Opini

PARLEMEN

Sports

Padang

IKLAN DI ATAS FEED
Sejak Pandemi, Jumlah Sampah Berkurang
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Mairizon menyebut bahwa jumlah sampah warga mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 ini. Meski jumlah penurunannya tidak begitu signifikan. 

"Iya, jumlah sampah perbulan yang kita angkut ke TPA mengalami penurunan," kata Mairizon, Selasa, 27 Oktober 2020.

Dikatakan Mairizon, biasanya jumlah sampah yang dihasilkan warga Padang dalam sehari rata-rata mencapai 600 ton. 

Namun sejak pandemi Covid-19, sampah yang datang ke TPA turun sekitar 400 hingga 500 ton saja sehari. 

"Turunnya sekitar 100 sampai 200 ton sehari," tutur Kadis LH. 

Seperti diketahui, sebanyak 139 titik TPS tersebar di Kota Padang. 

Warga diwajibkan membuang sampah di TPS mulai pukul 17.00 Wib hingga pukul 05.00 WIB.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang saat ini juga memiliki moda pengangkut sampah. 

Seperti mobil sweeper, truck, kontainer, becak motor, mesin pencacah kompos, mesin steam, bank sampah, excavator, bulldozer, perahu pengangkut sampah, dan alat angkut lainnya. Satu kontainer mampu mengangkut 7 meter kubik sampah. 

Dalam sehari, potensi timbulan sampah mencapai 1.940,85 meter kubik.

Laporan: Charlie Ch. Legi

Kadiskominfo Kota Padang: Supaya Hari Libur Bermanfaat, Jangan Gunakan untuk Plesiran
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM – Pemerintah menetapkan tanggal 28 dan 30 Oktober sebagai cuti bersama. Libur panjang pun sudah menanti. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Padang Rudy Rinaldy mengajak warga Kota Padang untuk memanfaatkan waktu libur panjang dengan kegiatan bermanfaat. 

“Supaya hari libur bermanfaat, jangan gunakan untuk plesiran,” ajak Rudy, Selasa, 27 Oktober 2020. 

Rudy menyebut cukup banyak kegiatan yang dapat dilakukan selama libur panjang. 

Diantaranya seperti memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, membersihkan rumah, atau memanfaatkan jaringan internet yang ada, baik yang di supply oleh Pemko Padang maupun paket data pribadi. 

“Suasana libur memperingati Maulid Nabi Muhammad ini kita gunakan untuk berubah ke arah yang lebih baik,” katanya. 

Hingga detik ini, Kota Padang berada di zona orange penyebaran Covid-19.

Rudy Rinaldy berharap, warga tidak mudah tergoda untuk melanggar protokol kesehatan semasa libur panjang. 

“Kita masih perlu disiplin yang ketat untuk dapat menahan laju pandemi ini,” tuturnya. 

Kadiskominfo mengatakan, berdiam diri di rumah selama libur panjang merupakan hal yang begitu ideal dilakukan saat pandemi ini. 

Sehingga lonjakan kasus positif tidak meningkat dan Padang kembali ke zona hijau bebas Covid-19.

Laporan: Charlie Ch. Legi

Tunggu Hasil Swab, Karyawan Rumah Makan Disarankan Supaya Tidak Bekerja
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani menyarankan kepada karyawan rumah makan, restoran, kafe dan sejenisnya selama menunggu hasil tes swab agar tidak bekerja dulu. 

Hal ini sebagai antisipasi mencegah terjadinya penularan Covid-19 jika hasil tes swabnya positif.

“Ya, kita sarankan untuk tidak bekerja dulu sampai hasil tesnya keluar. Tinggal diatur pembagian kerjanya, agar usahanya tidak tutup,” ungkap Feri Mulyani, kemarin.

Tak hanya itu, Kadiskes juga menyarankan agar karyawan yang positif diisolasi di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.

“Kita berharap Asrama Haji juga sudah bisa digunakan untuk menampung pasien positif yang akan menjalani isolasi nantinya,” tuturnya.

Isolasi di Asrama Haji ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan di lingkungan keluarga.

“Supaya tidak terjadi klaster keluarga, maka kita isolasi di tempat lain,” ucapnya.

Kadiskes juga mewanti-wanti para pelaku usaha agar selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun. 

Fasilitasi Tes Swab 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan siap memfasilitasi pelaksanaan tes swab bagi pengelola dan karyawan rumah makan, restoran, kafe dan sejenisnya di Puskesmas yang ada di Kota Padang.

“Kita punya 23 Puskesmas yang siap melaksanakan tes swab,” katanya, kemarin. 

Karena banyaknya karyawan yang akan menjalani tes swab, dirinya berharap pemilik/pengelola restoran untuk mengirimkan data-data karyawan yang akan mengikuti tes swab, sesuai dengan format yang diberikan Dinas Kesehatan. 

Ini bertujuan untuk memudahkan pengaturan lokasi dan jadwal bagi karyawan yang akan mengikuti tes swab. Sehingga tidak terjadi penumpukan di Puskesmas. 

“Sebab, jika terjadi penumpukan akan rentan timbulnya klaster baru di Puskemas,” tutur Kadiskes.

Terakhir Kadiskes mengharapkan data yang dikirim ke Dinas Kesehatan adalah data yang sebenarnya.

“Kalau karyawannya ada 30 orang, harus dibuat 30 orang. Karena tes swab ini salah satu upaya kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” harapnya.

(Charlie)

Covid-19, Klaster Perkantoran dan Perbankan Berkembang di Padang
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid, mengatakan kasus Covid-19 yang berkembang saat ini di Padang berada di klaster perkantoran dan perbankan. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang, sebanyak 98 ASN di Pemko Padang dan Pemprov Sumbar terpapar Covid-19. 

Sedangkan 43 karyawan bank juga terkonfirmasi positif virus corona. 

“Angkanya meningkat di Oktober ini,” ujarnya, kemarin. 

Kadiskes mengatakan selama Oktober 2020, penambahan positif Covid-19 di Padang selalu di atas seratus kasus perharinya.

"Dari 1 Oktober, jumlah kasus aktif cukup banyak. Positif Covid-19 lebih dari 3000, setiap hari positif lebih 100, tertinggi pernah 300," ujarnya.

Meski angka kesembuhan kasus Covid-19 di Padang mencapai 56 persen, kasus aktif positif Covid-19 masih banyak. 

Kebanyakan kasus aktif positif Covid-19 ini menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menurutnya, 2.700 kasus positif Covid-19 yang aktif, di antaranya 160 orang menjalani karantina di lokasi milik Pemko Padang. 

Kemudian 70 orang melakukan karantina di BKPSDM Provinsi Sumbar di Padang Besi.

"Dirawat karena gejala berat dan sedang di RSUD Rasidin sebanyak 70 orang, di Semen Padang Hospital sebanyak 70 orang, kemudian di RS Unand 70 orang, dan di RSUP M Djamil Padang sebanyak 100 orang," ujarnya.

Kadiskes mengatakan, kini juga mulai ditemukan klaster rumah makan dan restoran, hal ini disikapi Gubernur Sumbar dengan mengeluarkan intruksi untuk tes swab semua pelaku restoran dan kafe secara gratis.

Laporan: Charlie Ch. Legi

Pasca Viral Video Wanita Berhijab Joget Tik Tok di Halaman Masjid Al Hakim, Satpol PP Kota Padang Tingkatkan Pengamanan
Jumat, Oktober 16, 2020

On Jumat, Oktober 16, 2020

Pasca Viral Video Wanita Berhijab Joget Tik Tok di Halaman Masjid Al Hakim, Satpol PP Kota Padang Tingkatkan Pengamanan
BENTENGSUMBAR.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang bergerak cepat meningkatkan pengamanan dan pengawasan di lokasi masjid pasca viralnya video beberapa orang remaja perempuan asyik bermain tik tok di halaman Masjid Al Hakim Pantai Padang.


Hal itu disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang Alfiadi, seperti dikutip BentengSumbar.com di fanpage Humas Satpol PP Padang, Jumat, 16 Oktober 2020.


"Antisipasi dari prilaku yang tidak pada tempatnya, Praja Wanita Satpol PP Padang kita kerahkan untuk pengamanan dan pengawasan di lokasi masjid," katanya.


Pasalnya, belakangan beredar video remaja yang asyik bermain tik tok di salah satu masjid  di kawasan Pantai Padang.


"Tentu hal tersebut tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di kebiasan kita," ujar Alfiadi.


Oleh karena itu, jelasnya, dalam rangka antisipasi pada kegiatan yang tidak pada tempatnya, Personil  Praja Wanita Satpol PP Padang ditempatkan di kawasan Masjid Al-Hakim Pantai Padang. 


Sebelumnya diberitakan, video tersebut diunggah oleh akun Instagram @infopadang_ pada Rabu, 14 Oktober 2020. Pemilik akun yang mengunggah video tersebut menyayangkan sikap beberapa orang wanita yang terekam dalam adegan video tersebut.


"Aku berjoged maka aku ada.

Meski Masjid ini juga menjadi ikon wisata, sebaiknya kita sebagai pengunjung bisa menjaga adab," ungkap pemilik akun @infopadang_.


Sebab, katanya, masjid dibangun selain untuk tempat ibadah, juga sebagai ikon wisata halal di Kota Padang dan Sumatera Barat.


"Masjid ini dibangun selain itu mengakomodasi tempat ibadah yang memadai di kawasan wisata pantai padang juga sebagai ikon wisata halal, bukan lokasi latihan joget-joget.

Loc: Mesjid Al Hakim. Taplau," tukuknya, seperti dikutip BentengSumbar.com, Kamis, 15 Oktober 2020.


(by)

Penyebaran Covid-19 Semakin Memprihatinkan, Ini Langkah Tegas Pemko Padang
Kamis, Oktober 15, 2020

On Kamis, Oktober 15, 2020

Penyebaran Covid-19 Semakin Memprihatinkan, Ini Langkah Tegas Pemko Padang
BENTENGSUMBAR.COM - Plt Wali Kota Padang Hendri Septa menyampaikan beberapa hal seputar kondisi Kota Padang terkini beserta berbagai upaya yang tengah dilakukan dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 yang tengah mewabah di daerah tersebut.


Sebagaimana diketahui, Kota Padang saat ini telah dinyatakan termasuk dari 12 daerah prioritas penangan Covid-19 se-Indonesia. Hal ini dikarenakan kota yang memiliki jumlah penduduk hampir 1 Juta jiwa itu belum mampu keluar dari zona merah sejak beberapa bulan belakangan. Kasus warga yang terpapar positif Covid-19 pun dari hari ke hari terus menanjak naik cukup signifikan.


Demikian dikatakan Plt Wali Kota Padang Hendri Septa kepada wartawan dalam kegiatan diseminasi informasi bersama Diskominfo Kota Padang secara virtual, Kamis, 15 Oktober 2020.


Dalam kesempatan itu Plt Wako didampingi Kasat Pol PP Alfiadi, Kabag Hukum Yopi Krislova, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Henry Gani serta Kadiskominfo Rudy Rinaldi.


"Kemarin Rabu (14/10/2020) jumlah warga Kota Padang yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 272 orang. Hari ini Kamis (15/10/2020) bertambah sebanyak 250 orang lagi. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan bagi kita di Kota Padang," ungkapnya lirih.


Oleh karena itu, Hendri pun telah menekankan jajarannya harus lebih maksimal lagi dalam berbagai upaya dan melakukan langkah terbaik untuk menekan laju penyebaran Covid-19 tersebut.


"Kalau pun tidak bisa merubah zona merah menjadi zona kuning minimal kita bisa zona orange dalam beberapa waktu ke depan. Kita berharap semua elemen masyarakat bahu-membahu bersama pemerintah dalam hal ini," ujarnya.


Ia menambahkan, menilik awal mula pandemi di Kota Padang Pemko Padang sudah melakukan beberapa upaya penanganan penyebaran Covid-19.


Mulai dari pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), melahirkan Peraturan Wali Kota (Perwako) No.49 Tahun 2020 tentang Pola Hidup Baru Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), hingga teranyar dikeluarkannya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) No.6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.


"Kita juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha per tanggal 12 Oktober 2020. Hal ini merupakan tindakan yang mesti dilakukan guna menekan laju penyebaran Covid-19 yang semakin tinggi. Ada 6 (poin-red) yang mesti disikapi di dalam Surat Edaran tersebut," imbuhnya.


Dijelaskan, Dari 6 poin pada Surat Edaran tersebut poin pertama terdapat larangan menggelar pesta perkawinan baik di gedung/convention center atau di rumah terhitung semenjak 9 November 2020. 


"Jadi, bagi masyarakat yang ingin melakukan perkawinan cukup melaksanakan akad nikah di kantor KUA, rumah ibadah atau di rumah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Jika dilanggar ada sanksi yang akan diberikan," tukuknya.


Meski telah dikeluarkan, ungkap Hendri, pihaknya tetap akan meninjau ulang kembali Surat Edaran Wali Kota Padang itu. Apakah kasus positif Covid-19 di Kota Padang menurun menjelang 9 November 2020 mendatang. 


"Masih ada sekitar empat minggu mulai berlakunya Surat Edaran tersebut, jika kasus positif Covid-19 di Kota Padang menurun, maka kita akan tinjau ulang lagi," tutur Hendri Septa mengakhiri. 


(David)

Jika Kasus Covid-19 Menurun, Plt. Wako Hendri Septa Tinjau Ulang Larangan Pesta Pernikahan
Kamis, Oktober 15, 2020

On Kamis, Oktober 15, 2020

Jika Kasus Covid-19 Menurun, Plt. Wako Hendri Septa Tinjau Ulang Larangan Pesta Pernikahan
BENTENGSUMBAR.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa menegaskan, akan meninjau ulang kembali Surat Edaran (SE) Wali Kota Padang Nomor.870.743/BPBD-Pdg/X/2020 Tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha, jika angka kasus positif Covid-19 di Kota Padang menurun menjelang 9 November 2020 mendatang.


"Masih ada sekitar empat minggu mulai berlakunya edaran tersebut, jika kasus positif Covid-19 di Kota Padang menurun, maka kita akan tinjau ulang lagi SE tersebut," ujar Hendri Septa sewaktu bertemu dan dengar pendapat dengan sejumlah para pelaku usaha pariwisata, hotel, wedding dan seniman serta pihak terkait lainnya di Kota Padang, di Aula Abu Bakar Ja'ar, Kamis, 15 Oktober 2020.


Plt Wako Hendri Septa menjelaskan, SE Wali Kota Padang tersebut dikeluarkan melihat tingginya peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Padang. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Padang, https://dinkes.padang.go.id, pada 14 Oktober 2020 tercatat jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 4.971 kasus. 


Jika dirinci terjadi penambahan kasus positif baru setiap hari yang melebihi 100, bahkan melebihi diangka 200. Seperti pada 10 Oktober terdapat 119 kasus, 11 Oktober 229 kasus, 12 Oktober 123 kasus, 13 Oktober 152 kasus positif dan 14 Oktober 291 kasus positif baru, bahkan hari lebih 200 kasus.


"Dengan jumlah kasus positif yang begitu signifikan peningkatannya, maka Kota Padang sekarang berada pada zona merah. Dan Kota Padang juga telah dinyatakan oleh Pemerintah Pusat menjadi 10 kota terparah penyebaran Covid-19 di Indonesia," jelasnya.


Lebih jauh dijelaskan, tidak hanya peningkatan jumlah kasus positif baru, jumlah angka kematian karena Covid-19 juga meningkat. Pada 14 Oktober 2020 tercatat jumlah kasus kematian di Kota Padang sudah 92 orang. Terjadi peningkatan sekitar 1 sampai 2 orang setiap harinya.  


"Jika hal ini terus dibiarkan ada kekhawatiran kondisi Kota Padang akan semakin buruk. Kita juga tidak ingin kembali pada masa beberapa bulan lalu dimana diterapkan PSBB. Untuk itu kita Pemerintah Kota Padang perlu membuat dan mengeluarkan aturan yang semata-mata demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padang," jelasnya.


Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor.870.743/BPBD-Pdg/X/2020 Tentang Larangan Pesta Perkawinan dan Batasan Bagi Pelaku Usaha akan mulai diterapkan pada 9 November 2020.


Plt Wako berharap, para pelaku usaha di Kota Padang dapat menjadi mitra dalam menyampaikan pesan-pesan pemerintah untuk memberikan arahan kepada masyarakat banyak tentang pencegahan Covid-19. 


"Alhamdulillah, pada pertemuan kali ini kita telah mendapatkan pemahaman dan komitmen bersama untuk bersama-sama menekan angka penyebaran virus Corona di Kota Padang yaitu dengan memasifkan sosialisasi protokol Kesehatan Covid-19. Dan insya allah kita berharap terjadi penurunan kasus Covid-19 yang signifikan," jelasnya. 


Turut hadir, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi, Kepala Dinas Kesehatan Fery Mulyani, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arfian, Kabag Hukum Yopi dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis.


Pada kesempatan tersebut dari pelaku usaha pariwisata dan perhotelan hadir, mewakili Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI),  mewakili Indonesian Hotel General Manager Association (IGMHA), Aspirapi, IMAIng, Hikasmi dan mewakili para Seniman. 


(Mul/Ady)

Plt Wako Hendri Septa: Potensi Pemilih Milenial Capai 40 Persen
Kamis, Oktober 15, 2020

On Kamis, Oktober 15, 2020

Plt Wako Hendri Septa: Potensi Pemilih Milenial Capai 40 Persen
BENTENGSUMBAR.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa mengajak generasi milenial di Sumatera Barat khususnya Kota Padang untuk mensukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. 


Pasalnya, jumlah pemilih dari kaum milenial saat ini mencapai angka 40 persen.  Jumlah yang sangat besar, dimana dari jumlah tersebut sangat berpotensi dalam mengubah arah politik dan pembangunan di Provinsi Sumatera Barat lima tahun mendatang.


Hal itu disampaikan orang nomor satu di Kota Padang itu saat membuka acara Sosialisasi Politik Bagi Generasi Muda Se Kota Padang yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Padang, di Aula Bagindo Aziz Chan, Kamis, 15 Oktober 2020. 


Hendri meyakini, dengan persentase yang cukup besar tersebut diyakini generasi milenial akan menjadi elemen penyumbang suara terbanyak nantinya. "Apa lagi saat ini kita saksikan, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur mengincar suara generasi milenial ini, dengan menjadi ikon-ikon generasi milenial sebagai peraup suara," jelasnya.


Untuk itu, sambung Hendri, Pemerintah Kota Padang memandang perlu untuk melakukan sosialisasi pendidikan politik ini kepada generasi milenial di Kota Padang. Tujuannya, memastikan agar generasi muda memahami semua proses politik yang ada, kemudian dapat memaksimalkan fungsi dan perannya sebagai anak muda dan sebagai anggota masyarakat dalam menyukseskan Pilkada serentak saat ini. 


"Kalaulah saat ini, masing-masing kita anak muda, memiliki akun facebook dan instagram, kemudian setiap akun memiliki pertemanan atau follower 3000 orang saja, dan setiap kita mensosialisasikan akan pentingnya Pilkada, serta ajakan ikut aktif dalam Pilkada, maka tentunya kita akan merasakan efek yang besar terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak yang akan digelar pada hari Rabu, 9 Desember 2020 terutama peningkatan partisipasi pemilih dari generasi muda," ulasnya. 


Hendri berharap, para peserta yang mengikuti acara sosialisasi dapat mengikuti dengan seksama. "Semoga ilmu yang didapat bermanfaat untuk kemajuan bangsa Indonesia dan Sumatera Barat Kota Padang dimasa mendatang," pungkasnya. 


Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Padang Yuska Librafortunan mengatakan, penyelenggaraan sosialisasi pendidikan politik bagi generasi muda ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda se Kota Padang khususnya mahasiswa dalam pelaksanaan proses politik yang terjadi, dalam hal ini yaitu proses Pilkada serentak pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat.


"Selama ini adanya indikasi generasi muda yang cuek atau apatis terhadap Pilkada ini dan tidak mau tahu terhadap proses dan pelaksanaannya. Melalui pelatihan ini tentunya kami mengharapkan pemahan tentang pentingnya peran pemuda dalam kontestasi politik," jelasnya. 


Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi politik bagi generasi muda ini diikuti oleh 60 orang peserta, yang berasal dari perguruan tinggi se Kota Padang dan dari OKP atau unsur kepemudaan lainnya.


"Adapun tema dalam sosialisasi ini yakni, “Menciptakan Generasi Muda Yang Melek Politik Dalam Rangka Mensukseskan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Proovinsi Sumatera Barat Tahun 2020,”" ungkapnya. 


(Mul)

Pemko Padang Terima Bantuan Masker dari HTT
Rabu, Oktober 14, 2020

On Rabu, Oktober 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Dukungan bagi Pemko Padang dalam melakukan upaya pencegahan dan pemutusan penularan wabah Covid-19 di Kota Padang terus berdatangan dari berbagai pihak.

Kali ini dukungan tersebut datang dari Himpunan Tjinta Teman (HTT) Pusat Padang. Penyerahan bantuan alat pelindung diri berupa masker diterima Plt Wali Kota Padang Hendri Septa dari Seksi Umum HTT Pusat Padang Harianto Pohan, di Ruang Kerjanya, Balai Kota Padang, Selasa, 13 Oktober 2020. 

Plt Wali Kota Hendri Septa mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang tentu sangat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas bantuan donasi yang diberikan dari HTT Pusat Padang kali ini. 

Sebagaimana diketahui, secara nasional saat ini memang terjadi peningkatan bagi warga masyarakat yang terpapar Covid-19, termasuk di Sumatera Barat dan Kota Padang.

"Semoga bantuan ini akan membantu masyarakat Kota Padang menjadi lebih terlindungi, sehingga dapat menekan penularan Covid-19," kata Hendri Septa. 

"Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Himpunan Tjinta Teman (HTT) Padang beserta jajaran atas bantuan yang sangat penting ini. Semoga berkah bagi kita semua," pungkas Plt Wako mengakhiri.

Sementara itu, Seksi Umum HTT Pusat Padang Harianto Pohan mengatakan, bantuan yang diberikan kali sebagai bentuk komitmen dalam membantu pemerintah dan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Dikatakannya, HTT Padang ikut berbagi kepedulian dengan menyerahkan bantuan alat pelindung diri berupa masker sebanyak 3.000 Pcs.

"Semoga dapat membantu meringankan beban masyarakat dan Pemko Padang, dalam memerangi wabah Covid-19 di Kota Padang, Semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," sebutnya.

Hadir dalam penyerahan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sutan Hendra dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis. 

(Mul/Ady)

Kukuhkan Pengurus FKUB 2020-2025, Plt Wako Hendri Septa Ajak Beri Edukasi Tentang Covid-19 ke Masyarakat
Rabu, Oktober 14, 2020

On Rabu, Oktober 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Plt Wali Kota Padang Hendri Septa mengukuhkan Pengurus dan Dewas Pengawas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang masa bakti 2020-2025. Pengukuhan dilangsungkan di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Selasa, 13 Oktober 2020.

Dalam sambutan dan arahannya, Plt Wali Kota Padang mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapkan selamat atas dikukuhkan kembali pengurus dan dewan pengawas FKUB Kota Padang.

"Kepada saudara-saudara yang baru saja dikukuhkan sebagai pengurus dan dewan penasehat FKUB, saya ucapkan selamat berkarya. Semoga Allah Swt senantiasa membimbing dan meridhoi upaya dan langkah kita dalam mewujudkan masyarakat Kota Padang yang sejahtera lahir dan batin," ungkapnya. 

Plt Wako Hendri menambahkan, dengan telah dikukuhkannya kepengurusan FKUB, para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar memahami kasus yang terjadi saat ini di Indonesia khususnya di Kota Padang, dan berupaya mencari solusi sehingga wilayah Kota Padang tetap aman dan kondusif. 

"Saat ini kita sedang berada pada masa Pandemi Covid-19 yang kian harinya jumlah kasusnya semakin meningkat di Kota Padang. Untuk itu saya mengajak kepada FKUB Kota Padang untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat terutama mengenai protokol kesehatan Covid-19," ajak Plt Wako.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Padang Yuska Librafortunan mengatakan, selain kegiatan pengukuhan pengurus dan dewan pengawas, juga dilaksanakan kegiatan sosialisasi untuk memantapkan kerukunan umat beragama dan kebinekaan untuk persatuan dan kesatuan bangsa di masa pandemi Covid-19 dan Pilkada Serentak pada tahun 2020.

"Selain itu juga dilaksanakan kegiatan Forum Pembauran Kebangsaan (FBK). Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 13 s/d 14 Oktober 2020," jelasnya,     

Dikesempatan yang sama, Ketua FKUB Kota Padang masa bakti 2020-2025 Salmadanis mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah melakukan tugas berat menyusun kepengurusan FKUB Kota Padang sehingga terbentuklah kepengurusan sebagaimana yang sudah dilantik. 

"Atas nama pengurus kami ucapkan terimakasih kepada seluruh organisasi kemasyarakatan, organisasi islam dan keagaamaan di Kota Padang yang telah mengamanakan tugas yang berat ini kepada kami. Semoga dapat kami laksanakan sebagaimana mestinya," ungkapanya. 

Turut hadir Forkopimda Kota Padang diantarnya Kajari Ranu Subroto, Ketua MUI Prof. Duski Samad, Kakan Kemenag Marjanis, Oditurat Militer I-04 Padang, Kodim 0312 Padang dan Kapolresta Padang. serta pimpinan OPD lingkungan Pemko Padang diantaranya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi, Kakan Kesbangpol Yuska Libra Fortuna dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis. 

(Mul/Ady)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *