Opini

PARLEMEN

Sports

Wako Padang Minta Masyarakat Senantiasa Patuhi Prokes Pencegahan Covid-19
Selasa, Mei 04, 2021

On Selasa, Mei 04, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Usai salat Zuhur berjamaah, Wali Kota Padang Hendri Septa memberikan ceramah dan arahan terkait upaya pecegahan penularan Covid-19 di Musala Raudhah Jalan Manggis, Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Senin, 3 Mei 2021.

Hendri Septa minta jamaah untuk bisa merapatkan barisan dan syaf, melakukan konsolidasi serta mempererat persatuan dan kesatuan dalam menghadapi kondisi yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19. 

Menurutnya, kunci keberhasilan menangani pandemi ada pada masyarakat, yakni senantiasa patuh menjalankan protokol kesehatan (prokes). 

Masyarakatlah berperan besar dalam menekan jumlah kasus dan penyebaran Covid-19.

“Saya minta agar masyarakat saling mengingatkan disiplin dalam menerapkan prokes. Ini yang harus kita lakukan, hendaknya menjadi kebiasaan kita,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Hendri Septa juga mengingatkan kepada jamaah, di penghujung Ramadhan untuk memaksimalkan ibadah, selalu berdoa supaya Kota Padang terhindar dari marabahaya dan bencana  pandemi Covid-19, dengan harapan bisa kembali bertemu Ramadhan tahun depan. 

"Mumpung masih diberikan kesehatan terus dan teruslah tingkatkan ibadah. Ramadhan adalah bulan pengampunan lagi kaya akan kebaikan," tuturnya.

"Tidak terasa sebentar lagi kita akan berpisah dengan Ramadan tahun ini dan semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali dengan Ramadan tahun depan," harapnya. 

(Zal)

DPW PPP Duetkan Anies-Khofifah Jelang Pilpres 2024: Mewakili Poros Islam
Selasa, Mei 04, 2021

On Selasa, Mei 04, 2021

DPW PPP Duetkan Anies-Khofifah Jelang Pilpres 2024: Mewakili Poros Islam
BENTENGSUMBAR.COM - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diduetkan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.


Hal tersebut mengingat sejumlah partai politik (parpol) mulai memanasi mesinnya untuk pemilihan umum presiden atau Pilpres 2024, termasuk Partai Persatuan Pembangunan Jawa Timur (PPP Jatim). Partai berlogo Kabah ini mengusulkan agar duet Anies dan Khofifah sebagai calon presiden dan calon wakil presiden jelang 2024 nanti.


Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyaffak Noer mengatakan, pihaknya bukan tanpa alasan menggandengkan Anies Baswedan dengan Khofifah. Sebab, kedua tokoh tersebut dinilai mampu merepresentasikan koaliasi parpol Islam.


“DPW PPP Jawa Timur punya ide memasangkan Anies dan Khofifah mewakili poros partai Islam,” ujarnya mengutip Suara (Jaringan Hops) pada Senin, 3 Mei 2021.


Musyaffak sendiri optimistis bahwa duet Anies-Khofifah berpeluang besar pada Pilpres 2024. Pihaknya meyakini jika Anies dipasangankan dengan Khofifah maka mampu mendulang suara besar serta mendapat dukungan yang besar di grass root. Lantaran, kedua sosok tersebut memiliki elektabilitas yang tinggi dan basis massa yang kuat.


“Jika pasangan ini bisa direalisasikan maka PPP akan bekerja all out memenangkan suara, terutama dari Jatim,” sambungnya.


Sekadar diketahui, wacana koalisi parpol Islam berawal saat pertemuan PPP dan PKS. Dalam pertemuan itu muncul ide kalau partai Islam akan berkoalisi untuk mengusung paket di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.


Jelang Pilpres 2024 Ade ingatkan soal pemimpin seiman


Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) yang bakal dilaksanakan pada 2024 mendatang, pengamat politik sekaligus akademisi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando mengingatkan soal pemimpin seiman, khusunya seperti yang terjadi di DKI Jakarta.


Awalnya Ade menjelaskan bahwa saat ini bangsa Indonesia harus bersiap mencari pengganti Presiden Joko Widodo lantaran masa jabatannya bakal berakhir dalam waktu tiga tahun mendatang.


Terlebih dia menilai, di masa Presiden Jokowi, rakyat Indonesia sendiri mengaku puas dengan gaya kepemimpinan mantan Wali Kota Solo tersebut.


“Kita sebagai bangsa harus mencari pemimpin dalam waktu tiga tahun lagi. Jokowi sudah memimpin bangsa ini dengan mengagumkan, suveri SMRC misalnya mengungkapkan bahwa 77 persen warga menyatakan puas dengan kinerja Jokowi,” kata Ade Armando, mengutip dari saluran YouTube CokroTV pada Selasa, 6 April 2021.


“Angka ini adalah angka yang tinggi, bahkan tertinggi sejak awal kepemimpinannya di tahun 2019,” sambungnya.


Oleh sebab itu Ade Armando mengajak agar masyarakat Indonesia sekarang mulai bersiap untuk mencari pemimpin yang berkualitas untuk menggantikan posisi Presiden Jokowi.


Nantinya kalau sosok yang terpilih tepat, bukan tidak mungkin segala kemajuan yang sudah dicapai saat ini bakal terus dipertahankan bahkan dikembangkan.


“Kalau kita memang bahagia dengan kondisi Indonesia saat ini, kita memilih pemimpin yang berkualitas serupa agar semua kemajuan yang telah tercapai dapat dipertahankan bahkan dikembangkan,” tuturnya.


Ade mengingatkan kembali, agar rakyat Indonesia serius dalam mencari pemimpin bangsa dengan bersikap tidak acuh.


Lebih lanjut dia mencontohkan apa yang terjadi pada DKI Jakarta, di mana mayoritas warganya memilih Gubernur seiman namun tidak becus dalam bekerja.


“Kalau kita hidup santai, tidak peduli, cuek, jangan salahkan kalau Indonesia nantinya akan terjerembab, DKI Jakarta adalah contoh terbaik. Segenap pencapaian gubernur terdahulu, terutama Jokowi dan Ahok hancur berantakan gara-gara 56 persen warga Jakarta memilih gubernur seiman yang sama sekali enggak becus kerjanya,” ungkap Ade.


Oleh sebabnya, Ade mengajak agar rakyat Indonesia tidak mengulang kesalahan yang sama dengan mencari calon-calon pemimpin yang berkualitas sehingga bisa membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.


“Bangsa Indonesia tidak boleh mengulang kesalahan bodoh yang sama, sejak sekarang kita juga harus menilai kualitas calon-calon pemimpin yang nanti akan bertarung. Waktu tiga tahun adalah waktu yang cukup lama kalau kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan proses penilaian,” imbuhnya.


Source: Hops.id

Efektivitas PPKM Mikro di Kelurahan Perlu Ditingkatkan
Selasa, Mei 04, 2021

On Selasa, Mei 04, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Efektivitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di kelurahan perlu ditingkatkan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Hal itu disampaikan Sekdako, Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si saat rapat evaluasi bersama camat dan sejumlah kepala OPD terkait di ruang VIP Balaikota, Senin, 3 Mei 2021.

Dari laporan Camat Padang Panjang Timur (PPT), Doni Rahman, S.Pd.I, M.Pd Datuak Simarajo dan Camat Padang Panjang Barat (PPB), Fhandy Ramadhona S.STP,MM, PPKM Mikro sudah berjalan di masing- masing kelurahan dengan adanya satgas pada posko PPKM Mikro. Kendati begitu, Sekdako Sonny meminta optimalisasi pelaksanaannya di lapangan. 

"Benahi dan lengkapi apa yang kurang, dan efektifkan tugasnya mulai hari ini. Ini disupervisi oleh camat dan BPBD Kesbangol," kata Sonny.

Adapun uraian tugas Satgas Covid-19 pada posko PPKM Mikro yang diketuai lurah dengan anggota Bhabinkamtibmas, Babinsa dan sejumlah elemen masyarakat  lainnya yakni pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung.

Aspek pencegahan terdiri dari sosialisasi, penerapan 3M, serta pembatasan mobilitas. Lalu, aspek penanganan mengimplementasikan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment hingga penanganan dampak ekonomi lewat bantuan langsung tunai (BLT).

Aspek pembinaan berupa upaya penegakan disiplin dan pemberian sanksi. Kemudian aspek pendukung yang terdiri pencatatan dan pelaporan, dukungan komunikasi, serta logistik.

Di samping memberikan arahan kepada camat, Sonny turut memberikan catatan evaluasi kepada sejumlah OPD. 

(harris)

Tuding Pemerintah Soal Papua, Natalius Pigai: Sah Orang Kristen Teroris
Selasa, Mei 04, 2021

On Selasa, Mei 04, 2021

Tuding Pemerintah Soal Papua, Natalius Pigai: Sah Orang Kristen Teroris
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menuding pemerintah telah membenturkan agama Islam dan Kristen di wilayah Papua terkait penetapan KKB Papua sebagai teroris.


Tudingan tersebut dilontarkan Natalius Pigai lewat cuitannya di Twitter, pada Kamis 29 April 2021 lalu.


Cuitan Natalius Pigai tersebut juga ikut dibagikan Ketua Cyber Indonesia Husin Alwi Shihab, seperti dilihat pada Minggu 1 Mei 2021.


Dalam narasi unggahannya, Natalius awalnya menanggapi pemberitaan terkait Pemerintah resmi melabeli KKB Papua sebagai teroris.


Ia pun menilai, pernyataan pemerintah itu seolah mengesahkan bahwa orang Kristen merupakan teroris.


Bahkan, ia menyebut sikap pemerintah itu merupakan kemenangan dari kelompok Taliban dan ISIS di Indonesia.


“Sudah Sah orang Kristen Teroris. Ini Kemenagan Kelompok Taliban, ISIS di Indonesia,” ujar Natalius Pigai.


Ia pun mengungkapkan, hal itu sudah sah setelah pemerintah menggiring konflik terkait KKB Papua dengan isu rasisme.


Dan saat ini, kata Pigai, pemerintah tengah membuka konflik agama antara Kristen dan Islam di Papua.


Natalius Pigai pun menilai, dengan sikap pemeritah soal KKB Papua tersebut maka tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa bubar.


“Setelah Pemerintah giring Konflik di Papua dgn Rasisme/Papua phobia, sekarang Pemerintah justru membuka Konflik Kristen dan Islam di Papua. Tanda2 Indonesia Bubar,” ujarnya.


Source: makassar.terkini.id

Mendagri Perintahkan Perketat Penegakan Disiplin Prokes
Selasa, Mei 04, 2021

On Selasa, Mei 04, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Menyikapi lonjakan kasus positif Covid-19, sebagai leading sektor, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penegakan Disiplin Prokes dan Penanganan Covid-19 di Daerah, bersama kementerian terkait, Satgas Penanganan Covid-19, TNI/Polri, dan pemerintah provinsi dan kabupatan/kota se- Indonesia.

Untuk Pemko Padang Panjang, rakor ini diikuti via Zoom Meeting oleh Wakil Wali Kota, Drs. Asrul  didampingi Ketua DPRD, Mardiansyah, A.Md, Forkopimda, sekda, dan kepala OPD, Senin, 3 Mei 2021, di VIP Balaikota.

Dalam arahannya, Mendagri, Jenderal Polisi (purn) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, Ph.D, meminta pemerintah daerah dan satgas yang ada di daerah untuk memperketat penegakan disiplin prokes, serta mengontrol dan mengendalikan secara konsisten dalam penanganan Covid -19.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono berkesempatan menyampaikan perkembangan kasus Covid, mutasi kasus baru di daerah, dan update vaksinasi.

"Sampai saat ini, 12,4 juta yang sudah divaksinasi, dan laju vaksinasi akan ditingkatkan di bulan Mei. Untuk update vaksinasi bagi lansia sudah mencapai 11,83 persen," jelasnya.

Perkiraan peningkatan kasus Covid-19 saat libur lebaran nanti, Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, dilakukan pelarangan mudik lebaran. Dia juga meminta kepada kepala daerah untuk satu komando dengan presiden terkait penegakan larangan tersebut.

Sementara itu, menyikapi hal yang sama, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, dengan meningkatnya kasus Covid-19, Kemenag sudah berkoordinasi dengan jajaran di daerah untuk menyarankan ke masyarakat melakukan ibadah di rumah saja.

"Kita juga sudah melakukan pembatasan kapasitas pengunaan tempat ibadah sampai 50%. Untuk menghadapi lebaran, takbiran pun akan kita lakukan secara virtual. Shalat Idul Fitri kita menyarankan untuk dilakukan di rumah saja, dan itu tidak akan mengurangi nilai ibadah itu sendiri," sebutnya.

Meninjak lanjuti rakor tersebut, Wawako Asrul mengadakan rapat internal bersama instansi terkait. "Kami akan melakukan rapat internal terkait apa apa saja yang disampaikan dalam rakor penanggulangan Covid-19 di daerah, khususnya Padang Panjang," ucapnya. 

(dega)

Mendadak Menteri Tito Karnavian Beri Pesan Menohok, Bikin kaget
Selasa, Mei 04, 2021

On Selasa, Mei 04, 2021

Mendadak Menteri Tito Karnavian Beri Pesan Menohok, Bikin kaget
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan pesan khusus dalam menghentikan lonjakan kasus virus corona untuk para pemuda di Kota Palembang, Sumatera Selatan. 


Tito meminta anak muda di Kota Palembang agar mengurangi aktivitas kumpul-kumpul terutama begadang pada malam hari di luar rumah, yang memiliki banyak dampak negatif.


Apalagi, Kota Palembang saat ini masih menjalani pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dan berstatus zona merah Covid-19. 


Tito juga menyoroti kegiatan buka bersama dan Salat Tarawih selama Ramadan yang rentan tidak memperhatikan protokol kesehatan dan dapat memunculkan klaster penularan virus corona jenis baru. 


"Masyarakat harus tetap menjaga diri dari penularan virus corona," ujar Tito dalam keterangannya saat berkunjung ke Palembang, beberapa waktu lalu.   


Dia juga tak memungkiri bahwa kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan saat ini mulai menurun, terlihat dari banyaknya warga yang tidak menggunakan masker saat berada di keramaian.


Namun demikian, Tito berharap kewaspadaan terhadap Covid-19 tidak kendor agar tidak bernasib seperti India dengan merebak penularan virus dan jatuhnya korban dalam jumlah yang banyak.


Sebagai informasi, data Dinkes Sumsel mencatat dari 20.595 kasus positif yang ditemukan hingga 1 Mei 2021, sebanyak 10.349 kasus atau 50 persen merupakan kalangan usia 20-44 tahun.


Source: GenPI.co

Terjaring Razia, 33 Pelanggar Prokes Dibawa ke Mapolres
Selasa, Mei 04, 2021

On Selasa, Mei 04, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Kembali melakulan Operasi Yustisi, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) bersama Polres Padang Panjang berhasil menjaring 33 orang yang tidak patuh protokol kesehatan (prokes),  Senin, 3 Mei 2021. 

Kabid Penegakan Trantibum, Herick Eka Putra, S.STP mengatakan, Operasi Yustisi ini dalam rangka Penegakan Perda Provinsi Sumatera Barat No. 6 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru. 

Dan hari ini 33 orang terjaring razia karena kedapatan tidak memakai masker. 

"Setiap hari kami melakukan razia dan masih mendapati masyarakat yang tidak patuh prokes," ujarnya. 

"Hari ini ada 33 orang yang terjaring. Data  mereka telah dientri ke Sipelada," jelasnya. 

Sementara itu Kasi Penegak Perda, Idris SH menjelaskan, bagi yang melanggar prokes hari ini, dibawa ke Mapolres untuk ditindaklanjuti.

"Kami harap ini dapat memberi efek jera bagi pelanggar, karena sama diketahui Covid-19 masih ada dan belum hilang sampai saat ini," tambahnya. 

(cigus)

Banyak Orang Islam Jadi Murtad, Tengku Zul: Luar Biasa PKI Ini!
Selasa, Mei 04, 2021

On Selasa, Mei 04, 2021

Banyak Orang Islam Jadi Murtad, Tengku Zul: Luar Biasa PKI Ini!
BENTENGSUMBAR.COM - Tengku Zulkarnain, pendakwah berdarah Melayu merasa khawatir dengan fenomena banyaknya orang murtad (pindah dari agama Islam) di Indonesia.


Menurut Tengku Zul, maraknya orang murtad semakin tahun semakin bertambah.


Hal itu ia sampaikan saat membahas banyaknya fenomena yang harus dihadapi generasi muda terkhusus umat Islam.


Dalam video berjudul ‘Saya Ingatkan! Jangan Zolimi Keturunan Nabi’ oleh kanal YouTube Receh TV, Tengku Zul problem keagamaan Indonesia makin banyak.


“Hati-hati kalian, anak muda! 10 tahun ini, luar biasa nih PKI,” ujar Tengku Zul, dikutip dari Hops, Senin 3 Mei 2021.


Hal ini menurutnya diperparah dengan meningkatnya jumlah orang yang keluar dari agama Islam.


“Jadi, dari 270 juta penduduk, sudah 10 juta orang kurang lebih yang murtad selama 75 tahun di Indonesia. Jangan main-main,” urainya panjang lebar.


Lebih lanjut dirinya membandingkan Indonesia dengan Amerika.


Tengku Zul mengatakan bahwa di Amerika, ada sekitar 10 orang per hari masuk Islam.


Di Indonesia, kata Tengku Zul, malah 10 juta jumlah yang murtad.


“Di Eropa dan Amerika, setiap hari selalu ada yang masuk Islam. Di sini malah 10 juta orang murtad dari Islam,” terangnya.


Ia kemudian mengingatkan agar masyarakat khususnya generasi muda tak termakan paham gerakan anti-arab.


“Jangan terpengaruh gerakan anti-Arab, karena ujung-ujungnya pasti (menjelma) jadi gerakan anti-Islam,” kata dia.


Source: makassar.terkini.id