Opini

PARLEMEN

Sports

Sumbar

Pondok Pesantren di Payakumbuh Terbakar, 124 Santri Diungsikan
Minggu, Januari 17, 2021

On Minggu, Januari 17, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Sebanyak 144 penghuni Asrama putri Pondok Pesantren Cahaya Islam Kota Payakumbuh, Sumatera Barat terpaksa diungsikan karena gedung asramanya terbakar Sabtu, 16 Januari 2021.

Penghuni yang terdiri dari 124 santri dan 20 pembina itu diungsikan ke Kantor Satpol PP dan Dinas Sosial Payakumbuh karena kamar mereka hangus terbakar.

"Peristiwanya sekitar pukul 01.10 WIB dinihari tadi. Api baru bisa dikendalikan sekitar satu jam setelah itu," kata Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Payakumbuh, Devitra, dilansir dari Kompas.com.

Devitra mengatakan kebakaran tersebut menghanguskan sebagian gedung yang ada di asrama itu.

Beruntung api dapat dipadamkan sehingga tidak menjalar ke gedung baru asrama itu dan korban jiwa tidak ada.

"Api menghanguskan gedung lama yang terdiri dari 11 ruangan terdiri dua ruangan besar tempat tidur santri, empat ruangan pembina atau ustazah, dua kamar mandi, satu gudang, ruangan shalat dan satu ruangan lemari santri," jelas Devitra.

Akibat kebakaran itu, semua perlengkapan santri berupa kasur, lemari, buku-buku dan lainnya hangus terbakar.

Menurut Devitra, apa penyebab kebakaran tersebut merupakan kewenangan dari pihak kepolisian mengungkapnya.

Untuk memadamkan api, pihaknya menurunkan lima mobil damkar dan dibantu tiga mobil damkar dari Kabupaten Limapuluh Kota.

"Total ada delapan unit mobil damkar yang dikerahkan. Api dapat dikendalikan satu jam setelah itu sehingga tidak menjalar ke gedung asrama yang baru," kata Devitra.

(*)

Resmikan Gedung SD IT Alam Shirath, Lantas  Gubernur Irwan Prayitno Bilang: Luar Biasa!
Sabtu, Januari 16, 2021

On Sabtu, Januari 16, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno bersama istri Nevi Zuairina anggota Komisi VI DPR RI melakukan peletakan batu pertama sekaligus menandatangani prasasti tanda diresmikannya pembangunan Sekolah TK QU/ SDIT Alam/ Rumah Tahfizh Shirath di Jorong Sungai Janiah, Nagari Tabek Panjang, Sabtu, 16 Januari 2021.

Peresmian itu disaksikan langsung oleh Camat Baso Surya Wendi, Walinagari Salo, Walinagari Koto Baru, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, toko masyarakat, para dermawan dan pewakaf serta para orang tua murid.

Dalam sambutanya, Gubernur Irwan Prayitno mengapresiasi kepada yayasan dan masyarakat telah mendirikan pendidikan, karena pendidikan itu merupakan tanggung jawab negara, gubernur dan bupati, serta camat yang merupakan bagian dari rangkaian pemerintahan.

"Ketika masyarakat membangun pendidikan, itu berarti membantu pemerintah, luar biasa. Selain kita berebut untuk berbuat kebaikan, mencari amal jariah, modal untuk kita di akhirat," sambut Irwan Prayitno.

Walaupun tanggung jawab pemerintah disektor pendidikan, namun tetap diperlukan peran serta masyarakat. Irwan pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas kepada masyarakat Nagari Tabek Panjang yang berlomba-lomba untuk kebaikan.

"Fastabiqul khairat, berlomba dalam kebaikan adalah tabungan kita di akhirat, sehingga diri kita akan meraih kemuliaan, baik di dunia maupun akhirat kelak," ucapnya.

Apalagi sekolah yang di bangun merupakan lembaga pendidikan yang Islami, menjadikan Al-Quran sebagai prioritas dalam kehidupan. Dengan menyajikan program-program untuk belajar Al-Quran, dengan teknik yang luar biasa dan menyenangkan sehingga akan merubah argumen masyarakat dalam belajar Al-Quran dari susah menjadi gampang," lanjutnya.

Setidaknya dalam ajaran Islam ada tiga amalan yang pahalanya tidak akan putus meski telah meninggal dunia, yaitu sedekah amal jariah, ilmu yang bermanfaat dan do'a anak sholeh

Rasulullah bersabda: 
"Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim).

Sedekah jariah adalah sedekah yang diberikan ikhlas semata-mata karwna Allah SWT dalam bentuk apapun namun memberi manfaat yang panjang tiada putus bagi orang lain. Seperti dalam pembangunan sekolah ini.

Selanjutnya amalan yang akan diberi pahala tiada putus oleh Allah SWT adalah ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat ini adalah ilmu yang berguna bagi orang lain dalam hal kebaikan.

Dan yang terakhir adalah do'a anak yang shaleh. Tentunya ini bagi orangtua yang telah mendidik anaknya dengan ilmu agama yang kuat. Oleh karena itu, orangtua juga harus memiliki perbekalan agar bisa memberikan pendidikan agama yang sempurna bagi anak-anaknya. Karena, mendidik anak merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab orangtua yang cukup penting. Anak yang dididik dengan sangat baik oleh orang tuanya sehingga anak tersebut menjadi anak yang taat kepada Allah SWT.

"Kita patut memberikan apresiasi atas pendirian sekolah ini yang berbentuk pendidikan yang menyatukan antara pendidikan umum dan pendidikan karakter berbasis hafalan Al Qur’an. Ini merupakan sebuah kebutuhan yang amat baik bagi perkembangan generasi muda Sumatera Barat hari ini dan masa datang," kata Irwan.

 "Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh, ini juga memperlihatkan kepada kita, ilmu tanpa agama juga ibarat hidup tanpa tujuan. Karena itu SD IT ini merupakan sebuah tekad menumbuhkan generasi yang paham dan mengamalkan agama Islam sebagai landasan hidup untuk membentuk masyarakat yang beriman dan bertaqwa," jelasnya.

Irwan Prayitno juga mengisahkan tentang awalnya ia mendirikan SD IT pertama (Adzkia) di Sumatera Barat yang diawali dengan modal Rp15 ribu dan semangat kerja. Butuh kegigihan dan kesungguh-sungguhan dalam menjalankannya.

"Butuh lama untuk berkembang. Jadi saya berharap yayasan tidak dulu berpikir untuk mencari untung. Karena untuk kebaikan Allah akan berikan kemudahan dan kelancaran," ujarnya.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: "Barang siapa yang memudah kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat" (HR. Muslim)

Gubernur Sumbar berharap, SD IT Alam dan Rumah Tahfizh Shirath ini menjadi inspirasi bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Agam dan kebaikan bagi kecerdasan masyarakat di daerah ini.

Selain itu, Irwan Prayitno juga menyebutkan pembangunan sekolah tersebut bukan ide dari atas atau pemerintah tetapi dari masyarakat bawah salah satunya adalah keluarga dari keluarga besar Zul Hesni Datuak Panuko Reno yang bernama Rahmawati.

Membangun dengan luas bidang tanah dua haktar, tahap pertama membangun lokal berukuran 7m X 6m dengan anggaran Rp. 98.500.000,- dari bantuan sarana dan prasarana PLN Unit Induk Wilayah Sumbar melalui anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina.

Selanjutnya, tanah seluas dua hektar itu merupakan tanah kaum, tanah Pusako dihibahkan atas sepakatan bersama Niknik Mamak kaum untuk menyediakan tanah dijadikan sekolah.

Melalui musyawarah orang kampung Ninik mamak keluarga yang punya tanah di wakafkan kemudian diputuskan dan bertekat komitmen dengan kesungguhan, membangun sekolah untuk pendidikan Islam  Allah akan berikan jalan solusi asalakan niat kita lurus

"Oleh karena itu marilah besama mendo'akan dan kita bantu bersama menyumbang untuk pembangunan sekolah ini, dan juga kepentingan akhirat saya yakin dan percaya bangunan ini pasti cepat tuntas. Semoga sukses dari pelatakan pertama hingga batu akhir," harap Irwan.

Sementara itu, Zul Hesni Datuak Panuko Reno memberikan ucapan terima kasih kepada Anggota DPR RI Nevi Zuairina berkat bantuannya bisa membangun sekolah untuk anak-anak generasi di Nagari Tabek Panjang.

"Allamdulliah, dengan hadirnya Gubernur Irwan Prayitno dan Anggota DPR RI Nevi Zuairina menjadi motivasi kami terus bersemangat membangun sekolah ini," tuturnya.

SD IT Shirath selain tetap memperhatikan proses pendidikan umum, akan memfokuskan siswanya pada hafalan Al Qur’an dan menumbuhkan kepribadian karakter iman dan taqwa.

(Nov)

Pilkada Usai, KPU Sumbar Adakan Seminar Refleksi Perningkatan Parmas dan Pemberian Hadiah
Sabtu, Januari 16, 2021

On Sabtu, Januari 16, 2021

Pilkada Usai, KPU Sumbar Adakan Seminar Refleksi Perningkatan Parmas dan Pemberian Hadiah
BENTENGSUMBAR.COM - Pemilihan kepala daerah serenatak sudah usai, namun KPU Sumbar tetap melakukan evaluasi dengan melakukan seminar, sekaligus pemberian hadiah pada para pemenang lomba-lomba yang diadakan penyelenggara Pemilu tersebut.


Seminar yang diisi dengan narasumber Asrinaldi dan Devi Kurnia Alamsyah dipandu Wahyu Mazwar, diadakan di salah satu hotel, Sabtu, 16 Januari 2021.


Seminar tersebut membedah kegiatan KPU pra pilkada, dimana melakukan berbagai kegiatan untuk lomba dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilih.


Asrinaldi mengatakan, dibandikan dengan pilkada sebelumnya, pilkada 2020 memang terjadi peningkatan, bisa saja karena pengaruh banyaknya calon, atau sosialisasi sampai pada masyarakat.


Asrinaldi juga menilai, KPU sudah bisa mengakomodir perkembangan zaman, termasuk juga dengan kegiatan lonmba-lomba, ini merupakan salah satu sosialisasi nasib dan dapat mempengaruhi niat masyarakat memiliki.


Hal senada juga disampaikan Devi, dimana pada 2004, hal serupa juga dilakukan salah satu media, untuk melakukan berbagai lomba, dan membuat beberapa film dokumenter, seperti apa yang dilakukan KPU Sumbar.


Dalam.lomba yang diadakan KPU Sumbar pra pilkada yang diikuti lebih 150 orang peserta, juga merupakan sesuatu cara terbaik dalam peningkatan partisipasi masyarakat (Parmas).


Komisioner KPU Sumbar Nova Indra dan Izwaryani melihat, hal seperti ini perlu dipertahankan, bahkan harus ditingkatkan, termasuk juga pada saat pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden mendatang.


Selain komisioner KPU Sumbar juga tampak Sekretaris Firman, Kabag Hukum, Tehnis dan Hupmas Aan Wuyanto, Kabag SDM Wamdrizen, Kabag umum Arlis, kasubag tehnis dan Hupmas Jumiati serta beberapa kasubag dan staf lainnya, serius mengikuti acara tersebut.


"Saya melihat, dengan berbagai kegiatan lomba dan himbauan secara Masiv melalui berbagai media, mampu mendongkrak partisipasi pemilih, ini perlu tetap kita program dan kedepannya perlu ditingkatkan.," Ulas Nova Indra.


Ia juga mengatakan, berbagai kegiatan positif yang belum terakomodir pada saat ini, jika diberikan masukan pada KPU, kedepannya akan diusahakan untuk diakomodir, sehingga jumlah pemilih terus meningkat dan demokrasi semakin mapan.


Sekaitan dengan suksesi tersebut, Kabag hukum, Hupmas dan Tehnis Aan Wuryanto mengatakan, kegiatan yang dilakukan dikaitkan dengan efek positif, dimana bisa menyentuh langsung kepada masyarakat, sehingga minat untuk memilih akan semakin meningkat.


"Inshaa Allah, kedepan kami akan terus melakukan kegiatan positif, baik melalui berbagai lomba maupun kegiatan lainnya, sehingga partisipasi semakin meningkat," ulas Aan Wuryanto.


Ditambahkan Jumiati, mereka akan selalu melakukan evaluasi, dimana kendala atau cara menyampaikan pada masyarat jika ada  berbagai lomba, sehingga peserta semakin banyak, dan sosialisasi bisa menyentuh secara langsung.


Laporan: Novrianto Ucox

15 Positif Covid-19 di Payakumbuh, Salahsatunya Kepala SMP
Jumat, Januari 15, 2021

On Jumat, Januari 15, 2021

BENTENGSUMBAR. COM - Setelah dua guru terkonfirmasi Positif Covid-19 pada Kamis, 14 Januari 2021 lalu. Kali ini Kota Payakumbuh mendapatkan berita tak sedap, dengan 15 orang ditemukan terpapar Virus Corona, sehingga saat ini tercatat ada 59 orang warga Payakumbuh yang sedang menjalani isolasi.

Total warga Kota Randang yang positif virus corona desease menjadi 637 orang. Sedangkan yang sembuh, Jumat, 15 Januari 2021, dilaporkan ada dua orang, yaitu Habib Alhudzaif Mediantoro (3) Lelaki, warga Sungai Durian, dan Heru Darmawan (36), warga Subarang Batuang.

Kepala Dinas Kesehatan dr.Bakhrizal didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat Fatma Nelly menginformasikan via pesan whatsapp, Jumat, 15 Januari 2021, seluruh warga yang positif itu, sudah menjalani isolasi mandiri. 

Mereka antara lain:

IAC (39) Lelaki, warga Tanjuang Pauh, Kepala SMPN 6 Payakumbuh

MP (23) Perempuan, warga Sicincin, Guru SMP Mutiara Hati

RI (47) –†erempuan, warga, Padang Tinggi Piliang, Dosen STTP Payakumbuh

DAM (30) Lelaki, warga Padang Data Tanah Mati, Guru SMP Mutiara Hati

F (42) Perempuan, warga Sungai Durian, Guru SMPN 6 Payakumbuh

AR (24) Perempuan, warga Balai Baru Kapalo Koto Dibalai, Guru SMPN 6 Payakumbuh

ED (24) Perempuan, warga Padang Tangah Payobadar, Guru TK An-Nadair

PA (49) –†erempuan, warga Cubadak Aia Tigo Koto Diateh, Guru SDN 21 Payakumbuh

E (58) Perempuan, warga Kubu Gadang Barat, Guru SMPN 1 Payakumbuh

DM (23) Perempuan, warga Ibuh, Guru SDN 14 Payakumbuh

B (52) Perempuan, warga Limbukan, Guru SDN 63 Payakumbuh

H (45) Perempuan, warga Balai Baru, Guru SMPN 3 Payakumbuh 

DE (32) Lelaki, warga Sungai Durian, Guru SDN 51 Payakumbuh

HPS (27) Lelaki, warga Tanjuang Gadang Sungai Pinago, Pegawai Kantor Pajak

RS (62) Lelaki, warga Koto Tangah, Pensiunan

Menurut Bakhrizal, klaster Covid-19 dari dunia pendidikan bakal terus bertambah. Karena target pemko sebanyak 3.600 guru di kota ini tengah dan akan menjalani rapid tes antibodi. Terhadap mereka yang hasil tesnya reaktif, maka pada hari itu juga langsung di tes swab.

Dikatakan, pada saat sekolah tatap muka dilakukan, test SWAB harus dilakukan bagi mereka yang reaktif, agar program sekolah tatap muka dapat berjalan aman dari pandemi Covid-19.

Data covid-19 yang diterima dari Kabid Kesehatan Masyarakat Fatma Nelly, Jumat (15/1) 
Suspek : 3
Kasus konfirmasi : 637
Sembuh : 589
Isolasi : 39
Rawat : 0
Meninggal : 9
KE : 50
Discarded : 11.016
Total swab : 12.410

Laporan: Hermiko

Riza Falepi Usulkan Pembuatan Film Peristiwa Situjuah, Jangan Biarkan Sejarah Luntur Pada Generasi Muda
Jumat, Januari 15, 2021

On Jumat, Januari 15, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Wali Kota Payakumbuh H. Riza Falepi Dt. Kaampek Suku menghadiri Upacara Tabur Bunga Peringatan Peristiwa Situjuah ke 72 pada tahun 2021 di Kawasan Makam Pahlawan Lurah Kincia, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat, 15 Janauari 2021.

Peristiwa Situjuah adalah suatu peristiwa penyerangan oleh pasukan penjajah Belanda terhadap para pejuang kemerdekaan Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menewaskan beberapa orang pimpinan pejuang dan puluhan orang anggota pasukan lainnya.

Turut hadir dalam upacara itu Bupati Irfendi Arbi, Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry S Lahe, Mantan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, Wali Nagari, dan tokoh masyarakat setempat.

Juga dilaksanakan penyerahan penghargaan dari warga dan tokoh masyarakat Situjuah kepada belasan tokoh yang berjasa mengangkat Persitiwa Situjuah pasca perjuangan. Diantara tokoh itu termasuk mamak dari Wali Kota Riza Falepi, yaitu Thamrin Manan, serta Mantan Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo.

Thamrin Manan adalah Penggagas sekaligus Ketua Yayasan YPP PDRI, sumbangsihnya dalam mengangkat peristiwa Situjuah sangat banyak, sementara itu Bupati Alis Marajo telah membuatkan Peraturan Bupati Nomor 34/2011 tentang Penetapan dan Pedoman Penyelenggaraan peringatan Hari Bela Negara dan Rangkaian Peristiwanya di Kabupaten Limapuluh Kota.

Usai mengikuti upacara tabur bunga, Wali Kota Riza Falepi saat diwawancara media mengatakan merunut kembali sejarah perjuangan bangsa, waktu itu Ibu Kota sementara Negara seperti Yogyakarta diserang, bahkan Bukittinggi juga, akhirnya terbentuk PDRI. 

"Peristiwa Situjuah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PDRI. Disampaikan waktu itu ke dunia Internasional kalau masih ada pemerintah Indonesia, sehingga batallah Belanda menyatakan Indonesia tidak ada lagi. Kita harus bangga karena masyarakat Limapuluh Kota, Payakumbuh, khususnya Sumbar punya saham dalam mempertahankan republik ini dulunya. Itu sejarah, dan tak bisa diubah," kata Riza.

Berdasarkan hal itu, Riza berharap, saham itu bisa ditimbang oleh pemerintah pusat, sebagai bagian rasa nasionalisme, kecintaan kepada bangsa dan negara. 

"Orang-orang tua dan pendahulu kami berjuang, wajar kami menanyakan hak itu, sementara itu Yogyakarta mendapat, Bandung dan Jakarta juga mendapat, mana jatah kami," kata Riza.

Riza berharap Peristiwa Situjuah adalah cerita sejarah yang perlu disampaikan kepada anak-anak muda. Bahwa orang Sumbar pernah berjuang disini sebagai syuhada, mau memberikan nyawanya. Menurutnya sebagai pembelajaran, harus dibuat dalam bentuk rincian yang baru dan bisa dimengerti oleh anak-anak muda, apakah dalam bentuk film.

"Jangan biarkan pemahaman itu luntur, karena akan timbul ketidakpedulian, dan bermuara kepada ketidaktahuan. Sejarah perjuangan ini kan juga sudah diabadikan menjadi hari bela negara di masa pemerintahan Presiden SBY. Sudah diangkat sebagai peristiwa skala nasional, kita disini menjaga itu dengan memperingatinya setiap tahun," pungkas Riza. 

Laporan: Hermiko

DPRD Sumbar Dukung Penuh Nagari Simasarok Jadi Desa Wisata
Jumat, Januari 15, 2021

On Jumat, Januari 15, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - DPRD Sumbar mendukung penuh keinginan Nagari Simarasok, Kec. Baso, Kabupaten Agam, menjadi Desa Wisata, sehingga ke depan bisa menjadi penggerak perekonomian masyarakat di nagari indah yang berpenduduk 6.872 jiwa itu.

Keinginan menjadi Desa Wisata itu diungkapkan Wali Nagari Simarasok Muhammad Nurzen yang didampingi oleh tokoh masyarakat Simarasok H. Nofrizon, saat mengadakan pertemuan dengan wakil rakyat Sumbar di aula Balai Adat, Kamis, 14 Januari 2021 petang.

Bak gayung bersambut, dukungan penuh DPRD Sumbar disampaikan oleh Tim Komisi 1 DPRD bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumbar, yang berkunjung ke Nagari Simarasok dan berdialog dengan elemen masyarakat.

Ketua 1 DPRD Sumbar Syamsul Bahri mengatakan, potensi spot keindahan alam, air terjun, kuliner, adat dengan segala budayanya, kiranya dapat menjadi modal bagi Nagari Simarasok. Potensi itu tidak dimiliki oleh daerah lain, dan ini merupakan nilai jual kepada wisatawan yang berkunjung.

"Potensi untuk menjadi Desa Wisata lebih dari cukup, tinggal dibenahi dan dikembangkan. Kami dari DPRD akan membantu dari sisi infrastruktur melalui Bantuan Keuangan Khusus misalnya untuk memperbaiki jalan, bendungan dan sarana lainnya," kata Syamsul Bahri, yang juga politisi PDIP ini.

Hal yang sama diungkapkan Sekretaris Komisi 1 DPRD Sumbar HM. Nurnas, yang meminta diaktifkan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) untuk menggerakkan pariwisata di Nagari Simarasok, sehingga hasilnya nyata untuk kesejahteraan masyarakat. Mulai dari yang kecil-kecil terlebih dahulu, misalnya usaha membuat kuliner berupa makanan yang bisa dijadikan oleh-oleh. 

Menurut Nurnas, Bumnag atau pemerintahan nagari mulai membenahi aliran sungai apakah bisa jadi wisata arung jeram, atau air terjun dengan kolam untuk mandi, spot-spot indah untuk berfoto, kuliner dan menggiatkan seni budaya melalui atraksi dari anak nagari. 

"Wisatawan saat ini mencari yang indah, unik dan enak. Tempat yang tersuruk pun dicari oleh wisatawan," kata HM Nurnas, politisi senior Partai Demokrat.

Nagari Simarasok, pernah menjadi nagari terbaik nasional. Namun setelah itu terabaikan membenahi potensi. Karena itu, dengan adanya Dana Desa, diharapkan potensi itu digerakkan sehingga berdampak ekonomi.

Kadis PMD Sumbar Drs. H. Syafrizal, MM mengatakan, Wali Nagari agar memanfaatkan pendamping desa serta tenaga ahli dalam menciptakan inovasi, salah satunya program Desa Wisata.

"Sudah banyak contoh di daerah lain yang maju karena inovasi wisata. Ada nagari yang hanya mengelola embung saja ternyata bisa menghasilkan pendapatan asli nagari," kata Syafrizal Ucok, yang juga mantan Wakil Bupati Pesisir Selatan ini.

Kunjungan Tim Komisi 1 DPRD Sumbar dan Dinas PMD Sumbar ke Nagari Simarasok juga untuk mengetahui penyaluran BLT Dana Desa serta penanganan Covid-19. Dari Dana Desa 2020 sebesar Rp968 juta, telah digunakan untuk Padat Karya Tunai Desa Rp130 juta, kegiatan Pemberdayaan Rp500 juta, penanganan Covid-19 sebesar Rp26 juta dan pembayaran BLT sebesar Rp281 juta untuk 139 KK penerima manfaat.

(*)

S3 Sumbar Serahkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir
Jumat, Januari 15, 2021

On Jumat, Januari 15, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Keluarga besar perantau Solok Raya yang tergabung dalam organisasi Solok Saiyo Sakato (S3) membantu korban banjir di Kabupaten dan Kota Solok. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua S3 Sumbar, H.Suwirpen Suib kepada Bupati Solok, H. Gusmal di Tugu Ayam, Arosuka, Jumat, 15 Januari 2021.

Bupati dalam kesempatan itu mengapresiasi dan berterima kasih kepada S3 Sumbar. 

"Sebagaimana diketahui, kita baru saja dilanda musibah banjir. Terima kasih tak terhingga kepada S3 atas kepeduliannya. Semoga ini menjadi amal ibadah," kata Gusmal.

Bupati juga berharap kepada warga yang tertimpa musibah untuk menerima bantuan S3 tersebut dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Kok sakapa tolong gunuangkan, satitiak tolong lawikkan," harap Gusmal.

Sebelumnya Ketua S3 Sumbar, H.Suwirpen Suib mengatakan, apa yang dilakukan warga S3 tersebut adalah bukti kepedulian perantau Solok kepada kampung halaman. 

"Jumlahnya memang tidak terlalu banyak, tapi ikatan batin antara rantau dan kampung halaman jauh lebih besar," katanya.

Bantuan yang diserahkan S3 tersebut berupa sembako sebanyak 450 paket dan pakaian. Dari 450 paket sembako tersebut, Nagari Selayo dibantu 100 paket, Koto Baru 50 paket, Muara Panas 100 paket dan Lembang Jaya 100 paket. Sedangkan sejumlah kelurahan di Kota Solok diserahkan 100 paket pula.

Penyerahan bantuan tersebut disaksikan sejumlah pejabat Pemkab Solok dan pengurus S3 serta anggota S3. Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh para perantau untuk berfoto dengan Bupati Gusmal. 

Laporan: Sawir Pribadi

Kampung Tangguh Kubang Gajah Disambangi Tim Penilai Kampung Tangguh Provinsi
Kamis, Januari 14, 2021

On Kamis, Januari 14, 2021

Kampung Tangguh Kubang Gajah Disambangi Tim Penilai Kampung Tangguh Provinsi
BENTENGSUMBAR.COM - Kampung Tangguh Kubang Gajah yang sudah berdiri sejak 29 Maret 2020  lalu berkat swadaya dari masyarakat untuk memutus mata rantai covid-19 di Kubang Gajah disambangi oleh tim penilai Kampung Tangguh Provinsi Sumatera Barat, Kamis, 14 Januari 2021.


Tim penilai yang terdiri dari Kompol Nuraida yang menjabat sebagai Kasubdit Babinkamtipmas Polda Sumbar serta Eri Gas Ekaputra yang merupakan Direktur Nagari Developmen Center menyebut kampung tangguh Kubang Gajah dinilai telah memenuhi semua aspek.


Kampung yang dilihat tageh dalam pendidikan, tageh dibidang kesehatan, tageh dalam keimanan, tageh keamanan dan tageh dalam pengelolaan ketahanan pangan selama pandemi Covid-19 serta telah ada jauh sebelum kegiatan ini mendapat kesan positif dari tim penilai.


"Dari kunjungan hari ini kami sangat terkesan, kami lihat semuanya sudah sesuai dengan kriteria, mudah-mudahan kampung tangguh Kubang Gajah ini akan mewakili Sumbar ke Nasional," kata Eri Gas Ekaputra didampingi Kompol Niraida usai mengunjungi kampung tangguh Kubang Gajah.


Eri Gas mengharapkan untuk kampung tangguh yang sudah ada jangan sampai berhenti memberikan serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan jangan sampai mati suri setelah kegiatan ini berakhir.


"Berikanlah pelayanan dan pemahaman yang maksimal kepada masyarakat akan bahaya covid-19 serta dalam penegakan protokol kesehatan dilingkungan masing-masing untuk memutus mata rantai covid-19 ini," ujarnya.


"Dan seperti yang kita tau kampung tangguh kubang gajah yang sudah memberikan pemahaman dan bantuan kepada masyarakat sejak maret tahun lalu ini, kedepannya kita akan melakukan pembinaan agar pengelolaannya lebih tageh lagi," tukuknya.


Senada dengan itu Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz mengatakan Pemko Payakumbuh akan terus mendorong dan mendukung semua lapisan masyarakat dalam memutus mata rantai covid-19 ini.


"Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah sekarang kita sedang mencanangkan sekolah tanggung untuk mengedukasi siswa dan guru akan bahaya virus korona, ini semua untuk kenyamanan dan keamanan selama proses belajar mengajar," kata Wawako Erwin Yunaz didampingi Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda.


"Dan kita juga telah membentuk satgas covid-19 di tingkat kelurahan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar terus menerapkan pola hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan," lanjut Erwin.


Sementara itu ketua RW 3 Kelurahan Limbukan Mulia Raja mengungkapkan bahwa posko kampung tangguh Kubang Gajah beserta satgas covid-19 kelurahan selalu aktif memberikan edukasi kepada masyarakat untuk terus menerapkan 3M.


"Posko kita ini selalu aktif 24 jam sehari, kita selalu memantau seluruh kegiatan warga, dengan begitu keamanan dan ketertiban masyarakat disini selalu terjaga," terangnya.


"Kita ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pengelolaan kampung tangguh kubang gajah ini baik itu Pemko Payakumbuh, Polre Payakumbuh, Dandim 0306/50 kota, ORARI Sumbar serta seluruh masyarakat Kubang Gajah," pungkasnya.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh Forkopimda Kota Payakumbuh, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Asisten I Yufnani Away, Asisten II Elzadaswarman, Asisten III Amriul Dt. Karayiang, Kadis Kominfo Jhon Kenedi, Kadis PUPR Muslim, Kasatpol-PP Devitra, Kadis Kesehatan Bakhrizal, Kadis Pertanian Depi Sastra, Kakankesbangpol Buddy D. Permana, Camat Payakumbuh Selatan L. Kefri Nasdi, Lurah Limbukan Firdaus Sawir serta lurah se-Kecamatan Payakumbuh Selatan serta Satgas Covid-19 Kelurahan Limbukan.  


Laporan: Hermiko

Temu Karya Karang Taruna Payakumbuh, Wako Riza Falepi: Jadilah Pelopor Pembangunan, Bukan Pelengkap Penderitaan
Kamis, Januari 14, 2021

On Kamis, Januari 14, 2021

Temu Karya Karang Taruna Payakumbuh, Wako Riza Falepi: Jadilah Pelopor Pembangunan, Bukan Pelengkap Penderitaan
BENTENGSUMBAR.COM - Wali Kota Riza Falepi membuka Temu Karya VI Karang Taruna Kota Payakumbuh digelar di Aula Ngalau Indah, Lantai III Balaikota, Kamis, 14 Januari 2021.


"Jadilah pelopor pembangunan peradaban, jangan jadi orang kecil yang tidak ada gunanya, yang bila hadir atau tidak hadirnya sama saja, hanya sebagai pelengkap penderitaan," kata Wali Kota Riza Falepi.


Kegiatan yang bertema "Melalui Temu Karya VI Karang Taruna, Kita Ciptakan Generasi Muda Yang Profesional, Berkualitas, Serta Punya Kepekaan Sosial" itu juga dihadiri Ketua Karang Taruna Provinsi Sumbar Mahdianur Musa bersama pengurus, Kadis Sosial Kota Payakumbuh Erwan didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial Ance Alfiando, pengurus KT kota/kabupaten se Sumbar, dan masing-masing perwakilan KT kelurahan se Kota Payakumbuh.


Dalam sambutannya, Wali Kota Riza Falepi menyampaikan tantangan hari ini adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja dan kegiatan produktif. Berkaca dari pengalamannya sebagai orang yang mendapat amanah menjabat wali kota, memang diakui Riza tidak mudah menjalani keadaan hari ini.


"Akibat pandemi Covid-19, kondisi ekonomi berada di masa-masa krisis, banyak anggaran yang dipotong. Ini memang berat, tapi kita sampai saat ini masih bisa beraktivitas, bahkan pertumbuhan ekonomi Payakumbuh masih plus 1,2 persen," ungkapnya.


Riza menyampaikan dirinya memberikan harapan bagi masyarakat yang ingin agar ekonominya tidak jatuh, peluang diberikan dengan kepengurusan izin yang dipermudahnya. Besar harapan Riza agar Karang Taruna sebagai salahsatu wadah kepemudaan, hendaknya membangun kepeloporan untuk menghidupkan dan memberikan jalan kepada yang lain agar tumbuh secara produktif serta berhasil guna dan bermanfaat kepada orang banyak.


"Kepeloporan itu penting, banyak peluang di depan kita, kepedulian itu yang perlu dibangun. Saya melihat karang taruna di Kota Payakumbuh sangat peduli, maka ini perlu diviralkan kepada karang taruna lainnya. Payakumbuh, hari ini baru bisa pada level memberi oli kepada mobil untuk berjalan, artinya kita permudah izin, silahkan karang taruna berusaha dan beraktifitas," ungkapnya.


Lebih lanjut, Riza Falepi menyampaikan apabila karang taruna hadir sebagai pemuda pelopor di daerahnya, maka akan tumbuh suasana produktif yang memberikan kesejahteraan dan memajukan daerah.


"Kita merindukan Sumbar ini sama majunya dengan pulau Jawa secara ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Saya siap berada di tengah-tengah para pelopor perubahan, Tanyakan kepada diri kita, kenapa nyaman dengan kondisi yang begini-begini saja tanpa ada perubahan?," pungkasnya.


Sementara itu, Ketua KT Provinsi Sumbar Mahdianur Musa menyampaikan Karang Taruna adalah organisasi kemasyarakatan yang lebih dirasakan dampak dan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat, karena merekalah yang memiliki program mengentaskan problema 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).


"Karang tarunalah yang diberikan tugas untuk memberikan solusi yang terbaik, dengan berkoordinasi bersama pemerintah dan stakeholder yang ada," kata Mahdianur.


Menurut Mahdianur, disaat penilaian pilar-pilar sosial se Indoensia, karang taruna se Sumbar ikut aktif mengirim video penanganan Covid-19. Ditambah dari data yang ada, KT Sumbar masuk nominasi 5 besar se Indonesia, 4 diantaranya dari pulau Jawa. 


"Satu-satunya di luar pulau jawa hanya Provinsi Sumbar. Artinya gerakan karang taruna di ranah minang begitu luar biasa. Apabila prestasi diraih, namun program tidak diaplikasikan dan digarap dengan baik, akan sangat nista organisasi ini berjalan kedepannya," ungkapnya.


Sementara itu, untuk penilaian pilar-pilar sosial tingkat Provinsi Sumbar, KT Payakumbuh selalu ranking 2. Mahdianur menyampaikan apresiasi kepada pengurus lama yang sudah mengabdikan diri di tengah masyarakat.


"Kita harus bangga bisa memberi bantuan materil dan moril dengan rasa sosial kemasyarakatan, karang Taruna Jaya, Jaya, Jaya!," tutup Mahdianur Musa.


Dari keterangan Ketua Panitia Temu Karya, Seprianto yang merupakan Ketua KT Kecamatan Payakumbuh Timur menyampaikan dalam temu karya kali ini, dilaksanakan pemilihan Ketua Karang Taruna Kota Payakumbuh periode 2021-2026 dengan sistem voting. 


"Ketua karang taruna kota saat ini karena sudah habis masa jabatannya pada tahun 2020. Setelah melaksanakan pemilihan, nanti untuk AD-ART dan programnya akan dibahas setelah temu karya ini, karena kita dibatasi waktu," ungkap Anto.


Sementara itu Ketua KT Ade Vianora menyampaikan dengan telah berakhirnya masa bakti periode 2015-2020, Ade menyampaikan apresiasi kepada pengurus yang selama ini bekerja bersama-sama dalam menciptakan ruang bagi anggota karang taruna untuk bergerak mengentaskan permasalahan sosial yang ada.


"Kedepan masih banyak PR kita untuk terus bersinergi dan begandengan tangan demi berjayanya karang taruna dan program-program penyokong tumbuh kembangnya kota kita," ujar Ade. 


Laporan: Hermiko

Batal Disuntik Vaksin, Gubernur Irwan Prayitno Tegaskan Sinovac Aman dan Halal
Kamis, Januari 14, 2021

On Kamis, Januari 14, 2021

Batal Disuntik Vaksin, Gubernur Irwan Prayitno Tegaskan Sinovac Aman dan Halal
BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno hari ini batal menjalani suntik vaksin Covid-19 Sinovac yang pertama kali di Sumbar. Pasalnya setelah dilakukan cek kesehatan di RSUP M. Djamil Padang dirinya tak penuhi syarat untuk divaksin.


Selain Gubernur Sumbar batal disuntik Vaksin untuk perdana hari ini, dari 12 orang pejabat yang akan divaksin perdana ada 6 yang ditunda untuk divaksin.


Pemberian vaksin Sinovac di Sumatera Barat ditandai dengan pencanangan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara simbolis di Aula Kantor Gubernur, Kamis, 14 Januari 2021. 


Gubernur Irwan Prayitno menegaskan, pada prinsipnya, dirinya sudah siap divaksin. Namun, karena ada arahan dari dokter untuk menunda penyuntikan, maka batal dilakukan hari ini.


"Tadi malam saya sudah diberitahu oleh Direktur RSUP M. Djamil, bahwasannya untuk tahap pertama ini, saya belum bisa divaksin. Nanti akan menyusul kemudian," kata Irwan Prayitno. 


Ia mengatakan saat dihubungi dokter dari hasil pemeriksaan kesehatan Gubernur belum bisa divaksin dalam kesempatan pertama ini.


"Jadi jangan heran, untuk sementara tidak prioritas, kemaren saya masih semangat sampai tengah hari, tapi kemudian setelah diperiksa, saya diberitahukan sebaiknya ditunda dulu," ujarnya.


Sebelumnya, ia menambahkan bahwa dirinya memang masuk kedalam daftar tahap untuk divaksin hari ini, namun untuk vaksinasi pertama ialah penerima yang benar-benar sehat.


"Dokter telah memberitahukan saya sebaiknya sabar dulu. Ditunda sementara sampai nanti memungkinkan untuk divaksin,” ujarnya.


Selanjutnya, Irwan Prayitno juga mengingatkan masyarakat Sumbar untuk tidak takut dan khawatir terhadap keamanan serta kehalalan vaksin Covid-19.


"Yakinlah bahwa pemerintah tidak mungkin akan mencelakakan masyarakatnya," ujarnya.


Selain itu, orang nomor satu di Pemprov Sumbar itu meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu negatif atau hoaks tentang vaksin yang selama ini banyak beredar. Pasalnya, mutu dan keamanan vaksin COVID-19 tidak perlu diragukan lagi karena sudah melalui fase uji klinis. 


Terlebih lagi BPOM sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization) dan juga dari MUI sudah mengeluarkan Fatwa No.2 /2021 terkait kehalalan dari vaksin COVID-19.


Pada kesempatan itu, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Arif Gadjah Mada mendapat giliran pertama untuk divaksin di Sumbar. Karena Gubernur Sumbar terkendala faktor kesehatan untuk divaksin.


"Saya senang sekali karena menjadi orang pertama di Sumbar. Saya merasa setelah divaksin tak ada yang sakit, hanya ketika disuntik seperti digigit semut," ungkap Arif Gajah Mada.


Ia mengatakan dirinya masih segar setelah divaksin. Karena ia yakin vaksin ini aman dan halal. Untuk masyarakat untuk jangan ragu dan khawatir dengan vaksin ini. tujuannya divaksin agar terbebas dari Covid-19.


Selain itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Sumbar Jasman Rizal, yang juga menjadi salah seorang yang divaksin di hari itu, juga menyebutkan tidak merasakan efek apa-apa setelah beberapa menit divaksin. 


Jasman Rizal menjelaskan, dalam pencanangan vaksinasi Covid-19, selain Irwan Prayitno, ada beberapa pejabat lain yang juga batal divaksin hingga saat itu. Rencananya ada 12 pejabat sudah siap untuk divaksinasi, namun alasan kesehatan terpaksa ditunda untuk melakukan vaksinasi.


Ada 16 poin persyaratan yang bisa menerima vaksin di antaranya tidak pernah terkonfirmasi Covid-19, tidak ada riwayat kontak erat dengan pasien corona, bukan ibu hamil, tidak memiliki riwayat penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, ginjal, jantung, HIV dan memiliki penyakit asma. 


Adapun untuk tahap pertama pejabat yang lolos kesehatan untuk di vaksin Covid-19 adalah Danrem 032/Wirabraja Brigadir Jenderal TNI Arief Gajah Mada, Ketua IDI Sumbar dr. Pom Harry Satria, Sp.OG, Dandenkesyah Letkol Ckm Zulfikar, S.K.M, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Firdaus Umar, S.Si., Apt., Kepala Dinas Kominfo Sumbar Drs. Jasman MM, Kepala Laboratorium Pusat Dianogstik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand, Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc, dan Ketua PERSI Sumbar Dr. dr. Yusirwan, Sp.B, Sp.BA (K), MARS.


(Nov)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *