Headline

Opini

SOROT

Sports

Arteria ke Partai Demokrat: Yasonna Bercanda, Nggak Penting Baper!
Kamis, Juni 10, 2021

On Kamis, Juni 10, 2021

Arteria ke Partai Demokrat: Yasonna Bercanda, Nggak Penting Baper!
BENTENGSUMBAR.COM - Kader Partai Demokrat (PD) geram dengan candaan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly yang menyebut 'bos Benny Harman masih lama jadi presiden'. Anggota Komisi III Fraksi PDIP Arteria Dahlan membela Yasonna dari serangan kader Partai Demokrat.


"Enggak ada masalah, kan Pak Laoly sudah sampaikan sebelum Pak Santoso keberatan sehingga kalimat 'misalnya-misalnya, sebagai contoh kan masih muda'," kata Arteria kepada wartawan, Kamis, 10 Juni 2021.


Arteria tak melarang kader Partai Demokrat baper dengan candaan Yasonna Laoly. Namun, menurut Arteria tak perlu baper dengan urusan yang dimaksudkan sebagai guyonan.


"Jadi clear, tidak perlu dipolemikkan lagi. Kalau ada yang baper, itu kan hak, kita enggak bisa maksa, tapi pastinya enggak penting banget baper untuk urusan beginian, apa lagi dari awal sudah kita ketahui bersama dalam konteks bercanda," ujarnya.


Benny K Harman dan Santoso merupakan elite Partai Demokrat yang juga anggota Komisi III seperti Arteria Dahlan. Sementara Yasonna tak menjelaskan siapa 'bos Benny Harman'.


Menurut Arteria, bapernya kader Demokrat itu bukan soal kedewasaan politik. Bila ada candaan Yasonna yang menyinggung pribadi, menurut Arteria tak perlu sampai sakit hati.


"Bukan (soal kedewasaan politik), hanya perlu meyakinkan mereka bahwa semua perdebatan dalam forum rapat komisi untuk tujuan yang mulia, seandainya ada redaksi yang menyinggung diri, tidak perlu dibahas sampai sakit hati," ucap Arteria.


"Komisi III komisi merah putih, kami saling hormat menghormati apalagi terhadap ketua umum partai masing-masing," imbuhnya.


Source: detikcom

Pangdam I/BB Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Nias
Kamis, Juni 10, 2021

On Kamis, Juni 10, 2021

Pangdam I/BB Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Nias
BENTENGSUMBAR.COM - Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hassanudin SIP, MM., menghadiri pelantikan Bupati Nias Ya'atulo Gulo dan Wakil Bupati Arota Lase, Kamis, 10 Juni 2021.


Pelantikan dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi.


Pelantikan diawali dengan pembacaan keputusan Menteri Dalam Negeri tentang pengesahan pengangkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil Pilkada serentak tahun 2020 di wilayah Provinsi Sumatera Utara. 


Selanjutnya pengambilan sumpah janji jabatan yang dipandu Gubsu Edy.


Dalam sambutannya, Gubsu meminta agar Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik bekerja dengan serius. mengatakan pekerjaan besar menanti yakni mampu menunjang kesejahteraan masyarakat.


Sementara itu, Pangdam berharap Bupati yang baru dilantik dapat mengemban amanah Rakyat dan mensukseskan program pemerintah, menekan laju Covid-19 dan pelaksanaan PPKM skala mikro.


"Kodam I/BB, siap bersinergi  selalu terbuka untuk koordinasi dan bekerjasama dengan Pemda Nias," katanya.


Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.


Turut hadir Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis, Anggota DPR RI, Marinus Gia, Kabiro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprovsu Basarin Yunus Tanjung, dan Kepala BKD Sumut, Faisal Arif Nasution, mewakili Kajatisu.


(Vajatu)

Anak bilang ibunya disiksa 15 tahun oleh Aa Gym, Teh Ninih akhirnya buka suara
Kamis, Juni 10, 2021

On Kamis, Juni 10, 2021

Anak bilang ibunya disiksa 15 tahun oleh Aa Gym, Teh Ninih akhirnya buka suara
BENTENGSUMBAR.COM - Prahara rumah tangga pendakwah Aa Gym dan Teh Ninih belakangan terus mengemuka. 


Terbaru, setelah sang anak Muhammad Ghaza Al Ghazali mengungkap adanya perlakuan buruk yang kerap dilakukan Aa Gym kepada Teh Ninih.


Melansir Hops.id pada Kamis, 10 Juni 2021, dalam penuturannya, Ghaza bilang kalau perlakuan buruk yang dilakukan sang ayah kepada ibunya itu sudah berlangsung 15 tahun. Dia bahkan tak segan menulis kata ‘menyiksa’ dalam curahan hatinya itu.


Kata Ghaza, dia mengaku selalu mendengar kata-kata pedas dari ayahnya. Bahkan selama 15 tahun Teh Ninih selalu digantung dan dipermainkan.


“Nampaknya kemarin ada sedikit permainan di pengadilan. Begitulah manusia. Barangkali waktu 15 tahun belum cukup untuk menyiksamu, mungkin beliau masih perlu waktu untuk merasa puas,” katanya disitat Zona Jakarta, Kamis 10 Juni 2021.


Tak cukup sampai di sana saja, Ghaza juga bilang kalau pada 7 Juni 2020, adalah tepat satu tahun Teh Ninih dicerai oleh Aa Gym. “Dan, sampai detik ini engkau digantung, dipermiankan. Maaf, saya tidak bisa diam,” kata Ghaza dalam unggahannya di FB.


Teh Ninih ungkap apa soal Aa Gym


Belakangan hanya Ghaza saja yang buka suara soal prahara ini. Sementara Aa Gym dan ibunya hanya memilih dia. Akan tetapi, Teh Ninih nampak mengunggah sebuah postingan di akun Instagramnya soal masa lalu.


Pada 8 Juni 2021, malam hari Teh Ninih mengunggah gambar dan caption soal masa lalu yang buruk. “Jika masa lalu kita penuh keburukan,” tulis dia pada gambar yang diunggah Teh Ninih di akun IG @ninih.muthmainnah.


Dalam captionnya, tertulis jika masa lalu orang beragam. Namun yang terpenting adalah keadaan sekarang.


“Setiap orang memiliki masa lalu. Ada yang masa lalunya buruk. Ada pula yang baik. Namun, apapun masa lalunya, hal terpenting adalah bagaimana keadaan kita sekarang: apakah masih buruk atau tetap baik,” kata Teh Ninih.


Dia juga menyebut, orang yang memiliki masa lalu buruk namun sudah menuju kebaikan sekarang, maka termasuk orang beruntung. Dia lantas mengunggah firman Allah dalam Al Quran Surat Ali Imran ayat 135 hingga 136.


“Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”


“Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS Ali ‘Imrân, 3:135-136),” kata Teh Ninih.


(*)

Dituding Fiktif, Puluhan Kiyai Pimpinan Ponpes Laporkan Uday ke Polda Banten
Kamis, Juni 10, 2021

On Kamis, Juni 10, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Puluhan kiyai pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) dari Kecamatan Pabuaran dan Padarincang, Kabupaten Serang, sambangi Mapolda Banten, Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani, Kamis, 10 Juni 2021 sekira pukul 14.00 WIB.

Hal ini dipicu lantaran muncul tudingan dari Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada dalam berbagai media pemberitaan, yang menyebutkan bahwa ada 46 lembaga Ponpes di Kecamatan Pabuaran dan Padarincang, Kabupaten Serang yang fiktif.

Kedatangan mereka ke Mapolda Banten bermaksud melaporkan Uday Suhada atas pernyataannya tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa 46 Ponpes terdiri dari 28 Ponpes dari Kecamatan Pabuaran dan 18 Ponpes dari Kecamatan Padarincang, yang dianggap fiktif itu tidak benar.

Mereka juga mengunjungi kantor media Radar Banten pemberitaan sebagai bentuk klarifikasi bahwa yang belakangan ini ramai disebut Ponpes fiktif itu tidak benar.

Pantauan wartawan, tampak para kiyai berdatangan dan langsung menuju ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Banten, namun karena terlalu banyak yang berdatangan akhirnya polisi mengarahkan para kiyai untuk menunggu di mesjid.

KH Juher pimpinan Ponpes Almuhajirin, Kecamatan Padarincang, mengatakan, bahwa kedatangan pihaknya ke Mapolda Banten bertujuan untuk mengadukan persolan tudingan Uday Suhada terkait Ponpes fiktif yang belakangan ramai jadi bahan perbincangan. Sebab hal itu sangat menggangu dan membuat gaduh kalangan masyarakat, terlebih sudah menyebutkan nama daerah Kecamatan Pabuaran dan Kecamatan Padarincang.

"Datang ke Polda Banten untuk melaporkan atas perkataan Uday Suhada. Yang dikatakan gaib oleh Uday Suhada itu pesantren mana dari siapa dasarnya apa," katanya.

Dikatakan KH Juher, bahwa disebutkan dalam berita saudara Uday Suhada melakukan investigasi. Sejak kapan melakukan investigasi, bertemu saja dengan para pimpinan Ponpes di Pabuaran dan Padarincang belum pernah, investigasinya kemana.

"Teman-teman yang di Padarincang semuanya merasa belum pernah bertemu uday. Bahkan sampai sekarang Uday itu orang mana ketemu juga gak pernah. Makanya aneh, sehingga kami datang kesini takut salah melangkah," katanya.

Saat ini kondisi masyarakat khususnya kalangan santri, merasa geram dengan apa yang dituduhkan Uday. Beruntung masih bisa diredam oleh para pimpinan Ponpes.

"Wajar kami merasa tersinggung merasa terhina, merasa dianggap apalah oleh Uday Suhada," katanya.

Yang datang ke Mapolda bersamanya itu semua pimpinan Ponpes, dan ini hanya sebagian saja yang ikut karena di masa pendemi jadi diwakilkan saja. Yang jelas, tidak benar soal fiktif itu, karena keberadaannya benar-benar ada, bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun fisik.

"Saya punya Ponpes sejak tahun 2000. Secara administrasi ada dan secara fisik ada. Bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Laporan: Riri

Bernilai Ekonomi Tinggi, Wagub Sumbar Kunjungi Kampung Sidat
Kamis, Juni 10, 2021

On Kamis, Juni 10, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kampung Sidat Desa Kaliwungu Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, 10 Juni 2021.

Saat dikonfirmsi di lokasi di Kampung Sidat Wagub Sumbar mengatakan usaha perikanan ikan Sidat di Desa Kaliwungu merupakan usaha yang dianggap paling lengkap. Kolam pembudidayaan sidat tersebut dilengkapi dengan sistem pengairan yang modern dan sangat jarang ditemui di daerah lain. "Dari sisi dampak lingkungannya pun terjaga model budidaya yang dikembangkan cukup higienis karena tempatnya yang tertutup ditambah dengan teknologi sirkulasi pengairannya yang ideal," terang Audy.

Audy mengatakan, Ikan Sidat di Jepang akrab disebut "unagi", salah satu jenis ikan air tawar yang morfologi tubuh sekilas mirip belut. "Ikan Sidat, salah satu ikan yang paling banyak digemari, terutama bagi masyarakat Jepang," tuturnya.

Jenis ikan ini menjadi salah satu komoditas yang menarik dan bernilai ekonomi tinggi. Bahkan di Jepang yang notabene salah satu negara dengan konsumsi ikan sidat yang tinggi, masih memerlukan impor ikan sidat dari negara lain, salah satunya Indonesia. "Makanya kita hadir disini untuk mempelajari budidaya Sidat. Mengingat, peluang pasar dan mudahnya cara budidaya sidat menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, cara budidaya sidat bisa dibilang tidak rumit, bahkan cenderung sama dengan ikan budidaya lainnya seperti lele, bawal, maupun ikan air tawar pada umumnya," terang Audy.

Disini lengkap karena budidaya Ikan Sidat mulai dari pemeliraan glass ell menjadi Elver, Elver ke Fingerling dan sampai proses pembesaran ikan sidat ukuran komsumsi apalagi  kawasan budidaya ini kadang digunakan sebagai tempat pelatihan. Menanggapi Kunker dari Pemprov Sumbar itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cilacap Didit menyampaikan kunjungan tersebut semakin memotivasi pihaknya untuk mengoptimalkan dan mendukung program pemerintah serta melestarikan  pengembangan ikan sidat demi kemanfaatannya bagi masyarakat Desa Kaliwungu. "Ekspor merupakan langkah strategis yang diambil kampung Sidat saat ini. Karena kami saat ini terus menjaga standar kualitas mutu dan layanan produk guna memenuhi permintaan pasar dalam dan luar negeri, serta mendukung program pemerintah Indonesia mencapai target ekspor Perikanan Indonesia,” kata Didit.

Hasil produksi ikan Sidat merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik untuk pasar lokal maupun luar negeri. Permintaan pasar akan ikan sidat sangat tinggi mencapai 500.000 ton per tahun terutama dari Jepang dan Korea, pemasok utama sidat adalah China dan Taiwan. "Harga untuk lokal saja bisa mencapai Rp150 ribu perkilo. Ini yang membuat masyarakat Desa Kaliwungu beralih ke budidaya Sidat," ujarnya.

Produk ikan Sidat, diolah dengan menerapkan standar produksi dan kualitas mutu internasional sehingga dapat diterima di pasar luar negeri. Dia mengungkapkan, potensi sidat di Cilacap sangat tinggi. Akan tetapi, sebagian besar masih hasil tangkapan alam dengan ukuran beragam. Padahal, konsumen selalu menginginkan sidat dengan ukuran minimal empat ekor per kilogram. "Harga beli sidat saat ini Rp150 ribu per kilogram. Tetapi, sidat dengan harga tinggi itu harus dibarengi dengan kualitas yang seragam. “Konsumen kita tidak mau sidatnya bau amis atau bau lumpur. Makanya harus diberi pakan yang sesuai dengan standar,” jelasnya.

Hadir dalam kunjungan kerja tersebut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumbar, Reti Wafda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Siti Aisyah dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Hery Martinus. Mewakili  Kepala Dinas Kelautan danPerikanan Sumbar Ka. UPTD Konservasi dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Lastri Mulyanti. (Nov)

#BIRO ADMPIM SETDA SUMBAR

Sopir Kontainer Mengeluh Soal Premanisme dan Pungli, Presiden Jokowi Langsung Telepon Kapolri
Kamis, Juni 10, 2021

On Kamis, Juni 10, 2021

Sopir Kontainer Mengeluh Soal Premanisme dan Pungli, Presiden Jokowi Langsung Telepon Kapolri
BENTENGSUMBAR.COM - Belasan sopir kontainer tampak duduk rapi di satu sudut, di antara kontainer yang bertumpuk di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Kamis, 10 Juni 2021. Mereka menanti kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang hendak berdialog dengan mereka.


“Pagi hari ini saya senang bisa bertemu dengan Bapak-Bapak semuanya. Saya mendapatkan keluhan yang saya lihat dari media sosial, terutama driver banyak yang mengeluh karena urusan bongkar muat,” ucap Presiden membuka dialog, dikutip dari Setkab.go.id pada Kamis, 10 Juni 2021.


Presiden Jokowi sengaja menyempatkan diri bertemu para sopir kontainer untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungutan liar (pungli). Presiden berpandangan bahwa seharusnya para sopir kontainer merasa nyaman saat bekerja, terutama di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19.


“Driver mestinya merasa nyaman semuanya. Jangan sampai ada yang mengeluh karena banyaknya pungutan. Itu yang mau saya kejar, kalau ada. Silakan,” ungkapnya.


Agung Kurniawan, seorang sopir kontainer lantas mengacungkan tangan dan menyampaikan keluh kesahnya selama menjadi sopir kontainer. Pria kelahiran Ngawi, 38 tahun silam ini menjelaskan bahwa para sopir kontainer kerap menjadi sasaran tindak premanisme.


“Begitu keadaan macet, itu di depannya ada yang dinaiki mobilnya, naik ke atas mobil bawa celurit atau nodong begitu, itu enggak ada yang berani menolong, Pak. Padahal itu depan, belakang, samping, kanan itu kan kendaraan semua, dan itu orang semua, dan itu sangat memprihatinkan,” ujar Agung.


“Karena dia takut, kalau posisinya nanti dia membantu, preman-preman itu akan menyerang balik ke dirinya. Maka dia lebih memilih tutup kaca. Dan itu memprihatinkan sekali begitu, Pak,” lanjutnya.


Hal ini diamini oleh rekannya sesama sopir kontainer, Abdul Hakim, yang menyebut bahwa kemacetan merupakan penyebab para preman bisa leluasa menjalankan aksinya.


“Kalau mungkin lancar, ini mungkin tidak ada, Pak. Jadi ini kendala kita ini kemacetan aslinya, Pak. Jadi kami mohon kepada Bapak Presiden, bagaimana solusi ini ke depannya, kami. Karena kami, Pak sakit hati sebenarnya, Pak kalau dibilang sakit hati. Saya kira begitu. Tidak ada kenyamanan untuk sopir kami, sopir-sopir yang mengemudi di Tanjung Priok,” keluhnya.


Selain soal premanisme, Abdul Hakim juga menceritakan soal banyaknya pungutan liar di sejumlah depo. Depo sendiri adalah tempat meletakkan kontainer yang sudah dipakai atau mengambil kontainer yang akan dipakai shipping line. Menurutnya, para karyawan depo sering meminta imbalan berupa uang tip agar laporannya bisa diproses segera.


“[Mereka] itu meminta imbalan lah, kalau enggak dikasih kadang diperlambat. Itu memang benar-benar, seperti Fortune, Dwipa, hampir semua depo rata-rata. Itu Pak. Yang sekarang itu yang saya perhatikan itu yang agak-agak bersih cuma namanya Depo Seacon dan Depo Puninar, agak bersih sedikit. Lainnya hampir rata-rata ada pungli, Pak,” beber pria berusia 43 tahun tersebut.


“Jadi contoh, Pak. Kita kan bawa kontainer nih, kosongan lah atau pun mau ambil [dalam keadaan] kosongan. Nah, kita laporan, kan. Diambillah. Itu harus ada uang tip, ia bilang ‘Boleh, ya?’ atau lima ribu. Paling kadang-kadang lima belas ribu, ada yang dua puluh ribu. Itu, kalau enggak dikasih, ya masih dikerjakan cuma diperlambat. Alasannya, ‘Yang sana dulu, yang ada duitnya’ katakan saya begitu, tapi kalau mereka itu enggak mau ngomong, Pak. Jadi begitu kira-kira, Pak pungli di dalam depo itu, Pak,” ungkapnya.


Mendengar cerita para sopir kontainer, Presiden lantas memanggil ajudannya, Kolonel Pnb. Abdul Haris. Rupanya, Presiden meminta ia menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui telepon.


“Pak Kapolri selamat pagi,” sapa Presiden.


“Siap, selamat pagi Bapak Presiden,” jawab Kapolri di ujung telepon.


“Enggak, ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu,” jelas Presiden.


“Siap,” jawab Kapolri.


“Yang kedua, juga kalau pas macet itu banyak driver yang dipalak preman-preman. Keluhan-keluhan ini tolong bisa diselesaikan. Itu saja Kapolri,” ujar Presiden,


“Siap Bapak,” jawab Kapolri.


Presiden mengatakan bahwa dirinya sudah menangkap situasi yang ada dan apa yang diinginkan oleh para sopir kontainer. Presiden juga menegaskan bahwa dirinya akan terus mengikuti proses ini sehingga keluhan-keluhan yang disampaikan bisa diselesaikan.


“Perintahnya ke Kapolri biar semuanya jelas dan bisa diselesaikan di lapangan. Nanti akan saya ikuti proses ini. Kalau keluhan-keluhan seperti itu tidak diselesaikan, sudah pendapatannya sedikit, masih kena preman, masih kena pungli, itu yang saya baca di status-status di media sosial. Keluhan-keluhan seperti itu memang harus kita selesaikan dan diperhatikan,” tandasnya.


Sebelumnya, sebuah cuitan berisi video curhat seorang sopir kontainer sempat viral di Twitter. Dalam video yang diunggah ulang oleh akun @ferry_kdg di Twitter itu, sopir minta perhatian ke Presiden Jokowi untuk menertibkan tiga depo yaitu Fortune, Dwipa, dan New Priok Container Terminal One (NCPT 1).


“Andai saja statusku dibaca oleh Pak Presiden, saya tidak minta apa-apa tidak minta uang, tidak minta mobil, tidak minta kekayaan ke Pak Presiden. Cuma satu tolong bubarkan Depo Fortune, NPCT 1, sama Depo Dwipa,” demikian rintihan sopir dalam video tersebut.


Sopir tersebut juga merasa kemacetan parah di Tanjung Priok telah berdampak pada pendapatan dan nafkah yang ia berikan ke keluarga. Demikian juga dengan pungli yang kerap dilakukan oleh sejumlah depo kontainer.


“Tolong pak, saya mohon tolong dengan sangat hormat saya ke pak Presiden, sakit pak dimarahin istri terus, pulang gak pernah bawa duit. Jalannya macet mulu, sama itu bertiga (depo), enggak G Fortune ya Dwipa, ya NPCT 1 pak. Sakit pak, setoran banyak, order banyak tapi gak muter, karena mandek jalannya Pak. Saya mohon Pak tolong dengarkan keluhan driver Tanjung Priok pak,” ujar sopir dalam narasi video yang telah dicuit ulang sebanyak 4.165 kali dan disukai 8.846 kali itu.


(*)

Dituduh Terlibat Pembunuhan Laskar, Diaz Hendropriyono: Bisa Aja Rizieq
Kamis, Juni 10, 2021

On Kamis, Juni 10, 2021

Dituduh Terlibat Pembunuhan Laskar, Diaz Hendropriyono: Bisa Aja Rizieq
BENTENGSUMBAR.COM - Habib Rizieq Shihab menuding staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Diaz Hendropriyono terlibat dalam insiden tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI). Diaz Hendropriyono membantah tuduhan itu.


"Bisa aja. Nggak-lah (terlibat)," kata Diaz saat dihubungi, Kamis, 19 Juni 2021.


Diaz menilai pernyataan Rizieq mengada-ada. Dia menyebut tuduhan itu tidak jelas arahnya ke mana alias ngalor-ngidul.


"Ngomong kok ngalor-ngidul. Bisa aja Rizieq buat berita. Orang nggak jelas" kata dia.


Tudingan itu disampaikan Rizieq dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Rizieq sebagai terdakwa membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 6 tahun penjara. Awalnya dia menuding upaya jaksa menuntutnya itu merupakan upaya jahat.


"Karena semua itulah saya tidak kaget dengan tuntutan sadis JPU (jaksa penuntut umum) untuk memenjarakan saya selama 6 tahun sebab sejak awal rekayasa kasus ini sudah sangat nyata dan kasatmata," ucap Rizieq dalam sidang di PN Jaktim, Kamis, 10 Juni 2021.


Rizieq kemudian memaparkan soal penembakan 6 anggota laskar FPI yang mengawalnya hingga akhirnya tewas. Rizieq tiba-tiba menuding bila Diaz Hendropriyono berada di balik penembakan 6 laskar itu.


"Apalagi saat pertama kali saya ditahan dalam kasus kerumunan Petamburan, pada tanggal 12 Desember 2020 salah satu Staf Presiden Bidang Intelijen Diaz Hendropriyono yang diduga kuat terlibat dalam pembantaian 6 laskar pengawal saya pada tanggal 7 Desember 2020, langsung memposting pesan singkat dalam akun Instagram dan Twitter resminya dengan bunyi 'Sampai Ketemu di 2026'," kata Rizieq.


"Ini isyarat jelas tentang rencana mengkandangkan saya untuk waktu yang lama. Diaz sebagaimana ayahnya AM Hendropriyono masih belum puas dengan pembantaian 6 laskar pengawal saya, sehingga masih terus mengejar agar saya dihukum berat," imbuhnya.


Source: detikcom

Poltek KP Pariaman Kembangkan Budi Daya ‘Ikan Gariang’ di Nagari Guguak Kuranji Hilir Demi Masyarakat Sejahtera
Kamis, Juni 10, 2021

On Kamis, Juni 10, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Sehubungan dengan adanya kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut Tridharma adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (UU No. 12 Tahun 2012, Pasal 1 Ayat 9), maka Politeknik Kelautan dan Perikanan Pariaman – Poltek KP Pariaman sebagai Perguruan Tinggi yang bergerak di bidang vokasi/ keterampilan / keahlian mewujudkan salah satu  dharmanya untuk pengabdian kepada masyarakat yang ada di Nagari Guguak Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.

Sehubungan dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang masih satu paket ke dalam Program Desa Inovasi yang ditetapkan pada tanggal 05 Maret 2021 lalu, maka Poltek KP Pariaman melakukan ‘survey lokasi’ untuk budi daya ikan ‘Gariang’ ke Korong Sarang Alang, Nagari Guguak Kuranji Hilir, pada hari Kamis, 10 Juni 2021, dimulai sejak pukul 10.30 – 13.00 wib.

Tim survey terdiri dari Harisjon, S.Pi., M.Si – Penanggung jawab Program Desa Inovasi, Ir. Nazran, MM - Ketua LPPM, dan Armidianto, M.Si – Kapusat Bina Taruna.

Sedangkan dari pihak kenagarian diterima oleh M. Sahur – Wali Nagari, Asrizon – Kasie Kesra Nagari, Nanang – Wali Korong Sarang Alang dan Syamsul Bahri mewakili tokoh masyarakat.

Dalam bincang-bincang kedua belah pihak mengemuka tentang pemilihan lokasi untuk budi daya ikan ‘Gariang’ yang difokuskan di Korong Sarang Alang. Tersebutlah oleh Harisjon tentang visi ke depan untuk menjadikan Nagari Guguak Kuranji Hilir sebagai ‘Kampung Ikan’. Selain itu juga segera dibentuk Kelompok Budi Daya Ikan – Pokdakan serta sebuah organisasi yang diberi nama Pemuda Pelopor Desa Inovasi.

“Hari ini kita sudah survey 2 buah lokasi untuk budi daya ikan ‘Gariang’. Segera pak Wali beserta kelompok menentukan lokasinya dan dalam waktu dekat kami akan kucurkan pendanaan untuk pembuatan kolamnya serta peralatan yang dibutuhkan,” demikian Harisjon menjelaskan.
Sebagai persyaratan untuk kolam budi daya ikan ‘Gariang’ nantinya adalah: 1. tanah tidakk bermasalah, 2. aman dari banjir, dan 3. ketersediaan air yang memadai.

Lebih lanjut Harisjon mengingatkan untuk menggali potensi yang ada di nagari agar adanya peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat nagari/ desa.

“Tugas pak Wali untuk mengumpulkan kaum milenial yang potensial di nagari untuk dilakukan pengembangan diri – soft skill mereka dengan cara pendidikan dan pelatihan agar terjadi percepatan kemajuan dalam pembangunan di nagari ini,” tukasnya.

“Kita akan lalukkan pembinaan kepada masyarakat di nagari ini melalui Program Desa Inovasi dengan cara meningkatkan SDM untuk dijadikan Pemuda Pelopor Desa Inovasi, pelatihan montir memperbaiki mesin Robin perahu nelayan, pelatihan budi daya ikan ‘Lele’ dari hulu sampai hilirnya yakni pembuatan ‘Lele Asap’ sampai kepada pemasarannya,” Harisjon berharap.

M. Sahur beserta beberapa warga yang hadir justru menyambut dengan senang hati dan gembira dengan keberadaan Program Desa Inovasi dari Poltek KP Pariaman ini.

“Segera kami akan lakukan koordinasi dengan warga demi untuk mewujudkan Program Desa Inovasi ini. Kami akan buatkan SK – Surat Keputusan dalam waktu dekat untuk Kelompok Budi Daya Ikan – Pokdakan. Juga akan kami kabari kepada pihak Poltek KP tentang lokasi yang akan dijadikan tempat budi daya ikan ‘Gariang’,” demikian ungkap M.Sahur penuh semangat. 

Laporan: H. Ali Akbar