Opini

PARLEMEN

Sports

Pemprov

Iklan KPU Sumbar
Pengembangan Iklim Berinvestasi: Penyusunan Database Tanah Ulayat yang Berpotensi untuk Penanaman Modal
Sabtu, November 21, 2020

On Sabtu, November 21, 2020

Pengembangan Iklim Berinvestasi: Penyusunan Database Tanah Ulayat yang Berpotensi untuk Penanaman Modal
BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Barat Maswar Dedi mengatakan, penyusunan database tanah ulayat yang berpotensi untuk penanaman modal, merupakan salah satu langkah yang

dilakukan untuk mengenjot kegiatan investasi di Sumatera Barat. 


"Dalam pandangan tersebut, tanah ulayat, dengan kepastian status hukumnya beserta luas yang cukup besar, secara prinsip, bisa dimanfaatkan untuk kegiatan penanaman modal," katanya kepada BentengSumbar.com, kemaren. 


Karena itulah, kata Maswar Dedi, dalam pandangan kegiatan yang dilakukan tersebut, pentingnya memberikan kepastian hukum baik bagi pemegang ulayat, maupun pihak investor.


"Secara umum, di Sumatera Barat (khususnya daerah adat Minangkabau), tanah ulayat merupakan sebidang tanah yang di atasnya terdapat hak ulayat dari suatu masyarakat hukum adat tertentu," jelasnya. 


Hak ulayat, urainya, adalah kewenangan yang menurut hukum adat merupakan hak tertinggi di Minangkabau yang terpegang dalam tangan penghulu, Nagari, Kaum atau federasi beberapa Nagari (1976, 238-239). Dalam pengertian tersebut, tanah ulayat yang berada dalam kesatuan adat Minangkabau terbagi dalam tiga bentuk, ulayat Nagari, ulayat Suku, dan Ulayat Kaum. 


"Dalam kegiatan inventarisasi ini, dari lima persil kegiatan, tanah ulayat yang dituju adalah empat tanah ulayat nagari, yaitu ulayat Nagari Halaban Kabupaten 50 Kota, Ulayat Nagari Guguak Sarai Kabupaten Solok, Ulayat Nagari Bukik Surungan Padang Panjang, dan Ulayat Nagari Tabek Patah Kabupaten Tanah Datar," terangnya.


Satu tanah ulayat lainnya adalah tanah ulayat milik kaum di Kanagarian Tabek Patah, Tanah Datar. Dalam pelaksanaan kegiatan inventarisasi ini, DPMPTSP melakukan kegiatan ke masing-masing persil. 


"Tujuan kegiatan ini adalah untuk melihat sejauh mana kesiapan pemilik tanah ulayat untuk menjadikan tanah ulayat layak untuk diinvestasikan. Kesiapan ini dilihat dari sejauh mana legalitas dari tanah ulayat, bagaimana aspek budaya masyarakat setempat yang berkaitan dengan keberadaan tanah ulayat termasuk dalam aspek pengelolaannya dan jenis investasi beserta sistem pengelolaanya. 


"Untuk melihat semua aspek tersebut, sudah dibuat semacam instrumen yang melihat bagaimana kegiatan inventarisasi objek hak atas atas tanah ulayat," katanya.


(by/hms-Sumbar)

Soal Investasi Berdampak ke Bencana Alam dan Lingkungan, Begini Kata Maswar Dedi
Sabtu, November 21, 2020

On Sabtu, November 21, 2020

Soal Investasi Berdampak ke Bencana Alam dan Lingkungan, Begini Kata Maswar Dedi
BENTENGSUMBAR.COM - Setiap pembangunan yang dilaksanakan di suatu daerah, pasti menimbulkan dampak kepada lingkungan. 


Bahkan, bisa saja investasi yang "liar" terhadap aturan lingkungan hidup, berdampak besar dengan timbulnya bencana alam. 


Untuk itu, Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat membuat program unggulan terkait dengan penanggulangan bencana alam dan pelestarian lingkungan.


Apatah lagi, daerah Sumatera Barat rawan bencana, seperti gempa, banjir bandang, longsor dan lain sebagainya.


Investor yang mau menanamkan modalnya di Sumatera Barat juga diwanti-wanti soal ini. 


Lantas, apakah investasi di Sumbar berdampak kepada bencana alam dan lingkungan? Bagaimana pengendaliannya?


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi mengatakan, dampak investasi di Sumatera Barat relatif aman dan tidak ada yang mengakibatkan bencana alam.


"Sedangkan terhadap kerusakan lingkungan dapat dikatakan tidak terlalu berdampak dan untuk pengendaliannya masih bisa diselesaikan dengan berkoordinasi dengan instansi lainnya seperti Dinas Lingkungan Hidup," cakapnya.  


(by)

Terkait Investasi Pertanian Berbasis Kawasan Komoditi Unggulan, Ini Kata Maswar Dedi
Sabtu, November 21, 2020

On Sabtu, November 21, 2020

Terkait Investasi Pertanian Berbasis Kawasan Komoditi Unggulan, Ini Kata Maswar Dedi
BENTENGSUMBAR.COM - Salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat Irwan Prayitno-Nasrul Abit adalah pengembangan pertanian berbasis kawasan komoditi unggulan.


Pengembangan pertanian berbasis kawasan komoditi unggulan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Barat.


Investor pun diundang menanamkan modalnya untuk mewujudkan pertanian berbasis kawasan komoditi unggulan tersebut.


Lantas, bagaimana investasi terhadap pengembangan pertanian berbasis kawasan komoditi unggulan itu di Sumbar?


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi mengatakan, DPMPTSP Provinsi Sumatera Barat melalui program dan kegiatannya telah melaksanakan pemetaan potensi dan peluang investasi di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat. 


Pada tahun 2019, katanya, telah dilakukan kajian Feasibility Study (Studi Kelayakan) Proyek Investasi Sektor Industri (Industri Minyak Nilam), lokasi potensi investasi ini berada di Kabupaten Pasaman Barat. 


"Potensi investasi ini juga dipromosikan kepada calon-calon investor dalam dan luar negeri," ungkap Maswar Dedi kepada BentengSumbar.com, kemaren.


Jika ada investor yang berminat untuk mendirikan pabrik minyak nilam ini, jelas Maswar Dedi, maka diharapkan petani-petani nilam dapat meningkat kesejahterannya, tidak hanya di Kabupaten Pasaman Barat, tapi juga daerah-daerah lainnya di Sumatera Barat. 


(by/hms-sumbar)

Pengembangan Iklim Berinvestasi di Sumbar: Pembangunan Infrastruktur Penunjang Ekonomi Rakyat
Sabtu, November 21, 2020

On Sabtu, November 21, 2020

Pengembangan Iklim Berinvestasi di Sumbar: Pembangunan Infrastruktur Penunjang Ekonomi Rakyat
BENTENGSUMBAR.COM - Salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat Irwan Prayitno-Nasrul Abit adalah pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi rakyat.


Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mewujudkan program unggulan tersebut.


Tujuannya tentu untuk membangkitkan perekonomian, sehingga rakyat sejahtera, Sumbar Madani dapat direalisasikan. 


Terkait dengan investasi, proyek infrastruktur di Sumatera Barat saat ini dilaksanakan oleh BUMN dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.


Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi.


"Ya, proyek infrastruktur di Sumbar saat ini dilaksanakan oleh BUMN dan Pemprov Sumbar," katanya kepada BentengSumbar.com, kemaren. 


Misalnya, kata Maswar Dedi, kelistrikan dilaksanakan Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero), Pembangunan Jalan Tol  dilaksanakan PT. HUTAMA KARYA. "Sedangkan Pengembangan Bandara BIM   dilaksanakan langsung oleh PT. ANGKASA PURA," tukuknya.


Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melaksanakan pembangunan Stadion Utama Sumatera Barat di Sikabu Lubuk Alung Padangpariaman. "Ada juga pembangunan “Waterfront City” Pariaman," katanya.


"Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur berupa program pemerintah daerah lainnya, seperti pembangunan jalan, jembatan, irigasi, sarana pendidikan dan kesehatan, dan lain-lain, dapat dilihat pada program OPD teknis lainnya seperti PU," jelasnya.


(by/hms-sumbar)

DPMPTSP Sumbar Dorong Kerjasama Investor Berskala Besar dengan UMKM dan Koperasi
Sabtu, November 21, 2020

On Sabtu, November 21, 2020

DPMPTSP Sumbar Dorong Kerjasama Investor Berskala Besar dengan UMKM dan Koperasi
BENTENGSUMBAR.COM - Salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat Irwan Prayitno-Nasrul Abit adalah pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), koperasi dan iklim berinvestasi.  


Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno termasuk kepala daerah yang memiliki komitmen tinggi dalam mengundang investor masuk ke Sumatera Barat. Namun di sisi lain, Gubernur Irwan Prayitno juga berkomitmen untuk pengembangan UKM dan koperasi di daerah ini.


Lantas, apakah kebijakan investasi di Sumbar melindungi usaha kecil menengah dan koperasi?


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi mengatakan, DPMPTSP Sumbar  melakukan berbagai program dan kegiatan yang mendukung kerjasama antara Investor Berskala Besar dengan UMKM dan Koperasi.


"Kami terus berupaya mewujudkan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur dengan mendorong dan mendukung kerjasama antara Investor Berskala Besar dengan UMKM dan Koperasi," katanya kepada BentengSumbar.com, kemaren. 


Diantaranya, jelas Maswar Dedi, adalah melaksanakan kegiatan Forum Komunikasi Pelaku Usaha Daerah.


"Merupakan suatu wadah guna membangun  komunikasi antara pemerintah/pemangku kepentingan dengan  pelaku usaha untuk menghadapi permasalahan, tantangan kendala dan hambatan dalam berusaha, serta terfasilitasinya kerjasama antara Usaha Besar dan Usaha Kecil," ujarnya. 


Selain itu, ungkap Maswar Dedi, program Sistem Informasi Kemitraan Usaha (SIMITRA). "Ini adalah Inovasi dari DPMPTSP Sumbar dan dalam proses pengajuan ke Diskominfo Sumbar untuk dibuatkan aplikasinya," tukuknya.


Dijelaskannya, SIMITRA bertujuan untuk menyediakan data/informasi Usaha Kecil yang valid dan terkini secara online guna mempertemuan Pengusaha Besar dengan Pengusaha Kecil untuk melakukan kerjasama strategis/kemitraan.


(by/hms-sumbar)

Ini Dampak Investasi Terhadap Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan, Pembangunan dan Daerah Tertinggal di Sumbar
Jumat, November 20, 2020

On Jumat, November 20, 2020

Ini Dampak Investasi Terhadap Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan, Pembangunan dan Daerah Tertinggal di Sumbar
BENTENGSUMBAR.COM - Salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno-Nasrul Abit adalah percepatan penurunan angka kemiskinan, pembangunan dan daerah tertinggal.


Investasi di suatu daerah tentu saja sangat berpengaruh terhadap penurunan angka kemiskinan, pembangunan dan daerah tertinggal. 


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi mengatakan, salah satu faktor penyebab kemiskinan adalah tingkat pengangguran dan jumlah pendapatan per kapita. 


"Peningkatan investasi di Sumatera Barat diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan jumlah pendapatan per kapita," ungkapnya kepada BentengSumbar.com. 


Dikatakannya, investasi dalah jumlah besar yang menyerap banyak tenaga kerja juga dapat menimbulkan multiplier effect terhadap pembangunan daerah sekitarnya.


"Seperti tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, pasar, pertokoan, rumah makan, dan lain-lain," katanya.


"Dan hal ini juga memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar lokasi proyek investasi dan pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," tukuknya.  


Sedangkan untuk pembangunan dan daerah tertinggal, ujar Maswar Dedi lagi, diharapkan lebih banyak peran pemerintah dibandingkan peran swasta, yaitu peningkatan investasi pemerintah dalam hal pembangunan infrastruktur, seperti akses jalan/transportasi, akses komunikasi, air bersih, irigasi, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan lainnya untuk memudahkan masyarakat di daerah tertinggal melakukan aktivitas ekonomi dan sosial. 


(by/hms-sumbar)

Triwulan III, Ini Realisasi Investasi di Bidang Pendidikan di Sumbar
Jumat, November 20, 2020

On Jumat, November 20, 2020

Triwulan III, Ini Realisasi Investasi di Bidang Pendidikan di Sumbar
BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong investasi di bidang pendidikan. Tujuannya adalah untuk pemerataan di bidang pendidikan sebagai salah satu program unggulan Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit.


Lantas, sejauhmana realisasi investasi di bidang pendidikan dan apakah berdampak pada peningkatan pemerataan kualitas pendidikan tersebut?


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar Maswar Dedi mengatakan, per Triwulan III Tahun 2020, realisasi investasi di bidang pendidikan hanya sebesar Rp.95.000.000,-.


"Artinya, persentase capaiannya tidak sampai 1% dari total realisasi investasi triwulan III," kata Maswar Dedi kepada BentengSumbar.com, kemaren. 


Menurutnya, berdasarkan data yang ada belum bisa dikatakan bahwa realisasi investasi ini berdampak pada pemerataan kualitas pendidikan.


Dikatakannya, pemerataan kualitas pendidikan salah satunya dipengaruhi oleh pemerataan pembangunan gedung sekolah sampai ke pelosok desa dan juga penyediaan tenaga guru, serta pembangunan akses transportasi ke lokasi. 


"Hal ini salah satunya dapat dilakukan dengan cara investasi pemerintah di bidang pendidikan seperti pembangunan gedung-gedung sekolah dan juga pembangunan jalan untuk akses ke lokasi pendidikan," ujarnya. 


Sedangkan untuk investasi swasta, jelasnya, bisa dengan cara pendirian sekolah/universitas swasta, dalam hal ini tentu saja calon investor akan mempertimbangkan jumlah penduduk yang masuk dalam usia sekolah dan apakah jumlah ini tidak dapat ditampung lagi di sekolah negeri. 


"Pada umumnya calon investor di bidang pendidikan ini lebih melirik daerah perkotaan karena jumlah penduduk yang padat begitu juga penduduk usia sekolahnya," cakapnya.  


(by/hms-Sumbar)

Pengembangan Iklim Berinvestasi di Sumbar: Ini Realisasi Investasi di Bidang Pariwisata
Senin, November 16, 2020

On Senin, November 16, 2020

Pengembangan Iklim Berinvestasi di Sumbar: Ini Realisasi Investasi di Bidang Pariwisata
BENTENGSUMBAR.COM - Pengembangan iklim berinvestasi di Sumatera Barat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun, seiring dengan masa jabtan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2015-2020. 


Pasalnya, pengembangan iklim berinvestasi tersebut merupakan salah satu program unggulan Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit. 


Sehingga terwujudnya pengembangan iklim berinvestasi tersebut harus betul-betul dikawal oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar.


Termasuk pengembangan iklim berinvestasi di bidang pariwisa di daerah ini terus digenjot. 


Beberapa investor pun tertarik berinvestasi di Sumatera Barat, baik di bidang perhotelan, restoran dan jasa lainnya. 


Lantas, berapa realisasi investasi di sektor pariwisata?


Kepala DPMPTSP Sumbar, Maswar Dedi mengatakan, total  nilai realisasi investasi Sektor Pariwisata PMA dan PMDN per triwulan III Tahun 2020 (Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum, serta Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi) senilai Rp.324.193.000.000,-.


"Dengan persentase 10,63% dari total nilai realisasi investasi seluruh sektor pada Triwulan III Tahun 2020," ungkapnya kepada BentengSumbar.com, Senin, 16 November 2020. 

Pengembangan Iklim Berinvestasi di Sumbar: Ini Realisasi Investasi di Bidang Pariwisata


(by/humas-sumbar) 

Pengembangan Iklim Berinvestasi, Ini Fokus Investasi Sumbar di 2020
Minggu, November 15, 2020

On Minggu, November 15, 2020

Pengembangan Iklim Berinvestasi, Ini Fokus Investasi Sumbar di 2020
BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno dan Nasrul Abit memiliki beberapa program unggulan dalam membangun daerah yang mereka pimpin.


Salah satunya adalah pengembangan iklim berinvestasi di Sumatera Barat. 


Berbagai upaya dilakukan untuk pengembangan iklim berinvestasi tersebut, termasuk menetapkan fokus investasi Provinsi Sumatera Barat tahun 2020.


Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi, ada lima sektor prioritas investasi di Sumatera Barat.


" Ada pariwisata, energi terbarukan, perikanan, industri dan perdagangan, serta pertanian dan perkebunan," ungkap Maswar Dedi kepada BentengSumbar, kemaren. 


Sementara itu, sektor atau bidang usaha yang diprediksi untuk realisasi investasi tahun 2020 – 2021 adalah sektor Energi Baru Terbarukan (Pembangkit Listrik Tenaga Air) di Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman, dan Solok Selatan.


Selain itu, sektor Energi Baru Terbarukan (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) di Kab. Solok, Pasaman, dan Agam.


Ada juga sektor Pertambangan (Minyak bumi dan gas) di Kabupaten Sijunjung.


"Dan yang terakhir sektor Pariwisata (Akomodasi/ Hotel, Penyediaan Makan Minum,  dan Transportasi) di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai. (KEK Mandeh dan KEK Mentawai)," ungkapnya.


(by/hms Sumbar)

Pengembangan Ikilm Berinvestasi, Ini Kebijakan Pro Investasi yang Sudah Dikeluarkan Pemprov Sumbar
Sabtu, November 14, 2020

On Sabtu, November 14, 2020

Pengembangan Ikilm Berinvestasi, Ini Kebijakan Pro Investasi yang Sudah Dikeluarkan Pemprov Sumbar
BENTENGSUMBAR.COM - Pengembangan iklim berinvestasi menjadi salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno-Nasrul Abit. 


Lantas apa saja kebijakan pro investasi yang sudah mereka dikeluarkan di Sumbar?


Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi, sudah banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan investasi di Sumatera Barat.


Pertama, menyusun regulasi yang mendukung terciptanya iklim-iklim penanaman modal yang kondusif, yaitu Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun  2008 tentang Tanah Ulayat dan Pemanfaatannya, Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 Tahun  2014 tentang Penanaman Modal, Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pedoman dan Tata Cara Pemanfaatan Tanah Ulayat Untuk Penanaman Modal, dan Peraturan Daerah No 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Perda No. 02 Thn 2014 tentang Penanaman Modal (Termasuk pemberian insentif dan pemberian kemudahan penanaman modal).


"Kedua, kita melakukan sosialisasi produk hukum terkait dengan penanaman modal," jelasnya kepada BentengSumbar.com, kemaren.


Ketiga, menyusun Standar Pelayanan Publik (SPP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perizinan dan Non Perizinan yang menjadi kewenangan DPMPTSP Povinsi Sumatera Barat.


Keempat, peningkatan pelayanan perizinan dan mengupayakan tim teknis yang ada di OPD teknis agar berada di PTSP.


Kelima, mengakomodir peruntukan ruang bagi kegiatan investasi dalam revisi dokumen RTRW Provinsi Sumatera Barat.


Keenam, promosi potensi investasi di dalam dan luar negeri. Ketujuh, pemetaan potensi dan peluang investasi di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat.


"Dan yang terakhir, kedelapan, pengendalian Plaksanaan Penanaman Modal terhadap Perusahaan PMA dan PMDN (Pemantauan, Pengawasan, dan Pembinaan)," cakapnya.


(by/hms-sumbar)

Pengembangan Iklim Berinvestasi: Ini Target dan Realisasi Investasi per Triwulan III Tahun 2020
Selasa, November 10, 2020

On Selasa, November 10, 2020

Pengembangan Iklim Berinvestasi: Ini Target dan Realisasi Investasi per Triwulan III Tahun 2020
BENTENGSUMBAR.COM - Di bawah kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memiliki program unggulan pengembangan iklim berinvestasi di daerah ini.


Berbagai inovasi terus dilakukan untuk menggait ivestor masuk ke Sumatera Barat. 


Mulai dari regulasi dan berbagai kemudahan yang diberikan dalam pengurusan izin berusaha sampai menjemput bola dengan melakukan promosi ke luar Sumbar.


Bahkan, Gubernur Irwan Prayitno tercatat beberapa kali melakukan lawatan ke luar negeri dalam rangka promosi investasi.


Namun, pandemi Covi-19 menghambat laju pertumbuhan investasi di Sumatera Barat.


Termasuk juga menghambat target dan realisasi investasi pada tahun 2020 ini.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi mengatakan, pada tahun 2020 ini, Pemprov Sumbar menargetkan investasi masuk ke Sumbar, baik Penanam Modal Asing (PMA) dan Penananam Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4.525.000.000.000,-.


Namun, hingga per Triwulan III tahun 2020, realisasi investasi di Sumatera Barat berdasarkan LKPM hanya Rp.3.048.659.080.000,- (Rp. 3 Triliyun).


"Realisasinya telah mencapai 67,73% dari target RPJM," ungkapnya kepada BentengSumbar.com, Selasa, 10 November 2020.


(by/hms-sumbar)

Pengembangan Iklim Berinvestasi: Ini Permasalahan Investasi di Sumbar
Selasa, November 10, 2020

On Selasa, November 10, 2020

Pengembangan Iklim Berinvestasi: Ini Permasalahan Investasi di Sumbar
BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya mewujudkan program unggulan Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit dalam pengembangan iklim berinvestasi di daerah ini. Meski demikian, ada beberapa permasalahan yang dihadapi.


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi mengatakan, permasalahan investasi di Sumatera Barat, secara umum hampir sama dengan hambatan dalam meningkatkan investasi di Provinsi Sumatera Barat.


"Permasalahan yang sering muncul adalah pemanfaatan tanah ulayat untuk investasi dan regulasi  kebijakan pemerintah pusat serta daerah yang kurang mendukung iklim investasi," ungkap Maswar Dedi kepada BentengSumbar.com, Selasa, 10 November 2020.


Pemanfaatan Tanah Ulayat untuk Investasi


Dikatakan Maswar Dedi, persoalan tanah terutama tanah ulayat di Sumatera Barat sampai saat ini masih ada yang menjadi kendala bagi sebagian investor. 


Sebenarnya, jelas Maswar Dedi, permasalahan ini tidak perlu terjadi bila dilakukan sosialisasi sejak awal dimana masyarakat diajak duduk bersama dan yang mereka perlukan adalah kejelasan dan prosedur serta aturan yang berlaku, sehingga masyarakat tahu/ paham, dan tidak merasa dibohongi oleh investor.


"Banyak juga pembangunan investasi di Sumatera Barat yang berjalan dengan baik dan lancar-lancar saja asalkan ada keterbukaan antara pemilik lahan dengan investor," katanya.


Regulasi 


Dikatakannya, Sumatera Barat mempunyai banyak potensi untuk berinvestasi namun sebagian besar terkendala karena adanya regulasi atau kebijakan baik di daerah maupun di pusat seperti pemanfaatan kawasan hutan, pemanfaatan tanah ulayat dan lainnya. 


"Untuk pengurusan izin atau pinjam pakai  kawasan hutan membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga dapat menghambat investasi," terangnya. 


Untuk itu, kata Maswar Dedi lagi, diperlukan regulasi atau kebijakan yang mempermudah investasi di daerah. Diharapkan dengan telah di sahkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja akan dapat membuat iklim investasi menjadi lebih kondusif.


(by/hms-sumbar)

Pengembangan Iklim Berinvestasi: Ini Faktor Penghambat Investasi Masuk ke Sumbar, yang ke-5 Bikin Urut Dada
Selasa, November 10, 2020

On Selasa, November 10, 2020

Pengembangan Iklim Berinvestasi: Ini Faktor Penghambat Investasi Masuk ke Sumbar, yang ke-5 Bikin Urut Dada
BENTENGSUMBAR.COM - Salah satu program unggulan Pemerintahan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno adalah pengembangan iklin berinvestasi di daerah ini. 


Namun ironisnya, masih saja ada faktor penghambat pengembangan investasi atau peningkatan investasi di Provinsi Sumatera Barat. 


Apa saja faktor penghambat itu?


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi mengatakan, setidaknya ada lima faktor pendorong masuknya investasi ke Sumatera Barat.


"Pertama, permasalahan tanah ulayat yang sering dianggap sebagai faktor penghambat investasi. Ini masalah klasik. Dan kita sudah membuat data base soal ini," katanya kepada BentengSumbar.com, Selasa, 10 November 2020. 


Kedua, HGU yang akan habis masa berlakunya, dimana belum ada produk hukum dan demikian juga dengan aturan teknis yang mengatur bagaimana dengan HGU yang berasal dari tanah ulayat yang segera akan berakhir.


Ketiga, pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah nagari belum menyusun produk hukum dan aturan teknis yang mengatur pemanfaatan tanah ulayat untuk penanaman modal.


Keempat, rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang  lebih terbuka terhadap investasi, banyak lokasi investasi yang masih belum diakomodir peruntukan ruangnya dalam RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota.


"Kelima, infrastruktur yang belum memadai," ungkap Maswar Dedi.


(by/hms-sumbar)

Pengembangan Iklim Investasi: Ini Faktor Pendorong Masuknya Investasi ke Sumbar
Selasa, November 10, 2020

On Selasa, November 10, 2020

Pengembangan Iklim Investasi, Ini Faktor Pendorong Masuknya Investasi ke Sumbar
BENTENGSUMBAR.COM - Salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat adalah pengembangan iklim berinvestasi.


Lantas apa saja faktor pendorong masuknya investasi ke Sumatera Barat?


Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Maswar Dedi, setidaknya ada lima faktor pendorong masuknya investasi ke Sumatera Barat.


"Setidaknya ada lima faktor pendorong masuknya investasi ke Sumbar," ungkapnya kepada BentengSumbar.com, Selasa, 10 November 2020.


Pertama, Sumatera Barat memiliki banyak potensi investasi, diantaranya potensi sektor pariwisata, energi baru terbarukan, perikanan,  industri dan perdagangan, pertanian dan perkebunan, serta sektor lainnya. 


Kedua, kebijakan percepatan pelaksanaan berusaha oleh Pemerintah Pusat yang telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, yaitu implementasi OSS (Online Single Submission/ Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik). 


Ketiga, dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diantaranya melalui program dan kegiatan yang dilaksanakan  oleh DPMPTSP Provinsi Sumatera Barat. 


Keempat, revisi RTRW terhadap lokasi rencana investasi.


Kelima, dukungan masyarakat terhadap masuknya investasi, masyarakat pada dasarnya mendukung masuknya investasi ke daerah mereka asalkan ada keterbukaan sejak awal antara investor dengan pemilik lahan/masyarakat.


(by/hms-sumbar)

MTQ Nasional ke-XXVIII Tahun 2020 Momentum Promosikan Potensi Sumbar
Minggu, November 01, 2020

On Minggu, November 01, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Provinsi Sumatera Barat Prof. DR. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc, Datuk Rajo Bandaro Basa meminta semua stakeholder untuk mensukseskan MTQ tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020.

Sebagai tuan rumah, Provinsi Sumatera Barat telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020 dengan matang.

Gubernur Irwan Prayitno bahkan menginstruksikan semua OPD yang terlibat harus mempersiapkan kebutuhan untuk memgsukseskan MTQ tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020.

Tak hanya itu, OPD yang tidak terlibat langsung pada pelaksanaan MTQ tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020 tersebut, juga diminta berperan aktif untuk mensuport pelaksanaan iven bergengsi tersebut.

Tak hanya menyiapkan rendang sebagai kuliner terlezat di dunia untuk buah tangan kafilah MTQ tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020, tapi juga melakukan promosi potensi daerah.

Promosi tersebut tak hanya objek wisata nan indah dipandang mata yang bakal menarik kafilah MTQ tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020 untuk berwisata di sela pelaksanaan kegiatan, tapi potensi lainnya.

Kepala Dinas Penamaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Maswar Dedi mengaku siap untuk mempromosikan potensi Sumbar kepada kafilah, tamu dan pendamping MTQ tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020.

"Kita akan mempromosikan potensi investasi di Sumbar kepada para kafilah maupum tamu atau pendamping pada MTQ di Sumbar," ungkap Maswar Dedi, Ahad, 1 November 2020.

Dikatakan Maswar Dedi, secara langsung OPD yang dipimpinnya memang tidak terkait dalam pelaksanaan MTQ tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020.

"Untuk OPD, kita kebetulan tidak terkait langsung, tapi sebagai bentuk partisipasi tentu kita akan mensukseskan MTQ ini," cakapnya.

(by/hms-sumbar)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *