Advertorial

Daerah

Pimpin Upacara Harhubnas, Gubernur Mahyeldi Sampaikan Amanah Menhub dan Ingatkan Soal Keselamatan Transportasi
Selasa, September 20, 2022

On Selasa, September 20, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi menjadi inspektur upacara dalam rangka peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Jl. Raden Saleh, Padang, Senin (19/9).

Membacakan sambutan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, gubernur meminta kepada jajaran perhubungan agar mampu menghadapi tantangan sektor transportasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama dalam masa pemulihan dari pandemi Covid-19. 

“Sektor transportasi nasional mengalami kebangkitan, terlihat dari data BPS menunjukkan sektor transportasi telah berhasil tumbuh 21,27 persen dan memberi sumbangan positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,44 persen,” kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam sambutan yang dibacakan Gubernur Mahyeldi.

“Masih banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan keselamatan transportasi. Perlu lebih agresif lagi untuk menciptakan integrasi antarmoda di seluruh Indonesia. Tantangan ini tidak bisa kita hadapi tanpa kolaborasi dan sinergi antara pemangku kepentingan di sektor transportasi. Sesuai dengan tema Harhubnas 2022 ini, yaitu Bangkit Maju Bersama. Kita tak akan cepat bangkit jika kita tidak bersama, tidak bersatu,” tambah gubernur.

Usai membacakan amanat menteri, gubernur juga mengingatkan jajaran perhubungan Sumbar untuk memperhatikan kelancaran transportasi di Sumbar demi keselamatan masyarakat. Diantaranya gubernur menyinggung masih banyaknya aktivitas di jalan raya yang tidak berhubungan dengan aktifitas transportasi, tapi menganggu transportasi. Diantaranya permintaan sumbangan di tengah jalan, dan acara pesta perkawinan yang menutup jalan.

"Saya minta kepada dinas perhubungan untuk menyurati dan mengingatkan kepada bupati dan walikota se-Sumatera Barat agar tidak ada pihak–pihak yang menggunakan jalan raya yang tidak berkaitan dengan transportasi. Dinas perhubungan harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian," kata gubernur.

Selain itu, gubernur juga mengingatkan dinas perhubungan terkait keamanan transportasi kapal laut untuk wisatawan ke pulau-pulau.

"Wisata pulau, kapal tidak standar. Ingatkan kabupaten dan kota. Aturan tentang keselamatan itu sudah jelas, jika tidak ada, buat aturannya, demi keselamatan masyarakat kita. Apalagi jelang liburan akhir tahun ini, akan banyak wisatawan ke pulau. Harus jelas dermaganya dimana, supaya jelas juga data wisatawan yang ke pulau," lanjut gubernur dengan tegas.

Gubernur juga menegaskan, dinas perhubungan sangat erat kaitanya dengan inflasi. Artinya, ketika pemindahan barang tidak lancar maka itu akan memacu inflasi. Begitupun sebaliknya. Maka dari itu pihak-pihak dan instansi-instansi yang bersangkutan dengan jalan, harus lebih meningkatkan koordinasi dan komunikasi, supaya pemindahan orang dan barang menjadi lancar dan tidak terganggu.

Usai upacara, ditampilkan aksi Perhubungan Cilik SDN 07 Belakang Balok Bukittinggi dan tim pelopor keselamatan dari SMAN 1 Padang, SMAN 3 Padang, SMA Al Islah Bukittinggi.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Buya Mahyeldi Hadiri Pengukuhan Pengurus Dewan Pusat Gebu Minang
Senin, September 19, 2022

On Senin, September 19, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Gebu Minang periode 2022-2027 di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Minggu (18/9/2022). Oesman Sapta Odang (OSO) Datuak Bandaro Sutan Nan Kayo terpilih kembali secara aklamasi untuk kedua kalinya, sebagai Ketua Umum Gebu Minang Periode 2022-2027, pada Musyawarah Nasional VII pada Mei 2022 lalu.

Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Gebu Minang Dikukuhkan Langsung oleh Ketua Umum Oesman Sapta Odang dan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian. Dalam sambutannya, OSO mengungkapkan, banyak masyarakat rantau asal Sumatera Barat (Sumbar) khususnya, merasakan kehadiran Gebu Minang selama kepemimpinannya. "Daerah sangat merasakan pentingnya Gebu Minang untuk dikembangkan. Dari pendiri pendahulu (Gebu Minang), dari tahun 89 sampai sekarang berkembang pesat. Di periode kedua ini, Gebu Minang akan bekerja ekstra keras untuk menggali informasi, agar dapat mengembangkan potensi di daerah," tegas OSO.

Tito Karnavian dalam pidatonya juga menyampaikan rasa kagum dengan daya juang orang Minangkabau, jago berdagang, rumah makan padang tersebar diseluruh Indonesia bahkan ke mancanegara. Tito juga mengajak kepada Gebu Minang untuk membangun jaringan diaspora di luar negeri yang berkualitas, seperti yang dilakukan India dan China. "Seperti misalnya kalau kita ke Silicon Valley, disana isinya orang India, Israel, dan China. Saya juga ingin, Gebu Minang Jangan sampai terjebak pada primordialisme yang bersifat eksklusif," harap Tito.

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Wakil Ketua DPD RI Dr.Nono Sampono, Imam Besar Mesjid Istiqlal KH. Nazaruddin Umar dan Tokoh masyarakat Minangkabau di Jakarta diantaranya Prof. Emil Salim, Gamawan Fauzi, Ahmad Riza Patria.

Gubernur Sumatera Barat dalam wawancaranya mengucapkan selamat kepada pengurus DPP Gebu Minang terpilih, semoga dengan dilantiknya kepengurusan yang baru, Gebu Minang semakin jaya dan makin mempererat persaudaraan kita sebagai sesama orang Minang sekaligus dapat meningkatkan peran sertanya dalam membangun Sumatera Barat.

Menurut gubernur, Gebu Minang atau Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau adalah suatu organisasi masyarakat Minangkabau yang bertujuan menghimpun dan membina potensi masyarakat Minangkabau yang berada di perantauan di bidang ekonomi dan kebudayaan. "Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kami mengucapkan selamat kepada Ketua dan pengurus Gebu Minang yang dilantik. Tak dapat dipungkiri Gebu Minang telah memberikan kontribusi dalam peningkatan pembangunan dan perkembangan ekonomi Sumatera Barat. Diharapkan pada kepengurusan DPP Gebu Minang Periode 2022 – 2027 sekarang dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam membangun Sumatera Barat," ujar gubernur Mahyeldi.

Sebagai informasi, pada awalnya Gebu Minang adalah akronim dari Gerakan Seribu Rupiah Minang yang bertujuan mengumpulkan seribu rupiah dari setiap warga Minang yang ada di perantauan untuk pembangunan di kampung halaman. Belakangan akronim tersebut berubah menjadi Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang. Organisasi yang telah berdiri sejak tanggal 24 Desember 1989 terus berkembang dalam membina potensi masyarakat Minangkabau.(afr.phb/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Gubernur Sumbar Jalan Kaki Tembus Hutan Sepanjang 11 KM, Tinjau Jalan Alternatif Malalak - Maninjau
Minggu, September 18, 2022

On Minggu, September 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Seluruh jajaran instansi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Pemerintah Kabupaten Agam (Pemkab Agam) meninjau langsung pembukaan jalan alternatif Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak ke Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (17/9/2022).

Pembukaan jalan alternatif Malalak - Maninjau ini selain dapat meningkatkan sektor pariwisata Kabupaten Agam, pembukaan jalan sepanjang 11 kilometer ini nantinya dapat mempermudah arus transportasi menuju Lubuk Basung dan daerah sekitar. Pasalnya, jalan kelok 44 saat ini rawan terjadi kecelakaan dan longsor.

Melihat hal tersebut Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, didampingi kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono, Kepala PSDA Sumbar Fathol Bari, Kepala Dinas Kehutanan, Yozawardi, Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar, Era Sukma Munaf, Kepala Bapedda Prov Sumbar, Medi Iswandi, dan Kepala Dinas Kominfotik Sumbar Jasman Rizal serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Agam, dan masyarakat lainnya, melakukan Survey Jalan Alternatif Malalak - Maninjau dengan berjalan kaki untuk melihat kondisi secara langsung jalan alternatif tersebut.

Selama diperjalanan Gubernur beserta rombongan Kepala OPD disambut secara meriah oleh masyarakat, banyak masyarakat setempat yang senang dan sangat antusias dengan dibukanya akses jalan tersebut.

Gubernur mengatakan pembukaan akses jalan ini dapat memajukan perekonomian masyarakat setempat, pasalnya selama ini banyak potensi-potensi di Maninjau dalam distribusinya terjadi perlambatan dikarenakan jalan yang buruk.

“Disamping itu banyak peristiwa mobil tersekat dan longsor di kelok 44, semoga dengan dibukanya jalan alternatif ini dapat meminimalisir kejadian tersebut,” ujar gubernur.

Lebih lanjut gubernur mengatakan akses jalan sicincin menuju Balingka kerap terjadi longsor sehingga menghambat arus transportasi kendaraan.

“Apalagi saat ini sering terjadi hujan, jalan alternatif tersebut jarang dilalui pengendara karena licin, oleh karena itu jalan alternatif malalak yang jaraknya lebih dekat, perlu segera dibangun,” papar gubernur.

Masyarakat setempat juga mengapresiasi kehadiran gubernur beserta rombongan meninjau jalan alternatif Malalak Sungai Batang. Hal ini merupakan tindak lanjut pertemuan masyarakat Sungai Batang Maninjau dengan gubernur akhir Juli lalu.

"Semoga harapan masyarakat Agam yang sudah 40 tahun menunggu agar jalan ini bisa dibangun, dan menjadi akses alternatif bisa dituntaskan dalam kepemimpinan Buya Mahyeldi," ujar salah seorang warga.

Orang nomor satu di Sumbar tersebut sangat bersyukur atas antusias masyarakat dalam pembangunan jalan ini, beberapa kepala OPD dan instansi terkait juga saling berdiskusi terkait percepatan pembangunan jalan alternatif Malalak - Maninjau ini.

Dalam diskusi tersebut, Kepala BKSDA Provinsi Sumbar, Ardi Andono, meminta untuk membuat ruang untuk satwa, seperti jalur penyeberangan harimau, melalui gorong-gorong, dan hewan primata sudah dibangun jembatan oleh dinas BMCKTR.

“Harimau, beruang, dan siamang merupakan kekayaan hayati sumbar, satwa tersebut perlu dibuat jalan untuk mereka. Hal tersebut juga sudah diatur dalam Permenhub Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pembangunan Jalan Strategis di Kawasan Hutan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Agam Azinirman, berharap dengan tangan dingin gubernur permasalahan terkait hutan lindung dan cagar alam di jalan alternatif malalak segera terselesaikan, pasalnya jalan malalak ini sangat dekat dengan lubuk basung, apabila jalan tersebut dibuka estimasi jarak tempuh malalak - lubuk basung hanya 40 kilometer saja.

Menjawab hal tersebut, Gubernur sudah berjanji akan menyurati menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membantu mencari solusi terkait jalan alternatif malalak yang melewati hutan lindung dan kawasan konservasi tersebut. (Via/MMC)

#Diskominfotik Sumbar.

Wali Kota dan Pejabat Pemko Padang Takziah ke Rumah Dinas Gubernur Sumbar
Sabtu, September 17, 2022

On Sabtu, September 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Walikota Padang Hendri Septa bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kota Padang, serta tokoh masyarakat dan ulama, bertakziah ke rumah dinas Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi, Jumat (16/9/2022) malam.

Gubernur Sumbar mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemkot Kota Padang, yang turut merasakan kesedihan atas kehilangan ayah kandung gubernur, Abak Mardanis St. Tanameh, bin Musa, dalam usia 83 tahun. 

Takziah yang diawali dengan lantunan ayat suci al-quran tersebut dilanjutkan dengan takziah dari Buya Maigus Nasir, yang menjelaskan tiga tujuan takziah yaitu takziah bukan sekedar menengok atau melayat orang yang meninggal, melainkan juga mendorong keluarga yang ditinggalkan untuk bersabar, serta menghibur orang yang sedang ditimpa musibah agar yang ditimpa musibah tidak larut dalam kesedihannya, mendoakan dan memohon ampunan bagi yang telah meninggal. 

Walikota Padang Hendri Septa dalam sambutannya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Abak, ayahanda gubernur tercinta, ia mengatakan kepergian Abak menjadi pelajaran untuk mempersiapkan kematian dan memberikan kekuatan jika sewaktu-waktu ditinggal dengan orang yang tersayang.

“Kami minta maaf, Buya, tidak sempat mengantar Abak sampai ke kuburan, kami doakan semoga Abak yang meninggalkan Buya dan keluarga semoga beliau husnul khotimah,” ucap hendri.

Gubernur Buya Mahyeldi mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh pejabat Lingkup Kota Padang, tokoh masyarakat, yang datang memberikan takziah. 

Sebagai ahli waris gubernur menyampaikan jika ada janji atau hutang Abak yang belum tersampaikan atau terlunaskan, beliau sebagai ahli waris siap untuk menggantinya. 

“Jika ada hutang-hutang atau janji abak atau janji yang belum terselesaikan kami sebagai ahli waris siap untuk menepati janjinya tersebut,” ucap gubernur.

Ia juga bercerita keseharian beliau sejak kecil bersama Abak, beliau mengatakan Abak merupakan seorang yang selalu ia jadikan contoh dan pedoman hidup. Sosok Abak yang sejak dulu sudah banting tulang bekerja keras untuk menafkahi keluarganya, menjadikan contoh Gubernur sebagai kepala daerah dan pemimpin dalam keluarga melakukan hal yang sama pula.

“Waktu saya kelas empat SD, saya mengantarkan payung untuk Abak yang sedang berjualan di Pasar Bawah Bukittinggi, waktu itu kondisi Abak sedang sakit,“ ujar gubernur.

Gubernur bercerita memang sejak dahulu Abak sudah hobi berjualan, dari menjual ikan di pasar sampai menjual makanan kecil, hal tersebut yang menjadi pelajaran yang berharga bagi gubernur, sehingga membentuk kepribadiannya yang disiplin dan mandiri. 

Turut Hadir dalam dalam Takziah tersebut, Asisten III Setda Prov Sumbar, Andri Yulika, Kepala Bapedda, Medi Iswandi (Via/MMC)

#Diskominfotik Sumbar

Gubernur Sumbar Dukung Pembangunan Maritim Center Sebagai Wahana Edukasi
Sabtu, September 17, 2022

On Sabtu, September 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Teluk Bayur menggelar pertemuan membahas pembangunan gedung Maritim Center Muara Padang, Jumat (16/9/2022). Pada pertemuan yang dilangsungkan di Ruang Rapat Gubernuran tersebut hadir secara langsung Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi yang didampingi Kepala Bapedda, Medi Iswandi. 

Pembentukan ruang maritim tersebut rencananya akan dijadikan sebagai sarana edukasi masyarakat, wahana maritim, food court, ruang pertemuan serbaguna, kafetaria, wahana pandang panorama Samudera Hindia, ticket counter dan dermaga kapal Mentawai Fast, Kantor Perwakilan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Teluk Bayur serta Minimarket. 

Rencananya lokasi pelabuhan muaro tersebut akan dijadikan lokasi sandar eksisting dimana kapal-kapal yang bermuatan 250 ton bisa bersandar di pelabuhan muara tersebut. 

"Kalau perlu kita lakukan pengerukan sungai Batang Arau, sehingga dapat memperlancar lalu lintas kapal di kawasan tersebut," ungkap gubernur.

Selain itu Gubernur juga menyebut, manfaat lain dengan adanya maritim center, antara lain sebagai wahana edukasi para siswa TNI/POLRI tentang kemaritiman karena mereka belajar menyelam, dan sebagainya. 

General Manager PT Pelindo II Teluk Bayur Nunu Husnul Khitam menjelaskan, bahwa pembangunan maritim center merupakan salah satu upaya untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kota Padang. 

"Bangunan maritim center nantinya akan dibangun 2,5 lantai disana nantinya akan menjadi pusat wahana edukasi untuk wisatawan mendapatkan informasi seputar dunia kemaritiman," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyebutkan berbagai manfaat kepada masyarakat di sekitar wilayah muara tersebut antara lain semakin banyak sektor usaha yang tumbuh, lingkungan sekitar jadi semakin terbuka dengan perkembangan bisnis, menambah pendapatan masyarakat, serta dapat memaksimalkan potensi ekonomi serta sumber daya yang dimilikinya. (Via/MMC)

#Diskominfotik Sumbar

Sumbar dan Bali Akan Miliki Rute Penerbangan Langsung
Sabtu, September 17, 2022

On Sabtu, September 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Komitmen dan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus memajukan sektor pariwisata dibuktikan Wakil Gubernur Audy Joinaldy lewat lobi dan audiensi yang ia lakoni ke Pemerintah Provinsi Bali. Kunjungan kerja Wagub tersebut diterima oleh Gubernur Bali, Wayan Koster di Aula Gubernuran Bali pada Jum'at siang (16/9/2022). 

Dalam pertemuan itu, Wagub Audy yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda dan Kepala Badan Penghubung Sumbar, Aschari Cahyaditama menyampaikan kepada Gubernur Bali bahwa setelah meredanya Covid-19 ini, sektor pariwisata akan bergairah kembali. 

Terlebih, kata Wagub Audy Joinaldy, geliat pariwisata sekarang ini tampak lebih cenderung ke arah desa wisata. Maka dari itu pada tahun 2023 mendatang, kegiatan di dunia pariwisata akan dikemas seutuh mungkin untuk mencapai target kunjungan wisata.

"2024 kan akan menjadi tahun politik, maka untuk memboomingkan sektor wisata akan menjadi kacau. Jadi baiknya kegiatan ini akan dilakukan pada tahun depan (2023)," ujar Wagub.

Disamping itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemprov Bali juga akan menjalin kerjasama bersama Maskapai  Penerbangan Air Asia melalui peluncuran rute penerbangan langsung antara Bandara Internasional Minangkabau dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Mengingat kesamaan potensi pariwisata di Sumbar dan Bali yang sangat bagus untuk dikunjungi wisatawan dalam negeri dan luar negeri, kedua daerah sepakat perlu adanya dukungan fasilitas mobilisasi penerbangan antara yang saling sinergi di antara keduanya. 

Kerjasama dengan pihak Maskapai Air Asia ini tentunya memerlukan dukungan dari kedua pemerintah daerah tersebut. Dengan terbukanya penerbangan langsung antara Sumatera Barat dan Bali, diharapkan peningkatan kunjungan wisata serta peningkatan perekonomian masyarakat di kedua daerah dapat tercapai. 

Demikian juga dengan promosi wisata kedua daerah, diperlukan adanya sinergi yang berkelanjutan. (Ef/Mz Phb/MC Prov Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Wagub Audy Motivasi Mahasiswa Peternakan Universitas Udayana, Bali
Sabtu, September 17, 2022

On Sabtu, September 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Berlatar belakang pengusaha sekaligus akademisi di bidang peternakan, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy , tidak pernah berhenti menunjukkan kecintaannya pada dunia usaha dan peternakan. Hal ini kerap ia tunjukkan saat menjadi pembicara di banyak kesempatan di berbagai universitas ternama di Indonesia.

Di sela-sela kunjungan kerjanya dalam rangka menjajaki kerjasama dengan Provinsi Bali, peraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor (IPB) itu juga hadir untuk membagikan pengalaman di hadapan para mahasiswa dan akademisi Fakultas Peternakan Universitas Udayana (UNUD) Kamis, (15/9/22). 

Pada kesempatan memberikan kuliah umum tersebut, Wagub Audy mengangkat tema “Menumbuhkan Jiwa Wisausaha di kalangan Mahasiswa Peternakan". Ia berpandangan, kewirausahaan adalah salah satu motor penggerak ekonomi yang harus terus didorong, terutama di kalangan anak muda. Hal ini juga adalah sebagai solusi dalam menekan angka pengangguran.

Sedangkan peternakan maupun pertanian secara umum, menurut Wagub Sumbar tersebut merupakan sektor usaha yang memiliki potensi besar yang masih dapat terus digali dan dikembangkan. 

Pandangan beliau ini juga tercermin dalam berbagai kebijakan yang kini menjadi program unggulan dalam pembangunan ekonomi di Sumatera Barat. Diantaranya alokasi 10 persen APBD untuk sektor pertanian dan peternakan, hingga program yang mencetak 100 ribu millenial dan women entrepreneur.

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Dr. Ir. I Nyoman Tirta Ariana, mengaku sangat senang atas kunjungan Wagub Sumbar ke UNUD. “Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua, dimana Wakil Gubernur Sumatera Barat memberikan kuliah umum tentang Menumbuhkan Jiwa Wirausaha di Kalangan Mahasiswa Peternakan Unud, Bali,” katanya.

Ia berharap, kuliah umum yang diberikan Wagub Audy dapat memberikan manfaat yang besar, serta mampu merubah dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa. (Ef/Mz-Phb/MC Prov. Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Dukung Penguatan UMKM, Sumatera Barat Jadi Tuan Rumah World Islamic Entrepreneur Summit 2023
Jumat, September 16, 2022

On Jumat, September 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) digalakkan untuk meningkatkan dan menggerakkan usaha pelaku UMKM di Sumatera Barat (Sumbar), sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan kualitas para UMKM untuk menuju Go Digitalisasi. 

Demikian disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, dalam acara Closing Ceremony & Harvesting Gerakan Nasional (Gernas) BBI Sumbar yang digelar di Pelataran Pantai Padang, Jumat (16/9/2022).

Kegiatan yang berlangsung 16-17 September tersebut dihadiri oleh Menparekraf, Sandiaga Uno, Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Walikota Padang, Hendri Septa.

"UMKM saat ini  merupakan tulang punggung dari perekonomian Sumbar, yang jumlahnya tidak kurang dari 600,000  pelaku UMKM," ujar gubernur.

Pihaknya juga memfasilitasi para pelaku UMKM yang melakukan kegiatan ekspor produk, Pemprov Sumbar juga akan membantu pembiayaan untuk ekspor produk hingga ke mancanegara. 

Apalagi Sumbar akan menjadi tuan rumah World Islamic Entrepreneur Summit 2023 mendatang, Gubernur mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai agenda yang akan memeriahkan event tersebut, selain itu ia juga memohon dukungan kepada Menparekraf Sandiaga Uno dan Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, terkait agenda internasional yang akan disiapkan di tahun depan. 

"Hal tersebut menjadi momen untuk kita dalam menggerakkan ekonomi, serta produk BBI bisa dibeli oleh para pengunjung-pengunjung bukan hanya di Sumbar tapi juga di kancah internasional," ucap orang nomor satu di Sumbar tersebut. 

Mendukung hal tersebut, Menparekraf, Sandiaga Uno, mengatakan terdapat delapan kepala negara yang akan diundang ke Sumbar. Selain itu akan banyak para pelaku usaha dan berskala dunia yang turut hadir mendukung iven World Islamic Entrepreneur Summit 2023 (WEIS) nantinya. 

"WEIS 2023 diharapkan dapat dapat menjadi ikon paralel dengan acara MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) lainnya di Indonesia yang mungkin diadakan setiap tahun," kata Sandi. 

Menurutnya melalui iven ini Kota Padang bisa menawarkan iven kelas dunia, sehingga iven ini akan menjadi ikonik dan sejalan dengan iven MICE lainnya di Indonesia. 

Disamping itu, Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, mengatakan terkait literasi keuangan pihak OJK akan terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan agar dapat melindungi skema-skema penipuan bagi masyarakat khususnya para pelaku UMKM. (Via/MMC) 

#Diskominfotik Sumbar

Jadi Narasumber Seminar Nasional PDMI, Gubernur Mahyeldi Paparkan Upaya Wujudkan Industri Halal di Sumbar
Jumat, September 16, 2022

On Jumat, September 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus membuktikan keseriusan pengembangan ekonomi syariah dengan menghadirkan Perda Wisata Halal, sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia tahun 2024. Diharapkan, semangat untuk menjadikan Indonesia sebagai industri produk halal seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo selaku Ketua Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNSKS) dapat diterapkan di setiap Provinsi.

Harapan itu disampaikan Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional dan Muktamar Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia (PDMI), dengan tema "Meningkatkan Kapasitas Indonesia Sebagai Rujukan Pasar Halal" di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (15/9/2022).

Gubernur Mahyeldi menyampaikan, sebagai muslim terbesar di dunia, peluang pasar dan belanja masyarakat muslim juga sangat besar. Mulai dari produk makanan, fashion, kosmetik, farmasi, serta sektor rekreasi atau pariwisata.

"Tentunya ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan. Tidak ada pilihan lain bagi kita, selain memberikan dukungan, memberikan support, kemudian memberikan implementasi langkah-langkah sesuai yang dinyatakan oleh pak presiden," kata Buya Mahyeldi.

Untuk di Sumbar, menurut Buya Mahyeldi, Wakil Presiden secara khusus menumpangkan harapan kepada Sumbar sebagai provinsi dengan populasi 98 persen muslim dan memiliki falasafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), berpotensi besar menjadi pusat industri halal di Indonesia.

Mahyeldi menambahkan, beberapa upaya mewujudkan harapan wakil presiden tersebut diantaranya  menghadirkan perda tentang penyelenggaraan pariwisata halal yaitu, Perda Nomor 1 Tahun 2020 yang diikuti oleh peraturan gubernur tentang pengembangan ekonomi syariah Sumatera Barat dan sudah mempunyai masterplan industri produk halal Sumatera Barat.

"Di Sumbar juga sudah ada beberapa realisasi industri halal, yakni berupa sentra rendang di Kota Payakumbuh, Kota Padang bahkan sudah mengekspor bumbu/pasta rendang ke timur tengah dan Norwegia. Termasuk sertifikat halal gratis bagi industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil (UMK). Inilah beberapa upaya dilakukan Sumbar untuk menjawab harapan dari pak presiden dan juga dari bapak wakil presiden," sebut Buya Mahyeldi

Realisasi lain yang dilakukan Sumbar adalah pelatihan kepada  juru semblih halal (Juleha) dan pendampingan Proses Produk Halal (PPH), menetapkan kuliner halal aman dan sehat (KHAS) di Kota Bukittinggi, Payakumbuh, dan Padang. 

Kemudian juga pembentukan halal center melalui perguruan tinggi serta riset makanan halal di kabupaten kota di Sumbar. Termasuk juga mengeluarkan sertifikat rumah potong hewan, hotel dan restauran Untuk realisasi yang sudah kita lakukan ini insyallah kita tingkatkan terus. 

Namun dibalik itu juga ada faktor pendukung untuk produk halal yang pertama rumah potong hewan besertifikat halal. Tempat pemotongan unggas bersertifikat halal yang perlu di sertifikasi. 

Lembaga pemeriksa itu ada Sucofindo, MUI dan bersama halal Madani, sehingga lebih banyak lagi agar percepatan dapat kita lakukan untuk pendampingan, termasuk juga pendamping produksi halal center bersama perguruan tinggi swasta Yastis. 

"Semuanya kita berdayakan tidak hanya diperguruan tinggi negeri tetapi perguruan tinggi swasta juga kita berdayakan untuk bekerjasama, guna meningkatkan literasi edukasi terkait dengan kewirausahaan syariah kepada pelaku UMKM," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan populasi muslim mengalami pertumbuhan yang cepat dan pesat. Kemudian trend hidup halalpun terus berkembang mengalami kemajuan secara global baik bagi muslim hingga non muslim.

"Hal itu berpotensi besar yang dimiliki Indonesia sebagai negara penduduk mayoritas muslim sehingga peluang produk halal ini dapat dimanfaatkan dengan tepat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan juga Indonesia," kata Al Haris.

Menurutnya potensi halal ataupun potensi kuliner, budaya, pariwisata dimiliki hampir seluruh wilayah Indonesia seperti Provinsi Jambi, Sumbar dan NTB tentunya dan ini sangat banyak berkembang ditengah masyarakat. 

"Oleh karena itu perlu kita monitor dan benahi sistemnya dengan baik sehingga SDA yang agamis sebagai masyarkat yang teguh menjalankan prinsip Agama dengan baik serta mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya. 

Terakhir Gubernur Al Haris mengucapkan selamat datang terima kasih kepada pak Gubernur Mahyeldi telah berkenan hadir di provinsi Jambi ini. Ia berharap dengan adanya seminar ini dapat menambah wawasan untuk mengupayakan pengembangan industri dan ekosistem secara berkelanjutan di provinsi Jambi.

"Mudah-mudahan dengan kolaborasi bersama Provinsi Sumbar dapat saling membantu, yang lemah ia kuatkan, Jambi masih lemah SDMnya Sumbar yang bangkitkan," harapnya.(Cen)

#DiskominfotikSumbar

Sumatera Barat dan Bali Jajaki Kerjasama Pariwisata dan UMKM
Jumat, September 16, 2022

On Jumat, September 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi  Sumatera Barat dan Pemerintah Provinsi Bali menjajaki program kerjasama guna mengintegrasikan dan mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya daerah. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang juga akrab disapa Cok Ace di Denpasar, Jum’at (16/9/2022).

Mendampingi Wagub Sumbar, hadir Kepala Dinas Pariwisata Luhur Budianda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Barat Nazwir, Kepala Biro Pemerintahan Doni Rahmat Samulo, serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat M. Irsyad.

Sementara Wagub Bali didampingi oleh Asisten 1 Setdaprov Bali I Gede Dewa Putra, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Ketut Sukra Negara, Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjok Bagus Pemayun, Kepala Dinas Koperasi dan UKM I Wayan Eka Dina, serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa. Hadir pula kepala Asosiasi Perjalanan Wisata Seluruh Indonesia (ASITA) Sumbar, serta Advisor to Goverment Reletionship Air Asia Capt. Dwiyanto Ambar Hidayat.

Dikatakan Wagub Audy, kolaborasi yang tengah dijajaki kedua belah pihak tersebut digagas dalam rangka peningkatan efesiensi dan efektifitas pelayanan publik yang salin menguntungkan di masing-masing provinsi.

“Jika kerjasama ini terlaksana, maka akan memberikan impact yang sangat besar terhadap perkembangan kedua daerah khususnya di bidang pariwisata dan usaha kecil menengah,” terang Wagub Audy.

Wakil Gubernur Bali, Cok Ace yang juga pernah menjabat sebagai ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali selama 4 periode ini, menyambut baik rencana kerjasama dengan pemerintah provinsi Sumatera Barat tersebut. Ia mengatakan kerjasama ini akan segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

Dalam diskusi yang hangat tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali juga diundang langsung oleh Uda Wagub -sapaan akrab Wagub Sumbar- untuk berkunjung ke Sumatera Barat. 

“Jika Wakil Gubernur Sumatera Barat atau pejabat daerah lain berkunjung ke Bali itu sudah biasa, namun jika Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang datang berkunjung ke Sumatera Barat, itu baru  luar biasa,” kata Uda Wagub.

Tidak hanya dengan Provinsi Bali, Wagub mengatakan juga sedang menggalakan kerjasama dengan berbagai pihak dan provinsi lainnya. Hal ini menurutnya merupakan salah satu strategi pemerintah provinsi dalam meningkatkan pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat di Sumatera Barat. (Af.Phb/MC Prov.Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Ummi Harneli Ajak Istri Kepala Daerah Jadi Pelopor dan Contoh Hidup Sederhana
Jumat, September 16, 2022

On Jumat, September 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua TP. PKK Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Ny. Harneli Mahyeldy yang akrab disapa Ummi Harneli, mengajak segenap istri-istri kepala daerah yang notabene juga pemimpin berbagai lembaga untuk menjadi pelopor dan contoh hidup hemat, dan sederhana. Terutama pada saat kondisi ekonomi sulit saat ini akibat kenaikan harga BBM yang berimbas pada kenaikan harga barang dan jasa.

Ajakan itu disampaikan Ummi Harneli saat memberikan sambutan pada acara pertemuan istri-istri kepala daerah (Iskada) se-Sumbar, di Hall IKK, Komplek Kantor Bupati Padang Pariaman, Parik Malintang, Kamis (15/9/2022). "Dampak kenaikan harga BBM, membuat semua harga kebutuhan rumah tangga juga naik. Hendaklah kita sebagai istri Kepala Daerah dan ketua berbagai lembaga, dapat memberikan contoh dan menenangkan masyarakat agar tidak panik, dan menyalahkan pemerintah karena membuat kehidupan menjadi sulit. Kita menyadari dampak kenaikan BBM memaksa kita untuk lebih memperketat pos-pos pengeluaran sehari-hari," ujar Ummi.

Ummi juga mengajak kader PKK dan masyarakat untuk menggalakkan gerakan pemanfaatan halaman pekarangan, seperti menanam cabe, dan sayur di pot atau media apapun yang memungkinkan, memelihara ayam dan budidaya ikan dalam ember sehingga mengurangi belanja dapur.

Selain itu, mengurangi pengeluaran konsumtif . Misalkan dengan mengubah gaya hidup seperti misal yang terbiasa jajan di luar diubah dengan memasak sendiri. Di lain sisi, kegiatan pelatihan ketrampilan untuk menambah pendapatan keluarga juga lebih diperbanyak sehingga keluarga mandiri dan sehat dari sisi ekonomi.

Pertemuan Iskada yang dihadiri istri kepala daerah se-Sumbar ini mendapat apresiasi dari Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur. Dalam sambutannya Suhatri mengatakan kegiatan positif ini dapat meningkatkan silaturahmi sesama istri kepala daerah. Peran Iskada juga sangat besar dalam menunjang kinerja kepala daerah, terutama dalam mewujudkan visi misi dan program unggulan daerah. "Melalui kegiatan ini terbangun sinergi dan kolaborasi dalam upaya mensejahterakan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang pada akhirnya akan sangat membantu menekan laju inflasi di Sumbar," kata Suhatri Bur.

Lebih lanjut, Suhatri menyebut, Pemkab Padang Pariaman sendiri juga telah melakukan berbagai program strategis dalam upaya menekan inflasi, diantaranya program menanam cabai, minimal 20 batang setiap rumah.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua BKOW Sumbar, Ny. Fitria Amalia Audy, Ketua DWP Sumbar Ny. Lina Hansastri, serta pengurus TP-PKK/LKKS/ Dekranasda/BKOW/GOW/DWP dan Bundo kanduang se-Sumbar.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Tanah Datar Raih Penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah Terbaik
Kamis, September 15, 2022

On Kamis, September 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Tanah Datar mendapat penghargaan sebagai kabupaten dengan pengendalian inflasi daerah terbaik di wilayah Sumatera. Apresiasi tersebut diberikan pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) yang juga melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, serta mitra strategis yang tergabung dalam tim pengendalian inflasi di Surabaya, Rabu (14/9/22).

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan yang diwakili oleh Dirjen Perimbangan Keuangan, Menteri PPN/ Bappenas yang diwakili oleh Deputi Bidang Ekonomi, Menteri Pertanian yang diwakili oleh Dirjen Hortikultura, Kepala Badan Pangan Nasional, Direktur Utama Perum Bulog yang diwakili oleh Direktur Keuangan; Wakil Ketua Komisi III, IV, VIII dan XI DPR RI; anggota Komisi II dan XI DPR RI; Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy serta sejumlah pejabat Kepala Daerah lainnya dan mitra strategis pemerintah dalam Hal pengendalian inflasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan langkah pengendalian inflasi yang dapat ditempuh antara lain memperluas kerja sama antardaerah, melaksanakan operasi pasar dalam memastikan keterjangkauan harga, pemanfaatan platform perdagangan digital untuk memperlancar distribusi, serta menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dalam pengendalian inflasi. Selain itu juga dengan cara mengoptimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk tematik ketahanan pangan dan pemanfaatan 2 persen Dana Transfer​ Umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial, mempercepat implementasi program tanam pangan pekarangan, menyusun Neraca Komoditas Pangan Strategis oleh seluruh Pemerintah Daerah, memperkuat sarana-prasarana penyimpanan produk hasil panen; serta memperkuat sinergi TPIP-TPID dengan memperluas GNPIP untuk mempercepat stabilisasi harga.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, juga menekankan pentingnya semangat gotong royong untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Daerah serta mitra kerja lainnya melalui GNPIP. Ia menjelaskan, terdapat 3 hal penting dalam pengendalian inflasi nasional, yaitu Pertama, tren kenaikan inflasi saat ini disebabkan oleh kenaikan harga pangan bergejolak, sehingga GNPIP menjadi urgensi tersendiri untuk mengatasi gejolak harga tersebut agar tingkat inflasi volatile foods dapat turun dibawah 5 persen.

Kedua, upaya pengendalian inflasi perlu diperkuat dengan mencermati bagaimana dampak rambatan kenaikan BBM dan efektivitas subsidi penyangga sosial, guna menjaga daya beli masyarakat. Ketiga, menindaklanjuti arahan Presiden pada Rakornas Pengendalian Inflasi dan Rapat 12 September 2022, perlu diperkuat sinergi dan berbagai upaya agar mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dengan 7 program unggulan GNPIP yang sudah dimplementasikan di 28 wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) sejak 10 Agustus 2022, GNPIP tercatat sudah berkontribusi membantu 179 pasar murah, mengkoordinasikan 43 kerjasama antardaerah, mendistribusikan 902.977 polybag bibit cabai dan berbagai program lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras dan koordinasi seluruh Gubernur, Bupati, Walikota berserta seluruh anggota TPIP dan TPID. Wakil Menteri Dalam Negeri juga menggarisbawahi hal penting yang dapat menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi, antara lain menggalakkan Gerakan Tanam Pangan Cepat Panen, mengawasi penyaluran BBM subsidi, mengumumkan persentase inflasi di kabupaten/kota setiap bulannya, mengintensifkan jaring pengaman sosial, berhati-hati dan cermat dalam melakukan komunikasi kepada publik, meningkatkan kinerja TPID dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, serta merespon cepat atas perkembangan harga dari hari ke hari.

Berkaitan dengan itu, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah berkomitmen memperkuat sinergi dan inovasi berbagai program pengendalian inflasi dan membangun ketahanan pangan nasional. Penguatan sinergi dan inovasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi tanggal 18 Agustus 2022 serta pada pertemuan dengan seluruh kepala daerah pada tanggal 12 September 2022.(Phb/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Bertemu Gubernur Sumbar, Konjen Tiongkok Tawarkan Kerjasama Dengan Provinsi Yunan
Kamis, September 15, 2022

On Kamis, September 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Seiring peningkatan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan juga gencar melakukan berbagai upaya persahabatan dan kerjasama dengan provinsi yang ada di Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Barat.

Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, Rabu (14/9/2022) menerima kunjungan Konsul Jenderal Tiongkok yang ada di Medan, Zhang Min, di Istana Gubernuran Sumbar. Dalam pertemuan tersebut, Zhang Min menawarkan persahabatan dan kerjasama (sister province) antara Provinsi Yunan di Tiongkok dengan Provinsi Sumbar.

Zhang Min mengatakan, Provinsi Yunan yang terletak di barat daya Tiongkok dan berbatasan dengan Myanmar, Vietnam dan Laos ini memiliki kondisi alam dan budaya yang unik dan memiliki kemiripan alam dan budaya masyarakat Minangkabau. Hal ini menurut Zhang menjadi salah satu alasan keinginan untuk membina sister province, selain Sumbar disebut memiliki tanah yang subur, juga kaya akan sumber daya, pesona alam yang indah serta kekayaan budaya. "Dari provinsi yang ada di Tiongkok, Provinsi Yunan memiliki kemiripan budaya dengan Minangkabau. Karena itu kami ingin menjalin persahabatan dan juga kerjasama berbagai bidang dengan Sumbar, baik di bidang perdagangan, pendidikan, pariwisata dan teknologi. Kami berharap gubernur menerima persahabatan dan kerjasama ini, dan nanti bisa saling mengunjungi," kata Zhang Min.

Zhang Min juga menambahkan, seiring meredanya pandemi Covid-19, saat ini Tiongkok telah kembali membuka diri ditandai dengan Presiden Tiongkok melaksanakan perjalanan keluar negeri untuk pertamakalinya. Hal ini menjadi sinyal bagi jutaan warga tiongkok kelas menengah atas untuk kembali berwisata ke luar negeri, termasuk ke Indonesia. "Ada jutaan warga Tiongkok yang berwisata ke Indonesia setiap tahun dan 90 persennya ke Pulau Bali. Dengan adanya kerjasama dengan Provinsi Sumbar ini, semoga makin banyak wisatawan Tiongkok berkunjung ke Sumbar.

Gubernur Sumbar menyambut baik tawaran kerjasama tersebut. Apalagi menurut gubernur, saat menjabat Wali Kota Padang, juga telah menjalin persahabatan dan kerjasama dengan beberapa daerah di Tiongkok, seperti Shenzen, Chengdu dan Shanghai. Gubernur bahkan meminta agar kerjasama tidak hanya dengan provinsi tertentu saja, tapi bisa juga dengan provinsi lainnya di Tiongkok, khususnya provinsi yang memiliki penduduk mayoritas muslim. 'Kami menyambut baik rencana kerjasama ini. Apalagi selama ini kita di Sumbar telah menjalin kerjasama dengan Chengdu untuk bidang kebencanaan, dan juga dengan Shanghai untuk proyek perumahan. Termasuk bidang pariwisata, sebelum pandemi ada kunjungan Muslim Tiongkok ke Masjid Raya. Kunjungan wisata ini sudah direncanakan setiap tahun tapi terkendala.karena pandemi. Mudah-mudahan kerjasama yang sudah pernah terbangun bisa dilanjutkan dan dikembangkan," ungkap gubermur.

Gubernur juga mengajak Konjen Zhang untuk hadir dalam peringatan hari jadi Provinsi Sumbar tanggal 1 Oktober mendatang yang ternyata juga bersamaan dengan hari nasional Tiongkok.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Rakor Evaluasi RB dan SAKIP, Gubernur Sumbar Minta OPD Komit dengan 4 As
Kamis, September 15, 2022

On Kamis, September 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi meminta seluruh Organisasi Perangkat Kerja (OPD) di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meningkatkan keseriusan dalam mewujudkan komitmen menjadikan program reformasi birokrasi dan SAKIP Sumbar akuntabel.

Demikian ditegaskan gubernur saat memaparkan upaya peningkatan reformasi birokrasi dan SAKIP Sumbar, dalam Evaluasi Reformasi Birokrasi dan SAKIP Provinsi Sumbar, di Auditorium Gubernuran, yang dibuka secara online oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB, Erwan Agus Purwanto, di Auditorium Gubernuran, Rabu (14/9/2022).

Dalam pemaparannya, Gubernur Mahyeldi mengapresiasi seluruh OPD yang telah berupaya memberikan kinerja terbaik dalam mewujudkan reformasi birokrasi serta SAKIP yang akuntabel. "Apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berupaya mewujudkan komitmen untuk peningkatan reformasi birokrasi dan SAKIP di Sumbar. Kami berharap setiap tahun akan terus ada peningkatan, hingga bisa naik hingga peringkat A. Diperlukan usaha ekstra keras. Ingat prinsip kerja Empat AS, kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja keras, kerja tuntas. Mudah-mudahan apa yang kita ingin capai untuk SAKIP A bisa terwujud," ujar gubernur.

Lebih lanjut, gubernur menyampaikan beberapa upaya perbaikan SAKIP dan reformasi birokrasi yang dilakukan Pemprov Sumbar sebagai tindak lanjut rekomendasi tahun 2021 sekaligus progres perbaikan implementasi AKIP yang sudah dilakukan. Diantaranya memastikan keselarasan antara sasaran strategis dan program kegiatan sehingga seluruh anggaran digunakan secara efektif. Termasuk refocusing program/kegiatan, dengan menghapus program/kegiatan yang dianggap tidak berkontribusi signifikan terhadap pencapaian kinerja pemda.

Secara khusus, gubernur juga minta kepada Inspektorat agar mampu memberikan penguatan kepada OPD di lingkup Pemprov Sumbar, tidak hanya pada saat diakhir ketika pekerjaan telah selesai, namun juga penguatan dari awal.

Apresiasi juga disampaikan Deputi Erwan Agus Purwanto. Menurutnya, Pemprov Sumbar telah mampu melaksanakan reformasi birokrasi dan SAKIP dengan baik. Erwan menambahkan, selama lima tahun terakhir, penilaian Sumbar terus meningkat. Bahkan berada diatas rata-rata nilai provinsi secara nasional. "Ini prestasi yang cukup membanggakan. Saya apresiasi capaian Pemprov Sumbar. Semoga apa yang telah diraih dapat terus ditingkatkan. Dan saya berharap agar kedepan ada inovasi-inovasi baru sehingga Sumbar dapat menjadi contoh baik atau benchmark bagi daerah lain," harap Erwan.

Turut hadir dalam rakor ini Asisten Deputi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB Wilayah 1, Akhmad Hasmy, tim evaluator dan seluruh kepala OPD lingkup Provinsi Sumbar.(doa/MMC)

#Dinas Kominfotik Sumbar

Pertama di Indonesia, Sumbar Luncurkan 50 Desa Wisata Agro
Selasa, September 13, 2022

On Selasa, September 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Menyongsong Visit Beautiful West Sumatera 2023, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy meresmikan 50 Desa Wisata Agro Sumatera Barat dari salah satu destinasi unggulan, yakni Desa Wisata Kubu Gadang, Padang Panjang, Selasa (13/9/22). Ke-50 Desa Wisata Agro yang diresmikan tersebut tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kabupaten Tanah Datar menjadi penyumbang terbanyak dengan lima destinasi Desa Wisata Agro.

Wakil Gubernur Audy Joinaldy mengatakan, hal ini merupakan suatu inovasi yang membanggakan. Dimana seluruh unsur pentahelix pariwisata bahu-membahu membangun ekosistem desa wisata agro yang berkolaborasi dengan sektor pertanian sebagai salah satu mata pencarian utama masyarakat Sumatera Barat. "Saya rasa ini baru pertama di Indonesia, provinsi yang punya Desa Wisata Agro. 57 persen tenaga kerja di Sumbar terlibat di sektor pertanian, hampir 25 persen PDRB Sumbar juga dari sektor pertanian. Jadi kiranya layak kita kolaborasikan tourism dengan agro menjadi Desa Wisata Agro," papar Wagub.

Selain itu, Wagub juga menyinggung upaya-upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan kunjungan wisata. Diantaranya kembali diperolehnya izin pintu masuk kedatangan internasional di Bandara Internasional Minangkabau, kerjasama dengan maskapai penerbangan, maupun universitas-universitas yang fokus dalam penelitian pengembangan kepariwisataan. "Alhamdulillah BIM sudah boleh lagi untuk penerbangan internasional, secepat mungkin akan dibuka lagi penerbangan Padang-Kuala Lumpur," kata Wagub melanjutkan.

Sedangkan untuk turis mancanegara asal Australia, Wagub menyampaikan saat ini tengah mengusahakan pembukaan penerbangan langsung dari Denpasar ke Padang. Dengan dibukanya akses tersebut, Wagub berharap dapat meningkatkan kunjungan turis Australia berselancar di Kepulauan Mentawai. Sementar itu, berkaitan dengan pengembangan Desa Wisata Agro, Walikota Padang Panjang Fadly Amran memberikan apresiasi pada niniak mamak di Sumatera Barat. Menurutnya selama ini niniak mamak telah berpikir jauh ke depan dalam menjaga presevasi lingkungan, hingga saat ini kita dapat merasakan kelestarian alam berpadu potensi pertanian dan perkebunan. "Ini menjadi potensi Sumatera Barat, sehingga bisa dimanfaatkan di bidang pertanian, perkebunan dan pengembangan Desa Wisata Agro agro," tuturnya.

Adapun untuk pengembangan 50 Desa Wisata Agro yang telah diresmikan, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda menjelaskan, setiap Desa Wisata nantinya akan diberikan pembimbingan oleh pentahelix pariwisata. Diharapkan dengan pembimbingan ini, dapat memperluas pengetahuan dan pengalaman entrepreneurship kepariwisataan Pokdarwis selaku pengelola. "Pada tahap pertama, bekerjasama dengan Bank Nagari, PHRI dan stakeholder lainnya, kita akan berikan pembimbingan entrepreneurship yang dikolaborasikan dengan konsep pariwisata agar dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat," jelas Budi.

Mengakhiri peluncuran 50 Desa Wisata Agro tersebut, Pemprov Sumbar bersama Bank Nagari dan PHRI menandatangani perjanjian kerjasama guna pengembangan, pemasaran dan akses pelayanan perbankan bagi Desa Wisata Agro. (MC Prov Sumbar)

#Dinas Kominfotik Sumbar