Lifestyle

PADANG

SUMBAR

Muncul di Running Text Tv Nasional, Wako Riza Bantah 7 Warga Payakumbuh Positif Corona
Minggu, Maret 29, 2020

On Minggu, Maret 29, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi membantah keras berita dan running teks televisi nasional Berita Satu yang menulis 7 Positif Corona di Kota Payakumbuh. 

"Ini media TV nasional, tapi beritanya kok seperti ini. Saya membantah keras, kalau ada warga saya yang terjangkit virus corona. Hingga detik ini, belum satupun warga Payakumbuh yang terkena virus corona," tegas Riza Falepi.

Ia minta pihak TV Nasional Berita Satu untuk mengklarifikasinya. Kemungkinan, dimaksud Berita Satu itu adalah data Sumatera Barat. Karena, begitu beritanya tayang Minggu, 29 Maret 2020, pukul 11.46 WIB, Payakumbuh jadi gempar. 

Ratusan warga menghubungi via WA Wali Kota Payakumbuh, bertanya kebenaran berita tersebut. 

"Lewat berbagai grup WA, saya sudah jelaskan, belum ada warga Payakumbuh yang positif Corona," tegas Wali Kota kepada awak media ini.

Data Payakumbuh tentang Covid-19 ini, hingga Minggu 29 Maret 2020, pukul 12.00 WIB adalah, pelaku perjalanan (PP) 935 orang, ODP 87 orang, PDP 0, Positif 0, Neqatif 0 dan meninggal dunia 0. Sebelumnya ada 1 orang PDP, tapi sekarang sudah 0 atau sehat dan yang bersangkutan neqatif corona.

D"ata orang-orang PP, ODP, PDP itu tercatat semua di Dinkes Payakumbuh. Kita punya catatan by name by adress," ungkap Wali Kota. 

Riza Falepi meminta warga kota Payakumbuh untuk tidak panik mendengar berita tersebut. Pahamilah, bahwa pemerintah kota tetap berbuat yang terbaik buat warganya. 

"Mari kita bersama-sama berpartisipasi dalam mencegah virus corona masuk ke Payakumbuh. Lakukan semua instruksi yang sudah dikeluarkan pemerintah. Baik dari pemerintah pusat, provinsi
dan pemko sendiri. Termasuk imbauan MUI Pusat dan MUI Sumbar," ungkap walikota.

Kontributor TV Berita Satu untuk Sumatera Barat, di Padang, Aidil Ichlas, ketika dihubungi wartawan TV Berita Sumbar di Payakumbuh, Wandi Syamsir, membenarkan, bahwa itu kesalahan teks yang dibuat awak medianya. Kepada Wandi Syamsir ia berjanji untuk menyampaikan kesalahan teks itu kepada jajaran redaksi Berita Satu. 

"Saya berjanji akan menyampaikan kesalahan ini kepada teman-teman jajaran redaksi Berita Satu di Jakarta," ucap Wandi mengutip janji Aidil kepada wartawan di Payakumbuh. 

(HM/rel)

Warga Pasar Payakumbuh Bergerak Perangi Covid-19
Rabu, Maret 25, 2020

On Rabu, Maret 25, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh bersama Pokja Pasar Sehat, Tenaga Kebersihan, dan para pedagang di Pasar Tradisional Ibuh bergotong royong membersihkan lokasi pasar, Selasa, 24 Maret 2020.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Herlina didampingi Kabid Pasar Arnel mengatakan hal ini dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) di kawasan pasar tradisional Ibuh yang merupakan salahsatu area yang potensi keramaiannya tinggi.

"Selain pembersihan lokasi pasar, kita juga melakukan penyemprotan dengan desinfektan di kawasan pasar dan pemberian hand sanitizer kepada pedagang dan pengunjung pasar. Ditambah juga mengedukasi pedagang dan warga agar selalu waspada dengan Covid-19 yang kapan saja bisa menular,” ujar Herlina.

Herlina menambahkan, dirinya sangat menekankan kepada petugas pasar selaku yang memberi pelayanan kepada masyarakat, mereka harus melindungi diri dan keluarga mereka terlebih dahulu. Herlina juga mewanti-wanti agar petugas mawas diri saat memerangi Covid-19 di lapangan.

"Kita berpesan agar petugas menjaga kesehatan, menghindari berkumpul-kumpul, kita suruh cuci tangan setiap setelah bertugas dan membawa hand sanitizer sendiri, dan mengonsumsi makanan bergizi dan buah-buahan agar daya tahan tubuhnya kuat," kata Herlina.

"Kita mengapresiasi petugas pasar atas dedikasinya selama menghadapi pandemi ini, ditengah rasa cemas terpapar, mereka tanpa ada rasa keberatan dan mengeluh bekerja demi masyarakat dengan resiko besar dalam kondisi saat ini," tambahnya.

Sementara itu, Kabid Pasar Arnel menyebut kawasan pasar yang menjadi tanggung jawabnya, tentunya membuat jajaran dinas sangat peduli dengan situasi saat ini dan sangat berharap agar Covid-19 dapat musnah di muka bumi ini. 

"Seperti yang telah dihimbau oleh Wali Kota Riza Falepi untuk menjaga kebersihan, hindari bersentuhan langsung, dan upayakan memakai masker juga sarung tangan. Mari kita sayangi diri kita, sayangi keluarga kita dan kerabat serta sanak famili kita dangan melakukan dan menjalankan himbauan-himbaun dari pemerintah terhadap pencegahan virus covid-19 ini," imbau Arnel.

Ketua Pokja Pasar Sehat, Dedi Hendri mengatakan langkah antisipasi ini adalah untuk secara tidak langsung memberi tahu kepada warga kalau Pasar Ibuh ini sehat, dan memberi edukasi agar mereka jangan takut ke wilayah pasar, dinas bersama pokja ingin memberikan ketenangan bagi pengunung.

"Rencananya akan dibuat juga posko Covid-19 di pasar untuk shelter informasi, jangan sampai perekonomian dan perputaran rupiah akibat Covid-19 ini berimbas besar kepada pedagang di pasar," kata Dedi Hendri. 

(HM/rel)

Ingin Payakumbuh Zero Covid-19, Wako Payakumbuh Canangkan Posko Tanggap Darurat
Jumat, Maret 20, 2020

On Jumat, Maret 20, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mencanangkan Posko Tanggap Darurat Virus Corona (Covid-19) di depan Pos Terpadu Pusat Kota Payakumbuh, Jumat, 20 Maret 2020.

Dalam pencanangan itu Wali Kota Riza Falepi, Wakil Wali Kota Erwin Yunaz, Ketua DPRD Hamdi Agus, Kapolres AKBP Dony Setiawan, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav. Ferry S  Lahe, dan unsur Forkopimda lainnya meresmikan Tim Gugus Tugas Tanggap Darurat Covid-19 yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP.

Tim gugus tugas ini akan melaksanakan edukasi, pengawasan, pemantauan, penjaringan, dan penindakan terhadap bagaimana mengendalikan kasus Covid-19 agar tidak masuk ke Kota Payakumbuh sesuai Kepres Nomor 9 Tahun 2020.

"Kalau bisa kasus Covid-19 ini nol di Payakumbuh, kita tidak ingin main-main dan harus tegas agar tidak kecolongan dengan penularan virus berbahaya ini," kata Riza Falepi.

Wali Kota Riza Falepi juga meminta warga proaktif melaporkan bila ada keluarga mereka datang dari luar daerah Sumatera Barat.

"Bila ada keluarga kita yang datang dari luar, dan ada gejala flu serta demam, agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas, Rumah Sakit, atau Posko kita ini, jangan sampai lengah," kata Riza.

Sementara itu, Dandim 0306/50 Kota dan Polres Kota Payakumbuh mengatakan siap untuk memerintahkan Babinsa dan Babinkamtibmas untuk melakukan pemantauan di lapangan apabila ada warga yang datang dari luar daerah yang memiliki kasus positif Covid-19nya.

"Orang tersebut masuk menjadi Orang Dalam Pengawasan(ODP), dan kita memastikan orang tersebut dipantau dan diminta untuk segera melapor dan memeriksakan diri ke Posko Tanggap Darurat Virus Corona (Covid-19), Puskesmas, atau Rumah Sakit," kata Kapolres AKBP Dony Setiawan.

Sementara itu, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav. Ferry S. Lahe menegaskan akan menindak siapa saja yang menyebarkan berita hoax tentang Virus Corona (Covid-19), baik itu yang menyebarkan data palsu tentang kasus maupun yang menyebarkan keterangan-keterangan palsu lainnya.

"Kita berharap sinergi ini dapat membuahkan hasil yang baik, mari bersama-sama jaga diri kita dari bahaya penularan Covid-19," timpal Ketua DPRD Hamdi Agus. 

(HM/rel)

Waspada Covid-19, Wako Riza Falepi Imbau Pengurus Mesjid Persingkat Durasi Aktifitas Ibadah
Jumat, Maret 20, 2020

On Jumat, Maret 20, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Wali Kota Riza Falepi menyampaikan kepada Kemenag Kota Payakumbuh agar memberikan pemahaman pengurus mesjid jika memungkinkan untuk mempersingkat durasi aktifitas ibadah jamaah di mesjid. Hal ini bertujuan untuk memberlakukan social distance dalam menghadapi persoalan Virus Corona (Covid-19).

"Kita ingin agar frekuensi waktunya dipersingkat, kita tidak melarang beribadah di masjid, tapi jika melihat di beberapa daerah lain, itu mereka sudah mengeluarkan larangan berkumpul atau bertemu di beberapa tempat ibadah," kata Riza saat Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda di Aula Ngalau Indah Lantai III Balaikota, Jumat, 20 Maret 2020.

Riza mengatakan sekiranya aktifitas berkumpul dan keluar rumah dapat diminimalisir, pemerintah pusat sudah melarang aktifitas jalan-jalan dan di luar ruangan. Riza menegaskan dalam mengadapi Covid-19 ini tidak bisa main-main.

"Kita belum mengeluarkan surat edaran larangan shalat di mesjid, karena sampai saat ini belum ada yang suspect di Payakumbuh, namun jika suatu saat ada yang positif Corona, terpaksa kita berlakukan," kata Riza.

Riza menyampaikan himbauan MUI sudah cukup bijaksana, demi kebaikan dan kemaslahatan umat, Pemko Payakumbuh menghimbau warga agar mempersingkat waktu di tempat ibadah.

"Cepat-cepat sajalah jangan lama-lama, wabah Covid-19 ini menyerang keramaian, kalau di kita alhamdulillah sampai sekarang belum ada kasusnya, ya kita minta waspada lah. Cepat pulang dan keluar dari kerumunan orang banyak," harap Riza. 

(HM/rel)

Cegah Penyebaran Virus Covid-19,  Para Siswa di Payakumbuh Dirumahkan Selama 14 Hari
Kamis, Maret 19, 2020

On Kamis, Maret 19, 2020

BENTENGAUMBAR.COM -Wali Kota Riza Falepi mengeluarkan Instruksi Penantanan Dampak Coronavirus Disease (Covid-19) Di Kota Payakumbuh dengan nomor 01/Instruksi/WK-PYK-2020.

Proses pembelajaran di rumah mulai diterapkan bagi siswa PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA selama 14 hari, terhitung dari 19 Maret hingga 1 April 2020 dari hasil rapat Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda bersama seluruh Asisten Setdako, Kepala Dinas, juga Kepala Kemenag di ruang kerja Sekda, Kamis, 19 Maret 2020.

Dalam instruksi itu, disebutkan siswa belajar di rumah dan guru memberi tugas sesuai dengan program pembelajaran. Sementara Ujian Nasional tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

"Kendati belajar di rumah, anak-anak usia sekolah dilarang berada di keramaian atau di fasilitas umum, kalau kedapatan maka akan ditindak Satpol PP, kecuali ada hal-hal yang sangat penting," kata Sekda Rida Ananda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Drs. AH Agustion menghimbau kepada sleuruh orang tua dan wali murid agar ikut mengawasi, memantau, dan mendampingi peserta didik selama kegiatan belajar di rumah dilaksanakan.

"Kita tekankan, selama belajar di rumah, anak-anak dilarang ngumpul-ngumpul di keramaian dan beraktifitas di luar, jangan sampai dianggap ini liburan, kita sedang perang dengan Covid-19," kata Agustion. 

(HM/rel)

Biarpun Corona, Aktifitas Jual Beli Pasar Ibuh Terpantau Normal
Rabu, Maret 18, 2020

On Rabu, Maret 18, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Suasana pasar tradisional Ibuh tidak mengalami perubahan yang signifikan dengan adanya kasus Virus Corona.

Pantauan wartawan media ini, Rabu, 18 Maret 2020 pagi, beberapa kios pedagang di blok timur  banyak masyarakat yang berbelanja kebutuhan harian dan kebutuhan warungnya. 

Sedangkan di siang harinya aktifitas jual beli berangsur-angsur ramai di blok barat yang biasa disebut orang "pasar kaget".

Kendati pemerintah sudah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), kegiatan jual beli di pusat Kota Payakumbuh itu tampak seperti biasa-biasa saja, artinya masyarakat tidak panik dengan hal tersebut, meskipun mereka tentu takut tertular dengan virus ini.

Pada Minggu, 15 Maret 2020 malam juga Pemko Payakumbuh melalui dinas kesehatan juga telah melakukan langkah antisipatif dengan menyemprotkan cairan disinfektan di lokasi pasar tradisional Ibuh.

Pedagang di Blok Timur menyebut perubahan yang terjadi akibat adanya Virus Corona ini tidak begitu signifikan sekali, meskipun ada beberapa pedagang juga yang mengaitkan sepi jual beli dagangannya dengan kasus corona, namun secara umum kondisi jual beli masih normal.

"Alhamdulillah sampai saat ini efek dari adanya Virus Corona ini tidak banyak mempengaruhi aktifitas di pasar, jam-jam pagi sampai petang orang masih ramai belanja di blok timur, dan jam-jam siang sampai sore itu banyak di Blok Timur, di asar kaget," kata salahsatu pedagang ikan di blok Barat.

Sementara itu, Des, pedagang cabe di blok timur menyebut yang terlihat berubah yakninya jam beli masyarakat, kebiasaan pelanggan untuk berbelanja saja yang berubah.

Sementara itu, Kadis Koperasi Dan UKM Herlina melalui Kabid Pasar Arnel saat diwawancara, Rabu (18/3) mengatakan Kota Payakumbuh adalah kota sehat Swastisaba 6 kali berturut-turut, dan Pasar Ibuh adalah pasar sehat percontohan nasional.

"Dari sarana dan prasarana sudah dilengkapi, masalah cuci tangan dan wastafel sudah ada, dan kita juga memiliki pokja pasar sehat yang isinya perwakilan kelompok pedagang terkait masalah kesehatan dibawah binaan Dinas Koperasi dan UKM bersama Dinas Kesehatan, Pasar Ibuh Payakumbuh juga punya klinik kesehatan," kata Arnel.

Kendati begitu, Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Bidang Pasar juga tetap menyebarkan selebaran himbauan Pemko Payakumbuh terkait kesiapsiagaan menghadapi Virus Corona. Dinas juga rajin melakukan penyemprotan rutin sekali sebulan, tidak hanya karena virus corona, hal ini berkat kerjasama antara Dinas Koperasi dan UKM bersama Damkar dan Dinas Kesehatan.

Pemko Payakumbuh saat ini juga sudah memiliki tim gugus tugas dalam kesiapan menghadapi penyebaran Virus Corona di Payakumbuh.

"Masyarakat percaya dengan pemerintah, tidak panik dan grasak-grusuk, kita mengapresiasi kepada warga yang mau kooperatif dengan kebijakan, ini bagus masyarakat menyadari itu sebagai kemaslahatan bersama," tambah Arnel. 

(HM/rel)

Siang Malam Petugas Kesehatan di Payakumbuh Bekerja Antisipasi Corona
Rabu, Maret 18, 2020

On Rabu, Maret 18, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemko Payakumbuh tidak main-main dalam menghadapi penyebaran virus corona yang kian menyasar berbagai wilayah, meskipun saat ini belum ada satupun warganya yang positif Corona. 

Petugas dinas kesehatan dan seluruh jajarannya tetap berada di lini terdepan dalam permasalahan ini dengan menyasar seluruh potensi yang dapat menyebarkan virus berbahaya ini.

Wali Kota Riza Falepi menginstruksilan dinas kesehatan agar melakukan pencegahan di tempat-tempat pelayanan publik mulai dari kantor-kantor instansi vertikal dan seluruh kantor pemerintah daerah.

"Kita mengajarkan dan dicontohkan cara membuat cairan disinfektan, petugas K3 diberdayakan untuk melakukan pembersihan dan penyemprotan," kata Bakhrizal saat di wawancara, Selasa, 17 Maret 2020.

Sementara itu, Sosialisasi tentang Covid-19 terus dilakukan dengan petugas kesehatan mendatangi sekolah-sekolah mulai SD sampai SLTA.

"Petugas kita memberikan pemahaman bagaimana etika batuk, etika bersin, tata bersalaman dengan baik, dan tidak sembarangan memegang benda logam, dan menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain," kata Bakhrizal.

Selain melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang ada di dalam wilayah kota, dinas juga menyasar warga Payakumbuh yang pulang dari wisata di tempat lain atau yang pulang umrah.

"Orangnya masih diatas mobil langsung kita berikan pemahaman dan materi tentang bahaya Corona dan kita sarankan untuk tidak banyak beraktifitas di luar rumah saat kembali dari luar daerah itu," kata Bakhrizal. 

(HM/rel)

Hadapi Corona, Pemko Payakumbuh Siapkan Tim Gugus Tugas, Posko Pengaduan, Call Center, dan Thermo Gun
Rabu, Maret 18, 2020

On Rabu, Maret 18, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Sudah beberapa hari ini jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar rapat untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona yang kian mengancam. Bahkan Pemko sudah membentuk tim khusus penanganan Covid-19 bersama TNI dan Polri.

Wali Kota Riza Falepi melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda mengatakan langkah yang dilakukan Pemko dengan membentuk gugus tugas sesuai Kepres Nomor 7 tahun 2020.

"Malahan kita sudah membentuk tim tanggap sebelum kepres itu keluar, hari ini kita menyesuaikan kembali dengan membentuk tim gugus tugas yang diketuai oleh sekda," kata Rida Ananda, saat diwawancara usai rapat di ruangan kerjanya, Selasa,  17 Maret 2020.

Rida Ananda juga menyampaikan mulai besok, akan ada posko pengaduan Corona di Mal Pelayanan Publik (MPP) Payakumbuh, dan ada petugas kesehatan yang standby untuk memberikan pelayanan.

Kemudian, Sekda juga meminta dinas kesehatan memesan alat pengetes suhu tubuh atau Thermo Gun yang kabarnya saat ini mulai hilang dari pasatan.

"Kita mencoba minta bantuan untuk itu ke kementerian, sehingga nanti ditempat umum kita bisa dipakai alat ini, semoga cepat terealisasi," kata Sekda.

Sementara itu, di kantor-kantor Pemko juga menyediakan hand sanitizer atau pembersih tangan di MPP yang bisa dimanfaatkan masyarakat atau petugas usai berkontak di dalam pelayanan.

Pemko saat ini tengah menyiapkan nomor telepon khusus atau call center yang bisa dihubungi lewat w.a agar masyarakat bisa mendapatkan informasi jelas tentang Virus Corona ini. 

(HM/rel)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *