PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Sports

David Jacobs Bawa Pulang Perunggu, Ketua DPR: Perjuangan David kebanggan Tanah Air!
Minggu, Agustus 29, 2021

On Minggu, Agustus 29, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengucapkan selamat kepada David Jacobs yang meraih medali ketiga untuk Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020. David menyumbangkan medali perunggu untuk cabang olahraga paratenis meja.

"Selamat untuk David Jacobs! Memantapkan perjuangan Indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020 dengan perolehan perunggu. Perjuangan David adalah kebanggaan Tanah Air," kata Puan dalam rilis tertulisnya, Ahad, 29 Agustus 2021.

Pertandingan yang dijalani David pada kejuaraan Paralimpiade kali ini sangat ketat untuk menuju semifinal kelas 10 putra. Dia sempat tersandung di babak 4 besar usai kalah dari wakil Perancis, Mateo Boheas. Namun, dia tetap bisa dapat membawa pulang perunggu.

Atlet asal Ujung Pandang ini memang sudah terlihat memiliki bakat tenis meja sejak kecil. Kemampuannya dalam menservis bola sejak dulu terlihat matang.

David memang bukan pemain sembarangan. Dia sudah fokus berlatih sejak usia sepuluh tahun. Keseriusan David juga membuatnya mematangkan kemampuan tenis meja selama enam bulan bersekolah di Beijing.

David sudah mengikuti berbagai kejuaraan internasional. Dia bahkan menyumbangkan emas pertamanya pada ajang Southeast Asia Table Tennis Association (SEATTA) Games di Singapura pada 2001. David pun sering bertanding di skala nasional.

Tidak hanya sebagai atlet, David juga sempat berkarier sebagai pelatih dan menjadi pegawai tetap Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta pada 2008. Kemudian, dia bergabung di National Paralympic Committee (NPC) pada 2010.

"Pertandingan kali ini terlihat David bertanding dengan sangat maksimal. Staminanya terkuras, namun tetap mempertahankan performa yang baik," ujar Puan.

Puan sangat bangga dengan perolehan tiga medali untuk indonesia pada Paralimpiade Tokyo 2020 ini. Menurut Puan, meski pertandingan baru berjalan, tetapi perwakilan Indonesia sudah bisa mendulang prestasi sangat besar.

Sebelum David, Ni Nengah Widiasih membawa pulang medali pertama untuk Indonesia dari cabang olahraga powerlifting. Widi, sapaan akrabnya, membawa pulang medali perak setelah berhasil duduk di peringkat kedua kelas 41 kg putri dengan angkatan terbaik 98 kg.

Setelah Widi, ada Sapto Yogo Purnomo yang merebut medali perunggu. Dia mencatatkan waktu 11,31 detik di kelas 100 meter T37 putra.

Perolehan medali David dan Sapto tidak berselang lama. Menurut Puan, ini adalah kabar baik beruntung yang meniupkan energi positif untuk bangsa Indonesia.

"Semoga semangat atlet-atlet kita beriringan dengan semangat masyarakat Indonesia untuk terus bangkit kembali. Berjuang di masa pandemi," ujar perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR ini.

Selanjutnya, Indonesia masih akan terus berjuang di beberapa cabang olahraga hingga 5 September 2021. Di antara pertandingan itu adalah atletik, renang, menembak, bulu tangkis, dan tenis meja.

Puan berharap atlet yang belum bertanding terus semangat dan melihat perolehan medali hingga hari ini sebagai sebuah pertanda baik. Kesempatan untuk berprestasi masih ada dan terus bergulir untuk mereka yang sedang berjuang.

“Saya akan terus mendoakan dari Tanah Air untuk keberhasilan Tim Merah Putih. Semoga doa ini dan seluruh bangsa Indonesia menjadi penjaga dan pemacu semangat untuk semuanya yang sedang berjuang,” ujar mantan Menko PMK tersebut.

Puan juga mengingatkan agar atlet-atlet Indonesia terus menjaga kesehatan dan mematuhi aturan protokol kesehatan. Kesehatan sebelum dan sesudah bertanding sangat penting agar semuanya dapat pulang kembali ke Indonesia dengan selamat.

Puan turut pula meminta penjagaan untuk para atlet dan tim ofisial merah putih Indonesia diperketat. Pasalnya, ada kejadian atlet yang mengalami kecelakaan ditabrak oleh bus autopilot di Paralympic Village.

Puan menganjurkan untuk tim jangan sampai lalai dalam penjagaan ini. Keselamatan dan kesehatan ialah hal yang nomor satu dalam perjuangan anak bangsa.

"Selama di Paralympic Tokyo, patuhi aturan dan berhati-hati dalam setiap aktivitas. Jangan sampai ada yang lalai sehingga menyebabkan kejadian tidak diinginkan," ujar Puan.

Tak lupa Puan menyampaikan jangan sampai pertandingan ini menjadi beban bagi para atlet agar terus bisa bertanding maksimal. Performa terbaik didapatkan bilang memang pemain tidak menjadikan permainannya sebagai sebuah tekanan.

“Mari terus semangat, berikan performa terbaik untuk mengibarkan bendera Merah Putih di lapangan,” ujar Puan.

Laporan: Mela

Habis-Habisan, Atlet Putri Ini Siap Bertarung Raih Medali di PON XX Papua 2021
Sabtu, Agustus 28, 2021

On Sabtu, Agustus 28, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 sudah di pelupuk mata. Para atlet putri pun tengah mempersiapkan diri agar tampil maksimal. Mereka akan berjuang habis-habisan dan berharap bisa membawa pulang medali. 

Pada pekan olahraga yang dijadwalkan berlangsung mulai 2 sampai 15 Oktober 2021 tersebut, atlet panjat tebing, Aries Susanti Rahayu memiliki target raihan medali emas untuk Provinsi Jawa Tengah.

Pemegang rekor speed climbing dunia dengan waktu 6,955 detik ini pun menyatakan akan berusaha tampil semaksimal mungkin di PON XX Papua. Dia berujar setiap atlet pasti menginginkan medali emas.

Menurutnya, untuk meraih prestasi di ajang nasional maupun internasional dibutuhkan semangat yang kuat. Secara pribadi, di setiap kompetisi dia selalu berkata pada dirinya sendiri untuk menampilkan yang terbaik buat Indonesia.

Terlebih lagi, dia telah berlatih keras dan banyak dorongan dari luar, terutama dari pelatih juga teman-teman. Oleh karena itu, perempuan kelahiran 21 Maret 1995 ini akan semaksimal mungkin berjuang untuk membanggakan Provinsi Jawa Tengah di PON XX Papua.

Tak hanya cabor panjat tebing, PON XX menjadi ajang yang ditunggu-tunggu oleh pedayung Indonesia Mutiara Rahma Putri. Sepulangnya dari Olimpiade Tokyo 2020, Mutiara langsung memfokuskan diri ke PON XX Papua 2021.

Pada perhelatan PON nanti, dia akan turun pada dua nomor dayung untuk membela tim dayung Provinsi Jambi. Saat ini, tim dayung Jambi tengah berlatih di kawasan Pangalengan, Jawa Barat.

Persaingan antar daerah memang akan ketat. Bahkan Provinsi Aceh mengincar raihan 14 medali emas pada perhelatan PON XX Papua 2021. Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Kamaruddin Abubakar mengatakan pihaknya punya target masuk peringkat 15 besar perolehan medali.

Untuk mencapai target itu, para atlet Aceh sudah melakukan pemusatan latihan sejak 2019. Dari total 25 cabang olahraga, Aceh mengandalkan 12 cabang sebagai tambang medali emas yakni angkat besi, atletik, tarung drajat, panahan, dan kempo. 

Aceh nantinya akan diwakili atlet Nurul Akmal pada cabang angkat besi. Di final angkat besi Olimpiade Tokyo 2020, perempuan kelahiran 12 Februari 1993 ini berlaga di kelas 87 kilogram.

Meski demikian, Nurul Akmal harus bersaing ketat dengan atlet lainnya. Pasalnya, atlet angkat besi putri, Windy Cantika Aisyah telah mengusung target tinggi pada gelaran PON XX Papua 2021, yakni membawa pulang medali emas.

Target tingginya tersebut tak terlepas dari hasil Olimpiade Tokyo 2020. Saat itu, Windy meraih medali perunggu di kelas 49 kilogram. Dia mengaku siap tampil habis-habisan pada even nasional empat tahunan itu. Pasalnya, Papua 2021 menjadi gelaran perdana dirinya tampil di PON.

Sementara itu di cabor panahan, Aidha Ayu Lestari merupakan atlet panahan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang turun di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Oktober mendatang.

Perempuan akrab dipanggil Ayu ini turun di kelas compound. Sebelumnya, dia pernah meraih medali emas dan perak di International Archery Open pada Juni 2021

Terlebih lagi, ayahnya juga merupakan atlet nasional panahan. Ketika masih menjadi atlet, sang ayah memiliki skor tertinggi yakni 350 pada tahun 1993. Skor tersebut bertahan lama dan baru terpecahkan di PON Kalimantan Timur tahun 2008. 

Prestasi sang ayah pun menjadi motivasi Ayu untuk bertanding habis-habisa di laga PON. Dia ingin mengikuti jejak ayah sebagai pemegang rekor skor tertinggi dengan nilai 350 dan bertahan lama.

Beralih ke Sukabumi, Jawa Barat. Kota Sukabumi memiliki atlet muda cabang Kempo bernama Rizkita Fitri Yudansha. Perempuan berusia 22 tahun ini akan menjadi wakil Jabar dalam kejuaraan PON Papua 2021. 

Pada tingkat daerah, yaitu Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Jabar 2018, ia berhasil mendapatkan 2 medali emas di nomor embu berpasangan putri kyukenshi dan di nomor randori putri kelas 55 kilogram kategori fight.

Dia telah banyak menorehkan prestasi kejuaraan lain berkat kerja kerasnya, tetapi ia juga pernah mengalami kegagalan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. 

Kendati demikian, kegagalan tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Kini, ia menjadi atlet asal Sukabumi yang mewakili Jabar untuk pertandingan PON XX di Papua 2021 dan tengah mempersiapkan diri dengan maksimal.

Pada perhelatan yang digelar 2 sampai 15 Oktober 2021 ini menjadi peluang bagi atlet-atlet muda untuk meraih prestasi. Terlebih lagi, sekarang banyak atlet muda cabang olahraga akan mampu menorehkan prestasi membanggakan di kompetisi internasional. (Ria M – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Perjuangan Atlet Perempuan di Paralimpiade Tokyo 2020, Medali Pertama Indonesia dari Cabor Angkat Besi Putri
Sabtu, Agustus 28, 2021

On Sabtu, Agustus 28, 2021

Perjuangan Atlet Perempuan di Paralimpiade Tokyo 2020, Medali Pertama Indonesia dari Cabor Angkat Besi Putri
BENTENGSUMBAR.COM - Paralimpiade Tokyo 2020 sudah dimulai. Para atlet perempuan pun tak kalah ingin unjuk gigi dalam kompetisi level dunia ini. Bahkan, medali pertama untuk Indonesia disumbangkan oleh atlet perempuan dari cabang olahraga angkat besi, Ni Nengah Widiasih.


Perempuan asal Bali ini berhasil meraih posisi dua dan memberikan medali pertama bagi Indonesia. Ni Nengah Widiasih meraih medali perak untuk cabang olahraga angkat berat putri 41 kilogram.


Atlet berusia 28 tahun tersebut mendapatkan peringkat kedua setelah bersaing dengan sembilan atlet angkat besi perempuan lainnya dari berbagai negara di dunia. Ni Nengah Widiasih pun menyabet peringkat kedua dengan angkatan seberat 98 kilogram.


Dia berhasil mengalahkan Clara Sarahy Fuentes Monasterio, atlet angkat berat dari Venezuela dengan torehan 97 kilogram. Sedangkan di peringkat pertama, atlet angkat berat Guo LingLing dari China meraih emas dengan angkatan seberat 107 kilogram.


Sementara itu, di cabang olahraga renang, Syuci Indriani mengawali perjuangan wakil Indonesia di Paralimpiade Tokyo dengan start di lane kedua dan menyentuh garis finis dengan catatan waktu 1 menit 12,13 detik di babak penyisihan nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri S14.


Meskipun langkah Syuci terhenti dan gagal masuk ke babak final, dia telah memperlihatkan perjuangan luar biasa. Saat awal lomba, Syuci sempat tertinggal. Pada 50 meter pertama, dia berada di urutan ketujuh dengan 33,20 detik. 


Mendekati finis, ia mampu memperbaiki posisi menjadi keenam. Namun, hanya delapan perenang dengan catatan waktu terbaik dari heat 1 dan 2 yang berhak mendapat tiket babak selanjutnya.


Perjuangan Syuci pun belum usai. Dia dijadwalkan turun di dua nomor lagi masing-masing nomor 100 meter gaya dada putri SB14 pada 29 Agustus dan 200 meter gaya ganti putri SM14 pada 31 Agustus 2021.


Syuci masih berpeluang besar menyumbang medali untuk Indonesia. Pasalnya, dia telah membuktikan diri dengan memberikan dua emas, satu perak, satu perunggu dalam Asian Para Games 2018.


Apalagi, ini bukan kali pertamanya mengikuti Paralimpiade, berkompetisi dengan atlet-atlet level dunia. Pada 2016, Syuci yang ketika itu masih berusia 16 tahun, sudah mewakili Indonesia di Rio de Janeiro, Brazil.


Tak hanya cabor renang, olahraga bulutangkis juga menjadi pertandingan yang ditunggu-tunggu. Badminton untuk pertama kalinya masuk dan dipertandingkan di ajang Paralimpiade. 


Terlebih lagi, sejumlah atlet Indonesia menempati daftar unggulan dalam badminton Paralimpiade 2020. Hal ini membuat badminton bisa jadi cabang yang berpotensi menyumbangkan medali untuk Indonesia.


Badminton Paralimpiade 2020 akan menggelar total 14 nomor pertandingan. Dari total 14 nomor pertandingan, atlet Indonesia banyak menempati daftar unggulan, termasuk para atlet perempuan.


Posisi unggulan pertama ditempati duet Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah dalam nomor ganda putri SL3-SU5. Leani Ratri Oktila yang meraih dua medali emas Asian Para Games 2018 juga menempati posisi unggulan pertama dalam daftar unggulan tunggal putri SL4.


Jumlah atlet perempuan meningkat


Yang menarik, menurut laman Paralympic.org, Paralimpiade Tokyo 2020 menjadi Paralimpiade paling seimbang antara jumlah atlet perempuan dan laki-laki. Jumlah atlet perempuan pun meningkat di pagelaran tahun ini.


Total atlet yang berlaga di Paralimpiade Tokyo 2020 adalah 4.403 atlet dengan 2.550 laki-laki dan 1.853 perempuan atau sekitar 40% nya perempuan. Jumlah atlet perempuan ini mengalahkan rekor sebelumnya, yakni 1.671 atlet putri di Paralimpiade Rio 2016, dengan peningkatan 10,9%.


Menurut Andrew Parsons, Presiden Komite Paralimpiade Internasional (IPC), hal tersebut adalah berita yang benar-benar fantastis bahwa lebih banyak perempuan daripada sebelumnya akan bersaing di Paralimpiade Tokyo 2020.


Dia juga memuji NPC dan Federasi Internasional yang telah memastikan pertumbuhan jumlah yang berkelanjutan tersebut.


Tak hanya itu, Paralimpiade Tokyo 2020 juga mencetak rekor atlet terbanyak selama penyelenggaraan Paralimpiade. Paralimpiade Rio 2016 sebelumnya diikuti 4.328 atlet.


Parsons menyebutkan pemecahan rekor jumlah atlet juga merupakan bukti kerja luar biasa dari semua NPC dan Federasi Internasional dalam melampaui panggilan tugas selama waktu pengujian. (Melati A – Anggota Perempuan Indonesia Satu)

Ketua DPR Puan Maharani Ucapkan Selamat Atas Peraihan Perak Ni Nengah Widiasih
Kamis, Agustus 26, 2021

On Kamis, Agustus 26, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani memberikan apresiasi besarnya kepada Ni Nengah Widiasih yang sukses meraih medali perak pada Paralimpiade Tokyo 2020. Puan merasa sangat bangga karena lagi-lagi perempuan bangsa yang menjadi penyumbang medali pertama Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

"Selamat kepada Ni Nengah Widiasih. Perjuanganmu sangat membanggakan dan mengharukan. Sekali lagi medali pertama diberikan oleh perempuan yang membuktikan bahwa perempuan Indonesia luar biasa!" kata Puan pada keterangan rilisnya.

Ni Nengah Widiasih memberikan medali perak dari cabang olahraga angkat berat dalam pertandingan yang digelar hari ini, Kamis 26 Agustus 2021. Medali perak berhasil dibawa pulang setelah dia meraih posisi kedua pada kelas 41 kg putri dengan angkatan terbaik 98 kg.

Sepak terjang Ni Nengah Widiasih memang sudah tidak diragukan lagi. Sedari kecil, dia tumbuh sebagai anak yang memiliki semangat tinggi dan memiliki keinginan kuat untuk bekerja keras.

“Saya melihat bahwa memang Widi memiliki tekad yang kuat dan semangat besar untuk berjuang. Sangat menginspirasi. Tidak heran pertandingan kali ini, dia keluar sebagai pemenang,” kata Puan.

Capaian Ni Nengah Widiasih di luar target dari tim, yaitu medali perunggu. Dia berhasil mengalahkan lifter asal Venezuela, Clara Sarahy Fuentes Monasterio dengan angkatan terbaiknya 97 kg.

Prestasi Ni Nengah Widiasih memang luar biasa. Setelah sebelumnya dia berhasil merebut medali perunggu pada Paralimpiade sebelumnya di Rio de Janeiro, tahun 2016. Atlet muda itu juga sudah menduduki ranking dua dunia saat ini.

Sebelum penampilannya di Rio, Ni Nengah Widiasih juga sudah sering mengumandangkan Indonesia Raya di kancah internasional. Pertandingan debutnya di London, Inggris, pada 2021, dinilai juga cukup baik. dia memperoleh posisi kelima dengan angkatan 78 kg di kelas 40kg putri.

Pada beberapa pertandingan ASEAN Para Games, Ni Nengah Widiasih juga menunjukan kemampuan kelas dunianya. Dia mengantongi dua medali emas, tepatnya pada pertandingan di Singapura tahun 2015 dan pertandingan Malaysia tahun 2017.

Ni Nengah Widiasih juga mengantongi medali pada ASEAN Games 2015. Dua tahun kemudian, Ni Nengah Widiasih meraih emas pada ASEAN Games Kuala Lumpur 2017.

Ni Nengah Widiasih juga melakukan aksi gemilang di ajang Asian Para Games. Dia membawa pulang perak di Incheon, Korea Selatan 2014 dan medali yang sama ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018.

Ni Nengah Widiasih sukses pula di ajang single event. Dia meraih sejumlah medali, seperti pada ajang European Championship 2018 di Prancis dan Piala Dunia Powerlifting di Hungaria pada 2019.

“Medali pada Paralimpiade Tokyo 2020 ini memantapkan prestasi Widi. Ini adalah pertanda baik juga bagi para atlet yang tengah bertanding di ajang ini,” kata Puan.

Menurut Puan, seperti pada ajang Olimpiade Tokyo 2020, kemenangan atlet-atlet Indonesia membuktikan bahwa memang kemampuan tim Merah Putih sudah kelas dunia. Seluruhnya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Terlebih, mereka tetap dapat semangat berprestasi di era pandemi yang penuh keterbatasan. “Kemenangan ini membuktikan bahwa sesulit apa pun medan kehidupan, selalu ada peluang untuk menang. Kita harus bermodal kemauan dan semangat yang tinggi,” ujar mantan Menko PMK itu.

Puan berharap medali perak dari Ni Nengah Widiasih bisa menjadi pembuka pintu bagi medali-medali lainnya untuk dibawa pulang ke Indonesia. Puan juga mendoakan untuk seluruh pertandingan berjalan lancar.

“Terpenting adalah jaga kesehatan dan tunjukan performa terbaik. Doa masyarakat Indonesia menyertai kalian!” ujar perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI tersebut.

Laporan: Mela

Budi Syahrial: DPRD Kota Padang Bakal Panggil Pentolan KONI
Selasa, Agustus 24, 2021

On Selasa, Agustus 24, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang bakal membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan terhadap penggunaan dan KONI Kota Padang 2019-2020 terkait tidak adanya laporan pertanggungjawab Kejuaraan Gulat Internasional, yang menghabiskan APBD Kota Padang Rp500 juta.

"Kabar santer terdengar dana KONI Kota Padang Tahun 2019-2020 untuk kejuaraan Gulat bertaraf internasional dicairkan 500 juta tapi kenapa kok tidak ada laporan kejuaraannya ya? Ada apa?" tulis Anggota Komisi I DPRD Kota Padang Budi Syahrial dalam status facebooknya, Selasa, 24 Agustus 2021.

Diungkapkannya, sekiranya kejuaraan tersebut gagal dilaksanakan karena alasan Covid-19, tapi kenapan dana APBD yang dialokasikan untuk kejuaran itu habis begitu saja.

"Kalau kejuaraan itu tidak jadi digelar tentu ada Silpa dana pada KONI Kota Padang, tidak bisa habis begitu saja. Karena tidak ada pengeluaran dana untuk honor wasit juri dan biaya sewa lapangan dan lainnya," tulisnya lagi.

Untuk merespon tentang pengunaan dana ini, Budi Syahrial mempersilahkan para wartawan yang ikut menanggapi statusnya untuk mengkonfirmasi kepada Kadispora Kota Padang.

"Kami DPRD Kota Padang akan meminta Komisi 4 dan Komisi 1 DPRD Kota Padang untuk rapat lintas komisi dan menghadirkan inspektorat soal pengunaan dana tersebut," jelasnya.

Namun adanya saran Budi Syahrial, para penanggap statusnya meminta DPRD Padang memanggil pentolan KONI Kota Padang secepatnya.

Laporan: Agusmardi

PON Sebentar Lagi, Puan Maharani: Mari Kita Sambut dengan Gembira dan Persiapan Matang
Selasa, Agustus 24, 2021

On Selasa, Agustus 24, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mendukung proses persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Menurut data yang diterima Puan, dari keseluruhan kebutuhan tempat untuk 12 cabang olahraga yang akan diadakan hampir seluruhnya sudah selesai.

"Mari kita sambut PON XX dengan suka cita dan gembira. Kita dukung terus dan proses persiapan semua venue untuk memastikan seluruh pembangunan berjalan dengan lancar dan pesta olahraga ini bisa terselenggara sebaik-baiknya," kata Puan.

Sebagaimana direncanakan PON XX Papua akan dilakukan pada 1-15 Oktober 2021 dengan 37 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Tempat penyelenggaraan rencananya akan tersebar di empat daerah, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Puan meminta untuk pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua untuk bersinergi untuk terus berkoordinasi akan kesiapan venue dan keamanan wilayah. Selain itu, juga protokol kesehatan harus ditingkatkan.

"Paling penting adalah mempersiapkan aturan protokol kesehatan selama acara berlangsung yang sekaligus tidak mengurangi kenyamanan atlet dan ofisial, serta seluruh penyelenggara," kata Puan.

Pihak panitia juga telah membagikan technical handbook atau buku pedoman pertandingan (THB) sejak April lalu. THB itu dapat membuat penyelenggaraan PON lebih mudah dicapai, karena waktu persiapan juga cukup panjang.

Puan juga meminta persiapan sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk ajang olahraga ini sangat matang. Hal ini sangat penting dalam menopang terselenggaranya acara.

Sebelum PON dimulai, Puan juga meminta untuk Pemprov segera menggenjot pemerataan program vaksinasi di seluruh daerah Papua. Pasalnya, wilayah diselenggarakannya PON akan kedatangan banyak warga dari berbagai daerah. Sehingga, kesehatan masyarakat Papua harus benar-benar dijaga.

Per 24 Agustus 2021, terdapat kenaikan kasus aktif sebesar 0,04 persen dan penurunan kesembuhan 0,06 persen di Papua. Namun, Papua sudah kehilangan enam dokter karena terpapar Covid-19. Dikhawatirkan lonjakan kasus corona akan menyulitkan tenaga kesehatan (faskes).

“Maksimalkan program vaksinasi di Papua. Kalau bisa, mayoritas masyarakat sudah selesai divaksin pada saat PON dimulai. Jangan sampai tumpang tindih dalam penyelenggaraan acara. Keramaian yang akan berlangsung di Papua nanti juga punya risiko penularan,” kata Puan.

Puan meminta semua pihak untuk bekerja sama dan memaksimalkan penurunan kasus positif Covid-19 di Papua. Jangan sampai acara PON dimulai ketika kasus sedang tinggi-tingginya, dan malah membahayakan berbagai pihak.

Puan memandang bahwa penyelenggaraan PON juga harus dibantu dengan peningkatan kualitas faskes. “Kita sudah mengirim kendaraan, kirim juga bantuan dalam bentuk fasilitas kesehatan. Siapkan dokter khusus. Kesiapan obat-obatan hingga persediaan oksigen. Semua kebutuhan penangan Covid-19 harus sudah siap,” kata Puan.

Menurut Puan, penyelenggaraan harus dilakukan sedetail mungkin. Perencanaan antisipasi segala kemungkinan harus dilakukan. Pasalnya, PON ini adalah acara besar pertama yang diselenggarakan Indonesia selama Pandemi Covid-19.

"Kita sudah berani dan yakin untuk menyelenggarakan acara olahraga terbesar nasional ini. Maka, kita sudah harus tahu risikonya. pemerintah pusat harus terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar memiliki perencanaan yang sejalan," ujar Puan.

Puan melanjutkan, harus ada aturan pasti tentang protokol kesehatan untuk masyarakat sekaligus atlet, ofisial, dan panitia acara. "Kita baru saja mengikuti Olimpiade Tokyo 2020, pelajari bagaimana penerapan protokol di sana dan bisa kita adaptasi dengan menyesuaikan situasi dan kondisi wilayah," kata Puan.

“Jangan sampai perhelatan yang kita inginkan menjadi kebahagiaan malah membawa keterpurukan. Makanya wajib benar-benar ketat dalam pelaksanaan aturan ini,” kata Puan.

Puan juga menyinggung soal kesuksesan Asian Games 2018. Menurutnya, PON juga bisa mempelajari skema penyelenggaraan Asian Games yang mendulang banyak pujian dari seluruh penjuru dunia itu. Meski penyelenggaraannya tidak pada dalam masa pandemi, ketelitian dalam penyelenggaraannya bisa dicontoh.

“Kita ambil pelajaran dari berbagai penyelenggaraan olahraga. Pastikan PON nanti benar-benar aman. Kita ingin penyelenggaraannya benar-benar memberikan arti, membawa kebahagiaan dan kebanggaan untuk rakyat. Jangan sampai salah langkah,” kata Puan.

Laporan: Mela

Icuk Sugiarto Ikut Berperan Dalam Karier Apriyani Rahayu
Rabu, Agustus 11, 2021

On Rabu, Agustus 11, 2021

Icuk Sugiarto Ikut Berperan Dalam Karier Apriyani Rahayu
BENTENGSUMBAR.COM - Hari-hari indah masih menjadi milik pebulutangkis Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Mengapa demikian?  Pasangan ganda putri Indonesia, Greysia/Apriyani berhasil mempersembahkan medali emas di Olimpiade Tokyo setelah mengalahkan wakil Tiongkok, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.


 Banyak pihak masih bertanya-tanya siapakah sosok Apriyani Rahayu pasangan Greysia Polii tersebut. Apriyani sendiri merupakan atlet kelahiran Konawe, Sulawesi Tenggara, 29 April 1998 lalu. Berjuang jadi atlet bukan hal yang mudah bagi Apriyani apalagi ia berasal dari keluarga kurang mampu dan pelosok daerah.


Namun ternyata kesuksesan yang diraih Apriyani hingga kini ternyata tidak lepas dari peran salah satu legenda bulutangkis Indonesia era 1980-an Icuk Sugiarto.


Di bawah ini hasil perbincangan antara wartawan Forum News Netwok (FNN) TV, Fahmi Ari Nova, dengan legenda bulutangkis Indonesia era 1980-an Icuk Sugiarto.


Mengadu Nasib


Adalah Apri mencoba mengadu nasib untuk mengasah potensinya dari pebulutangkis amatir menjadi profesional. Dia pun bertolak ke Jakarta, ditemani dengan seseorang bernama Yuslan Kisra yang saat itu berstatus sebagai wartawan olahraga dan kini menjadi ASN di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora). Pada 2013, Yuslan yang menitipkan Apri kepada Icuk.


"Ya kalau bukan karena Bang Yuslan, tidak ada Apriyani saat ini. Makanya alhamdulillah, karena orang yang berjasa ya bang Yuslan," ucap Icuk, Selasa, 10 Agustus 2021.


Setelah itu, penempaan dimulai. Icuk tak segan untuk memberikan beragam porsi latihan terhadap Apriyani. Fisik, teknik maupun mental acap diberikan sang legenda guna mendongkrak potensi besar dari dalam diri Apriyani.


"Saya senang dari awal, apalagi dia sendiri dari keluarga kurang mampu. Makanya setiap berlatih selalu saya tekankan dengan didikan yang agak keras. Dan kebetulan dia tinggal di rumah saya, jadi gampang untuk diawasi," ucapnya.


Icuk menilai mental Apri bagus dari kecil karena tidak pernah grogi, tak pernah takut. Ditambah saat Icuk membina anak-anak, Apri termasuk tipikal jauh lebih serius dari lainnya. Hal itulah yang membuatnya salut dengan Apri.


Empat tahun dilalui, Apriyani dan Icuk pun berpisah. Namun, sang legenda tidak melepasnya begitu saja. Dia menitipkan Apriyani ke sebuah klub ternama agar potensi besarnya bisa terus terasah dengan baik.


"Dia bersama saya di Pelita Bakrie sampai 2017-an, baru saya lepas dan saya serahkan ke klub PB Jaya Raya agar kariernya tetap terjaga dan berkembang," jelasnya.


Alhasil, tempaan khusus yang diberikan Icuk berbuah manis tahun ini. Kendati demikian, ayah dari Tommy Sugiarto itu meminta kepada Apriyani agar tak jemawa meski telah meniti sukses menggenggam emas Olimpiade 2020.


Pesan tersebut acap dilontarkannya sejak pertama kali mendidik Apriyani. Apalagi perjalanan sang atlet di dunia perbulutangkisan masih cukup panjang, menyusul usianya yang masih muda, yakni 23 tahun.


"Saya mengimbau untuk mempertahankan prestasi yang sudah diraih. Jangan berubah. Harus lebih rendah hati supaya prestasinya bisa terjaga terus, bisa lebih baik dari sekarang," pesannya. 


"Yang penting jangan lupa diri. Karena diatas langit masih ada langit. Saya juga berpesan agar dia bisa menjadi inspirasi buat anak-anak muda yang lain, terutama dari luar pulau Jawa, bahwa tidak ada yang tidak bisa. Itulah yang selalu saya sampaikan sama dia sejak pemula," ungkap Icuk.


Menurutnya sukses itu milik semua orang. Hanya orang-orang yang berani mencoba yang akan berhasil. Apriyani sudah membuktikan.


Laporan: Reko Suroko

Fakta-Fakta Tentang PON XX Papua 2021 yang Perlu Kamu Tahu
Senin, Agustus 09, 2021

On Senin, Agustus 09, 2021

Fakta-Fakta Tentang PON XX Papua 2021 yang Perlu Kamu Tahu
BENTENGSUMBAR.COM - Pekan Olahraga Nasional XX Papua 2021 rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 15 Oktober 2021, setelah tahun kemarin sempat mengalami penundaan. Meskipun kondisi pandemi belum usai, Presiden Joko Widodo memastikan ajang ini tetap terlaksana sesuai rencana. 


Terlebih lagi, berkaca pada Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo kemarin yang ternyata bisa membangkitkan semangat warga Indonesia. Harapannya, PON bisa lebih memberikan energi untuk bangkit, sekaligus menjadi momentum pemulihan ekonomi.


Persiapan pun dilaporkan hampir rampung di beberapa venue pertandingan. Ditambah dengan sosialisasi dan percepatan vaksinasi, terutama di Papua, pelaksanaan PON XX seyogyanya akan berjalan tanpa hambatan berarti, meskipun dalam kondisi pandemi.


Nah, apa saja yang perlu diketahui sebelum menyambut pesta olahraga nasional yang diselenggarakan empat tahun sekali ini?


Beragam cabang olahraga


Ketua Panwasrah PON XX yang juga Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno, mengatakan PON XX Papua akan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga, 679 nomor pertandingan/perlombaan, dan 6.484 orang kuota atlet.


Menurut Bidang Pertandingan PB PON Papua Olof Monim, total peserta dan perangkat pertandingan PON yang akan datang ke Papua diperkirakan sebanyak 21.338 orang. 


Dia mengatakan, mereka akan tersebar berdasarkan cabang olahraga di masing-masing klaster, yakni klaster Kota Jayapura, klaster Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke.


Olof Monim menjelaskan, klaster Kota Jayapura akan mempertandingkan 15 cabang olahraga dengan 21 nomor disiplin. Kemudian, klaster Kab Jayapura mempertandingkan 14 cabang olahraga dan 22 nomor disiplin. 


Sementara itu, Klaster Mimika mempertandingkan 9 cabang olahraga dan 12 nomor disiplin, sedangkan klaster Merauke 6 cabang olahraga dan 6 disiplin.


Logo dan maskot


Logo PON XX Papua 2021 mewakili beberapa elemen penting, yakni Stadion Bangkit Papua yang merupakan kebanggan Papua sebagai stadion termegah serta sebagai simbol wadah pemersatu. Sedangkan bentuk segitiga menjulang atau gunung menyiratkan Papua yang memiliki sumber daya alam melimpah.


Selain itu, dalam logo tersebut memasukkan unsur motif khas yang mewakili keragaman budaya dengan bentuk khas dari ukiran Papua. Dalam logo juga terdapat tiga lingkaran yang mewakili logo KONI sebagai wadah induk olahraga Indonesia.


Tak hanya itu, tiga lingkaran juga memiliki arti prestasi dan solidaritas akan menjadi pemersatu rakyat dalam olahraga akan tetap kokoh dan abadi bila didasari prinsip yang berkebangsaan satu berbahasa satu dan bertanah air satu. 


PON XX juga memiliki maskot, salah satunya bernama “Kangpho”. Menariknya, nama ini berasal dari spesies hewan Kangguru Pohon Mantel Emas atau Dendrolagus pulcherrimus, yang hidup di Papua. Maskot ini seakan menyatakan bahwa kangguru yang selama ini populer sebagai satwa khas Australia, ternyata hidup pula di Tanah Air.


Maskot itu juga terlihat mengenakan penutup kepala yang memadukan bentuk gunung dan nyala obor. Api obor ini menunjukkan semangat yang kuat dan menyala-nyala bagai api untuk bertanding merebut prestasi dengan menjunjung tinggi sportifitas.


Sementara itu, gambang gunung ternyata mewakili puncak salju yang merupakan lambang khas pegunungan Papua. Warna kuning keemasan dipilih sebagai lambang kejayaan hasil


Venue skala internasional


Istora Papua Bangkit diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia. Bahkan melebihi kemegahan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Beberapa venue-nya juga mengantongi standar internasional.


Salah satunya, venue Akuatik PON XX Papua resmi mendapatkan pengakuan federasi olahraga renang dunia (FINA) dengan mengantongi sertifikat internasional.


Dibangun di atas lahan seluas 28.000 meter persegi dengan luas bangunan 17.783 meter persegi, venue ini disiapkan untuk menggelar pertandingan cabang olahraga Akuatik seperti renang, polo air, dan loncat indah.


Venue Akuatik ini juga dilengkapi dengan fasilitas kolam renang yang sesuai standar FINA. Selain itu, sirkulasi kolamnya juga menggunakan teknologi canggih, menggunakan sistem filtrasi dan smart control.


Tak hanya akuatik, venue olahraga hoki luar ruangan (hockey outdoor) juga sudah mendapatkan sertifikasi Federasi Hoki Internasional (FIH). Arena outdoor dibangun dengan luas bangunan 18.807 meter persegi dan berkapasitas 1.250 kursi.


Ada juga Stadion Utama Lukas Enembe yang memiliki fasilitas berstandar internasional berikut sarana pendukung lapangan latihan atau pemanasan dan area parkir. Bahkan, bangunan Istora Papua Bangkit telah meraih 3 penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk tiga kategori sekaligus. 


Laporan: Mela

Mengulik Perjalanan Terjal Apriyani Rahayu, dari Konawe ke Jakarta lalu ke Tokyo, Jepang
Selasa, Agustus 03, 2021

On Selasa, Agustus 03, 2021

Mengulik Perjalanan Terjal Apriyani Rahayu, dari Konawe ke Jakarta lalu ke Tokyo, Jepang
BENTENGSUMBAR.COM - Apriyani Rahayu masih belum bisa percaya. Air mata dan keringat masih terasa basah di wajahnya. Dia baru saja memenangkan juara satu ganda putri bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020, membawa pulang medali emas dalam debutnya di Olimpiade.


Bersama Greysia Polii, perempuan berusia 23 tahun itu berhasil mengandaskan perlawanan Chen Qingchen/Jia Yifan, di final ganda putri pada Senin, 2 Agustus 2021. Greysia/Apriyani berhasil menang atas Chen Qinchen/Jia Yifan, dalam dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.


Usai pertandingan, Apriyani berujar bahwa dia belum sepenuhnya percaya dengan pencapaiannya. Perasaannya campur aduk. 


Selama bermain, dia dan Greysia mengaku hanya fokus untuk memenangkan poin demi poin. Tak terlintas dalam benak mereka akan berhasil meraih medali emas.


Hal tersebut tak luput dari perhatian Raja Sapta Oktohari, Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia. Okto melihat bahwa Greysia/Apriyani bermain tanpa beban sama sekali, selalu tersenyum terlebih dulu, hingga menjuluki mereka the smiling warrior.


Okto melanjutkan bahwa sejak awal permainan pasangan ini sudah terlihat dominan. Menurut dia, kerja sama semua tim yang terlibat telah mengantarkan Greysia/Apriyani ke gerbang kemenangan, meskipun mereka sebenarnya tidak diunggulkan. Okto yakin selalu ada keajaiban di setiap penyelenggaraan Olimpiade.


Sebelumnya, banyak orang ragu Greysia/Apriyani bisa membawa pulang medali emas dalam Olimpiade. Selama perjalanan karier keatletan mereka tak pernah satu kali pun menang ketika melawan peringkat satu dunia. 


Dalam 8 kali pertemuan terakhir dengan ganda putri terbaik asal Jepang, Sayaka Hirota/Yuki Fukushima, mereka selalu kalah.


Namun kali ini, mereka telah membuktikan bahwa kerja keras terbayar tuntas. Dedikasi dan komitmen mereka sebagai pebulu tangkis patut diacungi jempol.


Apriyani pun terlihat begitu terharu ketika berhasil menggenggam medali emas. Perempuan asal Konawe, Sulawesi Selatan itu berkata bahwa kemenangan tersebut dipersembahkan untuk ibu dan kakaknya yang telah tiada.


Dia memang telah ditinggal oleh ibunya pada 2015. Di saat terakhir sang ibu, Apriyani tak sempat menemaninya karena sedang berlaga di Kejuaraan Dunia Junior di Lima, Peru.


Berawal dari Rakit Usang


Sosok ibu bagi Apriyani tak pernah tergantikan. Dari ibunya lah mengalir darah seorang pebulu tangkis. Dulu, ibunya kerap bertanding di kompetisi tingkat provinsi. Apriyani kecil pun selalu ditemani sang ibu setiap bertanding. 


Menurut ayahnya, Amiruddin, putrinya sering bermain bulu tangkis menggunakan raket milik almarhum ibunya. Darah pebulu tangkis memang mengalir deras. Bahkan sang ayah berkata bahwa putrinya lebih dulu bisa bermain bulu tangkis ketimbang berbicara.


Kecintaan Apriyani kepada bulu tangkis sudah muncul sejak usia tiga tahun. Lalu pada usia 7 tahun, dia sudah mengikuti kejuaraan bulu tangkis tingkat kecamatan.


Keterbatasan ekonomi juga tak membatasi mimpi Apriyani. Dia getol berlatih di pekarangan belakang rumahnya, yang disulap oleh sang ayah sebagai arena berlatih.


Anak bungsu dari empat bersaudara itu terus mengasah kemampuan hingga dia disertakan dalam kejuaraan daerah. Ia sudah pernah mengikuti kejuaraan hingga tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari situlah bakat Apriyani mulai tercium.


Pada tahun 2011, Apriyani Rahayu ke Jakarta dan dibawa ke PB Pelita milik Icuk Sugiarto di kawasan Kosambi, Jakarta Barat. Lalu sejak 2014 hingga 2016, Apriyani Rahayu mendapat kesempatan mewakili Indonesia di berbagai ajang Kejuaraan Dunia Junior.


Pada 2017, Apriyani mulai berlatih di Pelatihan Nasional (Pelatnas) Cipayung, Jakarta. Sejak saat itu Apriyani pun bermain di level senior dan diduetkan dengan Greysia Polii. 


Awalnya, Greysia sudah berniat pensiun pada 2017, setelah Olimpiade Rio 2016. Apalagi, pasangannya saat itu, yakni Nitya Krishinda Maheswari, tengah mengalami cedera. 


Namun takdir berkata lain. Greysia akhirnya tak jadi gantung raket usai sang pelatih memintanya menjadi duet Apriyani Rahayu. 


Dia diminta untuk membuat semakin berkembang hingga akhirnya mereka menuai berbagai prestasi. Puncaknya, pasangan ini kini berhasil meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.


Sebelum itu, Apriyani pernah mendapatkan medali perunggu pada Kejuaraan Dunia tahun 2015, 2018, 2019, juga Piala Sudirman tahun 2019. Pada laga Asian Games 2018 dia mengantongi medali perunggu untuk ganda putri dan beregu. 


Sedangkan pada SEA Games 2019 dia meraih medali emas untuk ganda putri dan medali perunggu untuk beregu di tahun 2019. Sementara di Kejuaraan Tim Asia 2018 dia meraih perunggu.


Laporan: Mela

Salut, Emas Pertama dari 2 Perempuan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2022
Selasa, Agustus 03, 2021

On Selasa, Agustus 03, 2021

Salut, Emas Pertama dari 2 Perempuan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2022
BENTENGSUMBAR.COM - Indonesia patut berbangga telah menjadi salah satu negara yang berhasil mendapatkan emas dalam cabang olahraga bulutangkis.


Torehan emas itu diperoleh oleh ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu setelah menumbangkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dua gim langsung 21-19 dan 21-15. Pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menang 2 set sekaligus dan mengukuhkan sebagai peraih emas dalam Olimpiade Tokyo 2020. 


Partai final yang disiarkan langsung di televisi swasta ini, membuat sebagian masyarakat cemas. Pasalnya, atlet terbaik badminton Indonesia sudah banyak yang pulang tanpa medali.


Namun, harapan itu muncul setelah Greysia Polii dan Apriyani Rahayu menang dan meraih emas dalam cabang olahraga bulutangkis.


Pertandingan berjalan sangat sengit bahkan pada set pertama pasangan Chen/Yi Fan mampu meraih poin terlebih dahulu. 


Catatan manis itu membuat pasangan putri Indonesia ini menorehkan sejumlah rekor baru.


Dilansir dari berbagai sumber, pasangan ini menjadi ganda putri pertama Indonesia yang berhasil lolos ke babak final Olimpiade.


Sebelumnya, Greysia/Apriyani menciptakan sejarah baru sebagai ganda putri pertama Indonesia yang lolos ke semifinal Olimpiade.


Hal itu terjadi lantaran sejak digelar pertama kali Olimpiade Atlanta 1992, belum ada ganda putri Indonesia yang mampu melewati babak perempat final.


Tak hanya itu, pasangan Greysia/Apriyani menjadi ganda putri pertama Indonesia yang mampu merebut medali di Olimpiade.


Melihat dari sejarah, ganda putri Indonesia harus gagal pada partai perempat final sejak Olimpiade Atlanta 1992.


Selanjutnya, pasangan ganda putri Indonesia itu. Memiliki usia tertua dan termuda saat meraih emas. 


Perlu diketahui, Greysia Polii menyentuh umur 33 tahun 356 hari menjadi peraih medali emas tertua di ganda putri badminton Olimpiade.


Dan Apriyani Rahayu turut menjadi atlet termuda peraih emas di ganda putri Badminton dengan umur 23 tahun 3 bulan.


Apresiasi setinggi-tingginya


Torehan emas Olimpiade Tokyo 2020 menjadi sejarah bangsa Indonesia. Pasangan Greysia/Apriyani membuktikan bahwa bulutangkis Indonesia masih mendominasi di tingkat internasional.


Atas kemenangan Greysia/Apriyani beragam apresiasi ditunjukkan oleh pemerintah dan masyarakat. Salah satunya Presiden RI, Joko Widodo. 


"Penantian emas itu berakhir sudah siang ini. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dalam pertandingan yang alot dan mendebarkan," tulis Presiden Jokowi via Instagram.


Tak lupa Jokowi mengucapkan terima kasih kepada pasangan tersebut.


"Kemenangan ini menjadi kado ulang tahun kemerdekaan Indonesia, dua pekan lagi. Selamat dan terima kasih Greysia/Apriyani!" Tulis Jokowi. 


Selain itu, penyanyi bersuara merdu Raisa juga memberikan selamat atas kemenangan Greysia/Apriyani. 


“Women. History makers. Heroes. Olympic Gold Medalist. Congratulations Greysia/Apriyani dadaku sesek saking bangganya dengar lagu Indonesia Raya berkumandang tadi. Proud,” tulis Raisa dalam Instagram. 


Kebanggan juga menyelimuti Ketua DPR RI Puan Maharani, ia mengucapkan “Selamat kepada @greyspolii dan @r.apriyanig yang telah memberikan medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 melalui cabang olahraga Bulu Tangkis Ganda Putri,” pada akun Instagram miliknya. 


Puan juga berterima kasih atas kerja keras dari pasangan tersebut. “Terima kasih telah berjuang sekuat tenaga dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Terima kasih telah menjadi sosok perempuan tangguh yang mengukir sejarah khususnya pada olahraga Bulu Tangkis dan medali ini sebagai kado ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kami bangga!,” tulis Puan. 


Sebelumnya, Indonesia sudah beberapa kali menorehkan emas cabor bulutangkis sejak 1994 di Barcelona. Kala itu Susy Susanti dan Alan Budikusuma menyumbang emas lewat nomor tunggal putri dan tunggal putra. Pada Atlanta 1996, medali emas diraih ganda putra Ricky Subagja/Rexy Mainaky.


Pada Olimpiade di Sydney, ganda putra kembali meraih emas, kali ini giliran Candra Wijaya/Tony Gunawan. Di Athena 2004, Taufik Hidayat memperpanjang sejarah emas tersebut.


Markis Kido/Hendra Setiawan selanjutnya sukses meraih emas di Olimpiade Beijing 2008. Sedangkan di Rio de Janeiro 2016, tradisi emas dipertahankan Owi/Butet, menebus kekalahan di London 2012.


Laporan: Mela

Lionel Messi Makin Gila di Copa America 2021, Cristiano Ronaldo Justru Keok di Piala Eropa 2020
Senin, Juli 05, 2021

On Senin, Juli 05, 2021

Lionel Messi Makin Gila di Copa America 2021, Cristiano Ronaldo Justru Keok di Piala Eropa 2020
BENTENGSUMBAR.COM - Lionel Messi makin menggila di Copa America 2021. Di saat bersamaan sang rival abadi, Cristiano Ronaldo, justru sudah keok dan tak bisa membawa Portugal Berjaya di Piala Eropa 2020.


Terbaru, La Pulga -julukan Lionel Messi– mencetak satu gol dan dua assist saat Argentina menang 3-0 atas Ekuador di perempatfinal Copa America 2021, Minggu, 4 Juli 2021 pagi WIB. Gol yang dibuat Lionel Messi masuk kategori sensasional.


Saat itu, Lionel Messi mencetak gol via tendangan bebas, yang notabene salah satu keahliannya. Berkat tambahan satu gol, Lionel Messi makin kedinginan di posisi teratas pencetak gol terbanyak sementara Copa America 2021 dengan empat gol.


Lionel Messi unggul dua bola dari posisi dua pencetak gol terbanyak yang ditempati 10 nama berbeda, termasuk Neymar Jr (Brasil) dan Edinson Cavani (Uruguay). Satu lagi, berkat aksi ini, Lionel Messi membawa Argentina lolos ke semifinal Copa America 2021.


Dalam semifinal yang berlangsung pada Rabu 7 Juli 2021 pagi WIB, Argentina akan menantang Kolombia. Kemenangan praktis dibidik Lionel Messi dan kawan-kawan demi memperbesar peluang menjadi kampiun Copa America 2021, atau trofi pertama Lionel Messi di level tim nasional senior.


Bagaimana dengan Cristiano Ronaldo? Langkah Cristiano Ronaldo dan Tim Nasional Portugal terhenti di 16 besar Piala Eropa 2020.


Meski tampil dominan, Portugal ditumbangkan Belgia dengan skor 0-1 di babak 16 besar Piala Eropa 2020. Benar, Cristiano Ronaldo masih bisa menepuk dada dengan tercatat sebagai top skor sementara Piala Eropa 2020 dengan koleksi lima gol.


Namun, Cristiano Ronaldo tidak sendirian. Sebab, ia bersanding dengan nama lain yakni Patrik Schick (Republik Ceko). Pemain-pemain lain seperti Harry Kane (Inggris) juga berpeluang mengejar perolehan gol Cristiano Ronaldo.


Jadi untuk sementara, catatan Lionel Messi masih lebih baik ketimbang Cristiano Ronaldo. Bahkan jika Argentina juara Copa America 2021, Lionel Messi berpeluang memenangkan trofi Ballon dOr 2021. Jadi bagaimana Lionel Messi, sanggup merealisasikannya?


Source: Okezone

Lechia Gdansk Resmi Lepas Egy Maulana Vikri
Kamis, Juli 01, 2021

On Kamis, Juli 01, 2021

Lechia Gdansk Resmi Lepas Egy Maulana Vikri
BENTENGSUMBAR.COM - Egy Maulana Vikri resmi berpisah dengan Lechia Gdansk setelah kontraknya tak diperpanjang oleh tim kasta teratas Liga Polandia tersebut. Bergabung sejak Maret 2018, kontrak Egy selama tiga musim bersama Lechia Gdansk berakhir hari ini.


Kabar ini diketahui lewat unggahan yang dibagikan Egy di akun Instagram pribadinya, @egymaulanavikri, pada Rabu, 30 Juni 2021 malam WIB.


Pada unggahan tersebut, pemain kelahiran Medan 7 Juli 2000 itu menyampaikan ucapan terima kasih untuk pelatih dan semua orang yang terlibat mengembangkan kariernya di klub.


"Pelatih, tim ofisial, rekan-rekan dan seluruh pendukung (Lechia Gdansk) saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk momen luar biasa selama tiga tahun ini," tulis Egy pada keterangan foto unggahannya.


"Saya berharap yang terbaik kalian semua dan semoga bisa menjadi juara musim ini," tutup Egy pada unggahan tersebut.


Sebelumnya, pihak Lechia Gdansk juga telah memberikan pernyataan terkait perpisahan mereka dengan Egy Maulana Vikri.


Lewat laman resmi tim, Lechia Gdansk memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Egy Maulana Vikri yang memang berakhir pada 30 Juni 2021.


"Kami ingin menginformasikan bahwa Egy Maulana Vikri tidak akan mewakili Lechia Gdansk di musim mendatang," tulis pernyataan resmi Lechia Gdansk.


"Kontrak dengan pemain yang berakhir pada 30 Juni 2021, tidak akan diperpanjang. Egy, terima kasih telah mewakili Lechia Gdansk," tulis pernyataan resmi Lechia Gdansk.


Source: Okezone

Lawan Prancis, Tujuan Timnas Portugal Cuma Satu: Menang!
Kamis, Juni 24, 2021

On Kamis, Juni 24, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Gelandang Tim Nasional (Timnas) Portugal, Joao Moutinho, menegaskan nasib Selecao das Quinas -julukan Timnas Portugal- di Piala Eropa 2020 ada di tangan mereka sendiri.

Oleh sebab itu, Timnas Portugal mengincar kemenangan atas Prancis pada matchday pamungkas Grup F Piala Eropa 2020.

Timnas Portugal akan melawan Prancis di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Kamis 24 Juni 2021, dini hari WIB. Portugal butuh kemenangan untuk memuluskan langkah mereka ke babak 16 besar.

Sekadar informasi, Portugal kini menempati posisi ketiga klasemen sementara Grup F dengan koleksi 3 poin. Portugal ada di bawah Prancis (empat poin) dan Jerman (tiga poin), tetapi ada di atas Hungaria (satu poin).

Portugal seharusnya berada di posisi lebih baik jika bisa menyapu bersih dua pertandingan Grup F sebelumnya dengan kemenangan. 

Sayangnya, juara bertahan kalah telak 2-4 dari Jerman setelah menang besar 3-0 atas Hungaria.

Sementara itu, Hasil imbang atau kalah, dengan selisih tidak lebih dari dua gol, sudah cukup untuk meloloskan Portugal. Akan tetapi, Selecao das Quinas tentu ingin mengalahkan Prancis demi finis di posisi terbaik.

“Ini hipotetis apakah kami finis pertama, kedua atau ketiga. Fokus kami adalah pada kemenangan,” kata Moutinho, dikutip dari Sportsmole, Rabu, 23 Juni 2021.

“Kami memiliki nasib kami di tangan kami sendiri. Jalan kami terlihat dan kami tahu apa yang harus kami lakukan,” tuturnya.

Sulit menebak pemenang dari pertandingan Timnas Portugal kontra Prancis. Sebab, kedua tim sama-sama memiliki kualitas mumpuni.

Prancis memiliki sederet pemain bintang, seperti Paul Pogba, Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, dan Karim Benzema. 

Timnas Portugal pun diperkuat para pemain papan atas dunia, seperti Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, Bernardo Silva, dan Ruben Dias.

Alhasil, pertandingan diprediksi akan berjalan sengit sejak menit pertama.

Pemenang pertandingan ini adalah tim yang bisa memanfaatkan peluang dan kesalahan dari lawan.

Source: Okezone

Pangdam I/BB: Olahraga Ampuh Tingkatkan Imunitas
Rabu, Juni 23, 2021

On Rabu, Juni 23, 2021

Pangdam I/BB: Olahraga Ampuh Tingkatkan Imunitas
BENTENGSUMBAR.COM -  Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM, dan sejumlah Perwira Menengah (Pamen) di lingkungan Kodam I/BB melaksanakan eksebisi olahraga tenis dalam rangka HUT ke-71 Kodam I/BB tahun 2021.


Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Tenis Kompleks Makodam I/BB, Jln Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Senin, 21 Juni 2021.


Pangdam I/BB menyampaikan bahwa tujuan pertandingan olahraga tenis ini disamping untuk menjaga imunitas tubuh di tengah Pandemi Covid-19.


Selain itu, juga untuk memelihara kekompakan dan kebersamaan sebagai dasar menuju kesuksesan.


Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus wujud ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan HUT ke-71 Kodam I/BB tahun 2021.

 

Pertandingan eksebisi tenis para Pamen Kodam I/BB ini berlangsung meriah dan sukses.


Kegiatan tersebut tetap menjalankan disiplin Protokol Kesehatan secara ketat.


(vajatu)

Unggah Posting-an di Instagram, Christian Eriksen Pastikan Kondisinya Telah Membaik
Rabu, Juni 16, 2021

On Rabu, Juni 16, 2021

Unggah Posting-an di Instagram, Christian Eriksen Pastikan Kondisinya Telah Membaik
BENTENGSUMBAR.COM - Gelandang Tim Nasional (Timnas) Denmark, Crhistian Eriksen, mengunggah sebuah posting-an pada akun Instagram pribadinya pada hari ini, Selasa, 15 Juni 2021. Hal tersebut dilukan oleh Eriksen guna mengungkapkan kondisi terkini usai mengalami kolaps beberapa hari lalu.


Sebagaimana diketahui, Eriksen mengalami hilang kesadaran atau kolaps kala tampil bersama Timnas Denmark kontra Finlandia pada matchday perdana Grup B Piala Eropa 2020, pada Sabtu 12 Juni 2021. Dalam insiden itu, Eriksen sendiri langsung mendapatkan perawatan khusus dan pertandingan harus dihentikan sejenak untuk sementara waktu.


Beruntungnya, nyawa Eriksen berhasil tertolong. Saat ia dibawa keluar lapangan menuju rumah sakit, pemain berusia 29 tahun itu terlihat sadar setelah melewati masa kritisnya.


Melalui unggahan media sosial pribadinya, Eriksen akhirnya menyampaikan pesan pertama kepada seluruh penggemarnya di penjuru dunia. Gelandang Inter Milan tersebut mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukungnya dalam masa-masa sulit.


“Halo semuanya, terima kasih banyak atas salam dan pesan Anda yang manis dan luar biasa dari seluruh dunia. Itu sangat berarti bagi saya dan keluarga saya,” tulis Eriksen di Instagram, Selasa, 15 Juni 2021.


Meski begitu, Eriksen mengatakan bahwa ia masih harus menjalani proses perawatan di rumah sakit pascainsiden lalu. Karena itu, secara otomatis, ia tidak akan bisa melanjutkan perjalanannya bersama Timnas Denmark di Piala Eropa 2020.


“Saya baik-baik saja, dalam keadaan seperti itu. Saya masih harus menjalani beberapa pemeriksaan di rumah sakit, tetapi saya merasa baik-baik saja,” lanjutnya.


Sementara itu, Eriksen nampaknya menyaksikan laga-laga Timnas Denmark di Piala Eropa 2020 melalui ranjang di rumah sakit. Eriksen mengaku bakal terus memberikan semangat kepada rekan-rekannya di Timnas Denmark yang pada saat ini masih berjuang di Piala Eropa 2020.


“Sekarang, saya akan menyemangati teman-teman di tim Denmark di pertandingan berikutnya,” tutup Eriksen.


Source: okezone.com