PILIHAN REDAKSI

Berawal dari Informasi Warga, Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi Berkedok Salon dan SPA di Padang Barat

BENTENGSUMBAR.COM - Direskrimum Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap praktek esek-esek yang berkedok Salon dan Spa yang ber...

Advertorial

Waduh! Ubedilah Dapat Banyak Teror, Eko Kuntadhi: Nanti Ngaku Dilempar Kepala Anjing, nih!
Selasa, Januari 18, 2022

On Selasa, Januari 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyoroti pemberitaan soal pengakuan dosen UNJ Ubedilah Badrun tentang banyaknya teror yang mendatangi dirinya belakangan ini.

Diketahui bahwa Ubedilah Badrun disoroti oleh publik lantaran melaporkan dua anak Presiden Jokowi, yakni Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep soal dugaan kasus korupsi ke KPK.

Oleh banyaknya omongan publik atas kasus tersebut, belakangan Ubedilah merasa diteror oleh orang tak dikenal (OTK).

Ubedilah Badrun mengaku dikuntit dua motor di kediamannya dan juga dihubungi OTK tengah malam via seluler.

Ubedilah Badrun merasa mendapat banyak teror usai melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada tiga bentuk teror yang dialami Dosen UNJ Ubedilah Badrun. Pertama, kalimat ancaman via media social (medsos).

Dosen UNJ Ubedilah Badrun mengaku mendapat ancaman dalam bentuk kata-kata sindiran di media sosial.

“Narasi ancaman muncul di medsos dengan bahasa yang sarkastis, tetapi saya respons baik baik saja,” kata Ubedilah dalam keterangannya kepada dikutip dari Pojoksatu.

Selain itu, ada 2 orang mengamati rumahnya dua hari lalu atau Jumat, 14 Januari 2022.

Ada orang yang mengendarai sepeda motor tengah mengamati rumahnya sekitar 20 menit.

“Orang itu menggunakan kendaraan roda dua dan duduk di tempat istirahat lapangan basket, terlihat mengamati rumah sekitar 20 menit,” kata Ubedilah.

Orang itu lantas pergi setelah sopir tetangga kediaman Ubedilah ke luar dari lokasi perumahan itu.

Ubedilah berharap orang yang telah menguntitnya tidak dalam rangka teror psikologis kepadanya.

Atas hal itu, Eko pun mengatakan bahwa sebentar lagi Ubedilah juga akan mengaku bahwa dirinya akan dikirimkan kepala anjing.

“Sebentar lagi ngaku rumahnya dilempari kepala anjing nih,” ujarnya. (terkini)

Ruhut Murka Jokowi Lagi Kerja Keras Tapi Anaknya Dituduh Korupsi: Asal Ngebacot!
Selasa, Januari 18, 2022

On Selasa, Januari 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Politikus PDIP, Ruhut Sitompul jengkel dengan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun lantaran melaporkan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep terkait dugaan korupsi.

Apalagi selama ini yang diungkapkan Ubedilah Badrun hanya sebatas asumsi yang buktinya masih kurang jelas.

Oleh sebab itu Ruhut menegaskan agar seharusnya Ubedilah tidak asal berbicara lantaran pelaporan yang dilakukan memiliki konsekuensi hukum.

"Saya bicara itu bukan 'katanya-katanya', itu bukan dasar hukum, biar semua enggak asal ngebacot di Republik ini," kata Ruhut dalam talkshow Rosi, dikutip Hops.ID pada Senin, 17 Januari 2022.

Ruhut juga mengaku heran dengan kegaduhan yang dibuat pihak oposisi. Mengingat Presiden Jokowi sebagai orang nomor satu di Indonesia sedang bekerja keras melawan pandemi Covid-19.

"Presiden kita lagi kerja keras kok menghadapi Corona. Kita bikin begini-begini jadi negative thinking. Tegas yang saya katakan, yang saya mau ingin katakan," ujarnya.

Dia pun menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh demokrasi yang menjadi salah satu agenda reformasi pada 1998 silam.

Namun tentunya tetap dengan jalur yang tepat dan tidak membuat kegaduhan publik.

"Demokrasi, kita semua mendukung demokrasi, bukan Adi Marsadi atau Ubed. Kita semua reformasi ini supaya demokrasi dikedepankan, tetapi tetap mulutmu, harimau mu. Hati-hati dalam berbicara," tegas Ruhut Sitompul.

"Ada hukum yang menunggu, apabila nanti dia sudah saksi pelapor, ini tidak terjadi, semua pendukung yang namanya Gibran, Kaesang, Luhut, Pak Ahok, Pak Ganjar, Pak Erick Thohir. Dan melaporkan dikaitkan dengan 242 KUHP hukuman 7 tahun. Itu tegas saya katakan, biar enggak sembarangan ngomong," imbuhnya. (Hops)

Fadli Zon Geram Habib Kribo Maki-maki Bangsa Arab: Jangan Mempertontonkan Kebodohan, Tugas Kita Mencerdaskan
Selasa, Januari 18, 2022

On Selasa, Januari 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Publik tengah dihebohkan pernyataan Habib Zein Assegaf atau Habib Kribo yang menyinggung bangsa dan budaya Arab.
Namanya pun trending di media sosial khususnya Twitterr dengan tagar #TangkapZeinKrobo.

Seruan ini berawal dari ucapan Habib Kribo tentang Arab yang disebut tidak punya kehormatan tanpa Kabah.

Dalam salah satu video yang beredar luas di media sosial, Habib Kribo juga mengatakan bangsa Arab tidak melahirkan intelektual.

Bahkan, ia menyebut Islam di Arab masih jauh dari kesempurnaan.

Pernyataan tersebut lantas menuai sorotan dari berbagai pihak, termasuk politisi Partai Gerindra, Fadli Zon.

Melalui akun Twitter @fadlizon, Fadli menilai Habib Kribo tidak mengerti sejarah dasar bangsa Arab.

“Betul sekali, orang ini asal jeplak dan tak ngerti sejarah dasar, akibat kurang membaca,” ujarnya dilansir Galamedia dari akun Twitter @fadlizon pada Seni, 17 Januri 2022.

Dalam unggahan yang sama, ia meminta agar Habib Kribo tidak mempertontonkan kebodohan.

“Janganlah mempertontonkan kebodohan. Padahal salah satu tugas kita: mencerdaskan kehidupan bangsa,” terangnya.

Lebih jauh, Fadli menegaskan bangsa Arab memiliki kontribusi yang banyak dalam peradaban dunia.

“Bangsa Arab banyak sekali kontribusinya bagi kemajuan ilmu dan pengetahuan serta peradaban dunia,” ucapnya. (Galamedia)

Premium Diklaim Sepi Peminat, PKS: Stop Bohongi Publik!
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif yang menyebut peminat BBM jenis Premium rendah dan masyarakat lebih suka menggunakan Pertalite dinilai menyesatkan.

"Narasi itu menyesatkan dan berpotensi masuk kategori kebohongan publik. Faktanya banyak masyarakat yang mencari Premium. Jadi stop narasi yang membodohi masyarakat seperti ini," kata anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Mulyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/1).

Mulyanto menyebut, penurunan penggunaan premium terjadi karena barang langka di pasaran, bukan karena sepi peminat. 

Oleh karenanya, Mulyanto minta Pertamina melihat kondisi di lapangan. Begitu pasokan Premium datang, langsung habis diserbu masyarakat.

"Jangankan premium, BBM jenis Pertalite saja kadang-kadang di wilayah tertentu kerap langka. Logika masyarakat secara umum adalah ‘BBM murah, bukan BBM bersih’. Ini timbul karena keterbatasan daya beli mereka, apalagi di tengah pandemi yang belum berakhir dan recovery ekonomi yang masih lamban," tegas Mulyanto.

Mulyanto memahami kelangkaan tersebut terjadi karena Premium adalah BBM khusus penugasan, di mana pemerintah memberikan penugasan kepada Pertamina untuk menjual rugi BBM jenis tersebut.

Kemudian “kerugian” atau selisih harga keekonomian dengan harga jual yang ditanggung oleh Pertamina tersebut dikompensasi atau diganti oleh pemerintah. 

Sayangnya pembayaran kompensasi dari pemerintah tersebut sering kali nunggak.

"Jadi kalau kita mau lugas, duduk perkara yang sebenarnya adalah Pertamina mbalelo dalam menjalankan penugasan serta pemerintah seringkali nunggak dalam membayar biaya kompensasi. Jadi jangan melempar soal ini ke masyarakat bahwa Premium sepi peminat," tukas Mulyanto.

Politikus PKS itu menyayangkan pemerintah dan Pertamina tidak jujur soal pasokan dan distribusi BBM premium ini.

"Saya bukan anti pada BBM ramah lingkungan, namun kita tetap harus memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat sekarang ini, yang masih berat,” demikian Mulyanto.

Pemerintah telah menerbitkan Perpres 117/2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian Dan Harga Jual Eceran BBM yang diterbitkan tertanggal 31 Desember 2021 di mana ditetapkan, bahwa Premium sebagai jenis BBM khusus penugasan dengan wilayah penugasan meliputi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun sampai hari ini implementasi Perpres tersebut masih belum jelas. (RMOL)

Pengamat Prediksi Jenderal Dudung Abdurachman Bakal Dipinang Parpol Besar untuk Maju di Pilpres 2024
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Dua tahun jelang Pilpres 2024 berita seputar konstetasi politik itu semakin kuat.
Banyak nama dari tokoh nasional pun bermunculan, ada yang sudah pensiun, banyak pula yang masih menjabat.

Keadaan kian ramai ketika lembaga survei nimbrung. Sesuai pesanan, nama tokoh yang membayar pun muncul.

Namun, dari sekian banyak nama tokoh, memang ada yang patut diperhitungkan karena kredibilitasnya.
Salah satu tokoh itu adalah KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.

Menurut pengamat politik Hari Purwanto, popularitas Dudung belakangan ini melonjak tidak terbendung karena pernyataan kontroversialnya berhasil menarik perhatian publik.

"Saat jadi Pangdam Jaya, Jenderal Dudung menjadi kontroversial karena menurunkan baliho Habib Rizieq di Petamburan, markas FPI,” ucapnya, Senin (17/1/2022).

“Setelah jadi KSAD, Jenderal Dudung kembali menjadi kontroversial karena memberi pernyataan 'berdoa tidak perlu memakai bahasa Arab',” imbuhnya.

“Yang terbaru ini, Jenderal Dudung kembali menjadi viral karena merilis lagu 'Ayo Ngopi' dan video flashmob," papar Hari.

Menurut Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) itu, naiknya popularitas Dudung tentu menimbulkan harapan baru.

Sebab, saat ini masyarakat masih merindukan sosok TNI sebagai Presiden RI.

Menurut Hari, dengan posisi sebagai jenderal bintang empat yang saat ini sedang menjabat KSAD, peluang Dudung menjadi Calon Presiden 2024 terbuka luas.

"Peluang Jenderal Dudung menjadi Presiden sangat besar karena tiga hal,” ujarnya.

“Pertama, beliau Jenderal TNI AD sebagai KSAD. Kedua, beliau didukung oleh Ibu Megawati, Ketum PDIP yang merupakan Partai terbesar,” lanjutnya.

“Ketiga, ini yang terpenting, beliau sepertinya ingin mengikuti langkah Presiden Jokowi," jelasnya.
Menurut Hari, Jokowi bisa menjadi Presiden salah satunya karena mengaktifkan politik populisme.

Politik populisme saat ini masih menjadi pilihan masyarakat dalam menentukan siapa calon presiden mereka.

"Saya pikir saat ini Jenderal Dudung adalah Jenderal yang paling populer dibandingkan dengan Jenderal lainnya,” katanya.

“Beliau sangat diterima oleh masyarakat dengan tampilannya yang lugas dan bersahaja,” ujarnya.
“Sejak SBY tidak berkuasa, Indonesia kehilangan figur militer yang tegas dan berwibawa,” imbuhnya.

“Diharapkan dengan Jenderal Dudung menjadi Presiden di 2024, tidak ada lagi masyarakat yang berani membully Presiden seperti layaknya semua masyarakat sekarang dengan mudahnya membully Presiden Jokowi," paparnya.

Hari menjelaskan, masyarakat mudah membully Presiden Jokowi karena Jokowi bukan bersumber dari kalangan militer.

Sampai dengan Dudung menjadi KSAD terbukti tidak ada yang berani berhadapan menentangnya, termasuk kelompok Front Pembela Islam dan Habib Bahar Smith terpaksa harus bertekuk lutut terhadap ketegasannya dalam menyikapi beberapa kelompok Islam di Indonesia.

"Terlepas dari benar atau salahnya pernyataan Jenderal Dudung yang kontroversial terkait dengan narasi 'Tuhan bukan orang Arab' dan 'Doa tidak perlu dengan bahasa Arab', menunjukkan keberanian beliau dalam bersikap,” ucapnya.

“Pemimpin seperti ini sangat diharapkan untuk memimpin masyarakat Indonesia yang sangat majemuk," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hari menjelaskan kedekatan Dudung dengan Anies Baswedan, saat menjadi Pangdam Jaya, dan juga dengan Ganjar Pranowo saat menjadi Gubernur Akmil, bisa melapangkan jalannya untuk menjadi Presiden Indonesia 2024.

Perpaduan Militer-Sipil merupakan pasangan yang harmonis dan terbukti bisa bekerja sama.

"Kilas balik tatkala Jokowi maju menjadi Gubernur DKI, Jokowi didukung penuh oleh PDIP, namun pada saat semua masyarakat mayoritas Indonesia mendukung Jokowi sebagai presiden, maka posisi tawar Jokowi menjadi tinggi,” katanya.

“Dan sebenarnya pada saat itu kondisi menjadi berbalik, di mana popularitas Jokowi melebihi popularitas Megawati,” imbuhnya.

“Tadinya, Jokowi sebagai Gubernur DKI diharapkan mendukung Megawati dalam konstestasi Presiden 2014, namun karena popularitas Jokowi yang spekatakuler menutup peluang Megawati menjadi calon Presiden 2014,” katanya lagi.

“Saat itu, bukan Jokowi membutuhkan PDIP atau Megawati, melainkan PDIP yang membutuhkan Jokowi,” ujar Hari.

“Kondisi ini memaksa Megawati mendukung Jokowi sebelum Jokowi diusulkan oleh partai lain," paparnya.

Menurut Hari, kondisi yang sama terasa sekarang, semenjak Dudung menjadi KSAD, maka kondisi telah berbalik.
Dudung telah diterima oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

Sehingga, Jenderal Dudung tidak perlu lagi dukungan dari PDIP, bahkan tidak memerlukan berpasangan dengan Puan Maharani yang elektabilitas masih sangat rendah.

"Kondisi semacam ini, mau tidak mau, PDIP ‘terpaksa’ akan mencalonkan Dudung sebagai Presiden 2024, sebelum Dudung diusulkan oleh Partai lain,” katanya.

“Atau dengan kata lain, siapapun menjadi cawapresnya, tanpa harus disandingkan dengan Puan atau, tanpa harus disandingkan dengan Gibran, Dudung akan melenggang bebas di tahun 2024," pungkasnya. (Wartakota)

Ngamuk Sengamuk-ngamuknya, Amien Rais Teriak Oligarki Bedebah, Ngawur, Korbankan Rakyat!
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Amien Rais kirim warning keras ke pemerintah. Isinya tajam dan menohok. Ketua Majelis Syuro DPP Partai Ummat itu terlihat serius. 

Dia sampai terang-terangan menyebut ekonomi Indonesia diambang kehancuran.

Pemicunya sangat sepele. Semua dipicu oligarki yang sudah mengontrol semua lini kehidupan masyarakat.

Ekonomi dan demokrasi akhirnya kena imbas serius. Rakyat pun disebut jadi korban.

"Bedebah ekonomi bangkit. Oligarki. Oligarki itu ngawur, seenak mereka saja. Ini tidak boleh terjadi. Demokrasi kita di bawah rezim Jokowi sudah sampai ke titik nadir. Sudah antara oleng dengan kebangkrutan," katanya, Sabtu (15/1/2022), saat pelantikan Pengurus DPW Partai Ummat Riau.

Peringatan Amien Rais ini seakan mengirimkan alarm terhadap utang yang dimiliki Indonesia. 

Untuk diketahui, utang pemerintah memang meningkat selama pandemi covid-19.

Hingga akhir November 2021, nilainya mencapai Rp 6.713,24 triliun. 

Utang ini naik 13,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau 40,5% dibandingkan sebelum pandemi akhir 2019.

Sementara itu, total utang luar negeri swasta hingga November 2021 mencapai USD 208,3 miliar atau Rp 2.952 triliun (kurs Rp 14.171 per USD).

ULN swasta sebenarnya turun 1% dibandingkan Oktober 2020, tetapi naik 4% jika dibandingkan akhir 2019 atau sebelum pandemi.

Amien pun mengajak seluruh kader Partai Ummat di Riau agar saling bahu-membahu dengan membawa seluruh kekuatan. 

Ia tak ingin ada individu merasa atau bahkan memang dipinggirkan.

"Kita tidak memikirkan kelompok kita saja, apalagi hanya untuk secuil kekuasaan. Saya yakin kita bisa maju ke depan, kalau melihat antusiasme di mana-mana, dan DPP juga dikelilingi oleh tim ahli," jelasnya.

Dari penjelasannya, apa pun bentuk pemerintahan di belahan dunia, jika adil maka akan bertahan. 

"Keadilan ialah persoalan inti dalam kehidupan berbangsa di muka bumi hang fana ini. Kalau penuh kezaliman pasti akan hancur," sebutnya. (Wartaekonomi)

Ray Rangkuti: Andai Ketua Joman Baca Pasal 317 KUHP dengan Tenang, Pasti Dia Malu Sendiri
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Langkah Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer atau Noel melaporkan Dosen UNJ Ubedilah Badrun, yang mengadukan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dua anak Presiden Joko Widodo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus menuai reaksi.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia Ray Rangkuti, apabila Noel membaca pasal 317 KUHP dengan baik-baik dan tenang, kemungkinan dia akan malu sendiri atas pelaporan yang dinilai terburu-buru itu.

"Kenapa? Pertama, Pasal 317 mendalilkan adanya; laporan yang sengaja dan; adalah laporan palsu; adanya nama baik yang dicemarkan; subjek pelapor adalah yang terlapor. Keempat persaratan tersebut belum satupun terpenuhi dalam peristiwa ini," ujar Ray Rangkuti kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (17/1).

Apalagi, kata Ray Rangkuti, laporan Ubedilah Badrun belum dinyatakan palsu, dan karenanya belum dapat dinyatakan sengaja dilakukan untuk mencemarkan nama baik seseorang.

"Dan uniknya, orang yang dilaporkan saudara Ubedilah Badrun (Gibran dan Kaesang) itu sendiri merasa tidak sedang dicemarkan nama baiknya," kata Ray Rangkuti.

Menurut Ray Rangkuti, jika Noel menilai laporan Ubedilah Badrun adalah bohong, tetapi justru laporan Noel ke polisi sendiri lebih tidak punya dasar.

Karena sama sekali belum terpenuhi sarat untuk dinyatakan adanya dugaan tindak pidana.

"Alias belum ada peristiwanya," tegasnya. (RMOL)

Jokowi Tetap Ngotot Pindah Ibu Kota Negara, Salim Segaf: RI Dilanda Bencana, Kenapa Bersikeras Pindah?
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini semakin agresif dalam mempersiapkan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Tekad bulat Jokowi terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara itu dibuktikan dengan proses pengerjaan pembangunan yang masih terus berlanjut.

Akan tetapi, ambisi besar yang dimiliki Jokowi mengenai pemindahan Ibu Kota Negara itu justru menuai kritikan pedas dari sejumlah pihak.

Pasalnya, sejumlah pihak menilai bahwa rencana pemindahan Ibu Kota Negara itu tidak lantas bisa memberikan solusi untuk memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi negeri ini.

Pemindahan Ibu Kota Negara itu rupanya juga ditentang habis-habisan oleh seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri.

Lewat akun Twitter pribadinya @salimsegaf pada Minggu, 16 Januari 20222, Salim Segaf Al-Jufri secara lantang menyentil rencana pemindahan Ibu Kota Negara yang digaungkan oleh pemerintahan Jokowi.

Menurut Salim Segaf Al-Jufri, saat ini Indonesia tengah dihadapi dengan persoalan serius, yakni bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah.

"Indonesia dilanda berbagai bencana: gempa Banten & Madura, banjir Penajam Passer Utara, banjir+longsor Jayapura, erupsi Semeru JaTim dll," ucap Salim Segaf Al-Jufri, seperti dikutip SeputarTangsel.com pada Senin, 17 Januari 2022.

Meski Indonesia sedang dilanda bencana alam, Salim Segaf Al-Jufri dibuat heran dengan para elite kekuasaan yang justru getol untuk pindah Ibu Kota Negara.

"Tapi, mengapa sebagian elite bersikeras pindah Ibu Kota Negara?" ujar Salim Segaf Al-Jufri.

Salim Segaf Al-Jufri menyindir pemerintahan Jokowi yang hanya berfokus pada pemindahan Ibu Kota Negara, namun, tidak sigap dalam melengkapi infrastruktur penanggulangan bencana.

"Bukan melengkapi infrastruktur penanggulangan bencana," sindir Salim Segaf Al-Jufri.

Bersamaan dengan kritikan Salim Segaf Al-Jufri, kritikan atas penolakan pemindahan Ibu Kota Negara itu semakin ramai disuarakan oleh sejumlah pihak.

Hingga berita ini diturunkan, tagar pemindahan Ibu Kota Negara itu telah mencapai 6.814 tweet.

Seperti dikutip dari Antara, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah sampai turut mengingatkan pemerintah agar dapat mewaspadai adanya potensi mangkrak pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) itu.

Trubus Rahadiansyah menyebut pemindahan IKN bisa membutuhkan waktu lama, yakni 15 tahun hingga 20 tahun.

Jangka waktu lama tersebut tentunya akan ada pergantian pemerintahan, sehingga, belum tentu rezim yang selanjutnya berkenan untuk kembali melanjutkan proyek tersebut.

Oleh sebab itu, Trubus Rahadiansyah berharap agar pemerintah bisa secara lebih matang mempertimbangkan isu keberlanjutan proyek pemindahan Ibu Kota Negara tersebut lewat pembahasan Rancangan Undang-Undang IKN.

Lebih lanjut, Trubus Rahadiansyah mengatakan pemerintah harus lebih jelas dalam membicarakan persoalan pembiayaan anggaran pemindahan Ibu Kota Negara. (Seputartangsel)

Catatan Buat Kaum Nyinyir, Kata Prof Jimly: Anies Arab dan Ahok China Itu Orang Indonesia Asli
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Kaum nyinyir kerap melontarkan bully kepada tokoh-tokoh. Tragisnya terkadang bully bisa menimbulkan kegaduhan.

Padahal, tokoh yang dibully itu jelas-jelas orang Indonesia. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyatakan warga negara Indonesia (WNI) dan bangsa Indonesia asli adalah orang yang lahir sebagai WNI. Meskipun secara sosiologis memiliki keturunan dari bangsa lain.

"Jadi penduduk Indonesia itu ada WNI asli, ada WNI karena naturalisasi, tidak asli artinya. Jadi bangsa Indonesia yang asli itu semua yang lahir, WNI sejak kelahiran, gitu kira-kira. Jadi Ahok, kemudian Anies Baswedan yang Arab, Ahok yang China itu WNI asli, bangsa Indonesia asli. Keturunannya boleh saja beberapa generasi," kata Jimly.

Hal itu disampaikan dalam webinar yang ditayangkan di YouTube, Minggu (16/1/2022). Seminar dengan tema 'Kewarganegaraan Ganda dan Hak Asasi Keluarga Perkawinan Campuran, dan Urgensi Perubahan UU No.12/2006 tentang Kewarganegaraan' itu diselenggarakan oleh LPPSP-FISIP UI bersama Aliansi Pelangi Antar Bangsa (APAB).

"Kita merekonstruksi pengertian bangsa Indonesia asli menjadi pengertian hukum. Bahwa masih ada pengertian sosiologis dalam istilah bangsa Indonesia asli karena masih tetap dirumuskan dalam pasal 26 UUD 1945. Tapi secara hukum, semua warga negara Indonesia punya hak dan kewajiban yang sama dalam hukum dan pemerintahan," kata Jimly.

Jimly mengakui isu kewarganegaraan kerap menjadi isu politis. Seperti pada 1998 saat BJ Habibie menjadi Presiden, publik menanyakan kewarganegaraan Habibie terkait hubungannya dengan Jerman.

"Masalah ini ada kaitannya dengan isu politik, ketentuan syarat mengenai syarat calon presiden, Pasal 6 UUD 1945. Pada 199 ada tuduhan Pak Habibie punya status kewarganegaraan Jerman. Maka pasal syarat calon presiden dipertegas menjadi warga negara sejak kelahiran dan tidak pernah mendapatkan kewarganegaraan asing atas permintaan sendiri. Kalau Pak Habibie dulu warga kehormatan, bukan atas permohonan, bukan naturalisasi. Jadi bukan status warga negara yang kita pahami. Itu warga kehormatan saja. Jadi dia tidak ada masalah sebagai Presiden," beber Jimly.

Seiring perkembangan zaman, globalisasi menjadikan WNI semakin banyak menikah dengan orang asing. Hal itu tidak bisa dicegah sebagai dampak zaman. Oleh sebab itu, Jimly mendorong penelitian status kewarganegaraan terkini.

"Ini perlu dibikin riset yang lebih detail, baik aspek hukumnya dan kebijakannya. Keyakinan saya, Indonesia pada saatnya berperan sesuai jumlah penduduknya. Kita harus berperan di dunia. Maka trend dwi kewarganegaraan, ya jangan tutup kemungkinannya tapi kajilah secara lebih mendalam. Dorongan saya ada riset lebih tajam, untuk menentukan kebijakan lebih mudah," tegas Jimly. (Radar Nonstop)

Pengamat Soroti Giring Serang Anies Bertubi-tubi: Dia Limbah Demokrasi, Tak Boleh Digubris
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat Politik Universitas Pamulang, Fatur Rahman Fadil, berpendapat bahwa Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha, belum cukup matang dalam berpolitik.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Fatur mengatakan itu ketika Giring dengan lantang menyindir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di hadapan Presiden Jokowi.

"Menjadi politisi itu bukan sesuatu yang sembarang masuk. Dunia yang tidak dimasukkan oleh sembarangan orang" kata Fatur Rahman dalam sebuah diskusi daring di kanal YouTube Nur Iswan Chanel, dikutip Minggu (16/1/2022).

Menurutnya dunia politik itu dunia yang seharusnya dimasukkan oleh orang-orang khusus. Tidak cukup seperti Giring yang terkenal menjadi artis lalu kemudian masuk dalam politik praktis.

"Dunia politik itu menurut saya adalah dari orang yang dari muda dia beraktivitas organisasi, memiliki pengetahuan tentang isu-isu publik," katanya.

Dia mengatakan, orang yang terjun ke dunia politik, harus punya pengetahuan tentang sejarah bangsa, budaya, tentang ideologi, negaranya dan tentang pandangan.

Kata dia, menjadi politisi itu harus tampil sebagai sosok yang matang. Jika mengkritik, bukan berarti dilakukan dengan cara membabi buta seperti yang dilakukan oleh Giring.

"Yang seperti itu tidak pantas masuk di dalam dunia politik" ujar Fathur.

Dia berujar, Demokrasi ibarat sebuah mesin produksi. Setiap mesin produksi akan ada limbahnya yang dibuang. Menurut Fathur, jika Demokrasi adalah mesin produksi, maka Giring Ganesha adalah limbahnya.

"Demokrasi kalau kita persepsi sebagai mesin politik, maka kita harus menyadari munculnya orang semacam Giring itu merupakan limbah dari Demokrasi" ujarnya.

Sebagai limbah, Fathur menyarankan agar setiap ocehan Giring tidak perlu ditanggapi karena akan buang waktu dan energi.

"Saya melihat dia limbah dari Demokrasi karena itu tidak boleh digubris" pungkasnya. (Suara)

Amien Rais Jagokan Sosok Ini di Pilpres 2024, Bukan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Siapa?
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Majelis Suro Partai Ummat Amien Rais menggadang Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi untuk maju dalam pilpres 2024. 

Ia memuji Ridho yang dianggap memiliki kemampuan pidato yang hebat.

"Bu Nazar ibu kandungnya pak Ketum, itu pasti terkejut. Saya saja terkejut kok, kemampuan pidato beliau 3 tahun yang lalu tidak sehebat sekarang ini. Jelas, clear, bisa ditangkap dengan mudah tapi sangat tajam, apalagi 3 tahun lagi kayak apa," kata Amien lewat akun Instagram resminya, dikutip Minggu (16/1/2022).

Terkait pilpres 2024, ia meminta partainya tak terburu-buru mengusung calon dari partai lain. 

Pasalnya, ia melihat 'jahitan' capres di partainya sendiri.

"Bahwa kalau masalah pilpres kita jangan buru-buru, siapa tahu dari partai ummat kita sendiri ini ada potongan jahitan yang memang lebih pantas dari yang ada sekarang ini," kata Amien.

Menurutnya, Ridho yang telah berusia 36 tahun telah menempun pendidikan yang tinggi. 

Ia juga menganggap Ketua Umum partai lain juga tidak ada yang menyamai kehebatan pidato Ridho.

"Kita juga tidak ada salahnya punya himmah niyah burning desire, keagrengan, kalau ada orang lulusan SMA aja jadi presiden bisa, ada tukang kayu juga bisa, mengapa Ridho Rahmadi Doktor, M.Sc itu kira-kira kan itu juga lebih dari bisa, saya kira itu harapan kita," katanya. (Era)

3 Jenis Teror Dialami Ubedilah Badrun Seusai Melaporkan Gibran dan Kaesang, Aduh
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mengaku mendapat banyak teror seusai melaporkan dua putra Presiden Joko Widodo yakni, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Ubedilah melaporkan Gibran dan Kaesang atas dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) ke KPK pada 10 Januari 2022.

Setidaknya ada tiga bentuk teror yang dialami Ubedilah Badrun.

1. Kalimat ancaman di medsos
Ubedilah Badrun mengaku mendapat ancaman dalam bentuk kata-kata sindiran di media sosial.

"Narasi ancaman muncul di medsos dengan bahasa yang sarkastis, tetapi saya respons baik baik saja," kata Ubedilah dalam keterangannya kepada JPNN.com, Minggu (16/1).

2. Malam hari ditelepon orang tidak dikenal

Selain itu, pria kelahiran 15 Maret 1972 itu mengaku pernah dihubungi orang tak dikenal melalui sambungan telepon.

"Ada (juga) yang menghubungi saya di waktu malam, tetapi tidak tahu dari mana, saya tidak pernah mengangkatnya. Semoga bukan dalam rangka meneror," kata Ubedilah.

3. Ada 2 orang mengamati rumah Ubedilah Badrun

Ubedilah juga mengaku dua hari lalu (14/1) ada orang yang mengendarai sepeda motor tengah mengamati rumahnya sekitar 20 menit.

"Orang itu menggunakan kendaraan roda dua dan duduk di tempat istirahat lapangan basket, terlihat mengamati rumah sekitar 20 menit," kata Ubedilah.

Orang itu lantas pergi setelah sopir tetangga kediaman Ubedilah meninggalkan lokasi.

Ubedilah berharap orang yang telah menguntitnya tidak dalal rangka teror psikologis.

"Saya positive thinking saja bahwa itu semua jauh dari motif teror. Alhamdulillah saya saat ini baik baik saja," pungkas Ubedilah Badrun.

Sebelumnya, Ikatan Aktivis 98 resmi melaporkan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ke Polda Metro Jaya pada Jumat (14/1).

Laporan itu telah diterima dan teregister dengan nomor LP/B/239/I/2022/SPKT/Polda Metro Jaya, teranggal 14 Januari 2022.
Perwakilan pelapor, Immanuel Ebenezer mengatakan pihaknya melaporkan Ubedilah atas dugaan fitnah.

Laporan itu dilayangkan buntut laporan Ubedilah terhadap Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

Pelapor beranggapan bahwa laporan yang dilayangkan Ubedilah tidak berbasis data alias laporan palsu. (jpnn)

Anies Rawat Pengobatan Remy Sylado, Refly Harun: Padahal Dulunya Pendukung Berat Ahok
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan belum lama ini menjenguk Sastrawan Remy Sylado yang terbaring sakit dikediamannya.

Merasa prihatin, Anies langsung memerintahkan anak buahnya segera mengirimkan mobil ambulance dan langsung membawa Remy Sylado ke RS Tarakan untuk dirawat di kamar VIP.

Sikap Anies ini pun mengundang decak kagum dari banyak pihak. Bahkan pengamat politik Refly Harun turut memberikan komentar lewat Channel YouTube miliknya.

"Menarik ini. Padahal dulunya Remy Sylado adalah pendukung berat Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)," katanya seperti dikutip redaksi, Minggu (16/1).

Ahli hukum tata negara ini melanjutkan, meski berbeda pandangan politik tidak boleh menjadikan seorang Gubernur kemudian hanya melayani warga yang mendukungnya saja.

"Jadi pesan moralnya begitu," sambungnya.

Menurut Refly, yang dilakukan Anies sesungguhnya bukan hal yang luar biasa. Sebab sudah seharusnya seorang pejabat publik melayani semua masyarakat.

"Bahwa yang dilakukan Anies itu adalah kewajiban sebagai penguasa. Sebagai Gubernur. Tidak ada yang luar biasa. Karena dia mengerjakan tugasnya," pungkasnya. (RMOL)

Ketua Umum HMI: Pelaporan Balik Terhadap Ubedilah Badrun Adalah Tindakan Salah Kaprah dan Bodoh
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pelaporan balik Ubedilah Badrun yang dilakukan oleh Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer, dinilai salah kaprah dan merupakan tindakan yang bodoh.

Penilaian itu disampaikan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) MPO, Affandi Ismail saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Minggu (16/1).

Affandi mengurai bahwa Immanuel melaporkan balik Ubedilah Badrun ke Polda Metro Jaya menggunakan Pasal 317 KUHP tentang pengaduan fitnah. Padahal, pasal tersebut merupakan delik aduan.

"Pertama, pelaporan balik terhadap Bang Ubed merupakan tindakan yang salah kaprah dan bodoh. Karena ini delik aduan, seharusnya kalau memang mau melapor balik, ya Kaesang atau Gibran yang melapor, bukan dia," tegasnya.

Menurut affandi, apa yang dilakukan Immanuel sebatas mencari sensasi. Lebih-lebih, Gibran yang dilaporkan oleh Ubedilah mengaku tidak mau mengambil langkah untuk melaporkan balik.

"Mas Gibrannya saja nggak mau lapor balik. Dia lebih menghormati hukum ketimbang melakukan tindakan yang justru malah dilakukan oleh orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan laporan Bang Ubed, seperti Immanuel ini," ungkapnya.

Terakhir, Affandi menilai bahwa Immanuel sebagai orang yang mengklaim diri Ketua Ikatan Aktivis 98, bertolak belakang dengan semangat para mahasiswa di tahun 1998.

Sebab, 1998 membuktikan bahwa tidak ada penguasa yang bisa bertindak semena-mena kepada rakyat.

Sementara saat ini, ada alumni 1998 yang malah jadi pihak yang menginjak-injak hak rakyat ketika melaporkan dugaan tindak pidana kepada aparat yang berwenang.

Ia pun meminta agar pihak-pihak lainnya, untuk tidak melakukan tindakan-tindakan non-demokratis seperti yang dilakukan oleh Immanuel.

Ia meminta agar pihak-pihak lain membiarkan aparat yang berwenang, dalam hal ini KPK, menindaklanjuti laporan yang dilakukan oleh Ubedilah Badrun.

"Ini kan negara hukum, maka biarkan hukum yang membuktikan. Jangan memberangus demokrasi dengan tindakan-tindakan seperti pelaporan balik," tandasnya. (RMOL)

Stafsus Faldo Maldini Sebut Laporan Terhadap 2 Anak Jokowi Berasal dari Hasil Imajinasi
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini menanggapi soal laporan Ubedillah Badrun yang melaporkan dua anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

Faldo menyebut ke dua anak Jokowi ini, laporan tersebut hasil imajinasi.

“Menurut kami cukup berbahaya dan sedang kita pertaruhkan adalah soal imajinasi. Jangan sampai faktor yang disampaikan tidak bisa dihadirkan, nggak mungkin hukum kita dibangun atas imajinasi,” kata Faldo dalam acara Total Politik di Bangi Kopi, Sabtu (15/1/2022).

Dalam dunia politik, kata Faldo, laporan Ubedillah terhadap anak Jokowi sama dengan tuduhan. Selain itu, laporan tersebut akan sulit dibuktikan.

“Kalau seandainya, menurut saya mungkin cukup sulit untuk membuktikan. Tapi tadi pak Ubed cukup confident, punya data-data yang disampaikan,” sambungnya.

Faldo mengatakan, semua orang berhak berimajinasi dan membuat laporan. Namun, kata dia yang paling penting adalah menunggu putusan penegak hukum.

“Silahkan melapor karena memang sudah ada mekanismenya. Semua dari kita bisa berimajinasi, berspekulasi, bisa menduga, tapi kita tentu akan menunggu keputusan aparat penegak hukum kita,” ujarnya.

Sebagai informasi, Ubedillah melaporkan Gibran dan Kaesang terkait dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). (Pojoksatu)