Opini

PAYAKUMBUH

Sports

Payakumbuh

IKLAN DI ATAS FEED
Sekda Rida Warning ASN Pemko Payakumbuh: Jangan Mangicuah
Rabu, Agustus 12, 2020

On Rabu, Agustus 12, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Apel pagi pada Senin, 10 Agustus 2020 di Balaikota sedikit berbeda. Biasanya memberikan amanat, namun kali ini Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda langsung meminta setiap OPD memeriksa kehadiran pegawainya masing-masing.

Sebagai Pembina Aparatur Sipil Negara (ASN), Sekda selalu menekankan agar pegawai pemerintah bekerja dengan disiplin dan taat aturan, membuktikan etos kerja yang tinggi.

"Berapa jumlah yang hadir dilaporkan harus sesuai dengan yang ikut apel pagi ini, jangan "mangicuah", kita ini digaji dengan uang rakyat, jangan sampai mangkir dari kewajiban kita," ungkap Sekda.

Sekda juga menyebutkan apabila gaji 13 keluar nantinya, harusnya sebagai ASN dapat menyambutnya dengan bentuk kinerja yang maksimal. 

ASN menerima haknya dengan bukti kerja mereka yang juga baik.

"Kita akan terus melakukan evaluasi terhadap pegawai di lingkungan Pemko Payakumbuh, ini adalah komitmen kita mewujudkan pemerintahan yang kompeten dan kredibel, apalagi dengan memanfaatkan teknologi absensi sudah memakai Finger Print," ungkapnya.

Sementara itu, usai pembinaan dari Sekda dalam apel pagi tersebut, Kepala Dinas Kominfo Jhon Kenedi menginstruksikan kepada ASN dan THL di instansinya untuk menjadikan pesan Sekda itu sebagai perhatian, karena sangat penting sekali.

"Kedepannya, kita berharap, setiap laporan dalam apel pagi. Diskominfo, hadir lengkap, Insyaallah, kita bisa!" pesannya dalam Grup Whatsapp Dinas Kominfo. 

(Hermiko/rel)

Wawako Erwin Yunaz Turun Tangan Goro Bersama Persiapan Rehab Rumah Warga Miskin
Rabu, Agustus 12, 2020

On Rabu, Agustus 12, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz hari turun tangan langsung melakukan persiapan Bedah rumah di RT 003/RW 005 Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat, Minggu, 9 Agustus 2020.

Erwin Yunaz menyampaikan rumah yang akan dilakukan renovasi ini adalah milik dari  Nurjannah (75 th) seorang janda yang saat ini kehidupannya sangat memprihatinkan sekali. 

Selain itu beliau juga memiliki seorang anak perempuan bernama Hilda yang juga berstatus janda yang saat ini sedang melawan penyakit yang secara medis dinamakan Hipertiroid stadium 2.

"Dari pagi bersama Camat, Lurah, LPM, Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat kami dampingi gotong royong dalam rangka persiapan Bedah rumah yang Insha Allah akan dibantu melalui BAZNAS Kota Payakumbuh dan donatur-donatur yang telah melakukan donasi beberapa waktu lalu," kata Erwin.

Menurutnya ini adalah satu gerakan kebersamaan yang sangat luar biasa sekali dari seluruh masyarakat khususunya di kelurahan Nunang Daya Bangun.

"Kita apresiasi juga kepada pihak kelurahan yang telah bekerja keras menggalang donasi.  Adanya Facebook kelurahan juga sangat membantu warga kota Payakumbuh yang ingin menyalurkan bantuan kepada Hilda," kata Erwin.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Hilda sendiri saat ini tidak bisa tinggal di rumah orang tuanya karena rumah tersebut penuh sesak dengan barang-barang bekas yang memenuhi ruangan berukuran lebih kurang 4 m x 6 m tersebut. 

Selain itu, kondisi ruangan pun tidak layak lagi untuk dihuni.  Atap bocor disana sini. Ruangan pun pengap dan tidak cukup sinar matahari dan udara untuk masuk.

Karena tidak memungkinkan untuk tinggal di rumah orang tuanya, Hilda saat ini hidup menumpang dari satu rumah ke rumah lainnya.

Hilda pun tidak mampu untuk membayar kontrakan rumah, sebab sejak divonis sakit tersebut dirinya tidak bisa lagi bekerja. Efek dari penyakit tersebut saat ini perut beliau membesar dan apabila banyak bergerak maka akan menyebabkan sesak nafas.

Beberapa waktu lalu pun beliau sempat bolak balik di bawa ke IGD karena sesak nafas yang dirasakannya.

Camat Payakumbuh Barat L. Kefrinasdi yang juga berada di lokasi gotong royong tersebut membenarkan bahwa kondisi keluarga Hilda perlu untuk dibantu.

Menurutnya, Hilda dan orang tuanya merupakan keluarga kurang mampu. 

"Melihat rumah yang sangat tidak layak ini kami sangat prihatin. Kita tadi atas arahan dari Pak Wawako sudah koordinasi dengan pihak BAZNAS kota Payakumbuh dan Alhamdulillah koordinator Tim survey nya sudah datang melihat kondisi rumah tersebut," kata camat.

Besar harapan Kefrinasdi apabila rehab rumah ini selesai nantinya, Hilda dan anaknya bisa kembali tinggal di rumah tersebut tanpa harus menumpang kesana kemari.

"Dalam kondisi sakit ini kasihan kalau beliau harus pindah dari rumah satu ke rumah lainnya meminta belas kasihan untuk menumpang tinggal. Makanya kita coba untuk melakukan renovasi rumah ini," ujarnya.

Koordinator tim survey BAZNAS Kota Payakumbuh Aswir, setelah melihat kondisi  rumah tersebut juga sangat terenyuh dan menyampaikan keprihatinannya.

Apalagi di rumah tersebut nantinya serltelah direnovasi akan tinggal sebanyak 3 keluarga.  

"Rumah ini telah kita survey dan akan kita bicarakan dengan pimpinan. Insha Allah melihat kondisi rumah ini layak untuk kita bantu," kata Aswir.

Lurah Nunang Daya Bangun Ari Ashadi mengucapkan terima kasih atas perhatian dari unsur pimpinan di Kota Payakumbuh ini sehingga mau ikut turun langsung bersama warga untuk bergotong royong.

"Alhamdulillah Pak Wawako dan Pak Camat tadi turun langsung dalam gotong royong persiapan bedah rumah ini. Mudah-mudahan proses bedah rumah ini akan berjalan lancar nantinya. Disamoing itu, donasi dari warga juga sudah ada dan dapat dipergunakan dalam kegiatan ini nantinya," kata Ari.

Terkait dengan pengurusan administrasi ke BAZNAS, Ari menyatakan bahwa secepatnya akan dimasukkan surat permohonan secara resmi lengkap dengan dokumentasi dan administrasi lainnya.

"Kita tadi sudah koordinasi dengan Pak Camat untuk melakukan koordinasi lebih intens lagi dengan pihak BAZNAS dalam rangka percepatan rehab rumah ini," tutupnya. 

(Hermiko/rel)

Wako Riza: Petani Jagung Bisa Kaya dengan Manfaatkan Lahan Kosong
Rabu, Agustus 12, 2020

On Rabu, Agustus 12, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kesempatan besar menanti petani jagung di Payakumbuh yang tak perlu pusing-pusing memikirkan kemana memasarkan produk pertanian mereka itu. 

Hal ini dimulai dari Kelompok Tani Padang Beringin Talao, Kelurahan Koto Panjang Dalam, Kenagarian Koto Panjang Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina).

Pada hari Selasa, 11 Agustus 2020, disaksikan langsung oleh Wali Kota Riza Falepi penandatanganan nota kesepakatan (MoU) kemitraan kelompok tani dengan pengusaha ternak unggas di Nagari setempat.

Ini merupakan tindak lanjut atas inisiasi yang dilaksanakan Wali Kota Riza Falepi dan Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah saat usai peresmian kampung tangguh Covid-19 di Koto Panjang beberapa waktu lalu.

Wako Riza Falepi mengapresiasi Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah yang sekaligus pelaku peternak unggas yang telah menyetujui kontrak kerjasama dengan kelompok tani, dimana harga jual jagung yang dibeli sudah jelas tertera sesuai dengan kontraknya, sehingga ada kepastian bagi petani.

Riza berharap jangan sampai ada lahan pertanian yang kosong dan tidak termanfaatkan di Payakumbuh. 

Riza memaparkan persoalan jagung ini banyak, ada disaat pasca panen apabila kalau jagung yang dijual harus memenuhi syarat kekeringan tertentu.

"Kadang saat kita menjemur jagung, tidak merata keringnya, sedangkan permintaan pasar harus diperhatikan betul kualitasnya. Untuk membantu kelompok tani, saya sudah perintahkan kadis pertanian untuk membeli alat pengering berkapasitas 3 ton, letaknya di terminal agro. Insyaallah di anggaran tahun depan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 10 ton," kata Riza.

Wali kota dua periode itu juga mendorong petani agar mengasuransikan tanaman mereka. 

Untuk merealisasikannya mereka dapat berkoordinasi dengan dinas pertanian melalui penyuluh pertanian. 

Bahkan untuk asuransi ini sudah dianggarkan di APBD Kota Payakumbuh.

Kepala Dinas Pertanian Depi Sastra mengatakan pengusaha ternak unggas petelur dapat bermitra dengan petani jagung, artinya sudah ada pasarnya. 

Hari ini, karena kebutuhan pakan yang cukup tinggi, peternak bahkan sampai mengimpor, untuk memenuhi kebutuhan itu kelompok tani didorong memanfaatkan lahan mereka untuk menanam jagung disamping menanam komoditas lain seperti cabe dan bawang.

"Biasanya petani enggan menanam jagung karena harga yang tak menentu dan pasar yang tak jelas. Untuk Payakumbuh lebih cocok menanam bibit jagung jenis Pioner 32, dengan masa tanam hingga panen selama 4 bulan karena peternak memang menyukai kualitas jagung Pioner 32 ini," ungkap Depi Sastra.

Bibit bantuan dinas telah disediakan di anggaran perubahan, sementara adapun MoU antara pengusaha unggas dan kelompok tani ini, mereka membantu meminjamkan dana pembelian bibit kedepannya. 

Nanti saat panen pinjaman dibayar, istilah pertaniannya namanya yarnen atau dibayar panen.

Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah menyebut kebutuhan jagung peternakannya 10 Ton perhari, sementara kebutuhan Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota 400 Ton. 

Petani Payakumbuh belum bisa memenuhi permintaan ini, sehingga peternak harus membeli jagung ke Pasaman dan Lampung, bahkan ada mengimpor dari Malaysia. 

"Sebagusnya bila ada lahan-lahan kosong dipotensikan menanam jagung. Berkebetulan dengan adanya program ketahanan pangan Covid-19. Ide ini bersama wali kota kita gagas, mudah-mudahan perekonomian bisa meningkat dengan menggalakkan menanam jagung ini, pasarnya kan juga sudah jelas, imbasnya, bila ekonomi menjadi meningkat  maka mutu pendidikan juga akan bagus," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Latina David Bachri mengatakan dengan diajaknya petani bergabung dan bermitra dengan peternak unggas ini, semoga dapat dicontoh oleh kelurahan lain di Latina. 

Dimana pencanangan di Koto Panjang ini menjadi langkah awalnya.

"Dengan tujuan akhirnya tak ada lagi lahan kosong di Latina. Kelompok tani menjadi produktif, tak terlunta-lunta menjual produknya karena memang dibutuhkan oleh peternak kita, ini akan menjadi bisnis menggiurkan bagi petani jagung, tak akan sulit, apalagi pemko juga memberikan asistensi," pungkas Camat.

Field Day menanam jagung itu turut dihadiri Kadis Ketapang Edvidel Arda, Dandim 0306/50 Kota diwakili Danramil 01/Pyk Mayor T. Barus, Kapolres diwakili Kanit Binmas AKP Taufik, penyuluh pertanian, kelompok tani nelayan andalan (KTNA), peternak unggas, dan tokoh masyarakat nagari setempat. 

(Hermiko/rel)

Pengelolaan IT Jadi Referensi di Sumbar, Riza Falepi Didapuk Sebagai Narasumber di BPK RI
Senin, Agustus 10, 2020

On Senin, Agustus 10, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai kota dengan pengelolaan jaringan internet yang sudah terintegrasi bagi seluruh perangkat daerah di Kota Payakumbuh, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi didapuk sebagai narasumber di BPK RI Perwakilan Sumbar tentang pemeriksaan pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui daring di Aula Randang.

Wali Kota Payakumbuh menyampaikan sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 95 Tahun 2018 Pemko Payakumbuh melalui Dinas Komunikasi dan Informatika telah melahirkan dan mengembangkan berbagai aplikasi untuk layanan internal Pemerintah seperti E-Kinerja, E-SPPD dan sebagainya.

"Contohnya saja, dengan adanya aplikasi E-Kinerja ini pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diberikan kepada ASN sesuai dengan kinerjanya tanpa ada kecurangan," papar Riza Falepi.

Lebih lanjut Riza mengatakan, selain untuk internal pemerintahan Pemko Payakumbuh juga menghadirkan berbagai aplikasi untuk kemudahan layanan publik bagi masyarakat Kota Payakumbuh.

"Untuk diketahui, pengelolaan IT di Mall Pelayanan Publik Kota Payakumbuh kita menjadi reverensi di Sumbar," ungkap Wako Riza Falepi.

Selain itu Wali Kota yang bergelar Dt. Rajo Kaampek Suku tersebut mengatakan juga telah menciptakan aplikasi SIPADUKO untuk memudahkan masyarakat berobat ke Puskesmas, SAGOPAY untuk pembayaran PDAM, UDAKOPAY untuk update data Kota Payakumbuh dan lainnya.

"Sampai saat ini kita sudah mengembangkan 16 aplikasi sendiri, aplikasi pemerintah pusat dan pengembangan eksternal 27 aplikasi serta 27 website perangkat daerah," ucapnya.

Sebagai daerah yang minim anggaran, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan Pemko Payakumbuh sukses mengembangkan IT dengan tekat dan kemauan kuat untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.

"Prinsipnya, pengembangan IT di Payakumbuh walaupun miskin anggaran tapi kaya fungsi," pungkas Riza sambil tersenyum.

(Hermiko/rel)

KPN Husada Syariah Payakumbuh Kedatangan Tim Penilai Koperasi Terbaik se Sumbar
Senin, Agustus 10, 2020

On Senin, Agustus 10, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKP-RI) wilayah Sumatra Barat (Sumbar) melaksanakan lomba tahunan dalam rangka mencari Koperasi terbaik dan berprestasi di seluruh wilayah Sumbar. 

Lomba ini diikuti oleh 15 Koperasi dari setiap perwakilan daerah di Provinsi Sumbar.

Tanpa terkecuali Kota Payakumbuh yang diwakili oleh Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Husada Syariah RSUD Adnaan WD yang diutus mewakili Kota Payakumbuh untuk ikut pada ajang pemilihan koperasi berprestasi tingkat provinsi, pada beberapa waktu yang lalu

“Agenda PKP-RI ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan semangat dan potensi koperasi daerah yang ada di regional Sumatra Barat," ucap Ell Yawardi selaku ketua tim penilai dari Provinsi Sumbar itu saat menyampaikan sambutan dalam kunjungan penilaiannya tersebut di KPN Husada Syariah, RSUD Adnaan WD Kota Payakumbuh.

Dilanjutkannya, Koperasi sangat memiliki potensi, hal ini bergantung terhadap anggotanya dalam mengambil tindakan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin seluruh pengurus koperasi melakukan kegiatan apapun nantinya, yang berkaitan dengan koperasi maka harus dengan melibatkan koperasi untuk kemajuan koperasi dan anggota lainnya," harap Ell Yawardi.

Meskipun proses penilaian yang seyogyanya akan berlangsung pada bulan Maret 2020 sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, pengurus KPN Husada Syariah RSU Adnaan WD Kota Payakumbuh tetap semangat menyambut kedatangan tim penilai dari Sumbar itu.

Ketua KPN Husada Syariah, Desmawanti mengaku sempat bingung ketika koperasi kecilnya ditunjuk oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh pada ajang tahunan yang diadakan oleh PKP-RI tersebut. 

“Meskipun ditunjuk tanpa persiapan yang matang, kami dari KPN Husada Syariah tetap senang dan menganggap hal ini sebagai bentuk penghargaan kepada koperasi dan seluruh pengurus disini," ungkap Desmawanti.

Sementara, Arif Siswandi kepala bagian Perekonomian Setdako Payakumbuh selaku pendamping tim penilai menyampaikan jika KPN Husada Syariah dipilih karna banyak hal.

“Kita memilih KPN Husada Syariah ini berdasarkan catatan administrasi serta pembahasan isu sentral mengenai pengembangan sistem syariah bagi anggotanya. Tentu kita berharap dengan berlangsungnya kegiatan ini dapat memacu semangat koperasi-koperasi lainya untuk berkembang lebih baik," ungkap Arif Suwandi yang juga selaku badan pengawas KPN Kota Payakumbuh.

Arif juga menaruh harapan kepada koperasi Husada Syariah untuk berkembang menjadi lebih baik setelah kompetisi ini. 

Pegawai rumah sakit yang berpotensi besar menjadi anggota aktif koperasi, menjadi potensi bagi Husada Syariah untuk berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanan anggota nya. 

Meskipun ada berberapa catatan dari tim penilai provinsi setelah penilaian berlangsung, Arif optimis Payakumbuh melalui koperasi Husada Syariah mampu meraih prestasi pada ajang kali ini.

(Hermiko/rel)

Payakumbuh Dapat Dukungan Pemprov dan DPRD Sumbar Kembangkan Batang Agam untuk Pariwisata
Senin, Agustus 10, 2020

On Senin, Agustus 10, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muslim mendampingi Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Supardi dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Nofrial mengunjungi Kawasan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Batang Agam Payakumbuh, Jumat, 7 Agustus 2020.

Kehadiran Kadis Pariwisata Sumbar kesana dikatakan Nofrial sebagai OPD teknis kepariwisataan untuk melihat secara langsung potensi parwisata di Kota Payakumbuh dan mengkaji lebih mendalam apasaja iven-iven yang sangat memungkinkan untuk dilaksanakan di Payakumbuh sebagai dayatarik pariwisata yang dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

"Bisasaja nantinya ada iven digelar disini dengan pembiayaan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sumbar," ungkap Nofrial.

Hal ini bukan isapan jempol semata, karena dapat dilihat semakin hari daya tarik Batang Agam sebagai calon objek wisata baru di Payakumbuh itu semakin meningkat. 

Wisata tepi sungai itu seakan menjadi magnet tersendiri bagi warga kota batiah, bahkan warga luar kota untuk berkunjung ke sana.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar Supardi menyebut dengan segala kewenangannya, sangat memungkinkan anggaran dari provinsi untuk pembangunan kampung pariwisata yang berbasis kebudayaan minangkabau di Payakumbuh, apalagi di Payakumbuh pelaku seni dan UKM kuliner minang sangat luar biasa banyak.

"Kita nanti minta OPD terkait mencarikan bagaimana regulasinya agar kampung pariwisata ini terwujud di Payakumbuh," ungkapnya.

Plt. Kadisparbudpora Andiko Jumarel menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Sumbar dan Ketua DPRD Sumbar ini, dikatakannya beberapa kegiatan di dinas terpaksa ditiadakan akibat wabah Covid-19. 

Dirinya berharap dengan adanya dukungan dari pemprov dan DPRD provinsi dapat menjadi angin segar bagi perkembangan pariwisata di Payakumbuh.

"Kita sangat apresiasi masukan, saran, dan dukungan dari pemerintah provinsi bersama DPRD ini, kita tentu berharap nanti kedepannya bagaimana pelaku seni dan UKM kuliner minang di kota kita dapat difasilitasi untuk mempromosikan produknya dalam bentuk kegiatan ekonomi kreatif atau E-kraf," ujarnya.

Senada, Kadis PUPR Muslim mengungkapkan Pemko Payakumbuh sangat bersyukur dengan rencana pemerintah provinsi untuk ikut serta dalam penataan Kawasan Batang Agam yang sudah sejalan dengan program pemerintah Kota Payakumbuh.

"Rencana kita tentu membangun pusat-pusat kuliner, perkampungan budaya, olah raga, serta akan mengadakan iven-iven rutin, pagelaran seni budaya di sepanjang Batang Agam seperti pacu itiak, festival dayung dan sebagainya," terang Muslim.

"Dalam hal ini pemprov akan ikut ambil bagian dalam perencanaan pembangunan fisiknya maupun mengadakan ivent yang dimaksud dengan menggunakan APBD provinsi," pungkasnya. 

(Hermiko/rel)

Warga Puas Bawa SIM Perpanjangan dari MPP Payakumbuh
Jumat, Agustus 07, 2020

On Jumat, Agustus 07, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Layanan Perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Payakumbuh di Balai Kota yang hadir sejak 21 Juli 2020 lalu semakin diminati warga.

Ini merupakan inovasi pelayanan yang diberikan Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Polres Kota Payakumbuh demi membahagiakan masyarakat Kota Randang itu dengan menyiagakan Mobil SIM Keliling Polres di halaman belakang balai kota.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Harmayunis kepada media, Kamis, 6 Agustus 2020, mengatakan pelayanan ini ada pada hari Senin hingga Jumat, dibuka pukul 8 pagi hingga 12 siang. 

Meski singkat, namun sejak dibukanya layanan ini, banyak warga yang memilih mengurus perpanjangan SIM ke MPP, mereka tak harus ke kantor Polres.

"Selama ini warga yang mengurus perpanjangan SIM berdesakan di kantor Polres, dengan adanya layanan di MPP kita membuat sedikit longgar di sana," kata Harmayunis. 

Disini juga sudah ada dokter kesehatan dan psikolognya agar pemohon mendapatkan laporan hasil tes psikologi SIM dan surat keterangan berbadan sehat. 

Dalam satu hari saja bisa 30 orang dilayani di perpanjangan SIM.

Salahsatu warga, Nega yang mengurus perpanjangan SIMnya saat diwawancara mengaku sangat puas sekali dengan kehadiran layanan perpanjangan SIM di MPP ini.

"Kami berterimakasih kepada Pemerintah Kota Payakumbuh dan Polres atas adanya layanan seperti ini, sangat cepat dan memudahkan sekali, serta tak banyak menghabiskan waktu, semoga kedepan layanan lainnya bakal hadir juga di MPP Payakumbuh," ujarnya. 

(Hermiko/rel)

Ada Lomba Lagu Secara Virtual di Payakumbuh, Buruan Ikut!!!
Kamis, Agustus 06, 2020

On Kamis, Agustus 06, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-75, Forum Pembauran Kebangsaan Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) menggelar lomba budaya daerah dalam bentuk lomba lagu kedaerahan.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Payakumbuh Sri Joko Purwanto saat diwawancara media, Rabu, 5 Agustus 2020, menyebut lomba lagu ini diselenggarakan secara virtual, karena saat ini suasana masih dalam kondisi wabah Covid-19.

"Karena kondisinya masih Covid-19 maka lomba kali ini digelar secara virtual, peserta yang ikut lomba mengirimkan hasil rekaman mereka dalam bentuk video, dengan durasi video lagu itu maksimal 10 menit (total) untuk 2 lagu masing-masing 1 lagu wajib dan 1 lagu pilihan daerah asal, dan peserta memakai baju pakaian daerahnya masing-masing," terang Sri Joko yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Payakumbuh.

Sementara untuk ketentuan lomba adalah peserta merupakan utusan dari paguyuban, perkumpulan, kelompok, atau suku di Payakumbuh.

"Lokasi perekaman video berada di Payakumbuh, kita menyarankan agar dapat sekaligus mempromosikan wisata Payakumbuh dan peserta tidak diperkenankan mengedit vokal (Fix)," kata Sri Joko.

Kakankesbangpol Budhy D Permana menyebut hadiah yang disediakan berupa trophy dan tabanas. 

"Meski di tengah Covid-19, semangat kebangsaan harus tetap kita gaungkan, negara dan dunia saat ini sedang dilanda wabah, kita harus menunjukkan semangat persatuan dan kesatuan dalam menghadapinya, semoga wabah ini cepat berlalu dan kita tetap menjadi bangsa yang kuat, ada warga negara yang cinta pada tanah airnya," kata Budhy.

Lagu wajib : Laruik Sanjo, Kampuang Nan Jauah Di Mato, Lintuah, Sansaro, Usah Diratok'i, dan Ayam Den Lapeh.

Video peserta lomba dikirim melalui instagram @kesbangpol.

Pendaftaran dibuka dari tanggal 3 hingga 18 Agustus 2020. 

Contact person : Kasi Kesbangpol, Yusniwarti (085274065796). 

(Hermiko/rel)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *