Opini

Lifestyle

Sports

Pada Triwulan II, Realisasi Investasi di Sumbar Diperkirakan Capai 45 Persen
Selasa, Mei 19, 2020

On Selasa, Mei 19, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah pandemi Covid-19, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat terus berupaya mencapai target realisasi investasi yang telah ditetapkan.

Walau terkendala wabah virus corona, pada triwulan ke II diperkirakan realisasi investasi bakal naik dan mencapai 45 persen.

"Triwulan II kita perkirakan naik lagi," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi ketika ditemui BentengSumbar.com di ruangan kerjanya, Selasa, 19 Mei 2020.

Maswar Dedi menegaskan, tidak ada investor yang mundur dari Sumatera Barat.

"Bukan mundur, tapi agak menahan," pungkasnya.

Dikatakannya, di tengah wabah corona, investasi yang berjalan normal adalah konstruksi dan alat kesehatan.

"Yang bertahan normal, konstruksi, produksi alat kesehatan malah cenderung meningkat," katanya.

Ia menargetkan, pada akhir Juli 2020, perusahaan yang menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) telah menyampaikan laporannya.

"Target yang belum melaporkan LKPM, kita harapkan di akhir Juli, sehingga pada bulan itu sudah kita dapat laporan triwulan I dan II," ujarnya.

(by/hms-sumbar)

Pengawasan Investasi, DPMPTSP Sumbar Libatkan Instansi Terkait dan Kabupaten/kota
Jumat, Mei 15, 2020

On Jumat, Mei 15, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pengawasan terhadap investasi di Sumbar penting untuk dilakukan agar investasi berjalan dengan baik dan investor merasa nyaman menanamkan modalnya di daerah ini.

Untuk melaksanakan kegiatan pengawasan tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat melibatkan instansi terkait.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi.

"Kegiatan pengawasan investasi tentunya dilakukan dengan melibatkan instansi teknis terkait," ungkapnya ketika dikonfirmasi BentengSumbar.com melalui pesan WhatsApp, Rabu, 13 Mei 2020.

Instansi yang dilibatkan tersebut, kata Maswar Dedi lagi, terutama yang berhubungan dengan bidang usaha terkait investasi yang ditanamkan investor.

"Terutama yang berhubungan dengan bidang usaha, seperti pertambangan dan energi yang melibatkan Dinas ESDM," ujarnya.

Jika investasi itu di sektor pariwisata, jelas Maswar Dedi, maka yang dilibatkan adalah Dinas Pariwisata.

Tak hanya itu, kata Maswar Dedi, kegiatan pengawasan juga melibatkan DPMPTSP di kabupaten/kota.

(by)

Ini Bentuk Pelaksanaan Sistem Informasi Penanaman Modal di Sumbar
Jumat, Mei 15, 2020

On Jumat, Mei 15, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Informasi potensi investasi di suatu daerah sangat dibutuhkan oleh investor. 

Untuk itu, dibutuhkan sistem informasi penanaman modal dan investasi di daerah tersebut.

Di Sumatera Barat, pelaksanaan sistem informasi penanaman modal selalu diberikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi mengatakan, pelaksanaan sistem informasi penanaman modal dilakukan melalui inventarisasi potensi dan peluang investasi.

"Kami siap memberikan informasi inventarisasi potensi dan peluang investasi di daerah ini bagi pihak-pihak yang membutuhkan, terutama investor," ungkapnya kepada BentengSumbar.com melalui pesan WhatsApp, Rabu, 13 Mei 2020.

Disamping itu, kata Maswar Dedi lagi, data perkembangan penanaman modal di provinsi Sumbar selalu diupdate.

"Data perkembangan penanaman modal di Sumbar yang selalu diupdate secara berkala, baik triwulanan atau tahunan," katanya.

(by)

Ini 4 Potensi Investasi di Sumbar
Jumat, Mei 15, 2020

On Jumat, Mei 15, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya "menjual" potensi investasi Sumatera Barat ke berbagai negara.

Namun apa lacur, gara-gara pandemi virus corona atau Covid-19, promosi investasi Sumbar urung dilakukan.

Padahal, banyak potensi investasi yang dapat ditawarkan kepada investor untuk berinvestasi di Ranah Minang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi mengatakan, potensi investasi di Sumatera Barat ada pada 4 sektor unggulan.

Empat sektor unggulan tersebut adalah energi baru terbarukan, pariwisata, perikanan, dan industri.

"Potensi investasi di Sumatera Barat, ada pada 4 sektor unggulan yakni energi baru terbarukan, pariwisata, perikanan, dan industri," ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu, 13 Mei 2020.

Untuk bidang energi terbarukan, Sumbar memiliki setidaknya 17 titik geothermal atau panas bumi dengan potensi energi mencapai 1.600 MW.

Sedangkan untuk pariwisata adalah pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata Mandeh di Pesisir Selatan dan KEK Mentawai di Taileleu, Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

(by)

Maswar Dedi: Investasi Banyak Berikan Keuntungan kepada Masyarakat
Jumat, Mei 15, 2020

On Jumat, Mei 15, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Investasi di suatu daerah memiliki banyak keuntungan. Bahkan, mustahil suatu daerah dapat dibangun dan mensejahterakan masyarakat tanpa investasi karena hanya mengandalkan APBD.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi mengatakan, investasi pada dasarnya banyak memberikan keuntungan bagi masyarakat.

"Investasi pada dasarnya banyak memberikan keuntungan bagi masyarakat, mulai dari penyerapan tenaga kerja, terbukanya lapangan usaha lain sebagai dampak multiplier effects, dan CSR perusahaan," katanya kepada BentengSumbar.com, Rabu, 13 Mei 2020.

Ia menekankan pada CSR perusahaan untuk masyarakat di lingkungan perusahaan di suatu daerah.

"Perusahaan d Sumbar secara umum lebih banyak memberikan CSR pada lingkungan di sekitar lokasi proyek," ungkapnya.

CSR tersebut, kata Maswar Dedi lagi, bisa berupa pembangunan fisik dan bantuan sosial.

"Baik itu pembangunan fisik dan bantuan sosial yangbdiberikan setiap tahun," katanya.

Untuk itu, diharapkan masyarakat lebih terbuka dalam menerima investor di daerahnya.

(by/hms-sumbar)

Bagun Stadion Olahraga di Solsel, PT Supreme Energi Muaralaboh Layak Diapresiasi
Kamis, Mei 14, 2020

On Kamis, Mei 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - PT Supreme Energi Muaralaboh layak diapresiasi. Tak hanya menanamkan investasi yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Solok Selatan, tetapi kepedulian perusahaan ini terhadap lingkungan sangat tinggi.

Pasalnya, PT Supreme Energy Muaralaboh (PT SEML)  membangun sport center dengan mengucurkan dana miliaran rupiah di Kabupaten Solok Selatan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi mengatakan, salah satu CSR terbesar dalam satu tahun belakangan diberikan oleh PT Supreme Energi Muaralaboh.

"Salah satu CSR terbesar dalam 1 tahun belakangan ini diberikan oleh PT Supreme Energi, dimana CSR diberikan untuk membangun stadion olahraga dengan nilai sekitar Rp. 32 Milyar," katanya kepada BentengSumbar.com melalui pesan WhatsApp, Rabu, 13 Mei 2020.

Sebagaimana diketahui, PT Supreme Energy memproduksi listrik 85 megawatt yang berasal dari panas bumi. 

Dalam hal ini, PT Supreme Energy menggandeng ENGIE dan Sumitomo Corporation untuk memproduksi listrik panas bumi ini. Tahap kedua, Supreme Energy akan memproduksi 75 megawatt.

Dengan melihat jumlah listrik yang dihasilkan Supreme Energy, maka kebutuhan listrik untuk Solok Selatan sebesar 10 megawatt sudah bisa terpenuhi.

"Alhamdulillah, ini merupakan investasi panas bumi pertama yang beroperasi di Sumbar dengan produksi awal 85 megawatt," ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ketika meresmikan pemakaian arus ke jaringan Sumatera oleh PT Supreme Energy Muara Labuh di Solok Selatan pada 17 Februari 2020 lalu.

(by/hms-sumbar)

Investor Peduli, Maswar Dedi: Pada Masa Pandemi Covid-19, Banyak Perusahaan Kucurkan CSR
Kamis, Mei 14, 2020

On Kamis, Mei 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kepedulian investor dan dunia usaha pada masa pandemi memang sangat dibutuhkan.

Apalagi, akibat pandemi Covid-19, banyak warga yang penghasilannya berkurang drastis dan membutuhkan uluran tangan bantuan untuk menyambung hidupnya karena harus stay at home.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi mengatakan, banyak perusahaan yang memiliki kepedulian di tengah wabah virus corona asal Kota Wuhan, China tersebut.

"Pada masa pandemi Covid-19 ini, banyak perusahaan yang memberikan CSR," kata Maswar Dedi kepada BentengSumbar.com melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu, 13 Mei 2020.

Tak hanya itu, kata Maswar Dedi lagi, banyak perusahaan menunjukan kepedulian dengan menyalurkan paket sembako kepada warga yang terdampak Covid-19.

Disamping itu, perusahaan-perusahaan yang ada di Sumbar, ujar Maswar Dedi, juga memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis di pusat-pusat kesehatan, terutama rumah sakit rujukan Covid-19.

"Bantuan baik sembako atau APD, baik yang disalurkan melalui pemerintah daerah dan masyarakat sekitar lokasi proyek," katanya.

(by/hms-sumbar)

Gara-gara Wabah Corona, Hampir Tak Ada Investasi Baru di Sumbar
Kamis, Mei 14, 2020

On Kamis, Mei 14, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Mustahil suatu daerah dibangun dan kepala daerah mampu mensejahterakan rakyatnya, jika tidak ada investasi di daerah tersebut.

Namun, gara-gara wabah virus corona asal Kota Wuhan, China, hampir tidak ada realisasi investasi di suatu daerah, termasuk di Sumatera Barat.

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, Maswar Dedi.

Ketika dikonfirmasi BentengSumbar.com melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu, 13 Mei 2020, Maswar Dedi mengatakan, rendahnya realisasi investasi di triwulan I tahun 2020, salah satunya disebabkan oleh wabah Covid-19.

"Rendahnya realisasi investasi di triwulan 1 tahun 2020, salah satunya merupakan dampak dari Covid-19," cakapnya.

Tak hanya itu, kata Maswar Dedi lagi, rendahnya realisasi investasi itu juga disebabkan oleh adanya perusahaan yang belum menyampaikan LKPM.

"Disamping adanya perusahaan yang belum menyampaikan LKPM," katanya.

Menurut Maswar Dedi, pandemi Covid-19 membuat hampir tidak ada investasi baru. 

Pasalnya, karena dalam situasi seperti ini, jelas Maswar Dedi, investor enggan melakukan realisasi investasi.

"Langkah yang dilakukan adalah meminta perusahaan tetap berproduksi dengan memperhatikan protap Covid-19," katanya.

Sementara itu, nagi yanh sedang kontruksi diminta untuk tetap melanjutkan proses kontruksinya, ujarnya.

(by/hms-sumbar)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *