PILIHAN REDAKSI

Berawal dari Informasi Warga, Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi Berkedok Salon dan SPA di Padang Barat

BENTENGSUMBAR.COM - Direskrimum Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap praktek esek-esek yang berkedok Salon dan Spa yang ber...

Advertorial

Akselerasi Smart City, Wagub Hadiri Penandatangan MOU dan PKS bersama BNI
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Kota pintar (smart city) merupakan sebuah konsep inovatif guna mengatasi berbagai persoalan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dewasa ini, konsep Smart City semakin sering digunakan untuk mengembangkan wilayah perkotaan yang  membutuhkan mobilitas dinamis dan serba cepat dalam mengakselerasi kinerja perekonomian daerah. 

Memberikan solusi yang terintegrasi dengan teknologi informasi dalam tata kelola Kota dan Kabupaten di Sumbar, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy hadir langsung dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara lima kota dan satu kabupaten bersama Bank BNI di Auditorium Gubernuran, Senin (17/1/21). 

Berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Sawahlunto dan Kabupaten Agam, MOU dan PKS bertajuk Sumbar Madani to Digital BNI Smart City itu menghadirkan enam konsep utama Smart City di Sumbar. Yaitu smart people, smart government, smart infrastructure, smart environment, smart economy, dan smart society berikut dengan penyediaan QR code untuk pembayaran non tunai di berbagai merchant, mulai dari pedagang pasar hingga transportasi bendi. 

Pada gelaran launching program Smart City tersebut, Audy Joinaldy menyampaikan, MOU ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan percepatan dan perluasan digital di daerah yang tertuang dalam Kepres no. 3 tahun 2021 tentang satuan tugas PPDD. Selain itu, Hal ini juga merupakan implementasi dari program unggulan Sumbar Madani mengenai percepatan transformasi digital. 

"Perkembangan teknologi jauh lebih cepat dari perkembangan apapun di dunia, kalau kita tidak catch up melakukan transformasi digital, kita pasti tertinggal," ungkap Wagub.

Menurut Wagub, Pemprov maupun kabupaten kota di Sumbar saat ini telah mengambil langkah percepatan transformasi digital. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi diselenggarakannya MOU antara BNI dengan kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Audy juga berharap  nantinya mampu mengcover digitalisasi di 13 kabupaten dan kota lainnya. 

"Saya sangat mengapresiasi MOU dan PKS antara BNI dan Kabupaten Kota di Sumbar, harapan Saya kerjasama ini akan berlanjut di seluruh Kabupaten Kota. Kita di Sumatera Barat membuka diri seluas-luasnya untuk berkolaborasi dan bekerjasama mewujudkan Kesejahteraan masyarakat," ujar Audy.

Sementara itu, Direktur Layanan Jaringan BNI, Ronny Venir mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung secara penuh Kabupaten dan Kota dalam setiap program-program Smart City yang ditetapkan. 

Ia berharap agar MOU tak hanya sampai disini saja, tetapi menjadi langkah awal kerja nyata yang terus dikawal pelaksanaannya sampai pada lini yang paling bawah.

"Mudah-mudahan MOU dan PKS ini bisa terimplementasi dengan baik, betul-betul kita kawal eksekusi nya hingga lini terbawah." 

"Dengan adanya Smart City tentunya pemerintahan akan berlangsung lebih transparan, efisien dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang," ujar Ronny.

Hadir menandatangani MOU, Walikota Padang Hendri Septa, Walikota Bukittinggi Erman Safar, Walikota Padang Panjang Fadli Amran, Walikota Sawahlunto Deri Asta, Bupati Agam Andri Warman, Asisten III Kota Payakumbuh Amirul Dt. Karayiang.

Turut hadir pula menekan MOU pada gelaran launching, Deputi Bidang LatBang BKKBN Rizal Damanik, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar, serta Kepala Perwakilan OJK Sumbar Dadang Arif Kusuma. (MC Prov Sumbar) 

#Dinas Kominfotik Sumbar

Pimpin Apel Dinas Kelautan dan Perikanan, Wagub tekankan Inovasi dan Kolaborasi
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Gubernur Audy Joinaldy memimpin langsung kegiatan Apel di halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Jalan Koto Tinggi nomor 9, Padang, pada Senin, (17/1/22)

Dalam kegiatan yang dihadiri seluruh ASN lingkup DKP itu, Wagub menyampaikan bahwa arah pembangunan Indonesia saat ini sudah menuju agromarimtim. Ia berpandangan, keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia menjadi salah satu latar belakang perlunya Agromaritim sebagai fokus pembangunan.

Sementara Wagub Sumatera Barat, Audy menjelaskan, memiliki garis pantai sepanjang 2.312 Km, terbentang di 7 kabupaten dan kota memiliki potensi agromaritim yang besar. Hasil perikanan pun merupakan salah satu konsumsi terbesar masyarakat Sumbar.

"Kita Sumatera Barat, sebagai salah satu Provinsi yang menghadapi langsung ke Samudera Hindia memiliki potensi itu. Kuncinya tinggal bagaimana kita berinovasi agar sumber daya maritim dapat kita maksimalkan," jelas Audy.

Ia menekankan agar OPD-OPD dapat saling berkolaborasi, jika ingin Sumbar maju. Menurutnya dengan kolaborasi antara OPD Pemerintah Provinsi dapat membuat terobosan untuk mengoptimalkan nilai ekonomi dan produksi di berbagai sektor.

"Dinas Kelautan dan Perikanan misalnya, tingkatkan kolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pariwisata untuk membuat terobosan baru," Audy menegaskan.

Lebih lanjut Audy menegaskan, DKP memegagang peran penting. Sektor perikanan memegang peranan dalam pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kecerdasan masyarakat, hingga mengurangi angka prevelansi stunting.

"DKP memegang peranan penting, laut Sumbar luar biasa kaya. Oleh karena itu di awal tahun 2022 ini, kita harus semangat berpacu menghasilkan inovasi-inovasi baru," tutup Audy. (MC Prov Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Suku Tanjung Maninjau Lantik Penghulu Kaum, Gubernur Mahyeldi Ajak Perkuat Peran Pemangku Adat Nagari
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Peran pemangku adat di nagari sangat penting dalam rangka merawat dan melestarikan nilai-nilai adat budaya salingka nagari yang pasca reformasi kembali menunjukkan eksistensinya.

Selain itu, peran pemangku adat juga sosok ideal untuk membina anak kemenakan generasi muda di setiap nagari demi mempersiapkan calon pemimpin dimasa depan. Tidak sedikit tokoh nasional yang lahir hasil didikan di nagari. 

Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, Dt. Marajo saat memberikan sambutan dalam alek batagak pangulu kaum Suku Tanjung Maninjau, di Kantor Balerong Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasar Maninjau, Minggu (16/1/2022). 

Dalam alek ini, Ninik Mamak Rang Tanjung Maninjau, yang juga Wakil Rektor II Universitas Negeri Padang, Prof. Syahril, Dt. Rajo Limo Koto, dilantik menjadi Pangulu Andiko Dt. Manindiah Nan Basa. Dalam kesempatan yang sama juga dilantik Z. Mirsal Dt. Mangkudun Sati, menjadi Pangulu Andiko Dt. Rajo Endah. 

Selain menyampaikan selamat kepada kedua pangulu yang dilantik, gubernur juga mengharapkan pengukuhan ini akan menjadi penguatan peran penghulu di Maninjau dan Suku Tanjuang, dalam membimbing anak kemenakan dan masyarakat. 

"Sejak reformasi, muncul semangat orang Minangkabau babaliak ka nagari (kembali ke nagari) dan surau. Bahkan didukung dengan adanya Perda Nagari. Ini langkah yang tepat dan patut kita syukuri, sebab di situlah nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Minang yang selama ini kurang berperan bisa eksis kembali," kata Buya Mahyeldi. 

"Peran perangkat nagari lah yang akan menjaga nilai adat salingka nagari. Pemprov juga sangat mendukung ini 
bahkan punya kewajiban untuk ikut merawat. Karena ikatan sosial yang paling kuat adalah ikatan nagari," sambungnya. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Rektor UNP, Prof. Ganefri, Sekjen DPD RI, Rahman Hadi, anggota legislatif serta pejabat di lingkungan Pemkab Agam. 

Mewakili masyarakat, Ganefri menyampaikan selamat pada kedua pangulu dan apresiasi pada KAN Pasar Maninjau yang sukses menggelar acara. Ganefri berharap pangulu sebagai pemimpin kaum sukunya menjadi pelindung dan hakim yang bersikap adil dan arif bijaksana serta amanah.(doa/MMC) 

#Dinas Kominfotik Sumbar

Siapkan Bonjol sebagai Pusat Wisata Pasaman, Wagub Harapkan Dukungan Masyarakat dan Niniak Mamak
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy melakukan kunjungan kerja ke Pasaman guna meninjau potensi pariwisata, khususnya pesona alam dan wisata minat khusus, Sabtu (15/1/22). Diantara wilayah yang dikunjungi adalah Kecamatan Bonjol dan Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul. 

Didampingi Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS, bersama Anggota DPRD Sumbar, Sawal, Khairuddin Simanjuntak, dan Donizar, serta Kepala Dinas Pariwisata Prov. Sumbar, Novrial,  Wagub memaparkan kunci agar Pasaman bisa menjelma sebagai salah satu destinasi wisata dan pusat ekonomi kreatif di Sumbar. 

Menurut Audy, dukungan dari Niniak Mamak dan masyarakat adalah kunci awal pariwisata bisa sukses, terutama bagi special interest tourism (pariwisata minat khusus) yang membutuhkan strategi khusus pula. Mendukung hal ini, Audy menyampaikan Pemprov Sumbar siap memberikan pelatihan-pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di seluruh Sumatera Barat, termasuk Pasaman. 

"Wisata minat khusus juga harus dikelola dengan strategi khusus, menuju tahun kunjungan wisata Sumbar 2023, Pemprov melalui Dinas Pariwisata siap memberikan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan Pokdarwis di seluruh nagari," ujar Audy.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS mengatakan, menyambut baik dukungan pemerintah provinsi. Pihaknya siap membentuk Pokdarwis di setiap Nagari dengan potensi wisata, dan menjadikan Kecamatan Bonjol yang merupakan tanah kelahiran Tuanku Imam Bonjol sekaligus titik nol derajat khatulistiwa sebagai pusatnya.

"Kita sudah membuat studi kelayakan dan master plan yang Insya Allah menjadi prioritas kita di tahun 2022 ini. Kawasan Bonjol nantinya akan dikembangkan secara serius sebagai pusat destinasi wisata Pasaman, dan mendirikan Pokdarwis di berbagai nagari," ungkap Sabar memaparkan. 

Ia melanjutkan, dari hasil pemetaan pariwisata, Pasaman punya potensi wisata alam, budaya, sejarah, maupun minat khusus yang siap dikembangkan lewat penerapan Sapta Pesona Pariwisata. 

"Kita sudah melakukan pemetaan potensi wisata alam, sejarah, budaya maupun minat khusus. Strategi akselerasi pariwisata secara detil nanti akan kita bahas bersama pemerintah provinsi dalam waktu dekat," terangnya.

Rencana pengembangan Pasaman sebagai destinasi wisata ini juga mendapat dukungan penuh dari para wali nagari. Salah satunya Wali Nagari Lubuak Gadang, Asrul, yang menyatakan pihaknya bersama wali nagari lainnya turut mendukung dan ingin  berkontribusi menjadikan Kabupaten Pasaman sebagai salah satu daerah tujuan wisata dan ekonomi kreatif. (MC Pemprov Sumbar) 

#Dinas Kominfotik Sumbar

Audy Joinaldy Inginkan Tuanku Imam Bonjol dan Pasaman Equator City Jadi Icon Pariwisata Sumbar
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy didampingi Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS, meninjau Museum Tuanku Imam Bonjol yang berlokasi di Kabupaten Pasaman dalam rangka akselerasi pariwisata Sumatera Barat, Sabtu (15/1/22). 

Tepatnya di kecamatan Bonjol yang merupakan tanah kelahiran pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol, sekaligus salah satu titik nol derajat garis equator Bumi. Keduanya ditandai dengan tugu bola dunia dan monumen Tuanku Imam Bonjol yang mengapit jalan lintas Sumatera. 

Di museum, wisatawan disambut monumen Imam Bonjol yang seolah tengah menyeru pasukan dari atas kudanya. Kemudian, melewati monumen setinggi empat meter itu menuju ke dalam museum, terdapat koleksi persenjataan kuno yang digunakan Imam Bonjol semasa Perang Paderi, mulai dari senjata sewah (crooked dagger), pistol, senapan badia balansie, batu lontar, mortar, panah, pedang rapier, serta keris. Selain itu ada pula peralatan rumah tangga, berikut pakaian khas kaum Paderi, Demang, dan Belanda, serta berbagai artefak lainnya.

Meninjau Museum Tuanku Imam Bonjol berikut Taman Wisata Equator esebut, Wakil Gubernur mengatakan, Pasaman sebagai kampung kelahiran pahlawan nasional, sekaligus wilayah yang dilewati garis khatulistiwa adalah hidden gems pariwisata Sumatera Barat. 

"Pasaman punya potensi besar yang harus diangkat. Semua orang tahu Tuanku Imam Bonjol, tapi tak semua tahu Pasaman. Belum lagi Pasaman sebagai salah satu equator city. Ini semua bisa menjadi peluang wisata edukasi bagi penikmat sejarah bangsa," terang Audy. 

Dalam kesempatan itu pula, Audy meminta agar seluruh stakeholders pariwisata baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten Pasaman, agar kompak dalam mengembangkan Pasaman sebagai daerah tujuan wisata. Tak lupa, ia juga kembali menekankan pentingnya kebersihan dan pelayanan dalam pengelolaan objek wisata. 

"Seluruh stakeholders harus kompak, perhatikan cleanliness dan services, perhatikan juga juga alogaritma media digital dalam memperkenalkan potensi pariwisata," Audy menegaskan.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS mengaku dalam pengembangan Taman Wisata Equator dan Tuanku Imam Bonjol sebagai icon pariwisata, pihaknya telah menyiapkan master plan dan studi kelayakan. 

"Kami sudah siapkan master plan dan studi kelayakan untuk menjadikan Tuanku Imam Bonjol dan Taman Wisata Equator sebagai branding utama pariwisata Sumbar, khususnya Pasaman," ujarnya antusias. (MC Prov Sumbar) 

#Dinas Kominfotik Sumbar

Gubernur Mahyeldi Dukung Revitalisasi Lokasi Bersejarah Peristiwa Situjuah
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi menyambut baik rencana revitalisasi lokasi bersejarah Peristiwa Situjuah, di Lurah Kincia, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Bahkan gubernur menyebut akan membantu niat baik tersebut demi pelestarian nilai-nilai sejarah untuk generasi mendatang.

Hal itu diungkapkan Buya Mahyeldi usai memimpin upacara ziarah makam dan tabur bunga, dalam rangka peringatan 73 tahun Peristiwa Situjuah, Sabtu (15/1/2022).

"Kita buat dioramanya Peristiwa Situjuah itu sedemikian rupa sebagaimana aslinya. Dimana posisi rumah tempat rapat, posisi duduk peserta rapat, kincir airnya, surau dan posisi penjajah belanda yang mengepung lokasi itu. Kita hadirkan suasana 15 Januari 1949 itu. Pak bupati silahkan buat panitia dan rancang, kami dari provinsi akan bantu. Termasuk museumnya dan fasilitas lainnya seperti parkir," ujar Gubernur.

Bupati Safaruddin pun mengatakan segera akan melakukan pemugaran lokasi bersejarah tersebut untuk menghadirkan taman makam pahlawan yang representatif di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Pemugaran lokasi makam pahlawan ini segera akan kita usahakan. Segera akan kita lakukan dalam upaya menghadirkan taman makam pahlawan yang representatif di Kabupaten Limapuluh Kota sesuai dengan semangat otonomi daerah," kata Safaruddin.

Sementara itu, salah seorang putra dari pelaku sejarah sekaligus pemilik rumah tempat diadakannya rapat oleh para pejuang, Syahril (76), putra dari Makinuddin, sangat senang dengan rencana revitalisasi tersebut.

"Kami ingin ini dilestarikan lagi seperti kejadian waktu itu. Alhamdulillah, gubernur juga mendukung hal tersebut.
Saya masih ingat dengan jelas bentuk rumah, siapa saja yang ikut rapat dan duduknya dimana saja karena saya besar dirumah tempat rapat itu," kata Syahril.

Dilokasi Lurah Kincia tersebut saat ini terdapat sembilan makam pahlawan uang gugur dalam perisitiwa Situjuah, yakni makam Chatib Sulaiman, Arisun St. Alamsyah, serta lima perwira dan dua pejuang lainnya. Makam ini dikelilingi oleh dua bangunan rumah yang telah menjadi museum dan satu gazebo yang didalamnya terdapat prasasti Perisitiwa Situjuah. (doa/MMC)

#Diskominfotik Sumbar

Gubernur Mahyeldi Pimpin Upacara Peringatan Peristiwa Situjuah
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi pimpin upacara peringatan Peristiwa Situjuah ke-73 di Lapangan Chatib Sulaiman, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Limo Nagari, Kabupaten Limopuluah Kota, Sabtu (15/1/2022) pagi.

Rangkaian upacara yang diikuti ratusan orang dengan khidmat tersebut dimulai dengan mengheningkan cipta, pembacaan naskah Pancasila oleh inspektur upacara, dilanjutkan pembacaan naskah UUD 45. 

Dalam amanatnya, gubernur mengajak para peserta upacara yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat untuk tidak melupakan sejarah dan menghargai jasa para pahlawan khususnya dalam peristiwa Situjuah yang merupakan mata rantai Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948-1949 di Sumatera Tengah dalam mempertahankan kemerdekaan RI.

Peristiwa penyerangan pasukan penjajah belanda pada dini hari menjelang sholat subuh tersebut menewaskan 69 orang yang terdiri dari para prajurit, perwira, dan rakyat pada 15 Januari 1949.

"Perisitiwa ini penting untuk terus diingat dan diceritakan pada generasi muda sebagai pelajaran berharga, bagaimana para pejuang melakukan pengorbanan dengan semangat bela negara menjaga kedaulatan NKRI. Tidak hanya dengan berperang, tapi juga dengan berpolitik dan diplomasi," ujar gubernur. 

"Juga penting dicatat, disaat kondisi genting negara ini, disitulah muncul tokoh-tokoh Minangkabau memberikan kontribusi dan solusi terbaiknya untuk bangsa. Mari camkan dalam setiap diri anak Minangkabau ini, kita harus tampil menunjukkan semangat persatuan itu. Kepada para pejabat, jangan lukai hati rakyat, dengarkan aspirasi rakyat, hadirkan pikiran, ucapan dan tindakan terbaik sebagai bagian dari wujud bela negara," tegas Buya dengan suara penuh semangat. 

Turut hadir dalam upacara, Bupati Limopuluah Kota Safaruddin, Walikota Payokumbuah Riza Falepi, Anggota DPR RI Rezka Oktoberia, Hakim Agung RI Irfan Fachruddin, serta putra pahlawan Chatib Sulaiman, Sudarman Chatib Dt. Barbangso. 

Dalam kesempatan yang sama, gubernur bersama 30 orang lainnya menerima penghargaan dari masyarakat Nagari Situjuah Batua, atas konsistensi dan kepedulian pada PDRI dan Peristiwa Situjuah. Penghargaan ini juga diberikan kepada Gamawan Fauzi, Riza Falepi, Fadli Amran, Hasril Chaniago, serta para pejuang dan tokoh masyarakat Situjuah lainnya. 

Usai upacara, rombongan menuju ke makam pahlawan Situjuah di Lurah Kincia, tempat dimakamkannya 9 orang pahlawan Peristiwa Situjuah, untuk melakukan upacara penghormatan dan tabur bunga. (doa/MMC) 

#Diskominfotik Sumbar

Tahun Ini Revisi Desain, Gubernur Mahyeldi Optimis Fly Over Sitinjau Mulai 2023
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Rencana pembangunan fly over Sitinjau Laut, yang termasuk dalam 35 proyek prioritas nasional terus menunjukkan progres positif. Pasca kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa ke jalur padat logistik transportasi darat lintas tengah sumatera, pada April tahun lalu, Kementerian PPN/Bappenas tahun 2022 ini menganggarkan dana untuk revisi desain masterplan dan DED yang telah disiapkan Kementerian PUPR.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi rencana pembangunan fly over Sitinjau Laut dengan yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi, bersama 11 dirjen dari 8 kementerian dan OPD terkait di lingkup Pemprov Sumbar, di Hotel Balairung Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Hadir diantaranya perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas, Kemen PUPR, Kemen LHK, Kemenko Marves, Kementerian Perhubungan, KNKT, Kemendagri dan Kementerian ATR/BPN.

Dalam rapat gubernur mempresentasikan urgensi pembangunan fly over yang merupakan daerah rawan kecelakaan (DRK). Selama periode 2016-2020 telah terjadi sebanyak 50 kecelakaan, meninggal 19 orang, luka berat 9 orang dan luka ringan 111 orang. Hal ini terjadi disebabkan karena kondisi jalan berupa tanjakan terjal dan panjang serta radius tikung terlalu sempit.

Presentasi Gubernur mendapat apresiasi dari peserta rapat. Oleh sebab itu gubernur optimis pembangunan fisik fly over yang diyakini akan meningkatkan akses serta mengurangi kesenjangan ekonomi antar daerah tersebut bisa dimulai awal tahun 2023 nanti.

"Alhamdulillah dari rapat kemaren ada 11 Dirjen yang hadir dari 8 kementrian dan insyaallah pada tahun 2022 ini ada anggaran dari Bappenas untuk review desain. Mudah-mudahan setelah review desain ini selesai, maka pada akhir 2022 atau awal 2023 nanti penganggarannya bisa teralokasikan sehingga kita bisa mulai pelaksanaan untuk membangun flyover," harap Buya Mahyeldi, saat diwawancarai Jumat (14/1/2022).

Ditambahkan gubernur, dalam rakor tersebut seluruh Dirjen yang hadir memberikan masukan-masukan apa yang mesti dilakukan di provinsi dan juga apa yang dilakukan oleh kementrian dalam rangka percepatan.

"Dengan rapat koordinasi kemaren sudah ada kesamaan dan memahami apa tugas masing-masing. Mohon doanya, seluruh masyarakat di ranah maupun di rantau agar diberi kelancaran, sebab ini menjadi bagian tanggung jawab kita kepada rakyat dan Allah SWT supaya di jalan nasional ini tidak ada lagi kecelakaan yang menimbulkan banyak korban," tambah Buya Mahyeldi.

Lebih lanjut, Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi menjelaskan beberapa masukan dari berbagai kementerian dalam rakor. Diantaranya dari Kementerian LHK, yang menyatakan bahwa terkait izin hutan lindung, cukup dengan kewenangan gubernur karena cakupannya masih dibawah 5 hektar.

"Untuk panorama satu, luasannya kurang dari 5 ha, yakni hanya 3,8 ha, dan Alhamdulillah ini menambah optimisme kita. Dan, KLHK berharap hasil review jangan terlalu banyak perubahan sehingga tidak perlu menunggu waktu lama. Apalagi info dari Kementerian ATR/BPN, kesesuaian tata ruang sudah masuk dalam RTRW Kota Padang," ungkap Medi.

Selain itu, ditambahkan Medi, untuk menjaga keberlangsungan pengerjaan fly over, Direktur Pendanaan Bappenas menyarankan agar memilih alternatif pembiayaan melalui dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) karena tingkat kepastiannya lebih tinggi jika dibandingkan melalui dana APBN.

"Direktur regional I Bappenas juga meminta kepada Dinas terkait agar segera menyampaikan usulan dalam waktu dekat, agar anggaran pembangunan konstruksinya bisa masuk di tahun 2023. Kemudian dari Kemenko Marves, juga berjanji akan mengawal pengerjaan proyek fly over ini," sambung Medi. (doa/MMC)

#Diskominfotik Sumbar

Audy Apresiasi Kolaborasi Milennial dan Niniak Mamak Ulakan Hasilkan 130 ribu Kunjungan Wisata
Kamis, Januari 13, 2022

On Kamis, Januari 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Terus dorong pengembangan pariwisata, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy tinjau destinasi Green Talao Park, di Desa Wisata Nagari Ulakan, Padang Pariaman, Kamis (13/1/22). 

Desa Wisata Nagari Ulakan merupakan kawasan wisata yang terdiri dari enam destinasi tersinergi. salah satunya Green Talao Park. 

Pengembangan kawasan kunjungan wisata ini adalah hasil pilot project inkubasi inovasi desa oleh Kementerian Desa sejak 2016 lalu. Melalui komitmen bersama Niniak Mamak, Badan usaha milik nagari (Bumnag) Pesisir Ulakan Madani, kelompok ekonomi nagari dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) berhasil menyulap 15 hektar kawasan milik 10 kaum ulayat menjadi destinasi wisata tersinergi. 

Tak hanya itu, Eco Wisata Green Talao Park juga telah mengembangkan paket-paket wisata edukasi berbasis pengalaman, seperti mencari lokan, menangkap kepiting, memetik buah nipah, mengayuh canoe, menyusur jalur lumba-lumba menuju Pulau Pieh, hingga Ulakan Creative Art Festival. Semua dikelola secara satu pintu oleh Bumnag melalui Peraturan Nagari.

Meninjau kawasan Green Talao Park, Audy Joinaldy mengapresiasi kreativitas hasil kolaborasi antara Niniak mamak, Bumnag, dan Pokdarwis dalam membangun potensi Nagari Ulakan berbasis desa wisata. 

"Green Talao Park sudah memiliki paket-paket wisata yang menarik. Semakin menarik lagi karena Niniak Mamak ikut andil berkolaborasi bersama milennial," tutur Audy. (*)

#Diskominfotik Sumbar

Pemprov Sumbar Kembali Salurkan Bantuan Lebah Madu Galo-Galo
Kamis, Januari 13, 2022

On Kamis, Januari 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Melanjutkan langkah strategis pemberian bantuan bagi budidaya lebah madu Galo-Galo atau Kelulut di tahun 2021, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali menyalurkan bantuan untuk pengembangan lebih lanjut pada tahun 2022 ini. 

Sebagai langkah awal, pada Rabu sore (12/1/22), bantuan berupa 200 stup koloni lebah diserahkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy kepada Kelompok Perhutanan Sosial Hutan Nagari Lubuak Karak, di Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dharmasraya. 

Audy menyampaikan bahwa saat ini Pemprov Sumbar telah menyiapkan kembali bantuan peratalan ekonomi produktif untuk pengembangan budidaya lebah madu Galo-Galo.

Nantinya bantuan ini akan disebarkan ke kelompok-kelompok tani hutan dan kelompok perhutanan sosial di semua kabupaten kota di Sumatera Barat. 

Ia juga menjelaskan tujuan utama bantuan ini adalah peningkatan penghasilan petani, sekaligus mengurangi illegal logging. 

"Kita ingin meningkatkan pendapatan petani, jadi bantuan sudah disiapkan dan akan disebarkan kembali, harapan kita dengan ini illegal logging juga dapat berkurang", tuturnya. (*)

#Diskominfotik Sumbar

Komit Dukung Pelestarian Harimau Sumatra, Wagub Sumbar Luncurkan Buku Mitigasi Konflik Manusia - Harimau
Kamis, Januari 13, 2022

On Kamis, Januari 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) yang masuk dalam status langka dan menjadi satu-satunya sub spesies harimau yang tersisa setelah punahnya harimau jawa dan harimau bali. 

Komitmen tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Sumatra Barat Nomor 522.5/3545dishut-2021 Tanggal 14 Desember 2021 tentang pelestarian harimau Sumatra.

Demikian ditegaskan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, saat membuka kegiatan talkshow, pameran foto serta peluncuran buku Mitigasi Konflik Manusia - Harimau Sumatera, dengan tema "Nagari Ramah Harimau" di ZHM Premiere Padang, Kamis (13/01/2022).

Dalam kegiatan yang digelar oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar ini, Wagub Audy menyebutkan bahwa penyelamatan harimau tanggung jawab bersama dan seluruh para pihak wajib membantu dalam menyelesaikan konflik harimau dengan manusia.

"Pemprov Sumbar responsif dan mendukung BKSDA Sumbar dalam menjaga kelestarian harimau sumatra. Sumbar is the land of tiger. Inyiak balang (sebutan harimau oleh orang Minang) ini adalah penjaga hutan nagari. Harapan kedepan agar terbangun sinergitas dalam upaya pelestarian," kata Audy. (Via/Doa)

#Diskominfotik Sumbar

Perkuat Kemitraan, Kadis Kominfotik Sumbar Silaturahmi dengan Insan Pers
Kamis, Januari 13, 2022

On Kamis, Januari 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pasca peralihan wewenang kerjasama media dan publikasi Pemprov Sumbar ke Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kadis Kominfotik Sumbar Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, menggelar silaturahmi dengan insan pers yang tergabung dalam Forum Jurnalis Tuah Sakato, Selasa (11/1/2022).

Pertemuan yang berlangsung di RM. Pauh itu berlangsung sederhana dalam suasana keakraban.

Apalagi, Kadis Jasman Rizal bukan orang baru bagi wartawan di Rumah Bagonjong (Kantor Gubernur).

Sebelumnya, Jasman cukup lama bermitra dengan pers saat menjabat Kepala Biro Humas, Setdaprov Sumbar selama 3,5 tahun.

Hadir sebanyak 20an lebih orang wartawan dari  berbagai media yang tergabung dalam forum wartawan Tuah Sakato.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Diskominfotik Widya Prima Hatta, Kabid IKP Indra Sukma dan tim peliputan Diskominfotik Sumbar. (Doa)

#Diskominfotik Sumbar

Audy Joinaldy Sorot Potensi Sumbar sebagai Pusat Konservasi Satwa Terbanyak Di Indonesia
Kamis, Januari 13, 2022

On Kamis, Januari 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Kaya akan keanekaragaman satwa liar yang langka hingga endemik, Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi menjadi provinsi pusat konservasi satwa terbanyak di Indonesia. 

Saat ini, Sumbar menjadi satu-satunya daerah yang memiliki pusat konservasi harimau sumatera di Indonesia yang berada di Dharmasraya. Masih banyak potensi konservasi lainnya seperti murai batu, rusa dan hewan endemik di Kepulauan Mentawai. 

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, saat membuka acara talkshow, pameran foto dan peluncuran buku konflik manusia - harimau, dengan tajuk "Nagari Ramah Harimau" di ZHM Premiere Hotel, Padang, Kamis (13/1/2022). 

"Terus terang saya baru tahu kalau Sumbar punya pusat konservasi harimau sumatra dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Banyak masyarakat yang mungkin belum tahu, ini suatu potensi," kata Audy. 

"Cita-cita saya Sumbar bisa jadi pusat konservasi hewan terbanyak di indonesia. Saya yakin bisa, karena keanegaragamannya luar biasa. Ditambah lagi Kita punya empat hewan endemik di Mentawai," tambah Audy.

Beberapa konservasi lain yang bisa dibuat di Sumbar menurut Wagub adalah konservasi burung murai batu atau kucica hutan (copsychus malabaricus), meskipun tidak termasuk kedalam satwa yang dilindungi, namun populasinya banyak di Sumbar dan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. 

Oleh sebab itu, Wagub berharap dukungan dari seluruh pihak untuk ikut menjaga kelestarian alam yang pada akhirnya juga bisa menjadi ekowisata dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lokal tanpa harus merusak ekosistem dan habitat satwa. 

Selain itu, khusus untuk Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PRHSD) di Dharmasraya, juga potensial untuk pengembangan Wisata minat khusus eco edu tourism. Terutama tentang bagaimana mengenalkan segala hal tentang harimau sumatra kepada kalangan remaja dan mahasiswa. 

Turut hadir dalam kegiatan yang digelar oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat ini diantaranya Sekretaris Dirjen KSDAE Kementerian LHK, Suharyono, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Wabup Pasaman Sabar HS, Kadis Kehutanan Sumbar Yozarwardi, Kadis peternakan Erinaldi serta akademisi dari Universitas Andalas.(doa/MMC) 

#Diskominfotik Sumbar

Viral Harimau Tertangkap, Wagub Audy: Harimau Sudah di Pusat Rehabilitasi Dharmasraya
Rabu, Januari 12, 2022

On Rabu, Januari 12, 2022

BENTENGSUMBAR.COM -"Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, berhasil mengambil langkah penyelamatan seekor Harimau Sumatera di Jorong Kayu Pasak Timur Nagari Salareh Aie Kecamatan Palembayan, 10 Januari 2022 lalu. 

Saat ini, Harimau Sumatera berjenis kelamin betina yang diperkirakan berumur 3 (tiga) tahun itu telah dievakuasi dan direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Arsari. 

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat meninjau PRHSD di kawasan TKA, Dharmasraya, Rabu (12/1/22). Ia mengatakan, Harimau yg kini telah dinamai Puti Maua Agam itu sudah berada di PRHSD untuk di rehabilitasi sebelum dilepaskan kembali. 

"Harimau sudah ada disini, di pusat konservasi, nanti akan dilepas liarkan kembali setelah direhabilitasi," kata Audy. 

Lebih lanjut Audy menyampaikan, adanya pusat konservasi dan rehabilitasi satwa, dalam hal ini Harimau Sumatera, menunjukkan masyarakat Sumbar adaptif terhadap harimau. 

"Sumatera is the land of tiger, meski terkadang terjadi konflik, masyarakat Sumbar bisa hidup berdampingan dengan harimau. Salah satu buktinya adalah dengan adanya pusat konservasi Harimau Sumatera ini," ujar Audy. 

Menurut Audy, PRHSD Arsari adalah kebanggaan Sumbar sebagai satu-satunya Pusat konservasi dan rehabilitasi Harimau Sumatera. Dalam pandangannya PRHSD dapat dikembangkan menjadi eco edu tourism satwa. 

"Meski saat ini akses masih terbatas, bukan tidak mungkin PRHSD kita kembangkan menjadi wisata minat khusus. Pemprov Sumbar mendukung secara penuh," lanjutnya antusias.

Secara teknis, menurut Manager Operasional PRHSD Arsari, drh. Patrick Flagellata, Pusat konservasi yang telah beridiri sejak 2017 ini hingga kini telah menyelamatkan setidaknya 14 ekor Harimau Sumatera. 6 diantaranya telah berhasil dilepas liarkan kembali ke alam. Sementara saat ini terdapat 5 ekor Harimau yang tengah di rehabilitasi. 

"Pada intinya yang kita lakukan di PRHSD adalah Rescue, Rehabilitation dan Release. setiap upaya penyelamatan, rehabilitasi dan pelepasan kembali yang dilakukan juga berkoordinasi dengan BKSDA," jelasnya.

Tak hanya itu, PRHSD juga melakukan rehabilitasi dan observasi bio diversitas lainnya, seperti beruang, rusa, hingga elang dan berbagai satwa lainnya. 

Dari segi fasilitas pun PRHSD Arsari sudah cukup baik. Dimana sudah tersedia klinik hewan dan kandang perawatan tindakan medis, kandang isolasi, serta kandang enklosur untuk persiapan pelepasan kembali satwa yang diobservasi dan direhabilitasi.

Turut hadir mendampingi Wagub pada peninjauan ini, Kepala Dinas Perhutanan Prov. Sumbar Yozawardi, Kepala BKSDA Ardi Andono, dan R&D manager PT. TKA Huzri Yedi. (MC Prov Sumbar) 

#Dinas Kominfotik Sumbar

Tahun 2022, Pemprov Sumbar MoU 95 Miliar dengan BPJS Kesehatan Sumbagteng
Senin, Januari 10, 2022

On Senin, Januari 10, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Buya Mahyeldi bersama Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sumbagteng Jambi Eddy Sulistijanto Hadie, menandatangani nota kesepakatan antara Pemerintah Provinsi Sumbar dengan BPJS Kesehatan. Nota kesepakatan ini berisi tentang kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi penduduk pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja yang didaftarkan oleh Pemprov Sumbar, pada Program Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato, yang berlangsung di Ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau, Senin, 10 Januari 2022. 

Selain penandatanganan nota kesepakatan program JKN oleh Gubernur, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dan rencana kerja Provinsi Sumbar tahun 2022 oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, Yessi Rahimi. 

Gubernur Mahyeldi menyambut baik atas ditandatanganinya nota kesepakatan tersebut. Menurutnya, program JKN BPJS kesehatan ini dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Sumbar, dengan menyiapkan anggaran untuk tahun 2022 ini sebesar 95 miliar rupiah.

Diungkapkan bahwa, jumlah yang dibantu melalui program JKN tersebut semakin tahun semakin bertambah. Hal ini karena disesuaikan dengan jumlah masyarakat Provinsi Sumbar yang dibantu melalui JKN ini. 

Gubernur berharap, dengan adanya bantuan ini, dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat Provinsi Sumbar yang berpendapatan rendah dan membutuhkan pelayanan kesehatan, agar dapat terlayani dengan baik. 

"Dengan adanya komitmen kerjasama hari ini dalam pengamanan BPJS untuk warga di Sumbar, pelayanan kesehatan untuk warga di rumah sakit yang selama ini belum maksimal, bisa menjadi lebih baik lagi," kata Buya Mahyeldi. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Arry Yuswandi menjelaskan, saat ini terdapat 581.391 jiwa warga Sumbar yang terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato, untuk fasilitas layanan kesehatan kelas 3. Dana JKS Sakato ini merupakan sharing antara provinsi dengan kabupaten dan kota. 

Selanjutnya, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sumbagteng Jambi, Eddy Sulistijanto Hadie mengucapkan terima kasih atas kerja sama Pemprov Sumbar dan BPJS Kesehatan. Ia juga mengapresiasi atas bantuan Gubernur sehingga pembayaran BPJS Kesehatan program JKN ini berjalan lancar untuk Provinsi Sumbar. 

Ia menambahkan, hingga saat ini masyarakat yang tercover dari BPJS Kesehatan program JKN ini sebanyak 
4.756.435 jiwa se-Provinsi Sumbar, atau baru mencapai 84,99 persen dari 5.596.336 penduduk Sumbar.

Sedangkan untuk kabupaten kota, terdapat 5 daerah dengan cakupan kepersertaan melebihi 95 persen, yakni Kota Padang Panjang, Kabupaten Pasaman, Kota Sawahlunto, Kota Pariaman dan Kota Solok. (doa/MMC) 

#Diskominfotik Sumbar