Advertorial

Daerah

Lepas Jalan Sehat HUT RI ke-77, Gubernur Sumbar: Momentum Tingkatkan Kebersamaan
Rabu, Agustus 10, 2022

On Rabu, Agustus 10, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi melepas ratusan peserta jalan sehat peringatan HUT RI ke-77 tingkat Provinsi Sumatera Barat, di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (10/8/2022).

Gubernur menyatakan melalui kegiatan jalan sehat yang juga diiringi dengan senam kolosal IBBN War On Drugs, itu dijadikan sebagai momentum membangun semangat kebersamaan untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antar aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat. Dengan semangat persatuan dan kesatuan tersebut diyakini Gubernur dapat mendorong peningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian pelayanan optimal.

"Kegiatan ini selain untuk fisik sehat sekaligus meningkatkan cinta tanai air dan bela negara. Sesuai motto HUT RI tahun ini, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat, hanya bisa dicapai ketika kita menyatu dalam kebersamaan dan kolaborasi. Tak bisa sendiri membangun daerah, mari bangun kebersamaan, jika kita bersama kita akan sukses," jelas gubernur.

Jalan santai yang juga diikuti oleh karyawan BUMD, organisasi wanita dan masyarakat umum ini melalui rute Jl Sudirman - Ujung Gurun - Jl. Veteran - Jl. A Yani - dan Finis kembali di halaman kantor gubernur.

Kadispora Sumbar Dedy Diantolani mengatakan, kegiatan jalan santai dan senam ini juga dimeriahkan dengan berbagai hadiah door price menarik diantaranya lemari es dan puluhan sepeda.

Selain jalan sehat dan senam kolosal, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga memeriahkan HUT RI ke-77 dengan berbagai perlombaan di lingkup ASN Provinsi Sumbar, diantaranya lomba Mars Sumatera Barat yang diadakan pada 11 Agustus. Perayaan puncak akan dilaksanakan di halaman kantor gubernur dan halaman gubernuran pada 19 Agustus nanti.

Turut hadir dalam kegiatan jalan sehat dan senam kolosal, para kepala OPD, Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Irsyad dan Dr. Arswendi, tokoh masyarakat Sumbar di Norwegia.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Mudahkan Pelayanan Publik, Diskominfotik Sumbar Kenalkan Aplikasi SPLP
Rabu, Agustus 10, 2022

On Rabu, Agustus 10, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Dalam rangka memudahkan perintegrasian antar layanan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), pemerintah pusat dan pemerintah daerah di tiap kabupaten dan kota serta mewujudkan keterpaduan, perencanaan, dan evaluasi dengan didukung oleh data yang akurat dan terkelola dalam satu sistem yang terintegrasi di daerah, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumbar menggelar Bimbingan Teknis dan Koordinasi Sistem Layanan Pemerintah (SPLP) di Hotel Pangeran Beach, Padang, Rabu (10/8/2022).

Kegiatan yang dibuka Kepala Diskominfotik Sumbar, Jasman Rizal ini diikuti oleh sekitar 60 peserta dari Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se Sumatera Barat. Dalam sambutannya, Jasman Rizal menyampaikan, pentingnya pengerintegrasian sistem antar Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat dalam mendukung terwujudnya Satu Data Indonesia di Sumbar. "Dengan Bimtek ini diharapkan berbagai aplikasi yang kita kembangkan, semuanya terintegrasi dalam satu data, apalagi sudah didukung oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018, dimana otoritas atau tanggung jawab merupakan wewenang Kominfo," ujar Jasman. 

Ia juga berharap dengan adanya Perpres tersebut peserta mengikuti arahan dan bimbingan dengan cermat, dalam rangka untuk mencapai kesatuan visi yaitu menjadikan Sumatera Barat sebagai satu sistem pemerintahan yang berbasis elektronik. "Untuk itu, dengan adanya Bimtek pengenalan Aplikasi SPLP ini kita berharap akan mempermudah pertukaran data antar sistem informasi elektronik," kata Jasman. 

Mendukung hal tersebut, Tim Direktorat LAIP, Ditjen Aptika Kominfo, Ichwanul Ichsan, yang hadir sebagai narasumber, mengatakan tujuan dari pelaksanaan Bimtek SPLP ini adalah menyederhanakan berbagai aplikasi yang ada di daerah menjadi satu kesatuan sistem. "Jika kita search di Google Playstore aplikasi lapor maka akan banyak muncul banyak aplikasinya. Ini menandakan aplikasi di daerah memiliki aplikasi silo-silo, tidak terintegrasi dan tidak komperhensif," ungkap ichwanul.

Menurutnya hal tersebut akan berefek ke masyarakat, mereka akan bingung ingin melapor kemana, sehingga mereka akan banyak meng-install banyak aplikasi jika akan melalukan pe-Laporan. 

Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Lizda Handayani, dalam laporannya menyampaikan tujuan dilakukannya Bimtek ini adalah terbentuknya dashboard nasional dan  sesuai dengan amanat Pepres Nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE Pasal 33 ayat 2 yang diamanatkan setiap instansi pusat dan pemerintah daerah diharuskan menggunakan sistem SPLP. (Via/MMC) 

#Diskominfotik Sumbar

Rakernas Apeksi XV Resmi Ditutup Mendagri, Total Uang Bergulir di Padang Rp41,6 Miliar
Rabu, Agustus 10, 2022

On Rabu, Agustus 10, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang berlangsung di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) resmi ditutup oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, di Hotel Truntum, Padang, Selasa (9/8/2022).

Dalam pidatonya Mendagri mengapresiasi para walikota yang hadir yang telah berjibaku menjalankan pemerjntahan di daerahnya masing-masjng ditengah berbagai pembatasan akibat pandemi Covid-19. Meskipun begitu, banyak daerah saat ini telah mulai bangkit kembali seiring semakin melandainya kasus Covid dan semakin meningkatnya imunitas masyarakat. Pandemi telah mengajarkan sisi kepemimpinan yang baik. bagaimana memanage ditengah segala keterbatasan. Semua kepala daerah mengalaminya. "Karena itu saya sangat apresiasi kepala daerah yang telah sukses melewati masa krisis," kata Mendagri.

Untuk lebih memperkuat ekonomi daerah, Tito mengajak para kepala daerah untuk memberikan perhatian penuh pada sektor perekonomian melalui aktifasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan juga aktivasi Satgas Pangan Daerah masing-masing. "Tolong tugaskan pada TPID dan satgas pangan, monitor setiap hari harga pangan. Sebab pangan ini faktor utama inflasi.

Diprediksi beberapa tahun kedepan akan terjadi gejolak ekonomi yang lebih besar, dikenal dengan istilah 'deep darkness. "Jadi tolong ini jadi perhatian serius. Jika ada persoalan pangan di daerahnya, itu berarti kepala daerahnya tidak bekerja," ucap Tito.

Selain itu, Mendagri juga menghimbau kepala daerah untuk dapat memanfaatkan kewenangannya dalam upaya memaksimalkan potensi daerah agar daerah mandiri secara fiskal. Senada, Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi dalam sambutannya juga mengapresiasi capaian positif dengan adanya Rakernas Apeksi di Padang. Menurut gubernur, semangat kebangkitan daerah pasca pandemi perlu terus dirawat melalui berbagai kegiatan dan inovasi. "Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyambut baik capaian-capaian maupun rekomendasi yang dihasilkan Rakernas. Ini menjadi bukti bahwa Apeksi membantu daerah supaya ekonominya bergerak, seperti di Kota Padang hari ini," ujar gubernur.

Sebelumnya, Ketua Apeksi yang juga Walikota Bogor, Bima Arya menyebut, Rakernas telah menghimpun beberapa rekomendasi yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kemendagri selaku pembina pemerintah daerah. Beberapa poin yang menjadi catatan menurut Arya, diantaranya adalah agar berbagai upaya perubahan melalui berbagai regulasi dan kebijakan pemerintah pusat tetap sejalan dengan semangat otonomi daerah. "Harus ada komitmen yang sama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat," jelas Arya.

Perhelatan akbar para walikota se Indonesia yang berlangsung hingga 10 Agustus tersebut disebut Walikota Padang Hendri Septa, telah berhasil membangkitkan perekonomian masyarakat Kota Padang. Sedikitnya menurut Hendri terjadi perputaran uang hingga Rp41,6 Miliar.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Beri Pengarahan di Sijunjung,Mendagri Minta ASN Ubah Pola Pikir dan Budaya Kerja
Rabu, Agustus 10, 2022

On Rabu, Agustus 10, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk mengubah pola pikir dan budaya kerja dalam melayani publik. Hal itu disampaikan Mendagri dalam acara Pengarahan Mendagri Kepada ASN Kabupaten Sijunjung, di Aula Kantor Bupati Sijunjung, Selasa (9/8/2022).

Didampingi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi, Anggota DPR RI Dapil Sumbar Guspardi Gaus, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir dan Wakil Bupati Iraddatillah, Mendagri mengajak sekitar 500 ASN yang hadir untuk tidak lagi menerapkan prinsip kerja lama yang maunya dilayani.

Menurut Mendagri, dengan iklim keterbukaan informasi, praktik pelayanan yang baik harus diterapkan terutama sikap anti korupsi. Terlebih dengan menguatnya peran masyarakat sipil dengan didukung keberadaan media sosial. Hal ini berdampak pada berbagai sektor, salah satunya komplain atau komentar masyarakat terhadap pelayanan publik yang bisa langsung diketahui pimpinan termasuk presiden. "Ditengah iklim demokratisasi, ASN harus bisa merubah budaya kerja yang lebih transparan, berintegritas. Masyarakat hari ini sangat kritis dan informasi juga terbuka. Jika ASN tidak berubah, akan terlindas, bahkan tidak sedikit yang jadi korban, terjerat persoalan hukum," kata mantan Kapolri, ini.

Selain itu, Tito juga menekankan pentingnya sisi kepemimpinan kepala daerah. Terutama dalam membangun soliditas internal sehingga program-program yang disiapkan bisa berjalan dengan baik. Termasuk dalam mengelola potensi pertanian dan peternakan di Sijunjung yang menurut Tito, jika dikelola dengan optimal dan modern akan menjadi sektor unggulan luar biasa hasilnya. "Tidak salah juga jika ingin mengeksplorasi tambang asal bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat. jangan nanti hanya dinikmati segelintir pejabat," tegas Tito.

Hal penting lainnya disampaikan Mendagri, agar dilaksanakan di Sijunjung adalah memaksimalkan program pendidikan dalam rangka menciptakan sumber daya manusia berkualitas yang akan membangun Sijunjung nantinya. Sebab jika SDM bagus, maka daya inovasi akan tinggi.

Sebelumnya, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir menyampaikan, selain pertanian dan peternakan, di Sijunjung saat ini juga terdapat potensi pertambangan migas yang siap di eksplorasi. Potensi lainnya yang saat ini sedang digalakkan oleh Pemkab Sijunjung adalah potensi wisata alam Geopark Silokek yang harapkan mampu bisa menunjang pembangunan infrastruktur ditengah keterbatasan anggaran daerah. "Oleh sebab itu, besar harapan kami, melalui pengarahan dari Bapak mendagri bisa meningkatkan motivasi kerja dan pelayanan ASN kepada masyarakat menjadi lebih baik," kata Benny.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian juga menandatangani tiga prasasti peresmian yakni gedung Kantor Bupati Sijunjung, gedung Rumah Sakit Umum Daerah serta Ruang Terbuka Hijau muaro Sijunjuang. Turut hadir Forkopimda Kabupaten Sijunjung serta sejumlah pejabat eselon I Kemendagri yang mendampingi Mendagri, yakni Dirjen Bina Pembangunan Daerah Teguh Setyabudi, Dirjen Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni dan Inspektur Jenderal Tomsi Tohir.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Gubernur Apresiasi Tradisi Bakaua Adaik Warisan Raja Alam Jambulipo
Selasa, Agustus 09, 2022

On Selasa, Agustus 09, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, Senin (8/8/2022) menghadiri acara "Bakaua Adat" di Medan nan Bapaneh, Jorong Jambulipo, Nagari Lubuak Tarok, Kecamatan Lubuak Tarok, Kabupaten Sijunjung. 

Perhelatan Bakaua Adaik dimaknai sebagai suatu tradisi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas nikmat yang telah diberikan kepada alam Nagari Lubuak Tarok, khususnya Jorong Jambulipo. Kegiatan yang berlangsung dua hari ini juga sekaligus untuk mendoakan para leluhur Jambulipo.

Gubernur Mahyeldi mengapresiasi tradisi Bakaua Adaik yang tetap dijaga oleh masyarakat Jambulipo sampai saat ini. Menurut gubernur, tradisi ini sangat penting artinya dalam menjaga ukhuwah dan kekompakan sesama warga masyarakat. 

"Bakaua Adaik ini perlu dijaga dan dilestarikan dalam rangka meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat. Setiap pemuda menampilkan kepandaiannya berseni dan bersilat. Ibu-ibu juga bergotong royong memasak dan masyarakat makan bersama hari ini. Ini merupakan kearifan lokal yang akan menjaga ukhuwah sesama masyarakat dan akan menjadi modal kekuatan masyarakat," ungkap gubernur.

Panghulu Sati, selaku panitia Bakaua Adaik, dalam kesempatan yang sama meminta agar tradisi ini dapat dijadikan sebagai agenda tetap kebudayaan di Provinsi Sumatera Barat. Berbagai kesenian masyarakat serta kuliner khas ditampilkan dalam kegiatan ini. Diantaranya kesenian anak nagari Tari Tanduak, dan silek tuo Jambulipo.

Dalam kesempatan yang sama, masyarakat juga menyampaikan aspirasi kepada gubernur, terutama pembangunan irigasi yang sangat vital bagi pengairan sawah di Nagari Lubuak Tarok.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Ajak Walikota se-Indonesia Bersinergi Majukan Indonesia, Menteri Zulkifli Hasan Buka Rakernas Apeksi XV
Selasa, Agustus 09, 2022

On Selasa, Agustus 09, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ke-XV di Kota Padang, resmi dibuka oleh Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan, di Hotel Truntum, Padang, Senin (8/8/2022).

Pembukaan rapat yang diikuti seluruh walikota se tanah air, dengan tema "Kota Kita Bangkit yang Maju dan Bersinergi" tersebut ditandai dengan pemukulan gendang oleh Mendag Zulkifli Hasan, bersama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi, Ketua Apeksi yang juga Walikota Bogor, Bima Arya dan Walikota Padang Hendri Septa.

Dalam pidato pembukaannya, menteri yang sering disapa Bang Zulhas, mengajak seluruh walikota untuk saling bersinergi dan berkolaborasi khususnya dibidang perdagangan. "Keadaan pangan sangat menentukan stabilitas negeri kita. Walikota harus memantau terus. Peran walikota sangat menentukan, khususnya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan surplus perdagangan," ujar Zulhas.

"Dengan sinergi dan kolaborasi seluruh walikota, insyaallaah Indonesia akan mampu bangkit dan maju sesuai tema kemerdekaan RI tahun ini. Poin penting yang harus dilakukan diantaranya adalah optimalisasi transformasi digital serta peningkatan ekspor. Saatnya go internasional. Kami di kementerian bikin jalan tol nya, daerah serbu pasar internasional," harap Zulhas.

Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi menyambut baik harapan menteri untuk menjalin sinergi dan kerjasama sesama pemerintah daerah dan membidik pasar perdagangan ekspor. "Saatnya Indonesia tampil lebih baik lagi secara internasional, karena kita memang punya potensi besar, seperti produksi pertanian, Indonesia harus jadi pengendali. Dengan kekuatan bersama kota dan kabupaten, kami yakin Indonesia bisa tampil lebih baik," kata gubernur.

"Dengan bersinergi, kerja sama, kita akan saling melengkapi kekurangan dan kebutuhan masing-masing, menemukan solusi dari permasalahan permasalahan dengan lebih cepat dan mudah," tambah gubernur.

Terakhir, gubernur menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pengurus Apeksi yang telah menunjuk Kota Padang sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakernas dan Indonesia City Expo Tahun 2022. Gubernur berharap kegiatan ini mampu memberikan kontribusi secara optimal bagi Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah di Indonesia.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Ridwan Kamil Tawarkan Festival Bazar Dua Barat, Sumatera Barat dan Jawa Barat
Senin, Agustus 08, 2022

On Senin, Agustus 08, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengajak Gubernur Sumatera Barat untuk menggelar festival kedua provinsi dalam rangka meningkatkan perdagangan antar provinsi yang dinilai masih kurang. Hal itu disampaikan Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil dalam sambutan acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama Tentang Pengembangan Potensi Daerah dan Pelayanan Publik, Perjanjian Kerjasama Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Perjanjian Kerjasama Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Jawa Barat, di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Minggu (7/8/2022).

Kang Emil menyebut, festival bersama tersebut sudah sering dilakukan di negara lain, bahkan pada level negara. Seperti Festival Eropa, Australia, India, dan lainnya, namun karena terdapat guncangan efek perdagangan industri global, pandemi covid-19 hal tersebut sangat terdampak. “Saya ingin perdagangan kedepan yang dimajukan adalah perdagangan antar provinsi. Bukan lagi ekspor ke luar negeri. Karena kerja sama perdagangan antar provinsi selama ini terasa sangat kurang, hanya bussiness to bussiness saja. Kita harus berdagang sesama kita. Banyak potensi UMKM yang kita bisa perdagangkan ataupun hanya saling tukar pengetahuan," tambahnya.

Gubernur Jawa Barat juga menambahkan, kerjasama kedua provinsi tersebut sangat penting artinya untuk saling mengetahui potensi dan kebutuhan masing-masing daerah. "Saya tidak tahu apa yang dibutuhkan Sumbar padahal kami punya, atau sebaliknya mungkin Sumbar tidak hafal apa yang Jabar butuhkan. Kita bisa saling tukar informasi dulu, baru dieksekusi tindaklanjutnya," sambung Ridwan.

Selain itu, Ridwan Kamil juga menyinggung  soal informasi sebagai kunci dari kerja sama. Dia berharap kedua provinsi ini saling memberikan informasi apa yang dibutuhkan dari sektor pariwisata dan UMKM yang bisa dikembangkan di masing-masing wilayah.

Gubernur Sumatra Barat Buya Mahyeldi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kesepakatan yang terjalin antar Pemprov Sumbar dan Pemprov Jabar. Menurutnya kedua provinsi tersebut sama-sama memiliki kemiripan karakteristik wilayah seperti kemiripan topografi, potensi pertanian, perkebunan, perikanan, dan lainnya. “Ketika semua potensi tersebut dikerjasamakan, maka akan bisa menjadi faktor pendorong percepatan pembangunan antar dua daerah,” ujar gubernur

Ia juga menyebut saat ini Sumbar sedang fokus menargetkan 100 ribu milenial entrepreneur dan woman entrepreneur. Oleh sebab itu, dia berharap dengan adanya kerjasama ini banyak inovasi dan kreativitas di Jabar dapat menjadi percontohan oleh pelaku UMKM di Sumbar. “Kami melihat Bandung dengan masyarakatnya yang proaktif sehingga banyaknya inovasi dan kreativitas lahir di Jabar. Kita berharap dengan MoU ini akan bisa mengalir kreativitas yang ada di Jabar tersebut ke Sumbar, yang tentunya akan meningkatkan penjualan dan pemasaran dari UMKM kita,” kata Buya Mahyeldi.(zaki)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Tinjau Pasar Raya Padang, Menteri Zulhas dan Buya Mahyeldi Bagi-bagi Sembako
Senin, Agustus 08, 2022

On Senin, Agustus 08, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bersama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi dan Walikota Padang Hendri Septa, meninjau Pasar Raya Padang, Senin (8/7/2022).

Di pasar tradisional terbesar dan pusat perdagangan utama di Kota Padang itu, Menteri yang akrab disapa Bang Zulhas ini mendatangi beberapa pedagang bahan kebutuhan pokok (bapok) diantaranya seperti telur, minyak goreng, cabe, dan beras.

Berdasarkan pantauan selama hampir satu jam, Zulhas menyampaikan, harga barang-barang kebutuhan pokok terpantau stabil dan beberapa komoditas turun. Hal tersebut. “Kami ke pasar untuk memantau harga-harga barang kebutuhan pokok. Saya ucapkan terimakasih pada pak walikota dan pak gubernur karena harga disini relatif stabil bahkan ada yang turun,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan mendapati harga bawang merah Rp30 ribu perkilogram, minyak goreng curah ada di kisaran harga Rp13 ribu hingga Rp14 ribu. Harga cabe merah keriting menurut Mendag sudah turun menjadi Rp70 ribu tapi relatif lebih tinggi dari di daerah lain. "Bawang merah ternyata murah sekali disini. Rupanya di Sumatera Barat ini ada daerah sentra bawang, makanya murah. Tapi harga cabe agak lebih tinggi, kalau di Jawa sudah Rp60 ribu, disini masih Rp70 ribuan. Mungkkn karena orang Padang suka makan cabe," ujar Zulhas.

Mendag Zulkifli Hasan menegaskan, Kementerian Perdagangan akan terus mendorong distribusi minyak goreng alokasi pasar dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) agar masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau.

Saat peninjauan, Mendag juga beberapakali membeli langsung beberapa bahan pokok seperti minyak goreng, telur dan cabai dan kemudian dibagikan kepada masyarakat pengunjung pasar raya. 

Tampak ikut hadir dalam peninjauan Kepala Disperindag Sumbar Asben Hendri, Kepala Dinas Pangan, Efendi, Sekda Kota Padang Andree Algamar.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Pemprov Sumbar dan Pemprov Jabar Teken Tiga MoU Kerjasama
Senin, Agustus 08, 2022

On Senin, Agustus 08, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Dalam rangka memperkuat potensi pembangunan dan keunggulan di daerah masing-masing, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi teken tiga MoU kerjasama. Bertempat di Auditorium Gubernuran, Minggu (7/8/2022) malam. Perjanjian kesepakatan tersebut diantaranya adalah tentang Pengembangan Potensi Daerah dan Pendekatan Pelayanan Publik, Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil.  

Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kesepakatan yang terjalin antar Pemprov Sumbar dan Pemprov Jabar, pasalnya antar kedua provinsi tersebut sama-sama memiliki kemiripan karakteristik wilayah seperti kemiripan topografi, potensi pertanian, perkebunan, perikanan dan lainnya. “Ketika semua potensi tersebut dikerjasamakan, maka akan bisa menjadi faktor pendorong percepatan pembangunan antar dua daerah. Apalagi dalam pemenuhan kuota ekspor, seperti komoditi kopi dan rempah, jika produksi Sumbar dan Jabar disatukan itu akan menjadi kekuatan yang luar biasa, sehingga akan bisa memenuhi pasar Internasional, seperti pasar asia, eropa, dan lainnya,” kata gubernur. 

Ditambah banyak para perantau minang yang tinggal di Jabar, dan mereka sudah melebur ke dalam masyarakat yang ada di Jabar, gubernur menyebut, pasalnya masyarakat minang mempunyai falsafah ‘Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung’. “Jadi memang masyarakat Minangkabau ini sangat mudah bersosialisasi dengan banyak pihak. Orang Minangkabau pandai menyesuaikan diri, tidak pernah menonjolkan kampung halaman, dan tidak akan pernah membuat perkampungan Minangkabau di perantauan, mereka akan menjadi orang yang sama atau menjadi bagian dari masyarakat dimana tempat mereka berada,” imbuh gubernur.

Gubernur juga menyebut saat ini Sumbar sedang fokus menargetkan 100 ribu millenial entrepreneur dan woman entrepreneur, oleh sebab itu dia berharap dengan adanya MoU ini banyak inovasi dan kreatifitas di Jabar dapat menjadi percontohan oleh pelaku UMKM di Sumbar. “Kami melihat bandung dengan masyarakatnya yang pro aktif, sehingga banyaknya inovasi dan kreatifitas lahir di Jabar. Kita berharap dengan MoU ini akan bisa mengalir kreatifitas yang ada di Jabar tersebut ke Sumbar, yang tentunya akan meningkatkan penjualan dan pemasaran dari UMKM kita,” kata gubernur.

Menyetujui hal tersebut, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan, kunci dari kerjasama adalah informasi, ia berharap antar kedua provinsi ini saling memberikan informasi apa yang dibutuhkan dari sektor pariwisata dan UMKM yang bisa dikembangkan di masing-masing provinsi. “Kita harus berdagang sesama kita, contoh Sri Langka bangkrut karena terlalu banyak impor dengan negara luar. Padahal banyak potensi UMKM yang kita bisa saling tukar pengetahuan. Saya tidak tahu apa yang dibutuhkan Sumbar padahal kami punya, atau sebaliknya mungkin Sumbar tidak hafal apa yang Jabar butuhkan. Minimal di dua sektor pariwisata dan UMKM ini tolong saling informasi,” ujar Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil ini.

Kang Emil juga berpesan agar kedepan kedua provinsi ini dapat mengembangkan baazar Festival Budaya Minang - Sunda, ia mengatakan sebelumnya sudah banyak Festival Eropa, Australia, India, dan lainnya. Namun karena terdapat guncangan efek perdagangan industri global, hal tersebut akan diminimalisir. “Saya ingin perdagangan antar provinsi ini harus lebih kencang, karena kerjasama perdagangan antar provinsi selama ini kurang, hanya bussiness to bussiness saja. Saya harap kedepannya ada evaluasi lagi hal-hal apa saja yang dibutuhkan dan bisa dibantu antar kedua provinsi ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda, Doni Rahmat Samulo, menginformasikan bahwa hasil dari kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil diskusi bersama Gubernur Jabar, Kang Emil, dan Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, pada tahun lalu sehingga disepakati kerjasama di dua sektor tersebut. (Via/MMC)

#Diskominfotik Sumbar

Gubernur Sumbar: Jadikan HUT Kota Padang ke-353 Momentum Lestarikan Budaya Etnis
Senin, Agustus 08, 2022

On Senin, Agustus 08, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Hari jadi Kota Padang merupakan suatu momentum  yang paling tepat untuk mengingat kembali tujuan dibentuknya Kota Padang, serta sebagai bentuk evaluasi, apa yang telah dilakukan dan menginterverisir tugas-tugas yang belum dituntaskan.

Hal itu ditegaskan Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang dalan rangka Peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-353 tahun, di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Kota Padang, Jl. Sawahan, Padang, Minggu (7/8/2022).

“Kota Padang akan dipersiapkan menjadi kota yang modern dan internasional dalam hal pemerataan pelayanan publik. Saat ini, Kota Padang telah menyediakan Trans Padang, serta saat ini PDAM Kota Padang sudah menyediakan air siap minum,” ujar gubernur.

Gubernur juga mengingatkan untuk terus memegang erat adat istiadat dan nilai-nilai yang dituangkan dalam kearifan lokal masyarakat Kota Padang, serta perlu ada penguatan-penguatan kedepannya. 

“Padang diharapkan menjadi kota yang memiliki peradaban tinggi. Ditengah-tengah penetrasi budaya asing yang kian masif, kita khawatir sekarang ini banyak terjadi penetrasi dari budaya asing,” imbuh gubernur.

Gubernur juga mengapresiasi Kota Padang, dalam memelihara etnis-etnis yang ada di Sumbar, bahkan seluruh etnis Kota Padang mendapat penghargaan sebagai mana mestinya. Hal itu tampak dari perbauran antar suku-suku yang ada di Sumbar bahkan mereka ada yang tidak bisa lagi berbahasa ibunya, sudah menyatu dengan budaya Minangkabau.

Walikota Padang, Hendri Septa, mengajak seluruh masyarakat Kota Padang untuk memperkokoh sinergi dalam pembangunan dan bangkit dalam keunggulan sehingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kota Padang. 

Menurut Hendri, Pemko Padang sedang mengupayakan ketersediaan infrastruktur yang layak dengan mendukung konektivitas pembangunan jalan dan transportasi antar wilayah melalui konsep Padang Beltline. (Via/MMC)

Diskominfotik Sumbar

Gubernur Sumbar Intruksikan ASN Kibarkan Bendera Merah Putih Sebulan Penuh
Minggu, Agustus 07, 2022

On Minggu, Agustus 07, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, mengintruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan di lingkup Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memasang bendera merah putih di tempat tinggalnya masing-masing. Hal ini disampaikan gubernur saat memberikan sambutan dalam kegiatan Subuh Mubarakah yang dilaksanakan pada hari ahad pertama setiap bulan bagi ASN Pemprov Sumbar, sekaligus dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1444 H, di Masjid Raya Sumbar, Minggu (7/8)

Gubernur mengatakan bendera merah putih tidak mudah untuk dikibarkan seperti sekarang ini, banyak tetes darah, keringat, serta perjuangan para tokoh pahlawan demi mempertahankan bendera merah putih untuk berkibar di tanah air. 

“Disaat inilah kita harus buktikan rasa nasionalisme kita, cinta tanah air dan bangsa, dengan berdedikasi tinggi, dengan bekerja secara maksimal untuk melayani bangsa,” ujar buya.

Dalam kesempatan tersebut gubernur juga menceritakan bagaimana perjuangan para tokoh pahlawan dalam mempertahankan berkobarnya bendera merah putih. Disebutkan, pada saat itu bagaimana marahnya arek suroboyo karena berkibarnya bendera merah putih biru di Hotel Yamato, mereka merobek bendera warna biru dan kembali menjadi bendera merah putih.

Sebab itulah gubernur mewajibkan tiap ASN selama satu bulan penuh mengibarkan bendera merah putih di rumah masing-masing hal tersebut digunakan sebagai momen untuk menghormati perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan hingga saat ini.

“Semangat proklamasi ini Alhamdulillah dibarengi dengan peringatan tahun baru Hijriyah ke - 1444 H, dengan peringatan ini semoga dalam menjalankan tugasnya, ASN dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,” tutur buya.

Hal tersebut senada dengan tausiyah Buya H. Masoed Abidin, dengan tema “Mari Tingkatkan Keimanan Serta Perkuat Persaudaraan dan Solidaritas” dalam ceramahnya ia menyampaikan ASN merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat dan bangsa Indonesia. (Via/MMC)

#Diskominfotik Sumbar

Buka Kejuaraan Turnamen Tenis Ganda ke-105, Gubernur Sumbar: Bangun Kinerja Baik Antar Karyawan
Sabtu, Agustus 06, 2022

On Sabtu, Agustus 06, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, membuka secara resmi Turnamen Tenis Ganda ke-105 dalam rangka memperebutkan piala bergilir Gubernur Sumbar Tahun 2022 bertempat di Lapangan Tenis Dinas Perindag Provinsi Sumbar, Jumat (5/7/2022). Tournament Tenis ke-105 tersebut digelar tanggal 5 - 7 Agustus 2022, di Lapangan Tenis PU dan Lapangan Tenis Disperindag. Adapun syarat peserta untuk mengikuti tournament ini adalah dengan mempunyai KTP Sumbar maupun KTP di luar Sumbar khusus pegawai yang bekerja di instansi Pemprov Sumbar. 

Kejuaraan tenis lapangan ini juga merupakan wujud cinta Pemprov Sumbar kepada negara dalam rangka memperingati HUT RI ke-77. Turnamen tenis yang diikuti sebanyak 108 peserta yang terdiri dari 54 pasang ini, diharapkan gubernur dapat menjadi ajang untuk para peserta untuk refreshing dari kegiatan-kegiatan yang ada di perkantoran, selain itu, turnamen tenis ini diadakan untuk membangun kedekatan antar pejabat dengan para staf. 

"Turnamen ini bertujuan untuk membangun suasana yang lebih fresh, karena kita sehari-hari dihadapkan dengan rutinitas di pemerintahan untuk itu perlu ada refreshing serta dapat terbangunnya hubungan kerja yang baik antar karyawan," ujar gubernur.

Gubernur juga menuturkan turnamen tenis ini salah satu upaya untuk menggeliatkan lagi olahraga tenis lapangan di Pemprov Sumbar, dengan harapan bisa lebih meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga tenis lapangan di Pemprov Sumbar. "Olahraga merupakan salah satu upaya untuk menghilangkan rasa stress, serta membangkitkan suasana hangat dan keceriaan antar para pegawai di OPD," kata gubernur. 

Lebih lanjut, Gubernur berpesan agar seluruh peserta mengikuti turnamen dengan menjunjung tinggi sportifitas. Selain itu turnamen ini sebagai bukti bahwa Pemprov Sumbar menjunjung tinggi semangat bela negara, wawasan nusantara, dan cinta tanah air.

Mendukung hal tersebut, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Maifrizon, berharap dukungan dari masyarakat yang turut mendukung suksesnya kejuaraan tenis lapangan ini, sehingga kejuaraan ini berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib, serta menampilkan permainan tenis lapangan yang berkualitas dan menarik. (Via/MMC) 

#Diskominfotik Sumbar

Gubernur Sumbar Gaungkan Semangat PENAS KTNA XVI 2023 Terbaik se- Indonesia
Jumat, Agustus 05, 2022

On Jumat, Agustus 05, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, membuka rapat persiapan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVI 2023, di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis (4/8/2022). Dalam rapat tersebut gubernur menyampaikan acara PENAS XVI 2023 merupakan salah satu visi untuk menyukseskan Visit Beautiful West Sumatera 2023.

Gubernur juga menggaungkan PENAS KTNA XVI ini harus berjalan dengan sukses dan sesuai dengan rencana, pasalnya persiapan yang sudah lama sejak tahun 2019 sampai dengan 2022 dan merupakan agenda nasional yang akan dihadiri hampir 50 ribu orang KTNA di seluruh indonesia. “Kita tidak boleh mengecewakan pusat, 
Acara PENAS XVI kali ini merupakan kepercayaan dan amanah dari pemerintah pusat untuk Sumbar, jadi jangan disia-siakan kepercayaannya,” kata gubernur.

Direncanakan Bandara Lanud Sutan Sjahrir bakal menjadi pusat kegiatan acara PENAS KTNA XVI kali ini. Oleh sebab itu gubernur berharap Lanud bisa menjadi salah satu potensi yang dapat di optimalkan dengan pembiayaan anggaran yang lebih efisien. Gubernur menyebut acara PENAS XVI 2023 mendatang merupakan momentum bertemunya para petani nelayan pasca Covid-19, dimana hal tersebut menjadi ajang antar anggota Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) saling bertukar informasi terkait perkembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian. “Ajang pertukaran ini diharapkan bisa terjadi setiap saat, karena kebutuhan petani akan inovasi sangat mendesak, untuk itu dibutuhkan fasilitas seperti website untuk mempercepat pertukaran inovasi,” ujar gubernur.

Terakhir gubernur bertekad persiapan PENAS XVI kali ini harus berjalan dengan sukses, ia mengajak seluruh OPD yang hadir untuk menyemarakkan semangat PENAS Tani ini agar menjadi sejarah PENAS Tani terbaik yang pernah ada di Indonesia. “Dengan semangat kita bersama mari kita sukseskan PENAS Tani 2023 menjadi yang terbaik di Indonesia,” ujarnya mengajak hadirin untuk melafalkan kalimat tersebut seraya mengepalkan tangan.

Komitmen dan semangat gubernur mendapat apresiasi dari Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, ia berharap dengan semangat tersebut antara panitia pusat, panitia daerah, dan KTNA dapat serius untuk memfinalisasi kesiapan setiap bidang masing-masing. Mana yang belum dan mana yang sudah dilaksanakan. “Kami akan mensupport tugas-tugas apa saja dari Kementerian Pertanian dalam hal menyukseskan acara ini. baik itu dana, SDM, maupun dalam bentuk kegiatan lainnya,” ujarnya.

Sekjen 2 Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Kusyanto menambahkan, panitia pelaksana agar memberikan informasi yang clear dan diupayakan membuat peta acara dan jadwal kegiatan yang akan ditempatkan pada titik yang mudah dilihat oleh para peserta. Disamping itu informasi terkait objek wisata juga akan menambah semarak kegiatan PENAS 2023 mendatang.(Via/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Buka Rakor Ketenagakerjaan, Wagub Audy: Transformasi Digital Hadirkan Lebih dari 10 Ribu Pekerjaan Baru
Jumat, Agustus 05, 2022

On Jumat, Agustus 05, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy membuka rapat koordinasi Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Provinsi Sumbar di Kyriad Hotel Padang, Kamis (4/8/2022). Dalam pertemuan yang dihadiri seluruh Kepala Dinas Nakertrans dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar tersebut, Wagub menekankan mengenai perubahan yang terjadi di bidang ketenagakerjaan.

Wagub menjelaskan transformasi era digital telah menghapus banyak sekali pekerjaan yang sebelumnya digeluti oleh ratusan ribu tenaga kerja. Namun perubahan yang sama telah melahirkan jauh lebih banyak jenis pekerjaan yang dapat menjadi mata pencarian baru bagi kaum millenial dan gen Z. “Menurut riset lebih kurang 4 ribu pekerjaan hilang, tapi ada lebih dari 10 ribu pekerjaan baru tercipta. Artinya semakin banyak peluang terbuka, tinggal bagaimana kita mampu berkreasi dan berinovasi,” Kata Wagub.

Selain itu, Wagub Audy mengatakan, jumlah pengangguran dari lulusan perguruan tinggi lebih tinggi daripada lulusan sekolah menengah. Fenomena ini menurutnya, disebabkan banyak pekerjaan baru tidak memerlukan ijazah sarjana. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri pemerintah, oleh karena itu, untuk menjawab tantangan tersebut, menurutnya Pemprov Sumbar saat ini tengah berupaya mengubah mindset generasi muda dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

“Di provinsi, kami mengembangkan program 100 ribu millenial entrepreneur dan woman entrepreneur, bukan hanya di dinas tenaga kerja tapi di seluruh OPD. Ini juga perlu support dari program di dinas-dinas kota dan kabupaten,” lanjutnya.

Lebih lanjut Wagub berharap agar pertemuan antara kepala dinas ketenagakerjaan dari seluruh kota dan kabupaten tersebut dapat menjadi ajang untuk saling bertukar inspirasi melalui ide-ide keratif dan inovatif yang sudah diterapkan di kota dan kabupaten masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumatera Barat, Nizam Ul Muluk menyampaikan, rapat koordinasi tersebut merupakan rapat koordinasi yang ketiga. Sebelumnya rapat koordinasi ketenagakerjaan dan transmigrasi juga telah dilaksanakan untuk membahas kemitraan pemerintah daerah untuk penempataan tenaga kerja asal Sumbar di luar negeri maupun di luar daerah. “Harapan kita melalui rangkaian rapat-rapat koordinasi ini kita dapat merumuskan solusi-solusi bagi ketenagakerjaan di Sumatera Barat,” pungkasnya. (MC Prov. Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Fakultas Teknologi Informasi Unand Peringati Lustrum II
Kamis, Agustus 04, 2022

On Kamis, Agustus 04, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas (FTI Unand) sebagai fakultas yang paling muda di Universitas Andalas, pada 3 Agustus ini memasuki umurnya yang ke-10 tahun. Peran dari fakultas ini ke depan jelas sangat diperlukan. Kepakaran dan keahlian yang dimiliki oleh para akademisinya tidak hanya dibutuhkan Universitas Andalas, tetapi juga bagi negara dan bangsa. 

Demikian diungkapkan Rektor Unand, diwakili Wakil Rektor IV Dr. Hefrizal Handra, M.Soc, saat menyampaikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka dalam rangka peringatan Lustrum II FTI Unand, di Convention Hall Unand, Rabu (3/8/2022).

Menurut Hefrizal, keberadaan FTI sangat penting dan sangat perlu dalam upaya mengembangkan teknologi informasi di internal kampus dalam hal pelayanan kepada mahasiswa dan juga pelayanan akademik bagi segenap fakultas akademika di Universitas Andalas. Begitupula secara eksternal. "Kita tahu bahwa kita Saat ini sedang meningkatkan competitiveness di universitas melalui pembangunan teknologi informasi. Sehingga kontribusi dari Fakultas Teknologi Informasi menjadi Sangat penting. Khususnya dalam hal pengembangan digitalisasi kampus," ujar Hefrizal.

Selain itu, Hefrizal juga berharap FTI Unand untuk menjalin kolaborasi kerja sama dengan berbagai pihak untuk percepatan kemajuan. "FTI sebagai sebuah fakultas yang relatif muda yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan juga memiliki keterbatasan sumber daya yang lainnya, tentu dengan kolaborasi adalah salah satu solusi pengembangan program studi ke depan ataupun mengembangkan tenaga kependidikan dan dosen," kata Hefrizal.

Rapat Senat Terbuka ini menurut Dekan FTI Unand, Dr. Ahmad Syafruddin Indrapriyatna, merupakan kegiatan puncak dari rangkaian peringatan Lustrum II. Sebelumnya telah dilaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya dimulai dari Mubes IKA FTI, seminar nasional, expo, penanaman bibit manggrove, lomba bagi mahasiswa, simposium dan jalan sehat.

Dalam laporannya, Ahmad, juga menyampaikan rencana strategis FTI hingga tahun 2026, yakni meningkatkan kuantitas dan kualitas dosen, membuka program studi magister dan doktor, serta menyiapkan pembangunan gedung ICT Centre. "Mudah-mudahan rencana ini dapat berjalan baik, dengan dukungan seluruh pihak, mahasiswa, dosen, tendik, rektor dan stakeholder lainnya," ujar Ahmad.

Rapat terbuka ini juga diisi dengan orasi ilmiah oleh seorang dosen muda, Dr. Eng Tati Erlina, serta pidato lustrum oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu RI, Isa Rachmatarwata, berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi dalam menunjang tugas di Ditjen Anggaran.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar