PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Opini

Hari Jantung Sedunia, Perempuan Muda Lebih Berisiko Terserang Penyakit Kardiovaskular
Kamis, September 30, 2021

On Kamis, September 30, 2021

SETIAP tanggal 29 September, kita memperingati Hari Jantung Sedunia. Diinisiasi oleh Federasi Jantung Sedunia (WHF), tujuan peringatan ini adalah untuk menyadarkan masyarakat dunia bahwa cardiovascular disease, termasuk penyakit jantung dan stroke, menjadi penyebab utama kematian di dunia. 

Peringatan tersebut juga menekankan tindakan yang dapat dilakukan orang untuk mencegah dan mengendalikan penyakit ini. Mengutip laman resmi WHF, peringatan Hari Jantung Sedunia bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pengendalian faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. 

Penyakit jantung hingga kini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia yang mengakibatkan sekitar 18,7 kematian per tahun. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengungkapkan fakta sama.

Pada 2015, WHO menemukan bahwa 70% dari 39,5 juta kematian di dunia disebabkan penyakit tidak menular. Dari jumlah ini sebanyak 45% atau hampir setengahnya disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Lalu bagaimana dengan di dalam negeri? Tak jauh berbeda, menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, setidaknya 15 dari 1.000 orang di Indonesia menderita penyakit jantung atau kardiovaskular.

Kasus kematian akibat penyakit ini juga semakin meningkat sejak pandemi. Catatan RS menyebutkan, sebelum pandemi angka kematian RS akibat serangan jantung adalah 8%, namun di masa pandemi, angka ini dilaporkan meningkat hingga 22%-23%.

Perempuan muda rentan

Patut diketahui, penyakit jantung tak hanya menyerang orang lanjut usia seperti yang kebanyakan orang pahami selama ini. Ketua Bidang Komunikasi dan Promotif Yayasan Jantung Indonesia, Mela Sabina mengatakan penyakit jantung kini juga banyak menyerang usia muda.

Studi terbaru di Amerika Serikat juga menemukan peningkatan angka kematian akibat penyakit jantung pada perempuan di bawah usia 65 tahun. Dr. Erin Michos dari Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins mengatakan, perempuan di AS kini menjadi semakin tidak sehat.

Menurut Michos, perempuan kerap menempatkan urusan kesehatan dan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan mereka sendiri. Mereka merawat anak dan orang tua, serta bekerja penuh waktu. 

Oleh karena itu, lanjut dia, perempuan harus memprioritaskan kesehatan mereka sendiri, terutama karena penyakit jantung sebagian besar dapat dicegah. Terlebih lagi, tingginya prevalensi penyakit jantung banyak disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Mencegah lebih baik

Perubahan gaya hidup harus dilakukan sedini mungkin sebagai investasi kesehatan di masa depan. Di era serba digital seperti saat ini perkembangan teknologi di bidang kesehatan akan mempermudah orang dalam mendapatkan layanan kesehatan.

Mela Sabina menyebutkan saat ini semakin banyak orang mengenal wearables seperti jam atau gelang pintar dengan fitur utama mengukur frekuensi dan target berbagai jenis aktivitas fisik. Jadi, semua orang bisa mempunyai pengingat kala sedang menjalani gaya hidup yang kurang baik.

Semenatar itu, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito A. Damay mengatakan, salah satu cara mencegah penyakit jantung yakni dengan meningkatkan daya tahan tubuh sebaik mungkin, makan makanan yang bergizi, hindari gula, garam serta lemak berlebihan, mengonsumsi suplemen serta multivitamin bila diperlukan.

Dia juga mengingatkan untuk secara rutin memeriksakan kesehatan dengan berkonsultasi ke dokter melalui fasilitas telemedika. Tetapi ketika dirasa ada gejala yang mengganggu, dr Vito menyarankan untuk segera kunjungi fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pemeriksaan lebih lanjut terkait kesehatan jantung bisa diketahui dari hasil EKG. Hal ini diungkapkan oleh dr. Rizky Aulia, spesialis jantung pembuluh darah dari Rumah Sakit Budhi Asih Jakarta Timur.

Ketika pasien datang ke UGD dengan sakit dada, misalnya, penyebabnya bisa diketahui dari hasil EKG, apakah dari brugada yang mengalami masalah atau dari serangan jantung.

Lebih jauh, dr. Rizky juga menuturkan bahwa orang yang terlihat sehat sangat mungkin terkena risiko serangan jantung karena persepsi sehat menurut pasien belum tentu benar-benar sehat. Karenanya, dia menekankan pentingnya pengecekan kesehatan yang menyeluruh untuk mencegah timbulnya penyakit kardiovaskular.

Lalu, bagaimana pencegahan terhadap serangan jantung? Dia menjelaskan dapat dilakukan dengan eliminasi faktor risiko. Caranya dengan melakukan olahraga teratur dengan mengadopsi “rules of three”, yakni tiga sesi olahraga dalam seminggu selama 30 menit. Atau, minimal jalan paling tidak 3 kilo sehari. (Tasha – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Jangan “Parno”, Ketahui Cara Kerja Vaksin Supaya Makin Yakin
Rabu, September 29, 2021

On Rabu, September 29, 2021

VAKSINASI merupakan solusi pasti agar dunia bisa segera keluar dari pandemi Covid-19. Sayangnya sebagian masyarakat masih ragu. Agar semakin paham, mari kita mengupas tuntas perihal cara kerja vaksin dan mengapa kekebalan komunal sangat penting.

Dokter Penyakit Dalam Universitas Udayana, I Gusti Putu Suka Aryana, menjelaskan tentang bagaimana vaksinasi bekerja dalam webinar berjudul “Tips For Healthy Living Before and After Vaccination by Good Doctor” .

Dia membuat gambaran pentingnya vaksin dengan membandingkan virus polio yang sempat mewabah di banyak negara di dunia pada akhir abad ke-19. Sejak itu, imunisasi polio menjadi salah satu yang diwajibkan bagi anak-anak yang baru lahir.

“Jadi kalau kita mau menghilangkan sebuah penyakit dalam muka bumi ini, vaksinasi adalah jawabannya,” kata dr Aryana.

Dia pun menjelaskan, vaksin merupakan suatu senyawa biologis yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit dengan cara menstimulasi produksi antibodi.

“Umumnya vaksin mengandung suatu zat yang mewakili kuman penyebab penyakit, tapi bukan kuman. Seringkali dibuat dari kuman yang dimatikan atau dilemahkan zat tersebut menstimulasi dalam sistem kekebalan tubuh untuk mengenalnya sebagai zat asing, lalu terpicu untuk mengeliminasinya, dan membentuk memori,” papar dr Aryana.

Memori itu, lanjutnya, akan mengingat ketika ada virus masuk sehingga sistem kekebalan tubuh dapat dengan mudah menangkal jika di kemudian hari kuman tersebut mengidentifikasi tubuh.

Proses tersebut merupakan tahapan terbentuknya kekebalan dalam tubuh manusia. Kekebalan tubuh sendiri terbagi dua, yaitu yang dipicu secara alami atau Natural Immunity, dan Artificial Immunity atau kekebalan yang didapat.

“Alami ada yang aktif jika orang itu teridentifikasi virus, dan tubuhnya secara otomatis membentuk kekebalan. Kalau pasif itu ada pertukaran kekebalan yang terjadi antara ibu hamil dengan bayi yang didalam kandungannya,” jelasnya.

Adapun Artificial Immunity yang aktif adalah melalui vaksinasi. Sementara yang pasif berarti kekebalan dimasukkan ke dalam tubuh yang disebut transit plasma konfalesmen. “Ada orang yang sudah terkena Covid, kita ambil kekebalan tubuhnya hingga orang tersebut mendapat kekebalan tubuh,” lanjut dia.

“Mau yang alami atau buatan, kalau mau alami ada konsekuensi kita akan mengalami sakit berat dan berbahaya. Jika vaksin, itu akan mengakibatkan efek yang sedikit saja. Vaksin itu akan disuntikkan, dan akan mengeliminasi virus covid yang ada di dalam tubuh kita,” tutur dr Aryana.

Dia menjelaskan, membuat vaksin sebenarnya tidak mudah karena fase-fase penelitiannya cukup panjang. Namun, dalam waktu kurang lebih satu tahun, vaksin Covid-19 sudah ditemukan. Padahal, ada sebagian penyakit yang sampai sekarang belum ditemukan vaksinnya.

“Kalau polio hampir 60 tahun baru ditemukan, ebola dan lainnya butuh waktu panjang. Inilah prinsip sederhana, vaksin itu banyak platform nya. Platform nya itu bagian mana dari virusnya yang terpakai, menggunakan bahan-bahan yang bagus,” kata dia.

Sementara dari sisi efek samping vaksin, dr Aryana menjelaskan apabila dilihat dari jenisnya, semakin kuat vaksin tersebut merangsang, daya kerjanya pun semakin baik. Namun, efek sampingnya memang cukup besar pula.

“Perlu diketahui, jika efek sampingnya semakin besar biasanya lebih kuat merangsang sistem imun, safety-nya lebih besar kadang-kadang efikasinya semakin kecil. Paradigma ini semakin meluas di kalangan masyarakat,” tuturnya.

Kekebalan komunal atau herd immunity

Dalam kesempatan itu, dr Aryana juga menjelaskan konsep herd immunity. Sebagai gambaran, anggaplah dalam satu populasi yang tervaksin hanya tiga orang, kemudian hanya satu orang terkena virus Covid. 

Jadi, dalam waktu singkat, satu orang itu akan menyebar ke 10 sampai 15 orang di sana. Sedangkan yang tidak terpapar hanya tiga orang yang sudah divaksin.

“Tetapi, kalau yang sudah divaksin sudah banyak ketika ada satu orang yang kena paling banyak dia akan mengenai 2/3 orang karena hampir semua sudah divaksin. Inilah penyebarannya tidak meningkat lagi, bisa segera sembuh, dan penurunannya bisa distabilkan,” ujar dr Aryana.

Dia juga mengapresiasi kinerja pemerintah dalam melakukan tahapan periode vaksinasi untuk mencapai target 80% orang yang bisa tervaksinasi. Adapun fase ini dari petugas kesehatan 1,3 juta orang, petugas publik 21,5 juta orang, lansia 63,9 juta orang dan terakhir masyarakat umum 77,4 juta orang. 

“Sekarang sudah September 2021, kita sudah fase akhir semoga harapan semakin besar dan bisa hidup normal kembali,” ucapnya.

Meski demikian, dr Aryana mengingatkan agar berhati-hati dalam memberikan vaksin dengan melihat kelayakan dan mana yang lebih berisiko. Hal ini penting supaya target sasaran bisa terpantau dengan baik.

“Kalau ada penyakit akut, ada dengan obat-obatan kemoterapi ini bisa belakangan belum waktunya, prioritaskan yang sudah siap. Yang sudah kena Covid pun tunggu 3 bulan, karena dia sudah membentuk kekebalan alami dari adanya Covid tersebut,” kata dia.

“Untuk lansia juga jika sangat rentan, kita belakangan dulu, takut beresiko dan adanya gangguan-gangguan. Mungkin bisa di rumah sakit, atau oleh dengan saran dokter agar bisa terkontrol dengan baik,” lanjutnya.

Persiapan vaksin

Sebelum melakukan vaksinasi, dr Aryana menekankan sebenarnya tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan. Kuncinya hanya tingkatkan imunitas tubuh, jaga protokol kesehatan, tetap berpikir positif, rileks, serta jaga asupan nutrisi seimbang.

“Tidak ada hal-hal khusus sendiri, kalau panas badan itu reaksi ringan ya minum paracetamol. Jika reaksi nya berat, maka itu semakin bagus dalam meningkatkan kekebalan, namun segera diatasi dengan obat anjuran dokter,” papar dia.

Dia juga menekankan bahwa semakin banyak yang divaksin, virus tidak akan semakin menyebar. Masyarakat tidak bisa merasa aman ketika banyak saudara yang belum vaksin. 

“Karena dia berpotensi untuk menyebarkan virus, dan menjadi mutase baru sehingga yang sudah divaksin akan terinfeksi lagi,” ujarnya.

Menurut dr Aryana, semua orang bisa divaksin, sambil melihat rekomendasi dari para ahli. Apalagi, saat ini penelitian masih berjalan, dan akan ada informasi mengenai siapa saja yang boleh atau tidak boleh divaksin. 

“Yang jelas, mari kita vaksin untuk menjaga sistem kekebalan tubuh kita hingga bisa kembali dalam kehidupan yang kita idam-idamkan,” kata dia. (Tsamara – Anggota Indonesia Satu)

Cerita Hidup Sanna Marin, Perdana Menteri Termuda di Dunia
Rabu, September 29, 2021

On Rabu, September 29, 2021

SANNA Marin, pemimpin perempuan asal Finlandia ini menduduki jabatan sebagai Perdana Menteri saat usianya 34 tahun. Ia dilantik pada Desember 2019. 

Penunjukan Marin ini sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai pemimpin termuda di Finlandia. Sebab, pemimpin-pemimpin sebelumnya tidak ada yang lebih muda darinya. Marin juga termasuk salah satu dari 100 perempuan paling inspiratif dan berpengaruh versi BBC tahun 2020.

Saat pandemi Covid-19 menimpa seluruh dunia, kabinet Marin disebut sudah menyiapkan berbagai hal untuk menghadapi kedatangan virus tersebut. Setelah WHO resmi mengumumkan status pandemi, pada 16 Maret, Finlandia bukan hanya memberlakukan lockdown, akan tetapi langsung menggunakan Undang-Undang Kekuatan Darurat, yang mana terakhir kalinya digunakan pada saat Perang Dunia Kedua. 

Langkah yang dilakukan Marin ini memang banyak mendapat kritik di media. Meski begitu, dari hasil jajak pendapat tetap menunjukkan bahwa dirinya mendapat dukungan dari publik Finlandia. 

Satu hal yang ia minta kepada masyarakat Finlandia saat awal virus Covid-19 mereka adalah meminta orang-orang untuk tinggal di rumah saja jika memang memungkinkan. Tidak berkeliaran di luar rumah jika memang tidak terlalu dibutuhkan.

Selain itu, apabila ada orang-orang yang merasakan gejala ringan, Marin mendorong mereka untuk menjalani tes. Ia pun mengatur alur tes dengan cara menyiapkan pertemuan online reguler antara laboratorium, dokter, dan klinik setempat. 

Bersama tim kabinetnya yang berjumlah empat orang, Marin rutin memberikan pengarahan terkait virus Covid-19 setiap minggunya. Ia juga kerap menerima pertanyaan dari warga dan media terkait virus tersebut. Apalagi banyak pertanyaan yang diajukan oleh anak-anak.

Kegigihan Marin menghadapi pandemi Covid-19, membuatnya ditempatkan di kelompok yang sama dengan pemimpin dari negara-negara, seperti Taiwan, Jerman, serta Selandia Baru. Hal yang dilakukannya itu bahkan sampai membuat banyak orang bertanya, apakah memang benar jika pemimpin perempuan jauh lebih baik dalam menghadapi krisis dibandingkan pemimpin laki-laki?

Dalam sebuah wawancara, Marin mengatakan bahwa ada negara yang dipimpin laki-laki tapi tetap berhasil menangani krisis di masa pandemi. Menurutnya, hal itu tidak ada hubungannya dengan gender. Justru yang harus dipikirkan adalah bagaimana para pemimpin dunia bisa lebih fokus dan belajar dari pengalaman negara-negara lain yang berhasil menangani krisis. 

Finlandia sendiri memiliki populasi sebanyak 5,5 juta orang. Saat terjadi pandemi Covid-19, tercatat lebih dari 370 kematian atau sekitar 60 kematian per satu juta penduduk.

Dia lalu membandingkan kasus kematian di negaranya dengan yang terjadi di Inggris. Yang mana ada lebih dari 10 kali lipat kasus kematian yang terjadi di sana. 

Bagi Marin, keberhasilannya menangani krisis adalah karena ia mendengarkan para ilmuwan dan mampu membuat keputusan berani dalam segala ketidakpastian yang terjadi. Marin menyebut kalau masyarakatnya adalah orang-orang yang memiliki kepercayaan kepada pemerintah dan tatanan demokrasi. 

Kilas Balik Kehidupan Sanna Marin

Sanna Marin pernah membagikan kisah hidupnya yang ia bagikan lewat blog pribadinya pada 2016 silam. Marin adalah perempuan yang dibedakan di sebuah kota kecil di barat daya Finlandia yang bernama Pirkkala. 

Marin menyebut keluarganya sebagai  'keluarga pelangi', dimana ia kerap menghadapi tekanan finansial yang konstan. Bersama sang ibu, ia bertahan hidup hanya bermodalkan tunjangan. Hal ini lantaran kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai. 

Sejak muda, Marin pernah bekerja di perusahaan ritel. Ia melakukannya untuk membantu menghidupi keluarganya. Tidak ada yang terlalu mencolok dari diri Marin. Bahkan memiliki bibit-bibit pemimpin saja tidak. Hal ini diperkuat oleh pernyataan salah satu gurunya di SMA yakni Pasi Kervinen yang menyebutkan kalau Marin adalah murid yang biasa saja, tidak memiliki keistimewaan. 

Marin mulai berpikir untuk bangkit dan memperbaiki keadaannya saat ia berusia 20-an. Hak itu lah yang akhirnya menjadi motivasi Marin membuat Program Kesetaraan yang diperkenalkan pemerintahannya.

Program tersebut setidaknya mencakup kebijakan untuk mendorong orang tua untuk berbagi tanggung jawab secara setara, menindak kekerasan dalam rumah tangga, mengakhiri kesenjangan upah berdasarkan gender, sampai meningkatkan pendidikan bagi anak-anak dari latar belakang yang lebih miskin dan keluarga imigran.

Tak hanya itu saja, Marin juga memiliki program yang mereformasi Trans Act, undang-undang yang mewajibkan mereka yang mengajukan pengakuan gender secara legal untuk menjalani pemeriksaan kesehatan mental selama bertahun-tahun, kecuali mereka sudah terbukti tidak subur, dipaksa melakukan sterilisasi.

Marin pernah menegaskan kalau setiap orang  harus memiliki hak untuk menentukan identitas mereka sendiri. Oleh karena itu, ia bawah kepemimpinannya, Marin ingin mendukungnya lewat program yang ia jalankan. 

Terkait trans puan, Marin merasa bukan tugas dirinya untuk mengidentifikasi orang lain. Namun, hal itu adalah tugas setiap orang untuk mengidentifikasi siapa diri mereka sendiri. Ia mengaku tidak berhak untuk membicarakannya.

Bisa dibilang, Marin adalah satu-satunya pemimpin yang mau secara terbuka berbicara tentang identifikasi gender berdasarkan keputusan individu. (Tsamara – Anggota Perempuan Indonesia Satu

5 Pemimpin Perempuan dari Berbagai Penjuru Dunia yang Menginspirasi
Rabu, September 29, 2021

On Rabu, September 29, 2021

ADA banyak pemimpin perempuan dari berbagai penjuru dunia yang menginspirasi. Kiprahnya tentu sudah tidak diragukan lagi. Hal itu dibuktikan dengan jabatan yang mereka dapatkan di pemerintahan. 

Jadi, siapa saja para pemimpin perempuan itu? Berikut ini sosok-sosok yang bisa kamu ketahui:  

Halimah Jacob - Presiden Singapura

Halimah Jacob adalah perempuan muslim pertama yang berhasil menduduki jabatan sebagai Presiden Singapura. Untuk mencapai posisi ini, jalannya tentu tidak mulus. Ia harus melewati lika-liku dalam karier politiknya. 

Orang tua Halimah hanyalah seorang petugas keamanan dan penjual nasi Padang. Setelah ayahnya berpulang, ia kerap membantu sang ibu berjualan di kawasan Shenton Way. Halimah bertugas membersihkan meja dan mencuci piring. 

Halimah berhasil menjadi Presiden Singapura tanpa melalui proses pemilu. Hal ini lantaran hanya dirinya lah yang memiliki sertifikat kelayakan oleh Elections Department (ELD), tepatnya pada 11 September 2017.

Keberadaan sertifikat ini bisa dibilang penting, karena itu artinya para calon bisa bertanding dalam pemilihan Presiden. Namun, karena sertifikat tersebut hanya dikeluarkan sebanyak satu buah, maka secara otomatis dirinya yang berhasil menduduki posisi Presiden Singapura. 

Zuzana Caputova - Presiden Slovakia

Zuzana Caputova adalah Presiden Slovakia. Sebelum menjabat posisi penting itu, ia terlebih dahulu mengawali karier sebagai pengacara. Ia pernah memimpin sebuah kasus yang melawan tempat pembuangan limbah illegal, yang mana sudah berlangsung selama 14 tahun.

Caputova merupakan adalah anggota Partai Progressive Slovakia berhaluan liberal, yang artinya tidak memiliki kursi di parlemen. Saat menjadi calon Presiden, ia harus melawan Maros Sefcovic, seorang diplomat kenamaan  yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Komisi Eropa.

Kemenangannya dari Sefcovic kemudian   dianggap sebagai simbol harapan bagi kebangkitan demokrasi negara tersebut. Sebab, sebelumnya jabatan Presiden di Slovakia umumnya hanya formalitas belaka, karena yang nantinya menjalankan tugas adalah Perdana Menteri. 

Jacinda Ardern - Perdana Menteri  Selandia Baru 

Jacinda Ardern merupakan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru sekaligus pemimpin perempuan yang berhasil menyedot perhatian dunia. Ia menjabat posisi PM pada 26 Oktober 2017, tepatnya saat ia berusia 37 tahun. 

Tak hanya itu saja, Jacinda juga masuk ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di tahun 2019 versi Time (Time 100 Most Influential People 2019).

Salah satu keberhasilannya yang menuai perhatian dunia adalah saat dia mampu menangani aksi teroris di Christchurch, Selandia Baru pada 15 Maret 2019 lalu. 

Sebagai pemimpin, ia dikenal memiliki empati yang tinggi. Ia juga sempat memberikan pernyataan yang membela umat muslim. 

"Banyak dari mereka yang telah terdampak langsung oleh penembakan kemungkinan adalah migran di Selandia Baru. Mereka mungkin pengungsi di sini. Mereka telah memilih untuk menjadikan Selandia Baru rumah mereka dan ini adalah rumah mereka. Mereka adalah kita. Orang yang melakukan kekerasan ini bukan (termasuk bagian dari kita)," katanya kala itu. 

Sebelum menjadi Perdana Menteri, Jacinda sudah menjadi anggota parlemen sejak November 2008. Selain itu, ia juga pernah menjadi staf Perdana Menteri Helen Clark dan peneliti kebijakan politik untuk anggota parlemen. 

Sebagai seorang pemimpin, Jacinda mengaku tidak pernah takut berbicara lantang mengenai  diskriminasi perempuan. Ia bahkan termasuk salah satu orang yang menentang perlakuan tidak adil yang dihadapi oleh sesama politikus perempuan.

Angela Merkel - Kanselir Jerman 

Angela Merkel menjabat sebagai Kanselir Jerman untuk ketiga kalinya pada 14 Maret 2018. Sosoknya tentu bukan orang sembarangan. Terbukti jika dirinya bisa menduduki posisi yang sama selama tiga  kali berturut-turut.

Merkel terpilih menjadi kanselir pada 2005-2009, 2009-2013, 2013-2017. Oleh sebab itu, dirinya tercatat sebagai perempuan  pertama yang menduduki posisi tertinggi di Jerman.

Merkel sendiri mulai berkiprah di dunia politik pasca-revolusi 1989 yang menyatukan Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) dengan Republik Federal Jerman (Jerman Barat). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Juru Bicara untuk Kabinet Jerman Timur pada 1990 silam.

Setelah itu, ia juga pernah dua kali menjabat sebagai Menteri yaitu Menteri Perempuan dan Pemuda (1991-1994) serta Menteri Lingkungan (1994-1998).

Theresa May - Perdana Menteri Inggris

Pemimpin perempuan dunia selanjutnya adalah Theresa May. Ia merupakan Perdana Menteri (PM) Inggris yang menjabat posisi tersebut pada Juli 2016. Selain menjadi PM Inggris, May juga menjabat sebagai Ketua Partai Konservatif. Lalu, sebelum menjadi PM Inggris, ia pernah menduduki posisi Menteri Dalam Negeri. 

Theresa May menempuh pendidikan di Fakultas Geografi, Universitas Oxford. May sendiri mengawali karier politiknya usai menjabat sebagai anggota parlemen pada 1997 untuk daerah pemilihan Maidenhead, Berkshire. Selang dua tahun, ia lantas ditunjuk sebagai Menteri Bayangan untuk urusan pendidikan. (Rizka – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Kenalan dengan Angkie Yudistia, Penyandang Disabilitas yang Jadi Stafsus Presiden
Rabu, September 29, 2021

On Rabu, September 29, 2021

PADA 2019 silam Presiden Joko Widodo menunjuk 7 orang anak muda untuk menjadi staf khusus Presiden. Salah satunya adalah  Angkie Yudistia. Beberapa dari kita mungkin terdengar asing saat mendengar namanya. Tapi, perlu diketahui kalau perempuan kelahiran Medan, 5 Juni 1987 ini merupakan penyandang disabilitas yang berpengaruh di Indonesia.

Terkait kisah hidupnya, saat berusia 10 tahun, Angkie harus rela kehilangan pendengaran nya. Hal itu rupanya dipicu karena konsumsi  obat-obatan antibiotik ketika ia mengidap penyakit malaria.

Angkie mengaku kalau dirinya tidak menyadari jika saat itu ia mengalami gangguan pendengaran. Sampai akhirnya ia tersadar ketika ia tidak bisa mendengar saat namanya dipanggil oleh orang lain. 

Harus kehilangan pendengaran saat usianya beranjak remaja, tentu hal yang tidak mudah ia jalani. Tak jarang, Angkie menjadi tidak percaya diri dan tertekan. Menurutnya, ia membutuhkan waktu sedikitnya 10 tahun untuk bisa bangkit dari kondisinya dan menerima keadaan. 

Lulusan Ilmu Komunikasi London School of Public Relations Jakarta ini akhirnya memutuskan untuk mengubah pola pikirnya. Mau tidak mau, ia harus bisa menerima segala kekurangannya kala itu. Tujuannya adalah satu, agar ia bisa menikmati hidup selayaknya manusia lain. 

Angkie pernah bercerita, jika salah satu dosennya di kampus pernah memberikan pesan agar ia bisa jujur terhadap diri sendiri dan orang. Hal itu bertujuan agar orang lain bisa mengapresiasi kejujuran kita. Setelah berbuat hal tersebut, Angkie dibuat yakin oleh perkataan sang dosen. Sebab, saat dirinya berkata jujur, ternyata orang lain malah sangat membantu keadaannya. 

Di luar segala keterbatasan yang dimilikinya, Angkie justru mampu menjadi finalis Abang None Jakarta 2018. Tak hanya itu saja, di tahun yang sama, ia juga sempat didapuk menjadi "The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008".

Mendirikan Thisable Enterprise

Sebagai seorang penyandang disabilitas, Angkie sadar diri kalau ia akan kesulitan dalam memperoleh pekerjaan. Oleh karena itu, pada 2011, ia pun mendirikan Thisable Enterprise bersama rekan-rekannya, tujuannya tidak lain tidak bukan adalah untuk membantu memberdayakan orang-orang di luar sana yang memiliki keterbatasan.

Bersama Thisable Enterprise, ia berhasil menjalin kerja sama dengan Gojek Indonesia, dimana ia membantu mempekerjakan para penyandang disabilitas di Go-Auto dan Go-Glam.

Tidak sampai di situ saja, dengan adanya Thisable Enterprise, Angkie juga turut  mengembangkan ide kreatif untuk membuat berbagai produk, salah satunya produk kecantikan.

Dari dalam lubuk hatinya, Angkie percaya bahwa penyandang disabilitas juga memiliki hak untuk berkembang. Baginya, mereka juga adalah aset yang dimiliki negara. 

Bagi Angkie, bisa mendirikan Thisable Enterprise adalah sebuah anugerah. Ia jadi teringat momen saat orang lain tidak banyak memberinya kesempatan untuk berkarya. Oleh sebab itu, dengan keberadaan Thisable Enterprise, ia ingin bisa menciptakan akses bagi para difabel, agar memiliki kesetaraan dengan masyarakat pada umumnya.

Angkie menyebut jika Thisable Enterprise memiliki beberapa visi dan misi mulia, salah satunya sosial bisnis for society profit yang menangani CSR perusahaan bagi anak-anak difabel. Melalui wadah tersebut, Angkie juga mencoba membantu mencarikan perusahaan yang mau menerima para difabel agar mereka bisa bekerja. 

Untuk mewujudkan misinya, bersama Thisable Enterprise, Angkie menjalin kolaborasi dengan para stakeholder dan perusahaan swasta yang mau menerima kaum difabel untuk bekerja secara profesional. 

Angkie meyakini kalau perjuangannya masih belum selesai dan ia pun tidak akan berhenti sampai di sini saja. Ia masih memupuk harapan agar tidak ada lagi gate antara difabel dan non difabel. 

Sebelumnya mendirikan Thisable Enterprise, Angkie sempat bekerja di beberapa perusahaan besar, seperti IBM Indonesia dan Geo Link Nusantara.  Walau dirinya adalah penyandang disabilitas, akan tetapi Angkie adalah anggota Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Sosoknya dikenal oleh masyarakat sebagai perempuan yang inspiratif.

Keterbatasan yang dimilikinya tidak ia jadikan penghalang untuk bisa mewujudkan mimpi. Angkie justru bisa sukses dengan torehan prestasi yang berhasil diraihnya. Pada 2011, ia meluncurkan buku yang diberi judul  "Perempuan Tunarungu Menembus Batas". Berselang 8 tahun, disusul oleh "Setinggi Langit" (2013), dan "Become Rich as Sociopreneur" (2019). (Anne T – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Anti Gagal, Begini Cara UMKM Melakukan Transformasi Digital!
Selasa, September 28, 2021

On Selasa, September 28, 2021

PARA pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus segera menyusun strategi untuk melakukan transformasi digital. Hal ini diperlukan agar usahanya tetap bisa berkembang di tengah pandemi.

Transformasi ini bisa menyangkut banyak aspek, dari pilihan transaksi non-tunai, sampai strategi pemasaran lewat marketplace atau e-commerce. Namun, ternyata belum semua UMKM melakukan strategi ini.

Hasil survei Mandiri Institute menyebutkan, sebanyak 51% UMKM belum menyediakan transaksi non-tunai. Padahal sebanyak 63% konsumen Indonesia mengaku semakin jarang berbelanja dengan uang tunai.

Lebih dari itu, transaksi digital terus mengalami peningkatan sejak pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta.

Dia mengatakan bahwa transaksi e-commerce meningkat sebesar 26% selama pandemi. Transaksi harian juga meningkat hingga 4,8 juta, begitupun dengan persentase konsumen baru yang naik 51%.

Strategi digital

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pernah menyampaikan, UMKM harus bertahan, harus bangkit, dan harus tumbuh usahanya walaupun di tengah tantangan pandemi Covid-19. Sebab, UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia.

Sekitar 99% masyarakat Indonesia adalah pelaku UMKM. Di sisi lain, World Bank pada 2021 menyebutkan bahwa 80% UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik.

Meski demikian, transformasi digital tak bisa dilakukan tanpa perencanaan yang matang. Para pelaku UMKM perlu mempertimbangkan berbagai faktor.

Pakar Digital Business dan Marketing Tuhu Nugraha mengatakan, dengan adanya transformasi digital, pelaku usaha tetap perlu untuk memetakan perencanaan dan strategi pemasaran konvensional.

Menurutnya, persaingan ketat pasti ada, namun yang penting sekarang bagaimana pelaku usaha dapat membangun dan menciptakan emotional bonding dengan konsumen, sehingga loyalitas konsumen dapat meningkat.

Hal senada diungkapkan oleh CEO Qasir Michael Williem. Menurutnya pelaku UMKM tak boleh hanya melihat kemudahan dalam melakukan transaksi digital melalui marketplace atau e-commerce.

Dia menilai, pelaku usaha kerap kali hanya fokus pada keuntungan saja, tetapi lupa memperhatikan risiko yang muncul dari pemasaran melalui media sosial atau platform digital seperti e-commerce.

Oleh karena itu, Michael mengingatkan pelaku usaha untuk mempertimbangkan risiko apa saja yang dihadapinya, di samping peluang dan benefit yang didapat.

Sebagai contoh, dia menilai pelaku usaha harus waspada akan ancaman kejahatan siber yang mengintai data pribadi. Pasalnya, kemudahan dan pengalaman berbisnis yang lebih simpel dengan menggunakan platform e-commerce memiliki risiko terkait dengan faktor keamanan. 

Adanya pencurian identitas maupun produk dan layanan yang disalahgunakan bisa dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. 

Misalnya, secara langsung maupun tak langsung kompetisi yang tidak sehat membuat kompetitor Anda berusaha untuk menyerang privasi dan menjual informasi yang dimiliki. Hal ini dapat merugikan konsumen maupun pelaku usaha dan keberlangsungan bisnis. 

Tak hanya itu, Michael mengatakan bahwa ketika pelaku usaha bergabung dalam ekosistem e-commerce, kontrol operasional dan logistik tidak sepenuhnya di tangan pelaku usaha.

Dengan membuka bisnis di marketplace, syarat utamanya adalah tunduk kepada kebijakan yang berlaku. Pelaku usaha harus tunduk dengan aturan, mulai dari persentase monetisasi yang didapat dan biaya tambahan lainnya yang mungkin diubah secara tiba-tiba, demikian juga dengan kendala teknis yang tidak dapat diperbaiki sendiri.

Saat masuk ke dalam ekosistem e-commerce, maka akan membuka persaingan semakin ketat, dan membuat jangkauan semakin terbatas. Seperti halnya dunia usaha yang tidak pernah lepas dari kompetisi, pun demikian dengan ranah penjualan digital. 

Kompetisi pasar yang tinggi membuat pelaku usaha harus mengatur strategi yang tepat agar dapat dilirik oleh pembeli. Algoritma di marketplace menjadi penentu apakah toko Anda bisa terlihat secara luas oleh calon pelanggan atau tidak.

Kemungkinan produk atau brand menjadi kurang terdengar dan berkembang sangatlah besar disebabkan munculnya produk yang sama dengan harga yang bisa jadi lebih murah. Hal ini harus diantisipasi oleh pelaku UMKM yang memutuskan menjual produk atau jasa via marketplace atau e-commerce.

Menurut Michael, alasan tersebut membuat para pelaku usaha berlomba memperbanyak followers. Dengan banyaknya followers, maka akan memperluas jangkauan promosi bisnis, dan dengan mudah masuk ke pencarian teratas.

Oleh sebab itu, pelaku UMKM harus memiliki pengetahuan yang tepat guna memasarkan produk atau jasa di dunia digital. Jika tidak, transformasi digital hanya menjadi jargon tanpa benar-benar membawa manfaat pada bisnis. (Bella mukti – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Bagaimana Awal Media Sosial Berubah Jadi “Mesin Politik” Dalam Pesta Demokrasi
Selasa, September 28, 2021

On Selasa, September 28, 2021

DALAM demokrasi berpolitik, kini media sosial ibarat pedang bermata dua. Bila dimanfaatkan dengan baik akan memberi manfaat bagi orang banyak. Sebaliknya, ketika digunakan dengan kurang bijak, medsos hanya menimbulkan kerumunan massa di Monas yang nirmakna.

Salah satu bilah pedang berbahaya itu pernah terjadi saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Boleh dikatakan saat itu merupakan periode terkelam dalam era demokrasi digital. Hoax mulai merajalela, membutakan masyarakat yang masih gagap literasi digital sehingga mudah terprovokasi isu bohong.

Pada 18 April 2017, BBC News Indonesia pernah mewawancarai Matahari Timoer, salah satu anggota ICT Watch. Dia mengatakan, kehidupan digital telah memasuki dunia kegelapan, dan itulah mengapa masyarakat Indonesia butuh orang-orang untuk menjadi lentera dan memerangi kegelapan ini.

Pada tahun itu pula, dia mulai membicarakan kampanye untuk melawan penyebaran hoax, yang dia percaya bisa meningkatkan risiko intoleransi agama di Indonesia.

Bahkan, selama Pilkada 2017 tersebut, Dewan Pers menemukan lebih dari 40.000 situs yang mengklaim menjadi situs berita, tetapi kebanyakan tidak terdaftar. Dewan Pers pun akhirnya membuat sistem verifikasi media online untuk menyaring berita bohong.

Khairul Ashar, salah satu pendiri Turn Back hoax, menyebutkan ketika itu ada lebih dari 1.900 laporan dugaan hoax dalam tiga bulan terakhir. Dari angka ini, lanjut dia, lebih dari seribu laporan terkonfirmasi hoax. Kebanyakan tentang politik, terkait Pilkada Jakarta dan isu agama berperan besar.

Awal demokrasi digital

Barangkali, boleh dikatakan Pilkada DKI 2012 merupakan titik awal kemunculan demokrasi digital dan dukungan yang datang benar-benar murni mendukung. Belum ada pasukan bayaran dan hoax yang bertebaran.

Sosok Jokowi yang fenomenal dan menampilkan model kepemimpinan baru saat menjadi Gubernur DKI Jakarta menjadi alasan masifnya dukungan dari media sosial.

Bermunculan pula model relawan media sosial seperti Jasmev sebagai pendukung paslon Jokowi-Ahok di Pilkada DKI. Pasangan ini yang hanya diusung oleh dua Parpol, mengalahkan pasangan Foke-Nara yang berstatus incumbent dan didukung oleh 7 Parpol.

Keberhasilan media sosial pada Pilkada DKI 2012 pun menjadikan penggunaannya semakin massif pada Pilpres 2014. Bekas pendukung Jokowi-Ahok pada Pilkada 2012 kembali bergabung di Pilpres 2014, Jasmev diaktifkan lagi dan bermunculan model relawan sosial media sejenis. 

Dari pasangan lawan juga demikian, semua mulai melek bahwa media sosial merupakan medan perang. Dari sini, pasukan bayaran hoax mulai bermunculan. 

Tentu publik masih ingat majalah Obor Rakyat yang ketika itu menjadi leading dalam penyebaran hoax yang diarahkan kepada pak Jokowi. Mulai dari isu Jokowi dibekingi China, Amerika, Israel, Yahudi, dan lain sebagainya.

Melawan hoax

Keberhasilan hoax pada 2017 tampaknya ingin kembali diulangi pada Pilpres 2019. Intensitas hoax pada Pilpres 2019 hampir menyamai Pilkada 2017. Setiap hari hoax baru bertebaran.

Yang para penyebar hoax tidak tahu, masyarakat Indonesia sudah jauh lebih melek literasi digital. Serangan hoax terhadap Jokowi-Amin sama sekali tidak berefek, malah Jokowi-Amin menang dengan selisih 2 digit. Strategi hoax terbukti tidak berhasil diterapkan di skala yang lebih luas.

Sekali lagi bangsa ini membuktikan diri sebagai bangsa yang tidak mudah dipecah belah dan selalu mengedepankan persatuan. Indonesia dengan keberagamannya sangat mencintai persatuan. 

Ke depan, media sosial tetap akan jadi medan perang, bahkan penggunaannya tentu akan lebih massif. Selain karena penggunanya yang diprediksi semakin banyak, kekuatan media sosial begitu luar biasa. 

Seperti yang dikatakan di atas tadi, media sosial ibarat pedang bermata dua, akan bermanfaat bila digunakan oleh orang yang tepat dan bijaksana. Wajar bila semakin banyak tokoh politik yang berupaya menggaet simpati publik melalui media sosial.

Suksesi kepemimpinan

Bila ingin mengulangi kisah sukses pada Pilkada DKI 2012, Pilpres 2014 dan 2019, perlu sosok yang fenomenal seperti Jokowi kala itu. Perlu pemimpin yang menawarkan sesuatu yang baru, cara komunikasi dan pendekatan yang orisinil. 

Yang menawarkan narasi baru bagi Indonesia yang sedang giat membangun atau setidaknya, pemimpin yang mampu melanjutkan kerja nyata Jokowi selama dua periode ini. Bangsa ini perlu mencari sosok yang tidak berpura-pura. 

Apa yang ia tampilkan di media dan media sosial adalah sosok aslinya dalam kesehariannya. Sosok yang mencintai Indonesia dan siap bekerja untuk rakyat Indonesia. Dan yang terpenting, rakyat perlu sosok yang tidak punya beban masa lalu, seperti pak Jokowi.

Dari rilis elektabilitas digital drone emprit beberapa waktu lalu ada beberapa nama yang disebut-sebut potensial sebagai Capres 2024. Bila dipadukan dengan kriteria di atas, tampaknya hanya nama Puan Maharani yang memenuhi kriteria. (Pritta T – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

7 Perubahan yang Sebaiknya Perempuan Lakukan Saat Menginjak Usia 30 Tahun
Senin, September 27, 2021

On Senin, September 27, 2021

SEIRING berjalannya waktu, usia akan terus bertambah. Perempuan yang mulai memasuki usia 30 Tahun terkadang kerap merasa cemas dan khawatir. Tidak salah memang, sebab kita harus melalui setiap fase kehidupan. 

Ketika menginjak kepala tiga, perempuan seharusnya sudah menjadi pribadi yang lebih matang dan mapan. Entah itu matang dalam pemikiran atau mapan dalam pekerjaan. 

Lalu, sebaiknya apa yang harus dilakukan oleh perempuan yang mulai menginjak usia 30-an? Simak penjelasannya di bawah ini: 

Lebih Menghargai Waktu   

Roda kehidupan akan selalu berputar. Oleh karena itu, kita harus lebih menghargai setiap detik dan waktu yang dimiliki. Bersemangatlah untuk terus mencoba hal-hal baru. Lakukan apapun yang disukai dan menjadi sumber kebahagiaan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan di luar sana.

Bersyukur akan Banyak Hal 

Terkadang kita merasa bahwa waktu begitu cepat berlalu. Yang tadinya baru saja menginjak usia 25 tahun, lalu tiba-tiba sudah mau kepala tiga saja. Saat berada di usia 30 tahun, baiknya lebih banyak bersyukur akan semua hal yang sudah didapatkan dan dimiliki. Namun, jangan lupa untuk terus mengejar mimpi yang belum terwujud.

Hentikan Kebiasaan Buruk

Beberapa dari kita bisa jadi memiliki kebiasaan buruk, entah itu hobi merokok atau minum minuman keras. Perlahan, mulailah menghentikan kebiasaan burukmu itu, terlebih ketika usiamu mulai menginjak kepala tiga. Hal ini dilakukan tidak lain tidak bukan adalah demi kesehatan. 

Seperti yang kita ketahui, merokok dan minum minuman keras akan membuat kita terkena risiko penyakit berbahaya, seperti kanker, serangan jantung, dan penyakit lainnya. Jadi, sebaiknya kurangi dan hentikanlah sebelum terlambat. 

Tinggalkan Lingkungan yang Toxic

Disadari atau tidak, kita mungkin pernah berada dalam lingkungan pertemanan yang toxic. Saat masih berusia 20-an, kita mungkin memilih untuk bertahan di lingkungan tersebut. Namun, seiring bertambahnya usia, ternyata kita lebih memilih kenyamanan dibandingkan memiliki banyak teman tapi membuat hati tidak tenang.

Sesungguhnya saat usia kita bertambah, circle pertemanan akan semakin berkurang. Kita hanya akan bertahan dengan mereka yang selalu ada dan tetap mau mendengarkan dengan hati yang tulus. 

Rutin Berolahraga

Saat memasuki usia 30-an, janganlah malas-malasan berolahraga. Semakin bertambah usia, justru kondisi fisik akan ikut menurun. Oleh karena itu, cara membuat tubuh tetap bugar adalah dengan melakukan aktivitas fisik. 

Tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup berolahraga ringan, seperti jogging di sekitar lingkungan rumah, work out di teras rumah, lari pagi saat sebelum memulai aktivitas, yoga ketika libur bekerja, dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan. 

Disiplin dalam Hal Keuangan

Sadar atau tidak, saat masih berusia 20-an, kita mungkin terlalu banyak berfoya-foya, menghabiskan uang yang dimiliki untuk sekadar memuaskan hasrat diri sendiri. Begitu sampai di usia 30-an, hal tersebut harus diubah.

Mulailah pelan-pelan untuk mengatur keuanganmu. Buatlah rincian berapa pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya. Hal ini dilakukan agar kita mengetahui bagaimana cash flow keuangan. 

Apabila memiliki pemasukan selain dari gaji utama, tetaplah buat rinciannya agar semuanya bisa terkontrol dengan baik. Untuk pengeluaran, bisa dicatat seberapa besar biaya hidup, makan, transportasi, tagihan tempat tinggal, cicilan, tagihan internet, tagihan listrik, dan lain sebagainya. 

Dari pemasukan yang kamu dapatkan, alangkah baiknya untuk menabungkan sebagian atau mulai berinvestasi, entah itu melalui emas, saham, reksadana, atau yang lainnya. Jika memang ingin mulai investasi, tetap lakukan sesuai kebutuhan dan kemampuan. 

Evaluasi Karier

Kita mungkin sudah bekerja sama lebih dari lima tahun begitu memasuki usia 30 tahun. Mulailah untuk melakukan evaluasi akan kariermu. Coba tanya pada diri, apakah kamu menyukai pekerjaan yang sekarang? Apakah sudah waktunya untuk naik jabatan? Atau apakah sudah waktunya untuk melamar ke perusahaan lain? Semua pasti memiliki jawabannya. 

Saat berusia 30 tahun, kita tentu memiliki lebih banyak pengalaman dalam bekerja. Hal itu tentu bisa jadi modal untuk terus mengembangkan sayap dalam karier. Namun, jika ingin merasakan pengalaman dan tantangan lain, tidak ada salahnya jika kamu ingin mulai berbisnis dan menjalankan usaha milikmu sendiri. Tapi, jika memang ingin seperti itu, pikirkanlah dengan matang-matang, jangan sampai kamu salah melangkah. Karena dalam menjalankan bisnis, kita tentu butuh keberanian yang besar dan modal yang tidak sedikit. (Siti Asthina – Senior Communication Kinanti Comms)

Jadi Perempuan Tangguh Saat Pandemi, Apa Saja Yang Perlu Dilakukan?
Sabtu, September 25, 2021

On Sabtu, September 25, 2021

Jadi Perempuan Tangguh Saat Pandemi, Apa Saja Yang Perlu Dilakukan?
PEREMPUAN memegang peran penting dalam keluarga, mengurus rumah tangga, anak dan suami, dan seringkali masih harus bekerja. Oleh karena itu perempuan perlu menjaga kesehatannya agar kesehatan keluarga turut terjaga.


Dokter Sonia Wibisono membagikan tips menjaga kesehatan diri dan keluarga di tengah pandemi Covid-19, khususnya bagi perempuan. Menurutnya di masa pandemi ini yang terpenting adalah kesehatan, jadi perempuan sebaiknya menunda program diet untuk menurunkan berat badan.


Terlebih lagi, lanjut dia, jika berat tubuh masih di ambang batas normal. Kecuali, badan sudah terlampau gemuk yang justru membahayakan kesehatan. Sonia menekankan bahwa kita harus benar-benar menjaga daya tahan tubuh kita di saat pandemi ini.


Empat tips dari dr Sonia bisa jadi rujukan dalam menjaga kesehatan saat new normal pandemi Covid-19. Yang pertama, olahraga secara rutin, minimal tiga kali seminggu dengan durasi 30-60 menit per sesi.


Meski new normal sudah memperbolehkan untuk beraktivitas di luar ruangan, sangat disarankan untuk olahraga di rumah saja. Namun bagi yang suka berlari, ia memperingatkan untuk hati-hati karena ada risiko bahaya untuk tumit dan lutut.


Jadi, menurut dia, sebaiknya disarankan untuk jalan cepat saja. Jenis olahraga ini adalah pilihan yang paling baik. Selain itu, senam, yoga, pilates juga pilihan bagus untuk kesehatan, melancarkan darah serta melampiaskan stres.


Kedua, kita dianjurkan mengonsumsi makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi yang tercukupi. Hal ini bisa dilakukan dengan memasak makanan sehat sendiri. Makanan yang akan dikonsumsi tentu harus memenuhi gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.


Sonia pun menekankan bahwa lemak juga penting bagi tubuh, tapi pilihlah lemak dari yang baik, seperti lemak tidak jenuh alpukat dan kacang-kacangan. Lemak juga penting untuk hormon, tapi jangan lemak yang bisa membuat sumbatan pembuluh darah.


Ketiga, meluangkan waktu untuk me time. Pasalnya, stres saat pandemi bisa bisa memberi efek buruk pada sistem kekebalan tubuh, yang bisa menyebabkan sakit.


Me time pun bisa dilakukan di rumah lewat hal-hal sederhana yang membuat rileks, seperti mendengarkan musik, menyalakan lilin-lilin aroma terapi, menonton film hingga memasak.


Terakhir, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan supaya tidak mudah terserang virus maupun jatuh sakit selama pandemi. Tetaplah menjaga kebersihan terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.


Sonia juga mengingatkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker tiap keluar rumah, mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol 70%. Jika tangan terasa kering, pakai pelembab setelahnya.


Kesehatan mata


Kesehatan mata juga sangat penting saat pandemi. Pasalnya sebagian perempuan harus tetap bekerja di rumah atau work from home. Karenanya, seringkali mata terasa kering akibat terlalu banyak melihat layar gadget.


Menurut dr Mohammad Eko Prayogo, M.Med.Ed., Sp.M(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM, batas toleransi screen time yang dikatakan sehat adalah 20 menit, semakin singkat semakin baik.


Dia mencontohkan seperti 20 menit bekerja, 20 menit istirahat, dan 20 menit aktivitas jalan-jalan. Ini karena setelah lebih 20 menit otot mata sudah kelelahan sehingga perlu diistirahatkan. 


Dia pun memberikan tips menjaga kesehatan mata saat di masa pandemi, yakni mengatur jarak dengan gawai minimal 30 cm, menyetel tingkat brightness yang tidak terlalu terang maupun redup, serta menyesuaikan ukuran font pada layar sesuai kemampuan mata.


Tak hanya itu, Eko menganjurkan untuk mengatur ruang kerja yang ber-AC agar jangan terlalu dingin karena dapat membuat mata menjadi kering atau muka jangan langsung terkena AC. Dia juga mengingatkan jangan terlalu fokus sehingga lupa berkedip.


Menjaga asupan vitamin A juga sangat penting bagi kesehatan mata. Perlu diketahui, secara alamiah mikronutrient seperti retinoid yang ada pada vitamin A berfungsi sebagai bahan bakar sel saraf mata sangat dibutuhkan oleh tubuh. 


Namun apakah perlu adanya suplementasi itu tergantung dari masing-masing individu, apabila mengalami defisiensi atau kondisi penyakit tertentu baru dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin A. 


Jika mengalami mata merah karena kelelahan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yang pertama mengistirahatkan mata selama 10 menit. 


Kalau alergi sudah berat, boleh diberikan tetes mata namun tetap harus berhati-hati karena dalam obat tersebut terdapat pengawet. Apabila sudah mengalami pembengkakan dan mata merah harus segera diperiksakan ke dokter spesialis mata. 


Untuk tambahan perlindungan juga alangkah lebih baik di masa pandemi seperti sekarang ini tidak menggunakan softlens namun menggunakan kacamata saja agar terhindar dari hal-hal buruk pada mata yang tidak diinginkan. (Ralya – Kinanti communication)

Merasa Nyeri dan Demam Pasca Vaksinasi Covid-19, Kapan Waktu Tepat Minum Parasetamol?
Sabtu, September 25, 2021

On Sabtu, September 25, 2021

Merasa Nyeri dan Demam Pasca Vaksinasi Covid-19, Kapan Waktu Tepat Minum Parasetamol?
SEBAGIAN kalangan masyarakat mungkin masih ragu untuk vaksinasi  Covid-19 karena khawatir dengan efek setelah vaksin. Pasalnya, dalam beberapa kasus orang mengalami keluhan demam dan nyeri otot setelah vaksin Corona. Padahal, efek ini bisa ditanggulangi dengan mengonsumsi obat pengurang rasa nyeri seperti parasetamol.


Perlu diketahui, keluhan demam dan nyeri otot setelah vaksin Covid-19 memang sudah masuk dalam daftar kemungkinan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Selain itu, efek samping ini sudah tercatat sesuai izin penggunaan darurat (EUA) yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Artinya, efek tersebut sudah diantisipasi dan tentu saja tidak membahayakan tubuh. Para pakar berpendapat bahwa manfaat vaksinasi lebih besar daripada efek sampingnya.


Meski demikian, sebenarnya kasus semacam itu termasuk jarang terjadi, apalagi ketika orang yang bersangkutan dalam kondisi sehat dan fit. Dalam petunjuk teknis vaksinasi Covid-19 pun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa secara umum vaksin tidak menimbulkan reaksi pada tubuh. 


Namun tak dimungkiri pada beberapa orang, sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan antigen yang terkandung dalam vaksin dan menyebabkan reaksi lokal seperti nyeri, dan reaksi sistemik antara lain demam.


Reaksi juga bisa dipicu oleh kandungan lain dalam vaksin, misalnya bahan pembantu, penstabil, dan pengawet. Menurut organisasi kesehatan, vaksin yang berkualitas ialah vaksin yang menimbulkan reaksi ringan atau seminimal mungkin tetapi tetap mampu memicu respons imun yang baik.


Di sisi lain, beberapa pakar menyebut, reaksi ringan seperti demam berhubungan dengan efek vaksin. Munculnya efek samping disebut sebagai tanda bahwa vaksin sedang memberitahukan sistem imun untuk mengenali serangan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.


Menurut Dr David J Cennimo, pakar infeksi dari Rutgers New Jersey Medical School, hal tersebut merupakan “tanda pengenalan” yang tepat dan reaksi imun terhadap vaksin.


Pada vaksin Corona jenis Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer, demam memang tercatat sebagai salah satu potensi efek samping pasca vaksinasi.


Adapun pada vaksin Corona Moderna yang baru-baru ini mendapatkan EUA dari BPOM, disebutkan bahwa risiko efek samping mencakup nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi.


Konsultasi terlebih dulu


Meski demikian, mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol harus berdasarkan rekomendasi dokter. Menurut dr Lancelot Pinto, Konsultan Pulmonologi dari RS Hinduja Hospital & MRC, lebih baik gejala setelah vaksin tersebut dikonsultasikan lebih dulu pada dokter penanggung jawab.


dr Pinto mengatakan, kebanyakan orang sebenarnya tidak memerlukan pengobatan sama sekali setelah vaksinasi. Jika ada gejala ringan, lanjut dia, akan sembuh dengan sendirinya seiring waktu. 


Jika mengalami demam atau sakit badan, orang bersangkutan disarankan untuk mengonsumsi parasetamol. Namun hal ini hanya jika diperlukan saja, dan tidak dikonsumsi secara rutin.


Menurutnya, gejala seperti demam setelah vaksin Covid-19 bersifat sementara dan paling lama berlangsung dalam beberapa hari. Selain minum parasetamol, gejala tersebut bisa diatasi dengan banyak minum air putih, istirahat cukup, makan seimbang, dan menghindari asupan kafein dan alkohol.


Tetapi perlu digarisbawahi bahwa konsumsi parasetamol dan sejenisnya tidak boleh dilakukan sebelum vaksinasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun sebelumnya telah memperingatkan agar tidak mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol sebelum suntik vaksin Covid-19


WHO menulis bahwa sampai saat ini para ahli tidak tahu bagaimana obat penghilang rasa sakit ini bisa mempengaruhi vaksin Covid-19 bekerja. Yang dikhawatirkan parasetamol justru mengurangi efikasi vaksin jika dikonsumsi sebelumnya.


Meski demikian, WHO mengizinkan seseorang untuk mengonsumsi parasetamol atau obat penghilang rasa sakit lainnya setelah orang tersebut mengalami efek samping seperti nyeri, demam, sakit kepala atau nyeri otot setelah vaksinasi.


Sebagai informasi, paracetamol ini bekerja dengan cara mengurangi produksi zat penyebab peradangan, yaitu prostaglandin. Dengan penurunan kadar prostaglandin di dalam tubuh, tanda peradangan seperti demam dan nyeri akan berkurang.


Hal serupa diungkapkan oleh dr Adam Prabata. Melalui akun Instagram-nya dia mengklarifikasi tentang kabar yang beredar bahwa konsumsi obat-obatan diperbolehkan bila mengalami demam atau nyeri pasca vaksinasi, dengan catatan selama tidak ada alasan medis yang menyebabkan tidak boleh mengonsumsi obat sebelumnya. 


Kenyataannya, vaksinasi memang dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda bagi setiap orang dan hal ini merupakan hal yang normal. Obat yang dapat dikonsumsi untuk demam adalah parasetamol. Sedangkan obat untuk obat anti nyeri adalah ibuprofen atau aspirin. 


Dia pun tidak menganjurkan meminum obat tersebut sebelum divaksinasi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), konsumsi obat sebelum vaksinasi Covid-19 untuk mencegah terjadinya efek samping justru tidak dianjurkan. (Prischa – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Ketahui Manfaat Jalan Kaki Bagi Perempuan, dari Menyehatkan Jantung, Tulang, Sampai Tingkatkan Imun Tubuh
Sabtu, September 25, 2021

On Sabtu, September 25, 2021

Ketahui Manfaat Jalan Kaki Bagi Perempuan, dari Menyehatkan Jantung, Tulang, Sampai Tingkatkan Imun Tubuh
BENTENGSUMBAR.COM -  Olahraga jalan kaki mulai menjadi tren, terlebih setelah pelonggaran PPKM. Banyak tokoh publik mencoba olahraga ini, dari artis Tya Ariestya, penyanyi Melly Goeslaw, sampai politikus Puan Maharani.


Tya dan Melly mengaku berhasil menurunkan berat badan dengan melakukan olahraga jalan kaki secara teratur. Selain itu, olahraga yang sederhana dan tidak butuh peralatan banyak ini juga membawa banyak manfaat kesehatan lainnya. 


Bahkan, Puan pernah mengunggah kegiatan jalan paginya di akun Instagram pribadinya @puanmaharaniri. Begitupun dengan Tya Ariestya. Dia menjelaskan mengenai kegiatan rutinnya, jalan kaki selama 45 menit saat berbincang dengan komedian Abdel Achrian.


Menurut Tya, jalan kaki 45 menit membuat sel-sel dalam tubuh menjadi aktif bekerja. Ketika bekerja, sel bisa membakar lemak dengan lebih maksimal. Karena itu, olahraga jalan kaki menjadi cara ampuh bagi Tya menurunkan berat badan.


Selain berat badan bisa turun, rutin jalan kaki juga sangat baik bagi orang yang tekanan darahnya tinggi. Aktivitas ini dapat mengurangi tekanan darah sistolik hingga sekitar 3,8 mmHg dan tekanan darah diastolik 0,3 mmHg.


Menurut Dr. John Paul H. Rue, pakar kedokteran olahraga di Mercy Medical Center di Baltimore, Amerika Serikat, jalan kaki memiliki banyak manfaat kardio yang sama seperti berlari dan latihan lain yang lebih intens.


Berjalan kaki setiap hari selama setidaknya 30 menit bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner hingga 19%. Penelitian lain menyatakan olahraga ini dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular hingga 31%.


Bahkan, manfaat tersebut masih dapat dirasakan dengan sekadar berjalan santai dengan kecepatan sekitar 3,2 km per jam. Namun, manfaat ini bisa meningkat dengan menambah jarak berjalan secara bertahap.


Pasalnya, orang-orang yang berjalan lebih jauh, berjalan dengan kecepatan lebih cepat, atau keduanya, bisa terlindung dari risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. 


Tak hanya masalah jantung, aktivitas jalan kaki juga membantu mengurangi risiko kanker dan penyakit diabetes.


Jumlah kalori yang terbakar pun akan bertambah sebanyak 100-300 kalori bila berjalan dengan lebih cepat, dalam jarak yang jauh dengan durasi di atas 30 menit, dan di medan yang menanjak. 


Manfaat bagi kesehatan tulang, imun, dan mental


Jalan kaki termasuk olahraga yang menahan beban tubuh Anda sendiri. Karena itu, aktivitas ini bermanfaat dalam mempertahankan kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis. 


Tak hanya itu, olahraga jalan kaki yang dilakukan rutin bisa meningkatkan imun tubuh. Sebuah studi terhadap 1.000 partisipan menemukan bahwa mereka yang rutin berjalan kaki selama 30 sampai 45 menit setiap hari, memiliki masa sakit lebih rendah hingga 43% dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah berolahraga.


Kalaupun mereka terserang penyakit, masa sakitnya lebih singkat. Orang yang rutin berjalan kaki akan lebih cepat sembuh ketimbang mereka yang tidak berolahraga. Apalagi ketika jalan kaki dilakukan  lebih dari 7.500 langkah.


Studi dalam jurnal Medical Journal of Australia menemukan, orang yang jalan kaki hingga 8.800 langkah per hari, rata-rata menghabiskan waktu 30% lebih sedikit di rumah sakit, dibandingkan orang dengan jumlah langkah kaki setengahnya.


Bahkan, riset lain yang dilakukan oleh Harvard dalam jurnal JAMA Internal Medicine pada Mei 2019, menemukan bahwa berjalan kaki 4.400 langkah per hari mampu menurunkan risiko kematian bagi kaum perempuan. Risiko ini bisa menurun hingga 32%.


Selain baik untuk kesehatan tubuh, olahraga jalan kaki juga berdampak positif terhadap kondisi mental. Anxiety and Depression Association of America mengungkapkan, berjalan kaki selama 10 menit mungkin sama efektifnya dengan olahraga 45 menit dalam hal menurunkan kekhawatiran dan depresi.


Selain dapat mengurangi stres, olahraga memang secara positif memengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab dalam mengatur suasana hati, termasuk olahraga berjalan kaki.


Maka dari itu, American Cancer Society merekomendasikan agar orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas dengan intensitas sedang atau 75 menit setiap minggu. 


Aktivitas tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kapasitas tubuh masing-masing orang. Bahkan, hanya 5 menit aktivitas fisik saja memiliki manfaat kesehatan yang nyata, apalagi ketika bisa melakukan dengan intensitas lebih tinggi.


Laporan: Mela

Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Dorong Kesadaran Tentang Polusi Udara dan Gaya Hidup Bebas Emisi
Sabtu, September 25, 2021

On Sabtu, September 25, 2021

Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Dorong Kesadaran Tentang Polusi Udara dan Gaya Hidup Bebas Emisi
WARGA Indonesia, khususnya Jabodetabek mungkin sudah familiar dengan Car Free Day yang sebelumnya kerap dilakukan setiap akhir pekan. Namun belum banyak tahu bahwa setiap tanggal 22 September, dunia memperingati Hari Bebas Kendaraan Bermotor bersama-sama.


Peringatan tersebut bertujuan mendorong masyarakat untuk tidak naik mobil ataupun motor selama sehari. Acara ini juga menekankan beragam manfaat bagi masyarakat, di antaranya untuk mengurangi polusi udara dan mempromosikan aktivitas jalan kaki dan bersepeda yang lebih aman.


UN Environment Programme (UNEP) mengatakan, hari bebas kendaraan bermotor merupakan kesempatan tepat bagi kota-kota untuk menyadari seberapa besar polusi mempengaruhi kehidupan.


Transportasi merupakan penghasil emisi CO2 bahan bakar fosil yang berkembang paling pesat hingga menjadi penyumbang terbesar perubahan iklim. Oleh karena itu, tahun 2021 ini ada dua tema kampanye yang dilakukan, yakni Program Berbagi Jalan (Share The Road Programme) dan Breathe Life untuk udara bersih.


Program Berbagi Jalan mendukung pemerintah dan pemangku kepentingan di negara berkembang untuk berinvestasi dalam infrastruktur pejalan kaki dan sepeda. Sedangkan Breathe Life adalah kampanye global untuk udara bersih. 


Banyak kota yang mengadakan Car Free Day juga berpartisipasi dalam kampanye #BreatheLife. Kampanye Breathe Life dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia, UNEP, dan Koalisi Iklim & Udara Bersih. 


Hari peringatan ini mendukung inisiatif udara bersih, mempromosikan penggunaan energi bersih dan membantu kota, wilayah dan negara mengembangkan kebijakan dan program untuk mengurangi polusi udara.


Polusi di Ibu Kota


Peringatan tersebut juga mengingatkan kita akan kabar menggembirakan yang terjadi baru-baru. Gugatan polusi udara Jakarta yang diajukan Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota) dikabulkan oleh hakim PN Jakarta Pusat.


Sebelumnya, mereka mengajukan gugatan perdata terkait polusi udara Jakarta dan sekitarnya. Mereka pun menuntut pemerintah bisa mengendalikan pencemaran udara.


Dalam gugatan disebutkan para tergugat antara lain Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, tercantum turut tergugat yakni Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat.


Gugatan itu bukan diajukan tanpa dasar. Kualitas udara khususnya di Ibu Kota memang memprihatinkan. 


Menurut data dari situs IQAir, pada Jumat 17 September 2021 indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 114 US AQI, dengan status 'unhealthy for sensitive groups' atau tidak sehat untuk sekelompok orang yang sensitif.


Polutan utama di udara Jakarta ini adalah PM2.5. Saat ini, konsentrasi PM2.5 di Jakarta sebanyak 44.7 µg/m³ atau 4 kali di atas standar WHO soal kualitas udara.


Bahkan, kualitas udara Jakarta tersebut lebih buruk daripada beberapa hari sebelumnya. Pada tanggal 14-16 September 2021, tercatat indeks kualitas udara Jakarta ada di angka 74-93 atau statusnya yaitu 'Moderate'.


Berdasarkan data di situs tersebut, Jakarta memiliki angka indeks kualitas udara paling tinggi di antara kota-kota besar di Indonesia. Di tingkat dunia, polusi udara Jakarta saat ini menduduki nomor 5.


Oleh karena itu, gerakan untuk memperbaiki kualitas udara menjadi sangat penting dan masuk agenda yang sangat mendesak. Pandemi yang telah menahan mobilitas kendaraan bermotor hanya mampu menjaga kualitas udara sementara saja.


Selain dari kebijakan pemerintah yang lebih mendukung perbaikan kualitas udara, masyarakat pun didorong untuk mengubah gaya hidup yang lebih minim menghasilkan emisi. Dengan demikian, harapannya kita bisa menikmati udara yang sehat dan aman.


Sejarah Hari Bebas Kendaraan Bermotor


Peringatan ini juga memiliki latar belakang sejarah yang menarik untuk dikupas. Apalagi, ternyata Hari Bebas Kendaraan Bermotor sudah dimulai sejak tahun 1950-an.


Ketika itu, banyak kelompok masyarakat yang memprotes penggunaan kendaraan bermotor, khususnya mobil yang dianggap mengganggu kota serta lingkungan.


Negara pelopor yang kemudian mengadakan Hari Minggu Bebas Kendaraan Bermotor ialah Belanda dan Belgia, yakni pada tahun 1956-1957. Mungkin ini yang turut melatarbelakangi kebiasaan bersepeda para masyarakatnya hingga kini.


Kemudian pada konferensi internasional pada tahun 1994, sebuah makalah yang membahas strategi untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor dibagikan.  


Pada akhir 1990-an, proyek bebas mobil direncanakan dan dilaksanakan di berbagai kota di Eropa. Lalu tahun 1997, Asosiasi Transportasi Lingkungan Inggris mengoordinasikan tiga hari bebas kendaraan bermotor tahunan. Tak lama, Spanyol, Italia, dan Prancis mengikuti dengan proyek serupa.


Pada 2000 Hari Bebas Kendaraan bermotor pun hadir di Amerika Selatan dengan Car Free Program terluas diadakan di Bogota, Columbia. Pada tanggal 22 September 2000, European Car Free Day juga diadakan. 


Sejak itu, Hari Bebas Kendaraan Bermotor menjadi acara tahunan di 46 negara dan 2.000 kota di seluruh dunia, termasuk Jakarta yang mulai ikut menyelenggarakannya pada bulan September 2007. (Marlinda – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

5 Cara Jitu Persiapkan Diri Hadapi Ujian, Dijamin Dapat Nilai Memuaskan!
Sabtu, September 25, 2021

On Sabtu, September 25, 2021

5 Cara Jitu Persiapkan Diri Hadapi Ujian, Dijamin Dapat Nilai Memuaskan!
MENGHADAPI Penilaian Tengah Semester (PTS) atau Ulangan Tengah Semester (UTS) memang bisa bikin kepala pening. Apalagi, selama satu tahun lebih pembelajaran sekolah dilakukan secara daring sehingga mungkin saja beberapa topik masih belum benar-benar dipahami. Belum lagi, selama ini belajar jarak jauh bisa membuat burn out.


Jangan panik dulu! Masih ada cara untuk tetap mendapat nilai memuaskan pada PTS dan UTS. Kalau dipersiapkan dengan baik, hasilnya pun pasti bisa lebih baik. Nah, berikut ini tips mempersiapkan menghadapi ujian.


Buat perencanaan yang baik


Paling penting, ketahui dulu jadwal ujian agar bisa mengatur program belajar sesuai prioritas. Ketahui pula kelemahan pada materi-materi tertentu yang memerlukan perhatian lebih agar bisa mempersiapkan dengan lebih matang.


Jika ujian dilakukan secara offline atau langsung, persiapkan juga rencana keberangkatan dan apa saja yang perlu dibawa, termasuk perlengkapan seperti hand sanitizer dan masker ekstra.


Namun ketika ujian masih dilakukan secara daring, sebaiknya pastikan koneksi internet aman. Hal ini penting agar ujian berjalan lancar. Tentu kamu tidak ingin pusing memikirkan sinyal putus-putus ketika ujian yang bisa mengganggu konsentrasi.


Yang tak kalah penting adalah menyusun jadwal belajar. Pastikan kamu mengatur waktu khusus untuk mempelajari materi-materi ujian. Pilih waktu yang paling sesuai dengan tubuhmu, yakni ketika merasa pikiran lebih segar dan tubuh bugar.


Hindari sistem SKS (Sistem Kebut Semalam)


Kebanyakan pelajar melakukan sistem ini jelang ujian. Mereka baru sibuk belajar pada malam sebelum ujian. Hal ini wajib dihindari. Pasalnya, waktu satu malam tidak cukup untuk mengasah dan mempertajam kemampuan. Apalagi, besoknya malah terkantuk-kantuk karena belajar yang berlebihan.


Kembali lagi ke tips pertama, sebaiknya kamu menerapkan jadwal belajar untuk membantu mengelola waktu dengan baik. Tuliskan apa saja dan kapan ujian yang akan berlangsung. 


Dari jadwal ujian tersebut, atur jadwal belajar yang cukup untuk tiap materi ujian. Sesuaikan porsi waktu belajar untuk materi-materi yang butuh waktu lebih banyak untuk dipahami. Jangan lupa sisakan waktu istirahat agar tetap sehat dan nyaman menjelang waktu ujian.


Pilih tempat yang kondusif


Karena belajar kebanyakan akan dilakukan di rumah, pilihlah ruangan yang kondusif yang bisa mendukungmu tetap semangat dan berkonsentrasi. Jika memilih belajar di ruang tidur, pastikan tidak melakukannya di atas kasur agar tubuh lebih “merasa” sedang belajar dan tidak terganggu dengan keinginan istirahat.


Pastikan juga ruangan yang kamu pilih memiliki pencahayaan yang cukup. Tinggi kursi dan meja juga perlu disesuaikan supaya nyaman. Pastikan juga kamu punya cukup ruang untuk membuka buku teks pelajaran, catatan dan bila diperlukan laptop atau gadget untuk belajar.


Sesuaikan suasana ruang belajar dengan kenyamanan kamu, bisa sangat rapi, atau sedikit berantakan. Sebisa mungkin jauhkan diri dari apapun yang bisa membuat konsentrasi teralihkan, misalnya televisi, game, komik, apapun itu.


Jika kamu tipe yang bisa lebih konsentrasi belajar dengan musik, siapkan playlist instrumental atau lagu yang membantu kamu fokus dan menjaga mood. Hindari memilih musik yang malah membuat konsentrasi terganggu.


Belajar dengan efektif


Ketahui tipe belajar agar bisa menyiapkan sistem belajar yang efektif. Misalnya untuk tipe visual, menggunakan alat bantu visual akan sangat membantu saat mengulang pelajaran. Tambahkan diagram dan alur untuk memudahkan kamu mengingat apa saja yang perlu selama ujian.


Jika kamu punya cukup waktu, buat catatan singkat untuk menguji apakah sudah hafal materi yang telah kamu pahami. Bisa juga memanfaatkan mind mapping agar lebih memahami keterkaitan antar topik dalam suatu materi.


Untuk tipe auditori, cobalah untuk merekam ketika merangkum suatu materi. Putar ulang dan dengarkan kembali. Jika memungkinkan, cobalah untuk menjelaskan materi tersebut kepada orangtua atau teman untuk menguatkan ingatan.


Jangan lupa juga untuk latihan dengan menggunakan soal-soal ujian lama atau yang banyak keluar tahun lalu. Latihan soal membiasakan kamu untuk terbiasa dengan format pertanyaan, sehingga kamu bisa belajar mengatur kecepatan penyelesaian sebuah soal dengan jawaban yang tepat.


Atur asupan dan waktu istirahat


Agar sebuah pengetahuan lebih tahan lama di ingatan, kamu harus istirahat cukup. Belajar berjam-jam tanpa istirahat rupanya kontraproduktif untuk belajar dan mengingat.


Sesuaikan juga waktu istirahat dengan waktu belajar paling efektif buatmu. Jika kamu lebih suka belajar malam, istirahat lebih siang atau sore agar segar di malam hari. 


Jangan merasa bersalah kalau kamu ingin ke teras atau ke halaman rumah untuk menikmati matahari sebentar, sebab vitamin D memengaruhi mood dan imunitas kamu saat belajar.


Agar tubuh sehat, konsumsilah makanan bergizi karena terbukti membantu konsentrasi dan daya ingat, misalnya ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, yogurt, dan blueberry.


Konsumsi juga makanan yang baik buat otak pada hari ujian. Pilih makanan dengan pelepasan energi perlahan, agar energi selama ujian tetap terjaga.


Selain itu, hidrasi amat penting agar otak dapat bekerja dengan baik. Pastikan kamu minum cukup air saat belajar dan saat ujian agar bisa tangkas berpikir dan menyelesaikan ujian. (Anggia B – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Mengenali Bahaya Alzheimer dari Kisah Cinta Noah dan Allie Dalam Film “The Notebook”
Kamis, September 23, 2021

On Kamis, September 23, 2021

KISAH cinta yang mengharukan dalam film The Notebook antara Noah (diperankan Ryan Gosling) dan Allie (diperankan Rachel McAdams), mungkin bisa memberi kita sekelumit gambaran tentang bahaya penyakit Alzheimer.

Perjuangan cinta antara Allie si kaya dan Noah si pemuda desa yang miskin memang jadi daya tarik utama film tersebut. Tetapi di akhir kisah mereka, diperlihatkan ternyata Allie mengidap penyakit Alzheimer.

Ya, penyakit itu telah merontokkan ingatan Allie. Noah di masa tua pun terus menceritakan kisah cinta mereka, dengan harapan Allie bisa mengingat lagi masa-masa manis mereka berdua.

Namun pada kenyataannya, penyakit Alzheimer tak selalu membawa akhir kisah bahagia atau happy ending kepada orang yang mengidapnya. Saking berbahayanya penyakit ini, setiap tanggal 21 September diperingati sebagai Hari Alzheimer Sedunia.

Peringatan tersebut bertujuan untuk untuk mengampanyekan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, terhadap penyakit yang menyerang otak ini. Namun apa sebenarnya penyakit Alzheimer itu?

Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang memperburuk memori dan kemampuan kognitif. Menurut Dokter Spesialis Saraf di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Silvia Francina Lumempouw, Alzheimer merupakan penyakit otak progresif yang mengakibatkan gejala penurunan daya ingat atau demensia.

Alzheimer, lanjut Silvia, mulai merusak sel otak bahkan sebelum gejala penurunan daya ingat muncul. Awalnya hanya penurunan ringan daya ingat dan domain kognitif lainnya yang ringan. Kondisi ini disebut Mild Cognitive Impairment.

Dia memaparkan, Alzheimer adalah penyakit otak degeneratif yang disebabkan oleh perubahan sel otak yang kompleks setelah terjadi kerusakan sel. Gejala awal Alzheimer yang paling umum adalah kesulitan mengingat informasi baru.

Kondisi itu berangsur-angsur semakin berat. Misalnya, seseorang menanyakan hal yang sama berulang-ulang, tidak tahu jalan pulang ke rumah, dan kondisi lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut Silvia, mereka tidak bisa melakukan aktivitas sederhana yang biasa dilakukan, seperti tidak bisa berbelanja, tidak mampu menghitung lagi, tidak bisa mandi dan berpakaian sendiri, tidak mampu bepergian sendiri, tidak mampu memasak lagi dan lain-lain.

Fungsi kognitif yang bisa dilihat untuk deteksi dini yakni orientasi waktu dan tempat, fungsi bahasa, memori baru, fungsi eksekutif, hingga fungsi visuospasial. Meski demikian, Silvia menjelaskan bahwa demensia dan Alzheimer adalah dua hal yang berbeda.

Demensia merupakan istilah medis yang membuat pengidapnya mengalami penurunan daya ingat dan berpikir. Pada orang awam, demensia disebut juga dengan pikun.

Silvia menyebutkan terdapat banyak hal bisa menyebabkan seseorang mengalami demensia. Contohnya, stroke yang berulang atau dikenal dengan istilah demensia vaskuler, infeksi otak, cedera kepala berat hingga kekurangan vitamin B12. 

Namun begitu demensia juga bisa terjadi karena seseorang mengidap Alzheimer. Dikutip dari laman resmi Alzheimer's Association, penyakit Alzheimer menyumbang 60% sampai 80% kasus demensia.

Deteksi dini

Sampai hari ini, obat untuk menyembuhkan Alzheimer belum ditemukan. Terdapat beberapa jenis obat yang bisa memperlambat progres penyakit ini, tetapi belum bisa sampai menyembuhkan total.

Oleh karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting. Pada tahun 2021 ini, Perayaan World Alzheimer's Month 2021 pun mengusung tema "Kenali Alzheimer: Pentingnya Deteksi Dini".

Kampanye tersebut menyoroti tanda-tanda peringatan demensia, mendorong orang untuk mencari informasi, saran dan dukungan, serta pentingnya diagnosis tepat waktu.

Dengan mencari informasi, saran dan dukungan, dan kemungkinan diagnosis, orang akan lebih mampu mempersiapkan, merencanakan dan beradaptasi.

Perlu diketahui, orang dengan penyakit Alzheimer juga memiliki kekurangan beberapa bahan kimia penting dalam otak mereka. Bahan kimia ini terlibat dengan pengiriman pesan dalam otak.

Alzheimer adalah penyakit progresif, bertahap dari waktu ke waktu dan menyebabkan lebih banyak bagian otak yang rusak. Karenanya, gejala yang muncul menjadi lebih parah.

Meskipun demensia dan Alzheimer belum memiliki obat, terdapat sejumlah obat yang bisa diberikan pada penderita yang berguna untuk menggantikan transmitter acetylcholine yang sudah jauh berkurang. Meski tidak menyembuhkan, ini berguna agar penurunan kognitif tidak progresif.

Perawatan yang tepat juga sangat penting diketahui oleh keluarga yang memiliki anggota dengan penyakit Alzheimer dan demensia. Silvia menyarankan, pihak keluarga harus memikirkan untuk menyediakan pengasuh dan perawat untuk menjaga orang yang terkena demensia. 

Tentunya pengasuh atau perawat tersebut jangan hanya satu orang saja. Pasalnya, menurut Silvia, merawat orang yang terkena Alzheimer termasuk sangat melelahkan dan bisa menimbulkan stres. (Mirella – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Tradisi vs Alam, Ketika 1.400 Lumba-Lumba Jadi Korban Tradisi di Kepulauan Faroe, Denmark
Kamis, September 23, 2021

On Kamis, September 23, 2021

TRADISI nenek moyang tak selalu bersandingan dengan alam. Beberapa tradisi justru mengeruk kekayaan alam dengan rakus. Seharusnya, manusia yang bijak mampu mengambil jalan tengah, mengambil hanya yang diperlukan dari alam dan merawatnya agar tetap lestari.

Budaya perburuan lumba-lumba di Kepulauan Faroe, Denmark, kini menjadi sorotan dunia. Perburuan yang katanya sudah menjadi budaya dan identitas Faroe sejak abad ke-9 ini telah membunuh 1.400 lumba-lumba dalam satu hari yang kelam pada Minggu, 12 September 2021.

Lumba-lumba bersisi putih alias white-sided dolphin atau leucopleurus acutus ini digiring dari tengah laut menuju perairan dangkal oleh kapal. Ribuan lumba-lumba terperangkap di antara kapal dan tebing terjal di wilayah Atlantik Utara itu.

Mereka menggeliat, mencoba berenang bebas, namun mereka tak punya celah untuk kabur. Akhirnya ratusan lumba-lumba terdampar di daratan, sebagian lain menggeliat mencoba bertahan di perairan dangkal pantai Skalabotnur di Eysturoy.

Lalu, sekumpulan warga Kepulauan Faroe yang telah bersiap, mulai membantai lumba-lumba tersebut. Mamalia yang tak berdaya itu harus melihat teman dan kerabatnya mati satu per satu, sambil menghirup air yang berubah warna kemerahan, menunggu giliran ajalnya tiba.

Ratusan warga mengitari pantai, menonton pembantaian tersebut. Kemudian, tubuh lumba-lumba ditarik ke darat dan dibagikan kepada mereka untuk dikonsumsi.

Memecahkan rekor

Perhatian internasional kini tertuju pada kisah memilukan itu. Jumlah lumba-lumba yang dibunuh itu memecahkan rekor tangkapan sepanjang masa sejak pertama perburuan dilakukan di Kepulauan Faroe.

Perburuan mamalia laut, terutama paus, adalah tradisi yang telah dipraktikkan selama ratusan tahun di Kepulauan Faroe yang terpencil. Perburuan mamalia laut dikenal sebagai grind atau Grindadrap dalam bahasa Faroe.

Tradisi tersebut memang sudah mengantongi izin resmi pemerintah. Pemerintah Faroe pun mengatakan rata-rata sekitar 600 paus pilot ditangkap setiap tahun. Biasanya, lumba-lumba sisi putih ditangkap dalam jumlah yang lebih rendah, seperti 35 pada tahun 2020 dan 10 pada tahun 2019. 

Menurut Bjarni Mikkelsen, seorang ahli biologi kelautan dari Kepulauan Faroe, jumlah lumba-lumba yang dibunuh Minggu lalu adalah rekor terbesar dalam satu hari di Kepulauan Faroe, wilayah otonomi Denmark.

Dia mengatakan rekor sebelumnya adalah 1.200 pada tahun 1940, lalu 900 pada tahun 1879, kemudian 856 lumba-lumba pada tahun 1873, dan 854 ekor pada tahun 1938.

Pro dan kontra

Kelompok pendukung penangkapan mamalia laut mengatakan, perburuan paus adalah cara berkelanjutan untuk mengumpulkan makanan dari alam dan bagian penting dari identitas budaya Faroe. 

Namun begitu, tak semua orang sependapat. Para aktivis hak-hak hewan telah lama tidak setuju dan menganggap tradisi pembantaian lumba-lumba itu sebagai tindakan yang kejam dan tidak perlu.

Sea Shepherd, organisasi internasional yang berfokus pada perlindungan satwa dan ekosistem laut, juga mengamini bahwa pembantaian lumba-lumba tersebut kemungkinan adalah yang terbesar dalam sejarah.

Robert Read, Direktur Kampanye Sea Shepherd Conservation Society, mengatakan bahwa hal tersebut benar-benar bencana yang sangat tak terduga.

Sea Shepherd pun menyebutkan, pembunuhan lumba-lumba dan paus pilot jarang terjadi secepat yang dilakukan pemerintah Faroe. Perburuan Grindadrap, menurut mereka, bisa berubah menjadi pembantaian yang berlarut-larut dan seringkali tidak terorganisir.

Paus pilot dan lumba-lumba dapat dibunuh dalam waktu lama di depan kerabat mereka saat terdampar di pasir dan batu atau ketika berjuang di air dangkal, lanjut Sea Shepherd.

Sebenarnya, kritikan tersebut sudah sejak lama dilontarkan banyak pihak. Namun, pemerintah setempat tak menggubrisnya, apalagi warga Faroe yang memang merasa tindakan itu sebagai tradisi yang harus dipenuhi.

Sebelum kejadian Minggu lalu, kritik atas praktik perburuan tersebut juga pernah ditayangkan dalam film dokumenter Seaspiracy yang populer di Netflix awal tahun ini. Pembantaian lumba-lumba terus terjadi, setiap tahun di Kepulauan Faroe.

Reaksi internasional telah mendorong dilakukannya jajak pendapat. Survei menunjukkan bahwa kebanyakan orang menentang pembantaian massal lumba-lumba di Kepulauan Faroe.

Pada hari Minggu, reaksi nasional adalah "kebingungan dan keterkejutan karena jumlah yang luar biasa besar", kata Trondur Olsen, seorang jurnalis untuk penyiar publik Faroe Kringvarp Foroya.

Pihaknya pun melakukan jajak pendapat singkat menanyakan apakah warga Faroe harus terus membunuh lumba-lumba ini. Hasilnya, Lebih dari 50% mengatakan tidak, dan lebih dari 30% mengatakan ya.

Sebaliknya, kata dia, jajak pendapat terpisah menunjukkan bahwa 80% mengatakan mereka ingin melanjutkan pembunuhan paus pilot. Jajak pendapat ini memberikan gambaran opini publik terhadap pembunuhan mamalia laut. (Yogiyani – Anggota Perempuan Indonesia Satu)