Opini

PARLEMEN

Sports

Sumbar

IKLAN DI ATAS FEED
E Government Butuh Percepatan Reformasi Birokrasi, Begini Penjelasan Wako Payakumbuh
Rabu, Oktober 28, 2020

On Rabu, Oktober 28, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Transformasi digital membuat pemerintahan harus beradaptasi. Maka muncul istilah e government. E gov ini mensyaratkan tata kelola pemerintahan harus berbasis digital. Namun kondisi ini bermasalah jika diterapkan secara cepat ke birokrasi. 

Hal ini dibahas dalam webinar seri ke 5 Ilmu Politik Unand dengan tema Reformasi Birokrasi dan Pemanfaatan E-Government di Sumatera Barat. Acara yang dimoderatori oleh Didi Rahmadi, MA ini, menghadirkan narasumber yang kompeten, yaitu Fadly Amran (Walikota Padang Panjang), Riza Falepi (Walikota Payakumbuh), Syaiful Wahab (Dosen Ilmu Politik, Unand) dan Asrinaldi (Dosen Ilmu Politik Unand).

Dalam pemaparannya, Walikota Padang Panjang menyebut syarat utama keberhasilan pemerintahan untuk menerapkan e gov adalah mereformasi birokrasi. 

"Penempatan birokrat sesuai dengan bidangnya akan semakin menambah penguatan terhadap reformasi birokrasi dan pemanfaatan terhadap tekhnologi dengan e-government," kata Fadly Amran. 

"Kolaborasi pemerintah(an) dengan seluruh elemen masyarakat yang memang menginginkan perubahan, barulah dilengkapi dengan tekhnologi," lanjutnya.

Hal ini juga diperkuat oleh Walikota Payakumbuh Riza Falepi yang menekankan pada monkey procedure yakni sebodoh apapun orang akan mengikuti prosedur untuk melaksanakan suatu urusan. 

Artinya, teknologi itu sifatnya memudahkan, sehingga orang yang tak berpnegetahuan sekalipun bisa menggunakannya.

"Sebagai contoh membuat KTP selama 15 menit. Artinya, infrastruktur dan prosedurnya yang mesti disiapkan KTP itu agar dapat selesai dalam waktu 15 menit. Komitmen merupakan hal yang utama dalam menerapkan IT di bidang pemerintahan, terutama komitmen politik yakni dari para pemimpin politik," jelas  Riza.

Akademisi Unand, Asrinaldi menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembanga e - government adalah; political will kepala daerah, pembiayaan dan infrastruktur serta aturan per undang-undangan.

"Alasan birokrasi perlu direformasi, diantaranya; birokrasi menjadi organisasi yg mendominasi urusan publik, namun lambat merespon kepentingan publik, rendahnya akuntabilitas dan transparansi birokrasi dalam melaksanakan tugas, belum terwujudnya efektifitas dan efisiensi dalam pelaksanaan fungsi birokrasi, birokrasi menjadi alat politik dalam setiap pilkada," kata Asrinaldi.

Sementara itu, Akademisi Unand Syaiful Wahab, mewarning bahwa instansi terlapor yang cukup tinggi dalam kasus korupsi adalah pemerintah daerah. 

"Pemerntah daerah perlu menjadi subjek yang ‘meluruskan” kembali makna reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi “terinfeksi virus” sebelum sampai tujuan. Reformasi birokrasi secara substansial, masih kedodoran dan mal-function," papar Syaiful.

Webinar seri ke lima ini merupakan komitmen jurusan Ilmu Politik Unand dalam memberikan kontribusi pencerdasan politik bagi masyarakat. 

"Jurusan Ilmu Politik Unand concern terhadap proses peningkatan kapasitas para civitas akademika dan masyarakat umum di bidang politik," pungkas Ketua Jurusan Ilmu Politik Unand, Dr Indah Adi Putri.

(Ucok)

Update Covid-19 Sumbar: 316 Orang Positif, 5 Orang Meninggal Dunia
Rabu, Oktober 28, 2020

On Rabu, Oktober 28, 2020

Update Covid-19 Sumbar: 316 Orang Positif, 5 Orang Meninggal Dunia
BENTENGSUMBAR.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat kembali melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 di daerah ini.


"Total sampai hari ini telah 13.375 orang warga Sumbar terinfeksi Covid-19. Terjadi penambahan 316 orang warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19," ujar Jasman Rizal, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, Selasa, 27 Oktober 2020.


Sementara itu, pasien sembuh bertambah 501 orang, sehingga total sembuh 8.108 orang.


"Meninggal bertambah 5 orang sehingga total meninggal 249 orang," ungkap Kepala Dinas Kominfo Sumatera Barat ini.


Sampai hari ini, jelas Jasman Rizal, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 273.386 spesimen dan jumlah orang yang diperiksa sebanyak 209.158 orang dengan Positivity Rate (PR) pada angka 6,39 persen.


Dari total 13.375 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat, kata Jasman, dirawat di berbagai rumah sakit 514 orang (3,8%), isolasi mandiri 4.049 orang (30,4%), isolasi provinsi 240 orang (1,8%), isolasi kabupaten/kota 215 orang (1,6%), meninggal dunia 249 orang (1,9%) dan sembuh 8.108 orang (60,6%).


"Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc melaporkan 3.456 sample yang terperiksa (Lab. Fak. Kedokteran Unand 3270 sample dan Lab. Veteriner Baso Kab. Agam 186 sample), terkonfirmasi tambahan 316 (tiga ratus enam belas) orang warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19, kesembuhan pasien Covid-19 setelah 2x konversi negatif bertambah 501 orang dan meninggal dunia bertambah 5 orang," cakapnya. 


Warga Sumbar terkonfirmasi positif sebanyak 316 orang dengan rincian:


1. Kota Padang 187 orang 

2. Kota Padang Panjang 7 orang 

3. Kota Payakumbuh 20 orang 

4. Kabupaten Pesisir Selatan 5 orang 

5. Kabupaten Sijunjung 20 orang 

6. Kabupaten Dharmasraya 11 orang

7. Kabupaten Solok 9 orang 

8. Kabupaten Padang Pariaman 9 orang 

9. Kabupaten Kepulauan Mentawai 1 orang 

10. Kabupaten Agam 17 orang 

11. Kabupaten Tanah Datar 9 orang 

12. Kabupaten Solok Selatan 11 orang 

13. Kabupaten Limapuluh Kota 5 orang

14. Kabupaten Pasaman 4 orang 

15. Kabupaten Pasaman Barat 1 orang


Pasien sembuh sebanyak 501 orang, dengan rincian:


1. Kota Padang 231 orang 

2. Kota Bukittinggi 64 orang 

3. Kota Solok 2 orang

4. Kota Pariaman 15 orang

5. Kota Payakumbuh 14 orang 

6. Kabupaten Agam 75 orang 

7. Kabupaten Dharmasraya 3 orang

8. Kabupaten Solok 18 orang 

9. Kabupaten Kepulauan Mentawai 3 orang 

10. Kabupaten Limapuluh Kota 9 orang

11. Kabupaten Padang Pariaman 16 orang

12. Kabupaten Pasaman 4 orang 

13. Kabupaten Pesisir Selatan 29 orang

14. Kabupaten Sijunjung 9 orang 

15. Kabupaten Solok Selatan 1 orang

16. Kabupaten Tanah Datar 8 orang


Meninggal dunia sebanyak 5 orang, dengan rincian: 


1. Kota Padang 1 orang

2. Kota Padang Panjang 1 orang

3. Kabupaten Pasaman Barat 2 orang

4. Kabupaten Agam 1 orang


(by)

Sejak Pandemi, Jumlah Sampah Berkurang
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Mairizon menyebut bahwa jumlah sampah warga mengalami penurunan sejak Pandemi Covid-19 ini. Meski jumlah penurunannya tidak begitu signifikan. 

"Iya, jumlah sampah perbulan yang kita angkut ke TPA mengalami penurunan," kata Mairizon, Selasa, 27 Oktober 2020.

Dikatakan Mairizon, biasanya jumlah sampah yang dihasilkan warga Padang dalam sehari rata-rata mencapai 600 ton. 

Namun sejak pandemi Covid-19, sampah yang datang ke TPA turun sekitar 400 hingga 500 ton saja sehari. 

"Turunnya sekitar 100 sampai 200 ton sehari," tutur Kadis LH. 

Seperti diketahui, sebanyak 139 titik TPS tersebar di Kota Padang. 

Warga diwajibkan membuang sampah di TPS mulai pukul 17.00 Wib hingga pukul 05.00 WIB.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang saat ini juga memiliki moda pengangkut sampah. 

Seperti mobil sweeper, truck, kontainer, becak motor, mesin pencacah kompos, mesin steam, bank sampah, excavator, bulldozer, perahu pengangkut sampah, dan alat angkut lainnya. Satu kontainer mampu mengangkut 7 meter kubik sampah. 

Dalam sehari, potensi timbulan sampah mencapai 1.940,85 meter kubik.

Laporan: Charlie Ch. Legi

Kadiskominfo Kota Padang: Supaya Hari Libur Bermanfaat, Jangan Gunakan untuk Plesiran
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM – Pemerintah menetapkan tanggal 28 dan 30 Oktober sebagai cuti bersama. Libur panjang pun sudah menanti. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Padang Rudy Rinaldy mengajak warga Kota Padang untuk memanfaatkan waktu libur panjang dengan kegiatan bermanfaat. 

“Supaya hari libur bermanfaat, jangan gunakan untuk plesiran,” ajak Rudy, Selasa, 27 Oktober 2020. 

Rudy menyebut cukup banyak kegiatan yang dapat dilakukan selama libur panjang. 

Diantaranya seperti memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, membersihkan rumah, atau memanfaatkan jaringan internet yang ada, baik yang di supply oleh Pemko Padang maupun paket data pribadi. 

“Suasana libur memperingati Maulid Nabi Muhammad ini kita gunakan untuk berubah ke arah yang lebih baik,” katanya. 

Hingga detik ini, Kota Padang berada di zona orange penyebaran Covid-19.

Rudy Rinaldy berharap, warga tidak mudah tergoda untuk melanggar protokol kesehatan semasa libur panjang. 

“Kita masih perlu disiplin yang ketat untuk dapat menahan laju pandemi ini,” tuturnya. 

Kadiskominfo mengatakan, berdiam diri di rumah selama libur panjang merupakan hal yang begitu ideal dilakukan saat pandemi ini. 

Sehingga lonjakan kasus positif tidak meningkat dan Padang kembali ke zona hijau bebas Covid-19.

Laporan: Charlie Ch. Legi

BPNB Sumbar Angkat Pangek Sumpu pada Festival Kuliner Tradisional 2020 di Tanjungpinang
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Beragam kuliner nusantara akan ditampilkan pada Festival Kuliner Tradisional yang akan digelar pada 23 - 26 November 2020 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) mengangkat kuliner Pangek Sumpu pada Pekan Kebudayaan Nusantara bersama BPNB se-Indonesia yang akan digelar secara virtual tersebut. 

Video tentang Pangek Sumpu diproduksi BPNB Sumbar untuk ditampilkan pada Festival Kuliner Tradisional 2020. Video tersebut dipandu oleh Hartati Safitri, menghadirkan Dra. Ernatip, Peneliti Sejarah di BPNB Sumbar, dan Raswita Hamid, Ketua Bundo Kanduang Nagari Sumpu Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat, syuting dilakukan pada Rabu 21 Oktober 2020 di Kantor BPNB Sumbar, Jalan Raya Belimbing No. 16 A, Padang.

“BPNB Sumbar merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, keberadaannya untuk melestarikan nilai budaya di wilayah kerjanya, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Sehubungan dengan Festival Kuliner Tradisional yang akan diadakan dalam rangka Gebyar Multikultural dan Seminar Hasil Kajian Tahun 2020, dengan tema 'Gebyar Budaya - Harmoni Budaya Menuju Indonesia Bahagia', BPNB Sumbar akan menampilkan Pangek Sumpu,” ungkap Suarman, Kepala BPNB Sumbar pada Selasa, 27 Oktober 2020.

Suarman juga mengatakan, Festival Kuliner Tradisional jadi peluang bagi setiap provinsi untuk mengenalkan kulinernya pada masyarakat secara lebih luas. 

BPNB Sumbar mengangkat Pangek Sumpu pada festival ini agar Sumatera Barat tidak hanya dikenal dengan Randang, tapi juga dengan kekayaan kulinernya yang lain, yang tak kalah sedapnya. 

Sekaligus untuk mengingatkan kita, bahwa kuliner tradisional juga adalah bagian dari kebudayaan yang tak kalah pentingnya.

Ketua Dharmawati BPNB Sumbar, Elmiwati mengatakan, video tentang Pangek Sumpu yang mereka produksi tersebut mengenalkan sejarahnya, peralatan yang digunakan untuk membuatnya, bahan baku masakannya, cara memasaknya, hingga cara penyajiannya untuk dikonsumsi.

Selain itu, Elmiwati juga mengatakan, mewabahnya Covid-19 tidak menghalangi BPNB se-Indonesia berkreativitas dalam melestarikan kebudayaan di wilayah kerja masing-masing. Dengan memanfaatkan teknologi, kekayaan budaya tradisional, seperti kuliner, didokumentasikan dalam bentuk visual dan virtual. 

Kegiatan ini disamping untuk perlindungan budaya juga untuk dimasyarakatkan secara luas, dan untuk memperkaya wawasan serta pengetahuan masyarakat tentang budaya, dalam hal ini kuliner tradisional nusantara yang amat beragam, salah satunya Pangek Sumpu.

“Dengan adanya Festival Kuliner Tradisional ini, semoga kuliner tradisional Minangkabau, khususnya Pangek Sumpu, bisa terkenal dan dapat menjadi kuliner tradisional masyarakat yang dapat dinikmati dan makin dilestarikan untuk ke depannya," cakapnya.

Sementara itu, Peneliti Sejarah di BPNB Sumbar yang ikut mengisi konten video tersebut, Zusneli Zubir mengatakan, Pangek Sumpu adalah sajian khas milik Kabupaten Tanahdatar. Kuliner ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat Sumatera Barat, selain dibuat sendiri oleh ibu-ibu rumahtangga, juga jadi menu pilihan di rumah-rumah makan. 

"Dengan mengangkat Pangek Sumpu pada festival ini, semoga juga jadi perhatian bagi pihak berwenang agar  mematenkannya, untuk menghindari pihak lain mengklaim legacy kebudayaan milik kita, dan juga pada produk lainnya dari kebudayaan kita,” urainya.

(MF)

Tunggu Hasil Swab, Karyawan Rumah Makan Disarankan Supaya Tidak Bekerja
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani menyarankan kepada karyawan rumah makan, restoran, kafe dan sejenisnya selama menunggu hasil tes swab agar tidak bekerja dulu. 

Hal ini sebagai antisipasi mencegah terjadinya penularan Covid-19 jika hasil tes swabnya positif.

“Ya, kita sarankan untuk tidak bekerja dulu sampai hasil tesnya keluar. Tinggal diatur pembagian kerjanya, agar usahanya tidak tutup,” ungkap Feri Mulyani, kemarin.

Tak hanya itu, Kadiskes juga menyarankan agar karyawan yang positif diisolasi di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.

“Kita berharap Asrama Haji juga sudah bisa digunakan untuk menampung pasien positif yang akan menjalani isolasi nantinya,” tuturnya.

Isolasi di Asrama Haji ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan di lingkungan keluarga.

“Supaya tidak terjadi klaster keluarga, maka kita isolasi di tempat lain,” ucapnya.

Kadiskes juga mewanti-wanti para pelaku usaha agar selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun. 

Fasilitasi Tes Swab 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan siap memfasilitasi pelaksanaan tes swab bagi pengelola dan karyawan rumah makan, restoran, kafe dan sejenisnya di Puskesmas yang ada di Kota Padang.

“Kita punya 23 Puskesmas yang siap melaksanakan tes swab,” katanya, kemarin. 

Karena banyaknya karyawan yang akan menjalani tes swab, dirinya berharap pemilik/pengelola restoran untuk mengirimkan data-data karyawan yang akan mengikuti tes swab, sesuai dengan format yang diberikan Dinas Kesehatan. 

Ini bertujuan untuk memudahkan pengaturan lokasi dan jadwal bagi karyawan yang akan mengikuti tes swab. Sehingga tidak terjadi penumpukan di Puskesmas. 

“Sebab, jika terjadi penumpukan akan rentan timbulnya klaster baru di Puskemas,” tutur Kadiskes.

Terakhir Kadiskes mengharapkan data yang dikirim ke Dinas Kesehatan adalah data yang sebenarnya.

“Kalau karyawannya ada 30 orang, harus dibuat 30 orang. Karena tes swab ini salah satu upaya kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” harapnya.

(Charlie)

Covid-19, Klaster Perkantoran dan Perbankan Berkembang di Padang
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid, mengatakan kasus Covid-19 yang berkembang saat ini di Padang berada di klaster perkantoran dan perbankan. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang, sebanyak 98 ASN di Pemko Padang dan Pemprov Sumbar terpapar Covid-19. 

Sedangkan 43 karyawan bank juga terkonfirmasi positif virus corona. 

“Angkanya meningkat di Oktober ini,” ujarnya, kemarin. 

Kadiskes mengatakan selama Oktober 2020, penambahan positif Covid-19 di Padang selalu di atas seratus kasus perharinya.

"Dari 1 Oktober, jumlah kasus aktif cukup banyak. Positif Covid-19 lebih dari 3000, setiap hari positif lebih 100, tertinggi pernah 300," ujarnya.

Meski angka kesembuhan kasus Covid-19 di Padang mencapai 56 persen, kasus aktif positif Covid-19 masih banyak. 

Kebanyakan kasus aktif positif Covid-19 ini menjalani isolasi mandiri di rumah.

Menurutnya, 2.700 kasus positif Covid-19 yang aktif, di antaranya 160 orang menjalani karantina di lokasi milik Pemko Padang. 

Kemudian 70 orang melakukan karantina di BKPSDM Provinsi Sumbar di Padang Besi.

"Dirawat karena gejala berat dan sedang di RSUD Rasidin sebanyak 70 orang, di Semen Padang Hospital sebanyak 70 orang, kemudian di RS Unand 70 orang, dan di RSUP M Djamil Padang sebanyak 100 orang," ujarnya.

Kadiskes mengatakan, kini juga mulai ditemukan klaster rumah makan dan restoran, hal ini disikapi Gubernur Sumbar dengan mengeluarkan intruksi untuk tes swab semua pelaku restoran dan kafe secara gratis.

Laporan: Charlie Ch. Legi

Libur Panjang, Gubernur Sumbar Keluarkan SE Imbau Masyarakat Menahan Diri Berlibur dan Bepergian ke Luar Kota
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, hari libur Nasional di Oktober 2020 jatuh pada 29 Oktober, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW. Sementara libur cuti bersama adalah tanggal 28 dan 30 Oktober 2020. Tiga hari libur tersebut dilanjutkan dengan libur akhir pekan. 

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengeluarkan Surat Edaran nomor : 360/225/Covid-19-SBR/X-2020
tentang Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)
Pada Libur Dan Cuti Bersama Tahun 2020 Di Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 26 Oktober 2020.

Gubernur Irwan Prayitno mengimbau masyarakat untuk menahan diri berlibur atau bepergian ke luar kota di momen libur panjang pada akhir Oktober ini. Hal itu memperhatikan kondisi pandemi dan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 yang masih terjadi. 

"Libur panjang di akhir Oktober, saya imbau warga dalam situasi pandemi Covid-19 untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota untuk berlibur, masyarakat harus bisa menahan diri," ungkap Irwan Prayitno, Senin, 26 Oktober 2020. 

Irwan Prayitno mengharapkan, masyarakat untuk memanfaatkan libur panjang di akhir Oktober ini dengan berkumpul di rumah bersama keluarga atau melakukan yang kegiatan bermanfaat.

"Meski tidak ada larangan (berlibur atau bepergian ke luar kota) karena pariwisata dibuka, tapi lebih baik menghindari kerumunan," ucapnya. 

Apabila harus melakukan perjalanan ke luar daerah karena alasan yang tidak dapat 
dihindari, maka harus melakukan PCR Test atau Rapid Test menyesuaikan dengan
aturan yang berlaku pada moda transportasi.

Setelah melaksanakan perjalanan dari luar daerah agar kembali malakukan PCR Test atau Rapid Test untuk menentukan status Covid-19 pelaku perjalanan. 

Apabila hasil tes tersebut positif, harap segera melakukan isolasi mandiri atau karantina di fasilitas yang disiapkan pemerintah.

Selanjutnya, gubernur mengatakan, bagi masyarakat yang melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW agar cukup dilaksanakan di lingkungan masing-masing dengan tetap memperhatikan protokol 
kesehatan.

"Bagi masyarakat yang mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW, diharapkan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," ujarnya.

Sementara itu, Assisten III Setda Sumbar  Drs. Nasir Ahmad, M.Si juga mengatakan setiap daerah diharapkan untuk memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penyebaran Covid-19, dan mengintensifkan Satgas Covid-19 di lingkungannya masing-masing.

"Semua ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di daerah, di antaranya dengan meyakinkan pengunjung untuk membawa surat hasil tes PCR atau rapid test dengan hasil negatif," imbuh Acil, panggilan akrab Nasir Ahmad.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, pengelola objek wisata dan masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan dan melaksanakannya dengan baik, diantaranya: menjaga jarak, menggunakan masker, tidak melaksanakan pesta termasuk tidak menggunakan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara massif.

"Kita akan tetap mengantisipasi lonjakan kerumunan warga di momen libur panjang akhir Oktober ini. Salah satunya dengan mengidentifikasi tempat-tempat wisata di seluruh Sumbar dan memaksimalkan protokol kesehatan serta kapasitas tempat wisata," sebutnya.

(Nov)

Jelang Pilkada Serentak 2020, ASN Humas Sumbar Gelar Ikrar Netralitas
Selasa, Oktober 27, 2020

On Selasa, Oktober 27, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Biro Humas Setda Provinsi Sumatera Barat menggelar deklarasi ikrar netralitas. 

Ikrar tersebut sebagai bentuk komitmen Humas Sumbar sebagai ASN untuk menjaga netralitas pada pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2020.

Kepala Biro Humas Setda Provinsi Sumatera Barat, Hefdi, SH, M.Si memimpin langsung apel ikrar bersama Netralitas seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Biro Humas, di Kantor Humas, Senin, 26 Oktober 2020.

Dalam apel tersebut Kabiro Humas Hefdi membacakan Ikrar Netralitas ASN pada Pilkada Serentak 2020 dan diikuti seluruh ASN lingkungan kerja Biro Humas Setda Sumbar, yang bertujuan untuk menjaga dan menegakkan prinsip netralitas ASN dalam melaksanakan fungsi pelayanan publik baik sebelum, selama maupun sesudah pelaksanaan pilkada serentak.

"Saya tegaskan, agar ASN tidak ada yang terlibat langsung dalam politik praktis pada pelaksanaan Pilkada tahun ini. ASN diimbau tetap bersikap netral dengan tidak memihak salah satu pasangan calon," ucap Hefdi.

ASN harus netral dan menghindari konflik kepentingan, tidak melakukan praktik-praktik intimidasi ancaman kepada pegawai ASN dan seluruh elemen masyarakat sehingga tidak memihak kepada pasangan calon.

"Saya berharap ASN Humas Sumbar tidak ada yang terjerat masalah hukum di Pilkada. Jika ternyata ada yang melanggar, akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Selanjutnya Hefdi minta bagi ASN menggunakan media sosial secara bijak tidak dipergunakan untuk kepentingan pasangan calon, tidak menyebarkan ujaran kebencian serta berita bohong. Dan ASN berkomitmen untuk menolak politik uang dan segala jenis pemberian dalam bentuk apapun. 

Kepala Biro Humas Sumbar menyampaikan, ASN memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat, pemersatu dan kesatuan NKRI, yang akan mewujudkan Netralitas ASN yang bermartabat dan profesional dalam bertugas.

"Dengan demikian sebagai ASN dapat menjadi sosok yang profesional, jujur, bermoral, bertanggungjawab, setia dan netral. ASN sebagai pelayan masyarakat sudah seharusnya bekerja dengan sebaik-baiknya dalam melayani masyarakat dan dalam Pilkada harus netral," tutupnya

(Nov)

Update Covid-19 Sumbar: 273 Orang Warga Sumbar Positif, 9 Orang Meninggal
Senin, Oktober 26, 2020

On Senin, Oktober 26, 2020

Update Covid-19 Sumbar: 273 Orang Warga Sumbar Positif, 9 Orang Meninggal
BENTENGSUMBAR.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat kembali melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 di daerah ini, Senin, 26 Oktober 2020.


"Total sampai hari ini telah 13.059 orang warga Sumbar terinfeksi Covid-19. Terjadi penambahan 273 orang warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19," ujar Jasman Rizal, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat.


Sementara itu, sembuh bertambah 185 orang, sehingga total sembuh 7.607 orang dan meninggal bertambah 9 orang, sehingga total meninggal 244 orang.


"Sampai hari ini, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 270.473 spesimen dan jumlah orang yang diperiksa sebanyak 207.370 orang dengan Positivity Rate (PR) pada angka 6,30 persen," ungkapnya.


Dari total 13.059 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat, jelas Jasman, dirawat di berbagai rumah sakit 510 orang (3,91%), solasi mandiri 4.300 orang (32,93%), isolasi Provinsi 191 orang (1,46%), isolasi Kab/ Kota 207 orang (1,59%), meninggal dunia 244 orang (1,87%), dan sembuh 7.607 orang (58,25%).


"Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc melaporkan 5.254 sample yang terperiksa dari Lab. Fak. Kedokteran Unand, terkonfirmasi tambahan 273 (dua ratus tujuh puluh tiga) orang warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19, kesembuhan pasien Covid-19 setelah 2x konversi negatif bertambah 185 orang dan meninggal dunia bertambah 9 orang," urainya.


Warga Sumbar terkonfirmasi positif sebanyak 273 orang dengan rincian:


1. Kota Padang 162 orang

2. Kota Pariaman 12 orang

3. Kota Solok 4 orang

4. Kota Payakumbuh 2 orang

5. Kota Bukittinggi 3 orang

6. Kabupaten Padang Pariaman 5 orang

7. Kabupaten Tanah Datar 11 orang

8. Kabupaten Sijunjung 5 orang

9. Kabupaten Pesisir Selatan 29 orang

10. Kabupaten Pasaman 3 orang

11. Kabupaten Agam 8 orang

12. Kabupaten Solok 17 orang

13. Kabupaten Limapuluh Kota 4 orang

14. Kabupaten Kep. Mentawai 5 orang

15. Kabupaten Pasaman Barat 3 orang


Pasien sembuh sebanyak 185 orang, dengan rincian:


1. Kota Bukittinggi 38 orang

2. Kota Padang 104 orang

3. Kota Sawahlunto 1 orang

4. Kota Payakumbuah 1 orang

5. Kota Solok 2 orang

6. Kabupaten Tanah Darar 3 orang

7. Kabupaten Agam 6 orang

8. Kabupaten Dharmasraya 10 orang

9. Kabupaten Solok 10 orang

10. Kabupaten Sijunjung 8 orang

11. Kabupaten Kep. Mentawai 2 orang


Meninggal dunia sebanyak 9 orang, dengan rincian: 


1. Kota Padang 6 orang

2. Kota Pariaman 1 orang

3. Kabupaten Solok 1 orang

4. Kabupaten Tanah Datar 1 orang


(by)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *