PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Hari Ini, Ormas Pemuda Pancasila Serbu Gedung DPR Menuntut Junimart Girsang
Kamis, November 25, 2021

On Kamis, November 25, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) akan menggelar aksi unjuk rasa hari ini di depan Gedung DPR MPR RI, Jakarta, dengan membawa dua tuntutan yang ditujukan ke Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang.

Sekretaris MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Embay Supriyantoro membenarkan bahwa hari ini organisasi nasional yang dipimpinnya di Jakarta akan menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa dua tuntutan.

"Jadi (unjuk rasa). Membawa dua tuntutan hari ini," kata Embay kepada VOI, Kamis 25 November.

Terkait pernyataan Junimart Girsang yang meminta agar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi sanksi kepada ormas, Embay meminta Junimart segera meminta maaf di hadapan media televisi nasional agar pernyataan minta maaf tersebut diketahui oleh seluruh anggota ormas Pemuda Pancasila yang ada di Tanah Air, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

"Harus minta maaf di seluruh media televisi nasional, bukan hanya di media online. Permintaan maaf harus dilakukan secara live di televisi nasional maupun secara off air," ujarnya menegaskan.

"Engga ada. Selain menuntut permintaan maaf, ribuan massa yang dikabarkan akan menggelar aksi unjuk rasa itu juga akan menuntut poin kedua.

"Satu lagi, kami akan meminta pemecatan dia (Junimart Girsang) dari fraksi PDIP sebagai anggota dewan," tegas Embay.

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa ini akan berjalan damai dan kondusif.

"Keamanan internal kita sudah aman," katanya.

Sebelumnya diberitakan, buntut kritikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI terkait bentrokan ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR) di Ciledug, menuai kontra dari masyarakat.

Pernyataan Junimart Girsang meminta agar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi sanksi kepada ormas mendapat kecaman keras, khususnya dari Ormas Pemuda Pancasila (PP)

"Kita engga pakai (buat) laporan (kepolisian), kita mau geruduk Gedung DPR RI hari Kamis 25 November, besok, sekitar jam 12 siang," kata Sekretaris MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta, Embay Supriyantoro kepada VOI, Rabu 24 November.

Embay mengecam keras pernyataan Wakil Rakyat itu yang telah menodai marwah organisasi Pemuda Pancasila. (Voi)

Perumda Air Minum Kota Padang Masuk 3 Besar Dalam Penilaian Keterbukaan Informasi Badan Publik 2021
Kamis, November 25, 2021

On Kamis, November 25, 2021

Perumda Air Minum Kota Padang Masuk 3 Besar Dalam Penilaian Keterbukaan Informasi Badan Publik 2021
BENTENGSUMBAR.COM - Setelah melewati rangkaian kegiatan penilaian, mulai dari monev, quesioner hingga visitasi, Alhamdulillah Perumda Air Minum Kota Padang bisa menyisihkan beberapa pesaing hingga masuk menjadi 3 (tiga) besar dalam penilaian keterbukaan informasi bafan publik 2021 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Publik Sumatera Barat. 


Hari ini, bertempat di ruang Mulia 1, The ZHM Premiere, Perumda Air Minum Kota Padang melakukan tahap akhir dari kegiatan penilaian Keterbukaan Informasi Badan Publik di depan panelist yang hadir.


Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk melakukan Presentasi Self-Assessment Questionnaire (SAQ) di depan para komisioner atau panelist tentang layanan Informasi Publik dan layanan masyarakat yang selama ini dilakukan Perumda Air Minum Kota Padang, baik yang datang langsung ke kantor maupun yang mengakses dari Website dan Aplikasi yang telah disediakan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Perumda AM Kota Padang.


Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, @hendrapebrizal76, dalam presentasinya menyampaikan berbagai perkembangan, capaian serta inovasi yang telah berhasil dilakukan Tim Hebat Perumda Air Minum Kota Padang dalam melayani dan memberikan semua informasi yang dibutuhkan, tidak hanya bagi pelanggan saja namun juga bagi seluruh masyarakat Kota Padang.


Semua kebutuhan informasi yang patut diketahui masyarakat juga selalu diberitakan melalui media sosial seperti web resmi yang langsung terintegrasi dengan Facebook, Instagram, dan Twitter, yang kesemuanya bertujuan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat luas.


(hms)

Amartha Targetkan 400 Miliar Rupiah Untuk Perempuan Pelaku Usaha Mikro Di Sumbar
Kamis, November 25, 2021

On Kamis, November 25, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Saat ini para perempuan Indonesia tidak lagi terkendala pembiayaan modal karena hadirnya PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) yang merupakan perusahaan fintech pionir peer-to-peer lending yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha mikro.

Kehadiran amartha menjangkau perempuan pelaku usaha mikro yang tidak mendapat akses layanan perbankan, tidak memiliki aset yang dijadikan jaminan dan memiliki keinginan untuk mengembangkan usaha mikronya.

Penjabaran Fintek Amartha ini di jelaskan oleh Aria Widyanto , Chief Risk dan Sustainability Amarta di Santika Premiere Hotel Padang, Rabu (24/11/21) saat Meeting Briefing dengan para awak media.

Hingga Oktober 2021, total penyaluran pendanaan di Sumatra Barat mencapai 208 miliar rupiah, meningkat jauh jika dibandingkan penyaluran di sepanjang tahun 2020 yakni sebesar 78 miliar rupiah. 

"Selama beroperasi di Sumatra sejak tahun 2020, Amartha telah menjangkau lebih dari 204.000 mitra perempuan pengusaha mikro yang tersebar di 141 titik operasional di seluruh Sumatra, mulai dari Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, dan lain-lain," ujarnya.

Saat ini Amartha menargetkan penyaluran sebesar 400 miliar rupiah di tahun 2022 khusus untuk wilayah Sumatra Barat.

Amarta bergerak untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi sektor mikro pasca pandemi, " kami sangat terinspirasi dengan ketangguhan dan semangat para perempuan pengusaha mikro untuk bangkit dan sejahtera” ungkap Arif.

Amartha telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 46.000 mitra perempuan pengusaha mikro di Sumbar, yang sebagian besar menjalankan usaha di sektor perdagangan, seperti warung makan, warung kelontong, warung kopi, dan lain-lain.

Selanjutnya M. Akib, Head of Micro Business Amartha wilayah Sumatra  menyampaikan, Wilayah Sumatra Barat juga mencatatkan tingkat pengembalian pinjaman yang sangat baik, yakni mencapai 99,90%, artinya hampir seluruh mitra mampu membayar pinjaman tepat waktu. Beberapa kota di Sumatra Barat tercatat menerima penyaluran cukup besar, di antaranya kota Padang, Damasraya, dan Pesisir Selatan.

Ada sekitar 300 orang tenaga lapangan yang tersebar di Sumatra Barat untuk memonitor perkembangan usaha para mitra dan membantu mitra untuk tetap produktif dengan memberikan berbagai pelatihan seperti pelatihan literasi keuangan, kewirausahaan, maupun literasi digital/teknologi.

Upaya Digitalisasi Desa Lewat Amartha+

Untuk mendukung produktivitas mitra pelaku usaha mikro di Sumatra Barat, Aplikasi Amartha+, yakni aplikasi yang dibuat khusus untuk para mitra agar dapat meningkatkan penjualannya melalui transaksi online. 

Aplikasi Amartha+ telah digunakan oleh lebih dari 37.000 mitra di Sumatra Barat, Aplikasi ini menyediakan fasilitas belanja borongan bagi para mitra. Melalui fitur PPOB, mitra secara bersama-sama dapat membeli bahan untuk modal usaha dengan harga grosir, sehingga dapat memperoleh untung lebih besar dari selisih harga pasar. Tersedia juga layanan pembelian pulsa, pembayaran tagihan PDAM, dan pembayaran tagihan listrik.

Selain menyediakan aplikasi Amartha+, para mitra di wilayah Sumatra Barat juga menerima pelatihan wirausaha digital secara online. Amartha menjalin kolaborasi dengan brand Sunlight dari Unilever untuk mengadakan kegiatan pelatihan wirausaha online melalui platform Whatsapp kerjasama  dengan Universitas Indonesia.

Target Amartha di Sumatra Barat

Melihat pertumbuhan bisnis yang signifikan, Amartha menargetkan untuk dapat menyalurkan pendanaan sebesar satu triliun rupiah hingga akhir tahun 2021 di seluruh Sumatra. Sedangkan khusus wilayah Sumatra Barat, ditargetkan penyaluran pendanaan mencapai 400 miliar rupiah pada tahun 2022 mendatang. 

Amartha juga optimis dapat menjangkau lebih banyak mitra untuk wilayah Sumatra Barat, yakni ditargetkan dapat meningkat menjadi 100.000 perempuan pelaku usaha mikro. Program digitalisasi juga akan terus digalakkan, dengan mensosialisasikan penggunaan aplikasi Amartha+ ke lebih banyak mitra di wilayah Sumbar. 
Amartha optimis dapat menjangkau 95% mitra untuk menggunakan aplikasi Amartha+ di tahun mendatang.

“Potensi pengembangan UMKM di wilayah Sumatra Barat sangat besar dan masih dapat bertumbuh. Untuk itu, Amartha membuka peluang kolaborasi bagi banyak pihak maupun instansi agar bersama-sama mendongkrak potensi UMKM di Sumatra Barat. Karena performanya sudah terbukti bertumbuh signifikan, serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Sumatra Barat," pungkas Aria. 

Laporan: Novrianto Ucoxs

Jend Dudung Akan Berlakukan Seperti Zaman Soeharto, Said Didu: Apakah Akan Ada Lagi Penembak Misterius?
Kamis, November 25, 2021

On Kamis, November 25, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu menanggapi soal Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) baru, Jenderal Dudung Abdurrachman yang menyebut akan memberlakukan seperti zaman Presiden ke-2, Soeharto.

Said Didu mempertanyakan apakah itu berarti nanti akan ada penembak misterius atau petrus seperti di zaman Soeharto.

“Apakah akan ada lagi penembak misterius (petrus)?” katanya.
Bersama cuitannya, Said Didu juga membagikan cuitan lain dari jurnalis senior, Farid Gaban soal pidato Jend Dudung.

“Akhirnya, kini resmi sudah kembali ke Orde Baru,” kata Farid Gaban.

Sebelumnya, Jenderal TNI Dudung Abdurachman menanggapi soal gerakan radikalisme yang muncul di Indonesia.

Jend Dudung mengatakan bahwa sebagai upaya mencegah adanya gerakan radikalisme, ia akan memerintahkan seluruh prajurit TNI AD turun tangan.

“Saya akan perintahkan seluruh prajurit peka terhadap perkembangan situasi menyangkut ekstrem kiri dan kanan,” katanya pada Senin, 22 November 2021, dilansir dari Kompas.

Jenderal Dudung meminta prajurit untuk utamanya peka terhadap situasi menyangkut kelompok-kelompok yang mencoba melakukan tindakan radikalisme.

“Saya bilang, kalau ada informasi-informasi, saya akan berlakukan seperti zaman Pak Soeharto dulu. Para babinsa itu harus tahu, jarum jatuh pun dia harus tahu,” ujarnya.

Jend Dudung juga mengarahkan untuk segera mengambil tindakan kalau ada organisasi yang mencoba mengganggu persatuan dan kesatuan Indonesia.

Selain itu, ia juga meminta TNI segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika menemukan kelompok-kelompok yang hendak mengganggu tersebut.

“Segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk dilakukan tindakan-tindakan yang tegas. Itu merupakan bagian dari Tujuh Perintah Harian KSAD,” tutur Jend Dudung. (terkini)

Lokasi Siap, Anies Sebut Interpelasi Formula E Aneh!
Kamis, November 25, 2021

On Kamis, November 25, 2021

BENTENGSUMBAR.COM -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjelaskan, mengapa banyak pertanyaan mengenai gelaran Formula E (FE), mulai dari pelaksanaan di Monas yang tidak diperbolehkan hingga biaya penyelenggaraan yang lebih mahal.

Menurut dia, jawaban semua pertanyaan itu telah ada. Namun, dia menuding, jika yang melemparkan pertanyaan tidak ingin mengetahui lebih jauh.

“Jadi buat apa lagi saya jawab? Contoh, buat apa program (FE) dilaksanakan? Ini sudah menjadi kesepakatan DPRD. Yang ketok DPRD, maka itu ketika kemudian ada interpelasi, ini jadi aneh,” kata Anies di akun YouTube Deddy Corbuzier, dikutip, Rabu, 24 November 2021.

Anies menegaskan, gelaran FE ini sudah sangat terbuka kepada publik. Bahkan, anggaran untuk pelaksanaan FE diklaimnya sudah sangat jelas.

Menurut dia, sebagai bagian dari program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan telah dibuat Perda nya, keputusan yang ada harus dilaksanakan. 

“Kenapa uangnya bisa keluar? Kan udah dimasukkan di pos anggaran di APBD. Kapan itu? 2019," ungkap Anies.

"Harusnya dilaksanakan tahun 2020. Kenapa tidak terlaksana? Karena covid. Simpel. Kemudian kenapa sekarang ditunda? Jadi, 2021 masih Covid-19. Karena itu dilaksanakan tahun depan,” ucap dia lagi.

Semetnara soal pinjaman ke bank DKI sebelumnya dalam Surat Kuasa Nomor 747/-072.26 tertanggal 21 Agustus 2019 sebanyak Rp 180 miliar, Anies tak menampiknya. 

Namun demikian, dia mengatakan, jika semua dana dan pinjaman itu sudah ada catatannya, sehingga tidak mungkin salah perhitungan.

“Pinjaman ini bridging fund sebetulnya. Karena uangnya dari APBD belum cair, maka langsung dibalikin, kan cuma 2 bulan,” jelas dia.

Dikatakan, dalam dokumen yang diberikan dia, Dispora DKI meminjam uang untuk pembayaran commitment fee Formula E sebesar Rp 10 juta poundsterling atau Rp 180 miliar.

Lebih jauh, Anies menambahkan, sejauh ini memang ada beberapa lokasi yang sedang dibicarakan untuk gelaran tersebut dengan FEO, dan akan ditentukan oleh pihak luar Pemprov DKI itu. Anies memaparkan, FE akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Mereka (FEO) nanti akan mengumumkan (lokasi), baru nanti kita bisa keluarkan. Jadi, ini sesuatu yang sudah ditetapkan, sesuatu terbuka, semuanya ada. Apapun, uang keluar masuknya ada, catatannya ada, nggak ada yang enggak ada,” kata dia.

FEO tinjau lokasi

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, FEO yang akan mengurusi lokasi alternatif balapan merupakan ranah di PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pihak yang diberi penugasan. 

Kendati demikian, pihaknya akan mengomunikasikan sejauh mana perkembangannya dengan pihak terkait.

“Sejauh yang saya tau, nanti yang berdiskusi, berdialog, memutuskannya yang terbaik, yang mana yang dipilih tentu dengan pihak Formula E, nanti ada di Jakpro,” kata Riza di Balai Kota, Rabu (24/11).

Sementara itu, Direktur Utama Jakpro Widi Amanasto, mengatakan, sejauh ini kesiapan lokasi alternatif Formula E memang sedang ditinjau oleh FEO.

Menurutnya, tim peninjau itu juga sudah datang dan langsung mengecek lokasi-lokasi terkait.

Namun demikian, pihak FEO diklaimnya masih menunggu FIA sebagai hierarki organisasi. “Rencana peninjauan paling tiga hari,” tutur dia.

Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakarta Propertindo, Gunung Kartiko, mengatakan, saat ini ada progres penetapan beberapa lokasi untuk Formula E yang sedang dipelajari oleh Formula E Operation (FEO). 

Dia menyebut, keputusan lokasi itu akan dikeluarkan secepatnya akhir tahun ini.

“Insya Allah akan diputuskan di paling lambat akhir Desember ini. FEO akan segera finalkan (lokasi)” kata Gunung.

Dia menambahkan, para sponsor dan partner dalam ajang internasional itu juga sedang dalam proses lebih lanjut.

Dia menekankan, pihaknya masih memiliki waktu untuk persiapan, meski balapan Formula E ditetapkan 4 Juni 2022 nanti.

“Kita masih punya cukup waktu untuk mempersiapkan gelaran Jakarta eprix ini,” kata dia.

Terpisah, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Syarif, memang mengonfirmasi tim FEO yang sudah tiba di DKI Jakarta untuk melakukan survei calon lokasi sirkuit Formula E.

Meski tak menyebut secara pasti lokasi gelaran balap motor listrik itu, Syarif menyebut, jika kemungkinan lokasi ada di Jakarta bagian Utara.

“Sekitar (Jakarta) Utara lah,” kata Syarif yang juga merupakan wakil Ketua DPD Gerindra DKI, kemarin.

Ditanya apakah lokasi berada di Pulau Reklamasi, Syarif menampiknya. Meski demikian, dia menyebut, jika bocoran telah lama ada dan disebut sebelum akhir November sudah dilakukan pengecekan lokasi oleh FEO.

“Jadi setelah datang gak lama, paling (pengecekan) empat hari, cek tempat mana yang paling visible lalu diumumkan awal Desember,” tuturnya. (Republika)

Viral Video Jokowi Lempar Bingkisan, Dokter Eva: Jangan Dilempar Pak, Please
Kamis, November 25, 2021

On Kamis, November 25, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Viral video Presiden Joko Widodo (Jokowi) lempar bingkisan di media sosial. Video saat orang nomor satu di Indonesia itu melempar bingkisan diunggah oleh akun Twitter @annafis pada Rabu, 24 November 2021.

Di dalam video, terlihat Jokowi yang sedang berjalan di tanah lapang sambil memegang payung dan didampingi oleh pengawalnya, tiba-tiba saja melempar sebuah bingkisan terbungkus plastik berwarna hitam kepada warga.

Sontak, aksi Jokowi itu pun mendapat teriakan warga yang berkerumun.

"Hore, hilang Corona, hilang Corona!" teriak salah satu warga kepada Jokowi.

Aksi melempar bingkisan kembali dilakukan Jokowi saat mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan meninggalkan Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto dengan helikopter.

Sebelumnya, Jokowi juga sempat meresmikan Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa.

Menanggapi hal ini, Dokter Eva Sri Diana Chaniago pun memohon kepada Presiden agar tidak lagi melempar bingkisan kepada warga.

"Jangan dilempar pak..please," kata Dokter Eva, dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @__Sridiana_3va pada Rabu, 24 November 2021.

Menurut Dokter Eva, hal tersebut akan membuat rakyat belajar melempar tanggung jawab.

"Nanti rakyat jadi belajar “lempar tanggung jawab”," tegasnya.

Sebagai informasi, peristiwa tersebut bukan kali pertama Jokowi melempar bingkisan kepada warga.

Sebelumnya, mantan Wali Kota Solo itu juga pernah dikritik karena melempar bingkisan saat kunjungan vaksinasi Covid-19 door to door di Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu. (Seputartangsel)

Bukan Anies Baswedan Penentu Jalur Formula E, Bamsoet: Jokowi yang Memilih
Kamis, November 25, 2021

On Kamis, November 25, 2021

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipastikan bukan menjadi pihak yang bakal menentukan jalur sirkuit Formula E.

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengatakan, keputusan final penentuan jalur Formula E ada di tangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Kami minta arahan Presiden soal alternatif lokasi. Kalau di beberapa negara, tempat ikonik yang terpilih. Saya ga tahu presiden dan Alberto, kami menunggu arahan dari mereka," ujar Bamsoet di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 24 November 2021.

Bamsoet menjelaskan, Co-founder Formula E Alberto Longo saat ini sudah menetapkan lima tempat di kawasan Jakarta sebagai calon sirkuit, yakni PIK, Sudirman, JIS, JiExpo Kemayoran, dan Ancol. Saat ini pihak Formula E Operation (FEO) bakal melakukan feasibility study terhadap kelima jalur tersebut.

Nantinya Alberto yang bakal menyerahkan langsung hasil feasibility study tersebut kepada Jokowi.

"Presiden akan memilih. Alberto bakal buat study soal plus minus jalur-jalur tersebut," kata Bamsoet.

Pada balapan musim ke-8 ini, Formula E akan hadir di kota-kota ikonik dunia, di antaranya Diriyah Saudi Arabia, Roma, Monaco, Berlin, Vancouver, New York, London dan Seoul. 

Jakarta E-Prix 2022, akan menjadi gelaran balap pertama, dari tiga balapan yang akan dilaksanakan secara berturutan sepanjang tahun 2022.

Bamsoet mengatakan perhelatan Formula E akan melengkapi ajang kejuaraan balap berkelas dunia di Lombok yang pada tahun 2022, yakni World Super Bike Championship pada 19 - 21 November 2021, Mini GP pada Februari 2021, dan MotoGP 2022 pada 20 Maret 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika. (Tempo)

Ucapkan Terima Kasih ke Buzzer, Geisz Chalifah: Tanpa Mereka, Kita Tak Punya Alat untuk Kampanyekan Anies
Kamis, November 25, 2021

On Kamis, November 25, 2021

BENTENGSUMBAR.COM – Komisaris Ancol, Geisz Chalifah menyampaikan rasa terima kasih kepada buzzer yang selama ini membela Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ia mengatakan bahwa tanpa para buzzer, pihaknya tak memiliki alat untuk mengkampanyekan Anies Baswedan.

“Terima kasih banyak para buzzer yang telah membully Anies,” kata Geisz Chalifah pada Senin, 22 November 2021.

Ia mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan promosi secara gratis dengan apa yang para buzzer lakukan selama ini.

“Yang itu pun sangat mudah untuk dipatahkan. Tanpa mereka kita tak punya alat untuk mengkampanyekan Anies,” katanya.

Ditelusuri Terkini.id, mayoritas netizen di kolom komentar Geisz Chalifah juga turut menyindir buzzer dan mendukung Anies Baswedan.

“Sesungguhnya mereka buzzer itu fans pak Anis yang fanatik dan loyal, bagaimana tidak setiap saat, setiap waktu ,dimanapun dan dalam situasi apapun , yang ada dipikiran mereka hanya pak Anis 24 jam, dibandingkan kita ini apalah,” kata @swarg***.

“Betul, misal niatnya mau nyiyir banjir Jakarta tapi justru korban banjir Jakarta lebih viral dan lebih diberitakan, sehingga lebih diperhatikan daripada korban banjir daerah lainnya,” kata @WarasRak***.

Namun, ada pula netizen yang balik menyindir bahwa Anies Baswedan memberi uang miliaran kepada MUI DKI untuk menyerang lawan atas nama Islam.

“Tidak ada yang bully anies. Tapi anieslah yang kasih duit mui milyaran rupiah untuk serang lawan atas nama islam,” kata @mjpt***. (terkini)