Opini

PARLEMEN

Sports

Pemprov Sumbar

Kepala BNPB Tinjau Program Strategi Mitigasi Berbasis Vegetasi
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Sumatera Barat memiliki potensi bencana, khususnya wilayah pesisir, menuntut pemerintah daerah harus memiliki strategi mitigasi yang mumpuni namun tidak berbiaya tinggi. Salah satunya adalah Mitigasi berbasis vegetasi yang bisa diterapkan disamping mitigasi berbasis infrastruktur. Hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, saat melakukan kunjungan ke Pantai Kata, Kota Pariaman, Rabu, 14 April 2021 sore.

Dalam kunjungan tersebut Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo didampingi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama jajaran BNPB dalam rangka memantau kesiapan mitigasi bencana di Sumbar. Khususnya penanaman pohon Pinago yang di tanam oleh Wapres RI Ma'ruf Amin di Pantai Kata, Pariaman. "Saya sengaja berkunjung kesini, ingin melihat langsung tanaman yang ditanam oleh pak Wapres, kalau dihitung pas satu minggu pasca ditanam," ucap Doni Monardo.

Biasanya setelah tanam pohon, selesai. Pohon tersebut dibiarkan saja, bahkan banyak ditempat lain kalau sudah satu minggu daun-daun akan rontok, karena tidak dirawat, padahal perawatannya itu penting. "Namun disini berbeda, saya apresiasi Pariaman, bibit pohon yang ditanam juga dirawat, ini bisa jadi contoh. Bukan berapa banyak kita menanam pohon tapi berapa banyak yang tumbuh, itu yang penting," ungkap Doni.

Ia mengatakan pohon yang ditanam di kawasan tersebut menunjukkan perkembangan yang baik dan berpotensi tumbuh. "Jadi setelah satu minggu pohon ini masih ada daunnya atau tidak rontok, ini menunjukkan pohon itu berpeluang untuk hidup lebih dari 80 sampai 90 persen," ucapnya.

Di Kota Pariaman, Sumatera Barat, ditanam pohon yang beberapa di antaranya dilindungi dengan pagar agar tidak rusak, baik karena angin maupun hewan ternak. Bahkan, pohon yang ditanam oleh Wapres Ma'ruf Amin dipagar dengan tembok dan besi.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi, juga menyarankan, agar tanaman Pinago bisa direkomendasikan sebagai salah satu jenis tanaman sebagai tanaman tahan abrasi pantai. Ia berharap pemerintah daerah bisa membuat program pembibitan Pinago yang selama ini hanya tumbuh liar saja. "Pohon pinago ini bagus, tahan abrasi dan berumur panjang. Jadi kalau bisa dibantu pembibitannya," ujar Mahyeldi.

Walikota Pariaman Genius Umar menyampaikan terimakasih atas kedatangan BNPB dan melaporkan bahwa tiap desa sudah ada kelompok siaga bencana lengkap dengan manajemen dapur umum. "Ke depan akan kita tingkatkan mitigasi berbasis vegetasi khususnya penanaman pohon pinago," imbuh Genius.

Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan pihaknya menyadari daerah itu berpotensi besar diterjang gempa dan tsunami, sehingga vegetasi menjadi pilihan sebagai mitigasi. "Dengan menanam pohon sekitar beberapa meter dapat mengurangi dampak tsunami," ujar dia.

Ia mengatakan pihaknya akan terus menanam pohon di kawasan pantai Kota Pariaman dan mengutamakan penggunaan pohon pinago yang merupakan tumbuhan endemik di daerah itu.

(BIRO HUMAS SETDA SUMBAR)

Doni Monardo Minta Perantau Tidak Pulang Kampung
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen (TNI) Doni Monardo melakukan kunjungan kerja ke Pantai Kata, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu, 14 April 2021 sore.

Kedatangan Doni Monardo dan rombongan disambut oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dengan didampingi Forkopimda,  Pjs Sekda Sumbar Benni Warlis, Asisten III Nasir Ahmad, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Erman Rahman dan jajarannya serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Kepala BNPB Doni Monardo menyebutkan, kedatanganya ke Sumbar antara lain untuk evaluasi penanganan Covid-19 di Sumbar dan mengajak seluruh komponen baik dari pemerintah daerah hingga masyarakatnya agar dalam upaya mempersiapkan diri bersama menghadapi potensi bencana alam di sepanjang pesisir pantai wilayah Provinsi Sumatera Barat. "Kesadaran masyarakat ini bisa menjadi langkah yang baik dalam upaya pencegahan, untuk lebih siap mengantisipasi bencana abrasi ataupun tsunami," kata Doni Monardo.

Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu mengatakan bahwa kesadaran masyarakat dari pemerintah daerah hingga masyarakat sangat penting. Selain itu ia juga meminta seluruh perantau Minang agar tidak pulang kampung untuk sementara waktu. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Melalui surat edaran ini, pemerintah tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran tahun ini demi mencegah penularan virus corona Covid-19. “Jadi keputusan pemerintah pusat, mudik dan pulang kampung dilarang. Bagi perantau untuk bersabar dulu ya !!. Covid-19 belum  habis, masih ada, jadi berharap untuk bersabar," ucapnya.

Doni mengatakan, berkaca dari lebaran tahun sebelumnya, terjadi peningkatan kasus saat dilakukannya aktivitas pulang kampung. Oleh karena itu ia berharap perantau lebaran secara virtual dan bersilaturahmi dengan memanfaatkan teknologi. “Jadi masyarakat yang ada di rantau. Jangan pulang kampung dulu. Karena risikonya, setelah lebaran maka kasus Covid-19 meningkat, rumah sakit penuh, dokter pun terdampak Covid-19,” ungkap Doni.

Ia menambahkan tidak sedikit dokter dan tenaga kesehatan sebagai ujung tombak dalam perawatan akhirnya pun terpapar. Bahkan tidak sedikit juga yang meninggal dunia. “Jadi kalau kita sayang kepada bangsa kita, sayang kepada keluarga kita, sayang kepada dokter yang berjuang untuk kemanusiaan. Maka bersabar, jangan pulang kampung," sebutnya.

Selanjutnya, pemerintah juga telah menetapkan aturan terkait larangan pengoperasian seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api pada 6-17 Mei 2021. Larangan aktivitas mudik atau pulang kampung tersebut diberlakukan saat lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah.

(BIRO HUMAS SETDA SUMBAR)

IPB Universitas dengan Inovasi Pertanian Terbaik di Asia Tenggara, Ini Kata Gubernur Sumbar
Rabu, April 14, 2021

On Rabu, April 14, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pada generasi ketiga ini Institut Pertanian Bogor (IPB) telah melakukan produk-produk yang berbeda dari generasi sebelumnya, dimana pada generasi pertama gula pertanian berasal dari tebu dan pada generasi ketiga gula sudah dapat diolah dari bentuk lain misal dari limbah sawit dan juga dari kulit singkong jadi gula. Dan ketika kami ditanyakan oleh Presiden Joko Widodo bagaimana IPB dapat melakukan inovasi-inovasi menciptakan sumber ketahanan pangan dari berbagai elemen tanaman lain, sehingga ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia semakin terjamin.

Hal ini disampaikan Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si, dalam acara Penandatangan Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja Antara Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumbar dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang Sinergi Pelaksanaan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di IPB Bogor, Selasa, 13 April 2021. 

Rektor IPB juga menyampaikan saat ini sektor pertanian penting, pertama sebagai sumber pangan nasional, kedua sebagai sumber bahan-bahan kesehatan karena kita masih import bahan obat-obatan, maka kedaulatan bidang kesehatan mesti kita wujudkan dengan meningkatkan potensi daya lokal untuk kebutuhan kesehatan masyarakat. "Ketiga urmaterial sudah sangat banyak seperti produk kosmetik, produk helm. Bahkan kita sudah melakukan inovasi menghasilkan kulit udang sebahan pelapis bodi pesawat antiradar. Kemudian juga rompi anti peluru. Hal ini juga terungkap pada saat kunjungan wakil menteri pertahanan RI bahwa IPB juga memiliki inovasi dalam bidang pertahanan. Maka inovasi bukan hanya pangan, pertahanan, obat-obatan material lainnya sebagai alternatif," ungkap Arif Satria.

Arif Satri juga menyampaikan, selamat datang Gubernur Sumatera Barat di Universitas Inovasi dimana pada tahun 2020 ditetapkan sebagai Universitas nomor 1 (satu) se Indonesia. Dan awal tahun 2021 dari penilai dunia dibidang pertanian nomor 1 (satu) di Asia Tenggara, nomor 10 di Asia dan nomor 62 di dunia. "Semoga prestasi ini yang membanggakan ini dapat meningkatkan kepercayaan mitra kerja dalam membuahkan hasil yang sangat tinggi. Inovasi-inovasi IPB telah dilakukan dalam terhilirisasi dengan produk-produk yang bermanfaat besar bagi masyarakat dan industri. Begitu juga dalam produk pertanian, perikanan dan peternakan," ujarnya. 

Arif juga mengatakan sektor pertanian sangat berperan besar di Indonesia sebagai penyelamat disetiap masa-masa krisis, namun kadang-kadang pasca krisis sering dilupakan. Kita berharap pasca krisispun pertanian mesti tetap mendapat tempat dalam kebijakan nasional. "Kita menyambut baik visi gubennur mewujudkan Sumatera Barat madani yang unggul dan berkelanjutan. Dimana istilah unggul menjadi trend saat ini. Dan istilah berkelanjutan dapat secara ekonomi, sosial budaya dan berkelanjutan secara ekologis. Dan senang sekali dapat bekerjasama dengan  berbagai kalaborasi dengan pemprov Sumbar dan berbagai pihak," katanya. 

Arif Satria juga katakan, IPB juga memiliki hubungan baik dengan dua universitas terkemuka di di Sumbar Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP) sebagai mitra strategis dan sesama rektor memikili interaksi personal sangat baik. "Kalaborasi tripatri IPB, Pemprov Sumbar dan perguruan-perguruan tinggi di Sumbar mesti menjadi kekuatan yang baik. Masing-masing perguruan tinggi memiliki streng yang berbeda, sehingga saling menambah agar kita benar-benar kuat dalam memajukan pembangunan daerah dan nasional," ingatnya. 

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah juga menambahkan, kemitraan kerjasama ini tentu sebagai sebuah upaya nyata dalam produktifitas masyarakat guna meningkatkan hasil pendapatan masyarakat. "Kita menyadari waktu yang cukup pendek pemerintahan saat ini hingga tahun 2024 menjadi tantangan dalam mewujudkan keinginan menciptakan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sumbar. Membangun kemitraan dan kerjasama dengan berbagai pihak ini dilakukan sebagai langkah percepatan pembangunan di Sumbar," ujarnya. 

Mahyeldi juga mengatakan dengan segala kelebihan dan prestasi IPB sebagai perguruan tinggi dengan berbagai inovasi yang telah dihasilkan tentu diharapkan akan memberikan dampak baik dalam berbagai hal potensi yang ada di Sumbar. "Ada 7 poin ruang lingkup kerjasama yang akan dilakukan dengan OPD Sumbar terkait dengan IPB  dalam Nota Kesepakatan ini meliputi : 1.  Kuliah Kerja Nyata pengabdian kepada masyarakat. 2.  Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia. 3.  Peningkatan potensi hasil pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan, kelautan dan perikanan serta UKM/IKM di Sumatera Barat. 4. Penelitian dan Pengembangan potensi sumber daya alam dan budaya Sumatera Barat. 5.Revitalisasi lingkungan yang rusak dan pemanfaatan limbah pertanian. 6. Peningkatan pendapatan dan daya saing daerah. 7. Pengembangan destinasi wisata unggulan agro dan Eko," ungkapnya. 

(Biro Humas Setdaprov Sumbar)

Kerjasama  dengan IPB, Gubernur Mahyeldi Ingin Sumbar Mampu Berikan Harga Daging Ekonomis di Pemerintahan Jokowi
Selasa, April 13, 2021

On Selasa, April 13, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Dalam memacu percepatan pembangunan Sumatera Barat, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian dengan segala perangkatnya perlu kekuatan kolaborasi dan networking menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah. Birokrasi mesti menggandeng akademisi, komunitas, pengusaha, dan media jika ingin sukses membangun masyarakatnya. Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dalam acara Penandatangan Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja Antara Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumbar dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang Sinergi Pelaksanaan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di IPB Bogor, Selasa, 13 April 2021. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si, Wagub Sumbar  Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM, ASEAN.Eng, Dekan Fakultas Institut Pertanian Bogor, Ketua Umum DPD Himpunan Alumni IPB Sumatera Barat Nurul Amri, dan beberapa Kepala SKPD terkait dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Gubernur Sumbar juga mengapresiasi kerjasama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan IPB dalam rangka bagaimana keilmuan sains dan potensi daerah Sumbar mampu memberikan karya terbaik untuk berkontribusi dalam keberhasilan pembangunan nasional. "Hari ini kita saksikan tandatangani kerjasama disektor peternakan antara Dinas Pertenakan Sumbar dengan IPB dimana Sumbar memiliki lahan perternakan di Air Runding lahan 2000 ha  dan Padang Mengatas Payakumbuh 280 ha, ada rumah potong hewan modren dan produksu bibit semen beku 150 ribu straw. Dan tentunya dengan semua potensi ini Sumbar bersama IPB diharapkan dapat memberikan hasil karya terbaik dengan harga daging ekonomis terjangkau bagi masyarakat dalam pemerintahan Joko Widodo," seru semangat Mahyeldi.

Gubernur Sumbar juga sampaikan, di era globaliasasi dimana informasi dapat diakses dengan begitu mudahnya maka pemahaman akan interaksi dengan lingkungan sekitar harus dibina untuk bersama-sama memajukan potensi masing-masing melalui jalinan kerja sama. Kerja sama yang baik antar daerah dan antar negara di lingkup regional maupun global perlu dibangun berdasarkan skala prioritas kebutuhan masing-masing yang didukung dengan pemahaman dan penguasaan terhadap aspek-aspek kerja sama serta potensi yang dimiliki yang harus ditumbuhkan pada aparatur pemerintah selaku motor penggerak pembangunan untuk meningkatkan pelayanan umum kepada masyakarat. "Dengan pemahaman dan penguasaan aspek kerja sama yang baik, maka kerja sama dapat menjadi salah satu potensi untuk mendukung dan mengisi celah pembangunan yang belum dapat dipenuhi seutuhnya oleh Pemerintah, baik untuk program pembangunan di level nasional maupun untuk pembangunan di level daerah," ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi juga katakan, pertumbuhan generasi milenial dan generasi Z secara revolusioner mengubah cara pandang kita dalam bekerja. "Dunia semakin dinamis, kehidupannya semakin kompleks, kebutuhannya semakin beragam, ritme kerja semakin mobile dan cepat, serta tantangannya semakin tinggi dan intens. Dimana Pemerintah Daerah harus bisa merespon dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang terjadi," ujarnya.

Mahyeldi katakan saat ini Pemprov Sumbar  sedang berupaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi daerah melalui disektor unggulan, Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Pariwisata, UMKM, Kelautan dan Perikanan, dengan melakukan sinergitas dengan beberapa pihak, termasuk dengan Institut Pertanian Bogor. "Pertanian menjadi sektor unggulan di Pemerintahan Kami saat ini, dimana sektor pertanian mempengaruhi 23% perekonomian di Sumatera Barat, yang membuat pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat masih berada di atas rata-rata nasional," ungkapnya.

Mahyeldi juga katakan, tidak hanya Pertanian, Sumatera Barat memiliki potensi Peternakan, Pariwisata, Kelautan dan Perikanan yang mana akan menjadi primadona baru guna mendongkrak perekonomian di Sumatera Barat. Namun, potensi dimaksud belum di implementasikan secara maksimal serta ditambah kerusakan lahan dibeberapa daerah di Sumatera Barat. "Kita berharap juga Institut Pertanian Bogor bisa menjadi katalisator Pembangunan di Sumatera Barat, serta menunjang Visi dan Misi Kami, yaitu “Mewujudkan Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan”, dengan 7 program unggulan," ujarnya.

Mahyeldi katakan, melakukan sinergitas dengan Institut Pertanian Bogor menjadi salah satu solusi yang tepat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia di Sumatera Barat, dan mempercepat perwujudan produk unggulan di sektor Pertanian, serta meningkatkan ekonomi kreatif dan daya saing kepariwisataan yang telah dituangkan dalam ruang lingkup dari Nota Kesepakatan yang akan kita tandatangani pada hari ini. "OPD terkait saya minta untuk segera menindaklanjuti dengan membuat rencana aksi lebih lanjut sesuai dengan rencana kerja yang kita susun sehingga penandatangan ini tidak hanya seremonial semata. Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Rencana Kerja Sinergitas ini, semua pihak yang terkait dapat melaksanakan komitmennya dengan baik dengan semangat saling berbagi," pungkasnya. 

(Biro Humas Setdaprov Sumbar)

Gubernur Sumbar Apresisasi Nagari Kasang Menghasilkan Serai Wangi
Senin, April 12, 2021

On Senin, April 12, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, tinjau lahan budidaya Serai Wangi di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman yang dikelola oleh PT. Agro Batang Kasang (ABK) bersama masyarakat, Senin, 12 April 2021.

Gubernur Mahyeldi merasa senang adanya budi daya tanaman serai wangi.  Termasuk adanya  tempat penyulingan air daun serai wangi yang dapat menjadi barang yang ada nilai ekonomi. Dengan adanya  pengolahan penyulingan daun serai wangi maka akan meningkatkan perekonomian petani di Nagari Kasang. "Apalagi minyak serai wangi ini sudah jelas pemasarannya, bahkan minyak serai wangi ini sudah diekspor ke Timur Tengah dan Eropa," ucapnya.

Mahyeldi mengungkapkan tanaman serai  wangi sangat menguntungkan. Hasil sulingan daun serai wangi sudah jelas untuk pemasarannya. Tanaman serai wangi tidak repot pemberdayaannya. Karena tanaman serai merah tidak mudah diserang oleh penyakit. Pupuk untuk tanaman serai mudah didapatkan.  

Hal ini membuktikan dimasa pandemi Covid-19 tidak mengurangi produktivitas dan kreatifitas warga Nagari Kasang, untuk mengolah lahan mereka menjadi produktif. 

Sementara itu, pimpinan PT. Agro Batang Kasang, Kelvin Riady menyebutkan serai wangi ini bisa tumbuh dalam cuaca apapun juga, dan yg diolah menjadi atsiri daun-daunnya yang bisa diambil dalam masa waktu panen enam bulan, dan untuk  panen seterusnya dibutuhkan waktu tiga bulan, dalam jangka waktu maksimal 10 tahun.

Menurut Kelvin Riady, untuk tahun 2020 telah bekerjasama dengan masyarakat Kasang dengan luas pertanian 40 Ha. Hal ini terus akan bertambah, karena di Nagari Kasang masih banyak lahan kosong yang akan ditanami serai wangi.

Kelvin Riady mengatakan, tanaman serai wangi kini sudah menjadi komoditas primadona bagi kalangan petani di daerah itu. Pasalnya, tanaman bernama latin Cymbopogon nardus L ini merupakan salah satu penghasil bahan baku minyak atsiri yang sangat baik. Selain itu, harga jual dari komoditi ini juga sangat menjanjikan. "Saat ini kita telah mengirimkan ke berbagai negara, seperti Timur Tengah dan Eropa. Mudah-mudahan ini akan terus berlanjut," ungkapnya.

Menurutnya, serai wangi merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai penghasil minyak atsiri. Tanaman ini mudah dibudidayakan dan tidak menuntut perlakuan khusus, sehingga bagi masyarakat yang berminat mengembangkannya terbuka peluang yang besar. "Pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan komoditas ini. Serai wangi, kalau dikembangkan tentu akan mendukung peningkatan perekonomian daerah sendiri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. 

(BIRO HUMAS SETDA SUMBAR)

Gubernur Sumbar Bangga PNP Miliki Guru Besar Pertama Politeknik di Sumatera
Senin, April 12, 2021

On Senin, April 12, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Asharullah secara khusus menghadiri sidang terbuka pengukuhan Guru Besar Politeknik Negeri Padang. Prof. Dr. Dra. Yuli Yetri, M.Si dalam bidang Ilmu Kimia Material, yang dilaksanakan di aula kampus Politelnik Negeri Padang, Senin, 12 April 2021.

Gubernur Sumbar berharap semakin banyak lahir para guru besar di Sumatera Barat (Sumbar), termasuk di Polititeknik. "Apalagi Prof. Dr. Dra. Yuli Yetri, M.Si merupakan Profesor pertama di Sumatera yang ada di Politeknik," ucap Mahyeldi.

Gubernur Mahyeldi mengatakan dengan pengukuhan guru besar di PNP ini dapat menjadi semangat bagi tenaga pengajar lainnya untuk senantiasa meningkatkan kualitas SDM.

"Tentunya akan lahir lagi profesor baru di PNP, bisa memberikan ilmunya kepada para mahasiwa agar mereka bisa mengikuti pendidikan sesuai tingkatnya dan bisa di terapkan di kehidupan mereka," ujar Mahyeldi.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan komitmennya untuk membantu menambah jumlah guru besar yang dirasa masih sangat kurang di Sumatera Barat. 

"Ke depan kami berharap Sumbar juga akan mulai tumbuh profesor-profesor yang baru, yang siap akan memberikan sumbangsi keilmuannya dalam membangun Sumbar," harapnya.

Menurut Mahyeldi, untuk menjadi seorang guru besar tidak mudah. Untuk itu ia pun mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Dra. Yuli Yetri, M.Si sebagai profesor pertama Politeknik di Sumatera.

"Selamat buat Ibu Prof. Dr. Dra. Yuli Yetri, M.Si. Sumatera Barat butuh orang-orang yang cerdas dan amanah, untuk membangun Sumbar," ujarnya.

(BIRO HUMAS SETDA SUMBAR)

Maksimalkan Pelayanan Terhadap Warga, Wako Hendri Septa Serahkan Dana Operasional RT/RW se-Kecamatan Lubeg
Sabtu, April 10, 2021

On Sabtu, April 10, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Datangnya Ramadhan 1442 H tinggal menghitung hari. Tahun ini insyaallah kita akan dapat menikmati kembali beribadah bersama di masjid dan musala, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dalam hal ini, RT dan RW berperan penting untuk menyampaikan hal tersebut kepada warganya.

Hal itu dikatakan Wali Kota Padang Hendri Septa, pada kesempatan menyerahkan dana operasional RT/RW kelurahan se-kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) untuk triwulan I tahun 2021, di Masjid Raya Muhammadiyah Tanjung Saba Pitameh Lubeg, Sabtu, 10 April 2021. 

"Saat ini Pemko Padang masih dihadapkan pada penanganan Covid-19. Meskipun sudah melandai, namun kita terus berupaya bagaimana agar warga kota Padang aman dari penularan Covid-19 di Ramadhan ini. Untuk itu diharapkan pihak kelurahan hingga tingkat RT/RW dapat bersinergi dan berperan aktif memutus mata rantai Covid-19," tutur Wako Hendri Septa.

Sementara itu, terkait dana operasional RT/RW yang diserahkan, kata Hendri adalah untuk mem-backup kegiatan RT/RW. 

"Untuk itu diharapkan kepada RT dan RW agar  memaksimalkan pelayanan kepada warganya, karena kegiatan RT/RW sudah termasuk program unggulan Pemerintah Kota Padang," jelas Hendri.

Selanjutnya, Camat Lubuk Begalung Wilman Muchtar melaporkan, dana operasional tersebut diterima oleh 511 RT dan 133 RW.

Wilman berharap dengan diserahkannya dana operasional RT/RW tersebut oleh Wali Kota Padang, RT/RW di wilayahnya dapat mendukung program dan kegiatan Pemko Padang, salah satunya kegiatan Pesantren Ramadhan.

"Tentunya juga harapan untuk RT/RW dapat mengimbau warganya menyemarakkan Ramadhan 1442 H, termasuk menjaga kenyamanan selama beribadah dengan tetap menerapkan prokes," tutupnya. 

(Zal/BT)

Menteri Pertanian Kunjungi Balitbu, Wagub Audy Sebut Sektor Pertanian Tulang Punggung Sumbar
Sabtu, April 10, 2021

On Sabtu, April 10, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) didampingi oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika, Balitbang Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Aripan Solok, Jumat, 9 April 2021. Kedatangan Menteri Pertanian SYL dalam rangka menghadiri agenda yang dirangkai dengan Ekspose Inovasi Buah Tropika dengan tema "Diseminasi Inovasi Teknologi Mendukung Diversifikasi Pangan dan Pengembangan Industri Buah Tropika Yang Maju, Mandiri dan Modern"

Menteri Pertanian mengatakan, Pertanian di Sumbar harus mampu menampilkan inovasi teknologi terbaiknya, inovasi teknologi ini yang akan membawa kita berubah yang mampu memberi nilai tambah kepada masyarakat. Seperti tanaman pisang, bagaimana bisa dikonsumsi berbentuk kripik, buah manggis, kulitnya bisa menjadi obat. "Saya ingin kekayaan komoditi pertanian yang menjadi kekuatan di Sumbar yang beda di provinsi lainnya," kata Menteri SYL

SYL meminta kepada Kepala Balitbu Tropika untuk bisa memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para petani, agar bisa memiliki inovasi yang tidak dimiliki oleh provinsi lain. Oleh karena itu SYL berharap ke depannya setiap UPT/KP mampu membangun satu paket bercocok tanam yang berstandar pertanian 4.0 sehingga bisa menjadi contoh bagi pembangunan pertanian di daerah masing-masing. "Apalagi Balitbang telah melakukan rekayasa-rekayasa perkawinan genetika yang ada sehingga mampu menghasilkan ragam buah pisang yang berkualitas," ucapnya.

Akan tetapi, tentu saja bukan hanya menghasilkan pisang, diharapkan juga mampu memberi anakan atau turunan sampai dengan keripik, sagu dari pisang dan berbagai rekayasa lainnya. "Jangan satu komoditi saja, kita masih banyak lagi seperti manggis, durian, jengkol dan petai serta lainnya yang harus kita kembangkan," ungkapnya.

SYL mengungkapkan, ke depan ia bersama Gubernur, Bupati dan Walikota se Sumbar akan fokus mengembangkan yang ada untuk berskala ekonomi. "Kalau berskala ekonomi, kita tidak boleh berhenti di budidaya," tegas SYL.

SYL berharap Gubernur Wagub dan bupati wali kota Sumbar mampu mengolah hasil pertanian itu sampai membangun pemasaran-pemasaran. Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy memgatakan, bahwa tulang punggung Sumbar adalah 27 persen ada pada sektor pertanian dalam artian luas. Ketika Covid-19 masuk ke Indonesia khususnya di Sumbar sektor pertanian tidak terpenggaruh, bahkan bisa meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. "Peningkatan ini dibuktikan, masyarakat kita tidak mengkonsumsi hasil pertanian impor. Jadi hasil pertanian lokal meningkat hingga 40 persen," ujar Audy Joinaldy.

Indonesia merupakan negara pertanian, hal ini berarti petani memegang peranan yang amat penting dari keseluruhan perekonomian nasional Indonesia. Hal ini, ditunjukan dari Petani dan pertanian merupakan basis besar perekonomian Indonesia. "Kita berharap hadirnya Menteri Pertanian bisa menjadi perhatian pemeritah termasuk dalam menunjang sektor pertanian di bidang riset dan teknologi yang sepadan. Sebaiknya, kalau tidak ada perhatian besar pemeritah, jangan harap sektor ini bisa berkembang," harapnya.

Di Sumatera Barat sektor pertanian mampu menjadi salah satu sektor yang mendorong perekonomian di masa pandemi Covid-19 yang bisa mengalahkan pada sektor industri. "Makanya kami bisa mengatakan sektor pertanian adalah tulang punggung Sumbar," tuturnya

Pertanian memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan dengan sektor industri. Dengan kata lain, pertumbuhan sektor pertanian akan lebih berpengaruh ketimbang industri. "Pertanian punya kekuatan lebih besar dari industri. Di sektor pertanian ada produk unggulan, pangan dan perkebunan, lalu perikanan yang menjanjikan," ujarnya.

(BIRO HUMAS SETDA SUMBAR)

Hari Kedua di Sumbar, Menteri PPN/Bappenas RI Tinjau Kondisi Pembangunan Limapuluh Kota
Jumat, April 09, 2021

On Jumat, April 09, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Kunjungan ke kabupaten Limapuluhkota ingin melihat sejauhmana kondisi pembangunan yang ada dan permasalahan keterisolasian beberapa daerah, infrastruktur, dan permasalahan lainnya, sehingga pelaksanaan pembangunan yang dilakukan  dapat menjawab pemasalahan yang ada.

Hal ini diungkapkan Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa disela-sela kunjungan kerjanya bersama Istri Nurhayati yang juga didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Ketua DPR RI Rezka Oktaberia di Kabupaten Limapuluhkota, Jumat, 9 April 2021.

Suharso melihat yang terjadi saat ini di seluruh daerah di republik Indonesia ini adalah sumber-sumber pembiayaan yang tidak digali secara indentifikasi luas yang kemudian dapat menggerakkan sehingga menjadi hasil terbaik. "Dari sumber yang potensial karena itu mungkin dalam waktu dekat kami akan lakukan itu,  mana tahu dalam waktu dekat terjadi ledakan APBD daerah ini dapat meningkat, ujarnya.

Sementara itu gubenur Sumbar Mahyeldi katakan  kabupaten Limapuluh kota ini memang memiliki potensi yang luar biasa dalam aktifitas meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor pertanian. "Apalagi kabupaten ini sangat berdampingan dan dekat potensi pasar di provinsi Riau. Ada 70 persen kebutuhan Riau itu disuplay dari luar, dan salah satu daerah penyanggah hasil pertanian di Limapuluhkota. Pemprov Sumbar bersama kabupaten Limapuluhkota akan mengajak Gubernur provinsi Riau saling berbagi," ujarnya.

Mahyeldi juga tambahkan, maka dari pada itu, perlu dibangun akses jalan demi kelancaran transportasi menuju Riau salah satunya adalah keberadaan jalan tol nantinya. "Dan saat ini ada potensi wisata baru bagi Limapuluhkota yakni monumen nasional (Monas PDRI) dan pembangunan jalan tol juga sangat menjadi prioritas pelaksanaan pembangunan di Sumbar. Ayo bersama-sama kita  menjaga dan sukseskan dengan penuh rasa bertanggung jawab untuk kelanjutan pembangunan," himbaunya.

Mahyeldi yakinkan bahwa saat ini pemprov Sumbar bersama-sama bupati/walikota, DPRD, dan seluruh jajaran Forkompinda baik di provinsi maupun dikabupaten/kota sudah berkomitmen untuk ini menyukseskan segala bentuk pembangunan nasional untuk kemajuan perkembangan Sumatera Barat, kedepan.

Bupati Limapuluhkota dalam kesempatan itu mengucapkan selamat datang dan menyampaikan terima kasih serta apresiasi atas kedatangan Menteri PPN/ Kepala Bappenas di kabupaten Lima Puluh Kota. "Ini benar-benar kebahagian bagi kami dan masyarakat Limapuluhkota dan berharap kunjungan ini dapat memberi dampak positif untuk masyarakat," ujar Safaruddin Datuak Bandaro Rajo.

Safaruddin juga katakan, potensi yang dimiliki kabupaten Limapuluhkota sangat wajar untuk dikembangkan karena kabupaten ini dihadiri oleh 20 sungai besar dan kecil. Karena itu sektor pertanian menjadi salah satu program unggulan dan akan membangun lahan tidur seluas lebih kurang 20 ribu hektar. "Masih banyak lahan altidur di Limapuluh kota saat ini butuh sentuhan bagaimana untuk kebutuhkan pakan ternak ayam baik ayam pedaging maupun ayam bertelur, agar ditanami jagung untuk kebutuhan tersebut," harapnya. 

Bupati sampaikan, untuk kebutuhan pakan kami mengharapkan nanti bekerjasama dengan Provinsi Sumbar, dan pemerintah pusat melalui Pak Menteri agar dibantu anggaran yang lebih besar untuk kemajuan pembangunan di kab. Limapuluhkota. Karena ketahui anggaran APBD kita cuma 1,4 Triliun dan PAD kita sangat kecil sekali karena tidak ada potensi alam sebagai daerah tambang. "Banyak objek wisata yang potensial di daerah ini, akan tetapi di objek wisata tersebut belum terkelola dengan baik oleh karena itu berkat kerjasamanya nanti Pemprov Sumbar dan pemerintah pusat. Dan  kita beringinan objek wisata tersebut kami kembangkan secara baik," ajaknya  Bupati. 

(Biro Humas Setda Prov Sumbar)

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2020 Turun hingga 1,19 Persen
Jumat, April 09, 2021

On Jumat, April 09, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Struktur PDRB Sumatera Barat menurut lapangan usaha pada tahun 2020 sebesar masih didominasi pada sektor pertanian sebesar 22,38 persen, namun kontribusi sektor pertanian dalam laju pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat relatif menurun dari tahun ke tahun dengan capaian pada tahun 2020 sebesar 1,19 persen.

Beberapa sektor PDRB yang cukup mengalami kontraksi yang dalam pada tahun 2020 antara lain sektor Transportasi dan Pergudangan sebesar minus 16,10 persen, Sektor penyediaan akomodasi sebesar minus 15,95 persen, sektor perdagangan sebesar minus 1,14 persen dan beberapa sektor lainnya akibat adanya pandemic covid 19. 4. Namun ditengah dominannya beberapa sektor yang mengalami kontraksi, terdapat beberapa sektor yang tumbuh secara positif antara lain adalah Sektor Informasi dan komunikasi sebesar 9,76 persen.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Keria Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 di Hotel Grand Inna, Jumat, 9 April 2021.

Gubernur Sumbar katakan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kali ini merupakan rangkaian yang tidak terputus dari pelaksanaan Musrenbang yang telah dilaksanakan di masing-masing Kabupaten/kota dari tingkat Nagari/Desa/Kelurahan, Tingkat Kecamatan, Tingkat Kabupaten/Kota dan akhirnya di tingkat Provinsi. Sehingga diharapkan masukan dari para stakeholder merupakan hasil dari pelaksanaan musrenbang yang telah dilakukan sebelumnya di tingkat Kabupaten/Kota. "Dalam memaksimalkan penjaringan usulan dan masukan beberapa tahapan pelaksanaan telah kita lakukan secara bersama antara lain yakni, penyampaian usulan langsung dari Bupati dan Wali Kota pada rapat koordinasi perencanaan pembangunan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dilaksanakan pada tanggal 8 sd 10 April 2021. Kemudian pelaksanaan konsultasi publik rancangan awal RKPD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 pada tanggal 18 Maret 2021. Pelaksanaan Pra Musrenbang yang telah dilaksanakan pada tanggal 2 sd 4 April 2021," ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi jelaskan, dalam rangka megkonkretkan usulan dari Pemerintah Kabupaten/kota berdasarkan usulan yang disampaikan secara langsung oleh Bupati/Wali Kota pada saat rakorgub yang diprioritaskan pada 3 sektor strategis daerah yakni Pertanian, Perdagangan/UMKM dan Pariwisata pelaksanaan musrebnbang yang dilaksanakan pada hari ini. "Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pencapaian pembangunan di Sumatera Barat pada tahun 2020, dapat disampaikan beberapa hal yakni, Pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat sepanjang tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 cederung menurun dan relatif hampir sama dengan capaian Nasional. Dan capaian pada tahun 2019 sebesar 5,05 persen dan akibat adanya pandemic covid 19, maka capaian pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat mengalami kontraksi hingga minus 1,5 persen," katanya.

Ia juga katakan, selain itu, struktur perekonomian di Sumatera Barat yang cenderung dominan pada sektor pertanian membuat capaian laju pertumbuhan ekonomi turun secara perlahan-lahan, sehingga perlu adanya upaya restrukturisasi ekonomi dengan secara perlahan-lahan mengalihkan dari semula bertumpu kepada Sumber Daya alam beralih ke sektor perdagangan dan juga jasa yang modern. Hal ini sejalan dengan yang diarahkan oleh Presiden pada beberapa kali kesempatan dan yang juga disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas bahwa tantangan Indonesia tidak saja pada Pemulihan Ekonomi Nasional pasca pandemi COVID-19, namun juga Indonesia perlu melakukan transformasi ekonomi, dengan secara perlahan-lahan lepas dari ketergantungan sumber daya alam yang selama ini telah menjadi penopang utama struktur perekonomian. 

Dan salah satunya dari sektor pertanian bertransformasi menjadi negara yang memiliki daya saing manufaktur tinggi, dan berorientasi pada pengembangan sektor jasa modern, karena sektor-sektor ini memiliki nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa Indonesia dan perubahan ini memiliki konsekuensi ekonomi jangka menengah dan panjang, dan sekali lagi ini harus dimulai dari sekarang. "Dengan mepertimbangkan hasil evaluasi terhadap capaian pembangunan makro pembangunan di Sumatera Barat serta dengan memperhatikan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022 dan arahan Presiden tersebut maka Tema RKPD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 yakni: Pemulihan Ekonomi Daerah melalui sektor strategis yakni Pertanian, Perdagangan/UMKM dan juga pariwisata," ungkapnya. 

Gubernur Sumbar juga ingatkan, perlu diperhatikan bahwa dengan fokusnya tahun 2022 pada pelaksanaan 3 sektor strategis ini bukan berarti sektor-sektor lainnya diabaikan seperti sektor Pendidikan, Kesehatan, peningkatan kualitas tenaga kerja dan sektor lainnya. Pengendalian dan penanganan pandemic Covid 19 tetap menjadi perhatian. Seluruh pihak karena pemulihan ekonomi juga bergantung bagaimana kemampuan kita untuk mencapai Herd Imunity dengan upaya percepatan vaksinasi pada kelompok sasaran masyarakat yang telah ditargetkan. "Dalam pelaksanaan tema RKPD tersebut maka terdapat beberapa langkah langkah strategi yang direncanakan untuk dilakukan dan menjadi prioritas dalam tahun anggaran 2022, antara lain, Pengendalian dan penanganan Pandemi Covid 19 yang difokuskan pada upaya, percepatan vaksinasi, optimalisasi Testing, Tracking dan treatment (3T), optimalisasi Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru," sebutnya.

Mahyeldi juga katakan, pada sektor pertanian yang difokuskan kepada upaya meningkatkan pendapatan petani antara lain melalui, industrialisasi Pertanian, meningkatkan Nilai Tambah Produk pertanian. "Pada sektor perdagangan UMKM yang difokuskan pada upaya, meningkatkan akses keuangan perbankan dan non perbankan bagi UMKM, Meningkatkan keahlian dan keterampilan bagi pelaku Industri Kecil/UMKM dan pengusahanya pemula dan Ekraf dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk pengembangan bisnis dan perdagangan digital. Pada sektor pariwisata, yang difokuskan pada upaya pengembangan destinasi wisata, pengembangan pemasaran, pengembangan industri dan pengembangan kelembagaan," pungkasnya. 

(Biro Humas Setdaprov Sumbar)

Pemko Padang Bakal Bangun Stadion Sepakbola Bertaraf Internasional
Jumat, April 09, 2021

On Jumat, April 09, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Kota Padang berencana akan membangun satu buah stadion bertaraf internasional. 

Pasalnya pasca GOR Haji Agus Salim diambil alih pengelolaannya oleh Pemprov Sumbar, kini Pemko Padang tidak lagi memiliki stadion sepakbola yang representatif untuk menunjang kemajuan olahraga sepakbola di Kota Padang. 

Hal itu mengemukan saat pertemuan Wali Kota Padang Hendri Septa dengan putra Sumatera Barat yang merupakan salah seorang petinggi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora), yaitu Maifrizon yang menjabat Asisten Deputi Olahraga Rekreasi pada Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, di Jakarta Kamis, 8 April 2021. 

Dalam pertemuan tersebut Asisten Deputi Maifrizon menjelaskan, bahwa kewenangan untuk membangun stadion sepak bolah saat ini berada pada Kementrian PUPR sedangkan Kemenpora hanya bisa memberikan rekomendasi.

"Untuk membangun stadion sepakbola bertaraf internasional dibutuhkan tanah minimal seluas 3 hektar. Tanah tersebut harus milik pemerintah yang dibuktikan dengan adanya sertifikat dan memiliki Inpres. Jika Pemko Padang ingin membangun stadion tersebut agar memperhatikan syarat-syarat tersebut," ujarnya. 

Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa sebagaimana arahan asisten deputi tersebut  mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Padang akan mengupayakan tanah milik Pemerintah Kota Padang seluas 3 hektar untuk pembangunan Stadion Sepakbola bertaraf internasional tersebut.

"Untuk itu mohon bantuan Kemenpora RI agar bisa memfasilitasi untuk membangun stadion sepakbola di Kota Padang. Sehingga nantinya Kota Padang memiliki stadion yang refresentatif dan menjadi kebanggaan bagi Kota Padang ke depannya. 

Turut mendampingi Wali Kota dalam kunjungan ke dua kementerian tersebut, Kadis Koperasi dan UKM Syuhandra, Kadispora Mursalim, dan Kabid Pemuda dan Olahraga Yuherdi serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis. 

(*)

Menteri PPN/Bappenas RI: Pembangunan m Fly Over Sitinjau Lauik Masuk Proyek Raksasa Nasional
Kamis, April 08, 2021

On Kamis, April 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pembuatan jalan alternatif Padang-Solok di kawasan Sitinjau Lauik adalah salah satu major project atau proyek raksasa nasional. Rencana pembuatan jalan pembangunannya juga telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Jadi ada beberapa proyek nasional besar di beberapa daerah, itu yang ingin dipastikan oleh Bappenas, apakah dilangsungkan dan dikerjakan sesuai dengan perencanaan kita.

Hal ini dikatakan Menteri PPN/Bappenas Republik Indonesia Suharso Monoarfa yang di dampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy dan bmdisela-sela kunjungannya ke Sumbar, Kamis, 8 April 2021.

Kedatangan Suharso dalam rangka kunjungan kerjanya melihat kesiapan seluruh sektor daerah Provinsi Sumbar, diantaranya rencana pembangunan jembatan layang fly over Panorama I di sitinjau lauik, dan kelanjutan pembangunan Stadion Sumatera Barat Sikabu Padang Pariaman serta beberapa lainnya. Saat tiba di Bandara Menteri Bappenas dikalungkan syal oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi suatu tanda  penghargaan ucapan selamat datang di ranah minang - Sumbar. Dari BIM Menteri PPN/ Bappenas  Suharso Monoarfa langsung meninjau Panorama Sitinjau Lauik didampingi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Staf Ahli Bappenas, Kepala Dinas PUPR Sumbar, Kepala BPJN Sumbar, dan beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemprov Sumbar beserta rombongan lainya.

Menteri PPN/ Bappenas  Suharso Monoarfa melihat langsung kawasan jalan lintas Padang - Solok itu untuk mengecek ke lapangan terkait perencanaan pembangunan jembatan layang atau fly over sepanjang 2,60 Km. "Kita berharap semua major project itu bisa diselesaikan pada tahun 2024, termasuk proyek nasional yang ada di Sumbar. Total ada sebanyak 35 major project yang tersebar di seluruh Indonesia. Karena fly over Sitinjau Lauik menjadi prioritas, sebab yang pertama sekali adalah untuk mengatasi kecelakaan. Keselamatam berkendara adalah hal yang penting diterapkan", ujarnya.

Menteri PPN / Bappenas juga katakan, manajemen keselamatan transportasi itu, diatur oleh Bappenas,  kalau jalannya oleh Kementerian PUPR, kemudian kalau kendaraannya oleh Kemenhub, dan penegakan hukumnya oleh kepolisian. 

"Salah satu manajemen keselamatan transportasi adalah pembangunan fly over seperti ini, sehingga kawasan Sitinjau Lauik sangat layak dibangun fly over. Dan perencanaan fly over sudah direncanakan sejak tahun 2012, sudah ada FS nya, jadi kita mau review, saya minta reviewnya dipercepat, bisa di grounbreaking segera dan tahun 2024 selesai," harapnya.

Sementara Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah juga mengatakan, kita patut bersyukur dan berbangga akan kunjungan para Menteri Kabinet Indonesia Maju ke Sumbar amatlah membahagiakan kita guna meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. 

"Kemaren bersama Wapres RI ada Menteri Perdangan, Wakil Menteri PUPR, Wakil Menteri Kesehatan dan hari ini Menteri PPN/Bappenas yang telah memberikan motivasi dalam mengairahkan kemajuan pembangunan di Sumbar. Pemerintah provinsi bersama komponen pembangunan daerah dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk mengawal menyukseskan semua program nasional di Sumbar," harapnya. 


(Biro Humas Setda Prov Sumbar)

Gubernur Mahyeldi Ajak Pengurus Baru Dekranasda Berkarya Majukan Produk Kerajinan
Kamis, April 08, 2021

On Kamis, April 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Sumatera Barat memiliki potensi keanekaragaman produk kerajinan yang bernilai seni dan budaya tinggi. Produk kerajinan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan dan ditingkatkan menjadi komoditas perdagangan daerah yang unggul.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat membuka acara Musyawarah Daerah Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sumbar Tahun 2021 di Auditorium Gubernuran, Rabu, 7 April 2021.

Selain itu, ia juga mengatakan, produk kerajinannya dapat menjadi mata pencarian sambilan bagi para pengrajin. Berbagai produk 8 yang menjadi Unggulan Provinsi Sumatera Barat seperti produk Tenun, Songket, Bordir serta Sulaman. "Sebagai contoh untuk Sulam dan bordir Sumatera Barat , merupakan salah satu adikriya anak bangsa yang sarat nilai filosofis dan estetis. Karya sulam sudah lama menjadi bagian dari kehidupan rakyat Indonesia dan dunia, termasuk masyarakat Minangkabau," kata Mahyeldi.

Mahyeldi tegaskan Sumatera Barat ditetapkan sebagai Sentra Sulam dan Bordir Indonesia. Dari Sumatera Barat lahir beberapa produk kriya Sulam seperti Kapalo Samek, Suji Caia, Sulam Bayang, Sulam Benang Mas, serta Bordir Kerancang. Hasil kriya ini bahkan telah memecahkan rekor Nasional MURI bahkan dunia untuk kategori Sulam Terpanjang dengan panjang 20 meter. "Hal ini membuktikan, bahwa Hasil kriya Sumatera Barat diakui oleh berbagai pihak, baik untuk desain, seni pembuatan, maupun kualitas itu sendiri. Produk-produk kriya tersebut harus dikembangkan dan dilestarikan," ujarnya.

Selanjutnya Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Ketua Dekranasda Prov.Sumatera Barat dan kepengurusannya Periode lama yang telah mengangkat dan mengharumkan nama Industri Kerajinan Sumbar, sekaligus telah membantu tugas Pemerintah Daerah dalam membina, mengembangkan serta melestarikan nilai budaya dan Industri Kerajinan Sumatera Barat. "Untuk itu, kami berharap kepada ketua dan Pengurus Dekranasda Prov.Sumatera Barat, termasuk Dekranasda Kab/Kota kiranya terus berupaya bekerja, lebih keras lagi dalam mengembangkan Industri Kerajinan Sumatera Barat sehingga keberadaannya dikenal lebih luas lagi baik Nasional maupun Internasional," harap Mahyeldi.

Selamat dan sukses atas Pengukuhan dan pelaksanaan Musyawarah Daerah Dewan Kerajinan Nasional Daerah Prov.Sumatera Barat ini. Semoga apa yang kita raih pada hari ini menjadi kekuatan dan penuh berkah dalam mengemban tugas mulia ini. "Teruslah berkarya untuk Sumatera Barat dan Indonesia tercinta," ujar gubernur pada akhir sambutanya.

Sementara itu Ketua Pengurus Dekranasda Prov.Sumbar Ibu Hj. Harneli Mahyeldi mengatakan Dekranasda dapat mengambil peran dalam mengkoordinir kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran Dekranas. "Adanya musda Dekranasda dalam program kerja daerah tahun 2021 ini dapat menjadi terintegrasi dan terarah dimasa yang akan datang. "Dan mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya para pengrajin di Sumatera Barat,"  tutur Harneli.

Harneli Bahar kemudian kepada pengurus dekranasda yang baru dikukuhkan kami ucapkan selamat semoga Allah SWT setiap daya dan upaya yang telah kita persiapkan untuk Sumatera barat mendapatkan pahala yang setimpal. Kita menginginkan disetiap produk-produk unggulan di Sumbar jangan sampai produk-produk itu menjadi punah, pada umumnya para pengrajin-pengrajin yang sudah lanjut usia. "Disinilah kita mengharapkan Dekranasda kedepan adanya penerus generasi agar diberikan pelatihan-pelatiahan kepada generasi muda untuk membantu pemasaran dan mempromosikan produk UMKM di masing-masing kab/kota di Sumbar," pinta Harneli. 

(Biro Humas Setda Prov Sumbar)

Gubernur Sumbar Lantik Walikota Padang dan Pj Bupati Solok
Rabu, April 07, 2021

On Rabu, April 07, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah resmi melantik Hendri Septa sebagai Walikota Padang dan bersamaan Pelantikan Penjabat (Pj) Bupati Solok Heri Nofiardi di Auditorium Gubernuran Sumbar, Rabu (7/4/2021). 

Pelantikan tersebut juga berlangsung istimewa, karena dihadiri langsung oleh para pejabat negara, seperti Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Anggota DPD RI, Leonardy Harmaini,   Anggota DPR RI, Asli Khaidir, Edi Suparno, Asman Abnur, Athari Gauthi Ardi dan Guspardi Gaus.

Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), pengambilan Sumpah Jabatan, penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pakta Integritas.

Dalam sambutannya Gubernur Sumbar menyampaikan, bahwa pelantikan ini sudah sesuai dengan peraturan dan perundang yang berlaku, yaitu dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015. Apabila Kepala Daerah berhalangan tetap seperti meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan yang berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka dilakukan pengisian jabatan kepala daerah 

Dalam hal ini pengisian jabatan Walikota Padang digantikan oleh Wakil Walikota Padang dan termasuk dengan Pj Bupati Solok yang sekarang masih menunggu Bupati Definitif dilantik. "Mereka dilantik dan disumpah, Hendri Septa sebagai Walikota Padang sisa jabatan 2019-2024 dan sementara untuk Heri Nofiardi sebagai Pj Bupati Solok sampai nantinya dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Solok definitif," kata Mahyeldi dalam sambutannya Rabu (7/4).

Tidak hanya itu, Mahyeldi juga berpesan agar Walikota Padang dan Pj Bupati Solok segera melakukan sinkronisasi program kerja dengan rencana besar Pemerintah Provinsi Sumbar, terkait dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan juga bisa berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Sumbar. "Saya berharap, saudara bisa memastikan kewenangan dan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang saudara pimpin bisa berjalan dengan baik dengan meningkatkan kualitas hidup Masyarakat kini juga menjadi bukti bahwa arah pembangunan telah berada pada jalur yang tepat," ucapnya.

Selanjutnya pesan kedua, gubernur Sumbar menyampaikan, menjaga hubungan baik dan selalu berkomunikasi dengan DPRD, sebab pemerintah daerah tidak bisa berjalan tanpa DPRD.

Kepala daerah dan DPRD merupakan mitra sejajar yang mempunyai fungsi yang berbeda, untuk itu hubungan kedua sebagai mitra harus terjaga secara baik harus selalu ada sinergi, kerjasama dan berkolaborasi dengan baik. "Ini penting jangan sampai kepala daerah dengan DPRD tidak terbangun dengan harmonis, harus ada saling menghargai. Dalam perbedaan pendapat itu hal biasa, semuanya kritik untuk membangun Sumatera Barat," tukasnya.

Tidak mungkin kepala daerah dapat menyelenggarakan pemerintahan daerah sendiri tanpa ada kerjasama dengan DPRD. "Saya minta berkolaborasi dengan DPRD, semangat bersinergi dan komunikasikan dengan baik untuk kemajuan Sumatera Barat," pinta Gubernur Sumbar.

(BIRO HUMAS SETDA SUMBAR)

Wapres RI Ingatkan Penting Vaksinasi dan Pengelolaan Pasar Rakyat yang Sehat, Bersih dan Berdaya Saing
Selasa, April 06, 2021

On Selasa, April 06, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Presiden Republik Indonesia Prof.Dr. K.H Ma'ruf Amin melakukan peresmian Pasar Rakyat Kota Pariaman dan Labor Olahraga Universitas Negeri Padang di Kota Pariaman, Selasa, 5 April 2021. "Kita mengetahui aktifitas dan produktifitas kegiatan di Pasar yang sangatlah tinggi patut setiap orang apakah itu pedagang, pengusaha UMKM  diwajibkan melakukan suntik vaksinasi dalam menjaga kesehatan masyarakat. Semua itu kewajiban setiap orang untuk menjaga pasar yang sehat, bersih dan tertata kelola dengan baik," ungkap Wapres.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, Kepala BNPB, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri PUPR, Anggota DPR RI, Gubernur dan Wakil Gunernur Sumbar, Walikota dan Ketua DPRD Kota Pariaman, Camat, Wali Nagari, Niniak Mamak.

Wapres Ma'ruf Amin juga sampaikan, Pasar Rakyat Pariaman memiliki sejarah historis yang panjang dan dilakukan revitalisasi pasar untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat sekaligus memajukan Usaha M├Čkro Kecil Menengah (UMKM). "Program revitalisasi pasar rakyat merupakan program lintas kementerian, perdagangan, PUPR dan koperasi dan UMKM. Program revitalisasi ini merupakan program nasional untuk meningkatkan daya saing dan tata kelola manajement yang baik dengan mengakomodir kearifan lokal," ujarnya. 

Ma'ruf Amin juga menyampaikan, revitalisasi tidak saja berupa pembangunan fisik akan tetapi juga revitalisasi manajement, sosial dan budaya dan ekonomi. "Diharapan pemerintah daerah dan pihak  pengelola haruslah melakukan revitalisasi manajement dalam tata niaga sebagai pelayanan kepada publik. Revitalisasi ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Dan revitalisasi ini menciptakan ramah lingkungan, produktif dan mengikuti dinamika pembangunan daerah," ajaknya. 

Diakhir sambutan Wapres RI mengingatkan para menteri terkait untuk dapat dapat membantu merealisasikan permintaan Gubernur Sumbar dan Walikota Pariaman sebagaiman arah pembangun Nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. "Ini bagian dari catatan dalam pelaksanaan pembangunan nasional, cepat atau lambatnya tidak lepas juga dari keyakinan kita kepada Allah. Dan aktifitas ekonomi masyarakat nantinya dapat berjalan baik dalam upaya pemulihan ekonomi nasional saat ini," ingatnya.

Menteri Perdagangan RI  Muhammad Lutfi juga menyampaikan, pembangunan pasar Pariaman ini dimulai dari pembicaraan yang intens sejak tahun 2018 dimana Pasar Pariaman dalam kondisi rusak berat akibat gempa  bumi 2009 7,9 SR dan gempa bumi tahun 2018 8,3 SR. "Sesuai dengan hasil kebijakan dalam rapat kabinet Kemendag lebih fokus pada tata perniagaan, oleh karena itu kami teruskan komunikasi ini kepada PUPR hingga telah berdiri mengah untuk diresmikan hari ini," ujarnya.

Lutfi juga menyampaikan, agar pemerintah Kota Pariaman segera melakukan pengerahan hibah bahagian dari pengelolaan administrasi yang penting. Dan untuk merelokasi pedagang yang ditetapkan guna memanfaatkan gedung pasar yang megah ini. "Agar pasar ini terawat dan tertata bersih, sehat, aman dan nyaman, Walikota Pariaman mesti segera menetapkan dan menujuk pengelola pasar bisa berupa perusahaan daerah (Perusda) dengan sistem bulding manajement yang andal," harapnya.

Lutfi juga mengatakan pasar Pariaman juga merupakan aktofitas pasar yang memiliki nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang dapat menjadi icon pengembangan wisata di Kota Pariaman.

Sementara Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi juga menyampaikan, apresiasi rasa senang dan bangga atas kunjungan Wapres RI dan peresmian pasar rakyat Pariaman ini di Ranah Minang. "Keberadaan Pasar rakyat ini sebenarnya terus berkembang, sehingga semakin banyak  masyarakat yang menggantungkan  dan berharap kehidupannya semakin membaik dari keberadaannya. Namun demikian, dari jumlah pasar rakyat sebanyak 516 unit di Sumatera Barat, yang tersebar pada 19 Kabupaten/Kota dan sebahagian besar (393 unit atau 76,16 persen) diantaranya dalam kondisi rusak, baik rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat", ujarnya.

Mahyeldi juga katakan, tahun 2020, akibat Pandemi Virus Covid-19 hampir semua sektor berimbas pada anjloknya ekonomi, tak terkecuali di Sumatera Barat. Kita berharap pandemi ini segera berakhir dan perekonomian Indonesia dan Sumatera Barat khususnya bisa bangkit kembali. Disamping kondisinya yang belum memadai, ketersediaan prasarana sebahagian pasar belum sebanding dengan jumlah pedagang yang akan ditampung, sehingga pada saat tertentu ketika pada hari pasar, terjadi over capacity dari prasarana yang tersedia. "Kondisi ini mendorong pedagang untuk memanfaatkan fasilitas apa saja di sekitar pasar, sehingga menimbulkan permasalahan baru berupa kemacetan, yang tentunya akan merugikan pengguna jalan, karena memicu timbulnya ekonomi biaya tinggi, yang selanjutnya akan menurunkan daya saing daerah dan kontra produktif dengan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Di sisi lain, sirkulasi udara, orang dan barangpun belum tersistem dengan baik, disamping juga kotor, sumpek dan menghasilkan bau kurang sedap, sehingga memberikan ketidaknyamanan kepada konsumen," ungkapnya.

Mayeldi sampaikan permohonan perhatian Wapres RI terhadap revitalisasi pembangunan 5 pasar yang mendesak dibenahi. "Pertama, Pasar Serikat C Batusangkar, Pada rapat kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2019 di Inonesia Convention Exibilition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD) Tanggerang Selatan pada tanggal 12 Maret 2019, Bupati Tanah Datar mengusulkan pengembangan Pasar Serikat C Batusangkar dengan anggaran senilai Rp. 50.000.000.000,- (Lima puluh milyar rupiah dan telah disetujui oleh Bapak Presiden Joko Widodo. Untuk itu, kami mohon kiranya kepada Bapak Wakil Presiden untuk membantu merealisasikan dana tersebut untuk pengembangan Pasar Serikat C Batusangkar yang sudah tua.

Kedua, Pasar Raya Fase VII Padang merupakan pusat perdagangan utama Kota Padang. Pemerintah Kota Padang sudah mengajukan proposal untuk pembangunan Pasar Raya Fase VII ke PUPR sebesar Rp. 200.000.000.000,-(Dua ratus milyar rupiah). Untuk pembangunan tersebut kami juga memohon kepada Bapak Wakil Presiden untuk bisa merealisasikan pembangunan Pasar Fase VII tersebut yang kondisinya cukup memprihatinkan. Ketiga,  Pasar Koto Baru Kec. X Koto,  Kabupaten Tanah Datar. Pasar ini merupakan pusat perdagangan sayuran yang terletak di Jalan Padang- Bukittinggi yang merupakan jalur lalu lintas yang sangat padat dan sering mengalami kemacetan. Untuk mengatasi kemacetan tersebut,  Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dana BKK APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2018 telah membantu revitalisasi Pasar Koto Baru sebesar Rp. 13.660.000.000,- (Tiga belas milyar enam ratus enam puluh juta rupiah).  Untuk kelanjutan Pasar Koto Baru kami mohon kepada Bapak Wakil Presiden untuk dapat membantu kelanjutan Pasar Koto Baru Tahap II sebesar Rp. 16.140.000.000,- (Enam belas milyar seratus empat puluh juta rupiah).

Keempat, Pasar Bawah Bukittinggi.
Pasar Bawah di Bukittinggi yang merupakan Pasar Rakyat yang sudah lama berdiri juga membutuhkan perhatian dari Presiden untuk Revitalisasi Pasar, mengingat kondisi sarana Pasar Bawah yang sudah tidak layak dan tua untuk ditempati Pedagang dan Pembeli. Kelima,  Pembangunan pasar basah di sekitar pasar rakyat Kota Pariaman masyarakat nelayan dan juga bagian dari meningkatkan aktifitas pasar rakyat Kota Pariaman.   

(Biro Humas Setdaprov Sumbar)