PILIHAN REDAKSI

Guntur Romli Sebut Alquran Tidak Melarang Nikah Beda Agama, Ketua KNPI: Tidak Paham Agama, Sepertinya Perlu Dirukiyah

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama tidak sependapat dengan pernyataan politikus PS...

Advertorial

Wagub Audy Sambut Gerakan 1000 Startup Digital dengan Ekosistem Lokal di Sumbar
Minggu, Juni 19, 2022

On Minggu, Juni 19, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Dalam rangka pemetaan isu dan potensi daerah dalam pengembangan usaha rintisan berbasis teknologi digital, gerakan 1000 startup digital yang didukung Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementrian Kominfo, mengundang Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy bersama mengundang puluhan entrepreneur muda Sumatera Barat pada focus group discussion di Auditorium Gubernuran, Padang, Sabtu (18/6/22).

Direktur Pemberdayaan Informatika Kementrian Kominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan pihaknya mengharapkan semakin banyak startup yang mampu mendunia dari Sumatera Barat. Apa yang dihasilkan dari kekayaan dan budaya alam Sumbar, maupun solusi-solusi sosial menurutnya bisa dibangun bersama menjadi sebuah model usaha melalui kolaborasi dengan gerakan 1000 startup digital. 

Bonifasius menilai, di Sumbar selain membangun startup, diperlukan juga pengenalan dengan para venture capital yang akan melakukan investasi pada usaha startup. Oleh karena itu, melalui gerakan 1000 startup digital pihaknya melakukan pemetaan potensi startup lokal untuk dikembangkan lagi. "Kementrian Kominfo akan menjadi fasilitator, menyiapkan sistem, tools dan mekanisme yang dapat membantu pengembangan bisnis startup. Ada juga program khusus, seperti coaching untuk menyesuaikan bisnis dengan pasar," katanya.

Wakil Gubernur, Audy Joinaldy menyambut baik kolaborasi yang dihadirkan gerakan 1000 startup digital tersebut. Menurut Wagub, gerakan ini dapat membantu potensi entrepreneurship pemuda-pemudi Sumbar untuk melakukan meningkatkan skala usaha yang digeluti. "Pemuda-pemudi Sumbar punya potensi luar biasa, kolaborasi bersama 1000 startup digital dengan ekosistem lokal bisa membantu kita di Sumbar untuk scale up," kata Wagub.

Ia juga menyinggung program Entrepreneur Success Challenge (ESC) yang digagas bersama Minang Entrepreneur Connect (MEC Sumbar). ESC yang sudah memasuki batch ke-3, menurut Wagub sukses menelurkan pengusaha-pengusaha muda kreatif yang juga mampu membantu sesama entrepreneur muda lainnya yang tengah merintis usaha.

Selain itu, Wagub berpesan agar para perintis startup digital maupun UMKM segera mendaftarkan usahanya ke Dinas Koperasi dan UMKM, serta mendaftarkan kepemilikan hak kekayaan intelektual produk ataupun merk yang dimiliki ke Kemenkumham, agar dapat terlindungi secara hukum. "Jangan lupa di HAKI-kan, supaya produknya secara terlindungi, tidak sulit dan relatif murah, bisa pakai online juga," pesannya. (MC Prov Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Gubernur Sumbar Tantang Lulusan SMK PP Padang Mangateh Ciptakan Lapangan Kerja
Minggu, Juni 19, 2022

On Minggu, Juni 19, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Masih rendahnya produksi peternakan di Sumatera Barat sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang masih terbuka luas, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Peternakan (SMK PP) Negeri Padang Mangateh, Kabupaten Limapuluh Kota, diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi, saat memberikan sambutan acara Penyerahan Lulusan Angkatan 40 ke Orangtua serta Penyerahan Sertifikat Kompetensi di SMK PP Negeri Padang Mangateh, Sabtu (18/6/2022).

Bukan tanpa alasan, tantangan gubernur yang disampaikan kepada 200 siswa lulusan SMK PP Negeri tersebut mengingat para lulusan bukan hanya sekedar lulus sekolah namun lebih dari itu, para lulusan juga telah bersertifikat kompetensi level III yang diakui di kawasan Asia Pasific. "Atas nama Pemprov Sumbar, saya mengucapkan selamat pada siswa yang telah menamatkan pendidikan. Bahkan telah bersertifikasi yang berstandar Asia Pasific. Ini suatu hal yang luar biasa, jangan main-main dengan lulusan SMK PP Negeri Padang Mangateh. Tentu kita harapkan para alumni bisa berkiprah tidak hanya di Indonesia tapi juga di Asia Pasific," ujar gubernur.

Oleh sebab itu, gubernur meminta agar ke depan di SMK PP Negeri Padang Mangateh harus memiliki program khusus penguatan kemampuan bahasa asing para siswa. Minimal dua bahasa, yakni bahasa inggris dan satu pilihan bahasa asing lainnya seperti bahasa jepang atau korea. Jika perlu mendatangkan native speaker dari negara bersangkutan agar lebih cepat pembelajarannya.

Keberadaan lulusan SMK PP Negeri Padang Mangateh, tambah gubernur juga menjadi potensi besar untuk mendukung program Pemprov Sumbar dalam upaya menciptakan 100.000 entrepreneur. "Tamatan SMK PP harus jadi pengusaha dan membuka lapangan kerja. Apalagi kebutuhan ternak sangat tinggi. Sumbar hanya mampu memenuhi 60 persen. Apalagi Sumbar juga mensuplai beberapa provinsi tetangga. Jadi ini peluang pasar yang sangat terbuka. Apalagi alumni yang telah banyak menjadi pengusaha sukses," tambah gubernur.

Sebelumnya, Kepala SMK PP Negeri Padang Mangateh, Syarbaini, dalam laporannya menyampaikan, 200 lulusan tahun 2022 berasal dari tiga jurusan, yakni Agribisnis Ternak Ruminansia, Agribisnis Ternak Unggas, dan Kesehatan Hewan. Para lulusan juga telah melaksanakan uji kompetensi yang diadakan oleh lembaga sertifikasi profesi level 3, untuk profesi petugas inseminator, profesi operator ayam petelur, profesi petugas unggas pedaging, dan petugas profesi penggemukan sapi. "Sertifikatnya berlaku Asia Pasific dan sertifikatnya dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sementara itu, Ketua Alumni SMK PP Negeri Padang Mangateh, yang tergabung dalam wadah Ikatan Keluarga Lereng Gunung Sago (Ikalegusa), M. Nurzain, menjawab keinginan gubernur untuk membimbing para alumni, serta mendorong alumni untuk menjadi wirausaha pertanian dan peternakan.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) antara SMK PP Negeri Padang Mangateh, dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Limapuluh Kota, dan BPTU HPT Padang Mangateh. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Peternakan Sumbar, drh. Erinaldi, Kacabdin Wilayah 4, dan Kepala SLTA se Kabupaten Limapuluh Kota.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Resmikan Masjid Terapung Al-Haramain, Buya Mahyeldi: Mari Lanjutkan Tradisi Keulamaan Dari Rao
Sabtu, Juni 18, 2022

On Sabtu, Juni 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Keberhasilan suatu daerah tidak hanya dilihat dari banyaknya pembangunan infrastruktur yang dibangun, akan tetapi seberapa besar lahirnya SDM berkualitas yang dilahirkan di daerah. 

Ditandai dengan lahirnya ulama-ulama besar dan pejuang tokoh nasional dari Sumatera Barat, seperti Tuanku Rao dan Tuanku Imam Bonjol, yang pada sejarahnya sangat berpengaruh bagi perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. 

Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, saat memberikan sambutan peresmian Masjid Terapung Al-Haramain, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Pada Jumat (17/6/2022). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh gubernur. "Rao ini mempunyai tradisi keislaman yang baik, ditandai dengan gudangnya orang-orang penghafal qur'an. Disini juga banyak melahirkan tuanku-tuanku yang berpengaruh pada perjuangan NKRI, seperti Tuanku Rao dan Tuanku Imam Bonjol," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan Kecamatan Rao berpotensi untuk menghadirkan penghafal-penghafal Al-Qur’an yang berkualitas. Ditambah saat ini sudah ada Islamic Center Rao (ICR) yang digadangkan akan menjadi sebuah universitas. "Diharapkan adanya ICR ini sebagai wadah yang digadangkan sebagai pusat pembinaan dan kegiatan Islam ini dapat melahirkan serta menyiapkan generasi penerus yang berkualitas dunia akhirat kelak," ujarnya. 

Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS, menyampaikan ICR ini sesuai dengan Visi dan Misi Kabupaten Pasaman yaitu Pasaman Berimtaq  yaitu mendirikan rumah tahfidz di setiap kecamatan. "Kabupaten pasaman saat ini mengupayakan honor guru ngaji yang berasal dari APBD  sebesar 2,5 juta per masing-masing Rumah Tahfidz di setiap kecamatan," paparnya.

Disamping itu pendiri pondok tahfidz ICR, Yulima indra Ahmad,  mengisahkan, latar belakang Pondok ICR ini dibangun  berdasarkan perbincangan dalam sebuah Grup WhatsApp (WA)“Koturunen Rao”, yang mayoritas anggotanya perantau di dalam dan luar negeri. “Awalnya, kita dari keluarga besar pendiri telah menyediakan tanah wakaf. Dengan adanya tanah wakaf dari keluarga, kemudian kita menyampaikan ke teman-teman dan saudara di group WA Koturunen Rao bahwa kita akan membangun sebuah Pondok Tahfidz Al-Qur’an. Alhamdulillah, usulan kita pun direspon positif,” kisahnya. 

Diketahui, peletakan batu pertama pembangunan Pondok Tahfidz Darul Qur’an Islamic Centre Rao (ICR) dilakukan oleh Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis pada 15 Agustus 2017 lalu. Sementara peresmian pemakaian gedung dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno tanggal 23 Februari 2019. (Via/MMC) 

#Diskominfotik Sumbar.

Kunker ke Sumbar, Panja Komisi II DPR RI Bahas RUU Tentang Provinsi Sumbar, Riau dan Jambi
Jumat, Juni 17, 2022

On Jumat, Juni 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi menyambut baik adanya pembahasan Rancangan Undang-undang yang secara khusus mengatur mengenai Provinsi Sumbar. Diharapkan Undang-Undang tersebut akan menjadi dasar hukum pembangunan di Provinsi Sumbar dengan mempehatikan potensi budaya-budaya dan niai-nilai yang sudah hidup di masyarakat Sumbar. Demikian disampaikan Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya pada acara Kunjungan Kerja Panja Komisi II DPR RI Pembahasan Rancangan Undang-undang tentang Provinsi Sumbar, Riau dan Jambi, di Auditorium Gubernuran, Kamis (16/06/2022).

Gubernur Mahyeldi memaparkan bahwa pada tahun 1958 ditandainya adanya Undang-Undang (UU) No. 21 Tahun 1958 tentang penetapan Undang-Undang darurat  dan No.19 Tahun 1957 tentang pembentukan Daerah Swatrantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau sebagai Undang-Undang yang menjadi dasar pembentukan Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi dan Provinsi Riau sebagai sebuah Daerah Otonom. Disisi lain pengaturan pemerintah sumbar yang sesuai dengan Undang-Undang sebenarnya masih bersifat administratif, hal ini dikarenakan Undang-Undang tersebut masih menggunakan Undang-Undang sementara dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1957 tentang pokok-pokok pemerintah daerah sebagai acuan yang pada dasarnya belum mengenal konsep otonomi daerah apa lagi otonomi luas yang baru dimulai sejak pemberlakuan Undang-Undang No. 22 Tahun 1949 tentang Pemerintah Daerah.

"Rangkaian rencana pergantian Undang-Undang tentang pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Sumbar, Jambi dan Riau ini, tentu diperlukan dukungan penuh karena dikaitkan dengan pengaturan tentang Provinsi Sumbar yang sudah tidak relevan lagi, selain tidak sesuai dengan politik hukum otonomi daerah pasca Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 serta Undang-Undang terbaru yang mengatur mengenai otonomi daerah yang berkitan dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya. Selain itu juga pengaruh perubahan dinamika sosial yang menuntut Provinsi Sumbar, Jambi dan Riau untuk bergerak lebih cepat untuk pembangunan daerah serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga dan merawat nilai-nilai dari masing-masing daerah," urai Mahyeldi.

Masih menurut Mahyeldi, peraturan pembentukan sebuah daerah juga harus jelas batas wilayahnya. Masing-masing juga harus tahu dengan data dan titik koordinat yang jelas. Seperti diketahui wilayah Sumbar berbatas langsung dengan Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Utara dan telah ditegaskan melalui peraturan menteri dalam negeri Indonesia, diharapkan agar dalam merancang Rancangan Undang-undang ini juga diakomodir batas-batas wilayah Provinsi Sumbar dengan provinsi tetangga, berdasarkan garis batas yang telah ditegaskan melalui peraturan mentri dalam negeri.

Sementara itu Ketua II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menyampaikan bahwa dalam setahun ini Komisi II DPR RI sedang melakukan penertiban administrasi undang-undang Provinsi. Komisi II DPR RI telah mengambil keputusan bahwa Undang-undang akan ditertibkan tahun ini, sehingga masing-masing provinsi yang punya Undang-undang nanti bisa menjadikan Undang-undang sebagai inspirasi yang menggambarkan visi kedepan di masing masing provinsi. 

"Alhamdulillah kemaren kita sudah menyelesaikan rancangan Undang-undang 4 Provinsi yang ada di Sulawesi. Provinsi yang kita jadikan patokan Undang-Undang yakni, Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara, dan kemudian Kalimantan, ada 3 Provinsi yakni, Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, kemudian sekarang kita sedang menggarap 5 Provinsi yakni, Provinsi Sumbar, Riau, Jambi, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT),  Insha Allah kedepan kita akan bahas seperti Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Maluku, dan Bali,"  terang Ahmad. (ryh/Mc Prov Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Ronny Pahlawan Terpilih Sebagai Ketua KONI Sumbar, Wagub Audy Siap Fasilitasi
Jumat, Juni 17, 2022

On Jumat, Juni 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ronny Pahlawan resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Sumbar periode 2021-2025 melalui Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) yang digelar di Padang, Jumat (17/6/2022).

Usai ditetapkan, Ketua KONI Sumbar itu menyampaikan beberapa program yang akan menjadi fokus utama pada masa kepemimpinannya di KONI hingga 2025 mendatang. Diantaranya menyempurnakan sistem administrasi yang ada di KONI agar lebih transpran dan akuntabel, menjaring sumber daya manusia yang ahli agar KONI Sumbar dapat berjalan optimal dan bergerak cepat, serta berkoordinasi terus menerus dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, anggota dewan, tokoh olahraga, pengusaha ranah dan rantau.

“Kami sebagai Ketua KONI Sumbar, ada beberapa program, terutama struktur pengurus yang ramping dan efisien. Selain itu kita bisa buat program untuk bantuan sponsor, bapak asuh bagi atlet kita nantinya. Program persiapan untuk iven-iven di depan tentu harus didukung dan dipersiapkan secara matang dan bersama-sama,” katanya.

Atas terpilihnya Ronny, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy memberikan selamat  dan menitipkan pesan terkait persiapan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Medan nanti. Ia meminta Ketua Ronny Pahlawan untuk memperbaiki prestasi Sumbar yang dinilai belum cukup memuaskan pada PON XX di Papua 2021 silam.

“Ini tentu menjadi tantangan bagi Ketua KONI Sumbar terpilih dan beban besar karena prestasi kita di PON Papua lalu belum begitu baik,” katanya.

Terkait perampingan organisasi pengurus yang diwacanakan Ronny Pahlawan, ia juga menyampaikan hal serupa. Menurut Wagub, langkah itu penyusunan sturktur pengurus yang ramping dan efisien dapat dimulai dari mencari orang-orang terpilih yang ikhlas dan memiliki kemauan membantu untuk memajukan olahraga Sumbar.

Sementara terkait anggaran dan bantuan dana hibah dari APBD Sumbar, ia mengatakan hal itu tentu tetap diberikan, namun pengurus juga harus mampu menemukan sumber dana lain untuk mendukung laju organisasi serta pembinaan prestasi olahraga.

“Kita akan fasilitasi nanti KONI bertemu tokoh perantau di Jakarta karena sebagian besar mereka pecinta olahraga. Kami ucapkan selamat dan selamat bekerja,” pungkas Wagub. Dengan kepengurusan yang mengusung semangat baru, Ia optimis KONI Sumbar dapat melaju memberikan prestasi yang membanggakan bagi Sumatera Barat. (MC Prov Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Tingkatkan Kerjasama Daerah, Pemprov Sumbar Kenalkan Aplikasi KERABAT dan Buku Pedoman Naskah Kerjasama
Jumat, Juni 17, 2022

On Jumat, Juni 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan melalui pelaksanaan kerja sama daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Biro Pemerintahan bekerjasama dengan Dinas Kominfotik Sumbar menggelar kegiatan penyampaian hasil pemetaan potensi kerjasama daerah Sumbar, di Auditorium Gubernuran, Jumat (17/6/2022).

Dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Devi Kurnia, dalam kegiatan ini juga sekaligus dilaksanakan soft launching aplikasi KERABAT (Kerjasama Sumatera Barat) dan Buku Pedoman Naskah Kerjasama yang dihadiri anggota Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD) dan
Kepala Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Sumbar. Dalam sambutannya, Devi Kurnia memaparkan bahwa sesuai UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah memberikan legalitas yang besar untuk dilaksanakannya kerjasama pembangunan, baik dengan pihak ketiga (publik atau swasta) maupun kerjasama antar daerah yang bertetangga. 

Dalam pasal 363 (1) dinyatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, daerah dapat mengadakan kerja sama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektifitas pelayanan publik, sinergi dan saling menguntungkan. "Dengan kondisi tersebut, dapat kita artikan bahwa kedepannya akan ada sebuah trend baru administrasi publik, yakni adanya keterkaitan (interconnection) dan saling ketergantungan (interdependence) antar pemerintah daerah. Dengan kata lain, kerjasama antar daerah merupakan keniscayaan dalam manajemen pemerintahan daerah pada masa mendatang, tidak terkecuali untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat," ujar Devi.

Lebih lanjut dijelaskan Devi, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 Tentang Kerjasama Daerah, dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan kerjasama antar daerah maupun dengan pihak ketiga, pemerintah daerah harus melaksanakan pemetaan kerjasama yang sesuai dengan potensi dan karakteristik daerah. Kemudian, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Kerjasama Daerah dengan Daerah lain dan Kerjasama Daerah dengan Pihak Ketiga, juga ditegaskan kembali bahwa daerah yang akan menyelenggarakan kerjasama harus melakukan identifikasi dan pemetaan urusan pemerintahan yang akan dikerjasamakan sesuai dengan potensi dan karakteristik daerah. "Sesuai dengan peraturan-peraturan tersebut, tentunya kerjasama daerah yang akan dilaksanakan oleh Pemprov Sumbar kedepannya harus selaras dengan potensi dan karakteristik daerah. Berbanding lurus dengan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan bersama, seperti RPJMD dan target-target dari program unggulan daerah. Pelaksanaan kerjasama daerah harus tepat, efektif, efisien dan bermanfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat," tambah Devi.

Sementara itu, terkait kondisi eksisting pelaksanaan kerjasama daerah di Provinsi Sumbar saat ini menurut Kabag Kerjasama Biro Pemerintahan Setdaprov Sumbar, Zaki Fahminanda, masih berada dalam tahapan yang paling umum, seperti Kesepakatan Bersama (MoU). Jikapun terdapat beberapa kerjasama yang telah dilaksanakan hingga tahapan pelaksanaan perjanjian kerjasama, namun dampak atau efek yang diharapkan tidak sebanding dengan upaya kerjasama yang dilakukan. Salah satu penyebabnya tentu saja dikarenakan tidak adanya perencanaan yang jelas dan matang serta terukur dalam pelaksanaan kerjasama daerah. Untuk itu, Biro Pemerintahan dan Otda bersama Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD) Provinsi Sumatera Barat telah melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan Potensi Kerjasama beberapa waktu yang lalu dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah di Provinsi Sumatera Barat. 

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terdata dan terpetakan berbagai potensi kerjasama yang bisa menjadi solusi bagi peningkatan pencapaian kinerja OPD serta menjadi salah satu upaya dari OPD untuk mencapai target program-program unggulan daerah. "Berdasarkan data hasil FGD yang telah disampaikan, terdapat sebanyak 115 usulan kerjasama daerah dari yang berasal dari beberapa OPD. Namun demikian jika masih ada OPD di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat yang belum menyampaikan usulan data terkait potensi kerjasama daerah yang akan dilakukan kedepannya akan ditunggu paling lambat hari Senin, 20 Juni 2022," jelas Zaki.

Selain itu, OPD juga dapat memanfaatkan pelayanan kerjasama secara digital melalui Aplikasi KERABAT, yang diharapkan dapat mempermudah pengguna layanan dalam meminta layanan fasilitasi kerjasama dimanapun dan kapanpun.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Wagub Sumbar Turun ke Jalan Kampanyekan Kesadaran Lingkungan
Jumat, Juni 17, 2022

On Jumat, Juni 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Usai memimpin upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2022 yang mengusung tema "Satu Bumi untuk Masa Depan", Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy turun langsung ke jalan untuk mengkampanyekan kesadaran lingkungan pada masyarakat, Jumat (17/6/22).

Bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan puluhan Kepala Dinas Pemerintah Provinsi lainnya, Wakil Gubernur membagikan tempat sampah dan tumbler pada warga yang melintas di Jalan Sudirman, Padang. Puluhan pengendara mobil, angkot, bus Trans Padang, sepeda motor, hingga sepeda yang berlalu-lalang mendapat edukasi singkat dari Wagub dan dihadiahi tempat sampah juga tumbler yang disponsori oleh PT. Semen Padang dan Aqua. "Pagi ini kita bagi-bagi tempat sampah untuk kendaraan dan juga tumbler dalam rangka HLH 2022, supaya mobil-mobil di Sumatera Barat tidak ada yang buang sampah ke luar mobil lagi, terus mengurangi penggunaan botol plastik," kata Wagub.

Tak hanya itu, peringatan HLH 2022 itu juga menjadi momentum penandatanganan MoU dan PKS yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan. Diantara perjanjian dan nota kesepahaman yang ditandatangi Pemprov Sumbar, yaitu penataan kawasan flyover BIM bersama Pemkab. Padang Pariaman dan PT. Angkasa Pura; pengembangan kawasan wetland dan penyelamatan Danau Maninjau bersama Pemkab. Agam, PT. Semen Padang dan PT. PLN; pengembangan program kampung iklim, juga bersama PT. Semen Padang dan UNP; serta pengembangan Sekolah Adiwiyata bersama PT. Tirta Investama (Aqua).

Disamping itu, Komitmen kepedulian lingkungan juga ditunjukan dengan kampanye pembagian tumbler yang diikuti penanaman 100 pohon dan pemasangan 500 bio pori dalam kompleks RSUP M. Djamil, sebagai model rumah sakit yang asri dan ramah lingkungan. "Lingkungan yang sehat membutuhkan dukungan dan keterlibatan semua pihak, kesadaran dan willingness, jadi memang butuh komitmen kita bersama," tutur Wagub.

Direktur SDM RSUP M. Djamil, dr. Dovy Djanas mengatakan pihaknya merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Pemprov Sumbar pada kampanye kepedulian lingkungan dalam rangka peringatan HLH 2022. HLH kata Dovy, menjadi simbol dalam mendorong dan mengadvokasi perubahan lingkungan secara global. "HLH membuka mata bahwa menjaga lingkungan merupakan kewajiban, dan
menjadi momentum meningkatkan kepedulian meningkatkan kondisi alam. Karena lingkungan yang rusak nantinya juga akan menimbulkan masalah bagi kesehatan," terangnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Siti Aisyah juga menyampaikan apresiasi nya atas kontribusi perusahaan-perusahaan berbagai pihak yang telah menunjukan kepeduliannya pada lingkungan. Ia berharap sumbangsih dalam peningkatan kesadaran terhadap lingkungan dapat terus ditingkatkan.

Kolaborasi antara berbagai pihak merupakan pijakan yang sangat penting dalam mewujudkan kelestarian lingkungan. Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2022 ini diharapkan betul-betul menjadi momen penting untuk terus menumbuhkan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian untuk terus memperbaiki alam, serta berperilaku adil terhadap lingkungan. (MC Prov Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Gubernur Mahyeldi Nilai Agro Solution Jadi Solusi Produktivitas Pertanian
Jumat, Juni 17, 2022

On Jumat, Juni 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi mendukung penuh program PT. Pupuk Indonesia dalam rangka melakukan pencanangan program Agro Solution di seluruh produsen pupuk yang ada di seluruh nagari di Sumbar. Inovasi ini demi memajukan sektor pertanian Indonesia menuju era pertanian modern dan berkelanjutan. Sekaligus sebagai langkah nyata Perseroan mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas pertanian.

Hal tersebut disampaikan oleh gubernur saat menerima audiensi PT. Pupuk Indonesia, bertempat di ruang tamu Istana Gubernuran, pada kamis (16/6/2022). Gubernur mengatakan hal tersebut sejalan dengan program unggul Sumbar yang salah satunya adalah mengalokasikan 10 persen APBD 2022 untuk sektor pertanian. “Masyarakat Sumbar mayoritas adalah  petani dan bergantung pada pertanian, karena itu kita mengalokasikan anggaran terbesar untuk sektor pertanian,” ujarnya.

Gubernur juga menyebut, program Agro Solution Membangun Nagari ini berpengaruh langsung ke sektor pertanian termasuk BUMD sebagai kegiatan pelaksana kegiatan bisnis guna menunjang pengembangan pertanian. Ditambah saat ini sudah ada kelembagaan petani yang mendukung, sehingga program ini dapat dikelola dengan baik. Berkaitan dengan hal tersebut, Project Manager Agro Solution PT. Pupuk Indonesia, Burmansyah program Agro Solution Membangun Nagari merupakan suatu ekosistem yang memberikan keterjaminan kepada petani untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraannya. Ekosistem ini meliputi adanya agro input di pupuk Indonesia group. “Kita menyiapkan benih pupuk dan pestisida, serta memberikan bimbingan teknis agronomis kepada petani-petani, lalu kita melakukan kerjasama dengan beberapa stakeholder seperti Bank Nagari dan PT. Jasindo guna menunjang modal usaha dan asuransi usaha tani,” terangnya.

Ia juga menerangkan langkah-langkah yang dilakukan dalam program Agro Solution, antara lain adalah mengkoordinir petani-petani, memberikan supervisi dan bimbingan teknis untuk membantu petani melakukan budidaya pertanian dengan tepat, membantu memberikan akses terhadap permodalan, baik lewat bank ataupun lembaga lainnya. 

Selain itu, perusahaan juga membantu menyediakan agro input yang berkualitas seperti pupuk, benih dan pestisida. Lewat program ini pula, Pupuk Indonesia Grup mendorong optimalisasi pemanfaatan mekanisasi dan digitalisasi pertanian. “Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan telah melakukan sosialisasi terkait program ini yang menghasilkan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Deklarasi Dukungan Bersama Membangun Nagari, yang dihadiri oleh Bupati Padang Pariman, Wakil Bupati Pesisir Selatan, serta OPD terkait,” paparnya.

Ia melanjutkan hasil dari kegiatan sosialisasi tersebut hadirkan solusi dan piloting di lima BUMNag yang akan menjadi percontohan untuk dikelola bisnisnya. Pihaknya melaporkan  semua BUMNag tersebut mengalami gagal panen padi pada tiga tahun terakhir ini, sebagian dari mereka beralih ke tanaman jagung. BUMNag tersebut diantaranya adalah BUMNag Bungo Kasiak, Parik Malintang, Pakandangan, Sunua Tangah, dan Sungai Gimba Ulakan. “Diantara lima BUMNag tersebut sudah kami kunjungi dan adakan sosialisasi. Tiga dari BUMNag tersebut sudah menjalankan usahanya, yaitu BUMNag Bungo Kasiak, Sunua Tangah, dan Sungai Gimba Ulakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk mempercepat keberhasilan sosialisasi tersebut pihaknya telah melakukan kolaborasi dengan PT. Tahzar Guna Mandiri serta beberapa BUMNag di Nagari. Ia berharap kolaborasi dari ketiganya dapat memberikan manfaat untuk meningkatan pertumbuhan ekonomi serta produktivitas petani sehingga dapat meningkatkan nilai tukar tambah petani. Mendukung hal tersebut, gubernur juga berharap hal yang sama, program agro solusi ini dapat terealisasi di BUMNag maupun BUMDes yang ada di seluruh Sumbar dan  dapat menjadi perhatian, khususnya pada kenaikan produktivitas petani dan sinergitas BUMN dalam melakukan modernisasi, sehingga hasil pertanian secara kuantitas dan kualitasnya jauh lebih baik. (Via/MMC)

#Diskominfotik Sumbar.

Pemprov Sumbar Raih Penghargaan Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Terbaik
Kamis, Juni 16, 2022

On Kamis, Juni 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) berhasil meraih penghargaan Piala Anggakara Birawa kategori instansi pemerintah umum, untuk aspek pengelolaan dan perubahan, dalam  kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik ke-4, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). 

Pemprov Sumbar termasuk dalam 17 daerah terbaik dari 51 peserta. Hasil ini ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi lanjutan berupa wawancara melalui ruang virtual zoom meeting yang telah dilaksanakan pada tanggal 23-30 Mei 2022 oleh tim evaluasi secara independen.

Penghargaan bergengsi dalam hal pengelolaan pengaduan pelayanan publik di tanah air ini diterima oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Andri Yulika, di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Andri Yulika menyambut baik penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas pengelolaan pengaduan pelayanan publik di Sumbar. Menurutnya penghargaan ini akan menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan pengelolaan pengaduan pelayanan publik di Sumbar.

Salah satu tujuan diselenggarakannya penganugerahan ini, menurut Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa, adalah sebagai strategi untuk memberikan contoh praktik baik kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam hal pertukaran pengalaman dan pembelajaran pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

Kompetisi yang juga didukung oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Development Programme (UNDP) ini, lanjut Diah, mendapat antusias tinggi dengan berhasil menjaring 573 pendaftar dari seluruh kementerian, lembaga, BUMN, BUMD, dan pemerintah kabupaten/kota di Indonesia.

"Jumlah sebanyak itu kemudian disaring kembali menjadi 434 pengelola, dan terakhir disaring kembali menjadi 51 peserta, kemudian dikerucutkan menjadi 17 peserta," ujar Diah.

Ke 17 Pengelola Pengaduan Terbaik tersebut terdiri dari 2 Instansi Pemerintah (IP) Kategori Outstanding Achievement, 10 Instansi Pemerintah dengan kategori Aspek Pengelolaan dan Perubahan Terbaik, Aspek Keberlanjutan, Konektivitas, dan Dampak Terbaik, serta 5 Unit Penyelenggara Pelayanan Publik (UPP) terbaik.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

PasEFest 2022, Kampung Halaman Imam Bonjol Kini Dijuluki Land of The Equator City
Kamis, Juni 16, 2022

On Kamis, Juni 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Siapa tak kenal Tuanku Imam Bonjol? Sosok pahlawan nasional yang begitu mahsyur atas perjuangannya mempersatukan kaum padri (kaum agama) dan kaum adat dalam perjuangan melawan Belanda. Namun, meski kepahlawanannya demikian ternama, masih banyak yang belum tahu bahwa beliau berasal dari ranah yang indah, yang dilintasi Garis Khatulistiwa di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman.

Begitu ungkap Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy dalam pembukaan Pasaman Equator Festival (PasEFest) 2022, sekaligus penanda deklarasi Pasaman Land of The Equator, Ranah Khatulistiwa, di Taman Museum Imam Bonjol, Pasaman (16/6/22). Wagub mengatakan, nilai historis yang diwariskan Imam Bonjol dan keunikan geografis Pasaman sebagai Land of The Equator merupakan sebuah perpaduan icon menarik yang harus dipatenkan dan diangkat sebagai kekayaan intelektual Pasaman dan Sumatera Barat untuk menarik minat wisatawan.

Sebagai Kabupaten yang tengah bergerak secara progresif menjadi destinasi wisata baru, Menurut Wagub potensi besar Pasaman kini tengah di explore dengan dedikasi yang tinggi oleh pemerintah daerah. Belum lagi dalam waktu dekat Pasaman akan membangun planetarium yang diperkirakan akan menjadi yang terbesar di Sumatera, serta rencana kerjasama dengan BKSDA untuk pemugaran taman suaka alam di Rimbo Panti. "Disamping nilai historis, geografis, dan pembangunan planetarium, Pasaman juga punya agrowisata jeruk dan strawberry, ada pula arung jeram dan wisata menyusur sungai dengan sampan di antara lembah, seperti di Amazon. Orang berwirasata kan pasti pergi ke beberapa tempat, Pasaman punya berbagai pilihan menarik yang kini kita branding sebagai Land of Equator City dan PasEFest," kata Wagub.

Oleh karena itu, ia berpesan agar masyarakat Pasaman bersiap, karena menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi membutuhkan perubahan paradigma, terutama berkaitan dengan hospitality, menjadi tuan rumah yang baik dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu kunci keberlangsungan pariwisata.

Sementara itu, Bupati Pasaman Benny Utama menyampaikan, PasEFest dan Land of Equator City merupakan upaya mewujudkan perioritas pembangunan prioritas untuk menjadikan Pasaman sebagai tujuan wisata. Menampilkan wisata sejarah berpadu pertunjukan seni budaya bertepatan dengan momentum titik kulminasi Matahari yang hanya terjadi dua kali dalam setahun. "Diselenggarakan pada 16-19 Juni 2022, PasEFest pertama ini digelar dalam bentuk perayaan anak nagari menyambut deklarasi tersebut, dengan mengusung tema Merayakan Keragaman Budaya di Khatulistiwa. PasEFest dipusatkan di kawasan terpadu Museum Tuanku Imam Bonjol dan titik kulminasi equator, serta di tiga desa wisata unggulan Pasaman, Nagari Simpang; Jambak; dan Lubuak Gadang. Ini adalah sebuah event yang meramu warisan sejarah, budaya dan keunikan alam yang terdapat di Pasaman,' ujarnya.

Menyambut transformasi kampung halaman Imam Bonjol itu sebagai Land of The Equator, dalam waktu dekat Pemerintah Pasaman juga akan menyelenggarakan sayembara pembuatan logo dan tugu Pasaman Land of The Equator sebagai simbol yang akan memperkenalkan Pasaman di kancah pariwisata internasional. (MC Prov Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Gubernur Sumbar: Infrastruktur Jalan Teluk Tapang Agar Segera Dituntaskan
Kamis, Juni 16, 2022

On Kamis, Juni 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Demi melanjutkan permohonan pembangunan jalan yang sempat di inisasi oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit kepada  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melakukan peninjauan dalam rangka percepatan penyelesaian pembangunan jalan Akses Pelabuhan Teluk Tapang dan Simpang Tenggo yang menghubungkan lokasi kebun penghasil CPO (Cruid Palm Oil).

Pembangunan infrastruktur jalan tersebut demi mendukung konektivitas dan kemajuan perekonomian di wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi, mengatakan pembangunan jalan dan akses jembatan memiliki peran yang penting untuk membangun konektivitas antar-wilayah di Sumbar dalam rangka memperlancar distribusi logistik di indonesia. Ditambah lagi, keberadaan pelabuhan Teluk Tapang, Pasaman Barat, yang lokasinya tidak jauh dari Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara yang sangat membantu mudahnya distribusi hasil perkebunan dan pertambangan yang ada di wilayah Pasaman Barat. “Maksud kedatangan kami kemari, untuk melihat bagaimana kesiapan fasilitas yang menunjang teknis kegiatan pengoperasian Pelabuhan Teluk Tapang serta akses jalan menuju ke sana,” ujar gubernur saat diwawancarai oleh tim Diskominfotik Sumbar, bertempat di Rumah Dinas Bupati Pasbar, pada Rabu (15/6/2022).

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan untuk memudahkan akses perusahaan-perusahaan seperti penghasil tambang dan sawit untuk melakukan ekspor ke daerah lain, “Selain itu juga untuk melihat kesiapan Kapal di Teluk Tapang untuk distribusi pengiriman biji besi ke daerah lain, dan kesediaan Teluk Tapang yang akan membawa Cruif Palm Oil (CPO) dari perusahaan PTPN4 dan dari pabrik-pabrik CPO yang lain,” tuturnya.

Selain itu, Buya menginformasikan untuk tahun 2022 ini sampai tahun 2024 akan dilaksanakan pembangunan jalan kurang lebih sepanjang 25 kilometer, dari total luas jalan 45 kilomoter. Ia mengatakan, untuk saat ini 20 kilometer jalan sudah siap digunakan.

Selanjutnya, gubernur beserta tim melakukan peninjauan jalan menuju Simpang Tenggo sampai ke Teluk Tapang, saat menuju Simpang Tenggo, Buya bersama Wakil Bupati Pasbar, Risnawanto, menggunakan motor trail demi melihat kondisi jembatan putus serta jalan yang dipenuhi lumpur sehingga menyulitkan kendaraan untuk melewati daerah tersebut. Buya bersama Wabup Risnawanto selanjutnya menuju perusahaan penghasil Biji Besi, yaitu PT. Graminda Mitra Kesuma, saat menuju kesana, banyak rintangan yang menghadang mulai dari motor trail yang ditumpangi Gubernur dan Wabup sempat mati saat menyebrangi beberapa sungai. Setelah melakukan pengecekan kesiapan dan prasarana yang mendukung jalannya perusahaan Penghasil Biji Besi tersebut, selanjutnya Buya dan Wabup melakukan pengecekan ke Pelabuhan Teluk Tapang dan melanjutkan perjalanannya kembali ke Air Bangis dengan menggunakan kapal laut.

Melihat kondisi jalan menuju pelabuhan yang cukup parah tersebut, pihaknya mengatakan sudah menyiapkan anggaran sebesar 234 miliar, yang dilakukan secara multi years sampai di tahun 2024. “Mudah-mudahan di tahun 2022 ini perbaikan jalan bisa langsung di eksekusi, karena pengerjaan proyek ini sudah masuk ke tahap tender,” ujarnya.

Terakhir, gubernur berharap Pelabuhan Teluk Tapang dapat menjadi ujung tombak Sumatera Barat untuk menggerakkan pertumbuhan perekonomian khususnya di Pasaman Barat. (Via/MMC)

#Diskominfotik Sumbar.

Temui Gubernur, Walikota Pariaman Sampaikan Beberapa Usulan Pembangunan
Rabu, Juni 15, 2022

On Rabu, Juni 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Sinergitas Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan terus diupayakan bersama dengan kabupaten dan kota. Hal itu dilakukan untuk pemerataan pembangunan yang berkeadilan di daerah. 

Komitmen itu ditegaskan Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi saat menerima kunjungan kerja Walikota Pariaman Genius Umar bersama jajaran, di Istana Kompleks Gubernuran Sumbar, Selasa (14/6/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Walikota Pariaman menyampaikan sejumlah usulan rencana pembangunan di Kota Pariaman. 

Diantaranya pembangunan insfrastruktur jalan Sampan - Simpang Jagung, pembenahan Batang Pariaman, pembangunan groin di pesisir pantai Pariaman Utara, pembenahan normalisasi Sungai Batang Sikijang serta jalan lingkar Sunur - Kurai Taji. 

"Mohon bantuanya Pak Gubernur, supaya cepat pembangunan di Kota Pariaman," ujar Genius.

Gubernur menyambut baik kunjungan Walikota Genius yang hadir bersama Kepala Bappeda Kota Pariaman Fadli, Kepala Dinas PU, Penataan Ruang dan Pertanahan Ir. Asrizal, beserta staf.

Menurut gubernur, Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen membangun nagari dan daerah Kabupaten Kota lainnya secara bersama-sama.

"Insyaallah dengan semangat kolaborasi dan sinergistas, apa yang diusulkan Pak Genius akan ditindaklanjuti," kata gubernur.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Ikuti ESC dan Pelatihan Wirausahawan Muda, Wagub Audy Promosikan UMKM Lokal Ini ke Raffi Ahmad dan Irfan Hakim
Rabu, Juni 15, 2022

On Rabu, Juni 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Mewujudkan 100 ribu millennial dan woman entrepreneur, serta ekonomi kreatif di Sumatera Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga menginisiasi pelatihan peningkatan usaha perdagangan dan industri kecil menengah berbasis ekonomi digital yang telah diikuti ratusan pengusaha muda dari berbagai latar belakang usaha.

Dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur, Audy Joinaldy, pelatihan kewirausahaan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan tema usaha yang berbeda-beda. Pelatihan angkatan ke-7 yang dilaksankan di Rocky Plaza Hotel Padang, Selasa (14/6/22) kali ini, secara khusus mengundang wirausahawan yang bergerak di bidang kuliner.

Melalui pelatihan tersebut, Wagub berharap wirausahawan muda dapat memperluas pola pikir entrepreneurship dan membangun network dengan sesama pewirausaha. Ia juga mencicipi beberapa produk usaha kuliner yang diproduksi oleh para peserta pelatihan.

Salah satunya, Sherly, peserta pemilik usaha Karupuak Baguak Chips. Buah rajin men-tag akun instagram @joinaldy di media sosial dan menjuarai Entrepreneur Success Challenge Sumbar (@mec_sumbar) yang diadakan Wagub, usahanya dipromosikan ke beberapa public figure seperti Raffi Ahmad dan Irfan Hakim oleh orang nomor dua di Sumbar itu. "Ini keren ini, produknya pernah saya bawain ke Raffi Ahmad dan Irfan Hakim. Saya kirim, direpost-repost juga. Awalnya dulu ikut ESC yang kita adakan," kata Wagub teringat.

Ada pula Rahmi, seorang mahasiswi peserta pelatihan memamerkan salah satu produk cemilan yang ia produksi di Dharmasraya pada Wagub. Idenya sederhana saja, dari cemilan rumahan yang biasa dibuatkan orang tuanya di rumah, kini ia branding untuk bisa dipasarkan dan dikembangkan menjadi beberapa varian makanan ringan.

Lebih lanjut kepada para peserta pelatihan Wagub menekankan, jika dibandingkan dengan lima negara utama di ASEAN, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk berpengusaha paling kecil di angka 2-2,5 persen. Sementara mengutip mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ia mengatakan kita butuh setidaknya 3-4 persen penduduk yang berwirausaha untuk dapat membangun perekonomian nasional yang tangguh. "Anak-anak muda sekarang manfaatkan teknologi, bergaul lah dengan luas, bangun network sebagai modal berwirausaha. Salah satu point penting dalam entrepreneurship adalah networking, Sekarang dengan adanya media sosial membangun network menjadi jauh lebih mudah." katanya kembali menegaskan.

Pelatihan yang diselenggarakan Dispora itu angkatan ke 7 diikuti selama tiga hari oleh 45 peserta dari tujuh Kabupaten dan Kota berbeda. Selain itu untuk menuju 100 ribu millennial entrepreneur, wirausahawan muda tentu juga dapat mengikuti langkah sukses Karupuak Baguak Chips dengan mengikuti ESC yang informasi lengkapnya dapat diakses melalui www.audyjoinaldy.com atau akun Instagram @mec_sumbar. (MC Prov Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Gubernur Ajak Hidupkan Potensi Pertanian di Pondok Pesantren
Selasa, Juni 14, 2022

On Selasa, Juni 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Buya Mahyeldi mengajak segenap pengurus pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum, di Jl. Pintu Angin Lori, Kelurahan Lubuk Minturun, Padang untuk mengoptimalkan potensi pertanian di lahan ponpes seluas kurang lebih dua hektar tersebut. Potensi yang bisa dikembangkan diantaranya menurut Buya Mahyeldi adalah perikanan, mengingat sumber air sangat melimpah dikawasan kaki bukit di bagian timur Kota Padang tersebut.

"Maksimalkan potensi lahan yang luas dan kondisi alam yang banyak air disini. Bisa dikembangkan untuk peternakan ikan dan tanam-tanaman produktif. Sehingga akan menjadi bagian dari kemandirian ekonomi pondok pesantren. Tempat ini sangat representatif dan cocok untuk pendidikan. Santri bisa belajar dengan tenang. Ciptakan lingkungan yang teduh, nyaman. Pemprov Sumbar akan memberikan dukungan, diantaranya untuk akses jalan, kedepan bisa diperbaiki dengan betonisasi," imbau gubernur, saat mengunjungi Ponpes Darul Ulum dalan rangka peletakkan batu pertama gedung belajar, Selasa (14/6/2022).

Berharap kawasan lori akan menjadi kawasan pendidikan, karena di kawasan sekitar terdapat banyak ponpes lainnya, diantaranya Ar Risalah. Pimpinan Ponpes Darul Ulum, Abuya H. Tgk Darmis Muar, mengapresiasi kehadiran Gubernur ke Ponpes Darul Ulum yang baru saja pindah ke lokasi baru tersebut sejak awal Februari lalu. Karena keterbatasan dana, Abuya Darmis mengatakan akan membangun fasilitas ponpes secara bertahap, sesuai kemampuan. "Saat ini total santri 328 orang dengan satri baru ada 118 orang. Untuk rombel kita perlu 15 dan saat ini baru ada 11 yang sebagian diantaranya masih bangunan darurat. Kami bersyukur sekali hari ini Pak Gubernur bisa hadir peletakkan batu pertama, semoga akan menambah semangat kami untuk terus berusaha," ungkap Abuya Darmis.

Ditambahkan Darmis, bantuan dan donasi selama ini datang dari berbagai pihak, termasuk diantaranya para alumni, dan dermawan. Termasuk Ustad Abdul Somad disebut pernah singgah dan membantu mempublikasikan di media sosial. "Berkat pertolongan Allah SWT, kami tetap bersemangat bersama alumni dan santri turut bersama-sama bergotong-royong dengan segala keterbatasan, dan bantuan Alhamdulillah selalu ada," lanjut Darmis.

Turut hadir dalam peletakkan batu pertama Ponpes Darul Ulum, Ketua MUI Kota Padang, Ketua KAN Koto Tangah, Lurah Lubuk Minturun Sungai Lareh, Pengurus dan anggota Yayasan Siti Rahmah, warga masyarakat peserta halaqoh mingguan serta santriwan dan santriwati.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Gubernur Sumbar Teken MoU Dengan Air Asia
Selasa, Juni 14, 2022

On Selasa, Juni 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan pengembangan penerbangan di Sumatera Barat (Sumbar), Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi menandatangani nota kesepakatan bersama dengan PT. Indonesia Air Asia yang diwakili Direktur Utamanya, Veranita Yosephine Sinaga, yang berlangsung di Marawa Beach Club, Pantai Air Manis, Padang, Selasa (14/6/2022).

Dalam sambutannya gubernur menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepakatan bersama ini merupakan wujud keseriusan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk terus memajukan sektor pariwisata. Selain itu, juga akan menjadi penguatan untuk dibukanya kembali rute penerbangan internasional di Bandara Internasional Minangkabau. "Kita sangat serius dengan pariwisata, makanya anggaran, dan SDM kita siapkan secara maksimal. Terutama saat menghadapi mudik lebaran dan liburan akhir tahun. Melalui MoU ini kita berharap Air Asia bisa bantu kami mendukung pariwisata Sumbar," kata gubernur.

Apalagi permintaan dibukanya kembali penerbangan Internasional di Bandara Internasional Minangkabau semakin meningkat. Beberapa biro perjalanan wisata, menurut gubernur juga telah memiliki sejumlah agenda perjalanan wisatawan asing di Sumbar, khususnya dari negeri jiran Malaysia. Oleh sebab itu pengembangan penerbangan menurut gubernur menjadi kunci. 

Di sisi lain, Pemprov Sumbar juga terus berupa meningkatkan berbagai fasilitas dan layanan seperti mengatasi kendala kemacetan, kebersihan dan hospitality, termasuk reaktifasi kereta api ke beberapa daerah tujuan di Sumbar. Semua itu menjadi bagian penting menyambut tahun kunjungan wisata Visit Beautiful West Sumatera 2023.

Veranita menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang luar biasa dalam acara penandatanganan kesepakatan bersama tersebut. "Saya sungguh merasakan sambutan luar biasa sekali karena dihadiri Gubernur, Wakil gubernur dan Sekdaprov. Baru di Sumbar ini kami melakukan MoU yang disambut tiga pimpinan tertinggi provinsi," ungkap Vera.

Vera berharap bisa menciptakan kerjasama berkelanjutan. Dijadwalkan Air Asia akan melayani dua kali sehari penerbangan ke Padang. "Bagi kami Padang merupakan bandara terbesar ke-7 di Indonesia. Dengan kehadiran kami kembali ke Padang, semoga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," sambung Vera.

Dalam penandatanganan nota kesepakatan bersama tersebut, Gubernur Mahyeldi didampingi Wakil Gubernur Audy Joinaldy, Sekdaprov Hansastri, Kepala Badan Penghubung Aschari Cahyaditama,
Kepala Dinas Pariwisata Luhur Budianda, dan Kepala Biro Adpim Maifrizon. Turut hadir EGM PT Angkasa Pura II Cabang BIM Siswanto.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar