PILIHAN REDAKSI

Ustaz Abdul Somad Ditolak Singapura, Sandiaga Uno: UAS Penggerak Ekonomi

BENTENGSUMBAR.COM - Terkait Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi dari Singapura, begini komentar Menteri Pariwisata...

Advertorial

Denny Siregar Ungkap Kemungkinan UAS Dihukum Mati Jika Lolos Masuk Singapura, Ini Alasannya
Jumat, Mei 20, 2022

On Jumat, Mei 20, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar mengungkapkan pendapatnya terakit Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi di Singapura pada beberapa waktu lalu.

Disampaikan Denny Siregar dalam sebuah tayangan video, ia menyebut jika seharusnya UAS merasa bersyukur karena telah dilarang masuk Singapura dengan berbagai alasan.

Menurut Denny Siregar, UAS bisa mengancam hubungan baik antara Indonesia dan juga Singapura. Tak hanya itu, ia juga menyebut UAS bisa terancam hukuman mati jika menyampaikan pandangan ekstremis di Singapura.

Lantas apa alasan Denny Siregar berbicara demikian? Simak ulasan berikut.

Sebut UAS dilarang masuk bukan dideportasi

Dalam sebuah tayangan YouTube, Denny Siregar menegaskan bahwa UAS bukan dideportasi, melalinkan dilarang masuk ke Singapura.

"Saya ketawa nonton Somad marah-marah karena dilarang masuk ke Singapura, catat ya dilarang masuk bukan dideportasi," ujar Denny dikutip Hops.ID dari kanal YouTube CokroTV pada Kamis, 19 Mei 2022.

Lebih lanjut, ia pun menguraikan perbedaan antara dideportasi dan dilarang masuk pada kasus yang menimpa UAS ini.

"Deportasi itu kalau sudah di dalam Singapura terus diusir dari sana," tutur UAS.

"Kalau dilarang masuk, bahkan cuma disuruh nunggu di depan pagar doang terus disuruh pulang," lanjutnya.

Ungkap UAS bisa dihukum mati

Denny Siregar berpendapat jika seharusnya UAS bersyukur karena ditolak masuk ke Singapura. 

Ia mengkhawatirkan UAS akan menyampaikan ceramah yang berisi penghinaan pada agama lain dan membuat perpecahan di Negeri Singa tersebut.

"Jadi kalau UAS dilarang masuk ke Singapura, sebenarnya itu harus disyukuri oleh si Somad sendiri," ujarnya.

"Lah kalau misalnya dia dibiarkan masuk dan kemudian ceramah menghina agama lain di dalam sana terus kemudian ditangkap, pemerintah Singapura memang waspada banget dengan banyak isu tentang agama," lanjutnya.

Denny mengkhawatirkan UAS bisa terjerat UU terorisme di negara tersebut yang diketahui begitu ketat dan tidak pandang bulu.

"Kemudian ditangkap oleh pemerintah Singapura berdasarkan UU terorisme mereka, nanti yang ribut malah dua negara Indonesia dan Singapura," tutur UAS.

Ia pun mengungkap kemungkinan UAS bisa dihukum mati jika memaksa masuk ke dalam negara tersebut yang sudah melarangnya.

"Singapura dikenal tidak ada kompromi masalah itu, bisa-bisa dihukum mati si Somad, karena dianggap membuat kerusuhan rasial di sana," pungkasnya.

Sumber: HopsID

Nah Lho, Tetiba Pendeta Saifuddin Ngaku Jadi Dalang Deportasi UAS dari Singapura
Kamis, Mei 19, 2022

On Kamis, Mei 19, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Lagi dan lagi, Pendeta Saifuddin kembali melancarkan hobinya mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial yang sukses bikin publik tepok jidat.

Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama, Pendeta Saifuddin tampaknya tak akan pernah membiarkan masalah apa pun yang terjadi di Indonesia lewat begitu saja tanpa dikomentari lebih dulu olehnya.

Seperti kehebohan yang baru-baru ini terjadi, yakni kasus deportasi Ustaz Abdul Somad (UAS) dari Singapura.

Perlakuan otoritas Singapura kepada ustaz kondang Tanah Air itu pun mendapat tanggapan dari Pendeta Saifuddin.

Pendeta Saifuddin mengatakan terdapat alasan lebih mengerikan yang menyebabkan UAS sampai ditolak masuk oleh negeri singa tersebut. 

Di samping karena berhaluan radikal, ia menyebut ustaz asal Pekanbaru itu diyakini bakal menjadi salah satu calon petinggi khilafah di masa depan.

“Khutbahnya disenangi kadrun pendiri khilafah. Somad salah satu digadang menjadi petinggi sehingga bareskrim tidak bisa menangkap, ini bagaimana saudara-saudara,” ucapnya lewat Youtube Saifuddin Ibrahim, dikutip Kamis, 19 Mei 2022.

Namun lucunya, Pendeta Saifuddin justru mengakui kalau dirinya merupakan dalang penahanan dan pengusiran UAS beserta keluarganya.

Mantan guru Pesantren Darul Arqom Depok ini mengklaim dirinya meminta otoritas Singapura mencegat UAS lantaran selama ini kerap menghina orang-orang Kristen.

“Somad ini kenapa saya perintahkan tangkap, karena menghina Salib, menghina agama Kristen dengan tegas-tegas tapi pemerintah tidak memberikan saksi,” ujarnya.

Seperti diketahui, otoritas Singapura melarang UAS masuk ke negara mereka lantaran rekam jejaknya yang dikenal gemar menyebarkan ajaran ekstremisme.

Singapura yang khawatir negaranya kebobolan lantas menggiring sang ustaz masuk sel tahanan imigrasi.

Menteri Dalam Negeri Singapura sebelumnya membeberkan perihal alasan ditolaknya UAS masuk ke negara tersebut.

Melalui laman resmi Menteri Dalam Negeri Singapura atau Ministry of Home Affairs (MHA), pemerintah Singapura mengungkapkan sejumlah alasan mereka menolak UAS dan keluarganya yang hendak menemui sahabatnya di Singapura.

Pertama, UAS dikenal gemar menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang mana tidak dapat diterima di negara kalangan masyarakat multi-ras dan multi-agama seperti Singapura.

"Misalnya, ustaz Abdul Somad pernah memberikan materi khotbah bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina dan menganggap hal itu sebagai operasi syahid," demikian bunyi keterangan resmi dari MHA.

Kedua, UAS pernah melontarkan komentar yang merendahkan umat agama lain, seperti Kristen. Ia menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal "jin kafir". 

Pernyataan ini menjadi topik sensitif yang menyinggung banyak pihak non muslim, khususnya di Singapura.

Ketiga, menurut MHA, UAS secara terbuka sering menyebut non muslim sebagai kafir. Perkataan ini membuatnya dianggap tidak bisa menerima dan menghargai keberagaman agama.

Terakhir, MHA dalam keterangan di situs resminya juga mengatakan jika UAS berusaha masuk ke Singapura dengan modus hendak melakukan kunjungan sosial.

Padahal, sebagaimana disebutkan dalam klarifikasinya di YouTube Hai Guys Official, UAS bertolak ke Singapura dalam rangka liburan.

UAS: Singapura Dapat Kiriman Berita dari Jakarta, Katanya Saya Teroris
Kamis, Mei 19, 2022

On Kamis, Mei 19, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Sebuah video yang memperlihatkan Ustadz Abdul Somad atau UAS mengungkapkan bahwa dirinya ditolak pihak Imigrasi masuk Singapura lantaran mendapat kiriman berita dari Jakarta yang menuduhnya teroris, viral di media sosial.

Video pengakuan UAS sebut pihak Imigrasi menolak dirinya masuk ke Singapura karena mendapat kiriman berita dari Jakarta itu viral usai diunggah pengguna Twitter The_black12321, seperti dilihat pada Rabu 18 Mei 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu mempertanyakan siapa yang mengirim informasi dari Jakarta ke pihak Singapura bahwa Ustadz Abdul Somad adalah teroris.

“Pertanyaannya: Siapa yg mengirim berita dari Jakarta dan mengatakan UAS adalah Teroris?,” cuit netizen The_black12321.

Dilihat dari video itu, tampak UAS tengah diwawancara sebuah stasiun televisi terkait alasan dirinya ditolak masuk ke Singapura saat hendak berlibur.

Ustadz Abdul Somad pun mengaku sempat menanyakan hal itu kepada pihak Imigrasi setibanya di Terminal Feri Tanah Merah, Singapura.

“Saya tanya orang Imigrasi kenapa saya tidak diizinkan masuk,” ujar Abdul Somad.

Menurut pihak imigrasi, kata UAS, mereka baru saja mendapat kiriman informasi soal kedatangan pihaknya di Singapura.

“Katanya karena kami baru mendapatkan kiriman,” ungkap Ustadz Somad.

Menanggapi pernyataan pihak Imigrasi itu, UAS pun menanyakan kembali mengapa dirinya tidak diberitahu terkait hal itu beberapa hari sebelum kedatangannya di Terminal Tanah Merah.

“Kenapa tidak dikasih tahu beberapa hari yang lalu sebelum saya datang,” tuturnya kepada pihak Imigrasi ketika itu.

Menjawab hal tersebut, pihak imigrasi pun menurut UAS mengatakan kepada dirinya bahwa kiriman itu baru mereka terima dari Jakarta sejam sebelum dia tiba di pelabuhan feri tersebut.

Adapun kiriman informasi yang diterima oleh pihak Imigrasi tersebut yakni menyebutkan bahwa UAS adalah teroris. Lantaran berita itulah, ia ditolak masuk ke Singapura.

“Kata mereka kirimannya sejam yang lalu dari Jakarta bahwa ustad adalah teroris. Jelas saya teroris kalau begitu tidak bisa masuk,” ujarnya.

UAS Serukan Masyarakat Tak Perlu Belanja ke Singapura Usai Dideportasi
Rabu, Mei 18, 2022

On Rabu, Mei 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ustaz Abdul Somad (UAS) kembali merespons pemerintah Singapura yang melarangnya masuk ke negara tersebut. UAS menyerukan agar pengikutnya tidak perlu belanja ke Singapura.

Ia menjelaskan pada awalnya berniat mengunjungi Singapura untuk membantu pertumbuhan ekonomi negara tersebut. 

Namun ia justru dideportasi pihak Imigrasi Singapura.

"UAS ke Singapura ingin berlibur. Akan kunjungi berbagai tempat objek wisata, akan makan, menginap, belanja, mengeluarkan dana untuk kebaikan ekonomi Singapura. Tapi Singapura ternyata tolak UAS," tulis UAS dalam unggahan di akun Instagram dikutip Rabu (18/5/2022).

UAS juga menyerukan agar masyarakat tidak perlu menggunakan uangnya untuk berbelanja ke Singapura. Ia menyarankan agar uang itu lebih baik diwakafkan untuk pembangunan pesantren.

"Hari ini kita barangkali tidak perlu gunakan uang kita untuk belanja ke Singapura, dananya bisa dialihkan untuk berwakaf bersama UAS," ujar UAS.

Sebelumnya, UAS ditolak masuk ke Singapura oleh otoritas setempat. Kementerian Dalam Negeri Singapura menyebutkan sejumlah alasan menolak kedatangan UAS di negara tersebut.

Salah satu poinnya yakni UAS dianggap menyebarkan ajaran ekstremisme dan segregasi. 

Singapura juga menyampaikan kritik terhadap pernyataan UAS yang pernah melontarkan komentar merendahkan agama lain seperti Kristen.

Bahkan UAS disebut pernah menyebut salib sebagai tempat tinggal roh kafir.

"Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura," mengutip situs resmi Kemendagri Singapura.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun turut mengkritik keras pemerintah Singapura yang menganggap UAS pro ekstremisme sehingga dilarang masuk ke negara tersebut.

"Enggak [pro ekstremisme] lah. Berlebihan Singapura itu. Sangat berlebihan. Apalagi dia menyebut ekstremis, jadi enggak benar itu. Saya tahu Singapura kan pro Yahudi, pro Israel. Israel enggak suka dengan seluruh perlawanan yang melawannya," kata Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim.

Ustadz Yusuf Mansur Sebut Bertemu Nabi Muhammad di Jok Belakang Mobil Pribadinya
Rabu, Mei 18, 2022

On Rabu, Mei 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Ustadz Yusuf Mansur kembali menjadi perbincangan publik setelah sebuah video yang diduga dirinya mengaku telah bertemu Nabi Muhammad SAW.

Dilansir dari hops.id, Selasa 17 Mei 2022, dalam video ceramah yang dilakukan oleh Ustadz Yusuf Mansur tersebut, ia mengaku melihat sosok Nabi Muhammad SAW yang sedang duduk di jok belakang mobilnya.

Gara-gara melihat sosok Nabi Muhammad SAW di belakang mobilnya, dirinya pun tidak bisa meninggalkan mobilnya tersebut walaupun dirinya harus membuang sampah.

Ustadz Yusuf Mansur juga mengatakan bahwa dirinya bisa bertemu dengan sang Nabi Terakhir dalam agama Islam ini berarti bukan karena dirinya muslim yang taat.

“Bukan karena ane taat, Rasul (Nabi Muhammad) ada di mobil ane, ” imbuh Ustadz Yusuf Mansur dikutip dari saluran YouTube Dodi Sefriadi, Selasa, 17 Mei 2022.

Selain itu Ustadz Yusuf Mansur bersumpah atas nama Allah telah melihat sosok Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya Nabi Muhammad SAW mengikuti dirinya pada waktu itu, biarpun dirinya ingin membuang sampah.

“Demi Allah, Indonesia nyaksiin, udah gak bisa buang sampah, kenape? Rasul ngikutin. Ya, ampe kaya gitu, jadi saya tuh yak gak bisa buang sampah itu bukan karena yang lain, karena Rasul,” tuturnya.

Pernyataan Ustadz Yusuf Mansur ini langsung dihujat oleh pengguna media sosial. Para pengguna media sosial menilai pengakuan pernah bertemu Nabi Muhammad SAW tersebut terlalu mengada-ada.

Komentar netizen terkait perkataan Ustadz Yusuf Mansur adalah menganggap bahwa pemuka agama tersebut menyebarkan ajaran yang sesat.

Ada juga netizen yang meminta kepada para Ulama Indonesia agar Ustadz Yusuf Mansur dibimbing ke jalan yang benar.

“Untuk para ulama di Indonesia tidak bisakah kalian mengingatkan Yusuf mansur agar di jalan yang benar dan tidak berdusta dan selalu bersumpah atas nama Allah,” tulis akun Nurul Ainiyah, dikutip dari hops.id, Selasa 17 Mei 2022.

“Jelas ini Kesesatan …yang Perlu diluruskan….MasyaAllah,” ujar akun IskandarZ, dikutip dari hops.id, Selasa 17 Mei 2022.

Abu Janda Sindir UAS Dideportasi Singapura: Woi Emang Lu Siapa, Nggak Penting Banget Keles
Rabu, Mei 18, 2022

On Rabu, Mei 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ustad Abdul Somad kini menghebohkan media sosial.

Karena ustad Abdul Somad mengaku ditahan dan dideportasi oleh pihak imigrasi Singapura.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Ustad Abdul Somad.

Para jemaah pun marah dengan tindakan imigrasi Singapura.

Ustad Abdul Somad juga mengaku tidak mendapat penjelasan kenapa tidak boleh masuk ke Singapura.

Influenser Abu Janda buka suara atas dideportasi Ustad Abdul Somad dari Singapura,dilansir instagram permadiaktivis2, Selasa(17/5/2022).

Influenser Abu Janda buka suara atas dideportasi Ustad Abdul Somad dari Singapura tengah viral, Selasa(17/5/2022).

"singapura itu negara paling ketat urusan penceramah," tulis instagram permadiaktivis2.

Ia juga meminta Ustad Abdul Somad untuk intropeksi.

"Jadi intropeski saja lah," tulisnya.

Abu Janda juga meminta agar tidak mengaitkan dengan negara dan Dubes RI.

Influenser Abu Janda buka suara atas dideportasi Ustad Abdul Somad dari Singapura tengah viral, Selasa(17/5/2022).

"jadi introspeksi saja lah.. tidak usah juga kait2kan dengan negara sampe dubes RI harus menjelaskan," tulisnya.

Hardikan juga diberikan Abu Janda pada Ustad Abdul Somad.

"woi emang elu siapa?? sejak kapan negara ngurusin satu warga dideportasi?," tulisnya.

Bagi Abu Janda kalau Ustad Abdul Somad tidak penting.

"gak penting banget keles, intropeksi sana gih," tulisnya.

Komentar beragam pun menghampiri instagram permadiaktivis2.

"Mgkn foto passport sama muka asli beda...foto passport mirip jems bond, sementara...ah sudahlah, ga penting jugak," tulis instagram blake_89mc.

"Lastcars, segera rapatkan barisan, serbu kedutaan Singapore. Boikot semua product2 dari Singapore," tulis instagram yin.yang_999.

"Sejak pertama ngapain juga dikasih ijin masuk Spura model beginian?," tulis instagram edi.santosa1.

"Waduh mr.permadi sepertinya sentimen banget sama ustad solmed," tulis instagram heruris.

"Betul sekali … singapore sangat ketat dg peraturan nya krn saya d singpore ada 15 th," tulis instagram wardhanyany.

Aktivis NU Bongkar Kedok Liburan UAS ke Singapura: Ada Kegiatan Ceramah Provokasi SARA Pemerintah Antisipasi?
Rabu, Mei 18, 2022

On Rabu, Mei 18, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Kontroversi pelarangan masuk Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Singapura terus bergulir, terlebih sempat dikabarkan olehnya dia dideportasi oleh imgrasi setempat.

Aktivis Nahdatul Ulama (NU) Mohamad Guntur Romli menduga ada agenda lain yang tersembunyi dibalik acara liburan UAS dan keluarga ke Singapura.

Mohamad Guntur Romli yang juga akrab disapa Gun Romli itu menduga ada kegiatan ceramah yang dianggap memprovokasi SARA di Singapura karena itu pemerintah negara tersbut melakukan antisipasi.

“Siapa tahu turis cuma kedok, tapi ada kegiatan ceramah yang bisa dianggap provokasi itu SARA di sana, pemerintah Singapura harus antisipasi,” kata Guntur Romli di akun Twitter pribadinya @GunRomli pada Selasa, 17 Mei 2022.

Guntur Romli yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga mengatakan bahwa Singapura sebagai negara yang memiliki kedaulatan berhak melarang atau mengizinkan siapa pun masuk negaranya, termasuk UAS.

“Negara ibarat rumah kita, yang kita punya hak untuk memperbolehkan dan menolak siapa yang mau masuk rumah, apapun alasannya,” ujarnya.

Gun Romli lantas menerangkan pemerintah maupun masyarakat Indonesia tidak berhak memprotes masalah tersebut karena seperti yang dia katakan, bahwa hal itu merupakan hak Singapura.

“Kalau ditolak masuk rumah orang, ya enggak bisa protes, cuma bisa bertanya-tanya, kenapa ditolak, kalau ketahuan orang banyak, cuma soal malu saja,” ucapnya.

Sebelumnya, beredar kabar yang menyebutkan jika pendakwah Ustaz Abdul Somad atau yang akrab dipanggil UAS berserta keluarga dan temannya dideportasi oleh imigrasi Singapura.

Pria asal Riau itu kemudian kembali ke Indonesia. Dalam video yang viral setelah dibagikan akun Instagram pribadinya @ustadzabdulsomad_official pada, Senin 16 Mei 2022 terlihat bahwa UAS tengah ditahan dalam ruangan kecil 1x2 meter seperti penjara diimigrasi.

Setelah diintrogasi oleh petugas kemudian UAS dilarang masuk ke Singapura.

Namun, setelah ditelusuri UAS bukan dideportasi melainkan tidak diizinkan masuk ke Singapura. 

Pihak negara Singapura menolak menjabarkan alasan penolakan masuk terhadap UAS dan keluarganya tersebut

Sumber: HopsID

Ungkit Wilayah Kerajaan Melayu, Ustaz Abdul Somad Kesal Dideportasi dari Singapura: Ini Negara Kecil kok Sombong
Selasa, Mei 17, 2022

On Selasa, Mei 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Singapura menjadi trending di media sosial, menyusul perlakuan petugas imigrasi negara tersebut.

Bahkan, muncul foto UAS di dalam sebuah tempat mirip ruang tahanan.

Menanggapi informasi itu, Duta Besar Indonesia (Dubes RI) untuk Singapura, Suryopratomo buka suara.

Saat dikonfirmasi, Selasa (17/5/2022), Suryopratomo membantah UAS dideportasi.

Tetapi, ada izin yang belum dipenuhi UAS untuk berkunjung ke negara tersebut.

“Informasi yang saya dapatkan dari ICA, UAS tidak diizinkan untuk masuk Singapura karena tidak memenuhi kriteria warga asing berkunjung ke Singapura.

Jadi tidak dideportasi karena beliau belum masuk Singapura,” kata Dubes Suryopratomo.

UAS Sebut Bukan Hoaks

Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi alasan UAS dan sahabat dideportasi oleh petugas Imigrasi di Pelabuhan Tanah Merah Singapura Senin (16/5/2022).

"Info saya dideportasi dari Singapura itu sohih (benar) bukan hoaks,"ujar UAS dalam keterangan resminya melalui video yang dikirimkan sahabat UAS Ustadz Hendrik, dilansir dari Tribunpekanbaru.com, Selasa (17/5/2022).

Dirinya sampai di pelabuhan Tanah Merah pukul 13.30 bersama istri, anak dan sahabatnya.

UAS juga heran, karena menurutnya saat diinterogasi petugas imigrasi, dirinya tidak mendapatkan keterangan resmi alasan dideportasi.

Hanya saja petugas imigrasi mengatakan hanya Dubes Singapura di Indonesia yang bisa memberikan penjelasan.

"Apakah karena teroris, ISIS dan narkoba, itu mesti dijelaskan, dokumen saya lengkap semuanya tidak ada kurang apapun,"ujarnya.

Menurut UAS, kejadian saat di pelabuhan Tanah Merah, dirinya memang terakhir diperiksa dan langsung ditarik ke dalam ruangan, sedangkan keluarga dan sahabatnya sudah lewat pemeriksaan.

"Saya sempat diinterogasi selama satu jam di ruangan berukuran 1x2 seperti liang lahat, bahkan ngantar tas berisikan tas keperluan bayi saya juga tidak dibolehkan,"ujar UAS.

Menurut UAS dalam videonya itu, bahkan mereka di Pelabuhan tersebut sampai 3 jam lamanya sebelum dideportasi kembali ke Batam melalui kapal terakhir dari Singapura ke Batam pukul 17.30 WIB.

Agenda UAS sendiri awalnya ke Singapura hanya berlibur, selain bersama istri Ustadzah Fatimah Az-zahra, UAS juga membawa anaknya dan sahabatnya bersama keluarga.

"Jadi saya ke Singapura bukan untuk berdakwah dan tabligh akbar, cuma holiday, karena masih dalam suasana libur,"ujar UAS.

Ketika dirinya menjelaskan datang bersama istri, petugas langsung mendatangi istri UAS dan sahabatnya dan menjemput langsung, akhirnya semuanya dideportasi.

"Di dalam ruangan itu saya terpikir, Singapura ini negara kecil kok sombong dia, padahal mereka ini di Singapura pendatang, dan sebetulnya wilayah kerajaan Melayu, tapi memiliki kekuasaan,"ujarnya.

UAS juga menantang Dubes Singapura di tanah air, alasan dirinya dideportasi karena selama ini dirinya bebas ke Malaysia dan negara lainnya.

"Minta semua warga negara Indonesia apa sebabnya saya dideportasi, saya bukan tidak taat pajak dan liar,"ujarnya.

Memang dulu diakui UAS dirinya sempat mengalami hal yang sama di Timor-Leste saat itu diundang untuk Tabligh Akbar, dirinya dijegal karena mendapat keterangan dari Jakarta dirinya disebut sebagai teroris.

"Karena memang sebelum Pilpres, maklumlah dikhawatirkan mempengaruhi pilpres, sekarang Pilpres masih lama, saya khawatir Singapura file lama masih belum dihapus, orang Singapura harus update status dan update pengetahuan," ujarnya.

Bahkan UAS juga meminta Singapura bertanya kepada Malaysia dan Brunei Darussalam yang memberikan gelar profesor dan DR Honoris Causa.

"Kalau Singapura tidak percaya tanya Malaysia dan Brunei,"ujar UAS. (*)

Sahabat Ungkap Kronologi UAS Dideportasi Singapura Tanpa Penjelasan
Selasa, Mei 17, 2022

On Selasa, Mei 17, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ustaz Abdul Somad (UAS) dikabarkan dideportasi dari Singapura pada Senin (16/5/2022). Kabar tersebut ia bagikan di Instagram pribadinya.

Tak hanya UAS, sang sahabat juga membagikan kabar UAS dideportasi Singapura di laman Facebooknya.

Sahabat UAS, Muhammad Hanafi dalam unggahan Selasa (17/5/2022), mengungkapkan kronologi UAS dideportasi berjudul UAS Dideportasi Dari Singapura, Pemerintah RI Mesti Minta Penjelasan Kenapa UAS Dideportasi?

Berikut ini kronologi pendeportasian Ustaz Abdul Somad yang ditulis sahabat UAS, Muhammad Hanafi:

Senin, 16 Mei 2022, UAS dan keluarga yang ditemani oleh sahabat UAS berkunjung ke Singapura. Tapi UAS dideportasi tanpa ada wawancara dan tanpa ada penjelasan. Padahal UAS adalah seorang intelektual muslim. Bahkan intelektual muslim berpengaruh. Pendidikan formal UAS:

- S1 Al-Azhar Mesir.
- S2 Darul Hadith Maroko.
- S3 Oum Durman Islamic University, Sudan.

Secara akademis dan sosial budaya, UAS mendapatkan kehormatan sebagai;

- DR honoris Causa dari Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selangor.
- Visiting Professor pada Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam.
- Datuk Seri Ulama Setia Negara.
- Ceramah dan tulisan UAS tersebar luas di berbagai negara. Bisa dilihat rekam jejak UAS.

UAS bukan teroris, bukan politikus yang membahayakan suatu negara, bukan koruptor yang melarikan uang rakyat, bukan mafia yang membahayakan kehidupan masyarakat. UAS seorang intelektual dari negeri Melayu. Jika demikian perlakuan Singapura terhadap orang terdidik seperti UAS, apalagi terhadap WNI lain?

Mohon agar DPR-RI mendesak Dubes Singapora di Jakarta untuk memberikan penjelasan, mengapa UAS dideportasi?

Beberapa hari sebelum keberangkatan, semua persyaratan sudah dipenuhi. ICA sudah keluarkan arrival card. Semua rute perjalanan jelas: Minivan / Hi Ace (13 Seater) = 1 Unit.

Total : 5 Adult + 2 child.

Agenda pada hari Senin, 16 Mei = Halfday (4hrs): Pick up Tanah Merah at 14.50. Lalu Arab Street dan Masjid Sultan. Kemudian Drop Hotel (Lion Peak Bugis ex Marrison Hotel)
Agenda hari Selasa, 17 Mei = Fullday (8hrs).

- Pick up Hotel at 09.00.
- Transfer to SGST for Antigen – Golden Landmark, facing the sultan's mosque (biaya antigen bayar di tempat)
-Singapore Flyer (photo stop)
-Merlion
-Singapore River
-USS (photo stop)
-Garden by the bay
-Drop Tanah Merah Ferry Terminal at 16.30
(Majestic ferry : Tanah merah – Batam centre @18.10)

Namun sampai di pelabuhan Tanah Merah Singapora pukul 13.30. Senin, 16 Mei 2022. Semua masuk: UAS, Istri UAS, Samy (anak UAS, bayi 3 bulan), Sahabat UAS, istrinya, anak sahabat UAS (21 tahun), anak Sahabat UAS (4 tahun).

Setelah masuk. UAS ditarik ke pinggir tempat orang lalu lalang. UAS ingin memberikan tas berisi peralatan bayi kepada istri UAS yang hanya berjarak 5 meter tidak diizinkan.

Lalu istri UAS dan rombongan yang sudah hampir ke luar pelabuhan ditarik masuk lagi ke dalam imigrasi. Kemudian UAS dimasukkan ke ruang 1x2 meter. Atap jeruji. Selama 1 jam. Istri UAS dan rombongan di ruang lain.

Pada pukul 17.30 UAS dan rombongan dipulangkan ke Batam dengan kapal Ferry terakhir.

UAS dideportasi tidak ada wawancara. Tidak ada minta penjelasan. Tidak bisa menjelaskan ke siapa. Apakah Singapora sudah berubah menjadi negara mempekerjakan robot?
Ataukah ini karena efek covid selama dua tahun?

Sumber: Suara.com

Miris Warga Langkat Ramai ramai Murtad, UAS: Darahnya Halal dan Kepalanya Dipancung dalam Hukum Islam
Senin, Mei 16, 2022

On Senin, Mei 16, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Beredar kabar yang menyebutkan banyak warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara keluar dari agama Islam atau murtad memang sangat mengejutkan.

Apalagi penyebabnya warga tersebut memilih untuk murtad berdasarkan dari keterangan MUI Sumut salah satu faktor utamanya hanya karena pekerjaan dan uang semata.

Lalu bagaimana sebenarnya hukum bagi orang Islam yang memutuskan untuk murtad? Ustaz Abdul Somad pernah menyebut hukuman bagi orang muslim yang memutuskan untuk murtad. Simak ulasannya berikut ini.

Ustaz Abdul Somad alias UAS dalam satu cermahnya pernah menjawab pertanyaan mengenai hukum umat muslim murtad.

UAS memastikan, murtad merupakan perbuatan yang sangat dibenci Tuhan. Bahkan katanya para ulama mengutuk perbuatan tersebut.

"Dalam Islam ini, ulama kalau menyebut murtad sudah nauzubilah, nauzubilah, nauzubilah. (Mudah-mudahan) diselamatkan Allah di generasi cucu cicit di hari kiamat, jangan sampai murtad. Luar biasa sekarang gerakan murtad ini," kata UAS dikutip Hops.ID dari Youtube Buya Lovers, Senin 16 Mei 2022.

UAS menyebutkan, ada tiga perkara yang membuat darah seseorang halal dan boleh dihukum pancung. Salah satunya yakni murtad atau berpaling dari Islam.

"Ada darah yang halal ditumpahkan, dipancung kepalanya dalam hukum Islam. Pertama pembunuh, kedua dilempar batu sampai mati, ketiga orang yang murtad dalam Islam dihukum pancung," katanya.

Sementara itu M. Hatta selaku Ketua Bidang Dakwah MUI Sumatera Utara sebelumnya menanggapi fenomena banyak warga Langkat memutuskan murtad.

Dia menyebutkan, ada dua penyebab terkait terjadinya hal tersebut. Penyebab yang berasal dari faktor eksternal dan internal.

"Ada dua hal, faktor eksternal dan internal," kata M.Hatta dilansir dari TVOne.

Dari aspek eksternal kata M.Hatta, tampaknya ada kelompok yang memang secara masif mengajak warga kabupaten Langkat untuk keluar dari agama Islam (murtad).

Adapun modus kelompok tersebut kata M.Hatta adalah awalnya dengan menawarkan pekerjaan hingga uang.

"Eksternal ini adanya upaya-upaya sistemik yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu sehingga terjadilah guncangan dalam diri seseorang. Misalkan tawaran pekerjaan bahkan tawaran keuangan," katanya.

Sedangkan, dari faktor internal yaitu didasari oleh bagaimana keimanan seseorang. Yang artinya kata Hatta iman orang tersebut lemah.

"Kalau dari internal, ya karena kelemahan iman yang ada pada umat Islam sehingga muda goyah," katanya.

Hatta menyebutkan, pihaknya memang belum mendapatkan data pasti berapa jumlah warga Langkat yang murtad. Namun, banyaknya warga yang murtad itu sudah memprihatinkan.

"Belum kita himpun, tapi datanya sangat memprihatinkan," katanya.

Sumber: HopsID