PILIHAN REDAKSI

Guntur Romli Sebut Alquran Tidak Melarang Nikah Beda Agama, Ketua KNPI: Tidak Paham Agama, Sepertinya Perlu Dirukiyah

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama tidak sependapat dengan pernyataan politikus PS...

Advertorial

Ketua BEM UI Sebut Jokowi Bebek Lumpuh, Ruhut Sitompul Membalas: Ini Contoh Orang Tolol
Kamis, Juni 23, 2022

On Kamis, Juni 23, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Politisi PDIP Ruhut Sitompul membalas pernyataan Ketua BEM UI Bayu Satrio Utomo yang menyebut Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebagai Bebek Lumpuh.

Ruhut menyebut ketua BEM UI sebagai orang yang bodoh. Tak hanya itu, dia meminta Satrio Utoma dkk untuk fokus saja kuliah.

“Ini contoh orang tolol merasa pintar ha ha ha, ka’le dirumahnya tdk ada kaca sudah selesaikan saja kuliah kalian kalau masih mampu nggak malu melihat Teman2Mu yg kuliah dgn baik dicampusnya masing2 malu dong kalau masih ada rasa malu MERDEKA,” tulis Ruhut dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Rabu (22/6/2022).

Sebelumnya, Ketua BEM UI Bayu Satrio Utomo membeberkan alasan pihaknya memberi julukan Bebek Lumpuh kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Julukan Bebek Lumpuh sendiri disematkan kepada Jokowi saat Bayu berorasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta.

Bayu menerangkan julukan Bebek Lumpuh yang diberikannya kepada Jokowi merujuk pada teori politik.

“Jadi, argumentasi saya merujuk pada teori politik Lame Duck,” ujar Bayu seusai melakukan orasi, Jakarta, Selasa (21/6).

Teori itu, kata Bayu, pertama kali diperkenalkan pada semester kedua Barack Obama di Amerika Serikat.

“Dalam teori itu, dikatakan pemerintahan yang tidak lagi membutuhkan legitimasi masyarakatnya kerap mengeluarkan kebijakan yang tidak populis,” ungkapnya.

Bayu menilai Pemerintahan Joko Widodo sejak 2019 telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak populis.

Dia juga menyoroti pidato perdana Jokowi seusai dilantik.

“Beliau langsung RUU Omnibus Law atau RUU Cipta Kerja, yang mana langsung ditolak kaum buruh waktu itu,” tambahnya.

Bayu menuturkan seusai polemik RUU Omnibus Law, Jokowi terus memproduksi kebijakan dan aturan yang dinilainya jauh dari rakyat.

“Ada RUU KPK, pembangunan IKN, dan RKUHP. Itu semua membuktikan kebijakan Jokowi tidak populis,” pungkas Bayu. 

Sumber: Fajar.co.id

Politikus PDIP Prihatin Dengan Kinerja Anies Baswedan, Netizen: Gagal Cagub Sumatera Sibuk Komentari Jakarta
Kamis, Juni 23, 2022

On Kamis, Juni 23, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Djarot Saiful Hidayat selaku politikus PDIP kembali melontarkan kritikan pedasnya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Djarot Saiful Hidayat menilai bahwa seluruh program pemberantasan kemiskinan yang dibuat pada era Anies Baswedan tidak ada yang berhasil.

“Prihatin, ya, karena APBD DKI Jakarta ini kan besar banget. Kita tunggu-tunggu sebetulnya katanya menyubsidi rakyat miskin untuk mendapatkan rumah layak huni. Ternyata rumah dibangun dengan DP 0 rupiah juga nggak jelas berapa. Padahal APBD-nya besar banget,” ujar Djarot Saiful Hidayat, dikutip dari detikcom, Rabu 22 Juni 2022.

“Kemudian ada program untuk mengangkat rakyat kecil supaya bisa berusaha dengan baik, ada program OK OCE itu seperti apa. Hal seperti ini yang membikin kita miris. Jika kita mempertanyakan duit sebegitu besarnya untuk apa ya,” lanjut Djarot Saiful Hidayat.

Djarot Saiful Hidayat juga menyatakan seharusnya anggaran Formula E digunakan untuk warga Jakarta yang tidak mampu.

“Formula E kita dukung, tapi berapa yang diperuntukkan. Kalau seumpama diperuntukkan untuk membangun rumah-rumah susun untuk rakyat, itu jauh lebih efektif untuk mengurangi kemiskinan. Kalau itu didistribusikan untuk bantuan permodalan bagi pengusaha kecil, itu akan lebih fokus untuk membahagiakan warganya,” tambah Djarot Saiful Hidayat.

Disisi lain, Djarot Saiful Hidayat merasa percaya diri akan kemampuannya menjadi pemimpin di Jakarta kelak.

Djarot Saiful Hidayat juga berjanji akan memberantas kemiskinan di Jakarta.

“Kalau dulu bersama Pak Ahok diberikan satu kesempatan lagi itu saya pastikan di bawah 5 persen,” tutur Djarot Saiful Hidayat.

Netizen yang melihat pemberitaan ini malah menanggapi Djarot Saiful Hidayat dengan sinis.

“Cuman bisa komen , emang kontribusi bapa buat jakarta apa ??” tulis akun Twitter @adelilik, dilihat pada Rabu 22 Juni 2022.

“Gagal Cagub Sumatra Utara, sibuk ngomentari Jakarta, Pea,” ucap akun Twitter @kri_tik_us.

“Bacot aja lu crotttt,” ungkap akun Twitter @Jeje46906135.

“Sudahlah pak Djarot. Anda sdh kalah di Pilkada DKI Jakarta dan Pilkada Sumatra Utara, sadarlah Anda tdk dianggap memiliki kompetensi memimpin provinsi di Indonesia. Lebih baik Anda berdoa dan melakukan pendekatan ke bu Mega dan bu Puan, siapa tahu dicalokan sbg Cabup/Cawalkot,” pungkas akun Twitter @LelanangMerdeka.

Gibran Mau Nyalon Gubernur di 2024, Akademisi: Padahal Dulu Sebut Anak-anaknya Tak Tertarik Berpolitik...
Kamis, Juni 23, 2022

On Kamis, Juni 23, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Akademisi Cross Culture Ali Syarief menyoroti putra pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka yang ingin mencalonkan diri menjadi Gubernur di tahun 2024.

Ali lantas memberikan pesan ke Presiden Jokowi soal Gibran yang digadang-gadang akan mau ke level Provinsi.

"Saya ingin berbagi saja kepada @jokowi, bok ya direm dulu, ekspose putranya ingin jadi Gubernur," ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Rabu (22/6/2022).

Menurut Ali, hal ini agar Presiden Jokowi nantik tak diolok-olok oleh lawan saat Pilpres 2024 nanti.

"Supaya nnti saat kampanye tidak jadi bahan olok-olok lawan Capres jagomu," bebernya.

Ali juga menyinggung Presiden Jokowi yang pernah menyebut bahwa anaknya tak tertarik untuk ikut dalam dunia politik.

"Bukan pernah diungkap sendiri, anak2nya tdk tertarik untuk berpolitik?," imbuhnya.

Diketahui bahwa Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada 2024 berpeluang maju sebagai gubernur di dua daerah.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin mengatakan, Gibran berpeluang maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta atau Jawa Tengah.

Menurutnya, posisi Gibran sebagai Wali Kota Solo telah diperhitungkan banyak kalangan. 

Terbukti, Gibran kerap dikunjungi para elite politik nasional, seperti ketua umum partai politik (parpol).

“Dari kacamata politik, kunjungan elite-elite parpol itu, tentu bukan sekadar mampir. Mereka pasti memiliki maksud, seperti poles-poles, atau usap-usap Gibran untuk masuk ke kontestasi politik yang lebih tinggi,” kata Ujang melalui keterangan tertulisnya, Minggu (11/4/2022).

Ujang menyebut sepak terjang Gibran di Solo bisa membawanya sebagai calon Gubernur Jawa Tengah. 

Namun, ia memprediksi Gibran akan mengikuti rekam jejak ayahnya, Jokowi yang pernah menjadi orang nomor 1 di ibu kota.

“Kalau pilihannya, calon Gubernur DKI Jakarta atau calon Gubernur Jawa Tengah, lebih besar kemungkinan ke DKI," kata Pengamat Politik Universitas Al Alzah Indonesia (UAI) ini.

Sumber: Wartaekonomi

Lelah Berpolitik, HRS Putuskan untuk Absen di Pilpres 2024, Kuasa Hukum: Mau Fokus Pendidikan dan Dakwah
Kamis, Juni 23, 2022

On Kamis, Juni 23, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, memutuskan untuk absen dari dunia politik jelang musim Pilpres 2024 yang mulai memanas. 

Habib Rizieq yang pada Pilkada 2017 lalu menjadi aktor utama politik identitas saat ini ingin berfokus pada pendidikan dan dakwah.

Hal itu diungkapkan langsung oleh kuasa hukumnya, Aziz Yanuar. Aziz mengatakan Habib Rizieq kini ogah berpolitik.

“HRS (Habib Rizieq Shihab, red) fokus pada pendidikan dan dakwah. Dan enggan ikut ikutan dalam carut marut politik,” kata Aziz kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Suara Habib Rizieq dari balik jeruji besi belakangan redup. Tembok Rutan Bareskrim Polri membatasi ruang geraknya untuk menyahuti isu-isu politik dalam negeri.

Kendati begitu, Habib Rizieq yang lahir dari dunia pergerakan Islam tetap mempertahankan aktivitasnya berdakwah. 

Menurut Aziz yang juga murid Habib Rizieq, saat ini pihaknya ingin fokus berjuang dalam penegakan hukum yang berkeadilan.

Hal ini tak lepas karena masih banyaknya penegakan hukum yang tebang pilih. 

Pihaknya masih ingat betul bagaimana kasus unlawful killing yang dilakukan oknum kepolisian hingga memakan enam korban dari satuan laskar FPI.

“(Kita fokus) penegakan hukum berkeadilan dan kemanusiaan,” kata dia.

Sebagai informasi, Polda Metro Jaya menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dalam pernikahan putrinya.

Ia bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dan divonis 4 tahun penjara. 

Menurut kabar, Habib Rizieq bakal bebas sebelum Pemilu 2024.

Sumber: Poskota

Puan Beri Gibran Lampu Hijau untuk Maju Pilgub, Djarot: Pemimpin Tak Bisa Instan, Fokus Dulu di Solo
Kamis, Juni 23, 2022

On Kamis, Juni 23, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Berbeda dengan pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang menyebut Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan dipertimbangkan untuk maju di Pilgub pada 2024, Djarot Saiful Hidayat justru meminta Gibran untuk fokus terlebih dahulu pada kepemimpinan-nya di Solo.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa seorang pemimpin tidak bisa instan.

"Mas Gibran diberikan kesempatan bagaimana seorang pemimpin itu tidak bisa instan, biarkan dia fokus terlebih dulu di Solo," kata Djarot, di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

Djarot ingin Gibran melanjutkan peninggalan ayahnya, Presiden Joko Widodo yang pernah memimpin kota tersebut.

"Fokus saja di Solo untuk kerja maksimal, untuk lebih memajukan rakyat Solo, untuk bisa betul-betul apa yang sudah diletakkan oleh Pak Jokowi, Pak Rudy itu bisa ditingkatkan Mas Gibran," ujarnya.

Menurut dia, pelaksanaan Pilkada 2024 masih jauh, PDIP juga akan lebih dulu fokus pada pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2024.

"Untuk ke depan itu nanti melalui proses toh masih sangat lama, masih 2024, jadi sudah fokus saja di Solo untuk kerja maksimal untuk lebih memajukan rakyat Solo," ucapnya.

Djarot menyebut seorang pemimpin harus melalui ujian karena kualitas seorang pemimpin dapat terlihat ketika ia mendapat kekuasaan.

"Kualitas seseorang akan ditentukan apabila dia mendapatkan kekuasaan, semuanya nanti diuji termasuk Mas Gibran," kata mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menjawab wacana maju pemilihan gubernur yang dilontarkan oleh politisi PDI Perjuangan Puan Maharani beberapa waktu lalu.

"Saya fokus di Solo dulu, garap ASEAN Para Games," kata Gibran, di Solo, Selasa (21/6).

Meski demikian, ia mengakui sudah melakukan komunikasi terkait politik dengan Ketua DPR RI tersebut.

"Yang namanya ketemu senior, petinggi partai pasti banyak saran-saran. Ini di sini, nanti ke depan di sana," tuturnya.

Disinggung mengenai provinsi untuk pemilihan gubernur tersebut, dikatakannya, tidak secara spesifik dibicarakan.

"Tidak secara spesifik seperti itu, intinya banyak saran dan masukan. Ya nanti dulu (provinsi yang akan diikuti untuk rencana Pilkada)," tambahnya.

Sumber: ERA.id

Siap-siap! Jusuf Kalla Dikabarkan Bakal Siapkan Pasukan Khusus untuk Menangkan Anies di Pilpres 2024
Kamis, Juni 23, 2022

On Kamis, Juni 23, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), disebut telah menyiapkan pasukan khusus untuk menangkan Anies Baswedan di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Pakar kebijakan publik, Achmad Nur Hidayat, pun menantikan pasukan khusus yang disiapkan Jusuf Kalla untuk menangkan Anies di Pilpres 2024.

Bukan tanpa alasan, Achmad Nur Hidayat telah melihat hal tersebut berdasarkan pertemuan yang dilakukan JK dengan SBY dan Surya Paloh.

Selain itu faktor kedekatan Anies dan JK menjadi indikasi terbentuknya pasukan khusus.

Ahli hukum tata negara sekaligus pengamat politik, Refly Harun, menanggapi peran JK sebagai king maker yang bisa menarik beberapa partai untuk mendukung Anies.

“JK sebagai king maker, itu bisa dia menggandeng PKS, kemudian ke SBY Demokrat, dan kemudian ke Nasdem Surya Paloh,” ujar Refly Harun di kanal YouTube-nya pada Rabu 22 Juni 2022.

Saat ini, Surya Paloh tampak masih bermain di dua kaki, yaitu kubu Istana dengan mengusung Ganjar.dan kubu luar Istana dengan mengusung Anies.

Tetapi, Refly Harun melihat bahwa secara psikologis Surya Paloh lebih dekat dengan Anies Baswedan daripada ke Ganjar Pranowo.

“Tapi jangan lupa bahwa Surya Paloh paling tidak secara psikologis secara personal jauh lebih dekat dibandingkan dengan katakanlah Ganjar Pranowo,” jelasnya.

“Dengan king maker SBY, JK, Surya Paloh, poros Nasdem, Demokrat, PKS, bisa terbentuk,” ujar Refly Harun.

Sumber: Poskota

Gibran Dikabarkan Mau Maju di Pilgub DKI Jakarta, Eko Kuntadhi Langsung Singgung Anies
Kamis, Juni 23, 2022

On Kamis, Juni 23, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pemilu seretak di tahun 2024 memunculkan kontestasi bukan hanya pada level nasional. Pada level daerah atau provinsi, beberapa nama mulai mencuri perhatian.

Di antara nama yang muncul adalah Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming yang juga merupakan Anak dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Nama Gibran mulai dikaitkan dengan posisi Gubernur Jawa Tengah bahkan DKI Jakarta. Hal ini dikuatkan dengan kunjungan Gibran ke Megawati dan Prabowo.

Ketua Umum Ganjarist (Loyalis Ganjar Pranowo), Eko Kuntadhi ikut mengomentari hal sosok Gibran ini.

Eko menyinggung langkah Gibran yang membawa nama Solo sampai ke Perancis lewat pagelaran budaya.

“Keberhasilan itu bukan main-main, orang berdecak kagum, tanpa mengeluarkan biaya yang sampai hampir triliunan, dia jalan pelan-pelan untuk membangkitkan ekonomi kota solo,” ujar Eko melalui Cokro TV, dikutip Rabu (22/6/22).

Tak berhenti sampai pencapaian Gibran, loyalis Ganjar Pranowo itu menyinggung nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Eko menyinggung soal penyelenggaraan Formula E yang menurutnya sampai sekarang masih bermasalah.

“Sementara baru aja di Jakarta digelar Formula E yang comitment fee nya 560 Miliyar eh nambah lagi tambah 90 miliyar, ujung-ujungnya 600 sekian miliyar yang harus dikeluarkan dengan hasil yang begitu-begitu saja,” ujarnya.

Sumber: Fajar.co.id

Masa Jabatan Segera Berakhir, Djarot PDIP Minta Anies Baswedan Introspeksi, Kejar dan Selesaikan Janji Kampanye
Rabu, Juni 22, 2022

On Rabu, Juni 22, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyelesaikan masa jabatannya hingga Oktober 2022 mendatang. Dia diminta menyelesaikan janji kampanyenya dibanding melakukan safari politik.

"Oktober sudah selesai (masa jabatan, red). Kurang berapa bulan jadinya harusnya mengejar, menyelesaikan tanggung jawab untuk menyelesaikan janji kampanye, janji program. Harusnya itu fokusnya," kata Djarot kepada wartawan di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu, 22 Juni.

Djarot mengamini tak ada larangan bagi pejabat melakukan safari politik. Tapi, kegiatan ini harusnya bisa sekaligus memberikan manfaat bagi DKI Jakarta.

"Silaturahmi wajar. Mudah-mudahan itu semua membantu beliau dalam menyelesaikan tugas sebagai kepala daerah," tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta juga menyinggung soal ulang tahun Jakarta yang diperingati tiap 22 Juni. 

Kata Djarot, momen tersebut harusnya bisa digunakan Anies untuk mengevaluasi kinerjanya selama menjabat.

"Kita harus introspeksi, harus mengevaluasi apa yang sudah dilakukan oleh kita, oleh Jakarta. Apa yang sudah dinikmati oleh rakyat, apakah janji-janji program-program pemerintah DKI, janji waktu kampanye itu sudah terwujud," tegasnya.

Evaluasi ini, sambung Djarot, harus dilakukan karena Jakarta adalah peleburan dari Indonesia. Hal yang tidak sempurna harus segera diperbaiki.

"Kalau ada sesuatu yang baik mari kita pertahankan, kita tingkatkan. Kalau sesuatu yang kurang baik kita sempurnakan dan ingat. Jakarta adalah melting pointnya Indonesia," ujar Djarot.

"Sehingga rasa toleransi, keberagaman, kegotong royongan, merangkul wilayah sekitar, perbaikan bantaran sungai, menyiapkan hunian layak bagi warga kita, megurangi, dan menekan angka orang miskin," pungkasnya.

Sumber: VOI

Tak Ada Prestasi Tak Ada Suara, Cak Imin dan Mbak Puan Dinilai Tak Menarik bagi Pemilih Milenial
Rabu, Juni 22, 2022

On Rabu, Juni 22, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai, Muhaimin Iskandar dan Puan Maharani tidak menarik bagi pemilih milenial untuk Pilpres 2024.

Sehingga, nama kedua tokoh tersebut tidak berada pada papan atas maupun papan tengah pergerakan elektabilitas capres di Pilpres 2024.

Demikian Ray Rangkuti merespons hasil survei Litbang KOMPAS kepada KOMPAS TV, Rabu (22/6/2022).

“(Muhaimin Iskandar dan Puan Maharani, Red) Tidak menarik bagi pemilih, lebih khusus pemilih milenial,” ucap Ray Rangkuti.

Menurut Ray, kedua tokoh tersebut selama ini kerap membasiskan diri pada kekuatan partai, dan bukan pada laku mereka sendiri.

Hingga, imbuh Ray, publik pun merasa tak punya keterikatan dan ketertarikan pada sosok Cak Imin dan Mbak Puan, begitu kedua tokoh tersebut biasa diakrabi.

“Jabatan mereka bisa hebat, tetapi tidak terlihat jabatan itu berhubungan dengan hajat publik,” ujar Ray merujuk Cak Imin sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Mbak Puan, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Di samping itu, baik Cak Imin dan Mbak Puan dinilai sama-sama menggantungkan popularitas dari kekuatan partai.

Dan pada saat yang sama, kedua partai mereka dinilai tidak memiliki daya kejut.

“Akhirnya, jangankan publik dari luar, bahkan anggota partai saja belum tentu memilih keduanya,” kata Ray.

Kelemahan lain adalah gagalnya kedua tokoh ini menjadi diri mereka sendiri, khususnya, sebut Ray, Puan.

Kemunculan Puan, sambung Ray, tidak bisa dilepaskan dari dua tokoh besar di dalam dirinya, yakni Soekarno sang kakek dan Megawati Soekarnoputri sang ibu.

“Uniknya, Puan sendiri lebih banyak terlihat bergantung pada dua nama besar itu. Lihat saja aksinya yang memvideokan dirinya bersama Ibu Mega dan Pak Jokowi kemarin. Tak jelas benar, mengapa tindakan seperti itu dapat dilakukan beliau dengan bebas,” ucap Ray.

Di sisi lain, Ray juga menyoroti soal kekhususan yang didapatkan Puan dalam menyosialisasikan dirinya terkait 2024 melalui baliho dan spanduk.

Menurut Ray, tidak ada kritisi dari kader PDIP terkait apa yang dilakukan Puan.

Sikap ini, lanjut Ray, berbanding terbalik dengan bagaimana kader PDIP merespons Ganjar Pranowo yang tampil di podcast atau youtube.

“Mereka tidak mengkritik Puan, padahal melakukan sosialisasi juga,” ucap Ray.

Merespons lebih jauh soal ketiadaan nama Cak Imin dan Mbak Puan pada papan atas maupun tengah survei elektabilitas capres Survei Litbang Kompas, Ray berharap, tren memilih berdasarkan prestasi terus digemakan.

“Tak ada prestasi, maka tak ada suara. Saya kira, situasi ini positif dan harus terus kita gemakan. Tak ada prestasi, maka tak ada suara,” ujar Ray.

“Sikap pemilih seperti ini yang kita sebut rasional dan terus-menerus harus ditumbuhkan. Agar siapapun calon pemimpinnya, harus mengutamakan prestasi daripada kekerabatan alias nepotisme,” pungkasnya.

Sumber: Kompas.TV

Melihat Liciknya JK Siapkan Anies Jadi Capres Lewat Tim Khusus, Pantas Anak Buahnya Didepak Jokowi dari Kabinet
Rabu, Juni 22, 2022

On Rabu, Juni 22, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun tak habis pikir dengan manuver Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mulai terang-terangan mendukung Anies Baswedan menjadi Capres 2024.

Dengan kelicikannya JK diam-diam mempersiapkan Anies bertarung pada Pilpres mendatang melalui tim khusus.

“JK siapkan pasukan khusus untuk menangkan Anies karenia dia king maker. Untuk diketahui JK dan Anies sangat dekat dan sudah menjadi rahasia umum,” kata Refly lewat Channel YouTube-nya, Rabu (22/6/2022).

Dukungan JK terhadap Anies bukan kali ini saja terjadi. Menurut Refly, pada Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, JK tercatat menjadi orang yang mendongkrak Anies hingga bisa menjadi Gubernur.

“Kendati Prabowo yang usung Anies secara formal di Pilkada DKI Jakarta, tapi jangan lupa king makernya adalah JK yang menelpon ke Prabowo dan PKS untuk usung Anies,” ungkapnya.

Oleh sebab itu secara chemistry, Anies lebih dekat dengan JK ketimbang Prabowo Subianto.

“JK sebagai king maker yang harus diperhitungkan, mungkin juga dengan Surya Paloh, SBY, Megawati, dan mungkin Luhut Pandjaitan,” kata Refly.

Barangkali, karena kelicikan JK ini yang membuat Presiden Jokowi tak lagi memperhitungkannya untuk bekerja dalam kabinet Indonesia Maju.

Pasalnya, beberapa waktu lalu orang yang dikenal dekat dengan JK, Sofyan Djalil, didepak dari kursi menteri ATR/BPN.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai Sofyan Djalil sangat tidak layak di-reshuffle. 

Sebab, selama ia menjadi menteri yang menangani pertanahan ini kinerjanya cukup baik.

"Tapi berbeda halnya bila reshuffle atas dasar akomodir politik, maka Sofyan Djalil sangat berpeluang di reshuffle. Sebab, Sofyan Djalil orangnya Jusuf Kalla yang sudah tidak lagi seirama dengan politiknya Jokowi," kata dia.

Sumber: Poskota

Menghadirkan Kembali Kehangatan Berwarganegara, Fahd El Fouz Singgung Benny Murdani
Rabu, Juni 22, 2022

On Rabu, Juni 22, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Tagline Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) yang telah mengangkasa  yaitu #Nusantarabersatu, adalah manifestasi untuk mengajak insan putra putri terbaik bangsa untuk bersatu dalam arti yang sesungguhnya.

Sebuah kumpulan kelompok dalam hal ini adalah kehidupan berbangsa dan bernegara jika ingin mencapai kemajuan mutlak dasarnya adalah bersatu (persatuan Indonesia). 

Ada sebuah pepatah berbunyi, “gajah berjuang sama gajah pelanduk mati ditengah – tengah ( jika para pemimpin yang berkelahi/perang maka masyarakat yang  jadi korban). 

Yang jadi pertanyaan saat ini adalah Mengapa bangsa kita hari ini kehilangan keakraban berwarnegara?

Dewasa ini ruang publik kita bak hutan belantara liar gaduh, komunikasi dunia maya masih dipenuhi sikap anti intelektual, insinuasi, argumentum ad hominem hingga guilty by association (mendakwa kesalahan dengan mengaitkan masalah personal).

Sebagian diantara kita semakin kehilangan akurasi dalam menyikapi berbagai pemberitaan sehingga begitu mudah memposting informasi tanpa menyaring dan memverifikasi tingkat kebenaran dan urgensinya. 

Begitu banyak klaim kebenaran, saling berebut benar dan cenderung kurang terbuka menerima kebaikan bersama.

Prasyarat komunikasi diruang publik harus dilandasi public value berupa rasionalitas dan etika komunikasi cenderung tertutup oleh verbalisme dan sikap anti intelektual. Kecenderungan menggenaralisir berbagai persoalan tanpa melihat duduk persoalan.

Era post truth saat ini dimana prefernsi suka tidak suka (like and dislike) lebih di dahulukan dari pada pertimbangan rasional, imparsial dan objektif.  

"Ruang publik kita saat ini cenderung masih dipenuhi sikap reaktif dari pada komunikatif," katanya.

"Kita belum mampu membangun ruang publik yang rasional dan beradab. Sering kali keterbukaan Informasi di era demokrasi saat ini justru menimbulkan paradoks ketika proses diskursus kurang memantik dialog dan kesadaran akan nilai nilai publik," ujarnya.

Maka tidak jarang diskursus di ruang publik menjadi penuh prasangka, ujaran kebencian dan hoax yang merebak demikian cepat sehingga begitu banyak disinformasi dan distraksi terhadap berbagai persoalan publik. 

Diskursus yang lebih komunikatif  akan meminimalisir perebutan persepsi kebenaran di ruang publik.  

Tujuan kali ini adalah demi bangsa bersatu dan bangsa kita damai, manusia dilahirkan tanpa persepsi, sikap kebencian yang berlebihan sesama anak bangsa tidak bisa dibiarkan begitu saja. 

Sejak pilkada 2017 kebencian sesama anak bangsa khususnya kadrun dan cebong dipelihara. 

Perang di sosial media saling caci maki terus menyeruak ke publik. Jika dibiarkan ini sangat berbahaya untuk Persatuan Indonesia.

Kecemburuan atas kaum China yang lebih sukses itu di design oleh pihak tertentu, jadi kebencian itu diajarkan, Fahd A Rafiq menegaskan jika ada anak bangsa yang membenci sesama warga negara Indonesia keturunan china, arab atau lainnya pasti ada yang gosok dan ngajarin, ini persepsi dan diprovokasi, dan herannya lagi seolah ini dipelihara sejak 2017 dan belum disembuhkan, hal ini  harus diselesaikan secara adat, ucapnya.  

Ketum DPP KNPI Periode 2015-2018 menambahkan, Konflik atau percikan api seperti ini jangan seolah dibiarkan begitu saja, bisa menjadi besar kalau caci maki ini terus dipertontonkan di ruang publik, saling sumpah serapah sesama anak bangsa. Personal angers ini harus segera diselesaikan segera, jangan dipelihara.

Lantas bagaimana menyelesaikannya, sebagai anak bangsa Fahd A Rafiq memberikan contoh sebuah peristiwa yang pernah terjadi di republik ini.

"Suatu hari  Bapak Benny Murdani yang dicalonkan wakil presiden RI ke -2 saat itu dan datang menghadap pak Harto, ketika berhadapan dengan bapak pembangunan itu, pak Beny menjawab tidak bersedia menjadi Wakil Presiden yang oleh pak Harto tidak dipertanyakan pernyataan tersebut. Dan akhirnya pak Harto memilih pak Sudharmono menjadi Wakil Presiden. Karena waktu itu pak Benny ditemani sang ajudan, ajudan pun bingung atas jawaban pak Beny tersebut."

"Sang ajudan bertanya mengapa pak Benny menolak tawaran untuk menjadi Wakil Presiden RI, pak Benny menceritkan kepada ajudannya, “ Hei kamu tahu apa yang pemimpin kita lakukan itu kita contoh, pemimpin yang mana jenderal? Pak benny menjawab Pak Jendral Abdul Haris Nasution, Ketika rapat MPRS dia ditawari pertama untuk menjadi presiden Indonesia, namun dia menolak karena merasa belum tepat. Minoritas belum tepat memimpin Indonesia. Maka sebaiknya Soeharto saja. Pak jenderal Nasution itu islam namun keturunan Batak, pak Harto islam dan jawa lebih mayoritas yang dibutuhkan waktu itu. Dan pak benny pun melanjutkan saya ini katolik saya tahu diri walaupun di dukung NU, golkar dan semua elemen bangsa tetap saya harus tahu diri."

NU, Muhammadiyah dan lain sebagainya adalah mayoritas mereka membuka diri agar saya bisa yang katolik ini menjadi wakil presiden, pastinya jadilah di DPR nantinya. Tapi sekali lagi saya tahu diri. Jadi bernegara yang benar adalah “Mayoritas buka hati minoritas tahu diri”. 

Kembali keadaan saat ini. Jika Minoritas tidak tahu diri dan mayoritas tidak tidak buka hati dan pemerintah tidak segera menyelasaikan masalah ini bisa jadi masalah sangat besar di kemudian hari.  

Pria berusia 39 tahun ini mencontohkan negeri paman sam butuh proses dalam menerima perbedaan selama ratusan tahun. "Seperti kita ketahui bersama 20 Januari 2009 Barack Obama presiden ke 44 ( Presiden Kulit hitam Pertama USA) yang pernah sekolah di menteng Jakarta, di ikuti Kamala Harris Wapres Amerika pertama keturunan dari Asia Selatan."

"Maka dari itu mari kita rajut kembali kehangatan dan keakraban berwarganegara dengan memegang teguh sila ke-3 pancasila untuk mencapai apa yang  kita cita citakan bersama yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," katanya. (*)

Kapok! Sekjen: PDIP Tak Akan Pilih Capres-Cawapres Berdasarkan Popularitas
Rabu, Juni 22, 2022

On Rabu, Juni 22, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - PDI Perjuangan (PDIP) memastikan tidak memilih calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) berdasarkan popularitas dan citra figur seseorang. 

PDIP juga tidak akan memanfaatkan teori efek ekor jas atau coattail effect untuk menentukan kandidat di Pilpres 2024.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa PDIP bukan tipikal partai yang menggunakan jalan pintas dengan menggunakan teori efek ekor jas dalam menentukan kandidat. 

Dia menyatakan PDIP memiliki strategi yang mendasar melalui pengkaderan.

"Kalau bagi kami, ya, rekrutmen harus tumbuh dari bawah dari kaderisasi dan kepemimpinan melalui Sekolah Partai ini," kata Hasto di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP Tahun 2021 di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

Hasto menerangkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, juga menjadi pusat untuk menentukan siapa yang akan dipilih pada Pilpres 2024 mendatang. 

Politikus asal Yogyakarta itu mengingatkan bahwa Megawati memiliki perhatian bahwa organisasi itu harus dibangun dari bawah. 

"Itu jauh lebih penting daripada popularitas diri," jelas Hasto.

Sebelum adanya keputusan Megawati mengenai Pemilu, lanjut Hasto, PDIP terus melakukan konsolidasi dan bergerak ke bawah. 

Dia mengharapkan pada waktunya nanti, gerakan organisasi semakin efektif.

"Seluruh apa yang menjadi harapan rakyat bisa ditangkap dan diformulasikan menjadi kebijakan politik. Itulah yang menjadi jurus politik PDI Perjuangan di dalam memenangkan pemilu," kata Hasto.

Oleh karena itu, PDIP tidak akan menggunakan efek ekor jas dalam menentukan kandidat di Pilpres 2024.

"Total efek itu diharapkan muncul dari rakyat. Rakyat itu sebetulnya pemimpin dari segala pemimpin," jelas Hasto.

Sumber: Gatra

Andre Rosiade Minta Mendag Zulhas Teruskan 'Migor Curah Rakyat'
Rabu, Juni 22, 2022

On Rabu, Juni 22, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan untuk meneruskan program Minyak Goreng Curah Rakyat. 

Program ini diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.

"Kami meminta agar mendag yang baru untuk tetap komitmen melaksanakan program minyak goreng rakyat di mana program itu sudah berjalan dengan target 10 ribu pengecer di seluruh Indonesia," ujar Andre kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini merupakan pihak yang sebelumnya mengusulkan program ini ke Mendag Lutfi. 

Namun program ini belum sempat lama berjalan karena ada reshuffle kabinet. 

“Sebelumnya kami meminta Pak Mendag yang lama yakni Pak Lutfi untuk bisa memastikan pengecer migor curah, migor rakyat ini di setiap pasar, sehingga masyarakat bisa mengakses dengan mudah ketersediaan minyak goreng curah. Dan Pak Lutfi menyanggupinya tapi beliau keburu kena reshufle," kata Andre.

Secara umum, Ketua DPD Gerindra Sumbar ini juga mendorong agar Mendag Zulhas bisa segera melakukan gebrakan hingga mampu menyelesaikan persoalan minyak goreng.

"Kami minta mendag yang baru Pak Zul tetap komitmen bisa lanjutkan program itu dan sebulan ke depan bisa mengurai persoalan minyak goreng yang dibutuhkan oleh rakyat dengan harga migor Rp 14 ribu sudah bisa dinikmati oleh rakyat," kata Andre.

Sebelumnya, Andre mengatakan penambahan jumlah pengecer minyak goreng curah perlu dilakukan untuk memastikan masyarakat bisa menikmati minyak goreng murah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 14.000.

"Tiga pengecer per pasar. Kami Fraksi Gerindra meminta itu Pak. Sehingga masyarakat tidak kesulitan lagi mengakses minyak goreng curah. Masyarakat bisa menikmati minyak goreng curah," kata Andre dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VI DPR pada 8 Juni 2022.

Andre berharap, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan bisa konsisten mengawal ketersediaan dan keterjangkauan minyak goreng curah untuk rakyat seharga Rp 14.000.

Terlebih, berdasarkan pemaparan Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani pada saat rapat dengan Komisi VI, bahwa modal minyak goreng kemasan bisa di bawah Rp 10.000.

Karenanya, Andre juga mendorong para pengusaha dan pemilik pabrik minyak goreng bisa mengikuti HET yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami telah mengundang Dirut PTPN III Pak Mohammad Ghani. Beliau menjelaskan kepada kami di ruang rapat ini, kalau kebun punya sendiri, pabrik CPO punya sendiri, pabrik minyak gorengnya milik sendiri, modal minyak goreng dalam kemasan itu bisa di bawah Rp 10.000. Sementara pemerintah menetapkan HET Rp 14.000 hanya untuk minyak goreng curah. Harusnya para pengusaha dan oligarki itu mampu mendeliver ke Rp 14.000," kata Andre. (*)

Video Jokowi 'Menghadap' Megawati Viral, Ade Armando Geram ke PDIP: Tak Pantas Presiden Diberikan Kursi Semacam itu, Mbok Ya Dihormati
Rabu, Juni 22, 2022

On Rabu, Juni 22, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pegiat media sosial Ade Armando geram dengan PDI Perjuangan lantaran video viral Jokowi saat menghadap Presiden Joko Widodo sebelum Rakernas pada Selasa (21/6/2022) kemarin.

Ade Armando mengatakan tak pantas jika Presiden Jokowi diberi kursi semacam itu di depan Megawati Soekarnoputri.

"Jokowi itu Presiden. Mbok ya dihormati sebagai Presiden," jelas Ade Armando dikutip dari akun Instagramnya pada Rabu (22/6/2022).

Dia juga mempertanyakan kenapa Puan Maharani melakukan selfie saat pertemuan Presiden Jokowi.

"Dan kenapa pula Puan harus selfi-selfi sambil membelakangi Presiden saat Jokowi bicara serius dengan sang ibu," tambah Ade.

Sebelumnya, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menggunggah video momen Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Megawati Soekarnoputri di sebuah ruangan sebelum dimulainya acara Rakernas PDIP pada Selasa (21/6/2022).

Tampak dalam video itu, Jokowi duduk di hadapan Megawati Seokarnoputri dan di dalam ruangan tersebut terdapat anak-anak dari Megawati, yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo.
"Luar Biasa Persiapan-nya ... AMBYAR," jelas narasi yang ditulis Roy Suryo di akun Twitternya pada Selasa (21/6/2022).

Video itu pun viral dan mendapat banyak komentar dari netizen.

Netizen menyoroti gaya duduk Presiden Joko Widodo di hadapan Megawati yang terkesan kaku.

Sumber: ERA.id

Jokowi Tak Perlu Ikut Campur di Pilpres 2024, Refly Harun: Akan Diingat Jasanya di Dunia Juga di Akhirat
Rabu, Juni 22, 2022

On Rabu, Juni 22, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun, menuturkan bahwa Presiden Joko Widodo tak perlu ikut campur dalam Pilpres 2024 yang akan datang.

Keterlibatan Jokowi dalam Pilpres 2024 mendatang cukup mudah terbaca menurut Refly Harun. 

Oleh sebab itu Refly Harun menilai Jokowi seharsunya tidak perlu ikut campur di Pilpres 2024 yang akan datang.

Lewat channel YouTube miliknya, hal tersebut diutarakan oleh Refly Harun dengan judul ‘Polling RMOL: Anies-AHY Bersaing! Airlangga Lampaui Ganjar’.

Refly Harun awalnya memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Jokowi. 

Tak Lupa pula Refly juga menghaturkan doa untuk mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Semoga masa-masa sisa jabatan ini, Presiden Jokowi jauh lebih konsisten untuk memunculkan atau meninggalkan legacy yang baik,” ujarnya di channel YouTube Refly Harun yang dikutip Rabu 22 Juni 2022.

Refly Harun mengungkapkan bahwa jika Jokowi mau bersikap netral pada Pilpres 2024 mendatang maka nama baiknya tidak akan tercoreng usai lengser dari jabatannya.

“Salah satu legacy yang baik itu adalah Presiden Jokowi netral dalam pemilihan Presiden 2024,” ungkapnya.

Namun Refly Harun tampaknya ragu Presiden Jokowi akan bersikap netral nanti. 

Dirinya menilai hal tersebut terlihat ketika beberapa relawan yang digerakkan untuk ikut terlibat dalam Pilpres 2024.

“Tapi rasanya akan jauh dari netral, dia misalnya masih menggerakkan relawan dan lain sebagainya,” bebernya.

Refly Harun mengatakan Jokowi seharusnya tidak perlu terlibat dalam Pilpres mendatang agar nama baiknya tetap harum ditengah masyarakat.

“Kalau dia netral, betul-betul menjaga governance pemilu, agar pemilu era Jokowi adalah pemilu yang paling demokratis, jujur dan adil,” pungkasnya.

“Maka dia akan diingat jasa-jasanya di dunia tapi juga di akhirat,” tandasnya.