PILIHAN REDAKSI

Ustaz Abdul Somad Ditolak Singapura, Sandiaga Uno: UAS Penggerak Ekonomi

BENTENGSUMBAR.COM - Terkait Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi dari Singapura, begini komentar Menteri Pariwisata...

Advertorial

Pria Penendang Sesajen di Semeru Ditangkap, Abu Janda Girang: Bibit ISIS Lahir dari Muslim Radikal Anti-Tradisi Agama Lain
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pria berinisial HF, pelaku penendang sesajen di lokasi bencana Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, berhasil ditangkap jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

HF ditangkap di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis malam (13/1) sekitar pukul 22.40 WIB.
HF kemudian dibawa ke Mapolres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan.

Menanggapi ditanggapnya HF, pegiat media sosial, Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda mengaku bersyukur dan mengapresiasi jajaran Pemkab Lumajang dan Polda Jawa Timur.

"Setelah buron, penendang sesajen inisial HF akhirnya ditangkap saat sembunyi (kayak tikus) di Bantul Yogya. apresiasi sebesar2nya untuk bupati Lumajang bapak @thoriqul.haq yang gercep respon 👍 juga untuk @humaspoldajatim yang udah kerahin petugas ke NTB & Jateng 👍," kata Abu Janda di akun Instagramnya, dilihat ERA.id, Jumat (14/1/2022).

Ia lantas menyebut bahwa bibit organisasi teroris ISIS lahir dari muslim radikal seperti HF.

Abu Janda juga meminta agar tak ada kata damai menghadapi kasus HF yang dianggap anti terhadap tradisi agama lain.

"Bibit ISIS itu lahir dari muslim radikal seperti si HF ini, yang anti ekstrim terhadap tradisi agama lain," ujar Abu Janda.

"Tolong jangan ada materai damai ya pak 🙏 ttd. rakyat instagram," lanjut dia. (Era)

Natal Nasional GAMKI Di Sumbar Dihadiri Wamenag, Dubes Palestina Sebut Masalah Negaranya Bukan Persoalan Agama
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun dan Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Zainut Tauhid Sa'adi datang secara khusus ke Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) untuk menghadiri perayaan Natal Nasional Pemuda Indonesia Tahun 2021 yang digelar oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).

"Selamat Natal dan Tahun Baru bagi GAMKI dan umat Kristiani di Indonesia," kata Dubes Palestina Zuhair Al-Shun dalam sambutannya di Natal Nasional GAMKI, dilansir dari RM.ID pada Jumat, 14 Januari 2022.

Acara perayaan Natal dilaksanakan Sabtu, (8/1) ini mengusung tema Bersehati Memelihara Kasih Persaudaraan. 

Hadir Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik, Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake, Ketua PGPI Sumatera Barat Pdt. Hendri Dunan Sirait, dan Ketua KNPI Sumatera Barat Nanda Satria.

"Kami tegaskan bahwa apa yang terjadi di Palestina adalah masalah politik, dan bukan masalah agama. Di Palestina, warga yang beragama Islam, Kristen, dan Yahudi hidup damai berdampingan," tegas Dubes Zuhair.

Dia mengatakan, tanah Palestina adalah tanah kelahiran para nabi dan para rasul. 

"Isa atau Yesus dan Maryam (Maria) adalah juga lahir di Palestina, karena itu merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Palestina adalah tanah suci bagi umat Kristen, Islam, dan Yahudi," ucap Dubes Zuhair.

Zuhair menambahkan, keberadaan GAMKI sebagai ormas pemuda Kristen di Indonesia yang ikut mendukung kemerdekaan Palestina adalah suatu langkah yang sangat diapresiasi bagi pemerintah Palestina.

"Peran pemerintah dan rakyat Indonesia sangat penting dalam setiap perjuangan kemerdekaan Palestina selama ini. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan konsisten dari pemerintah dan rakyat Palestina atas persoalan yang terjadi di Palestina," kata Zuhair.

Sementara itu, Wamenag KH. Zainut Tauhid menegaskan, Indonesia sejak awal kemerdekaan memberikan dukungan terhadap pemerintah Palestina. Persoalan Palestina bukan masalah agama tapi kemanusiaan.

"Kehidupan umat Muslim dan Kristen berjalan damai di sana," kata Wamenag.

Zainut menekankan pentingnya nilai toleransi untuk mencegah perpecahan. Toleransi merupakan sikap yang menunjukkan keterbukaan untuk menerima, mendengar pendapat orang lain yang berbeda pandangan.
Dia menyebut, toleransi juga tidak merusak nilai-nilai agama lain.

"Kementerian Agama mencanangkan program moderasi beragama agar toleransi antar umat beragama dapat tetap terjaga dan setiap umat beragama dapat menghayati setiap nilai-nilai iman yang diajarkan oleh agamanya," tegasnya. (*)

Babe Aldo Lantang Tolak Vaksin dan Tantang Kemenkes Melaporkannya, Husin Shihab: Bentar Lagi Ini Mah
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat melakukan demostrasi di depan gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Kamis 13 Januari. Aksi ini dipimpin oleh pegiat media sosial Babe Aldo.

Demonstrasi tersebut kemudian viral di media sosial Twitter. Pasalnya tuntutan pada aksi itu adalah menolak pemaksaan vaksin.

Dalam salah satu video yang beredar, Babe Aldo nampak berbicara dengan lantang menolak pemaksaan vaksinasi di aksi tersebut.

"Ini informasi penting buat rakyat Indonesia. Sebarkan ke semua medsos kalian. Kalian berhak menolak pemaksaan vaksin. Kenapa? Karena Kemenkes tidak berani berdiskusi dengan kami rakyat Indonesia," kata Babe Aldo.

Kemudian, dia pun menantang semua pihak, termasuk Kemenkes untuk melaporkan dirinya. Dengan tegas, dia mengatakan bahwa Kemenkes bermain bisnis vaksin.

"Dan saya menantang semua pihak, baik Kemenkes atau orang-orang yang menjadi endorsers vaksin, laporin gue! Kalau kalian nggak laporin gue, gue bakal bikin laporan buat diri gue sendiri. Bahwasannya Kemenkes bermain dengan bisnis rakyat Indonesia dengan vaksin," ujar dia.

Babe Aldo lebih lanjut menyatakan bahwa Kemenkes sedang menargetkan anak-anak untuk divaksin. Dia lantas meminta para orang tua untuk menjaga anak-anaknya.

"Tingkat kesembuhan anak Indonesia dari penyakit yang disebut COVID-19, 99 persen lebih. Dan itu tidak boleh ada pemaksaan vaksin. Itu yang kita kejar, ternyata mereka (Kemenkes) bersembunyi. Jadi mereka memang sedang menargetkan anak-anak kalian. Jaga anak-anak kalian," ucap Babe Aldo yang disambut dengan kalimat istigfar oleh ibu-ibu yang ada di depannya.

Babe Aldo kemudian mengajak para emak-emak untuk mengeluarkan anaknya dari sekolah, jika dipaksa vaksin.

"Kalau memang anak kalian diancam tidak boleh sekolah kalau tidak vaksin, berhenti sekolah! Cabut anak kalian dari sekolah! Anak kita bukan tanggung jawab mereka. Cabut anak kalian dari sekolah!" ujar Babe Aldo tegas.

"Anak-anak kita anak-anak sehat, bukan anak-anak yang dipaksa vaksin. Kita minta penjelasan kenapa anak-anak harus divaksin, mereka takut. Mereka takut adu data, mereka pengecut," imbuhnya.

"Dan buat guru-guru yang maksa anak-anak vaksin, mana dari kalian yang mau tanggung jawab?" katanya lagi.

Di penghujung video tersebut, Babe Aldo dengan tegas mengatakan bahwa Kemenkes adalah sarang mafia.

"Kesimpulannya, di dalam, Kemenkes adalah sarang mafia yang tidak berani ketemu dengan rakyat," pungkas Babe Aldo.

Video Babe Aldo protes menolak pemaksaan vaksin itu diunggah oleh salah satu pengguna Twitter dengan akun @Lady_Zeebo. Dia mengatakan, boleh saja seseorang menolak vaksin, tetapi jangan memprovokasi masyarakat untuk ikut juga menolak vaksin.

"Loh kok babe aldo dibiarkan begini. Anda boleh saja menolak vaksin, tapi klu memprovokasi masyarakat utk menolak vaksin itu 'Pembangkangan terhadap Konstitusi'. Si babe sudah teriak2 nantang, tapi kok ga ada tindakan dari kepolisian. Jerinx aja ditangkap, dan di penjara," tulis warganet itu.

Unggahan si netizen lantas dikomentari oleh Sekjen Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH), Habib Husin Alwi Shihab.

Husin Shihab hanya berkomentar pendek dengan mengatakan, "Bentar lagi ini mah."

Meskipun komentar Husin Shihab tersebut tidak jelas maksudnya,netizen di kolom balasan nampak memberikan dukungan. (djawanews)

#TangkapAbdulSomad Trending di Twiter, Netizent: Jangan Takut Sama Preman Berkedok Agama!!!
Jumat, Januari 14, 2022

On Jumat, Januari 14, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Tagar (#) tangkap Abdul Somad ramai jadi perbincangan publik khusunya para pengguna media sosial (Medose) Twitter.

Bahkan, #TangkapAbdulSomad ini menjadi populer di Indonesia atau menjadi trending topik pertama di meding pencarian Twitter.

Terndingnya #TangkapAbdulSomad sekaitan dengan isi ceramahnya yang dianggap masuk dalam kategori penistaan agama. 

Bukan hanya Abdul Somad, tagar tangkap Rocky Gerung dan Haikal Hasan ramai dibicarakan.

Ketiga tokoh tersebut ramah-ramah dibahas warga atau netizent twitter lantaran dianggap telah melakukan tindakan penistaan Agama lain.

“Jangan takut sama Preman berkedok agama !!! Mereka bisa bersembunyi dibalik agama tapi track record mereka selamanya akan kita kejar selama @DevHumas_Polri belum proses ketiga org ini #TangkapAbdulSomad, #TangkapRockyGerung, #TangkapHaikalHasan,” Cuit akun @Nirfi_55.

Bahkan @Nirfi_55 atau Nirmala Firdaus ini meminta, kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera memproses ketiga tokoh yang telah dianggap menista agama.

“Pak @ListyoSigitP yg sy hormat mohon keadilanya utk memproses laporan terhadap para ‘tokoh’ yg sudah menyebarkan hoax dan menista agama lain. Jangan melihat dia siapa mau dia pemuka agama kalo salah tetap salah!!! #TangkapAbdulSomad, #TangkapRockyGerung,#TangkapHaikalHasan,” tulisnya lagi.

Ada juga netizent di twitter yang menyamakan kasus ini dengan kasus menimpah mantan politis partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian.

“Bukti udah bertebaran dan meyakinkan, tapi kenapa Polri tidak bertindak seperti kpd Ferdinand, ayo sob bantu naikkan tagar aga Kepolisian punya Keberanian. #TangkapAbdulSomad, #TangkapRockyGerung, #TangkapHaikalHasan,” cuit akun @firzahusainInc.

Keras! Abubakar Assegaf Sebut Habib Kribo Makin Brutal, Netizen: Justru Kitalah Anak Bangsa yang Membutuhkan Habib Zein Kribo
Kamis, Januari 13, 2022

On Kamis, Januari 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pendakwah, Habib Abubakar Assegaf angkat suara melihat tingkah polah Habib Zen Assegaf atau Habib Kribo.

Menurutnya, makin lama didiamkan, Habib Kribo makin brutal, mulai bicara agama serampangan.

"Makin lama didiamkan  Zen Kribo ini makin brutal, mulai bicara Agama yg serampangan," ungkap kata Habib Abubakar Assegaf pada Kamis, 13 Januari 2022 melalui akun Twitter resminya, @abubakarsegaf, seperti dilihat BentengSumbar.com.

Pasalnya, Habib Abubakar Assegaf menilai pernyataan Habib Kribo rasis, terutama kepada bangsa Arab. Ironisnya, masih saja ada yang kasih panggung ke Habib Kribo.

"Pernyataan2  Rasis terutama kepada bangsa Arab, tapi masih ada yang sengaja kasih panggung," ungkapnya.

Habib Abubakar Assegaf menilai, Habib Kribo sudah bikin gaduh dan meresahkan banyak pihak. Untuk itu, ia meminta Polisi bertindak tegas.

"Orang ini sudah bikin gaduh & meresahkan banyak pihak. Harus segera ditindak tegas cc @DivHumas_Polri," tegasnya.

Komentar Sebagian Netizen


Netizen pun turut mengomentari cuitan Habib Abubakar Assegaf tersebut. Bahkan ada netizen yang mempertanyajan, kenapa Habib Abubakar Assegaf bungkam melihat tingkah polah Habib Rizieq dan Habib Bahar bin Smith.

"Ingatin bahar juga bib," kata akun @EffHariadi.

"Ayo dijawab @abubakarsegaf . Trus dulu Rijik mencaci maki apa anda juga marah?," ujar akun @Mi73Hel.

"Km bangsa Indonesia apa Arab? Krn dia org Indonesia dia membela keIndonesiaannya, hrsnya kl km merasa Indonesia gak ada yg slh sih dr pernyataannya yg biasa sj sbg warga Indo yg gedeg sm kelakuan org arab sini bw2 agama merasa sok istimewa krn didiamkan. Pulanglah kl tersinggung," ujar akun @yuyu_ndukayu.

"Ada yg rasis kepada nenek moyang bangsa Indonesia dg ngatain binantang, knp tdk sampeyan protes?," ungkap akun @panjianom102.

"Nggak ada dia rasis sama bangsa arab.tapi yg dia lawan adalah provokator  yg sok ngarab dan ngaku2 turunan nabi.," terang akun @mansurmhd7.

"Akhirnya DIBULLY ma pribumi 😂😂😂😂😂😂

Makanya jgn suka nyenggol tadz,  zen kribo, org keturunan arab,  tp dia cinta NKRI

Lahh anda??  hidup di indonesia,  nyari mkn diindonesia, giliran ada golongan anda menghina budaya dan harga diri bangsa indonesia ANDA DIAM," kata akun @Gladislagiwow.

"Terus Sufahmi yg jelas² melecehkan Pribumi, kenapa Anda diam dan mingkem ??
Disini kami bisa menilai ilmu anda tentang cara menghargai Pribumi se Uprit. Jelas kou," tegas akun @028Phs.

"Knpa bib?
Ente merem saat bangsa ini di hujan ras anda
Tapi ente masih berkoar seakan habib kribo melakukan yg seharusnya di lakukan
Jngn lah anda menjadi orang yg berat sebelah
Anda menyandang gelar habaib musti bijak jngn jadi orng munafik," kata akun @_irawannurinsan.

"Justru kitalah anak bangsa yg membutuhkan Habib Zein Kribo, utk mengcounter serangan dari orang2 yg suka mendiskreditkan rakyat Indonesia, kl tidak ada yg berani mengcounter, maka narasi kebencian akan semakin merajalela," kata akun @sularno_hasan. (by)

Unggah Foto Bersama Habib Kribo, Abu Janda: 100 Persen Habib Ori, Bukan Abal-abal Kayak Bahar
Kamis, Januari 13, 2022

On Kamis, Januari 13, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Nama Zein Assegaf atau akrab dipanggil Habib Kribo tengah ramai dibicarakan publik.

Selain getol mengkritik Bahar Smith saat kasus dugaan ujaran kebencian mencuat ke publik, beberapa pernyataan dari Habib Kribo di media sosial juga memancing polemik.

Baru-baru ini pegiat media sosial Permadi Aktivis mengunggah sebuah foto bersama Habib Krobo di laman Instagram resminya, @permadiaktivis.

Dalam foto tersebut terlihat Habib Kribo tengah merangkul Permadi Arya alias Abu Janda.

Caption yang ditulis oleh Abu Janda pun tak kalah tajam seperti kritik Habib Kribo ke Bahar.

"Namanya Zen Assegaff, panggilannya Habib Kribo.. 100% HABIB ORI, bukan KW ABAL ABAL kayak Bahar," tulis Abu Janda diliha VOI, Rabu, 12 Januari.

Menurut Abu Janda, sosok Habib Kribo sudah lama dinantikan publik karena sosok yang berani vokal. 

Keberadaan Habib Kribo sangat penting agar umat Islam tidak melulu tersesat dan percaya pada Bahar.

"Habib Kribo lagi ramai disambut hangat karena sudah lama masyarakat menantikan ada dari kalangan habaib yang berani bersuara. Memang sudah waktunya ada habib ORI berani bersuara..agar umat islam tidak terus disesatkan untuk percaya habib KW kayak Bahar itu benar, innalillahi maju terus bib @assegafzen rakyat waras ada dibelakangmu," tulis Abu Janda.

Untuk informasi, nama Habib Kribo sempat menduduki trending topic di Twitter menyusul pernyataanya soal Arab. 

Menurutnya, Arab tak memiliki kehormatan kalau tak ada Ka'bah. (Voi)

Ustaz Abdul Somad Diseret-seret Buntut Ferdinand Hutahaean Tersangka dan Terancam 10 Tahun Bui
Selasa, Januari 11, 2022

On Selasa, Januari 11, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Buntut penetapan tersangka dan penahanan terhadap pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean, nama pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad atau UAS mendadak dibicarakan warganet di media sosial.

Pihak-pihak pro Ferdinand menilai penetapan tersangka dan penahanan terhadap eks politisi Partai Demokrat itu seharusnya diberlakukan pada UAS.

Adapun pernyataan UAS yang disoal warganet adalah ungkapan terkait salib yang disampaikan dalam salah satu kajiannya beberapa waktu lalu.

"Kalau Ferdinand ditahan, Abdul Somad (UAS) juga harus ditahan. Hukum jangan tebang pilih pak @Polripresisi," kata akun @KakekHalal di Twitter Selasa, 11 Januari 2022.

"Banng @FerdinanHaean3 hanya berkata Allahmu lemah, Allahku kuat menjadi tersangka padahal tdk menyebut Agama apapun; abdul Somad, Mustofa N, Fahmi Alkatiri, yg jelas2 menyebut agama & Kelompok bebas merdeka. Polisi takutkah @ListyoSigitP," ujar akun @sjahtie.

Hingga berita ini dibuat, nama Abdul Somad mendadak menjadi trending topic di Twitter.

Seperti diketahui, buntut cuitan yang dianggap mengandung muatan SARA dan memantik kegaduhan publik, Ferdinand Hutahaean resmi ditetapkan tersangka pada Senin, 10 Januari 2022.

Tidak hanya tersangka, polisi juga langsung menahan Ferdinand usai menjalani pemeriksaan selama sebelas jam.

Namun demikian, polisi tak menggunakan pasal penistaan agama. Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Ahmad Ramadhan polisi saat ini menggunakan pasal ujaran kebencian bernuansa SARA.

"Sementara ini belum (pasal penodaan agama)," kata Ramadhan, Senin, 10 Januari 2022.

Tak main-main, dalam kasus tersebut Ferdinand terancam hukuman penjara hingga sepuluh tahun penjara.

"Ancamannya secara keseluruhan 10 tahun," katanya.

Ramadhan menuturkan pasal-pasal yang digunakan penyidik dalam kasus eks politisi Demokrat adalah Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU ITE. (Galamedia)

Sebut Jadi Cebong Tak Mudah, DS: Kadrun Bilang Dilindungi Istana, Tuh Dijeblosin Juga, Sekarang Mau Nuduh Apa Lagi?
Selasa, Januari 11, 2022

On Selasa, Januari 11, 2022

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial, DS alias Denny Siregar, belum lama ini menyampaikan opininya soal sesuatu terkait ‘cebong’.

Adapun hal itu ia sampaikan melalui media sosial Twitter pribadinya @Dennysiregar7 baru-baru ini.

Di sana, Denny tampak ingin meluruskan tudingan terkait ‘kaum cebong’ yang menurutnya kerap disalahkaprahkan orang-orang.

Padahal, untuk menjadi seorang ‘cebong’, menurut Denny Siregar, sebenarnya tidaklah mudah dan serta-merta mendapat keistimewaan.

Kata Denny, banyak pihak (yang disebutnya ‘kadrun’) beranggapan bahwasanya menjadi seorang ‘cebong’ itu aman, tetapi sebenarnya tidak demikian.

“Jadi cebong itu gak mudah, Nan. Harus digodok di kawah candradimuka,” cuit Denny Siregar, dikutip terkini.id via Twitter pada Selasa, 11 Januari 2022.

“Harusnya tetap bersahabat dgn kadrun kayak Gerung, pasti lu dibela.”

Lalu dalam cuitan selanjutnya, ia terkesan seolah menyoroti kasus Ferdinand Hutahaean yang kini resmi ditahan.

Seperti diketahui, Ferdinand kerap membela Pemerintah dan ‘memerangi’ mereka yang kontra terhadap Pemerintah.

“Kadrun bilang jadi cebong itu aman, dilindungi istana, dibawah ketiak penguasa,” ungkap Denny.

“Tuh dijeblosin juga. Trus sekarang mau nuduh apalagi ?? Serbet, ” tantangnya.

“Ini memang permainan kerasss.. Kepleset sedikit, lewatt,” tutur Denny dalam unggahan selanjutnya, yang seolah sebagai penutup topik ‘cebong’ yang dibahasnya.

Kendati memang tak menyebutkan secara spesifik bahwa cuitannya itu berhubungan dengan kasus Ferdinand Hutahaean, tetapi banyak netizen yang berspekulasi demikian.

Nah, bagaimana menurutmu? (terkini)

Diduga Perusak Sesajen Semeru Foto Bersama Teuku Wisnu, Abu Janda: Jelas Siapa Temannya, Jangan Salahkan Jenggot dan Gamis Dikaitkan dengan Intoleransi
Selasa, Januari 11, 2022

On Selasa, Januari 11, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda mengunggah foto pria yang diduga merupakan pelaku penendang sesajen di Gunung Semeru yang viral.

Di media sosial Instagramnya, Abu Janda mengunggah foto yang diduga pelaku penendang sesajen itu berfoto bersama dengan Teuku Wisnu.

"Identitasnya sudah didapat, ada kata pepatah: kita itu gimana teman kita," jelas Abu Janda pada Senin (10/1/2022).

Dia menyatakan sudah jelas siapa teman-teman penendang sesajen tersebut.

Abu Janda meminta agar jangan salahkan jika orang-orang seringkali mengaitkan jenggot dan gamis dengan intoleransi.

"Ya karena pelakunya rata rata penampilan nya begitu 🤔 FAKTA," pungkas Abu Janda.

Sebelumnya, video seorang memakai rompi hitam memaki sesajen yang tergeletak di kawasan Gunung Semeru.

Dalam video tersebut, ia menendang dan membuang sesajen. Hal itu lantas membuat Bupati Lumajang Thoriqul Haq kecewa.

Menurut dia, pria tersebut bukan mengurus tugasnya dan malah melanggar nilai-nilai yang ada di masyarakat lokal sekitar Gunung Semeru.

"Apa pun motifnya, tentu saya kecewa. Itu melanggar tata nilai yang kami hidup berdampingan bersama dengan seluruh agama, seluruh suku di Lumajang" ucap Cak Thoriq, sapaan akrabnya. (Era)

Soroti Aksi Pria Tendang Sesajen di Gunung Semeru, Ketua MUI: Apapun Alasannya Tidak Bisa Dibenarkan
Selasa, Januari 11, 2022

On Selasa, Januari 11, 2022

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua MUI Pusat, Cholil Nafis menyayangkan aksi seorang pria yang menendang sesajen di kawasan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

Menurut Cholil Nafis, kejadian tersebut tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun karena merendahkan keyakinan atau budaya orang lain.

Hal tersebut disampaikannya melalui akun media sosial Twitter miliknya @cholilnafis pada Senin, 10 Januari 2022.

"Soal sesajen itu bisa krn keyakinan bisa krn budaya. Tapi apapun alasannya tak dibenarkan merendahkan keyakinan atau budaya orang lain," kata Cholil Nafis dikutip Galamedia dari akun Twitter miliknya.

Ketua MUI Pusat itu pun menyesalkan perilaku menendang sesajen di kawasan Gunung Semeru atas nama apapun.

"Saya menyesalkan prilaku menendang sesajen di gunung itu atas nama apapun," katanya.

Cholil Nafis pun lalu memamparkan bahwa dakwah itu seharusnya mengajak dengan hikmah bukan menginjak dan merendahkan seperti apa yang sudah dilakukan pria tersebut.

"Sebab dakwah itu mengajak dg hikmah bukan menginjak dan merendahkan," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, viral di media sosial Twitter sebuah video seorang pria menendang sesajen di Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

Video itu pertama kali diunggah dan tersebar melalui akun media sosial Twitter @Setiawan3833 pada Sabtu, 8 Januari 2022 lalu.

Video itu pun lantas menjadi viral lantaran aksi pria tersebut dianggap tidak menghargai kepercayaan orang lain.

Dalam video tersebut, pria yang memakai penutup kepada dan rompi menghampiri sebuah sesajen yang terletak di atas tanah.

Sesajen tersebut berisikan buah-buahan dan nasi, lalu kemudian ditendang oleh pria tersebut sambil meneriakkan kalimat takbir, 'Allahu Akbar'.

Tak hanya itu, pria tersebut bahkan mengatakan bahwa sesajen tersebut yang menjadi pengundang murka dari Yang Maha Kuasa.

Sementara, lokasi kejadian aksi pria menendang sesajen itu terjadi di kawasan erupsi Gunung Semeru di daerah Lumajang, Jawa Timur. (Galamedia)