Opini

Lifestyle

Sports

Sosialisasi Eucalyptus untuk Pencegahan Covid-19, Wako Riza: Kita Perlu Obat Ini
Selasa, Juli 14, 2020

On Selasa, Juli 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat, khususnya Kota Payakumbuh, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) Provinsi  Sumatera Barat mengunjungi Kota Payakumbuh untuk mengadakan sosialisasi Eucalyptus untuk pencegahan Covid-19 di Aula Randang kantor Wali Kota Payakumbuh, Senin, 14 Juli 2020.

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi menyambut hangat kedatangan dari Balitbang Provinsi Sumatera barat. 

Dalam sambutannya Riza mengucapkan selamat datang dan dari kegiatan ini semoga hasil penelitian dari Balitbang ini dapat menjadi obat yang menyembuhkan.

"Kami ucapkan selamat datang di kota Payakumbuh, Alhamdulillah saya selaku Wali kota Payakumbuh berharap ada obat yang menyembuhkan, Terlepas dari kontroversi covid 19 di masyarakat, ada yg sangat takut, dan ada juga yg tidak percaya," ujar Riza

Ditambahkan Riza Kejadian-kejadian ekstrim di lapangan ditemukan juga. Alangkah lebih baik temuan-temuan dari Balitbang di pertanian dapat menyembuhkan dan recovery untuk penyembuhan covid ini, khususnya di kota Payakumbuh.

"Kalau memang bagus kita langsung terima dan pakai. Karena kita memang butuh dan perlu obat ini," tegas Riza

Lebih lanjut Riza menjelaskan  Eucalyptus ini adalah produk organik dan alamiah. 

Ini adalah produk yg baik yang tidak akan memberikan efek seperti produk kimia lainnya. Mungkin secara uji klinis ini sedang berjalan. 

Tetapi dibalik itu, Riza sangat mengapresiasi atas hasil dari penilitian bapak dan ibuk semuanya.

"Selamat buat Balitbang pertanian semoga produk ini menjadi hasil karya yg sangat ditunggu oleh bangsa indonesia karena kita semua pasti ingin sehat," pungkas Riza.

Kepala BPTP Sumatera Barat Dr.Jefri Hendra mengatakan, untuk saat sekarang, Balitbang mempunyai 3 balai nasional balai tropikal, balai penelitian obat dan rempah, serta balai penelitian hewan dan virus.

"Informasi yang berkaitan dengan Eucalyptus yang akan kami sampaikan adalah hasil kajian dan hasil pengamatan oleh Balitbang," ujar Jefri

Jefri menjelaskan produk Eucalyptus ini menghebohkan, kami dari Balitbang akan turun  keseluruh kabupaten dan kota di Sumbar dengan harapan segala kesimpang siuran ini dapat diluruskan.

Sebenarnya kementrian pertanian ini memiliki banyak balai-balai yang menangani tentang obat, rempah, balai veteriner yang mengelola tentang masalah hewan dan virus.

Ecalyptus ini sudah diketahui mengandung senyawa sinogeul senyawa ini diuji di veteriner , hasil riset membuktikan Eucalyptus mampu membunuh dan melakukan proteksi terhadap virus sampai 80 %. 

Dengan data ini senyawa ini dapat membunuh virus, maka Balitbang mempromosikan dan membuat produk yg mampu untuk mencegah virus-virus dan senyawa dari eucalyptyus mampu menghambat perkembangbiakan dan mengurangi paparan virus.

"Terkait uji klinis dari Eucalyptus ini, Eucalyptus adalah bahan alami yg tidak berbahaya untuk dihirup. Kami sudah melakukan beberapa inovasi dengan membuat beberapa produk yaitu berupa minyak, roll on dan kalung yang di dalamnya berisi minyak Eucalyptus," jelas Jefri

Jefri berharap kunjungan kami ke seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Sumatera Barat dapat menepis semua kontroversi yang ada tentang eucalyptus ini dan tidak diragukan lagi oleh masyarakat karna eucalyptus adalah bahan alamiah yang tidak berbahaya dan ini baik utk kesehatan sehingga yg dihasilkan oleh anak bangsa ini bisa ditindak lanjuti dan bisa menjadi vaksin dan obat bagi kita saat menghadapi pandemi ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan OPD terkait, Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah, Kepala KSPP BPTP Sumatera Barat Aryawaita, Peneliti Balitbu Tropika Edison, Peneliti Balitbu Tropika Jumnidang, Peneliti BPTP Sumbar Winda Rahayu dan Peneliti BPTP Sumbar Irwan Setiawan. 

(Hermiko/rel)

Ibu Hilda, Warga Malang di NDB Didatangi Camat Payakumbuh Barat
Selasa, Juli 14, 2020

On Selasa, Juli 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Camat Payakumbuh Barat dan staf turun ke lapangan mengunjungi rumah warga yang kurang mampu untuk memberikan bantuan kepada warga yang kondisinya sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan di RT02/RW05 Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat, Selasa, 14 Juli 2020. 

Warga tersebut bernama Ibu Hilda, seorang janda. Menurut keterangan Lurah warganya itu mengidap sakit gondok dalam.

Kondisi gondoknya itu kabarnya pecah dan kini membuat perutnya membesar.

Secara medis, Ibu Hilda sudah ditanggung oleh BPJS, sejak sakit dirinya tidak berpenghasilan, tinggal saja menompang di rumah warga karena tidak mampu bayar kontrakan, anak baru tamat SD dan akan masuk ke pesantren duafa

Bantuan dana dari sumbangan secara swadaya kecamatan dan warga setempat kepada masyarakat yang kurang mampu ini diserahkan kepada Ibu Hilda di kediamannya oleh Camat Payakumbuh Barat L. Kefrinasdi S.Sos bersama Lurah Nunang Daya Bangun Ari Ashadi, Ketua LPM Moris, Babinkamtibmas Aiptu Erwin Caniago, Babinsa Serda Ediboy, berserta RT dan RW setempat.

"Alhamdulillah, sumbangan sebesar Rp. 800.000 dari kecamatan ditambah Rp. 750.000 dari kelurahan serta ditambah juga bantuan beras dua karung dari posko Covid-19 dan sumbangan warga lainnya hari ini melalui hasil koordinasi dan kesepakatan bersama dapat kita salurkan kepada Ibu Hilda, semoga bermanfaat dan meski jumlahnya tak seberapa dapat meringankan beban yang saat ini mendera," ungkap Camat.

Lurah Ari Ashadi yang terharu menyebutkan perhatian kepada Ibu Hilda sangat banyak, ada tangan dingin para dermawan yang ikut membantu meringankan beban warganya yang kesusahan.

Diterangkannya, kalau Ibu Hilda juga sudah selesai di ronsen kemarin, seminggu lagi hasilnya keluar.

"Ada rumah kakaknya di Nunang. Rencananya Ibu Hilda bakal tinggal disana, tapi rumahnya tidak pula layak, kini kami sedang berembuk di kelurahan untuk mambersihkan rumah tersebut," tambah Lurah.

Kedatangan rombongan disambut baik oleh Ibu Hilda yang didampingi pihak keluarga dan warga setempat. 

"Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada bapak Camat berserta rombongan yang sudah bersedia memberikan bantuan dan mengantar langsung kerumah kami, semoga dibalas Allah SWT," kata Ibu Hilda. 

(Hermiko/rel)

Inovasi Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Aplikasi SINGATUR
Selasa, Juli 14, 2020

On Selasa, Juli 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menciptakan inovasi baru dalam pelayanan berbasis digital untuk masyarakat.

Sistem Informasi Pengaduan Infrastruktur (SINGATUR), adalah aplikasi pengaduan infrastruktur melalui situs pengaduanpupr.payakumbuhkota.go.id dimana digarap pada awal tahun 2020 dan diluncurkan pada pertengahan Mei 2020.

Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh Muslim didampingi Kasubag Penyusunan Program Vivela Aziza saat ditemui di kantornya, Selasa, 14 Juli 2020 mengatakan, aplikasi ini diharapkan mampu menjadi penyerap aspirasi dan laporan warga terkait permasalahan infrastruktur yang ada. 

Seperti air minum, drainase, irigasi, sungai, jalan, jembatan, jalan lingkung, kategori cipta karya (jalan perumahan dan bangunan) leges gambar, legalisasi aset tanah pemko, pengendalian dan pengawasan bangunan, pengujuan bahan material, hingga pengujian mutu.

Bagaimana cara menggunakan aplikasi SINGATUR?

Cara dalam mengadukan permasalahan infrastruktur dalam aplikasi ini, yang pertama mengisi mengakses situs pengaduanpupr.payakumbuhkota.go.id melalui browser di gawai (smartphone) atau komputer, setelah itu pelapor akan diarahkan untuk mengisi deskripsi laporan, lalu diminta mendaftarkan akun dirinya dengan menyertakan e-mail dan data diri. 

Setelah akun pelapor dibuat, mereka bisa login (masuk) kembali tanpa mendaftar lagi dengan menggunakan akun email yang sudah mereka daftarkan tadi.

"Penggunaan aplikasi ini tidak sulit, karena setiap kolomnya sudah disediakan keterangan yang akan memandu pelapor. Untuk mendukung pengaduan dari masyarakat, dapat mencantumkan file pendukung seperti gambar, word atau PDF ke aplikasi," kata Muslim.

Berdasarkan kategori pengaduan yang disediakan dalam aplikasi ini, masing-masing bidang di Dinas PUPR nanti akan menindaklanjuti laporan yang masuk, setelah itu setiap aksi yang dilakukan dinas atas laporan tersebut akan dikirimkan feedbacknya (umpan balik) ke aplikasi SINGATUR serta e-mail pelapor.

"Dalam menciptakan inovasi ini, kita juga dibantu domain dan hostnya oleh Dinas Kominfo," kata Muslim. 

(Hermiko/rel)

Swab Masal Tentukan Langkah Kebijakan Pemko Payakumbuh Berikutnya
Selasa, Juli 14, 2020

On Selasa, Juli 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Sampel swab di Kota Payakumbuh menyisir orang-orang yang memiliki kontak dengan masyarakat, termasuk warga yang berprofesi sebagai guru. Sebanyak lebih dari 700 orang guru di Payakumbuh ikuti tes swab yang digelar di halaman Eks Balaikota Bukik Sibaluik, Senin, 13 Juli 2020. 

Guru PAUD, SD, dan SMP yang ikut swab ini selama 3 hari, dilaksanakan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh.

Kepala Dinas Pendidikan Drs. AH Agustion mengatakan kendati siswa belum boleh masuk ke sekolah, namun sebelumnya guru tidak libur, mereka ke sekolah menyiapkan bahan belajar disaat siswa mereka belajar dari rumah.

"Dinas mendorong kepala sekolah dan guru-guru mengiuti swab untuk mengurangi kecemasan masyarakat, sehingga tidak khawatir kalau-kalau sekolah dibuka atau belajar tatap muka diberlakukan kembali," kata Agustion.

Keputusan Pemerintah Provinsi yang merencanakan tatap muka sekolah pada Desember 2020, di Payakumbuh saat ini masih mengikuti kebijakan itu, alasannya tim gugus tugas tetap melihat perkembangan yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Dr. Bakhrizal mengatakan tim gugus tugas juga melihat bagaimana kondisi dan perkembangan Covid-19 di wilayah tetangga, karena ini turut menentukan langkah yang akan diambil Pemko Payakumbuh di masa yang akan datang.

Hasil Swab massal di Payakumbuh menjadi salahsatu dasar kebijakan selanjutnya terhadap lengkah kedepan, termasuk kebijakan di sekolah. 

"Namun begitu kita tetap mengikuti arahan provinsi," kata Dokter Bek.

Sementara itu, salahsatu guru yang ikut swab Midarlen, S.Pd, M.Si mengatakan ini adalah swab pertamanya. Dirinya merasakan sangat bermanfaat ikut swab massal. 

"Rugi tidak ikut, tidak sakit dan kalau ikut swab secara pribadi bakal makan biaya mahal. Setelah ini bila hasilnya semua guru tidak ada yang positif Corona, maka bagusnya sekolah bakal bisa dibuka kembali," ungkapnya. 

(Hermiko/rel)

Di Payakumbuh, Anak Wajib PAUD 1 Tahun Sudah Ada Perwakonya
Selasa, Juli 14, 2020

On Selasa, Juli 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Di Payakumbuh, sebelum anak masuk Sekolah Dasar (SD) mereka harus mengikuti pendidikan usia dini atau PAUD Pra SD selama setahun terlebih dahulu. Pendidikan usia dini ini tak hanya harus sekolah di PAUD atau TK saja, namun bisa RA, BA, maupun Kelompok Bermain.

Hal ini ditetapkan dalam Perwako Nomor 88 Tahun 2019 yang disahkan Desember 2019 lalu, tentang peraturan pelaksanaan Perda Nomor 10 Tahun 2018 yang memuat PAUD Pra SD dan PAUD Holistik Integratif.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Drs AH Agustion didampingi Kabid PAUDNI Irwanto dan Kasi PAUD Syafni Hasni saat ditemui di kantornya, Senin, 13 Juli 2020 menyebutkan, ada penekanan dalam Perwako ini yang mengatur pengembangan anak usia dini (PAUD) holistik integratif (HI). Yang meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, pengasuhan, penyuluhan, fasilitasi, dan perlindungan anak.

"Sudah disosialisasikan bersama Camat, Lurah, KAN, dan LPM pada Januari lalu dan sudah diawali dengan pelaksanaan PAUD Integrasi Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu, dan sudah," kata Agustion.

Maksudnya terintegrasi, bukan persoalan belajar saja, namun kesehatan anak menjadi poin utama. 

Termasuk bagaimana keikutsertaan pengasuhan orang tua di rumah. Sinergisitas antara lembaga pendidikan dan orang tua menjadi penentu bagaimana anak tumbuh kembang maksimal di usia dini.

Ditambahkan, Kadis Agustion mengatakan aspek yang akan dicapai dalam pendidikan usia dini meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik. 

Kualitas aspek yang dicapai menentukan orientasi anak dalam masa perkembangannya di usia dini, baik bakatnya, minatnya, maupun kemampuannya.

Bagaimana bagi anak yang berada dalam keluarga miskin?

Pemerintah telah menanggulangi biaya pendidikan anak PAUD keluarga miskin melalui program keluarga harapan (PKH) di dinas sosial dan bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) PAUD di dinas pendidikan.

"Komitmen bersama lintas sektoral dibutuhkan untuk ini, tinggal bagaimana orang tua memfokuskan bantuan itu memang bagi pendidikan anak," pungkasnya. 

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi beberapa waktu lalu mengatakan anak usia dini tidak dituntut untuk pintar, tapi bagaimana mereka tumbuh kembang secara maksimal dengan dukungan pemerintah melalui lembaga dan asuhan orang tua.

"Disini, kita menginginkan jangan sampai anak sekolah tapi gizinya tidak diperhatikan, jangan juga anak sudah dilatih oleh guru di sekolah dan tidak diulang di rumah, kita berharap anak-anak di Payakumbuh selain mendapatkan pendidikan yang layak, mereka juga tumbuh kembang dengan sehat, tanpa Stunting," ujar Henny.

(Hermiko/rel)

Walikota Riza Falepi Apresiasi Kapolres Terima Pin Emas Zona Integritas
Selasa, Juli 14, 2020

On Selasa, Juli 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi beserta seluruh jajaran pemko, memberikan apresiasi atau penghargaan yang tinggi terhadap Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, SIK, MH, yang memperoleh Pin Emas dari Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH.

Pin Emas itu diberikan kapolda buat kapolres, atas prestasi Dony Setiawan membina dan membangun Zona Integritas (ZI) di Polres Solok, saat masih bertugas di Polres Kota Beras tersebut, 2019. 

PIN tersebut disematkan Kapolda Toni dalam acara di Mapolda Sumbar, Senin,  13 Juli 2020.

Tahun ini, Kapolres Dony Setiawan juga tengah membangun ZI di Polres Kota Payakumbuh.

Menurut Walikota Riza Falepi didampingi Wawako Erwin Yunaz dan Sekdako H. Rida Ananda, di balaikota Senin, 13 Juli 2020, semangat kapolres membangun ZI, sejalan dengan obsesi pemko, yang tahun ini juga tengah membangun ZI.

Sukses Dony memperoleh PIN Emas, menurut walikota, diharapkan berimbas kepada Pemko Payakumbuh serta Polres kota ini. 

Wako berharap, di tahun 2020, baik Payakumbuh dan Polres sama-sama mendapatkan penghargaan yang sama di tingkat nasional.

Membangun ZI, sebutnya, merupakan sebuah kewajiban bagi seluruh jajaran pemerintah, agar dalam memberikan pelayanan kepada publik, benar-benar sesuai dengan standar operasional prosedur. 

Tidak ada pungutan yang tidak jelas, semuanya harus serba transparan dan sesuai aturan berlaku. 

"Jika kapolres punya komitmen yang tinggi membangun ZI di wilayah hukumnya, kenapa tidak dilakukan di pemko. Kita juga punya komitmen untuk itu, terutama di tempat-tempat pelayanan publik dasar," tegas walikota. 

Selain kapolres, Kasat Intelkam Polres Payakumbuh, Inspektur Polisi, Luhur Fachri Utomo, SIK, juga memperoleh penghargaan yang sama, yaitu berupa PIN Perak dari Kapolda Sumbar. 

Kasat Interkam, dinilai memiliki kinerja yang tinggi, berintegritas dan visioner. 

(Hermiko/rel)

Dipimpin Walikota Riza Falepi, Gowes Pilihan Pejabat Pemko Pelihara Kebugaran Fisik
Minggu, Juli 12, 2020

On Minggu, Juli 12, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Olahraga gowes terus berkembang di Kota Payakumbuh. Lokomotifnya, Walikota H. Riza Falepi bersama Sekdako H. Rida Ananda dan Asisten II Setdako Elzadaswarman. 

Tiap pekan trio pimpinan kota ini, menjelajahi jalan-jalan pelosok dan objek wisata dikedua daerah Kabupaten Limapuluh Kota dan Payakumbuh. 

Kadang, gowes ini juga diikuti Asisten III H. Amriul serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya.

Sementara itu, sejumlah pejabat kota yang akan memasuki masa pensiun atau manula, memang tidak dianjurkan walikota dan sekdako untuk turut serta ikut gowes. 

Pejabat bersangkutan, untuk memelihara kebugarannya, lebih memilih olahraga aerobic, joging atau jalan. 

Walikota juga menyediakan track mil dan alat-alat fitnes lainnya di Balaikota Payakumbuh, bagi yang berhalangan ikut gowes.

"Benar, kami lebih memilih joging dan berjalan saja atau track mil untuk menjaga kebugaran badan, agar tetap sehat dan semangat dalam bekerja," ucap pejabat paling senior di pemko, Asisten I Setdako Yoherman.

Sabtu, 11 Juli 2020, Walikota Riza Falepi mengajak Sekdako Rida Ananda, Asisten II Elzadaswarman bersama pasukan ontel grupnya dan sejumlah staf pemko, gowes menuju distinasi wisata Harau, menyusuri nagari dan desa di wilayah Kecamatan Harau. 

Menurut walikota dan sekdako, daratan daerah Luak Limopuluah, sangat cocok untuk olahraga bersepeda. Jalanannya lebih banyak mendatar ketimbang tanjakan. 

Sambil bersepeda, koordinasi terhadap pekerjaan juga bisa dilakukan. 

"Sehingga, tugas-tugas llntas instansi dapat diselesaikan," ucap walikota dampak dari gowes dimaksud, selain meningkatkan silaturahim.

Sekali-kali, tambah walikota, selain gowes dalam daerah, juga dilakukan ke daerah tetangga terjauh, seperti Solok Raya, Agam dan Tanah Datar. 

Diakhir bincangnya, Walikota Riza Falepi, mengajak, semua ASN yang punya hobi gowes dapat bergabung dalam komunitas ini. 

(Hermiko/rel)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *