Headline

Opini

PADANG

Sports

Sports

ISSI Payakumbuh Kembali Naik Podium Di Hari Kedua XC Fun Race Gowes Siti Nurbaya Adventure (GSNA) 2021
Rabu, September 15, 2021

On Rabu, September 15, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Luar biasa pesepeda asal Kota Payakumbuh, setelah berhasil menjadi juara umum dalam hari pertama, kali ini Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Payakumbuh juga berhasil naik podium untuk setiap kelas pada hari kedua iven XC Fun Race Gowes Siti Nurbaya Adventure (GSNA) 2021 pada Minggu, 12 September 2021 di Lubuk Minturun, Padang. 

Tim ISSI Kota Randang Payakumbuh berhasil meraih podium di semua kelas, yaitu Master B Hendra Utama pada podium 3, Master A Zico Purnindo pada podium 2, dan Men Elite Qoris Mayu Setran pada podium 2.

Menurut Ketua ISSI Payakumbuh Yoserizal alias Teja kepada media, Selasa (14/9), menyampaikan pada hari kedua lomba, adalah jenis lomba King of Mountain (KOM), dimana start dimulai di sekitaran jembatan Siti Nurbaya Padang, lalu melalui jalan mendaki menuju pantai air manis, setelah itu menanjak lagi melalui jalan Koto Kaciak dan finish di Puncak Koto Kaciak.

Peserta Lomba juga dibagi berdasarkan beberapa kelas yaitu Men Elite (di bawah 29 tahun), Master A (30-38 tahun), Master B (39-49 tahun), dan Master C (di atas 50 tahun).

"Prestasi ini cukup membanggakan, pesepeda kita sudah tampak optimis di hari pertama, mereka telah mengharumkan nama Payakumbuh di tingkat provinsi bahkan provinsi tetangga. Tentu kita sangat bangga sekali dan mengapresiasi prestasi para pesepeda kita, selama dua hari lomba, naik podium terus," ungkapnya.

Laporan: Hermiko

Luke Shaw Ungkap Rahasia di Balik Performa Apiknya Bersama Man United
Selasa, September 14, 2021

On Selasa, September 14, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Bek kiri Manchester United, Luke Shaw, mengungkap rahasia di balik penampilan apiknya bersama skuat The Red Devils. Apakah itu?

Luke Shaw beberapa tahun yang lalu sempat menghadapi masa-masa sulit di Manchester United. 

Shaw tercatat sempat mengalami cedera parah yang membuatnya minim kontribusi di MU.

Meski demikian, dalam dua musim terakhir penampilan Shaw terus menunjukkan grafik yang menanjak.

Bukan hanya piawai dalam membantu pertahanan, Shaw juga dikenal sebagai bek sayap yang cukup rajin membantu serangan timnya. 

Karena hal itu pula Shaw selalu menjadi pilihan utama Ole Gunnar Solskjaer. Bahkan performa apiknya juga berlanjut bersama timnas Inggris.

Belakangan, Shaw mengungkap rahasia di balik performa apiknya bersama Man United. Shaw mengakui bahwa dirinya menjadikan pengalaman buruk di musim lalu sebagai pelajaran berharga yang membuatnya semakin dewasa.

Bukan hanya itu, Shaw juga mendapatkan bantuan dari rekan-rekannya terutama Harry Maguire.

"Bagi saya, konsistensi adalah kuncinya," ujar Shaw kepada UMM.

"Usia saya sekarang sudah semakin tua. Saya kini jauhlebih matang dan lebih berpengalaman, sehingga saya harus meningkatkan performa saya dan bermain lebih konsisten."

"Saya sering berbicara panjang lebar dengan Harry [Maguire]. Kami selalu punya obrolan berkualitas agar kami bisa menjaga performa kami di level tertinggi," pungkasnya.

Pada pertandingan selanjutnya, Man United dijadwalkan akan menjamu Newcastle United di Old Trafford, Sabtu (11/9) malam WIB. 

Pada pertandingan ini, Shaw kemungkinan besar akan kembali menjadi andalan di sisi kiri pertahanan United. (Liga Olahraga)

Hari Olahraga Nasional, Puan Maharani Minta Pemerintah Meningkatkan Perhatian Pada Dunia Olahraga
Rabu, September 08, 2021

On Rabu, September 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengucapkan Hari Olahraga Nasional untuk seluruh atlet-atlet Indonesia yang telah berjuang dan mengusahakan yang terbaik untuk mengharumkan nama bangsa. Puan mengambil momen Hari Olahraga Nasional untuk mengingatkan peran atlet dalam menanamkan semangat perjuangan bagi masyarakat Indonesia. 

"Selamat Hari Olahraga Nasional! Kita baru saja menyaksikan semangat dan energi positif yang terasa di benak seluruh masyarakat Indonesia ketika menyaksikan ajang Olimpiade dan Paralimpiade kemarin. Momen hari ini adalah waktunya kita ucapkan terima kasih atas perjuangan mereka," ujar Puan dalam keterangan tertulisnya pada Hari Olahraga Nasional pada 9 September 2021.

Puan memandang bahwa energi positif yang terbangun itu sepantasnya dihargai dengan meningkatkan perhatian pada atlet-atlet tim Merah Putih. Tak melupakan juga para mantan atlet Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa terlebih dahulu.

Puan menyatakan bahwa penghargaan pada para atlet sudah sepantasnya diberikan karena mereka telah menyumbangkan kehidupannya untuk Tanah Air. Mereka menghabiskan waktu berlatih setiap hari dan berdedikasi untuk mengasah kemampuan terbaiknya dan bertanding untuk bangsa.

"Seorang atlet menghabiskan waktunya untuk memastikan bahwa mereka dapat bertanding dan berjuang demi bisa membuat Indonesia Raya berkumandang di lapangan pertandingan. Kerja keras itu harus kita hargai dengan menunaikan tanggung jawab untuk menjamin masa depan mereka," kata Puan.

Puan menyatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah sepatutnya terus bertanggung jawab dan memperhatikan kesejahteraan para atlet. Harus ada upaya yang komprehensif untuk memastikan mereka terus terjamin hidupnya.

"Kehadiran pemerintah adalah mutlak untuk menjamin mereka diberikan yang terbaik seperti para atlet memberikan sumbangsih terbaik mereka," ujar Puan.

Puan turut pula meminta untuk pemerintah terus memberikan fasilitas olahraga terbaik bagi atlet dan masyarakat agar semangat untuk mengembangkan diri. Di saat yang sama juga memajukan dunia olahraga Indonesia.

Fasilitas terbaik adalah modal agar para atlet memiliki tempat untuk berlatih dengan kualitas yang terbaik. Peluang untuk calon-calon atlet pun terbuka semakin luas serta selebar-lebarnya.

"Jika punya sarana pelatihan yang memadai, tentunya para atlet akan semakin nyaman berlatih. Orang-orang yang berminat untuk menjadi atlet pun memiliki sarana untuk leluasa mengasah kemampuan mereka. Ini adalah tanggung jawab pemerintah," kata Puan.

Menurut Puan, pembinaan atlet ini merupakan sebuah keutamaan untuk memajukan dunia olahraga Indonesia. "Atlet adalah sebuah karier yang menjanjikan serta memiliki masa depan. Pemerintah harus membuktikan hal tersebut," ujar mantan Menko PMK itu.

Momen Hari Olahraga Nasional adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan pentingnya meningkatkan perhatian pada bidang ini. Terlebih, minat masyarakat pada olahraga juga semakin meningkat semenjak pandemi Covid-19 dimulai. Ada peluang masyarakat akan semakin berminat pada dunia olahraga Tanah Air.

“Kita buktikan bahwa atlet yang telah berdedikasi pada negara juga memiliki kehidupan yang terjamin. Pemerintah tingkatkan perhatian pada nasib mereka dan berikan kualitas terbaik untuk fasilitas olahraga yang dimiliki Indonesia,” ujar Puan.

Ke depannya, Puan berharap prestasi Indonesia di ajang olahraga lokal dan internasional semakin meningkat, sehingga semakin terpandang di dunia. Bagaimana pun, atlet-atlet merah putih telah membuktikan kualitas kemampuan mereka yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Terima kasih untuk para atlet yang telah mendedikasikan waktu dan perjuangan untuk mengharumkan bangsa. Selamat Hari Olahraga Nasional!” kata Puan.

Laporan: Mela

Sebelum Berangkat Ke Papua, Atlet Paralayang PON 2021 Asal Payakumbuh Bertemu Wali Kota Riza Falepi
Rabu, September 08, 2021

On Rabu, September 08, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Dua atlet paralayang kebanggaan Kota Payakumbuh yang mewakili Provinsi Sumatera Barat untuk mengikuti pekan olahraga nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua menemui Wali Kota Riza Falepi di ruang kerjanya di lantai III balai kota, Selasa, 7 September 2021.

Abdurrahman Hidayat (16) dan Febri Yulito (26) akan berangkat ke Papua pada 15 September 2021 mendatang. Mereka didampingi pelatihnya Dodo Kurdi bersama Pembina Gusti Putra dan Indra Nazwar, serta Ketua Harian Cabor Paralayang M Iqbal.

Menurut Dodo Kurdi yang juga mantan pembalap grass track atau motor trail Kota Payakumbuh yang melegenda itu, mereka sudah melakukan awal seleksi atlet paralayang selama lebih kurang tiga tahun melalui seleksi Pra PON. 

"Meski PON diundur setahun karena pandemi Covid-19, kami tetap mempersiapkan atlet, bahkan sebelum pra PON setiap hari berlatih di Taeh Bukik, Gunuang Bungsu," ungkapnya.

Dijelaskannya ada sekitar 20 orang atlet paralayang yang ikut seleksi Pra PON dari seluruh daerah di Sumatera Barat, hasilnya 6 orang berhasil lolos untuk ikut PON XX 2021 di Papua. 2 dari Payakumbuh, 3 dari Dharmasraya, dan 1 dari Pesisir Selatan.

"Ini merupakan pertama sekali Sumbar punya perwakilan dari daerah untuk cabor Paralayang dalam ikut PON, sementara ikut seleksi Pra PON sudah 3 kali, tapi tak pernah lolos. Sebelum ke Papua, kita juga melakukan latihan atau TC di Singkarak, Solok," ungkapnya.

Wali Kota Riza Falepi didampingi Kadisparpora Desmon Corina dan Kabid Pemuda Delni Putra mengungkapkan rasa bangga dan kagum atas pencapaian ini, menurutnya atlet-atlet ini sedang berjuang, tentu mereka harus disemangati.

"Selamat bertanding, semoga sukses, kalau bisa atlet kita tak hanya ikut PON saja, tetapi bisa ikut olimpiade, kita harus menjadi salahsatu kota yang memproduksi atlet dan membina mereka hingga bisa sukses," kata Riza Falepi.

Riza juga menyebut sudah menjadi tradisinya bagi Indonesia unggul di bulu tangkis, tapi tidak menutup kemungkinan peluang baru seperti unggul di paralayang, skateboard, dan panjat tebing, serta olahraga tradisional seperti panahan dan renang, 

"Kita harus bisa mempersiapkan orang-orang terlatih. Tidak ada yang tidak bisa asalkan pembinaannya serius dan ada komitmen," kata Riza Falepi sekaligus memberikan uang saku bagi dua atlet itu sebagai bentuk dukungan morilnya.

Sementara itu, Kadisparora Desmon Corina mengatakan ada 5 atlet asal Payakumbuh yang mewakili Provinsi Sumatera Barat dalam ajang olahraga bergengsi tingkat nasional itu, 1 orang di kempo Iqlimatul Aini, 2 orang di karate Fadila Rahmi dan Suci Kurnia Dewi.  Disamping 5 atlet Kota Payakumbuh, terdapat 2 pelatih yang ditunjuk sebagai pendamping, yaitu Saidina Irawan selaku pelatih Kempo dan Dodo Kurdi selaku pelatih Paralayang.

"Sebelumnya, tiga atlet beladiri telah dikunjungi juga oleh Wakil Wali Kota Erwin Yunaz di GOR Agus Salim Padang, kedatangan atlet paralayang hari ini mewakili rekan-rekannya untuk meminta restu dari Pemko Payakumbuh," pungkasnya. 

Laporan: Hermiko

Ketum PB Perbakin Tutup Kejuaraan Menembak di kawasan Danau Toba
Selasa, September 07, 2021

On Selasa, September 07, 2021

Ketum PB Perbakin Tutup Kejuaraan Menembak di kawasan Danau Toba
BENTENGSUMBAR.COM - Kabais TNI selaku Ketua PB Perbakin Letjen TNI Joni Supriyanto didampingi  Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin SIP MM menutup secara resmi kejuaraan menembak 1st Indonesia Internasional Tactical Long Range Shooting seri 3 Danau Toba Geopark Kaldera Toba Desa Sigapiton, Kabupaten Toba,Sumatera Utara, Sabtu, 4 September 2021.


Dalam sambutannya, Letjen Joni Supriyanto  berharap dari  Kejuaraan ini bisa menjadi sarana daya tarik bagi wisatawan asing dalam rangka mendukung Sport Tourism


“Ini merupakan kegiatan Kejuaraan Menembak  level Internasional, walaupun peserta dari luar negeri belum ada, ini kita publikasikan, semoga tahun depan  peserta dari luar ikut andil meramaikan kejuaran ini,” jelas Joni.


Sementara itu,  Pangdam I/BB  mengucapkan selamat kepada petembak yang berhasil keluar sebagai pemenang dalam Kejuaraan ini.


Kepada para petembak yang belum berhasil meraih prestasi , jadikanlah pengalaman ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan  dalam menghadapi seri - seri berikutnya, sebut Pangdam.


Dari Kegiatan seperti ini diharapkan bisa muncul bibit- bibit petembak muda yang hebat dan berbakat meski pada seri III ini belum dapat menunjukan prestasi.


"Selamat kepada para juara dan kepada seluruh petembak teruslah berlatih dan berprestasi Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan lindungan dan petunjuk-Nya," pungkas Pangdam.


Adapun "1st Indonesia Internasional Long Range Shooting Grand Prix 2021" Seri III yang dirangkum yakni

Untuk Grandprix Seri III Individual Class

Juara 1, Petembak Soemena (TSC),

Juara 2, dimenangkan Nasir (Marines SC)

Juara 3, dimenangkan petembak Winarto (Denma Korpaskhas)


Untuk Kategori Open/ Executive Class, petembak Yusup (TSC). Peserta termuda Maher Rahadi Syah (Sumut).


Untuk Grandprix Seri III, The best Team, petembak Soemena (TSC).


Kegiatan dilaksanakan dengan prosedur kesehatan yang ketat.


Laporan: Vajatu

Persepak Payakumbuh Semakin Mantap Ikuti Liga 3 Wilayah Sumbar
Selasa, September 07, 2021

On Selasa, September 07, 2021

Persepak Payakumbuh Semakin Mantap Ikuti Liga 3 Wilayah Sumbar
BENTENGSUMBAR.COM - Sebelum mengikuti liga 3 wilayah Sumatera Barat, tim sepak bola asal Kota Payakumbuh Persepak melaksanakan latihan bersama tim liga 3 Wahana FC Pekan Baru di lapangan Gasper parambahan, Minggu, 5 September 2021 sore.


Hasilnya, Persatuan Sepakbola Kota Payakumbuh (Persepak) di bawah bimbingan pelatih Zulka Hendra itu berhasil unggul 3-1 dalam laga yang dimulai kick off pukul 14.00, ini adalah uji coba ke 5 dengan Wahana FC, mereka bermain dengan semakin baik. 


Rencananya Persepak juga akan melakukan uji tanding atau latihan bersama dengan tim-tim kuat lainnya.


Sebelumnya tim sepakbola yang diketuai oleh Wali Kota Riza Falepi itu juga menggaet talenta muda insan sepak bola Kota Payakumbuh dan sekitarnya untuk mengikuti seleksi terbuka persepak kelahiran tahun 1999 s/d 2003.


Sekretaris Persepak Bambang Chibab kepada media, Senin, 6 September 2021, menerangkan saat ini pihaknya sedang mengoptimalkan formasi pemain agar nanti bisa bertanding prima melawan tim-tim hebat dari kota/kabupaten lain se Sumatera Barat.


Bambang juga mewakili pengurus mengucapkan terima kasih banyak terhadap Pemko Payakumbuh atas supportnya kepada kemajuan sepak bola di Kota Payakumbuh dan khususnya persepak sebagai club kebanggaan Kota Payakumbuh.


"Wali Kota Riza Falepi sangat suka olah raga, di Payakumbuh bakal ada lapangan sepak bola yang sedang dibangun di tepian sungai Batang Agam, kita tentu ingin Payakumbuh bisa menjadi tuan rumah iven sepakbola berskala nasional," kata Bambang diamini Endi Novera, Desrizon Idris, dan Rahmad Afdillah


Persepak akan mengikuti liga 3 wilayah Sumbar yang rencananya akan digelar diawal Oktober mendatang yang digelar oleh Asprov (PSSI Provinsi Sumatera Barat), ada puluhan tim sepak bola yang bakal bertanding. 


Laporan: Hermiko

Ketua DPR Apresiasi Emas Pertama pada Paralimpiade Tokyo dari Ganda Putri Badminton Leani dan Khalimatus
Minggu, September 05, 2021

On Minggu, September 05, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani memberikan apresiasi terbesarnya untuk ganda putri badminton Indonesia Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah atas kesuksesan mereka meraih medali emas di Paralimpiade Tokyo. Keduanya merebut emas setelah mengalahkan pasangan dari China, Cheng Hefang dan Ma Huihui pada pertandingan final.

"Selamat pada Leani dan Khalimatus! Sekali lagi cabang olahraga badminton melanjutkan tradisi emas untuk Indonesia. Ini adalah sebuah kebanggaan yang sangat besar untuk Indonesia," kata Puan dalam keterangan tertulisnya yang diterima BentengSumbar.com, Ahad, 5 September 2021.

Medali ini, lanjut Puan, melengkapi prestasi tim merah putri di ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Sejauh ini, Indonesia telah mendapatkan dua medali perak dan tiga medali perunggu.

Medali emas dari Leani dan Khalimatus merupakan emas pertama untuk Tanah Air. Sebelumnya, pada Olimpiade Tokyo 2020, cabor badminton, ganda putri Apriyani Rahayu dan Greysia Polii memberikan medali emas untuk Indonesia.

Meski pertandingan final adalah pertandingan keempat yang seluruhnya dilakukan pada Sabtu, 4 September 2021, Leani dan Khalimatus tetap menunjukan performa maksimalnya dan menjadi pemenang. Perjuangan mereka dilakukan tanpa mengenal lelah dan memberikan yang terbaik untuk bangsa.

Pertandingan final melawan Cheng dan Ma terbilang merupakan permainan dengan intensitas yang tinggi. Leani dan Khalimaatus bertanding sengit. Reli panjangan dilakukan oleh kedua pasangan itu.

Leani dan Khalimatus bermain cermat dan agresif sehingga sukses meraih poin unggul. Meski sempat kecolongan, mereka tetap bisa mengejar perlawanan tim negeri tirai bambu tersebut.

Kedua pasangan Indonesia itu memang dibanggakan sebagai ganda yang cerdas dalam membaca serangan lawan dan memainkan strategi mereka. Mereka menuntaskan pertandingan dengan smash kuat yang bertubi-tubi. Lawan pun akhirnya bertekuk lutut.

Puan memandang bahwa pertandingan Leani dan Khalimatus sungguh menegangkan. Gim final itu membuktikan, sekali lagi, bahwa ganda putri Indonesia memang tidak bisa dipandang sebelah mata dan punya kemampuan kelas dunia.

"Sebuah kebanggaan bahwa tim ganda putri menyumbangkan emas pertama. Membuktikan bahwa perempuan Indonesia memang kuat dan punya prestasi mendunia,” ujar mantan Menko PMK itu.

Puan merasa bangga dengan prestasi perempuan-perempuan Indonesia di ajang pertandingan dunia. Prestasi ini menjadi contoh terbaik untuk perempuan-perempuan lainnya di Tanah Air.

“Prestasi ini menjadi contoh bahwa seluruh perempuan dapat berprestasi. Dengan kemauan kuat, usaha, keyakinan, dan doa, perempuan dapat menjadi apa pun yang mereka inginkan dan meraih impian,” ujar Puan.

Puan pun turut menyampaikan bahwa prestasi Leani dan Khalimatus menyuntikan energi positif bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kegembiraan yang bisa dirasakan oleh seluruh bangsa.

“Sekali lagi selamat untuk Leani dan Khalimatus, Indonesia menanti kepulangan kalian dengan rasa bangga dan sukacita,” ujar Puan.

Laporan: Mela

David Jacobs Bawa Pulang Perunggu, Ketua DPR: Perjuangan David kebanggan Tanah Air!
Minggu, Agustus 29, 2021

On Minggu, Agustus 29, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengucapkan selamat kepada David Jacobs yang meraih medali ketiga untuk Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020. David menyumbangkan medali perunggu untuk cabang olahraga paratenis meja.

"Selamat untuk David Jacobs! Memantapkan perjuangan Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020 dengan perolehan perunggu. Perjuangan David adalah kebanggaan Tanah Air," kata Puan dalam rilis tertulisnya, Ahad, 29 Agustus 2021.

Pertandingan yang dijalani David pada kejuaraan Paralimpiade kali ini sangat ketat untuk menuju semifinal kelas 10 putra. Dia sempat tersandung di babak 4 besar usai kalah dari wakil Perancis, Mateo Boheas. Namun, dia tetap bisa dapat membawa pulang perunggu.

Atlet asal Ujung Pandang ini memang sudah terlihat memiliki bakat tenis meja sejak kecil. Kemampuannya dalam menservis bola sejak dulu terlihat matang.

David memang bukan pemain sembarangan. Dia sudah fokus berlatih sejak usia sepuluh tahun. Keseriusan David juga membuatnya mematangkan kemampuan tenis meja selama enam bulan bersekolah di Beijing.

David sudah mengikuti berbagai kejuaraan internasional. Dia bahkan menyumbangkan emas pertamanya pada ajang Southeast Asia Table Tennis Association (SEATTA) Games di Singapura pada 2001. David pun sering bertanding di skala nasional.

Tidak hanya sebagai atlet, David juga sempat berkarier sebagai pelatih dan menjadi pegawai tetap Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta pada 2008. Kemudian, dia bergabung di National Paralympic Committee (NPC) pada 2010.

"Pertandingan kali ini terlihat David bertanding dengan sangat maksimal. Staminanya terkuras, namun tetap mempertahankan performa yang baik," ujar Puan.

Puan sangat bangga dengan perolehan tiga medali untuk indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020 ini. Menurut Puan, meski pertandingan baru berjalan, tetapi perwakilan Indonesia sudah bisa mendulang prestasi sangat besar.

Sebelum David, Ni Nengah Widiasih membawa pulang medali pertama untuk Indonesia dari cabang olahraga powerlifting. Widi, sapaan akrabnya, membawa pulang medali perak setelah berhasil duduk di peringkat kedua kelas 41 kg putri dengan angkatan terbaik 98 kg.

Setelah Widi, ada Sapto Yogo Purnomo yang merebut medali perunggu. Dia mencatatkan waktu 11,31 detik di kelas 100 meter T37 putra.

Perolehan medali David dan Sapto tidak berselang lama. Menurut Puan, ini adalah kabar baik beruntung yang meniupkan energi positif untuk bangsa Indonesia.

"Semoga semangat atlet-atlet kita beriringan dengan semangat masyarakat Indonesia untuk terus bangkit kembali. Berjuang di masa pandemi," ujar perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR ini.

Selanjutnya, Indonesia masih akan terus berjuang di beberapa cabang olahraga hingga 5 September 2021. Di antara pertandingan itu adalah atletik, renang, menembak, bulu tangkis, dan tenis meja.

Puan berharap atlet yang belum bertanding terus semangat dan melihat perolehan medali hingga hari ini sebagai sebuah pertanda baik. Kesempatan untuk berprestasi masih ada dan terus bergulir untuk mereka yang sedang berjuang.

“Saya akan terus mendoakan dari Tanah Air untuk keberhasilan Tim Merah Putih. Semoga doa ini dan seluruh bangsa Indonesia menjadi penjaga dan pemacu semangat untuk semuanya yang sedang berjuang,” ujar mantan Menko PMK tersebut.

Puan juga mengingatkan agar atlet-atlet Indonesia terus menjaga kesehatan dan mematuhi aturan protokol kesehatan. Kesehatan sebelum dan sesudah bertanding sangat penting agar semuanya dapat pulang kembali ke Indonesia dengan selamat.

Puan turut pula meminta penjagaan untuk para atlet dan tim ofisial merah putih Indonesia diperketat. Pasalnya, ada kejadian atlet yang mengalami kecelakaan ditabrak oleh bus autopilot di Paralympic Village.

Puan menganjurkan untuk tim jangan sampai lalai dalam penjagaan ini. Keselamatan dan kesehatan ialah hal yang nomor satu dalam perjuangan anak bangsa.

"Selama di Paralympic Tokyo, patuhi aturan dan berhati-hati dalam setiap aktivitas. Jangan sampai ada yang lalai sehingga menyebabkan kejadian tidak diinginkan," ujar Puan.

Tak lupa Puan menyampaikan jangan sampai pertandingan ini menjadi beban bagi para atlet agar terus bisa bertanding maksimal. Performa terbaik didapatkan bilang memang pemain tidak menjadikan permainannya sebagai sebuah tekanan.

“Mari terus semangat, berikan performa terbaik untuk mengibarkan bendera Merah Putih di lapangan,” ujar Puan.

Laporan: Mela

Habis-Habisan, Atlet Putri Ini Siap Bertarung Raih Medali di PON XX Papua 2021
Sabtu, Agustus 28, 2021

On Sabtu, Agustus 28, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 sudah di pelupuk mata. Para atlet putri pun tengah mempersiapkan diri agar tampil maksimal. Mereka akan berjuang habis-habisan dan berharap bisa membawa pulang medali. 

Pada pekan olahraga yang dijadwalkan berlangsung mulai 2 sampai 15 Oktober 2021 tersebut, atlet panjat tebing, Aries Susanti Rahayu memiliki target raihan medali emas untuk Provinsi Jawa Tengah.

Pemegang rekor speed climbing dunia dengan waktu 6,955 detik ini pun menyatakan akan berusaha tampil semaksimal mungkin di PON XX Papua. Dia berujar setiap atlet pasti menginginkan medali emas.

Menurutnya, untuk meraih prestasi di ajang nasional maupun internasional dibutuhkan semangat yang kuat. Secara pribadi, di setiap kompetisi dia selalu berkata pada dirinya sendiri untuk menampilkan yang terbaik buat Indonesia.

Terlebih lagi, dia telah berlatih keras dan banyak dorongan dari luar, terutama dari pelatih juga teman-teman. Oleh karena itu, perempuan kelahiran 21 Maret 1995 ini akan semaksimal mungkin berjuang untuk membanggakan Provinsi Jawa Tengah di PON XX Papua.

Tak hanya cabor panjat tebing, PON XX menjadi ajang yang ditunggu-tunggu oleh pedayung Indonesia Mutiara Rahma Putri. Sepulangnya dari Olimpiade Tokyo 2020, Mutiara langsung memfokuskan diri ke PON XX Papua 2021.

Pada perhelatan PON nanti, dia akan turun pada dua nomor dayung untuk membela tim dayung Provinsi Jambi. Saat ini, tim dayung Jambi tengah berlatih di kawasan Pangalengan, Jawa Barat.

Persaingan antar daerah memang akan ketat. Bahkan Provinsi Aceh mengincar raihan 14 medali emas pada perhelatan PON XX Papua 2021. Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Kamaruddin Abubakar mengatakan pihaknya punya target masuk peringkat 15 besar perolehan medali.

Untuk mencapai target itu, para atlet Aceh sudah melakukan pemusatan latihan sejak 2019. Dari total 25 cabang olahraga, Aceh mengandalkan 12 cabang sebagai tambang medali emas yakni angkat besi, atletik, tarung drajat, panahan, dan kempo. 

Aceh nantinya akan diwakili atlet Nurul Akmal pada cabang angkat besi. Di final angkat besi Olimpiade Tokyo 2020, perempuan kelahiran 12 Februari 1993 ini berlaga di kelas 87 kilogram.

Meski demikian, Nurul Akmal harus bersaing ketat dengan atlet lainnya. Pasalnya, atlet angkat besi putri, Windy Cantika Aisyah telah mengusung target tinggi pada gelaran PON XX Papua 2021, yakni membawa pulang medali emas.

Target tingginya tersebut tak terlepas dari hasil Olimpiade Tokyo 2020. Saat itu, Windy meraih medali perunggu di kelas 49 kilogram. Dia mengaku siap tampil habis-habisan pada even nasional empat tahunan itu. Pasalnya, Papua 2021 menjadi gelaran perdana dirinya tampil di PON.

Sementara itu di cabor panahan, Aidha Ayu Lestari merupakan atlet panahan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang turun di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Oktober mendatang.

Perempuan akrab dipanggil Ayu ini turun di kelas compound. Sebelumnya, dia pernah meraih medali emas dan perak di International Archery Open pada Juni 2021

Terlebih lagi, ayahnya juga merupakan atlet nasional panahan. Ketika masih menjadi atlet, sang ayah memiliki skor tertinggi yakni 350 pada tahun 1993. Skor tersebut bertahan lama dan baru terpecahkan di PON Kalimantan Timur tahun 2008. 

Prestasi sang ayah pun menjadi motivasi Ayu untuk bertanding habis-habisa di laga PON. Dia ingin mengikuti jejak ayah sebagai pemegang rekor skor tertinggi dengan nilai 350 dan bertahan lama.

Beralih ke Sukabumi, Jawa Barat. Kota Sukabumi memiliki atlet muda cabang Kempo bernama Rizkita Fitri Yudansha. Perempuan berusia 22 tahun ini akan menjadi wakil Jabar dalam kejuaraan PON Papua 2021. 

Pada tingkat daerah, yaitu Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Jabar 2018, ia berhasil mendapatkan 2 medali emas di nomor embu berpasangan putri kyukenshi dan di nomor randori putri kelas 55 kilogram kategori fight.

Dia telah banyak menorehkan prestasi kejuaraan lain berkat kerja kerasnya, tetapi ia juga pernah mengalami kegagalan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. 

Kendati demikian, kegagalan tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Kini, ia menjadi atlet asal Sukabumi yang mewakili Jabar untuk pertandingan PON XX di Papua 2021 dan tengah mempersiapkan diri dengan maksimal.

Pada perhelatan yang digelar 2 sampai 15 Oktober 2021 ini menjadi peluang bagi atlet-atlet muda untuk meraih prestasi. Terlebih lagi, sekarang banyak atlet muda cabang olahraga akan mampu menorehkan prestasi membanggakan di kompetisi internasional. (Ria M – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Perjuangan Atlet Perempuan di Paralimpiade Tokyo 2020, Medali Pertama Indonesia dari Cabor Angkat Besi Putri
Sabtu, Agustus 28, 2021

On Sabtu, Agustus 28, 2021

Perjuangan Atlet Perempuan di Paralimpiade Tokyo 2020, Medali Pertama Indonesia dari Cabor Angkat Besi Putri
BENTENGSUMBAR.COM - Paralimpiade Tokyo 2020 sudah dimulai. Para atlet perempuan pun tak kalah ingin unjuk gigi dalam kompetisi level dunia ini. Bahkan, medali pertama untuk Indonesia disumbangkan oleh atlet perempuan dari cabang olahraga angkat besi, Ni Nengah Widiasih.


Perempuan asal Bali ini berhasil meraih posisi dua dan memberikan medali pertama bagi Indonesia. Ni Nengah Widiasih meraih medali perak untuk cabang olahraga angkat berat putri 41 kilogram.


Atlet berusia 28 tahun tersebut mendapatkan peringkat kedua setelah bersaing dengan sembilan atlet angkat besi perempuan lainnya dari berbagai negara di dunia. Ni Nengah Widiasih pun menyabet peringkat kedua dengan angkatan seberat 98 kilogram.


Dia berhasil mengalahkan Clara Sarahy Fuentes Monasterio, atlet angkat berat dari Venezuela dengan torehan 97 kilogram. Sedangkan di peringkat pertama, atlet angkat berat Guo LingLing dari China meraih emas dengan angkatan seberat 107 kilogram.


Sementara itu, di cabang olahraga renang, Syuci Indriani mengawali perjuangan wakil Indonesia di Paralimpiade Tokyo dengan start di lane kedua dan menyentuh garis finis dengan catatan waktu 1 menit 12,13 detik di babak penyisihan nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri S14.


Meskipun langkah Syuci terhenti dan gagal masuk ke babak final, dia telah memperlihatkan perjuangan luar biasa. Saat awal lomba, Syuci sempat tertinggal. Pada 50 meter pertama, dia berada di urutan ketujuh dengan 33,20 detik. 


Mendekati finis, ia mampu memperbaiki posisi menjadi keenam. Namun, hanya delapan perenang dengan catatan waktu terbaik dari heat 1 dan 2 yang berhak mendapat tiket babak selanjutnya.


Perjuangan Syuci pun belum usai. Dia dijadwalkan turun di dua nomor lagi masing-masing nomor 100 meter gaya dada putri SB14 pada 29 Agustus dan 200 meter gaya ganti putri SM14 pada 31 Agustus 2021.


Syuci masih berpeluang besar menyumbang medali untuk Indonesia. Pasalnya, dia telah membuktikan diri dengan memberikan dua emas, satu perak, satu perunggu dalam Asian Para Games 2018.


Apalagi, ini bukan kali pertamanya mengikuti Paralimpiade, berkompetisi dengan atlet-atlet level dunia. Pada 2016, Syuci yang ketika itu masih berusia 16 tahun, sudah mewakili Indonesia di Rio de Janeiro, Brazil.


Tak hanya cabor renang, olahraga bulutangkis juga menjadi pertandingan yang ditunggu-tunggu. Badminton untuk pertama kalinya masuk dan dipertandingkan di ajang Paralimpiade. 


Terlebih lagi, sejumlah atlet Indonesia menempati daftar unggulan dalam badminton Paralimpiade 2020. Hal ini membuat badminton bisa jadi cabang yang berpotensi menyumbangkan medali untuk Indonesia.


Badminton Paralimpiade 2020 akan menggelar total 14 nomor pertandingan. Dari total 14 nomor pertandingan, atlet Indonesia banyak menempati daftar unggulan, termasuk para atlet perempuan.


Posisi unggulan pertama ditempati duet Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah dalam nomor ganda putri SL3-SU5. Leani Ratri Oktila yang meraih dua medali emas Asian Para Games 2018 juga menempati posisi unggulan pertama dalam daftar unggulan tunggal putri SL4.


Jumlah atlet perempuan meningkat


Yang menarik, menurut laman Paralympic.org, Paralimpiade Tokyo 2020 menjadi Paralimpiade paling seimbang antara jumlah atlet perempuan dan laki-laki. Jumlah atlet perempuan pun meningkat di pagelaran tahun ini.


Total atlet yang berlaga di Paralimpiade Tokyo 2020 adalah 4.403 atlet dengan 2.550 laki-laki dan 1.853 perempuan atau sekitar 40% nya perempuan. Jumlah atlet perempuan ini mengalahkan rekor sebelumnya, yakni 1.671 atlet putri di Paralimpiade Rio 2016, dengan peningkatan 10,9%.


Menurut Andrew Parsons, Presiden Komite Paralimpiade Internasional (IPC), hal tersebut adalah berita yang benar-benar fantastis bahwa lebih banyak perempuan daripada sebelumnya akan bersaing di Paralimpiade Tokyo 2020.


Dia juga memuji NPC dan Federasi Internasional yang telah memastikan pertumbuhan jumlah yang berkelanjutan tersebut.


Tak hanya itu, Paralimpiade Tokyo 2020 juga mencetak rekor atlet terbanyak selama penyelenggaraan Paralimpiade. Paralimpiade Rio 2016 sebelumnya diikuti 4.328 atlet.


Parsons menyebutkan pemecahan rekor jumlah atlet juga merupakan bukti kerja luar biasa dari semua NPC dan Federasi Internasional dalam melampaui panggilan tugas selama waktu pengujian. (Melati A – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Ketua DPR Puan Maharani Ucapkan Selamat Atas Peraihan Perak Ni Nengah Widiasih
Kamis, Agustus 26, 2021

On Kamis, Agustus 26, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani memberikan apresiasi besarnya kepada Ni Nengah Widiasih yang sukses meraih medali perak pada Paralimpiade Tokyo 2020. Puan merasa sangat bangga karena lagi-lagi perempuan bangsa yang menjadi penyumbang medali pertama Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

"Selamat kepada Ni Nengah Widiasih. Perjuanganmu sangat membanggakan dan mengharukan. Sekali lagi medali pertama diberikan oleh perempuan yang membuktikan bahwa perempuan Indonesia luar biasa!" kata Puan pada keterangan rilisnya.

Ni Nengah Widiasih memberikan medali perak dari cabang olahraga angkat berat dalam pertandingan yang digelar hari ini, Kamis 26 Agustus 2021. Medali perak berhasil dibawa pulang setelah dia meraih posisi kedua pada kelas 41 kg putri dengan angkatan terbaik 98 kg.

Sepak terjang Ni Nengah Widiasih memang sudah tidak diragukan lagi. Sedari kecil, dia tumbuh sebagai anak yang memiliki semangat tinggi dan memiliki keinginan kuat untuk bekerja keras.

“Saya melihat bahwa memang Widi memiliki tekad yang kuat dan semangat besar untuk berjuang. Sangat menginspirasi. Tidak heran pertandingan kali ini, dia keluar sebagai pemenang,” kata Puan.

Capaian Ni Nengah Widiasih di luar target dari tim, yaitu medali perunggu. Dia berhasil mengalahkan lifter asal Venezuela, Clara Sarahy Fuentes Monasterio dengan angkatan terbaiknya 97 kg.

Prestasi Ni Nengah Widiasih memang luar biasa. Setelah sebelumnya dia berhasil merebut medali perunggu pada Paralimpiade sebelumnya di Rio de Janeiro, tahun 2016. Atlet muda itu juga sudah menduduki ranking dua dunia saat ini.

Sebelum penampilannya di Rio, Ni Nengah Widiasih juga sudah sering mengumandangkan Indonesia Raya di kancah internasional. Pertandingan debutnya di London, Inggris, pada 2021, dinilai juga cukup baik. dia memperoleh posisi kelima dengan angkatan 78 kg di kelas 40kg putri.

Pada beberapa pertandingan ASEAN Para Games, Ni Nengah Widiasih juga menunjukan kemampuan kelas dunianya. Dia mengantongi dua medali emas, tepatnya pada pertandingan di Singapura tahun 2015 dan pertandingan Malaysia tahun 2017.

Ni Nengah Widiasih juga mengantongi medali pada ASEAN Games 2015. Dua tahun kemudian, Ni Nengah Widiasih meraih emas pada ASEAN Games Kuala Lumpur 2017.

Ni Nengah Widiasih juga melakukan aksi gemilang di ajang Asian Para Games. Dia membawa pulang perak di Incheon, Korea Selatan 2014 dan medali yang sama ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018.

Ni Nengah Widiasih sukses pula di ajang single event. Dia meraih sejumlah medali, seperti pada ajang European Championship 2018 di Prancis dan Piala Dunia Powerlifting di Hungaria pada 2019.

“Medali pada Paralimpiade Tokyo 2020 ini memantapkan prestasi Widi. Ini adalah pertanda baik juga bagi para atlet yang tengah bertanding di ajang ini,” kata Puan.

Menurut Puan, seperti pada ajang Olimpiade Tokyo 2020, kemenangan atlet-atlet Indonesia membuktikan bahwa memang kemampuan tim Merah Putih sudah kelas dunia. Seluruhnya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Terlebih, mereka tetap dapat semangat berprestasi di era pandemi yang penuh keterbatasan. “Kemenangan ini membuktikan bahwa sesulit apa pun medan kehidupan, selalu ada peluang untuk menang. Kita harus bermodal kemauan dan semangat yang tinggi,” ujar mantan Menko PMK itu.

Puan berharap medali perak dari Ni Nengah Widiasih bisa menjadi pembuka pintu bagi medali-medali lainnya untuk dibawa pulang ke Indonesia. Puan juga mendoakan untuk seluruh pertandingan berjalan lancar.

“Terpenting adalah jaga kesehatan dan tunjukan performa terbaik. Doa masyarakat Indonesia menyertai kalian!” ujar perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI tersebut.

Laporan: Mela

Budi Syahrial: DPRD Kota Padang Bakal Panggil Pentolan KONI
Selasa, Agustus 24, 2021

On Selasa, Agustus 24, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang bakal membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan terhadap penggunaan dan KONI Kota Padang 2019-2020 terkait tidak adanya laporan pertanggungjawab Kejuaraan Gulat Internasional, yang menghabiskan APBD Kota Padang Rp500 juta.

"Kabar santer terdengar dana KONI Kota Padang Tahun 2019-2020 untuk kejuaraan Gulat bertaraf internasional dicairkan 500 juta tapi kenapa kok tidak ada laporan kejuaraannya ya? Ada apa?" tulis Anggota Komisi I DPRD Kota Padang Budi Syahrial dalam status facebooknya, Selasa, 24 Agustus 2021.

Diungkapkannya, sekiranya kejuaraan tersebut gagal dilaksanakan karena alasan Covid-19, tapi kenapan dana APBD yang dialokasikan untuk kejuaran itu habis begitu saja.

"Kalau kejuaraan itu tidak jadi digelar tentu ada Silpa dana pada KONI Kota Padang, tidak bisa habis begitu saja. Karena tidak ada pengeluaran dana untuk honor wasit juri dan biaya sewa lapangan dan lainnya," tulisnya lagi.

Untuk merespon tentang pengunaan dana ini, Budi Syahrial mempersilahkan para wartawan yang ikut menanggapi statusnya untuk mengkonfirmasi kepada Kadispora Kota Padang.

"Kami DPRD Kota Padang akan meminta Komisi 4 dan Komisi 1 DPRD Kota Padang untuk rapat lintas komisi dan menghadirkan inspektorat soal pengunaan dana tersebut," jelasnya.

Namun adanya saran Budi Syahrial, para penanggap statusnya meminta DPRD Padang memanggil pentolan KONI Kota Padang secepatnya.

Laporan: Agusmardi

PON Sebentar Lagi, Puan Maharani: Mari Kita Sambut dengan Gembira dan Persiapan Matang
Selasa, Agustus 24, 2021

On Selasa, Agustus 24, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mendukung proses persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Menurut data yang diterima Puan, dari keseluruhan kebutuhan tempat untuk 12 cabang olahraga yang akan diadakan hampir seluruhnya sudah selesai.

"Mari kita sambut PON XX dengan suka cita dan gembira. Kita dukung terus dan proses persiapan semua venue untuk memastikan seluruh pembangunan berjalan dengan lancar dan pesta olahraga ini bisa terselenggara sebaik-baiknya," kata Puan.

Sebagaimana direncanakan PON XX Papua akan dilakukan pada 1-15 Oktober 2021 dengan 37 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Tempat penyelenggaraan rencananya akan tersebar di empat daerah, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Puan meminta untuk pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua untuk bersinergi untuk terus berkoordinasi akan kesiapan venue dan keamanan wilayah. Selain itu, juga protokol kesehatan harus ditingkatkan.

"Paling penting adalah mempersiapkan aturan protokol kesehatan selama acara berlangsung yang sekaligus tidak mengurangi kenyamanan atlet dan ofisial, serta seluruh penyelenggara," kata Puan.

Pihak panitia juga telah membagikan technical handbook atau buku pedoman pertandingan (THB) sejak April lalu. THB itu dapat membuat penyelenggaraan PON lebih mudah dicapai, karena waktu persiapan juga cukup panjang.

Puan juga meminta persiapan sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk ajang olahraga ini sangat matang. Hal ini sangat penting dalam menopang terselenggaranya acara.

Sebelum PON dimulai, Puan juga meminta untuk Pemprov segera menggenjot pemerataan program vaksinasi di seluruh daerah Papua. Pasalnya, wilayah diselenggarakannya PON akan kedatangan banyak warga dari berbagai daerah. Sehingga, kesehatan masyarakat Papua harus benar-benar dijaga.

Per 24 Agustus 2021, terdapat kenaikan kasus aktif sebesar 0,04 persen dan penurunan kesembuhan 0,06 persen di Papua. Namun, Papua sudah kehilangan enam dokter karena terpapar Covid-19. Dikhawatirkan lonjakan kasus corona akan menyulitkan tenaga kesehatan (faskes).

“Maksimalkan program vaksinasi di Papua. Kalau bisa, mayoritas masyarakat sudah selesai divaksin pada saat PON dimulai. Jangan sampai tumpang tindih dalam penyelenggaraan acara. Keramaian yang akan berlangsung di Papua nanti juga punya risiko penularan,” kata Puan.

Puan meminta semua pihak untuk bekerja sama dan memaksimalkan penurunan kasus positif Covid-19 di Papua. Jangan sampai acara PON dimulai ketika kasus sedang tinggi-tingginya, dan malah membahayakan berbagai pihak.

Puan memandang bahwa penyelenggaraan PON juga harus dibantu dengan peningkatan kualitas faskes. “Kita sudah mengirim kendaraan, kirim juga bantuan dalam bentuk fasilitas kesehatan. Siapkan dokter khusus. Kesiapan obat-obatan hingga persediaan oksigen. Semua kebutuhan penangan Covid-19 harus sudah siap,” kata Puan.

Menurut Puan, penyelenggaraan harus dilakukan sedetail mungkin. Perencanaan antisipasi segala kemungkinan harus dilakukan. Pasalnya, PON ini adalah acara besar pertama yang diselenggarakan Indonesia selama Pandemi Covid-19.

"Kita sudah berani dan yakin untuk menyelenggarakan acara olahraga terbesar nasional ini. Maka, kita sudah harus tahu risikonya. pemerintah pusat harus terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar memiliki perencanaan yang sejalan," ujar Puan.

Puan melanjutkan, harus ada aturan pasti tentang protokol kesehatan untuk masyarakat sekaligus atlet, ofisial, dan panitia acara. "Kita baru saja mengikuti Olimpiade Tokyo 2020, pelajari bagaimana penerapan protokol di sana dan bisa kita adaptasi dengan menyesuaikan situasi dan kondisi wilayah," kata Puan.

“Jangan sampai perhelatan yang kita inginkan menjadi kebahagiaan malah membawa keterpurukan. Makanya wajib benar-benar ketat dalam pelaksanaan aturan ini,” kata Puan.

Puan juga menyinggung soal kesuksesan Asian Games 2018. Menurutnya, PON juga bisa mempelajari skema penyelenggaraan Asian Games yang mendulang banyak pujian dari seluruh penjuru dunia itu. Meski penyelenggaraannya tidak pada dalam masa pandemi, ketelitian dalam penyelenggaraannya bisa dicontoh.

“Kita ambil pelajaran dari berbagai penyelenggaraan olahraga. Pastikan PON nanti benar-benar aman. Kita ingin penyelenggaraannya benar-benar memberikan arti, membawa kebahagiaan dan kebanggaan untuk rakyat. Jangan sampai salah langkah,” kata Puan.

Laporan: Mela

Icuk Sugiarto Ikut Berperan Dalam Karier Apriyani Rahayu
Rabu, Agustus 11, 2021

On Rabu, Agustus 11, 2021

Icuk Sugiarto Ikut Berperan Dalam Karier Apriyani Rahayu
BENTENGSUMBAR.COM - Hari-hari indah masih menjadi milik pebulutangkis Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Mengapa demikian?  Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia/Apriyani berhasil mempersembahkan medali emas di Olimpiade Tokyo setelah mengalahkan wakil Tiongkok, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.


 Banyak pihak masih bertanya-tanya siapakah sosok Apriyani Rahayu pasangan Greysia Polii tersebut. Apriyani sendiri merupakan atlet kelahiran Konawe, Sulawesi Tenggara, 29 April 1998 lalu. Berjuang jadi atlet bukan hal yang mudah bagi Apriyani apalagi ia berasal dari keluarga kurang mampu dan pelosok daerah.


Namun ternyata kesuksesan yang diraih Apriyani hingga kini ternyata tidak lepas dari peran salah satu legenda bulutangkis Indonesia era 1980-an Icuk Sugiarto.


Di bawah ini hasil perbincangan antara wartawan Forum News Netwok (FNN) TV, Fahmi Ari Nova, dengan legenda bulutangkis Indonesia era 1980-an Icuk Sugiarto.


Mengadu Nasib


Adalah Apri mencoba mengadu nasib untuk mengasah potensinya dari pebulutangkis amatir menjadi profesional. Dia pun bertolak ke Jakarta, ditemani dengan seseorang bernama Yuslan Kisra yang saat itu berstatus sebagai wartawan olahraga dan kini menjadi ASN di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora). Pada 2013, Yuslan yang menitipkan Apri kepada Icuk.


"Ya kalau bukan karena Bang Yuslan, tidak ada Apriyani saat ini. Makanya alhamdulillah, karena orang yang berjasa ya bang Yuslan," ucap Icuk, Selasa, 10 Agustus 2021.


Setelah itu, penempaan dimulai. Icuk tak segan untuk memberikan beragam porsi latihan terhadap Apriyani. Fisik, teknik maupun mental acap diberikan sang legenda guna mendongkrak potensi besar dari dalam diri Apriyani.


"Saya senang dari awal, apalagi dia sendiri dari keluarga kurang mampu. Makanya setiap berlatih selalu saya tekankan dengan didikan yang agak keras. Dan kebetulan dia tinggal di rumah saya, jadi gampang untuk diawasi," ucapnya.


Icuk menilai mental Apri bagus dari kecil karena tidak pernah grogi, tak pernah takut. Ditambah saat Icuk membina anak-anak, Apri termasuk tipikal jauh lebih serius dari lainnya. Hal itulah yang membuatnya salut dengan Apri.


Empat tahun dilalui, Apriyani dan Icuk pun berpisah. Namun, sang legenda tidak melepasnya begitu saja. Dia menitipkan Apriyani ke sebuah klub ternama agar potensi besarnya bisa terus terasah dengan baik.


"Dia bersama saya di Pelita Bakrie sampai 2017-an, baru saya lepas dan saya serahkan ke klub PB Jaya Raya agar kariernya tetap terjaga dan berkembang," jelasnya.


Alhasil, tempaan khusus yang diberikan Icuk berbuah manis tahun ini. Kendati demikian, ayah dari Tommy Sugiarto itu meminta kepada Apriyani agar tak jemawa meski telah meniti sukses menggenggam emas Olimpiade 2020.


Pesan tersebut acap dilontarkannya sejak pertama kali mendidik Apriyani. Apalagi perjalanan sang atlet di dunia perbulutangkisan masih cukup panjang, menyusul usianya yang masih muda, yakni 23 tahun.


"Saya mengimbau untuk mempertahankan prestasi yang sudah diraih. Jangan berubah. Harus lebih rendah hati supaya prestasinya bisa terjaga terus, bisa lebih baik dari sekarang," pesannya. 


"Yang penting jangan lupa diri. Karena diatas langit masih ada langit. Saya juga berpesan agar dia bisa menjadi inspirasi buat anak-anak muda yang lain, terutama dari luar pulau Jawa, bahwa tidak ada yang tidak bisa. Itulah yang selalu saya sampaikan sama dia sejak pemula," ungkap Icuk.


Menurutnya sukses itu milik semua orang. Hanya orang-orang yang berani mencoba yang akan berhasil. Apriyani sudah membuktikan.


Laporan: Reko Suroko

Fakta-Fakta Tentang PON XX Papua 2021 yang Perlu Kamu Tahu
Senin, Agustus 09, 2021

On Senin, Agustus 09, 2021

Fakta-Fakta Tentang PON XX Papua 2021 yang Perlu Kamu Tahu
BENTENGSUMBAR.COM - Pekan Olahraga Nasional XX Papua 2021 rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 15 Oktober 2021, setelah tahun kemarin sempat mengalami penundaan. Meskipun kondisi pandemi belum usai, Presiden Joko Widodo memastikan ajang ini tetap terlaksana sesuai rencana. 


Terlebih lagi, berkaca pada Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo kemarin yang ternyata bisa membangkitkan semangat warga Indonesia. Harapannya, PON bisa lebih memberikan energi untuk bangkit, sekaligus menjadi momentum pemulihan ekonomi.


Persiapan pun dilaporkan hampir rampung di beberapa venue pertandingan. Ditambah dengan sosialisasi dan percepatan vaksinasi, terutama di Papua, pelaksanaan PON XX seyogyanya akan berjalan tanpa hambatan berarti, meskipun dalam kondisi pandemi.


Nah, apa saja yang perlu diketahui sebelum menyambut pesta olahraga nasional yang diselenggarakan empat tahun sekali ini?


Beragam cabang olahraga


Ketua Panwasrah PON XX yang juga Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno, mengatakan PON XX Papua akan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga, 679 nomor pertandingan/perlombaan, dan 6.484 orang kuota atlet.


Menurut Bidang Pertandingan PB PON Papua Olof Monim, total peserta dan perangkat pertandingan PON yang akan datang ke Papua diperkirakan sebanyak 21.338 orang. 


Dia mengatakan, mereka akan tersebar berdasarkan cabang olahraga di masing-masing klaster, yakni klaster Kota Jayapura, klaster Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke.


Olof Monim menjelaskan, klaster Kota Jayapura akan mempertandingkan 15 cabang olahraga dengan 21 nomor disiplin. Kemudian, klaster Kab Jayapura mempertandingkan 14 cabang olahraga dan 22 nomor disiplin. 


Sementara itu, Klaster Mimika mempertandingkan 9 cabang olahraga dan 12 nomor disiplin, sedangkan klaster Merauke 6 cabang olahraga dan 6 disiplin.


Logo dan maskot


Logo PON XX Papua 2021 mewakili beberapa elemen penting, yakni Stadion Bangkit Papua yang merupakan kebanggan Papua sebagai stadion termegah serta sebagai simbol wadah pemersatu. Sedangkan bentuk segitiga menjulang atau gunung menyiratkan Papua yang memiliki sumber daya alam melimpah.


Selain itu, dalam logo tersebut memasukkan unsur motif khas yang mewakili keragaman budaya dengan bentuk khas dari ukiran Papua. Dalam logo juga terdapat tiga lingkaran yang mewakili logo KONI sebagai wadah induk olahraga Indonesia.


Tak hanya itu, tiga lingkaran juga memiliki arti prestasi dan solidaritas akan menjadi pemersatu rakyat dalam olahraga akan tetap kokoh dan abadi bila didasari prinsip yang berkebangsaan satu berbahasa satu dan bertanah air satu. 


PON XX juga memiliki maskot, salah satunya bernama “Kangpho”. Menariknya, nama ini berasal dari spesies hewan Kangguru Pohon Mantel Emas atau Dendrolagus pulcherrimus, yang hidup di Papua. Maskot ini seakan menyatakan bahwa kangguru yang selama ini populer sebagai satwa khas Australia, ternyata hidup pula di Tanah Air.


Maskot itu juga terlihat mengenakan penutup kepala yang memadukan bentuk gunung dan nyala obor. Api obor ini menunjukkan semangat yang kuat dan menyala-nyala bagai api untuk bertanding merebut prestasi dengan menjunjung tinggi sportifitas.


Sementara itu, gambang gunung ternyata mewakili puncak salju yang merupakan lambang khas pegunungan Papua. Warna kuning keemasan dipilih sebagai lambang kejayaan hasil


Venue skala internasional


Istora Papua Bangkit diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia. Bahkan melebihi kemegahan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Beberapa venue-nya juga mengantongi standar internasional.


Salah satunya, venue Akuatik PON XX Papua resmi mendapatkan pengakuan federasi olahraga renang dunia (FINA) dengan mengantongi sertifikat internasional.


Dibangun di atas lahan seluas 28.000 meter persegi dengan luas bangunan 17.783 meter persegi, venue ini disiapkan untuk menggelar pertandingan cabang olahraga Akuatik seperti renang, polo air, dan loncat indah.


Venue Akuatik ini juga dilengkapi dengan fasilitas kolam renang yang sesuai standar FINA. Selain itu, sirkulasi kolamnya juga menggunakan teknologi canggih, menggunakan sistem filtrasi dan smart control.


Tak hanya akuatik, venue olahraga hoki luar ruangan (hockey outdoor) juga sudah mendapatkan sertifikasi Federasi Hoki Internasional (FIH). Arena outdoor dibangun dengan luas bangunan 18.807 meter persegi dan berkapasitas 1.250 kursi.


Ada juga Stadion Utama Lukas Enembe yang memiliki fasilitas berstandar internasional berikut sarana pendukung lapangan latihan atau pemanasan dan area parkir. Bahkan, bangunan Istora Papua Bangkit telah meraih 3 penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk tiga kategori sekaligus. 


Laporan: Mela