Opini

PAYAKUMBUH

Sports

IKLAN DI ATAS FEED
Pesan Buya Mahyeldi: Karakter Orang Musyrik Memecah Belah Persatuan dengan Menyebarkan Berita Bohong
Sabtu, Agustus 01, 2020

On Sabtu, Agustus 01, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah menjadi Khatib pada pelaksanaan Ibadah Salat Jumat di Masjid Ukhuwah Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Jumat, 31 Juli 2020.

Dalam khutbahnya, Wali Kota Mahyeldi menyerukan semangat persatuan dan kesatuan umat dalam menjaga integritas bangsa. Dijelaskan Mahyeldi, dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 103-104 Allah Subhana wa Ta'ala berfirman untuk selalu berpegang teguh pada agama Allah dan jangan bercerai- berai.

"Karena ini perintah dari Allah, maka hukumnya wajib. Apabila ada yang berselisih, agar dipersatukan. Inilah karakter orang beriman. Bukan karakter orang musyrik yang memecah belah persatuan dengan menyebarkan berita bohong (Hoax)," terang Mahyeldi.

Lebih jauh dijelaskan, pada Jumat kali ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1441H. Momentum hari raya Idul Adha harus dijadikan untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan sesama umat muslim.

Hari ini seluruh umat islam dimana pun berada berbondong - berbondong melaksanakan salat Hari Raya Idul Adha. "Ini menunjukan kepada kita semua bagaimana semangat persatuan dan kesatuan itu," katanya.

"Ciri perilaku orang beriman salah satunya adalah wajib menjaga persatuan. Untuk itu, makna dari berjama'ah adalah wujud dari kekompakan dan persatuan. Kalau kita ingin menjadikan bangsa ini berdaulat dan besar kedepan, maka kita harus merawat dan menjaga persatuan sebagai satu bangsa," ujar Mahyeldi.

Semangat persatuan dan kesatuan harus terus dan terus ditingkatkan. Terlebih pada saat sekarang ini bangsa Indonesia tengah menghadapi bencana non alam berupa virus. "Masyarakat dan pemerintah harus saling bersinergi, antar pemimpin satu dengan yang lainnya harus seiya sekata dalam membuat kebijakan. Sehingga virus corona ini bisa kita putus mata rantainya," tukuknya.

Kepada generasi muda, Wali Kota Mahyeldi menyampaikan, bahwa bangsa Indonesia mempunyai potensi bonus demografi pada 2045. berbagai macam cara dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin integritas bangsa Indonesia menjadi lemah dan mudah di adu domba. 

"Mari kita terus menjalin silaturrahmi, berjamaah, dan saling mengingatkan dalam setiap kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa, dan bernegara," kata Mahyeldi di akhir khutbahnya. 

(Muliadi)

Boby Rustam ke Bapenda Kota Padang: Kaji Ulang Penghitungan PBB di PT Pelindo II Teluk Bayur
Sabtu, Agustus 01, 2020

On Sabtu, Agustus 01, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Sekretaris Komisi II DPRD Kota Padang Boby Rustam mengatakan, untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang, perlu segera dilakukan kaji ulang  perhitungan pendapatan daerah yang didapat dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari PT Pelindo II Teluk Bayur Padang.

"Pembangunan kota ini kedepannya akan lebih baik lagi di segala sektor tentunya dengan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Dari mana anggaran itu diambilkan, ya sudah pastinya melalui pencapaian pendapatan daerah secara maksimal," ungkap Boby kepada wartawan, kemaren.

Untuk itu, dalam rangka peningkatan pendapatan, Boby Rustam meminta kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang untuk segera melakukan kajian ulang terhadap perhitungan pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diterima dari pihak PT Pelindo II Teluk Bayur, yang berada di kawasan Kecamatan Padang Selatan tersebut.

Ia mengatakan, PT. Pelindo II Teluk Bayur, pada prinsipnya sudah memasuki kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Dimana kawasan yang masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), menjadi prioritas oleh pemerintah sebagai ladang pendapatan.

Selain itu, untuk diketahui, saat ini sudah banyak perusahaan- perusahan asing yang bercokol di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur, dan baru - baru ini berdiri salah satunya perusahan asing yang bernama Asia Agro. 

"Ini tidak tanggung-tanggung besar perusahaannya, dengan kapasitas sekian ribuan ton konsumsinya," sebut Boby Rustam yang merupakan wakil rakyat putra Teluk Bayur ini.

Dalam hal ini, tegas Boby Rustam lagi, dinas terkait harus mendata kembali dan harus tahu apa - apa saja perusahan yang ada saat ini di kawasan PT Pelindo II Teluk Bayur.

"Dalam pembahasan KUA PPAS APBD TA 2O21 bersama Bapenda beberapa waktu lalu, masa iya, Semen Padang saja mampu memberikan untuk pendapatan daerah sebesar Rp.9,5 Miliar, sementara Semen Padang juga membayar pajak pada PT Pelindo II," katanya.

"Dan pada kenyataannya kok, PT Pelindo II cuma sanggup Rp2 milar, sementara pemasukan yang dihasilkan melalui pelabuhan ini sangat luar biasa besarnya. Bisa dikatakan dipelabuhan ini transaksinya hitungannya adalah Dolar. Nah ini perlu untuk disikapi Bapenda guna peningkatan pendapatan," pungkasnya.

Disamping itu, tak hanya pedapatan dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB), tapi juga dari sektor perparkiran yang terlalu monoton tidak ada peningkatan sama sekali dan juga masalah piutang yang sangat lamban penanganannya. 

"Seperti persoalan  SPR contohnya, tunggakkan pajak yang sudah sekian lama dengan jumlah yang tak sedikit, tak terlihat penanganan serius dari pemko, serta sektor - sektor lain yang perlu dikaji ulang,"

"Nah ini perlu untuk disikapi Bapenda serta dinas terkait lainnya guna peningkatan pendapatan," pungkas kader Gerindra Kota Padang ini.

(by/baim)

Ahok Belum Mau Memaafkan Dua Penghina Dirinya, Ternyata Ini Alasannya
Sabtu, Agustus 01, 2020

On Sabtu, Agustus 01, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama belum mau memaafkan kejahatan terhadap penghinaan terhadap dirinya, yaitu KS (67) dan EJ (47). Pria yang akrab disapa Ahok meminta proses hukum tetap berjalan saat ini.

Hal itu disampaikan kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy. 

Sejauh ini, kata Ahmad, kliennya tetap membutuhkan hukum tetap.

"Biarkan polisi usut tuntas agar polisi mendalami siapa ini adminnya, dari siapa ini gambar, dan siapa yang mengedit. Jadi terlalu dini pencabutan laporan. Bapak (Ahok) memerintahkan ke saya untuk mendalami itu," kata dia saat dihubungi, Jumat,  31 Juli 2020.

Saat disinggung adanya permintaan maaf dari kedua tersangka yang salah satunya lanjut usia (lansia), Ahmad mengaku pihaknya belum puas.

Ahmad mengaku kliennya ingin mengetahui secara mendasar hal yang memotivasi pelaku.

"Jadi kan apa yang disampaikan oleh ibu berusia 67 tahun itu mengatakan enggak ada politik dan lain sebagainya, artinya biar polisi usut tuntas dulu," kata Ahmad.

Ahmad juga menegaskan belum mau menerima permintaan mediasi dari kedua tersangka yang termasuk kelompok Veronica Lovers itu. 

Ahmad menekankan, pihaknya saat ini tidak mencabut laporan polisi.

"Karena ini kan baru ditangkap dan penetapan sebagai tersangka. Jadi biarkan dulu polisi bekerja," kata Ahmad.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya telah menangkap KS dan EJ. Tersangka KS adalah pemilik akun Intagram @ito.kurnia, sedangkan EJ adalah pemilik akun Instagram @an7a_s679.

Kedua akun ini telah mengunggah konten berisi hinaan kepada Basuki dan keluarganya. 

KS dengan IG-nya beberapa kali mengunggah pencemaran nama baik kepada BTP dan istrinya.

Pertama menyandingkan di IG itu foto istri BTP dan anaknya dengan binatang dan disandingkan dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas. 

(Sumber: jpnn)

Hari Kedua Haji, Semua Jamaah Bebas Corona
Sabtu, Agustus 01, 2020

On Sabtu, Agustus 01, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Sampai hari kedua pelaksanaan ibadah haji yang hanya diikuti oleh tidak lebih dari 1000 orang tahun ini, kondisi jamaah haji dilaporkan tidak ada yang terindikasi ataupun terpapar virus Corona.

Juru bicara Kementerian Arab Saudi Mohammed Al-Abd Al-Ali mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan dengan matang segala keperluan penanganan kesehatan untuk virus Corona dan penyakit menular lainnya.

“Kembali kami tegaskan, tidak ada laporan kasus virus Corona atau penyakit lainnya yang dialami oleh jamaah,” katanya saat koordinasi harian terkait haji di Makkah, Kamis, 30 Juli 2020 dikutip dari laman Arab News. 

Ia menyebut bahwa pelayanan kesehatan disiapkan dengan total dan siap siaga untuk merespon permasalahan-permasalahan yang muncul. 

Disediakan 1.456 tempat tidur termasuk di antaranya 272 unit untuk perawatan intensif, 331 untuk isolasi, dan lebih dari 200 bagian darurat. 

Petugas kesehatan lapangan juga terus memantau perkembangan kesehatan jamaah saat mereka melaksanakan wukuf dan bergerak menuju muzdalifah. 

Mereka secara rutin melakukan pengecekan kesehatan selama proses perjalanan untuk memastikan tidak ada penyebaran virus Corona.

Para petugas keamanan juga berjaga untuk memastikan para jamaah menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak.

Petugas keamanan melakukan penjagaan agar orang yang tidak dalam rombongan haji tidak bisa masuk ke lokasi-lokasi ritual haji.

Pernyataan dari Kementerian Kesehatan ini sekaligus menampik informasi yang menyebut adanya jamaah haji yang terpapar virus Corona. 

Sebelumnya, Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan bahwa ia sempat mendapat informasi terkait terpaparnya salah satu dari WNI yang ikut dalam rombongan haji.

Namun ia yakin dengan protokol ketat yang dipakai oleh Pemerintah Arab Saudi, kesehatan jamaah akan terjamin.

Aktivitas Jamaah di Hari Ketiga

Sesuai dengan rundown (jadwal) kegiatan yang telah diumumkan, di hari ketiga pelaksanaan haji, Jumat, 31 Juli 2020, para jamaah sudah berada di Mina setelah melaksanakan wukuf dan mabid di Muzdalifah. 

Aktivitas jamaah di hari ketiga ini adalah melakukan lempar Jumrah Aqabah. 

Setelah itu mereka bergerak menuju di Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf ifadhah dan Sai. 

Kemudian sebelum malam datang, jamaah sudah harus berada di Mina untuk melakukan Mabit (bermalam) dan melakukan lempar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah keesokan harinya. 

Ritual lempar jumrah ini akan dilakukan selama 3 hari sampai dengan 2 Agustus 2020. 

Menurut Dubes Agus Maftuh Haji tahun ini ia sebut sebagai haji minimalis, paling cepat, dan paling berisiko karena dilakukan tengah pandemi.

(Sumber: NUOnline)

Tiga Fraksi di DPRD Kota Padang Ajukan Hak Interpelasi, Budi Syahrial: Terkait BLT
Sabtu, Agustus 01, 2020

On Sabtu, Agustus 01, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Padang Budi Syahrial mengatakan, tiga fraksi sudah menyetujui pengajuan hak interpelasi kepada Ketua DPRD Kota Padang.

"Melalui hak interpelasi tersebut, kita akan meminta keterangan kepada pemerintah kota mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, terutama terkait pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga terdampak Covid-19," katanya, kemaren.

Dikatakannya, sesuai mekanisme, pengajuan hak interpelasi tersebut sudah memenuhi syarat.

"Kan kita hanya butuh 7 orang anggota DPRD dari dua fraksi yang ada," katanya.

Menjelang pengajuan hak interpelasi tersebut diregistrasi, kata Budi Syahrial, sudah ada 11 orang anggota Fraksi Gerindra, 1 orang anggota Fraksi Partai Golkar-PDIP dan 1 anggota Fraksi Partai Demokrat yang menandatangani.

"Ada 11 dari fraksi Gerindra, ada 1 dari Fraksi Golkar dan PDI-P, serta 1 dari Fraksi Demokrat," katanya.

Dikatakan Budi, pengajuan hak interpelasi tersebut murni mempertanyakan pencairan BLT dan kelanjutan pencairan BLT tersebut.

"Kita juga akan mempertanyakan penggunaan anggaran Covid-19 dan hal-hal lainnya," ungkapnya.

(by)

Penangkapan Djoko Tjandra Menjadi Oase Atas Dahaga Penegakan Hukum di Indonesia
Jumat, Juli 31, 2020

On Jumat, Juli 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Pelarian Djoko Tjandra akhirnya berakhir. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPR RI, Cucun Ahmad Sjamurijal mengharapkan penangkapan tersebut menjadi pintu masuk penyelesaian kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Menurutnya, hasil penangkapan ini buronan yang telah menghilang sejak 2009 ini harus segera menjalankan hukuman sebagaimana putusan pengadilan nantinya. 

Akibat dari korupsi yang merugikan negara sebanyak Rp 546 miliar sesuai putusan MA.

"Belasan tahun kasus Bank Bali tidak kunjung tuntas. Djoko Tjandra harus mempertanggunjawabkan perbuatannya baik dalam kasus Bank Bali maupun pelariannya selama 11 tahun terakhir," katanya kepada wartawan, Jumat, 31 Juli 2020.

Dia menuturkan, kasus masuknya Djoko Tjandra ke Indonesia untuk mengajukan PK ke MA memang sempat menampar wajah institusi penegak hukum di Indonesia.

Diburu selama 11 tahun tidak ketemu, ternyata bisa melenggang kangkung ke Jakarta dan sempat membuat Kartu Tanda Penduduk Elektronik.

Terlebih, lanjut Cucun, dalam perjalanan penangkapan Djoko Tjandra ternyata terungkap yang menjadi penyebab sulitnya tertangkapnya. 

Karena adanya bantuan oleh sejumlah oknum jenderal di lingkungan Mabes Polri

"Penangkapan Djoko Tjandra menjadi oase atas dahaga publik untuk melihat penegakan hukum benar-benar dilakukan di Indonesia," ujar Cucun yang juga Anggota Komisi III DPR.

Oleh sebab itu, dia menilai penangkapan Djoko Tjandra memberi banyak hal kepada publik atas komitmen Polri dalam menangkap buronan tersebut.

Bahkan tak ragu mencopot dan memindahkan kepada oknum jenderal yang membantu pelarian salah satu konglomerat di masa orde baru tersebut. 

Lalu ini menjadi bukti bahwa Polri mampu bekerjasama dengan mitra di dunia internasional.

"Seperti kita ketahui proses penangkapan Djoko Tjandra merupakan bentuk hubungan police to police, antara Mabes Polri dan Polisi Diraja Malaysia. Ini menunjukkan jika Polri mampu menggalang Kerjasama internasional dalam menuntaskan sebuah kasus hukum. Ini menjadi catatan prestasi tersendiri," tutupnya.

Sebelumnya, Polri menangkap Djoko Tjandra di Malaysia pada hari Kamis, 30 Juli 2020. 

Djoko langsung dibawa ke Indonesia melalui pesawat yang tiba Bandara Halim Perdanakusuma.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa penangkapan Djoko Soegiarto Tjandra merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis.

"Bapak Presiden memerintahkan untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra di mana pun berada untuk segera ditangkap dan dituntaskan (kasusnya)," kata Komjen Pol. Sigit di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis malam.

Atas instruksi Presiden Jokowi tersebut, Kapolri Jenderal Pol.

Idham Azis membentuk Tim Khusus Bareskrim untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra.

Setelah diselidiki, kata Sigit, Tim Khusus mengendus keberadaan Djoko di Malaysia. 

Kapolri Idham lantas mengirimkan surat kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

(Sumber: Merdeka.com)

Hore! Produksi D100 Pertamina Bakal Serap 1 Juta Ton Sawit
Jumat, Juli 31, 2020

On Jumat, Juli 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - PT Pertamina (Persero) sudah berhasil mengolah Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) 100% yang menghasilkan produk Green Diesel (D-100). Uji coba produksi D100 di Kilang Dumai sebesar 1000 barel per hari.

Deputy CEO PT Kilang Pertamina Internasional, Budi Santoso Syarif dalam Exclusive Interview CNBC Indonesia mengatakan pengembangan produksi D100 nanti juga akan dilakukan di Cilacap dan Plaju. 

Di Cilacap akan menjadi 3.000 barel per hari dan kemudian di akhir tahun 2022 akan menjadi 6.000 barel per hari.

Kemudian di Plaju sebesar 20.000 barel per hari. Menurutnya untuk memproduksi 20.000 barel per hari dibutuhkan 1 juta ton sawit, sehingga cukup banyak sawit yang bakal terserap.

"Sedangkan di 2023 sebanyak 20.000 barel per hari, untuk 20.000 butuh 1 juta ton sawit," ucapnya dalam acara Exclusive Interview oleh CNBC Indonesia, Kamis, 30 Juli 2020.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor mengatakan petani cukup bahagia mendengar Pertamina bisa memproduksi D100 dan menyerap 1 juta ton dengan kapasitas 20.000 barel per hari.

"Petani mendengar Petani bisa produksi D100 serap 1 juta ton, menggembirakan petani kita harapan kita harapan kita Pertamina bisa hasilkan satu kebutuhan sawit 1 juta ton jadi 2 juta tinggal mungkin ke atas komitmen pemerintah," ucapnya.

Ia berharap agar program pemerintah untuk menyerap sawit di dalam negeri terus dilanjutkan, dan tidak perlu takut dengan non-government organizations (NGO) asing. 

"Pesaing kita makan jelekin kita, kita punya harta karun nggak boleh ragu-ragu," paparnya.

(Sumber: CNBC Indonesia)

Penyanyi Legendaris Elly Kasim dan Indo Jalito Peduli Ikut Kurban di Payakumbuh
Jumat, Juli 31, 2020

On Jumat, Juli 31, 2020

BENTENGSUMBAR.COM - Ada yang spesial dari peserta kurban di Payakumbuh, selain Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota berkurban Randang, kurban dari perantau minang ikut memeriahkan iven keagamaan sekali setahun itu.

Adalah Ibu-ibu Indo Jalito Peduli, anggotanya artis minang legendaris Elly Kasim, bersama 6 rekannya Salsabila Narishky, Desmawati, Devi Yarlinta, Yuliar Isnaniah, H Muhammad Tabrani Saleh, dan Almarhum Suwardi Dt. Maradjo Nan Hitam.

Untuk diketahui, Indo Jalito Peduli merupakan perkumpulan ibu-ibu yang anggotanya berasal dari komunitas Minang, dengan ibu orang Minang, atau ayah/suaminya orang Minang. Indo Jalito Peduli berdiri sejak 2001.

Hal ini disampaikan oleh Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi saat ditemui media, Kamis, 30 Juli 2020 di Rumah Dinas Wali Kota. 

Henny bercerita dirinya dihubungi oleh pengurus Indo Jalito Peduli sekitar sebulan yang lalu, ketuanya Astri Asgani, organisasi ibu-ibu minang ini juga bergerak di bidang sosial.

"Iya waktu itu kita dapat telepon sama Indo Jalito Peduli, diminta untuk membantu memfasilitasi kurban di Payakumbuh. Tentu ini sangat kita apresiasi bagaimana perantau minang di Jakarta memberikan pehatiannya kepada kita di Payakumbuh," kata Henny.

Sementara itu, Lurah Tiakar Aulia Fajrin menyebut siap memfasilitasi kurban yang dilaksanakan oleh Indo Jalito Peduli di Mesjid Amaliah, Lingkungan Gelanggang Pacuan Kuda, Kelurahan Tiakar. 

Di kelurahan ini ada lebih dari 60 hewan kurban yang dipotong nantinya.

"Sapi-sapinya sudah sedia, sesuai aturan harus yang jantan, nanti untuk pelaksanaan kurbannya panitia juga dibantu pengurus Karang Taruna serta RT, akan diserahkan kepada masyarakat miskin di Kelurahan Tiakar," kata Lurah. 

(Hermiko/rel)

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *