Headline

Opini

SOROT

Sports

POLHUKAM

PGI Sediakan Gereja untuk Isoman, Mahfud MD Bilang Begini
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

PGI Sediakan Gereja untuk Isoman, Mahfud MD Bilang Begini
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom menginstruksikan gereja-gereja menjadi ruang isolasi mandiri bagi masyarakat yang positif Covid 19. 


Hal ini ditegaskan Pendeta Gomar Gultom saat pimpinan PGI berdialog secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengenai penanganan covid 19, pada Rabu, 28 Juli 2021. 


"Kami mendorong gereja-gereja untuk mengubah seluruh fasilitas gereja berupa mess dan guest house untuk ditransformasikan sebagai ruang-ruang isolasi mandiri. Tapi kami tetap minta ada pusat kesehatan yang bisa berkoordinasi dengan tempat isolasi mandiri ini. Supaya jika terjadi keadaan darurat tetap bisa tertangani," tegas Gultom. 


Pendeta Gomar Gultom juga menegaskan PGI dengan seluruh gereja-gereja ada bersama pemerintah menanggulangi pandemi covid 19.


"Pak Menko, kami dari PGI dengan seluruh gereja-gereja di Indonesia ada bersama pemerintah untuk menanggulangi masalah covid ini. Pertama masalah kesehatan/penanggulangan virusnya, kedua ikut dalam mencerdaskan masyarakat untuk lebih paham dengan situasi terkini, beberapa gereja juga ikut ambil bagian dalam menyelesaikan masalah ekonomi," tambahnya. 


Sekretarus umum PGI, Jacky Manuputty mengusulkan kepada Menko Polhukam untuk menggalang gerakan solidaritas kemanusiaan yang melibatkan tokoh lintas agama, bergandeng tangan dengan pemerintah menanggulangi pandemi covid 19. 


"Pak Menko kami berharap kita dapat menggalang gerakan solidaritas kebangsaan dan solidaritas kemanusiaan. Mungkin bisa disounding secara simbolis dengan pemuka-pemuka agama," usul Jacky Manuputty pada Menko Mahfud. 


Ia juga menegaskan, PGI telah ikut andil membantu pemerintah menggalang tenaga dan kekuatan dalam menangani covid 19.


"Beberapa gereja di Jakarta dan Sulawesi Selatan sudah dipakai sebagai tempat isolasi mandiri, dengan tenaga kesehatan yang digalang dari sumber daya yang ada dan bekerjasama dengan satgas," tambah Jacky.


Atas komitmen PGI membantu pemerintah menangani pandemi covid, Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan apresiasi dan menegaskan akan memperkuat kerjasama ke depan, termasuk usulan rencana gerakan solidaritas kemanusiaan.


Mahfud mengaku telah mencatat beberapa masukan dan kritik PGI kepada pemerintah, untuk selanjutnya akan menjadi pertimbangan dalam menyusun langkah-langkah strategis.


"Terima kasih bapak ibu pendeta dari PGI sudah mengimbau gereja-gereja untuk ikut serta dalam  proses penanganan Covid 19, termasuk vaksinasi kemudian penyediaan tempat dan pelayanan terhadap umat," tambah Mahfud.


Source: GenPI.co

Ucapan Selamat Hari Raya Baha'i Menag Yaqut Telah Mewakili Kedudukan Negara
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Ucapan Selamat Hari Raya Baha'i Menag Yaqut Telah Mewakili Kedudukan Negara
BENTENGSUMBAR.COM - Ucapan selamat merayakan Hari Raya Naw-Ruz 178 EB yang disampaikan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas untuk penganut agama Baha'i di Indonesia menuai polemik dan menjadi sorotan berbagai pihak.


Menyikapi hal tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mauawanah Cirebon, Kiai Muhammad Fathurohman Hasanudin Dzubaedah menganggap warga negara harus dilindungi dan diakomodir sesuai amanat konstitusi, apa pun agama dan keyakinannya.


Alim ulama yang kerap disapa Kiai Fathurohman ini pun memandang, apa yang disampaikan Menag Yaqut telah mewakili negara untuk melindungi warga dalam hal beragama.


“Jadi pidato yang disampaikan Menag itu sah dan wajar-wajar saja dipandang dari posisi sebagai Menag yang notabane mengurusi keagamaan di Republik ini,” kata Kiai Fathurohman diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Kamis, 29 Juli 2021.


Menurutnya, ada yang lebih penting dan ditekankan Menag, yaitu melindungi warganya dalam beragama, bukan agamanya. Sebab ia menilai, pelindung agama ialah Tuhan masing-masing.


“Jadi harus dibedakan melindungi warga negara untuk beragama sesuai dengan keyakinan masing-masing, bukan melindungi agama alias agama tertentu, dalam hal ini Baha'i yang lagi menjadi bahan obrolan hangat. Bahkan mungkin viral,” tutupnya.


Source: RMOL

Mendadak Kapolri Listyo Beri Kabar Bahagia, Ucap Alhamdulillah
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Mendadak Kapolri Listyo Beri Kabar Bahagia, Ucap Alhamdulillah
BENTENGSUMBAR.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kegiatan vaksinasi massal Covid-19 yang merupakan kerja sama antara PP Muhammadiyah, Polri, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta. 


Kegiatan vaksinasi massal Covid-19 ini dilakukan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Juli 2021. 


"Alhamdulillah, kerja sama ini sudah berlangsung lama, sudah ada 20 sampai 27 kegiatan di kurang lebih 20 wilayah," ucap Jenderal Sigit dalam keterangannya melalui siaran pers. 


Targetnya adalah keluarga besar Muhammadiyah dan masyarakat umum sebanyak 1.000 orang, atau 500 orang per hari yang telah diselenggarakan pada 28 dan 29 Juli 2021. 


Kapolri Jenderal Sigit berharap dengan kegiatan vaksinasi massal Covid-19 bisa segera terwujud herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona. 


Lebih lanjut, dia juga menginstruksikan seluruh kapolda untuk melakukan hal serupa guna mempercepat program vaksinasi Covid-19. 


"Nanti saya juga minta seluruh kapolda untuk melakukan kerja sama seluruh rekan Muhammadiyah di seluruh wilayah. Sehingga terbentuk kekuatan dalam rangka sinergi laksanakan percepatan terhadap vaksinasi," tegasnya. 


Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menambahkan kerja sama vaksinasi bersama Polri ini sudah dilaksanakan di lebih dari 20 provinsi di Indonesia.


"Kami tentu sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Polri kepada Muhammadiyah, khususnya dalam pelaksanaan vaksinasi di PP Muhammadiyah ini," jelas Mu'ti. 


Sebagai informasi tambahan, tak hanya kegiatan vaksinasi massal Covid-19, dalam program ini juga didukung dengan kegiatan lain seperti penyuluhan kesehatan dan layanan konsultasi psikologi serta ketahanan mental serta spiritual.


Source: GenPI.co

Dituduh Andi Arief Mau Gulingkan Moeldoko, Ruhut Sitompul: Tukang Nyabu!
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Elite Partai Demokrat Andi Arief dan kader PDI Perjuangan Ruhut Sitompul terlibat debat panas yang menyeret nama Kepala KSP Moeldoko. Andi Arief menyebut Ruhut ingin jabatan KSP.

"Ruhut ini dua minggu lalu bertemu dengan salah satu anggota DPR RI Demokrat, dia meminta bertemu Ketum AHY," kata Andi Arief di Twitter, Jumat, 30 Juli 2021. 

Andi Arief sudah dikonfirmasi mengenai cuitannya ini dan dia membenarkan.

Andi Arief menyebut Ruhut meminta AHY, ketua umum Partai Demokrat, menitipkan ke Presiden Jokowi soal pengganti Moeldoko.

Menurutnya, Ruhut Sitompul ingin mengkudeta Moeldoko.

"Dia minta ketum menitipkan ke Pak jokowi untuk pengganti Pak Moeldoko yang akan diganti tidak lama lagi. Udah gila kan, Ruhut mau mengkudeta Pak Moeldoko dengan cara ini," ujarnya.
"Ruhut mau jabatan KSP," katanya.

Untuk diketahui, cuitan Andi Arief ini muncul karena membalas twit Ruhut Sitompul yang menyinggung Partai Demokrat. Ada foto Rachland Nashidik, Andi Arief, dan Annisa Pohan yang disertakan dalam cuitan Ruhut.

Pernyataan Ruhut Sitompul

Ruhut tidak terima dengan tuduhan Andi Arief. Ruhut menyebut Demokrat sudah karam dan dia tidak mungkin meminta bantuan partai yang dikomandoi AHY itu.

"Partai Demokrat itu partai apa sekarang, partai yang lagi nyungsep mau karam. Aku kader PDI Perjuangan partai the rulling party, partai pemerintah. Apa mungkin aku minta tolong sama partai yang mau karam? Betul nggak bos?" kata Ruhut saat dikonfirmasi.

Ruhut lalu menyinggung kasus yang pernah menjerat Andi Arief. "Apa lagi Andi Arief mantan narkoba tukang nyabu. Tertawa aku termehek-mehek!" katanya.

Andi Arief sudah ditanyakan perihal pernyataan Ruhut Sitompul namun dia memilih tidak menanggapinya.

Source: detikcom

Utang Indonesia Sudah Rp12.474 Triliun, Said Didu: Beginilah Kalau Asal Mangap, Segera Buat Surat Wasiat!
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Utang Indonesia Sudah Rp12.474 Triliun, Said Didu: Beginilah Kalau Asal Mangap, Segera Buat Surat Wasiat!
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu alias MSD kembali menyoroti utang Indonesia yang kian menggunung.


Kata dia, bedasarkan data yang dilaporkan Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa utang Indonesia dalam sektor publik, yakni pemerintahan, BUMN, dan BI telah mencapai Rp 12.474 triliun per Juni 2021.


Hal ini MSD beberkan melalui akun Twitter pribadinya @msaid_didu Kamis, 29 Juli 2021.


“Sesuai data Bank Indonesia bhw jumlah utang sektot publik (pemerintah + BUMN + BI) Juni 2021 sdh mencapat Rp 12.474 trilyun,” paparnya.


Sehingga MSD meminta pemerintah untuk segera membuat ‘surat wasiat’ atas hal ini.


“Sepertinya sdh saatnya pemerintah/penguasa membuat ‘surat wasiat’,” imbuhnya.


Tidak berhenti di situ, MSD menyertakan sebuah data untuk mempekuat ucapannya. Ia mengatakan, beginilah jadinya jika pemerintah asal-asalan mengurus utang.


“Beginilah kalau #asalmangap. Utang meroket sblm pandemi. Nih datanya,” cuitnya.


Sebagai informasi, posisi utang luar negeri Indonesia sampai dengan April 2021 telah mencapai US$418 miliar atau setara Rp 5.977,4 triliun (kurs Rp 14.300 per dollar AS).


Posisi tersebut tumbuh 4,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (yoy).


Total utang luar negeri tersebut terdiri atas ULN pemerintah sebesar 206 miliar dollar AS atau setara Rp 2.945,8 triliun serta ULN swasta sebesar 209 miliar dollar AS atau Rp 2.988,7 triliun.


Terkini, pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati akan terus mencari utang pada kuartal II tahun ini.


Sri Mulyani mengatakan, utang baru pada kuartal II tahun 2021 diproyeksikan mencapai Rp 515.1 triliun. Kendati jumlahnya besar, proyeksi utang tersebut lebih kecil dari jumlah utang dalam UU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.


Source: Galamedia

Soal Musuh Negara, Politikus Demokrat ke Ngabalin: Nyadar Gagal, Makanya Nyari Kambing Hitam
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Soal Musuh Negara, Politikus Demokrat ke Ngabalin: Nyadar Gagal, Makanya Nyari Kambing Hitam
BENTENGSUMBAR.COM - Politikus Partai Demokrat, Irwan Fecho membalas pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin bahwa musuh negara adalah mereka yang menghalang-halangi penanganan pandemi.


Irwan Fecho menyindir bahwa sepertinya Ngabalin telah sadar dirinya gagal menangani Covid-19 sehingga mencari kambing hitam.


Ia menyinggung bahwa pihak yang bertanggung jawab dalam menangani pandemI adalah negara. 


Oleh sebab itu, Irwan menilai bahwa jika penanganan Covid-19 gagal, maka Ngabalin sebagai bagian dari Pemerintah juga turut gagal.


“Sudah nyadar ya kalau kamu gagal. Makanya nyari kambing hitam,” katanya melalui akun Twitter Irwanfecho pada Kamis, 29 Julin2021.


“Orang-orang Istana kok rasa Buzzerp gini yak,” tambah anggota DPR RI itu.


Sebelumnya, Ngabalin menyindir soal pihak-pihak yang menurutnya berupaya menghalangi bahkan menggagalkan upaya percepatan pemulihan pandemi.


Ngabalin menyinggung bahwa Presiden Joko Widodo tengah berkonsentrasi penuh menjalankan misi tertinggi negar, yakni menyelamatkan takyat.


“Menyelamatkan rakyat adalah Hukum tertinggi (Salus populi suprema lex esto),” katanya melalui akun AliNgabalinNew pada Rabu, 28 Juli 2021.


“Karenanya musuh negara adalah yang menghalang-halangi, menghambat, mengganggu bahkan menggagalkan upaya percepatan Pemulihan Pandemi Covid 19,” tambahnya.


Bukan hanya Irwan Fecho, politisi Partai Demokrat lainnya, yakni Cipta Panca Laksana juga turut menyindir pernyataan Ngabalin itu.


“Itu kata pepatah Minang, tak pandai menari lantai pula yang dibilang menjungkit,” katanya melalui akun Twitter Panca66.


Source: terkini.id

Haters Tak Tinggal di Indonesia, Orangtua Ayu Ting Ting Akan Buat Laporan ke Bareskrim?
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Haters Tak Tinggal di Indonesia, Orangtua Ayu Ting Ting Akan Buat Laporan ke Bareskrim?
BENTENGSUMBAR.COM - Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia menyebut orangtua Ayu Ting Ting tak membuat laporan di wilayahnya terkait haters bernama Kartika Damayanti. 


Kedatangan Umi Kalsum dan Abdul Rozak ke Bojonegoro hanya bermaksud mencari alamat dari admin akun Instagram @GundikEmpang dan meminta pendampingan dari pihak kepolisian setempat.


Terkait kelanjutan kasus tersebut, EG Pandia mengaku menyerahkan sepenuhnya pada Abdul Rozak. 


Tak menutup kemungkinan orangtua Ayu akan melaporkan Kartika Damayanti, yang kini bekerja di Singapura sebagai TKI, ke Bareskrim Polri.


"Ya (untuk kelanjutan kasus) kita kembalikan ke orangtuanya, ke Pak Rozaknya. Mungkin nanti dia ngelapor, apakah di Jakarta," jelas EG Pandia saat dihubungi wartawan, Kamis (29/7/2021).


"Orangtuanya mungkin mau ke Bareskrim, mungkin. Intinya enggak ada buat laporan (di Bojonegoro), hanya klarifikasi alamatnya doang," lanjutnya.


Di Instagrram, Umi Kalsum sempat menandai akun milik KBRI Singapura. Dalam kesempatan itu, nenek Bilqis Khumairah Razak tersebut terlihat meminta tolong agar Kartika Damayanti bisa segera dipulangkan ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


"Semoga ada yang bisa membantu bagaimana caranya dia kartika damayanti yang ber-alamat di Balai Desa Tondomulo, Kec Kedungadem, Kab Bojonegoro, Jawa Timur, kembali ke Indonesia untuk tanggung jawab atas segala pencemaran nama baik anak dan cucu saya @kbrisingapura, Mohon bantuannya," tulis Umi Kalsum pada unggahannya.


"Tidak ada orangtua yang terima anak cucunya dihujat sama manusia yang 1 ini. Semoga saya bisa membawa dia kembali ke Indonesia, biar dia bisa pertanggungjawabkan atas segala perbuatannya sesuai hukum yang berlaku di Indonesia aamin," tandasnya.


Source: Okezone

Natalius Pigai Menilai Puan Maharani Akan Mencalonkan Diri di Pilpres 2024: PDIP Mesti Pecat Jokowi
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Natalius Pigai Menilai Puan Maharani Akan Mencalonkan Diri di Pilpres 2024: PDIP Mesti Pecat Jokowi
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani kini tengah menjadi sorotan publik karena kasus vandalisme dalam balihonya.


Sejumlah baliho yang menampilkan wajah Puan Maharani dicoret-coret oleh oknum tak bertanggung jawab.


Baliho yang beredar menampilkan wajah Puan Maharani dan berisi ajakan untuk menaati protokol kesehatan (prokes) selama pandemi Covid-19.


Aksi Puan yang kini gencar memasang baliho dan mengungkap kritik pada pemerintah disinyalir jadi langkah awalnya untuk mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.


Melihat hal tersebut, Natalius Pigai membeberkan analisa subjektifnya terhadap langkah Puan.


Hal itu diungkapkan Natalius Pigai dalam cuitan di akun Twitter pribadinya pada Kamis, 29 Juli 2021.


Natalius Pigai menyarankan PDIP memecat Presiden Jokowi, agar jalan Puan terbuka lebar.


Tak hanya memecat Jokowi, Natalius Pigai meminta PDIP menarik kabinet Jokowi.


"Analisa Subjektif. Sy memiliki ikatan keluarga dgn Puan. satu2nya jln agar Puan jd Presiden/Wapres," ujar Pigai, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Twitter @NataliusPigai2.


“PDIP mesti Pecat Jokowi sbg Kader /Menarik Kabinetnya," katanya menambahkan.


Jika hal itu tidak segera dilakukan, Pigai menilai Puan akan telat melangkah.


Ganjar Pranowo, yang juga diusung partai banteng itu dinilai akan lebih unggul.


"Jika tidak maka Puan telat & Soekarno hilang. Jokowi & Pratik, Arah main jauh di sistem untuk Ganjar," tutur Pigai.


Source: pikiran-rakyat.com

Kerjasama RI-Tiongkok Meningkat Di Era Jokowi, Pengamat Minta Pemerintah Cari Format Tingkatkan Posisi Tawar
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Hubungan bilateral Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok telah berlangsung selama 71 tahun. Jika dibandingkan dengan dengan pemerintahan sebelumnya, kerja sama antar dua negara meningkat signifikan di era Presiden Joko Widodo.

“Kerja sama RI-Tiongkok di era Gus Dur dan Susilo Bambang Yudhoyono stabil dan baik. Tapi di era Jokowi jelas lebih meningkat,” ujar Direktur Institute for Global and Strategic Studies Universitas Islam Indonesia, Zulfikar Rakhmat, Ph.D dalam diskusi publik virtual, Kamis, 29 Juli 2021 sore. 

Diskusi bertajuk "Hubungan Indonesia - Tiongkok: Potensi dan Tantangan Tata Kelola Dunia dalam Masa dan Pasca Pandemi" merupakan kerja sama Paramadina Graduate School of Diplomacy (PGSD), Universitas Paramadina, dan Institute for Global and Strategic Studies, Universitas Islam Indonesia. Selain Zulfikar Rakhmat, Ph.D, turut hadir juga sebagai pembicara Direktur PGSD Dr. Phil. Shiskha Prabawaningtyas dan Koordinator Paramadina Digital Diplomacy Study Club Bimantoro Kushari, M.Sos.. 

Dalam kegiatan ini, Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) yang juga merupakan dosen PGSD, Anton Aliabbas bertindak sebagai moderator. Dan acara ini dibuka langsung Rektor Universitas Paramadina Prof Dr. Didik J. Rachbini.

Zulfikar mengatakan di sektor ekonomi, kedua negara telah menyetujui penggunaan mata uang lokal untuk transaksi perdagangan RI-Tiongkok sehingga tidak perlu menggunakan dolar Amerika Serikat. Indonesia direncanakan menjadi regional hub untuk urusan vaksin yang diproduksi Tiongkok. Selain itu, negeri tirai bambu ini juga memiliki hubungan langsung dengan sejumlah provinsi di Indonesia. Mereka antara lain Bengkulu, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Sumatera Utara. 

“Karena itu, Indonesia harus mengimbangi hubungan bilateral ini agar tidak timpang,” jelas Zulfikar yang juga ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) ini. 

Dirinya mengingatkan ada sejumlah risiko apabila Indonesia terlalu bergantung pada Tiongkok. Untuk urusan ekonomi, kebijakan devaluasi mata uang Tiongkok dapat merugikan perekonomian Indonesia. Sebab, kebijakan tersebut menyebabkan produk Tiongkok lebih murah dan produk lokal menjadi sulit berkompetisi. Akibatnya, nilai impor Indonesia dari Tiongkok dapat melonjak tajam. 

“Jika tidak ada negosiasi antara Indonesia dan Tiongkok maka kondisi ini dapat mengganggu hubungan Indonesia dengan negara lain termasuk Amerika Serikat,” urai Zulfikar. 

Shiskha menambahkan peluang Indonesia untuk meninjau kualitas hubungan bilateral dengan Tiongkok besar. Sebab, posisi geografis Indonesia yang strategis merupakan salah satu nilai tambah yang diperhitungkan Tiongkok. Sekalipun, Tiongkok saat ini telah hadir sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan militer yang diperhitungkan di kawasan. 

“Jangan kita merasa bahwa yang lebih butuh adalah Indonesia saja. Sebab letak geografis kita sangat strategis. Jadi, mau tidak mau pemerintah memang harus mencari format bagaimana meningkatkan posisi tawar kita,” beber dia.

Dirinya menjelaskan hubungan Indonesia-Tiongkok yang terjalin sangat kompleks. Belum lagi, ekspresi anti-China kerap mewarnai politik domestik nusantara. Karena itu, menurut dia, kondisi ini akan ikut menentukan posisi tawar Indonesia di mata Tiongkok. “Pemerintah butuh mencari formulasi bagaimana menyiasati kompleksitas pembuatan kebijakan luar negeri Indonesia,” tandasnya.

Sementara Bimantoro mengingatkan pemerintah untuk lebih cermat dalam menjalankan hubungan dengan Tiongkok. Sebab, negeri tersebut memiliki strategi spesifik terkait aktor dan isu strategis yang terkait. “Pemerintah semestinya memahami bahwa setiap isu terkait Tiongkok memiliki aktor yang berbeda-beda. Pemetaan terhadap aktor Tiongkok akan krusial dalam menentukan apakah pendekatan yang dilakukan kita efektif atau tidak,” tegas Bimantoro.

Laporan: Arief Tito

Usul Ahok Jadi Menteri BUMN Ditolak NasDem, Refly Harun Curiga Erick Thohir Berikan Jabatan Untuk NasDem
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Usul Ahok Jadi Menteri BUMN Ditolak NasDem, Refly Harun Curiga Erick Thohir Berikan Jabatan Untuk NasDem
BENTENGSUMBAR.COM -  Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyouno baru saja memuji kinerja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina.


Tak hanya memuji, Arief berharap Ahok dapat diangkat menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggantikan Erick Thohir.


Bukan tanpa sebab, Arief mengemukakan hal ini dengan penilaian bahwa Ahok bisa sejalan dengan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Namun, usulan tersebut ditolak mentah-mentah oleh politikus Nasional Demokrat (NasDem), Irma Suryani Chiniago.


Irma menilai, Ahok adalah sosok yang hanya bermodal omongan besar, suka mencari sensasi bahkan kerap kali melakukan pencitraan.


“Ahok cuma ngomong besar dan cari sensasi serta pencitraan untuk soal-soal yang sebenarnya menjadi tugasnya untuk membereskan, bukan curhat ke publik,” katanya, Selasa, 27 Juli 2021.


Menanggapi hal tersebut, ahli hukum tata negara, Refly Harun lantas membuka suaranya. Menurut Refly jabatan Menteri BUMN adalah kursi panas karena cara pemerintah memandang jabatan itu sendiri.


“Yang jelas, ini adalah kursi panas gara-gara cara pemerintah melihat BUMN seperti BUMN itu adalah bawahannya Menteri BUMN,” katanya dilansir melalui kanal Youtube Refly Harun, Kamis, 29 Juli 2021.


Terkesa Menteri BUMN memiliki kantor di seluruh BUMN Indonesia sehingga jabatan tersebut sangat diincar.


“Sehingga Menteri BUMN itu seolah-olah punya kantor di seluruh BUMN di Indonesia dan powerful. Makanya kursi ini selalu diincar, apalagi bisa membuat orang menjadi kaya mendadak,” paparnya.


Sementara untuk Ahok sendiri, Refly mengaku tidak tahu apa prestasinya selama menjabat sebaga Komut di Pertamina.


“Kalau melihat Ahok, kita harus melihatnya pelan-pelan. Nah dalam melihat pelan-pelan itu, saya terus terang kurang tahu referensinya, apa achievement atau prestasi Ahok setelah lebih dari satu setengah tahun menjadi Komisaris Utama di Pertamina,” katanya.


Namun hal yang jelas ketika Pertamina dinyatakan rugi pada semester pertama tahun 2020 lalu.


“Yang jelas yang gonjang-ganjing adalah ketika Pertamina dinyatakan rugi pada semester pertama tahun 2020 yang menurut saya aneh,” jelasnya.


Menurut advokat satu ini aneh jikalau Pertamina mengalami kerugian karena merupakan perusahaan monopolistik.


“Kenapa aneh? Ya karena Pertamina perusahaan yang monopolistik, kok bisa rugi,” imbuhnya.


Meski begitu, Refly tetap mengapresiasi ketika Ahok mengungkap fakta mengenai limit kartu kredit beberapa waktu lalu.


Lebih lanjut, Refly justru heran, kenapa orang seperti Irma keberatan akan hal ini.


“Perlu digaris bawahi juga adalah, kenapa orang seperti Irma Chiniago berkeberatan? Nah ini pengamatan saya, walapun barangkali agak spekulatif,” tuturnya.


Dia berpendapat, Erick Thohir sepertinya memberikan kesempatan pada politisi NasDem untuk mendapat jabatan. Sebagai contoh ia menyebut nama Zulfan Lindan salah satu politisi NasDem yang diangkat Erick.


“Saya kok memperhatikan Menteri Erick Thohir ini cukup memberikan kesempatan kepada politisi-politisi NasDem untuk menduduki jabatan,” jelasnya.


“Saya melihat misalnya di Jasa Marga tempat saya dulu sebagai Komisaris Utama, ada Wakil Komisaris Utama kalau tidak salah Zulfan Lindan, itu orang NasDem,” pungkasnya.


Source: Galamedia

Luhut Minta SBY ‘Duduk Manis’ seperti Habibie, Gus Umar: Megawati Saja Sering Kritik Saat SBY Jadi Presiden
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Luhut Minta SBY ‘Duduk Manis’ seperti Habibie, Gus Umar: Megawati Saja Sering Kritik Saat SBY Jadi Presiden
BENTENGSUMBAR.COM -  Luhut Binsar Pandjaitan baru-baru ini menjadi perbincangan usai dirinya mengkritik Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) itu sebelumnya meminta SBY agar sesekali saja melontarkan kritikan.


Selain itu, ia juga meminta SBY ‘duduk manis’ seperti Presiden ke-3 RI, BJ Habibie usai kekuasaannya telah usai.


Permintaan Luhut tersebut diketahui sebagai respons atas kritikan yang dilontarkan SBY kepada dia soal cara komunikasi dalam menanggapi kritik masyarakat.


SBY menilai cara komunikasi Luhut bernada mengancam terhadap mereka yang melontarkan kritikan terhadap pemerintah.


Tampaknya pernyataan Luhut kepada SBY itu pun mendapatkan sorotan Tokoh NU, Umar Hasibuan atau Gus Umar dengan menyinggung Ketua PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.


Menurut Gus Umar, mantan Presiden ke-5 RI itu juga kerap melontarkan kritikan saat SBY menjadi presiden, dan ayah dari AHY tersebut hanya bersikap santai saja.


“Megawati saja sering kritik saat SBY jadi Presiden. SBY santai saja,” tuturnya seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari Twitter @Umar_Chelsea75 pada Kamis, 29 Juli 2021.


Maka dari itu, ia mempertanyakan, mengapa Luhut justru bersikap ‘sewot’ dengan kritik SBY terhadap dirinya.


“Masa’ SBY Kritik pemerintah anda yg sewot sih opung? Santai saja kali,” ucapnya.


Dalam cuitan berbeda, Gus Umar juga meminta Luhut untuk fokus dalam menangani pandemi Covid-19 ketimbang mengatur SBY agar bersikap seperti Habibie.


“Bukannya fokus ngurus pandemi covid. Si LBP malah mau ngatur2 spy SBY mirip Habibie,” ujar dia.


“Nih orang serasa pemilik negara Indonesia saja larang SBY kritik pemerintah,” kata Gus Umar lagi.


Pasalnya, menurut dia, seorang warga negara yang menyampaikan kritik sudah jelas dilindungi UU.


“Di UU org yg sampekan pendapat dilindungi. Saat Trump presiden saja habis dihajar sama Obama. Siapa anda ngatur2 SBY?” tuturnya.


Source: Pikiranrakyat-Depok.com

Sebut Luhut dan SBY Bertingkah Kekanakan, Faizal Assegaf: Malu dong Kalian Sama Puan Maharani
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Sebut Luhut dan SBY Bertingkah Kekanakan, Faizal Assegaf: Malu dong Kalian Sama Puan Maharani
BENTENGSUMBAR.COM - Kritikus politik, Faizal Assegaf mengkritik sikap Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Faizal Assegaf menilai bahwa kedua tokoh politik senior ini bertingkah kekanak-kanakan.


Ia bahkan menyebut Luhut dan SBY kebanyakan ‘sinetron’, kadang saling memuji dan kadang pura-pura bertengkar.


“Kedua ‘lansia’ tersebut kaya dengan aneka lakon, hakikinya gombal,” katanya melalui akun Twitter Faizalassegaf pada Kamis, 29 Juli 2021.


Faizal mengkritik bahwa seharusnya kedua tokoh itu memberi keteladanan sering dengan usia mereka yang semakin tua.


“Bukan sebaliknya bertingkah kekanak-kanakan. Malu donk kalian sama Puan Maharini yang jauh lebih elegan dan dewasa,” tandasnya.


Faisal mengatakan hal itu sebagai respons terhadap berita soal Luhut yang meminta SBY untuk duduk manis seperti Presiden Indonesia ke-3, B.J.Habibie.


Pernyataan Luhut itu memang sempat menjadi perbincangan heboh dan direspons oleh berbagai pihak, termasuk Partai Demokrat.


Adapun pernyataan Luhut itu disampaikan dalam acara Kick Andy Double Check yang tayang pada Minggu, 25 Juli 2021.


Dalam cara itu, awalnya muncul pertanyaan yang menyangkut pesan SBY beberapa tahun lalu kepada Luhut soal jangan main ancam-mengancam. 


Andy sebagai pembawa acara menanyakan apakah Luhut memang temperamental.


“Nggak temperamental, memang gayanya orang Batak gitu,” jawab Luhut, dikutip dari Detik News.


Selanjutnya, Andy meminta tanggapan Luhut soal anggapan menggunakan ancaman dalam pernyataan-pernyataannya. 


Luhut pun membalas bahwa ia tidak terganggu oleh anggapan itu. Ia juga menceritakan sikapnya yang peduli dengan anak buah.


Selanjutnya, Andy mengungkit status SBY sebagai junior Luhut di militer. Ia bertanya pendapat Luhut soal etika junior mengkritik senior. 


“Saya nggak keberatan. Saya bilang sama Pak Bambang, ya oke-oke ajalah, hak-hak beliaulah. Tapi semua hanya titip saja pada pemimpin-pemimpin yang sudah selesai eranya, lebih bagus seperti Pak Habibie-lah, semua duduk manis, datang sekali mengkritik,” jawab Luhut.


Luhut berpesan bahwa seorang pemimpin terdahulu tidak seharusnya merasa lebih baik dibanding pemimpin saat ini.


“Mungkin saja bapak A, bapak B itu lebih pintar. Tapi sekarang yang berkuasa ini ya sudah,” katanya sembari menegaskan dirinya tidak dalam posisi menyerang balik SBY.


Source: terkini.id

Pamer Pembangunan Skybridge CSW, Geisz Chalifah Sindir BuzzeRp: Jakarta Sekarang Memang Keren, Gak Usah Kaget
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Pamer Pembangunan Skybridge CSW, Geisz Chalifah Sindir BuzzeRp: Jakarta Sekarang Memang Keren, Gak Usah Kaget
BENTENGSUMBAR.COM - Komisaris Ancol, Geisz Chalifah memamerkan hasil pembangunan jembatan layang atau skybridge untuk menghubungkan halte TransJakarta Centrale Stichting Wederopbouw (CSW) dengan Stasiun MRT ASEAN.


Geisz Chalifah melalui akun Twitter pribadinya @GeiszChalifah pada Kamis, 29 Juli 2021, mengunggah video yang memperlihatkan skybridge CSW dari segala sisi.


Menurut Geisz Chalifah, dengan dibangunnya skybridge CSW menunjukkan bahwa Jakarta saat ini memang keren.


Sontak dia melontarkan sindiran kepada para buzzer yang kerap mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


“Ga usah kaget apalagi jantungan. Jakarta sekarang memang keren. Cuma kalau mata lu (BuzzerRp) katarak gue maklum kalau perlu gue bantuin operasinya,” ujarnya.


Cuitan Geisz Chalifah tersebut kemudian menuai berbagai komentar dari warganet, salah satunya oleh akun @3Hakuna_matata7.


Dia pun mempertanyakan kepada Geisz Chalifah terkait anggaran APBD yang dihabiskan untuk membangun skybridge CSW. Selain itu dia juga membandingkan dengan pembangunan Simpang Susun Semanggi.


“Habis berapa ratus M APBD Pong? Ada yang bikin bundaran semanggi gretong lho,” katanya.


Adapun warganet lainnya dengan akun @Samloka9 memuji Anies Baswedan lantaran telah membuat proyek skybridge CSW tersebut.


“Jakarta keren ko pada ngegas. Anehnya tapi ya dinikmati gitu loh. Itu orang yang begitu gimana ya ko malu. Saya warga Jabar aja bilang kerennnn. Mantapppppp lanjutkan pak presiden DKI Anies,” tuturnya.


Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun jembatan layang atau skybridge CSW yang menghubungkan Stasiun MRT ASEAN dan Halte Transjakarta Koridor 13 Ciledug-Blok M untuk mendorong integrasi antarmoda.


Skybridge CSW di Stasiun ASEAN telah dibuka untuk publik sejak 7 Mei 2021 lalu. Pengguna jasa dari arah Jalan Kiai Maja atau Jalan Hang Tuah VII dapat naik ke stasiun melalui akses lift, eskalator dan tangga yang disediakan.


Begitu juga dengan pengguna jasa yang turun di Stasiun ASEAN dan hendak melanjutkan perjalanan menuju Jalan Kiai Maja dan Hang Tuah VII.


Di dalam stasiun, ujung jembatan tersebut tersambung dengan area beranda peron sehingga masyarakat dapat langsung masuk ke area berbayar melalui gerbang tapping gate. Jembatan layang ini memiliki panjang sekitar 144 meter dan lebar 4,5 meter.


Source: depok.pikiran-rakyat.com

Usai Puji Kehebatan Jokowi, Pengamat Ini Justru ‘Sentil’ Cebong: Hidung Cebong Hanya Menghirup Swike Saja
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Usai Puji Kehebatan Jokowi, Pengamat Ini Justru ‘Sentil’ Cebong: Hidung Cebong Hanya Menghirup Swike Saja
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat politik, Ali Syarief menyebut, terdapat segelintir pihak yang terlihat risau dengan sosok Presiden Jokowi.


Menurutnya, kerisauan tersebut bermula dengan dari kehebatan otak Presiden Jokowi terutama di bagian fungsi intelegensinya.


“Yang selalu hirau atau risau dengan apa yang dilakukan oleh Jokowi, adalah karena fungsi intelegensi otaknya, berjalan,” kata Ali Syarief melalui akun Twitternya, seperti dikutip Galamedia, Kamis, 29 Juli 2021.


Menurutnya, kehebatan otak Presiden Jokowi tersebut tidak hanya dapat dibuktikan oleh kata-kata, melainkan oleh beberapa peristiwa penting di negeri ini.


Salah satu ialah ketika Presiden Jokowi bersikap terbuka dengan berbagai jendela informasi seperti kritik yang pernah dilontarkan oleh BEM UI.


“Karena ia (Presiden Jokowi) membuka diri dari berbagai jendela informasi.” tuturnya.


Namun, menurutnya, kelebihan yang dimiliki Presiden Jokowi tersebut justru dinodai oleh para pendukungnya yang kerap diidentikkan dengan istilah ‘cebong’ di jejaring media sosial.


Lantas, Ali Syarief pun menyinggung soal kemampuan ‘cebong’ dalam menghirup berbagai macam aroma yang diumpamaka sebagai kemampuan dalam menafsirkan berbagai macam kritik.


Menurutnya, ‘cebong’ memiliki hidung yang hanya berfungsi untuk menghirup aroma asap swike saja.


Sementara, beragam jenis aroma asap seperti aroma asap ikan bakar makasar atau sate kambing tidak mampu dihirup ‘cebong’.


Maksudnya, ‘cebong’ ini hanya menilai kritik di satu sisi, bukan berbagai sisi.


“Hidung cebong hanya menghirup aroma asap swike saja. Tak pernah kenal bau asap ikan bakar makasar atau sate kambing,” pungkasnya.


Source: Galamedia

Sindir KPK, Sudjiwo Tedjo: Korupsi Dana Bansos Hanya Dituntut Sekian Tahun, Meniadakan Potensi Sehat
Jumat, Juli 30, 2021

On Jumat, Juli 30, 2021

Sindir KPK, Sudjiwo Tedjo: Korupsi Dana Bansos Hanya Dituntut Sekian Tahun, Meniadakan Potensi Sehat
BENTENGSUMBAR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menjadi sorotan publik disebabkan berbagai perkara yang melibatkan sejumlah pejabat negara dan masalah internal dari lembaga itu.


Salah satu tokoh publik yang menyayangkan sikap profesional KPK, yaitu budayawan Sudjiwo Tedjo.


Ia menyinggung perkara dugaan korupsi dana bansos yang dilakukan Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara yang dituntut 11 penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dengan membandingkan kondisi masyarakat saat ini.


Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum hanya memberi tuntutan 11 tahun penjara dengan denda senilai Rp500 juta subsider enam bulan dengan pidana tambahan uang pengganti senilai Rp14,5 miliar kepada Juliari Batubara.


Tuntutan ini, tentunya menjadi sorotan bahkan sejumlah pihak menilai tuntutan tersebut tidak sesuai. Sebab, pemimpin KPK telah menyatakan bahwa pihaknya akan menjerat para pelaku tindak pidana korupsi dengan hukuman berat.


Melalui akun Twitter miliknya, Sudjiwo Tedjo mengatakan bahwa faktor utama untuk menjamin kesehatan rakyat Indonesia adalah terpenuhinya rasa keadilan.


Menurutnya, pemberian tuntutan hukuman kepada pelaku tindak pidana korupsi yang tidak sepadan sama dengan meniadakan potensi sehat.


“Vaksin, masker dll itu KEDUA. PERTAMA adalah terpenuhinya rasa keadilan sehingga memperbesar potensi sehat. Berpotensi sehat, terus divaksini/dimaskeri dll, jd sehat. Korupsi dana Bansos hanya dituntut sekian tahun, meniadakan potensi sehat. Begitu juga diskon2 vonis lainnya,” katanya yang dikutip Pikiran-Rakyat.com, Kamis, 29 Juli 2021.


Ia menilai jika tugas KPK di masa pandemi Covid-19 lebih besar daripada tugas rumah sakit karena KPK harus menegakkan keadilan dalam proses hukum yang ditangani.


“Tugas KPK masa Pandemi lebih besar daripada Rumah Sakit. Via KPK, dgn proses hukum yg adil, kesehatan jiwa masyarakat terbangun krn terbangunnya rasa keadilan. Jangan khianati lagu INDONESIA RAYA. Bangunlah jiwa masyarakat lbh dulu, tugas KPK dll, baru bangun badannya, tugas RS,” katanya.


Sudjiwo Tejo menyebutkan bahwa hal yang pertama harus dilakukan negara adalah menyehatkan jiwa rakyatnya dengan menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia pada seluruh lembaga hukum seperti KPK dan Kehakiman.


“Percuma Rumah2 Sakit gedebugan semua dan nakes2 pada berguguran menyehatkan badan masyarakat kalau yg pertama, yaitu jiwa masyarakat sesuai pesan lagu kebangsaan, tidak disehatkan lebih dahulu melalui terpenuhinya rasa keadilan atas kinerja KPK, Kehakiman dll,” katanya.


Source: pikiran-rakyat.com