Opini

PAYAKUMBUH

Sports

Pemprov

IKLAN DI ATAS FEED
Irwan Prayitno: Jalan Tol Mendorong Investasi Sebagai Modal Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Sabtu, Agustus 08, 2020

On Sabtu, Agustus 08, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bertindak sebagai pembicara sekaligus Narasumber dalam acara Webinar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan tema Tantangan dan Strategi Investasi Pembangunan Jalan Tol di Era New Normal, di Rumah Dinas Gubernur, Jumat, 7 Agustus 2020.

Dikatakan Irwan, pembangunan jalan tol merupakan program nasional yang langsung dikomandoi oleh Presiden RI Joko Widodo.

"Tentunya dikontrol, diawasi serta dikawal perkembangannya melalui Kementerian PU dan kabinet. Kapolri dan Makamah Agung ikut mendorong investasi pembangunan jalan tol berjalan dengan lancar dan sukses," kata Irwan.

Acara tersebut diikuti oleh Ir. Yul Ari Pramuraharjo, M.Si Direktur Strategi Korporasi HCM PT. PP (Persero) Tbk, kemudian Dr. Brian Pratistha, S.E., M.M., Dosen FEB UMJ ASN LAPAN serta Moderator Dr. Ir. Eddy Irsan Siregar, MM., Dosen FEB UMJ, Peserta Dosen, Peneliti, Mahasiswa, Investor, dan para peserta Webinar.

Lebih lanjut Gubernur Sumbar menyebutkan ruas jalan tol dari Padang ke Pekanbaru sekitar 240 Km kemudian seksi Padang menuju Sicincin merupakan koridor agak lambat prosesnya karena saat ini masih tahap pembangunannya yang nanti akan menembus ke Bukit Barisan.

"Untuk sekarang ada dua tahap yang sedang diproses. Tahap satu 0-4 km,  dan tahap kedua 4-36 km totalnya 36 km. Ini semua sedang diproses baik pembebasan lahan dan juga pengerasan maupun pekerjaan," kata Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga mengatakan, dukungan jalan tol tersebut sangat jelas bagi Sumatera Barat bertujuan sebagai pengembangan infrastruktur yang ada. Sebab, bagian daerah pantai barat jauh dari pertumbuhan ekonomi dibandingkan di Timur Sumatera yang sangat dekat pertumbuhan ekonominya dengan adanya Selat Malaka dan beberapa yang ada bersebelahan dengan Lautan Hindia.

"Jadi sangat penting pembangunan infrastruktur jalan tol bagi Sumatera Barat karena tembus ke kawasan Timur Sumatra, sehingga bisa menggerakkan ekonomi di daerah pantai barat dan secara otomatis akan mendorong investasi sebagai bagian dari modal untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi daerah di Sumbar," ungkapnya.

Irwan Prayitino mengatakan, ada beberapa hal yang menjadikan hubungan. Selain pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah, karena daerah barat secara umum ekonominya agraris, yaitu daerah wisata yang mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai destinasi wisata.

"Untuk jalan tol dan juga dana pembangunan sudah  berjalan tetapi agak lambat walaupun hampir 5 km sudah berjalan, namun ada beberapa persoalan yang terkait pembangunan jalan tol yaitu terhadap persoalan tanah pembebasan lahan yang menjadi penghambat pembangunan jalan tol di Sumbar. Karena di Sumbar ada tanah ulayat  yang dimiliki oleh kaum yang sudah mempunyai ratusan keluarga maka memiliki hak yang sama sehingga menjadi tanah pusaka tinggi," ungkapnya.

Gubernur Sumbar menjelaskan, lahan yang terpakai untuk pembangunan jalan tol tersebut banyak berada di tanah ulayat yang diatur oleh Ninik Mamak yang dituakan dalam suatu kaum tersebut dan inilah yang mengatur persoalan hingga tidak bisa tuntas cepat. Ini adalah sebuah dinamikan persoalan kelanjutan pembangunan jalan tol di Sumbar. Dan saat ini dengan adanya undang-undang pertanahan yang baru, kegiatan ganti rugi tanah pembangunan dapat meletakan uang di pengadilan sesuai proses hukum yang berlaku.

"Saat ini strategi dilakukan demi kelanjutan jalan tol tersebut, pemprov melakukan kerjasama dengan pemkab dan pemko agar dapat tersedianya lahan jalan tol. Selain itu, pemerintah akan membangun jaringan jalan tol lintas Sumatera yang dipadukan dengan jaringan multi moda, pelabuhan samudra, bandara dan jaringan kareta api," kata Irwan Prayitno.

Manfaat jalan tol juga dapat mengembangan komoditas unggulan kelapa sawit, kakao karet, dan kopi serta hilirisasi komoditas unggulan sebagai transportasi komoditas. Dan adanya jalan tol akan dapat mengembangkan potensi pariwisata dan akses jaringan jalan tol sebagai penggerak ekonomi lokal serta dapat memperkuat konektivitas jaringan logistik regional Sumatera.

(by/hms-sumbar)

Ini Langkah Operasional Pengawalan Investasi di Sumbar
Rabu, Agustus 05, 2020

On Rabu, Agustus 05, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus menawarkan potensi daerah tersebut kepada investor, sehingga tergarap dengan maksimal demi kesejahteraan rakyat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumateta Barat, Maswar Dedi mengatakan, Pemprov menawarkan 4 sektor unggulan investasi kepada investor. 

Keempat sektor tersebut, katanya, adalah pariwisata, energi baru terbarukan, perikanan, dan industri. 

Bagi investor yang tertarik melakukan investasi di Sumatera Barat, ujar Maswar Dedi lagi, difasilitasi pengurusan perizinan.

"Apalagi sejak berlakuknya OSS, sebagian besar perizinan dilakukan secara online," katanya kepada BentengSumbar.com, baru-baru ini.

Dikatakannya, DPMPTSP Provinsi Sumatera Barat juga memfasilitasi penyelesaian permasalahan jika terdapat kendala bagi perusahaan.

"Baik dalam pengurusan perizinan maupun dalam pelaksanaan investasi di lokasi proyek," tegasnya.

"Ini penting kita lakukan, untuk memberikan jaminan kepastian berinvestasi di daerah ini," tuturnya.

(by/hms-sumbar)

Awasi Perizinan yang Dikeluarkan, DPMPTSP Sumbar Manfaatkan Teknologi Informasi
Rabu, Agustus 05, 2020

On Rabu, Agustus 05, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Di era digital saat ini, peran teknologi informasi sangat dirasakan oleh berbagai pihak, terutama di tengah masa pandemi Covid-19.

Tak terkecuali Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Misalnya saja di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumateta Barat, yang mengurus perizinan di daerah ini.

Bahkan, dalam pelaksanaan pengawasan terhadap perizinan yang dikeluarkan di era new normal ini, DPMPTSP Sumbar menggunakan aplikasi.

"Ya, pengawasan kami laksanakan melalui monitoring dan optimalisasi penggunaan aplikasi atau teknologi informasi bagi masyarakat dan pelaku usaha," ungkap Maswar Dedi, Kepala DPMPTSP Sumbar kepada BentengSumbar.com, baru-baru ini.

Tak hanya itu, pengawasan juga dilakukan dengan melaksanakan evaluasi terhadap hambatan atau kendala dengan membuat rumusan serta upaya perbaikan.

"Ini kami lakukan dalam rangka peningkatan kualitas mutu layanan atau penyelenggaraan pelayanan perizinan dan nonperizinan," tukuknya.

Selain itu, DPMPTSP Sumbar menyediakan layanan online melalui aplikasi Sistem Informasi Perizinan Sakato (SIP Sakato).

Pemanfaatan teknologi informasi juga dilakukan dengan membangun aplikasi SIMITRA (Sistem Informasi Kemitraan Usaha). 

(by/hms-sumbar)

Berikan Pelayanan Maksimal, DPMPTSP Sumbar Membangun Aplikasi SIMITRA
Rabu, Agustus 05, 2020

On Rabu, Agustus 05, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada investor dan palaku usaha yang ingin berinvestasi di daerah ini.

Salah satunya, dengan membangun aplikasi SIMITRA (Sistem Informasi Kemitraan Usaha). 

Hal itu diungkapkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumateta Barat, Maswar Dedi kepada BentengSumbar.com, baru-baru ini.

"Saat ini DPM PTSP Provinsi Sumatera Barat sedang membangun aplikasi SIMITRA, yaitu Sistem Informasi Kemitraan Usaha," kata Maswar Dedi.

Dikatakannya, pembangunan dan penerapan SIMITRA dapat memberi data dan informasi UKM potensial yang valid dan up to date.

"Terkait dengan pemberdayaan usaha, Pembangunan dan penerapan SIMITRA yang memberi data dan informasi UKM potensial yang valid dan up to date," terangnya.

Ia berharap, ke depan tercipta kerjasama strategis/kemitraan antara Usaha Besar dan Usaha Kecil dengan penerapan SIMITRA tersebut.

"Kita harapkan ke depan tercipta kerjasama strategis/kemitraan antara Usaha Besar dan Usaha Kecil, yang menumbuhkan dan membangun ekonomi dari down to up," pungkasnya.

(by/hms-sumbar)

Ini Kemudahan yang Diberikan DPMPTSP Sumbar Bagi UMKM di Era New Normal
Rabu, Agustus 05, 2020

On Rabu, Agustus 05, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong bangkitnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era new normal ini. 

Namun, apa saja kemudahan bagi UMKM di era new normal ini yang diberikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumateta Barat? 

"Tentu saja ada kemudahan yang kita berikan," kata Kepala DPMPTSP Sumatera Barat, Maswar Dedi kepada BentengSumbar.com baru-baru ini.

Ia mengatakan, kemudahan yang diberikan dengan menyediakan layanan online melalui aplikasi Sistem Informasi Perizinan Sakato (SIP Sakato).

"Tujuannya,  pelaku usaha atau masyarakat dapat mengajukan perizinan yang dimaksud," pungkasnya.

Dikatakannya, perizinan yang telah diterbitkan dapat langsung didownload pada akun setelah mendapatkan notifikasi atau sms gateway.  

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 2 Tahun 2019 tentang perizinan Berusaha Terintegrasi secara elektronik.

Dikatakannya, bagi  Pemohon Izin Usaha Mikro Kecil atau Usaha Kecil perseorangan atas jenis perizinan yang diatur dapat mengajukan pada Lembaga OSS perizinannya dan setelah memenuhi persyaratan administrasi dapat langsung efektif.

"Dan beberapa kemudahan lainnya, tentunya kita berikan sepanjang sesuai aturan yang ada," cakapnya.

(by/hms-sumbar)

Kepala DPMPTSP Sumbar: Izin Perusahaan Asing Kewenangan BKPM RI
Rabu, Agustus 05, 2020

On Rabu, Agustus 05, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Banyak potensi yang ditawarkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ke investor, termasuk investor asing.

Bahkan, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama OPD terkait gencar melakukan promosi ke luar negeri dalam rangka menggait investor asing tersebut.

Sebab, Gubernur Irwan Prayitno sadar, daerah yang dipimpinnya mustahil maju dan masyarakatnya akan sejahtera tanpa ada investasi di daerah tersebut.

Meski demikian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi menegaskan, perizinan perusahaan asing merupakan BKPM RI.

"Perusahaan asing atau Penanaman Modal Asing (PMA), sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014  tentang Pemerintah Daerah serta peraturan yang berlaku untuk PMA menjadi kewenangan Pemerintah Pusat (BKPM RI)," ungkapnya kepada BentengSumbar.com, baru-baru ini.

Dikatakannya, perizinan yang diurus di daerah merupakan perizinan dasar.

"Seperti  Izin Lokasi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Izin Lingkungan," terangnya.

Ia juga mengungkapkan, realisasi investasi asing di Sumatera Barat di tahun 2020 merupakan kelanjutan kontruksi atau operasional dari perusahaan lama atau perusahaan yang sudah mengantongi perizinan dari tahun-tahun sebelumnya. 

(by/hms-sumbar)

Tinjau Lokasi Marina Center, Wagub Sumbar Sebut Investor Sudah Ada
Selasa, Agustus 04, 2020

On Selasa, Agustus 04, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pembangunan pelabuhan Marina Muara Padang merupakan ide Deputi Kemenkomaritim Ridwan Jamaluddin yang berkaitan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kepulauan Mentawai. Dimana nantinya pelabuhan Marina Muara Padang sebagai pelabuhan pendukung kegiatan KEK Mentawai karena dekat dengan pusat pemerintahan provinsi dan Kota Padang.

Hal ini ungkap Wakil Gubenur Sumatera Barat Nasrul Abit disela-sela peninjauan lokasi
Marina Center dalam rangka rencana penataan kawasan Muara bersama Deputi Infrastruktur Kemenkomaritim Ridwan Jamaludin dan rombongan, beberapaOPD Pemprov Sumbar, Kepala Pelabuhan Muara Padang, Senen, 3 Agustus 2020.

Wagub mengucapkan terimakasih Deputi Kemenkomaritim yang telah meninjau pelaksanaan ini, ternyata semua rencana belum selesai, Dirut Menko Maritim akan segera dibangun muara Padang tersebut. 

"Untuk itu semua perizin ini kita persiapkan mudah-mudahan dalam bulan ini semua bentuk perizinan selesai," harap Nasrul Abit.

Meski demikian, Nasrul Abit, ia tidak mau melanggar aturan masalah izin dari BWS V dan juga mesti menunggu AMDAL serta IMB menunggu semua selesai. Proses perijinan tidak semuanya bisa diproses secara paralel, semaunya ada akan berjalan sesuai proses.

"Tinggal nanti tender, sekiranya ada permasalahan-permasalahan terjadi tentu provinsi akan mensuport dalam hal ini. Termasuk juga KEK Mentawai supaya diproses, sekiranya pepres atau PP sudah keluar nantinya, tentu akan segera bergerak," ujar Nasrul Abit

Nasrul Abit menjelaskan, sebenarnya investor yang sudah ada, lapangan terbang juga sudah disiapkan, walaupun ada 2600 kawasan, sekarang 400 hektar itu diluar bandara sudah setuju. Mereka akan kerjakan itu lebih cepat lebih baik dalam pembangunan, kerena sifatnya nanti akan ditelusuri adalah baik Nasional maupun Internasional.

"Jadi lapangan terbangnya akan dibuat dengan panjang 2500 berarti bisa untuk lapangan terbang internasional," ujar Wagub.

Sementara Deputi Infrastruktur Kemenkomaritim Ridwan Jamaludin juga mengatakan bahwa program tertinggi di Sumatera barat adalah pariwisata dan objek klas wisata itu adalah Mentawai.

"Untuk itu perlu disiapkan sebuah tempat bernuansa laut, bernuansa maritim di Kota Padang ini, dan pemerintahpun mendukung mendorong kearah sana. Sehingga harapan kita nantik jika terbangun atau disebut juga maritim senter, agar bisa sebagai fungsi menjalankan pelabuhan juga menjadi tempat contoh yang baik berbagai komunitas berbasis maritim," ucap Ridwan Jamaluddin 

(by/zardi/hms-sumbar)

Berinvestasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Irwan Harapkan Upertis Lahirkan Lulusan Berkualitas
Senin, Agustus 03, 2020

On Senin, Agustus 03, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyambut baik kehadiran Universitas Perintis Indonesia (Upertis) sebagai bentuk investasi di dunia pendidikan dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia Sumatera Barat, sehinga  peluang putra-putri Sumbar menempuh pendidikan tinggi semakin terbuka lebar.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam sambutannya pada acara Launching dan pelantikan Rektor Upertis Padang, Senin, 3 Agustus 2020. 

Dikatakan Irwan, persaingan antar perguruan tinggi akan semakin ketat dan kompetitif. Diharapkan tentunya Upertis mampu melahirkan tamatan yang berkulitas dan bermutu.

"Kenapa ada tamatan perguruan jadi pengangguran karena mereka kurang berkualitas baik segi kemampuan juga kurang kreatif dan inovatif dalam menyikapi perkembangan kemajuan teknologi informasi. Oleh karena itu tentu setiap perguruan tinggi memiliki banyak cara meningkatkan kualitas mahasiswanya," ungkap Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, saat ini kondisi dilapang dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat kebutuhan akan tenaga kesehatan amat tinggi. "Namun karena kondisi fasilitasi yang masih sedikit makanya persaingan masuk kerja sebagai PNS sangat terbatas, seleksi amat ketat. Tentu inovasi dan para tamatan tenaga kesehatan dari perguruan tinggi dapat melihatkan kesempatan lain dalam bentuk usaha dan kreatifitas memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga terwujud tingkat kesehatan masyarakat yang lebih baik," ujarnya. 

Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Yayasan Upertis. Ia berharap, semoga dengan menjadi univesitas akan makin lebih mudah berkembang untuk jadi besar. Kepada 7 orang anak keluarga dr. Rafki Ismail sebagai pendiri agar melanjutkan amannah yang ditinggalkan almarhum. 

"Selamat juga kepada Prof Dr Apt Elfi Sahlan Ben, MS menjadi rektor pertama Upertis yang akan disibukan dengan berbagai hal tentang universitas perintis Indonesia, persoalan SOTK, dan menyiapkan visi dan misi dalam memaju upertis lebih baik kedepannya," kata Irwan Prayitno.

Wakil Ketua Yayasan, Rafnelly Rafki, SE,SH, MBA MKN menyampaikan yayasan perintia berdiri pada tahun 1988 namun efektif kegiatan dilakukan pada tahun 2011. "Saat ini kita telah membangun berbagai fasilitas gedung dalam dengan kegiatan fakultas Farmasi (STIFI) dan fakultas kesehatan (STIKES). Dan juga saat telah membukan jurusan baru Ilmu Bisnis dan Sosial dan ilmu komunikasi Bisnis," ujarnya. 

Rafnelly juga menyampaikan, ada pesan Funding Father Uperti yang mesti kita tindak lanjuti pertama parody di Upertas beragreditasi Minimal B agar hasil pendidikan berkualitas. "Kedua yang menjadi Pekerjaan Rumah "PR" pertama mendirikan masjid dilingkungan kampus Upertis. Kedua membangun rumah sakit dr Rafki Ismail. Oleh karena itu secara bertahap juga akan membuka fakultas kedokteran Upertis nantinya," ungkapnya.

(by/hms-sumbar)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *