Headline

Opini

SOROT

Sports

Pemprov Sumbar

Wagub Audy Ajak Perantau Minang Menabung di Bank Nagari
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy mengajak perantau Minang di Pekanbaru Riau untuk berkontribusi memajukan daerah dengan menabung di Bank Nagari.

"Dengan menabung di Bank Nagari dana yang terkumpul bisa disalurkan sebagai kredit di Sumatera Barat. Ini sudah sangat membantu masyarakat di kampung halaman," katanya saat bersilaturahmi dengan Ikatan Minang (IKM) Riau, di Pekanbaru, Kamis, 29 Juli 2021.

Wagub yakin di Pekanbaru dan beberapa kota di Riau ada berdiri Bank Nagari sehingga akses untuk menyimpan uang bagi perantau tidak terlalu sulit.

"Kalau diminta untuk membangun usaha di kampung halaman mungkin agak berat tetapi dengan menabung di Bank Nagari sedikit banyaknya sudah ikutserta membantu pembangunan kampung halaman," ajaknya.

Ia bercerita saat mengunjungi pedagang yang merupakan perantau Minang di Pasar Tanah Abang, Jakarta ia juga mengajukan permintaan yang sama agar menyimpan dana di Bank Nagari.

Saat ini sudah banyak pedagang yang mengalihkan dananya ke Bank Nagari bahkan ada yang mengabarkan salah seorang pedagang memindahkan uang simpanannya Rp5,5 miliar ke Bank Nagari. 

"Kami berharap perantau Minang di Pekanbaru dan berapa kota/kabupaten di Riau juga mengalihkan simpanan ke Bank Nagari,” ujarnya.

Ketua Pengurus IKM Nikmatul Akbar mengatakan lebih 50 persen warga Riau masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Minangkabau karena itu potensinya memang cukup besar untuk bisa membantu masyarakat Sumbar salah satunya melalui cara menyimpan dana di Bank Nagari. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Selamat Jalan Yohannes Dahlan, Jasa Bakti Mu Akan Selalu Dikenang
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas telah berpulangnya salah satu pamong senior terbaik Alm.Drs.H. Yohannes Dahlan, MM, semoga pengabdian terbaik selama ini menjadi amalan dan ditempatkan disisi Allah SWT. 

Hal ini disampaikan Kabiro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumbar Hefdi, SH.MSi disela-sela melepas jenazah di perkuburan kaum Datuk Marbangso Nagari Tabek Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar, Kamis, 29 Juli 2021. 

Juga hadir mewakili Pemprov Sumbar Plh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Ahmad Zakri, S.Sos.MSi Kabid Kebencanaan BPBD Sumbar Rumainur dan Kabag Makopim Biro Adpim Zardi Syahrir. 

"Kita kehilangan sosok Yohannes Dahlan pamong senior yang bersahaja, sederhana dan baik  yang telah berbuat banyak dalam menjalani karier pernah menjadi kabag pemerintahan di Kota Padang Panjang tahun 1984, menjadi Kakan Sospol Padang Panjang tahun 1990 dan menjadi Kabiro Humas tahun 1993 mengantikan Gamawan Fauzi yang menjadi Bupati Solok periode pertama," ujar Hefdi.

"Yohannes Dahlan juga menjadi Sekdako Solok, sebelum menjadi Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar. Dan menjadi Sekretaris Daerah tahun 2006-2008 dalam kepemimpinan gubernur Gamawan Fauzi," ujarnya.

Hedfi juga sampaikan, torehan karier alm Yohannes Dahlan telah memberikan banyak kebaikan dalam kemajuan pembangunan Sumatera Barat secara umum. 

"Selamat jalan pak Yohannes Dahlan, jasa dan bakti mu akan selalu kami kenang dalam memajukan pembangunan Sumatera Barat. Semoga pengabdian  dan kebaikan selama ini menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas dan pengabdian memajukan pembangunan daerah, Aamiin Ya Robbal Allamiin," seru doanya. 

Puluhan masyarakat melayat mengantarkan jenazah Alm Yohannes Dahlan dirumah duka, sholat dimasjid Syura Tabek hingga sampai keperkuburan kaum yang juga dilakukan penyerahkan saluak sebagai pengantian gelar datuk Marbangso kepada kemenakannya Hendri Setiadi oleh pengulu kaum. (Zardi)

#Biro Adpim Setdaprov Sumbar

Pendidikan Sumbar Butuh Kajian untuk Hasilkan Lulusan Berdaya Saing
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Sektor pendidikan di Sumatera Barat membutuhkan kajian lebih dalam untuk meminimalkan kekurangan internal guna menciptakan lulusan SMA/SMK yang berdaya saing.

"Ada indikasi lulusan dari Sumatera Barat sulit bersaing di kancah nasional. Pasti ada faktor penyebab yang harus diperbaiki. Untuk mengetahuinya perlu kajian-kajian yang lebih dalam," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat rapat dengan jajaran Dinas Pendidikan, Kamis, 29 Juli 2021.

Menurutnya untuk Pemprov Sumbar kajian-kajian seperti itu dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan atau Balitbang. Jika Dinas Pendidikan tidak memiliki bagian yang berfungsi untuk melakukan hal itu maka bisa disinergikan dengan Balitbang Sumbar.

Kajian-kajian itu nantinya bisa dijadikan sebagai dasar untuk mengambil kebijakan dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan SMA dan SMK di Sumbar. "Kalau nanti berdasarkan kajian ternyata kendalanya adalah di internal maka kita bisa segera melakukan tindakan perbaikan secepatnya," ujarnya.

Namun kalau nanti ternyata kendalanya adalah faktor eksternal akan dicarikan pula formulasi yang tepat agar lulusan dari Sumbar tidak kalah bersaing.

Selain mencari kendala kajian-kajian yang dilakukan juga harus bisa memprediksi kebutuhan dunia kerja ke depan, sehingga lulusan SMA dan SMK di Sumbar bisa dipersiapkan sejak dini. "Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan di masa yang akan datang, seiring dengan itu kebutuhan di dunia kerja juga akan berubah karenanya dibutuhkan prediksi yang tepat agar lulusan dari Sumbar telah siap secara kualitas saat perubahan itu terjadi," ujarnya.

Gubernur juga meminta agar jurusan yang ada di SMK bisa disinkronkan dengan program-program unggulan daerah yang tersebar di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) misalnya Dinas Pertanian, Dinas Peternakan Dinas Perindustrian, Dinas Kominfotik dan Dinas Pariwisata.

Ia mencontohkan program hotel sapi yang sedang digodok. Program itu bisa saja melibatkan siswa SMK jurusan peternakan dan pertanian, karena itu Dinas Pendidikan harus bisa menjalin komunikasi dengan OPD terkait. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Peningkatan Ekspor Dimulai dari Kualitas Produk di Tingkat Petani, Ini Kata Gubernur Mahyeldi
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Upaya untuk meningkatkan ekspor produk unggulan Sumatera Barat harus dimulai dari peningkatan kualitas hasil pertanian di tingkat petani sehingga bisa diterima oleh pasar internasional.

"Kita punya banyak produk unggulan terutama rempah yang dibutuhkan oleh pasar internasional tetapi persoalannya adalah kualitas produk yang belum memadai. Ini harus menjadi perhatian ke depan," kata Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat bersilaturahmi dengan salah seorang eksportir di Padang Kamis, 29 Juli 2021.

Untuk meningkatkan kualitas produk tersebut, pemerintah perlu menurunkan penyuluh ke tingkat petani untuk memberikan transfer ilmu agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Terkait kualitas juga perlu adanya lembaga sertifikasi yang bisa mengeluarkan sertifikat untuk memastikan kualitas produk telah sesuai dengan permintaan pasar internasional.

Selain kualitas juga dibutuhkan kuantitas atau volume produksi sehingga bisa memenuhi permintaan pasar meskipun dengan jumlah yang cukup besar.

Saat ini produk-produk unggulan di Sumbar seperti kayu manis, minyak atsiri, pala, cassiavera bahkan kopi belum memiliki luasan kebun yang memadai sehingga secara volume masih terbatas. 

"Untuk produk-produk unggulan ini perlu ditambah luasan lahan agar bisa memenuhi permintaan pasar," katanya.

Setelah kualitas dan volume juga penting untuk menjamin keberlangsungan. Artinya tidak hanya untuk satu dua kali ekspor saja kemudian habis tetapi harus ada keberlanjutan.

"Karena prosesnya memang panjang maka perlu ditentukan peran dari masing-masing baik pemerintah pengusaha atau eksportir maupun petani agar benar-benar bisa masuk ke pasar internasional," ujar gubernur. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Mobil Unit Dinkes Lakukan Swab PCR 117 Sampel ASN Diknas Sumbar
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Saat ini mobil unit Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat telah dilakukan Pelaksanaan Pemeriksaan Swab (Polymerase Chain Reaction) PCR sebanyak total sampel 179 dengan rincian dari Labor kesehatan 62 Sampel dan Dinas Pendidikan 117 sampel.

Hal ini diungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi, SKM, MKM disela-sela kesibukan kegiatannya, Rabu, 28 Juli 2021.

Arry mengatakan kegiatan dilakukan sesuai arahan Gubernur Mahyeldi Ansharullah Dinas Kesehatan untuk meningkatkan tracing dan testing disetiap ASN dilingkungan pemerintah provinsi Sumatera Barat.

"Dinas kesehatan saat setiap hari akan melakukan tracing dan testing dilingkungan pemprov Sumbar, kabupaten dan kota sebagai upaya menekan penyebaran serta sebagai upaya meningkatkan penanganan covid 19," ujarnya. 

Arry juga sampaikan, pemeriksaan Swab RT-PCR (Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction) atau sering disebut dengan Swab PCR merupakan jenis pemeriksaan yang memiliki tujuan untuk menegakkan diagnosa dari penyakit Covid-19.

"Pelaksanaan swab PCR ini dilakukan bagi  ASN yang kontak erat dengan pasien positif covid 19, agar terdekteksi orang yang terkena. Dan swab PCR ini bertujuan meningkatkan trancing dan testing untuk menurunkan positive rate," ujarnya.

Arry juga mengharapkan selama masa menunggu hasil pemeriksaan Swab PCR keluar, pasien dianjurkan untuk tetap melakukan isolasi mandiri. (Zardi)

#Biro Adpim Setdaprov Sumbar  

Sumbar Jajaki Kerjasama Pengadaan Oksigen Medis di Pekanbaru
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah provinsi Sumatera Barat menjajaki peluang kerjasama pengadaan oksigen medis di Pekanbaru, Riau untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit yang merawat pasien COVID-19.

"Hari ini kita bertemu dengan perwakilan dari PT Asiana Gasindo untuk membicarakan perihal pengangkutan ketika ada CSR gas oksigen liquid dari Riau, Pekanbaru," kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy di Pekanbaru, Rabu, 28 Juli 2021.

Ia mengatakan, sebelumnya Sumbar sudah mendapatkan bantuan sebanyak 30 ton dari Pekanbaru. Saat ini sedang diupayakan bantuan 100 ton lagi untuk cadangan.
 
Permasalahan lain untuk oksigen itu adalah logistik angkutan. Karena itu dibutuhkan kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal pengiriman ke Sumbar. 

"PT Asiana Gasindo bersedia mendelegasikan truk angkutan ke Sumbar setelah distribusi ke Jawa selesai dalam minggu ini," katanya.

Sementara itu perwakilan PT Asiana Gasindo, Didi Herlambang mengatakan sebelumnya pihaknya sudah mendukung pengangkutan 30 ton oksigen ke Sumbar.

"Ke depan kami akan terus meningkatkan dukungan ini dengan bekerja sama dengan pihak terkait terutama produsen," katanya.

Ia menyebut masalah oksigen sekarang selaon produksi adalah masalah transportasi, karena tidak banyak jumlah transporter yang mampu mengangkut oksigen tersebut. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur Mahyeldi: Tokoh Minang Ditempa Sejak Dini di Nagari
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menilai munculnya tokoh-tokoh pejuang asal Minangkabau berawal dari didikan dan tempaan  di surau dan lapau yang ada di Nagari.

"Di Minangkabau setiap suku itu punya surau yang menjadi awal penempaan bagi generasi muda sehingga memiliki kapasitas dan mental yang kuat sehingga kemudian bisa menjadi tokoh di tingkat nasional bahkan internasional," katanya saat menghadiri tagak kudo-kudo pembangunan surau Al Mujahidin korong Subarang Padang, Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman, Rabu, 28 Juli 2021.

Pemprov Sumbar, menurut Mahyeldi sangat memahami hal tersebut karena itu saat awal reformasi dimulailah gerakan kembali ke Nagari.

"Karena kalau ingin membangun Minangkabau memang harus dimulai dengan membangun Nagari," katanya.

Ia menyebut masyarakat Minangkabau jumlahnya tidak sampai 4% dari penduduk Indonesia tetapi tokoh pahlawan dari mulai masa perjuangan hingga saat ini jumlahnya tidak kurang dari 2000 orang, lebih banyak dibandingkan tokoh yang ada di luar Sumbar.

Hadirnya tokoh-tokoh itu tidak lepas dari peran Nagari. Sejak dini mereka sudah belajar untuk khotbah, ceramah dan mengaji sehingga menghadirkan tokoh yang memahami kitab dan agama.

Dalam hal berbagi pendapat, berdiskusi dan bermusyawarah sudah diajarkan pula di lapau di tingkat Nagari sehingga tingkat intelektual masyarakat itu bisa tinggi.

Ia berharap surau yang dibangun saat ini juga bisa berfungsi seperti surau pada masa lalu tidak hanya untuk aktivitas keagamaan tetapi juga untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur Mahyeldi: Pendekatan untuk Siswa SMA SMK dan Pesantren Itu Berbeda
Kamis, Juli 29, 2021

On Kamis, Juli 29, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pendekatan untuk peningkatan kualitas siswa SMA SMK dan pesantren harus dibedakan berdasarkan tujuan pendidikan dari masing-masing sekolah.

"SMA tujuannya adalah ke perguruan tinggi berbeda dengan SMK yang orientasinya adalah dunia kerja, demikian juga dengan pesantren yang memiliki kelebihan di ilmu keagamaan. Jadi pendekatan untuk masing-masing sekolah ini harus dibedakan," kata Gubernur Sumbar mahyeldi saat mengunjungi SMAN 1  2 x 11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman, Rabu, 28 Juli 2021.

Untuk siswa SMA yang tujuannya adalah perguruan tinggi, kepala sekolah dan guru guru harus benar-benar mempersiapkan kapasitas dan kualitasnya untuk bisa menembus Perguruan Tinggi ternama di Indonesia maupun di luar negeri.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan membimbing siswa pada tahun terakhir bahkan bila memungkinkan memasukkannya dalam asrama sehingga kemampuannya bisa di genjot.

Sementara untuk siswa SMK harus benar-benar disiapkan skillnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja sehingga saat lulus bisa terserap 100 persen. Untuk mempersiapkan itu fasilitas praktek di sekolah harus disiapkan berdasarkan teknologi terbaru. Bagi siswa jurusan mesin harus mampu memperbaiki mesin-mesin terbaru, bukan mesin yang sudah ketinggalan zaman.

Bagi siswa SMK jurusan perhotelan juga harus disiapkan hotel atau penginapan untuk tempat praktek sehingga jebolan nya memiliki kapasitas dan skill yang memadai untuk langsung bekerja di perhotelan. Hal itu berlaku juga untuk jurusan-jurusan SMK yang lain. Fasilitas praktek tidak boleh tidak ada atau hanya seadanya karena lulusan SMK harus lulusan yang memiliki skill.

Sedangkan untuk pesantren bisa diarahkan untuk menyambung kuliah di luar negeri seperti Timur Tengah atau di Perguruan Tinggi di Indonesia. Jika dibutuhkan Dinas Pendidikan harus memfasilitasi agar diberikan ujian paket A sehingga bisa melanjutkan pendidikan. Siswa pesantren yang memenuhi syarat juga bisa dipersiapkan untuk menjadi anggota TNI atau Polri sesuai minat dan bakat.

Mahyeldi menegaskan kepemimpinan masa depan tidak bisa datang begitu saja tetapi benar-benar harus dipersiapkan. Momentumnya adalah saat ini ketika generasi muda itu masih di tingkat SMP atau SMA. "Guru-guru harus memahami bahwa siswa yang diajar nya hari ini, dalam 10 atau 20 tahun ke depan akan menjadi pemimpin pemimpin bangsa. Karena itu mereka harus diberikan perlakuan sebagai calon pemimpin," katanya. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur Mahyeldi Minta RS Siapkan Tenaga Psikolog Semangati Pasien COVID-19
Rabu, Juli 28, 2021

On Rabu, Juli 28, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meminta Rumah Sakit di daerah itu menyiapkan tenaga psikolog untuk membantu menyemangati pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi agar imunnya bisa meningkat dan bisa pulih lebih cepat.

"Selain perawatan dan pengobatan dari tenaga kesehatan yang sudah profesional, juga diperlukan tenaga psikolog agar semangat pasien ini bisa tumbuh dan pulih lebih cepat," katanya saat mengunjungi RSUD Pariaman, Rabu, 28 Juli 2021.

Gubernur menilai Rumah Sakit perlu membuat sebuah jadwal sebagai pedoman perawatan pasien COVID-19. Dalam jadwal itu dimasukkan kegiatan yang memungkinkan seperti olahraga ringan, berjemur dan sesi penyemangat bersama psikolog. "Jangan biarkan pasien ini banyak tidur. Beri kegiatan agar semangat terbangun dan imun meningkat," ujarnya.

Ia bercermin dari pengalaman mahasiswa Indonesia yang berada di Wuhan, China. Disebutkan selain perawatan, semangat dan berfikir positif juga bisa mempercepat kesembuhan. Karena itu perlu menjadi perhatian di RS.

Mahyeldi juga mendorong agar RSUD Pariaman bisa terus berkembang, bekerjasama dengan pihak ketiga. RSUD yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memungkinkan untuk bekerjasama dengan pihak ketiga tanpa harus menunggu dukungan pemerintah melalui APBD. 

Terkait kebutuhan oksigen untuk pasien COVID-19, ia menjamin ketersediaan masih terpenuhi. Bahkan Pemprov Sumbar sudah menjalin komunikasi dengan beberapa gubernur diantaranya Sumatera Utara, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan untuk membantu stok oksigen di Sumbar. "Gubernur Sumsel sudah menyetujui untuk membantu. Saya minta Dinas Perdagangan, Perhubungan, Kesehatan dan BPBD untuk bisa menfasilitasi. Hari ini berangkat ke Sumsel. Langsung bawa oksigen ke Sumbar," katanya.

Ia menyebut kerjasama antara provinsi di Sumatera memungkinkan untuk saling bantu dalam berbagai hal termasuk dalam ketersediaan oksigen.

Pemprov Sumbar juga telah mengajukan usulan tambahan vaksin ke pusat hingga 800 ribu dosis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin antusias untuk vaksinasi. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur Mahyeldi Sebut Bantuan Sosial Bantu Tingkatkan Imun Masyarakat
Rabu, Juli 28, 2021

On Rabu, Juli 28, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Bantuan sosial tunai dan bantuan beras PKM yang di lontarkan oleh pemerintah pusat bisa membantu meningkatkan imunitas masyarakat secara tidak langsung.

"Bantuan ini membuat perasaan masyarakat tenang karena untuk beberapa hari ke depan sudah ada yang akan dimakan di rumah. Perasaan yang tenang secara tidak langsung bisa membuat imun meningkat," kata gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat menghadiri penyerahan bantuan sosial di Pasar Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu, 28 Juli 2021.

Gubernur mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap dampak yang dirasakan oleh masyarakat saat pandemi COVID-19. "Perlu kita sadari bersama, dampak itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat tetapi juga oleh pemerintah karena banyak anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk program pembangunan harus alihkan untuk penanggulangan COVID-19," katanya.

Karena itu Gubernur meminta agar masyarakat bisa taat menjalankan protokol kesehatan serta vaksinasi agar pandemi COVID-19 bisa cepat selesai.

Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengatakan bantuan yang diberikan tersebut berupa Bantuan Sosial Tunai dari Kementerian Sosial sebesar Rp300 ribu per bulan, cair untuk dua bulan. Kemudian bantuan beras PKM yang disalurkan oleh Bulog masing-masing 10 kilogram. "Emang tidak semua masyarakat yang mendapatkan bantuan tetapi ada skala prioritas. Jangan nanti setelah ada bantuan malah muncul masalah karena ada yang dapat ada yang tidak," ingatnya.

Sementara itu perwakilan PT Pos Indonesia, Toni menyatakan ada dua cara yang dilakukan dalam penyaluran bantuan yaitu berdasarkan komunitas di kantor pos dan kantor wali nagari, kemudian diantar langsung untuk penerima yang tidak bisa datang langsung ke kantor.

Ia merinci untuk Bantuan Sosial Tunai di Kota Pariaman disalurkan untuk 4179 KPM sedangkan di Padang Pariaman sebanyak 11.443 KPM.

Bantuan beras PKM melalui Bulog, sebanyak 4.178 KPM mendapatkan penyaluran di Kota Pariaman dan 11.557 KPM di Padang Pariaman. (Budi)

#BIRO ADPIM SERDAPROV SUMBAR

Sumbar Bahas Tarif Batas Atas-Bawah PDAM
Rabu, Juli 28, 2021

On Rabu, Juli 28, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih membahas penetapan tarif batas atas dan tarif batas bawah untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di daerah itu sesuai Permendagri 21 tahun 2020 yang merupakan revisi Permendagri 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum. "Air ini adalah kebutuhan dasar masyarakat, karena itu penetapan tarif juga harus mempertimbangkan banyak hal. Apalagi saat ini sedang dalam kondisi pandemi," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat bersilaturahmi dengan PD Perpamsi Sumbar di Padang, Selasa, 27 Juli 2021.

Saat ini telaah tentang tarif tersebut masih berada di Biro Hukum Setdaprov Sumbar. Pembahasan tentang beberapa pertimbangan sedang dilakukan, termasuk konsultasi dengan kementerian.

Gubernur menegaskan penetapan tarif itu tidak akan merugikan PDAM tetapi juga akan mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat dalam masa pandemi.

Terkait kualitas air PDAM, ia meminta agar perusahaan daerah itu benar-benar memastikan kualitasnya. "PDAM itu Perusahaan Daerah Air Minum. Jadi air yang disalurkan pada masyarakat itu memang harus bisa diminum," katanya.

Lebih jauh Mahyeldi menyebut konsep PAM regional juga harus terus dimatangkan karena banyak daerah yang sumber air PDAM tidak di wilayah administrasi sendiri, tetapi di daerah tetangga. Tanpa konsep PAM regional yang tepat, masih ada potensi permasalahan di masa depan.

Sementara itu Ketua PD Perpamsi Sumbar Ketua PD Perpamsi Sumbar, Hendra Pebrizal sesuai Permendagri Nomor 21 tahun 2020 Pasal 7A, tarif batas atas dan batas untuk PDAM yang merupakan salah satu BUMD dilakukan oleh gubernur. Batasannya adalah paling tinggi 4 persen dari batas pendapatan masyarakat. Batas pendapatan masyarakat itu disesuaikan dengan UMP Sumbar 2021 sebesar Rp 2.484.041.

Ia menyebut penyesuaian tarif PDAM perlu dilakukan untuk mendukung pengembangan perusahaan daerah itu. PDAM sulit berkembang jika tarifnya masih rendah. "Saat ini di Sumbar ada daerah yang sudah 13 tahun tidak melakukan penyesuaian tarif air, ada yang 6 tahun ada yang 5 tahun. Ini menjadi salah satu faktor yang membuat PDAM sulit berkembang," katanya.

Ia berharap keputusan gubernur tentang tarif batas atas dan tarif batas bawah itu bisa keluar sebelum September 2021 sehingga bupati dan wali kota bisa mempedomani dalam penetapan tarif di masing-masing kabupaten/kota. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur Dukung Rencana BNI Dirikan Outlet Transaksi Pembayaran Pajak Kendaraan
Rabu, Juli 28, 2021

On Rabu, Juli 28, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mendukung rencana PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah 02 Padang yang mengajukan rencana peningkatan kerjasama transaksi kas daerah dengan membuka outlet penerimaan pajak kendaraan pada UPTD Samsat di sejumlah daerah di Sumatera Barat.

"Ini bisa memberikan kemudahan bagi masyararakat yang hendak membayar pajak. Tentu kita dukung rencana ini," ujarnya saat menerima kunjungan jajaran Pimpinan BNI Wilayah 02 Padang, Selasa, 27 Juli 2021.

Ia meminta agar BNI segera menyiapkan dokumen untuk merealisasikan rencana yang telah disusun itu untuk segera direalisasikan.

Sebelumnya transaksi pembayaran pajak kendaraan di UPTD Samsat Padang hanya dilayani oleh satu bank yaitu Bank Nagari. Dengan ditambahkannya satu bank penerima transaksi, maka pembayar pajak bisa memilih otlet untuk bertransaksi, Bank Nagari atau Bank BNI.

Outlet pembayaran yang banyak memberikan kemudahan pada pembayar pajak karena bisa menentukan sendiri tempat transaksi yang tidak banyak antrean sehingga tidak perlu menunggu lama.

Sementara itu Pimpinan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah 02 Padang, Faizal Arief Setiawan mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan UPTD Samsat Padang sejak akhir Desember 2020. Hingga Juli 2021 rata-rata menghandle tiga ribu personal pembayar pajak dengan nilai pembayaran perbulan sekitar Rp7 miliar.

Jika ditotalkan dalam enam bulan sejak Januari 2021, BNI sudah membantu transaksi sekitar Rp42 miliar. Karena itu ke depan, Faizal berharap bisa menambah beberapa outlet pada sejumlah UPTD Samsat di daerah lain. "Harapan kami ke depan kami bisa bersama mitra utama Pemprov Sumbar yaitu Bank Nagari untuk mendukung transaksi keuangan daerah di Sumbar," ujarnya.

Ia menargetkan dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa menjalin kerjasama dengan Pemprov Sumbar sehingga bisa menambah outlet di Bukittinggi atau Payakumbuh. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur Sumbar Tinjau Kesiapan RSUD dr Rasidin Terkait COVID-19
Rabu, Juli 28, 2021

On Rabu, Juli 28, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi meninjau kesiapan RSUD dr. Rasidin Padang dalam mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 di daerah itu. "Rumah Sakit di Padang ini menjadi rujukan bagi beberapa kabupaten dan kota. Karena itu kita lihat kesiapannya seperti ketersediaan tempat tidur untuk pasien COVID-19," katanya saat melakukan kunjungan, Selasa, 27 April 2021.

Menurutnya pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat termasuk yang terpapar COVID-19.

Dalam beberapa rapat koordinasi, pihak Rumah Sakit di daerah diminta untuk melakukan konversi tempat tidur untuk kebutuhan pasien COVID-19. Hal itu sudah dilakukan beberapa RS sehingga tingkat keterisian tempat tidur atau BOR mulai menurun.

Pemprov Sumbar juga mengupayakan tambahan oksigen untuk keperluan RS yang melonjak karena banyaknya pasien. Salah satunya berkoordinasi dengan provinsi tetangga seperti Riau. "Kita sudah dapat bantuan dari Riau kemaren dan sudah habis terdistribusi. Kita akan upayakan tambahan dari pihak-pihak lain agar stok mencukupi untuk kebutuhan RS," katanya.

Saat ini Mahyeldi mengatakan pihaknya juga telah meminta dukungan 800 ribu vaksin ke pusat untuk meningkatkan cakupan vaksinasi demi mencapai health immunity. "Yang disetujui baru 30.900 di tambah 700 dosis. Ini dalam waktu singkat akab habis lagi. Mudah-mudahan secepatnya ada kiriman lagi," katanya.

Sementara itu Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, dr. Hj. Herkin Sridiani, M. Kes mengatakan untuk pasien Covid-19 pihaknya menyediakan kamar sebanyak 94 kamar. Pasokan oksigen hingga saat ini masih aman karena ada kontrak setahun untuk 50 tabung setiap hari. 

Ia mengatakan pasien di RS itu tidak hanya dari Padang tetapi juga dari Dharmasraya dan Pesisir Selatan karena itu tingkat keterisian tempat tidur BOR cukup tinggi. Kendala yang dihadapi saat ini adalah kurangnya tenaga kesehatan karena ada 10 orang yang positif terpapar COVID-19.

Untuk persoalan itu Gubernur menyarankan agar Dinas Kesehatan bisa memanfaatkan nakes yang ada kelebihan di kabupaten kota lain. (Budi)

BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur Ingatkan Penyaluran Bansos Tidak Timbulkan Kerumunan
Rabu, Juli 28, 2021

On Rabu, Juli 28, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengingatkan agar penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial di daerah itu jangan sampai menimbulkan kerumunan yang berpotensi untuk penyebaran covid-19.

"Harus dibagi titik penyaluran dan jam bagi tiap-tiap kelurahan sehingga tetap bisa dilakukan protokol kesehatan terutama dengan menjaga jarak dan menggunakan masker," katanya saat meninjau penyaluran program Bansos Tunai dan Beras PPKM tahun 2021 di Kota Padang, Selasa, 27 Juli 2021.

Gubernur mengatakan untuk bantuan di Kota Padang akan diupayakan dari berbagai pihak termasuk Pemprov Sumbar dan lembaga-lembaga lain yang memungkinkan.

Hal itu karena Kota Padang menjadi satu-satunya daerah yang masih menerapkan PPKM level 4 di Sumatera Barat sehingga masyarakat yang terdampak perlu diberikan stimulus dan bantuan.

"Kita upayakan semua bisa bergerak untuk membantu meringankan beban masyarakat saat pandemi ini mudah-mudahan PPKM level 4 di Kota Padang bisa segera dicabut," ujarnya.

Menurutnya penerapan PPKM di Kota Padang salah satunya karena tingginya tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 di Rumah Sakit.

Namun khusus untuk kota Padang, Rumah Sakit tidak hanya diisi oleh masyarakat Padang saja tetapi juga rujukan dari daerah lain bahkan provinsi lain. Karena itu perlu untuk mendapatkan perhatian lebih.

Ikut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Sosial Sumbar Jumaidi, Dinas Sosial Padang, Kepala Bulog Sumbar dan sejumlah pihak terkait. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR

Gubernur Beri Dukungan Moral Pada Pasien COVID-19 di RSUP M. Djamil
Selasa, Juli 27, 2021

On Selasa, Juli 27, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memberikan dukungan moral kepada pasien COVID-19 di RSUP M Djamil Padang untuk meningkatkan semangat agar bisa kembali pulih dan berkumpul dengan keluarga.

"Dekatkan diri terus kepada Yang Maha Menyembuhkan. Jaga pikiran positif agar bisa cepat pulih kembali," katanya melalui pengeras suara sehingga terdengar hingga ke kamar-kamar pasien isolasi COVID-19, Senin, 26 Juli 2021.

Gubernur mengatakan pihak RSUP memberikan segala upaya hingga batas maksimal agar semua pasien yang masuk ruang isolasi bisa kembali pulih.

Dalam kesempatan itu ia juga mengapresiasi keikhlasan dan komitmen tenaga kesehatan yang memberikan usaha terbaik untuk pelayanan kepada pasien.

Apresiasi tinggi juga diberikan kepada seribu lebih relawan di RSUP M Djamil yang membantu tenaga kesehatan untuk menangani pasien COVID-19.

Mahyeldi mengatakan ruangan di rumah sakit rujukan itu masih tersedia, namun ada beberapa kekurangan diantaranya tempat tidur, ventilator dan peralatan lain. "Ini akan kita komunikasikan dengan pemerintah pusat agar bisa dibantu secepatnya," ujarnya.

Ia juga meminta agar Rumah Sakit lain di Sumbar bisa memilah pasien, tidak mengirimkan semua ke RSUP M Djamil supaya tidak terjadi penumpukan pasien. "Kita minta dukungan dari semua pihak untuk mengatasi penyebaran COVID-19 di Sumbar," katanya.

Gubernur juga mengingatkan agar masyarakat patuh protokol kesehatan agar jumlah yang terpapar bisa ditekan. "Tingkatkan imun dan iman kita agar tidak mudah terpapar," pungkasnya. (Budi)

#BIRO ADPIM SETDAPROV SUMBAR