PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Warta Utama

Suara Lantang Puan Maharani Terkait Rentetan Kasus Oknum Polisi yang Jadi Sorotan Publik
Minggu, Oktober 24, 2021

On Minggu, Oktober 24, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sedang disorot mengenai kinerjanya yang buruk bahkan hastag #PercumaLaporPolisi sempat menjadi trending topik di jagat Twitter. 

Tak hanya itu, beragam kinerja polisi dinilai tidak mengayomi masyarakat. Pertama kasus polisi yang membanting mahasiswa ketika adanya penyampaian pendapat di Tangerang.

Aksi unjuk rasa di depan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang pada Rabu (13/10/2021) siang yang bertepatan dengan peringatan HUT Kabupaten Tangerang itu mendadak jadi sorotan.

Pasalnya, ada seorang anggota polisi yang membanting mahasiswa peserta demo. Pelakunya adalah Brigadir NP, oknum anggota Polresta Tangerang. Meski sudah meminta maaf kepada korban, dia tetap diproses hukum di internal Polri.

Hasilnya, Brigadir NP terbukti melanggar Peraturan Pemerintah  Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri dalam sidang putusan yang digelar Kamis (22/10/2021).

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga membeberkan fakta yang memberatkan Brigadir NP hingga akhirnya mendapatkan sanksi terberat.

"Dalam persidangan penuntut membacakan fakta yang memberatkan. Seperti Perilaku NP tindakan ekspansif, diluar prosedur, tidak mengindahkan perintah atasan dan menimbulkan korban. Tindakan NP bahkan dapat menjatuhkan nama baik Polri. Yang disampaikan penuntut yang diwakili Kasi Propam polresta Tangerang," kata Shinto saat konferensi pers di Mapolda Banten, Kamis petang.

Shinto pun membeberkan, profil singkat Brigadir NP, yang masuk dalam fakta yang meringankannya dalam sidang putusan yang digelar hari ini sekitar pukul 15.00 WIB.

Shinto menyebut Brigadir NP telah berkarir di kepolisian selama 12 tahun.

"Pendamping NP menyampaikan hal yang meringankan terhadap perilaku NP. Saat itu NP betul langsung mengakui dan menyesali perbuatannya dan sudah meminta maaf kepada fariz. Pada saat dalam penahanan kooperatif," ungkapnya.

Diketahui sidang putusan tersebut dipimpin oleh Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro selaku atasan dari Brigadir NP.

Dalam sidang itu, diputuskan Brigadir NP menerima sanksi terberat, di antaranya menambah masa tahanan hingga 21 hari ke depan di Propam Polda Banten.

Tak hanya itu, ada pula oknum polisi yang menjabat sebagai Kapolsek 'gauli' anak tersangka. Seorang oknum Kapolsek nekat menyetubuhi anak dari tersangka yang ditahan di tempatnya bertugas.

Perbuatan itu dilakukan Oknum Kapolsek berinisial IDGN di Kabupaten Parigi Moutung, Sulawesi Tengah.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku menghubungi korban S lalu mengiming-imingi akan membebaskan ayah korban.

Namun, setelah menuruti permintaan IDGN, ayah S tak kunjung dibebaskan. IDGN malah masih meminta S untuk melayaninya.

S lalu melaporkan kejadian yang dialaminya ke Provos Polres Parigi Maoutong. Adapun pelaku mendapatkan nomor ponsel korban saat korban menjenguk sang ayah.

Pelaku juga memberi uang kepada korban dengan alasan untuk membantu ibu. IDGN malah masih meminta S untuk melayaninya.

Selain itu, oknum polisi lainnya pacaran dengan menggunakan mobil dinas.

Aksi terbaru yang mencoreng institusi Polri dilakukan seorang oknum polisi yang memakai mobil dinas patroli untuk pergi pacaran.

Adalah Bripda AB, seorang anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Korlantas Polri yang diduga menggunakan mobil dinasnya untuk berpacaran.

AB diduga telah mengajak pacarnya untuk jalan-jalan alias piknik ke Taman Safari, Bogor, Jawa Barat, dengan menggunakan mobil patroli polisi.

Informasi mengenai adanya anggota polisi yang memakai mobil dinas untuk pergi pacaran itu awalnya viral di media sosial.

Akun itu membagikan sejumlah unggahan Bripda AB saat tengah pacaran memakai mobil patroli.

Dalam unggahan itu, oknum polisi tersebut disebut memakai mobil patroli untuk membawa pacarnya jalan-jalan ke kebun binatang hingga Puncak, Bogor.

Akun itu juga menyertakan bukti berupa foto tangkapan layar yang diduga Bripda Arjuna menggunakan mobil dinas saat pacaran ke Taman Safari.

Tingkatkan pelayanan publik

Melihat rentetan kasus oknum polisi dalam beberapa pekan ini, dikomentari oleh Ketua DPR RI Puan Maharani berharap Polri ke depan dapat meningkatkan profesionalisme personel, pelayanan publik yang makin baik, serta rasa aman di dalam masyarakat.

“Setiap momentum pergantian Kapolri, akan selalu disertai dengan harapan rakyat agar Polri dapat mewujudkan dirinya sebagai lembaga yang memiliki integritas dalam mengayomi rakyat,” kata Puan.

Puan mengatakan bahwa peran institusi Kepolisian RI sangat penting dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Oleh karena itu dia menilai kepemimpinan Polri sangat penting dalam mengarahkan, membawa, dan membangun institusi Kepolisian RI yang makin maju, modern, dan berwibawa.

Selain itu, dia mengatakan bahwa institusinya akan segera menindaklanjuti Surat Presiden tentang Calon Kapolri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mekanisme yang berlaku.

Laporan: Mela

Faizal Assegaf Kritik Keras NU, Pendiri PAN: Inilah Contoh Muslim Bodoh yang Memanfaatkan Kebebasan Berbicara untuk Menyalurkan Nafsunya yang Keblinger
Sabtu, Oktober 23, 2021

On Sabtu, Oktober 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Salah satu tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha merespons pernyataan keras Faizal Assegaf ke Nahdatul Ulama (NU).

Abdillah menyebut apa yang disampaikan Faizal Assegaf tersebut hanya menyalurkan nafsu belaka.

Tak hanya itu, pemerhati sosial dan keagamaan itu menduga ada niat Faizal Assegaf memecah bela umat Islam di Indonesia.

“Inilah contoh Muslim bodoh yang memanfaatkan kebebasan berbicara untuk menyalurkan nafsunya yang keblinger. Ingin memecah belah umat Islam?,” kata Abdillah Toha dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Sebelumnya, Kritikus Faizal Assegaf kembali melontarkan kritikan keras kepada Nahdatul Ulama (NU). 

Dia menilai NU bukan produk Islam. Hanya organisasi yang dibangun sebagai ikhtiar politik segelintir orang.

“NU bukan produk Islam, Stop nipu umat! Tapi NU adalah ikhtiar politik sebagai wadah segelintir umat dari mayoritas Islam,” ucapnya Faizal Assegaf di Twitter-nya @faizalassegaf yang telah diizinkan FIN untuk mengutipnya, Jumat, 22 Oktober 2021.

Dia menilai, tokoh NU seperti Kyai Hasim Asy’ri dan Abdurrahman Wahid alis Gus Dur bukan orang-orang suci yang dijamin surga. (Fajar)

Manisnya Mayang Yudittia di Dunia Nyata, Bikin Luluh!
Sabtu, Oktober 23, 2021

On Sabtu, Oktober 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Popularitas sinetron Ikatan Cinta tak hanya menyoroti Arya Saloka dan Amanda Monopo saja. Tetapi peran pendukung seperti Mayang Yudittia juga nggak kalah curi perhatian. 

Eksistensinya di dunia hiburan makin bersinar sejak memerankan sosok Michi, single mom yang sempat dibenci penonton.

Nah, bergaya kece di layar kaca, ternyata penampilan Mayang di dunia nyata juga berhasil jadi sorotan. 

Lewat Instagram pribadinya, aktris kelahiran 1992 ini selalu tampil memikat dan manis sekali. 

Dari pada penasaran, langsung intip aja yuk tujuh potret Mayang Yudittia berikut ini!

1. Begini manisnya Mayang yang bikin penggemar makin jatuh hati. Senyum tipisnya makin menawan dengan pulasan lip tint.

2. Karakter wajah yang ia miliki kian sempurna ketika berpulaskan warm makeup look.

3. Kalau untuk sehari-hari memang paling cocok tampil simpel dan soft seperti ini.

4. Perpaduan peach blush on dan nude lips merupakan go to look favoritnya, lho.

5. Karena memiliki kulit yang flawless dan bebas noda hitam, perempuan berzodiak Sagitarius ini nggak membutuhkan complexion tebal. Cukup yang tipis dan natural.

6. Bahkan untuk pemotretan sekalipun, Mayang konsisten tampil dengan natural soft makeup look. Stunning!

7. Nggak hanya di layar kaca aja, penampilannya di dunia nyata juga sama-sama menawan, deh! (Popbela)

FH: Astagaaa..!! Kasihan Pak SBY...
Sabtu, Oktober 23, 2021

On Sabtu, Oktober 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku merasa kasihan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang namanya masih terus-menerus diseret oleh kader-kader Demokrat.

“Astagaaa..!! Kasihan Pak SBY masih diseret-seret terus seperti ini hingga jadi papan target serangan netizen,” katanya melalui akun Twitter @FerdinandHaean3 pada Jumat, 22 Oktober 2021.

Ferdinand menilai bahwa sebaiknya SBY jangan lagi dibawa-bawa ke dalam perdebatan politik, apalagi membanding-bandingkan kinerjanya dengan Presiden menjabat.

“Beliau sudah seharusnya jadi negarawan, bukan lagi politisi. Semoga kawan-kawan Demokrat memahami,” katanya.

Ferdinand Hutahaean mengatakan itu sebagai respons terhadap pernyataan Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.

Herzaky Mahendra menyinggung bahwa SBY memiliki prestasi selama dua periode kepemimpinannya.

Namun, menurutnya, prestasi SBY yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Demokrat itu tidak perlu dinyatakan dengan suara yang keras.

Herzaky mengatakan itu sebagai respons penilaian Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang menyinggung kepemimpinan SBY

“Memang pemerintahan SBY dulu, tidak merasa perlu koar-koar punya prestasi ini itu,” ujarnya pada Jumat, 22 Oktober 2021, dilansir dari Kompas TV.

“Karena masyarakat sendiri yang merasakan langsung,” sambungnya.
Herzaky mencontohkan, satu di antara prestasi yang SBY dalam kepemimpinannya adalah soal penanganan tsunami Aceh.

Menurutnya, cara SBY menangani tsunami Aceh bukan hanya diapresiasi oleh masyarakat Indonesia, melainkan juga dunia internasional.

“Dianggap sebagai penanganan terbaik untuk bencana, dan dijadikan kajian di berbagai negara sebagai best practices,” ungkapnya.

Herzaky juga menyinggung prestasi SBY lainnya, yakni tentang pengangkatan 1,1 juta guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ia menyebut bahwa kebijakan SBY itu dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat.

“Kalau sedang menyapa rakyat di mana pun, kader Demokrat selalu diapresiasi oleh para keluarga besar guru yang dulu menjadi PNS di era Bapak SBY,” tutur Herzaky.

“Kalau untuk era sekarang, seharusnya bisa lebih baik, bukan malah mundur jauh ke belakang,” sambungnya.

Lebih lanjut, Herzaky juga berharap Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf bisa fokus bekerja dalam membenahi berbagai kekurangan.

Ia menyinggung bahwa masih banyak rakyat yang susah, jadi pengangguran, dan kemiskinan meningkat drastis di mana-mana.

“Mari bergandengan tangan, satukan kekuatan dari semua elemen, agar bangsa ini bisa segera bangkit, dari keterpurukan akibat pandemi dan krisis kesehatan,” kata Herzaky Mahendra, demikian dinukil dari makassar.terkini.id. (*)

Nikita Mirzani Jadikan Bacaan Salat sebagai Guyonan, PADI Beri Teguran Keras
Sabtu, Oktober 23, 2021

On Sabtu, Oktober 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Edi Prastio, Ketua Umum Perkumpulan Anti Diskriminasi Indonesia (PADI) buka suara terkait video Nikita Mirzani yang tengah viral di aplikasi TikTok. Dalam video itu, dia menjadikan bacaan salat sebagai guyonan.

“Bertepatan dengan Hari Santri yang luar biasa ini, PADI mengingatkan (memberikan irsyadat wattaujihad) pada Nikita Mirzani yang sama-sama sesama muslim,” ujar Edi dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 22 Oktober 2021, dilansir dari Okezone.

Dalam lanjutan keterangannya, Edi mengatakan, “Sungguh menyayangkan ucapan aktris Nikita Mirzani di media sosial TikTok. Kata-kata Allah SWT seakan dibuat ledekan atau guyonan.”

Edi mengungkapkan, aktris Comic 8 tersebut menjadikan bacaan salat sebagai bahan candaan dengan gelagat dan mimik yang tidak pantas untuk ditonton publik. 

Sebagai public figure dengan jutaan penonton, aksi sang aktris dianggap preseden buruk bagi umat Islam.

Demi mencegah munculnya konten serupa, Edi sebagai perwakilan PADI memberi peringatan kepada Nikita Mirzani. 

Mantan istri Dipo Latief itu diminta tak membuat konten yang berpotensi menyinggung agama di kemudian hari.

Edi Prastio menambahkan, "Dengan tegas, PADI mengingatkan agar Nikita Mirzani tidak membuat konten yang bisa mendiskreditkan agama. Mari sambut Hari santri, dengan perilaku, ucapan, dan akhlak yang baik, baik di media sosial maupun kehidupan nyata.”

Nikita Mirzani menjadi sorotan pengguna TikTok setelah videonya membaca niat salat magrib sambil tertawa disebar oleh akun @riricisofficial_30. 

Ushalli fardhol maghribi tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta'aala. Takbir!" ujar sang aktris.

Unggahan tersebut kemudian menuai kecaman warganet. Mereka menilai aksi Nikita Mirzani menjadikan bacaan salat sebagai guyonan dan ditonton banyak pihak sangat tidak pantas. (*)

HSN 2021, Publik Harus Aktif Kawal Perda Dana Pesantren
Sabtu, Oktober 23, 2021

On Sabtu, Oktober 23, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021 pengamat politik digital Bambang Arianto, mengajak publik untuk aktif mengawal penyusunan dan pembahasan Peraturan Daerah (Perda) dana pesantren.

Pasalnya, menurut peneliti Institute for Digital Democracy (IDD) ini, dana pesantren akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang artinya merupakan dana publik.

Hal itu telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren pada 2 September 2021 lalu. Artinya, tidak ada alasan lagi bagi Pemda untuk tidak mengalokasikan anggaran khusus bagi pesantren.

Dengan begitu, saat ini diperlukan partisipasi publik dalam mengawal penyusunan dan pembahasan Perda tersebut agar bisa tepat sasaran.

"Apalagi di era demokrasi digital seperti saat ini, partisipasi publik untuk mengawal dana publik mutlak diperlukan," katanya, Jumat, 22 Oktober 2021.

Selain itu, pesantren kedepan juga harus mempersiapkan diri untuk lebih siap mengelola dana bantuan dengan transparan dan akuntabel. 

Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi khusus sehingga penggunaan dan pelaporan dana pesantren dapat berjalan dengan baik.

Disini peran perguruan tinggi sangat diperlukan untuk bisa membimbing pondok pesantren dalam membuat laporan keuangan yang berstandar. Mengingat saat ini sudah ada Standar Akuntansi Pesantren. 

Sebab, harus diakui masih banyak ditemui pondok pesantren yang dalam menyusun laporan keuangan belum berstandar dengan baik.

Terakhir, untuk para santri yang saat ini merupakan generasi Z diharapkan dapat beradaptasi dengan budaya digital. 

"Sebab, bertransformasi dengan budaya digital akan mendorong para santri dapat menjadi penopang kekuatan ekonomi digital kedepan," pungkasnya. (*)

LQ Indonesia Lawfirm Apresiasi Subbid Propam PMJ Atas Tindakan Tegas Oknum Fismondev, Lanjut Laporan Pimpinan Fismondev Untuk Diproses Propam
Jumat, Oktober 22, 2021

On Jumat, Oktober 22, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Selama 3 minggu terakhir hampir setiap hari mengaungkan adanya OKNUM Polri yang diduga memeras, jual beli kasus dan tidak melakukan pelayanan sesuai SOP sebagaimana amanah UU No 2 tahun 2002 Tentang Kepolisian. 

Oknum Fismondev Diduga Melakukan Pemerasan Kepada Korban Investasi Bodong

Sebelumnya 2 Laporan Polisi di unit 3 dan unit 5 Fismondev yang sudah dilakukan Restorative Justice, dipersulit untuk dapat (Surat Penghentian Penyidikan) SP3 di Subdit Fismondev walaupun prosedur materiil dan formiil sebagaimana Peraturan Kapolri sudah dijalankan, permohonan pencabutan juga sudah disampaikan melalui surat resmi ke Kapolda Metro Jaya. 

Ternyata dipersulitnya keluar surat SP3 karena adanya Oknum Polri diduga mencari keuntungan pribadi dan berusaha memeras para korban Investasi Bodong yang sebelumnya menghubungi LQ Indonesia Lawfirm di 0817-9999-489 dan memberikan kuasa penuh kepada Advokat-advokat LQ Indonesia Lawfirm untuk pendampingan proses pidana. Bukti cuplikan rekaman dugaan pemerasan di muat di link Youtube LQ: https://youtu.be/vd8yb33Suco 

Apresiasi LQ Indonesia Lawfirm Atas Keseriusan Bid Propam PMJ Menindak Tegas Oknum Fismondev

Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm dengan senang memberikan apresiasi tinggi kepada Bid Propam Polda Metro Jaya. "Keseriusan Bid Propam Polda Metro Jaya, tercermin dari tindakan nyata hadirnya Kasubbid Paminal AKBP Buddy Towoliu yang menyerahkan langsung surat SP2HP2 yang berisi bahwa berdasarkan bukti yang diserahkan LQ Indonesia Lawfirm, telah terbukti adanya pelanggaran kode etik. Ini bukti nyata bahwa Bid Propam ini perlu bekerja aktif dan memberikan hasil dengan tegas melakukan proses pemeriksaan dan terbukti bahwa benar ada Oknum Polri di Fismondev seperti dugaan LQ Indonesia selama ini di Media Online." 

Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP, CLA menambahkan "Terima kasih Bid Propam Polda Metro Jaya yang sudah bekerja keras untuk membersihkan Citra Polri. Keberadaan Bid Propam sangat diperlukan agar kepercayaan masyarakat dapat meningkat kepada POLRI ditengah deraan ulah oknum Polri. Membuktikan masih ada POLRI baik yang tidak rela Institusinya kotor.

"Terima kasih dari LQ Indonesia Lawfirm sebagai kuasa hukum para korban investasi bodong, kepada pimpinan Kabid Propam, Kasubbid Paminal AKBP Buddy Towoliu, Kanit dan Penyidik Propam dan Paminal atas usaha maksimal, karena kalianlah masyarakat bisa memulai kepercayaan kembali agar Polri bisa menjadi institusi yang dicintai masyarakat. Atas tindakan nyata dan keseriusan Propam PMJ merespon aspirasi masyarakat maka LQ Indonesia Lawfirm walau sudah mensomasi Kapolri dan Kapolda Metro Jaya, mengurungkan niat untuk melakukan Gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas dugaan Perbuatan Melawan Hukum karena LQ Indonesia Lawfirm melihat bahwa Propam dan Paminal Polda Metro Jaya sudah bekerja mengikuti arahan Kapolri untuk menjadi POLRI yang Presisi Berkeadilan." 

LQ Indonesia Lawfirm Akan Lanjut Pelaporan Etik Terhadap Pimpinan Fismondev dan Pidana Oknum Lawyer yang Selama Ini Menuduh LQ Indonesia Lawfirm Menyebarkan Hoax

LQ Indonesia Lawfirm sedang mengumpulkan bukti dan saksi dan dalam waktu dekat akan melaporkan Pimpinan Fismondev ke Propam atas dugaan pelanggaran etik. 

Sugi menjelaskan "yang ditindak Propam, oknum di unit 5 Fismondev sedangkan permintaan gratifikasi datang untuk penutupan 2 Laporan Polisi di 2 unit yang berbeda (5 dan 3), sehingga tidak menutup kemungkinan keterlibatan pimpinan diatas 2 unit Fismondev. Tidak mungkin 1 oknum anak buah mampu mengkondisikan 2 Laporan Polisi di unit lainnya yang bukan kewenangan tanpa persetujuan atasan, jadi dugaan kuat keterlibatan pimpinan yang akan kami laporkan. Nanti keterangan resmi akan kami berikan setelah Aduan Propam kami sampaikan. Diduga Pimpinan Oknum Fismondev bermain kasus dan memperkeruh penanganan kasus-kasus investasi bodong yang ada dan menyebabkan mandeknya belasan Laporan Polisi di Subdit Fismondev serta kerugian bagi korban yang sudah berdamai. Jika tidak ditindak tegas, maka Laporan Polisi Korban tidak akan jalan, terutama Kasus PT MPIP dan OSO Sekuritas yang ditangani di unit 4 dan 5 Fismondev. Kami akan laporkan dan percayakan kepada Bid Propam dan Paminal Polda Metro Jaya untuk memeriksa dan menindak karena kami yakin mereka mampu." 

Atas terbuktinya aduan Propam dari LQ Indonesia Lawfirm menepis dugaan oknum Lawyer Natalia Rusli yang menyataan bahwa LQ Indonesia Lawfirm membuat berita Hoax tentang adanya dugaan pemerasan di Fismondev. 

"Jelas bisa di baca ini surat SP2HP2 yang diberikan  Kabid Propam Polda atas nama dan cap Pejabat berwenang POLRI. Dinyatakan bahwa atas bukti dan pemeriksaan terbukti aduan kami. Jadi bukti bagi masyarakat bahwa LQ Indonesia Lawfirm berani karena benar dan bukan arogansi sebagai Advokat. LQ Indonesia Lawfirm cinta dan perduli POLRI yang bersih dan Presisi. Kami lawan oknum nya BUKAN Institusi POLRI. Selanjutnya kami minta agar Polri menjalankan Proses Laporan Polisi NO STTPL/B/3180/VI/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA Tanggal 21 Juni 2021, terhadap Terlapor Oknum Pengacara, Natalia Rusli dan Ropaun Rambe dalam dugaan pidana pasal 263 dan 266 KUH Pidana atas dugaan "Ijazah tidak terdaftar Dikti" yang digunakan untuk membuat Berita Acara Sumpah sebagai Advokat oleh Oknum Ketum Organisasi Advokat Peradin."

Bukan hanya Institusi POLRI ada oknum, namun di Institusi Advokat juga ada oknum dan menjadi komitmen LQ Indonesia Lawfirm untuk membersihkan oknum terutama oknum Aparat Penegak Hukum agar Indonesia bisa maju sesuai arahan Presiden Joko Widodo selaku Kepala Negara RI.

"Mohon bapak Kapolres Tangerang Kota dan seluruh tim reserse jalankan komitmen dan pastikan anggota timnya Kasat, Kanit Reskrim jangan sampai ikuti arah Oknum Lawyer dan proses Laporan Polisi ini dengan tegak lurus karena masyarakat dan media memantau kasus ini. Oknum Lawyer Natalia Rusli sudah memakan korban dan masih terus mencari korban baru," tutup Sugi. (*)

PKS Serius Siapkan Salim Segaf Maju Capres 2024, Nasib Anies Gelap Gulita
Jumat, Oktober 22, 2021

On Jumat, Oktober 22, 2021

BENTENGSUMBAR.COM — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih belum mau mendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ketua Departemen Politik DPP PKS, Ahmad Nabil Fauzi mengatakan partainya saat ini tengah fokus untuk menyiapkan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al-jufri untuk 2024.

“Fokus kami hari ini adalah terus mensosialisasikan Salim Segaf sebagai tokoh utama partai dalam pentas kepemimpinan politik nasional,” kata Nabil, Kamis, 21 Oktober 2021, dilansir dari Kronologi.

Meski begitu, Salim berujar bahwa partainya tetap menjalin hubungan baik dengan sejumlah tokoh dan partai politik lain, termasuk Anies. 

Upaya itu pihaknya lakukan guna mendorong munculnya figur-figur baru pemimpin nasional yang berkualitas.

Pernyataan itu disampaikan Nabil merespons deklarasi yang dilakukan kelompok masyarakat kepada Anies di 2024 . 

Menanggapi hal itu, Nabil berujar bahwa deklarasi adalah fenomena bahwa Politik datang lebih awal.

Ia menilai, masyarakat tidak ingin ketinggalan kereta dalam dukung mendukung figur yang unggul dalam riuh rendah survei capres potensial.

Terlebih, Anies bersama Prabowo, Ganjar, Puan dan Airlangga muncul dalam beberapa kali hasil survei tokoh potensial capres 2024.

“Bagi kami, hal ini adalah bentuk ekspresi masyarakat yang sedang mencari alternatif pemimpin untuk 2024,” katanya.

Pernyataan Nabil juga sekaligus mengklarifikasi pernyataan Wakil Sekjen DPP PKS, Ahmad Fathul Bari yang sebelumnya mengungkapkan kemungkinan partainya mengusung Anies maju di Pilpres 2024. 

Kala itu, Fathul menilai Aniss merupakan tokoh yang berpotensi diusung menjadi capres pada Pilpres 2024 mendatang.

Pernyataan Fathul juga dibantah oleh Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. Dia menyebut bahwa PKS sejauh ini lebih memilih Salim Segaf di 2024. Menurut dia, keputusan menyiapkan Salim Segaf di 202r merupakan telah menjadi keputusan Dewan Syuro.

“Kalau PKS, fokus menokohkan Habib Salim Segaf. Itu keputusan Majelis Syuro,” kata dia, Kamis, 21 Oktober 2021.

“Nanti konfirmasi saja ke Fathur Bari. Kalau buat saya PKS selama ini selalu mengutamakan kepentingan bangsa negara dan ummat,” tambahnya.

Nasib Anies Gelap Gulita

Belakangan, relawan Anies Baswedan untuk capres 2024 juga sudah muncul. Namun Anies diklaim tak mengetahui pembentukan relawan untuk pilpres 2024 tersebut.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Adi Prayitno memprediksi peluang Anies Baswedan menjadi satu di antara pasangan calon dalam pemilu presiden 2024 akan gelap gulita.

Sebab hingga saat ini, belum ada satu partai politik pun yang menyatakan pasang badan total bagi Anies Baswedan di Pilpres 2024.

“Makanya saya memprediksi soal nasib Anies Baswedan di 2024 kok gelap gulita. Pertama Anies sampai saat ini belum keliatan ada parpol yang siap pasang badan total untuk dukung Anies sebagai tiket pencapresan pendaftaran ke KPU,” kata Adi Prayitno, Rabu, 20 Oktober 2021, dilansir dari Kompastv.

Ditambah lagi, sangat dimungkinkan elektabilitas Anies Baswedan akan terjun bebas setelah tidak lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2022.

“Anies tidak lagi menjadi idola karena sepi pemberitaan, karena tidak lagi menjadi Gubernur, tidak jadi spotlight pemberitaan tentang pencapresan 2024,” ujarnya.

“Dua hal ini yang menurut saya bisa menjelaskan betapa prospek Anies tentang pencapresan itu gelap gulita, yaitu dukungan partai dan ujian elektabilitas yang sesungguhnya,” jelasnya.

Anies, kata Adi, berbeda dengan sejumlah nama yang mengemuka dan diprediksi maju pada Pilpres 2024.

Seperti halnya Prabowo Subianto, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Airlangga Hartarto.

Sejumlah orang tersebut memiliki peluang untuk diusung karena memiliki dukungan parpol bahkan red carpet dari partainya. Sementara Anies, belum memiliki dukungan partai.

“Ketum-ketum partai atau elit partai yang saat ini, memiliki karpet merah terhadap pencapresan yang paling mungkin jadi lawan anies. Pertanyaannya, kalau mereka punya dukungan parpol, lalu Anies dari mana dukungan partainya? Saat ini masih gelap gulita,” kata Adi.

Lantas apakah deklarasi relawan terhadap Anies Baswedan bisa menjadi kekuatan untuk pencapresan di pemilu 2024?

Adi menilai bahwa relawan mendeklarasikan dukungan politik terhadap calonnya dalam tujuan pilpres merupakan hal yang biasa.

“Pertama ini sebagai ajang pamer kepada publik bahwa Anies didukung oleh sejumlah masyarakat yang siap mempertaruhkan segala-galanya untuk memenangkan Anies,” kata Adi.

“Kedua tentu ini sebagai instrumen untuk menyakinkan kepada parpol supaya partai dukung Anies yang dinilai memiliki bekal popularitas dan elektabilitas.”

Tetapi, lanjut Adi, dukungan relawan terhadap Anies Baswedan tidak akan ada gunanya selama tidak ada dukungan partai politik.

“UU pemilu tegas, bahwa capres dan cawapres adalah merekan yang diusung oleh parpol atau gabungan parpol yang memenuhi ambang batas presiden 20 persen,” ujar Adi.

“Di situlah sebenarnya tantangan Anies di tengah kecenderungan semua elite parpol dan ketum parpol ingin maju di 2024.” (*)

Reaksi Celine Evangelista soal Pacari Pengusaha Batu Bara Usai Cerai
Jumat, Oktober 22, 2021

On Jumat, Oktober 22, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Celine Evangelista dan Stefan William diam-diam telah bercerai. Hal ini terungkap pada tayangan Kopi Viral pada Senin (18/10) kemarin.

Pengadilan Jakarta Selatan juga sudah membenarkan bahwa mereka sudah bercerai dengan resmi.

Stefan William ramai mendapatkan tudingan telah mengkhianati Celine dengan wanita lain. Namun, Stefan membantahnya lewat unggahan di Insta Stories beberapa waktu lalu.

Celine Evangelista juga menegaskan bahwa tidak ada orang ketiga dalam rumah tangga mereka.

Ia tidak membenarkan perpisahannya dengan Stefan William dikarenakan kehadiran pelakor atau pencuri laki orang.

"Nggak ada orang ketiga," papar Celine di Trans TV, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Sekarang, giliran Celine yang diterpa kabar bahwa dia telah memiliki kekasih seorang pengusaha batu bara.

Celine tidak langsung menapik saat ditanya media mengenai hal tersebut.

Dia hanya menjawab dengan pertanyaan yang semakin membuat penasaran.

"Ah masa?" tanyanya.

Jawaban tersebut berbeda dengan saat dia menjelaskan duduk permasalahan yang membuat pernikahannya karam di tengah jalan.

Celine membeberkan bahwa masalah komunikasi menjadi pemicu terciptanya ketidakcocokan dengan Stefan.

"Emang nggak ada kecocokan aja. Kalau misalnya nggak harmonis ya masalah itu pasti selalu ada konflik di dalam rumah tangga kan cuma gimana ininya aja, emang pasti selalu ada dalam rumah tangga," jelasnya. (Insertlive)

Prof Sumanto Sebut Santri dan NU Jadi Sasaran Kelompok Intoleran: Kelompok Islam Politik Tidak Mucul pada Masa Pak Harto
Jumat, Oktober 22, 2021

On Jumat, Oktober 22, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Pengajar Antropologi Budaya King Fahd University of Petroleum and Minerals Dhahran Saudi Arabia, Sumanto Al-Qurtuby mengatakan keadaan beragama di Indonesia sangat memprihatinkan khususnya dalam konteks munculnya kelompok-kelompok agama intoleran yang dapat mengganggu masa depan bangsa. 

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Webinar International Santri Membangun Negeri 'Sudut Pandang Politik, Ekonomi, Budaya dan Revolusi Teknologi pada Kamis, 21 Oktober 2021.

"Kalau masa orde baru kita semua tahu kelompok-kelompok itu tidak begitu muncul ke permukaan. Meskipun kelompok Islam kultural pada waktu itu tetap berkembang, tetapi kelompok Islam politik tidak mucul pada masa Pak Harto," tuturnya, dilansir dari Akurat.co.

Berbeda dengan kondisi saat ini, di mana menurut Sumanto, bahwa sekarang adaah era reformasi dan demokrasi, yaitu masyarakat boleh secara bebas mengutarakan apa saja sesuai dengan yang mereka inginkan. Sehingga hal ini yang membuat kelompok-kelompok Islam politik bermunculan.

"Jadi inilah yang disebut dengan fenomena militansi atau intoleransi agama di Indonesia di era reformasi. Jadi gampangnya sejak orde baru, kemudian muncul kelompok yang gampang menyesatkan, gampang mengkafirkan, gampang membid'ahkan orang lain dan seterusnya," terangnya.

Lebih lajut lagi, Sumanto mengutip bahwa sejak dulu, Bung Karno sudah mengungkapkan dan mengantisipasi persoalan yang seperti ini. Bung Karno menyebut kelompok tertentu pada zamannya yang hobi mengucapkan 'kafir' ke pada seseorang yang keluar dari nilai-nilai Islami.

"Kalau melihat dari kutipan dari Bung Karno, fenomena pengkafiran semacam ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru," ujarnya.

Sumanto menambahkan bahwa peran media sosial juga sangat berdampak luar biasa pada kelompok-kelompok tersebut. Salah satunya media sosial turut mendistribusikan ide-ide atau gagasan sesuai dengan apa yang dibutuhkan mereka.

"Sesuatu yang sangat kontradiktif, satu sisi mereka menganggap bahwa media sosial merupakan produk kebudayaan kafir yang bertentangan dengan spirit keislaman, tetapi di lain sisi, mereka justru menggunakan produk-produk media sosial untuk dijadikan sebagai jalan untuk melakukan dakwah keislaman," pungkasnya.

"Kalau kelompok intoleran tersebut dapat berkuasa di kemudian hari, maka bukan sesuatu yang mustahil jika eksistensi santri dan NU akan tergerus oleh kelompok tersebut," jelasnya. (*)