Opini

PARLEMEN

Sports

POLITIK

Samakan Jokowi dengan Firaun, Ketua TP3 Laskar FPI Hehamahua Dikecam Netizen: Kebalik! Lupa Berkaca?
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

Samakan Jokowi dengan Firaun, Ketua TP3 Laskar FPI Hehamahua Dikecam Netizen: Kebalik! Lupa Berkaca?
BENTENGSUMBAR.COM - Baru-baru ini, pernyataan Ketua TP3 Laskar FPI, Abdullah Hehamahua, yang menyebut kunjungannya bertemu Presiden Jokowi seperti Musa datang ke Firaun dikecam keras oleh netizen.


Hal itu bermula ketika mantan politisi Partai Demokrat, yakni Ferdinand Hutahaean, mengunggah sebuah tangkapan layar portal berita berjudul “Bertemu Jokowi, Hehamahua: Kita Datang Seperti Musa Datang ke Firaun”.


Menanggapi berita tersebut, Ferdinand pun menyentil sosok Abdullah Hehamahua yang secara tersirat menyamakan dirinya dengan Nabi Musa, sedangkan Presiden Jokowi disamakan Firaun.


“Musa itu kan Yahudi toh? Israel? Ternyata Hehamahua pengen sprt Yahudi toh? Baru tau saya (emoji tersenyum lebar). Hidup Yahudi..!!” tulis Ferdinand pada Rabu, 14 April 2021, dikutip terkini.id via Twitter.


Setelah terkini.id melakukan penelusuran, rupanya tangkapan layar berita yang dibagikan oleh Ferdinand berasal dari media law-justice yang diunggah pada Selasa malam kemarin, 13 April 2021.


Dalam berita tersebut, Abdullah Hehamahua yang menjadi Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI menceritakan proses pertemuan timnya dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Istana.


Ia lantas mengatakan bahwasanya pertemuan kedua pihak tersebut seperti Musa yang datang kepada Firaun.


Dalam kata lain, secara tersirat, Hehamahua menyamakan dirinya dan timnya sebagai Nabi Musa, sedangkan Presiden Jokowi dianggap sebagai sosok Firaun. 


Ia mengatakan, awalnya pihaknya mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi berkanaan dengan peristiwa Laskar FPI beberapa waktu lalu.


Akan tetapi, surat itu baru dibalas satu bulan kemudian oleh Menko Polhukam Mahfud MD yang disusul telepon dari Istana kepada Sekretaris TP3.


“Bahwa Istana siap menerima besok datang jam 9.10, orang harus tes antigen dulu,” ungkap Abdullah Hehamahua dalam video yang diunggah di kanal YouTube Ustadz Demokrasi.


Abdullah kemudian menyebut bahwa TP3 sepakat untuk memaknai pertemuan itu seperti pertemuan antara Nabi Musa dengan Firaun.


“Kita (TP3) sepakat, kita datang seperti Musa datang ke Firaun.”


Kendati demikian, Abdullah Hehamahua buru-buru menjelaskan bahwa bukan berarti pihaknya menganggap bahwa Presiden Jokowi adalah Firaun, meskipun pernyataan sebelumnya tampak menyamakan. 


“Tapi kita menempatkan posisi dia adalah penguasa seperti saat Firaun menjadi penguasa,” tuturnya.


“Dan kami seperti Musa yang memperjuangkan kepentingan rakyat dan menegakkan kebenaran,” pungkas Hehamahua.


Meskipun telah memberikan klarifikasi seiring pernyataannya yang tampak menggiring opini bahwa Presiden Jokowi disamakan Firaun tersebut, nyatanya Abdullah Hehamahua telanjur membuat marah netizen hingga dikecam dengan keras dan justru diolok-olok. 


“Kebalik ini justru Firaun nya KPK datang ke Musa (emoji tertawa), komentar akun @RD_4WR1212, dikutip terkini.id pada Rabu, 14 April 2021.


“lupa bercermin, yg kelakuan kayak firaun siappa????” timpal akun @737563696e6c75 seraya mengunggah gif cermin. 


“Kalau menurut sy sih bagaikan KAMBING BANDOT bertemu tuannya.. Lapar.. minta makan,” imbuh akun @BgawanKusuma.


“Ini terlalu konyol seorang Jokowi yang beriman disamakan dengan Fir’aun…. hadeeuuhh …,” ujar akun @AgusPramono74.


“Artinya dia mewakili Tuhan yang mengutusnya. Sangat berani menyamakan diri dengan Musa. Tuhan tidak suka ini,” tanggap akun @cepejait.


Source: makassar.terkini.id

Kecewa Bima Arya, Habib Rizieq: Saya Bantu Anda di Pilwakot
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

Kecewa Bima Arya, Habib Rizieq: Saya Bantu Anda di Pilwakot
BENTENGSUMBAR.COM - Kesaksian Wali Kota Bogor, Bima Arya untuk Habib Rizieq Syihab dalam kasus tes usap di RS Ummi Bogor menjadi perhatian publik. Dalam kesaksiannya, Bima Arya mengaku nggak melaporkan tokoh FPI itu ke polisi. Makanya Habib Rizieq kecewa ke Bima Arya.


Wali Kota Bogor itu mengungkapkan yang ia laporkan adalah RS Ummi. Selain itu, Bima Arya menyesalkan kalau dari awal tes usap sesuai prosedur, persidangan Habib Rizieq seperti ini nggak akan kejadian.


Nah seusai memberi kesaksiannya, Habib Rizieq menanggapi. Bekas Imam Besar FPI itu kecewa dengan cara Bima Arya menyelesaikan polemik tes usap itu, saling kecewanya Habib Rizieq singgung soal restu politik untuk Bima Arya.


Habib Rizieq Kecewa Bima Arya


Habib Rizieq kecewa Wali Kota Bogor Bima Arya yang tak mengedepankan pendekatan kekeluargaan dalam menyelesaikan polemik swab test di RS Ummi.


Bima justru mengambil langkah pendekatan hukum dengan membuat laporan polisi.


Kepada Bima Arya yang duduk didepan barisannya, Habib Rizieq mengutarakan Bima Arya punya tiga jalur pendekatan untuk mengelola informasi soal tes usap di RS Ummi. Tiga jalur yang dimaksud yakni pendekatan kekeluargaan humanis, pendekatan kekuasaan atau pendekatan hukum pidana.


Habib Rizieq mempertanyakan Bima Arya kenapa tidak mengambil pendekatan kekeluargaan. Bima Arya kan kenal muridnya Habib Rizieq gitu.


“Habib Mahdi Assegaf sangat dekat dengan Anda (Bima Arya), bahkan pendukung utama anda pada saat pemilihan Wali Kota Bogor. Dan saya yang merestui karena saya gurunya. Artinya Anda punya orang yang dekat dengan saya dekat dengan Habib Hanif,” ujar Habib Rizieq dikutip dari Suara.com, Rabu 14 April 2021.


Saya Bisa Bantu Anda


Habib Rizieq melanjutkan, kenapa Bima Arya tak menggunakan pendekatan kekeluargaan dan mengupayakan bertemu langsung dengan dirinya, untuk menyelesaikan masalah ini.


“Ayo kekeluargaan biar bisa ketemu saya ini harus begini habib ini harus begini. Ini harus begini habib. Jadi jangan ambil kesimpulan saya menolak. Kita kan enggak pernah ketemu,” ujarnya.


Dengan langkah yang diambil Bima Arya itu, Habib Rizieq menilai wali kota tersebut memang maunya langsung ke pendekatan hukum.


“Jadi artinya kenapa pintu-pintu ini tidak bisa digunakan biar kita bisa humanis kekeluargaan menyelesaikan persoalan. Saya bisa bantu Anda. Ini yang saya mau sampaikan,” katanya.


Source: HopsID

Denny Siregar ke Hehamahua: Yang Mirip Firaun Itu yang Suka Jualan Mayat Supaya Bisa Berkuasa, Kayak Anda
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

Denny Siregar ke Hehamahua: Yang Mirip Firaun Itu yang Suka Jualan Mayat Supaya Bisa Berkuasa, Kayak Anda
BENTENGSUMBAR.COM - Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari soal pernyataan Anggota TP3 6 Laskar FPI Abdullah Hehamahua yang menyebut kedatangan pihaknya ke Presiden Jokowi seperti Musa mendatangi Firaun.


Denny Siregar pun menyebut Firaun justru lebih mirip seperti Abdullah Hehamahua.


Hal itu disampaikan Denny Siregar lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Rabu 14 April 2021.


Dalam cuitannya itu, awalnya Denny mengungkapkan bahwa Firaun tidak pernah menang Pilpres lewat Pemilu.


“Firaun itu gak menang pilpres lewat pemilu,” cuit Denny Siregar.


Menurutnya, yang mirip dengan Firaun adalah yang suka jualan mayat supaya berkuasa. Denny pun menilai Abdullah Hehamahua termasuk orang seperti itu.


“Yang mirip Firaun itu yang suka jualan mayat supaya bisa berkuasa. Kayak anda, Abdullah Hehamahua,” ujar Denny Siregar.


Diketahui, pernyataan TP3 Laskar FPI Abdullah Hehamahua yang menyebut kunjungannya bertemu Presiden Jokowi seperti Musa datang ke Firaun menuai sorotan publik.


Kunjungan Hehamahua ke Presiden Jokowi tersebut dalam rangka membahas kasus kematian 6 Laskar FPI yang ditembak polisi pada peristiwa KM 50.


Momen pertemuannya dengan Jokowi itu kemudian diceritajan oleh Hehamahua dalam video yang tayang di kanal Youtube Ustadz Demokrasi.


Dalam tayangan video berjudul ‘Penembakan FPI dan Habib Rizieq Balas Dendam 9 Naga Kekalahan Ahok?’ tersebut, Abdullah Hehamahua mengungkapkan bahwa pihaknya selaku TP3 6 Laskar FPI diundang ke Istana.


Akan tetapi, kedatangan mereka tersebut harus memenuhi sejumlah syarat salah satunya yakni melakukan tes antigen di rumah sakit yang telah ditentukan.


Selanjutnya, Hehamahua mengungkapkan bahwa pertemuan TP3 6 Laskar FPI dengan Jokowi tersebut seperti Musa mendatangi Firaun.


“Singkatnya besok kami datang, kami sepakat datang seperti Musa datang ke Firaun,” ujarnya.


Source: makassar.terkini.id

Bima Arya Semprot Balik Habib Rizieq: Habib Berbohong
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

Bima Arya Semprot Balik Habib Rizieq: Habib Berbohong
BENTENGSUMBAR.COM - Wali Kota Bogor Bima Arya menyerang balik sejumlah pernyataan Habib Rizieq dalam sidang perkara hasil Swab di RS UMMI Bogor. Bahkan Bima Arya menyebut eks Imam Besar FPI itu sebagai pembohong.


Hal itu disampaikan Bima Arya lantaran Habib Rizieq mengaku sehat saat dirawat di rumah sakit, sementara indikasi COVID-19 sudah ada.


"Saya menyatakan bahwa habib berbohong. Saya katakan bahwa apa yang habib sampaikan saat di Rumah Sakit UMMI bahwa beliau sehat dan sebagainya itu memang tidak sesuai," ujar Bima dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu 14 April 2021.


Bima Arya diketahui menjadi salah satu saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum dalam perkara ini. Bima Arya juga menjelaskan jika dari hasil keterangan dokter hasil swab antigen Habib Rizieq sudah dinyatakan positif COVID-19.


"Soalnya indikasi COVID-nya ada, tim dokter pun kan menyampaikan kepada habib tadi, bahwa di Rumkit UMMI itu antigennya sudah positif dan kemudian indikasi COVID-nya juga ada, ya artinya memang tidak sehat," ucap dia.


Sementara itu, Bima mengutarakan sejumlah alasan dirinya melaporkan kasus ini ke polisi. Tapi dia menegaskan tidak ada unsur politik di dalamnya.


"Itu tidak ada faktor politik, tidak ada faktor-faktor yang lain tekanan murni hanya melindungi warga saya menjalankan tugas saya supaya warga Bogor itu tidak terpapar, jauhlah dari tekanan atau unsur politik betul-betul unsur kesehatan," kata Bima.


Seperti diketahui, dalam kasus swab test RS UMMI, Habib Rizieq Shihab didakwa telah menyebarkan berita bohong, yang menyebabkan keonaran soal kondisi kesehatannya yang terpapar COVID-19 saat berada di RS UMMI Bogor.


Habib Rizieq dalam perkara tersebut didakwa dengan Pasal 14 ayat (1), ayat (2), Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Source: Viva.co.id

3 Alasan Habib Rizieq Bakal Ikut Bermain di Pilpres 2024
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

3 Alasan Habib Rizieq Bakal Ikut Bermain di Pilpres 2024
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat politik Zainul Abidin Sukrin memprediksi Habib Rizieq Shihab (HRS) bakal menyatakan dukungannya dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang.


Menurut Zainul, HRS cenderung menentukan sikap politik dengan jelas di pilpres 2024, karena masalah yang mendera organisasi dan pribadinya.


"Pertama, kasus dibubarkannya Front Pembela Islam (FPI) oleh pemerintah, tentu akan menjadi alasan yang kuat," ujar Zainul kepada JPNN.com, Rabu, 14 April 2021.


Kedua, tewasnya enam laskar FPI di tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50.


Ketiga, kasus kerumunan yang membawa Habib Rizieq berurusan dengan masalah hukum.


"Ketiga hal ini saya kira akan semakin membulatkan status politik HRS serta pendukungnya," ucap Zainul.


Direktur Eksekutif Politika Institute ini meyakini, masalah yang dialami HRS saat ini tidak menyurutkan niat dan aktivitas politiknya.


"Malahan akan semakin menciptakan soliditas, karena diorganisasi oleh rasa tidak puas dan kebencian politik," katanya.


Zainul lebih lanjut mengatakan, dengan status politik yang bulat, solid dan terorganisir, maka dukungan dari HRS bakal direbutkan oleh pasangan calon yang bertarung di Pilpres 2024.


"Kemudian alasan lainnya, HRS cenderung dapat menyatukan perbedaan-perbedaan yang terjadi di tubuh ummat Islam. Tidak hanya di arus bawah, namun di antara elite juga. Jadi, dukungannya kemungkinan akan diperebutkan," pungkas Zainul.


(*)

PKS-PPP Buka Wacana Koalisi Parpol Islam di Pilpres 2024
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

PKS-PPP Buka Wacana Koalisi Parpol Islam di Pilpres 2024
BENTENGSUMBAR.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuka peluang untuk membentuk koalisi partai politik Islam untuk menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.


Sekretaris Jenderal DPP PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi, menyatakan penyelenggaraan Pilpres 2024 masih lama. Menurutnya, kemungkinan penjajakan untuk membentuk koalisi parpol Islam di Pilpres 2024 masih terbuka.


"Penjajakan-penjajakan ini masih ada 2,5 tahun atau 3 tahun, eh 2,5 tahun. Sangat memungkinkan [bentuk koalisi parpol Islam]," kata Aboe dalam konferensi pers di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan pada Rabu, 14 April 2021.


Dia menerangkan, PKS adalah parpol yang mengusung visi rahmatan lil 'alamin atau politik sebagai manifestasi Islam yang penuh kasih dan sayang.


Menurutnya, PKS membuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan parpol manapun di Pilpres 2024.


"Kita akan menyambut siapapun yang akan bergabung dengan kita dan akan kita menyatukan kerja sama besar kita dengan partai lain. Maupun dengan yang lain, jadi sangat mungkin waktu masih panjang," ujar dia.


Dalam kesempatan yang sama Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi pun mengungkap soal kemungkinan membentuk koalisi parpol Islam bersama PKS. PPP, kata dia, terbuka untuk berbicara dengan PKS tentang sistem kepemiluan agar membuat pesta demokrasi pada Pemilu 2024 menjadi enak dan lebih dinikmati semua pihak.


"Masyarakat dan parpol dan semua pihak. Saya kira tentu kita terbuka untuk bicara dalam berbagai sisi untuk menuju tatanan 2024 lebih baik," kata dia.


Dalam pertemuan PPP dan PKS sendiri terjalin kesepakatan sebanyak tujuh poin, yaitu PKS dan PPP berkomitmen bersama untuk menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila sesuai dengan yang tercantum dalam pembukaan UUD Indonesia 1945 serta PKS dan PPP akan berjuang bersama dalam menjaga demokrasi agar tetap sehat sesuai amanat reformasi.


Kemudian, PKS dan PPP berkomitmen bersama untuk mengajak umat Islam Indonesia untuk menampilkan mengahdirkan dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam seluruh aktivitas dan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara serta berkomitmen bersama untuk membangun dan memajukan ekonomi umat dan ekonomi syariah dan UMKM.


PKS dan PPP juga berkomitmen bersama untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai krisis yang ditimbulkan sebagai dampak daripada pandemi Covid-19


Kemudian, PKS dan PPP akan berkolaborasi dan memberikan pemahaman dan mengajak segenap masyarakat agar turut aktif mencegah kerusakan lingkungan dan menghemat energi. PKS dan PPP juga mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan Ramadan 1442 h sebagai bukan muhasabah saling peduli dan berbagi terhadap sesama terhadap atas berbagai musibah yang melanda Indonesia. 


(*)

Ngabalin Sebut Jokowi Bakal Lantik Mendikbud-Ristek dan Menteri Investasi
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

Ngabalin Sebut Jokowi Bakal Lantik Mendikbud-Ristek dan Menteri Investasi
BENTENGSUMBAR.COM - Isu kocok ulang atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju menyeruak seiring peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. 


Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyebut Jokowi dalam waktu dekat ini akan melantik dua menteri tersebut.


Pernyataan tersebut disampaikan Ngabalin di akun Twitter seperti dilihat pada Rabu, 14 April 2021. 


Namun Ngabalin tidak mengetahui pasti apakah ada menteri baru lain yang juga akan dilantik.


"Presiden Insya Allah akan melantik menteri baru (1) Menteri Dikbud/Ristek (2) Menteri Investasi/Kepala BKPM. Adakah menteri-menteri lain yang akan dilantik, kapan & siapa para beliau itu? Wallahu'alam bisshowaab itu hak prerogatif Presiden & kita tunggu saja. #KabinetIndonesiaMaju," tulis Ngabalin.


Sinyal reshuffle Kabinet Indonesia Maju ini juga dibenarkan oleh juru bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi. Ma'ruf disebut sudah diajak berdiskusi dengan Jokowi terkait reshuffle kabinet.


"Kalau terkait dengan soal apakah nanti ada reshuffle, tentu Wapres udah rembukan, diajak rembukan oleh presiden," kata Masduki dalam konferensi pers secara daring, Senin, 12 April 2021. 


Masduki menjawab pertanyaan wartawan terkait ada-tidaknya reshuffle sehubungan dengan disetujuinya pembentukan Kementerian Investasi dan penggabungan Kemendikbud dengan Kemenristek.


Meski begitu, Masduki tidak bicara detail soal reshuffle. Masduki mengaku belum memperoleh kabar terkini soal reshuffle.


"Nanti akan ada pembicaraan spesifik antara presiden dan wapres dan kalau semuanya clear baru dibicarakan," lanjutnya. 


(*)

Presiden KSPSI Andi Gani Merapat Ke Istana Saat Ramai Reshuffle, Ditawari Menteri?
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

Presiden KSPSI Andi Gani Merapat Ke Istana Saat Ramai Reshuffle
BENTENGSUMBAR.COM - Muncul sosok Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea di lingkungan Istana Kepresidenan.


Kedatangan Andi Gani ke Istana Kepresidenan ini pun cukup menyedot perhatian lantaran saat ini publik sedang dihebohkan dengan wacana perombakan kabinet yang kemungkinan akan dilakukan presiden Jokowi dalam waktu dekat ini.


Akan tetapi, Andi Gani menyebut bila kedatangannya tak lain untuk membahas soal pekerja dan buruh di Indonesia.


"Membahas kepedulian pekerja Indonesia, juga membahas soal THR yang menjadi polemik sekarang," kata Andi di Istana Kepresidenan, Rabu, 14 April 2021.


Dalam pertemuan tersebut, ia menyebut telah bertemu beberapa menteri kabinet Jokowi. Salah satu yang dibahasnya yakni soal omnibus law.


Namun demikian, tak ada jawaban tegas yang diberikan saat disinggung mengenai kemungkinan tawaran kursi menteri oleh presiden. 


Ia justru kembali menyinggung pada pemerintahan pertama periode Jokowi-Maruf, ia memang sempat ditawari kursi menteri namun ditolak.


"Pada waktu penyusunan kabinet awal saya memang diminta masuk kabinet," tutupnya.


Source: RMOL

KSP Peringatkan TP3 yang Sebut Pertemuan di Istana Bak Musa Datangi Firaun
Kamis, April 15, 2021

On Kamis, April 15, 2021

KSP Peringatkan TP3 yang Sebut Pertemuan di Istana Bak Musa Datangi Firaun
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua TP3, Abdullah Hehamahua, menyebut pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana beberapa waktu lalu ibarat Nabi Musa mendatangi Firaun. Pihak Kantor Staf Presiden (KSP) memperingatkan keras TP3 agar tidak asal mengeluarkan pernyataan.


Pernyataan Abdullah Hehamahua itu disampaikan dalam channel YouTube Ustadz Demokrasi seperti dilihat, Rabu, 14 April 2021. Abdullah Hehamahua awalnya menceritakan momen dihubungi Istana pada 9 Maret lalu.


"Kemudian tanggal 8 ada telepon dari Istana ke Sekretaris TP3 Pak Marwan Batubara bahwa Istana siap menerima besoknya tanggal 9 jam 10. Disebutkan 10 orang kemudian harus antigen dan antigen itu harus di rumah sakit yang ditetapkan yaitu di rumah sakit bunda di daerah Menteng," kata Abdullah Hehamahua.


Pertemuan TP3 dan Jokowi pun akhirnya berlangsung. Abdullah Hehamahua menyebut pertemuan itu seperti Musa mendatangi Firaun.


"Singkatnya besoknya kami datang, kami sepakat bahwa kita datang seperti Musa datang kepada Firaun," ujar Abdullah Hehamahua.


Kendati demikian, Abdullah Hehamahua tidak bermaksud mengatakan Jokowi seperti Firaun. Namun dia bersama TP3 ingin menempatkan diri sebagai pihak yang memperjuangkan keadilan.


"Tidak berarti bahwa Jokowi itu Firaun tetapi kita menempatkan dia adalah penguasa seperti ketik Firaun jadi penguasa dan kami seperti Musa yang memperjuangkan kepentingan rakyat kepentingan bangsa kemudian menegakkan keadilan," ujar Abdullah Hehamahua.


Dalam pertemuan itu, TP3 menyiapkan dokumen untuk dibacakan. Salah satunya dibacakan oleh Amien Rais tentang ayat Alquran.


"Pak Amien cuma menyebutkan dua ayat Alquran tentang membunuh orang mukmin tanpa hak maka sama dengan membunuh semua umat manusia dan hukumannya neraka itu saja," ujar Abdullah Hehamahua.


"Pak Marwan minta dua hal pertama persoalan ini harus dilakukan secara terbuka, yang kedua harus dilakukan di pengadilan ham bukan pengadilan biasa," ujar dia.


Pertemuan berlangsung singkat. Dalam momen tersebut, Jokowi juga menegaskan pemerintah akan menangani kasus laskar FPI ini secara transparan.


"Rata-rata 3 menit singkat kemudian Jokowi sampai angkat tangan begini kasih lihat itu kotak itu CD dari Komnas HAM dan di mejanya ada laporan seperti itu. Bahwa pemerintah akan melaksanakan penanganan kasus secara transparan profesional dan terbuka," imbuh dia.


Tenaga Ahli Utama KSP, Donny Gahral Adian, lantas menanggapi pernyataan Abdullah Hehamahua itu. Donny meminta TP3 hati-hati dalam membuat perumpamaan.


"Hati-hati membuat ibarat, jangan sampai kebencian membutakan akal dan hati dalam memandang seorang pemimpin," ujar Donny saat dihubungi.


Donny lantas bicara soal sosok Jokowi. Menurut Donny, Jokowi tak pernah mendikotomikan pendukung atau oposisi.


"Jokowi sosok negarawan yang berjiwa besar, demokratis dan berkarakter. Beliau mau mendengar semua kelompok, baik pendukung maupun oposisi. Kepedulian beliau kepada rakyatnya tidak dibatasi sekat suku, agama dan ras," tutur Donny.


Source: detikcom

Viral dan Dikomentari Gibran, Begini Nasib Sopir Bus Solo Trans Ugal-ugalan
Rabu, April 14, 2021

On Rabu, April 14, 2021

Viral dan Dikomentari Gibran, Begini Nasib Sopir Bus Solo Trans Ugal-ugalan
BENTENGSUMBAR.COM - Sebuah foto menggambarkan bus Batik Solo Trans (BST) ugal-ugalan viral di media sosial. Unggahan foto di media sosial itu sampai dikomentari oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.


Foto tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @visitsurakarta. Terlihat bus nekat mengambil lajur kanan hingga kendaraan dari arah berlawanan kesulitan melintas.


"Waduuuww sumpek dalane Ngarep SMK Sahid.Kiriman follower #visitsurakarta," tulis akun tersebut seperti dikutip detikcom sore ini.


Lewat akun @gibran_rakabuming, Gibran berkomentar akan menindak tegas sopir. Netizen lainnya juga meminta agar tidak ada lagi sopir bus yang ugal-ugalan.


"Mohon maaf. Akan kami tindak tegas," tulis Gibran di kolom komentar.


Seperti diketahui, BST saat ini sudah menggunakan sistem buy the service. Dengan sistem ini, operator tidak perlu lagi mengejar setoran, namun harus mengedepankan pelayanan.


Ditemui di Balai Kota Solo, Gibran memastikan sopir BST tersebut telah mendapatkan teguran. Sopir, menurutnya, juga sudah membuat pernyataan tertulis dan berjanji tidak mengulanginya.


"Sudah kita tegur, sudah minta maaf. Sudah ada pernyataan tertulis juga. Nanti kita evaluasi lagi semua," kata Gibran kepada wartawan, Rabu, 14 April 2021.


Gibran berterima kasih kepada masyarakat yang aktif melaporkan temuan-temuan lapangan. Dia mempersilakan warga melapor lewat WhatsApp (WA), medsos maupun situs Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS) Pemkot Solo.


"Saya terima kasih banyak. Kalau semakin sering dikirimi foto-foto, saya semakin seneng. Misalnya foto sopir BST ugal-ugalan, aspal rusak, drainase mampet, silakan," kata dia.


Sementara itu, Direktur PT Bengawan Solo Trans, Sri Sadadmojo, selaku operator bus BST, membenarkan sopir tersebut sudah mendapatkan teguran berupa surat peringatan (SP) 1. Sanksi bisa ditingkatkan jika sopir kembali melakukan kesalahan.


"SP 1 itu sudah termasuk sanksi, kalau diulangi sampai SP 3 ya kita keluarkan," ujar Sri kepada wartawan, hari ini.


Sri pun menyayangkan terjadinya peristiwa itu. Sebab, dengan sistem buy the service, sopir sudah digaji secara rutin tanpa harus mengejar setoran.


"Itu kan sopirnya nggak sabar antre. Padahal sudah digaji bulanan, nggak kejar setoran. Kalau dulu kejar setoran ya seperti itu masih maklum," tutupnya. 


Source: detikcom