClelland merumuskan teori kebutuhan untuk beprestasi atau mencapai sukses dalam kehidupannya. Konsep dari teori ini berhubungan erat dengan pekerjaan dan kebutuhan untuk menggapai prestasi tertentu yang diinginkan. Apapun kondisi yang menghadang, kondisi pandemi maupun kesulitan ekonomi, diharapkan tidak akan menyulitkan semangat untuk maju para generasi muda. Apalagi saat ini sangat banyak beasiswa yang ditawarkan pihak pemerintah, seperti beasiswa bidikmisi maupun tawaran dari pihak swasta, yang salah satunya beasiswa VDMS. 

Intinya tidak kehilangan semangat dan harus rajin bertanya. Kedua beasiswa tersebut biasanya memberikan bantuan dana pendidikan tiap bulan selama empat tahun pendidikan. Apabila sudah mendapatkan beasiswa, gunakanlah dengan sebaik-baiknya. Janganlah digunakan lebih banyak untuk gaya-gayaan, beli hp baru padahal hp lama masih bisa dipakai, jalan-jalan bersama teman kian kemari dan sebagainya, yang tidak ada hubungan dengan peningkatan kapasitas diri. 

Gunakanlah uang beasiswa pendidikan dengan bijak. Jangan sampai terbawa arus dalam pergaulan, jangan mengikuti tren yang ada saja, serta milikilah prinsip hidup dengan jalan yang kamu yakini untuk bisa sukses. Biarlah berbeda sendiri dengan orang kebanyakan, apabila itu kamu yakini benar, teruslah melaju. Terkadang jalan untuk sukses setiap orang diciptakan Tuhan memang berbeda, dan hilangkan rasa gengsi.

Ketiga, Jadilah remaja yang disiplin dalam berencana. Yakinilah, semua yang dipersiapkan dengan penuh perencanaan akan menghasilkan sesuatu yang lebih memuaskan. Semua yang direncanakan akan melahirkan beberapa solusi bila menemukan kendala. Mulai dari detik ini, rencanakanlah setiap cita-cita dan harapanmu. Wujudkan cita-citamu kedalam kegiatan-kegiatan yang bermakna. Kalau kamu ingin jadi seorang tentara, polisi, ASN, maka persiapkan kecerdasan, dan kesehatanmu dari detik ini. 

Jika kamu malas-malasan dan tidur-tiduran detik ini, ingatlah disaat yang sama ratusan bahkan ribuan pesaingmu sedang berlatih dan berusaha keras untuk mengalahkanmu dalam sebuah kompetisi. Maka, investasikanlah kemampuanmu dengan pendidikan yang tekun, rasa ingin berprestasi (need for achievement) dan rencanakan dan mulailah berusaha setiap mimpimu. Jangan lupakan Allah. Sertakan Dia dalam setiap doa dan usahamu. Semoga berhasil, semangat untuk para remaja harapan bangsa.

*Penulis: Filka Khairu Pratama, S.Sos, ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat.

Mari Merawat Ukiran Prestasi Padang
Minggu, Desember 27, 2020

On Minggu, Desember 27, 2020

HADIAH beruntun, dan itu nikmat Allah yang diterima Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama semua jajaran Pemko dan masyarakat Kota Padang. Betapa tidak, persis terpaut beberapa hari setelah KPU Sumbar menyatakan Buya Mahyeldi dan pasangannya Audy Joinaldy memenangi Pilkada Sumbar, pada Jumat 25 Desember, Buya Mahyeldi genap berulangtahun ke-54.

Kemenangan pada Pilkada tentu sebuah prestasi tersendiri, tapi bahwa itu ditakdirkan pada saat-saat ulang tahun pemenangnya, maka bukankah itu sesungguhnya adalah sebuah kenikmatan dari Allah SWT? 

Bak kata pepatah, batimpo-timpo pauah jo ambacang yang artinya tak satu saja kesuksesan yang diterima, bahkan pada pekan terakhir Desember di suasana hari ulang tahun itu, datang pula kabar dari Jakarta bahwa Buya Mahyeldi mesti datang menerima penghargaan.

Bahkan tak satu penghargaan, melainkan sembilan!

Dua gelombang, yang pertama pada Selasa 22 Desember, Walikota Padang menerima penghargaan di Hotel Raffles, Jakarta. Ini adalah penghargaan untuk Pemko Padang yang berhasil memberikan layanan prima bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Resminya penghargaan yang enam itu adalah yang pertama adalah  Top Digital Implementation 2020 on City Government Level Stars 4, yang kedua Top Digital Transformation Readness 2020, yang ketiga Top Leader on Digital Implementation 202 (ketiganya diberikan atas inovasi yang selama ini dilakukan oleh Diskominfo Kota Padang) yang keempat Implementation 2020 on Infrastruktur Sector level Stars 4, yang kelima Top Leader on Digital Implementation 2020 dan yang keenam adalah Top CIO Digital Implementation 2020 khusus untuk pelayanan PDAM. Keenam penghargaan itu telah berhasil menyandingkan Kota Padang dengan kota-kota, lembaga, perusahaan, manajemen dan pemimpin  berbagai wilayah Indonesia. Penghargaan ini diinisiasi oleh Majalah It Works.

Belum hilang dengung enam penghargaan itu, pada 25 Desember tiba lagi kabar bahwa Kota Padang juga menerima tiga penghargaan lagi. Kali ini Penghargaan Nirwasita Tantra 2020, Penghargaan Innovative Government Award 2020, Penghargaan Padang Kota Dermawan 2020 dan Penghargaan Sidhakarya 2020.

Nirwasita Tantra adalah penghargaan dari Pemerintah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Ini diberikan oleh Presiden melalui Menteri KLHK.

Innovative Government adalah penghargaan kepada pemerintah daerah dengan predikat sangat inovatif dan terinovatif, berdasarkan pengukuran indeks inovasi daerah Tahun 2020.

Siddhakarya merupakan awarding yang diberikan Presiden melalui Menteri Tenaga Kerja atas  dukungan yang diberikan oleh Kepala Daerah  setiap tahun genap dalam rangka mendorong perusahaan kecil, menengah, maupun besar untuk meningkatkan produktivitasnya.

Sementara Penghargaan Padang Kota Dermawan, diraih oleh masyarakat Kota Padang karena berhasil menghimpun donasi Rp1 miliar untuk Palestina. Penghargaan ini diberikan kepada masyarakat Kota Padang melalui Walikota Mahyeldi Ansharullah oleh lembaga ACT (Aksi Cepat Tanggap). ACT adalah sebuah lembaga kemanusiaan yang berkhidmat untuk memberi pertolongan pada saat-saat bencana alam dan non-alam. 

Maka atas semua penghargaan tersebut melengkapi koleksi berbagai penghargaan yang selama ini tidak teduh-teduh diterima oleh Pemko Padang. Sangat patut diyakini bahwa itu juga berkat kinerja baik yang dilakukan pemerintahan di bawah kepemimpinan Mahyeldi-Hendri Septa maupun masa sebelum itu.

Akan halnya penghargaan yang berhubungan dengan perkembangan dunia digital, menunjukkan bahwa Padang memang sedang dibawa menuju ke arah yang lebih menjawab kebutuhan-kebutuhan era millenial.

Sebagaimana kita tahu, Padang juga menggulirkan apa yang disebut dengan GEBUnet dan FreeNet. Keduanya adalah dalam rangka menjadikan pada sebagai kota yang smart atau cerdas dimana internet adalah sebuah kebutuhan.

GEBUnet adalah program gerakan menabung seribu rupiah untuk internet. Sedangkan program FreeNET adalah internet gratis di kantor kelurahan dan kecamatan. Program GEBUnet merupakan pemasangan internet di masjid dan mushala di Padang. Biaya bulanan internet dibebankan kepada warga sekitar masjid maupun mushala.

Sedangkan program FreeNET merupakan pemasangan wi-fi gratis di tiap kantor lurah dan kantor camat di Padang. Dengan adanya internet gratis di kantor tersebut, warga sekitar dapat mengaksesnya. Hal ini memudahkan warga maupun siswa didik untuk mengakses internet yang dikelola Diskominfo Padang.

Maka boleh kita menyimpulkan, bahwa Apa apa yang sudah dicapai ini bukanlah hanya sekedar prestasi, tetapi juga sebuah pesan kepada segenap jajaran Pemko Padang bahwa setelah ini ada beban berat yang diletakkan di bahu kita. 

Kenapa?

Sebagaimana kita tahu, Walikota Padang Buya Mahyeldi pada Pilkada lalu ikut dalam kontestasi. Hasilnya, beliau bersama pasangannya Audy Joinaldy mendapat dukungan lebih besar dari masyarakat pemilih. Dan jika diizinkan Allah, maka per Februari 2021 tentu beliau akan memulai tugasnya sebagai Gubernur Sumatera Barat. 

Secara perundang-undangan tentu akan ada bergantian tugas sebagai Walikota Padang untuk masa jabatan yang masih tersisa hingga Pilkada Kota Padang berikutnya. Bagi kita, semua tentu kita serahkan kepada DPRD siapa yang akan dipilih meneruskan jabatan Walikota Padang dan siapa pula Wakil Walikota Padang.

Nah, kembali ke soal prestasi yang ditorehkan tadi. Ada sembilan penghargaan yang diberikan kepada Kota Padang maupun kepada Walikotanya. Ada pesan yang tak tertulis yang hendak disampaikan Walikota Mahyeldi Ansharullah kepada kita semua, bahwa ini adalah sebuah tugas di masa setelah beliau tidak lagi duduk di Balaikota, Tugas itu adalah paling tidak mempertahankan apa-apa prestasi yang sudah dibuat itu di tahun-tahun mendatang. Tentu saja akan lebih baik lagi kalau meningkatkan kualitas maupun  kuantitas prestasi itu. Intinya adalah bagaimana semua kita bersama merawat ukiran prestasi Kota Padang ini selepas Buya Mahyeldi tidak lagi menjadi Walikota.

Ini juga –mempertahankan dan meningkatkan—berlaku untuk semua raihan dan capaian tinggi yang sudah dibuat selama masa kepemimpinan Mahyeldi-Emzalmi dan Mahyeldi-Hendri. Maka semua jajaran Pemko Padang tentu mau tidak mau mesti memikul tanggungjawab moral ini untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang sudah diukir selama ini. Selamat Ulang Tahun Buya Mahyeldi.

Ditulis Oleh: Amrizal Rengganis S.Sos., Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdako Padang.

Catatan Ahmad Sofyan Wahid: Sang Jenius, Fahd El Fouz Arafiq dan GM Boby Fischer
Sabtu, Desember 05, 2020

On Sabtu, Desember 05, 2020

Catatan Ahmad Sofyan Wahid: Sang Jenius, Fahd El Fouz Arafiq dan GM Boby Fischer
BICARA soal kejeniusan tidak semua bicara soal IQ, karena peningkatan skor IQ bisa dilatih dan dikembangkan seperti penulis akan uraikan dibawah ini. 


Salah satu anak muda Indonesia Fahd El Fouz Arafiq bisa dikatakan fenomenal dan Jenius, kok bisa, menilai dari mana ? ok ok saya akan jelaskan disini. 


Saya coba melihat sosok Grand Master Catur Dunia Asal Amerika bernama Robert James Fischer ( Boby Fischer ), dia menjadi juara catur dunia pada usia 29 tahun. 


Tanda tanda orang jenius ada pada Seorang Fahd El Fouz Arafiq salah satu diantaranya tindakan  yang tidak terduga nyeleneh, unik dan sulit bagi kita menerka jalan pikiran orang tersebut, terkadang sering membuat orang terdekatnya geleng geleng kepala.


begitu juga dengan GM(Grand Master) Boby Fischer, ketika pertandingan pamungkas melawan GM paling ditakuti para pecatur dunia yaitu Boris Spasky. 


Terjadilah pertandingan paling menghebohkan dwi tarung Fischer - spasky di Reykjavik pada tahun 1972, dalam pertandingan tersebut hampir saja gagal karena banyak protes dari fischer terhadap penerangan ruang, papan dan buah catur. 


Pertarungan makin alot ketika delegasi soviet hendak membantu spasky membuat keadaan makin rumit, dan akhirnya ditengahkan oleh Ketua FIDE yaitu Prof. M euwe.


Ending akhir pada pertandingan tersebut membuat Fischer menjadi juara dunia, dan membuat namanya sangat terkenal di USA kala itu. 


Seperti kita ketahui pertarungan dua pecatur dunia sangat menegangkan karena Uni Sovyet vs USA yang kala itu dua negara sedang perang dingin. 


Di usianya yang masih muda Fahd El Fouz menjadi Ketua Umum KNPI periode 2015-2018, Ketua Umum AMPG Periode 2016-2019 dan pendiri  serta Ketua Umum BAPERA(Barisan Pemuda Nusantara) yang siap hebohkan panggung politik tanah air. 


Seperti kita ketahui Catur dan politik adalah seni mengatur siasat dan strategi, Begitu juga Fahd El Fouz dan Boby Fischer. 


Fahd El Fouz Arafiq Selain sebagai Politisi juga berprofesi sebagai pengusaha dan entertain, Anak penyanyi kondang dari pedangdut Arafiq. 


"Politik tidak ubahnya seperti permainan catur butuh strategi yang matang untuk bisa memenangkan sebuah pertandingan".


"Perlu pembaca ketahui Fahd El Fouz Arafiq adalah no 16  anak muda paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes, dan itu fenomenal di usianya yang baru menginjak 32 tahun saat itu". 


"Ketika menjadi Ketua Umum PP AMPG beliau memecahkan rekor MURI dengan menyantuni 10.000 Anak yatim di wilayah Jabodetabekabanten, ketika itu acara berlangsung di Hall Senayan Jakarta". 


Perjalanannya memang tidak semulus yang diharapkan, dia telah 2 kali terlibat kasus hukum, akan tetapi Sang Fenomenal ini kembali bangkit dan terus berkarya bagi negerinya dengan ide dan gagasan yang dimiliki. 


Kisah Tentang Perjalanan  Boby Fischer di filmkan dengan judul "Pawn Sacrifice" pada september 2015, para pembaca bisa memahami maksud dari salah satu karakter orang jenius tersebut. 


Semoga tulisan ini bisa memberikan inspirasi untuk kita anak muda agar terus berkarya dan bersinergi untuk bangsa dan negara walaupun krikil krikil tajam menghadang.


(*)

Surga yang Sering Dilupakan
Rabu, Desember 02, 2020

On Rabu, Desember 02, 2020

SURGA dan neraka menjadi punishment serta reward oleh para pemeluk agama, Karena Alam dunia adalah skenario Tuhan untuk menempatkan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Pembicaraan surga dan neraka mempunyai tempat tersendiri oleh para kaum beragama, serta sering memunculkan perdebatan yang membuat kita takjub bahkan tertawa terpingkal pingkal. 

Umumnya Surga di metaforkan untuk orang baik, beriman dan beramal saleh sedangkan neraka  di indentikkan dengan mereka yang sering melakukan kerusakan dan sifat kebalikan dari para penghuni surga. 

Dalam skenarionya, tuhan memerankan Iblis sebagai lawannya dengan tujuan memberikan ujian kepada orang yang beriman apakah lulus atau tidak untuk  kejalur surga.

Para pembawa pesan dari surga seperti Nabi dan para pemuka Agama sering disimbolkan ke arah kebaikan, Sedangkan para pengikut Iblis di desain untuk  melakukan  kejahatan dengan benar.

Satu hal yang pasti, tingkat kejeniusan Iblis melebihi rata rata kecerdasan manusia, karena iblis sifatnya mempengaruhi lewat alam pikir serta melalui urat darah manusia.

Semakin banyak kita berbuat kebaikan maka semakin dekat dengan identitas Penghuni surga, begitu juga sebaliknya. Yang jadi pertanyaan mana Surga yang sering dilupakan manusia? 

Menurut sang pena, Ibu dan Ayah lah surga tersebut. Bahkan sering kita mendengar seorang anak yang lalai dengan orang tuanya. Mungkin karena broken home sang anak hanya di pelihara oleh ibu atau ayahnya sehingga kasih sayangnya tidak seimbang.

Dalam islam, Surga itu  dibawah telapak kaki ibu,  mengapa harus ibu bukan ayah? Singkatnya karena ibu yang mengandung selama 9 bulan dan melahirkan dengan pertaruhan nyawa antara hidup dan mati serta merawatnya penuh kasih sayang.

Nabi Muhammad yang merupakan pembawa risalah penutup para  nabi dalam hadistnya menyebut Ibu, ibu dan ibu setelah itu baru Ayahmu. Ibu ini mempunyai posisi yang luar biasa sebagai pemegang kunci menuju jalan ke surga, kok bisa? 

Sehebat apapun manusia, berapapun banyak sedekahmu, sekuat apapun sholatmu, se sering  pun kalian pergi haji. Jika kamu tidak taat dengan orang tuamu bahkan menyakiti ibu Surga bukan milikmu. 

Apakah hanya ibu, lalu posisi Ayah dimana?  jangan khawatir Untuk para ayah Anak yang sudah meninggal pasti bin ayahnya bukan ibunya. Tetaplah para anak harus taat kepada keduanya karena mereka kita bisa ada di dunia dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Masih dalam pembahasan yang sama menurut Ustad Danu( Ahli pengobatan alternatif) Seorang Anak perempuan yang durhaka kepada ibu biasanya terkena penyakit Myom sehingga tidak punya anak dan anak yang  melawan dan sering menyakiti Ayahnya Dikeringkan peranakan oleh sang pencipta akibat ulahnya sendiri. 

Saya menulis ini bukan mengada ada, karena memang fakta dan nyata ada disekitar orang orang terdekat saya yang mengalami hal tersebut.

Azab dan nikmat itu tidak selalu ditimpakan di Akhirat akan tetapi anak yang durhaka kepada orang tua  Langsung tuhan sang pencipta timpakan azabnya di dunia. 

Maka dari itu marilah kita rawat kunci surga tersebut yaitu Ibu dan Ayah selagi ada di dunia, jangan kalian sia siakan mereka sayangilah mereka seperti mereka menyayangimu di waktu kecil.

Ditulis Oleh: Ahmad Sofyan Wahid, Jurnalis dan Aktivis Kemanusiaan

Kualitas  Profesi Widyaiswara Harus Meningkat
Selasa, Desember 01, 2020

On Selasa, Desember 01, 2020

SEIRING dengan perkembangan isu stratejik lingkungan global, tantangan ke depan bagi sumber daya manusia aparatur dirasakan akan semakin berat,  Pegawai Negeri Sipil sebagai salah satu unsur sumber daya aparatur dituntut untuk selalu mengembangkan kemampuan disegala bidang, baik wawasan, pengetahuan, sikap dan perilaku guna menjawab tantangan pekerjaan sebagai dampak dari perkembangan situasi masa kini agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan cepat dan tepat.

Hal ini kami kutip dari apa yang disampaikan  Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Pengembangan Kompetesi ASN, Dr. Muhammad Aswad, M. Si., ketika membuka Diklat Penghitungan Angka Kredit Widyaiswara dan Workshop Pendalaman Tugas Anggota DPRD bagi Widyaiswara  di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bertempat di Aula BPSDM Provinsi Sumatera Barat Jalan Raya Indarung Padang, setahun silam.

Saat itu, lebih jauh Muhammad Aswad mengatakan, pengembangan Profesi melalui Pelatihan Penghitungan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Widyaiswara  merupakan proses untuk mengukur kinerja Widyaiswara dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, bagaimana penilaian angka kredit dilakukan, dalam hal ini unsur maupun sub unsur kegiatan widyaiswara beserta syarat dan kriteria penilaiannya menjadi penting diketahui agar dapat memprediksi karier dan kinerjanya.

Muhammad Aswad menekankan, keberhasilan suatu Diklat ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah Widyaiswara, apabila Widyaiswara memiliki potensi  dan kemampuan  baik dalam mentransfer ilmunya kepada para peserta Diklat,  maka diharapkan peserta dapat memiliki pengetahuan keterampilan, kecakapan, sikap, dan kepribadian yang sesuai dengan persyaratan dalam jabatan yang akan atau yang sedang dipikulnya. 

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional Jamalus, S. Pd, M.Pd.,  menyampaikan, Diklat yang akan diselenggarakan tersebut bertujuan untuk memberikan acuan kepada Widyaiswara dan Tim Penilaian dalam melaksanakan penilaian dan penghitungan angka kredit, sedangkan Sasaran  yang hendak dicapai adalah adanya persamaan persepsi dalam penilaian dan penghitungan angka kredit yang sesuai dengan standar yang ditetapkan LAN RI. 

Adapun peserta yang mengikuti Diklat PAK Widyaiswara ini  terdiri dari 30 orang Widyaiswara yang berasal dari Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan akan berakhir nantinya tanggal 23 November 2019.

Adapun Tenaga Pengajar yang akan memberikan memberikan Materi Diklat  Fungsional ini adalah tenaga pengajar /narasumber yang berasal dari LAN RI ,  dari BPSDM Provinsi Sumate Barat serta Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Selama penyelenggaraan Diklat berlangsung, kepada peserta diberikan  akomodasi konsumsi bahan bahan materi,  serta penginapan yang representatif dilengkapi AC, TV serta jaringan Wi-Fi serta berada di lingkungan yang asri , sehingga peserta merasa nyaman dan betah mengikuti pelatihan ini. 

Pembukaan Diklat Penghitungan Angka Kredit bagi Widyaiswara ini dihadiri oleh Kepala Bidang, Kepala sub bidang serta unsur pimpin  dan tamu undangan lainnya. 

Ditulis oleh Idris, SH

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur
Jumat, November 27, 2020

On Jumat, November 27, 2020

Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur
DUA menteri Jokowi berasal dari Gerindra. Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), dan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KP).


Nasib malang! Edhy Prabowo ditangkap KPK di Bandara Soekarno Hatta, setelah lawatannya ke Amerika Serikat, Rabu, 25 November dini hari.


Edhy ditangkap KPK dalam kasus ekspor benur lobster. Novel Baswedan yang memimpin penangkapan tersebut.


Apakah ini Operasi Tangkap Tangan (OTT)? Masih tanda tanya. Disebut OTT kalau sedang, akan, atau baru saja melakukan tindak pidana koruptif.


Mungkinkah Edhy Prabowo cs sedang melakukan tindak pidana korupsi di dalam pesawat atau di bandara? Atau melakukan tindak pidana korupsi di Amerika, tapi karena masuk wilayah yuridiksi negara lain sehingga penangkapannya harus menunggu sampai di Indonesia?


Kalau dugaan terjadinya tindak korupsi tidak di Amerika, bukan pula di dalam pesawat atau bandara, apakah masih bisa disebut OTT?


Kalau tidak memenuhi unsur OTT, kenapa enggak dikirimkan saja surat pemanggilan lebih dahulu? Pemanggilan sebagai saksi. Setelah dikonfirmasi ini dan itu, meyakinkan ada unsur pidananya, baru dinaikkan jadi tersangka.


Kenapa harus langsung ditangkap? Seolah kalau Edhy tidak ditangkap ia akan lari. Dia pejabat tinggi, enggak mungkin lari bro!


Nah soal salah atau benar proses OTT tersebut, nanti akan dibuktikan di sidang praperadilan. Ini pun kalau Edhy mau mengajukan ke praperadilan.


Sudah jatuh ketimpa tangga. Begitu pepatah bilang. Gerindra nyeberang ke istana, lalu para pendukung berbondong-bondong meninggalkannya.


Ditinggalkan atau meninggalkan? Itu bergantung anda di posisi mana? Pendukung Gerindra atau pihak yang kecewa terhadap Prabowo.


Oleh sejumlah "mantan pendukung", Prabowo dianggap berkhianat dan tak tahu berterima kasih. Nyawa, darah, harta, dan keringat yang dikorbankan oleh para pendukung saat Pilpres 2019 seolah enggak dihargainya. Goodbye!


Hubungan Prabowo cq Gerindra putus dengan sejumlah pihak yang tadinya mendukung. Naifnya, sesampainya Gerindra di istana, kader terbaik Gerindra dan anak didik Prabowo ditangkap KPK. Yaitu Edhy Prabowo. Tokoh papan atas yang dikirim Gerindra untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan (KP).


Kualat kepada PKS? Dalam nalar politik, tak ada ruang untuk analisis mistis. Istilah karena hanya ada di dalam diskusi agama. Nasib sial. Mungkin kalimat ini lebih mewakili.


Tertangkapnya Edhy Prabowo tentu punya risiko politik. Pertama, Partai Gerindra jatuh di mata publik. Elektabilitas Gerindra terancam turun. Dan ini juga mungkin bisa berpengaruh terhadap kader-kader Gerindra yang sedang menjadi calon kepala daerah.


"Ah, enggak mau nyoblos calon dari partai korupsi!" Narasi ini bisa dimainkan oleh rival-rivalnya di Pilkada 9 Desember 2020 nanti.


Setiap tokoh partai tertangkap KPK, ada konsekuensi hilangnya sebagian pendukung. Hal ini pernah dialami oleh sejumlah partai, di antaranya Demokrat dan PPP. Ketua umum ditangkap, elektabilitas langsung ngedrop. Khususnya PPP di Pileg 2019 kemarin. Megap-megap!


Kedua, jika Gerindra tidak cepat dan piawai untuk recovery, ini bisa mengancam rencana Prabowo maju di Pilpres 2024.


Santernya isu Prabowo-Puan Maharani yang digadang-gadang maju di Pilpres mendatang bisa berantakan.


Bagi Gerindra sendiri, ini tidak masalah. Karena, majunya Prabowo di Pilpres akan menaikkan suara untuk para calon anggota DPR dan DPRD. Kalah menang, itu nomor 12. Bukan yang utama. Menang syukur, enggak menang masih untung. Bagitu umumnya para kader dan caleg Gerindra berpikir.


Beda dengan PDIP, kalau susah dijual, untuk apa ikut mengusung Prabowo? Adakah ada partai lain yang masih mau mengusung Prabowo? Tanya saja ke PKS.


Lalu, bagaimana hubungan Gerindra dengan istana? Adakah keterlibatan istana dalam penangkapan Edhy Prabowo? Secara hukum, presiden tak boleh intervensi. Faktanya? Sulit anda membuktikannya. Kecuali anda nekat dan siap dipenjara.


Dari aspek politik, muncul banyak spekulasi. Apakah langkah KPK ini semata-mata iklan? Sejak UU KPK No 19 Tahun 2019 disahkan, KPK nyaris kehilangan kepercayaan publik.


Apalagi baru-baru ini, Ketua KPK membuat pernyataan salah dan blunder ketika mengomentari buku berjudul "How Democracies Die". Maka, penangkapan seorang menteri akan menjadi iklan besar-besaran untuk mengembalikan geliat KPK.


Ada juga yang bertanya: apakah penangkapan ini berkaitan dengan rencana reshuffle kabinet? Atau apakah ini bagian dari upaya menjegal Prabowo nyapres? Publik tahu, Prabowo punya banyak pesaing, khususnya di militer.


Atau apakah ini dampak dari persaingan antarpartai? Karena kabar yang juga santer, sebelum Edhy Prabowo ditangkap, ada pengurus partai lain yang lebih dahulu ditangkap. Hanya saja sepi dari berita.


Kalau ini dibuka, partai itu juga akan babak belur. Soal kebenaran kabar ini masih perlu ditelusuri.


Munculnya kecurigaan publik ini wajar, karena publik menganggap bahwa penangkapan pejabat kakap itu biasanya ada unsur politisnya.


Apalagi ini sekelas menteri. Publik sering menyaksikan ada adu kuat pihak-pihak tertentu ketika KPK mau menetapkan seseorang jadi tersangka.


Lihat saja kasus e-KTP, PAW Harun Masiku, kasus Indosat, dll, semuanya sepertinya mandek. Ini seolah mengkonfirmasi adanya unsur politik yang membuat publik curiga dan selalu mengaitkan dengan politik.


Yang pasti, kasus ekspor benur lopster ini membuat Gerindra babak belur. Sebab, kasus ini terjadi saat Prabowo sedang banjir hujatan dari para mantan pendukungnya. Makin berat! 


Ditulis Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa.

Pemuda Harus Menjadi Mercusuar Dunia
Kamis, November 26, 2020

On Kamis, November 26, 2020

Pemuda Harus Menjadi Mercusuar Dunia
DI dunia kampus, OKP (Organisasi Kepemudaan) maupun ormas( Organisasi Masyarakat)  yang survive bisa bertahan adalah mereka yang kreatif dan mampu membaca perubahan zaman. 


Pemuda selalu menjadi harapan bangsa untuk masa depan sebuah negerinya, jika hancur pemudanya maka calon kehancuran sebuah negeri telah di depan mata.


Para aktivis kampus baik BEM, SENAT, ORMAWA, Organisasi Eksternal Nasional atau Internasional, OKP maupun ormas harus mampu dan biasa membaca peluang saat pandemi corona saat ini. 


Seluruh dunia terkena dampaknya akibat Covid-19 ini, maka aktivis dituntut kreatif untuk melakukan hal luar biasa dibanding hari sebelumnya. 


Seperti kita ketahui dunia aktivis sangat seru dan mengasikan tapi ingat jangan terlena nanti bisa jadi mahasiswa abadi/ aktivis sampai tua.


Satu hal yang perlu saya perlu tegaskan disini, "Segenting apapun kondisi kalian jangan lakukan tindakan bodoh seperti mencuri, jual video porno, jual narkoba,  kejahatan online dan kriminal lainnya". 


Khususnya para aktivis perantau pasti sangat terasa  ketika jauh dari orang tua. Gunakanlah kreativitas kalian untuk berkarya, berjuang dan terus Fight agar apa yang anda inginkan bisa tercapai. 


Jika kalian hobi menulis mungkin kalian bisa jadi penulis lepas, Bisa bernyanyi kalian  bisa mengisi musik di cafe cafe, pandai berorasi dan puisi bisa di salurkan ditempat kesenian seperti Taman Ismail Marzuki(Jakarta), Bentara Budaya(Kompas), Warmus, dll. 


Jika para mahasiswa ini minus akan modal kalian bisa maksimalkan limbah plastik, botol untuk kalian jadikan kerajinan jika bagus bisa menghasilkan untuk diri kalian sendiri, dan masih banyak lagi kreatifitas yang bisa pemuda maksimalkan. 


Untuk para aktivis kampus/okp/ormas beranilah bermimpi dan Bercita cita setinggi angkasa kalau perlu hingga langit ketujuh, jauhilah teman yang memberikan pengaruh negatif dan tidak bisa membuatmu berkembang. 


Toxic Friendship sangat membuatmu terpukul bahkan bisa  jauh dari apa yang kamu harapkan, tempatkan dirimu dalam lingkungan positif yang selalu mensupport kamu agar semakin terus berkembang dan lebih maju dari sebelumnya. 


Fungsi senior  hanya untuk mengarahkan anda, bukan untuk menjadi pangkuan anda dan jangan selalu mengharapkan proyek/pekerjaan dari para senior karena para senior kamu belum tentu kondisi keuangannya sedang baik. 


"Beranikan  menjadi seorang aktivis yang mandiri, tidak menghalalkan segala cara untuk meraih uang, ikhtiarlah dengan konsep MAN JADDA WA JADA, MAN SABARA WA SAFIRA (Siapa yang berusaha pasti bisa, dan siapa yang sabar pasti beruntung)". 


Maksimalkan potensi kalian, jangan sia siakan waku muda kalian untuk hal yang tidak berguna. 


Aktivis tidak selalu di identikkan dengan mereka yang suka demonstrasi atau mengkritisi pemerintah, Minimal sang Aktivis bisa membawa perubahan minimal di lingkungan sekitarnya. 


Ada sebuah kutipan pernyataan dan pesan Bung Karno yang sangat terkenal “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.


Kutipan ini memang sangat bagus untuk menjadi pelecut semangat kaum muda, akan tetapi kutipan tersebut jangan hanya terpaku pada kata mengguncang saja akan tetapi kita bisa menjadi sang penginspirasi dalam pusaran perubahan roda zaman. 


Pesanku untuk para pemuda, "Lakukan yang terbaik Untukmu, keluargamu, Agamamu, bangsamu dan negerimu. karena dunia menunggu karya -  karyamu".


*Ditulis Oleh: Ahmad Sofyan Wahid, Jurnalis dan Aktivis Kemanusiaan.

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *