PILIHAN REDAKSI

Berawal dari Informasi Warga, Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi Berkedok Salon dan SPA di Padang Barat

BENTENGSUMBAR.COM - Direskrimum Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap praktek esek-esek yang berkedok Salon dan Spa yang ber...

Advertorial

Sebut Akan Keluar dari Islam Jika Memang Tak Boleh Dekat dengan Nonmuslim, Habib Kribo: Buat Apa Hidup Tersiksa?
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Habib Zen Assegaf alias Habib Kribo mengatakan bahwa ia akan keluar dari agama Islam apabila memang mengajarkan bahwa orang Islam tidak boleh dekat dengan nonmuslim.

Ia menyinggung bahwa buat apa ia hidup tersiksa dengan agama yang mempersempit dan menyusahkan hidupnya.

Habib Kribo mengatakan hal ini dalam sebuah video berjudul “Saya Keluar dari Islam Jika Ajaran Islam Seperti Itu!! Ujaran Riza Basalahamah & Five V Itu Sesat!!”.

Video ini tayang di kanal YouTube Ngopi Bersama Gus Nuril pada 25 Oktober 2021 dan potongannya dibagikan di Twitter oleh @armuch*** pada Selasa, 17 Januari 2022.

Di bagian video tersebut, Habib Kribo menyindir bahwa orang yang melarang dekat dengan muslim itu sebaiknya tinggal di hutan saja.

“Anda tinggal sendiri di sana, di hutan, Anda ndak kenal nonmuslim dan Anda gak pake produknya nonmuslim. Anda nggak mau dekat dengan nonmuslim, tapi semua yang di badan Anda ini semua produk mana? Produk nonmuslim,” katanya.

Habib Kribo lantas menyinggung bahwa Nabi saja berdagang dengan etnis Cina dan kaum Nasrani serta istri pertama seorang Nasrani.

Bukan hanya itu, menurutnya, Nabi juga pernah meminta tolong kepada Raja Habasa yang beriman Nasrani.

“Kalau nggak, Nabi sudah dibantai. Kok Anda gak boleh dekat? Anda nih siapa sih bicara? Anda nih bikin gaduh Indonesia nih, Arab-Arab jenggot ini, jidat item!” katanya.

Habib Kribo juga sempat menyinggung soal “Islam Arab” yang melarang sungkem ke orang tua sebelum kembali lagi membahas soal larangan dekat dengan nonmuslim.

“Nah beginilah, banyak mereka nih, Islam-Islam Arab, yang diributkan cuma Islam-Islam atribut, gak boleh sungkem, ndak boleh deket ama orang nonmuslim,” kata Habib Kribo.

“Kalau emang ini Islam gak boleh deket, saya keluar dari Islam. Buat apa hidup tersiksa? Kok agama mempersempit saya hidup?” tambahnya

“Lah, di dunia ini gak hanya muslim. Nonmuslim lebih besar. Kalau emang agama ini menyusahkan saya buat apa?” katanya lagi. (terkini)

Habib Jindan Sebut Imam Bonjol Kakek Rizieq Shihab, Netizen: Sekalian Cucu Abu Jahal
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Pendakwah, Habib Ali bin Jindan mengungkapkan bahwa pahlawan nasional yakni Imam Bonjol merupakan kakek dari mantan Pentolan FPI Habib Rizieq Shihab.

Hal terkait Imam Bonjol kakek Rizieq Shihab itu disampaikan Habib Jindan lewat sebuah potongan video ceramahnya yang kini tengah beredar di media sosial, seperti dilihat pada Minggu 16 Januari 2022.

Dalam video itu, Habib Ali bin Jindan tampak tengah ceramah di hadapan jamaah. Ia pun menanyakan kepada jamaah terkait sosok Imam Bonjol.

“Siapa Imam Bonjol? Semua pasti bilang pahlawan. Betul apa nggak? Imam Bonjol pahlawan Indonesia bukan? Pahlawan nasional bukan?,” tanya Habib Jindan ke jamaah.

Habib Ali Jindan lantas mengungkapkan nama asli Imam Bonjol, yakni Al Habib Muhammad Syahbiddin di mana pahlawan nasional itu menurutnya berasal dari kalangan bin Syahab.

“Sekarang siapa namanya Imam Bonjol? Al Habib Muhammad Syahbiddin. Beliau habaib dari kalangan bin Syahab. Imam Bonjol itu bin Syahab,” ungkapnya.

Menurut Jindan, Imam Bonjol merupakan salah satu keluarga sekaligus keturunan dari Nabi Muhammad SAW.

Lebih lanjut, Habib Ali bin Jindan juga menyebut bahwa Imam Bonjol merupakan kakek dari Habib Rizieq Shihab.

“Masih kakeknya Habib Rizieq saudara sekalian. Itu keluarga daripada Nabi Muhammad, keturunan Sayyidina Muhammad,” bebernya.

Sontak video ceramah Habib Ali bin Jindan soal latar belakang Imam Bonjol itu menuai tanggapan dari sejumlah warganet.

Salah satu netizen yang ikut membagikan video ceramah Habib Jindan soal Imam Bonjol itu yakni pengguna Twitter Tukangrosok_, mengatakan kenapa tidak sekalian pendakwan itu menyebut Rizieq Shihab cucu dari Abu Jahal dan Abu Lahab.

“Kenapa ga sekalian ngaku cucu Abu Jahal & Abu Lahab gituh biar lengkap,” cuitnya. (terkini)

Singgung Pahlawan Imam Bonjol, Habib Jindan: Beliau Kakek Rizieq Shihab
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Sebuah potongan video ceramah yang memperlihatkan pendakwah Habib Ali bin Jindan menyebut bahwa pahlawan nasional Imam Bonjol merupakan kakek dari Habib Rizieq Shihab, viral di media sosial.

Potongan video ceramah Habib Jindan sebut pahlawan Imam Bonjol kakek Rizieq Shihab itu viral usai diunggah pegiat media sosial Yusuf Muhammad, seperti dilihat pada Minggu 16 Januari 2022.

Dalam narasi cuitannya, Yusuf Muhammad mengaku membagikan potongan video ceramah Habib Ali bin Jindan itu agar warganet tidak penasaran.

“Biar gak penasaran,” cuit Yusuf Muhammad.

Dilihat dari video itu, tampak awalnya Habib Ali bin Jindan menanyakan kepada jamaah terkait sosok Imam Bonjol.

“Siapa Imam Bonjol? Semua pasti bilang pahlawan. Betul apa nggak? Imam Bonjol pahlawan Indonesia bukan? Pahlawan nasional bukan?,” tanya Habib Jindan.

Ia pun lantas membeberkan bahwa nama asli Imam Bonjol yakni Al Habib Muhammad Syahbiddin di mana pahlawan nasional itu berasal dari kalangan bin Syahab.

“Sekarang siapa namanya Imam Bonjol? Al Habib Muhammad Syahbiddin. Beliau habaib dari kalangan bin Syahab. Imam Bonjol itu bin Syahab,” bebernya.

Lebih lanjut, Ali bin Jindan pun menyebut bahwa Imam Bonjol merupakan kakek dari Habib Rizieq Shihab.

“Masih kakeknya Habib Rizieq saudara sekalian. Itu keluarga daripada Nabi Muhammad, keturunan Sayyidina Muhammad,” ungkapnya.

Selain itu, Habib Jindan juga membeberkan bahwa masih banyak kalangan keturunan Nabi Muhammad seperti pahlawan Imam Bonjol yang memiliki jasa yang besar untuk Indonesia.

“Banyak lagi dari kalangan para dzurriyat Nabi Muhammad SAW yang jasanya besar di Indonesia tapi kita gak ada yang tahu. Kenapa? Karena kami gak cari popularitas,” ujarnya. (terkini)

Heboh 'Gus Arya Tantang Allah Dimana?', Tokoh Nahdlatul Ulama: Nantangin Allah, Ferdinand Kedua?
Senin, Januari 17, 2022

On Senin, Januari 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Usai kasus Ferdinand Hutahaean, kini beredar sebuah potongan video Gus Arya bernarasi "Gus Arya Tantang Allah Dimana?" media sosial, Minggu 16 Januari 2022.

Dalam video berdurasi 31 detik tersebut, tampak pria yang disebut Gus Arya berambut pirang dan berbaju putih 'mencak-mencak'.

Entah kepada siapa peryataan tersebut dimaksudkan.

Namun ada sejumlah peryanyaa yang dinilai warganet kontroversial.

"Bajingan-bajingan tengik, mereka itu bajingan-bajingan tengik semuanya yang suka memperdagangkan umat, suka dagang syafaat, suka dagang ayat-ayat, suka tantang agama, kelakuan bajing-bajingan seperti itu, coba perlihatkan mana Tuhanmu sekarang," ucapnya berapi-api.

"Mana Allah yang kamu yakini, tunjukkan sama saya, Jawab itu. Mana Tuhanmu tunjukan sama saya," katanya lagi.

"Cling kelihatankah? Cling seperti apa? Ayo tunjukan sama saya mana Tuhamu," ucapnya dalam potongan video tersebut.

Seiring beredarnya video tersebut, tagar #TangkapGusArya pun trending di media sosial. Hingga berita ini diturunkan, tagar tersebut telah dicuit 2.719 pengguna.

"Yang ingin berpartisipasi #TangkapGusArya, Silakan buat tuitan sendiri2 dengan tagar #TangkapGusArya di TL masiang-masing, jangan lupa Replay, Like dan RT setiap tuitan yg melintas dengan tagar yg sama," ajak seorang netizen.

"Kalau dibiarin aka lebih parah. Ayo teriakan #TangkapGusArya," respon lainnya.

Salah seorang tokoh Nahdlatul Ulama, Umar Hasibuan alias Gus Umar turut berkomentar melalui @umar_hasibuan75.

"Ini orang siapa sih? Nantangi Allah. Ferdinan kedua?," cuitnya.

Dokter Berlian Idris pun tak mau ketinggalan, "parah nih orang". (Galamedia)

Tentang Penolakan Kedatangan Ustaz Khalid Basalamah di Palu, MUI Sulteng: Sebaiknya Ditunda Dulu
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah (Sulteng) angkat bicara terkait penolakan kedatangan Ustaz Khalid Basalamah di Kota Palu.

Wakil Ketua Umum MUI Sulteng Prof Sagaf S Pettalongi mengatakan, dakwah menjadi sebuah hak dan kewajiban bagi setiap muslim.

Hal itu berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat."

Menurut Prof Sagaf, hadis tersebut menjadi dasar bahwa tujuan dakwah untuk menyampaikan pesan Alquran maupun hadis dengan mengajak kepada kebajikan menjadi kewajiban setiap muslim.

"Inti dari berdakwah adalah menyerukan kebajikan agar setiap orang bisa selamat, tenang dan damai dalam hidupnya d dunia maupun di akhirat," ujarnya via telepon, Minggu (16/1/2022).

Akan tetapi, kata Prof Sagaf, dakwah sebaiknya ditunda apabila menuai pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat.

Sama halnya dengan rencana Ustaz Khalid Basalamah untuk menghadiri tabligh akbar di Yayasan Lentera Salaf Kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Jika berpotensi menimbulkan perpecahan antar sesama muslim sehingga berdampak pada ketidakdamaian, ketenangan dan keselamatan, sebaiknya dakwah itu ditunda dulu untuk mencari waktu yang tepat. Atau mencari media lain untuk menyampaikan dakwahnya," jelas Prof Sagaf.

Kedatangan Ustaz Khalid Basalamah ke Kota Palu sebelumnya menuai penolakan dari sejumlah Ormas Islam seperti dari ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (NU).

Sehingga bagi Prof Sagaf, pemerintah berkewajiban menjaga kedamaian, kerukunan dan ketenangan bersama seluruh masyarakat.

Ia pun menilai Pemerintah Kota Palu telah menunjukkan netralitasnya dengan tidak mengeluarkan izin kedatangan Ustaz Khalid Basalamah.

"Pemerintah kapasitasnya harus menjaga kedamaian dan kerukunan semua warganya. Justru kalau pemkot mengizinkan dakwah tersebut di tengah pro kontra masyarakat, maka pemkot menjadi tidak netral," ucap Prof Sagaf.(Tribun)

Murka ke Zein Assegaf, Habib Saleh Al Hamid: Otakmu Seperti Badanmu yang Cebol
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Sebuah video yang memperlihatkan Habib Saleh Al Hamid tampak murka dengan pernyataan Habib Zein Assegaf yang menyinggung bangsa Arab, viral di media sosial.

Video Habib Saleh Al Hamid murka ke Habib Zein Assegaf itu viral usai diunggah pengguna Twitter Ali_hasan110, seperti dilihat pada Minggu 16 Januari 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut video Habib Saleh Al Hamid itu ditujukan untuk Habib Zein Assegaf yang akrab disapa Habib Kribo.

“Video ini ditunjukan untuk Si Zen toyeng Kribo Oleh Habib Saleh Al Hamid [Papua],” cuit netizen Ali_hasan110.

Dilihat dari video tersebut, tampak awalnya Habib Saleh Al Hamid menyebut videonya itu ditujukan kepada pihak berpostur pendek dan rambut menyerupai sarang burung.

“Video ini saya tujukan kepada manusia yang pendek, yang rambutnya kayak sarang burung itu, ana mau kasitahu sama antum, saya ini Al Hamid saya bangga berketurunan Arab,” ujar Saleh Al Hamid.

Ia pun lantas menyinggung pernyataan pihak yang diketahui adalah Habib Zein Assegaf yang belakangan ini menjadi sorotan publik usai dituding menghina bangsa Arab.

“Karena apa? Karena seluruh utusan Allah tidak pernah ada di mana-mana kecuali negeri Arab. Bangga saya,” ungkap Habib Saleh.

Dengan nada tinggi, Habib Saleh Al Hamid juga menyinggung orang tua Zein Assegaf yang menurutnya tidak akan sempurna Islam-nya apabila belum ke negeri Arab.

“Yang kedua supaya antum tahu bahwa antum punya umi dan abah akan berusaha pergi ke negeri Arab. Kalau tidak, tidak sempurna Islam-nya. Termasuk ente,” tegasnya.

Saleh Al Hamid kemudian menanyakan soal kapasitas dan status Zein Assegaf menyinggung bangsa Arab.

Tak hanya itu, Habib Saleh juga meminta kepada aparat kepolisian untuk segera mengamankan pendakwah itu.

“Ente nyinggung bangsa Arab, statusmu apa? Pak Menko Polhukam, Pak Kapolri orang ini harus ditertibkan, diamankan karena dia telah menyeret masuk antar negara,” ucapnya.

Lebih lanjut, Habib Saleh Al Hamid kemudian menyebut otak Zein Assegaf sama sekali tidak ada seperti halnya postur badannya yang cebol.

“Kau punya kapasitas tidak ada! Otakmu tidak ada! Sama dengan posisi badanmu yang cebol,” ujarnya. (terkini)

Tak Setuju Pria Penendang Sesajen Ditangkap, Novel Bamukmin Singgung Musyrik Bahaya: Kewajiban Umat Islam Membasminya!
Minggu, Januari 16, 2022

On Minggu, Januari 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Wasekjen PA 212, yakni Novel Bamukmin, baru-baru ini menanggapi penangkapan sang pria penendang sesajen.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu viral sebuah video seorang pria menendang dan membuang sesajen di lokasi Gunung Semeru.

Nah, terkait hal tersebut, rupanya Novel Bamukmin merasa aneh dengan ditetapkannya pelau yang bernama Hadfana Firdaus sebagai tersangka.

Itu karena menurut Novel Bamukmin, apa yang dilakukan oleh Hadfana itu sebenarnya merupakan tindakan untuk membasmi kemusyrikan yang bisa merusak akidah umat Islam.

Lebih lanjut, Wasekjen PA 212 tersebut bahkan mengklaim bahwasanya sesajen dalam agama Islam memang sangatlah harus berbahaya sehingga sudah kewajiban Muslim membasminya.

“Masalah sesajen kalau disangkutpautkan dengan ritual agama Islam, tentu ini adalah kemusyirikan yang sangat berbahaya untuk akidah umat Islam,” ujar Novel, dikutip terkini.id dari Pojoksatu pada Sabtu, 15 Januari 2022.

Novel menilai bahwa jikalau sesajen itu dilakukan di tengah umat Islam, maka justru hal tersebut merupakan tugas umat untuk membasmi kemusyrikan yang bisa mendatangkan bencana.

“Kewajiban umat Islam untuk membasmi kemusyrikan, yang menyimpang dari konstitusi dan akan membuat kegaduhan terhadap agama-agama yang ada, maka harus juga dilarang.”

Oleh karena itu, kata Novel, pihak penegak hukum tidak pantas menangkap dan memenjarakan orang yang membasmi kemusyrikan lewat sesajen.

“Dengan begitu polisi tidak bisa menangkap orang yang diduga membersihkan sesajen itu. Justru seharusnya polisi harus menertibkan sesajen-sesajen itu,” tandas Novel tegas. (terkini)

Desak Bahar Smith Dibebaskan, Ulama Garut ke Jokowi: Kalian Umumkan Perang Kepada Allah
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang mengatasnamakan ulama Garut mendesak Presiden Jokowi untuk segera membebaskan Habib Bahar Smith dan Habib Rizieq Shihab, viral di media sosial.

Video ulama Garut desak Jokowi agar segera membebaskan Bahar Smith dan Rizieq Shihab itu viral usai diunggah pengguna Twitter RonaldLampard8, seperti dilihat pada Sabtu 15 Januari 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menilai sejumlah orang mengatasnamakan ulama Garut tersebut hendak menggunakan agama untuk mempengaruhi hukum.

“Apakah mereka ini bermaksud menggunakan agama untuk mempengaruhi hasil keputusan hukum??,” cuit netizen RonaldLampard8.

Ia pun mengatakan, mereka dalam video itu seenaknya saja meminta pemerintah untuk membebaskan Bahar Smith dan Rizieq Shihab. 

Padahal, menurut sang netizen, mereka bukanlah siapa-siapa.

“Enak aja minta bebaskan Rizieq Bahar tanpa syarat, emang mereka siapa?,” tutur sang netizen.

Desak Bahar Smith Dibebaskan, Ulama Garut ke Jokowi: Kalian Umumkan Perang Kepada Allah

Dilihat dari video itu, tampak salah seorang dari para ulama Garut itu menyampaikan pembelaannya terhadap Bahar Smith, Rizieq Shihab dan Gus Nur yabg ditahan aparat kepolisian.

“Kami bersama para ulama, para habaib dan juga para tokoh di Garut menyampaikan pembelaan kepada Habib Bahar bin Smith, Gus Nur, Habib Rizieq Shihab dan juga para ulama yang telah ditahan ataupun ditersangkakan oleh aparat kepolisian,” ujar seorang perwakilan dari ulama Garut tersebut.

Pihaknya pun lantas mendesak Presiden Jokowi, Kapolri dan Menko Polhukam Mahfud MD agar segera membebaskan Bahar Smith dan Rizieq Shihab.

“Kami sampaikan kepada Bapak Jokowi, Kapolri, dan terutama kepada Bapak Mahfud MD, sekarang juga Habib Rizieq Shihab demikian juga Habib Bahar bin Smith untuk dibebaskan sekarang juga tanpa syarat apapun! Allahuakbar!,” tegasnya.

Menurut para ulama Garut itu, apabila Bahar Smith dan Rizieq Shihab tidak segera dibebaskan maka hal itu sama saja dengan Presiden Jokowi mengumumkan perang kepada Allah SWT.

“Karena kalau tidak, kami selalu mengingatkan kepada kalian sesungguhnya kalian kalau menzalimi mereka, memenjarakan mereka, kalian telah mengumumkan perang kepada Allah SWT. Takbir!,” teriaknya. (terkini)

Bahas Hukum Tendang Sesajen, Quraish Shihab: Nabi Ibrahim Hancurkan Berhala tidak Harus Diteladani
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Quraish Shihab angkat bicara mengenai masalah pria menendang sesajen yang ada di Gunung Semeru. Menurut Quraish Shihab, orang yang meyakini bahwa sesaji bisa membantunya mencapai keinginan tidak diperbolehkan dalam Islam.

Quraish Shihab mengambil contoh misal ada seseorang memotong kepala kerbau supaya tidak diganggu jin dalam pembangunan. Hal itu kata dia tidak diperbolehkan.

"Tapi kalo anda menyembelih kerbau menyembelih sapi untuk anda sedekahkan dan makan bersama tidak ada masalah," ujar Quraish Shihab dikutip dari YouTube Najwa Shihab.

Jika memang orang yang menaruh sesaji di Gunung Semeru itu memohon bantuan selain kekuatan Ilahi menurut Quraish Shihab, umat Islam harus hati-hati dalam menyikapinya.

Karena setiap masyarakat menurut Alquran, ujar dia, ada hal-hal yang dianggapnya baik dan Umat Islam dilarang mengganggunya.

Hal itu menurut Quraish Shihab tertuang dalam Alquran Surat Al An'am ayat 108.

"Jangan memaki sembahan-sembahan orang-orang yang menyembah selain Allah. Maki aja tidak boleh apalagi menendang," tegas Quraish Shihab.

Menurutnya, biarlah nanti Allah yang menentukan perbuatan orang tersebut di hari kemudian.

"Jadi mestinya itu jangan ditendang. Kita hormati adat istiadat suku di sekitar kaki Gunung Semeru. Hormati bukan berarti setuju," ujarnya.

"Karena kalau tidak, kita mengundang orang juga memperlakukan apa yang kita percaya, apa yang kita lakukan itu sebagaimana perlakuan kita terhadap mereka," lanjut Quraish Shihab.

Najwa Shihab yang mewawancarai Quraish Shihab menanyakan mengenai ada yang menyamakan perbuatan orang menendang sesaji itu dengan perbuatan Nabi Ibrahim menghancurkan berhala. "Ini salah paham," kata Quraish Shihab.

Menurutnya setiap agama, setiap nabi membawa dua macam ajaran. Ada prinsip-prinsip dasar. Prinsip-prinsip dasar dari semua nabi sama. Ketuhanan, percaya ada wahyu, percaya hari kemudian, percaya ada kitab suci,.

Kemudian lagi ada hukum-hukum syariat. Itu beda-beda. Nabi Ibrahim kata dia, membawa keesaan Tuhan. Nabi-nabi sebelumnya dipercaya menyampaikan keesaan Tuhan.

"Tapi ada syariatnya yang tidak sesuai dengan kita. Dia menghancurkan berhala-berhala itu tidak harus diteladani. Itu ajaran yang sesuai dengan ajaran Nabi Ibrahim. Nabi Muhammad tidak menghancurkan berhala-berhala," beber Quraish Shihab.

"Buktinya apa? Sahabat-sahabat beliau yang paham agama ketika ke Mesir, Irak, ketika ke Syiria itu menemukan berhala-berhala. Mereka tidak hancurkan," lanjutnya lagi.

Najwa Shihab lalu menanyakan sikap Nabi Muhammad SAW yang menghancurkan berhala ketika masuk Mekkah.

"Tapi kan ketika Nabi Muhammad SAW sempat menghancurkan berhala ketika di Mekkah," cecar Najwa.

"Mekkah itu punya status khusus. Mekkah itu adalah tanah suci yang oleh Allah dan Rasul-Nya dinyatakan tidak boleh dihuni kecuali orang beragama Islam," tutur Quraish Shihab. (Suara)

Singgung PCR, Babeh Aldo: DNA Rakyat Dikumpulkan Untuk Senjata Biologis
Sabtu, Januari 15, 2022

On Sabtu, Januari 15, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Sebuah video wawancara yang memperlihatkan aktivis politik Babeh Aldo menyinggung soal PCR dan menyebut tes covid itu sebagai alat untuk mengumpulkan DNA rakyat Indonesia, viral di media sosial.

Video wawancara Babeh Aldo sebut tes PCR hanya untuk mengumpulkan data DNA rakyat Indonesia tersebut viral usai diunggah pengguna Twitter FirzahusainInc, seperti dilihat pada Jumat 14 Januari 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut Babeh Aldo sepertinya mau diajak ngopi oleh aparat kepolisian.

“TerserahPolisi sih mau diajak ngopi apa babe Aldo ini, tapi klu saranku kopi Jessica aja,” cuit netizen FirzahusainInc.

Dilihat dari video itu, tampak awalnya Babeh Aldo mengajak rakyat untuk mendesak pemerintah agar mencabut darurat pandemi, mandatori vaksin dan menghapus tes PCR.

“Kami mengajak semua rakyat Indonesia untuk bersatu, bersama menyuarakan kebenaran. Cabut darurat pandemi, hapus mandatori vaksin dan hapuskan tes PCR,” ujar Aldo.

Ia pun lantas menyebut, pandemi saat ini hanyalah rekayasa dan tipu daya lantaran pihaknya mempunyai data kebenaran soal hal itu.

“Semuanya ini tipu daya, kami punya data dan faktanya bahwasanya pandemi ini adalah pandemi buatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Babeh Aldo kemudian menyebut alat tes PCR hanya dijadikan bisnis untuk jual beli dengan rakyat Indonesia.

Tak hanya itu, kata Aldo, pihaknya juga mencurigai tes PCR digunakan untuk mengumpulkan data DNA rakyat.

“Alat tes PCR adalah alat tes untuk bisnis jual beli dengan rakyat Indonesia. Dan lebih parahnya, tes PCR kami curigai untuk mengumpulkan data DNA rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Adapun data DNA rakyat dari tes PCR tersebut, menurut Babeh Aldo, bisa dipakai sebagai biological weapon atau senjata biologis.

“Di mana data DNA rakyat Indonesia tersebut bisa digunakan sebagai biological weapon dan itu berbahaya bagi rakyat Indonesia,” ujarnya. (terkini)