Opini

PARLEMEN

Sports

Warta

IKLAN DI ATAS FEED
Ancaman Wako Payakumbuh ke ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020: Penundaan Gaji hingga Turun Pangkat
Minggu, September 27, 2020

On Minggu, September 27, 2020

Foto : Wako Riza Falepi Pimpin Apel Pagi 9 Maret 2020 (Sebelum Pandemi Covid-19). Ancaman Wako Payakumbuh ke ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020.

BENTENGSUMBAR.COM - Dengan tegas, Wali Kota Riza Falepi tidak akan memberikan toleransi dalam bentuk apapun kepada Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh yang tidak bersikap netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak mendatang.

Di awal Januari 2020 lalu, Wali Kota Riza Falepi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/04/SE-WK-PYK/I-2020 Tentang Pencegahan Terhadap Pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh. 

Dasar dari Surat Edaran ini adalah Peraturan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Payakumbuh Nomor 02/K.Bawaslu.SB-17/PM.00.22 Tanggal 6 Januari 2020 Perihal Himbauan.

Wali Kota Riza Falepi didampingi Sekretaris Daerah Rida Ananda saat dihubungi media, Sabtu, 26 September 2020 menegaskan, aturan netralitas ASN ini tidak hanya berlaku dalam pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat saja, namun juga bagi ASN yang berdomisili di luar Payakumbuh yang daerahnya juga menggelar Pilkada kota/kabupaten, aturan serupa harus dipatuhi.

"ASN dan honorer kita ada lebih dari 4800 ribuan dan banyak juga yang ber-KTP di daerah tetangga, aturan ini berlaku bagi setiap ASN, tanpa terkecuali," kata Riza.

Hukuman penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun menanti bagi ASN nakal yang mencoba membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon.

"Ini sesuai Pasal 71 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang," beber Riza.

Sanksi tegas itu tak hanya sampai disana, setiap ASN yang sengaja melanggar peraturan tersebut terancam pidana penjara paling singkat satu (1) bulan atau paling lama 6 bulan dan/denda 600.000 rupiah hingga 60.000.000 rupiah.

"Ini juga sesuai pasal 188 dalam undang-undang diatas," kata Riza.

Berdasarkan Pasal 4 Ayat 14 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil menyatakan setiap PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon anggota DPRD atau calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan cara memberikan surat dukungan serta foto kopi kartu tanda penduduk (KTP) atau surat keterangan tanda penduduk sesuai peraturan perundang-undangan.

Dalam pasal 5 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil menyatakan PNS yang tidak menaati ketentuan tersebut dalam pasal 3 dan/atau pasal 4, maka akan dijatuhi hukuman disiplin. 

(Hermiko)

Uni Irma Menyampaikan Pesan untuk Jenderal Gatot Nurmantyo, Sambil Tertawa, Menohok
Minggu, September 27, 2020

On Minggu, September 27, 2020

Uni Irma Menyampaikan Pesan untuk Jenderal Gatot Nurmantyo, Sambil Tertawa, Menohok.

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago menyampaikan pernyataan keras merespons langkah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, surat terbuka kepada Presiden Jokowi itu dibuat oleh tiga Presidium KAMI yakni Gatot Nurmantyo, Rochmat Wahab dan M. Din Syamsuddin.

Dalam surat itu yang dipublikasikan pada 22 September itu, Presidium KAMI menyampaikan sejumlah permintaan salah satunya soal penayangan kembali Film Pengkhianatan G30S PKI.

"Soal Gatot dan KAMI. Memang (apa) jasa mereka selama ini pada Indonesia? Apa prestasi mereka hingga merasa bisa menyelamatkan Indonesia? Rakyat juga tahu kok apa dan siapa mereka," kata Irma, dilansir dari JPNN.com, Sabtu, 26 September 2020.

Politikus kelahiran Metro, Lampung, pada 6 Oktober 1965 ini menganggap para tokoh KAMI hanya membuat kegaduhan di tengah pandemi Covid-19.

"Di saat pendemi ini misalnya, boro-boro turun bantu rakyat, yang ada cuma nyinyir dan bikin gaduh. Entah apa yang mau mereka selamatkan. Minimal mereka punya modal sosial begitu untuk rakyat! Baru koar-koar," sambung mantan Anggota DPR ini.

Bicara relevansi permintaan Presidium KAMI kepada Presiden Jokowi soal penayangan kembali Film Pengkhianatan G30 SPKI, Irma punya pendapat berbeda.

"Soal Film G30 SPKI menurut saya enggak penting tuh untuk selalu diputar, karena banyak juga yang menggugat kebenarannya," tegas mantan Anggota DPR periode 2014-2019 ini.

"Yang penting dilaksanakan menurut saya justru penataran P4 dan kurikulum Pendidikan Moral Pancasila," lanjut Uni Irma.

Penataran P4 dan kurikulum pendidikan moral Pancasila ini menurutnya jauh lebih penting untuk generasi bangsa sekarang ini dibanding film PKI.

"Karena saat ini banyak generasi muda yang tidak paham Pancasila dan tidak mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Justru itu yang berbahaya bagi keutuhan NKRI," tegasnya.

Terakhir, Irma menyampaikan sebuah pesan untuk Gatot Nurmantyo dan para tokoh KAMI yang konon ingin menyelamatkan Indonesia.

"Selamatkan saja dulu organisasi mereka agar dapat pengakuan rakyat, enggak usah rumongso gede (merasa besar, red)," pungkasnya sembari tertawa.

Dalam surat terbuka kepada Presiden Jokowi, Gatot Nurmantyo dkk meminta Presiden Ketujuh RI itu memerintahkan penayangan kembali film Pengkhianatan G30S PKI di TVRI.

"KAMI menuntut Presiden Joko Widodo untuk menyerukan lembaga-lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga penyiaran publik, khususnya TVRI, untuk menayangkan film Pengkhianatan G 30-S/PKI," tulis Gatot dkk dalam surat tertanggal 22 September 2020 itu.

Menurut Gatot Nurmantyo, melalui film tersebut rakyat Indonesia bisa memahami ada noda hitam dalam sejarah kebangsaan Indonesia.

"Agar pelajaran sejarah yang menjelaskan noda hitam tersebut diajarkan kepada segenap peserta didik, tidak dikurangi apalagi dihilangkan," tambahnya.

(*)

DPMPTSP Sumbar Belum Miliki PPNS Untuk Pengawasan ke Perusahaan
Minggu, September 27, 2020

On Minggu, September 27, 2020

DPMPTSP Sumbar Belum Miliki PPNS Untuk Pengawasan ke Perusahaan
BENTENGSUMBAR.COM - Keberadaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil sangat penting di suatu instansi pemerintah. Berdasarkan Pasal 1 angka 5 PP No. 43 Tahun 2012, PPNS adalah Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu yang berdasarkan peraturan perundang-undangan ditunjuk selaku Penyidik dan mempunyai wewenang untuk melakukan penyidikan tindak pidana dalam lingkup undang-undang yang menjadi dasar hukumnya masing-masing.

Pada dasarnya, setiap penyidikan harus mengacu pada ketentuan UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”) dan dalam melaksanakan kewenangannya, PPNS dalam bidang apapun harus berkoordinasi dengan penyidik Kepolisian. 

Untuk mengatur kewenangan PPNS diterbitkanlah Perkapolri No. 6 Tahun 2010 tentang Manajemen Penyidikan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

Jadi, PPNS merupakan pejabat PNS yang ditunjuk dan diberi kewenangan untuk melakukan penyidikan dalam tindak pidana tertentu yang menjadi lingkup peraturan undang-undang yang menjadi dasar hukumnya. 

Oleh karena itu, instansi/lembaga atau badan pemerintah tertentu memiliki PPNS masing-masing. Dalam melaksanakan tugasnya PPNS diawasi serta harus berkoordinasi dengan penyidik Kepolisian.

Namun, sampai saat ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat belum memiliki PPNS. Hal itu diakui oleh Kepala DPMPTSP Sumbar Maswar Dedi.

"DPMPTSP belum memiliki pegawai penyidik untuk pengawasan ke perusahaan," ungkap Maswar Dedi kepada BentengSumbar.com, Sabtu, 26 September 2020.

Meski demikian, kata Maswar Dedi, DPMPTSP tetap melakukan pengawasan pelaksanaan penanaman modal sesuai dengan ketentuan Perka BKPM Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pedoman dan Tata cara Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal.

(by/hms-Sumbar)

U Give Me Love Jadi Single Perdana ‘Alex dan Bea’ Masuk Industri Musik
Sabtu, September 26, 2020

On Sabtu, September 26, 2020

U Give Me Love Jadi Single Perdana ‘Alex dan Bea’ Masuk Industri Musik
BENTENGSUMBAR.COM - Trend musik mancanegara mempengaruhi perkembangan musik di Tanahair dari dahulunya. Saat ini Korean Pop (K-Pop) tengah dilirik oleh para penikmat musik di dunia, termasuk kalangan milenial di Indonesia. 

Melihat potensi yang dimiliki oleh Alex dan Bea untuk menyajikan lagu K-Pop ala Indonesia, dua orang kakak beradik asal Yogyakarta ini dilirik oleh Chossy Pratama Production (CPP). 

Mereka dipercaya untuk menyanyikan lagu baru karya Chossypratama yang khusus dibuatkan untuk mereka., berjudul U Give Me Love.

Alex dan Bea akan berangkat dari Yogyakarta untuk menjalani proses recording vokal lagu U Give Me Love yang akan dilakukan pada Sabtu 3 Oktober 2020 di Promidi Studio, Kemayoran, Jakarta. 

"Alex dan Bea berkonsep duo cowok cewek, kami berharap bisa jadi pilihan baru yang fresh untuk penikmat musik di Tanahair. Lagu U Give Me Love bertema cinta yang universal, baik cinta seorang anak pada orangtuanya, juga cinta orangtua pada anaknya,"  kata 13ndrl, Direktur Chossy Pratama Production, Sabtu, 26 September 2020.

Alex dan Bea mengatakan, mereka diajak produksi lagu oleh Chossypratama atas keberhasilan mereka mengikuti program Chossy Pratama Cari Penyanyi (CPCP) yang digelar setiap bulan. 

Alex mengaku, saat dikasih tahu mamanya tentang adanya kompetisi bernyanyi secara virtual, pertamanya ia tidak rela untuk ikut, karena melalui media virtual. 

Berkat bantuan ibu, adik, dan gurunya untuk meyakinkannya, akhirnya iapun mengikutinya. Bea mengatakan, mama mereka yang mengasih tahu adanya CPCP, untuk anak dan remaja seumurannya, terus mereka ditawarkan untuk ikut. 

"Pas dikasih tau, aku pikir, kenapa ga?" Jadi aku nyoba ikut dan ternyata lolos tahap pertama. Pas tahap kedua, saking nervous-nya, I didn't do my best. Beberapa hari setelah tahap kedua, mama sama papa ngajak ngobrol. Di situ, mama sama papa bilang kalo Opa Chossy mau rekrut kita jadi artis di CPP. Aku bersyukur banget dan ga nyangka sama sekali kalau bakal direkrut gitu," kata Bea.

Alex dan Bea mengatakan ketertarikan Chossypratama pada mereka karena passion yang dimiliki, dan peluang ini akan mereka manfaatkan untuk memperbaiki diri dan terus belajar demi pengembangan diri. 

Mereka diproduksikan lagu bernuansa K-Pop karena kesenangan mereka pada lagu-lagu bernuansa K-Pop, dan keunikan karakter vokal yang mereka miliki. 

Tapi mereka optimis menunjukkan karakter sendiri di industri musik Indonesia, menjadi diri sendiri tanpa terobsesi dengan karakter penyanyi yang sudah ada. 

Mereka tidak ingin berbeda antara di depan dengan di belakang kamera. 

Alex mengatakan, "U Give Me Love adalah lagu berbahasa Indonesia berpadu Inggris yang garapan musiknya mendekati style Korea. Aku ingin menyampaikan arti dari lagu ini sebaik kemampuan vokalku agar pendengar mendapat arti lagu ini dan suka mendengarnya. Menjadi diri sendiri, menjadi teman yang tak ada beda on and off camera, sekaligus penyemangat untuk siapapun, dan menunjukan sisi baik dan positifku karena dengan begitu aku bisa meng-influence orang lain untuk melihat bahwa di dunia tidak hanya ada keburukan dan negativitas, tetapi selalu ada kebaikan dan positivitas."

Sementara itu Bea mengatakan, akan melakukan yang terbaik untuk menyajikan lagu ini sesuai dengan makna dan beat lagu U Give Me Love, agar pendengar lagu ini tidak hanya menikmati lagu ini, tetapi juga merasakan apa arti lagu ini sebenarnya. 

Alex saat ini berusia 15 tahun, memiliki nama panjang Alexander Yudhistira Kuncoro, grade 10 di Olifant High School (OHS) - Yogyakarta. 

Bea berusia 13 tahun, nama panjangnya Beatrix Natalia Paskanti Kuncoro, grade 8 di sekolah yang sama. Mereka punya darah seni yang kuat, karena lahir dari lingkungan pecinta dan pelaku seni. Mereka anak dari pasangan Kuncoro dan Maya. 

Aktris Tuti Kembang Mentari itu eyang putri mereka, dari pihak ibu. Mbah kakung mereka dari pihak bapak, RB. Kadino (alm), seorang dalang, dan mbah putri mereka, Ag. Sumiati, seorang sinden.

Dalam menekuni bakat bernyanyi, Alex dan Bea telah banyak mengukir prestasi, baik di lingkungan sekolah maupun di ajang festival musik. 

Mereka mengatakan pengalaman terbesar mereka ada pada keberhasilan mengikuti CPCP. 

Meskipun terlahir dari keluarga pelaku seni, Alex meyakini keberhasilan akan ia peroleh dengan rajin berlatih vokal, dan banyak belajar dari beragam referensi lagu. 

Sama seperti dikatakan Bea, harus giat berlatih, dan penasaran akan hal-hal baru, melakukan yang terbaik dalam semua hal yang dilakukan, bertanggung jawab atas semua keputusan yang dibuat, dan bekerjasama dengan semua tim dan orang-orang sekitar. 

Selain itu Alex mengatakan, dari usia mudanya saat sekarang ini, ia ingin menjadi orang yang membuat semua orang bahagia melalui kemampuannya bernyanyi.

Dan Bea mengatakan, "Sejak kecil aku sudah ingin jadi penyanyi, karena aku lihat bahwa para penyanyi bisa membawa kebahagiaan ke orang lain. Aku juga mau membawa kebahagiaan dan positivitas ke orang lain melalui karya-karyaku, sekaligus have fun. Aku sudah diberikan kesempatan untuk melakukan itu dan membuat itu terjadi. Oleh karena itu, aku mau melakukan yang terbaik dan bertanggungjawab atas kesempatan ini."

Laporan: Muhammad Fadhli

Selain Penyemprotan Disinfektan, ASN di DPMPST Sumbar Wajib Pakai Masker
Sabtu, September 26, 2020

On Sabtu, September 26, 2020

Selain Penyemprotan Disinfektan, ASN di DPMPST Sumbar Wajib Pakai Masker
BENTENGSUMBAR.COM - Sejak ditemukannya kasus positif Covid-19 di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, penyemprotan disinfektan dilakukan oleh petugas. 

Kepala DPMPTSP Sumatera Barat Maswar Dedi kepada BentengSumbar.com, Jumat, 25 September 2020 mengatakan, aparatur yang bertugas melaksanakan penyemprotan berasal dari BPBD Provinsi Sumatera Barat.

"Mereka melaksanakan tugasnya sesuai dengan frekuensi penyemprotan yang dilaksanakan pada kantor DPMPTSP Sumbar," kata Maswar Dedi.

Selain itu, sesuai dengan peraturan yang berlaku, ASN pada DPMPTSP Sumbar diwajibkan memakai masker mulai berangkat dari rumah menuju kantor dan beraktifitas di kantor. 

"Hal tersebut bertujuan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menjalankan aktifitas kerja sehari-hari di tengah pandemik Covid-19," terangnya.

Tak hanya itu, Maswar Dedi, mengharapkan agar ASN di lingkungan DPMPTSP Sumbar menjadi teladan di tengah masyarakat dalam menerapkan protokol Covid-19.

Sebelumnya diberitakan, DPMPTSP telah mengambil tindakan ketika mengetahui adanya salah satu mahasiswa yang melaksanakan PKL pada DPMPTSP yang positif Covid dengan langsung berkoordinasi dengan petugas kesehatan untuk mewajibkan seluruh ASN dan non ASN melakukan swab. 

Dari hasil swab, terdapat 4 orang ASN yang positif, yang langsung mendapat penangan medis dan isolasi mandiri di rumah 1 orang dan 3 orang isolasi pada RSUD Padang. 

(by/hms-Sumbar)

Pelaku Usaha Bakal Dapat Mendowload Aplikasi Mobile Tracking SIP SAKATO Pada Play Store
Jumat, September 25, 2020

On Jumat, September 25, 2020

Pelaku Usaha Bakal Dapat Mendowload Aplikasi Mobile Tracking SIP SAKATO Pada Play Store
BENTENGSUMBAR.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memanjakan pelaku usaha yang mengurus proses perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat.

Salah satunya melalui Sistem Informasi Perizinan Sakato disingkat SIP SAKATO.

Kepala DPMPTSP Sumbar Maswar Dedi kepada BentengSumbar.com, Jumat, 25 September 2020 mengatakan perizinan telah dapat diproses secara online dengan menggunakan Aplikasi Pelayanan Perizinan secara elektronik.

"Kita beri nama Sistem Informasi Perizinan Sakato disingkat SIP SAKATO," katanya. 

Menurutnya, aplikasi ini memberikan pelayanan online untuk pendaftaran, tracking perizinan, laporan pengaduan, dan terdapat juga fitur GIS (Geografic Information System) dimana masyarakat dapat mengecek lokasi perizinan secara spasial. 

Dikatakannya, hadirnya layanan perizinan "online" SIP Sakato merupakan  salah satu langkah mewujudkan kemudahan yang didapat oleh masyarakat.

"Selain itu, mempersingkat waktu pengurusan perizinan mulai dari tahap permohonan sampai dengan tahap terbitnya izin," ungkapnya.

Dikatakannya, aplikasi SIP SAKATO saat ini dikembangkan berbasis web untuk dapat diakses oleh pelaku usaha. 

"Pelaku usaha dapat mendowload tracking perizinan melalui aplikasi mobile tracking SIP SAKATO pada play store," katanya.

(by/hms-Sumbar)

Tak Ada Lagi Anggaran untuk Promosi Investasi Sumbar ke Luar Negeri, Ini Penyebabnya
Jumat, September 25, 2020

On Jumat, September 25, 2020

Tak Ada Lagi Anggaran untuk Promosi Investasi Sumbar ke Luar Negeri, Ini Penyebabnya
BENTENGSUMBAR.COM - Promosi potensi investasi suatu daerah sangat penting dilakukan guna memberitahu potensi suatu daerah kepada investor.

Pada tahun kemaren, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat gencar melakukan promosi potensi investasi ke luar negeri.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno bersama rombongan melakukan lawatan ke beberapa negara untuk mempromosikan potensi investasi Sumbar.

 Namun untuk tahun ini, promosi potensi investasi tidak lagi dilakukan. 

Pasalnya, pandemi Covid-19 menjadi alasan promosi ke luar negeri tak mungkin dilakukan dan anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat Maswar Dedi kepada BentengSumbar.com, Jumat, 25 September 2020 mengatakan pada APBD awal tahun 2020 terdapat alokasi anggaran untuk kegiatan promosi luar negeri untuk 5 (lima) negara.

Namun, kata Maswar Dedi, dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, tidak memungkinkan lagi untuk melakukan promosi investasi luar negeri.

"Anggarannya dilakukan refocusing dan realokasi untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Barat," katanya melalui keterangan tertulis. 

(by/hms-sumbar)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *