Advertorial

Daerah

Eks Jubir KPK Febri Diansyah Jadi Pengacara Istri Ferdy Sambo
Rabu, September 28, 2022

On Rabu, September 28, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Eks juru bicara (jubir) KPK, Febri Diansyah, menjadi tim pengacara eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi. Tim kuasa hukum Ferdy Sambo akan menggelar jumpa pers pada sore ini.

Berdasarkan undangan yang diterima detikcom, ada empat orang yang menjadi tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. 

Selain Febri, tiga orang lainnya yakni Arman Hanis, Sarmauli Simangunsong, dan Rasamala Aritonang.

Diketahui, Rasamala Aritonang juga merupakan eks pegawai KPK. Dia menjadi bagian dari firma hukum bersama Visi Law Office.

Dari undangan yang beredar, tim kuasa hukum Febry Sambo dan Putri Candrawathi akan menyampaikan soal pelimpahan perkara kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Josua).

Acara tersebut akan digelar di sebuah hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus).

"Ya, saya memang diminta bergabung di tim Kuasa Hukum perkara tersebut sejak beberapa minggu lalu. Setelah saya pelajari perkaranya dan bertemu dengan Bu Putri, saya sampaikan bahwa kalaupun saya menjadi kuasa hukum, saya akan dampingi seca objektif," kata Febri kepada detikcom, Rabu (28/9/2022).

"Jadi, sebagai advokat saya akan dampingi perkara Bu Putri secara objektif dan faktual. Informasi lebih lanjut nanti akan disampaikan pada konferensi pers sore ini," tambahnya.

Sumber: detikcom

Eks Hakim Agung Ungkap Ferdy Sambo Bisa Lolos dari Hukuman Mati, Asalkan Bongkar Jaringannya
Rabu, September 28, 2022

On Rabu, September 28, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Eks Hakim Agung Gayus Lumbun mengungkap Ferdy Sambo bisa lolos dari hukuman mati di kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi.

Awalnya, Gayus menyatakan bahwa pihaknya sepakat dengan masyarakat bahwa Ferdy Sambo layak dihukum mati di kasus Brigadir J.

Apalagi, dia disangkakan dengan pasal dugaan pembunuhan berencana.

"Kalau 340 sebagai ancaman hukuman mati dan masyarakat meminta keadilan kearah sana tentu hakim akan memperhatikan keadilan undang-undang. Pantaskah seorang yang membunuh anak buahnya dihukum mati? Saya katakan iya itu merupakan hakim itu menghukum setimpal," kata Gayus dalam diskusi di daerah Jakarta Selatan, Selasa (27/9/2022).

Namun begitu, Gayus menyatakan Ferdy Sambo bisa saja lolos dari hukum mati di kasus Brigadir J.

Asalkan, eks Kadiv Propam Polri itu kooperatif untuk membuka kasus kematian Brigadir J.

"Kalau ada manfaatnya si pelaku membuka jaringan jaringan di lembaganya menjadi Polri yang baru kenapa tidak, dia tidak usah dihukum mati. Minimal (pasal) 338 18 tahun. Itu sangat memungkinkan di hakim. Bermanfaat, dia akan membongkar semuanya. Dia membongkar sehingga kita mempunyai Polri yang baru," ungkapnya.

Lebih lanjut, Gayus menuturkan bahwa dirinya pernah mengambil kebijakan tersebut.

Menurutnya, hukum harus memberikan azas kebermanfaatan.

"Saya seringkali tidak menempatkan tidak dipenjara tapi tidak direhabilitasi walaupun hukumannya 7 tahun cukup berat. Karena ada azas bermanfaat ini saya tempatkan di rehabilitasi. Saya tidak memusuhi orangnya, tapi memusuhi perbuatannya. Saya ubah dua tahun direhabilitasi," pungkasnya.

Sumber: tribunnews

Fotografer, Diandal Namun Tersempal
Rabu, September 28, 2022

On Rabu, September 28, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Masih ingat ketika tahun 1980-an tinggal di Kota Padang, Sumatera Barat. Tiap hari minggu pagi pergi marathon dari Jalan Air Camar ke Pantai Padang. Para fotografer telah menanti untuk mengabadikan momen di lokasi pantai. Jepret.. jepret.. digoyang-goyang beberapa saat.. langsung keluar gambarnya. Ya, film Polaroid namanya.

Sekarang, zaman berubah menjadi era digital 4.0. Semua kegiatan sudah serba digital. Gadget yang beredarpun sudah dibekali dengan kamera instan, tinggal jepret. Bahkan kamera compact yang biasa juga sudah ditinggalkan penggunanya, termasuk kamera DSLR.

“Tidak ada aturan yang paling benar dalam memotret,” pungkas Yulnovrins Napilus sering disapa Novrins pada sesi terakhir, Selasa (27/09).

Hal di atas terungkap dalam sebuah acara off-line yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat pada hari Senin – Selasa, tanggal 26 – 27 September 2022 bertempat di Hotel Ibis Padang. Tema acara: “Bimtek Fasilitasi Proses Kreasi, Produksi, Distribusi Konsumsi dan Konservasi Ekonomi Kreatif Bidang Fotografer”.

Febriadi sebagai panitia penyelenggara menjelaskan kepada peserta yang terdiri dari fotografer Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar bahwa:

“Sasaran yang hendak dicapai dari pelatihan ini adalah peserta mengetahui dan memahami : 1) Pengetahuan dasar kepariwisataan serta pemasaran digital, 2) Tahapan pengembangan pemasaran digital dan 3) Pentingnya fotografi dan bahasa yang efektif dalam pemasaran digital.”

Narasumber yang hadir selama pelatihan adalah 1) Yulnovrins Napilus dari praktisi, 2) Ramadhani dari travel jurnalis serta Donny Eros SS., M.A dari akademisi (Universitas Andalas Padang).

“Kodak adalah perusahaan pertama yang membuat kamera digital. Makanya tak heran jika berada di Sumatera Barat, orang Minang berucap ‘Bakodak ciek’ atau berfoto dulu,” ungkap Ramadhani.

Narasumber Eros menekankan pentingnya para fotografer membuat komunitas di daerah masing-masing dan dilanjutkan dengan dibentuknya Asosiasi Fotografer sebagai tempat bernaungnya para fotografer di Sumatera Barat.

Eros melanjutkan, “Hendaknya para fotografer bersatu dalam mengembangkan profesinya. Tanpa peran fotografer dalam mengangkat dan mempromosikan sebuah kegiatan atau tempat, maka kegiatan atau tempat tersebut tidak akan dikenal masyarakat luas. Khususnya bagi destinasi wisata atau Desa Wisata.”

Laporan: H. Ali Akbar

Minta Putri Candrawathi Ditahan, Kamaruddin Simanjuntak Bilang Jaksa Agung Belum Terima DOA, Maksudnya?
Selasa, September 27, 2022

On Selasa, September 27, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Kejaksaan Agung kini sedang mempelajari kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kejaksaan Agung akan segera menangani kasus ini.

Kuasa hukum untuk keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, berharap kepada Kejaksaan Agung untuk bisa berani menahan istir dari Ferdy Sambo bernama Putri Candrawathi.

Dari empat tersangka dalam kasus pembunuhan berencana, hanya Putri Candrawathi yang tidak ditahan hingga kini.

Menurut Kamaruddin, Jaksa Agung belum menerima 'DOA' dari tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

"Harapan kami Jaksa Agung akan berani menahan, karena kita anggap dia belum menerima 'DOA'," kata  Kamaruddin seperti mengutip tayangan dari Kompas TV, seperti dilihat pada hari Senin (26/9/2022).

Maksud dari ‘DOA’ yang dimaksud oleh Kamaruddin itu adalah Dorongan Amplod atau suap.

"Istrinya Sambo (Putri Candrawathi) harusnya sudah ditangkap ditahan. Tapi karena ada pertimbangan lain,mungkin karena mereka saling sandera menyandera. Diduga istrinya itu dibikin seperti bargaining position, Mungkin kalau dia ditahan akan menyerempet kepada yang lain,” jelas kamaruddin.

Menurutnya kewenangan yang dan kekuatan yang dimiliki oleh Ferdy Sambo sepertinya cukup besar. Bahkan kewenangan tersebut katanya bisa mengendalikan Lembaga yang lain.

Dirinya mencontohkan soal beberapa oknum anggota kepolisian yang turut terseret dalam skenario kelicikan Sambo.

"Lambatnya penanganan kasus ini karena Sambo dia ini full power. Dia orangnya sangat berkuasa, dia orangnya bisa mempengaruhi pejabat-pejabat antar lembaga. Sehingga banyak (orang membantu) yang menghilangkan barang bukti, menghalang-halangi penyidikan, merusak barang bukti. Yang membuat jalannya penyidik lambat," kata Kamaruddin.

Meski banding Ferdy Sambo ditolak, ia tetap berupaya untuk melakukan seribu satu cara untuk meringankan hukumannya.

Sebagaimana yang diketahui, Ferdy Sambo telah dipecat oleh Polri setelah pengajuan bandingnya atas sanksi yang dijatuhi dala sing kode etik ditolak.

Kemudian merespon hal itu, Sambo kabarnya bakal menggugat Polri terkait pemecatan dirinya, karena merasa tak terima dengan hal itu.

Rencananya gugatan itu akan didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menurut Kuasa Hukum Keluarga Ferdy Sambo bernama Arman Hanis, pihaknya akan menyiapkan langkah hukum selanjutnya.

"Setelah itu baru kami akan melakukan langkah hukum yang diatur dalam perundang-undangan," kata Arman.

Mengenai hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan jika gugatan Ferdy Sambo ke PTUN adalah haknya. Namun demikian Polri secara tegas mengatakan kalau PTDH merupakan keputusan final dan mengikat.

"PTUN itu hak yang bersangkutan. Secara substansi di Polri, keputusan PTDH itu bersifat final dan mengikat," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta beberapa waktu lalu.

Tidak ada lagi upaya hukum yang bisa ditemuh oleh Ferdy Sambo setelah pengajuan bandngnya ditolak.

"Sudah tidak ada upaya hukum lagi di Polri, kalau misalnya dia mengajukan gugatan itu haknya mereka. Silakan saja tidak masalah. Substansi kita tetap, sesuai arahan Pak Kapolri untuk proses persidangan bersifat kolektif kolegial keputusannya adalah PTDH," tegas Dedi.

Sumber: Suara.com

Pendeta Gilbert Dukung Ferdy Sambo, Ayah Brigadir J: Baru Ini Ada Pendeta Memfitnah Orang Meninggal
Selasa, September 27, 2022

On Selasa, September 27, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pendeta Gilbert Lumoindong mendukung kemarahan Ferdy Sambo terhadap Brigadir J lantaran Putri Candrawathi telah dilecehkan.

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat membantah pernyataan Pendeta Gilbert Lumoindong yang merupakan fitnah kepada anaknya yang sudah meninggal.

Samuel mengaku telah menyanggah pernyataan Gilbert melalui pesan WhatsApp.

“Saya bilang, Pendeta Gilbert yang terhormat, setahu saya sampai saat ini baru ada pendeta memfitnah orang yang sudah meninggal,” tutur Samuel dilansir dari Youtube Irma Hutabarat, Selasa (27/9/2022).

Ia juga mengatakan bahwa Pendeta Gilbert sempat mendatangi keluarga Brigadir J di Sungai Bahar, Jambi.

“Dia datang ke Sungai Bahar dengan rombongan pagi-pagi, kami baru bangun tidur. Dia datang untuk mengucapkan bela sungkawa, lalu ke makam berziarah, dan berdoa,” tuturnya.

“Ia datang untuk berbela sungkawa, dia berbicara soal kejadian, dia bilang soal kejadian kita serahkan ke aparat hukum, sudah ada yang memproses, kita berdoa saja,” katanya.

Namun, setelah melihat pernyataan Gilbert yang mengaku telah berbicara dengan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan mengatakan bahwa Putri sudah jujur, Samuel membantah.

“Masih percaya? Sedangkan kasus di Duren Tiga sudah di SP3 kan, berarti sebagai pendeta ikut menyebarkan kebohongan,” tutur Samuel.

Sumber: Populis

Baru Bebas Bersyarat, Mantan Gubernur Jambi Zumi Zola Dipanggil KPK
Selasa, September 27, 2022

On Selasa, September 27, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Jambi periode 2016-2021, Zumi Zola kembali berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah bebas dari penjara. Dia dipanggil oleh tim penyidik KPK dalam kasus dugaan suap terkait pembahasan RAPBD Provinsi Jambi TA 2017 dan 2018.

Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, hari ini tim penyidik memanggil Zumi Zola sebagai saksi untuk 28 tersangka baru dalam perkara ini.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK RI Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," ujar Ali kepada wartawan, Selasa siang (27/9).

Namun demikian, belum diketahui apakah Zumi Zola sudah hadir memenuhi panggilan tim penyidik KPK atau belum. Termasuk materi apa yang akan didalami tim penyidik kepada Zumi Zola.

Zumi Zola sendiri telah menghirup udara bebas setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin pada Selasa (6/9) dengan bebas bersyarat.

Zumi Zola divonis enam tahun penjara karena terbukti menerima gratifikasi uang Rp 37.477.000.000, 173.300 dolar AS, dan 100 ribu dolar Singapura, serta satu unit mobil Toyota Alphard. Selain itu, Zumi juga dinyatakan terbukti memberikan suap kepada 53 anggota DPRD Jambi periode 2014-2019. Zumi terbukti memberi suap total Rp 16,34 miliar.

KPK pada Selasa (20/9) resmi mengumumkan sedang mengembangkan perkara dugaan suap dalam pembahasan RAPBD Provinsi Jambi TA 2017 dan 2018.

Tim penyidik masih terus melakukan pengumpulan alat bukti, di antaranya melalui pemanggilan berbagai pihak sebagai saksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kantor Berita Politik RMOL, pihak yang ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 28 orang yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019.

Sumber: RMOL

Tingkah Bu Sekdes Andika Sari yang Dipecat karena Dugem dan Tenggak Miras Makin Menjadi-jadi, Dia Pamerkan Semua Barang Branded yang Baru Diborongnya
Selasa, September 27, 2022

On Selasa, September 27, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Tingkah Bu Sekdes Andika Sari yang Dipecat karena Dugem dan Tenggak Miras Makin Menjadi-jadi, Dia Pamerkan Semua Barang Branded yang Baru Diborongnya Sosok bekas sekretaris desa (sekdes) Banyuasin Kembaran, Andika Sari atau kini dia lebih populer dengan sebutan Bu Sekdes AS yang dipecat akibat dugem dan tenggak miras di diskotek, masih menjadi perbincangan hangat, Selasa (27/9/2022). 

Setelah tak lagi menjabat sebagai sekdes Banyuasin Kembaran, Bu Sekdes AS atau Andika Sari yang sempat viral karena dugem dan tenggak miras di diskotek itu makin lincah mengekspresikan dirinya di TikTok. 

Seperti yang terlihat pada postingan terbarunya di TikTok, Bu Sekdes AS atau Andika Sari yang sempat viral karena dugem dan tenggak miras di diskotek itu membuat sebuah postingan yang menyita perhatian. 

Sebelumnya, Bu Sekdes AS atau Andika Sari sempat membuat postingan saat dirinya tengah memborong sejumlah barang branded. Pada postingan terbaru Bu Sekdes AS atau Andika Sari itu ternyata berkaitan dengan postingan sebelumnya. 

Ya, terbaru, Bu Sekdes AS atau Andika Sari tampak memamerkan barang branded yang dibelinya itu dalam sebuah konten Gucci Challenge. 

Namun barang yang digunakan Bu Sekdes AS atau Andika Sari di konten Gucci Challenge itu bukan merek Gucci melainkan merek Guess. Sejumlah barang branded yang dia borong sebelumnya itu langsung digunakan di konten tersebut. 

Dan inilah hasilnya: Borong Barang Branded   Pada postingan Bu Sekdes AS atau Andika Sari yang sempat viral karena dugem dan tenggak miras itu di akun TikTok sebelumnya, dia tampak memperlihatkan aktivitasnya saat membeli sejumlah barang branded. 

Adapun Bu Sekdes AS atau Andika Sari tampak memamerkan beberapa jinjingan tas branded di foto yang diunggahnya di TikTok itu. 

Bukan hanya itu saja, kepsyen yang ditulis Bu Sekdes AS atau Andika Sari itu pun benar-benar menjadi sorotan. "Beli tas dan lupakan masalah !!hahaha," tulis Bu Sekdes AS atau Andika Sari di TikTok, Jumat (23/9/2022). 

Bu Sekdes Healing 

Setelah diberhentikan dari jabatannya sebagai sekdes Banyuasin Kembaran, Bu Sekdes AS atau Andika Sari yang viral karena dugem dan tenggak miras itu kini tampak menyibukan dirinya dengan cara berlibur atau healing. 

Adapun momen Bu Sekdes AS atau Andika Sari healing pun ia pamerkan di akun TikTok pribadinya, @andikasari92.

Di akun TikToknya itu, Bu Sekdes AS atau Andika Sari tampak asyik menaiki jetski di sebuah pantai. Tak hanya itu, Bu Sekdes AS atau Andika Sari pun membagikan momen perjalanannya menggunakan pesawat.

Sumber: tvOne

Buntut Pengeroyokan Sopir Ojol di Semarang: Pelaku Tewas, 2 Ojol Jadi Tersangka
Selasa, September 27, 2022

On Selasa, September 27, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Sopir ojol di Kota Semarang bernama Hasto Priyo Santoso berusia 54 tahun dikeroyok sejumlah orang di SPBU Jalan Brigjend Sudiarto, Kelurahan Kalicari Pedurungan, Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, kejadian itu terjadi pada Sabtu (24/9) pukul 16.00 WIB. Korban dikeroyok ketika akan membeli BBM jenis Pertalite.

"Korban akan membeli BBM jenis Pertalite dan antre di pompa nomor 5. Saat antrean sedang berjalan, ada dua sepeda motor dengan posisi satu motor berboncengan dan motor lain sendirian di depan korban, dengan selisih jarak 3 antrean di depan korban dengan posisi berhenti," kata Irwan.

Korban kemudian meminta mereka untuk maju ke depan. Ketika itu, Hasto mengatakan 'Mas, tolong maju, depan sudah longgar tuh'.

Namun, salah satu pelaku yang memakai jaket hijau dengan tulisan Fila menjawab 'sabar'. Tidak lama setelah itu, tanpa diduga pelaku menstandarkan motor dan langsung menghampiri korban.

Akibatnya, korban terjatuh dari motornya dan mengalami luka. Selanjutnya korban berobat ke RS Bhayangkara karena mengalami luka lebam.

Pemukul Pengemudi Ojol di Semarang Ditangkap

Satu dari dua orang pelaku pemukulan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di SPBU, Jalan Brigjen Sudiarto Nomor 264, Kelurahan Kalicari, Pedurungan, Semarang, ditangkap polisi.

Saat diamankan, ia dibawa oleh para ojol dalam kondisi tak sadarkan diri dan terluka. Pelaku tersebut akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

"Dikarenakan mengalami luka dan tidak sadar selanjutnya Pawas dan piket fungsi membawa orang tersebut RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan dari medis segera," kata Anwar.

Anwar mengatakan, pelaku tersebut masih belum dapat dimintai keterangan. Di sisi lain, dia juga menjadi korban pengeroyokan yang terjadi di Jalan Nogososri, Telogosari, Semarang. Sementara satu pelaku lainnya belum berhasil diamankan.

2 Ojol Jadi Tersangka

Satu dari dua pelaku pengeroyokan itu akhirnya berhasil ditangkap dalam kondisi tak sadarkan diri karena dikeroyok balik oleh sejumlah ojol. Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, pelaku tewas.

Terkait tewasnya pelaku ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dan menetapkan dua pengemudi ojol yang melakukan pengeroyokan sebagai tersangka. Namun Donny belum mengungkapkan identitas kedua tersangka tersebut.

"Para saksi dan tersangka sudah diamankan, ada sekitar lima orang. Dua orang di antaranya diduga sebagai pelaku, juga sudah diamankan di Polsek Pedurungan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan kepada wartawan di kantornya, Senin (26/6).

Donny menjelaskan, saat ini polisi menangani dua kasus dalam perkara ini. Pertama penganiayaan oleh dua orang pelaku. Kedua pengeroyokan yang mengakibatkan pelaku penganiayaan tewas oleh sejumlah rekan ojol.

Donny menjelaskan, korban yang juga pelaku itu tewas usai dikeroyok menggunakan tangan kosong. Ia juga diduga ditendangi saat sudah tidak berdaya.

Kronologi Penganiayaan Ojol

Berikut kronologi kasus penganiayaan yang berujung pengeroyokan yang menewaskan 1 orang.

Sabtu 24 September 2022

Pukul 16.00 WIB. 

Hasto antre membeli BBM jenis Pertalite di SPBU Kalicari Pedurungan, Semarang. Saat sedang mengantre Hasto menegur pembeli di depannya untuk maju karena antrean telah kosong.

Namun pelaku tak terima. Hasto kemudian dipukuli oleh pelaku dan temannya menggunakan tangan kosong dan helm hingga luka-luka.

Pukul 19.00 WIB

Pelaku penganiayaan Hasto dibawa ke Polsek Pedurungan dalam keadaan terluka dan tidak sadarkan diri. Ia kemudian dibawa ke RS Bhayangkara.

Pelaku dikeroyok balik oleh pengendara ojol lainnya.

Minggu 25 September 2022 malam.

Salah satu pelaku penganiayaan Hasto akhirnya tewas di rumah sakit.

Senin 26 September

Polisi memeriksa 5 pengemudi ojol atas kematian korban. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Polsek Pedurungan.

"Untuk korban yang meninggal dunia para saksi saksi dan tersangka sudah diamankan ada sekitar 5 orang. Dua orang di antaranya sebagai pelaku juga sudah diamankan di Polsek Pedurungan. Betul (pelaku) rekan ojol yang dipukuli pertama," kata Donny.

Sumber: kumparan

Jelang 100 Hari Kematian Brigadir J, Kuasa Hukum Cium Ada Isu Politik untuk Menggeser Kasus Ferdy Sambo, Ternyata...
Selasa, September 27, 2022

On Selasa, September 27, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Tim kuasa hukum sekaligus perwakilan keluarga Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Kessek, meminta publik tetap mendorong pemerintah agar selalu memperhatikan kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo hingga tuntas.

Menurut Ferdy, dukungan publik harus terus dilakukan dengan hal-hal yang positif, agar tidak menggeser fokus dari kasus tersebut. Hal itu ia sampaikan dalam acara refleksi jelang 100 hari kematian Brigadir Yosua.

"Kasus ini jangan redup, sampai keadilan itu bisa tercapai," kata Ferdy Kessek, Jumat (23/6/2022), dikutip dari Tribunnews.com.

"Kita tidak pendendam, kita bukan juga jadi orang pembenci. Tapi kita serahkan agar sesuai jalur hukumnya, sesuai juga hukumannya," tambahnya.

Ferdy melihat besarnya dukungan publik pada kasus ini, sebagai sinyal dari warga negara yang sangat ingin menghadirkan keadilan di negari ini.

"Pada waktunya nanti, kita akan melihat kenyataan. Dukungan publik jangan sampai redup. Semua ini bisa berjalan sejauh ini karena banyak berkontribusi," tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Ferdy, publik tidak bisa melupakan perjuangan keluarga almarhum Brigadir J yang telah membuka misteri keadaan korban.

Berkat keberanian keluarga, yang ngotot untuk membuka peti mati, akhirnya membuat dapat terungkap kondisi nyata almarhum Brigadir J. "Dari upaya mereka akhirnya terbuka apa yang tidak terungkap sebelumnya," jelasnya.

Anggota tim Kuasa hukum keluarga Brigadir J lainnya, Ramos Hutabarat, pada acara yang sama menyebut pengungkapan kasus pembunuhan ini agar terungkap semuanya membutuhkan dukungan publik.

"Kita masih harus tetap lakukan pengawalan pada perkara ini. Publik perlu terus beri dukungan," ungkapnya.

Dia menilai kini sudah mulai banyak upaya untuk menggeser simpati publik, dengan adanya berbagai macam isu. "Ada isu politik dan stigma negatif yang berpotensi menggeser perhatian terhadap perkara ini," ucapnya.

Saat ini juga pihaknya melihat mulai menurun partisipasi publik pada perkara ini. "Ini ada isu lain, apakah itu memang benar atau cuma pengalihan," jelasnya.

Meski begitu, ia tetap optimis dengan kinerja kepolisian yang sudah bekerja sesuai dengan jalur.

"Kami masih percaya pada kepolisian untuk ungkap perkara ini. kita harus sama-sama mengawal, semoga nanti Jaksa juga bertugas sesuai harapan bersama," tuturnya.

Sumber: Populis

Hotman Paris Hutapea Geram, Oknum Polisi Jadikan Anak Tiri Budak Seks Selama 2 Tahun
Selasa, September 27, 2022

On Selasa, September 27, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali geram, karena dalam program Hotman 911 menerima aduan seorang ibu yang anaknya menjadi korban kekerasan seksual dari ayah tiri sang anak, yang merupakan oknum anggota kepolisian di Polresta Cirebon.

Aduan dari ibu dan anak yang datang ke Hotman Paris Hutapea itu dilakukan, Senin (26/9/2022) dan diunggah di akun Instagram resmi Hotman Paris yakni @hotmanparisofficial.

Yang semakin membuat Hotman Paris Hutapea geram, sang anak sudah selama 2 tahun dijadikan budak seks oleh ayah tirinya yang merupakan seorang anggota kepolisian di Polresta Cirebon.

Meski sang oknum polisi sudah diamankan, menurut Hotman, sang ibu merasa kasusnya agak lambat.

"Selain itu saat di BAP, sang anak tidak boleh didampingi ibunya. Jadi ibunya mempertanyakan dipihak mana polisi dan psikolog, pendampingnya. Apalagi selesai diperiksa, sang anak menjadi ketakutan," kata Hotman.

Hotman menjelaskan bahwa dari aduan sang ibu, sang anak dipaksa menonton video porno.

"Setelah itu alat kelaminnya dipegang-pegang, lalu disetubuhi. Bukan itu saja, sang anak dikasih obat atau pil oleh ayah tirinya yang oknum polisi itu, sehingga mengalami halusinasi dan emosi," kata Hotman.

"Tragisnya pelakunya bapak tiri yang merupakan oknum polisi di Polresta Cirebon Kota," kata Hotman.

"Jadi awalnya penganiayaan, tetapi setelah visum ternyata ada persetubuhan. Dan sudah terjadi dua tahun sejak kelas IV atau korban berusia 9 tahun sampai 11 tahun," kata Hotman.

Karenanya Hotman meminta agar Kapolda Jawa Barat, Kapolres Cirebon serta Kapolri untuk memperhatikan kasus ini.

Sebab sang anak sudah dijadikan budak seks ayah tirinya yang merupakan oknum polisi selama 2 tahun.

"Jadi anak ini mengalami penganiayaan, dicekoki pil yang membuat halusinasi dan emosi serta juga mengalami kekerasan seksual. Mohon perhatian semua petinggi kepolisian atas kasus dan nasib anak ini. Salam Hotman 911," katanya.

Sumber: wartakota