Opini

Lifestyle

Sports

PSBB Hingga 7 Juni, Wako Payakumbuh Perintahkan Kepala OPD Susun Konsep New Normal
Senin, Juni 01, 2020

On Senin, Juni 01, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar di Sumatera Barat (PSBB), minus Bukittinggi, disepakati masih diperpanjang hingga 7 Juni. Ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 180-366-220. tanggal 28 Mei 2020.

Sementara, Bukittinggi sudah memulai menerapkan New Normal di tengah pandemi Covid-19 ini.

Kota Payakumbuh sendiri, dikatakan Ketua Gugus Tugas Covid-19 H. Riza Falepi, masih memberlakukan PSBB. Segala ketentuan dalam PSBB dalam pencegahan dan penanganan virus corona disease, masih diberlakukan, tidak mengalami perubahan.

Pemko bersama Forkopimda serta seluruh komponen Gugus Tugas, hingga 7 Juni mendatang, membentuk disain, atau berbagai protokol, jika nanti New Normal diberlakukan di Payakumbuh.

Keterangan Walikota H. Riza FaLepi kepada sejumlah awak media, di Balaikota, Jumat, 29 Mei 2020, pihaknya sudah memerintahkan semua pimpinan perangkat daerah untuk menyusun konsep protokol New Normal dengan mempedomani ketentuan New Normal yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat dan provinsi. Di Payakumbuh tentu harus memperhatikan local wisdom.

Hebatnya, tambah walikota, TNI/Polri diperintahkan langsung Panglima dan Kapolri untuk membantu pemko dalam mendisiplinkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19.

"Kita sangat senang, pak Damdim 0306/50 Kota Letkol Kav. Ferry D Lahe bersama pak Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, sudah meresponnya dengan cepat," ucap walikota.

Dalam beberapa hari terakhir dan selanjutnya, ratusan anggota TNI/Polri dibantu anggota Satpol PP, terjun ke tengah pasar, ke ruang-ruang publik, mengajak warga mematuhi semua protokol kesehatan. Hal yang sama juga dilakukan kepada pemilik toko, kios, pemilik supermarket, pengusaha transportasi, pemilik rumah makan dan restoran.

Jika nanti, seluruh warga sudah disiplin mematuhi protokol kesehatan, seperti mamakai masker, sarung tangan, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengkosumsi makanan bergizi, vitamin, maka dengan sendirinya, pekerjaan dimaksud sudah menjadi budaya di tengah masyarakat.

Sehingga, akhirnya penerapan New Normal di Payakumbuh akan berjalan sukses. Pandemi virus corona akan mudah distop dan tidak mewabah di kota ini.

Tidak mudah mendisiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19, sebut walikota. Tapi, tidak ada jalan lain, warga harus patuh dan terbiasa dengan kehidupan itu, kalau ingin menghentikan pandemi virus corona di Payakumbuh.

Menurut Riza, New Normal merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Prinsipnya disiplin membiasakan pola hidup bersih, dalam meningkatkan produktifitas diri.

(Hermiko/rel)

Pedagang Ricuh di Pasar Payakumbuh Jelang Lebaran, Ini Kata Wako Riza Falepi
Sabtu, Mei 23, 2020

On Sabtu, Mei 23, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Menjelang lebaran Idul Fitri 1441 H, aksi protes dilakukan para pedagang terkait pengetatan aturan berdagang selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Payakumbuh.

Aksi protes tersebut memicu keributan di bawah kanopi pusat pertokoan Kota Payakumbuh, Jumat, 22 Mei 2020 sore. Kejadian itu mendapatkan respon dari Wali Kota Riza Falepi.

Rencananya Pemko menutup pasar pada 23 hingga 29 Mei 2020. Sementara menjelang itu, dilakukan pengalihan arus lalu lintas dan diberlakukan disiplin protokol Covid-19 kepada warga pasar.

Pada Jumat, 22 Mei 2020 malam, Wali Kota bersama Forkopimda turun ke lapangan untuk bermediasi bersama ketua pedagang dan beberapa pengurus pasar. Ada Wakil Wali Kota Erwin Yunaz, Kapolres AKBP Dony Setiawan, Dandim 0306/50 Kota Letkol Ferry S Lahe, Sekda Rida Ananda dan lainnya.

Riza Falepi menyebut, permasalahan ini dipicu oleh adanya PSBB di pasar yang diterapkan lebih ketat, tentu akan ada yang protes. Disisi lain, Riza menyebut adanya faktor persaingan sesama pedagang.

"Kadang-kadang, sebelah sana kok lebih longgar dan sebelah sini kok tidak, memang sulit secara geografis membuat semuanya tertutup secara terkendali. Disana ada departemen store, orang lebih nyaman berbelanja disana dari pada disini, sehingga terjadi kecemburuan dan dilampiaskan kepada pemerintah, bahkan kepada kepolisian dan TNI yang berjaga," kata Riza saat diwawancara awak media.

Namun, Riza menyadari apapun persoalan itu bagian dari tandanya bekerja, ada sebuah dinamika disana. 

Usaha yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 selama ini sangat keras. 

Faktanya dari sekian banyak warga yang positif corona, saat ini Payakumbuh akan perlahan menuju zero kasus postiif.

"Selama beberapa hari ini, 13 warga kita yang  poaitif berangsur-angsur sembuh, kita tidak berharap ada gelombang ke dua dan ada klaster baru, tentu kita ingin menjadi zona hijau kembali," tukas Riza.

Riza juga mengapresiasi Gubernur Sumbar yang mendukung untuk mengejar swab secepatnya, terbukti kasus di Payakumbuh menurun tajam. Traking Payakumbuh lebih cepat dibanding penyebarannya.

"Kita bisa tutup ruang penyebarannya, klaster yang ada saat ini bisa kita klose. Ini merupakan hasil dan usaha dari kerjasama seluruh pihak, bahkan traking sampel kita lebih dari 1000," ungkap Riza.

Sementara Riza khawatir di wilayah pasar karena yang berbelanja ke pasar bukan hanya warga Payakumbuh saja, namun ada warga dari luar daerah yang dinilai Riza trakingan disana masih lemah dan dikhawatirkan ada orang tanpa gejala (OTG) pembawa virus yang berkeliaran di wilayah pasar sehingga bila ada kasus maka muncul klaster baru.

"Sementara itu, kasus positif di Payakumbuh sudah berkurang malah sampai hari ini tidak ada penambahan. Warga kita perlahan sembuh dan klaster di kita masih klaster kasus awal ditemukan dulu," kata Riza.

"Saat ini kita tinggal berjaga-jaga bukan memperlonggar keadaan PSBB," pungkasnya. 

(Hermiko)

Hari Ini, Pasien Positif Covid-19 Pertama di Payakumbuh Sembuh
Kamis, Mei 21, 2020

On Kamis, Mei 21, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Warga yang dinyatakan pertama kali positif Covid-19 di Payakumbuh akhirnya telah sembuh. Hal ini diketahui dengan telah dua kali dilakukan tes swab kepadanya dan hasilnya negatif.

Adalah H. Esa Muhardanil, pedagang di Toko Berkah sekaligus Ketua Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3), dirinya pun juga telah mengumumkan secara pribadi di beberapa grup Whatsapp perihal kesembuhannya, Kamis, 21 Mei 2020.

"Alhamdulillah, berdasarkan hasil swab terakhir saya sudah dua kali negatif, makanya udah boleh pulang, terimakasih kepada doa seluruh pihak," tulis H. Esa di salahsatu grup yang diketahui media dari hasil tangkapan layar smartphone yang beredar.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh, Wali Kota Riza Falepi melalui Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal membenarkan hal itu dan menyebut H. Esa telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Achmad Mochtar Bukittinggi sejak dinyatakan positif Covid-19 pada 24 April 2020 silam.

"Ya, Haji Esa telah sembuh, kalau sudah boleh pulang, tandanya beliau sudah sembuh. Sebaiknya kita sarankan berdiam diri di rumah terlebih dahulu. Kepada yang sudah sembuh kita ucapkan selamat," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal saat dihubungi media via telepon seluler, Kamis, 21 Mei 2020.

Dari 13 kasus positif di Payakumbuh, setelah Dedi dan Desmon, Masto Muhammad, dan Muhammad Ismail dinyatakan bebas dari virus berbahaya itu. Hari ini bertambah dengan H. Esa, warga Balai Panjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

"Sudah ada 5 orang yang sembuh, sekarang tinggal 8 orang lagi yang masih menjalani isolasi dan perawatan," terang dr. Bahrizal.

Sementara itu, dihubungi terpisah Wali Kota Riza Falepi bersyukur warganya yang semakin hari ada sembuh dari Covid-19. Riza terus mengimbau warga agar mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, jangan sampai melemahkan pertahanan diri dengan berita warga yang sehat. 

Apalagi, saat ini memasuki suasana lebaran, Riza meminta warga mematuhi imbauan pemerintah agar tidak berkumpul-kumpul, khusus bila keluar rumah wajib pakai masker.

"Bila silaturahmi lebaran tidak usahlah dulu datang ke rumah-rumah teman dan kerabat, untuk mengantisipasi terjadinya penularan karena orang tanpa gejala (OTG) sedang banyak. Kita berharap semoga tidak ada gelombang ke 2 penyebaran Covid-19 di kota kita. Semoga saja sebelum lebaran seluruh pasien positif kita itu sehat," harap Riza Falepi. 

(Hermiko)

Kelurahan Tiakar Tengah Lakukan Validasi dan Pengajuan Data Penerima Bansos
Minggu, Mei 17, 2020

On Minggu, Mei 17, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Seluruh jajaran yang ada di Kota Payakumbuh saat ini tengah bergerak bersama dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Mulai dari tingkat kota, kecamatan maupun kelurahan ikut mengambil andil dalam memutus mata rantai virus corona. 

Salah satunya di Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Tumur.

Selain aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk keluar rumah pakai masker, cuci tangan dan jaga kebersihan, saat ini pihak kelurahan beserta seluruh jajaran tengah disibukan dengan validasi serta pangajuan data bagi para penerima Bansos.

"Untuk hari ini di Kelurahan Tiakar masih fokus ke validasi dan pengajuan data penerima Bansos," ungkap Lurah Tiakar Aulia Fajrin, saat dihubungi via Whatsapp,  pada Minggu, 17 Mei 2020.

Selain itu dia juga menghimbau masyarakat agar sedikit bersabar, karena perlu kehati hatian terkait ferifikasi penerima bantuan sosial.

"Semoga penyaluran Bansos mulai dari proses pendataan sampai penyerahan bantuan dapat berjalan lancar, sembari mematuhi imbauan dari Pemerintah diantaranya tetap dirumah saja," katanya.

"Dan jika ada keperluan mendesak selalu gunakan masker, dan sering cuci tangan," tambahnya.

(Hermiko)

Berita Gembira! Sembuh, 2 Orang Warga Payakumbuh Berhasil Kalahkan Covid-19
Sabtu, Mei 16, 2020

On Sabtu, Mei 16, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Berita menggembirakan, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi yang juga Ketua Tim Gugus Tugas melalui Wakil Wali Kota Erwin Yunaz menyampaikan, dua dari tiga belas orang warga Kota Payakumbuh yang sebelumnya terkonfirmasi Positif Covid-19 dinyatakan Negatif Covid-19 atau sudah sembuh.

Turut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bakhrizal, Kadis Kominfo Jhon Kenedi, Kalaksa BPBD Yufnani Away, Kepala Kantor Kesbangpol Budhy Permana, dan Kabid Humas Hermanto di Balai Kota, Sabtu, 16 Mei 2020 siang.

Konferensi pers online menggunakan Aplikasi Zoom dengan wartawan tersebut juga menghadirkan dua orang warga Payakumbuh yang telah dinyatakan Negatif Covid-19 itu.

Kedua warga yang sembuh itu (Negatif-Red) adalah dua orang pria berinisial Dedi (53) warga Balai Panjang, Payakumbuh Selatan dan Desmon (67) warga Balai Jariang, Payakumbuh Timur.

"Hari ini kita umumkan kabar gembira terkait kasus Covid-19 di Payakumbuh, jika sebelumnya kita mengumumkan adanya warga yang positif saja, alhamdulilah hari ini, dua orang warga kita yang sebelumnya Positif Covid-19 menjadi sembuh atau Negatif Covid-19," kata Wawako Erwin Yunaz.

Hari ini juga tidak ada diumumkan kasus Positif Covid-19 yang baru di Payakumbuh, artinya masih ada 11 orang yang sedang mengidap Covid-19 dan 2 orang sembuh.

Kadis kesehatan Bakhrizal menambahkan ada 2 lagi kasus trakingan dari Payakumbuh yang sudah sembuh, yakni 1 Awalluddin, tukang ojek yang berdomisili di Limapuluh Kota dan Junaidi, penjual rokok yang tinggal di Padang Tarok, Baso, Agam.

"Bapak Awalluddin juga kita antarkan ke rumahnya di Limapuluh Kota, kita turut bertanggung jawab, karena kasusnya dari kita, selamat telah sembuh dan bisa kembali kumpul bareng keluarga," kata Kadis yang akrab disapa Pak Bek itu.

Cerita dari pasien sembuh Covid-19, Dedi (53), dirinya mengaku bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada tim Gugus Tugas, Pemko Payakumbuh dan pihak-pihak lainnya yang bekerja keras dalan penanganan Covid-19. Dirinya ditetapkan positif dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) pada 3 Mei 2020 lalu dan dinyatakan sembuh 13 Mei 2020.

“Alhamdulillah setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan SWAB, hasil yang semula Positif, kini telah menjadi Negatif. Saya awalnya sudah melakukan isolasi mandiri di rumah pada 24 April 2020 sejak kasus pertama diumumkan di Payakumbuh, karena pasien pertama adalah satu komplek dengan saya," ucap pria yang tinggal di salah satu perumahan di Kawasan Balai Panjang Kecamatan Payakumbuh Selatan itu.

Pria yang sehari-hari berdagang barang elektronik di Pusat Pasar Payakumbuh itu juga berpesan kepada seluruh warga Kota Payakumbuh untuk terus menjaga kesehatan, patuhi PSBB dan taati anjuran dan himbauan Pemerintah. 

“Mari taati anjuran dan himbauan Pemerintah, Allah pasti akan menyelesaikan ujian yang diberikan kepada kita.” Tutupnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Desmon (67), warga Kelurahan Balai Jariang Air Tabit Kecamatan Payakumbuh Timur itu mengaku bersyukur telah diberikan kesembuhan oleh Allah. 

Ia berpesan kepada warga untuk tidak menstigma atau menjauhi mereka yang Positif Covid-19, karena hal itu lebih menyakitkan daripada Positif Covid-19 yang mereka sandang.

“Memang apa yang kami rasakan (Positif Covid-19 - Red) cukup sakit, namun yang lebih menyakitkan adalah anggapan dari oknum masyarakat terhadap kami yang Positif Covid-19 ini. Namun Alhamdulillah berkat dukungan dan dorongan dari Tim Gugus Tugas dan petugas kesehatan kami tetap kuat dan akhirnya bisa sembuh atau Negatif Covid-19,” pungkasnya. 

(Hermiko/rel))

Bertambah 1 Kasus, 13 Warga Kota Payakumbuh Positif Covid-19
Kamis, Mei 14, 2020

On Kamis, Mei 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Hanya berselang satu hari, kembali Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh mengumumkan adanya penambahan kasus positif Covid-19 di Payakumbuh dalam video conference bersama awak media, Kamis, 14 Mei 2020.

"Hari ini bertambah satu orang warga Payakumbuh yang positif Covid-19, berdasarkan hasil pemeriksasaan sampel Swab dari Laboratorium Kedokteran UNAND," kata Wawako Erwin Yunaz, yang didampingi Asisten III, Amriul Dt.Karayiang, Kadis Kesehatan Bakhrizal, Kadis Kominfo Jhon Kenedy, Kepala Kesbangpol Budi D Permana, Kabid Humas Kominfo Hermanto,S.Sos.

Satu orang yang positif tersebut inisial "DP" (45th) Perempuan, beralamat di Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, yang profesinya sehari-hari berjualan barang harian.

"Trakingnya masih satu klaster yang lama, dari M, dengan bertambahnya satu kasus positif hari ini, maka Payakumbuh tercatat sudah 13 orang positif Covid-19," jelas Kepala Dinas Kesehatan dr Bakhrizal.

Lebih lanjut dr. Bahkrizal mengatakan bahwa pasien "DP" (45 th) hari ini akan langsung dikirim untuk Pengobatannya ke Padang.

Wawako Erwin menghimbau kepada semua untuk tetap waspada "Stay At Home", tetap jaga kebersihan, cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak.

"Insyaallah, dan kita berdoa kepada Allah agar musibah ini segera berakhir," pungkasnya. 

(Hermiko/rel)

Bertambah Satu Orang, Sudah 12 Orang Warga Kota Payakumbuh Positif Covid-19
Rabu, Mei 13, 2020

On Rabu, Mei 13, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh kembali mengumumkan adanya penambahan kasus positif Covid-19, dalam video conference bersama awak media, Rabu, 13 Mei 2020.

"Hari ini ada tambahan satu orang positif, berdasarkan hasil pemeriksaan sampel Swab dari Laboratorium Kedokteran UNAND," kata Wakil Wali Kota Erwin Yunaz didampingi Asisten III Amriul Dt. Karayiang, Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal, Kadis Kominfo Jhon Kenedi, Kepala Kesbangpol Budi Dharma Permana, dan Kabid Humas Kominfo Hermanto, S.Sos.

Satu orang yang positif mengidap virus Covid-19 tersebut inisial "J". (53 th) Perempuan, beralamat di Lingkungan Koto Baru Balai Janggo, Kelurahan Kapalo Koto Dibalai yang sehari-hari bekerja sebagai Penjaga Toilet Di Muhammadiyah Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara.

"Trakingnya masih satu klaster yang sama, dari D (67) warga Balai Jariang Aia Tabik, dengan bertambahnya satu kasus positif Covid-19 hari ini, maka Payakumbuh sudah mencatat 12 kasus positif," jelas Bakhrizal.

Pasien "J" (53) hari ini dikirim untuk pengobatanya ke Padang. 

"Kalau di Padang untuk perawatan pasien positif itu alatnya lengkap, dan para pasien yang positif mereka satu sama lain bebas untuk bersosialisasi," ujar bakhrizal, yang akrab disapa dr. Bek itu.

Wawako Erwin Yunaz mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap waspada "Stay At Home", tetap jaga kebersihan, rajin cuci tangan, selalu pakai masker dan menjaga jarak.

"Dengan kerja tim tugus semua bergerak mentraking kasus ini, hasilnyapun diketahui dari awal sampai sekarang, dan kita yakin Covid-19 ini bisa disembuhkan, dan juga kepada saudara kita yg saat ini positif covid 19 untuk mengucilkan saudara kita tersebut dan berprasangka negatif terhadap mereka. Insyaallah, kita berharap ini menjadi pelajaran bagi warga bahwa virus ini nyata, jangan main-main, kerja pemerintah saja tidak cukup untuk menghadapi Corona ini," kata Erwin Yunaz. 

(Hermiko/rel)

Dalam 4 Hari, Payakumbuh Tak Ada Penambahan Kasus, dr Bek: Penularan Belum Berakhir
Selasa, Mei 12, 2020

On Selasa, Mei 12, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Sudah 4 hari tidak terdengar kabar atau berita adanya video conference (vidcon) antara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh dengan wartawan. Biasanya kalau vidcon pasti pengumuman adanya penambahan kasus positif.

Pada Selasa, 12 Mei 2020, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh dalam hal ini Wali Kota Riza Falepi melalui Kadis Kesehatan dr. Bakhrizal bersama Asisten IIIAmriul Dt. Karayiang dan Kadis Kominfo Jhon Kenedi menyampaikan kabar terbaru dalam video rilis di Aula Randang Balaikota.

"Kasus kita sebenarnya kemaren sudah 14 positif, namun karena 3 warga yang positif berKTP Kabupaten Limapuluh Kota, maka datanya pindah masuk ke Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota," kata Bakhrizal.

Lebih jauh Bakhrizal menyampaikan sampai hari ini tidak ada penambahan positif di Payakumbuh, kasus masih bertahan di angka 11 positif Covid-19.

Kendati Payakumbuh sudah menjadi central kasus untuk Kabupaten Limapuluh Kota dan Agam, upaya yang dilakukan Pemko adalah pelaksanaan traking kasus Covid-19 di Payakumbuh yang tergolong cepat, setiap hari semua orang yang kontak dengan pasien positif diambil sampelnya untuk di tes Swab, hampir 50 orang perhari diambil.

"Kalau di daerah lain, traking dan pressing dari keluarga inti saja," kata Bakhrizal.

Bakhrizal menyebutkan Pemko ingin mendahului kasus positif, artinya dengan kondisi seperti ini berharap penyebaran dapat di stop dan tak ada lagi kasus positif, kalau bisa kasusnya menurun.

"Jumlah Swab kita sudah diambil 700 lebih, sebagian belum keluar, di labor Unand masuknya sampel sampai ribuan, maka kita menunggu, kalau ada Swab kita yang positif saya pasti langsung ditelpon untuk diberi tahu," ujar Kadis yang akrab disapa Pak Bek ini.

Disisi lain, yang manjadi persoalan adalah seandainya, stop kasus di Kota Payakumbuh apakah akan sukses dan berhasil?

Dijelaskan Bakhrizal dari sisi lain bisa begitu, namun dari sisi yang satunya lagi dengan konsep epidemiologi, saat ini proses penularan belum berakhir, baik di dalam maupun luar kota.

"Penularan di dalam kota kita serius mengantisipasi dengan sedemikian rupa, sedangkan penularan di luar kota yang mereka tidak terlalu serius menanganinya, ini yang kita takutkan. Lantas ketika suatu saat kasus tersebut dari luar kota masuk dan dia kontak dengan semua orang, kita akan menghadapi gelombang kedua," terang Bakhrizal.

Ini yang ditakutkan karena ini yang menjadi persoalan besar. Bila di dalam Payakumbuh sukses namun kasus diluar tidak bisa membendungnya maka akan sia-sia kerja selama ini, karena Payakumbuh akan kembali kepada awal kasus dengan munculnya klaster baru.

"Penanganan penyakit ini harus dalam satu  kawasan epidemiologis, bukan tatanan wilayah administrasi lagi. Berbicara epidemiologi, mengukur tingkat kekontakan, tingkat perjalanan person terhadap semua wilayah. Dengan konsep PSBB kita, konsep epidemiologi tidak terbatas Payakumbuh saja. Artinya harus serius seluruhnya, satu saja kota/kabupaten tidak menangani dengan baik, maka persoalan baru akan muncul," ungkap Bakhrizal. 

(Hermiko/rel)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *